Featured Image ibu hamil naik pesawat

Ibu Hamil Naik Pesawat Berbahaya Bagi Janin?

Keamanan yang semakin tinggi membuat perjalanan udara semakin diminati baik oleh wisatawan atau pun orang-orang yang melakukan perjalanan bisnis. Dibandingkan dengan pilihan model transportasi lainnya, bepergian dengan pesawat tetap merupakan cara yang sangat aman untuk dilakukan. Tetapi apakah kondisi ini aman untuk semua orang? Salah satu kelompok penumpang pesawat yang berpotensi rentan adalah wanita hamil dan “penumpang rapuh” yang mereka bawa. Lalu, apakah ada bahaya yang muncul pada janin bila ibu hamil naik pesawat ?.

 

Bukti untuk Klaim Kesehatan Bahwa Ibu Hamil Naik Pesawat Berbahaya Bagi Janin

ibu hamil
Sumber: pixabay.com

Salah satu risiko kesehatan yang diberikan dokter terhadap ibu hamil naik pesawat adalah tekanan kabin yang lebih rendah dan penurunan kadar oksigen selama penerbangan.

 

Banyak dokter menyarankan pasien mereka untuk menghindari terbang di ketinggian tertentu, untuk meminimalkan kemungkinan keguguran akibat kekurangan oksigen pada janin.

 

Bahkan, oksigen tambahan sering diberikan kepada penumpang yang mengalami komplikasi dalam kehamilan mereka dan masih harus menjalani penerbangan.

 

Masalah kesehatan lainnya adalah risiko bagi janin ketika wanita hamil terpapar radiasi kosmik selama penerbangan pada ketinggian yang sangat tinggi.

 

Meskipun hal ini dapat menimbulkan risiko minimal bagi ibu hamil naik pesawat sesekali. Orang-orang yang lebih sering terbang termasuk pilot dan pramugari, lebih sering terkena tingkat radiasi yang lebih intens.

 

Beberapa ahli mengklaim bahwa paparan janin terhadap radiasi dalam penerbangan dapat menyebabkan cacat lahir dan peningkatan risiko kanker pada anak dikemudian hari.

 

Bukti Yang Bertentangan Dengan Klaim Kesehatan Bahwa Ibu Hamil Naik Pesawat Berbahaya Bagi Janin

ibu hamil naik pesawat
Sumber: pixabay.com

Banyak dokter dan pakar kesehatan penerbangan berpendapat bahwa perjalanan udara komersial tidak menimbulkan risiko khusus bagi wanita hamil atau janinnya.

 

Ahli kedokteran penerbangan berpendapat bahwa tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa kejadian keguguran lebih besar pada ibu hamil naik pesawat dan awak kabin daripada populasi umum.

 

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa 15% -20% wanita hamil akan mengalami keguguran secara spontan pada tahap awal kehamilan, terlepas dari pekerjaan mereka.

 

Terkait masalah radiasi, banyak ahli sepakat bahwa faktor penentu dalam menilai risiko pada janin adalah tingkat paparan serta panjang dan frekuensi penerbangan.

 

Faktanya, banyak ahli kesehatan mengatakan bahwa paparan radiasi selama penerbangan komersial sangat rendah, jauh di bawah dosis yang berpotensi membahayakan janin.

 

Kesimpulan

amankah bayi terbang
Sumber: pixabay.com

Tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung klaim bahwa ibu hamil naik pesawat berbahaya bagi ibu dan janin, terutama untuk penerbangan yang lebih lama di mana kabinnya memiliki tekanan yang baik.

 

Wanita dengan masalah medis yang signifikan dan ibu hamil yang kehamilannya dianggap berisiko tinggi pada umumnya harus menghindari penerbangan kecuali benar-benar diperlukan.

 

Semua wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum merencanakan perjalanan udara.

 

Tentu saja, sebagian besar dokter dengan bijak menyarankan pasien mereka untuk tidak terbang selama bulan terakhir kehamilan, karena ketinggian 35.000 kaki bukanlah tempat yang ideal untuk melahirkan.

 

Pertimbangan penting lainnya adalah tujuan, yang dapat menimbulkan risiko jauh lebih besar daripada penerbangan itu sendiri, terutama jika bepergian secara internasional.

 

Misalnya, ibu hamil tersebut berencana untuk berwisata ke daerah dengan penyakit endemis misalnya malaria.

 

Di Indonesia, masing-masing maskapai penerbangan memiliki prosedur perjalanan untuk ibu hamil.

 

Misalnya, maskapai Garuda Indonesia, Ibu hamil diizinkan terbang bersama Garuda Indonesia sesuai dengan kondisi dan usia kehamilannya berdasarkan tabel di bawah ini.

 

Tabel Prosedur Perjalanan untuk Ibu Hamil Garuda Indonesia

KATEGORIUSIA KEHAMILANLARANGANINFORMASI MEDIF 1INFORMASI MEDIF 2SURAT IZIN/
FORMULIR PERTANGGUNGAN
PERSETUJUAN DARI GSM/
JKTIH
KEHAMILAN SINGLE,
KESEHATAN NORMAL,
TIDAK ADA KOMPLIKASI *)
DI BAWAH 32 MINGGUTIDAKTIDAKTIDAKYA **)TIDAK DIBUTUHKAN
KEHAMILAN KEMBAR,
KESEHATAN NORMAL,
TIDAK ADA KOMPLIKASI *)
DI BAWAH 32 MINGGUTIDAKTIDAKTIDAKYA **)TIDAK DIBUTUHKAN
KEHAMILAN DENGAN KOMPLIKASIDI BAWAH 32 MINGGUYAYA ***)YA ***)YA **)DIBUTUHKAN
KEHAMILAN SINGLE, KEMBAR,
KESEHATAN NORMAL,
TIDAK ADA KOMPLIKASI
32 – 36 MINGGUYAYA ***)YA ***)YA **)DIBUTUHKAN
KEHAMILAN DENGAN KOMPLIKASI32 – 36 MINGGUYAYA ***)YA ***)YA **)DIBUTUHKAN
SEMUA KATEGORILEBIH DARI 36 MINGGUTIDAK DIIZINKAN MELAKUKAN PERJALANAN
Catatan:

*) Jika seorang ibu hamil terlihat tidak sehat saat check-in, informasi medis dan persetujuan dari Garuda Sentra Medika (GSM) akan dibutuhkan.

**) Ibu hamil yang melakukan perjalanan di sektor internasional diharuskan melampirkan fotokopi paspor mereka.

***) Harus diperoleh atau disetujui oleh Garuda Sentra Medika (GSM) minimal 7 hari sebelum keberangkatan.

Informasi medis, formulir pertanggungan, dan persetujuan dapat diperoleh di Garuda Sentra Medika (GSM).

Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi Garuda Sentra Medika (GSM) untuk konsultasi dan perolehan dokumen yang dibutuhkan untuk penerbangan Anda.

 

Referensi
  1. Air travel during pregnancy: is it safe? Mayo Clinic website. Available at http://www.mayoclinic.com/health/air-travel-during-pregnancy/AN00398.
  2. In-flight radiation exposure during pregnancy. American College of Obstetricians and Gynecologists website. Available at http://www.acog.org/from_home/publications/green_journal/2004/v103n6p1326.pdf.
  3. Preconceptional planning, pregnancy, and travel. Centers For Disease Control and Prevention website. Available at http://www2.ncid.cdc.gov/travel/yb/utils/ybGet.asp?section=special&obj=pregnant.htm.
  4. Pregnancy and flying. Health Physics Society website. Available at http://hps.org/publicinformation/ate/faqs/pregnancyandflying.html.
  5. Pregnant? you can still travel. ThirdAge website. Available at http://www.thirdage.com/healthgate/files/14617.html.
  6. Work and travel during pregnancy. University of Pennsylvania Health System website. Available at http://www.pennhealth.com/health_info/pregnancy/000237.htm.
  7. Prosedur Perjalanan Untuk Ibu Hamil. Garuda Indonesia. Tersedia Pada https://www.garuda-indonesia.com/id/id/garuda-indonesia-experience/on-ground/traveling-procedures-for-expectant-mothers.page
asam urat featured picture

Asam Urat: Berhenti Menyalahkan Makanan Anda

Anda atau anggota keluarga Anda pernah menderita serangan asam urat (gout) sebelumnya? Kondisi ini sangat menyakitkan, melemahkan anggota gerak, dan dapat dipastikan sebagai suatu kejadian yang tidak ingin diulangi oleh siapa pun.

 

Terdapat sebuah stigma di masyarakat bahwa makanan yang dikonsumsi adalah penyebab dari serangan gout ini.

 

“Jangan makan kacang terlalu banyak, nanti asam uratnya kumat.”

 

Pernahkah Anda mendengar pernyataan tersebut? Atau malah Anda yang menyampaikannya kepada salah satu anggota keluarga Anda yang menderita kondisi ini.

 

Konsumsi diet dan juga konsumsi alkohol secara luas diyakini sebagai penyebab salah satu radang sendi ini.

 

Keyakinan ini telah ada selama berabad-abad. Serangan gout ini bahkan pernah menjadi simbol status.

 

Orang-orang yang menderita gout dinilai sebagai orang-orang yang memiliki kekayaan karena gout identik dengan pola makan enak dan biasanya lebih sering terjadi pada orang kaya.

 

Tapi, apakah benar demikian?

 

Apakah benar diet atau konsumsi makanan tertentu berefek terhadap gangguan sendi ini?

 

Beberapa makanan, seperti kacang yang telah disebutkan di atas bahkan tidak diragukan lagi dianggap sebagai faktor yang memberatkan.

 

Tapi, komponen keturunan atau genetik juga telah ditemukan mempengaruhi kejadian gout pada seseorang.

 

Tapi, kontribusi baik genetik dan pilihan makanan yang Anda konsumsi belum dapat dipahami dengan baik.

 

Hasil Penelitian Terbaru

asam urat dan genetik

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa:

 

MAKANAN YANG ANDA KONSUMSI HANYA MEMILIKI EFEK KECIL TERHADAP KEJADIAN SERANGAN ASAM URAT YANG ANDA RASAKAN.

 

FAKTOR KETURUNAN ATAU GENETIK ADALAH HAL YANG PALING UTAMA YANG MENYEBABKAN ANDA MENDERITA SERANGAN ASAM URAT.

 

Jadi, bila Anda pernah menderita serangan asam urat dan makanan favorit Anda adalah kacang haruskah Anda tidak lagi makan kacang “SELAMANYA”?

 

Bila Anda ingin tahu jawabannya silakan baca artikel ini sampai selesai.

