suplemen vitamin

Benarkah Konsumsi Vitamin C Membantu Penyembuhan Flu?

Common cold (infeksi saluran napas atas) atau lebih sering disebut Flu merupakan infeksi virus yang sering di alami oleh setiap orang. Beberapa orang bahkan mengalaminya lebih dari sekali dalam setahun. Menariknya, konsumsi vitamin C diklaim merupakan pengobatan yang efektif untuk penyembuhan flu. Benarkah demikian?

 

Artikel ini akan menjabarkan bukti ilmiah atas klaim konsumsi vitamin c membantu penyembuhan flu.

 

 

Efek Konsumsi Vitamin C terhadap Flu

Sekitar tahun 1970, penerima penghargaan Nobel, Linus Pauling mempopulerkan teori bahwa vitamin C dapat mengobati flu.

vitamin c

Dia mempublikasikan sebuah buku mengenai pencegahan flu dengan menggunakan vitamin C dosis sangat besar.

 

Pada buku itu disarankan untuk mengkonsumsi 18.000 mg vitamin C per hari.

 

Sebagai perbandingan, kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C hanya 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

 

Pada waktu itu, tidak terdapat penelitian yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa saran pencegahan flu tersebut benar.

 

Tapi, beberapa dekade terakhir, penelitian-penelitian terkontrol acak telah menilai apakah konsumsi vitamin C memiliki efek terhadap flu.

 

Hasil penelitian-penelitian tersebut cukup mengecewakan.

 

Analisis dari 29 penelitian yang melibatkan 11.306 orang menyimpulkan bahwa konsumsi vitamin C sebanyak 200 mg atau lebih tidak mengurangi risiko terkena flu (1).

 

Meskipun demikian, konsumsi vitamin C sebagai suplemen reguler menunjukkan beberapa keuntungan antara lain:

 

  • Menurunkan tingkat keparahan flu
  • Mengurangi durasi flu

 

 

Konsumsi dengan dosis sekitar 1-2 gram cukup untuk mengurangi durasi flu sekitar 18% pada anak-anak (1).

 

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi 6-8 gram per hari juga efektif pada orang dewasa (2).

Vitamin C juga menunjukkan efek yang lebih kuat pada orang-orang dengan stress fisik tertentu. Pada pelari maraton atau atlet ski, vitamin C mengurangi durasi hari sakit flu hingga setengahnya (1).

 

 

Bagaimana Vitamin C dapat menurunkan keparahan flu?

Vitamin c merupakan antioksidan dan dibutuhkan untuk memproduksi kolagen pada kulit.

konsumsi vitamin c

Kolagen merupakan salah satu protein utama yang melindungi kulit serta berbagai jaringan lainnya yang bersifat fleksibel.

 

Defisiensi vitamin c mengakibatkan kondisi yang dikenal sebagai scurvy, yang bukan lagi menjadi masalah saat ini karena banyak orang mendapatkan asupan vitamin C yang cukup dari makanan.

 

Meskipun demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa vitamin C juga memiliki konsentrasi yang tinggi pada sel imun (sel pembentuk kekebalan tubuh) dan jumlahnya akan menurun selama suatu infeksi (3).

 

Faktanya, defisiensi vitamin C secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi (4).

 

Untuk alasan ini, mengkonsumsi vitamin C yang cukup selama infeksi merupakan ide yang baik.

 

 

Kesimpulan

Meskipun suplemen vitamin C tidak memiliki efek untuk menyembuhkan Flu. Vitamin C dapat menurunkan derajat keparahan dan durasi hari sakit pada penderita flu.

 

Vitamin C merupakan zat yang penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin C akan menurun ketika infeksi dan akan meningkatkan risiko infeksi.

 

 

Bila Anda memiliki pengalaman menarik seputar konsumsi vitamin C atau pertanyaan terkait dengan vitamin C silakan tuliskan di kolom komentar.

hoax kedokteran

Bukti Ilmiah VS Hoax Kedokteran Dan Kesehatan

Perkembangan dunia teknologi informasi yang demikian pesat termasuk media sosial memberikan dampak baik dan buruk. Salah satu dampak buruk yang ditimbulkan adalah munculnya artikel-artikel Hoax Kedokteran Dan Kesehatan yang dishare setiap harinya.

 

Artikel-artikel ini akan mudah sekali ditemukan di grup-grup facebook atau dishare via aplikasi chating seperti whatsapp atau line.

media sosial

media sosial

Hoax Kedokteran Dan Kesehatan ini menempati urutan ketiga sebagai hoax yang paling banyak dibuat di bawah hoax tentang politik dan SARA.

Hal ini cukup membuat resah karena dapat merubah pola pikir masyarakat.

Khususnya terkait dengan paradigma sehat dan persepsi masyarakat. Terutama terkait dengan pengobatan alami, herbal, atau pengobatan alternatif.

Perubahan paradigma dan persepsi ini sangat sulit untuk dirubah.

Artikel ini saya tulis untuk memberikan gambaran tentang Hoax Kedokteran Dan Kesehatan.

Bagaimana atau cara apa yang dapat kita lakukan untuk mengetahui bahwa informasi tersebut adalah suatu hoax atau bukan.

Selain itu, saya akan menjabarkan mengapa bukti ilmiah itu penting dalam bidang kedokteran dan kesehatan.

 

Saya akan mulai dengan pembahasan Hoax Kedokteran Dan Kesehatan.

 

Hoax Kedokteran Dan Kesehatan

Secara sederhana Hoax dapat diartikan sebagai:

“Informasi yang sesungguhnya tidak benar, tapi dibuat seolah-olah benar”.

Secara luas Hoax dapat diartikan sebagai:

“Usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu informasi, padahal sang pencipta informasi palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu”.

Atau secara singkat dapat diartikan sebagai informasi palsu yang dibuat secara sengaja.

Kita harus menggarisbawahi frasa informasi palsu dan secara sengaja ini.

 

Mengapa demikian?

Ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya dibentuk dan dilandaskan berdasarkan suatu asas yang disebut sebagai “Evidance Based Medicine (EBM)”.

EBM menyaratkan bahwa suatu praktik kedokteran harus didasarkan pada bukti-bukti ilmiah yang terkini dan terpercaya.

Artinya, bukti-bukti ini harus dapat dipertanggungjawabkan, tidak saja secara ilmiah, medis, dan klinis, tapi juga harus bermakna secara statistik.

hoax

informasi palsu

Bila suatu artikel di bidang kedokteran dan kesehatan tidak menunjukkan atau menjadikan suatu bukti ilmiah sebagai referensi maka dapat dicurigai bahwa itu adalah informasi palsu.

Bila informasi palsu tersebut dibuat dengan sengaja untuk tujuan tertentu maka jelas itu merupakan suatu hoax.

Lalu, apa yang menjadi tujuan sengaja orang-orang ini membuat artikel tersebut?

 

Mengapa Hoax Kedokteran Dan Kesehatan meningkat?

Setidaknya terdapat beberapa alasan mengapa orang-orang sengaja memproduksi Hoax Kedokteran Dan Kesehatan, yaitu:

  1. Marketing dan Promosi: alasan ini merupakan penyumbang Hoax Kedokteran Dan Kesehatan terbesar. Banyak orang yang menggunakan bukti ilmiah palsu semata-mata untuk meningkatkan jumlah penjualan suatu produk tertentu.
  2. Meningkatkan traffic: trafik disini bukan berarti lalu lintas melainkan jumlah pengunjung pada suatu situs. Semakin banyak trafik suatu situs atau suatu website maka semakin besar penghasilan pembuat website baik dari iklan, program affiliasi dan sumber penghasilan lainnya.
  3. Memecah-belah: untuk alasan ketiga ini sama dengan hoax terkait dengan tentang politik dan SARA, khususnya memecah-belah antara dokter, penyedia layanan jaminan kesehatan, dan pasien.

 

Lalu, Mengapa Hoax Kedokteran Dan Kesehatan mudah dipercaya?

Menurut ilmu Psikologi, terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan seseorang cenderung mudah percaya pada hoax.

mudah percaya hoax

mudah percaya hoax

Yang pertama, orang lebih cenderung percaya hoax jika informasinya sesuai dengan opini atau sikap yang dimiliki.

Contohnya jika seseorang penganut paham bumi datar memperoleh artikel yang membahas tentang berbagai teori konspirasi mengenai foto satelit maka secara naluri orang tersebut akan mudah percaya karena mendukung teori bumi datar yang diyakininya.

Yang kedua, secara alami perasaan positif akan timbul dalam diri seseorang jika opini atau keyakinannya mendapat afirmasi (penegasan).

Kondisi ini membuat seseorang cenderung tidak akan mempedulikan apakah informasi yang diterimanya benar dan bahkan mudah saja bagi mereka untuk menyebarkan kembali informasi tersebut.

Hal ini dapat diperparah jika si penyebar hoax memiliki pengetahuan yang kurang dalam memanfaatkan internet guna mencari informasi lebih dalam atau sekadar untuk cek dan ricek fakta.

Lalu, langkah apa yang dapat dilakukan untuk mengecek bahwa informasi kedokteran atau kesehatan yang diberikan merupakan suatu informasi fakta atau bukti ilmiah.

 

Pemahaman Terkait Bukti Ilmiah Untuk Menangkal Penyebaran Hoax Kedokteran dan Kesehatan

Bukti ilmiah secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai hal yang berbeda pada orang yang berbeda.

Different things to different people”.

hoax kedokteran dan kesehatanNamun hal inilah yang masih banyak belum kita pahami.

Misalnya, bila seorang dukun dan korbannya mengklaim mereka memiliki bukti bahwa pengobatan yang dilakukan berhasil.

 

Terkadang bukti tersebut hanya berisi testimoni dari korban yang merasa terpuaskan dengan pengobatan dukun tersebut atau dari pengalaman pribadi.

 

“Aku coba pakai herbal X dan aku merasa lebih baik serta kadar gula darah ku turun”.

Kata seorang penderita diabetes kepada seorang temannya.

Kemudian temannya tersebut menimpali

“Aku masih tetap menggunakan rebusan daun Y dan percaya akan berefek karena rebusan Y telah memberikan efek yang baik pada sepupuku”.

