golongan darah 3

Golongan Darah Penentu Kepribadian dan Sifat

Golongan darah merupakan suatu sistem pembagian golongan darah berdasarkan antigen dan antibodi yang dimiliki oleh darah. Sistem pembagian golongan darah ABO pertama kali dijabarkan oleh ilmuwan Austria bernama Karl Landsteiner pada tahun 1900. Saat ini terdapat suatu pandangan yang umum di Asia ataupun di Jepang bahwa golongan darah seseorang dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian seseorang. Hal ini bahkan mengalahkan prediksi astrologi yang sering digunakan dunia barat untuk menentukan kepribadian seseorang.

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk memaparkan fakta ilmiah apakah benar kepribadian seseorang itu sangat bergantung dari golongan darahnya.

Sejarah Penelitian Hubungan Golongan Darah dan Penurunan Kepribadian serta Sifat

 

Sebenarnya hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang baru. Jika kita melirik pada sejarah maka hal ini pertama kali dipaparkan oleh Takeji Furukawa seorang profesor dari Tokyo Women’s Teacher’s School pada tahun 1927. Pada saat itu dia mempublikasikan sebuah tulisan yang berjudul “The Study of Temperament Through Blood Type” di jurnal Psychological Research. Ide dalam tulisannya ini cepat meluas di masyarakat Jepang pada saat itu. Karena saya penasaran dengan tulisan ilmiah pertama terkait hubungan antara golongan darah dan kepribadian seseorang maka saya memulai melakukan pencarian terhadap tulisan dari Takeji Fukurawa ini. Dan saya tidak menemukan artikel aslinya. Tapi saya mendapatkan penjelasan dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan pada puluhan orang dan secara statistik dinyatakan gagal untuk memenuhi sebuah generalisasi terhadap suatu populasi yang umum.

Tahun 1934 Fisher mengajukan sebuah uji yang hingga saat ini merupakan suatu uji analisa statistik yang paling terkenal yaitu uji Chi-Square. Beberapa peneliti yang mencoba melakukan uji statistik Chi-square terhadap panelitian Takeji Furukawa tersebut dan menyatakan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik.

Dalam studi lain, Furukawa membandingkan distribusi golongan darah antara dua kelompok etnis: etnis Formosa di Taiwan dan Ainu dari Hokkaido. Motivasinya untuk penelitian ini tampaknya datang dari insiden politik. Setelah pendudukan Jepang di Taiwan yang terjadi setelah invasi Jepang Cina pada tahun 1895, penduduk gigih menolak penjajah mereka. Pemberontakan pada tahun 1930 dan pada tahun 1931 mengakibatkan kematian ratusan penduduk Jepang.

Tujuan dari penelitian Furukawa adalah untuk “menembus esensi dari sifat-sifat rasial dari Taiwan, yang baru-baru ini memberontak dan berperilaku begitu kejam”. Berdasarkan temuannya 41,2% dari sampel Taiwan memiliki golongan darah O, Furukawa mengasumsikan bahwa pemberontakan Taiwan ditentukan secara genetik. Alasannya didukung oleh fakta bahwa di antara etnis Ainu yang memiliki sifat penurut, hanya 23,8% memiliki jenis O. Kesimpulannya, Furukawa menyarankan bahwa Jepang harus meningkatkan perkawinan dengan Taiwan untuk mengurangi jumlah Taiwan dengan golongan darah O.

Minat pada teori di atas memudar pada tahun 1930-an. Akan tetapi ditampilkan kembali oleh Masahiko Nomi dengan sebuah buku. Masahiko Nomi merupakan seorang wartawan dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Minat dalam teori itu memudar di tahun 1930-an. Hal dihidupkan kembali pada 1970-an dengan sebuah buku oleh Masahiko Nomi, wartawan, dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Beberapa psikolog Jepang mengkritiknya saat itu, tapi ia terus menunjukkan data statistik yang signifikan di berbagai bidang dan menerbitkan beberapa buku dengan hasil terkait antara golongan darah dan kepribadian. Sebagian orang setelah kematiannya pada tahun 1981, menyatakan bahwa pekerjaan Masahiko Nomi sebagian besar tidak terkontrol dan anekdot, serta metodologi penarikan kesimpulannya tidak jelas. Karena itu, ia banyak dikritik oleh masyarakat psikologis Jepang, meskipun buku-bukunya tetap populer. Anaknya, Toshitaka Nomi terus mempromosikan teori dengan serangkaian buku dan dengan menjalankan Institute of Blood Type Humanics.  Ia kemudian mendirikan Human Science ABO Center untuk penelitian lebih lanjut dan publikasi pada tahun 2004.

 

Penelitian Terbaru Hubungan Golongan Darah dengan Kepribadian dan Sifat

Pencarian saya berlanjut dengan temuan sebuah artikel ilmiah paling baru yang saya dapatkan dengan memasukkan kata kunci golongan darah dan kepribadian di google schoolar dalam bahasa Inggris. Dengan pencarian saya batasi hanya pada judul artikel saya hanya mendapatkan 35 hasil pencarian. Ketika saya membatasi pencarian dalam 5 tahun terakhir. Saya hanya mendapatkan satu artikel yang relevan dengan apa yang sedang saya cari. Sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh Nawata K di jurnal Shinrigaku Kenkyu : The Japanese Journal of Psychology [2014, 85(2):148-156]. Saya mengutip bagian abstraknya di bawah ini

Meskipun kepercayaan populer luas di Jepang tentang hubungan antara kepribadian dan golongan darah ABO, asosiasi ini belum secara empiris dibuktikan. Studi ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan kepribadian, melalui analisis data sekunder survei berskala besar. Data terbaru (setelah 2000) dikumpulkan dengan menggunakan skala besar random sampling dari lebih dari 10.000 orang secara total dari kedua negar Jepang dan Amerika Serikat. Efek ukuran dihitung. Dataset dari Jepang tahun 2004 (N = 2,878-2,938), dan 2005 (N = 3,618-3,692) serta satu dataset dari Amerika Serikat pada tahun 2004 (N = 3,037-3,092) digunakan. Di semua dataset, 65 dari 68 item menghasilkan perbedaan yang tidak signifikan antara golongan darah. Efek ukuran (eta2) kurang dari 0.003. Ini berarti bahwa golongan darah menjelaskan kurang dari 0,3% dari total variasi dalam kepribadian. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan golongan darah kepribadian.”

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Kunher Wu, Kristian D. Lindsted, dan Jerry W. Lee pada 2681 orang murid sekolah menengah atas di Taiwan pada tahun 2005 juga menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan golongan darah. Beberapa artikel penelitian lainnya yang saya temukan dalam pencarian juga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang.

Golongan Darah dan Kepribadian Suatu Ramalan

Dari penjabaran di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa peran golongan darah dalam menentukan suatu kepribadian adalah sebuah prediksi saja dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara golongan darah dengan kepribadian.  Nah jika merupakan sebuah prediksi saja maka mempercayai bahwa golongan darah mempengaruhi kepribadian sama dengan mempercayai bahwa shio, kartu tarot dan astrologi (zodiak)  berpengaruh terhadap kepribadian dan kehidupan kita. Semua yang dijabarkan ini merupakan suatu prediksi dan ramalan. Dalam islam mempercayai ramalan hukumnya adalah haram.