 

 

Apa itu serangan asam urat atau gout?

asam urat

Serangan asam urat atau gout adalah konsekuensi dari kelebihan jumlah asam urat dalam darah.

 

Asam urat sesungguhnya merupakan salah satu produk yang dihasilkan tubuh. Produk ini menjadi bagian dari hasil metabolisme dan biasanya dibuang dari tubuh melalui air seni.

 

Jumlahnya sangat terbatas di dalam darah. Tapi, ketika produk ini mengkristal dan keluar dari dalam aliran darah menjadi kristal urat di sendi atau kulit, kondisi ini yang menyebabkan peristiwa gout.

 

Sebagian besar (hampir setengah dari seluruh kasus) kristal urat ini akan mengendap di jempol kaki.

 

Kondisi ini akan menunjukkan tanda dan gejala radang sendi yang muncul tiba-tiba. Bengkak dan bahkan kemerahan pada kulit menjadi lokasi penumpukan kristal urat. Kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya.

 

Konsumsi obat-obat tertentu dapat membantu mengurangi rasa nyeri sendi dan mempercepat proses penyembuhan.

 

Pengobatan kondisi gout berfokus untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.

 

Obat anti inflamasi non steroid (OAINS), obat steroid, dan kolkisin adalah obat-obat yang sering digunakan untuk mengatasi kondisi ini.

 

Sebagian besar penderita kondisi ini harus menjalani pengobatan kurang lebih selama satu minggu sebelum gejalanya benar-benar menghilang.

 

Saat ini, telah ditemukan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang Anda mengalami serangan asam urat. Faktor risiko tersebut adalah:

  1. Jenis kelamin (laki-laki lebih sering dibandingkan perempuan)
  2. Peningkatan usia (usia tua lebih sering dibandingkan usia muda)
  3. Suku, ras, dan etnis
  4. Genetika (akan dibahas pada artikel ini)

 

Ketika seseorang mengalami satu serangan gout maka orang tersebut akan memiliki risiko mengalami serangan tersebut kembali. Peristiwa ini disebut sebagai kambuh.

 

Fokus pengobatan berikutnya adalah pencegahan serangan gout.

 

Pencegahan ini dapat dilakukan dengan menurunkan kadar asam urat dalam darah.

 

Penurunan ini dapat dicapai dengan pengobatan atau perubahan gaya hidup.

 

Menurunkan berat badan bila mengalami berat badan berlebih atau obesitas dapat menurunkan kadar asam urat.

 

Obat-obatan juga dapat digunakan untuk mengurangi kadar produk metabolisme ini.

 

Meskipun demikian, diet atau apa yang dikonsumsi dan risiko gout telah dikaitkan selama berabad-abad.

 

Konsumsi daging merah, makanan laut (kerang, kepiting, cumi-cumi, udang, dan lain-lain), alkohol, minuman manis telah dikaitkan dengan risiko serangan asam urat.

 

Benarkah diet atau apa yang kita makan sangat erat kaitannya dengan kondisi serangan asam urat?

 

Mari kita lihat, bukti ilmiah yang ditunjukkan oleh penelitian yang meneliti kontribusi relatif dari diet dan genetika terhadap kadar asam urat pada orang-orang sehat.

 

 

Penelitian Tentang Asam Urat Terbaru

makanan dan asam urat

Penelitian terbaru ini berjudul “Evaluation of the diet wide contribution to serum urate levels: meta-analysis of population based cohorts“. Pada intinya penelitian ini meneliti tentang kontribusi diet terhadap kadar asam urat.

 

Penelitian ini dipublikasikan pada jurnal The BMJ oleh Tanya J Mayor dan rekan.

 

Penelitian ini adalah sebuah meta analisis, salah satu tingkat teratas untuk bukti ilmiah, yang melakukan analisis terhadap 5 penelitian berbeda tentang efek diet terhadap kadar asam urat.

 

Secara total, para peneliti memiliki data lebih dari 16.000 orang (terutama orang Eropa) yang tidak menderita gout dan tidak mengonsumsi obat yang mempengaruhi kadar asam urat.

 

Hasil dari penelitian ini antara lain:

 

Diet dan Asam Urat

kacang dan asam urat

Lima belas makanan ditemukan secara signifikan terkait dengan kadar asam urat darah baik pada kelompok laki-laki dan perempuan.

 

Lima belas makanan tersebut antara lain:

 

Makanan yang meningkatkan:

  • Bir
  • Minuman Beralkohol
  • Anggur (Wine)
  • Kentang
  • Unggas
  • Minuman ringan/Minuman kaleng
  • Daging Merah (daging sapi, babi, domba)

 

Makanan yang menurunkan:

  • Telur
  • Kacang-kacangan
  • Sereal dingin
  • Susu skim
  • Keju
  • Roti coklat
  • Margarin
  • Buah non-jeruk

 

Penelitian ini membagi perbedaan antara pria, wanita, dan kohort penuh, serta hubungan dengan skor diet yang berbeda.

 

Bila Anda ingin melihat hasil lengkapnya silakan unduh gambarnya pada link dibawah ini.

Unduh gambar versi besar di sini

 

Yang luar biasa dari penelitian ini adalah betapa sederhananya dan kecilnya efek makanan terhadap kadar asam urat serum, baik secara individu dan secara total:

 

“Secara individual, 14 item makanan yang terkait dengan kadar asam urat dalam kohort lengkap menunjukkan 0,06% hingga 0,99% dari variasi kadar serum asam urat, dan 3,28% variasi keseluruhan berdasarkan hasil penjumlahan (tabel 1). Semua 63 item makanan, ketika dijumlahkan, menjelaskan 4,29% variasi dalam kadar asam urat serum. Kelompok makanan (buah, sayuran, daging, dan produk susu) menjelaskan antara 0,16% dan 0,52% variasi kadar asam urat serum.”

 

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa:

 

Efek genetika jauh lebih besar dibandingkan efek makanan yang dikonsumsi.

 

“30 varian genetik yang sebelumnya dikaitkan dengan kadar urat serum pada tingkat signifikansi luas pada genom di Eropa menjelaskan peningkatan 8,7% dari varian kadar asam urat serum dalam kohort penuh.”

 

 

Kesimpulan

Pilihan makanan individu berkontribusi tidak lebih dari 1% dari efek pada kadar asam urat serum, dan diet secara keseluruhan tampaknya memiliki pengaruh yang sangat kecil.

 

Faktor genetik, sebaliknya, sangat berkorelasi dan secara keseluruhan bertanggung jawab atas lebih dari 20% variasi.

 

Meskipun ini bukan studi tentang pasien dengan gout, atau perbandingan perubahan pola makan vs manajemen obat, Penelitian ini memang memberikan pengetahuan lebih lanjut terkait kebutuhan obat untuk membantu dalam pengobatan pasien dengan serangan gout.

 

Penelitian ini juga memberikan jaminan kepada pasien dan penyedia layanan kesehatan bahwa, seperti banyak kondisi medis lainnya, “menyalahkan pasien” karena makanan yang mereka konsumsi mungkin merupakan suatu kesalahan.

 

Semoga bermanfaat

 

Bila Anda memiliki pertanyaan atau berbagai hal lainnya yang terkait dengan artikel ini silakan tulis di kolom komentar.

 

Featured Picture Meninggal Saat Tidur

Meninggal Saat Tidur: Anda Wajib Tahu Penyebabnya

Tidur adalah kebutuhan utama bagi setiap orang. Selain mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga teratur, tidur yang cukup adalah salah satu kunci untuk mempertahankan tubuh tetap sehat. Tetapi, tahukah Anda bahwa ketika Anda menutup mata dan masuk ke dalam kondisi tidur, Anda bisa saja tidak terbangun lagi untuk selamanya. Anda meninggal saat tidur.

meninggal saat tidur
Sumber: pixabay.com

Ketika Anda tidur, hampir seluruh bagian tubuh Anda ikut serta beristirahat. Tapi, sadarkah Anda bahwa terdapat organ-organ tubuh yang masih bekerja ketika Anda sedang terlelap.

 

Otak dan jantung adalah organ yang masih tetap bekerja selama Anda tidur. Meski pun banyak penelitian yang telah dilakukan terkait tidur, masih banyak misteri lainnya yang belum terjawab.

 

Misteri-misteri tersebut belum dapat diungkap oleh para ilmuwan modern.

 

Di samping misteri itu, terdapat pula beberapa hal yang mengejutkan ketika otak sadar Anda berhenti dan tubuh Anda mulai tertidur.

 

Hal mengejutkan tersebut termasuk kondisi orang-orang yang meninggal saat tidur.

 

Pada artikel ini, kami akan memberikan informasi terkait kondisi medis apa saja yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur.

 

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel ini sekarang. Kami menyediakan versi pdf-nya. Anda dapat menekan tombol kematian saat tidur.pdf di bawah ini untuk mendownload versi PDF dari artikel ini.

 

Penyebab Meninggal Saat Tidur

  1. Henti Jantung Mendadak

henti jantung
Sumber: pixabay.com

Henti jantung mendadak pada umumnya terjadi akibat gangguan pada sistem listrik jantung Anda.

 

Jantung kita pada umumnya akan berdenyut sebanyak 60-100 kali per menit dalam irama teratur.

 

Apabila gangguan listrik jantung terjadi maka denyut jantung dapat meningkat atau lebih rendah dari nilai normal. Selain itu, denyut jantung bisa menjadi tidak teratur.

 

Kondisi gangguan listrik jantung yang mempengaruhi irama dan denyut jantung ini disebut sebagai aritmia.

 

Aritmia yang parah (aritmia mayor) dapat menyebabkan kematian seseorang hanya beberapa menit setelah kondisi ini terjadi.

 

Mengapa kondisi ini dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

 

Pada dasarnya, kondisi gangguan irama dan denyut jantung akan menyebabkan penurunan aliran darah ke organ tubuh.

 

Termasuk berkurangnya aliran darah menuju otak. Otak akan mengalami kondisi kekurangan oksigen karena kurangnya aliran darah.

 

Kondisi ini akan berujung pada kematian sel otak beberapa menit kemudian.

 

Hal tersebut yang menyebabkan kematian saat tidur.

 

 

  1. Meninggal Saat Tidur Karena Gas CO

keracunan karbon monoksida
Sumber: pixabay.com

Karbon monoksida (CO), adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

 

Gas ini dapat menyebabkan kematian bila dihirup dan terlalu banyak masuk ke dalam paru-paru Anda.

 

Gas ini banyak ditemukan pada asap yang berasal dari mobil, perapian, kompor gas, tungku, dan bahkan genset listrik.

