obat herbal anti diabetes

Waspada! Inilah Interaksi Obat & Tanaman Herbal dengan Obat Anti Diabetes

Diabetes merupakan kondisi kompleks dengan variasi penyakit. Pendekatan pengobatan yang memiliki target tunggal tidak menunjukkan outcome klinis yang ideal baik pengobatan untuk diabetes itu sendiri atau pun komplikasi nya. Pemberian obat anti diabetes terkadang membuat penderita diabetes menjadi kesulitan karena terkadang lebih dari 1 obat dan hasilnya kurang memuaskan.

 

Obat dan tanaman herbal telah digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit lainnya dan juga untuk diabetes.

Banyak pasien diabetes yang mengetahui manfaat anti diabetes obat atau tanaman herbal tertentu dan terkadang menggunakannya sebagai tambahan pengobatan dengan obat anti diabetes kompensional.

Kondisi ini mengakibatkan dua hal yang bertolak belakang. Pada satu sisi, kegunaan obat atau tanaman herbal tersebut dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah.

Di sisi lain, penggunaan obat atau tanaman herbal ini berbarengan dengan obat anti diabetes konvensional dapat berpotensi memunculkan risiko.

Artikel ini memberikan tinjauan terkait dengan literatur klinis dan eksperimental yang menunjukkan interaksi penggunaan obat atau tanaman herbal dengan obat diabetes.

 

Untuk Artikel Lain Terkait dengan Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif Anda Dapat Membacanya disini:

 

Mekanisme Kerja dan Interaksi Herbal dan Obat

Pada umumnya dua obat yang diberikan bersamaan berpotensi menyebakan reaksi kimia atau interaksi farmakologis.

Interaksi ini dapat meningkatkan atau menurunkan efek obat yang satu terhadap obat yang lain.

Kemungkinan kondisi yang terjadi adalah peningkatan atau penurunan efektivitas dan/atau efek samping obat.

Outcomenya sangat bergantung pada fisikokimia obat yang berpengaruh pada farmakokinetik dan farmakodinamik.

Secara sederhana interaksi ini dapat dilihat pada gambar berikut.

obat anti diabetes

Diabetol Metab Syndr. 2017; 9: 59.

Beberapa mekanisme yang terkait dengan farmakokinetik interaksi obat herbal termasuk:

  • Perubahan kuantitatif klirens ginjal
  • Bioaviabilitas
  • Distribusi obat
  • Absorpsi obat
  • Proses eliminasi obat

Sistem enzim metabolik hati, terutama keluarga isoenzim sitokrom P450 (CYP450), tetap merupakan jalur umum untuk farmakokinetik interaksi obat herabl.

Banyak obat anti-diabetes adalah substrat dari isoenzim CYP450, misalnya:

  • pioglitazone, repaglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C8,
  • glibenclamide, glimepiride, glipizide, nateglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C9,
  • proguanil untuk CYP2C19,
  • pioglitazone dan repaginate untuk CYP3A4.

 

Sejumlah besar herbal juga telah ditemukan mempengaruhi sistem CYP450. Misalnya, St John’s wort menghambat CYP2C dan CYP3A dan ginkgo bilob amenghambat CYP3A4, CYP2C9, dan CYP2C19.

Farmakodinamik interaksi obat herbal dapat memodifikasi kerja obat / herbal secara kualitatif melalui efek pada berbagai organ, situs reseptor atau enzim.

Interaksi semacam itu dapat menghasilkan efek antagonis, aditif, atau sinergis.

Sebagai contoh, banyak obat-obatan herbal memiliki sifat antioksidan yang dapat bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif, faktor patogen utama diabetes.

 

Kami memiliki ebook Farmakologi Klinis Dasar yang berisi rangkuman Farmakokinetik dan Farmakodinamik Obat. Ebook tersebut dapat Anda Unduh pada Link berikut:

Farmakologi klinis mahasiswa kedokteran

 

 

Interaksi Obat Anti Diabetes dan Herbal

Aloe vera – Aloe barbadensis (Lidah Buaya)

Aloe vera telah menunjukkan tingkat signifikansi dalam menuunkan tekanan darah.

Beberapa penelitian melaporkan interaksi potensial Aloe vera dengan anti diabetes.

Salah satu interaksi yang tercatat adalah interaksinya dengan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Ginseng – Panax  ginseng dan Panax quinquefolium

Keduanya merupakan tumbuhan pada famili ginseng dan telah menunjukkan potensi antidiabetik yang mempengaruhi jalur insulin dependen dan independen.

Komponen aktif ginseng yang bertanggung jawab untuk efek anti diabetik ini belum sepenuhnya diketahui.

