Featured Picture Nyeri Telinga Selama Penerbangan

Pencegahan Nyeri Telinga Selama Penerbangan

Nyeri telinga selama penerbangan merupakan salah satu masalah yang sering dialami. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja yang sedang berpergian menggunakan pesawat terbang.

nyeri telinga selama penerbangan

Nyeri telinga selama penerbangan ini sebenarnya merupakan salah satu kondisi trauma. Nyeri telinga selama penerbangan ini disebut juga sebagai barotrauma telinga atau airplane ear.

 

Kondisi ini dapat terjadi karena gangguan keseimbangan tekanan pada gendang telinga, tuba eustachius (saluran kecil yang menghubungkan telinga bagian tengah dan tenggorokan) dan struktur telinga lainnya dengan dilingkungan sekitarnya.

 

Anda dapat mengalami nyeri telinga selama penerbangan ketika ketinggian pesawat mulai naik atau turun.

 

Perubahan ketinggian yang cepat menyebabkan tekanan udara di lingkungan juga berubah dengan cepat.

 

Sementara tekanan udara pada bagian telinga tengah tidak dapat menyesuaikan kondisi ini sama cepatnya dengan perubahan ketinggian tersebut.

 

Tanda dan gejala nyeri telinga karena pendengaran

Gejala yang dapat dialami oleh orang-orang yang mengalami kondisi ini antara lain:

  • Nyeri pada satu atau kedua telinga
  • Sedikit hilang pendengaran
  • Rasa tersumbat pada satu atau kedua telinga

 

Gejala ini dirasakan karena tekanan udara pada telinga tengah meningkat atau menurun dan mendorong atau menarik gendang telinga.

 

Dorongan ini akan mengakibatkan gendang telinga menonjol ke arah daun telinga. Sedangkan tarikan akan mengakibatkan gendang telinga menjadi cekung dan tertarik ke arah telinga tengah.

 

Selain karena naik pesawat, barotrauma telinga ini juga dapat terjadi pada penyelam skuba.

 

Nyeri telinga pada penyelaman ini dapat terjadi ketika tekanan air di luar telinga lebih besar dibandingkan dengan tekanan di telinga tengah.

 

Risiko nyeri telinga selama penerbangan

Setiap kondisi yang dapat mengganggu fungsi telinga tengah dapat meningkatkan kemungkinan risiko nyeri telinga selama penerbangan.

 

Faktor risiko tersebut antara lain:

  • Hidung tersumbat
  • Alergi
  • Pilek
  • Infeksi tenggorokan
  • Infeksi telinga

 

Meskipun demikian, pilek dan infeksi pada telinga atau tenggorokan tidak menjadi alasan untuk mengubah jadwal penerbangan atau menunda penerbangan Anda.

 

Lalu, apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi risiko nyeri telinga selama penerbangan ini.

 

Pengobatan Rumahan Untuk Mencegah Nyeri Telinga Selama Penerbangan

Untuk mencegah atau mengurangi gejala dari kondisi ini maka terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

 

Tindakan tersebut antara lain:

 

1. Mengonsumsi Dekongestan

Dekongestan adalah golongan obat yang dapat melebarkan saluran napas.

 

Beberapa jenis obat yang termasuk dalam golongan dekongestan ini adalah:

  • Pseudoefedrin Sulfat
  • Pseudoefedrin Hidroklorida

 

Obat ini dapat beli sebagai obat bebas terbatas dan biasanya dikombinasikan dengan obat anti histamin seperti loratadin atau desloratadin.

 

Mengonsumsi dekongestan 30 menit sampai 1 jam sebelum lepas landas atau 30 menit sampai 2 jam sebelum mendarat dapat mencegah penyumbatan tuba eustachius.

 

Jika Anda menderita penyakit jantung, gangguan irama jantung, tekanan darah tinggi, atau mengalami kemungkinan interaksi obat karena menggunakan berbagai jenis obat rutin lainnya, hindari penggunaan obat ini.

 

Anda dapat mengonsumsi obat ini untuk mencegah nyeri telinga selama penerbangan atas persetujuan dokter.

 

2. Isap Permen atau Kunyah Permen Karet

Dengan mengisap permen atau mengunyah permen karet maka akan mendorong terjadinya proses menelan.

 

Meskipun hanya proses menelan air liur, proses ini dapat membuka saluran tuba  eustachius.

 

Pembukaan tuba ini akan mengembalikan keseimbangan tekanan udara antara telinga tengah dan lingkungan.

 

3. Jangan tidur selama pesawat take off atau landing

Jika Anda tertidur Anda tidak dapat melakukan beberapa teknik untuk mengembalikan keseimbangan tekanan pada telinga tengah.

 

Bila Anda terjaga Anda masih dapat mengunyah permen karet atau mengisap permen.

 

Atau Anda dapat pula melakukan teknik manuver valsava.

 

4. Lakukan manuver valsava

Manuver valsava ini adalah sejumlah tindakan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan sumbatan pada telinga.

 

Langkah-langkah melakukan manuver valsava adalah:

  • Tutup mulut Anda
  • Pencet kedua lubang hidung Anda menggunakan ibu jari dan jari telunjuk
  • Perlahan tiup seolah-olah meniup hidung Anda tanpa membuka mulut dan lubang hidung Anda.
  • Tiup hingga seperti terdengar suara “pop” pada telinga Anda.
  • Bila Anda dapat melakukan manuver ini sambil menelan maka akan lebih baik.

 

Manuver ini dapat Anda lakukan beberapa kali untuk menyamakan tekanan telinga Anda dengan kabin pesawat.

 

Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat cara malakukan manuver valsava pada video youtube berikut.

 

5. Gunakan penyumbat telinga

Penyumbat telinga khusus dapat menyaring udara dan menyamakan tekanan pada gendang telinga selama ketinggian pesawat naik atau turun.

sumbat telinga

Anda dapat menemukan penyumbat telinga khusus ini pada toko obat, toko suvenir bandara, atau apotek di daerah Anda.

 

6. Khusus untuk bayi dan anak-anak beri mereka minuman

Minum air atau memberikan ASI atau susu selama ketinggian pesawat naik atau turun dapat mendorong proses menelan.

nyeri telinga pada bayi

Beri botol atau dot kepada anak untuk mendorong proses menelan.

 

Dekongestan tidak boleh diberikan kepada anak kecil atau bayi untuk mencegah kondisi nyeri telinga selama penerbangan.

 

 

Kapan Anda Harus Mendapatkan Bantuan Medis

pemeriksaan nyeri telinga

Biasanya, kondisi nyeri telinga selama penerbangan ini dapat Anda atasi sendiri menggunakan beberapa tips di atas.

 

Selain itu, gejala rasa penuh atau redam pada pendengaran dapat berlangsung selama sekitar 1 jam.

 

Bila gejala bertahan hingga lebih dari 1 jam atau jika Anda mengalami gejala atau tanda apa pun yang Anda rasa berat maka segera hubungi dokter Anda.

 

Semoga bermanfaat.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan kondisi ini silakan menuliskannya di kolom komentar. Kami akan senang hati menanggapi pertanyaan Anda.

 

 

Diagnosis Adalah Kunci Pengobatan Penyakit

Bila merujuk kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia, diagnosis adalah  penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya. Diagnosis dapat pula berarti pemeriksaan terhadap suatu hal.

diagnosis adalah

Dalam bidang kedokteran, diagnosis adalah upaya yang dilakukan oleh dokter dalam melakukan analisa keluhan subjektif dan temuan objektif pada pasien untuk menentukan penyakit pasien.

 

Pendekatan diagnosis adalah suatu hal yang terkadang sulit dilakukan. Karena banyaknya jenis penyakit tertentu yang memiliki gejala saling tumpang tindih.

 

Oleh karena hal ini, langkah pertama yang penting dilakukan oleh dokter adalah membuat daftar diagnosis banding dan daftar masalah dengan deskripsi terperinci.

 

Diagnosis adalah hal yang sangat penting. Tidak hanya untuk prognosis (ramalan/kemungkinan tentang peristiwa yang akan terjadi, khususnya yang berhubungan dengan penyakit atau penyembuhan setelah operasi) tapi juga untuk rencana pengobatan.

 

Diagnosis yang baik juga harus selalu ditinjau kembali. Penyakit sekunder, komplikasi, dan efek samping dapat menjadi diagnosis tambahan saat merawat pasien.

 

Seperti yang disebutkan di atas, diagnosis harus ditentukan berdasarkan diagnosis banding. Tujuan dari diagnosis banding adalah untuk menunjukkan penyakit apa yang dapat terjadi.

 

Dalam kebanyakan kasus, ada banyak kemungkinan dan faktor tambahan. Faktor tambahan ini termasuk:

  • Frekuensi penyakit
  • Usia pasien
  • Gejala sekunder

 

Seluruh komponen ini harus selalu diperhitungkan ketika melakukan diagnosis.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran diagnosis banding berdasarkan kelompok penyakit.

 

 

Mengapa Diagnosis Adalah Kunci Pengobatan?

diagnosis adalah kunci

Ketika melakukan proses diagnosis, pada awalnya sangat tidak mungkin mengidentifikasi diagnosis yang sebenarnya hanya dari gambaran klinis.

 

Biasanya diagnosis dapat ditentukan setelah temuan yang relevan terkait suatu penyakit hadir (misalnya tanda spesifik atau pemeriksaan penunjang).

 

Diagnosis banding terkadang harus puas disusun dengan klasifikasi salah satu kelompok penyakit saja.

 

Dalam semua kasus penyakit yang tidak jelas, pertimbangan selalu disusun berdasarkan kelompok penyakit tersebut bukan diagnosis pasti penyakitnya.

 

Bila diagnosis pasti belum dapat ditentukan, rencana pengobatan hanya pada upaya untuk meredakan gejala penyakit yang dirasakan oleh pasien.

 

Target pengobatan tidak tepat saran. Berbeda bila diagnosis penyakit telah dapat ditegakkan.

 

Inilah yang menjadikan diagnosis adalah kunci dalam pengobatan penyakit.

 

Karena proses diagnosis merupakan hal yang terkadang tidak mudah. Mari mengenali beberapa deskripsi kelompok penyakit tertentu yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosis banding.

 

 

Kelompok Penyakit Kondisi Degeneratif

 

penyakti degeneratif

Kelompok penyakit ini ditandai dengan perubahan irreversibel yang progresif lambat pada pembuluh darah dan jaringan ikat. Salah satunya adalah peristiwa arteriosklerosis, yang menyebabkan kerusakan pada organ (jantung, otak, ginjal) dan arteri perifer, dan arthrosis adalah gambaran klinis yang paling sering diamati dalam praktek medis saat ini, terutama pada orang tua.

 

 

Kelompok Penyakit Infeksi

penyakit sistem imun

Peradangan atau inflamasi secara klasik ditandai oleh:

  1. rubor (memerah),
  2. calor (panas),
  3. tumor (pembengkakan),
  4. dolor (nyeri), dan
  5. functio laesa (hilangnya fungsi).

 

Demam, pemeriksaan hitung darah, peningkatan protein C-reaktif, dan peningkatan laju endap darah sering dikaitkan dengan infeksi.

 

Namun, tidak adanya gejala-gejala ini tidak mengesampingkan kemungkinan infeksi (mis., Infeksi virus).

 

Selain itu, penyakit lain dapat dipertimbangkan dengan adanya 5 tanda inflamasi tersebut (misalnya Penyakit kolagen atau tumor).

 

 

Kelompok Penyakit Yang Dimediasi Oleh Sistem Imun

penyakit infeksi

Kolagenosis dan vaskulitis termasuk dalam kelompok penyakit ini (lupus eritematosus sistemik, dermatomiositis, sklerodermia, polymyositis, periarteritis nodosa, granulomatosis Wegener, alergi vaskulitis, dan lain-lain).

 

Penyakit-penyakit ini dapat dikenali secara klinis oleh keterlibatan simultan berbagai organ. Effloresensi (perubahan tidak normal) kulit dan arthropathi sering menjadi gejala klinis yang paling sering ditemui.

 

Pada saat yang sama perubahan pada fungsi ginjal, paru-paru, otot, dan jantung terkadang menjadi sangat jelas.

 

Kompleks imun, hasil dari antigen yang berbeda (misalnya Bakteri, virus, substansi tubuh seperti DNA, ribo-nukleoprotein, dan obat-obatan) memainkan peran penting, meskipun saat ini hanya sebagian yang dipahami.

 

Hasil uji laboratorium biasanya menunjukkan tingkat sedimentasi eritrosit meningkat, anemia, dan perubahan hematologi lainnya.

 

Secara praktis semua penyakit dari antibodi anti-nuklear semacam ini dapat ditemukan.

 

Beberapa penyakit di mana autoantibodi memainkan peran penting tercantum dalam Tabel berikut.

 

Contoh Penyakit Autoimun

Organ yang Terlibat Penyakit
Saluran Pencernaan ·       Pernicious anemia,

·       Celiac disease/sprue,

·       Colitis ulcerosa,

·       Crohn disease

Darah ·       Immune thrombopenia (ITP),

·       Thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP),

·       Autoimmune hemolytic anemia,

·       Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria,

·       Secondary cryoglobulinemia

Ginjal ·         Postinfectious glomerulonephritis,

·         IgA nephropathy,

·         Goodpasture syndrome,

·         Syndromes characterized by purpura, arthritis, nephropathy,

·         Periarteritis nodosa

Sistem Endokrin ·         Autoimmune thyroiditis (Hashimoto),

·         Basedow disease,

·         Addison disease,

·         Diabetes mellitus (type 1),

·         Idiopathic hypoparathyroidism,

·         Polyglandular deficiency syndrome (Schmidt syndrome),

·         Infertility caused by antibodies,

·         Premature ovarian failure

Sistem Saraf Pusat ·         Myasthenia gravis,

·         Mononeuritis multiplex,

·         Multiple sclerosis,

·         Guillain−Barré syndrome,

·         Amyotrophic lateral sclerosis,

Sendi, Otot, & Jaringan Ikat ·         Chronic polyarthritis,

·         Visceral lupus erythematosus,

·         Sjögren syndrome,

·         Scleroderma (including CREST),

·         Thromboangitis obliterans,

·         Bechterew disease,

·         Behçet disease,

·         Polymyalgia rheumatica,

·         Arteritis temporalis

Kulit ·         Cutaneous lupus erythematosus,

·         Chronic diskoid lupus erythematosus,

·         Alopecia areata,

·         Vitiligo,

·         Pemphigus vulgaris,

·         Dermatitis herpetiformis Duhring,

·         Schoenlein−Henoch purpura

Paru-paru ·         Wegener granulomatosis,

·         Churg−Strauss syndrome

Liver (Hati) ·         Autoimmune hepatitis,

·         Primary biliary cirrhosis,

·         Sclerosing cholangitis

 

 

Tumor

Diagnosis Sangkaan Tumor

 

Gejala dengan onset lambat hingga sangat lambat, kelelahan, penurunan berat badan, dan gejala umum menyebar di usia menengah dan lanjut adalah penyebab kecurigaan tumor.

 

Gejala lokal dapat tidak muncul untuk jangka waktu yang panjang.

Penting untuk mengetahui perbedaan frekuensi tumor menurut jenis kelamin seperti gambar di bawah ini.

 

Infografis kanker Indonesia tahun 2018 ini juga menunjukkan insiden dan prevalensi kanker di Indonesia.

Infografis Kanker Indonesia 2018

Infografis Kanker Indonesia 2018 (https://whitecoathunter.com)

 

Suhu tubuh bisa dalam kisaran subfebris.

 

Tingkat sedimentasi eritrosit dapat meningkat. Anemia dan jumlah trombosit yang meningkat juga dapat terjadi.