 

Gas ini hampir mustahil untuk dideteksi secara kasat mata kecuali dengan menggunakan detektor karbon monoksida.

 

Lalu, mengapa keracunan gas karbon monoksida dapat menyebabkan kejadian meninggal saat tidur??

 

Gas karbon monoksida merupakan gas memiliki tingkat ikatan kuat dengan hemoglobin dalam darah.

 

Pada kondisi normal, hemoglobin dalam darah akan berikatan dengan oksigen dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

 

Pada kondisi keracunan karbon monoksida, gas CO lebih banyak berikatan dengan hemoglobin sehingga gas oksigen tersingkirkan.

 

Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen. Bila Anda sadar bahwa tubuh Anda mengalami kekurangan oksigen maka Anda akan mengalami gejala pusing, kelemahan otot, sakit kepala, atau sakit perut.

 

Tapi, ketika Anda tidur dan menghirup sejumlah besar karbon monoksida.

 

Anda dapat meninggal saat tidur bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda telah memasukkan terlalu banyak zat karbon monoksida ini dalam tubuh Anda.

 

 

  1. Infark Miokard (Serangan Jantung)

serangan jantung
Sumber: pixabay.com

Serangan jantung adalah salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika Anda sedang tertidur pulas.

 

Tapi, sebagian besar pasien yang mengalami serangan jantung ketika tidur akan terbangun karena nyeri dada sebelah kiri yang mereka rasakan.

 

Nyeri ini terkadang muncul sebagai suatu perasaan yang paling menyakitkan sepanjang kehidupan orang-orang yang mengalami serangan jantung.

 

Sebagian kecil kasus, serangan jantung ini akan menyebabkan kejadian meninggal saat tidur.

 

Mengapa hal ini terjadi?

 

Kondisi serangan jantung pada dasarnya muncul karena sel otot jantung kekurangan suplai oksigen.

 

Suplai oksigen sel otot jantung ini pada kondisi normal diberikan oleh arteri atau pembuluh darah jantung (koroner).

 

Sumbatan pada pembuluh darah koroner akan menyebabkan sel otot kekurangan oksigen hingga kematian sel otot jantung.

 

Kondisi kematian sel inilah yang disebut infark sedangkan miokard sendiri adalah bahasa latin untuk otot jantung.

 

Serangan jantung butuh pertolongan medis segera karena merupakan kondisi gawat darurat.

 

Bagaimana Anda mendapatkan pertolongan medis segera bila Anda mengalami kondisi ini ketika tidur?

 

 

  1. Aneurisma Serebral

aneurisma otak
Sumber: pixabay.com

Aneurisma serebral, juga dikenal sebagai aneurisma otak, pada dasarnya adalah titik lemah di dinding pembuluh darah di otak.

 

Aneurisma ini ibarat balon tipis pada dinding pembuluh darah yang juga terisi darah.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika darah dipompa oleh jantung melalui pembuluh darah arteri, ia terus melemah dan membengkak.

 

Jika tekanannya meningkat terlalu banyak, bisa terjadi robekan (pecah) atau dalam istilah medis disebut sebagai aneurisma.

 

Bagaimana kondisi ini dapat menyebabkan kematian saat tidur?

 

Ketika aneurisma pecah, pendarahan biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik.

 

Tetapi darah akan membeku, menggumpal, dan menekan sel-sel otak lainnya.

 

Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak di sekitarnya dan dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak.

 

Jika tekanan meningkat terlalu banyak, kondisi ini dapat dengan cepat berubah fatal.

 

Batang otak dapat tertekan, menghentikan proses pernapasan Anda dan berujung pada kematian.

 

 

  1. Obstructive Sleep Apnea

obstructive sleep apnea
Sumber: pixabay.com

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur di mana pasien berulang kali mengalami henti napas lalu memulai kembali proses pernapasan mereka selama tidur.

 

OSA sejauh ini adalah jenis sleep apnea yang paling umum dan ternyata kondisi ini juga merupakan alasan yang paling mungkin bahwa seseorang dapat meninggal saat tidur.

 

Jenis sleep apnea ini secara harfiah disebabkan oleh obstruksi yang menghalangi jalan napas.

 

Obstruksi atau sumbatan ini biasanya disebabkan oleh otot-otot tenggorokan yang kendur, meskipun otot dan lidah, uvula (anak tekak), amandel, dan bagian lunak pada langit-langit rongga mulut semuanya dapat berperan.

 

Diperkirakan bahwa sebanyak 22 juta orang Amerika menderita sleep apnea tetapi 80 persen kasus tidak terdiagnosis.

 

Hal ini menjadikannya sebagai “silent killer” sejati yang masih belum diketahui banyak orang.

 

Lalu mengapa OSA dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

Orang-orang yang mengalami OSA tentu saja akan mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah secara tiba-tiba ketika mereka berhenti bernafas.

 

Dan jika mereka sudah berisiko terkena serangan jantung, stroke, atau gagal jantung, maka OSA bisa menjadi pemicu yang membuat kejadian henti jantung mendadak

 

Dalam kasus seperti ini, seperti yang telah disampaikan pula di atas kematian dapat terjadi sebelum korban bahkan memiliki kesempatan bangun.

 

 

Kesimpulan

Itulah beberapa kondisi medis yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami kematian saat tidur.

 

Kondisi-kondisi tersebut adalah bagian-bagian dari penyakit tidak menular.

 

Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan perbaikan pola hidup sehat dan olahraga teratur.

 

Pencegahan adalah hal yang paling penting dan harus kita lakukan dari sekarang.

 

Semoga hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri Anda.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan komentar terkait dengan kondisi medis yang menyebabkan peristiwa ini silakan tuliskan di kolom kometar.

 

suplemen vitamin

Benarkah Konsumsi Vitamin C Membantu Penyembuhan Flu?

Common cold (infeksi saluran napas atas) atau lebih sering disebut Flu merupakan infeksi virus yang sering di alami oleh setiap orang. Beberapa orang bahkan mengalaminya lebih dari sekali dalam setahun. Menariknya, konsumsi vitamin C diklaim merupakan pengobatan yang efektif untuk penyembuhan flu. Benarkah demikian?

 

Artikel ini akan menjabarkan bukti ilmiah atas klaim konsumsi vitamin c membantu penyembuhan flu.

 

 

Efek Konsumsi Vitamin C terhadap Flu

Sekitar tahun 1970, penerima penghargaan Nobel, Linus Pauling mempopulerkan teori bahwa vitamin C dapat mengobati flu.

vitamin c

Dia mempublikasikan sebuah buku mengenai pencegahan flu dengan menggunakan vitamin C dosis sangat besar.

 

Pada buku itu disarankan untuk mengkonsumsi 18.000 mg vitamin C per hari.

 

Sebagai perbandingan, kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C hanya 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

 

Pada waktu itu, tidak terdapat penelitian yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa saran pencegahan flu tersebut benar.

 

Tapi, beberapa dekade terakhir, penelitian-penelitian terkontrol acak telah menilai apakah konsumsi vitamin C memiliki efek terhadap flu.

 

Hasil penelitian-penelitian tersebut cukup mengecewakan.

 

Analisis dari 29 penelitian yang melibatkan 11.306 orang menyimpulkan bahwa konsumsi vitamin C sebanyak 200 mg atau lebih tidak mengurangi risiko terkena flu (1).

 

Meskipun demikian, konsumsi vitamin C sebagai suplemen reguler menunjukkan beberapa keuntungan antara lain:

 

  • Menurunkan tingkat keparahan flu
  • Mengurangi durasi flu

 

 

Konsumsi dengan dosis sekitar 1-2 gram cukup untuk mengurangi durasi flu sekitar 18% pada anak-anak (1).

 

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi 6-8 gram per hari juga efektif pada orang dewasa (2).

Vitamin C juga menunjukkan efek yang lebih kuat pada orang-orang dengan stress fisik tertentu. Pada pelari maraton atau atlet ski, vitamin C mengurangi durasi hari sakit flu hingga setengahnya (1).

 

 

Bagaimana Vitamin C dapat menurunkan keparahan flu?

Vitamin c merupakan antioksidan dan dibutuhkan untuk memproduksi kolagen pada kulit.

konsumsi vitamin c

Kolagen merupakan salah satu protein utama yang melindungi kulit serta berbagai jaringan lainnya yang bersifat fleksibel.

 

Defisiensi vitamin c mengakibatkan kondisi yang dikenal sebagai scurvy, yang bukan lagi menjadi masalah saat ini karena banyak orang mendapatkan asupan vitamin C yang cukup dari makanan.

 

Meskipun demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa vitamin C juga memiliki konsentrasi yang tinggi pada sel imun (sel pembentuk kekebalan tubuh) dan jumlahnya akan menurun selama suatu infeksi (3).

 

Faktanya, defisiensi vitamin C secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi (4).

 

Untuk alasan ini, mengkonsumsi vitamin C yang cukup selama infeksi merupakan ide yang baik.

 

 

Kesimpulan

Meskipun suplemen vitamin C tidak memiliki efek untuk menyembuhkan Flu. Vitamin C dapat menurunkan derajat keparahan dan durasi hari sakit pada penderita flu.

 

Vitamin C merupakan zat yang penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin C akan menurun ketika infeksi dan akan meningkatkan risiko infeksi.

 

 

Bila Anda memiliki pengalaman menarik seputar konsumsi vitamin C atau pertanyaan terkait dengan vitamin C silakan tuliskan di kolom komentar.

hoax kedokteran

Bukti Ilmiah VS Hoax Kedokteran Dan Kesehatan

Perkembangan dunia teknologi informasi yang demikian pesat termasuk media sosial memberikan dampak baik dan buruk. Salah satu dampak buruk yang ditimbulkan adalah munculnya artikel-artikel Hoax Kedokteran Dan Kesehatan yang dishare setiap harinya.

 

Artikel-artikel ini akan mudah sekali ditemukan di grup-grup facebook atau dishare via aplikasi chating seperti whatsapp atau line.

media sosial
media sosial

Hoax Kedokteran Dan Kesehatan ini menempati urutan ketiga sebagai hoax yang paling banyak dibuat di bawah hoax tentang politik dan SARA.

Hal ini cukup membuat resah karena dapat merubah pola pikir masyarakat.

Khususnya terkait dengan paradigma sehat dan persepsi masyarakat. Terutama terkait dengan pengobatan alami, herbal, atau pengobatan alternatif.

Perubahan paradigma dan persepsi ini sangat sulit untuk dirubah.

Artikel ini saya tulis untuk memberikan gambaran tentang Hoax Kedokteran Dan Kesehatan.