Penelitian terhadap senyawa K, metabolit akhir dari protopanaxadiol ginsenosides menunjukkan bahwa senyawa K menghambat efek hiperglikemik dengan mekanisme kerja sekresi insulin mirip dengan mekanisme kerja metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Karela – Momordica charantia (Paria/Pare)

Karela dikenal juga sebagai Paria/pare atau bitter melon karena rasanya yang pahit.

Sejumlah senyawa aktif tumbuhan antara lain sterol, glukosida dan polipeptida karantin.

paria obat diabetes

By Tony Hisgett [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila dikonsumsi bersamaan dengan metformin, glimidine, dan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Bawang Putih – Allium sativum

Bawang putih dikenal sebagai salah satu bahan dapur yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan.

Sulfur pada bawang putih diduga mengandung senyawa bioaktif yang disebut sebagai allyl thiosulfinates.

Bawang putih juga telah diketahui memiliki efek anti diabetik.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila jus bawang putih dikonsumsi bersamaan dengan metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

 

Kesimpulan Interaksi Obat Anti Diabetik dan Obat Herbal

Berdasarkan hasil yang disajikan di atas, jelas bahwa banyak obat herbal, bila dikonsumsi bersamaan dengan agen anti diabetes, berpotensi mengubah sifat farmakokinetik dan / atau farmakodinamiknya.

Interaksi ini rumit mengingat banyaknya target patofisiologis / farmakologis yang terkait dengan penyakit dan sifat multikomponen dari obat herbal.

Variasi batch-to-batch dalam komposisi kimia herbal juga cenderung berdampak pada sifat interaksi, membuatnya tidak dapat diprediksi.

Meskipun berpotensi menimbulkan efek samping, kombinasi herbal dan obat anti diabetes lebih sering ditunjukkan memiliki implikasi klinis positif karena dapat menyebabkan efek anti diabetik yang meningkat, yang berpotensi memungkinkan pengurangan dosis agen anti diabetes, sehingga meminimalkan efek sampingnya.

Sebaliknya, antagonisme dapat menyebabkan efek berbahaya dan oleh karena itu perlu peringatan peringatan atau kontraindikasi untuk kombinasi.

Kesimpulannya, interaksi antara agen herbal dan farmasi adalah pedang bermata dua dan menjadi perhatian bagi pasien dan praktisi perawatan kesehatan.

Penting untuk melanjutkan penelitian tentang potensi risiko dan manfaat yang terkait dengan interaksi ini, terutama dalam kelompok pasien lanjut usia dan mereka yang sakit kronis.

Data tersebut sangat penting untuk pengembangan pedoman klinis di masa depan agar hasil perawatan kesehatan lebih baik.

 

Bila ada yang ingin ditanyakan terkait interaksi dan manfaat obat herbal lainnya terhadap penyakit diabetes silakan tanyakan di kolom komentar.

Referensi

  1. Gupta RC, Chang D, Nammi S, Bensoussan A, Bilinski K, Roufogalis BD. Interactions between antidiabetic drugs and herbs: an overview of mechanisms of action and clinical implications. Diabetology & metabolic syndrome. 2017 Dec;9(1):59.
poster difteri

Difteri di Indonesia: Outbreak Terburuk Pada Generasi Z

Judul di atas bukan suatu mitos semata melainkan suatu fakta yang sebenarnya cukup menyakitkan bagi bangsa Indonesia. Seandainya, The Guinness Book of Records memberikan catatannya maka tentu saja Indonesia akan mendapatkan rekor untuk kejadian luar biasa salah satu infeksi saluran napas atas yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang disebut Difteri ini.

Merujuk kepada pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa per Desember 2017,  kejadian luar biasa (KLB) difteri di Indonesia paling tinggi di dunia. KLB difteri terjadi di 28 provinsi serta 142 kabupaten/kota.

Pada periode yang sama, Desember 2017, Ikatan Dokter Indonesia menyatakan bahwa sudah 38 anak yang meninggal dunia karena difteri. Sementara 600 anak masih dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama.

Sayangnya, meskipun begitu banyak angka KLB infeksi saluran napas ini, masyarakat Indonesia kurang terlalu tertarik untuk mempelajari apa itu difteri. Silakan saja Anda kunjungi link berikut.

https://trends.google.co.id/trends/yis/2017/ID/

Link di atas akan membawa Anda ke halaman Google Trends di Indonesia (kata kunci dengan pencarian terbanyak pada tahun 2017). Apakah Anda menemukan kata Difteri di sana?

Anda tidak akan menemukannya bila tampilan situs Google Trends tersebut sama dengan tampilan ketika Saya menulis artikel ini.

