sakit kepala

Kenali Penyebab Sakit Kepala Yang Anda Alami

Apa yang Anda lakukan pertama kali yang terpikirkan di dalam benak Anda jika Anda mengalami sakit kepala? Tentu saja Anda pasti mencari obat sakit kepala. Apakah ada di antara Anda yang berusaha untuk mencari apa yang menjadi penyebab sakit kepala tersebut?

pusing dan sakit kepala

Rata-rata orang di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia melakukan hal yang sama dengan Anda.

 

Jadi yang harus Anda ketahui, bahwa obat sakit kepala hanya untuk meredakan nyeri kepala Anda sementara.

 

Tetapi Anda harus mengetahui penyebabnya. Jika tidak, mungkin setelah minum obat Anda sembuh.

 

Namun keesokan harinya atau seminggu kemudian, jika Anda mengulangi penyebabnya, Anda akan mengalami sakit kepala lagi.

 

Dan jika Anda mengonsumsi obat terus menerus, yang ditakutkan adalah efek samping dari obat tersebut.

 

Oke, mari kita bahas satu persatu apa yang menjadi penyebab sakit kepala ini.

 

 

Kurang Tidur Sebagai Penyebab Sakit Kepala

penyebab sakit kepala

Penyebab sakit kepala yang pertama adalah kurang tidur.

 

Mungkin bagi Anda yang suka begadang dan bagi Anda yang kurang tidur, kondisi inilah yang paling sering menjadi “biang keladi” penyebab sakit kepala Anda.

 

Saat kita tidur, tubuh kita melakukan proses pemulihan (recovery).

 

Jadi saat kita stres seharian, tubuh akan mengalami banyak kerusakan.

 

Jadi saat tidur, tubuh Anda akan melakukan pemulihan. Begitu pula dengan otak Anda.

 

Pada otak terdapat milyaran sel saraf yang disebut sebagai neuron dan sel-sel pendukung lainnya.

 

Neuron akan dipulihkan kembali dengan sendirinya saat tidur.

 

Jadi bukan berarti saat Anda makan sel neuron akan mengalami pemulihan, tetapi saat Anda tidur.

 

Makanan itu hanya mengisi nutrisi bagi perbaikan otak dan tubuh Anda. Tetapi proses perbaikannya adalah di saat Anda tidur.

 

Jadi, percuma Anda mengisi bahan bakunya tetapi tidak Anda istirahatkan.

 

Penyebab Sakit Kepala Yang Kedua Adalah Stres

sakit kepala karena stres

Stres ini boleh saya katakan semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami stres.

Namun yang terpenting adalah bukan seberapa besar stres yang Anda hadapi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat mengelola stres Anda.

 

Secara sederhana disebut juga sebagai manajemen stres atau cara Anda dalam merespons stres ini. Tindakan ini adalah yang terpenting.

 

Jenis sakit kepala yang disebabkan terlalu banyak beban pikiran adalah nyeri kepala tegang atau disebut pula sebagai Tension Type Headadche (TTH).

 

Jadi tipe sakit kepala seperti ini mungkin beberapa dari Anda pernah merasakannya.

 

Kondisi TTH ini akan mengakibatkan bagian belakang kepala Anda sampai ke pundak dan leher kaku.

 

Jadi Anda pegang, rasanya seperti papan. Kaku sekali dan sangat keras.

 

Jika terjadi seperti ini, ototnya terlalu tegang. Otomatis pembuluh darah dan syaraf pada lokasi tersebut akan tertekan.

 

Banyak dari mereka akhirnya mencari obat untuk relaksasi.

 

Sebenarnya penyebab utamanya adalah karena “stres Anda”.

 

Hal ini banyak saya jumpai pada pelajar atau mahasiswa yang akan menghadapi ujian, misalnya. Lehernya terasa kaku.

 

Atau para pebisnis dan pekerja kantoran yang akan menghadapi klien pada keesokan harinya, atau mendapatkan sebuah proyek yang lebih besar.

 

Mereka terlalu tegang dan akhirnya tidak bisa tidur pada malam harinya.

 

Dehidrasi Juga Dapat Menjadi Penyebab Sakit Kepala

dehidrasi dan sakit kepala

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungannya dehidrasi dengan sakit kepala?

 

Tubuh kita sebagai manusia itu kurang lebih 70% terdiri dari cairan.

Jadi, air di dalam tubuh kita itu sangat berperan penting untuk melancarkan aliran darah (sirkulasi) dan metabolisme di dalam tubuh.

 

Jika Anda kekurangan cairan atau disebut sebagai dehidrasi, maka sirkulasi dan metabolisme di dalam tubuh Anda akan terganggu.

 

Begitu pula dengan peredaran nutrisi dan peredaran oksigen ke otak Anda. Karena sekali lagi, 70% tubuh kita adalah cairan.

 

Jika peredaran oksigen terganggu, maka otak Anda yang membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi tadi juga akan mengalami gangguan.

 

Jadi ingat, tubuh Anda memerlukan cairan. Lalu, berapakah jumlah cairan yang Anda butuhkan? Apakah Anda harus mengonsumsi 8 gelas setiap hari?

 

Kebutuhan cairan Anda adalah sekitar 40 mL per kilogram berat badan. Jadi kalau misalnya Anda memiliki berat badan 70 kg maka kebutuhan cairan harian Anda adalah sekitar 2,8 liter.

 

Dalam kondisi cuaca lebih panas, atau Anda sedang berolahraga, maka Anda boleh menambah asupan cairan Anda.

 

 

Pilek Juga Menjadi Penyebab Sakit Kepala

sakit kepala karena pilek

Sebagian besar yang mengalami Pilek atau Flu atau Masuk Angin akan mengalami sakit kepala.

 

Mengapa? Karena biasanya pilek itu paling banyak disebabkan oleh infeksi virus yang akan menyebabkan peradangan.

 

Jika tubuh mengalami peradangan, biasanya akan mengalami sakit di seluruh sendi, termasuk kepala Anda.

 

Jika kondisi ini terjadi, maka yang Anda butuhkan adalah beristirahat lebih banyak serta konsumsi lebih banyak air putih dan vitamin C.

 

Anda bisa mendapatkan vitamin C tersebut dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

 

Atau mungkin Anda bisa mendapatkannya dari makanan tambahan seperti suplemen.

 

 

Sakit Kepala Ditambah Sakit Gigi

sakit kepala karena sakit gigi

Almarhum Meggy Z menyanyikan salah satu lirik lagu populer ini, “Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini. Biar tak mengapa”

 

Tapi, saya tidak yakin bahwa Anda yang pernah mengalaminya setuju dengan lirik lagu tersebut. Mengapa demikian?

 

Karena sakit gigi itu sangat erat kaitannya dengan sakit kepala.

 

Apa alasannya? Sederhana, karena sangat dekat posisinya. Dan syarafnya saling terhubung.

 

Banyak orang di Indonesia, mungkin di seluruh dunia yang sangat malas untuk memeriksakan giginya 6 bulan sekali dan menjaga kebersihan gigi mereka.

 

Akhirnya sampai berlubang. Kalau sudah berlubang, itu sakit sekali.

 

Anda sampai tidak bisa tidur, tutup mulut saja setengah mati. Mengunyah makanan juga susah.

 

Jadi saya sarankan kepada Anda semua untuk kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

 

Anda juga harus berusaha untuk menjaga kebersihan mulut Anda.

 

Dengan melakukannya, maka Anda mengurangi risiko terjadinya gigi berlubang.

 

Kemudian yang keenam, mengonsumsi makanan dingin terlalu cepat. Mengonsumsi makanan atau minuman dingin terlalu cepat.

 

Tapi ada pula pasien yang bertanya seperti ini: “Dokter, ketika makanan atau minuman dingin jika masuk ke dalam tubuh kita bukankah tubuh kita akan membuat suhunya akan kembali normal seperti tubuh kita”.

 

Ya, benar. Saya tidak menyalahkan itu.

 

Tapi ingat, tubuh harus memecah senyawa yang disebut sebagai ATP (Adenosin Trifosfat) untuk menghasilkan energi  sehingga bisa menormalkan kembali suhu yang terlalu dingin tadi.

 

Dan ingat, itu butuh waktu.

 

Jika Anda mengonsumsinya terlalu cepat, maka akan mengganggu sistem tubuh dan syaraf-syaraf Anda.

 

Syaraf ini juga berhubungan dengan syaraf di otak Anda. Sehingga jika terganggu, Anda akan mengalami sakit kepala.

 

Biasanya tidak terlalu lama. Tetapi jika Anda sering melakukannya, otomatis tidak baik juga bagi tubuh Anda.

 

Kesimpulan

Oke, apa yang saya jabarkan di atas tadi merupakan 6 penyebab umum mengapa Anda sakit kepala.

 

Pesan saya di sini adalah:

 

“Ketahuilah penyebab mengapa Anda sampai sakit kepala.

Dan bukan berarti begitu Anda sakit kepala, harus langsung mencari obat.”

 

Mungkin Anda bisa membeli obat di apotek terdekat atau di toko terdekat dan langsung mengonsumsinya setiap kali sakit kepala.

 

Banyak masyarakat kita yang akhirnya mendapatkan efek buruk dari obat sakit kepala yang diminum setiap hari.

 

Mungkin dosis pertama 1 tablet. Akhirnya naik 2 tablet, 3 tablet, karena terjadi resisten (dosis menjadi tidak efektif) di dalam tubuh mereka.

 

Saya harapkan Anda semua dapat mengonsumsi obat dengan bijak. Dan Anda dapat mengetahui penyebab mengapa Anda bisa sakit kepala.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar sakit kepala atau Anda ingin membagikan pengalaman Anda terkait dengan pengobatan sakit kepala, silakan Anda tuliskan di kolom komentar. Saya akan senang untuk dapat membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut.

 

kopi reguler

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Beberapa minggu yang lalu dunia maya dihebohkan dengan seorang pria yang melakukan uji coba dengan membakar salah satu serbuk kopi instan menggunakan pemantik api. Dan mengaitkannya dengan dampak buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Serbuk kopi instan tersebut terbakar dan orang-orang yang melakukan uji coba tersebut menyatakan bahwa pasti terdapat efek buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Nyatanya, produk berbentuk serbuk tersebut memang ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak, dan memiliki kadar air yang rendah, sehingga mudah terbakar dan menyala.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan telah menjelaskan bahwa setiap produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis, serbuk, dan berpori  dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

 

Namun, bukan berarti pangan ini berbahaya jika dikonsumsi.

 

Artikel ini saya tulis bukan untuk menjelaskan bagaimana proses serbuk kopi instan tersebut dapat terbakar.

 

Melainkan ingin memberikan gambaran pengaruh konsumsi kopi instan untuk kesehatan.

 

Pendahuluan

kopi instan untuk kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa kopi instan merupakan salah satu produk yang populer di seluruh dunia.

 

Bahkan kopi instan ini menyumbang angka 50% dari total komsumsi kopi di seluruh dunia.

 

Kopi instan digemari karena mudah dan cepat untuk disajikan dan tentu saja jauh lebih murah dibandingkan kopi reguler (kopi yang diseduh dari biji kopi yang dihaluskan baik dengan proses seduh (brewing) modern atau manual).

 

Kopi reguler sendiri, memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

 

Untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca artikel saya berikut yang menuliskan terkait dengan hal tersebut.

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

 

Tapi yang menjadi pertanyaan apakah kopi instan juga memberikan manfaat kesehatan seperti kopi reguler?

 

Untuk pertama, mari kita mengenal lebih dekat apa yang dimaksud dengan kopi instan.

 

 

Apa itu kopi instan?

kopi instan

Kopi instan merupakan jenis kopi yang terbuat dari ekstrak kopi yang dikeringkan.

 

Ekstrak kopi ini diproduksi dari proses brewing biji kopi, mirip dengan proses seduh kopi reguler tapi dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau lebih pekat.

 

Setelah diseduh, air dibuang dari ekstrak tersebut untuk membuat fragmen atau serbuk kering, di mana keduanya akan larut bila ditambahkan air.

 

Terdapat 2 cara untuk membuat kopi instan ini, yaitu:

 

  • Spray-drying: ekstrak kopi disemprot dengan udara panas, maka akan segera mengering menjadi droplets (butiran halus) dan mengubah mereka menjadi serbuk atau kepingan-kepingan kecil
  • Freeze-drying: dengan teknik ini ekstrak kopi dibekukan dan kemudian dipotong menjadi fragmen kecil. Lalu dikeringkan pada suhu rendah dengan kondisi hampa udara (vakum).