Bagaimana atau cara apa yang dapat kita lakukan untuk mengetahui bahwa informasi tersebut adalah suatu hoax atau bukan.

Selain itu, saya akan menjabarkan mengapa bukti ilmiah itu penting dalam bidang kedokteran dan kesehatan.

 

Saya akan mulai dengan pembahasan Hoax Kedokteran Dan Kesehatan.

 

Hoax Kedokteran Dan Kesehatan

Secara sederhana Hoax dapat diartikan sebagai:

“Informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar”.

Secara luas Hoax dapat diartikan sebagai:

“Usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu informasi, padahal sang pencipta informasi palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu”.

Atau secara singkat dapat diartikan sebagai informasi palsu yang dibuat secara sengaja.

Kita harus menggarisbawahi frasa informasi palsu dan secara sengaja ini.

 

Mengapa demikian?

Ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya dibentuk dan dilandaskan berdasarkan suatu asas yang disebut sebagai “Evidance Based Medicine (EBM)”.

EBM menyaratkan bahwa suatu praktik kedokteran harus didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang terkini dan terpercaya.

Artinya, bukti-bukti ini harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak saja secara ilmiah, medis, dan klinis, tapi juga harus bermakna secara statistik.

hoax
informasi palsu

Bila suatu artikel di bidang kedokteran dan kesehatan tidak menunjukkan atau menjadikan suatu bukti ilmiah sebagai referensi maka dapat dicurigai bahwa itu adalah informasi palsu.

Bila informasi palsu tersebut dibuat dengan sengaja untuk tujuan tertentu maka jelas itu merupakan suatu hoax.

Lalu, apa yang menjadi tujuan sengaja orang-orang ini membuat artikel tersebut?

 

Mengapa Hoax Kedokteran Dan Kesehatan meningkat?

Setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa orang-orang sengaja memproduksi Hoax Kedokteran Dan Kesehatan, yaitu:

  1. Marketing dan Promosi: alasan ini merupakan penyumbang Hoax Kedokteran Dan Kesehatan terbesar. Banyak orang yang menggunakan bukti ilmiah palsu semata-mata untuk meningkatkan jumlah penjualan suatu produk tertentu.
  2. Meningkatkan traffic: trafik disini bukan berarti lalu lintas melainkan jumlah pengunjung pada suatu situs. Semakin banyak trafik suatu situs atau suatu website maka semakin besar penghasilan pembuat website baik dari iklan, program affiliasi dan sumber penghasilan lainnya.
  3. Memecah-belah: untuk alasan ketiga ini sama dengan hoax terkait dengan tentang politik dan SARA, khususnya memecah-belah antara dokter, penyedia layanan jaminan kesehatan, dan pasien.

 

Lalu, Mengapa Hoax Kedokteran Dan Kesehatan mudah dipercaya?

Menurut ilmu Psikologi, terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax.

mudah percaya hoax
mudah percaya hoax

Yang pertama, orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki.

Contohnya jika seseorang penganut paham bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diyakininya.

Yang kedua, secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi (penegasan).

Kondisi ini membuat seseorang cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut.

Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta.

Lalu, langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengecek bahwa informasi kedokteran atau kesehatan yang diberikan merupakan suatu informasi fakta atau bukti ilmiah.

 

Pemahaman Terkait Bukti Ilmiah Untuk Menangkal Penyebaran Hoax Kedokteran dan Kesehatan

Bukti ilmiah secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai hal yang berbeda pada orang yang berbeda.

Different things to different people”.

hoax kedokteran dan kesehatanNamun hal inilah yang masih banyak belum kita pahami.

Misalnya, bila seorang dukun dan korbannya mengklaim mereka memiliki bukti bahwa pengobatan yang dilakukan berhasil.

 

Terkadang bukti tersebut hanya berisi testimoni dari korban yang merasa terpuaskan dengan pengobatan dukun tersebut atau dari pengalaman pribadi.

 

“Aku coba pakai herbal X dan aku merasa lebih baik serta kadar gula darah ku turun”.

Kata seorang penderita diabetes kepada seorang temannya.

Kemudian temannya tersebut menimpali

“Aku masih tetap menggunakan rebusan daun Y dan percaya akan berefek karena rebusan Y telah memberikan efek yang baik pada sepupuku”.

Baik herbal X dan rebusan daun Y yang menurut kedua penderita diabetes di atas telah memiliki manfaat tapi belumlah cukup untuk diterapkan dalam praktik kedokteran.

Sebab testimoni tidak dapat digunakan sebagai bukti ilmiah.

Bahkan dalam EBM sendiri suatu bukti ilmiah memiliki peringkat atau hierarki.

hierarki EMB
Hierarki Evidance Based Medicine

Hanya bukti ilmiah dengan hierarki tertinggilah yang dapat dirangkum menjadi panduan praktik klinis atau pedoman pengobatan.

Namun, apakah suatu hal yang alami dan dirasakan memiliki dampak baik seperti herbal X dan rebusan daun Y di atas memiliki dampak yang buruk?

 

Apakah “Alami” Selalu Sehat?

Orang berpikir bahwa “alami” adalah sehat. Tapi, banyak zat alami yang bahkan dapat membunuh seseorang.

Beberapa produk suplemen herbal yang dijual bahkan di Apotek sekalipun juga dapat membahayakan kita, meskipun dikonsumsi dengan dosis yang tertera pada kemasannya.

herbal
Teh herbal

Suplemen dapat bersifat beracun atau toxic oleh karena zatnya sendiri, terkontaminasi oleh senyawa yang menyebabkan racun, atau karena interaksi dengan obat yang diberikan oleh dokter.

Meskipun risiko interaksi berbahaya antara pengobatan rumahan dengan herbal atau bahan alami lainnya dengan obat yang resepkan dokter, hanya sepertiga pasien yang mengaku kepada dokter bahwa mereka sedang mengkonsumsi obat rumahan.

Salah satu alasan popularitas suplemen herbal digunakan sebagai pengobatan rumahan karena pasien tidak harus mengunjungi dokter atau harus memiliki resep untuk mendapatkannya. Kondisi ini bisa disebut sebagai “Ultimate Health DIY”.

Alasan lainnya adalah sangat sedikitnya regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur hal ini.

Regulasi di Indonesia hanya memastikan bahwa obat-obat alami ini diproduksi berdasarkan standar.

Tidak ada garansi bahwa produk yang dinyatakan memenuhi standar produksi tersebut aman atau efektif.

Yang sangat disayangkan sebagian besar hoax kedokteran dan kesehatan terkait dengan bahan alami, herbal, atau produk yang dibilang alami tertentu.

 

Lalu, langkah apa yang dapat dilakukan untuk menentukan suatu informasi kedokteran atau kesehatan hoax atau tidak?

 

Mengenal “Baloney Detection Kit”

Baloney Detection Kit merupakan suatu metode yang berisikan dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menentukan apakah suatu klaim benar atau “sampah”.

Langkah-langkah dalam metode ini dapat diterapkan untuk mengetahui bahwa suatu informasi kesehatan dan kedokteran tertentu merupakan suatu bukti ilmiah atau hoax.

Metode ini sangat penting untuk dilakukan karena pembuat hoax saat ini sangat lihai dalam memainkan perannya.

Silakan Anda perhatikan potongan artikel yang saya buat berikut:

Pengobatan kanker luar biasa ini telah diketahui sejak tahun 1800-an.

Tapi, pengetahuan ini telah disembunyikan oleh perusahaan obat kanker besar.

Otto Maass

Pada tahun 1816, Dr. Johan R. Tarjany menemukan bahwa terdapat spesies lumut yang dapat membunuh sel kanker.

Lumut Funariidae karkinolutae yang tumbuh di kampung halamannya. Dr. Tarjany terpesona dengan lumut tersebut sejak kecil.

Dr. Tarjany dewasa menemukan bahwa lumut ini dapat memproduksi molekul yang dapat secara selektif mempengaruhi DNA double helix sel kanker.

Molekul tersebut membuat perubahan DNA, perubahan ini menyebabkan kematian sel kanker.

Dr. Tarjany lalu selalu mengkonsumsi lumut ini setiap hari dan dia tidak mengalami kanker hinga meninggal dunia.

Zat aktif (molekul) dari lumut ini dilarang oleh FDA Amerika Serikat tapi Anda masih dapat menemukannya di beberapa Online Shop.

 

Setelah membaca artikel di atas apa yang Anda pikirkan?.

Sebagian besar pasti mempercayai hal ini dan mungkin akan langsung share artikel tersebut.

Bila hal ini Anda lakukan maka Anda termasuk orang yang menyebarkan hoax.

Sesungguhnya artikel tersebut saya tulis berdasarkan informasi palsu. Informasi Palsu atau Bohong artikel di atas antara lain:

  1. Tidak ada Dr. Johan R. Tarjany. Foto yang saya gunakan di atas bukan foto Dr. Tarjany melainkan foto Prof. Otto Maass. Seorang ahli kimia dari Universitas Mcgill.
  2. Kita tidak tahu bahwa bentuk DNA double helix hingga tahun 1952. Artikel di atas menuliskan bahwa Dr. Tarjany menemukan bahwa molekul lumut dapat merusak DNA double helix sel kanker pada tahun 1816. Tahun dimana Francis Crick dan James Watson, penemu struktur DNA bahkan belum dilahirkan.

Artikel ini sebenarnya sebuah terjemahan transkrip dari video yang dibuat oleh Jonathan Jarry dan dishare melalui twitter oleh David Gorski, MD, PhD.

Artikel seperti ini atau video aslinya pasti akan mendapatkan banyak sekali trafik, sharing, dan kunjungan di sosial media.

Artikel ini ditulis seolah-olah berdasarkan bukti ilmiah terpercaya.

Pernahkah Anda menemui artikel sejenis ini?

Terkadang kita juga perlu bersikap skeptis (ragu-ragu atau kurang percaya) terhadap artikel kesehatan atau kedokteran tertentu.

Bila sikap skeptis muncul maka Anda dapat menggunakan Baloney Detection Kit untuk menilai apakah suatu artikel yang di share pada Anda hoax kedokteran dan kesehatan atau bukan.