 

 

Penanda Tumor Sebagai Bantuan Diagnosis

Skrining untuk penanda tumor tidak sesuai karena sensitivitas dan spesifisitas rendah. Terkecuali untuk prostate-specific antigen (PSA) yang merupakan penanda tumor prostat.

 

Namun beberapa penanda digunakan untuk tindak lanjut setelah terapi dan untuk klasifikasi stadium kanker.

 

Beberapa penanda tumor tersebut antara lain:

  • α-fetoprotein: Hepatocellular carcinoma
  • α-fetoprotein: Ovarian tumors
  • β-HCG, LDH: Nonseminomatous testicular cancer
  • β-HCG, LDH: Testicular seminoma
  • β2-Microglobulin: Multiple myeloma
  • CA 15−3: Breast cancer
  • CA 19−9: Colon carcinoma
  • CA 125: Ovarian carcinoma
  • CEA: Colon and rectum carcinoma
  • CRP, LDH: Malignant lymphoma
  • PSA: Prostate cancer
  • SCC: Cervical, lung, and rectal carcinoma

 

Tumor yang terjadi dapat menyebabkan gambaran dan kondisi klinis tertentu. Sebuah subkelompok penting yang disebut sindrom paraneoplastik dibentuk oleh sindrom paraendokrin.

 

Tabel Berikut menunjukkan sindrom para neoplastik dan para endokrin

Manifestasi Klinis Jenis Tumor Yang Paling Umum
Sindrom Paraneoplastik Umum
Anemia Berbagai Jenis Tumor
Eosinofilia Limfoma maligna, Leukemia, Metastasis Tumor
Leukositosis Berbagai Jenis Tuor
Trombositosis Berbagai Jenis Tumor
Trombositopenia Hemangioma maligna, Penyakit limfoproliperatif
Hiperkoagulabilitas Bronkus, lambung, usus, pankreas, payudara, karsinoma uterus; limfoma ganas
Disseminated intravascular coagulation Metastasis karsinoma, leukemia, limfoma
Erythema nodosum limfoma, leukemia, karsinoma
Hiperpigmentasi Karsinoma saluran pencernaan, melanoma maligna
Urtikaria Limfoma maligna, polistemia vera mastositosis
Miopati Karsinoma Bronkus, Lambung, Ovarium
Neuropati Karsinoma bronkus, payudara, lambung
Ensefalomiopati Tumor paru, karsinoma ovarium, karsinoma endometrium, Penyakit Hodgkin
Paraproteinemia Limfoma maligna, leukemia kronis
Glomerulonefritis Limfoma maligna, leukemia, karsinoma
Trombotik endokarditis Adenokarsinoma (lambung, paru, pankreas)
Demam Sarkoma, hipernefroma, tumor saluran pencernaan, hepatoma, leukemia
Akropachy Tumor intratorakalis, karsinoma bronkus
Sindrom Paraendokrin
Sindrom Cushing Karsinoma bronkial sel kecil, tumor sel island pankreas, thymoma, karsinoma tiroid meduler, karsinoid
Hirutisme Ovarium, tumor adrenal (androgenik)
Pubertas praekok, Ginekomastia Heratoma hepatoselular, testis dan mediastinum, korio karsinoma, tumor paru
Hipoglikemia sarkoma besar, hepatoma, karsinoma gastrointestinal, karsinoid
Hiperkalemia metastasis tulang, multiple myeloma, limfoma ganas serta karsinoma bronkus (epitelioma), tumor di daerah otolaryngeal, karsinoma serviks
Hiperertireoidosis Choriocarcinoma, tumor paru-paru,
Poliglobulin Karsinoma ginjal, hemangioblastoma serebelum (erythropoietin)
Sindrom Schwartz−Bartter Bronkus, pankreas, karsinoma duodenum (ADH)

 

 

Jaringan tumor dari organ non-endokrin dapat menjadi aktif secara hormonal. Jenis produksi hormon ini biasanya tidak tunduk pada mekanisme kontrol fisiologis dan tidak hilang sampai tumor diangkat.

 

 

Faktor Predisposisi Tumor Ganas

Perbedaan antara lima kelompok utama faktor predisposi yang dapat dipertimbangkan sebagai etiologi tumor manusia dalam penegakan diagnosis adalah:

 

  1. Warisan langsung atau tidak langsung (sekitar 5% dari tumor):
  • Retinoblastomas, sel basal nevoid, endokrin multipel adenomatosis, poliposis kolon familial, kanker payudara
  • Neurofibromatosis, tuberous sclerosis, multipel eksostosis, albinisme, sindrom Fanconi, Sindrom Wiskott−Aldrich (pengembangan sekunder tumor)

 

  1. Faktor lingkungan (sekitar 60%)
  • Pola makan (tinggi lemak, rendah serat, nitrosamin, mikotoksin)
  • Konsumsi tembakau (bertanggung jawab terhadap 40% diagnosis karsinoma pada laki-laki termasuk karsinoma mulut, laring, dan paru)
  • Alkohol (karsinoma esofagus dan liver)
  • Profesi (faktor pencetus pada 5% kasus tumor)
  • Seks bebas: human papillomavirus, yang bisa menyebabkan karsinoma serviks pada wanita yang lebih muda, Tumor terkait HIV
  • Sinar ultraviolet (melanoma), radioisotop, radiasi
  • Obat (obat sitostatik, hormon)

 

 

  1. Virus:
  • Infeksi HIV (sarkoma kaposi, limfoma maligna)
  • Epstein−Barr virus (Burkitt lymphoma)
  • Hepatitis B dan C virus (hepatoma)

 

  1. Tidak diketahui penyebab tumor (sekitar 35%)

 

  1. Berbagai Kondisi Lainnya (langka):
  • -cholelithiasis, sirosis hati, penyakit Crohn, kolitis ulcerosa, anemia pernisiosa –
  • dermatomiositis
  • Struma nodosa, lupus vulgaris, penyakit Paget, akromegali

 

 

Penyakit-Penyakit Metabolik

Metabolisme patologis atau jumlah abnormal zat fisiologis dalam darah, urine, atau jaringan tubuh dapat diidentifikasi dengan berbagai jenis penyakit.

 

Misalnya, porfiria ditandai dengan porfirin, ochronosis yang disebabkan oleh asam homogentisic, penyakit asam urat yang disebabkan oleh asam urat, hyperlipoproteinemia yang dicirikan oleh kolesterol dan trigliserida.

 

Enzimopati terkait genetik

Hingga saat ini peran diagnosis adalah menemukan lebih dari 150 penyakit dengan gangguan enzimatik yang melibatkan cacat genetik (enzymopathy).

 

Kondisi ini juga disebut sebagai “kesalahan metabolisme bawaan”.

 

Mayoritas adalah penyakit bawaan resesif autosom. Sebuah gen mutan menghasilkan penurunan atau non-produksi protein enzimatik atau non-enzimatik.

 

Enzim yang dimaksud merupakan bagian integral dari langkah khusus metabolisme dalam biosintesis atau katabolisme.

 

Untuk beberapa hal, jalur metabolik diblokir dan jalur alternatif diperlukan, yang sering tidak dapat mencegah defisiensi metabolik karena kapasitas yang buruk. Karena efek ini, berbagai mekanisme dalam enzim dapat dideteksi:

  • Pada beberapa penyakit, jumlah zat-zat biologis penting yang tidak cukup diproduksi. Misalnya produksi melanin ditekan dalam albinisme karena tiadanya tirosinase, atau diabetes mellitus tipe 1 disebabkan oleh kurangnya insulin.
  • Produk patologis yang terakumulasi karena kurangnya degradasi enzimatik diekskresi melalui ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal. Misalnya oxaluria, xanthinuria, dan cystinuria.
  • Metabolit abnormal terakumulasi. Misalnya penyakit penyimpanan glikogen, mucopolysaccharidosis, dan galaktosemia.
  • Melalui akumulasi produk antara, efek toksik berkembang. Misalnya alkaptonuria, dicirikan oleh asam homogentisic, atau galaktosemia, dicirikan oleh galaktosa-1-fosfat.
  • Steroid metabolik normal terakumulasi dalam sindrom adrenogenital karena defisiensi 17-hidroksilase.
  • Struktur kolagen yang salah menyebabkan kolagen normal menjadi tidak stabil seperti pada sindrom Ehlers−Danlos.

 

 

Diagnosis adalah Penting Untuk Mengetahui Disfungsi Sistem Endokrin

Gambaran klinis penyakit organ sekretori sering ditandai oleh sekresi disfungsional daripada oleh organ yang sakit itu sendiri. Hormon dan metabolitnya dapat ditentukan secara kuantitatif, yang pada gilirannya memberikan informasi penting tentang jenis penyakit (misalnya dalam kasus diabetes mellitus).

 

 

Gangguan Mental

Penilaian kondisi mental adalah salah satu upaya diagnostik. Melakukan tindakan diagnosis adalah penting pada kondisi ini.

 

Pengenalan sindrom psikopatologi khas sebagian memungkinkan dokter untuk mengidentifikasi penyakit fisik (misalnya, delirium tremens dan sindrom Korsakow ditemukan pada alkoholisme kronis yang menyertai pneumonia, atau setelah operasi).

 

Faktor ini tidak berlaku untuk psikosis endogen (skizofrenia, manic-depressive psychosis) atau untuk keluhan vegetatif.

 

Dalam kasus ini, seringkali bukan pasien yang mengeluh, tetapi perilaku intelektual atau afektifnya dicatat oleh orang lain.

 

Keluhan Vegetatif secara Fungsional

Ketika mendiagnosis keluhan-keluhan vegetatif “secara fungsional” (juga gangguan psikosomatis atau sindrom psychovegetative), penting untuk menyingkirkan penyakit somatik.

 

Umumnya, penyakit fungsional termasuk kelompok gangguan psikis terbesar, baik sebagai penyakit yang berdiri sendiri atau sebagai akibat dari penyakit lain.

 

Karakterisasi yang seragam dari pasien psikosomatis tidak mungkin. Namun, penyakit vegetatif fungsional sering muncul sebagai berikut:

  • Dengan perjalanan penyakit kronis
  • Dengan perubahan yang tidak teratur dari organ yang terkena
  • Dipicu oleh situasi stres.

 

Diagnosis banding dan diagnosis adalah penting pada kondisi ini. Klinisi biasanya membedakan antara berbagai sub-kelompok somatik dari sindrom psikovegetatif (misalnya gangguan pada daerah kepala, sistem kardiovaskular, pernapasan, dan saluran cerna).

 

Hampir tidak ada diagnosis yang lebih sulit daripada diagnosis gangguan fungsional.

 

Gangguan Psikosomatis

Asma bronkial, obesitas, dan anoreksia, serta serangan kecemasan yang sering dianggap sebagai gangguan psikosomatis. Gejala kompleks yang semakin umum, yang sulit dibedakan dari depresi, adalah sindrom kelelahan kronis.

 

Sindrom kelelahan kronis dapat didefinisikan sebagai:

  1. Kelelahan yang dievaluasi secara klinis, tidak dapat dijelaskan, persisten atau kambuh yang merupakan onset baru atau pasti, bukan hasil dari pengerahan yang sedang berlangsung, dan tidak berkurang dengan istirahat, dan menghasilkan pengurangan substansial dalam tingkat dari pekerjaan, pendidikan, sosial, atau kegiatan pribadi sebelumnya.
  2. Empat atau lebih dari gejala berikut yang bertahan atau kambuh selama enam atau lebih bulan berturut-turut sakit dan gejala tersebut tidak mendahului kelelahan:
    1. Penurunan yang dilaporkan sendiri dalam memori jangka pendek atau konsentrasi
    2. Sakit tenggorokan
    3. Nyeri serviks atau aksilaris
    4. Nyeri otot
    5. Nyeri beberapa sendi tanpa kemerahan atau bengkak
    6. Sakit kepala
    7. Tidur tidak nyenyak
    8. Malaise pasca-aktivitas berlangsung >24 jam

 

 

Psosis Eksogen

Gangguan mental pada kelompok “psikosis eksogen” adalah gejala yang menyertai penyakit somatik. Bleuler membedakan antara empat kelompok utama gangguan terkait somatik:

  1. Sindrom Psychoorganic (POS). Sebagai akibat dari kerusakan otak difus (arteriosclerosis, cedera otak, sindrom Korsakow), pasien yang diperiksa memiliki disfungsi dan disorientasi perhatian yang khas serta kurangnya konsentrasi. Selanjutnya, ketidakmampuan untuk berpikir, ketekunan, dan labilitas emosional adalah karakteristik utama kondisi ini.
  2. Psikosyndrome lokal. Meskipun otak secara lokal berpenyakit, gangguan memori atau gangguan kesadaran tidak biasanya terjadi, tetapi perubahan suasana hati yang tidak menentu diamati.
  3. Psikosyndrome endokrin. Gangguan mental dapat terjadi pada penyakit endokrin. Gambaran klinisnya sama dengan psikosyndrome lokal.
  4. Jenis reaksi eksogen akut. Pada penyakit akut, berat, umum, serta pada penyakit otak akut, gejala mental yang khas (seperti amentia tiba-tiba, disorientasi, pengucapan tidak jelas, gelisah, dan apatis, serta halusinasi dan ide delusional), dapat berkembang. Subkelompok khas dari tipe reaksi eksogen akut adalah delirium (halusinasi), dan keadaan senja, serta berbagai tingkat gangguan kesadaran (somnolen, sopor, koma). Seringkali sulit untuk membedakan antara jenis psikosis akut dengan reaksi eksogen dan gangguan neurotik atau skizofrenia.

 

 

Diagnosis Penyakit-Penyakit Herediter

Kromosom manusia terdiri dari 22 pasang kromosom autosomal dan 2 kromosom seks (laki-laki: XY, perempuan: XX), total 46 kromosom. Untuk diagnosis, kromosom dari sel manusia dianalisis secara individual menggunakan pewarnaan fluoresen (kariotipe).

 

 

Aberasi Struktural

Penyimpangan kromosom dapat diwariskan atau ditransmisikan (zat kimia mutagenik, sinar-X, radioaktivitas). Kelainan kromosom dapat dideteksi sebelum lahir dengan metode cytogenic.

 

 

Kromosom Anomali: Aberasi Numerik.

Trisomi (47 kromosom), gangguan kromosom yang paling umum, ditemukan kebanyakan dalam trisomi 21 (sindrom Down; terjadi pada 1: 650) dan pada trisomi kromosom seks, dengan harapan hidup lebih lama daripada sindrom Down.

 

Di antara kelainan kromosom seks yang paling umum adalah: sindrom Klinefelter (47, XXY; terjadi pada 1: 500) dan sindrom Triplo X yang biasanya tidak terlihat secara klinis yang mempengaruhi wanita (47, XXX; terjadi pada 1: 1000), dan sindrom Turner ( 45, X0; terjadi dalam 1: 10000), yang merupakan monosomi kromosom seks.

 

 

Genetika Mendelian Sederhana

Jenis hereditas ini dicapai dengan transmisi gen mutan tunggal.

 

Warisan dominan Autosomal. Gejala terjadi pada pembawa heterozigot, yang memiliki satu kromosom dengan gen mutan dan kromosom lainnya dengan gen normal.

 

Faktor risiko untuk progeni dari pasien dengan penyakit nyata adalah 50%.

 

Kelainan bawaan yang berat dan dominan pada sebagian besar kasus disebabkan oleh mutasi baru, dan menghilang dengan kematian pembawa sebelum memiliki keturunan.

 

Warisan autosomal resesif. Gejala hanya terjadi ketika pasien homozigot (i. E., Alel yang sama pada kedua kromosom homologinya).