Baik herbal X dan rebusan daun Y yang menurut kedua penderita diabetes di atas telah memiliki manfaat tapi belumlah cukup untuk diterapkan dalam praktik kedokteran.

Sebab testimoni tidak dapat digunakan sebagai bukti ilmiah.

Bahkan dalam EBM sendiri suatu bukti ilmiah memiliki peringkat atau hierarki.

hierarki EMB

Hierarki Evidance Based Medicine

Hanya bukti ilmiah dengan hierarki tertinggilah yang dapat dirangkum menjadi panduan praktik klinis atau pedoman pengobatan.

Namun, apakah suatu hal yang alami dan dirasakan memiliki dampak baik seperti herbal X dan rebusan daun Y di atas memiliki dampak yang buruk?

 

Apakah “Alami” Selalu Sehat?

Orang berpikir bahwa “alami” adalah sehat. Tapi, banyak zat alami yang bahkan dapat membunuh seseorang.

Beberapa produk suplemen herbal yang dijual bahkan di Apotek sekalipun juga dapat membahayakan kita, meskipun dikonsumsi dengan dosis yang tertera pada kemasannya.

herbal

Teh herbal

Suplemen dapat bersifat beracun atau toxic oleh karena zatnya sendiri, terkontaminasi oleh senyawa yang menyebabkan racun, atau karena interaksi dengan obat yang diberikan oleh dokter.

Meskipun risiko interaksi berbahaya antara pengobatan rumahan dengan herbal atau bahan alami lainnya dengan obat yang resepkan dokter, hanya sepertiga pasien yang mengaku kepada dokter bahwa mereka sedang mengkonsumsi obat rumahan.

Salah satu alasan popularitas suplemen herbal digunakan sebagai pengobatan rumahan karena pasien tidak harus mengunjungi dokter atau harus memiliki resep untuk mendapatkannya. Kondisi ini bisa disebut sebagai “Ultimate Health DIY”.

Alasan lainnya adalah sangat sedikitnya regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatur hal ini.

Regulasi di Indonesia hanya memastikan bahwa obat-obat alami ini diproduksi berdasarkan standar.

Tidak ada garansi bahwa produk yang dinyatakan memenuhi standar produksi tersebut aman atau efektif.

Yang sangat disayangkan sebagian besar hoax kedokteran dan kesehatan terkait dengan bahan alami, herbal, atau produk yang dibilang alami tertentu.

 

Lalu, langkah apa yang dapat dilakukan untuk menentukan suatu informasi kedokteran atau kesehatan hoax atau tidak?

 

Mengenal “Baloney Detection Kit”

Baloney Detection Kit merupakan suatu metode yang berisikan dengan pertanyaan-pertanyaan untuk menentukan apakah suatu klaim benar atau “sampah”.

Langkah-langkah dalam metode ini dapat diterapkan untuk mengetahui bahwa suatu informasi kesehatan dan kedokteran tertentu merupakan suatu bukti ilmiah atau hoax.

Metode ini sangat penting untuk dilakukan karena pembuat hoax saat ini sangat lihai dalam memainkan perannya.

Silakan Anda perhatikan potongan artikel yang saya buat berikut:

Pengobatan kanker luar biasa ini telah diketahui sejak tahun 1800-an.

Tapi, pengetahuan ini telah disembunyikan oleh perusahaan obat kanker besar.

Otto Maass

Pada tahun 1816, Dr. Johan R. Tarjany menemukan bahwa terdapat spesies lumut yang dapat membunuh sel kanker.

Lumut Funariidae karkinolutae yang tumbuh di kampung halamannya. Dr. Tarjany terpesona dengan lumut tersebut sejak kecil.

Dr. Tarjany dewasa menemukan bahwa lumut ini dapat memproduksi molekul yang dapat secara selektif mempengaruhi DNA double helix sel kanker.

Molekul tersebut membuat perubahan DNA, perubahan ini menyebabkan kematian sel kanker.

Dr. Tarjany lalu selalu mengkonsumsi lumut ini setiap hari dan dia tidak mengalami kanker hinga meninggal dunia.

Zat aktif (molekul) dari lumut ini dilarang oleh FDA Amerika Serikat tapi Anda masih dapat menemukannya di beberapa Online Shop.

 

Setelah membaca artikel di atas apa yang Anda pikirkan?.

Sebagian besar pasti mempercayai hal ini dan mungkin akan langsung share artikel tersebut.

Bila hal ini Anda lakukan maka Anda termasuk orang yang menyebarkan hoax.

Sesungguhnya artikel tersebut saya tulis berdasarkan informasi palsu. Informasi Palsu atau Bohong artikel di atas antara lain:

  1. Tidak ada Dr. Johan R. Tarjany. Foto yang saya gunakan di atas bukan foto Dr. Tarjany melainkan foto Prof. Otto Maass. Seorang ahli kimia dari Universitas Mcgill.
  2. Kita tidak tahu bahwa bentuk DNA double helix hingga tahun 1952. Artikel di atas menuliskan bahwa Dr. Tarjany menemukan bahwa molekul lumut dapat merusak DNA double helix sel kanker pada tahun 1816. Tahun dimana Francis Crick dan James Watson, penemu struktur DNA bahkan belum dilahirkan.

Artikel ini sebenarnya sebuah terjemahan transkrip dari video yang dibuat oleh Jonathan Jarry dan dishare melalui twitter oleh David Gorski, MD, PhD.

Artikel seperti ini atau video aslinya pasti akan mendapatkan banyak sekali trafik, sharing, dan kunjungan di sosial media.

Artikel ini ditulis seolah-olah berdasarkan bukti ilmiah terpercaya.

Pernahkah Anda menemui artikel sejenis ini?

Terkadang kita juga perlu bersikap skeptis (ragu-ragu atau kurang percaya) terhadap artikel kesehatan atau kedokteran tertentu.

Bila sikap skeptis muncul maka Anda dapat menggunakan Baloney Detection Kit untuk menilai apakah suatu artikel yang di share pada Anda hoax kedokteran dan kesehatan atau bukan.

Cara Menggunakan “Baloney Detection Kit”

Terdapat beberapa pertanyaan yang harus Anda ajukan dan menjadi bagian dari Baloney Detection Kit, yaitu:

  1. Apakah sumber informasi yang Anda terima dapat dipercaya?
  2. Apakah terdapat sumber informasi lainnya yang membuat klaim yang sama?
  3. Apakah klaim tersebut telah diverivikasi oleh orang lain?
  4. Apakah informasi tersebut sesuai dengan common sense (fakta umum)?
  5. Apakah ada orang lain yang tidak setuju dengan klaim tersebut?
  6. Apakah terdapat poin-poin ilmiah yang cukup besar?
  7. Apakah klaim tersebut disimpulkan berdasarkan bukti ilmiah bukan klaim dari testimoni semata?
  8. Apakah pemberi informasi menunjukkan bukti ilmiah?
  9. Apakah terdapat kepercayaan pribadi untuk membuat klaim?
  10. Apakah informasi tersebut sesuai dengan teori yang telah ada sebelumnya?

 

Bila terdapat satu saja pertanyaan yang membuat Anda ragu terhadap suatu informasi maka Anda harus berpikir hal tersebut adalah suatu hoax kedokteran dan kesehatan.

Semoga dengan artikel ini kita dapat lebih berhati-hati dalam menerima informasi seputar kedokteran dan kesehatan.

Jangan jadikan diri kita menjadi bagian orang-orang yang menyebarkan informasi hoax kedokteran dan kesehatan.

Jangan karena artikel dibuat seolah-olah memiliki bukti ilmiah kita langsung share padahal sesungguhnya informasi yang diberikan adalah palsu.

 

Bila Anda Memiliki Pertanyaan Seputar Informasi Kedokteran Atau Kesehatan Yang Anda Ragu, Silakan Sampaikan Pertanyaan dan Pendapat Anda Di Kolom Komentar.

 

Kami akan berusaha memberikan jawaban ilmiah terbaik untuk pertanyaan Anda tersebut.

 

danau rama

Sindrom yang Dapat Merubah Sudut Pandang Anda Terhadap Dunia

Otak Anda merupakan organ yang kompleks. Organ ini bekerja secara konstan agar Anda tetap dapat menjalankan aktivitas fungsional dan tetap hidup. Dia menjaga agar Anda tetap dapat berjalan, berbicara, dan menjadi manusia seutuhnya. Meskipun demikian, beberapa sindrom atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan kinerja otak. Lebih dari 18% populasi di seluruh dunia mengalaminya. Mengalami suatu bentuk gangguan mental dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya.

Kemungkinan Anda pernah mendengar kondisi seperti depresi, gangguan bipolar, dan skizoprenia. Tapi, Anda mungkin belum pernah mendengar tentang kondisi yang akan dijelaskan di bawah ini. Kondisi yang dapat merubah cara pandang Anda terhadap dunia bahkan dapat membuat seseorang berpikir bahwa keluarganya adalah penipu.

 

Akinetopsia

Banyak orang mungkin mengerti tentang suatu kondisi yang disebut dengan buta warna. Kondisi ini menyebabkan mata kehilangan kemampuan untuk melihat warna tertentu (biasanya hijau dan/atau merah).

Mungkin Anda masih bisa membayangkan bagaimana perasaan kehilangan warna tertentu.

Tapi, bisakah Anda membayangkan mata Anda kehilangan kemampuan untuk melihat gerakan benda di sekililing Anda?

Kondisi ini yang disebut sebagai Akinetopsia.

sindrom

By Johannes Ahlmann [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons

Salah satu pasien yang cukup dikenal mengalami kondisi ini adalah seorang Ibu yang disebut sebagai “Pasien LM”. Pasien ini didiganosis dengan akinetopsia pada usia 43 tahun pada tahun 1978.

Pasien ini menyatakan bahwa, baginya melihat dunia bagai menonton film yang ditampilkan frame per frame bukan film yang diputar secara utuh.

Pasin LM pertama kali dirawat di rumah sakit karena keluhan nyeri kepala parah. Dia mengalami stroke yang mengakibatkan kerusakan pada daerah otak bagian temporal.