Jika kita membaca ramalan, meskipun kita tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika kita membaca ramalan kemudian membenarkan ramalan tersebut, maka kita telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Wallahu’alam bissawab

 

Sumber:

  1. Amaguchi, Mari (6 May 2005). “Myth about Japan blood types under attack”. MediResource Inc dikutip dari: http://aol.mediresource.com/channel_health_news_details.asp?news_id=6661&news_channel_id=11&channel_id=11
  2. Masao Omura (Nihon University) in “血液型と性格 Blood Type and Personality”, Terumitsu Maekawa (Asia University) in “血液型人間学 Blood Type Humanics” and so on.
  3. Becker, Peter (Ed.); Yoji Nakatani (2006). “The Birth of Criminology in Modern Japan”. Criminals and their Scientists: The History of Criminology in International Perspective (Publications of the German Historical Institute).Cambridge University Press. p. 294. ISBN 0-521-81012-4.
  4. Toshinori Shirasa & Takuji Iguchi (1993), 血液型性格研究入門 血液型と性格は関係ないと言えるのか An introduction to Blood Type Personality Research – Can we say there is no relationship with blood type and personality?, pp.209-212 & 242-243. — virtually no papers nor books about blood type and personality was published from the Japanese psychological community before Masahiko Nomi’s death in 1981.
  5. Masahiko Nomi analyzed various data by using statistical methods and found meaningful traits; the following is some of his works.
    • Blood Type Affinity Study 5/1974 – 20,000 samples analyzed in total
    • Blood Type Sports Study 10/1976 – 1,000 track-and-field athletes analyzed
    • Blood Type Essence 6/1977 – list over 1,000 people (politicians, CEOs, artists etc.)
    • Blood Type Politics Study 6/1978 – 2,000 politicians analyzed (all representatives of the national Diet, all governors and all mayors)
  6. Wu, Kunher, Kristian D. Lindsted, and Jerry W. Lee. “Blood type and the five factors of personality in Asia.” Personality and individual differences 38.4 (2005): 797-808.
obat herbal 2

Obat Herbal: Antara Realitas dan Kebohongan

Saat menjalani kegiatan sebagai Dokter Internsip di Puskesmas saat ini saya menemukan suatu hal yang membuat saya binggung dan bertanya-tanya. Contohnya pada Ny. A, beliau adalah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Hari itu dia datang ke puskesmas untuk mengecek tekanan darah dan kadar gula darahnya. Pemeriksaan ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh Ny. A setiap bulannya. Saat itu Ny. A mengaku bahwa sudah tidak lagi mengkonsumsi obat hipoglikemik oral dan obat anti hipertensi selama satu bulan terakhir. Iya memilih beralih ke obat herbal dari sebuah perusahan yang berfokus untuk memproduksi obat herbal.

Hari itu, kadar gula darah dan tekanan darah Ny.A dalam batas normal. Padahal catatan tekanan darah dan kadar gula darah bulan yang lalu masih dalam batas tinggi. Hal inilah yang membuat saya binggung, Ny. A tidak mengokonsumsi OHO dan anti hipertensi tapi mengapa tekanan darah dan kadar gula darahnya normal? Apakah produk herbal yang dikonsumsi memiliki efek terhadap penurunan tekanan darah dan kadar glukosa darah?

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul ini membuat saya mencoba menulis pandangan pribadi terkait dengan obat herbal dan posisinya dalam ilmu kedokteran modern.

 

Obat herbal atau pengobatan alternatif mungkin sudah tidak lagi menjadi alternatif seutuhnya.

Pernyataan di atas terlontar begitu saja dari pikiran saya. Didukung dengan fakta bahwa banyak pengobatan alternatif atau obat herbal yang saat ini telah dikemas dalam bentuk modern. Namun, Belum adanya integrasi metode pengobatan ini ke dalam dunia kedokteran modern lah yang membuatnya masih dipandang sebagai alternatif.

Seorang dokter di Indonesia kurang lebih akan menjalani pendidikan dan pelatihan sekitar 5-6 tahun sebelum akhirnya menerapkan ilmunya pada masyarakat melalui program yang disebut Internsip. Waktu yang lama tersebut terkadang kurang untuk membuka pikiran dan mengarahkan dokter bahwa setiap pasien memiliki potensi untuk sembuh serta menyadari bahwa bukan dokter yang menyembuhkan melainkan Allah SWT.

Dokter hanya perantara untuk kesembuhan pasien. Jika kita dapat membuka pikiran kita maka sebagai seorang penyembuh yang menjadi perpanjangan tangan Allah SWT maka kita dapat mengintegrasikan semua terapi termasuk pengobatan alami dan menggunakannya untuk membantu penyembuhan pasien.

Superioritas Dunia Kedokteran Modern

Dunia kedokteran modern yang berfokus pada pengobatan berdasarkan hasil penelitian dan bukti ilmiah terhadap manfaat dan risiko suatu metode pengobatan telah berada pada posisi teratas dalam ilmu kedokteran modern. Pemahaman yang baik terhadap percobaan atau uji klinis acak acak, double blind, terkontrol dan bahkan hingga meta analisis atau tinjuan sistematis merupakan standar emas dalam dunia kedokteran agar suatu pengobatan dapat diterapkan pada praktik sehari-hari.

Jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang, ilmu pengobatan tradisional telah lebih dahulu berkembang pesat. Dalam islam, ilmu kedokteran nabi atau pengobatan ala Rasullulah pada masa itu juga sangat berkembang dengan prinsip pengobatannya yang berfokus pada prinsip menjaga kesehatan, menjaga tubuh dari unsur berbahaya, mengeluarkan unsur berbahaya dari dalam tubuh.

Saat ini, Jika kita membaca jurnal kedokteran. Beberapa dari kita pasti merasa bahwa jurnal tersebut paling benar. Namun, tidak semua jurnal dapat memberikan suatu gagasan yang membedakan hitam atau putih dengan jelas.
Saat memberikan pengobatan dokter harus mempertimbangkan pro dan kontra, manfaat versus bahaya.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa suatu perawatan yang diyakini oleh medis bermanfaat berdasarkan bukti ternyata di kemudian hari dinyatakan tidak bermanfaat malah berbahaya.

Bukti ilmiah bisa berubah cukup cepat dari waktu ke waktu. Baik dengan pengobatan baru dan bukti baru tentang seberapa efektif pengobatan yang telah ada sebelumnya.

Bila kita membaca majalah kesehatan yang dikeluarkan oleh produsen produk kesehatan alami, anda mungkin akan mendapatkan gagasan bahwa semua yang alami itu baik dan tidak membahayakan. Kita mungkin mempercayai bahwa pendekatan dengan sesuatu yang alami telah terbukti benar melalui penelitian.

Tapi apakah penelitian terhadap obat herbal atau obat alami itu merupakan penelitian yang standar.

Di luar sana banyak percobaan klinis yang buruk dan tentu saja tidak memberikan cukup bukti ilmiah.

Fakta yang harus kita pahami adalah beberapa jurnal lebih baik dibandingkan dengan jurnal yang lainnya. Jika hasil penelitian dipublikasikan pada jurnal peer-review, maka artikel penelitian tersebut telah diperiksa oleh reviewer atau editor dan dapat diterima oleh profesi.

Jadi apabila mendengar tentang penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal yang tidak umum. Hasil penelitiannya mungkin akan bias dan tidak dapat diandalkan sebagai suatu bukti ilmiah.

Kondisi inilah yang juga menyebabkan obat herbal belum dapat menandingi atau diintegrasikan dengan superioritas kedokteran modern.

Hambatan Pengunaan Obat Herbal

Hingga saat ini, salah satu tantangan lain yang dihadapi dalam penelitian obat herbal atau pengobatan alternatif adalah berkaitan dengan pendanaan. Perusahaan farmasi mengembangkan sebagian besar obat-obatan, dan mereka berhadap bisa memasarkan dan menghasilkan uang dari obat yang mereka temukan melalui penelitian.