 

Risiko pengulangan untuk saudara kandung lainnya dengan penyakit nyata adalah 25%, untuk pembawa sehat heterozigot 50%, dan untuk saudara kandung yang sehat 25%.

 

Warisan X-kromosom. X kromosom membawa gen mutan. Dalam kebanyakan kasus, wanita hanya vektor tanpa gejala (pembawa), tetapi 50% dari keturunan laki-laki mereka jatuh sakit.

 

 

Diagnosis Penyakit-Penyakit Alergi

Alergi ditandai oleh reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap zat (alergen), yang tidak mempengaruhi individu yang sehat.

 

Kita membedakan antara alergi humoral yang disebabkan oleh antibodi yang bersirkulasi (tipe I, II, III) dan alergi sel-mediated (tipe IV).

 

Alergi Tipe-I

Alergi Tipe-I yang disebut mewakili reaksi anafilaksis yang dramatis. Jenis alergi ini ditandai dengan terjadinya gejala dalam beberapa menit, atau jam, paparan alergen (inhalasi, per oral, per suntikan, perkutan). Selain pruritus, urtikaria, dan angioedema, dyspnea serta diare, kolik, dan gejala syok berat juga bisa terjadi.

 

Alergi Tipe-II

Dalam tipe-II, antibodi sirkulasi alergi dapat menyebabkan lisis sel (misalnya, anemia hemolitik alergik, reaksi transfusi).

 

Alergi Tipe III

Alergi tipe-III terdiri dari apa yang disebut penyakit kompleks imun. Antigen yang berbeda (obat, bakteri, virus, sel tumor, mungkin jaringan endogen) bersama dengan antibodi masing-masing membentuk kompleks imun yang beredar yang dapat mengendap dalam membran basal arteri dan glomeruli.

 

Biasanya, pasien ini menyajikan gambaran klinis yang relatif sama, yang biasanya ditandai oleh arthralgia, berbagai jenis perubahan kulit, dan glomerulonefritis. Gejala yang kurang sering adalah pleuritis, perikarditis, dan alveolitis alergika.

 

Contoh penyakit kompleks imun adalah: paru-paru Petani, glomerulonefritis pascainptokokus, glomerulonefritis yang berhubungan dengan endokarditis, dan berbagai jenis tumor, seperti kanker kolon, tumor bronkus, dan hipernephroma.

 

 

Alergi Tipe-IV

Dalam kaitannya dengan alergi tipe-IV, limfosit T peka dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama pada kulit. Alergi ini diamati sebagai kontak eczemas dan exanthemas. Permulaan dari waktu kontak alergi hingga munculnya gejala bisa sampai 10 hari.

 

 

Kesimpulan

Daftar di atas merupakan daftar penyakit-penyakit berdasarkan subkelompok sistemnya.

 

Pengelompokan ini membuat dokter lebih mudah dalam penegakan diagnosis.

 

Hal ini juga yang membuat tindakan diagnosis adalah kunci pengobatan penyakit.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar diagnosis adalah kunci pengobatan silakan tuliskan di kolom komentar.

Referensi
  1. Bowen SL. Educational strategies to promote clinical diagnostic reasoning. N Engl J Med 2006;355:2217−2225.
  2. De Vita VT Jr, Hellmann S, Rosenberg SA. Cancer – Principles and Practice of Oncology. 5th ed. Philadelphia: Lippincott 1997.
  3. Kassirer JP. Teaching problem solving-how are we doing? N Engl J Med 1995; 332: 1507.
  4. Fitzgerald FT. Chapter 1. History and Physical Examination: Art and Science. In: Henderson MC, Tierney LM, Jr., Smetana GW. eds. The Patient History: An Evidence-Based Approach to Differential Diagnosis New York, NY: McGraw-Hill; 2012. http://accessmedicine.mhmedical.com/content.aspx?bookid=500&sectionid=41026543.
  5. Diagnostic Process. In: Stern SC, Cifu AS, Altkorn D. eds. Symptom to Diagnosis: An Evidence-Based Guide, 3e New York, NY: McGraw-Hill; 2014. http://accessmedicine.mhmedical.com/content.aspx?bookid=1088&sectionid=61696411.
antibiotik rasional

Antibiotik: Penggunaan Rasional Antibiotik Pada ISPA

Sebagian besar obat antibiotik diresepkan pada pasien rawat jalan. Terutama untuk kondisi infeksi saluran napas, otitis media akut, infeksi saluran kemih, dan masalah terkait kulit.

Hasil penelitian yang diterbitkan pada jurnal Clinical Infectious Diseases  menyatakan bahwa lebih dari setengah obat antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan adalah tidak sesuai.

 

Sedangkan sebesar 30% pemberian antibiotik ternyata tidak dibutuhkan.

 

Sebagian besar penelitian menggunakan pendapat ahli atau definisi berdasarkan pedoman terapi yang tepat untuk menilai ketepatan penggunaan obat ini.

 

Penggunaan tidak tepat didefinisikan sebagai:

  • Penggunaan anti mikroba tidak direkomendasikan pada pedoman pengobatan ATAU
  • Penggunaan anti mikroba pada organisme resistan obat

 

Sedangkan penggunaan yang tidak perlu atau tidak dibutuhkan didefinisikan sebagai

  • Penggunaan anti mikroba untuk gangguan atau penyakit non infeksi
  • Penggunaan antibiotik pada kondisi infeksi non bakteri
  • Durasi penggunaan obat sebagai terapi yang melebihi waktu manfaat
  • Terapi anti mikroba yang mubazir (menggunakan ≥ 2 jenis obat dengan aktivitas melawan bakteri yang sama)
  • Melanjutkan terapi spektrum luas empiris setelah organisme penyebab infeksi dan uji sensitivitas antibiotik telah diketahui

 

Terdapat pula istilah penggunaan anti mikroba sub optimal yang didefinisikan sebagai kesalahan dalam:

  • Pemilihan jenis agen
  • Rute pemberian
  • Dosis obat

 

Penggunaan rasional antibiotik merujuk kepada pemberian antibiotik hanya pada pasien yang diharapkan mendapatkan manfaat dari pemberian obat tersebut dengan:

  • menentukan kemungkinan infeksi bakteri
  • Menimbang manfaat vs bahaya terapi antibiotik untuk pasien dengan infeksi bakteri yang sangat mungkin atau terkonfirmasi
  • memilih agen spektrum sempit yang tepat dan dosis, rute, dan durasi terapi yang tepat

 

 

Pada artikel ini Anda akan menemukan pendekatan rasional penggunaan antibiotik khususnya untuk pasien rawat jalan.

 

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel ini sekarang. Kami menyediakan versi Antibiotik.pdf untuk artikel ini. Anda dapat mengunduhnya dengan klik tombol di bawah ini.

 

 

Latar Belakang

antibiotik

sumber: pixabay.com

Penggunaan anti mikroba yang tidak sesuai berhubungan dengan berbagai konsekuensi yang tidak menguntungkan termasuk:

  1. berkembangnya organisme resistan-antibiotik
  2. kejadian efek samping seperti:
    • reaksi efek samping ringan misalnya ruam atau diare
    • respons hipersensitivitas yang mengancam jiwa seperti sindrom Steven-Johnson atau anafilaksis
    • infeksi Clostridium difficile
    • reaksi dari interaksi antar obat
  3. biaya pengobatan yang meningkat

 

Resistansi anti mikroba menjadi isu kesehatan masyarakat yang cukup besar.

 

Kondisi ini merupakan ancaman terhadap pencegahan dan pengobatan berbagai jenis infeksi.

 

Resistansi sendiri merupakan proses alami pada bakteri. Bakteri akan mengembangkan resistansi lebih cepat karena penggunaan atau salah guna agen anti mikroba.

 

Beberapa isu besar yang menjadi perhatian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) termasuk:

  • carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE)
  • drug-resistant Neisseria gonorrhoeae

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memiliki beberapa isu terkait resistansi obat yang menjadi perhatian besar mereka seperti:

  • resistansi Escherichia coli (bakteri penyebab umum infeksi saluran kemih, infeksi darah, infeksi intra abdomen, dan infeksi terkait kebersihan lingkungan dan makanan) terhadap cephalosporins generasi ketiga dan fluoroquinolone
  • resistansi Klebsiella pneumoniae terhadap cephalosporins generasi ketiga dan karbapenem
  • resistansi Staphylococcus aureus terhadap methicillin
  • resistansi Streptococcus pneumoniae terhadap penicillin
  • resistansi spesies nontyphoidal Salmonella dan Shigella terhadap fluoroquinolones
  • resistansi gonorrhoeae terhadap cephalosporins generasi ketiga

 

 

Pendekatan Dalam Menurunkan Kejadian Resistansi Antibiotik

pil antibiotik

sumber: pixabay.com

Pendekatan rasional penggunaan anti mikroba merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi resistensi anti mikroba.

Tujuan dari program ini adalah untuk:

  • memaksimalkan penggunaan antibiotik yang sesuai untuk mencapai outcome klinis optimal
  • mengurangi efek samping terkait antibiotik, seperti infeksi Difficile
  • mengurangi kemunculan resistansi antibiotik
  • menurunkan biaya kesehatan

 

Selain itu, program ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada pasien terkait dengan:

  • kapan anti mikroba dibutuhkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan klinis
  • potensi efek buruk dari terapi anti mikroba
  • kapan harus menemui dokter jika gejala tidak membaik atau memburuk
  • penggunaan dan durasi terapi yang tepat.

 

Versi lebih lengkap dari laporan dan program ini dapat dilihat dengan menekan link berikut.

 

WHO 2014 Antimicrobial Resistance Global Report WHO 2014 Apr PDF

Clin Infect Dis 2007 Jan 15;44(2):159

CDC 2013 PDF

 

 

Pemberian Antibiotik Yang Tidak Sesuai Untuk Pasien Rawat Jalan

resistensi antibiotik

sumber: pixabay.com

Kriteria standar yang memuat pemberian antibiotik yang sesuai hingga saat ini belum tersedia. Upaya untuk mendefinisikan ketidaksesuaian terhalang oleh berbagai skenario klinis.

 

Sebagian besar penelitian menggunakan pendapat pakar atau definisi berdasarkan pedoman untuk terapi yang sesuai dalam menilai kecocokan pemberian anti mikroba.

 

Proses mendefinisikan indikator kualitas dan metode untuk menentukan ketepatan penggunaan anti mikroba berdasarkan kriteria obyektif masih diperlukan.

 

Kriteria yang saat ini digunakan telah kami tuliskan pada bagian awal artikel ini.

 

Untuk versi lebih lengkapnya Anda dapat melihatnya pada jurnal berikut:

 

Clin Infect Dis 2016 Dec 15;63(12):1639

 

 

Tingkat Penggunaan Antibiotik Secara Tidak Tepat

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam JAMA 2016 May 3;315(17):1864 sekitar 30% dari seluruh anti mikroba yang diresepkan di Amerika Serikat adalah tidak tepat.

 

Meskipun demikian, penelitian lainnya menyatakan bahwa 50% hingga 80% anak-anak yang memerlukan antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan atas di Belanda mendapatkan pengobatan dengan anti mikroba lini pertama sesuai dengan rekomendasi pedoman praktik klinis. (J Antimicrob Chemother 2016 Jun;71(6):1707)

 

Angka yang lebih kecil dilaporkan untuk pengobatan sinusitis, otitis media, atau faringitis di Amerika Serikat yang mendapatkan pengobatan menggunakan anti mikroba lini pertama sesuai rekomendasi pedoman praktik klinis. (JAMA Intern Med 2016 Dec 1;176(12):1870)

 

 

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Yang Tidak Cepat

anti mikroba

sumber: pixabay.com

Berdasarkan tinjuan sistematik dari penelitian observasional disimpulkan bahwa:

 

“Persepsi dokter terhadap keinginan pasien mendapatkan antibiotik berhubungan dengan peningkatan kemungkinan kesalahan pemberian obat ini pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan.-Antimicrob Agents Chemother 2016 Jul;60(7):4106 full-text

 

 

Pasien dengan infeksi pernapasan yang datang ke unit gawat darurat lebih jarang diberikan pengobatan menggunakan anti mikroba tapi agen anti mikroba bila diberikan selalu menggunakan spektrum luas. (J Antimicrob Chemother 2014 Jan;69(1):234)

 

Disisi lain, perawatan di rumah sakit dan perawatan di layanan kesehatan komunitas masing-masing berhubungan dengan peresepan antibiotik yang tidak tepat bila dibandingkan dengan perawatan di unit gawat darurat untuk pasien dengan infeksi saluran napas. (Open Forum Infect Dis 2016 Feb 23;3(1):ofw045 full-text)

 

Pasien lanjut usia dan kunjungan ke spesialis penyakit dalam juga berhubungan dengan pemberian agen golongan fluorokuinolon pada wanita dengan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. (Open Forum Infect Dis 2016 Aug 2;3(3):ofw159 full-text)

 

Faktor lainnya yang berhubungan dengan pemberian obat anti mikroba yang tidak tepat adalah alergi penisilin dan batuk yang dikeluhkan pasien dengan infeksi saluran napas atas non spesifik. (Antimicrob Agents Chemother 2015 Jul;59(7):3848 full-text)

 

 

Penggunaan Antibiotik Rasional

obat antibiotik

sumber: pixabay.com

Infeksi Saluran Napas Non Spesifik (Infeksi Saluran Napas Atas)

Infeksi saluran napas atas (ISPA) atau common cold merupakan diagnosis yang paling sering dijumpai pada pasien rawat jalan.

 

Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus dan antibiotik bukan merupakan pengobatan yang efektif.

 

Tujuan pengobatan kondisi ini adalah perbaikan dan hilangnya gejala.

Beberapa rekomendasi penolakan penggunaan anti mikroba untuk kondisi ISPA antara lain:

 

  • American College of Physicians/Centers for Disease Control and Prevention (ACP/CDC) recommends against using antibiotics for the common cold.(2)
  • American Academy of Family Physicians (AAFP) recommends against using antibiotics for the treatment of cold symptoms in children or adults (Am Fam Physician 2012 Jul 15;86(2):153full-text)
  • American Academy of Pediatrics recommends against using antibiotics for apparent viral respiratory illnesses including sinusitis, pharyngitis, and bronchitis (Choosing Wisely 2014 Mar 17)
  • Canadian Medical Association (CMA) Forum on General and Family Practice Issues, and College of Family Physicians of Canada recommend against using antibiotics for upper respiratory infections that are likely viral in origin, such as influenza-like illness, or self-limiting, such as sinus infections of < 7-day duration (Choosing Wisely Canada 2014 Oct 29)
  • Australasian Society for Infectious Diseases recommends avoiding prescription of antibiotics for upper respiratory tract infection (Choosing Wisely Australia 2016 Mar 1)

 

Dokter  harus memberikan edukasi kepada pasien terkait dengan:

  • Gejala dapat berlangsung hingga 2 minggu
  • Antibiotik tidak dibutuhkan dan dapat menyebabkan efek samping
  • Penggunaan antibiotik yang tidak perlu pada situasi infeksi virus tidak memberikan keuntungan terapeutik pada pasien dan berkontribusi terhadap resistansi antibiotik
  • Risiko dan keuntungan dari terapi simtomatis
  • Pentingnya untuk kembali memeriksakan diri jika gejala memburuk atau berlangsung lebih dari 2 minggu.

 

 

Bronkitis Akut

Tidak kriteria diagnosis yang jelas tersedia untuk bronkitis akut. Pasien dengan akut bronkitis biasanya datang dengan keluhan:

  • Batuk produktif atau non produktif yang berlangsung lebih dari 6 minggu
  • Gejala konstitusional ringan mirip dengan pasien infeksi saluran pernapasan bagian atas

 

Terapi anti mikroba rutin tidak direkomendasikan untuk akut bronkitis tanpa komplikasi, terlepas dari durasi batuknya.