 

Kedua metode tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempertahankan kualitas, aroma, dan rasa kopi.

 

Cara paling mudah untuk menyiapkan segelas kopi jenis ini adalah dengan menambahkan air panas dan satu saset atau satu sendok makan bubuk kopinya.

 

 

Kopi Instan Mengandung Anti Oksidan dan Nutrisi.

Kopi merupakan salah satu sumber antioksidan yang cukup besar pada diet modern.

 

Kandungan antioksidan yang tinggi ini dipercaya bertanggung jawab terhadap banyak manfaat kesehatan ketika Anda mengonsumsi kopi.

 

Seperti kopi reguler kopi instan juga mengandung antioksidan yang cukup besar.

 

Berdasarkan salah satu penelitian, kopi jenis instan bahkan mengandung lebih banyak jenis antioksidan dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kondisi ini tercapai karena prosesnya yang berbeda.

 

Selain itu, pada satu gelas kopi standar mengandung 4 kalori dan memberikan asupan sedikit kalium, magnesium, dan niacin (Vitamin B3).

 

Kopi instan mengandung kafein lebih sedikit

Kafein merupakan zat stimulan utama pada kopi.

 

Kopi jenis instan diketahui mengandung kafein lebih sedikit dibandingkan dengan kopi reguler.

 

 

Satu cangkir kopi instan dapat mengandung 30–90 mg kafein, sementara satu cangkir kopi biasa mengandung sekitar 70–140 mg kafein.

 

kepekaan setiap orang terhadap kafein berbeda-beda maka kopi instan dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang perlu mengurangi konsumsi kafein.

 

Kopi instan juga tersedia sebagai kopi tanpa kafein, yang mengandung lebih sedikit kafein.

 

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, gelisah, sakit perut, tremor dan detak jantung cepat.

 

 

Efek Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan Karena Kandungan Akrilamida

ceri kopi

Akrilamida adalah zat kimia berbahaya yang terbentuk ketika biji kopi dipanggang (roasting).

 

Bahan kimia ini juga biasa ditemukan dalam berbagai makanan, asap, barang-barang rumah tangga dan produk perawatan pribadi.

 

Menariknya, kopi instan dapat mengandung akrilamida sebanyak dua kali lebih banyak dari kopi reguler.

 

Paparan berlebihan akrilamida dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker.

 

Namun, jumlah akrilamida yang Anda hadapi melalui konsumsi kopi jauh lebih rendah daripada dosis yang terbukti berbahaya.

 

Oleh karena itu, minum kopi instan seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran mengenai paparan akrilamida.

 

Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan efek buruk kopi instan untuk kesehatan adalah kandungan bahan pengawet, pewarna, penyedap, dan pemanis buatan di dalamnya.

 

Untuk efek buruk pemanis buatan Anda dapat membaca artikel berikut:

Pemanis Buatan: Teman Atau Musuh Untuk Diet

 

Lalu apakah kopi instan masih memiliki manfaat untuk kesehatan?

 

 

Manfaat Kopi Instan Untuk Kesehatan

Pemuda Minum Kopi

Minum kopi telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

 

Mengingat bahwa kopi instan mengandung antioksidan dan nutrisi yang sama seperti kopi biasa, seharusnya memiliki sebagian besar efek kesehatan yang sama.

 

Minum kopi instan dapat:

  • Meningkatkan fungsi otak: Kafein dapat meningkatkan fungsi otak.
  • Meningkatkan metabolisme: Kafein dapat meningkatkan metabolisme dan membantu Anda membakar lebih banyak lemak.
  • Mengurangi risiko penyakit: Kopi dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.
  • Turunkan risiko diabetes: Kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan kesehatan hati: Kopi dan kafein dapat mengurangi risiko penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati.
  • Meningkatkan kesehatan mental: Kopi dapat membantu menurunkan risiko depresi dan bunuh diri.
  • Promosikan umur panjang: Minum kopi dapat membantu Anda hidup lebih lama.

 

Namun, penting untuk diingat bahwa banyak dari penelitian di atas bersifat observasional.

 

Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa kopi menyebabkan pengurangan risiko penyakit, hanya saja orang yang terbiasa minum kopi cenderung tidak mendapatkan penyakit tersebut.

 

Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak kopi yang harus diminum, mengonsumsi 3-5 cangkir kopi instan setiap hari mungkin optimal. Jumlah ini biasanya dikaitkan dengan pengurangan risiko tertinggi dalam studi.

 

Yang paling perlu Anda perhatikan adalah komposisi zat lain selain ekstrak kopi.

 

 

Kesimpulan

Kopi instan cepat, mudah dan tidak memerlukan mesin atau alat pembuat kopi. Kopi jenis ini juga memiliki umur simpan yang sangat panjang dan lebih murah daripada kopi biasa.

Oleh karena itu, mungkin sangat berguna ketika Anda sedang sangat sibuk atau sedang bepergian.

 

Kopi instan mengandung sedikit kafein dan lebih banyak akrilamida daripada kopi biasa, tetapi mengandung sebagian besar antioksidan yang sama.

 

Secara keseluruhan, kopi instan adalah minuman yang sehat, rendah kalori yang terkait dengan manfaat kesehatan yang sama seperti jenis kopi lainnya.

 

Tapi, waspada terhadap tambahan pemanis, pewarna, penyedap, dan pengawet makanan.

 

Bila Anda ragu akan kopi instan sebaiknya kembali mengonsumsi kopi reguler.

 

 

Apabila Anda memiliki pendapat atau pun pertanyaan seputar manfaat kopi instan untuk kesehatan maka Anda dapat menyampaikannya pada kolom komentar di bawah ini. Saya akan senang hati berusaha menjawab pertanyaan Anda.

 

Referensi
  1. Tareke E, Rydberg P, Karlsson P, Eriksson S, Törnqvist M. Analysis of acrylamide, a carcinogen formed in heated foodstuffs. Journal of agricultural and food chemistry. 2002 Aug 14;50(17):4998-5006.
  2. EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain (CONTAM). Scientific opinion on acrylamide in food. EFSA Journal. 2015 Jun;13(6):4104. http://www.efsa.europa.eu/en/efsajournal/pub/4104
  1. Nawrot P, Jordan S, Eastwood J, Rotstein J, Hugenholtz A, Feeley M. Effects of caffeine on human health. Food Additives & Contaminants. 2003 Jan 1;20(1):1-30.
  2. Yang A, Palmer AA, de Wit H. Genetics of caffeine consumption and responses to caffeine. Psychopharmacology. 2010 Aug 1;211(3):245-57.
  3. Ludwig IA, Mena P, Calani L, Cid C, Del Rio D, Lean ME, Crozier A. Variations in caffeine and chlorogenic acid contents of coffees: what are we drinking?. Food & function. 2014;5(8):1718-26.
  4. Frary CD, Johnson RK, Wang MQ. Food sources and intakes of caffeine in the diets of persons in the United States. Journal of the American Dietetic Association. 2005 Jan 1;105(1):110-3.
  5. Niseteo T, Komes D, Belščak-Cvitanović A, Horžić D, Budeč M. Bioactive composition and antioxidant potential of different commonly consumed coffee brews affected by their preparation technique and milk addition. Food chemistry. 2012 Oct 15;134(4):1870-7.
  6. Bichler J, Cavin C, Simic T, Chakraborty A, Ferk F, Hoelzl C, Schulte-Hermann R, Kundi M, Haidinger G, Angelis K, Knasmüller S. Coffee consumption protects human lymphocytes against oxidative and 3-amino-1-methyl-5H-pyrido [4, 3-b] indole acetate (Trp-P-2) induced DNA-damage: results of an experimental study with human volunteers. Food and chemical toxicology. 2007 Aug 1;45(8):1428-36.
  7. https://nutritiondata.self.com/facts/beverages/3901/2
manfaat obat generik

Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya!

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan membawa anaknya yang berusia 4 tahun. Ibu tersebut mengaku anaknya demam hari ke 3 disertai dengan batuk pilek. Dari hasil pemeriksaan saya temukan amandel anak ini membesar dan sedang meradang. Ibu tersebut mengaku bahwa 1 hari yang lalu sudah berobat tapi menggunakan jaminan kesehatan nasional. Ibu merasa anaknya tidak ada perbaikan dan memutuskan untuk kembali berobat dan kali ini bertemu dengan saya. Lalu, tersampaikanlah pernyataan tersebut: Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya! Kalau saya berobat pakai “asuransi” pasti diresepkan obat generik. Ini saya berobat umum dok, tidak pakai asuransi. Anak saya tidak sembuh dengan obat generik.

 

Pernahkah Anda mendengar pernyataan yang sama atau Anda menjadi salah satu orang yang menyampaikannya kepada dokter Anda?

 

Selama hampir setengah tahun saya bertemu dengan pasien di klinik 24 jam. Saya terkadang bertemu dengan pasien yang seperti ini. Termasuk ketika saya 4 bulan menjalani internship di Puskesmas.

 

“Dok, saya tidak mau obat dari puskesmas ya, dokter resepkan saja obat paten. Nanti biar saya beli saja di Apotek.” Ujar salah seorang pasien yang saya temu di Puskesmas dengan keluhan “masuk angin”.

 

Teman-teman sejawat lain juga sering menemui pasien seperti ini.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan memberikan informasi tentang apa itu obat generik yang sebenarnya.

 

 

Obat Generik: Obat Kelas Dua

Bila mendengar obat generik sebagian besar dari kita pasti akan menghubungkan obat ini dengan beberapa hal, yaitu:

  • Obat murah
  • Obat yang diberikan bila berobat dengan jaminan kesehatan nasional
  • Obat untuk orang yang kurang mampu
  • Obat kelas dua
  • Obat paten lebih menyembuhkan dibandingkan generik

 

Yang paling parah obat generik dikatakan sebagai obat yang tidak bisa atau malu dipamerkan ke orang lain. Mengkonsumsi obat kok jadi bahan pamer..

 

Apa benar seperti itu?

 

Seharusnya tidak “selalu” begitu.

 

Anda yang beranggapan bahwa obat generik benar seperti poin-poin di atas, jujur saja saya dapat nyatakan bahwa Anda kurang informasi seputar obat generik.

 

Kurang informasi inilah yang menyebabkan obat generik kurang disukai dan kurang dilirik orang yang membutuhkannya.

 

Sikap-sikap skeptis (kurang percaya; ragu-ragu) yang menyebabkan obat ini menjadi kelas dua sikap ini merugikan banyak pihak.

 

Siapa saja yang dirugikan?

 

Yang paling dirugikan adalah pihak pasien sendiri. Mengapa demikian? Karena pasien tidak lagi efisien dalam pembiayaan kesehatannya terutama untuk biaya yang dikeluarkan dalam membeli obat.

 

Sebab keinginannya adalah membeli obat paten bukan obat generik.

 

Banyak yang lupa bahwa kualitas suatu obat tidak ditentukan oleh tingginya harga.

 

Semua obat baru, harus dibayar dengan harga yang tinggi untuk jasa dan biaya penelitian atas penemuannya, hak atas monopoli produksi obat baru tersebut.

 

Namun, tidak semua penyakit yang pasien derita memerlukan jenis obat baru.

 

Bila masa paten obat baru tersebut habis. Maka obat yang sama dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi lainnya. Hak atas monopoli obat hilang dan pemerintah dapat menetapkan harga eceran tertinggi untuk obat itu.

 

Biasanya pemerintah akan mengeluarkan daftar obat esensial yang berisi obat-obat yang harus tersedia pada setiap tingkat layanan kesehatan. Daftar ini biasanya berisi nama obat generik.

 

Masalah Yang Muncul Karena Terlalu Banyak Merek Obat

Masalahnya bukan hanya obat generik VS obat paten ini saja. Bila daftar obat esensial tersebut berisi setidaknya 200 jenis obat dan masing-masing obat tersebut memiliki 10 perusahaan farmasi yang memproduksi dengan merek berbeda.

 

Berapa ribu merek obat yang harus diingat oleh seorang dokter?

 

Saking menjamurnya merek obat dari jenis obat yang sama, mungkin Anda lebih mengenal obat yang Anda konsumsi dibandingkan saya.

 

Dan hal inilah yang terjadi, saya punya cerita menarik tentang penamaan obat ini.

 

Saya sedang melaporkan seorang pasien di bangsal dengan tanda-tanda keluhan depresi berat pada dokter psikiater (Sp. KJ). Hasil dari konsultasi dengan dokter Sp.KJ tersebut pasien harus diberikan obat golongan anti depresan yaitu Sertraline.