Cara Menggunakan “Baloney Detection Kit”

Terdapat beberapa pertanyaan yang harus Anda ajukan dan menjadi bagian dari Baloney Detection Kit, yaitu:

  1. Apakah sumber informasi yang Anda terima dapat dipercaya?
  2. Apakah terdapat sumber informasi lainnya yang membuat klaim yang sama?
  3. Apakah klaim tersebut telah diverivikasi oleh orang lain?
  4. Apakah informasi tersebut sesuai dengan common sense (fakta umum)?
  5. Apakah ada orang lain yang tidak setuju dengan klaim tersebut?
  6. Apakah terdapat poin-poin ilmiah yang cukup besar?
  7. Apakah klaim tersebut disimpulkan berdasarkan bukti ilmiah bukan klaim dari testimoni semata?
  8. Apakah pemberi informasi menunjukkan bukti ilmiah?
  9. Apakah terdapat kepercayaan pribadi untuk membuat klaim?
  10. Apakah informasi tersebut sesuai dengan teori yang telah ada sebelumnya?

 

Bila terdapat satu saja pertanyaan yang membuat Anda ragu terhadap suatu informasi maka Anda harus berpikir hal tersebut adalah suatu hoax kedokteran dan kesehatan.

Semoga dengan artikel ini kita dapat lebih berhati-hati dalam menerima informasi seputar kedokteran dan kesehatan.

Jangan jadikan diri kita menjadi bagian orang-orang yang menyebarkan informasi hoax kedokteran dan kesehatan.

Jangan karena artikel dibuat seolah-olah memiliki bukti ilmiah kita langsung share padahal sesungguhnya informasi yang diberikan adalah palsu.

 

Bila Anda Memiliki Pertanyaan Seputar Informasi Kedokteran Atau Kesehatan Yang Anda Ragu, Silakan Sampaikan Pertanyaan dan Pendapat Anda Di Kolom Komentar.

 

Kami akan berusaha memberikan jawaban ilmiah terbaik untuk pertanyaan Anda tersebut.

 

danau rama

Sindrom yang Dapat Merubah Sudut Pandang Anda Terhadap Dunia

Otak Anda merupakan organ yang kompleks. Organ ini bekerja secara konstan agar Anda tetap dapat menjalankan aktivitas fungsional dan tetap hidup. Dia menjaga agar Anda tetap dapat berjalan, berbicara, dan menjadi manusia seutuhnya. Meskipun demikian, beberapa sindrom atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan kinerja otak. Lebih dari 18% populasi di seluruh dunia mengalaminya. Mengalami suatu bentuk gangguan mental dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya.

Kemungkinan Anda pernah mendengar kondisi seperti depresi, gangguan bipolar, dan skizoprenia. Tapi, Anda mungkin belum pernah mendengar tentang kondisi yang akan dijelaskan di bawah ini. Kondisi yang dapat merubah cara pandang Anda terhadap dunia bahkan dapat membuat seseorang berpikir bahwa keluarganya adalah penipu.

 

Akinetopsia

Banyak orang mungkin mengerti tentang suatu kondisi yang disebut dengan buta warna. Kondisi ini menyebabkan mata kehilangan kemampuan untuk melihat warna tertentu (biasanya hijau dan/atau merah).

Mungkin Anda masih bisa membayangkan bagaimana perasaan kehilangan warna tertentu.

Tapi, bisakah Anda membayangkan mata Anda kehilangan kemampuan untuk melihat gerakan benda di sekililing Anda?

Kondisi ini yang disebut sebagai Akinetopsia.

sindrom
By Johannes Ahlmann [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons
Salah satu pasien yang cukup dikenal mengalami kondisi ini adalah seorang Ibu yang disebut sebagai “Pasien LM”. Pasien ini didiganosis dengan akinetopsia pada usia 43 tahun pada tahun 1978.

Pasien ini menyatakan bahwa, baginya melihat dunia bagai menonton film yang ditampilkan frame per frame bukan film yang diputar secara utuh.

Pasin LM pertama kali dirawat di rumah sakit karena keluhan nyeri kepala parah. Dia mengalami stroke yang mengakibatkan kerusakan pada daerah otak bagian temporal.

Bagian otak ini diyakini bertanggung jawab untuk memahami gerak. Sehingga dia hanya bisa mempertahankan kemampuan untuk melihat benda, persepsi kedalaman, dan warna.

Beberapa Laporan Kasus Lainnya Dapat Anda Baca di Sini:

https://mooreperceptionproject.weebly.com/case-history.html

 

Sindrom yang Membuat Anda Kehilangan Tubuh Anda Sendiri

Ian Waterman, 19 tahun, mengalami suatu kondisi dimana Ia kehilangan hampir semua kemampuan sentuhannya termasuk kemampuan proprioseptif (kemampuan untuk mengetahui dimana bagian tubuh berada).

Tanpa proprioseptif, gerakan yang dapat Anda lakukan sepanjang hidup tanpa perlu banyak berpikir (misalnya berjalan) menjadi hampir tidak mungkin dilakukan.

proprioseptif
By Pierre.hamelin (Own work) [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons
Waterman dinyatakan kemungkinan tidak dapat berjalan kembali dan harus menggunakan kursi roda di sisa hidupnya.

Tapi, dia keras kepala dan tidak putus asa. Untuk melakukan berbagai geraka dia mempelajari teknik dengan mengganti fungsi proprioseptif nya dengan mata dan merencanakan semua gerakannya didalam pikirannya.

Setelah banyak berlatih, dia dapat melakukan kemampuan untuk menggerakkan lengan dan telapak tangannya secara normal. Tapi, masih belum dapat berjalan dengan baik.

Artikel Lengkap Tentang Ian Waterman dapat anda baca di sini

http://mcneilllab.uchicago.edu/pdfs/IW_lost_body.pdf

 

Delusi Capgras

Bayangkan sebuah skenario dimana seorang yang Anda kenal menderita cedera otak traumatis karena kecelakaan kendaraan bermotor dan beruntungnya Ia dapat bertahan dan selamat.

Kemudian orang tersebut tidak percaya lagi bahwa Anda merupakan orang yang Ia kenal, melainkan percaya Anda adalah seorang penipu.

Delusi
By David Sedlecký (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons
Sindrom ini dikenal sebagai delusi Capgras dan dipercayai terjadi setelah seseorang mendapatkan kerusakan pada suatu bagian otak yang disebut sebagai sulkus temporalis superioris.

Area ini penting karena bertanggungjawab atas fungsi perasaan emosional terhadap seseorang.

Meskipun, pasien dengan delusi ini dapat mengenali wajah, dia tidak mampu untuk mengenali perasaan emosionalnya terhadap orang tersebut dan selalu menyangka bahwa mereka adalah pembohong.

 

Artikel lengkapnya dapat anda baca di sini:

https://www.psychologytoday.com/blog/trouble-in-mind/201208/the-capgras-delusion-you-are-not-my-wife

pengukuran kadar pH

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Memilah Informasi pHakta atau pHiksi

Informasi yang viral terkadang sering kali dianggap suatu hal yang benar. Terlebih lagi apabila informasi viral tersebut dibuat dengan beberapa metode yang seolah-olah ilmiah. Penjelasannya pun disusun dengan sedemikian rupa menggunakan berbagai bahasa ilmiah. Tujuannya tentu saja agar orang-orang yang melihat atau mendengarkannya “Percaya”. Salah satu contohnya adalah sebuah video yang viral akhir-akhir ini terkait dengan manfaat pengukuran kadar pH beberapa produk air mineral.

Silakan saja Anda kunjungi Youtube dan masukkan kata kunci “pH air mineral” maka banyak sekali video yang memuat percobaan mengukur pH air mineral tersebut.

Beberapa video diantaranya disertai penjelasan tentang mana pH air mineral yang baik dan mana buruk untuk tubuh.

Internet secara umumnya dan media sosial secara khusus pada masa kini memberikan banyak sekali informasi fakta. Tapi, tidak semua informasi tersebut benar.

Sebagian besar berdiri di atas kata “alternatif”, “herbal”, atau bahkan “pengobatan alami” yang sangat disayangkan terkadang informasinya malah berisi “kebohongan”.

Informasi bohong ini sengaja diberikan demi tujuan promosi dan marketing semata.

Salah satu topik yang sering berisi informasi yang salah atau boleh saya katakan berisi kebohongan adalah terkait dengan pH.

 

manfaat pengukuran kadar pH
By Heinrich-Boll-Stiftung [CC BY-SA 2.0], via Wikimedia Commons
Orang-orang yang percaya akan manfaat pengukuran kadar pH ini tentu akan membatasi diri mereka khususnya diet, menghabiskan begitu banyak uang dengan membeli Air Alkali (yang bahkan salah satu produsen produknya sudah ditarik izin edarnya oleh Badan POM dan Kementrian Kesehatan Indonesia), menguji air kencing dengan menggunakan strip tes pH, dan bahkan membeli obat-obatan yang mengklaim dapat merubah pH menjadi netral, basa, atau asam.

 

Untuk artikel terkait dengan air alkali dapat dibaca di sini:

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Air Alkali Terhadap Tubuh

 

Untuk itu artikel ini saya tulis semata-mata untuk membantu Anda dalam membedakan mana pHakta dan pHiksi terkait dengan informasi manfaat pengukuran kadar pH.

 

pH 101: Informasi Dasar Tentang pH

Orang-orang sering menyebutnya tapi terkadang banyak yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya.

pH merupakan istilah yang berasal dari kata potential of hydrogen. Kata pH ini sering muncul terutama pada bidang ilmu kimia.

pH merupakan suatu skala pengukuran yang kalau dianalogikan seperti Celcius pada suhu tubuh.

Skala pH digunakan untuk pengukuran konsentrasi ion hidrogen pada suatu larutan/cairan. Skala pH merupakan skala logaritmik yang memiliki nilai dari 0 hingga 14.

Air merupakan cairan dengan pH netral, yaitu pH 7. Larutan dengan pH kurang dari 7 disebut sebagai “Asam”. Larutan dengan pH lebih dari 7 disebut “Basa/Alkali”.

efek samping air alkali

Skala logaritmik sendiri merujuk kepada perbedaan 10 kali lipat.

Contohnya: suatu larutan dengan pH 4 memiliki ion hidrogen lebih banyak 10 kali lipat dibandingkan dengan larutan pH 5. Semakin kecil nilai pH-nya maka semakin besar jumlah ion hidrogen terlarutnya.

Skala pH darah manusia dikelola pada rentang sempit berkisar 7,34-7,45 melalui sebuah proses yang disebut sebagai homeostasis (keseimbangan) asam-basa.

Perubahan pH darah di luar rentang batas di atas akan segera diperbaiki atau dikoreksi oleh paru-paru dan ginjal yang disebut sebagai mekanisme kompensasi.

Organ atau cairan tubuh lainnya memiliki nilai atau ambang pH yang berbeda-beda. Skala pH cairan lambung (asam lambung) adalah 1,5-3,5, kulit 4,7, cairan serebrospinal pada otak dan tulang belakang 7,5, dan sekresi pankreas 8,1.

