Featured Image sistem kardiovaskular

Pada Anatomi Sistem Kardiovaskular kita akan belajar tentang struktur jantung serta pembuluh darah.

Jantung
Jantung (servier.com)

Jantung adalah salah satu organ penting. Organ ini terdiri dari 4 ruang dan 4 katup. Ruang tersebut tersusun atas 2 atrium dan 2 ventrikel.

 

Jantung bagian kiri memompa darah menuju sirkulasi sistemik dan jantung kanan memompa darah menuju sirkulasi pulmoner.

 

Otot jantung mendapatkan aliran darah dari arteri koroner kanan dan kiri dan cabang-cabangnya. Kedua arteri koroner tersebut merupakan percabangan dari sinus aorta.

 

Mari kita mengenal lebih dekat tentang jantung terlebih dahulu.

 

Anatomi Sistem Kardiovaskular: Jantung

Ruang Jantung

Jantung adalah organ muskular (berotot) pada rongga toraks yang memompa darah melalui pembuluh darah pada tubuh.

 

Organ ini terdiri dari 4 ruang, yaitu: 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung juga terbagi menjadi 2 bagian, jantung kanan dan kiri. Masing-masing bagian memiliki 1 atrium dan 1 ventrikel.

 

Septum interventricularis adalah sekat antara ventrikel kanan dan kiri. Septum interatrialis adalah sekat antara atrium kanan dan kiri.

 

Jantung dan pembuluh darah membentuk sistem organ yaitu: sistem kardiovaskular.

  • Atrium kanan menerima darah deoksigenasi (miskin oksigen) dari tubuh melalui vena cava superior dan inferior. Atrium kanan kemudian memompa darah ke ventrikel kanan.
  • Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan memompa darah tersebut ke trunkus pulmonalis yang mengarah ke Paru.
  • Atrium kiri menerima darah kaya oksigen (teroksigenasi) dari Paru melalui Vena Pulmoner dan memompa darah melalui ventrikel kiri.
  • Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan kemudian memompa darah dari Aorta. Jantung kemudian memompa darah melalui sirkulasi sistemik (seluruh tubuh) dan kembali ke atrium kanan.
Anatomi Jantung
Anatomi Jantung (Wapcaplet / CC BY-SA)

Anatomi Jantung: Katup Jantung

Atrium dan ventrikel terpisah oleh sebuah katup. Katup ini disebut sebagai katup atrioventricular.

  • Trikuspid merupakan nama katup pada sisi kanan jantung. Katup ini terdiri dari 3 daun katup (leaflets).
  • Mitral merupakan nama katup pada sisi kiri jantung. Katup mitral terdiri dari 2 daun katup (leaflets).
Baca Juga!  Jangan Kuliah Kedokteran Sebelum Tahu Topik Ini

Chordae tendineae adalah jaringan ikat berbentuk mirip benang atau tali yang melekatkan daun katup (leaflets) atrioventricular pada dinding ventrikel.

 

Jaringan ikat ini mencegah prolaps katup (darah kembali mengalir kembali ke atrium) selama fase sistolik.

 

Fase sistolik adalah kondisi ketika ventrikel berkontraksi dan tekanan dalam ventrike meningkat.

 

Papillary muscles atau muskulus Papilaris adalah otot pada dinding ventrikel dan menjadi penahan serta melekatkan Chordae tendineae. Otot ini membantu Chordae tendineae untuk mencegah prolaps katup.

Katup semilunar adalah katup pemisah antara ventrikel dan arteri. Terdapat 2 katup semilunar, yaitu:

  • katup pulmonal pada sisi kanan jantung
  • katup aorta pada sisi kiri jantung

Kedua katup ini memiliki 3 daun katup (leaflets).

Masalah pada katup dapat menyebabkan turbulensi aliran darah. Gangguan aliran darah ini dapat terdengar melalui pemeriksaan auskultasi sebagai bising jantung atau murmur.