Penelitian untuk obat dapat menghabiskan biaya investasi milyaran rupiah untuk memastikan suatu obat aman. Jika pengobatan alami atau obat herbal dilakukan hal yang sama maka tentu saja pengobatan atau obat herbal tersebut dapat digunakan secara utuh dalam dunia kedokteran.

Seringkali obat herbal atau pengobatan alternatif dinyatakan bermanfaat hanya karena ada satu dua orang yang mendapatkan hasil yang baik ketika mengkonsumsi atau mengikuti pengobatan alternatif tersebut. Padahal, hal yang sama belum tentu dapat terjadi dengan anda.

Saat ini kita hidup dalam dunia modern dimana para peneliti telah berlomba untuk membuat peta DNA, penelitian sel punca (stem sel), transplantasi organ, MRI, dan mengembangkan peralatan diagnostik yang canggih, serta obat-obatan dan teknik bedah yang lebih baru dan canggih.

Sementara fokus untuk membantu mengatasi gejala dan penyakit pasien berada ujung jari dokter. Terkadang kita lupa bahwa seseorang yang sakit lebih dari sekedar penyakit di dalam tubuhnya. Kita lupa bahwa manusia lebih dari sekedar gejala atau pengobatan. Kita melemahkan profesi kita hanya kerena menanggap pasien sebagai penyakit yang harus disembuhkan bukan manusia seutuhnya.

Kedokteran juga terkadang menjadi profesi yang konservatif oleh sebab itu dokter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menerima suatu pengobatan baru yang telah diterima oleh profesi medis. Mindset dokter terhadap suatu pengobatan baru dapat menjadi cacat karena kepercayaan akan ilmu yang telah dipelajari terlebih dahulu. Padahal ilmu dalam bidang kedokteran berkembang sangat cepat.

Jika kita belajar dari sejarah Semmelweis,yang pada tahun 1848, mengenalkan prosedur cuci tangan antiseptik di ruang rawat kebidanan.

Pendekatan baru ini terbukti mengurangi angka kematian akibat demam saat nifas. Namun, apa yang terjadi pada Semmelweis saat itu, Ia dikucilkan oleh rekan-rekannya karena mereka merasa tersinggung dan menggangap hal tersebut merupakan gagasan bahwa dokter dapat menjadi pembawa kematian.

Jadi untuk saat ini, kita tidak boleh membuang metode ilmiah kita ketika berhadapan dengan pengobatan alternatif atau herbal dan disaat yang bersamaan kita sebagai dokter harus terbuka terhadap gagasan pengobatan baru yang telah memiliki bukti ilmiah yang cukup meskipun hal tersebut adalah pengobatan alternatif atau obat herbal.

 

Wallahu’alam Bishawab

diskusi pasien dokter

Mitos VS Fakta Tekanan Darah Tinggi

Pernahkah anda merasa khawatir dengan tekanan darah anda, keluarga, atau teman anda yang tinggi? AHA dan ACC di Amerika Serikat baru saja menerbitkan pedoman hipertensi yang menyebabkan hampir setengah populasi dewasa di Amerika mengalami darah tinggi. Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung dan stroke. Mengetahui lebih banyak terkait tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membantu anda untuk mencegah hipertensi. Anda dapat memulai mempelajari fakta-fakta terkait dengan hipertensi. Artikel ini memuat lima mitos terkait hipertensi yang paling sering dibicarakan dan bagaimana fakta sebenarnya.

 

MITOS 1: Darah Tinggi Bukan Merupakan Suatu Masalah yang Besar

Pada awalnya, seseorang tidak akan menyadari gejala darah tinggi, sehingga tidak menjadi perhatian. Meskipun demikian, peningkatan tekanan darah yang berlangsung terlalu lama dapat MEMBUNUH SESEORANG.

 

Pada kondisi normal, jantung berdetak secara reguler, memompa darah melalui pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Darah mendapatkan dorongan oleh denyut jantung sehingga darah memberikan dorongan pula ke dinding pembuluh darah. Pada hipertensi darah mendorong pembuluh rdarah terlalu kuat sehingga pembuluh darah dapat menjadi KAKU dan terbentuk PLAK bahkan PECAH. Kondisi tersebut yang menjadi awal dari seluruh masalah.

 

Tekanan darah yang terlalui tinggi dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan organ lainnya seperti jantung, ginjal, otak, dan organ lainnya. PENYAKIT JANTUNG dan STROKE merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada seoseorang dengan menganggap remeh tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini bahkan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

 

Fakta yang menakutkan adalah seseorang penderita hipertensi telah mengalami peningkatan tekanan darah tanpa bisa diketahui. Kondisi ini memberikan hipertensi istilah silent killer.

 

FAKTA 1: Darah Tinggi Merupakan Masalah Yang Besar

 

MITOS 2: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Bila seseorang memiliki anggota keluarga atau saudara yang menderita hipertensi. Maka, orang tersebut berada pada sekelompok orang yang memiliki RISIKO HIPERTENSI yang lebih besar. Faktor ini disebut sebagai faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah. Faktor risiko hipertensi lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Faktor risiko yang dapat diubahFaktor risiko yang relatif tetap
  • Perokok aktif, perokok pasif
  • Diabetes mellitus
  • Dislipidemia/Hiperkolesterolemia
  • Obesitas/Kelebihan berat badan
  • Kurang aktifitas fisik
  • Diet tidak sehat
  • Gagal ginjal kronik
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan usia
  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Laki-laki
  • Obstructive sleep apnea
  • Stres psikososial

 

Meskipun demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko pasti menderita tekanan darah tinggi. Terdapat beberapa langkah yang dapat diakukan untuk mencegah hipertensi:

  • Pertahankan berat badan anda pada berat badan ideal. Kondisi ini dapat dicapai dengan melakukan kombinasi diet sehat dan olahraga rutin
  • Konsumsi diet sehat. Hal ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah makan yang dibutuhkan tubuh dan memilih makanan dengan nutrisi tinggi dan rendah lemak, gula, dan garam
  • Batasi konsumsi garam. Terlalu banyak konsumsi garam akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah
  • Jangan merokok dan batasi paparan asap rokok (perokok pasif)
  • Lakukan olahraga rutin. Lakukan minimal olahraga kecil selama minimal 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Olahraga juga dapat menghilangkan stress dan membantu mengontrol berat badan
  • Jangan biarkan stress mengganggu. Zat kimia pada tubuh (hormon) dapat merespons stress dan mengakibatkan denyut jantung yang semakin keras dan cepat sehingga tekanan darah akan meningkat.

 

Tanyakan kepada dokter terkait dengan tekanan darah tinggi dan bagaimana mencegahnya.

 

FAKTA 2: Hipertensi Dapat Dicegah

 

MITOS 3: Tidak Masalah Apabila Hanya Salah Satu Nilai Tekanan Darah Tinggi

Ketika dilakukan pengukuran tekanan darah maka akan diukur 2 nilai yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diaslotik. Tekanan darah sistolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat jantung memompa darah. Tekanan darah diastolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat darah kembali ke jantung.

 

Banyak orang beranggapan bahwa tekanan darah sistolik harus lebih diperhatikan dibandingkan tekanan darah diastolik. Akan tetapi, faktanya tekanan darah sistolik memiliki toleransi peningkatan yang lebih besar dibandingkan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah akan selalu berubah sepanjang hari dan sangat bergantung pada aktivitas. Tekanan darah sistolik akan cenderung meningkat seiring dengan usia namun kebalikannya pada tekanan darah diastolik. Klasifikasi tekanan darah dapat dilihat pada tabel berikut.