Fakta menariknya adalah tidak satupun kadar pH di atas dipengaruhi oleh komposisi dari diet.

pH pada air kencing atau urin memiliki rentang skala yang cukup besar yaitu antara 4,6 hingga 8,0.

Skala pH urin ini akan terus berubah sesuai dengan kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostatis setelah tubuh mendapatkan beban cairan asam atau basa.

Fakta lainnya adalah pH urin tidak merefleksikan atau menggambarkan pH di dalam darah atau di organ dan cairan lainnya dalam tubuh.

 

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Asam/Basa dan Teori Penyakit

Terdapat teori yang mengklaim bahwa tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan penyakit. Kondisi ini dapat di atas dengan mengkonsumsi makanan yang bersifat basa atau meminum air alkali.

Mengkonsumsi makanan bersifat basa dan air alkali juga dapat meningkatkan kesehatan.

Kemudian teori ini juga mendorong orang-orang untuk melakukan monitoring terhadap pH urin demi keseimbangan asam/basa.

Dr. Gabe Mirkin, seorang dokter ahli nutrisi, menjelaskan bahwa teori asam/basa mempengaruhi penyakit ini adalah suatu hal yang nonsense.

Modifikasi diet pada makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak dapat merubah tingkat keasaman pada organ atau cairan tubuh kecuali urin. Sehingga manfaat pengukuran kadar pH dapat dikatakan sebagai pHiksi.

Dr. Gabe Mirkin juga mengatakan bahwa, “Jika Anda mendengar seseorang berkata bahwa badan anda terlalu asam dan Anda harus menggunakan produk mereka untuk membuatnya menjadi lebih basa, Anda sebaiknya lebih bijaksana untuk ditidak mempercayai apapun yang dikatakan orang tersebut terkait asam/basa kepada anda.”

Seorang Herbalis pernah menyanggah apa yang dikatakan Dr. Gabe bahwa pH urin tidak sama dengan pH darah. Dia mengatakan bahwa, “Kesehatan seseorang dipengaruhi oeh perubahan pH darah dalam kisaran normal, dan pH urin merupakan indikator yang baik untuk menilai seberapa baik ginjal bekerja mempertahankan homeostasis.”

Dia juga mengklaim bahwa pH darah atau urin yang rendah merupakan suatu tanda seseorang tidak sehat.

Tapi ilmu kedokteran berdiri di atas evidence/bukti atau fakta penelitian. Sayangnya, tidak terdapat bukti ilmiah yang mendukung klaim herbalis tersebut.

Untuk artikel lengkap Dr. Gabe Mirkin dapat dibaca di sini:

Acid or Alkaline?

 

Diet Alkali/Basa

Diet alkali ini dapat berubah menjadi kesimpulan palsu dengan sebuah fakta sederhana.

Makanan tertentu menghasilkan asam. Untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh harus mengeluarkan mineral basa seperti kalsium, fosfor, dan magnesium dari tulang, gigi dan organ.

Klaim dari penggagas diet alkali ini juga menyatakan bahwa kondisi di atas akan menyebabkan osteoporosis dan kelelahan tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan bahaya pada sistem kekebalan tubuh.

Tubuh akan rentan terhadap virus atau penyakit. Untuk itu, menghindari makanan yang bersifat asam akan membuat pH urin menjadi basa.

Mereka juga mengklaim bahwa orang dengan pH urin bersifat basa akan mengurangi risiko osteoporosis, kanker, dan penyakit jantung.

Di sisi lain, diet alkali juga dinyatakan membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan energi. Bahkan, disebut dapat menyembuhkan kanker.

Para pendukung yang mempercayai hal ini memberikan testimoni beberapa orang yang telah mencoba dan mendapatkan hasil positif. Selain itu, para pendukung ini juga mengutip jurnal ilmiah yang mendukung temuan mereka. Mereka tidak melakukan teknik evidence based medicine/EBM (kedokteran berbasis bukti).

Analisis sistematis yang merupakan EBM tertinggi menunjukkan bahwa tidak terdapat teori yang mendukung penyakit asam/basa.

 

Air Alkali

Anda dapat membeli air alkali atau membuatnya sendiri. Klaim produsen tertentu mengatakan bahwa air alkali bermanfaat untuk detoksifikasi, hidrasi (semua air memberikan hidrasi), memberikan oksigenisasi dan berperan sebagai anti oksidan, dapat merubah pH tubuh (sama sekali tidak), dan meningkatkan sistem imun.

Air alkali juga dinyatakan dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan menyembuhkan psoriasis. Sayangnya, lagi-lagi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

 

Lalu, adakah manfaat pengukuran kadar pH?

Untuk kondisi tertentu dimana terjadi ketidakseimbangan pH maka perlu dilakukan pengukuran. Dalam dunia kedokteran kadar pH yang paling sering diukur adalah pH darah dan pH urin. Skala pH darah akan menunjukkan asam disebabkan oleh asidosis begitu juga sebaliknya alkalosis menunjukkan pH darah basa.

Berapa penyakit ginjal dan saluran kemih juga dapat merubah kadar pH pada urin. Tapi, bukan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang dalam kondisi asam dan memerlukan asupan yang bersifat basa.

gangguan asam basa
By Maen K. Househ (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons
Pemahaman dasar tentang fisiologi keseimbangan asam-basa merupakan bukti ilmiah (pHakta) yang cukup untuk mengabaikan kesalahan informasi dan pemahaman dasar terkait kadar pH (pHiksi) yang jelas tidak banyak diketahui oleh orang awam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan informasi khususnya tentang pH dan sifat asam-basa.

golongan darah 3

Golongan Darah Penentu Kepribadian dan Sifat

Golongan darah merupakan suatu sistem pembagian golongan darah berdasarkan antigen dan antibodi yang dimiliki oleh darah. Sistem pembagian golongan darah ABO pertama kali dijabarkan oleh ilmuwan Austria bernama Karl Landsteiner pada tahun 1900. Saat ini terdapat suatu pandangan yang umum di Asia ataupun di Jepang bahwa golongan darah seseorang dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian seseorang. Hal ini bahkan mengalahkan prediksi astrologi yang sering digunakan dunia barat untuk menentukan kepribadian seseorang.

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk memaparkan fakta ilmiah apakah benar kepribadian seseorang itu sangat bergantung dari golongan darahnya.

Sejarah Penelitian Hubungan Golongan Darah dan Penurunan Kepribadian serta Sifat

 

golongan darah
Logo vector created by Freepik

Sebenarnya hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang baru. Jika kita melirik pada sejarah maka hal ini pertama kali dipaparkan oleh Takeji Furukawa seorang profesor dari Tokyo Women’s Teacher’s School pada tahun 1927. Pada saat itu dia mempublikasikan sebuah tulisan yang berjudul “The Study of Temperament Through Blood Type” di jurnal Psychological Research. Ide dalam tulisannya ini cepat meluas di masyarakat Jepang pada saat itu. Karena saya penasaran dengan tulisan ilmiah pertama terkait hubungan antara golongan darah dan kepribadian seseorang maka saya memulai melakukan pencarian terhadap tulisan dari Takeji Fukurawa ini. Dan saya tidak menemukan artikel aslinya. Tapi saya mendapatkan penjelasan dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan pada puluhan orang dan secara statistik dinyatakan gagal untuk memenuhi sebuah generalisasi terhadap suatu populasi yang umum.

Tahun 1934 Fisher mengajukan sebuah uji yang hingga saat ini merupakan suatu uji analisa statistik yang paling terkenal yaitu uji Chi-Square. Beberapa peneliti yang mencoba melakukan uji statistik Chi-square terhadap panelitian Takeji Furukawa tersebut dan menyatakan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik.

Dalam studi lain, Furukawa membandingkan distribusi golongan darah antara dua kelompok etnis: etnis Formosa di Taiwan dan Ainu dari Hokkaido. Motivasinya untuk penelitian ini tampaknya datang dari insiden politik. Setelah pendudukan Jepang di Taiwan yang terjadi setelah invasi Jepang Cina pada tahun 1895, penduduk gigih menolak penjajah mereka. Pemberontakan pada tahun 1930 dan pada tahun 1931 mengakibatkan kematian ratusan penduduk Jepang.

Tujuan dari penelitian Furukawa adalah untuk “menembus esensi dari sifat-sifat rasial dari Taiwan, yang baru-baru ini memberontak dan berperilaku begitu kejam”. Berdasarkan temuannya 41,2% dari sampel Taiwan memiliki golongan darah O, Furukawa mengasumsikan bahwa pemberontakan Taiwan ditentukan secara genetik. Alasannya didukung oleh fakta bahwa di antara etnis Ainu yang memiliki sifat penurut, hanya 23,8% memiliki jenis O. Kesimpulannya, Furukawa menyarankan bahwa Jepang harus meningkatkan perkawinan dengan Taiwan untuk mengurangi jumlah Taiwan dengan golongan darah O.

Minat pada teori di atas memudar pada tahun 1930-an. Akan tetapi ditampilkan kembali oleh Masahiko Nomi dengan sebuah buku. Masahiko Nomi merupakan seorang wartawan dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Minat dalam teori itu memudar di tahun 1930-an. Hal dihidupkan kembali pada 1970-an dengan sebuah buku oleh Masahiko Nomi, wartawan, dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Beberapa psikolog Jepang mengkritiknya saat itu, tapi ia terus menunjukkan data statistik yang signifikan di berbagai bidang dan menerbitkan beberapa buku dengan hasil terkait antara golongan darah dan kepribadian. Sebagian orang setelah kematiannya pada tahun 1981, menyatakan bahwa pekerjaan Masahiko Nomi sebagian besar tidak terkontrol dan anekdot, serta metodologi penarikan kesimpulannya tidak jelas. Karena itu, ia banyak dikritik oleh masyarakat psikologis Jepang, meskipun buku-bukunya tetap populer. Anaknya, Toshitaka Nomi terus mempromosikan teori dengan serangkaian buku dan dengan menjalankan Institute of Blood Type Humanics.  Ia kemudian mendirikan Human Science ABO Center untuk penelitian lebih lanjut dan publikasi pada tahun 2004.