 

Pasien dengan bronkitis akut akan mendapatkan keuntungan dari pemberian obat pereda gejala.

 

Rekomendasi terkait anti mikroba untuk diagnosis bronkitis akut antara lain:

  • American College of Physicians/Centers for Disease Control and Prevention (ACP/CDC) do not recommend routine antibiotic treatment for uncomplicated acute bronchitis, regardless of duration of cough, unless pneumonia suspected. (2)
  • American Academy of Pediatrics (AAP) principles of judicious antibiotic prescribing for upper respiratory tract infections (URI) in pediatrics do not recommend antibiotics for common cold, nonspecific upper respiratory infection, acute cough illness, and acute bronchitis(1)
  • National Institute for Health and Care Excellence (NICE) recommends a no antibiotic strategy or a delayed antibiotic prescribing strategy for adults and children > 3 months old with acute cough/acute bronchitis (NICE 2008 Jul:CG69PDF), reaffirmed February 2014, summary can be found in BMJ 2008 Jul 23;337:a437, editorial can be found in BMJ 2008 Jul 23;337:a656
  • Canadian Association of Emergency Physicians recommends avoiding use of antibiotics in adults with bronchitis/asthma (Choosing Wisely Canada 2015 Jun 2)

 

Jika disangkakan diagnosis pertusis, lakukan pemeriksaan diagnostik dan mulai terapi anti mikroba.( N Engl J Med 2006 Nov 16;355(20):2125 full-text)

 

Terapi anti mikroba pada pasien dewasa dengan dugaan pertusis direkomendasikan terutama untuk mengurangi patogen dan penyebaran penyakit.

 

Terapi anti mikroba pada pasien dengan dugaan pertusis juga menunjukkan percepatan resolusi gejala.

 

 

Pengobatan Simtomatis ISPA Non Spesifik

Tujuan pengobatan ISPA non spesifik adalah untuk perbaikan gejala. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

 

Pada anak-anak:

  • Suction nasal
  • Terapi inhalasi
  • Irigasi nasal
  • Menggunakan humidifer ruangan
  • Berikan asupan cairan yang cukup
  • Elevasi kepala ketika berbaring
  • Berkumur dengan larutan garam (seperempat sampai setengah sendok makan larutkan dengan 200 mL air hangat)
  • Istirahat yang cukup

 

Pada orang dewasa:

  • Istirahat yang cukup
  • Hidrasi dan nutrisi adekuat

 

Beberapa obat bebas dan terapi alternatif yang efektif untuk meringankan gejala antara lain:

 

Pada anak-anak:

  • madu dapat membantu meredakan batuk dan meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak> 1 tahun
  • Ekstrak pelargonium sidoides (geranium) dapat membantu meredakan batuk
  • Vapor yang dioleskan pada dada dan leher dapat mengurangi gejala batuk dan meningkatkan kualitas tidur
  • zinc sulfate berhubungan dengan pengurangan durasi gejala ketika dikonsumsi dalam 24 jam setelah onset ISPA muncul
  • kortikosteroid inhalasi dosis tinggi dapat mengurangi gejala wheezing
  • acetylcysteine (umumnya digunakan di Eropa) selama 6-7 hari dapat meredakan batuk pada anak-anak usia > 2 tahun

 

Pada orang dewasa:

  • Dekongestan oral dan topikal mungkin agak efektif untuk meredakan gejala jangka pendek
  • Kombinasi antihistamin generasi pertama dan dekongestan dapat membantu meredakan gejala umum, gejala terkait hidung, dan batuk
  • Ipratropium dapat membantu meredakan batuk
  • obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) efektif untuk menghilangkan rasa sakit
  • Ekstrak sidoides (geranium) dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala
  • Echinacea purpura pada awal penyakit dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala
  • Andrographis paniculata dapat meredakan gejala
  • Zinc acetate atau glukonat berhubungan dengan pengurangan durasi gejala ketika dikonsumsi dalam 24 jam setelah onset

 

Pedoman lengkap untuk pengobatan simptomatis pada pasien dengan ISPA dapat diunduh pada link di bawah ini:

Am Fam Physician 2012 Jul 15;86(2):153 full-text

ICSI 2013 Jan PDF

 

FDA (BPOM-nya Amerika Serikat) merekomendasikan untuk tidak menggunakan produk obat bebas atau resep obat batuk pada anak yang berusia < 2 tahun dan mendukung untuk menggunakan obat batuk pada anak < 2 tahun. (FDA Press Release 2008 Jan 17)

 

Rekomendasi ini termasuk termasuk obat bebas berupa:

  • Dekongestan
  • Ekspektoran
  • Anti histamin, dan
  • Antitusif

 

Larangan ini dibuat karena terkait dengan efek samping yang serius bahkan mengancam jiwa.

 

Efek samping tersebut termasuk:

  • Kematian
  • Kejang
  • Peningkatan denyut nadi
  • Penurunan kesadaran

 

Rekomendasi yang sama juga disampaikan oleh American Academy of Pediatrics (APA). APA merekomendasikan untuk tidak meresepkan atau merekomendasikan obat batuk dan pilek untuk penyakit ISPA pada anak-anak <4 tahun. (Choosing Wisely 2014 Mar 17)

 

Bila Anda ingin mengajukan pertanyaan atau pendapat terkait artikel ini, silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi Utama
  1. Hersh AL, Jackson MA, Hicks LA, American Academy of Pediatrics Committee on Infectious Diseases. Principles of judicious antibiotic prescribing for upper respiratory tract infections in pediatrics.  2013 Dec;132(6):1146-54full-text
  2. Harris AM, Hicks LA, Qaseem A. Appropriate Antibiotic Use for Acute Respiratory Tract Infection in Adults: Advice for High-Value Care From the American College of Physicians and the Centers for Disease Control and Prevention. Ann Intern Med. 2016 Mar 15;164(6):425-34, summary for patients can be found in Ann Intern Med 2016 Mar 15;164(6):I34
  3. Sanchez GV, Fleming-Dutra KE, Roberts RM, Hicks LA. Core Elements of Outpatient Antibiotic Stewardship. MMWR Recomm Rep. 2016 Nov 11;65(6):1-12
haruskah anda mengonsumsi kafein

Kafein: Haruskah Anda Mengonsumsi Kafein?

Kafein adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam banyak minuman. Substansi ini adalah bahan alami yang ditemukan pada beberapa minuman, seperti kopi dan teh. Selain itu, secara artifisial ditambahkan pada minuman seperti soda dan banyak minuman energi. Zat ini juga ditemukan pada makanan tertentu, seperti coklat.

kafein bagi tubuh

Sumber: pixabay.com

Zat ini paling dikenal sebagai stimulan yang membantu orang merasa lebih terjaga dan lebih berenergi.

 

Mahasiswa sering minum kopi atau soda untuk membantu mereka tetap terjaga saat belajar. Demikian pula, para pekerja minum minuman berkafein di siang hari untuk tetap waspada dan merasa lebih bertenaga.

 

Dari minuman berkafein yang umum tersedia, kopi merupakan minuman berkafein paling banyak. Yaitu sekitar 130 miligram setiap cangkir delapan oz atau sekitar 230 mL.

 

Teh mengandung hampir 50 miligram dalam ukuran porsi yang sama. Sedangkan minuman soda mengandung sekitar 20 miligram. Sebagian besar minuman energi mengandung sekitar 80 miligram.

 

Para pengamat mencatat bahwa, selama beberapa ratus tahun terakhir, jadwal tidur manusia telah berubah secara signifikan. Terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan untuk bekerja. Sedangkan waktu untuk tidur berkurang.

 

Jurnalis T. R. Reid menulis di National Geographic bahwa perubahan jadwal kerja telah meningkatkan konsumsi minuman berkafein. Reid berpendapat,

 

“Kafein adalah obat yang membuat dunia modern menjadi mungkin. Dan semakin modern dunia kita, semakin kita membutuhkannya. Tanpa kopi yang berguna untuk mengeluarkan kita dari tempat tidur dan kembali bekerja, masyarakat 24 jam pada negara maju tidak dapat terwujud.”

 

Versi PDF Dari Artikel Ini Dapat Anda Unduh Pada Dengan Menekan Tombol Di Bawah Ini

 

Pro dan Kontra Konsumsi Kafein

segelas kafein

Sumber: pixabay.com

Beberapa orang sudah lama takut kafein tidak sehat. Memang, zat itu adiktif dan sering digambarkan sebagai obat. Menghilangkan asupan kafein tiba-tiba setelah periode konsumsi yang lama dapat menjadi kejutan bagi sistem tubuh seseorang dan sering menyebabkan gejala penarikan diri atau putus obat (withdrawal), seperti sakit kepala dan iritabilitas.

 

Banyak ahli mengatakan bahwa kafein, meskipun sifatnya adiktif, relatif tidak berbahaya. Menggambarkan kafein sebagai obat, menurut mereka adalah suatu hal yang menyesatkan, karena kafein jauh lebih aman daripada kebanyakan zat adiktif lainnya, seperti alkohol atau nikotin.

 

Efek kesehatan langsung dari kafein masih diperdebatkan, dengan beberapa peneliti melaporkan bahwa zat membantu orang-orang tertentu menangkal penyakit tertentu sementara membuat orang lain rentan terhadap kondisi tertentu.

 

Kepercayaan ilmiah yang paling luas adalah bahwa kafein aman dalam jumlah sedang sekitar 250 miligram per hari, atau setara dengan dua atau tiga cangkir kecil kopi. Tapi dapat berbahaya dalam porsi yang jauh lebih besar.

 

Apakah kafein sehat atau berbahaya? Haruskah orang bergantung padanya untuk membantu mereka melewati hari-hari mereka?

 

Orang yang pro berpendapat bahwa kafein tidak memberikan bahaya nyata selain dari sifat adiktifnya, dan mungkin memiliki manfaat kesehatan yang besar.

 

Zat ini membantu orang-orang lebih fokus dan bekerja lebih baik di tempat kerja, dan dapat mengarah pada masyarakat yang lebih produktif.

 

Selain itu, pendukung berpendapat, gejala penarikan atau putus obat yang dialami orang ketika mereka berhenti konsumsi kafein tidak terlalu parah dan tidak berlangsung lama, membuat substansi ini relatif tidak berbahaya.

 

Orang yang kontra berpendapat bahwa kafein adalah obat adiktif dan harus dihindari. Seperti halnya obat, mereka berpendapat, kafein menyebabkan pengguna menjadi ketergantungan, dan bisa ada gejala penarikan yang tidak menyenangkan ketika mereka berhenti mengonsumsinya.

 

Asupan kafein dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan serangan jantung menurut para kritikus kafein.

 

Kritikus berpendapat bahwa, meskipun kafein berfungsi sebagai stimulan, tetapi juga dapat menghasilkan efek stres dan kecemasan.

 

Ada cara yang jauh lebih sehat dan lebih alami untuk mendapatkan dosis energi, kata para kritikus, seperti tidur lebih banyak atau berolahraga.

 

Sebelum membahas lebih lanjut terkait pro dan kontra kafein ini maka ada baiknya Anda mengetahui sejarah kafein dan apa saja efeknya terhadap tubuh.

 

Sejarah Kafein

kafein

Sumber: pixabay.com

Kopi dan teh telah dikonsumsi oleh manusia selama ribuan tahun.  Untuk sebagian besar waktu itu, keduanya adalah sumber utama asupan kafein.

 

Penggunaan kopi dan teh sebagai stimulan berasal dari sejarah manusia yang tercatat paling awal. Penyair Yunani, Homer, yang hidup pada abad ke-9 dan ke-8 SM. dan menulis karya sastra klasik The Iliad dan The Odyssey, menyebutkan minuman yang dapat membantu orang tetap terjaga; sejarawan percaya bahwa dia mengacu pada teh.

 

Pada zaman kuno, kopi paling populer di Timur Tengah dan Afrika Utara, sementara teh umumnya dianggap berasal dari China. Penggunaan kopi sebagai stimulan selama ritual keagamaan yang panjang di Timur Tengah telah didokumentasikan, dengan para peserta minum kopi untuk membantu mereka tetap terjaga.

 

Kopi dan teh akhirnya dibawa ke bagian lain dunia oleh para penjelajah. Selama bertahun-tahun, kopi dikritik oleh tokoh agama, yang mengklaim bahwa substansi itu adalah instrumen kejahatan.

 

Pada tahun 1819, ahli kimia Jerman Friedlieb Ferdinand Runge mengidentifikasi kafein sebagai bahan dalam kopi yang bertindak sebagai stimulan.

 

Pada tahun 1903, pedagang kopi Jerman Ludwig Roselius dan asistennya Karl Wimmer menemukan proses dekafeinasi, yang mengekstraksi kafein dari biji kopi. Selain memungkinkan orang untuk minum kopi tanpa kafein, proses dekafeinasi memungkinkan produsen makanan dan minuman untuk menambahkan kafein ke minuman dan obat-obatan lainnya.

 

Minuman berkafein menjadi sangat populer di AS dan Inggris selama akhir abad 19 dan awal 20, ketika orang pindah dari daerah pedesaan ke kota-kota besar dan mulai bekerja berjam-jam di pabrik.

 

Pada 1940, AS adalah konsumen kopi terbesar di dunia. Akhirnya, pabrik pembuat obat sakit kepala mulai memasukkan dosis kecil kafein untuk mengurangi sakit kepala.

 

Dimasukkannya kafein dalam obat sakit kepala ini yang sering dikaitkan dengan gejala penarikan.

 

Salah satu obat-obatan itu adalah Excedrin, yang mengandung kafein sejak tahun 1960.

 

Kopi dan teh adalah dua minuman paling populer di seluruh dunia. Meskipun keduanya sering diseduh di rumah, kedai kopi ritel telah menjadi bisnis utama.

 

Dunkin’ Donuts, J-CO, Excelso dan Starbucks menghasilkan miliaran dolar setiap tahun hanya dari penjualan kopi.

 

 

Efek Kafein Terhadap Tubuh

kafein dalam kopi

Sumber: pixabay.com

Kafein adalah bagian dari kelas bahan kimia yang dikenal sebagai xanthines, yang dapat merangsang sistem saraf.

 

Zat ini dikenal bertindak cepat, bergerak cepat ke otak dan mempengaruhi pengguna dalam hitungan menit.

 

Kafein memiliki rasa pahit, yang biasanya dikurangi dalam minuman dengan menambahkan bahan lain, seperti susu, madu atau gula.

 

Efek terhadap kimia otak

Para ahli mengatakan bahwa efek kafein sebagai hasil stimulan dari kemampuannya untuk memblokir zat kimia yang dikenal sebagai adenosin.

 

Adenosis adalah zat yang dikirim oleh tubuh ke otak untuk mengatakan bahwa tubuh telah lelah dan perlu tidur.

 

Kafein memotong adenosine, mengubah pesan ‘Saya lelah,’ menjadi ‘Saya sangat terjaga’.

 

Oleh karena itu disarankan bahwa orang tidak mengonsumsi kafein dalam waktu enam jam sebelum tidur .

 

Zat ini juga meningkatkan produksi dopamin, zat kimia yang mirip dengan adrenalin yang dapat mempengaruhi emosi seseorang.

 

Senyawa ini dapat secara signifikan meningkatkan mood seseorang, meskipun para ahli menekankan bahwa terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat membuat seseorang mudah tersinggung.

 

Efek diuretik kafein

Zat ini juga bertindak sebagai diuretik, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Bahkan, beberapa ahli mengatakan bahwa zat ini dapat menyebabkan kekurangan kalsium, karena peningkatan jumlah kalsium dibuang dalam urine.