 

Karena obat ini jarang digunakan saya mohon izin ke dr. Sp.KJ untuk menanyakan terlebih dahulu ke bagian farmasi apakah obat ini ada atau tidak.

 

Saya kemudian menghubungi pihak farmasi. Jawaban dari farmasi adalah obat tersebut tidak tersedia.

 

Lalu, saya mengabarkan dr. Sp.KJ bahwa obatnya tidak tersedia. Beliau mengganti obatnya menjadi Fluoxetine. Lalu, saya kembali bertanya ke farmasi dan lagi-lagi obat Fluoxetine juga tidak tersedia.

 

Ketika saya laporkan kembali maka dr. Sp.KJ menanyakan obat anti depresi apa yang tersedia di bagian farmasi.

 

Saya pun menanyakan hal tersebut ke pihal farmasi. Pihak farmasi menyatakan bahwa obat anti depresan yang tersedia adalah Fridep.

 

Fridep itu adalah salah satu merek obat untuk Sertraline.

 

Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk berulang kali konfirmasi ke dokter spesialis bila pihak farmasi juga tidak perhatian dengan nama generik obat anti depresi ini.

 

Terlalu, banyak cerita lainnya yang bila saya tuliskan di sini maka artikel ini dapat menjadi cerita pendek tentang anggapan obat generik sebagai obat kelas dua.

 

Lebih baik, mari kita kenali siapa obat generik itu sebenarnya.

 

 

Siapa obat generik sebenarnya?

Pada mulanya tidak ada obat generik. Semua obat sejak awal mula ditemukan adalah obat bermerek yang dipatenkan. Ketika masa patennya habis (biasanya 10 hingga 20 tahun) maka pihak lain diperbolehkan untuk memproduksinya dengan merek dari perusahaan farmasi tersebut masing-masing.

 

Berbagai merek obat tersebut mengandung isi senyawa obat yang sama dengan obat paten tersebut. Nama senyawa inilah yang digunakan sebagai nama generik dari obat.

 

Semua perusahaan farmasi lainnya boleh memproduksi obat tersebut. Karena masa patennya sudah habis maka tidak ada lagi monopoli obat sehingga harga bahan baku obat dapat diturunkan dan harga obat menjadi lebih murah.

 

Jadi tidak alasan, termasuk alasan medis untuk menyangsikan efektivitas obat generik.

 

Toh, bahan bakunya sama, kandungan senyawa aktifnya juga sama. Hanya kemasan, proses produksi, dan sedikit perubahan pada sediaan obat (ada obat yang dapat diperpanjang efeknya) serta seberapa besar profit yang diinginkan oleh perusahaan farmasi yang menyebabkan obat bermerek memiliki harga yang berbeda dengan obat generik.

 

Jadi sebagai kesimpulan setidaknya ada 3 istilah obat yang harus Anda ketahui.

 

Jenis obat berdasarkan patennya

Yang pertama: Obat Paten

Obat paten adalah obat yang diproduksi oleh satu perusahaan farmasi setelah mereka melakukan penelitian terkait dengan penemuan dan pengembangan obat tersebut. Untuk proses itu mereka mendapatkan hak paten atas obat dan tidak ada perusahaan farmasi lain yang boleh memproduksi dan memasarkan obat tersebut tanpa izin.

 

Yang kedua: Obat Generik Bermerek

Obat ini yang sering sekali masyarakat menganggapnya sebagai obat paten. Padahal obat ini merupakan obat generik dengan kandungan zat aktif yang sama seperti obat paten yang telah habis masa patennya dan diberi merek tertentu oleh perusahaan farmasinya. Kemasannya pun dibuat semenarik mungkin sehingga perusahaan farmasi bisa menetapkan harga obatnya sesuai dengan keinginan mereka.

 

Yang ketiga: Obat Generik Berlogo

Obat generik berlogo ini selalu menyertakan logo generik. Untuk produksi obat ini harganya ditetapkan oleh pemerintah melalui harga eceran tertinggi. Obat ini juga memiliki kandungan obat yang sama dengan obat paten yang telah habis masa patennya.

 

Jadi, kalau kandungannya sama apakah khasiatnya berbeda?

 

Seharusnya tidak. Bila Anda masih kekeh akan pendapat  bahwa Anda tidak sembuh bila tidak mendapatkan obat bermerek maka saya sarankan Anda untuk menunggu tulisan saya yang berikutnya.

 

Tulisan saya berikutnya akan membahas mengapa Anda merasa demikian dan efek psikologis dari obat generik.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan cerita tentang penggunaan obat generik ini silakan tuliskan di kolom komentar. Saya dengan senang hati akan mencoba menjawab pertanyaan dari Anda sekalian.

 

Referensi
  1. Nadesul H. Obat Bisa Salah: Cerdas dan Bijak Mengkonsumsi Obat, Seri Cara Sehat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2014.
  2. Generic Drugs: Myths and Facts

https://doh.dc.gov/sites/default/files/dc/sites/doh/publication/attachments/Generics%20Drugs%20Myths%20and%20Facts.pdf

  1. Generic drugs: myths, facts, and limitations – Italian Journal of Medicine

https://italjmed.org/index.php/ijm/article/view/itjm.2012.146/pdf

takut suntik insulin

Pasien Diabetes Takut Suntikan Insulin?

Seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang penderita diabetes mellitus tipe 2. Ini adalah kunjungan rutinnya ke klinik. Sebulan sebelumnya kadar gula darahnya 340 mg/dL. Kali ini angka itu lebih tinggi lagi 480 mg/dL. Pasien ini telah mendapat kombinasi 2 obat hipoglikemik oral. Saya menawarkan untuk merujuknya ke dokter spesialis penyakit dalam. Ia menolak, alasannya dokter penyakit dalam pasti akan menyarankannya untuk mendapatkan suntikan insulin.

 

Rasa penasarannya saya muncul lalu saya bertanya kepada pasien:

 

“Kenapa Bapak menolak untuk mendapatkan pengobatan dengan suntikkan insulin?”

 

Pasien menjawab:

 

“Saya tidak mau kecanduan insulin, dan saya tidak mau lebih cepat mati karena suntikan itu.”

 

“Dari mana Bapak mendengar bahwa insulin dapat menyebabkan kecanduan? Dan bagaimana Bapak bisa menyatakan pasien diabetes yang mendapatkan pengobatan insulin akan lebih cepat mati?”

 

Pasien kemudian menceritakan pandangan saudara, teman, tetangga, dan siapa pun yang pernah punya pengalaman atau pernah mendengar cerita tentang bahaya insulin ini. Selain itu, dia melihat sendiri tetangga sebelah rumahnya yang juga penderita diabetes meninggal dunia setelah 1 bulan menggunakan insulin.

 

Sungguh, meskipun ada satu Dokter yang paling pintar sekalipun, tiada daya dan upayanya untuk dapat menunda kematian seorang pasien bahkan satu detik pun.

 

Profesi ini hanya berusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, melakukan tindakan pengobatan sesuai standar, dan memberikan edukasi kepada pasien tentang kondisi sakitnya.

 

Itu semua sebagai salah satu upaya (ikhtiar) yang dapat dilakukan seorang pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

Lalu, kembali ke cerita insulin di atas. Pada akhir pertemuan akhirnya pasien tersebut mau untuk saya rujuk ke spesialis penyakit dalam tapi masih tetap pada pendiriannya yang sederhana bahwa insulin itu berbahaya dan mempercepat kematian.

 

Sulit memang untuk mengubah persepsi seseorang bila orang tersebut sudah terlalu percaya.

 

Tapi, apakah benar insulin itu berbahaya? Kalau insulin aman, mengapa masih banyak penderita diabetes yang takut dengan suntikan insulin?

 

 

Mengapa pasien takut dengan suntikan insulin?

Beberapa pasien saya memahami bahwa insulin penting dan perlu untuk diabetes, tetapi pasien lain benar-benar menolak pendapat saya ketika saya memperkenalkan insulin kepada mereka. Baru sekedar memperkenalkan belum meresepkannya dan meminta mereka untuk menyuntikkan jarum halus pada ujung pena insulin di tubuh mereka.

 

Saya mendengar banyak tentang pasien yang melaporkan bahwa keluarga mereka memiliki masalah dengan insulin.

 

“Ketika bibi saya harus mendapatkan insulin, dia kehilangan kakinya,”

 

atau

 

“Ketika nenek saya menderita diabetes dan mendapatkan suntikan insulin, dia menjadi buta.”

 

Pendekatan apa yang harus dilakukan oleh dokter terhadap pasien dengan kekhawatiran tentang keamanan insulin ketika mereka benar-benar membutuhkannya?

 

Yang pertama harus disampaikan kepada pasien bahwa insulin “AMAN”. Tapi, keterlibatan masalah budaya, masalah sosial ekonomi, masalah agama, dan kepercayaan merupakan teka-teki bagi banyak orang.

 

Penelitian dari University of Texas Southwestern di Dallas menunjukkan bahwa 43% dari pasien diabetes yang mendapatkan suntikan insulin ragu untuk mendapatkan suntikan. Kekhawatiran ini berlandaskan pada alasan-alasan tertentu termasuk pernah melihat atau mendengar anggota keluarga mengalami efek merugikan dari insulin.

 

Selain itu, banyak pasien takut kecanduan insulin. Banyak orang yang tidak memahami konsekuensi atau manfaat penggunaan insulin dalam jangka waktu yang lama.

 

Orang-orang yang takut suntikan insulin ini juga mengaku bahwa mereka takut jarum, tidak mau disuntik karena nyeri pasca suntikan.

 

Yang menarik, 25% dari pasien yang diteliti oleh University of Texas Southwestern menyatakan bahwa mereka tidak mau disuntik insulin karena khawatir insulin menyebabkan kebutaan.

 

 

Pertanyaannya, benarkah insulin memiliki efek yang demikian parah bahkan hingga menyebabkan kebutaan?

 

 

Mengapa Insulin Penting Bagi Tubuh?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh organ pankreas. Insulin memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula dan mengubahnya menjadi energi.

 

Setelah makan, saluran pencernaan Anda akan menghancurkan karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap pembuluh darah yang terdapat di permukaan usus halus.

 

Ketika glukosa berada di aliran darah, insulin akan membantu untuk memindahkan glukosa dari pembuluh darah tersebut ke sel. Sel, terutama mitokondria sel akan menggunakan glukosa tersebut sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

 

Insulin juga membantu tubuh mempertahankan keseimbangan kadar glukosa darah. Ketika terlalu banyak glukosa pada darah, insulin adakan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menyimpan kelebihan glukosa tersebut pada liver (hati).

 

Glukosa yang disimpan tidak akan dilepaskan ke dalam aliran darah hingga kadar glukosa di dalam aliran darah menurun. Misalnya ketika, Anda berpuasa atau ketika tubuh menghadapi stres atau tubuh sedang membutuhkan energi ekstra seperti saat Anda berolah raga.

 

Penderita diabetes tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan keseimbangan glukosa darah tersebut.

 

Lalu, apakah semua penderita diabetes membutuhkan suntikkan insulin?

 

 

Insulin Sebagai Pengobatan Penderita Diabetes

Suntikan insulin dapat membantu mengobati kedua jenis diabetes. Insulin yang disuntikkan bertindak sebagai pengganti atau menambah insulin tubuh Anda. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka.

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengatur kadar glukosa darah mereka dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan oral. Namun, jika perawatan ini tidak membantu mengontrol kadar glukosa, maka mereka juga memerlukan insulin untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah mereka.

 

 

Insulin dengan dosis yang sesuai sangat aman digunakan. Beberapa efek buruk yang ditimbulkan oleh insulin erat kaitannya dengan penggunaan dosis yang tidak sesuai.

 

Yang paling sering adalah penggunaan dosis insulin yang terlalu tinggi.

 

Insulin yang berlebihan akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi kekurangan kadar glukosa darah yang disebut sebagai hipoglikemia.

 

Hipoglikemia, atau kadar glukosa darah yang terlalu rendah, kadang-kadang dapat terjadi ketika Anda mendapatkan suntikan insulin.