 

Penelitian Terbaru Hubungan Golongan Darah dengan Kepribadian dan Sifat

Pencarian saya berlanjut dengan temuan sebuah artikel ilmiah paling baru yang saya dapatkan dengan memasukkan kata kunci golongan darah dan kepribadian di google schoolar dalam bahasa Inggris. Dengan pencarian saya batasi hanya pada judul artikel saya hanya mendapatkan 35 hasil pencarian. Ketika saya membatasi pencarian dalam 5 tahun terakhir. Saya hanya mendapatkan satu artikel yang relevan dengan apa yang sedang saya cari. Sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh Nawata K di jurnal Shinrigaku Kenkyu : The Japanese Journal of Psychology [2014, 85(2):148-156]. Saya mengutip bagian abstraknya di bawah ini

Meskipun kepercayaan populer luas di Jepang tentang hubungan antara kepribadian dan golongan darah ABO, asosiasi ini belum secara empiris dibuktikan. Studi ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan kepribadian, melalui analisis data sekunder survei berskala besar. Data terbaru (setelah 2000) dikumpulkan dengan menggunakan skala besar random sampling dari lebih dari 10.000 orang secara total dari kedua negar Jepang dan Amerika Serikat. Efek ukuran dihitung. Dataset dari Jepang tahun 2004 (N = 2,878-2,938), dan 2005 (N = 3,618-3,692) serta satu dataset dari Amerika Serikat pada tahun 2004 (N = 3,037-3,092) digunakan. Di semua dataset, 65 dari 68 item menghasilkan perbedaan yang tidak signifikan antara golongan darah. Efek ukuran (eta2) kurang dari 0.003. Ini berarti bahwa golongan darah menjelaskan kurang dari 0,3% dari total variasi dalam kepribadian. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan golongan darah kepribadian.”

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Kunher Wu, Kristian D. Lindsted, dan Jerry W. Lee pada 2681 orang murid sekolah menengah atas di Taiwan pada tahun 2005 juga menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan golongan darah. Beberapa artikel penelitian lainnya yang saya temukan dalam pencarian juga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang.

Golongan Darah dan Kepribadian Suatu Ramalan

Dari penjabaran di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa peran golongan darah dalam menentukan suatu kepribadian adalah sebuah prediksi saja dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara golongan darah dengan kepribadian.  Nah jika merupakan sebuah prediksi saja maka mempercayai bahwa golongan darah mempengaruhi kepribadian sama dengan mempercayai bahwa shio, kartu tarot dan astrologi (zodiak)  berpengaruh terhadap kepribadian dan kehidupan kita. Semua yang dijabarkan ini merupakan suatu prediksi dan ramalan. Dalam islam mempercayai ramalan hukumnya adalah haram.

golongan darah 2
Business vector created by Makyzz – Freepik.com

Jika kita membaca ramalan, meskipun kita tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika kita membaca ramalan kemudian membenarkan ramalan tersebut, maka kita telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Wallahu’alam bissawab

 

Sumber:

  1. Amaguchi, Mari (6 May 2005). “Myth about Japan blood types under attack”. MediResource Inc dikutip dari: http://aol.mediresource.com/channel_health_news_details.asp?news_id=6661&news_channel_id=11&channel_id=11
  2. Masao Omura (Nihon University) in “血液型と性格 Blood Type and Personality”, Terumitsu Maekawa (Asia University) in “血液型人間学 Blood Type Humanics” and so on.
  3. Becker, Peter (Ed.); Yoji Nakatani (2006). “The Birth of Criminology in Modern Japan”. Criminals and their Scientists: The History of Criminology in International Perspective (Publications of the German Historical Institute).Cambridge University Press. p. 294. ISBN 0-521-81012-4.
  4. Toshinori Shirasa & Takuji Iguchi (1993), 血液型性格研究入門 血液型と性格は関係ないと言えるのか An introduction to Blood Type Personality Research – Can we say there is no relationship with blood type and personality?, pp.209-212 & 242-243. — virtually no papers nor books about blood type and personality was published from the Japanese psychological community before Masahiko Nomi’s death in 1981.
  5. Masahiko Nomi analyzed various data by using statistical methods and found meaningful traits; the following is some of his works.
    • Blood Type Affinity Study 5/1974 – 20,000 samples analyzed in total
    • Blood Type Sports Study 10/1976 – 1,000 track-and-field athletes analyzed
    • Blood Type Essence 6/1977 – list over 1,000 people (politicians, CEOs, artists etc.)
    • Blood Type Politics Study 6/1978 – 2,000 politicians analyzed (all representatives of the national Diet, all governors and all mayors)
  6. Wu, Kunher, Kristian D. Lindsted, and Jerry W. Lee. “Blood type and the five factors of personality in Asia.” Personality and individual differences 38.4 (2005): 797-808.
obat herbal 2

Obat Herbal: Antara Realitas dan Kebohongan

Saat menjalani kegiatan sebagai Dokter Internsip di Puskesmas saat ini saya menemukan suatu hal yang membuat saya binggung dan bertanya-tanya. Contohnya pada Ny. A, beliau adalah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Hari itu dia datang ke puskesmas untuk mengecek tekanan darah dan kadar gula darahnya. Pemeriksaan ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh Ny. A setiap bulannya. Saat itu Ny. A mengaku bahwa sudah tidak lagi mengkonsumsi obat hipoglikemik oral dan obat anti hipertensi selama satu bulan terakhir. Iya memilih beralih ke obat herbal dari sebuah perusahan yang berfokus untuk memproduksi obat herbal.

obat herbal
Food image created by Dashu83 – Freepik.com

Hari itu, kadar gula darah dan tekanan darah Ny.A dalam batas normal. Padahal catatan tekanan darah dan kadar gula darah bulan yang lalu masih dalam batas tinggi. Hal inilah yang membuat saya binggung, Ny. A tidak mengokonsumsi OHO dan anti hipertensi tapi mengapa tekanan darah dan kadar gula darahnya normal? Apakah produk herbal yang dikonsumsi memiliki efek terhadap penurunan tekanan darah dan kadar glukosa darah?

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul ini membuat saya mencoba menulis pandangan pribadi terkait dengan obat herbal dan posisinya dalam ilmu kedokteran modern.

 

Obat herbal atau pengobatan alternatif mungkin sudah tidak lagi menjadi alternatif seutuhnya.

Pernyataan di atas terlontar begitu saja dari pikiran saya. Didukung dengan fakta bahwa banyak pengobatan alternatif atau obat herbal yang saat ini telah dikemas dalam bentuk modern. Namun, Belum adanya integrasi metode pengobatan ini ke dalam dunia kedokteran modern lah yang membuatnya masih dipandang sebagai alternatif.

Seorang dokter di Indonesia kurang lebih akan menjalani pendidikan dan pelatihan sekitar 5-6 tahun sebelum akhirnya menerapkan ilmunya pada masyarakat melalui program yang disebut Internsip. Waktu yang lama tersebut terkadang kurang untuk membuka pikiran dan mengarahkan dokter bahwa setiap pasien memiliki potensi untuk sembuh serta menyadari bahwa bukan dokter yang menyembuhkan melainkan Allah SWT.

obat herbal 2
Background image created by 4045 – Freepik.com

Dokter hanya perantara untuk kesembuhan pasien. Jika kita dapat membuka pikiran kita maka sebagai seorang penyembuh yang menjadi perpanjangan tangan Allah SWT maka kita dapat mengintegrasikan semua terapi termasuk pengobatan alami dan menggunakannya untuk membantu penyembuhan pasien.

Superioritas Dunia Kedokteran Modern

Dunia kedokteran modern yang berfokus pada pengobatan berdasarkan hasil penelitian dan bukti ilmiah terhadap manfaat dan risiko suatu metode pengobatan telah berada pada posisi teratas dalam ilmu kedokteran modern. Pemahaman yang baik terhadap percobaan atau uji klinis acak acak, double blind, terkontrol dan bahkan hingga meta analisis atau tinjuan sistematis merupakan standar emas dalam dunia kedokteran agar suatu pengobatan dapat diterapkan pada praktik sehari-hari.

Jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang, ilmu pengobatan tradisional telah lebih dahulu berkembang pesat. Dalam islam, ilmu kedokteran nabi atau pengobatan ala Rasullulah pada masa itu juga sangat berkembang dengan prinsip pengobatannya yang berfokus pada prinsip menjaga kesehatan, menjaga tubuh dari unsur berbahaya, mengeluarkan unsur berbahaya dari dalam tubuh.

Saat ini, Jika kita membaca jurnal kedokteran. Beberapa dari kita pasti merasa bahwa jurnal tersebut paling benar. Namun, tidak semua jurnal dapat memberikan suatu gagasan yang membedakan hitam atau putih dengan jelas.
Saat memberikan pengobatan dokter harus mempertimbangkan pro dan kontra, manfaat versus bahaya.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa suatu perawatan yang diyakini oleh medis bermanfaat berdasarkan bukti ternyata di kemudian hari dinyatakan tidak bermanfaat malah berbahaya.

Bukti ilmiah bisa berubah cukup cepat dari waktu ke waktu. Baik dengan pengobatan baru dan bukti baru tentang seberapa efektif pengobatan yang telah ada sebelumnya.

Bila kita membaca majalah kesehatan yang dikeluarkan oleh produsen produk kesehatan alami, anda mungkin akan mendapatkan gagasan bahwa semua yang alami itu baik dan tidak membahayakan. Kita mungkin mempercayai bahwa pendekatan dengan sesuatu yang alami telah terbukti benar melalui penelitian.

Tapi apakah penelitian terhadap obat herbal atau obat alami itu merupakan penelitian yang standar.

Di luar sana banyak percobaan klinis yang buruk dan tentu saja tidak memberikan cukup bukti ilmiah.

Fakta yang harus kita pahami adalah beberapa jurnal lebih baik dibandingkan dengan jurnal yang lainnya. Jika hasil penelitian dipublikasikan pada jurnal peer-review, maka artikel penelitian tersebut telah diperiksa oleh reviewer atau editor dan dapat diterima oleh profesi.

Jadi apabila mendengar tentang penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal yang tidak umum. Hasil penelitiannya mungkin akan bias dan tidak dapat diandalkan sebagai suatu bukti ilmiah.

Kondisi inilah yang juga menyebabkan obat herbal belum dapat menandingi atau diintegrasikan dengan superioritas kedokteran modern.

Hambatan Pengunaan Obat Herbal

Hingga saat ini, salah satu tantangan lain yang dihadapi dalam penelitian obat herbal atau pengobatan alternatif adalah berkaitan dengan pendanaan. Perusahaan farmasi mengembangkan sebagian besar obat-obatan, dan mereka berhadap bisa memasarkan dan menghasilkan uang dari obat yang mereka temukan melalui penelitian.

obat kapsul
Background image created by Suksao – Freepik.com

Penelitian untuk obat dapat menghabiskan biaya investasi milyaran rupiah untuk memastikan suatu obat aman. Jika pengobatan alami atau obat herbal dilakukan hal yang sama maka tentu saja pengobatan atau obat herbal tersebut dapat digunakan secara utuh dalam dunia kedokteran.