 

Perikardium: Lapisan Pelindung Jantung

Pada anatomi sistem kardiovaskular, terdapat lapisan yang melindungi jantung. Lapisan ini adalah perikardium.

 

Perikardium adalah kantong jaringan ikat fibrosa yang menyelubungi jantung serta pembuluh darah besar (aorta dan trunkus pulmonaris). Lapisan pelindung jantung ini terdiri dari 3 lapis:

  1. Fibrosa adalah lapisan paling luar. Lapisan ini keras dan kaku.
  2. Serosa terdiri dari lapisan luar dan dalam, yaitu: lapisan Parietal dan lapisan viseral. Keduanya terbentuk dari jaringan mesotelium.
  • Parietal adalah nama lapisan yang menempel pada lapisan fibrosa
  • Viseral adalah nama lapisan melekat pada miokardium (otot jantung). Epicardium adalah nama lain untuk lapisan viseral.
  • Cavitas perikardial terbentuk antara kedua laposan serosa dan mengandung sedikit cairan perikardium (serosa). Cairan ini berperan sebagai pelumas perikardium untuk mengurangi friksi (gesekan).
Dinding Jantung dan Perikardium
Dinding Jantung dan Perikardium (OpenStax College / CC BY)
Perikardium dan Rongga Perikardium
Perikardium dan Rongga Perikardium ((Connexions / CC BY))

Anatomi Sistem Kardiovaskular: Struktur Pembuluh Darah

Pembuluh darah besar memiliki 3 lapisan. Lapisan tersebut adalah Tunika:

  1. Intima – terdiri dari endotel dan lamina elastika interna
  2. Media – terdiri dari otot polos dengan serabut elastis. Lapisan ini berperan dalam vasokontriksi dan vasodilatasi pembuluh darah.
  3. Adventisia (atau lapisan eksterna) – tersusun atas jaringan ikat yang mengandung kolagen dan serat elastin. Lapisan ini membantu melekatkan pembuluh darah ke struktur terdekat.
Baca Juga!  Anatomi Tubuh Manusia Dasar & Terminologi Anatomi

 

Pada anatomi sistem kardiovaskular, pembuluh darah terdiri dari pembuluh darah arteri dan vena.

 

Arteri merupakan pembuluh darah dengan tekanan darah yang tinggi. Sementara vena memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Perbedaan tekanan ini menyebabkan sedikit perbedaan struktur keduanya.

 

Perbedaan tersebut antara lain:

  • Arteri memiliki dinding otot yang lebih tebal (tunika media) dari vena.
  • Vena memiliki katup untuk mencegah aliran balik darah.
  • Arteri memiliki lumen yang lebih kecil karena harus menjaga tekanan darah tetap tinggi, tetapi vena memiliki lumen yang lebih besar.

 

Arteri menjadi lebih kecil saat mereka bergerak menuju bantalan kapiler. Kapiler adalah pembuluh darah terkecil.

 

Kapiler terdiri dari satu lapisan sel endotel pipih yang dikelilingi oleh membran basal. Ada celah kecil antara sel-sel yang disebut fenestrasi. Fenestrasi memungkinkan pertukaran substansi antara kapiler dan interstitium.

 

Secara umum ada tiga jenis kapiler:

  • Kontinu – sebagian besar lapisan endotelium tidak terputus dengan beberapa celah kecil antara sel (celah antar sel). Membran basal sama sekali tidak terputus.
  • Fenestrated – endotel berisi sejumlah lubang kecil (fenestrasi) serta celah antar sel.
  • Sinusoid – hanya ditemukan pada hati, limpa dan sumsum tulang. Ada celah antarsel yang besar antara sel-sel endotelium dan membran basal tidak lengkap.
Jenis-Jenis Kapiler pada Anatomi Sistem Kardiovaskular
Jenis-Jenis Kapiler pada Anatomi Sistem Kardiovaskular (OpenStax College / Public domain)

 

Kapiler menyatu untuk membentuk vena yang kemudian berjalan menuju jantung. Vena menjadi lebih besar dan mampu membawa lebih banyak darah.