 

Kondisi ini disebut  sebagai reaksi insulin. Jika Anda berolahraga terlalu banyak atau tidak cukup makan, kadar glukosa Anda bisa turun terlalu rendah dan memicu reaksi insulin. Anda perlu menyeimbangkan insulin yang Anda berikan sendiri dengan makanan atau kalori. Gejala reaksi insulin meliputi:

 

  • kelelahan
  • ketidakmampuan untuk berbicara
  • berkeringat
  • kebingungan
  • hilang kesadaran
  • kejang
  • kedutan otot
  • kulit pucat

 

Jadi, bila digunakan dengan tepat, insulin membantu menjaga kadar glukosa darah Anda dalam kisaran yang sehat.

 

Kadar glukosa darah yang sehat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti kebutaan dan kehilangan anggota badan.

 

Pasien buta dan kehilangan anggota badang karena harus diamputasi bukan karena penggunaan insulin tapi karena kadar glukosa darahnya tidak terkontrol.

 

Sangat penting untuk memonitor kadar glukosa darah Anda secara teratur jika Anda menderita diabetes.

 

Anda juga harus membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah tingkat glukosa darah menjadi terlalu tinggi. Dan bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk membuat pengobatan Anda dengan insulin seefektif mungkin.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan atau cerita tentang penggunaan suntikan insulin ini silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi

1. Everything You Need to Know About Insulin

https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin

2. If Insulin Is Safe, Why Are Patients Afraid of It?

https://www.medscape.com/viewarticle/875794

sosial media

Sisi Buruk Sosial Media Bagi Dokter

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dunia maya (internet) juga diikuti dengan perkembangan sosial media yang cukup besar. Perkembangan ini juga berdampak terhadap penggunaan sosial media bagi dokter. Ada dampak baik dan ada pula dampak buruk.

 

Pada artikel ini saya akan memberikan gambaran apa itu sosial media. Kemudian, Saya juga akan menjabarkan berbagai pandangan terkait kerugian pemanfaatan sosial media bagi seorang dokter.

 

 

Apa sih sosial media itu?

Sosial media secara sederhana dapat diartikan sebagai media demokratisasi masif yang mempengaruhi kehidupan kita.

 

Bila zaman dahulu kita lebih sering mendapatkan berbagai informasi atau mendapatkan berbagai hiburan melalui televisi maka saat ini lebih banyak waktu yang kita habiskan untuk menonton youtube.

 

Begitu pula terkait dengan tulisan. Saat ini blog atau blogging lebih menjamur dibandingkan dengan media cetak tulisan berupa bukut dan lainnya.

 

Bila dahulu harus menyiarkan berita atau informasi melalui radio maka sekarang ada podcasts.

 

Dan bahkan sekarang banyak seminar khususnya di bidang kedokteran yang dilangsungkan secara online melalui media webbinar.

 

Dampaknya sebaran informasi-informasi tersebut menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan teknik-teknik pada masa lampau.

 

Contoh sederhana, website tentang hidup sehat atau kedokteran di Indonesia seperti Alodokter, Go Dok, Halosehat, dan lain sebagainya mungkin hanya memiliki sekitar puluhan hingga ratusan konten kreator tapi konten yang dibuat dapat menjangkau hingga jutaan konsumen lainnya.

 

sosial media bagi dokter

sumber: https://pixabay.com

Bahkan saat ini, terdapat cukup banyak konten kreator (video, tulisan, gambar, dan konten lainnya). Bahkan, konsumen konten itu sendiri dapat berperan sebagai konten kreator juga melalui beberapa mekanisme seperti:

 

  • Editing konten
  • Memberikan komentar
  • Memberikan tag
  • Melakukan perbaikan terhadap konten sebelumnya (kurasi)
  • Berbagi (sharing)
  • Retweet
  • Like
  • Forward

 

Kondisi ini mengakibatkan interaksi yang masif akan pertukaran informasi.

 

Hal ini lah yang memunculkan sisi buruk dan sisi baik dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Pertama, mari kita bahas mengenai sisi buruk sosial media bagi seorang dokter.

 

Sisi buruk sosial media bagi seorang dokter

Setidaknya terdapat 4 topik utama yang terkait dengan sisi buruk sosial media bagi seorang dokter. Topik tersebut adalah:

 

  • Privasi
  • Adiksi
  • Tribalisme (kelompok atau kesukuan)
  • Permanensi

 

Mari kita bahas satu per satu.

 

 

Privasi sebagai sisi buruk sosial media

Privasi dapat pula disebut sebagai kerahasiaan pribadi. Secara definisi kerahasiaan pribadi ini berarti:

 

“Kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka”

 

Privasi ini dapat menjadi masalah dan merupakan salah satu sisi buruk dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Mengapa demikian, yang pertama, seorang dokter telah mengucapkan sumpah bahwa:

 

“Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya”.

 

Dan diperjelas melalui Kode Etik Kedokter Indonesia (KODEKI) pasal 12 yang berbunyi:

 

”Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia”.

 

Kewajiban dokter ini disebut pula sebagai kewajiban memegang teguh rahasia jabatan yang mempunyai aspek hukum dan tidak bersifat mutlak.

 

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kasus yang menimpa dr. Alexandra Thran di Amerika Serikat.

 

Alexandra Thran merupakan seorang dokter pada Westerly Hospital di Rhode Island. Dia secara tidak sengaja melanggar rahasia jabatannya dengan mengungkapkan rincian cedera (trauma) seorang pasien di Facebook.

 

Dia sama sekali tidak pernah menggungkapkan nama pasien namun deskripsinya yang mendetail terhadap cedera yang dialami pasien tersebut serta banyaknya jumlah share status Facebook yang Ia tulis, membuat orang sekitar pasien mengetahui siapa sosok pasien yang mengalami cedera tersebut.

 

Dokter ini kemudian dipecat dari pekerjaannya pada rumah sakit tersebut, didenda, menjalani pendidikan ulang, dan harus menjalani ujian kompetensi ulang pula.

 

Bila kita melakukan pencarian dengan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan maka belum ada kasus sejenis di Indonesia.

 

privasi

sumber: https://pixabay.com

Meskipun demikian, sebaiknya dokter menghindari untuk tidak menuliskan terlalu detail deskripsi pasien yang sedang di rawat di media sosial karena bisa saja status itu menjadi tuntutan atas pelanggaran terhadap kewajiban simpan rahasia kedokteran.

 

Sosial media dapat kita analogikan sebagai “hot mic”.

 

Sebab Anda tidak akan tahu siapa saja yang akan melihat status sosial media Anda akan selalu ada jejak digitalnya.   

 

Selanjutnya kita akan membahas topik yang kedua yaitu adiksi terhadap media sosial.

 

 

Adiksi terhadap sosial media

Selain zat adiktif yang dikenal dapat menimbulkan efek kecanduan, sosial media bagi dokter juga dapat memunculkan efek kecanduan yang sama.

 

Penelitian dari Shakya HB dan Christakis NA yang melakukan penelitian terhadap 5.208 orang menemukan bahwa semakin sering seseorang menggunakan sosial media maka semakin tidak bahagia dan tidak sehat orang tersebut.

 

Like, share, dan updated status yang semakin sering dilakukan maka akan memunculkan efek adiktif secara perlahan-lahan.

 

Marino C et al melakukan meta analisis terkait masalah penggunaan Facebook pada 13.929 orang dari 23 penelitian independen menemukan hubungan antara kecemasan dan depresi dengan penggunaan Facebook.

 

Beberapa diantaranya akan merasa senang bila status updated nya mendapatkan banyak likes dan share.

 

adiksi media sosial

sumber: https://pixabay.com

Kondisi inilah yang memunculkan keinginan untuk membuat status baru dengan harapan mendapatkan likes dan share yang cukup banyak juga untuk mendapatkan kebahagian semu. Sebab hasil penelitian di atas menyatakan sebaliknya.

 

Selanjutnya kita akan membahas efek negatif sosial media bagi dokter yang berikutnya yaitu masalah kelompok atau tribalisme.

 

 

Tribalisme sebagai efek negatif sosial media bagi dokter

Media sosial dapat merubah pemikiran siapa pun berdasarkan status-status yang berisi tentang pernyataan-pernyataan tertentu.

 

Contoh yang paling nyata adalah ISIS.

 

Banyak dari anggotanya direkrut dari media sosial dan tidak tertutup kemungkinan seorang dokter dapat pula menjadi pengikutnya.

 

Begitu pula dengan beberapa pemikiran-pemikiran menyimpang lainnya. Seperti kelompok-kelompok dengan status media sosial yang sering kali menyindir atau menista agama.

 

Bila saya tuliskan sebelumnya terkait dengan googling menggunakan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan, belum terdapat tuntutan terkait privasi maka tuntutan yang telah didapatkan oleh beberapa orang dokter Indonesia adalah terkait dengan tribalisme.

 

Beberapa orang dokter dituntut karena menuliskan status di media sosial yang mengandung ujaran kebencian, penistaan agama. Semuanya muncul karena fanatisme yang muncul sebagai efek negatif sosial media.

anti vaksin

sumber: https://pixabay.com

Untuk masalah tribalisme ini maka kita juga harus mengetahui sedikit kisah tentang Andrew Jeremy Wakefield.

 

Andrew J. Wakefield merupakan mantan dokter dan aktivis anti vaksin. Gelar dokternya dicabut atas pelanggaran etika profesi dan penipuan.

 

Apa yang dilakukannya?

 

Pada tahun 1998, dia mempublikasikan jurnal yang berisikan tentang laporan penelitian “PALSU” terkait dengan hubungan antara pemberian vaksin polivalen MMR (measles, mumps, rubella) dan kemunculan autisme dan gangguan saluran pencernaan.

 

Dampaknya masih sangat dirasakan sampai saat ini. Hingga sekarang banyak sekali kelompok anti vaksin yang terus saja memposting hoax terkait dengan vaksin MR.

 

Efeknya adalah cakupan vaksin yang rendah dan akan munculnya outbreaks penyakit ini dikemudian hari. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat yang dijelaskan oleh gambar di bawah ini.

efek kaum anti vaksin

Mengapa hal semacam tribalisme ini dapat terjadi?

 

Sifat interaktif dan interpersonal dari banyak situs media sosial dapat membuat konten anti-vaksin yang diposting menjadi sangat kuat.

 

Sosial media memungkinkan individu minoritas (seperti kaum anti vaksin) termotivasi untuk berpotensi mengendalikan wacana dan, kadang-kadang, berkontribusi pada penyebaran misinformasi serta hoax.

 

Facebook sendiri merupakan sosial media yang menyebabkan dampak paling besar pertumbuhan kaum anti vaksin ini sendiri.

 

Penelitian Smith N dan Graham T pada tahun 2017 menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 6 halaman anti vaksin populer berbahasa Inggris di facebook. Sebagian besar peserta adalah perempuan. Meskipun jaringan anti-vaksin di Facebook memiliki lingkup yang besar dan global, sub-jaringan aktivitas komentarnya lebih mirip dunia kecil. Mereka menyimpulkan bahwa:

“Sosial media mungkin memiliki peran dalam menyebarkan ide-ide anti-vaksin dan membuat gerakan ini bertahan lama dalam skala global”.

 

Halaman-halaman Facebook tersebut rutin membuat status dengan gaya-gaya tulisan konspirasi untuk menambah jumlah kelompok mereka.

 

Tapi, pada dunia nyata, orang yang terang-terangan anti vaksin sangat jarang memunculkan dirinya di hadapan publik.

 

Mengapa demikian?

 

Sebab menemukan orang lain dengan pemikiran yang sama merupakan suatu hal sulit serta membutuhkan banyak usaha.

 

Tapi, Facebook dapat menghubungkan satu orang anti vaksin dengan orang lainnya dengan hanya satu dua ketukan mouse.

 

Tapi, sesungguhnya, inti masalah kaum anti vaksin dan tribalisme lainnya adalah sifat dasar manusia.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita akan selalu mencari informasi yang menegaskan keyakinan kita – bahkan jika keyakinan itu adalah omong kosong.

 

Selanjutnya mari kita selesaikan sisi negatif sosial media bagi dokter ini dengan membahas topik Permanensi.

 

 

Semua yang tertulis menjadi permanensi (jejak digital)

Jejak digital merupakan satu hal yang sangat sulit untuk dihilangkan. Bisa saja seseorang menghapus status sosial media yang telah dibuatnya.

 

Tapi, apakah status tersebut sepenuhnya hilang?

 

Bila ada orang lain yang telah mengcapture status itu sebelumnya maka status itu akan menjadi permanen.

 

Jejak digital sangat sulit dihilangkan apalagi status yang dibuat memiliki suatu pemikiran yang kritis atau bertolak belakang dengan pendapat atau kepercayaan sebagian besar netizen lainnya.