 

Namun, para ahli tersebut mencatat, jumlah kalsium yang hilang saat buang air kecil dapat diimbangi dengan sejumlah kecil susu, kira-kira jumlah susu yang sama yang akan ditambahkan ke secangkir kopi.

 

Efek terhadap denyut jantung

Zat ini juga meningkatkan denyut jantung, meskipun tidak sampai batas yang membahayakan ketika dikonsumsi dalam dosis kecil.

 

Para ahli juga menekankan bahwa asupan minuman berkafein tidak melawan efek alkohol atau mengurangi keracunan.

 

Penelitian telah menunjukkan hasil yang bertentangan, namun, apakah kafein dapat mengurangi efek hangover. (Para peneliti telah lama berpendapat bahwa kafein tidak dapat meringankan gejala-gejala mabuk, meskipun beberapa penelitian terbaru menunjukkan sebaliknya).

 

Meskipun ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari mengkonsumsi minuman berkafein, ada banyak manfaat potensial yang masih sedang diuji oleh para peneliti.

 

Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini dapat mencegah timbulnya penyakit Alzheimer, serta penyakit Parkinson dan jenis kanker tertentu.

 

 

Pendapat Ahli Tentang Efek Buruk Kafein

kafein dan tubuh

Sumber: pixabay.com

Sebaliknya, meskipun kafein belum ditentukan secara definitif untuk menyebabkan penyakit, beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa hal itu mungkin terkait dengan penyakit jantung, serta kondisi payudara fibrocystic pada wanita.

 

Selain itu, beberapa ahli mengingatkan bahwa minum minuman berkafein dapat merusak pertumbuhan anak-anak karena dapat menyebabkan gangguan tidur nyenyak.

 

Zat ini juga dikatakan dapat meningkatkan tekanan darah seseorang suatu kondisi yang dapat menyebabkan serangan jantung jika tidak diobati dan dipantau meskipun para peneliti mengatakan minuman berkafein tidak memiliki efek yang sama pada tekanan darah orang yang berbeda.

 

Sheldon Sheps, seorang spesialis hipertensi, menulis untuk situs web Mayo Clinic, sebuah organisasi penelitian medis yang berbasis di Rochester, Minnesota.

 

“Beberapa orang yang secara teratur minum minuman berkafein memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum alkohol. Orang lain yang secara teratur minum minuman berkafein mengembangkan toleransi untuk itu. Akibatnya, zat ini tidak memiliki efek jangka panjang pada tekanan darah mereka.”

 

Kebanyakan ahli mengatakan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi harus membatasi atau menghindari asupan zat ini.

 

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi zat ini saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran.

 

Beberapa ahli menyarankan bahwa wanita hamil tidak mengonsumsi kopi sama sekali; Namun, yang lain berpendapat bahwa banyak wanita hamil mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak tanpa efek samping. Carolyn Westhoff, seorang profesor kebidanan, ginekologi dan epidemiologi di Columbia University Medical Center di New York City, mengatakan kepada New York Times, bahwa kafein pada ibu hamil tidak berbahaya bila dikonsumsi kurang dari 200 mg per hari.

 

Meskipun zat ini dapat bersifat adiktif, dan secara tiba-tiba menghentikan konsumsinya dapat menyebabkan gejala penarikan, banyak ahli ragu untuk menggambarkannya sebagai gejala penarikan obat.

 

Situs web medis WebMD menjelaskan itu karena:

 

“Zat stimulan ini tidak menyebabkan keparahan penarikan atau perilaku mencari seperti efek penarikan obat yang berbahaya seperti pada narkoba atau alkohol.”

 

Namun, para ahli menyarankan bahwa jika seseorang berhenti mengkonsumsinya, orang itu harus secara bertahap mengurangi asupan, mengkonsumsi sedikit lebih sedikit setiap hari.

 

Beberapa pengamat, mencatat bahwa penelitian terhadap zat stimulan ini mungkin tidak sepenuhnya dapat diandalkan.

 

 

Kesimpulan

Para ahli lebih menekankan bahwa konsumsi kafein dalam batas yang wajar adalah aman bagi kesehatan.

 

Orang-orang yang akan mendapatkan efek negatif dari zat ini bila dikonsumsi secara berlebihan.

 

Disisi lain, toleransi yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lain.

 

Misalnya Anda dapat mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi tanpa mengalami efek samping yang buruk sedangkan teman Anda mungkin merasakan efek sampingnya hanya dengan meminum satu gelas kopi.

 

Jadi pada dasarnya zat ini tidak berbahaya. Tapi, perlu informasikan bahwa zat ini juga dapat menimbulkan efek adiktif kecil dan tidak sebesar alkohol atau nikotin pada rokok.

 

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan pendapat mengenai kafein maka silakan tuliskan di kolom komentar.

Referensi
  1. Ashton, Jennifer. “C Is for Caffeine: Americans Are Jacked on It, Here’s Why.” CBS News, May 7, 2010, cbsnews.com.
  2. Bakalar, Nicholas. “Childhood: A Caffeine Buzz from Soft Drinks.” New York Times, December 16, 2010, nytimes.com.
  3. Blakeslee, Sandra. “Yes, People Are Right. Caffeine Is Addictive.” New York Times, October 5, 1994, nytimes.com
  4. “Caffeine Nation: Diet Coke Addiction.” ABC News, August 4, 2007, abcnews.go.com.
  5. Collins, Karen. “A Cup of Confusion: Is Coffee Healthy or Not?” MSNBC, 2010, msnbc.com.
  6. “Daily Caffeine ‘Protects Brain.'” BBC, April 2, 2008, news.bbc.co.uk.
  7. Goodnough, Abby. “F.D.A. Issues Warning over Alcoholic Energy Drinks.” New York Times, November 17, 2010, nytimes.com.
  8. Grady, Denise. “Pregnancy Problems Tied to Caffeine.” New York Times, January 21, 2008, nytimes.com.
  9. Hensrud, Donald. “Nutrition and Healthy Eating.” Mayo Clinic, accessed January 19, 2011, mayoclinic.com.
  10. Klein, Sarah. “Coffee: Is It Healthier Than You Think?” CNN Health, April 28, 2010, articles.cnn.com.

Amankah Minum Kopi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Kopi merupakan minuman paling digemari di seluruh dunia. Tidak hanya digemari oleh pria tapi digemari juga oleh para wanita. Tapi, sebagian besar wanita akan menghentikan kebiasaan mereka untuk minum kopi ketika hamil dan menyusui. Mereka takut kopi yang mereka minum akan mempengaruhi kehamilan dan ASI mereka. Lalu, amankah minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui?

 

Artikel ini akan mencoba untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pada artikel ini Anda akan menemukan beberapa topik yang akan kami bahas antara lain:

  • Amankah kopi bagi ibu hamil?
  • Berapa cangkir kopi yang dapat dikonsumsi ibu hamil?
  • Minum kopi bagi ibu menyusui
  • Efek kafein terhadap air susu ibu
  • Efek kafein terhadap bayi, dan
  • Efek kopi pada ibu menyusui

 

 

Minum Kopi Bagi Ibu Hamil: Aman?

Kehamilan adalah salah satu periode paling penting dan sensitif dalam kehidupan seorang wanita.

 

Karena itu, sangat penting bagi wanita hamil untuk makan makanan dan minuman sehat.

 

Ibu hamil harus memperhatikan dengan seksama apa yang mereka makan dan minum serta harus memastikan diri untuk menghindari makanan dan minuman yang berbahaya.

 

Beberapa makanan dan minuman harus dikurangi konsumsinya sedangkan beberapa makanan dan minuman lainnya sama sekali tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan.

 

Apakah kopi termasuk salah satu minuman yang harus dikurangi konsumsinya selama kehamilan?

 

Atau malah menjadi minuman yang dilarang untuk dikonsumsi. Apakah tidak boleh minum kopi bagi ibu hamil?

 

Jawabannya: kopi merupakan minuman yang harus dikurangi asupannya selama kehamilan.

 

Kopi memiliki kandungan senyawa stimulan aktif yang kita kenal sebagai kafein.

 

Kafein ini juga ditemukan pada teh, coklat, dan kola.

 

Ibu hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein mereka menjadi kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi.

 

Kafein diserap sangat cepat dan dapat dengan mudah melewati sawar darah ibu ke dalam plasenta dan janin dalam kandungan.

 

Kondisi ini menyebabkan ibu hamil harus membatasi konsumsi kafein.

 

Selain itu, pembatasan konsumsi kafein pada ibu hamil ini dikarenakan bayi yang masih dalam kandungan dan plasenta mereka tidak memiliki enzim utama yang diperlukan untuk memetabolisme kafein.

 

Sehingga kadar kafein pada janin dalam kandungan dapat meningkat dan tidak dapat dibuang oleh janin dalam kandungan.

 

Bila ibu hamil terlalu banyak minum kopi, kemudian terjadi peningkatan kadar kafein dalam aliran darah ibu dan janin, kondisi ini akan menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan.

 

Selain menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah.

 

Berat badan lahir rendah ini diartikan sebagai berat badan lahir kurang dari 2500 gr atau 2,5 kg.

 

Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian bayi dan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang lebih tinggi ketika dewasa.

 

Jadi, Amankah minum kopi bagi ibu hamil?

 

Jawabannya adalah “AMAN” selagi tidak lebih dari asupan kafein mereka menjadi kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi per hari.

 

Sebelum melanjutkan, Bila Anda Tertarik Dengan Artikel Terkait dengan Kopi dan Kafein Maka Anda Dapat Membaca Artikel Terkait Kopi Lainnya pada Link Berikut Ini:

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

Peminum Kopi Lebih Panjang Umur: Fakta atau Mitos?

Mengenal Lebih Dekat Senyawa Kafein

Waspadai Efek Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Minum Kopi Bagi Ibu Menyusui

Bila Anda seorang wanita yang sebelum menyusui merupakan pencinta kopi.

 

Maka, Anda tidak perlu berhenti minum kopi jika Anda sedang menyusui.

 

Asupan kafein dari kopi dalam jumlah sedang atau setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari tidak akan berdampak buruk pada bayi Anda.

 

Perlu diingat bahwa kandungan kafein dalam secangkir kopi dapat bervariasi tergantung pada jenis biji kopi.

 

Para ahli merekomendasikan untuk mempertahankan asupan kafein sekitar 200 hingga 300 miligram sebagai tingkat “AMAN” setiap hari.

 

Waspada bila Anda mengonsumsi kopi instan atau kopi sachet karena kopi jenis ini memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi.

 

Kemudian apakah minum kopi ketika menyusui memiliki dampak bagi air susu ibu, bayi, dan juga Anda yang sedang menyusui?

 

Silakan lanjutkan membaca untuk mengetahui jawabannya.

 

 

Kafein dalam Kopi dan Air Susu Ibu

minum kopi bagi ibu hamil

Kadar kafein mencapai puncak dalam ASI sekitar satu hingga dua jam setelah konsumsi.

 

Tapi, yang perlu Anda ketahui bahwa sangat sedikit kadar kafein yang benar-benar melewati ASI ketika seorang ibu minum kopi.

 

Menurut hasil dari penelitian hanya sekitar 0,06 hingga 1,5 persen dari dosis kafein dari seorang ibu yang mengonsumsi kopi mencapai bayi saat menyusui.

Jadi kalau seorang ibu mengonsumsi satu gelas kopi dengan kandungan kafein kurang lebih 100 mg maka bayi hanya mendapat 0,06 hingga 1,5 mg kafein dari air susu ibunya.

 

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kafein juga ditemukan dalam makanan dan minuman lain, seperti teh, cokelat, minuman energi, dan soda.

 

Penting bagi seorang ibu menyusui untuk memasukkan seluruh minuman dan makanan tersebut saat menghitung asupan kafein hariannya.

 

American Academy of Pediatrics telah mengkategorikan kafein sebagai obat yang biasanya kompatibel dengan menyusui.

 

Misalnya seorang ibu menyusui mengalami sakit kepala, dan ibu tersebut beranggapan bahwa dia harus mengonsumsi obat nyeri kepala yang mengandung parasetamol dan kafein yang sering dikonsumsi ketika mengalami sakit kepala yang sama.

 

Maka obat tersebut menurut American Academy of Pediatrics tidak masalah dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Meskipun aman, sebaiknya ibu menyusui tetap membatasi asupan kopi nya kurang dari 300 miligram kafein per hari.

 

Bila ASI yang diberikan oleh seorang ibu yang minum kopi kepada bayinya mengandung sedikit kafein. Apakah kafein tersebut memiliki dampak terhadap bayi yang disusui?

 

 

Efek Kafein Terhadap Bayi dan Ibu Menyusui

kopi bagi ibu hamil

Karena sedikit sekali kafein yang terkandung dalam ASI maka efek kafein pada bayi pada umumnya muncul ketika seorang ibu menyusui mengonsumsi kurang lebih 10 cangkir kopi per hari.

 

Efek samping kafein pada bayi yang mendapatkan ASI dari seorang ibu yang mengonsumsi kopi antara lain:

  • Bayi menjadi rewel
  • Pola tidur bayi menjadi buruk
  • Gemetar
  • Lebih sering menangis

 

 

Bayi prematur dan bayi baru lahir (neonatus) memecah kafein lebih lambat daripada bayi yang lebih tua.

 

Kondisi ini mengakibatkan efek kafein akan lebih mudah tampak pada bayi prematur atau neonatus.

 

Beberapa bayi mungkin juga lebih sensitif terhadap kafein daripada yang lain. J

 

Jika Anda melihat peningkatan iritabilitas (rewel) atau pola tidur yang buruk setelah konsumsi kafein, pertimbangkan untuk mengurangi asupan atau menunggu untuk minum kopi setelah Anda memberikan ASI kepada bayi Anda.

 

Selain itu, kafein juga bisa berefek pada Anda, ibu menyusui.

 

Efek tersebut antara lain:

  • migrain
  • kesulitan tidur
  • sering buang air kecil
  • sakit perut
  • denyut jantung cepat
  • tremor otot

 

 

Kesimpulan

Minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui adalah AMAN.

 

Meskipun aman, minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui juga memiliki batasan.

 

Batasan ini terkait dengan jumlah kafein yang AMAN dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

 

Membatasi asupan kafein maksimal 200-300 mg setiap hari atau dua cangkir kopi merupakan tindakan yang bijak bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang tidak dapat melepas kegemarannya dalam minum kopi.

 

Sebagian besar bayi tidak akan menunjukkan efek samping yang merugikan dengan tingkat konsumsi kafein maksimal tersebut.

 

Tetapi tetap perhatikan tanda-tanda seperti bayi lebih rewel, iritabilitas, atau pola tidur yang buruk pada bayi.

 

Sesuaikan asupan kopi Anda dengan benar dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi untuk saran tambahan.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan komentar seputar minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui Anda dapat menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.

 

Referensi
  1. American Academy of Pediatrics. (2001). The transfer of drugs and other chemicals into human milk. DOI: 10.1542/peds.108.3.776
  2. Berlin Jr CM, et al. (1984). Disposition of dietary caffeine in milk, saliva, and plasma of lactating women.

https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6691042

  1. Breastfeeding your baby. (2016).

https://acog.org/-/media/For-Patients/faq029.pdf

  1. (2016).

https://ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/

  1. Caffeine chart. (n.d.).

https://cspinet.org/eating-healthy/ingredients-of-concern/caffeine-chart

  1. Kredlow MA, et al. (2015). The effects of physical activity on sleep: A meta-analysis. DOI: 10.1007/s10865-015-9617-6
  2. Maternal diet. (2018).

https://cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/maternal-diet.html

  1. Mayo Clinic Staff. (2017). Caffeine content for coffee, tea, soda, and more.

https://mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372

  1. Mayo Clinic Staff. (2017). Caffeine: How much is too much?

https://mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678

anak demam

Diagnosis dan Tatalaksana Demam Pada Anak

Demam pada anak dapat didefinisikan sebagai suhu pada anus (rektal) > 38°C atau suhu pada ketiak (aksila) > 37,2°C atau suhu pada mulut > 37,5°C (oral).