Bagian otak ini diyakini bertanggung jawab untuk memahami gerak. Sehingga dia hanya bisa mempertahankan kemampuan untuk melihat benda, persepsi kedalaman, dan warna.

Beberapa Laporan Kasus Lainnya Dapat Anda Baca di Sini:

https://mooreperceptionproject.weebly.com/case-history.html

 

Sindrom yang Membuat Anda Kehilangan Tubuh Anda Sendiri

Ian Waterman, 19 tahun, mengalami suatu kondisi dimana Ia kehilangan hampir semua kemampuan sentuhannya termasuk kemampuan proprioseptif (kemampuan untuk mengetahui dimana bagian tubuh berada).

Tanpa proprioseptif, gerakan yang dapat Anda lakukan sepanjang hidup tanpa perlu banyak berpikir (misalnya berjalan) menjadi hampir tidak mungkin dilakukan.

proprioseptif

By Pierre.hamelin (Own work) [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons

Waterman dinyatakan kemungkinan tidak dapat berjalan kembali dan harus menggunakan kursi roda di sisa hidupnya.

Tapi, dia keras kepala dan tidak putus asa. Untuk melakukan berbagai geraka dia mempelajari teknik dengan mengganti fungsi proprioseptif nya dengan mata dan merencanakan semua gerakannya didalam pikirannya.

Setelah banyak berlatih, dia dapat melakukan kemampuan untuk menggerakkan lengan dan telapak tangannya secara normal. Tapi, masih belum dapat berjalan dengan baik.

Artikel Lengkap Tentang Ian Waterman dapat anda baca di sini

http://mcneilllab.uchicago.edu/pdfs/IW_lost_body.pdf

 

Delusi Capgras

Bayangkan sebuah skenario dimana seorang yang Anda kenal menderita cedera otak traumatis karena kecelakaan kendaraan bermotor dan beruntungnya Ia dapat bertahan dan selamat.

Kemudian orang tersebut tidak percaya lagi bahwa Anda merupakan orang yang Ia kenal, melainkan percaya Anda adalah seorang penipu.

Delusi

By David Sedlecký (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons

Sindrom ini dikenal sebagai delusi Capgras dan dipercayai terjadi setelah seseorang mendapatkan kerusakan pada suatu bagian otak yang disebut sebagai sulkus temporalis superioris.

Area ini penting karena bertanggungjawab atas fungsi perasaan emosional terhadap seseorang.

Meskipun, pasien dengan delusi ini dapat mengenali wajah, dia tidak mampu untuk mengenali perasaan emosionalnya terhadap orang tersebut dan selalu menyangka bahwa mereka adalah pembohong.

 

Artikel lengkapnya dapat anda baca di sini:

https://www.psychologytoday.com/blog/trouble-in-mind/201208/the-capgras-delusion-you-are-not-my-wife

pengukuran kadar pH

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Memilah Informasi pHakta atau pHiksi

Informasi yang viral terkadang sering kali dianggap suatu hal yang benar. Terlebih lagi apabila informasi viral tersebut dibuat dengan beberapa metode yang seolah-olah ilmiah. Penjelasannya pun disusun dengan sedemikian rupa menggunakan berbagai bahasa ilmiah. Tujuannya tentu saja agar orang-orang yang melihat atau mendengarkannya “Percaya”. Salah satu contohnya adalah sebuah video yang viral akhir-akhir ini terkait dengan manfaat pengukuran kadar pH beberapa produk air mineral.

Silakan saja Anda kunjungi Youtube dan masukkan kata kunci “pH air mineral” maka banyak sekali video yang memuat percobaan mengukur pH air mineral tersebut.

Beberapa video diantaranya disertai penjelasan tentang mana pH air mineral yang baik dan mana buruk untuk tubuh.

Internet secara umumnya dan media sosial secara khusus pada masa kini memberikan banyak sekali informasi fakta. Tapi, tidak semua informasi tersebut benar.

Sebagian besar berdiri di atas kata “alternatif”, “herbal”, atau bahkan “pengobatan alami” yang sangat disayangkan terkadang informasinya malah berisi “kebohongan”.

Informasi bohong ini sengaja diberikan demi tujuan promosi dan marketing semata.

Salah satu topik yang sering berisi informasi yang salah atau boleh saya katakan berisi kebohongan adalah terkait dengan pH.

 

manfaat pengukuran kadar pH

By Heinrich-Boll-Stiftung [CC BY-SA 2.0], via Wikimedia Commons

Orang-orang yang percaya akan manfaat pengukuran kadar pH ini tentu akan membatasi diri mereka khususnya diet, menghabiskan begitu banyak uang dengan membeli Air Alkali (yang bahkan salah satu produsen produknya sudah ditarik izin edarnya oleh Badan POM dan Kementrian Kesehatan Indonesia), menguji air kencing dengan menggunakan strip tes pH, dan bahkan membeli obat-obatan yang mengklaim dapat merubah pH menjadi netral, basa, atau asam.

 

Untuk artikel terkait dengan air alkali dapat dibaca di sini:

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Air Alkali Terhadap Tubuh

 

Untuk itu artikel ini saya tulis semata-mata untuk membantu Anda dalam membedakan mana pHakta dan pHiksi terkait dengan informasi manfaat pengukuran kadar pH.

 

pH 101: Informasi Dasar Tentang pH

Orang-orang sering menyebutnya tapi terkadang banyak yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya.

pH merupakan istilah yang berasal dari kata potential of hydrogen. Kata pH ini sering muncul terutama pada bidang ilmu kimia.

pH merupakan suatu skala pengukuran yang kalau dianalogikan seperti Celcius pada suhu tubuh.

Skala pH digunakan untuk pengukuran konsentrasi ion hidrogen pada suatu larutan/cairan. Skala pH merupakan skala logaritmik yang memiliki nilai dari 0 hingga 14.

Air merupakan cairan dengan pH netral, yaitu pH 7. Larutan dengan pH kurang dari 7 disebut sebagai “Asam”. Larutan dengan pH lebih dari 7 disebut “Basa/Alkali”.

efek samping air alkali

Skala logaritmik sendiri merujuk kepada perbedaan 10 kali lipat.

Contohnya: suatu larutan dengan pH 4 memiliki ion hidrogen lebih banyak 10 kali lipat dibandingkan dengan larutan pH 5. Semakin kecil nilai pH-nya maka semakin besar jumlah ion hidrogen terlarutnya.

Skala pH darah manusia dikelola pada rentang sempit berkisar 7,34-7,45 melalui sebuah proses yang disebut sebagai homeostasis (keseimbangan) asam-basa.

Perubahan pH darah di luar rentang batas di atas akan segera diperbaiki atau dikoreksi oleh paru-paru dan ginjal yang disebut sebagai mekanisme kompensasi.

Organ atau cairan tubuh lainnya memiliki nilai atau ambang pH yang berbeda-beda. Skala pH cairan lambung (asam lambung) adalah 1,5-3,5, kulit 4,7, cairan serebrospinal pada otak dan tulang belakang 7,5, dan sekresi pankreas 8,1.

Fakta menariknya adalah tidak satupun kadar pH di atas dipengaruhi oleh komposisi dari diet.

pH pada air kencing atau urin memiliki rentang skala yang cukup besar yaitu antara 4,6 hingga 8,0.

Skala pH urin ini akan terus berubah sesuai dengan kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostatis setelah tubuh mendapatkan beban cairan asam atau basa.

Fakta lainnya adalah pH urin tidak merefleksikan atau menggambarkan pH di dalam darah atau di organ dan cairan lainnya dalam tubuh.

 

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Asam/Basa dan Teori Penyakit

Terdapat teori yang mengklaim bahwa tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan penyakit. Kondisi ini dapat di atas dengan mengkonsumsi makanan yang bersifat basa atau meminum air alkali.

Mengkonsumsi makanan bersifat basa dan air alkali juga dapat meningkatkan kesehatan.

Kemudian teori ini juga mendorong orang-orang untuk melakukan monitoring terhadap pH urin demi keseimbangan asam/basa.

Dr. Gabe Mirkin, seorang dokter ahli nutrisi, menjelaskan bahwa teori asam/basa mempengaruhi penyakit ini adalah suatu hal yang nonsense.

Modifikasi diet pada makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak dapat merubah tingkat keasaman pada organ atau cairan tubuh kecuali urin. Sehingga manfaat pengukuran kadar pH dapat dikatakan sebagai pHiksi.

Dr. Gabe Mirkin juga mengatakan bahwa, “Jika Anda mendengar seseorang berkata bahwa badan anda terlalu asam dan Anda harus menggunakan produk mereka untuk membuatnya menjadi lebih basa, Anda sebaiknya lebih bijaksana untuk ditidak mempercayai apapun yang dikatakan orang tersebut terkait asam/basa kepada anda.”

Seorang Herbalis pernah menyanggah apa yang dikatakan Dr. Gabe bahwa pH urin tidak sama dengan pH darah. Dia mengatakan bahwa, “Kesehatan seseorang dipengaruhi oeh perubahan pH darah dalam kisaran normal, dan pH urin merupakan indikator yang baik untuk menilai seberapa baik ginjal bekerja mempertahankan homeostasis.”

Dia juga mengklaim bahwa pH darah atau urin yang rendah merupakan suatu tanda seseorang tidak sehat.

Tapi ilmu kedokteran berdiri di atas evidence/bukti atau fakta penelitian. Sayangnya, tidak terdapat bukti ilmiah yang mendukung klaim herbalis tersebut.

Untuk artikel lengkap Dr. Gabe Mirkin dapat dibaca di sini:

Acid or Alkaline?

 

Diet Alkali/Basa

Diet alkali ini dapat berubah menjadi kesimpulan palsu dengan sebuah fakta sederhana.

Makanan tertentu menghasilkan asam. Untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh harus mengeluarkan mineral basa seperti kalsium, fosfor, dan magnesium dari tulang, gigi dan organ.

Klaim dari penggagas diet alkali ini juga menyatakan bahwa kondisi di atas akan menyebabkan osteoporosis dan kelelahan tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan bahaya pada sistem kekebalan tubuh.

Tubuh akan rentan terhadap virus atau penyakit. Untuk itu, menghindari makanan yang bersifat asam akan membuat pH urin menjadi basa.