Kata kunci Difteri hanya mendapatkan popularitas pencariannya pada pertengahan Desember 2017 saja. Lalu, apa itu Difteri dan mengapa Saya menyatakan bahwa Indonesia memiliki Outbreak Difteri terburuk sepanjang sejarah dunia?

 

Apa itu Difteri?

Difteri merupakan infeksi saluran napas atas (hidung dan tenggorokan) yang serius yang disebabkan oleh strain bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat memproduksi toksin (racun).

Infeksi karena toksin ini akan menyerang membran mukosa saluran napas atas dan menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya.

Tapi, dapat dicegah dengan vaksinasi difteri.

Lalu, mengapa Saya menyatakan bahwa ini adalah wabah KLB terburuk pada generasi Z?

 

Outbreak Difteri Terburuk pada Generasi Z

Seperti yang telah dijabarkan di atas bahwa IDAI juga berangapan bahwa KLB ini merupakan yang terbesar di bandingkan dengan KLB di negara lainnya.

Secara epidemiologi, distribusi geografis infeksi ini dapat ditemukan di seluruh dunia. Kejadian (prevalensi/insidensi) terbesarnya berada pada negara dengan iklim tropis karena suhunya lebih panas.

Infeksi ini sangat jarang juga ditemukan di negara dengan vaksinasi yang baik.

Untuk rekor “Outbreak Terburuk Sepanjang Sejarah Dunia” mari kita bandingkan dengan beberapa Outbreak lainnya yang tercatat dari seluruh dunia.

  • Outbreak di Yaman dengan 333 kasus dan 35 orang meninggal dunia sejak 31 Agustus 2017 hingga 21 Desember 2017.
  • Outbreak di Thailand tahun 2012, 15 kasus tidak ada yang meninggal dunia
  • Outbreak di Afghanistan tahun 2003 dengan 50 kasus dan 3 orang meninggal dunia

Outbreak terbesar terjadi pada tahun 1995 di Uni Soviet, dimana ditemukan 47.802 kasus dengan 1746 kematian pada 14 dari 15 negara bagian di Uni Soviet.

 

Mengapa infeksi ini bisa diderita?

Corynebacterium diphtheriae adalah kuman yang bertanggung jawab atas wabah ini.

Bakteri ini merupakan bakteri batang gram positif aerob. Tapi, hanya strain yang memproduksi toksin (racun) yang menyebabkan penyakit parah.

Corynebacterium diphtheriae dalam pewarnaan gram

By Photo Credit: Content Providers(s): [Public domain], via Wikimedia Commons

Strain yang tidak memproduksi toksin hanya menyebabkan penyakit yang ringan.

Bakteri ini dapat ditularkan melalui droplet pernapasan di udara antara satu orang dengan orang yang lain.

Selain melalui droplet di udara, kuman ini juga dapat ditularkan melalui kontak langsung via kulit.

Masa inkubasi kuman ini adalah 2-5 hari dengan rentang 1-10 hari.

Orang yang telah terinfeksi dapat menyebarkan bakteri sekitar 2 minggu (atau bahkan hingga 4 minggu) jika tidak diberikan antibiotik.

Bakteri ini pada umumnya menginfeksi hidung dan tenggorokan. Toksin yang diproduksi dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan lapisan bercak putih tipis pada daerah:

  • Hidung
  • Tenggorokan
  • Lidah
  • Saluran napas
  • Lesi pada kulit

bercak putih difteria

By User:Dileepunnikri (Own work) [CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Pada beberapa kasus, toksin ini juga merusak organ lainnya seperti jantung, otak, dan ginjal.

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi mengancam jiwa seperti:

  • Miokarditis (inflamasi pada otot jantung)
  • Paralisis
  • Gagal ginjal

 

Gejala yang tampak bila terinfeksi

Gejala akan muncul 2 sampai 5 hari setelah terinfeksi. Beberapa orang tidak akan merasakan gejala.

Atau hanya merasakan gejala ringan sama seperti infeksi saluran napas atas atau flu.

Gejala atau tanda yang umumnya terlihat pada penderita difteri adalah lapisan bercak putih pada tenggorokan dan tonsil. Gejala lainnya yang dapat muncul antara lain:

  • Demam
  • Menggigil
  • Pembengkakan kelenjar pada leher (Bull neck)
Bull Neck Difteria

By Photo Credit: Content Providers(s): CDC [Public domain], via Wikimedia Commons

  • Nyeri tenggorokan
  • Lesi pada kulit

lesi kulit difteri

By CDC [Public domain], via Wikimedia Commons

Gejala lainnya yang menunjukkan bahwa penyakit bertambah parah

  • Sulit bernapas atau menelan
  • Perubahan pandangan
  • Bicara tidak jelas, dan
  • Tanda syok

 

Bagaimana Difteri dapat Didiagnosis

Bila Anda merasa yakin bahwa gejala yang sedang Anda atau anak anda alami adalah mirip dengan gejala difteri, maka sebaiknya segera ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa terutama pada daerah hidung, tenggorokan, kepala, dan leher.