Kategori Tekanan DarahSistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal< 120Dan< 80
Meningkat120-129< 80
Hipertensi Stadium I130-139Atau80-89
Hipertensi Stadium II≥ 140≥ 90

 

 

Jika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik hanya pada salah satu tekanan darah sistolik atau diastolik maka orang tersebut harus bertemu dengan dokter. Dokter akan membuat rencana pengobatan tekanan darah tinggi sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusaka pada organ laiinya.

 

FAKTA 3: Peningkatan Hanya Satu Komponen Tekanan Darah Juga Merupakan Masalah

 

MITOS 4: Pengobatan Tekanan Darah Tinggi Tidak Menyenangkan

Sebagian besar orang akan berpikir harus berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan dan minum obat dengan efek samping yang mengganggu apabila menjalani pengobatan tekanan darah tinggi.

Memang benar perlu beberapa saat untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai untuk seseorang, karena tekanan darah tinggi seringkali memiliki beberapa penyebab mendasar. Dalam banyak kasus, penyebab spesifik tekanan darah tinggi mungkin tidak jelas.

Dokter akan bekerja sama dengan penderita hipertensi untuk menentukan kombinasi perawatan yang mana yang paling sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Rencana perawatan tersebut kemungkinan akan mencakup unsur-unsur berikut:

  • Diet DASH
  • Mengontrol berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pemberian obat anti hipertensi, seperti obat golongan
    • Diuretik
    • ACE inhibitor dan CCB
    • Beta bloker

 

FAKTA 4: Dokter Akan Selalu Berusaha Melakukan Pengobatan Hipertensi Yang Paling Sesuai Dengan Penderita Hipertensi

 

MITOS 5: Pengobatan Hipertensi Tidak Berjalan Dengan Baik

Sebenarnya, jika penderita hipertensi bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan program komprehensif untuk mengelola tekanan darah tinggi, rencana itu bisa berhasil. Untuk memaksimalkan manfaat rencana pengobatan maka dapat mengikuti langkah-langkah ini:

 

  • Periksa tekanan darah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Ikuti rencana perawatan secara konsisten. Sampaikan kepada dokter jika terdapat masalah dengan bagian-bagian rencana pengobatan.
  • Temui dokter sesering yang diminta. Bawa catatan tekanan darah untuk menunjukkan kepada dokter bagaimana rencana pengobatan berjalan baik.
  • Mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan tentang efek samping obat anti hipertensi. Ketahuilah kapan harus menghubungi dokter anda jika ada masalah.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Belajar tentang tekanan darah tinggi dan bagaimana hal itu bisa membahayakan kesehatan merupakan langkah pertama dalam mengendalikan kondisi sehingga bisa tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Jika rencana pengobatan berhasil dan anda mendapatkan tekanan darah normal maka jangan pernah berpikir untuk berhenti dengan rencana pengobatan tersebut. Hipertensi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Tetap ikuti rekomendasi dokter bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat anti hipertensi se-umur hidup

 

FAKTA 5: Pengobatan Hipertensi Dapat Berjalan Dengan Baik Apabila Terjadi Kerjasama Antara Penderita Dengan Dokter

 

 

 

air alkali 2

Air Alkali dan Manfaatnya Bagi Kesehatan?

air alkaliAnda mungkin pernah mendengar istilah air alkali atau anda mungkin pernah ditawari untuk mengkonsumsi air tersebut atau bahkan ditawarkan untuk membeli mesin produksinya serta membantu proses penjualannya. Beberapa informasi yang Anda peroleh terkait dengan air ini pasti akan selalu menyertakan manfaat konsumsi air terhadap kesehatan. Beberapa klaim menyebutkan bahwa air ini dapat memperlambat proses penuaan, membuat pH tubuh cenderung negatif, hingga dapat mencegah berbagai penyakit kronik bahkan mencegah kanker. Akan tetapi, pernahkan muncul dalam benak Anda bagaimana proses air tersebut dapat membuat tubuh terhindar dari berbagai penyakit dan memberikan berbagai manfaat lainnya? Artikel ini akan memberikan gambaran singkat apa itu air alkali dan ulasan serta penjabaran bukti ilmiah terkait dengan manfaat air tersebut terhadap kesehatan.

 

Apa yang Dimaksud dengan Air Alkali?

Kata Alkali yang digunakan pada istilah air alkali merujuk kepada kadar pH. Kadar pH sendiri merupakan suatu satuan yang digunakan untuk menentukan seberapa asam atau basa suatu cairan. Kadar pH memiliki rentang nilai mulai dari 0-14. Sebagai contoh: perasan air jeruk nipis akan memiliki kadar pH sekitar 4-5. Hal ini menunjukkan bahwa air jeruk memiliki sifat asam. Demikian pula dengan zat asam yang terdapat pada lambung (pH 1-2). Kadar pH 7 dianggap sebagai kadar pH neutral sedangkan semua larutan dengan kadar pH lebih dari 7 dianggap bersifat basa atau alkali.

 

Air alkali tentu saja merupakan air dengan kadar pH lebih dari 7. Air ini biasanya memiliki kadar pH 8-9. Kondisi alkali atau basa inilah yang dianggap oleh sebagian orang pendukung konsumsi air ini yang akan dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Mereka percaya bahwa alkali dapat menetralkan kondisi asam pada tubuh. Apakah air tersebut benar memberikan manfaat terhadap kesehatan?

pH air

 

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Hingga saat ini, manfaat air alkali terhadap kesehatan tubuh masih menjadi suatu hal yang kontroversial. Banyak ahli kesehatan yang meragukan manfaat mengkonsumsi air ini. Pada umumnya, mereka beranggapan bahwa belum terdapat bukti ilmiah yang cukup untuk dapat mendukung manfaat air alkali bagi kesehatan seperti yang diungkapkan oleh klaim para pendukung atau pengkonsumsinya.

air alkali 2

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic, air biasa dengan pH neutral merupakan cairan terbaik bagi tubuh untuk sebagian besar orang. Mayo Clinic juga mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat air alkali terhadap kesehatan.

 

Meskipun demikian, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan manfaat air alkali bagi kesehatan dan bermanfaat pada populasi serta kondisi tertentu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Koufman JA menunjukkan bahwa konsumsi air dengan pH 8,8 akan membuat pepsin menjadi tidak aktif. Pepsin sendiri merupakan hormon yang berperan dalam proses pembentukan asam lambung. Berdasarkan temuan ini Koufman JA menyimpulkan bahwa air dengan pH 8,8 dapat memiliki efek teurapetik terhadap pasien dengan gangguan asam lambung dan penyakit refluks.
  2. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wang Yu-Lian menunjukkan bahwa konsumsi air alkali dapat bermanfaat bagi penderita hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi
  3. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 terhadap 100 orang yang diminta untuk mengkonsumsi air alkali menunjukkan perbedaan kadar viskositas (kekentalan) darah dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi air alkali. Kondisi ini memungkin pengantaran oksigen yang lebih baik kejaringan tubuh pada orang yang mengkonsumsi air alkali.

 

Bagaimanapun, penelitian tersebut hanya dilakukan dengan jumlah subjek penelitian yang kecil. Sehingga penelitian lebih lanjut dengan melibatkan subjek penelitian yang lebih besar harus dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah klaim kesimpulan manfaat air alkali terhadap kesehatan. Beberapa penelitian lainnya juga belum cukup untuk memberikan bukti ilmiah bahwa air tersebut benar bermanfaat untuk kesehatan.