Mereka juga mengklaim bahwa orang dengan pH urin bersifat basa akan mengurangi risiko osteoporosis, kanker, dan penyakit jantung.

Di sisi lain, diet alkali juga dinyatakan membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan energi. Bahkan, disebut dapat menyembuhkan kanker.

Para pendukung yang mempercayai hal ini memberikan testimoni beberapa orang yang telah mencoba dan mendapatkan hasil positif. Selain itu, para pendukung ini juga mengutip jurnal ilmiah yang mendukung temuan mereka. Mereka tidak melakukan teknik evidence based medicine/EBM (kedokteran berbasis bukti).

Analisis sistematis yang merupakan EBM tertinggi menunjukkan bahwa tidak terdapat teori yang mendukung penyakit asam/basa.

 

Air Alkali

Anda dapat membeli air alkali atau membuatnya sendiri. Klaim produsen tertentu mengatakan bahwa air alkali bermanfaat untuk detoksifikasi, hidrasi (semua air memberikan hidrasi), memberikan oksigenisasi dan berperan sebagai anti oksidan, dapat merubah pH tubuh (sama sekali tidak), dan meningkatkan sistem imun.

Air alkali juga dinyatakan dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan menyembuhkan psoriasis. Sayangnya, lagi-lagi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

 

Lalu, adakah manfaat pengukuran kadar pH?

Untuk kondisi tertentu dimana terjadi ketidakseimbangan pH maka perlu dilakukan pengukuran. Dalam dunia kedokteran kadar pH yang paling sering diukur adalah pH darah dan pH urin. Skala pH darah akan menunjukkan asam disebabkan oleh asidosis begitu juga sebaliknya alkalosis menunjukkan pH darah basa.

Berapa penyakit ginjal dan saluran kemih juga dapat merubah kadar pH pada urin. Tapi, bukan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang dalam kondisi asam dan memerlukan asupan yang bersifat basa.

gangguan asam basa

By Maen K. Househ (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons

Pemahaman dasar tentang fisiologi keseimbangan asam-basa merupakan bukti ilmiah (pHakta) yang cukup untuk mengabaikan kesalahan informasi dan pemahaman dasar terkait kadar pH (pHiksi) yang jelas tidak banyak diketahui oleh orang awam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan informasi khususnya tentang pH dan sifat asam-basa.

golongan darah 3

Golongan Darah Penentu Kepribadian dan Sifat

Golongan darah merupakan suatu sistem pembagian golongan darah berdasarkan antigen dan antibodi yang dimiliki oleh darah. Sistem pembagian golongan darah ABO pertama kali dijabarkan oleh ilmuwan Austria bernama Karl Landsteiner pada tahun 1900. Saat ini terdapat suatu pandangan yang umum di Asia ataupun di Jepang bahwa golongan darah seseorang dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian seseorang. Hal ini bahkan mengalahkan prediksi astrologi yang sering digunakan dunia barat untuk menentukan kepribadian seseorang.

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk memaparkan fakta ilmiah apakah benar kepribadian seseorang itu sangat bergantung dari golongan darahnya.

Sejarah Penelitian Hubungan Golongan Darah dan Penurunan Kepribadian serta Sifat

 

Sebenarnya hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang baru. Jika kita melirik pada sejarah maka hal ini pertama kali dipaparkan oleh Takeji Furukawa seorang profesor dari Tokyo Women’s Teacher’s School pada tahun 1927. Pada saat itu dia mempublikasikan sebuah tulisan yang berjudul “The Study of Temperament Through Blood Type” di jurnal Psychological Research. Ide dalam tulisannya ini cepat meluas di masyarakat Jepang pada saat itu. Karena saya penasaran dengan tulisan ilmiah pertama terkait hubungan antara golongan darah dan kepribadian seseorang maka saya memulai melakukan pencarian terhadap tulisan dari Takeji Fukurawa ini. Dan saya tidak menemukan artikel aslinya. Tapi saya mendapatkan penjelasan dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan pada puluhan orang dan secara statistik dinyatakan gagal untuk memenuhi sebuah generalisasi terhadap suatu populasi yang umum.

Tahun 1934 Fisher mengajukan sebuah uji yang hingga saat ini merupakan suatu uji analisa statistik yang paling terkenal yaitu uji Chi-Square. Beberapa peneliti yang mencoba melakukan uji statistik Chi-square terhadap panelitian Takeji Furukawa tersebut dan menyatakan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik.

Dalam studi lain, Furukawa membandingkan distribusi golongan darah antara dua kelompok etnis: etnis Formosa di Taiwan dan Ainu dari Hokkaido. Motivasinya untuk penelitian ini tampaknya datang dari insiden politik. Setelah pendudukan Jepang di Taiwan yang terjadi setelah invasi Jepang Cina pada tahun 1895, penduduk gigih menolak penjajah mereka. Pemberontakan pada tahun 1930 dan pada tahun 1931 mengakibatkan kematian ratusan penduduk Jepang.

Tujuan dari penelitian Furukawa adalah untuk “menembus esensi dari sifat-sifat rasial dari Taiwan, yang baru-baru ini memberontak dan berperilaku begitu kejam”. Berdasarkan temuannya 41,2% dari sampel Taiwan memiliki golongan darah O, Furukawa mengasumsikan bahwa pemberontakan Taiwan ditentukan secara genetik. Alasannya didukung oleh fakta bahwa di antara etnis Ainu yang memiliki sifat penurut, hanya 23,8% memiliki jenis O. Kesimpulannya, Furukawa menyarankan bahwa Jepang harus meningkatkan perkawinan dengan Taiwan untuk mengurangi jumlah Taiwan dengan golongan darah O.

Minat pada teori di atas memudar pada tahun 1930-an. Akan tetapi ditampilkan kembali oleh Masahiko Nomi dengan sebuah buku. Masahiko Nomi merupakan seorang wartawan dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Minat dalam teori itu memudar di tahun 1930-an. Hal dihidupkan kembali pada 1970-an dengan sebuah buku oleh Masahiko Nomi, wartawan, dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Beberapa psikolog Jepang mengkritiknya saat itu, tapi ia terus menunjukkan data statistik yang signifikan di berbagai bidang dan menerbitkan beberapa buku dengan hasil terkait antara golongan darah dan kepribadian. Sebagian orang setelah kematiannya pada tahun 1981, menyatakan bahwa pekerjaan Masahiko Nomi sebagian besar tidak terkontrol dan anekdot, serta metodologi penarikan kesimpulannya tidak jelas. Karena itu, ia banyak dikritik oleh masyarakat psikologis Jepang, meskipun buku-bukunya tetap populer. Anaknya, Toshitaka Nomi terus mempromosikan teori dengan serangkaian buku dan dengan menjalankan Institute of Blood Type Humanics.  Ia kemudian mendirikan Human Science ABO Center untuk penelitian lebih lanjut dan publikasi pada tahun 2004.

 

Penelitian Terbaru Hubungan Golongan Darah dengan Kepribadian dan Sifat

Pencarian saya berlanjut dengan temuan sebuah artikel ilmiah paling baru yang saya dapatkan dengan memasukkan kata kunci golongan darah dan kepribadian di google schoolar dalam bahasa Inggris. Dengan pencarian saya batasi hanya pada judul artikel saya hanya mendapatkan 35 hasil pencarian. Ketika saya membatasi pencarian dalam 5 tahun terakhir. Saya hanya mendapatkan satu artikel yang relevan dengan apa yang sedang saya cari. Sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh Nawata K di jurnal Shinrigaku Kenkyu : The Japanese Journal of Psychology [2014, 85(2):148-156]. Saya mengutip bagian abstraknya di bawah ini

Meskipun kepercayaan populer luas di Jepang tentang hubungan antara kepribadian dan golongan darah ABO, asosiasi ini belum secara empiris dibuktikan. Studi ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan kepribadian, melalui analisis data sekunder survei berskala besar. Data terbaru (setelah 2000) dikumpulkan dengan menggunakan skala besar random sampling dari lebih dari 10.000 orang secara total dari kedua negar Jepang dan Amerika Serikat. Efek ukuran dihitung. Dataset dari Jepang tahun 2004 (N = 2,878-2,938), dan 2005 (N = 3,618-3,692) serta satu dataset dari Amerika Serikat pada tahun 2004 (N = 3,037-3,092) digunakan. Di semua dataset, 65 dari 68 item menghasilkan perbedaan yang tidak signifikan antara golongan darah. Efek ukuran (eta2) kurang dari 0.003. Ini berarti bahwa golongan darah menjelaskan kurang dari 0,3% dari total variasi dalam kepribadian. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan golongan darah kepribadian.”

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Kunher Wu, Kristian D. Lindsted, dan Jerry W. Lee pada 2681 orang murid sekolah menengah atas di Taiwan pada tahun 2005 juga menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan golongan darah. Beberapa artikel penelitian lainnya yang saya temukan dalam pencarian juga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang.

Golongan Darah dan Kepribadian Suatu Ramalan

Dari penjabaran di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa peran golongan darah dalam menentukan suatu kepribadian adalah sebuah prediksi saja dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara golongan darah dengan kepribadian.  Nah jika merupakan sebuah prediksi saja maka mempercayai bahwa golongan darah mempengaruhi kepribadian sama dengan mempercayai bahwa shio, kartu tarot dan astrologi (zodiak)  berpengaruh terhadap kepribadian dan kehidupan kita. Semua yang dijabarkan ini merupakan suatu prediksi dan ramalan. Dalam islam mempercayai ramalan hukumnya adalah haram.