 

Begitu pula dengan seorang dokter yang membuat status sosial media yang tidak sejalan atau sepemikiran dengan orang lain maka hati-hati status Anda akan selalu abadi.

 

Bahkan tangkapan gambar status Anda itu cukup untuk membuat Anda mendekam di hotel prodeo.

 

“Verba volantscripta manent | spoken words fly away, written words remain”

 

Kesimpulan

Sosial media bagi dokter mungkin memiliki banyak manfaat namun tidak dapat dipungkiri Ia juga memiliki banyak sisi gelap.

 

Efek buruk media sosial bagi profesi mulia ini dapat memenjarakan Anda.

 

Bisa saja Anda terkekang secara fisik (dikucilkan oleh lingkungan sosial atau bahkan benar-benar dipenjara) atau terkurung secara pemikiran (tidak mendengar pendapat orang lain dan nalar-nalar logis seperti kelompok anti vaksin).

 

Kalau boleh saya meminjam pesan yang selalu disampaikan saat menjalani stase kepaniteran klinik di bagian bedah bahwa:

 

“Potong apa yang kau lihat dan lihat apa yang kau potong”.

 

Maka dalam bermedia sosial sebaiknya kita harus menerapkan prinsip yang sama.

 

Semoga teman sajawat dapat terhindar dari sisi gelap media sosial ini.

 

“Habis gelap terbitlah terang”.

 

Begitu pula artikel ini setelah pembahasan sisi buruk sosial media bagi dokter ini saya akan menulis lanjutan artikelnya tentang sisi baik sosial media bagi dokter.

 

Bila ada yang ingin diskusikan atau komentar terkait dengan sisi buruk sosial media bagi dokter maka dapat disampaikan pada kolom komentar di bawah ini.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi
  1. http://archive.boston.com/lifestyle/health/articles/2011/04/20/for_doctors_social_media_a_tricky_case/
  2. https://abovethelaw.com/2011/04/er-doc-forgets-patient-info-is-private-gets-fired-for-facebook-overshare/
  3. Shakya HB, Christakis NA. Association of Facebook Use With Compromised Well-Being: A Longitudinal Study. Am J Epidemiol. 2017;185(3):203-211. https://doi.org/10.1093/aje/kww189
  1. Marino C, Gini G, Vieno A, Spada MM. The associations between problematic Facebook use, psychological distress and well-being among adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. J Affect Disord. 2018;226:274-281.
  2. Rao TSS, Andrade C. The MMR vaccine and autism: Sensation, refutation, retraction, and fraud. Indian Journal of Psychiatry. 2011;53(2):95-96. doi:10.4103/0019-5545.82529.
  3. http://vaxxedthemovie.com/who-is-dr-andrew-wakefield/
  4. Naomi Smith & Tim Graham (2017) Mapping the anti-vaccination movement on Facebook, Information, Communication & Society, DOI: 10.1080/1369118X.2017.1418406
polifarmasi

Ginjal Rusak Karena Terlalu Banyak Minum Obat?

“Jangan banyak minum obat, tidak bagus untuk ginjal”. “Tidak bagus minum obat, zat kimianya merusak ginjal. Ganti dengan obat alami atau herbal saja”. Ungkapan-ungkapan tersebut sering sekali disampaikan orang awam yang mempercayai bahwa bila seseorang banyak minum obat maka ginjal orang tersebut akan rusak.

 

Padahal, kondisi-kondisi tertentu seperti seseorang dengan penyakit kronis (gagal jantung, diabetes, hipertensi) akan mengkonsumsi 4 atau lebih jenis obat.

 

Bila orang-orang dengan penyakit kronis ini tidak mengkonsumsi obat tersebut maka penyakitnya akan terus berkembang dan bertambah parah.

 

Begitu pula dengan lanjut usia. Pada umumnya, lansia adalah kelompok yang paling sering terpapar dengan kondisi polifarmasi (konsumsi bersamaan 5 atau lebih jenis obat).

 

Sebagian besar pasien akan percaya dengan ungkapan-ungkapan “menakutkan” di atas dan melakukan beberapa hal terkait dengan kondisi sakitnya seperti:

 

  • Menghentikan konsumsi beberapa atau semua obat
  • Menghentikan konsumsi obat dan menggantinya dengan herbal atau obat alami
  • Tetap melanjutkan konsumsi obat tapi mengurangi frekuensi konsumsinya

 

banyak minum obat

https://pixabay.com

Sedikit sekali pasien dengan polifarmasi ini bertanya kepada dokter yang merawatnya.

 

Sedikit sekali yang menanyakan kepada dokter apakah dengan mengkonsumsi begitu banyak jenis obat akan cenderung membuat ginjal rusak.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan membuka pikiran kita terkait dengan isu apakah benar ginjal dapat rusak karena teralu banyak mengkonsumsi obat? Benarkah demikian? Atau terdapat suatu kondisi lain yang belum kita pahami terkait hubungan antara ginjal dengan obat yang kita konsumsi.

 

Saya akan mulai artikel ini dengan pemahaman terkait fungsi ginjal normal.

 

 

Fungsi Ginjal Yang Sehat

Ginjal merupakan 2 organ berbentuk mirip dengan kacang merah.

 

Kedua organ ini membantu tubuh untuk membuang racun (sisa metabolisme) sebagai urin.

 

Organ ini juga membantu untuk menyaring darah sebelum darah dialirkan kembali ke jantung.

 

Secara sederhana ginjal melakukan beberapa fungsi tubuh penting, yaitu:

 

  • Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh
  • Meregulasi dan menyaring berbagai mineral penting (seperti kalsium, kalium, natrium, dan mineral lainnya) dari darah
  • Menyaring racun dari makanan, obat, dan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh
  • Menghasilkan hormon yang membantu produksi sel darah merah, mempertahankan kesehatan tubuh, dan mengatur tekanan darah.

 

 

Bila ginjal bermasalah maka terdapat beberapa gejala yang mungkin di alami. Gejala tersebut antara lain:

 

  • Kesulitan tidur
  • Keletihan
  • Tidak mampu untuk berkonsentrasi
  • Kulit kering atau gatal
  • Penurunan atau peningkatan buang air kecil
  • Darah pada urin
  • Urin berbusa
  • Mata bengkak
  • Bengkak pada kaki atau tangan
  • Penurunan nafsu makan
  • Kram pada otot

 

ginjal sehat

sumber: https://pixabay.com

Bila Anda merasakan gejala-gejala ini maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal untuk menegakkan diagnosis.

 

Kita harus menggarisbawahi peran ginjal dalam menyaring racun dari obat. Bila ginjal mengalami gangguan maka peran ini juga akan terganggu.

 

Apalagi bila terlalu banyak minum obat.

 

Untuk lebih jelasnya maka kita harus berkenalan dengan sebuah ilmu yang disebut sebagai farmakokinetik obat.

 

 

Farmakokinetik Obat dan Peran Ginjal Sebagai Organ Ekskresi

Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari tentang perjalanan obat mulai sejak diminum hingga keluar melalui organ ekskresi di tubuh manusia.

konsumsi obat

https://pixabay.com

Sedangkan ekskresi adalah proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya.

 

Pada farmakokinetik, zat yang diekresikan adalah sisa metabolisme obat atau zat sisa obat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

 

Lalu, apakah seluruh zat ini di buang melalui ginjal?

 

Apakah bila banyak minum obat maka semua zat sisa ini dapat dibuang ginjal?

 

Ya, sebagian besar obat diekskresikan melalui ginjal dan liver (hati). Tapi, tidak semua dari obat yang dikonsumsi diekskresikan oleh ginjal.

 

Sisa obat atau senyawa obat yang tidak dipakai akan dibuang melalui urin atau feses (kotoran) bila dieksresikan melalui ginjal atau liver.

 

Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru, air susu ibu, keringat, air mata, kulit, rambut, atau air liur.

 

Hal tersebut dianggap sebagai proses sekunder untuk ekskresi obat.

 

Apa yang terjadi bila fungsi ginjal terganggu.

 

Bila fungsi ginjal terganggu ketika mengkonsumsi obat maka dokter akan melakukan penyesuaian dosis obat tertentu yang sekresi utamanya melalui ginjal.

 

Penyesuain dosis ini dibutuhkan karena ketika kondisi ginjal tidak normal maka akan terjadi beberapa hal terkait dengan gangguan proses eksresi seperti:

 

  • Kegagalan dalam membuang sisa obat atau metabolit turunannya
  • Peningkatan efek samping
  • Penurunan efektivitas obat karena penurunan fungsi ginjal.

 

Penyesuaian dosis ini juga dilakukan bila terlalu banyak minum obat. Obat yang disesuaikan dosisnya adalah obat yang dibuang melalui ginjal saja.

 

Begitu pula bila liver (hati) mengalami gangguan. Maka, obat yang diekskresikan melalui liver harus disesuaikan dosisnya.

 

Jadi, belum tentu ginjal rusak disebabkan karena banyak minum obat.

 

Selain penyesuaian dosis obat, terdapat pula obat-obat yang dapat mempengaruhi atau memperburuk fungsi ginjal.

 

Berikut ini beberapa obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

 

 

Obat-obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal (waspada bila Anda banyak minum obat ini)

Ginjal memiliki fungsi untuk menyaring sisa obat atau metabolitnya dari darah dan membuangnya melalui urin.

obat bahaya bagi ginjal

sumber: https://pixabay.com

Akan tetapi, terdapat beberapa obat yang memperberat beban ginjal dalam menjalankan fungsinya atau bahkan merusak sel-sel ginjal.

 

Antibiotik

Antibiotik adalah obat-obat yang mempengaruhi ginjal melalui berbagi cara.

 

Sebagai contoh, beberapa kristal dari obat golongan antibiotik tertentu tidak dapat dipecahkan dan dapat menghambat pembentukan serta aliran urin.

 

Beberapa senyawa metabolit lainnya dapat merusak sel ginjal ketika ginjal mencoba untuk menyaring mereka keluar.

 

Pada orang yang alergi terhadap antibiotik, reaksi alergi ini juga dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

 

Seluruh kondisi ini dapat lebih mudah terjadi bila Anda mengkonsumsi antibiotik terlalu lama dan pada dosis yang tidak tepat.

 

Jadi, pastikan bahwa antibiotik yang Anda konsumsi sesuai dengan saran dokter dan jangan mengkonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter.

 

 

Diuretik

Dokter pada umumnya menggunakan obat ini untuk pengobatan darah tinggi dan berbagai gejala pembengkakan pada tubuh.

 

Obat ini membantu tubuh untuk mengeluarkan cairan yang berlebih.

 

Orang yang mengkonsumsi obat ini pada umumnya akan lebih sering buang air kecil.

 

Kondisi ini berisiko mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi dan kondisi ini buruk untuk ginjal.

 

Obat Anti Inflamasi Non Steroid

Beberapa obat dalam golongan ini adalah obat bebas misalnya aspirin atau ibuprofen. Tapi, Anda tidak boleh mengkonsumsinya secara reguler untuk jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi.

 

Penggunaan obat ini secara tidak rasional akan menyebabkan 5% kasus gagal ginjal kronis setiap tahunnya.

 

 

Inhibitor Pompa Proton (PPI)

obat banyak

sumber: https://pixabay.com

Lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole merupakan beberapa obat yang termasuk dalam golongan PPI.

 

Mereka sering digunakan dalam pengobatan penyakit asam lambung, penyakit refluks, dan ulkus peptikum.

Obat-obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang obat ini dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan memiliki kemungkinan menyebabkan gagal ginjal.

 

 

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

 

  • Terdapat beberapa golongan obat yang dapat berpengaruh terhadap kerusakan ginjal
  • Kerusakan pada ginjal akan muncul terutama bila obat dikonsumsi secara berlebihan dan dosis tinggi

 

 

 

Lalu, bagaimana agar ginjal tetap sehat?

 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar ginjal tetap sehat.

 

 

Tips-tips agar ginjal tetap sehat

Ginjal adalah organ penting yang mempengaruhi organ-organ tubuh lainnya termasuk jantung.

 

Beberapa tips berikut dapat Anda lakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal tetap sehat.

 

Tips Pertama: Hindari konsumsi garam berlebih

Mengkonsumsi makanan dengan garam berlebih dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan mineral dalam darah.

 

Kondisi ini akan membuat beban kerja ginjal lebih berat.

 

Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan asin dan usakan meningkatkan asupan makanan seperti:

 

  • Sayuran dan buah segar
  • Daging
  • Kacang-kacangan

 

 

Tips Kedua: Olahraga teratur

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang mengakibatkan gagal ginjal kronis.