 

Pendukung dan pengkonsumsi air alkali mempercayai bahwa air ini bermanfaat bagi kesehatan meskipun tidak didukung oleh bukti ilmiah. Manfaat konsumsi air ini yang dipercayai oleh para pendukungnya antara lain:

  • Mencegah penuaan
  • Membersihkan saluran pencernaan
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menurunkan berat badan, dan
  • Mencegah penyakit kronik termasuk kanker

 

Klaim-klaim tersebut harus dibuktikan dengan melakukan penelitian ilmiah yang lebih lanjut sehingga didapatkan bukti bahwa air alkali bermanfaat bagi kesehatan. Selama bukti ilmiah tersebut belum diperoleh maka manfaat air alkali bagi kesehatan hanya klaim kosong atau suatu bentuk kepercayaan pengkonsumsinya semata.

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Daftar Pustaka:

  1. Koufman JA, Johnston N. Potential benefits of pH 8.8 alkaline drinking water as an adjunct in the treatment of reflux disease. Annals of Otology, Rhinology & Laryngology. 2012 Jul;121(7):431-4.
  2. Yu-lian WA. Preliminary observation on changes of blood pressure, blood sugar and blood lipids after using alkaline ionized drinking water [J]. Shanghai Journal of Preventive Medicine. 2001;12:005.
  3. Weidman J, Holsworth RE, Brossman B, Cho DJ, Cyr JS, Fridman G. Effect of electrolyzed high-pH alkaline water on blood viscosity in healthy adults. Journal of the International Society of Sports Nutrition. 2016 Nov 28;13(1):45.
fenomena lazarus

Fenomena Lazarus: Ketika Orang Mati kembali Hidup

Apa Itu Fenomena Lazarus?

Fenomena Lazarus atau sindrome Lazarus didefinisikan sebagai penundaan kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) setelah tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Dengan kata lain, pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung mengalami kembalinya aktivitas jantung.

Jantungnya telah berhenti berdetak dan dia tidak lagi bernapas. Janina Kolkeiwicz telah dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah seorang nenek berusia 91 tahun, dia memiliki hidup yang panjang. akan tetapi dia belum mengakhiri hidupnya pada saat itu. Sebelas jam kemudian, dia terbangun di ruang jenazah rumah sakit meminta untuk dibuatkan teh dan pancake. Peristiwa ini kedengarannya hal yang mustahil terjadi, tapi, Kolkiewicz adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dikatakan “bangkit dari kematian”.

 

Pada tahun 2001, seorang laki-laki berusia 66 tahun mengalami henti jantung saat menjalani pembedahan untuk kasus aneurisma abdominalis (robeknya bagian dalam pembuluh darah di perut). Setelah usaha resusitasi selama 17 menit disertasi dengan resusitasi jantung paru, defibrilasi, dan obat-obatan, tanda-tanda vital laki-laki ini gagal untuk kembali. Dia dinyatakan telah meninggal. Sepuluh menit kemudian dokter bedahnya merasakan ada denyut nadi dan operasi dilanjutkan dengan hasil yang baik.

 

Tahun 2014, seorang laki-laki berusia 78 tahun dari Missisippi dinyatakan meninggal dunia setelah perawat yang merawatnya tidak merasakan lagi denyut nadi. Keesokkan harinya, dia terbangun  dalam kantung jenazah di ruang jenazah.

Mereka adalah kisah yang luar biasa luar biasa dan terdengar lebih sesuai dengan film horor, namun peristiwa tersebut nyata dan sebutan untuk kasus semacam itu adalah sindrom Lazarus. 

fenomena lazarus

Sindrom diambil dari nama “Lazarus dari Betania”, yang sesuai dengan Perjanjian Baru Alkitab – dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus 4 hari setelah kematiannya.

Sejak 1982, ketika fenomena Lazarus pertama kali dijelaskan dalam literatur medis, setidaknya ada 38 kasus yang dilaporkan.

Menurut laporan 2007 oleh Vedamurthy Adhiyaman dan rekannya, sekitar 82 persen kasus sindrom Lazarus sampai saat ini, ROSC terjadi dalam waktu 10 menit setelah CPR dihentikan, dan sekitar 45 persen pasien mengalami pemulihan neurologis yang baik.

Tetapi sementara jumlah kasus laporan yang rendah mungkin menyoroti kelangkaan sindrom Lazarus, para ilmuwan meyakini bahwa ini jauh lebih umum daripada yang disarankan oleh penelitian.

“Fenomena Lazarus adalah kejadian yang sangat tidak dilaporkan,” catat nephrologist Dr. Vaibhav Sahni dalam laporan tahun 2016.

“Alasan untuk ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa masalah medikolegal terungkap dalam kasus yang dinyatakan meninggal yang kemudian berubah menjadi hidup,” ia menjelaskan.

“Keahlian profesional dokter untuk melakukan tindakan resusitasi dapat dipertanyakan, belum lagi fakta bahwa kejadian semacam itu dapat menyebabkan hal yang buruk di antara rekan kerja.”

“Pertanyaan lain yang timbul adalah apakah kematian pasien tertentu terjadi sebagai akibat penghentian upaya resusitasi dini atau tidak dilakukannya resusitasi lanjutan,” tambahnya.

 

 

Apa yang paling tepat menyebabkan fenomena Lazarus tetap tidak jelas, namun ada beberapa teori.

 

Apa yang mungkin menyebabkan fenomena Lazarus?

ResusitasiBeberapa peneliti menyarankan bahwa fenomena Lazarus mungkin mengarah pada penumpukan tekanan di dada yang disebabkan oleh RJP. Setelah RJP dihentikan, tekanan ini secara bertahap dapat dilepaskan dan memulai kembali aktivitas jantung.

Teori lain adalah tertundanya efek obat yang digunakan sebagai bagian upaya resusitasi, seperti adrenalin.

 

“Ada kemungkinan obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah perifer tidak cukup dikirim secara terpusat karena adanya pengembalian vena yang terganggu, dan ketika pengembalian vena membaik setelah terhentinya hiperinflasi yang dinamis, pemberian obat dapat berkontribusi untuk mengembalikan sirkulasi,” jelas Adhiyaman dan rekannya.

Hiperkalemia – dimana tingkat kalium dalam darah terlalu tinggi – merupakan penjelasan lain yang diajukan untuk fenomena Lazarus, karena dikaitkan dengan ROSC yang tertunda. Karena begitu sedikit kasus sindroma Lazarus yang dilaporkan, mengungkap mekanisme pastinya di balik kondisinya merupakan suatu hal yang rumit.

Tapi mungkin bukan terkait dengan menghidupkan kembali pasien yang harus kita pikirkan; Mungkin mereka sebenarnya tidak pernah “meninggal dunia”.

 

Kesalahan Orang Hidup kepada Orang Yang Meninggal Dunia

Benjamin Franklin pernah berkata, “Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali kematian dan pajak.” Namun, dalam kondisi klinis, sebuah deklarasi kematian tidak sepenting yang dipikirkan orang.

Pada tahun 2014 datang sebuah laporan tentang seorang wanita berusia 80 tahun yang telah “dibekukan hidup-hidup” di rumah sakit setelah dinyatakan meninggal dunia dengan cara yang salah.

Pada tahun yang sama, sebuah Rumah Sakit di New York, diserang setelah salah menyatakan seorang wanita telah mati batang otak setelah overdosis obat terlarang. Wanita itu terbangun tak lama setelah dibawa ke ruang operasi untuk pengambilan organ.

Kasus seperti ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin salah mengira seseorang meninggal?

Ada dua jenis kematian: kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis didefinisikan sebagai tidak adanya denyut nadi, denyut jantung, dan pernapasan, sementara kematian biologis didefinisikan sebagai tidak adanya aktivitas otak.

Melihat definisi ini, Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang meninggal – namun dalam beberapa kasus, tidak sesederhana itu.

 

Ada sejumlah kondisi medis yang bisa membuat seseorang “tampak” seperti telah mati.