 

Demam < 41,7 °C tidak menyebabkan kerusakan otak. Dan hanya 4% dari total anak yang demam mengalami kejang demam.

demam pada anak

Sumber: https://pixabay.com

Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan demam pada anak antara lain:

 

  1. Hiperpireksia

Istilah ini digunakan untuk kondisi suhu tubuh > 41,5°C. Kondisi ini membutuhkan terapi anti piretik agresif karena berisiko untuk menimbulkan kerusakan organ permanen (irreversibel)

 

  1. Fever of unknown origin (FUO)

FUO berarti demam > 3 minggu, demam > 38°C pada beberapa kesempatan pengukuran, dan diagnosis yang tidak jelas setelah 1 minggu perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.

 

  1. Nosocomial FUO

Istilah ini merujuk kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bukan karena penyakit infeksi atau gejala deam tapi memiliki suhu tubuh > 38,3°C dalam beberapa kali pemeriksaan dengan menggunakan termometer.

 

 

Diagnosis Demam Pada Anak

Pencatatan Demam Pada Anak

diagnosis demam pada anak

Sumber: https://pixabay.com

  • Suhu tubuh yang diperiksa pada mulut cukup akurat untuk menentukan apakah seorang anak mengalami demam atau tidak bila anak tidak mengkonsumsi minuman dingin atau panas sekurangnya 20 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Suhu tubuh pada ketiak sebenarnya paling tidak akurat dan pemeriksaan suhu tubuh ada anus tidak nyaman terutama pada anak yang sudah cukup besar.
  • Pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer membran timpani menunjukkan suhu tubuh yang akurat dan lebih aman dibandingkan termometer klasik (termometer raksa)
  • Termometer raksa harus ditempatkan sekitar 2 menit untuk pengukuran pada anus; 3 menit pada mulut; dan 5-6 menit untuk ketiak
  • Termometer digital dapat mengukur suhu tubuh kurang dari 2 detik tapi tentu saja harganya lebih mahal

 

Temukan Penyebab Demam Pada Anak

  • Cobalah untuk menentukan penyebab demam berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
  • Demam dengan durasi singkat (< 2 minggu) biasanya terjadi karena infeksi
  • Karakter demam (misalnya relaps, Pel Ebstein, Step ladder) dapat memberikan petunjuk penyebab demam.
  • Hiperpireksia karena paparan lingkungan yang panas, demam karena dehidrasi, demam karena alergi obat, dan krisis hemolitik merupakan penyebab yang jarang ditemukan untuk kasus demam dengan durasi singkat.

 

Secara sederhana demam pada anak juga dapat dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pada anak, yaitu:

 

  1. Demam karena infeksi tanpa tanda lokal (Tabel 1)

 

Tabel 1 Diagnosis Banding demam tanpa tanda lokal

Diagnosis Deskripsi
Malaria ·   Onset tiba-tiba disertai menggigil kemudian berkeringat

·   Apusan darah positif malaria

·   Tes diagnostik cepat (RDT) positif

·   Anemia berat

·   Pembesaran limfa (lien)

Septikemia ·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Purpura atau petekie

·   Syok atau hipotermia

Demam Tifoid ·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Nyeri tekan abdomen

·   Kebingunan

·   Mencret dan muntah

Infeksi saluran kemih ·   Nyeri ketok CVA atau suprapubik

·   Nyeri ketika buang air kecil

·   Buang air kecil menjadi lebih sering

·   Inkontinesia urin

·   Leukosit dan/atau bakteri pada urin

 

  1. Demam karena infeksi dengna tanda lokal (Tabel 2)

 

Tabel 2 Diagnosis Banding demam dengan tanda lokal

Diagnosis Deskripsi
Meningitis
  • Demam dengan nyeri kepala dan muntah
  • Kejang
  • Leher kaku (tanda meningeal positif)
  • Ubun-ubun cembung (bulging)
  • Ruam meningococcal (petekie atau purpura)
Otitis Media
  • Gendang telinga eritem pada pemeriksaan otoskopi
  • Pus dari telinga
  • Nyeri telinga
Mastoiditis
  • Nyeri atau kemerahan di bagian belakang telinga
Osteomielitis
  • Nyeri lokal
  • Terbatasnya gerakan tungkai yang sakit
  • Batasan menyangga berat badan pada tungkai yang sakit
Artritis septik
  • Sendi terasa panas, nyeri, dan bengkak
Pneumonia
  • Batuk dengan sesak napas
  • Demam
  • Rhonki
  • Nyeri dada
Infeksi saluran napas atas
  • Gejala batuk dan pilek
  • Disertai perasaan tidak enak badan (letih dan lemah)

 

  1. Demam disertai ruam pada kulit (Tabel 3)

 

Tabel 3 Diagnosis Banding demam disertai ruam pada kulit

Diagnosis Deskripsi
Campak/Measles/Rubeola
  • Ruam tipikal (makulopapular)
  • Batuk, hidung berair, mata merah
  • Terpapar penderia campak sebelumnya
  • Tidak mendapatkan imunisasi campak
Infeksi Virus
  • Badan letih dan lemas
  • Ruam tidak spesifik transien
Infeksi Meningococcal
  • Ruam petekie atau purpura
  • Kulit lebam
  • Syok
  • Leher kaku bila disertai dengan meningitis
Demam Berdarah Dengue
  • Nyeri perut
  • Petekie
  • Perdarahan pada hidung, gusi atau perdarahan saluran cerna
  • syok

 

 

Selain itu dapat pula dipikirkan kemungkinan diagnosis pada demam yang lebih dari 7 hari (Tabel 4)

 

Tabel 4 Diagnosis Banding demam lebih dari 7 hari

Diagnosis Deskripsi
Abses
  • demam tanpa fokus infeksi yang jelas (deep abses)
  • massa dengan nyeri tekan atau fluktuasi
  • nyeri lokal
  • tanda spesifik pada daerah supraprenikus, liver, psoas, retroperitoneal, paru-paru, atau renal
Demam Reumatik
  • Murmur jantung
  • Artritis/artralgia
  • Gagal jantung
  • Denyut nadi cepat
  • Pericardial friction rub
  • Korea
  • Riwayat infeksi streptoccocal
Endokarditis Infektif
  • Penurunan berat badan
  • Lien membesar
  • Anemia
  • Murmur jantung
  • Perdarahan splinter pada nailbed
  • Hematuria mikroskopik
  • Jari tabuh
Tuberkulosis
  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia, keringat pada malam hari
  • Batu
  • Pembesaran hepar dan/atau lien
  • Riwayat keluarga dengan tuberkulosis
  • Rongent paru mengarah ke tuberkulosis
  • Tes tuberkulin positif
  • Limfadenopati

 

 

  • Demam yang bertahan hingga > 2 minggu harus diinvestigasi terkait dengan infeksi, keganasan, gangguan jaringan ikat, penyakit autoimun, dan penyebab metabolik
  • Pemeriksaan laboratorium yang sesuai seperti pemeriksaan darah lengkap, apusan darah tepi, urinalisa, tes serologi, pemeriksaan radiologi (terutama rongent thoraks) dan kultur darah atau cairan tubuh. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sesuai indikasi dengan memperhatikan tanda dan gejala terkait demam.

 

 

Anak dengan salah satu kondisi berikut harus diperiksa segera:

  • Usia < 3 bulan
  • Demam > 40,6°C
  • Menangis tanpa sebab yang jelas
  • Menangis ketika digerakkan atau disentuh
  • Sulit untuk dibangunkan
  • Leher kaku
  • Ruam ungun atau merah pada kulit
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Tampak sakit berat

 

 

Tatalaksana Demam Pada Anak

Terapi Non Farmakologis

obat demam pada anak

sumber: https://pixabay.com

  • Tenangkan orang tua pasien atau pasien dan jelaskan bahwa demam dengan derajat ringan tidak harus diatasi dengan pemberian antipiretik
  • Berikan lebih banyak minum
  • Gunakan pakaian satu lapis yang tipis
  • Jangan berada di lingkungan yang dingin atau panas
  • Kompres menggunakan air biasa pada daerah lipatan tubuh seperti ketiak dan/atau lipat paha. Berikan parasetamol 30 menit sebelum mengompres anak.
  • Untuk anak dengan usia < 3 bulan. Identifikasi risiko rendah pada bayi seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Pasien dengan risiko rendah demam tidak harus dirawat di rumah sakit
  • Bila tidak memenuhi kriteria pada tabel 5 maka pasien harus dirawat di rumah sakit

 

Tabel 5. Identifikasi demam risiko rendah untuk infeksi bakteri pada anak < 3 bulan

1. Non-toksik
2. Anak sebelumnya tampak sehat
3. Tidak ditemukan fokus infeksi bakteri saat pemeriksaan fisik
4. status sosial baik
5. Hitung leukosit 5.000-15.000/μL dan < 1.500 neutrofil batang/μL
6. leukosit pada pemeriksaan urin mikroskopik leukosit ≤10 sel/lapangan pandang
7. Jika diare, hasil pemeriksaan mikroskopik feses leukosit ≤10 sel/lapangan pandang

 

Pada anak usia > 3 bulan

  • Suhu tubuh < 38°C tidak perlu diberikan antipiretik
  • Suhu tubuh > 38°C pemberian antipiretik direkomendasikan

 

 

Terapi Farmakologis

 

Parasetamol tablet atau sirup per oral 10-15 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 4 jam

(parasetamol menurunkan demam sekitar 1-2°C 2 jam setelah pemberian)

Perhatian!

Parasetamol intravena tidak direkomendasikan untuk anak usia < 6 bulan dan berat badan < 5 kg

ATAU

 

Ibuprofen tablet atau sirup per oral 10 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 8 jam.

(efektivitas sama dengan parasetamol. Efek obat dapat berlangsung sekitar 6-8 jam dibandingkan parasetamol 4-6 jam)

 

Perhatian!

Aspirin tidak boleh digunakan untuk pengobatan demam pada anak karena berpotensi menyebabkan sindrom Reye

 

Pengobatan spesifik harus dilakukan berdasarkan diagnosis.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar demam pada anak silakan tuliskan pada kolom komentar.

Referensi
  1. In: Current Paediatric Diagnosis and Treatment. Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sandheimer JM (eds). 15th Edition. Lange Medical Books, New York, 2001; pp. 211-212.
  2. Fevers in Childhood. In: Ghai’s Essential Paediatrics. Ghai OP, Gupta P, Paul VK (eds). 6th Edition. Interprint, New Delhi, 2004; pp. 201-239.
  3. Facility Based IMNCI (F-IMNCI) Participants Manual. WHO, UNICEF, and Ministry of Health & Family Welfare, Government of India, 2009.
termometer demam

Diagnosis dan Tatalaksana Pada Demam Akut

Demam akut merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu tubuh di atas suhu tubuh normal < 7 hari.

 

Rata-rata suhu tubuh manusia dewasa adalah sekitar 36,8 ±0,4 °C dengan suhu terendah pada pukul 6 pagi serta tertinggi pada pukul 4 hingga 6 sore.

 

Suhu tubuh > 37,2 °C pada pagi hari dan > 37,7 °C di sore hari dapat dipertimbangkan sebagai kondisi demam.

 

Demam secara klasik dapat dikelompokkan menjadi:

  • Kontinu: terus-menerus
  • Intermiten: hilang-timbul, berjeda, tidak menetap
  • Remiten: demam naik turun tapi tidak mencapai suhu tubuh normal

 

Akan tetapi, penggunaan anti piretik yang tersedia sebagai obat bebas menyebabkan pola klasik di atas sudah jarang ditemukan.

 

 

Diagnosis Demam Akut

Demam merupakan salah satu keluhan yang cukup sulit untuk ditegakkan diagnosis pastinya.

 

Terkadang bahkan diagnosis dari kondisi ini hanya sekedar observasi febris”.

 

Rentang dosis yang cukup luas ini terkadang menjadi tantangan sendiri bagi seorang dokter.

 

Jika anamnesis dan pemeriksaan fisik dapat mengarahkan kepada diagnosis, misalnya seperti infeksi saluran kemih atau infeksi virus maka tidak dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

 

Kebutuhan akan pemeriksaan lanjutan sangat bergantung pada:

  • Keadaan umum pasien (sakit sedang atau berat)
  • Kemungkinan diagnosis (misalnya pada demam berdarah atau malaria)
  • Status kekebalan tubuh pasien (misalnya pasien immunocompromised atau orang dengan HIV/AIDS)
demam akut

Sumber: https://pixabay.com

Pada kasus dimana pasien datang dengan keadaan umum sakit sedang-berat tapi tidak ada petunjuk yang mengarahkan pada diagnosis maka pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hitung darah lengkap dengan laju endap darah
  • Urinalisa
  • Pemeriksaan malaria
  • Pemeriksaan tifoid (tes Widal atau Tubex)

 

Bila demam menetap hingga > 2 minggu maka dapat diindikasikan pemeriksaan rongent thoraks bahkan bila pasien tidak memiliki gejala saluran napas.

 

Ultrasonografi terkadang dibutuhkan pada beberapa kasus demam akut tertentu misalnya pada pasien dengan abses hepar amoebeik.

 

 

Tatalaksana Demam Akut

obat demam

Sumber: https://pixabay.com

Penggunaan antipiretik rutin untuk demam derajat rendah tidak dapat dibenarkan.

 

Gunakan anti piretik sesuai dengan indikasi klinis.

 

Pada kondisi demam akut yang mengarah kepada diagnosis infeksi bakteri atau virus maka demam dapat ditatalaksana secara simptomatis.

 

 

Tatalaksana Non Farmakologis

Hidroterapi dengan menggunakan kompres. Teknik kompres dengan air biasa (air keran bukan air dingin [es] apalagi air panas) pada daerah lipatan seperti ketiak dan lipat paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

 

Istirahat yang cukup (bed rest) dan konsumsi cukup air dapat membantu mengatasi demam.

 

 

Tatalaksana Farmakologis

Pengobatan demam akut sangat tidak spesifik dan bersifat simptomatis.

 

Beberapa pilihan pengobatan simptomatis tersebut antara lain:

 

Parasetamol tablet 500-1.000 mg setiap 6-8 jam (maksimal 4 gram dalam 24 jam)

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

 

10-15 mg/kg/dosis secara oral setiap 4 sampai 6 jam; maksimal 75 mg/kg/hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 1625 mg/hari pada anak-anak

[Catatan: kurangi dosis pada lansia dan orang dewasa dengan berat badan < 50 kg serta orang dengan risiko hepatotoksik yang lebih besar]

 

ATAU

 

Ibuprofen 400-600 mg setiap 8 jam

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

  • Usia 6 bulan hingga 12 tahun: 5-10 mg/kg/dosis secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 dosis/hari

  • Usia > 12 tahun: 200 hingga 400 mg per oral setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1200 mg/hari

  • jangan memberikan lebih dari 10 hari kecuali dengan anjuran oleh dokter

 

 

Pengobatan spesifik seperti pemberian antibiotik, antiviral, atau anti malaria sangat bergantung pada kondisi klinis, evaluasi laboratoris, dan diagnosis.

 

 

Outcome

anak demam

Sumber: https://pixabay.com

Pada sebagian besar kasus demam akut. Pasien dapat pulih secra spontan atau diagnosis dapat ditentukan setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik ulang beberapa hari setelah demam muncul.