 

Olah raga teratur, bahkan hanya 20 menit per hari dapat membantu untuk menurunkan kadar tekanan darah.

 

Tips Ketiga: Minum yang cukup

Minum air yang cukup dapat membantu ginjal dalam melakukan fungsi pentingnya yaitu membuang racun dari tubuh.

 

Tips Keempat: Kenali faktor risiko

Beberapa hal dapat mengingkatkan risiko penyakit ginjal.

 

Pastikan bahwa Anda melakukan pemeriksaan fungsi ginjal jika kamu:

 

  • Menderita diabetes
  • Menderita obesitas
  • Menderita darah tinggi
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal

 

Bila Anda penderita berbagai penyakit di atas maka kemungkinan Anda untuk mengalami gangguan ginjal menjadi lebih besar.

 

Lebih dari 50% pasien yang harus menjalani hemodialisa (cuci darah) setiap tahunnya merupakan pasien diabetes dan hipertensi yang tidak teratur mengkonsumsi obatnya.

 

 

Kesimpulan

Beberapa golongan obat memang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal.

 

Tapi, kondisi tersebut hanya muncul bila konsumsi obat dilakukan secara tidak rasional (tidak tepat frekuensi dan dosis obat).

 

Konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah penyakit ginjal kronis.

 

Dokter mengetahui berapa dosis obat yang harus diberikan, dosis obat yang aman untuk ginjal, termasuk melakukan penyesuaian dosis terhadap pasien yang telah mengalami masalah ginjal.

 

Bila saat ini Anda mengkonsumsi banyak obat (polifarmasi) silakan tanyakan kepada dokter yang merawat Anda berapa besar kemungkinan obat yang Anda konsumsi berpengaruh terhadap fungsi ginjal Anda.

 

Tanyakan pula apa yang akan terjadi bila Anda berhenti mengkonsumsi obat tersebut.

 

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan topik ini silakan sampaikan di kolom komentar.

nikotin

Berapa Lama Nikotin Akan Meracuni Tubuh Anda?

Ketika seseorang menggunakan produk tembakau, nikotin akan meracuni tubuh bahkan setelah berhenti merokok. Pemeriksaan kesehatan tertentu dapat mendeteksi kadar nikotin yang meracuni tubuh ini pada darah, air liur (saliva), rambut dan bahkan kuku Anda.

 

Nikotin merupakan senyawa addiktif (penyebab kecanduan) yang banyak ditemukan pada tembakau, rokok, dan vape atau rokok elektrik.

 

Ketika Anda menghisap rokok, tubuh Anda akan menyerap lebih dari 90% nikotin.

 

Bukti nikotin akan meracuni tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan setelah Anda tidak lagi merasakan efek dari nikotin tersebut.

nikotin akan meracuni tubuh

Sumber: https://pixabay.com

Pada artikel ini, kami akan memberikan gambaran berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membuang nikotin, dan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk lebih cepat mengeluarkan nikotin tersebut.

 

 

Berapa lama nikotin akan meracuni tubuh dan berada dalam tubuh?

Dua jam setelah dihisap atau dikonsumsi, nikotin akan dibuang setengahnya. Kondisi ini berarti bahwa waktu paruh nikotin adalah sekitar 2 jam.

 

Waktu paruh yang pendek ini (hanya sekitar 2 jam) berarti bahwa seseorang membutuhkan nikotin berikutnya sebab efek nikotin akan cepat menghilang.

 

Ketika nikotin masuk kedalam tubuh Anda, nikotin akan meracuni tubuh dengan terpecah menjadi 20 jenis senyawa kimia lainnya termasuk:

 

  • Cotine
  • Anabasine
  • Nornicotine

 

Perokok akan membuang senyawa-senyawa kimia tersebut melalui urin.

 

Dokter dapat menggunakan uji nikotin untuk mengukur kadar nikotin dan produk-produk turunannya pada:

 

  • Urin
  • Darah
  • Air liur
  • Rambut
  • Kuku

 

Berdasarkan American Association for Clinical Chemistry dibutuhkan sekitar 2 minggu hingga kadar cotinine dalam darah seorang perokok sama dengan bukan perokok.

orang merokok

Sumber: https://pixabay.com

Dibutuhkan waktu yang lebih lama hingga beberapa minggu hingga kadar nikotin pada urin menjadi sangat rendah.

 

Bukti nikotin masih akan berada pada rambut dalam jangka waktu yang cukup lama.

 

 

Meskipun sangat jarang seseorang diminta untuk melakukan uji nikotin terhadap rambut kecuali mereka terlibat pada suatu penelitian tertentu.

 

Semakin lama seseorang merokok dan semakin tinggi frekuensi merokok, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan nikotin untuk keluar dari tubuh.

 

Durasi nikotin akan meracuni tubuh berbeda antara satu individu dengan individu dengan individu lainnya.

 

Perbedaan tersebut antara lain:

 

  • Nikotin dapat bertahan lebih lama pada tubuh lanjut usia (usia lebih dari 65 tahun)
  • Wanita akan mengalami metabolisme nikotin yang lebih cepat dibandingkan pria, terutama bila mereka mengkonsumsi pil kontrasepsi
  • Nikotin akan lebih lama bertahan pada tubuh pada perokok yang lebih lama dan lebih sering merokok.

 

 

Berapa lama gejala putus nikotin (sindrom withdrawal) berlangsung?

Keparahan dan durasi gejala fisik dari sindrom putus nikotin sangat bervariasi.

 

Bergantung pada seberapa sering seseorang merokok.

 

Sebuah penelitian dari tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang merokok sebanyak 5 batang atau kurang setiap hari mungkin tidak akan mengalami gejala yang besar.

 

Kondisi ini terjadi karena tubuh hanya memiliki ketergantungan kecil terhadap nikotin.

 

Minggu pertama setelah berhenti merokok merupakan masa yang paling sulit.

 

Gejala akan secara bertahap berkurang dalam beberapa minggu setelah berhenti merokok.

 

Efek fisik dan psikologis dari sindrom putus nikotin antara lain:

  • Cemas atau stress
  • Irritabilitas
  • Kesulitan bicara
  • Depresi
  • Letih
  • Sulit fokus
  • Peningkatan nafsu makan

 

Ketika gejala fisik menghilang, dan seluruh nikotin telah meninggalkan tubuh, perokok secara psikologis masih memiliki keinginan untuk merokok.

vaping

Sumber: https://pixabay.com

Keinginan untuk merokok akan semakin meningkat pada situasi pencetus.

 

Misalnya, bagi perokok yang biasa merokok ketika berkumpul dengan teman.

 

Suasana ini akan mendorong seseorang untuk kembali merokok.

 

Bahkan dorongan merokok dapat lebih kuat bila berada pada situasi pencetus merokok.

 

Itulah bahasan terkait dengan berapa lama nikotin akan meracuni tubuh.

 

Selanjutnya, kita akan membahas tentang merokok konvensional vs rokok elektrik (vaping).

 

 

Merokok VS Vaping

uji nikotin dapat mendeteksi nikotin pada tubuh seseorang meskipun mereka menggunakan rokok elektrik atau vape.

 

Vaping merupakan inovasi terbaru dan baru sedikit penelitian yang menilai tentang efek jangka pendek dan jangka panjang vaping.

 

Peneliti belum mengetahui bagaimana perbedaan proses tubuh terhadap nikotin pada rokok konvensional dan vape.

 

Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang beragam.

rokok elektrik

Sumber: https://pixabay.com

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaping membawa nikotin yang lebih sedikit dari pada merokok secara konvensional.

 

Namun, banyak pula penelitian yang menyatakan sebalikya.

 

Kesulitan lainnya adalah tidak dapat ditentukan berapa banyak dan berapa lama nikotin akan meracuni tubuh bila seseorang mengunakan rokok elektrik.

Peneliti masih terus berusaha untuk melanjutkan penelitian dan mencari tahu faktor-faktor apa yang menentukan berapa banyak nikotin akan meracuni tubuh ketika menggunakan rokok elektrik atau vape.

 

 

Dapatkah Anda membuang nikotin dari tubuh?

Cara terbaik untuk mengikuti uji nikotin dan menghindari hasil positif adalah dengan mengikuti tes 10 hari setelah terakhir kali merokok.

 

Tes darah masih akan mendeteksi kandungan cotinie dalam 10 hari.

 

Tapi, tidak ada yang dapat memastikan tubuh dapat membuang nikotin lebih cepat.

 

Pada seseorang yang berusaha menerapkan gaya hidup sehat, tubuh mereka akan bekerja lebih efisien.

 

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk membantu membuang nikotin dari dalam tubuh antara lain:

 

  • Minum air yang cukup untuk membuang nikotin dan produk limbah lainnya melalui urin
  • Berolahraga teratur. Dengan olah raga teratur aliran darah akan lancar dan akan membuang produk limbah melalui keringat
  • Konsumsi diet yang kaya akan antioksidan untuk membantu tubuh memperbaiki diri sendiri

 

Beberapa produk komersial dan herbal mengklaim dapat mempercepat pengeluaran nikotin dari dalam tubuh.

 

Tapi, belum ada bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang menguji klaim tersebut.

 

 

Kesimpulan

Berapa lama nikotin akan meracuni tubuh, tiada yang tahu pasti.

 

Kondisi ini dipengaruhi oleh:

 

  • Berapa banyak nikotin yang dihirup dan seberapa sering Anda merokok
  • Berapa lama Anda telah merokok
  • Kesehatan Anda dan juga usia Anda

 

Berhenti merokok merupakan langkah yang sulit, tapi hal tersebut merupakan tantangan yang patut Anda coba.

 

Laporan American Lung Association pada tahun 2015, menyatakan bahwa 52,8 juta perokok telah berhenti merokok.

 

Hal ini berarti mereka tidak lagi perokok dan dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat serta tentu saja bebas dari nikotin.

 

Apakah Anda tertarik untuk berhenti merokok? Punya pengalaman terkait dengan usaha berhenti merokok? Bila Anda bersedia silakan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

kopi hitam

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Kopi saat ini merupakan salah satu minuman populer di seluruh dunia. Banyak di antara kita bahkan mengkonsumsinya setiap hari. Aromanya yang khas dan rasanya yang nikmat membuat setiap orang ingin selalu menikmatinya. Tapi, tidak setiap cangkir kopi dibuat dengan baik. Mulai dari biji kopi (bean) hingga metode pembuatan (brew), pengetahuan akan hal tersebut dapat membantu Anda dalam membuat secangkir kopi yang nikmat.

 

Pada artikel ini kami akan memberikan gambaran bahwa banyak sekali perpaduan senyawa kimia di balik secangkir kopi.

 

Tidak hanya kafein, tapi juga senyawa lainnya membuat kopi menjadi sempurna.

 

Senyawa kimia pada secangkir kopi

Kopi sendiri mengandung sekitar 2.000 zat kimia selain kafein.

 

Kafein merupakan komponen minuman yang paling Anda kenal.

 

Jumlah kafein dan zat lainnya sangat bergantung pada varietas kopi, jenis bubuk kopi, metode penyeduhan (brewing), proses pembuatan, dan ukuran gelas atau cangkir yang digunakan.

 

Membuat secangkir kopi yang nikmat tidak semudah memotong sebuah roti.

 

Kandungan senyawa kimia kopi akan berbeda berdasarkan varietas kopi dan perpaduan senyawa-senyawa kimia tersebutlah yang mempengaruhi aroma dan rasa kopi.

 

Meskipun demikian, terdapat karakteristik kimia umum pada seluruh jenis kopi setelah disangrai (roasting).

 

Karakteristik ini antara lain:

  • Karbohidrat
  • Asam amino
  • Protein
  • Kafein
  • Trigonelline
  • Lemak (cafestol dan kahweol)
  • Mineral terutama kalium
  • Asam dan ester seperti asam aliphatik dan asam klorogenik
  • Melanoidin

 

Sebagian besar senyawa kimia tersebut merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

 

Untuk mendapatkan secangkir kopi terbaik dibutuhkan proses yang sempurna pada:

 

  • Biji kopi (bean)
  • Proses sangrai (roasting), dan
  • Metode pembuatan kopi (brew)

 

Mari kita jabarkan satu per satu.

 

1. biji kopi

Petani kopi mencurahkan begitu banyak waktu dan tenaga untuk menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

 

Mulai dari menanam pohon kopi, merawat, dan hingga panen ceri kopi.