 

Hipotermia, katalepsi, dan sindrom terkunci (locked-in syndrome)

Salah satu kondisi tersebut adalah hipotermia, dimana tubuh mengalami penurunan suhu yang tiba-tiba, berpotensi fatal, biasanya disebabkan oleh paparan dingin yang berkepanjangan.

Hipotermia dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan melambat, sampai titik di mana hampir tidak terdeteksi. Sampai saat ini dipercaya bahwa hipotermia menyebabkan kematian bayi yang baru lahir di Kanada pada tahun 2013.

hipotermia

Bayi yang dimaksud lahir di trotoar dalam suhu dingin yang membekukan. Dokter tidak dapat mendeteksi denyut nadi, dan bayinya dinyatakan meninggal. Dua jam kemudian, bayi mulai bergerak.

Dr. Michael Klein, dari Universitas British Columbia di Kanada, mengatakan bahwa paparan bayi terhadap suhu dingin semacam itu dapat menjelaskan situasinya. “Seluruh sirkulasi akan berhenti tapi kondisi neurologis anak bisa terlindungi oleh suhu dingin.”

Katalepsi dan sindrom terkunci adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa salah dinyatakan meninggal.

Katalepsi ditandai oleh keadaan seperti trans, pernapasan melambat, berkurangnya kepekaan, dan imobilitas sempurna, yang bisa berlangsung dari beberapa menit sampai minggu. Kondisi itu mungkin timbul sebagai gejala kelainan neurologis seperti epilepsi dan penyakit Parkinson.

Dalam sindrom terkunci, pasien sadar akan lingkungan sekitar mereka, namun mereka mengalami kelumpuhan lengkap otot otonom, kecuali otot yang mengendalikan gerakan mata.

Pada tahun 2014, The Daily Mail melaporkan pada wanita Inggris berusia 39 tahun Kate Allatt, yang memiliki sindrom terkunci.

Tanpa sadar kondisinya, dokter menyatakan otaknya mati. Petugas medis, keluarga, dan teman-teman berdiri di samping tempat tidurnya dan mendiskusikan apakah ingin melepas alat yang memberikan dukungan hidupnya atau tidak. Allatt mendengar semuanya, tapi dia tidak bisa mengatakan pada mereka bahwa dia benar-benar sadar.

“Sindrom Locked-in seperti dikubur hidup-hidup,” kata Allatt. “Anda bisa berpikir, Anda bisa merasakan, Anda bisa mendengarnya, tapi Anda sama sekali tidak bisa berkomunikasi sama sekali.”

 

Mengkonfirmasi kematian tanpa keraguan

Jika artikel ini telah membuat bulu kuduk anda berdiri, jangan takut; Sindrom Lazarus sangat jarang terjadi, seperti kemungkinan dinyatakan meninggal dunia secara salah.

Konon, fakta bahwa kasus semacam itu bahkan telah terjadi telah menimbulkan pertanyaan tentang pengakuan dan konfirmasi kematian secara klinis.

Menurut Adhiyaman dan rekannya, beberapa peneliti telah menyarankan bahwa pasien harus “dipantau secara pasif” selama 10 menit setelah kematian, karena ini adalah kerangka waktu dimana ROSC tertunda kemungkinan besar akan terjadi.

“Kematian seharusnya tidak disertifikasi pada pasien manapun segera setelah menghentikan CPR,” tulis para peneliti, “dan sebaiknya tunggu setidaknya 10 menit, jika tidak lama lagi, untuk memastikan dan memastikan kematian tanpa keraguan.”

Jika menyangkut donasi organ, peneliti lain mencatat bahwa menunggu selama 10 menit untuk melihat apakah ROSC mungkin terjadi dapat merugikan.

Pedoman saat ini merekomendasikan pengamatan 2 sampai 5 menit setelah jantung berhenti berdetak sebelum menyatakan kematian; Semakin lama aliran darah ke organ tubuh terhenti, semakin kecil kemungkinannya untuk mendapatkan organ tersebut dapat menjadi organ donor.

Dengan pemikiran ini, tidak mungkin protokol seputar konfirmasi kematian akan berubah dalam waktu dekat.

Namun, profesional kesehatan dan peneliti sama-sama sepakat bahwa pada hari ini dan usia, dokter memiliki keahlian dan peralatan medis untuk menentukan kapan pasien telah meninggal dunia.

 

Artikel ini sepenuhnya diterjemahkan dari:

The Lazarus phenomenon: When the ‘dead’ come back to life

fakta kedokteran

Fakta Kedokteran Yang Belum Anda Ketahui

Setiap orang pasti menginginkan untuk dapat hidup sehat dan panjang umur. Untuk mempermudah kita dalam mencapai tujuan tersebut terkadang kita juga perlu mengetahui dan mengevaluasi mitos di bidang kesehatan atau kedokteran. Selain itu, kita juga perlu mempelajari fakta kedokteran dibalik mitos tersebut. Mitos pada bidang kedokteran akan menghambat kita dari berpikir fokus terhadap suatu isu nyata dibidang kedokteran.

Pada kesempatan kali ini, melalui artikel ini, saya akan menampilkan beberapa fakta kedokteran yang belum kita ketahui atau selama ini hanya menjadi sebuah mitos.

Nyamuk adalah seranga paling mematikan di bumi

Nyamuk Anopheles betina seharusnya mendapatkan penghargaan sebagai “binatang paling mematikan di bumi“.

Penghargaan tersebut diberikan karena peran nyamuk tersebut terhadap lebih dari 300 juta kasus malaria pertahun yang menyebabkan kematian pada kurang lebih 1,2 juta jiwa.

fakta kedokteranTerdapat lebih dari 3000 spesies nyamuk, 200 di antaranya terdapat di Amerika dan sisanya di benua lainnya. Tapi, tidak semua spesies nyamuk tersebut menularkan penyakit. Salah satu negara dengan jumlah spesies nyamuk vektor penyakit terbanyak adalah Indonesia.

Selain malaria, nyamuk juga menjadi vektor untuk berbagai penyakit lainnya seperti demam kuning, ensefalitis (radang otak), elephantiasis (kaki gajah) dan penyakit lainnya. Nyamuk lebih aktif pada malam hari. Alangkah baiknya apabila kita melindungi diri dengan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh lengan dan kaki atau menggunakan lotion pencegah gigitan nyamuk pada malam hari. Jangan lupa pula untuk melakukan tindakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur) sumber-sumber air yang dapat menjadi lingkungan perkembangbiakan nyamuk.

 

Tidak Ada Obat yang Dapat Menyembuhkan Herpes Genitalis

Herpes genitalis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh herpes virus yang menginfeksi sekitar alat kelamin. Ketika seseorang mengidap penyakit herpes genitalis maka orang tersebut akan menderita penyakit itu sepanjang hidupnya. Akan tetapi, sepertiga dari populasi penderita herpes genitalis tidak mengalami episode munculnya gejala herpes genitalis yang kedua. Populasi ini akan berpikir bahwa mereka telah sembuh dan tidak mengetahui bahwa mereka masih dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Saat ini, terdapat berbagai jenis obat yang digunakan sebagai terapi anti viral untuk penyakit herpes genitalis. Valasiklovir, Famsiklovir, dan Asiklovir merupakan beberapa dari jenis obat tersebut. Obat anti virus tersebut ketika diberikan memiliki 2 efek utama, yaitu: Mengobati gejala yang muncul dan sebagai terapi supresif dengan cara menekan/mengurangi jumlah virus yang ada sehingga gejala penyakit tidak muncul kembali.

 

Sampai saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menyatakan bahwa infeksi herpes genitalis dapat disembuhkan secara permanen dengan pemberian obat antiviral.