Seringkali obat herbal atau pengobatan alternatif dinyatakan bermanfaat hanya karena ada satu dua orang yang mendapatkan hasil yang baik ketika mengkonsumsi atau mengikuti pengobatan alternatif tersebut. Padahal, hal yang sama belum tentu dapat terjadi dengan anda.

Saat ini kita hidup dalam dunia modern dimana para peneliti telah berlomba untuk membuat peta DNA, penelitian sel punca (stem sel), transplantasi organ, MRI, dan mengembangkan peralatan diagnostik yang canggih, serta obat-obatan dan teknik bedah yang lebih baru dan canggih.

Sementara fokus untuk membantu mengatasi gejala dan penyakit pasien berada ujung jari dokter. Terkadang kita lupa bahwa seseorang yang sakit lebih dari sekedar penyakit di dalam tubuhnya. Kita lupa bahwa manusia lebih dari sekedar gejala atau pengobatan. Kita melemahkan profesi kita hanya kerena menanggap pasien sebagai penyakit yang harus disembuhkan bukan manusia seutuhnya.

Kedokteran juga terkadang menjadi profesi yang konservatif oleh sebab itu dokter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menerima suatu pengobatan baru yang telah diterima oleh profesi medis. Mindset dokter terhadap suatu pengobatan baru dapat menjadi cacat karena kepercayaan akan ilmu yang telah dipelajari terlebih dahulu. Padahal ilmu dalam bidang kedokteran berkembang sangat cepat.

Jika kita belajar dari sejarah Semmelweis,yang pada tahun 1848, mengenalkan prosedur cuci tangan antiseptik di ruang rawat kebidanan.

Pendekatan baru ini terbukti mengurangi angka kematian akibat demam saat nifas. Namun, apa yang terjadi pada Semmelweis saat itu, Ia dikucilkan oleh rekan-rekannya karena mereka merasa tersinggung dan menggangap hal tersebut merupakan gagasan bahwa dokter dapat menjadi pembawa kematian.

Jadi untuk saat ini, kita tidak boleh membuang metode ilmiah kita ketika berhadapan dengan pengobatan alternatif atau herbal dan disaat yang bersamaan kita sebagai dokter harus terbuka terhadap gagasan pengobatan baru yang telah memiliki bukti ilmiah yang cukup meskipun hal tersebut adalah pengobatan alternatif atau obat herbal.

 

Wallahu’alam Bishawab

diskusi pasien dokter

Mitos VS Fakta Tekanan Darah Tinggi

Pernahkah anda merasa khawatir dengan tekanan darah anda, keluarga, atau teman anda yang tinggi? AHA dan ACC di Amerika Serikat baru saja menerbitkan pedoman hipertensi yang menyebabkan hampir setengah populasi dewasa di Amerika mengalami darah tinggi. Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung dan stroke. Mengetahui lebih banyak terkait tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membantu anda untuk mencegah hipertensi. Anda dapat memulai mempelajari fakta-fakta terkait dengan hipertensi. Artikel ini memuat lima mitos terkait hipertensi yang paling sering dibicarakan dan bagaimana fakta sebenarnya.

darah tinggi
Health image created by Welcomia – Freepik.com

 

MITOS 1: Darah Tinggi Bukan Merupakan Suatu Masalah yang Besar

Pada awalnya, seseorang tidak akan menyadari gejala darah tinggi, sehingga tidak menjadi perhatian. Meskipun demikian, peningkatan tekanan darah yang berlangsung terlalu lama dapat MEMBUNUH SESEORANG.

 

Pada kondisi normal, jantung berdetak secara reguler, memompa darah melalui pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Darah mendapatkan dorongan oleh denyut jantung sehingga darah memberikan dorongan pula ke dinding pembuluh darah. Pada hipertensi darah mendorong pembuluh rdarah terlalu kuat sehingga pembuluh darah dapat menjadi KAKU dan terbentuk PLAK bahkan PECAH. Kondisi tersebut yang menjadi awal dari seluruh masalah.

 

Tekanan darah yang terlalui tinggi dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan organ lainnya seperti jantung, ginjal, otak, dan organ lainnya. PENYAKIT JANTUNG dan STROKE merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada seoseorang dengan menganggap remeh tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini bahkan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

 

Fakta yang menakutkan adalah seseorang penderita hipertensi telah mengalami peningkatan tekanan darah tanpa bisa diketahui. Kondisi ini memberikan hipertensi istilah silent killer.

 

FAKTA 1: Darah Tinggi Merupakan Masalah Yang Besar

 

MITOS 2: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Bila seseorang memiliki anggota keluarga atau saudara yang menderita hipertensi. Maka, orang tersebut berada pada sekelompok orang yang memiliki RISIKO HIPERTENSI yang lebih besar. Faktor ini disebut sebagai faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah. Faktor risiko hipertensi lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Faktor risiko yang dapat diubahFaktor risiko yang relatif tetap
  • Perokok aktif, perokok pasif
  • Diabetes mellitus
  • Dislipidemia/Hiperkolesterolemia
  • Obesitas/Kelebihan berat badan
  • Kurang aktifitas fisik
  • Diet tidak sehat
  • Gagal ginjal kronik
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan usia
  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Laki-laki
  • Obstructive sleep apnea
  • Stres psikososial

 

Meskipun demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko pasti menderita tekanan darah tinggi. Terdapat beberapa langkah yang dapat diakukan untuk mencegah hipertensi:

dokter stress
Background image created by Luis_molinero – Freepik.com
  • Pertahankan berat badan anda pada berat badan ideal. Kondisi ini dapat dicapai dengan melakukan kombinasi diet sehat dan olahraga rutin
  • Konsumsi diet sehat. Hal ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah makan yang dibutuhkan tubuh dan memilih makanan dengan nutrisi tinggi dan rendah lemak, gula, dan garam
  • Batasi konsumsi garam. Terlalu banyak konsumsi garam akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah
  • Jangan merokok dan batasi paparan asap rokok (perokok pasif)
  • Lakukan olahraga rutin. Lakukan minimal olahraga kecil selama minimal 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Olahraga juga dapat menghilangkan stress dan membantu mengontrol berat badan
  • Jangan biarkan stress mengganggu. Zat kimia pada tubuh (hormon) dapat merespons stress dan mengakibatkan denyut jantung yang semakin keras dan cepat sehingga tekanan darah akan meningkat.

 

Tanyakan kepada dokter terkait dengan tekanan darah tinggi dan bagaimana mencegahnya.

 

FAKTA 2: Hipertensi Dapat Dicegah

 

MITOS 3: Tidak Masalah Apabila Hanya Salah Satu Nilai Tekanan Darah Tinggi

Ketika dilakukan pengukuran tekanan darah maka akan diukur 2 nilai yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diaslotik. Tekanan darah sistolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat jantung memompa darah. Tekanan darah diastolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat darah kembali ke jantung.

 

Banyak orang beranggapan bahwa tekanan darah sistolik harus lebih diperhatikan dibandingkan tekanan darah diastolik. Akan tetapi, faktanya tekanan darah sistolik memiliki toleransi peningkatan yang lebih besar dibandingkan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah akan selalu berubah sepanjang hari dan sangat bergantung pada aktivitas. Tekanan darah sistolik akan cenderung meningkat seiring dengan usia namun kebalikannya pada tekanan darah diastolik. Klasifikasi tekanan darah dapat dilihat pada tabel berikut.

Kategori Tekanan DarahSistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal< 120Dan< 80
Meningkat120-129< 80
Hipertensi Stadium I130-139Atau80-89
Hipertensi Stadium II≥ 140≥ 90

 

 

Jika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik hanya pada salah satu tekanan darah sistolik atau diastolik maka orang tersebut harus bertemu dengan dokter. Dokter akan membuat rencana pengobatan tekanan darah tinggi sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusaka pada organ laiinya.

 

FAKTA 3: Peningkatan Hanya Satu Komponen Tekanan Darah Juga Merupakan Masalah

 

MITOS 4: Pengobatan Tekanan Darah Tinggi Tidak Menyenangkan

Sebagian besar orang akan berpikir harus berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan dan minum obat dengan efek samping yang mengganggu apabila menjalani pengobatan tekanan darah tinggi.

Memang benar perlu beberapa saat untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai untuk seseorang, karena tekanan darah tinggi seringkali memiliki beberapa penyebab mendasar. Dalam banyak kasus, penyebab spesifik tekanan darah tinggi mungkin tidak jelas.

diskusi dokter pasien
People image created by Iaros – Freepik.com

Dokter akan bekerja sama dengan penderita hipertensi untuk menentukan kombinasi perawatan yang mana yang paling sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Rencana perawatan tersebut kemungkinan akan mencakup unsur-unsur berikut:

  • Diet DASH
  • Mengontrol berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pemberian obat anti hipertensi, seperti obat golongan
    • Diuretik
    • ACE inhibitor dan CCB
    • Beta bloker

 

FAKTA 4: Dokter Akan Selalu Berusaha Melakukan Pengobatan Hipertensi Yang Paling Sesuai Dengan Penderita Hipertensi

 

MITOS 5: Pengobatan Hipertensi Tidak Berjalan Dengan Baik

Sebenarnya, jika penderita hipertensi bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan program komprehensif untuk mengelola tekanan darah tinggi, rencana itu bisa berhasil. Untuk memaksimalkan manfaat rencana pengobatan maka dapat mengikuti langkah-langkah ini:

 

  • Periksa tekanan darah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Ikuti rencana perawatan secara konsisten. Sampaikan kepada dokter jika terdapat masalah dengan bagian-bagian rencana pengobatan.
  • Temui dokter sesering yang diminta. Bawa catatan tekanan darah untuk menunjukkan kepada dokter bagaimana rencana pengobatan berjalan baik.
  • Mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan tentang efek samping obat anti hipertensi. Ketahuilah kapan harus menghubungi dokter anda jika ada masalah.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Belajar tentang tekanan darah tinggi dan bagaimana hal itu bisa membahayakan kesehatan merupakan langkah pertama dalam mengendalikan kondisi sehingga bisa tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Jika rencana pengobatan berhasil dan anda mendapatkan tekanan darah normal maka jangan pernah berpikir untuk berhenti dengan rencana pengobatan tersebut. Hipertensi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Tetap ikuti rekomendasi dokter bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat anti hipertensi se-umur hidup

 

FAKTA 5: Pengobatan Hipertensi Dapat Berjalan Dengan Baik Apabila Terjadi Kerjasama Antara Penderita Dengan Dokter