 

Biji kopi merupakan bagian dari ceri kopi.

ceri kopi

Setelah ceri kopi di petik dari pohon maka selanjutnya ceri kopi akan dikeringkan dan melalui berbagai proses lainnya untuk menghasilkan biji kopi.

 

Untuk merasakan kopi dengan rasa terbaik maka pilihlah biji kopi arabika.

 

Mengapa demikian?

 

Hal ini dikarenakan kopi arabika memiliki kualitas rasa yang tinggi, beraneka macam rasa, dan aroma yang lebih baik.

 

Tapi, bila ingin mendapatkan lebih banyak kafein maka Anda bisa memilih biji kopi robusta.

 

Sebaiknya bila Anda membeli biji kopi maka pastikan bahwa biji kopi tersebut dikemas dalam kemasan dengan saluran udara dengan katup satu arah.

 

Kemasan ini memungkinkan untuk gas karbon dioksida (CO2) keluar dari kemasan tapi tidak memungkinkan oksigen (O2) masuk.

 

Hal ini akan mempertahankan kesegaran biji kopi lebih lama.

 

Karena kesegaran merupakan salah satu kunci, membeli biji kopi utuh bukan suatu hal harus dilakukan dan harus digunakan segera.

 

Semakin lama biji kopi disimpan maka semakin jelek hasil kopi yang dibuat (brew).

 

Biji kopi yang masih segar memiliki banyak sekali senyawa kimia.

 

Senyawa kimia ini akan membantu untuk meningkatkan rasa pada secangkir kopi.

 

Senyawa tersebut antara lain:

 

  • 3-Metilbutanal: memberikan rasa fruity (Cita rasa buah seperti beri atau sitrus)
  • Metilpropanal: memberikan rasa floral dan spicy
  • Acetaldehida: memberikan rasa fruity yang tajam

 

Selain itu, terdapat pula asam klorogenik ketika biji kopi disangrai.

 

Saat proses sangrai tersebut asam klorogenik ini akan memunculkan beberapa senyawa kimia lain yang berpengaruh terhadap rasa dan aroma kopi.

 

Untuk itu, mari kita kenali rahasia senyawa kimia biji kopi dibalik proses roasting (sangrai)

 

2. Proses sangrai (roasting)

Proses sangrai (roasting) biji kopi akan mengeluarkan rasa seperti floral, cokelat, dan banyak rasa lainnya seperti yang digambarkan dalam diagram rasa kopi SCAA – Lexicon Flavour Wheel di bawah ini.

roda rasa kopi

Proses keluarnya rasa tersebut sangat bergantung pada proses pemanasan saat biji kopi disangrai.

 

Proses yang pertama disebut sebagai reaksi Maillard.

 

Reaksi Maillard ini mungkin merupakan reaksi kimia yang paling nikmat di seluruh dunia.

 

Reaksi ini pertama sekali diperkenalkan oleh Louis Maillard.

 

Selama reaksi ini berlangsung, gula dan protein bereaksi membentuk senyawa yang menghasilkan aroma serta rasa.

 

Senyawa-senyawa tersebut yang akan menempel pada indra penghidu (hidung) sehingga kita dapat mencium aroma dan juga menempel pada lidah sehingga kita dapat mencicipi rasa.

 

Reaksi Maillard ini juga terjadi pada proses menyiapkan makanan lainnya seperti steak, kencang goreng, atau makanan yang dibakar lainnya.

 

Reaksi Maillard pada biji kopi yang disangrai akan menghasilakan senyawa 2-furfurilthiol.

 

Senyawa ini akan memberikan kopi rasa yang nikmat.

 

Ketika suhu naik (sekitar 170-200°c) maka gula akan mengalami karamelisasi dan menghasilkan senyawa antara lain diacetyl (butterscotch)  dan furanone (burn sugar).

 

Masing-masing akan menghasilakan rasa butterscotch dan burn sugar.

 

Ketika suhu mencapai 205°c, air di dalam biji kopi yang disangrai akan menguap dan menyebabkan biji kopi membesar dan terbuka (retak).

 

Kondisi ini dikenal sebagai “first crack” dalam industri kopi.

secangkir kopi

perbedaan roasting level

Untuk roasting tingkat “light” biji kopi akan diangkat dari pengorengan setelah “first crack” tersebut.

 

Light roast memiliki tingkat keasaman biji yang paling tinggi dan memiliki karakteristik yang berbeda dari biji kopi awal dengan warna cokelat muda.

 

Kemudian pada suhu 225-230°c biji kopi akan kembali mengalami keretakan. Kondisi ini disebut sebagai “Second crack”.

 

Second crack” ini mengakibatkan selulosa pada biji kopi rusak dan menyebabkan dinding sel biji kopi rusak serta tentu saja merusak struktur sel biji kopi lainnya.

 

Tidak berapa lama kemudian biji kopi akan berwarna cokelat gelap. Kondisi ini disebut sebagai “medium roast”.

 

Medium roast” akan membuat biji kopi yang  memiliki kadar keasaman yang seimbang dan masih memiliki rasa asal.

 

Senyawa aromatik akan muncul pada biji kopi “medium roast” dan memberikan kopi aroma earthy (Karakteristik aroma tanah atau debu yang tertinggal di biji kopi).

 

Aroma ini muncul karena senyawa 2-isobutil-3-methoxypyrazine dan 2-etil-3,5-dimetilpirazine.

 

Bila proses sangrai dilanjutkan, peningkatan suhu berikutnya akan membuat biji kopi semangkin berwarna gelap dan menjadi berminyak.

Ini adalah “dark roast”, yang sering digunakan untuk espresso.

dark roast

Jadi, Anda bisa memilih jenis roasting apa yang Anda inginkan.

 

Perbedaan rasa ini juga muncul pada perbedaan geografis dimana biji kopi tersebut berasal.

 

Selanjutnya, mari kita membahas tentang metode penyeduhan secangkir kopi (brew)

 

3. Metode pembuatan kopi (brew)

Setelah Anda mendapatkan biji kopi terbaik dan telah memilih tingkat roasting sesuai dengan keinginan Anda maka selanjutnya adalah bagaimana proses menyiapkan biji tersebut menjadi secangkir kopi yang nikmat.

 

Langsung menggiling biji kopi tersebut dan mencampurnya dengan air panas?

 

Sayangnya, Anda dapat meraih biji kopi yang telah diroasting dengan kualitas terbaik tapi secangkir kopi yang masih buruk.

 

Terdapat beberapa komponen kunci untuk mendapatkan secangkir kopi terbaik.

 

Yang pertama rasio air dan kopi.

 

Sangat disarankan untuk menimbang kopi dari pada menakarnya menggunakan sendok makan ataus sendok teh.

 

Lalu, lihat juga kualitas air.

 

Rasa air yang digunakan untuk membuat kopi akan mempengaruhi rasa kopi secara dramatis.

 

Jadi, sebaiknya gunakan air yang telah disaring atau air mineral dalam kemasan.

 

Kunci selanjutnya adalah suhu air. Suhu terbaik untuk menyeduh secangkir kopi adalah 92°C-96°C, usahakan jangan sampai lebih.

 

Jangan mendidihkan air hingga terlalu panas, karena Anda akan menghasilkan secangkir kopi gosong dengan air yang terlalu panas.

 

Lalu, yang selanjutnya Anda harus lakukan adalah memilih metode penyeduhan.

Mulai dari Mr. Coffee, percolator, pour-overs, french presses, dan chemexes.

metode brewing

metode brewing

Prinsip dasar dari seluruh metode brewing ini adalah sama.

 

Ketika Anda menambahkan air, air akan melewati bubuk kopi dan kemudian mengeluarkan gelembung CO2.

 

Ketika bubuk kopi sudah basah maka tambahkan kembali air panas dan air akan melarutkan senyawa kimia yang ada pada bubuk kopi.

 

Sebagian besar senyawa kimia yang menimbulkan rasa akan larut air lebih mudah. Jadi, tambahkan air yang cukup.

 

Tapi, jangan terlalu banyak karena rasa kopi akan menjadi buruk.

 

Yang terakhir adalah difusi.

 

Osmosis akan mendorong senyawa tersebut keluar dari bubuk kopi dan berpindah ke air serta tentu saja memunculkan aroma yang sedap.

 

Bagi Anda yang ingin membuat kopi di rumah sangat disarankan untuk memilih metode pour-over.

 

Metode ini lebih baik dibandingkan pembuat kopi automatis.

 

 

Beri tahu kami kopi apa yang Anda suka dan metode apa yang Anda gunakan untuk membuat kopi pada kolom komentar di bawah.

 

 

Referensi
  1. https://www-accessscience-com.ezproxy1.carrollcc.edu/content/coffee-chemistry/an400121
  2. Cavalli L., Tavani A. (2016) Coffee Consumption and Its Impact on Health. In: Wilson T., Temple N. (eds) Beverage Impacts on Health and Nutrition. Nutrition and Health. Humana Press, Cham
psoriasis

Langkah Pencegahan Psoriasis & Tips Menghindari Pencetus

Psoriasis merupakan suatu penyakit kulit inflamatorik (peradangan) kronis. Penyakit ini pada umumnya mempengaruhi kulit dan/atau sendi. Psoriasis dapat dicetuskan oleh berbagai jenis obat, infeksi, trauma pada kulit, obesitas, stress dan faktor lingkungan lainnya. Lalu, Apa langkah-langkah Pencegahan Psoriasis dan juga Tips Menghindari Pencetus Psoriasis?

 

Gejala Kekambuhan Psoriasis

Gejala psoriasis dapat bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Gelaja yang paling sering muncul antara lain:

  • Bercak merah yang ditutupi oleh skuama (sisik) putih mengkilat
  • Kulit kering, pecah-pecah, dan terkadang berdarah
  • Rasa gatal dan sensasi kulit terbakar
  • Kuku tidak rata
  • Sendi kaku dan bengkak
pencegahan psoriasis

By User:The Wednesday Island (of the English Wikipedia) – http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Psoriasis_on_back.jpg, CC BY-SA 3.0, Link

Bagaimana Langkah Pencegahan Psoriasis

Gejala psoriasis dapat muncul dan kemudian menghilang, tapi tidak terdapat suatu metode untuk menyembuhkan kondisi ini.

Jalan terbaik yang dapat dilakukan adalah untuk mencegah gejala-gejala tersebut muncul.

Pencegahan psoriasis terbaik adalah dengan menghindari pencetus yang telah diketahui.

Pencetus psoriasis juga berbeda pada setiap orang. Jadi, langkah pertama yang paling penting adalah mendeteksi faktor apa yang membuat penderita psoriasis mengalami gejala.

Mengetahui faktor yang dapat meringankan gejala juga penting.

Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan psoriasis

 

Langkah-Langkah Pencegahan Psoriasis

Mengurangi Stress

Stress yang muncul karena kehidupan sehari-hari memang memiliki dampak buruk bagi setiap orang. Stress juga merupakan masalah yang terjadi pada orang yang mengalami psoriasis.

Tubuh cenderung memiliki reaksi inflamasi terkait stress. Respons inilah yang menyebabkan kekambuhan pada psoriasis.

Mengurangi tingkat stress sebisa mungkin adalah hal yang penting. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress:

  • Psikoterapi
  • Yoga
  • Meditasi dan Teknik Relaksasi Lainnya

 

Hindari Konsumsi Beberapa Jenis Obat

Beberapa jenis obat dapat mempengaruhi respon sistem imun tubuh dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini tentu saja akan mencetuskan psoriasis.

Beberapa obat ini harus dihindari dalam langkah pencegahan psoriasis.

  • Lithium
  • Obat anti malaria
  • Indometasin

 

Pastikan bahwa dokter mengetahui obat bebas apa yang Anda konsumsi. Dokter akan menukar obat dengan jenis obat lainnya bila obat-obat di atas dikhawatirkan dapat mencetuskan psoriasis.

Hindari Cedera Pada Kulit

Cedera pada kulit dapat mencetuskan psoriasis pada beberapa orang. Kondisi in disebut sebagai Fenomena Koebner.

Cedera kulit yang umum seperti garukan atau terbakar sinar matahari merupakan pencetus psoriasis.

Rawat kulit anda untuk mencegah cedera pada kulit. Lakukan tips berikut untuk menghindari cedera kulit ketika Anda melakukan aktivitas:

  • Gunakan tabir surya dan gunakan topi ketika beraktivitas di luar rumah
  • Gunakan lengan panjang dan sarung tangan ketika berkebun
  • Gunakan semprotan anti serangga ketika beraktivitas di luar rumah

Kunjungi dokter ketika gejala psoriasis muncul setelah cedera pada kulit. Bila cepat ditangani maka pengobatan dapat dilakukan secara efektif.