 

Pemberian Vitamin C Tidak Mempengaruhi Penyembuhan Flu

Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang paling sering diresepkan. Vitamin C seringkali diberikan pada pasien yang menderi Flu atau Common Cold. Akan tetapi, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terdapat outcome yang lebih baik untuk pemberian vitamin C pada pasien Flu.

fakta kedokteranVitamin C tidak dapat memberikan proteksi dari common cold. Peneliti dari Universitas Nasional Australia dan Universitas Helsinki telah melakukan tinjauan terhadap 30 penelitian yang dilakukan selama beberpa dekade terakhir yang melibatkan lebih dari 11 ribu pasien yang diberikan vitamin C dengan dosis 2 gram. Dosis tersebut 4 kali lipat daripada dosis vitamin C sebagai suplemen yaitu 500 mg.

 

 

Analisis para peneliti menemukan bahwa vitamin C (asam askorbat) tidak dapat mencegah terjadinya flu dan tidak mengurangi durasi flu atau menurunkan tingkat keparahan flu.

Jadi, pesan untuk kita semua, silakan pikirkan kembali untuk menerima atau memberikan resep vitamin C pada pasien flu. Vitamin C yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan untuk jangka waktu yang lama dapat membahayakan. Salah satu efek samping yang paling sederhana akibat konsumsi Vitamin C dalam dosis berlebihan adalah munculnya diare. Diare tentu saja berbahaya bagi anak-anak atau lansia.

 

Alergi Juga Dapat Menyebabkan Kematian

Sebagian besar alergi tidak berbahaya. Akan tetapi, sebagian kecil dapat mematikan. Anafilaksis merupakan respons alergi paling parah (namun paling jarang terjadi). Sepuluh hingga lima belas persen dari seluruh populasi di dunia dapat mengalami reaksi anafilksis. Reaksi ini muncul karena disebabkan oleh beberapa alergen seperti gigitan serangga, debu, beberapa vaksin, obat dan beberapa makanan.fakta kedokteran

Anafilaksis bersifat akut dan terjadi sangat dalam waktu yang sangat cepat. Selain itu, reaksi alergi ini bersifat sistemik, mempengaruhi hampir seluruh sistem organ pada tubuh kita. Gejala yang tampak pada anafilaksis adalah kesulitan bernapas, nadi cepat, pembengkan pada mukosa, dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan gejala syok dan menyebabkan sistem kardiovaskular tidak dapat berfungsi dengan baik (syok anafilaksis).

Syok anafilaksis inilah yang paling sering menyebabkan kematian pada kasus reaksi alergi.

Itulah beberapa fakta kedokteran yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Sebagian besar fakta kedokteran tersebut mungkin sudah kita ketahui dan semoga dapat menambah pemahaman kita seputar berbagai penyakit yang sering terjadi dan menyingkirkan mitos-mitos seputar kedokteran.

Sumber:

Snyderman NL. Medical Myths That Can Kill You. New York: Crown Publisher. 2015.

8 Fakta Mengejutkan Tentang Mata

Mata adalah indra penglihatan  yang kita ketahui dengan baik akan tetapi ada beberapa fakta menarik seputar mata yang mungkin belum kita ketahui. Kali ini kami merangkum 8 fakta menarik seputar mata.

 

  1. Melihat Bintang

Apakah Anda sedang melihat bintang, kilatan, mengalami gangguan penglihatan saat mengalami migrain, atau pertunjukan cahaya setelah menggosok kelopak mata, itu semua disebabkan oleh hal yang sama: tekanan atau stimulasi retina. Bola mata diisi dengan cairan menyerupai agar-agar tebal yang menjaga bola mata kita tetap bulat. Kadang-kadang gel ini dapat menekan retina dan pusat saraf yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal saraf ke bagian otak yang menciptakan gambar.

Hal ini dapat terjadi ketika mata digosok dengan penuh semangat, bersin dengan kuat dapat menggetarkan retina atau merangsang saraf optik, atau bahkan ketika seseorang bangkit dari duduk atau menuju posisi berdiri terlalu cepat. Yang terakhir, hal ini terjadi ketika tekanan darah menurun dan otak kekurangan oksigen sehingga mempengaruhi bagian mata. Sinyal pesan dari retina akan diinterpretasikan oleh otak sebagai cahaya, apakah ada cahaya yang sebenarnya terlibat atau tidak.

 

  1. Kecepatan Warna

Jangankan kehidupan rahasia lebah di sarang mereka. Penglihatan dan bagaimana cara mereka melihat jauh lebih menarik. Serangga kecil dapat mendeteksi warna tiga sampai empat kali lebih cepat daripada yang dapat dilakukan oleh manusia. Pada pandangan pertama, tampaknya menjadi kemampuan yang terbuang. Kebanyakan objek membawa warna permanen dan jenis penglihatan juga mengeluarkan lebih banyak energi.

Namun, lebah memilikinya. Para pembuat madu telah mengembangkan penglihatan mereka untuk dapat dengan mudah menemukan bunga, yang berarti mampu mengidentifikasi warna tertentu dengan akurasi yang sangat akurat. Sementara kelopak dan mahkota bunga tidak persis mengubah warna mereka sendiri setiap detik, sesuatu yang lain bisa. Para peneliti berpikir keterampilan ini membantu lebah ketika mereka dihadapkan dengan cahaya yang berkedip-kedip. Sebuah lebah yang terbang dengan cepat melalui semak dapat menyebabkan warna bergeser dengan cepat karena perubahan cahaya dan bayangan. Dalam kasus seperti itu, penglihatan warna cepat akan memungkinkan lebah untuk melacak setiap perubahan mendadak bahkan di tempat teduh dengan pencahaan yang kurang optimal.

 

  1. Perbedaan Jenis Kelamin

Pria dan wanita melihat hal-hal berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bersama-sama, keduanya akan melihat film dengan judul yang sama, tapi pria akan lebih sensitif terhadap detail kecil dan gerakan. Wanita akan lebih menyadari perbedaan warna-warna dan bagaimana mereka berubah. Selama menjalin percakapan, perbedaan jenis kelamin juga akan memberikan fokus yang berbeda. Pria mungkin akan melihat bibir orang lain ketika mereka sedang berbicara dan akan lebih mudah terganggu oleh gerakan di belakang pembicara.

Ketika wanita mendengarkan seseorang bicara, pandangan mereka cenderung untuk berpindah-pindah antara mata dan tubuh lawan bicaranya. Orang lain, dan bukan sesuatu yang bergerak, lebih mungkin untuk membagi perhatian penglihatan mereka.

 

  1. Pandangan Orang Tuli

Individu yang lahir tuli cenderung memiliki penglihatan pada daerah tepi yang lebih sensitif terhadap gerakan dan cahaya. Penjelasan untuk hal tersebut yang paling mungkin adalah suatu proses adaptasi otak. Setiap kali seseorang melihat sesuatu, akan terjadi dua jalur dalam proses otak mengolah informasi tersebut. Satu sisi menilai posisi objek dan gerak sementara sisi yang lain adalah tentang pengenalan objek yang sedang dilihat. Selama percobaan pelacakan dan gerakan, jalur pertama menunjukkan peningkatan aktivitas pada individu tuli dan hal ini yang paling mungkin sebagai alasan mengapa pandangan perifer pada individu yang tuli lebih baik. Percobaan lain menunjukkan individu tuli juga dapat menggunakan indera peraba untuk mengembangkan ketajaman visual. Dua kelompok penelitian menerima dua objek dekat sudut mata. Selama ini, para peserta mendengar menerima dua bunyi “beep”, dan sedangkan individu tuli diberikan  “puff” udara ke wajah. Keduanya melaporkan halusinasi yang sama melihat dua objek berkedip. Pada kucing yang tuli, bagian pendengaran dari otak mereka juga tampak mempertajam penglihatan tepi mereka.

gen kecerdasan

Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

Benarkah Gen Kecerdasan di Turunkan Oleh Wanita?