Dokter juga akan menanyakan seputar gejala yang di alami secara lebih rinci.

Dokter akan memberikan sangkaan bahwa Anda penderita difteri apa bila melihat lapisan bercak putih menyelubungi tenggorokan atau tonsil.

Bila hal ini terjadi maka dokter akan merujuk Anda ke Rumah Sakit yang dapat melakukan pemeriksaan terhadap sampel bercak pada tenggorokan atau tonsil tersebut untuk memastikan diagnosis.

 

Bagaimana Pengobatan Difteri Dilakukan?

Infeksi ini merupakan kondisi yang serius. Di negara maju seperti Amerika Serikat, penderita difteri akan mendapatkan anti toksin dan anti biotik.

Anti toksin diberikan berasal dari kuda. Antibiotik yang dapat diberikan berupa eritromisin per oral atau injeksi selama 14 hari atau procaine penicillin G setiap hari selama 14 hari.

Selama perawatan maka dokter akan meminta anda untuk berada di rumah sakit dan di rawat di ruang perawatan khusus sehingga tidak menularkan kuman kepada orang lain.

 

Mari sama-sama mencegah difteri

Difteri dapat dicegah dengan vaksin dan antibiotik

vaksinasi difteri dengan menggunakan vaksin DPT dilakukan dalam usia bayi dua, tiga, dan empat bulan. Vaksin ini merupakan upaya proteksi terhadap penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertussis) dan diberikan sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Jika vaksin yang diberikan jenis DTPa, maka vaksin diberikan pada usia 2, 4, & 6 bulan.

Anak berusia 7 tahun ke atas dan orang dewasa direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan vaksinasi ulang (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

 

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Diphtheria for Clinicians. CDC 2014 May 15
  2. Diphtheria. In: Centers for Disease Control and Prevention. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases. 12th Edition. Atlanta, GA: Centers for Disease Control and Prevention; 2012

Keputihan: Penyebab, Gejala, dan Diagnosis

Keputihan sering dan terjadi secara reguler. Meskipun demikian terdapat beberapa jenis keputihan yang dapat mengindikasikan suatu infeksi. Cairan tidak normal tersebut dapat berwarna kuning atau hijau, konsistensinya sedikit lebih kental, dan memiliki bau yang tidak sedap.

Infeksi bakteri atau jamur merupakan penyebab infeksi tersering. Jika Anda menemui cairan yang keluar dari vagina tampak tidak seperti biasanya atau berbau tidak sedap, silakan segera temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang lebih baik.

 

Jenis-Jenis Cairan Vagina atau Keputihan

Terdapat beberapa jenis cairan yang keluar melalui vagina. Cairan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan warna dan konsistensinya. Beberapa jenis dari cairan ini normal. Sedangkan yang lainnya dapat mengindikasikan kondisi tertentu dan membutuhkan pengobatan.

 

Putih

Cairan berwarna putih dan volumenya sedikit, yang keluar khususnya pada awal atau akhir siklus menstruasi/haid adalah suatu hal yang normal.

Jika cairan ini disertai dengan gejala gatal dan sedikit lebih kental dari biasanya atau bahkan konsisitensinya tampak seperti keju yang meleleh maka keputihan itu tidak normal dan membutuhkan pengobatan.

Kondisi di atas biasanya muncul sebagai tanda infeksi jamur.

 

Jernih dan tampak seperti air

Cairan yang keluar dari vagina tampak jernih dan seperti air maka pada umumnya normal. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja sepanjang bulan. Kondisi ini biasanya muncul khususnya setelah selesai melakukan olahraga berat.

 

Jernih dan kental

Ketika cairan yang keluar dari vagina jernih tapi sedikit kental seperti lendir, tidak menyerupai air maka kondisi ini mengindikasikan Anda sedang mengalami masa ovulasi. Ini adalah jenis cairan yang normal.

 

Kecoklatan atau tampak seperti darah

Cairan vagina yang tampak berwarna kecoklatan atau seperti darah biasanya normal. Terutama ketika anda sedang mengalami masa menstruasi/haid.