Jika kita membaca ramalan, meskipun kita tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika kita membaca ramalan kemudian membenarkan ramalan tersebut, maka kita telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Wallahu’alam bissawab

 

Sumber:

  1. Amaguchi, Mari (6 May 2005). “Myth about Japan blood types under attack”. MediResource Inc dikutip dari: http://aol.mediresource.com/channel_health_news_details.asp?news_id=6661&news_channel_id=11&channel_id=11
  2. Masao Omura (Nihon University) in “血液型と性格 Blood Type and Personality”, Terumitsu Maekawa (Asia University) in “血液型人間学 Blood Type Humanics” and so on.
  3. Becker, Peter (Ed.); Yoji Nakatani (2006). “The Birth of Criminology in Modern Japan”. Criminals and their Scientists: The History of Criminology in International Perspective (Publications of the German Historical Institute).Cambridge University Press. p. 294. ISBN 0-521-81012-4.
  4. Toshinori Shirasa & Takuji Iguchi (1993), 血液型性格研究入門 血液型と性格は関係ないと言えるのか An introduction to Blood Type Personality Research – Can we say there is no relationship with blood type and personality?, pp.209-212 & 242-243. — virtually no papers nor books about blood type and personality was published from the Japanese psychological community before Masahiko Nomi’s death in 1981.
  5. Masahiko Nomi analyzed various data by using statistical methods and found meaningful traits; the following is some of his works.
    • Blood Type Affinity Study 5/1974 – 20,000 samples analyzed in total
    • Blood Type Sports Study 10/1976 – 1,000 track-and-field athletes analyzed
    • Blood Type Essence 6/1977 – list over 1,000 people (politicians, CEOs, artists etc.)
    • Blood Type Politics Study 6/1978 – 2,000 politicians analyzed (all representatives of the national Diet, all governors and all mayors)
  6. Wu, Kunher, Kristian D. Lindsted, and Jerry W. Lee. “Blood type and the five factors of personality in Asia.” Personality and individual differences 38.4 (2005): 797-808.
obat herbal 2

Obat Herbal: Antara Realitas dan Kebohongan

Saat menjalani kegiatan sebagai Dokter Internsip di Puskesmas saat ini saya menemukan suatu hal yang membuat saya binggung dan bertanya-tanya. Contohnya pada Ny. A, beliau adalah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Hari itu dia datang ke puskesmas untuk mengecek tekanan darah dan kadar gula darahnya. Pemeriksaan ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh Ny. A setiap bulannya. Saat itu Ny. A mengaku bahwa sudah tidak lagi mengkonsumsi obat hipoglikemik oral dan obat anti hipertensi selama satu bulan terakhir. Iya memilih beralih ke obat herbal dari sebuah perusahan yang berfokus untuk memproduksi obat herbal.

Hari itu, kadar gula darah dan tekanan darah Ny.A dalam batas normal. Padahal catatan tekanan darah dan kadar gula darah bulan yang lalu masih dalam batas tinggi. Hal inilah yang membuat saya binggung, Ny. A tidak mengokonsumsi OHO dan anti hipertensi tapi mengapa tekanan darah dan kadar gula darahnya normal? Apakah produk herbal yang dikonsumsi memiliki efek terhadap penurunan tekanan darah dan kadar glukosa darah?

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul ini membuat saya mencoba menulis pandangan pribadi terkait dengan obat herbal dan posisinya dalam ilmu kedokteran modern.

 

Obat herbal atau pengobatan alternatif mungkin sudah tidak lagi menjadi alternatif seutuhnya.

Pernyataan di atas terlontar begitu saja dari pikiran saya. Didukung dengan fakta bahwa banyak pengobatan alternatif atau obat herbal yang saat ini telah dikemas dalam bentuk modern. Namun, Belum adanya integrasi metode pengobatan ini ke dalam dunia kedokteran modern lah yang membuatnya masih dipandang sebagai alternatif.

Seorang dokter di Indonesia kurang lebih akan menjalani pendidikan dan pelatihan sekitar 5-6 tahun sebelum akhirnya menerapkan ilmunya pada masyarakat melalui program yang disebut Internsip. Waktu yang lama tersebut terkadang kurang untuk membuka pikiran dan mengarahkan dokter bahwa setiap pasien memiliki potensi untuk sembuh serta menyadari bahwa bukan dokter yang menyembuhkan melainkan Allah SWT.

Dokter hanya perantara untuk kesembuhan pasien. Jika kita dapat membuka pikiran kita maka sebagai seorang penyembuh yang menjadi perpanjangan tangan Allah SWT maka kita dapat mengintegrasikan semua terapi termasuk pengobatan alami dan menggunakannya untuk membantu penyembuhan pasien.

Superioritas Dunia Kedokteran Modern

Dunia kedokteran modern yang berfokus pada pengobatan berdasarkan hasil penelitian dan bukti ilmiah terhadap manfaat dan risiko suatu metode pengobatan telah berada pada posisi teratas dalam ilmu kedokteran modern. Pemahaman yang baik terhadap percobaan atau uji klinis acak acak, double blind, terkontrol dan bahkan hingga meta analisis atau tinjuan sistematis merupakan standar emas dalam dunia kedokteran agar suatu pengobatan dapat diterapkan pada praktik sehari-hari.

Jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang, ilmu pengobatan tradisional telah lebih dahulu berkembang pesat. Dalam islam, ilmu kedokteran nabi atau pengobatan ala Rasullulah pada masa itu juga sangat berkembang dengan prinsip pengobatannya yang berfokus pada prinsip menjaga kesehatan, menjaga tubuh dari unsur berbahaya, mengeluarkan unsur berbahaya dari dalam tubuh.

Saat ini, Jika kita membaca jurnal kedokteran. Beberapa dari kita pasti merasa bahwa jurnal tersebut paling benar. Namun, tidak semua jurnal dapat memberikan suatu gagasan yang membedakan hitam atau putih dengan jelas.
Saat memberikan pengobatan dokter harus mempertimbangkan pro dan kontra, manfaat versus bahaya.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa suatu perawatan yang diyakini oleh medis bermanfaat berdasarkan bukti ternyata di kemudian hari dinyatakan tidak bermanfaat malah berbahaya.

Bukti ilmiah bisa berubah cukup cepat dari waktu ke waktu. Baik dengan pengobatan baru dan bukti baru tentang seberapa efektif pengobatan yang telah ada sebelumnya.

Bila kita membaca majalah kesehatan yang dikeluarkan oleh produsen produk kesehatan alami, anda mungkin akan mendapatkan gagasan bahwa semua yang alami itu baik dan tidak membahayakan. Kita mungkin mempercayai bahwa pendekatan dengan sesuatu yang alami telah terbukti benar melalui penelitian.

Tapi apakah penelitian terhadap obat herbal atau obat alami itu merupakan penelitian yang standar.

Di luar sana banyak percobaan klinis yang buruk dan tentu saja tidak memberikan cukup bukti ilmiah.

Fakta yang harus kita pahami adalah beberapa jurnal lebih baik dibandingkan dengan jurnal yang lainnya. Jika hasil penelitian dipublikasikan pada jurnal peer-review, maka artikel penelitian tersebut telah diperiksa oleh reviewer atau editor dan dapat diterima oleh profesi.

Jadi apabila mendengar tentang penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal yang tidak umum. Hasil penelitiannya mungkin akan bias dan tidak dapat diandalkan sebagai suatu bukti ilmiah.

Kondisi inilah yang juga menyebabkan obat herbal belum dapat menandingi atau diintegrasikan dengan superioritas kedokteran modern.

Hambatan Pengunaan Obat Herbal

Hingga saat ini, salah satu tantangan lain yang dihadapi dalam penelitian obat herbal atau pengobatan alternatif adalah berkaitan dengan pendanaan. Perusahaan farmasi mengembangkan sebagian besar obat-obatan, dan mereka berhadap bisa memasarkan dan menghasilkan uang dari obat yang mereka temukan melalui penelitian.

Penelitian untuk obat dapat menghabiskan biaya investasi milyaran rupiah untuk memastikan suatu obat aman. Jika pengobatan alami atau obat herbal dilakukan hal yang sama maka tentu saja pengobatan atau obat herbal tersebut dapat digunakan secara utuh dalam dunia kedokteran.

Seringkali obat herbal atau pengobatan alternatif dinyatakan bermanfaat hanya karena ada satu dua orang yang mendapatkan hasil yang baik ketika mengkonsumsi atau mengikuti pengobatan alternatif tersebut. Padahal, hal yang sama belum tentu dapat terjadi dengan anda.

Saat ini kita hidup dalam dunia modern dimana para peneliti telah berlomba untuk membuat peta DNA, penelitian sel punca (stem sel), transplantasi organ, MRI, dan mengembangkan peralatan diagnostik yang canggih, serta obat-obatan dan teknik bedah yang lebih baru dan canggih.

Sementara fokus untuk membantu mengatasi gejala dan penyakit pasien berada ujung jari dokter. Terkadang kita lupa bahwa seseorang yang sakit lebih dari sekedar penyakit di dalam tubuhnya. Kita lupa bahwa manusia lebih dari sekedar gejala atau pengobatan. Kita melemahkan profesi kita hanya kerena menanggap pasien sebagai penyakit yang harus disembuhkan bukan manusia seutuhnya.

Kedokteran juga terkadang menjadi profesi yang konservatif oleh sebab itu dokter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menerima suatu pengobatan baru yang telah diterima oleh profesi medis. Mindset dokter terhadap suatu pengobatan baru dapat menjadi cacat karena kepercayaan akan ilmu yang telah dipelajari terlebih dahulu. Padahal ilmu dalam bidang kedokteran berkembang sangat cepat.

Jika kita belajar dari sejarah Semmelweis,yang pada tahun 1848, mengenalkan prosedur cuci tangan antiseptik di ruang rawat kebidanan.

Pendekatan baru ini terbukti mengurangi angka kematian akibat demam saat nifas. Namun, apa yang terjadi pada Semmelweis saat itu, Ia dikucilkan oleh rekan-rekannya karena mereka merasa tersinggung dan menggangap hal tersebut merupakan gagasan bahwa dokter dapat menjadi pembawa kematian.

Jadi untuk saat ini, kita tidak boleh membuang metode ilmiah kita ketika berhadapan dengan pengobatan alternatif atau herbal dan disaat yang bersamaan kita sebagai dokter harus terbuka terhadap gagasan pengobatan baru yang telah memiliki bukti ilmiah yang cukup meskipun hal tersebut adalah pengobatan alternatif atau obat herbal.