 

Anatomi Sistem Kardiovaskular: Arteri Koroner

Arteri koroner kiri dan kanan muncul dari sinus aorta kiri dan kanan pada dinding aorta tepat di atas daun katup aorta. Arteri koroner adalah cabang pertama aorta.

 

Pembuluh darah koroner kanan mengelilingi jantung ke aspek posterior menjadi arteri decendens yang turun ke posterior (pada beberapa orang, arteri decendens posterior muncul dari arteri sirkumfleks kiri). Dalam perjalanannya arteri ini bercabang menjadi cabang nodus sino-atrium, dan cabang marginalis kanan.

 

Arteri koroner kiri bercabang menjadi arteri decendens anterior kiri dan arteri sirkumfleksa kiri pada aspek medial jantung. Dari sini, arteri sirkumfleksa berputar ke bagian belakang jantung, dan melepaskan cabang marginalis kiri.

Baca Juga!  Serangan Jantung Koroner: Edukasi Pasien

 

Berbagai aspek jantung disuplai oleh arteri koroner tertentu:

  • Aspek lateralarteri sirkumfleksa
  • Inferiorarteri koroner kanan
  • Anteriorarteri koroner kanan
  • Septumdecendens anterior kiri
Arteri Koroner pada Anatomi Sistem Kardiovaskuler
Arteri Koroner pada Anatomi Sistem Kardiovaskuler (Coronary.pdf: Patrick J. Lynch, medical illustratorderivative work [1]: Fred the Oyster (talk)adaption and further labeling: Mikael Häggström / CC BY-SA)
Vena koroner atau sinus coronarius (vena koroner magna, media dan varva) mengalir ke sinus koroner yang bermuara ke atrium kanan.

Vena Koroner
Vena Koroner (Henry Vandyke Carter / Public domain)

 

Pembuluh Darah Sistemik

Ventrikel kiri akan memompa darah keluar dari jantung melalui aorta. Aorta ascendens akan membentuk lengkungan (arcus aorta) sebelum menjadi aorta decendens dan terus turun hingga ke abdomen.

 

Arcus aorta memiliki 3 cabang pembuluh darah utama, yaitu:

  • Trunkus brachiocephalica
  • Arteri carotis communis sinistra
  • Arteri carotis subklavia sinistra

 

Ketiga cabang ini memberikan suplai darah pada bagian kepala dan tungkai atas (lengan dan tangan).

 

Trunkus brachiocephalica akan terbagi menjadi arteri subklaiva dextra dan arteri carotis communis dextra.

 

Aorta decendens terbagi menjadi 2 bagian yaitu: pars thoracalis dan pars abdominalis. Dalam perjalanan aorta decendens memiliki berbagai cabang yang memperdarahi berbagai organ.

 

Pada setingkat vertebra lumbalis IV (L4) aorta akan bercabang menjadi arteri iliaka communis sinistra dan dextra yang memberikan perdarahan pada tungkai bawah (paha, betis, dan kaki).

 

Darah vena kembali ke jantung melalui vena dengan mengikuti jalur yang mirip dengan arteri. Darah akan masuk melalui vena cava inferior dan vena cava superior yang bermuara pada atrium kanan.

Diagram Arteri Utama Pada Tubuh
Diagram Arteri Utama Pada Tubuh (OpenStax College / CC BY)
Vena Utama Pada Tubuh
Vena Utama Pada Tubuh (OpenStax College / CC BY)

Referensi

Klik di Sini

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Menyadari betapa pentingnya berorganisasi untuk meningkatkan softskill selain mengikuti pendidikan formal, semasa kuliah dr. Rifan aktif mengikuti organisasi pada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Lembaga Dakwah Fakultas FK Unsyiah, Asian’s Medical Student Association, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, dan pernah diberikan amanah untuk memimpin Unit Kegiatan Mahasiswa Cendekia Unsyiah yang berfokus pada bidang penalaran, penelitian serta pengembangan diri mahasiswa.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.