Pelepasan terlambat pada akhir periode menstruasi/haid Anda bisa terlihat berwarna cokelat dan bukan merah. Anda mungkin juga mengalami sejumlah kecil perdarahan di antara periode menstruasi. Kondisi ini disebut spotting.

Bila spotting terjadi selama jangka waktu normal (tidak sedang haid) dalam siklus menstruasi Anda dan Anda tidak sedang menjalani program keluarga berencana maka kondisi ini dapat menjadi salah tanda kehamilan.

Spotting yang muncul pada masa awal kehamilan juga dapat menjadi tanda keguguran (abortus), dan kondisi ini harus didiskusikan kepada dokter atau ahli kandungan.

Pada kasus yang jarang, cairan vagina yang berwarna coklat juga dapat menjadi tanda kanker leher rahim (serviks) tahap lanjut. Untuk kasus ini, penting dilakukan pemeriksaan panggul dan Pap Smear untuk memeriksa abnormalitas pada leher rahim.

 

Kuning atau Hijau

Keputihan yang berwarna kuning atu hijau, terutama dengan konsistensi kenyal dan kental, atau disertai dengan bau yang tidak sedap, merupakan pertanda tidak normal.

Keputihan jenis ini biasanya merupakan tanda infeksi trikomoniasis. Infeksi ini pada umumnya menyebar melalui hubungan seksual.

 

Penyebab Keputihan

Cairan vagina yang normal menunjukkan fungsi tubuh yang sehat. Kondisi ini merupakan cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina.

Sehingga, apabila cairan vagina meningkat pada saat melakukan hubungan intim atau masa ovulasi maka hal tersebut merupakan suatu hal yang normal.

Olahraga, konsumsi pil KB atau stress emosional juga dapat meningkatkan pengeluaran cairan vagina.

Cairan vagina abnormal (keputihan) biasa terjadi disebabkan oleh infeksi.

 

Bakterial vaginosis

Bakterial vaginosis merupakan infeksi bakteri yang sering ditemui. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan pengeluaran cairan vagina dengan bau yang cukup menyengat dan terkadang seperti bau ikan.

Kondisi ini tidak menyebabkan gejala lainnya. Wanita yang melakukan hubungan seks oral dan berganti-ganti pasangan memiliki risiko bakterial vaginosis yang lebih besar.

 

Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan jenis infeksi lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal.

Infeksi ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, tapi juga dapat ditularkan melalui kontak saat memakai handuk yang sama secara bergantian.

Kondisi ini akan mengakibatkan cairan vagina berwarna kehijauan dan berbau busuk. Nyeri, inflamasi, dan gatal merupakan gejala yang dapat dirasakan pada infeksi ini. Tapi, terkadang beberapa orang tidak mengalami gejala lain selain perbahan warna cairan vagina yang berbau busuk.

 

Infeksi jamur

Infeksi jamur akan menyebabkan keputihan dengan konsistensi seperti keju dan dapat pula disertai dengan sensasi seperti terbakar atau gatal.

Adanya jamur (ragi) pada vagina merupakan suatu hal yang normal, tapi pertumbuhannya dapat mendadak menjadi lebih banyak dan tidak terkontrol. Beberapa hal dibawah ini dapat menyebabkan infeksi jamur antara lain:

  • Stress
  • Diabetes
  • Mengkonsumsi pil KB
  • Kehamilan
  • Antibiotik, terutama yang dikonsumsi lebih dari 10 hari

 

Gonorea dan Klamidia

Gonorea dan klamidia merupakan infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan perubahan cairan vagina. Pada kondisi ini cairan vagina biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau tampak seperti berawan.

 

Penyakit inflamatorik panggul

Penyakit inflamatorik panggul (PID) adalah infeksi yang sering menular melalui kontak seksual. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menyebar dari vagina menuju ke organ reproduksi lainnya. Kondisi ini menyebabkan cairan vagina berbau busuk.

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

Jika Anda mengalami gejala keluarnya cairan vagina yang tidak biasa disertai dengan gejala lainnya, Anda harus segera menemui dokter. Gejala yang perlu Anda perhatikan termasuk:

  • Demam
  • Nyeri pada perut
  • Penurunan berat badan
  • Letih
  • Peningkatan buang air kecil

 

Pengobatan Rumahan untuk keputihan

Untuk mencegah infeksi maka jaga hieginitas dan gunakan pakaian dalam berbahan katun. Jangan mencuci vagina dengan mengunakan air atau cairan tertentu karena dapat memperburuk keputihan dan menghilangkan bakteri baik pada vagina. Lakukan hubungan seks yang aman untuk terhindar dari infeksi menular seksual.