 

Wallahu’alam Bishawab

diskusi pasien dokter

Mitos VS Fakta Tekanan Darah Tinggi

Pernahkah anda merasa khawatir dengan tekanan darah anda, keluarga, atau teman anda yang tinggi? AHA dan ACC di Amerika Serikat baru saja menerbitkan pedoman hipertensi yang menyebabkan hampir setengah populasi dewasa di Amerika mengalami darah tinggi. Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung dan stroke. Mengetahui lebih banyak terkait tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membantu anda untuk mencegah hipertensi. Anda dapat memulai mempelajari fakta-fakta terkait dengan hipertensi. Artikel ini memuat lima mitos terkait hipertensi yang paling sering dibicarakan dan bagaimana fakta sebenarnya.

 

MITOS 1: Darah Tinggi Bukan Merupakan Suatu Masalah yang Besar

Pada awalnya, seseorang tidak akan menyadari gejala darah tinggi, sehingga tidak menjadi perhatian. Meskipun demikian, peningkatan tekanan darah yang berlangsung terlalu lama dapat MEMBUNUH SESEORANG.

 

Pada kondisi normal, jantung berdetak secara reguler, memompa darah melalui pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Darah mendapatkan dorongan oleh denyut jantung sehingga darah memberikan dorongan pula ke dinding pembuluh darah. Pada hipertensi darah mendorong pembuluh rdarah terlalu kuat sehingga pembuluh darah dapat menjadi KAKU dan terbentuk PLAK bahkan PECAH. Kondisi tersebut yang menjadi awal dari seluruh masalah.

 

Tekanan darah yang terlalui tinggi dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan organ lainnya seperti jantung, ginjal, otak, dan organ lainnya. PENYAKIT JANTUNG dan STROKE merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada seoseorang dengan menganggap remeh tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini bahkan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

 

Fakta yang menakutkan adalah seseorang penderita hipertensi telah mengalami peningkatan tekanan darah tanpa bisa diketahui. Kondisi ini memberikan hipertensi istilah silent killer.

 

FAKTA 1: Darah Tinggi Merupakan Masalah Yang Besar

 

MITOS 2: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Bila seseorang memiliki anggota keluarga atau saudara yang menderita hipertensi. Maka, orang tersebut berada pada sekelompok orang yang memiliki RISIKO HIPERTENSI yang lebih besar. Faktor ini disebut sebagai faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah. Faktor risiko hipertensi lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Faktor risiko yang dapat diubahFaktor risiko yang relatif tetap
  • Perokok aktif, perokok pasif
  • Diabetes mellitus
  • Dislipidemia/Hiperkolesterolemia
  • Obesitas/Kelebihan berat badan
  • Kurang aktifitas fisik
  • Diet tidak sehat
  • Gagal ginjal kronik
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan usia
  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Laki-laki
  • Obstructive sleep apnea
  • Stres psikososial

 

Meskipun demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko pasti menderita tekanan darah tinggi. Terdapat beberapa langkah yang dapat diakukan untuk mencegah hipertensi:

  • Pertahankan berat badan anda pada berat badan ideal. Kondisi ini dapat dicapai dengan melakukan kombinasi diet sehat dan olahraga rutin
  • Konsumsi diet sehat. Hal ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah makan yang dibutuhkan tubuh dan memilih makanan dengan nutrisi tinggi dan rendah lemak, gula, dan garam
  • Batasi konsumsi garam. Terlalu banyak konsumsi garam akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah
  • Jangan merokok dan batasi paparan asap rokok (perokok pasif)
  • Lakukan olahraga rutin. Lakukan minimal olahraga kecil selama minimal 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Olahraga juga dapat menghilangkan stress dan membantu mengontrol berat badan
  • Jangan biarkan stress mengganggu. Zat kimia pada tubuh (hormon) dapat merespons stress dan mengakibatkan denyut jantung yang semakin keras dan cepat sehingga tekanan darah akan meningkat.

 

Tanyakan kepada dokter terkait dengan tekanan darah tinggi dan bagaimana mencegahnya.

 

FAKTA 2: Hipertensi Dapat Dicegah

 

MITOS 3: Tidak Masalah Apabila Hanya Salah Satu Nilai Tekanan Darah Tinggi

Ketika dilakukan pengukuran tekanan darah maka akan diukur 2 nilai yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diaslotik. Tekanan darah sistolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat jantung memompa darah. Tekanan darah diastolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat darah kembali ke jantung.

 

Banyak orang beranggapan bahwa tekanan darah sistolik harus lebih diperhatikan dibandingkan tekanan darah diastolik. Akan tetapi, faktanya tekanan darah sistolik memiliki toleransi peningkatan yang lebih besar dibandingkan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah akan selalu berubah sepanjang hari dan sangat bergantung pada aktivitas. Tekanan darah sistolik akan cenderung meningkat seiring dengan usia namun kebalikannya pada tekanan darah diastolik. Klasifikasi tekanan darah dapat dilihat pada tabel berikut.

Kategori Tekanan DarahSistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal< 120Dan< 80
Meningkat120-129< 80
Hipertensi Stadium I130-139Atau80-89
Hipertensi Stadium II≥ 140≥ 90

 

 

Jika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik hanya pada salah satu tekanan darah sistolik atau diastolik maka orang tersebut harus bertemu dengan dokter. Dokter akan membuat rencana pengobatan tekanan darah tinggi sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusaka pada organ laiinya.

 

FAKTA 3: Peningkatan Hanya Satu Komponen Tekanan Darah Juga Merupakan Masalah

 

MITOS 4: Pengobatan Tekanan Darah Tinggi Tidak Menyenangkan

Sebagian besar orang akan berpikir harus berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan dan minum obat dengan efek samping yang mengganggu apabila menjalani pengobatan tekanan darah tinggi.

Memang benar perlu beberapa saat untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai untuk seseorang, karena tekanan darah tinggi seringkali memiliki beberapa penyebab mendasar. Dalam banyak kasus, penyebab spesifik tekanan darah tinggi mungkin tidak jelas.

Dokter akan bekerja sama dengan penderita hipertensi untuk menentukan kombinasi perawatan yang mana yang paling sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Rencana perawatan tersebut kemungkinan akan mencakup unsur-unsur berikut:

  • Diet DASH
  • Mengontrol berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pemberian obat anti hipertensi, seperti obat golongan
    • Diuretik
    • ACE inhibitor dan CCB
    • Beta bloker

 

FAKTA 4: Dokter Akan Selalu Berusaha Melakukan Pengobatan Hipertensi Yang Paling Sesuai Dengan Penderita Hipertensi

 

MITOS 5: Pengobatan Hipertensi Tidak Berjalan Dengan Baik

Sebenarnya, jika penderita hipertensi bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan program komprehensif untuk mengelola tekanan darah tinggi, rencana itu bisa berhasil. Untuk memaksimalkan manfaat rencana pengobatan maka dapat mengikuti langkah-langkah ini:

 

  • Periksa tekanan darah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Ikuti rencana perawatan secara konsisten. Sampaikan kepada dokter jika terdapat masalah dengan bagian-bagian rencana pengobatan.
  • Temui dokter sesering yang diminta. Bawa catatan tekanan darah untuk menunjukkan kepada dokter bagaimana rencana pengobatan berjalan baik.
  • Mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan tentang efek samping obat anti hipertensi. Ketahuilah kapan harus menghubungi dokter anda jika ada masalah.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Belajar tentang tekanan darah tinggi dan bagaimana hal itu bisa membahayakan kesehatan merupakan langkah pertama dalam mengendalikan kondisi sehingga bisa tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Jika rencana pengobatan berhasil dan anda mendapatkan tekanan darah normal maka jangan pernah berpikir untuk berhenti dengan rencana pengobatan tersebut. Hipertensi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Tetap ikuti rekomendasi dokter bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat anti hipertensi se-umur hidup

 

FAKTA 5: Pengobatan Hipertensi Dapat Berjalan Dengan Baik Apabila Terjadi Kerjasama Antara Penderita Dengan Dokter

 

 

 

air alkali 2

Air Alkali dan Manfaatnya Bagi Kesehatan?

air alkaliAnda mungkin pernah mendengar istilah air alkali atau anda mungkin pernah ditawari untuk mengkonsumsi air tersebut atau bahkan ditawarkan untuk membeli mesin produksinya serta membantu proses penjualannya. Beberapa informasi yang Anda peroleh terkait dengan air ini pasti akan selalu menyertakan manfaat konsumsi air terhadap kesehatan. Beberapa klaim menyebutkan bahwa air ini dapat memperlambat proses penuaan, membuat pH tubuh cenderung negatif, hingga dapat mencegah berbagai penyakit kronik bahkan mencegah kanker. Akan tetapi, pernahkan muncul dalam benak Anda bagaimana proses air tersebut dapat membuat tubuh terhindar dari berbagai penyakit dan memberikan berbagai manfaat lainnya? Artikel ini akan memberikan gambaran singkat apa itu air alkali dan ulasan serta penjabaran bukti ilmiah terkait dengan manfaat air tersebut terhadap kesehatan.

 

Apa yang Dimaksud dengan Air Alkali?

Kata Alkali yang digunakan pada istilah air alkali merujuk kepada kadar pH. Kadar pH sendiri merupakan suatu satuan yang digunakan untuk menentukan seberapa asam atau basa suatu cairan. Kadar pH memiliki rentang nilai mulai dari 0-14. Sebagai contoh: perasan air jeruk nipis akan memiliki kadar pH sekitar 4-5. Hal ini menunjukkan bahwa air jeruk memiliki sifat asam. Demikian pula dengan zat asam yang terdapat pada lambung (pH 1-2). Kadar pH 7 dianggap sebagai kadar pH neutral sedangkan semua larutan dengan kadar pH lebih dari 7 dianggap bersifat basa atau alkali.

 

Air alkali tentu saja merupakan air dengan kadar pH lebih dari 7. Air ini biasanya memiliki kadar pH 8-9. Kondisi alkali atau basa inilah yang dianggap oleh sebagian orang pendukung konsumsi air ini yang akan dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Mereka percaya bahwa alkali dapat menetralkan kondisi asam pada tubuh. Apakah air tersebut benar memberikan manfaat terhadap kesehatan?

pH air

 

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Hingga saat ini, manfaat air alkali terhadap kesehatan tubuh masih menjadi suatu hal yang kontroversial. Banyak ahli kesehatan yang meragukan manfaat mengkonsumsi air ini. Pada umumnya, mereka beranggapan bahwa belum terdapat bukti ilmiah yang cukup untuk dapat mendukung manfaat air alkali bagi kesehatan seperti yang diungkapkan oleh klaim para pendukung atau pengkonsumsinya.

air alkali 2

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mayo Clinic, air biasa dengan pH neutral merupakan cairan terbaik bagi tubuh untuk sebagian besar orang. Mayo Clinic juga mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung manfaat air alkali terhadap kesehatan.