 

Hindari Infeksi

Infeksi merupakan salah satu penyebab psoriasis. Kondisi ini akan meningkatkan stress pada sistem imun yang menyebabkan reaksi peradangan.

Radang tenggorokan diketahui memiliki hubungan dengan onset psoriasis guttate khususnya pada anak-anak.

Tapi, gejala psoriasis juga dapat muncul setelah infeksi telinga, tonsilitis, atau infeksi paru-paru dan infeksi kulit lainnya.

Penting untuk menemui dokter, jika Anda mencurigai adanya infeksi. Jika Anda mengalami cedera kulit, seperti goresan atau luka, pastikan untuk membersihkannya dengan benar dan tetap tertutup untuk mencegah infeksi. Cara lain untuk mencegah infeksi termasuk:

  • sering mencuci tangan sepanjang hari
  • menghindari berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dengan orang lain
  • membatasi paparan dengan orang-orang yang sakit, terutama anak-anak

 

Identifikasi hal-hal yang dapat mencetuskan psoriasis merupakan hal penting dalam pencegahan psoriasis. Mengikuti rencana pengobatan dan menghindari pencetus akan meminimalisir munculnya gejala. Anda dapat berdiskusi dengan dokter untuk mengidentifikasi pencetus atau untuk menanyakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengurangi kekambuhan.

 

Bila Anda Memiliki Pertanyaan Seputar Pencegahan Psoriasis atau Pengalaman Dalam Pengobatan Psoriasis, Silakan Sampaikan Pertanyaan dan Pendapat Anda Di Kolom Komentar.

 

Referensi
  1. Menter A, Gottlieb A, Feldman SR, et al. Guidelines of care for the management of psoriasis and psoriatic arthritis: Section 1. Overview of psoriasis and guidelines of care for the treatment of psoriasis with biologics. J Am Acad Dermatol. 2008 May;58(5):826-50
  2. Menter A, Korman NJ, Elmets CA, et al; American Academy of Dermatology. Guidelines of care for the management of psoriasis and psoriatic arthritis. Section 3. Guidelines of care for the management and treatment of psoriasis with topical therapies. J Am Acad Dermatol. 2009 Apr;60(4):643-59
  3. Menter A, Korman NJ, Elmets CA, et al. Guidelines of care for the management of psoriasis and psoriatic arthritis: Section 4. Guidelines of care for the management and treatment of psoriasis with traditional systemic agents. J Am Acad Dermatol. 2009 Sep;61(3):451-85
  4. Menter A, Korman NJ, Elmets CA, et al. Guidelines of care for the management of psoriasis and psoriatic arthritis: Section 5. Guidelines of care for the treatment of psoriasis with phototherapy and photochemotherapy. J Am Acad Dermatol. 2010 Jan;62(1):114-35
  5. Boehncke WH, Schön MP. Psoriasis.  2015 Sep 5;386(9997):983-94
  6. Kupetsky EA, Keller M. Psoriasis vulgaris: an evidence-based guide for primary care. J Am Board Fam Med. 2013 Nov-Dec;26(6):787-801full-text
  7. Canadian Psoriasis Guidelines Committee. Canadian guidelines for management of plaque psoriasis CDA 2009 June PDF
  8. Canadian Psoriasis Guidelines Addendum Committee. 2016 Addendum to the Canadian guidelines for the management of plaque psoriasis 2009. J Cutan Med Surg. 2016 Sep;20(5):375-431full-text

 

perut kram karena keracunan makanan

Langkah-Langkah Pencegahan Penularan Keracunan Makanan

Keracunan makanan atau foodborne illness merupakan penyakit yang disebabkan oleh mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh kuman. Gejala keracunan makanan sangat bervariasi termasuk mual, muntah, diare, dan perut kram. Beberapa orang juga dapat mengalami demam.

 

Sekitar 76 juta kasus terjadi di Amerika Serikat setiap tahunnya. Kondisi ini menyebabkan 300.000 orang harus mendapatkan perawatan dan 5.000 kematian.

Gejala dapat terjadi beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Keracunan makanan dapat disebabkan baik oleh bakteri, virus, atau parasit yang dapat menular. Jadi, bila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami keracunan makanan, Anda harus melakukan beberapa hal dan mencegah penyebaran penyakit.

Terkadang keracunan makanan disebabkan oleh zat kimia atau racun yang ditemukan pada makanan. Keracunan yang disebabkan oleh zat kimia atau racun bukan merupakan suatu infeksi jadi tidak menular.

Sebelum membahas tentang langkah-langkah pencegahan keracunan makanan maka ada baiknya kita memahami jenis-jenis keracunan makanan.

 

Jenis-jenis keracunan makanan

Terdapat lebih 250 jenis foodborne illness yang berbeda. Sebagian besar penyakit tersebut disebabkan oleh salah satu dari mikroorganisme berikut.

 

  1. Bakteri

Bakteri merupakan organisme yang dapat masuk menuju saluran pencernaan dari makanan yang terkontaminasi. Infeksi bakteri jahat akan memunculkan gejala mual, muntah, diare, dan nyeri perut.

Bakteri dapat mengkontaminasi makanan melalui beberapa cara:

  • Bahan makanan atau makanan yang Anda beli telah terkontaminasi oleh bakteri
  • Bakteri mengkontaminasi makanan ketika makanan disimpan atau dipersiapkan.

Kondisi di atas terjadi bila Anda tidak mencuci tangan sebelum mempersiapkan makanan. Kondisi tersebut juga terjadi bila makanan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi bakteri.

Penyimpanan makanan yang tidak baik seperti menyimpan makanan pada temperatur ruang atau di luar terlalu lama, juga dapat menyebabkan bakteri tumbuh dan bertambah banyak dengan cepat.

Penting untuk menyimpan makanan di kulkas atau freezer setelah dimasak. Jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu lama ditaruh di luar ruangan.

Selalu ingat bahwa makanan yang terkontaminasi dapat memiliki rasa dan bau yang tetap normal.

bakteri penyebab keracunan makanan

Bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan dan tingkat kejadiannya antara lain:

  • Salmonella           15,89 per 100.000 orang
  • Campylobacter   12,97 per 100.000 orang
  • Shigella                 5,53 per 100.000 orang
  • STEC non-O157   1,64 per 100.000 orang
  • STEC O157           0,95 per 100.000 orang
  • Vibrio                    0,39 per 100.000 orang
  • Yersinia                0,29 per 100.000 orang
  • Listeria                 0,24 per 100.000 orang
  • Referensi-[MMWR Morb Mortal Wkly Rep 2016 Apr 15;65(14):368]

 

  1. Virus

Keracunan makanan yang disebabkan virus juga dapat menular dari satu orang ke orang yang lainnya. Virus yang paling sering menyebabkan foodborne illness adalah norovirus.

Norovirus dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) pada lambung dan saluran cerna.

Hepatitis A juga foodborne illness lainnya yang disebabkan oleh virus. Virus ini sangat menular dan menyebabkan infeksi hati (liver) akut. Virus hepatitis A dapat ditemukan pada kotoran dan darah orang yang telah terinfeksi.

Bila Anda tidak mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, hal ini akan memungkinkan penyebaran virus melalui jabat tangan dan kontak fisik lainnya.

Anda juga mungkin menyebarkan virus ke orang lain jika menyiapkan makanan atau minuman dengan tangan yang terkontaminasi.

Virus yang menular melalui makanan juga menyebar melalui kontak tidak lansung. Sepanjang hari, Anda dapat menyentuh beberapa permukaan dengan tangan yang terkontaminasi. Termasuk menyentuh sakelar lampu, telepon, dan gagang pintu. Siapa pun yang menyentuh permukaan ini dapat menjadi sakit jika mereka meletakkan tangan mereka di dekat mulut mereka.

keracunan makanan

Bakteri dan virus dapat hidup di luar tubuh pada permukaan yang keras selama berjam-jam, dan terkadang berhari-hari. Salmonella dan Campylobacter dapat hidup di permukaan hingga empat jam, sedangkan norovirus dapat bertahan hidup di permukaan selama berminggu-minggu.

 

  1. Parasit

Parasit yang dapat menyebabkan keracunan makanan termasuk:

  • Giardia duodenalis
  • Cryptosporidium parvum
  • Cyclospora cayetanensis
  • Toxoplasma gondii
  • Trichinella spiralis
  • Taenia saginata
  • Taenia solium

 

Parasit merupakan organisme penyebab penyakit lainnya. Seperti namanya organisme ini akan mengambil nutrisi dari inangnya.

Organisme ini dapat muncul pada kotoran manusia dan hewan. Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi atau apapun yang masuk melalui mulut setelah kontak dengan kotoran orang atau hewan yang telah terinfeksi.

 

Bagaimana Mencegah Penyebaran Keracunan Makanan?

Siapa pun bisa mengalami keracunan makanan, tetapi ada cara untuk mencegah penyebarannya setelah Anda terinfeksi.

Mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui makanan adalah penting karena komplikasi dapat timbul.

Karena keracunan makanan dapat menyebabkan muntah dan diare, ada risiko dehidrasi. Dalam kasus dehidrasi parah, rawat inap diperlukan untuk mengganti cairan yang hilang. Dehidrasi bisa sangat berbahaya bagi bayi, orang tua, dan orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Berikut beberapa kiat untuk mencegah penyebaran keracunan makanan setelah Anda sakit.

  • Tetap Tinggal di rumah dan tidak masuk sekolah atau bekerja sampai gejala hilang
  • Cuci tangan Anda dengan air sabun hangat setelah dari kamar mandi dan setelah bersentuhan dengan kotoran hewan atau manusia.
  • Jangan menyiapkan makanan atau minuman sampai gejala hilang dan Anda merasa lebih baik.
  • Ajari anak cara mencuci tangan dengan benar.
  • Disinfeksi permukaan yang biasa disentuh di rumah – sakelar lampu, kenop pintu, remote control, dan lain-lain.
  • Bersihkan toilet kamar mandi setelah setiap penggunaan, gunakan tisu desinfektan atau semprotan disinfektan di kursi dan pegangan kursi.
  • Gunakan sarung tangan saat membersihkan muntahan atau diare orang yang terinfeksi.

 

Apa Yang Harus Di Waspadai Dari Keracunan Makanan?

Keracunan makanan dapat menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman seperti diare, muntah, sakit perut, dan demam. Namun, gejala biasanya sembuh sendiri dalam beberapa jam hingga hari dan biasanya tidak memerlukan perawatan dokter.

Banyak istirahat dan minum cairan dapat membantu Anda merasa lebih baik. Meskipun Anda mungkin tidak ingin makan, tubuh Anda membutuhkan energi, jadi penting untuk menggigit makanan lunak seperti biskuit, roti, dan nasi.

Cairan (air, jus) juga penting untuk menghindari dehidrasi. Jika Anda mengalami gejala dehidrasi, segera pergi ke rumah sakit. Tanda-tanda termasuk rasa haus ekstrim, buang air kecil jarang, urin berwarna gelap, kelelahan, dan pusing.

Pada anak-anak, gejala dehidrasi termasuk lidah kering, popok tidak basah selama tiga jam, kelemahan, irritabilitas, dan menangis tanpa air mata.

 

Bila Anda Memiliki Pertanyaan Seputar Makanan atau Pengalaman Terkait Keracunan Makanan Silakan Sampaikan Pertanyaan dan Pendapat Anda Di Kolom Komentar.

 

Referensi
  • Food and Drug Administration. Bad Bug Book (Second Edition): Foodborne Pathogenic Microorganisms and Natural Toxins Handbook: FDA 2014 Oct 7 PDF
  • Mandell GL, Bennett JE, Dolin R, eds. Mandell, Douglas, and Bennett’s Principles and Practice of Infectious Diseases. 8th ed. New York, NY: Saunders; 2014.
  • Zich DK. Food- and water-borne infections. In: Adams JG, ed. Emergency Medicine. 2nd ed. New York, NY: Saunders; 2013:1539-1549.e1.
  • Baron EJ, Miller JM, Weinstein MP, et al. A guide to utilization of the microbiology laboratory for diagnosis of infectious diseases: 2013 recommendations by the Infectious Diseases Society of America (IDSA) and the American Society for Microbiology (ASM)(a). Clin Infect Dis. 2013 Aug;57(4):e22-e121full-text