Untuk mengurangi risiko infeksi jamur ketika mengkonsumsi antibiotik, Anda dapat mengkonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik. Jika anda merasa bahwa mengalami gejala keputihan karena infeksi bakteri maka anda dapat menggunakan krim atau suppositoria anti jamur.

 

Referensi:

Women’s Health. In: Murtagh AM J. eds. John Murtagh’s Patient Education, 7e New York, NY: McGraw-Hill; . http://murtagh.mhmedical.com/content.aspx?bookid=1914&sectionid=142123253. Accessed March 07, 2018.

cappucino

Waspadai Efek Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Kopi dan teh merupakan minuman yang paling banyak digemari di seluruh dunia. Kopi juga merupakan minuman yang sehat dan memiliki efek baik bagi tubuh. Kopi dan teh yang anda dikonsumsi mengandung kafein, suatu senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan mood. Konsumsi kafein akan berpengaruh terhadap performa mental dan fisik.

Penelitian menunjukkan bahwa kafein aman untuk dikonsumsi dalam jumlah kecil hingga sedang. Konsumsi kafein dosis tinggi dapat memberikan rasa yang tidak nyaman hingga efek samping yang berbahaya.

Pemuda Minum Kopi

Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa gen setiap individu memiliki batasan tolerasi kafein yang berbeda untuk masing-masing orang. Beberapa orang dapat mengkonsumsi kafein lebih banyak dibandingkan orang yang lain tanpa mengalami efek negatif dari kafein tersebut.

Hal ini pula yag menjelaskan mengapa seseorang yang jarang mengkonsumsi kopi akan mengalami gejala efek samping tertentu sedangkan peminum kopi tidak mengalaminya.

 

Berikut ini merupakan efek samping dari konsumsi kafein yang berlebihan.

 

Efek samping konsumsi kafein

 

  1. Ansietas atau kecemasan

Kafein diketahui dapat meningkatkan kewaspadaan.

Kondisi ini terjadi karena kafein akan menghambat adenosine, suatu senyawa kimia otak yang menyebabkan seseorang dapat merasakan letih. Pada saat yang bersamaan, kafein melepaskan adrenalin, hormon yang berhubungan dengan peningkatan metabolisme dan energi.

Tapi, pada dosis tinggi, efek yang dihasilkan dari interaksi kedua efek diatas menyebabkan ansietas, perasaan cemas dan kurang percaya diri.

Faktanya, gangguan ansietas yang disebabkan oleh kafein merupakan salah satu dari empat sindrom terkait dengan kafein yang dituliskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). DSM merupakan petunjuk diagnosis gangguan mental dan jiwa yang dipublikasikan oleh American Psychiatric Association.

Asupan kafein sangat tinggi lebih dari 1.000 mg per hari (8-16 gram bubuk kopi atau satu gelas kopi mengandung 95-300 mg kafein) dilaporkan menyebabkan gejala gugup dan kecemasan.

 

Kesimpulan:

Meskipun kafein dosis rendah hingga sedang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kafein dalam jumlah yang besar dapat menyebabkan ansietas dan kegelisahan. Perhatikan respons tubuh anda untuk menentukan seberapa banyak kopi yang dapat anda minum tanpa menimbulkan ansietas atau efek samping lainnya.

  1. Insomnia

Kafein memiliki kemampuan untuk membuat seseorang tetap terbangun. Disisi lain, konsumsi kafein yang berlebihan menyebabkan seseorang dapat sulit tidur.

Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kafein berhubungan dengan peningkatan waktu yang dibutuhkan untuk dapat tertidur dan menurunkan total durasi tidur khususnya pada lanjut usia.

Bertolak belakang dengan penelitian di atas, penelitian lainnya menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah kecil dan sedang tidak mempengaruhi tidur pada orang yang tidak mengalami gangguan tidur.

 

 

Anda mungkin tidak menyadari bahwa terlalu banyak kafein mengganggu tidur anda. Meskipun kopi dan teh adalah sumber kafein paling utama, minuman berkarbonasi (soda), cokelat, dan minuman berenergi serta beberapa obat juga mengandung kafein.

Beberapa minuman ringan berkarbonasi mungkin hanya mengandung kafein hingga 350 mg akan tetapi, 1 kaleng minuman berenergi dapat mengandung hingga 500 mg kafein.

Yang penting, jumlah kafein yang dapat Anda konsumsi tanpa mempengaruhi tidur Anda akan tergantung pada genetika dan faktor lainnya.