 

Meskipun demikian, terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan manfaat air alkali bagi kesehatan dan bermanfaat pada populasi serta kondisi tertentu:

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Koufman JA menunjukkan bahwa konsumsi air dengan pH 8,8 akan membuat pepsin menjadi tidak aktif. Pepsin sendiri merupakan hormon yang berperan dalam proses pembentukan asam lambung. Berdasarkan temuan ini Koufman JA menyimpulkan bahwa air dengan pH 8,8 dapat memiliki efek teurapetik terhadap pasien dengan gangguan asam lambung dan penyakit refluks.
  2. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wang Yu-Lian menunjukkan bahwa konsumsi air alkali dapat bermanfaat bagi penderita hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi
  3. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 terhadap 100 orang yang diminta untuk mengkonsumsi air alkali menunjukkan perbedaan kadar viskositas (kekentalan) darah dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi air alkali. Kondisi ini memungkin pengantaran oksigen yang lebih baik kejaringan tubuh pada orang yang mengkonsumsi air alkali.

 

Bagaimanapun, penelitian tersebut hanya dilakukan dengan jumlah subjek penelitian yang kecil. Sehingga penelitian lebih lanjut dengan melibatkan subjek penelitian yang lebih besar harus dilakukan untuk membuktikan secara ilmiah klaim kesimpulan manfaat air alkali terhadap kesehatan. Beberapa penelitian lainnya juga belum cukup untuk memberikan bukti ilmiah bahwa air tersebut benar bermanfaat untuk kesehatan.

 

Pendukung dan pengkonsumsi air alkali mempercayai bahwa air ini bermanfaat bagi kesehatan meskipun tidak didukung oleh bukti ilmiah. Manfaat konsumsi air ini yang dipercayai oleh para pendukungnya antara lain:

  • Mencegah penuaan
  • Membersihkan saluran pencernaan
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menurunkan berat badan, dan
  • Mencegah penyakit kronik termasuk kanker

 

Klaim-klaim tersebut harus dibuktikan dengan melakukan penelitian ilmiah yang lebih lanjut sehingga didapatkan bukti bahwa air alkali bermanfaat bagi kesehatan. Selama bukti ilmiah tersebut belum diperoleh maka manfaat air alkali bagi kesehatan hanya klaim kosong atau suatu bentuk kepercayaan pengkonsumsinya semata.

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Daftar Pustaka:

  1. Koufman JA, Johnston N. Potential benefits of pH 8.8 alkaline drinking water as an adjunct in the treatment of reflux disease. Annals of Otology, Rhinology & Laryngology. 2012 Jul;121(7):431-4.
  2. Yu-lian WA. Preliminary observation on changes of blood pressure, blood sugar and blood lipids after using alkaline ionized drinking water [J]. Shanghai Journal of Preventive Medicine. 2001;12:005.
  3. Weidman J, Holsworth RE, Brossman B, Cho DJ, Cyr JS, Fridman G. Effect of electrolyzed high-pH alkaline water on blood viscosity in healthy adults. Journal of the International Society of Sports Nutrition. 2016 Nov 28;13(1):45.
fenomena lazarus

Fenomena Lazarus: Ketika Orang Mati kembali Hidup

Apa Itu Fenomena Lazarus?

Fenomena Lazarus atau sindrome Lazarus didefinisikan sebagai penundaan kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) setelah tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Dengan kata lain, pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung mengalami kembalinya aktivitas jantung.

Jantungnya telah berhenti berdetak dan dia tidak lagi bernapas. Janina Kolkeiwicz telah dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah seorang nenek berusia 91 tahun, dia memiliki hidup yang panjang. akan tetapi dia belum mengakhiri hidupnya pada saat itu. Sebelas jam kemudian, dia terbangun di ruang jenazah rumah sakit meminta untuk dibuatkan teh dan pancake. Peristiwa ini kedengarannya hal yang mustahil terjadi, tapi, Kolkiewicz adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dikatakan “bangkit dari kematian”.

 

Pada tahun 2001, seorang laki-laki berusia 66 tahun mengalami henti jantung saat menjalani pembedahan untuk kasus aneurisma abdominalis (robeknya bagian dalam pembuluh darah di perut). Setelah usaha resusitasi selama 17 menit disertasi dengan resusitasi jantung paru, defibrilasi, dan obat-obatan, tanda-tanda vital laki-laki ini gagal untuk kembali. Dia dinyatakan telah meninggal. Sepuluh menit kemudian dokter bedahnya merasakan ada denyut nadi dan operasi dilanjutkan dengan hasil yang baik.

 

Tahun 2014, seorang laki-laki berusia 78 tahun dari Missisippi dinyatakan meninggal dunia setelah perawat yang merawatnya tidak merasakan lagi denyut nadi. Keesokkan harinya, dia terbangun  dalam kantung jenazah di ruang jenazah.

Mereka adalah kisah yang luar biasa luar biasa dan terdengar lebih sesuai dengan film horor, namun peristiwa tersebut nyata dan sebutan untuk kasus semacam itu adalah sindrom Lazarus. 

fenomena lazarus

Sindrom diambil dari nama “Lazarus dari Betania”, yang sesuai dengan Perjanjian Baru Alkitab – dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus 4 hari setelah kematiannya.

Sejak 1982, ketika fenomena Lazarus pertama kali dijelaskan dalam literatur medis, setidaknya ada 38 kasus yang dilaporkan.

Menurut laporan 2007 oleh Vedamurthy Adhiyaman dan rekannya, sekitar 82 persen kasus sindrom Lazarus sampai saat ini, ROSC terjadi dalam waktu 10 menit setelah CPR dihentikan, dan sekitar 45 persen pasien mengalami pemulihan neurologis yang baik.

Tetapi sementara jumlah kasus laporan yang rendah mungkin menyoroti kelangkaan sindrom Lazarus, para ilmuwan meyakini bahwa ini jauh lebih umum daripada yang disarankan oleh penelitian.

“Fenomena Lazarus adalah kejadian yang sangat tidak dilaporkan,” catat nephrologist Dr. Vaibhav Sahni dalam laporan tahun 2016.

“Alasan untuk ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa masalah medikolegal terungkap dalam kasus yang dinyatakan meninggal yang kemudian berubah menjadi hidup,” ia menjelaskan.

“Keahlian profesional dokter untuk melakukan tindakan resusitasi dapat dipertanyakan, belum lagi fakta bahwa kejadian semacam itu dapat menyebabkan hal yang buruk di antara rekan kerja.”

“Pertanyaan lain yang timbul adalah apakah kematian pasien tertentu terjadi sebagai akibat penghentian upaya resusitasi dini atau tidak dilakukannya resusitasi lanjutan,” tambahnya.

 

 

Apa yang paling tepat menyebabkan fenomena Lazarus tetap tidak jelas, namun ada beberapa teori.

 

Apa yang mungkin menyebabkan fenomena Lazarus?

ResusitasiBeberapa peneliti menyarankan bahwa fenomena Lazarus mungkin mengarah pada penumpukan tekanan di dada yang disebabkan oleh RJP. Setelah RJP dihentikan, tekanan ini secara bertahap dapat dilepaskan dan memulai kembali aktivitas jantung.

Teori lain adalah tertundanya efek obat yang digunakan sebagai bagian upaya resusitasi, seperti adrenalin.

 

“Ada kemungkinan obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah perifer tidak cukup dikirim secara terpusat karena adanya pengembalian vena yang terganggu, dan ketika pengembalian vena membaik setelah terhentinya hiperinflasi yang dinamis, pemberian obat dapat berkontribusi untuk mengembalikan sirkulasi,” jelas Adhiyaman dan rekannya.

Hiperkalemia – dimana tingkat kalium dalam darah terlalu tinggi – merupakan penjelasan lain yang diajukan untuk fenomena Lazarus, karena dikaitkan dengan ROSC yang tertunda. Karena begitu sedikit kasus sindroma Lazarus yang dilaporkan, mengungkap mekanisme pastinya di balik kondisinya merupakan suatu hal yang rumit.

Tapi mungkin bukan terkait dengan menghidupkan kembali pasien yang harus kita pikirkan; Mungkin mereka sebenarnya tidak pernah “meninggal dunia”.

 

Kesalahan Orang Hidup kepada Orang Yang Meninggal Dunia

Benjamin Franklin pernah berkata, “Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali kematian dan pajak.” Namun, dalam kondisi klinis, sebuah deklarasi kematian tidak sepenting yang dipikirkan orang.

Pada tahun 2014 datang sebuah laporan tentang seorang wanita berusia 80 tahun yang telah “dibekukan hidup-hidup” di rumah sakit setelah dinyatakan meninggal dunia dengan cara yang salah.

Pada tahun yang sama, sebuah Rumah Sakit di New York, diserang setelah salah menyatakan seorang wanita telah mati batang otak setelah overdosis obat terlarang. Wanita itu terbangun tak lama setelah dibawa ke ruang operasi untuk pengambilan organ.

Kasus seperti ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin salah mengira seseorang meninggal?

Ada dua jenis kematian: kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis didefinisikan sebagai tidak adanya denyut nadi, denyut jantung, dan pernapasan, sementara kematian biologis didefinisikan sebagai tidak adanya aktivitas otak.

Melihat definisi ini, Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang meninggal – namun dalam beberapa kasus, tidak sesederhana itu.

 

Ada sejumlah kondisi medis yang bisa membuat seseorang “tampak” seperti telah mati.

 

Hipotermia, katalepsi, dan sindrom terkunci (locked-in syndrome)

Salah satu kondisi tersebut adalah hipotermia, dimana tubuh mengalami penurunan suhu yang tiba-tiba, berpotensi fatal, biasanya disebabkan oleh paparan dingin yang berkepanjangan.