 

Jika tidak dapat menentukan diagnosis dan demam berlangsung hingga minggu ke 3 maka pasien dapat dinyatakan mengalami FUO.

 

Pasien yang mengalami Fever of Unknown Origin (FUO) harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan untuk dapat menentukan diagnosis penyebab demam tersebut.

 

 

Edukasi Pasien

  • Pada demam yang tidak turun setelah pemberian anti piretik pertama kali di rumah maka hindari untuk meneruskan pengobatan rumahan dan segera periksakan pasien ke dokter
  • Anti piretik injeksi sebaiknya dihindari bila pasien masih memungkinkan untuk asupan oral dan hanya digunakan pada kasus demam berat
  • Jangan mengkonsumsi antibiotik ketika demam terjadi. Demam bukanlah penyakit melainkan gejala penyakit dan tidak tepat diobati dengan antibiotik
  • Hindari penggunaan selimut pada pasien dengan demam tinggi
  • Cobalah untuk menambah asupan air.
  • Kompres pada daerah lipatan harus dilakukan berulang kali hingga demam teratasi.

 

 

Referensi
  1. Alterations in Body Temperature. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. Fauci, Braunwald, Kasper et al (eds), 18th Edition, McGraw Hill Company Inc., New York, 2012; pp 143-170.
  2. Physiological Changes in Infected Patients. In: Oxford Textbook of Medicine. Warrell DA, Cox TM, Firth JD, Benz EJ Jr (eds), 4th Edition, Oxford University Press, 2003; pp 1.289-1.292.
  3. http://www.dynamed.com
belajar kedokteran

Masalah Belajar Yang Dialami Oleh Mahasiswa Kedokteran

Belajar di fakultas kedokteran bagi sebagian mahasiswa dianggap membutuhkan usaha yang keras dan sulit. Tapi, sebagian mahasiswa lainnya menemukan cara cerdas dalam menjalani pendidikan kedokteran. Mereka dapat menemukan langkah-langkah efektif dalam mengatasi masalah belajar mereka. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan masalah belajar yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dan bagaimana cara mengatasinya.

 

Masalah Pertama: Tidak tahu harus memulai dari mana

Ilmu kedokteran merupakan salah satu pengetahuan dengan topik yang sangat luas.

 

Mahasiswa sering kali tidak tahu apa yang harus dipelajari terlebih dahulu.

 

Bila Anda merupakan salah satu yang mengalami hal ini, Jangan Panik.

 

Hal ini merupakan suatu kondisi yang normal karena banyaknya materi yang harus dipelajari.

 

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mulai belajar dengan membuat daftar apa saja yang perlu Anda ketahui berdasarkan silabus atau apa yang disampaikan oleh dosen saat perkuliahan.

 

Bagi beban balajar menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola dengan baik.

 

Selain itu, belajarlah untuk menentukan prioritas dan buatlah jadwal belajar yang realistis.

 

Disiplinkan diri Anda untuk menghabiskan beberapa menit pada saat jeda antar kuliah untuk untuk mengulang catatan kuliah sebelumnya.

 

Hindari belajar di menit terakhir atau satu malam sebelum ujian.

 

Buatlah jadwal minimal belajar selama 4 jam sehari di luar perkuliahan.

 

Jangan pernah tidak menghadiri perkuliahan sebab satu jam kuliah yang tidak Anda ikuti tidak akan tergantikan dengan 5 jam Anda belajar mandiri.

 

 

Masalah Kedua: Terlalu banyak yang harus dipelajari.. dan hanya ada sedikit waktu

“Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”. Demikianlah pesan Hasan Al-Banna.

 

masalah belajar

sumber: https://pixabay.com

Begitu pula dengan belajar di kedokteran. Banyak yang merasa bahwa waktu yang dimiliki tidak cukup untuk mempelajari semua materi yang harus dikuasai.

 

Maka, belajar cerdas jangan belajar keras.

Untuk mengetahui bagaimana teknik belajar mahasiswa kedokteran silakan download ebook berikut:

Teknik belajar mahasiswa kedokteran

 

Penting untuk Anda mempelajari gaya belajar apa yang paling cocok untuk Anda.

 

Buatlah ringkasan dari semua materi yang telah Anda pelajari.

 

Belajar akan menjadi lebih mudah bila Anda memiliki kelompok belajar.

 

Ringkasan belajar sebaiknya berisikan catatan kuliah, tutorial, praktikum, dan semua hal yang terkait dengan materi yang harus Anda kuasai.

 

Identifikasi topik-topik penting dan bidang-bidang yang sulit dimengerti.

 

Dengan hal ini masalah belajar kedua ini akan dapat diatasi.

 

 

Masalah Belajar Ketiga: Materi ini terlalu sulit, Aku tidak mengerti sedikit pun tentang materi ini

Sabar adalah kunci.

 

Mempelajari tubuh manusia, ciptaan Allah yang paling sempurna di muka bumi, memang tidak pernah mudah.

 

Tapi, percayalah, ketika Anda dapat menguasai pengetahuan tersebut, maka hal tersebut adalah suatu hal yang paling memuaskan.

 

Jadikan kondisi ini sebagai tantangan.

 

Pendekatan yang paling mungkin Anda lakukan bila menemui topik yang terlalu sulit adalah mendiskusikan topik tersebut dengan teman, kakak leting, atau dosen.

kuliah kedokteran

sumber: https://pixabay.com

Hal ini juga dapat membantu Anda mengetahui apakah topik tersebut juga sulit bagi yang lain.

 

Miliki keberanian untuk membuat janji bertemu dengan dosen agar Anda bisa menanyakan terkait topik yang sulit tersebut.

 

Satu hal yang penting diingat terkait masalah belajar ini adalah:

 

Semakin sulit topiknya, semakin bermanfaat topik tersebut dalam praktik klinis atau studi lanjutan (pasca sarjana) Anda di masa depan.

 

 

Masalah Keempat: saya sudah membacanya. Saya sudah memahaminya. Tapi, saya tidak dapat mengingatnya.

Diskusikanlah topik tersebut dengan kelompok belajar.

 

Kita akan mengingat dengan baik sebagian besar yang kita diskusikan atau ajarkan kepada orang lain.

baca buku

sumber: https://pixabay.com

Penelitian menunjukkan bahwa kita mengingat 70% dari semua hal yang kita diskusikan.

 

Selain itu, cobalah untuk menghubungkan topik tersebut dengan suatu yang berarti bagi Anda.

 

Misalnya, saat Anda mempelajari tentang penyakit lupus (SLE) hubungkan penyakit tersebut dengan orang-orang terkenal (aktor, aktris, penyanyi, dll) yang mengalami kondisi tersebut.

 

Misalnya untuk SLE adalah Selena Gomez.

 

Apa saja gejala yang di alami oleh Selena Gomez? Mengapa Selena Gomez harus menjalani cangkok ginjal? Dan berbagai hal terkait lainnya.

 

Teknik ini akan sanat membantu Anda untuk mengingat topik yang telah Anda pahami.

 

Penyelesaian masalah belajar ini juga dapat dilakukan dengan menghubungkan topik yang ingin Anda ingat dengan materi yang telah Anda pelajari sebelumnya.

 

 

Masalah Kelima: Saya rasa… saya sudah memahaminya.

Jangan terlalu yakin dengan perasaan Anda.

 

Karena bila terlalu terbawa perasaan maka Anda tidak akan dapat menilai kemampuan Anda pribadi secara objektif.

 

Uji diri Anda sendiri setelah mempelajari suatu meteri.

menguji diri sendiri

sumber: https://pixabay.com

Saya biasa menuliskan pertanyaan setiap malam setelah belajar untuk setiap materi yang saya pelajari.

 

Kemudian, saya mencoba menjawab pertanyaan tersebut keesokan harinya tanpa melihat buku ajar atau catatan.

 

Ingat pula apa yang ditekankan dosen ketika menyampaikan kuliah.

Pelajari hubungan setiap topik. Dan cobalah untuk membuat soal ujian sendiri dan menjawabnya sebelum Anda menghadapi ujian yang sesungguhnya.

 

Hal ini akan mengatasi masalah belajar Anda terkait dengan perasaan.

 

 

Masalah Keenam: terlalu banyak yang harus diingat

Susun dan buatlah daftar yang menurut Anda paling mudah.

 

Informasi akan lebih mudah diingat dan direcall jika disusun dengan sistematis.

 

Terdapat berbagai teknik yang dapat membantu Anda untuk membantu dalam menyusun informasi selama menjalani pendidikan kedokteran.

 

Teknik tersebut antara lain:

  • Tulis ringkasan atau kesimpulan setiap materi. Misalnya, gunakan diagram pohon untuk menunjukkan hubungan berbagai obat autonomik, efek, dan mekanisme kerjanya.
  • Kelompokkan informasi menjadi kategori. Misalnya, patologi paru dapat dikelompokkan menjadi penyakit paru obstruktif dan penyakit paru restriktif.
  • Gunakan peta informasi. Gambarkan matrik untuk menyusun dan menghubungkan berbagai materi yang Anda pelajari. Misalnya dengan memuat mind map.
mindmap

sumber: https://pixabay.com

Kami sudah membuat sebuah ebook menggunakan teknik-teknik di atas. Ebook tersebut dapat Anda unduh gratis pada link di bawah ini:

Farmakologi Klinis Bagi Mahasiswa Kedokteran

 

 

Masalah Ketujuh: Aku tahu tentang itu beberapa menit yang lalu

Cobalah untuk membuat tinjauan (review).

 

Setelah Anda membaca buku ajar atau materi tertentu, buatlah tinjauan dan latihan keluaran belajar.

 

Cobalah untuk menyusun pertanyaan lalu kemudiannya menjawabnya.

 

Bila Anda tidak mampu menjawab dengan baik, baca kembali bagian yang sulit untuk Anda ingat tersebut.

 

Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk belajar suatu topik, maka semakin mudah Anda recall kembali tentang topik tersebut.

 

Namun, bagaimana Anda mengatur dan mengintegrasikan Informasi baru masih lebih penting daripada berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk belajar.

 

Bukan jumlah jam yang dihabiskan tetapi seberapa banyak informasi yang Anda peroleh selama sesi belajar yang lebih penting penting.

 

Ukuran seberapa banyak yang telah Anda pelajari dapat direfleksikan oleh sejumlah pertanyaan yang dapat Anda jawab.

 

Cobalah untuk membuat beberapa pertanyaan esai dan jawablah, dan cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan pilihan ganda untuk mengkonsolidasikan apa yang telah Anda pelajari.

 

Teknik ini adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah belajar ini.

 

 

Masalah Kedelapan: Saya suka belajar di atas tempat tidur

Ini adalah contoh belajar yang tidak baik.

 

Membaca buku ajar kedokteran tidak sama dengan membaca novel.

 

Membacanya di atas tempat tidur akan menjadikan buku tebal tersebut sebagai pengganti banta Anda.

 

Anda harus belajar secara aktif dengan bantuan pena dan kertas untuk menulis atau membuat diagram saat Anda belajar.

 

Hal tersebut akan sulit dilakukan bila sambil berbaring.

 

Sebagai tambahan, recall akan lebih baik dilakukan bila suasana belajar mirip dengan suasana ketika Anda menjalani ujian.

 

Jadi cobalah untuk tidak belajar di atas tempat tidur sebab ini adalah masalah belajar yang dapat menghambat kemajuan Anda dalam mempelajari topik kedokteran.

 

 

Masalah Kesembilan: sistem kebut semalam lebih baik dari pada belajar sepanjang waktu

Peryataan di atas tidak pernah benar.

 

Kemampuan recall akan meningkat seiring waktu belajar yang tersebar dari waktu ke waktu.

 

Tentu saja ada beberapa hormon yang memicu stres yang membuat Anda lebih waspada dan aktif serta merasa penuh energi untuk belajar dengan sistem SKS.

 

Namun, ini akan menyebabkan kelelahan dan Anda mungkin mendapatkan serangan panik terutama ketika Anda menemukan bahwa ada terlalu banyak materi yang harus dipelajari.

 

Teknik ini dapat dikatakan sia-sia dan Anda akan mendapatkan reaksi selama ujian.

sistem kebut semalam

sumber: https://pixabay.com

 

Saya telah melihat banyak teman saya yang selalu menggunakan teknik ini akhirnya harus mengulang begitu banyak blok dan pada akhirnya harus mengulang tahun akademis.

 

Bahkan, banyak dari mereka membutuhkan dua tahun tambahan dibandingkan dengan yang lain untuk dapat lulus.

 

Teknik SKS ini akan menyebabkan frustrasi dan kurangnya kepercayaan diri.

 

 

Masalah Kesepuluh: saya akan terbangun hingga larut malam untuk menyelesaikan belajar saya

Hal ini sangat kontraproduktif.

 

Yang paling penting selama tes adalah memiliki pikiran waspada.

 

Karena itu, Anda harus memiliki istirahat yang cukup. Hindari kelelahan mental. Seringlah beristirahat sejenak saat belajar.

 

Cobalah untuk beristirahat atau tidur nyenyak sebelum menjalani ujian atau tes keesokan harinya.

 

Yang lebih baik adalah mempersiapkan dan manjakan diri Anda sebelum ujian.

 

Makan dengan baik, tidur, dan berolahraga cukup serta berdoa.

 

Persiapan yang baik dan diiringi dengan usaha keras pasti akan memberikan hasil yang maksimal.

 

Itulah sepuluh masalah belajar yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Semoga Anda dapat mengatasi masalah belajar yang muncul selama menjalani pendidikan kedokteran.

 

Bila Anda memiliki masalah belajar lainnya serta cara mengatasinya maka silakan bagikan di kolom komentar.

software daftar pustaka

Software untuk Menyusun Daftar Pustaka: EndNote & Mendeley

Anda masih bingung dalam menentukan pilihan software untuk menyusun daftar pustaka mana yang harus Anda gunakan?

 

EndNote atau Mendeley?

 

Kami akan memberikan saran kepada Anda.

 

Terdapat beberapa pilihan software berbeda untuk membantu Anda dalam menyusun daftar pustaka.

 

Pilihannya sangat bergantung pada pilihan individu, biaya, fungsi dan juga efektivitas software.

 

Berdasarkan diskusi pada grup atau forum kedokteran, sebagian besar penulis menggunakan Mendeley atau EndNote.

Jika sedang mempertimbangkan software mana yang Anda akan gunakan untuk membantu Anda menulis karya tulis ilmiah, skripsi, jurnal dan lain-lain.

 

Dan Anda masih belum menentukan pilihan yang mana, kami akan menjabarkan beberapa keunggulan dari Mendeley dan EndNote sehingga dapat membantu Anda dalam menentukan pilihan.

 

 

Mengapa menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka?

 

Ketika Anda memiliki sumber artikel yang Anda sitasi untuk tulisan kedokteran, menjaga agar semua daftar pustaka tersebut tersusun rapi dan mudah dicari merupakan suatu hal yang sulit.

Software untuk menyusun daftar pustaka

Sumber: https://pixabay.com

 

Pengalaman menunjukkan bahwa seorang penulis akan dengan mudah kehilangan file daftar pustaka, terutama bila Anda melakukan pekerjaan menulis berbagai artikel atau sedang menyusun tulisan yang butuh banyak daftar pustaka seperti skripsi atau tesis.

 

Software untuk menyusun daftar pustaka memungkinkan Anda untuk membuat perpustakaan daftar pustaka Anda sendiri yang terhubung ke software pengolah kata Anda (misalnya Ms. Word), menyimpan referensi yang Anda sitasi pada satu database.