Selain itu, kafein yang dikonsumsi di kemudian hari bisa mengganggu tidur karena pengaruhnya biasanya memerlukan waktu beberapa jam setelah konsumsi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa sementara kafein tetap berada di sistem tubuh Anda selama rata-rata lima jam, jangka waktunya berkisar antara satu setengah jam sampai sembilan jam, bergantung pada individu.

Satu penelitian menyelidiki bagaimana waktu konsumsi kafein mempengaruhi tidur. Peneliti memberi 12 orang dewasa sehat 400 mg kafein enam jam sebelum tidur, tiga jam sebelum tidur atau sesaat sebelum tidur.

Baik waktu yang dibutuhkan ketiga kelompok untuk tertidur dan waktu yang mereka habiskan di malam hari karena tidak dapat tidur meningkat secara signifikan.

Hasil ini menunjukkan bahwa penting untuk memperhatikan baik jumlah dan waktu konsumsi kafein untuk mengoptimalkan tidur Anda.

 

Kesimpulan:

Kafein dapat membantu Anda tetap terjaga di siang hari, namun hal itu dapat berdampak negatif pada kualitas dan kuantitas tidur Anda. Kurangi konsumsi kafein Anda pada sore hari untuk menghindari masalah tidur.

 

  1. Masalah Pencernaan

Banyak orang menemukan bahwa secangkir kopi pagi membantu mengeluarkan isi perut mereka.

Efek pencahar kopi telah dikaitkan dengan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi oleh lambung sehingga mempercepat aktivitas di usus besar. Terlebih lagi, kopi tanpa kafein telah terbukti menghasilkan respons yang serupa.

Namun, kafein itu sendiri juga nampaknya merangsang pergerakan usus dengan meningkatkan peristaltik, kontraksi yang menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan Anda.

Dengan efek ini, tidak mengherankan bahwa dosis besar kafein dapat menyebabkan anda sering buang air besar atau bahkan diare pada beberapa orang.

luis_molinero / Freepik

Meski selama bertahun-tahun kopi diyakini menyebabkan sakit maag, sebuah penelitian besar terhadap lebih dari 8.000 orang tidak menemukan adanya hubungan antara keduanya.

Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman berkafein dapat memperburuk penyakit refluks gastroesofagus (GERD) pada beberapa orang. Hal ini tampaknya terutama berlaku untuk kopi.

Karena kopi dapat memiliki efek utama pada fungsi pencernaan, Anda mungkin ingin mengurangi jumlah yang Anda minum atau beralih ke teh jika Anda mengalami masalah pencernaan apa pun.

 

 

Kesimpulan:

Meskipun konsumsi kopi sejumlah kecil sampai sedang dapat meningkatkan motilitas usus, dosis yang lebih besar dapat menyebabkan diare atau GERD. Mengurangi asupan kopi atau mengganti teh mungkin bermanfaat.

 

  1. Peningkatan Tekanan Darah

Secara keseluruhan, kafein nampaknya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang.

Namun, telah terbukti meningkatkan tekanan darah pada beberapa penelitian karena efek stimulasi pada sistem saraf.

Tekanan darah yang meningkat merupakan faktor risiko serangan jantung dan stroke karena bisa merusak arteri seiring berjalannya waktu, membatasi aliran darah ke jantung dan otak Anda.

 

Untungnya, efek kafein terhadap tekanan darah nampaknya bersifat sementara. Juga, tampaknya memiliki dampak paling kuat pada orang-orang yang tidak terbiasa mengonsumsinya.

Asupan kafein yang tinggi juga telah terbukti meningkatkan tekanan darah saat berolahraga pada orang sehat, dan juga pada orang dengan tekanan darah yang sedikit meningkat.

Karena itu, memperhatikan dosis dan waktu konsumsi kafein itu penting, apalagi jika sudah memiliki tekanan darah tinggi.

 

Kesimpulan:

Kafein nampaknya menaikkan tekanan darah saat dikonsumsi pada dosis tinggi atau sebelum berolahraga, begitu juga pada orang yang jarang mengkonsumsinya. Tapi efek ini mungkin hanya sementara, jadi yang terbaik adalah memantau respons tubuh Anda sendiri.

 

  1. Mempercepat Denyut Nadi

Efek stimulasi asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat.

Hal ini juga dapat menyebabkan irama detak jantung yang berubah, disebut atrial fibrillation, yang telah dilaporkan pada orang muda yang mengkonsumsi minuman energi yang mengandung kafein dosis sangat tinggi.

Dalam satu studi kasus, seorang wanita yang mengonsumsi bubuk dan tablet kafein dalam percobaan bunuh diri mengembangkan detak jantung yang sangat cepat, gagal ginjal dan masalah kesehatan serius lainnya.