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya kepada saya apakah benar gen kecerdasan itu diturunkan oleh wanita atau Ibu kepada seorang anaknya bukan oleh laki-laki atau Bapak. Saya merasa perlu mencari kebenaran akan hal tersebut. Sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan.

Klaim gen kecerdasan diturunkan oleh Ibu ini banyak kita temukan pada beberapa media berita online yang menuliskan artikel tentang gen kecerdasan ini. Bahkan jika kita memasukkan kata kunci “gen kecerdasan” pada kolom pencarian google hasil pencarian teratas akan merujuk pada link-link berikut.

lifestyle.liputan6.com › Lifestyle

https://science.idntimes.com › Discovery

health.kompas.com/read

female.kompas.com

Pada artikel-artikel tersebut mereka mengutip pendapat bahwa Gen kecerdasan berasal dari kromosom X, sementara para ibu memiliki dua kromosom X, ini berarti seorang anak kemungkinannya lebih besar mendapat kecerdasan dari ibu.

Bahkan walau pihak ayah mewariskan gen kecerdasannya, maka kesempatan itu sangat kecil karena gen cerdas itu gugur dan tidak aktif.

Akan tetapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Yaitu sumber rujukan yang digunakan oleh mereka berasal dari sebuah jurnal. Tulisan rujukan tersebut diterbitkan oleh The Medical Research Council Social and Public Health Sciences Unit.

Pada profesi dan keilmuan saya, bidang kedokteran, ilmu pengetahuan yang dipublikasikan oleh jurnal berkembang sangat pesat. Setiap hari ada ribuan jurnal baru dibidang kedokteran yang diterbitkan. Sehingga, pada masa pendidikan pun kami disarankan untuk merujuk jurnal yang terbaru paling tidak 5 tahun terakhir. Rujukan yang digunakan di atas terbitan 10 tahun yang lalu. Meskipun penelitiannya besar karena 12.686 responden berusia 14 hingga 22 tahun, tapi pasti ada penelitian lain yang terkait dengan gen kecerdasan. Terlebih saat ini telah berkembang pesat sebuah cabang spesialisasi keilmuan baru yaitu “Bioinformatik”. Cabang ilmu ini berfokus pada penggunaan perkembangan teknologi informasi untuk meneliti sifat dan prilaku struktur terkecil pada tubuh makhluk hidup (asam amino, DNA/RNA, dan Gen).

Hal inilah yang membawa saya untuk mencoba mencari sumber pembanding dan tentunya lebih baru dibandingkan dengan yang menjadi rujukan pada situs-situs di atas.

faktor risiko penyakit jantung

IRAMA SIRKARDIAN: JAM BIOLOGIS MANUSIA

irama sirkardianApa yang pertama kali terpikirkan ketika kita mendengar kata “Jam”?. Banyak dari kita pasti akan
membayangkan bentuknya. Pernahkah kita bertanya bagaimana jam dapat bekerja mengukur waktu dengan tepat?. Atau bahkan pernahkah kita mengetahui ternyata terdapat jam yang lebih canggih dari pada jam apapun pada masa kini?. Jam tersebut adalah irama sirkardian.

Irama Sirkardian: Jam Biologis Manusia

Sadar atau tidak tubuh kita tunduk terhadap perubahan-perubahan fungsi organ (fisiologis) seiring dengan perubahan waktu. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan merangkum perubahan-perubahan tersebut sebagai berikut:

gambar-web

Bahkan terdapat perubahan lengkap fisiologis tubuh seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut:irama sirkardian

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana tubuh kita mengetahui bahwa waktu yang dijalaninya siang atau malam?

Cerita Bohong Flouridasi: Fakta atau Fiksi? (Bagian 1)

Tulisan ini merupakan ringkasan tulisan karangan Dr. Ronald S. Laura dan John F. Ashton profesor pendidikan pada Universitas Newcastle dan Harvard tentang flouridasi.

            Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan dengan beberapa artikel yang menunjukkan adanya misi terselubung dibalik pemurnian air mineral dengan menggunakan flouridasi di Indonesia. Tulisan ini akan menceritakan asal mula bagaimana flouridasi digunakan untuk beberapa hal yang sangat terkait dengan keseharian manusia.flouridasi

Apakah Flouridasi Menguntungkan Anda? Atau Merupakan Sebuah Bisnis Besar!

Kontroversi seputar flouridasi memunculkan sejumlah isu sosioetika penting yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pertanyaan yang paling panas apakah program ini memberikan manfaat dalam menigkatkan kesehatan masyarakat, atau hasil opurtunitas dari lobi yang kuat, yang sebagian besarnya terkain dengan mengedepankan kepentingan sendiri dengan dalih kepentingan masyarakat? Asal mula flouridasi saat ini memang sedang mengemuka, walaupun demikian tulisan ini tidak akan menafsirkan pengungkapan itu sendiri, tetapi lebih untuk mengusik beberapa kebetulan yang luar biasa yang terjadi di balik asal muasal flouridasi tersebut

Meskipun demikian, dalam pendekatan yang lebih langsung terkait isu ini, kita harus membicarakan tentang risiko kesehatan yang cukup potensial dan aktual terkait dengan flouridasi belum cukup dihargai oleh mereka yang mengurusi masalah tersebut. Pengenalan flourida secara sengaja dalam air minum tentu saja belum melalui penelitian dan pengujian yang cermat seperti yang dilakukan terhadap beberapa pengobatan medis, yang banyak bisa kita beli tanpa memerlukan resep dokter. Apabila kita mengetahui efek positif flourida ditambahkan ke air minum adalah hilangnya karang gigi pada anak-anak, maka dosis flourida yang pas tidak bisa dibatasi begitu saja untuk memastikan bahwa efek flourida yang berbahaya tidak melalampaui efek manfaatnya.

Lahirnya Flouridasi

Banyak diantara kita akan terkejut bila mendengar bahwa flourida telah digunakan sejak lama, tetapi tidak untuk pencegah kerusakan gigi. Flourida, atas nama kesehatan, yang kini ditambahkan dalam air minum selama lebih dari lima dekade telah digunakan sebagai racun lambung, insektisida, dan rodentisida. Flourida diyakini mengeluarkan racunnya pada hama dengan bergabung pada tubuh hama dan menghambat banyak enzim yang mengandung elemen seperti besi, kalsium, dan magnesium. Untuk alasan yang sama, flourida sangat bersifat racun bagi tanaman, mengganggu keseimbangan biokimia yang halus dalam hal terjadinya proses fotosintesis.  Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa manusia akan kebal terhadap efek racun yang potensial ini. Tapi jika kita merujuk pada indeks toksikologi insdustrial (keracunan produk industri) mendata sebagian tentang penangan senyawa flourida. Dalam menilai tingkat keracunan flourida ini, seorang ahli kimia bernama Sax menegaskan bahawa dosis 25 sampai 50 mg harus dipandang sebagai “sangat bersifat beracun” dan bisa menyebabkan muntah-muntah hebat, diare dan manifestasinya dapat berupa gangguan sistem saraf pusat.

Penting untuk mengenali bahwa flourida adalah zat yang mengandung racun tinggi. Pengakuan akan hal sederhana ini akan memudahkan penolakan ilmiah terhadap bagian atau sesuatu yang menerima tanpa mempertanyakan bagaimana pencernaan manusia dapat menerima racun ini. Derajat potensial peracunan flourida ini dan batas sempit toleransi manusia terhadap flourida menimbulkan pertanyaan mengapa flouridasi di izinkan?