 

Referensi otomatis juga mengurangi kesalahan yang sering terjadi ketika Anda membuat nomor daftar pustaka secara manual.

 

Software untuk menyusun daftar pustaka juga merupakan alat yang efisien dalam menghemat waktu Anda dengan:

 

  • Memasukkan atau mengimpor kutipan online dalam database sehingga Anda tidak perlu mengetik setiap referensi secara manual
  • Menyisipkan referensi Anda secara akurat saat Anda memindahkan atau menghapus konten
  • Membuat daftar pustaka yang sesuai dengan gaya referensi tertentu (misalnya Havard atau Vancouver) dengan satu klik tombol
  • Mencatat informasi kutipan secara akurat

 

Selanjutnya, mari kita kenali EndNote dan Mendeley

 

Software untuk menyusun daftar pustaka: EndNote

 

EndNote memungkin Anda untuk mengimpor referensi dari database mesin pencari (misalnya PubMed) untuk membuat perpustakaan file referensi pribadi.

endnote

Anda dapat menghubungkan perpustakaan pribadi ini dengan tulisan Anda.

 

Hal ini tentunya akan memungkinkan Anda untuk memilih referensi yang Anda sitasi dalam tulisan Anda.

 

Apa saja keuntungan EndNote?

 

  • Terdapat berbagai macam gaya kutipan (sitasi) yang dapat Anda gunakan untuk setiap jurnal
  • Setelah di unduh, referensi dapat dihubungkan dengan mudah ke dokumen pengolah kata Anda
  • Anda dapat membuat banyak perpustakaan sekaligus, untuk setiap artikel yang Anda tulis.

 

Tapi, terdapat pula beberapa kekurangan dari EndNote

 

  • Software EndNote mahal karena Anda harus melakukan pembelian EndNote dengan harga $249,95 atau sekitar Rp.3.584.033.-. Kecuali Anda dapat akses EndNote gratis dari institusi atau universitas Anda. Terdapat software EndNote Basic yang menyediakan pilihan gratis tapi banyak fungsi yang dikurangi dibandingkan dengan software berbayarnya.
  • Butuh waktu untuk terbiasa dengan software dan Anda mungkin harus menginvestasikan waktu mengikuti pelatihan
  • EndNote dapat didownload pada komputer atau laptop Anda. Tapi, pastikan bahwa sistem operasi (misalnya windows atau mac OS) da spesifikasi komputer atau laptop Anda kompatibel dengan kebutuhan software

 

Kesimpulannya: EndNote merupakan software yang dapat diandalkan untuk file yang besar dan banyak daftar pustaka.

 

Tapi, bila memiliki aksesnya melalui institusi Anda karena software ini cukup mahal bila dibeli sendiri.

 

EndNote juga butuh waktu untuk dapat dikuasasi dan terkadang dibutuhkan pelatihan untuk dapat menggunakannya.

 

Lalu, bagaimana dengan Mendeley?

 

 

Software untuk menyusun daftar pustaka: Mendeley

 

Mendeley merupakan software untuk menyusun daftar pustaka gratis.

mendeley

Software ini dapat Anda unduh ke komputer Windows atau Mac Anda pada situsnya Mendeley.

 

Software ini lebih populer dikalangan penulis artikel kedokteran untuk mengelola referensi dan mudah untuk mentrasfer file pdf ke software referensi ini.

 

Apa saja keuntungan Mendeley?

 

  • Paket dasar Mendeley adalah gratis tapi hanya dapat menyimpan hingga 2 gigabyte. Bila terdapat akses dari institusi atau membayar biaya subscription (langganan), Anda bisa mendapatkan penyimpanan yang lebih besar
  • Mudah digunakan dengan ribuan jenis sitasi (kutipan)
  • Anda juga dapat menggunakan software untuk mencari artikel
  • Anda dapat melakukan sinkronisasi perpustakaan Anda dengan menggunakan berbagai perangkat (misalnya tabler, ipad, dan komputer lain) sehingga memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja.

 

Namun, dibalik keuntungan tersebut juga terdapat kekurangan.

 

Apa saja kekurangan Mendeley?

 

  • Hanya artikel Open Access full-text yang dapat di akses dari pencarian literatur yang Anda lakukan di Mendeley. Alternatifnya Anda dapat melakukan pencarian melalui database eksternal dan menyimpan file PDF full-text nya lalu import ke Mendeley
  • Ruang penyimpanan yang terbatas (2 GB)

 

 

Kesimpulan: Mendeley merupakan pilihan yang cost-effective untuk penulis dengan tampilan yang bersahabat. Jika Anda tidak yakin bagaimana cara menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka, Mendeley merupakan software yang bagus untuk dicoba terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

 

Apakah Anda menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka? Kami senang bila Anda berbagi pengalaman Anda dalam menggunakan software tersebut dan silakan bagikan pada kolom komentar di bawah ini.

pengukuran tekanan darah ibu hamil

Langkah & Rekomendasi Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hipertensi merupakan salah satu sindrom yang umum terjadi selama kehamilan. Kondisi hipertensi ini baik hipertensi gestasional dan preeklamsia terjadi pada 7-15% kehamilan diseluruh dunia. Untuk itu diperlukan langkah-langkah pencegahan hipertensi pada ibu hamil.

Artikel ini memuat tentang jenis hipertensi pada kehamilan, faktor risikonya dan beberapa rekomendasi seputar pencegahan hipertensi pada ibu hamil.

Jenis-Jenis Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serta gagal jantung. Begitu pula dengan risiko stroke dan gangguan ginjal. Terdapat beberapa bentuk hipertensi pada ibu hamil yaitu:

  • Hipertensi gestasional: Gangguan hipertensi baru yang terjadi pada usia kehamilan >20 minggu
  • Preeklamsia: hipertensi gestasional dengan proteinuria (ekskresi ≥300 mg protein setiap 24 jam) dan atau dengan penyakit organ akhir lainnya yang berhubungan dengan hipertensi
  • Hipertensi kronik: hipertensi yang terjadi pada masa awal kehamilan (sebelum usia kehamilan 20 minggu)
  • Hipertensi kronik dengan preeklamsia superimposed: hipertensi kronik disertai dengan kemunculan tanda preeklamsia pada masa kehamilan

Faktor Risiko Hipertensi Pada Ibu Hamil

Faktor risiko tertentu untuk mengembangkan hipertensi tidak dapat diubah, seperti usia atau ras. Sebagai contoh, wanita yang lebih tua dari 40 atau lebih muda dari 20 memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi selama kehamilan; hal yang sama berlaku untuk wanita ras Afrika-Amerika.

Faktor risiko lain termasuk kelebihan berat badan, tidak berolahraga, makan dengan buruk, membawa banyak anak, berurusan dengan penyakit kronis seperti diabetes atau lupus, memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan, dan pernah mengalami preeklamsia atau hipertensi selama kehamilan sebelumnya.

Langkah-Langkah Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil

Pencegahan hipertensi pada ibu hamil harus dilakukan karena kondisi peningkatan tekanan darah ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi selama kehamilan. Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah baik bagi ibu hamil ataupun janin dalam kandungan.

Komplikasi yang paling berbahaya adalah eklamsia. Suatu kondisi kejang umum yang mengancam jiwa. Kondisi ini di awali oleh preeklamsia berat. Komplikasi lainnya termasuk gagal jantung, penyakit jantung iskemik, stroke, edema paru, sindrom distress pernapasan akut, gangguan ginjal, liver, dan gangguan pembekuan darah.

Sedangkan komplikasi untuk janin antara lain:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Abrutio plasenta
  • Cairan ketuban sedikit
  • Kematian janin

Untuk mencegah komplikasi-komplikasi tersebut maka diperlukan pencegahan hipertensi pada ibu hamil.

 

Rekomendasi Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan beberapa hal terkait dengan pencegahan hipertensi pada ibu hamil. Beberapa rekomendasi tersebut antara lain:

  • Pertimbangkan pemberian aspirin dosis rendah 60-80 mg/hari pada trimester pertama untuk ibu hamil baik dengan (ACOG Qualified recommendation, Moderate-quality evidence) :
    • Riwayat preeklamsia onset awal dan kelahiran prematur < 34 minggu
    • Riwayat preeklamsia > 1 kehamilan
  • Vitamin C dan E tidak direkomendasikan untuk mencegah preeklamsia ACOG Strong recommendation, High-quality evidence)
  • Pembatasan asupan garam harian tidak direkomendasikan untuk pencegahan preeklamsia (ACOG Qualified recommendation, Low-quality evidence)
  • Tirah baring dan pembatasan aktivitas fisik tidak direkomendasikan untuk preeklamsia dan komplikasi terkait lainnya. (ACOG Qualified recommendation, Low-quality evidence)

Society of Obstetricians and Gynaecologists of Canada (SOGC) juga memiliki beberapa rekomendasi terkait dengan pencegahan hipertensi pada ibu hamil. Rekomendasi tersebut antara lain:

  • Konseling prekonsepsi direkomendasikan untuk wanita dengan hipertensi (SOGC Grade C, Level III)
  • Tawarkan konsultasi kebidanan pada kunjungan pemeriksaan antenatal pertama untuk wanita dengan peningkatan risiko preeklamsia (SOGC Grade B, Level II-2)
  • Untuk wanita dengan risiko tinggi preeklamsia:
    • Jika asupan kalsium rendah (< 600 mg/hari)
      • pemberian suplementasi kalsium oral 1 gr/hari direkomendasikan (SOGC Grade A, Level I)
    • Pemberian aspirin dosis rendah (75-162 mg/hari) direkomendasikan (SOGC Grade B, Level III)
      • Diminum menjelang tidur (SOGC Grade B, Level I)
      • Mulai pemberian obat setelah diagnosis kehamilan ditegakkan dan sebelum usia kehamilan 16 minggu (SOGC Grade B, Level I)
      • Pertimbangkan untuk melanjutkan terapi setelah persalinan (SOGC Grade C, Level I)
    • Tidak terdapat cukup bukti untuk merekomendasikan tindakan, penggunaan atau konsumsi:
      • Diet jantung sehat (SOGC Grade L, Level III)
      • Olahraga (SOGC Grade L, Level I)
      • selenium (SOGC Grade L, Level I)
      • bawang putih (SOGC Grade L, Level I)
      • zinc (SOGC Grade L, Level III)
      • Suplemen piridoksin (SOGC Grade L, Level III)
      • Zat besi tanpa asam folat (SOGC Grade L, Level III)
      • Multivitamin dengan atau tanpa mikronutrien (SOGC Grade L, Level III)

Istirahat, Olahraga, dan Kontrol Berat Badan Untuk Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil

Berikut ini merupakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan efek istirahat, olahraga, dan kontrol berat badan untuk pencegahan hipertensi pada ibu hamil.

Istirahat Harian mengurangi risiko preeklamsia pada ibu dengan tekanan darah normal.

  • Penelitian ini menunjukkan istirahat 4-6 jam setiap hari menurunakan risiko preeklamsia
  • Penelitian ini juga menunjukkan bahwa istirahat 30 menit setiap hari dengan suplemen nutrisi juga menurunkan risiko preeklamsia
  • Referensi-Cochrane Database Syst Rev 2010 Feb 17;(2):CD005939

 

Aktivitas fisik dapat mencegah preeklamsia

 

Tidak cukup bukti ilmiah untuk menentukan bahwa olahraga membantu dalam pencegahan preeklamsia

 

Metformin dapat mengurangi kenaikan berat badan ibu dan risiko preeklampsia, tetapi tidak dapat meningkatkan outcome neonatus pada wanita hamil dengan obesitas tanpa diabetes

  • Penelitian ini dilakukan pada 450 wanita (usia rata-rata 32 tahun) dengan kehamilan tunggal pada usia kehamilan 12-18 minggu, tanpa diabetes, tetapi dengan indeks massa tubuh (BMI)> 35 kg / m2 diacak ke metformin 3 g / hari vs plasebo sampai melahirkan
  • Referensi-N Engl J Med 2016 Feb 4;374(5):434

 

Penurunan indeks massa tubuh 10% sebelum kehamilan terkait dengan penurunan risiko preeklamsia pada wanita dengan berat badan berlebih dan obesitas.

  • Penelitian dilakukan pada antara wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas dan pengurangan indeks massa tubuh 10% sebelum kehamilan terkait dengan ≥ 10% risiko rendah preeklamsia
  • Referensi-Obstet Gynecol 2015 Jan;125(1):133

 

Pedoman Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

Klik Di Sini Untuk Link Pedoman

International guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

  • World Health Organization (WHO) guideline on calcium supplementation in pregnant women can be found at WHO 2013 PDF
  • WHO recommendations for prevention and treatment of preeclampsia and eclampsia can be found at WHO 2011 PDF
  • international expert paper on critical pathways for management of preeclampsia and severe preeclampsia in institutionalised healthcare settings can be found in BMC Pregnancy Childbirth 2003 Oct 3;3(1):6 full-text

United States guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

  • American College of Chest Physicians (ACCP) Evidence-Based Clinical Practice Guidelines on Antithrombotic Therapy and Prevention of Thrombosis (Ninth Edition) recommendation on venous thromboembolism, thrombophilia, antithrombotic therapy, and pregnancy can be found in Chest 2012 Feb;141(2 Suppl):e691S full-text, commentary can be found in Chest 2012 Aug;142(2):545

United Kingdom guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

  • Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG) Green-top Guideline No. 56 on maternal collapse in pregnancy and puerperium can be found at RCOG 2011 Jan PDF

Canadian guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

European guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

Mexican guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

  • Colegio Mexicano de Especialistas en Ginecología y Obstetricia (COMEGO) clinical practice guideline on diagnosis and treatment of preeclampsia-eclampsia can be found in Ginecol Obstet Mex 2010 Jun;78(6):S461[Spanish]
  • Grupos de Desarrollo de las Instituciones Públicas del Sistema Nacional de Salud de México (Secretaría de Salud, IMSS, ISSSTE, SEDENA, SEMAR, DIF, PEMEX) guías de práctica clínica en detección, diagnóstico y tratamiento de las enfermedades hipertensivas del embarazo se pueden encontrar en Secretaría de Salud-México 2017 PDF [Spanish]

Central and South American guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

Australian and New Zealand guidelines Terkait Pencegahan Hipertensi Pada Ibu Hamil dan Preeklamsia

 

Kesimpulan

Faktor risiko umum untuk tekanan darah tinggi, seperti obesitas dan riwayat tekanan darah tinggi, dapat diminimalkan melalui diet dan olahraga. Tentu saja, selama kehamilan, tidak dapat dihindari bahwa ibu hamil akan mengalami peningkatan berat badan. Dianjurkan agar wanita hamil berkonsultasi dengan dokter mereka untuk mengidentifikasi target berat badan yang sehat bagi mereka

Pedoman diet untuk wanita hamil bervariasi antara setiap orang. Berbicaralah dengan ahli gizi  atau dokter melakukan pengukuran tinggi dan berat badan spesifik Anda saat membuat rencana nutrisi untuk Anda.

NHLBI menekankan bahwa penting untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko tekanan darah tinggi Anda. Anda harus menghindari merokok dan minum alkohol, keduanya diketahui meningkatkan tekanan darah.

Kehamilan menyebabkan pergeseran hormon, serta perubahan psikologis dan fisik. Ini dapat menimbulkan stres, yang dapat membuat tekanan darah tinggi lebih sulit untuk dikelola. Cobalah teknik-teknik untuk mengurangi tingkat stress.

 

Bila Anda Memiliki Pertanyaan Seputar Hipertensi Pada Kehamilan atau Pengalaman Terkait Hipertensi Pada Kehamilan, Silakan Sampaikan Pertanyaan dan Pendapat Anda Di Kolom Komentar.

 

Referensi