Hipotermia dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan melambat, sampai titik di mana hampir tidak terdeteksi. Sampai saat ini dipercaya bahwa hipotermia menyebabkan kematian bayi yang baru lahir di Kanada pada tahun 2013.

hipotermia

Bayi yang dimaksud lahir di trotoar dalam suhu dingin yang membekukan. Dokter tidak dapat mendeteksi denyut nadi, dan bayinya dinyatakan meninggal. Dua jam kemudian, bayi mulai bergerak.

Dr. Michael Klein, dari Universitas British Columbia di Kanada, mengatakan bahwa paparan bayi terhadap suhu dingin semacam itu dapat menjelaskan situasinya. “Seluruh sirkulasi akan berhenti tapi kondisi neurologis anak bisa terlindungi oleh suhu dingin.”

Katalepsi dan sindrom terkunci adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa salah dinyatakan meninggal.

Katalepsi ditandai oleh keadaan seperti trans, pernapasan melambat, berkurangnya kepekaan, dan imobilitas sempurna, yang bisa berlangsung dari beberapa menit sampai minggu. Kondisi itu mungkin timbul sebagai gejala kelainan neurologis seperti epilepsi dan penyakit Parkinson.

Dalam sindrom terkunci, pasien sadar akan lingkungan sekitar mereka, namun mereka mengalami kelumpuhan lengkap otot otonom, kecuali otot yang mengendalikan gerakan mata.

Pada tahun 2014, The Daily Mail melaporkan pada wanita Inggris berusia 39 tahun Kate Allatt, yang memiliki sindrom terkunci.

Tanpa sadar kondisinya, dokter menyatakan otaknya mati. Petugas medis, keluarga, dan teman-teman berdiri di samping tempat tidurnya dan mendiskusikan apakah ingin melepas alat yang memberikan dukungan hidupnya atau tidak. Allatt mendengar semuanya, tapi dia tidak bisa mengatakan pada mereka bahwa dia benar-benar sadar.

“Sindrom Locked-in seperti dikubur hidup-hidup,” kata Allatt. “Anda bisa berpikir, Anda bisa merasakan, Anda bisa mendengarnya, tapi Anda sama sekali tidak bisa berkomunikasi sama sekali.”

 

Mengkonfirmasi kematian tanpa keraguan

Jika artikel ini telah membuat bulu kuduk anda berdiri, jangan takut; Sindrom Lazarus sangat jarang terjadi, seperti kemungkinan dinyatakan meninggal dunia secara salah.

Konon, fakta bahwa kasus semacam itu bahkan telah terjadi telah menimbulkan pertanyaan tentang pengakuan dan konfirmasi kematian secara klinis.

Menurut Adhiyaman dan rekannya, beberapa peneliti telah menyarankan bahwa pasien harus “dipantau secara pasif” selama 10 menit setelah kematian, karena ini adalah kerangka waktu dimana ROSC tertunda kemungkinan besar akan terjadi.

“Kematian seharusnya tidak disertifikasi pada pasien manapun segera setelah menghentikan CPR,” tulis para peneliti, “dan sebaiknya tunggu setidaknya 10 menit, jika tidak lama lagi, untuk memastikan dan memastikan kematian tanpa keraguan.”

Jika menyangkut donasi organ, peneliti lain mencatat bahwa menunggu selama 10 menit untuk melihat apakah ROSC mungkin terjadi dapat merugikan.

Pedoman saat ini merekomendasikan pengamatan 2 sampai 5 menit setelah jantung berhenti berdetak sebelum menyatakan kematian; Semakin lama aliran darah ke organ tubuh terhenti, semakin kecil kemungkinannya untuk mendapatkan organ tersebut dapat menjadi organ donor.

Dengan pemikiran ini, tidak mungkin protokol seputar konfirmasi kematian akan berubah dalam waktu dekat.

Namun, profesional kesehatan dan peneliti sama-sama sepakat bahwa pada hari ini dan usia, dokter memiliki keahlian dan peralatan medis untuk menentukan kapan pasien telah meninggal dunia.

 

Artikel ini sepenuhnya diterjemahkan dari:

The Lazarus phenomenon: When the ‘dead’ come back to life

fakta kedokteran

Fakta Kedokteran Yang Belum Anda Ketahui

Setiap orang pasti menginginkan untuk dapat hidup sehat dan panjang umur. Untuk mempermudah kita dalam mencapai tujuan tersebut terkadang kita juga perlu mengetahui dan mengevaluasi mitos di bidang kesehatan atau kedokteran. Selain itu, kita juga perlu mempelajari fakta kedokteran dibalik mitos tersebut. Mitos pada bidang kedokteran akan menghambat kita dari berpikir fokus terhadap suatu isu nyata dibidang kedokteran.

Pada kesempatan kali ini, melalui artikel ini, saya akan menampilkan beberapa fakta kedokteran yang belum kita ketahui atau selama ini hanya menjadi sebuah mitos.

Nyamuk adalah seranga paling mematikan di bumi

Nyamuk Anopheles betina seharusnya mendapatkan penghargaan sebagai “binatang paling mematikan di bumi“.

Penghargaan tersebut diberikan karena peran nyamuk tersebut terhadap lebih dari 300 juta kasus malaria pertahun yang menyebabkan kematian pada kurang lebih 1,2 juta jiwa.

fakta kedokteranTerdapat lebih dari 3000 spesies nyamuk, 200 di antaranya terdapat di Amerika dan sisanya di benua lainnya. Tapi, tidak semua spesies nyamuk tersebut menularkan penyakit. Salah satu negara dengan jumlah spesies nyamuk vektor penyakit terbanyak adalah Indonesia.

Selain malaria, nyamuk juga menjadi vektor untuk berbagai penyakit lainnya seperti demam kuning, ensefalitis (radang otak), elephantiasis (kaki gajah) dan penyakit lainnya. Nyamuk lebih aktif pada malam hari. Alangkah baiknya apabila kita melindungi diri dengan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh lengan dan kaki atau menggunakan lotion pencegah gigitan nyamuk pada malam hari. Jangan lupa pula untuk melakukan tindakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur) sumber-sumber air yang dapat menjadi lingkungan perkembangbiakan nyamuk.

 

Tidak Ada Obat yang Dapat Menyembuhkan Herpes Genitalis

Herpes genitalis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh herpes virus yang menginfeksi sekitar alat kelamin. Ketika seseorang mengidap penyakit herpes genitalis maka orang tersebut akan menderita penyakit itu sepanjang hidupnya. Akan tetapi, sepertiga dari populasi penderita herpes genitalis tidak mengalami episode munculnya gejala herpes genitalis yang kedua. Populasi ini akan berpikir bahwa mereka telah sembuh dan tidak mengetahui bahwa mereka masih dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Saat ini, terdapat berbagai jenis obat yang digunakan sebagai terapi anti viral untuk penyakit herpes genitalis. Valasiklovir, Famsiklovir, dan Asiklovir merupakan beberapa dari jenis obat tersebut. Obat anti virus tersebut ketika diberikan memiliki 2 efek utama, yaitu: Mengobati gejala yang muncul dan sebagai terapi supresif dengan cara menekan/mengurangi jumlah virus yang ada sehingga gejala penyakit tidak muncul kembali.

 

Sampai saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menyatakan bahwa infeksi herpes genitalis dapat disembuhkan secara permanen dengan pemberian obat antiviral.

 

Pemberian Vitamin C Tidak Mempengaruhi Penyembuhan Flu

Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang paling sering diresepkan. Vitamin C seringkali diberikan pada pasien yang menderi Flu atau Common Cold. Akan tetapi, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terdapat outcome yang lebih baik untuk pemberian vitamin C pada pasien Flu.

fakta kedokteranVitamin C tidak dapat memberikan proteksi dari common cold. Peneliti dari Universitas Nasional Australia dan Universitas Helsinki telah melakukan tinjauan terhadap 30 penelitian yang dilakukan selama beberpa dekade terakhir yang melibatkan lebih dari 11 ribu pasien yang diberikan vitamin C dengan dosis 2 gram. Dosis tersebut 4 kali lipat daripada dosis vitamin C sebagai suplemen yaitu 500 mg.

 

 

Analisis para peneliti menemukan bahwa vitamin C (asam askorbat) tidak dapat mencegah terjadinya flu dan tidak mengurangi durasi flu atau menurunkan tingkat keparahan flu.

Jadi, pesan untuk kita semua, silakan pikirkan kembali untuk menerima atau memberikan resep vitamin C pada pasien flu. Vitamin C yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan untuk jangka waktu yang lama dapat membahayakan. Salah satu efek samping yang paling sederhana akibat konsumsi Vitamin C dalam dosis berlebihan adalah munculnya diare. Diare tentu saja berbahaya bagi anak-anak atau lansia.

 

Alergi Juga Dapat Menyebabkan Kematian

Sebagian besar alergi tidak berbahaya. Akan tetapi, sebagian kecil dapat mematikan. Anafilaksis merupakan respons alergi paling parah (namun paling jarang terjadi). Sepuluh hingga lima belas persen dari seluruh populasi di dunia dapat mengalami reaksi anafilksis. Reaksi ini muncul karena disebabkan oleh beberapa alergen seperti gigitan serangga, debu, beberapa vaksin, obat dan beberapa makanan.fakta kedokteran

Anafilaksis bersifat akut dan terjadi sangat dalam waktu yang sangat cepat. Selain itu, reaksi alergi ini bersifat sistemik, mempengaruhi hampir seluruh sistem organ pada tubuh kita. Gejala yang tampak pada anafilaksis adalah kesulitan bernapas, nadi cepat, pembengkan pada mukosa, dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan gejala syok dan menyebabkan sistem kardiovaskular tidak dapat berfungsi dengan baik (syok anafilaksis).

Syok anafilaksis inilah yang paling sering menyebabkan kematian pada kasus reaksi alergi.

Itulah beberapa fakta kedokteran yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Sebagian besar fakta kedokteran tersebut mungkin sudah kita ketahui dan semoga dapat menambah pemahaman kita seputar berbagai penyakit yang sering terjadi dan menyingkirkan mitos-mitos seputar kedokteran.

Sumber:

Snyderman NL. Medical Myths That Can Kill You. New York: Crown Publisher. 2015.