Namun, efek ini sepertinya tidak terjadi pada semua orang. Memang, bahkan beberapa orang dengan masalah jantung mungkin bisa menoleransi kafein dalam jumlah besar tanpa efek samping.

Dalam satu penelitian terkontrol, ketika 51 pasien gagal jantung mengkonsumsi 100 mg kafein per jam selama lima jam, denyut jantung dan irama jantung mereka tetap normal.

Terlepas dari hasil penelitian apapun, jika Anda melihat adanya perubahan pada detak jantung atau irama jantung setelah minum minuman berkafein, pertimbangkan untuk mengurangi asupan kafein Anda.

 

Kesimpulan:

Dosis besar kafein dapat meningkatkan denyut jantung atau irama jantung pada beberapa orang. Efek ini tampak sangat bervariasi pada setiap orang. Jika Anda merasakannya, pertimbangkan untuk mengurangi asupan kafein Anda.

 

  1. Buang Air Kecil Menjadi Lebih Sering

Peningkatan buang air kecil adalah efek samping yang umum dari asupan kafein yang tinggi karena efek stimulasi senyawa kafein pada kandung kemih.

Anda mungkin telah memperhatikan bahwa Anda perlu sering buang air kecil saat minum kopi atau teh lebih banyak dari biasanya.

Sebagian besar penelitian yang melihat efek senyawa kafein pada frekuensi kencing terfokus pada orang lanjut usia dan mereka yang memiliki inkontinensia (tidak dapat menahan kencing).

Untuk seseorang seberat 58 kg, kondisi peningkatan frekuensi buang air kecil akan terjadi bila mengkonsumsi sekitar 300 mg kafein per hari.

Selain itu, asupan tinggi dapat meningkatkan kemungkinan pengembangan inkontinensia pada orang dengan kandung kemih sehat.

Satu studi besar melihat efek asupan kafein yang tinggi terhadap inkontinensia pada lebih dari 65.000 wanita tanpa inkontinensia.

Mereka yang mengkonsumsi lebih dari 450 mg setiap hari memiliki peningkatan inkontinensia yang meningkat secara signifikan, dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi kurang dari 150 mg per hari.

Jika Anda mengkonsumsi banyak minuman berkafein dan merasa buang air kecil lebih sering atau mendesak daripada seharusnya, mungkin sebaiknya Anda mengurangi asupan kafein untuk melihat apakah gejala Anda membaik.

 

Kesimpulan:

Asupan kafein yang tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan frekuensi kencing dan urgensi dalam beberapa penelitian. Mengurangi asupan Anda dapat memperbaiki gejala ini.

 

 

Take Home Massages

Asupan kafein ringan sampai sedang nampaknya memberikan manfaat kesehatan yang mengesankan pada banyak orang.

Di sisi lain, dosis yang sangat tinggi dapat menyebabkan efek samping yang mengganggu kehidupan sehari-hari dan bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Meskipun tanggapan bervariasi dari orang ke orang, efek asupan tinggi menunjukkan bahwa lebih banyak belum tentu lebih baik.

Untuk mendapatkan manfaat kafein tanpa efek yang tidak diinginkan, lakukan penilaian yang jujur tentang tidur, tingkat energi dan faktor lain yang mungkin terpengaruh, dan kurangi asupan kafein jika diperlukan.

 

Artikel ini diterjemahkan dari:

https://www.healthline.com/nutrition/caffeine-side-effects#section10

dengan sedikit perubahan.

obat kolesterol

Kolesterol Tinggi: Kapan Saat Tepat Minum Obat?

Kolesterol tinggi atau dalam istilah medis disebut sebagai hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi peningkatan kadar kolesterol total dalam darah. Kondisi ini dilaporkan menjadi salah satu diagnosis yang paling sering ditemukan saat kunjungan pasien ke dokter umum.

Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa 35% populasi dewasa di Amerika Serikat mengalami hiperkolesterolemia. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan faktor apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi dan kapan seseorang dengan hiperkolesterolemia harus mengkonsumsi obat penurun kadar kolesterol.

kolesterol tinggi

By BruceBlaus [GFDL or CC BY 3.0],

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Banyak faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa di antara faktor-faktor tersebut sangat berkaitan dengan gaya hidup kita, yaitu:

  • Kelebihan berat badan dan obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Diet dengan konsumsi sumbur karbohidrat yang tinggi (> 60% dari total kebutuhan energi harian)
  • Sindrom metabolik (kumpulan risiko metabolik seperti hipertensi dan resistensi insulin)

 

Selain faktor-faktor yang terkait dengan gaya hidup, kondisi ini juga dapat terjadi karena faktor sekunder seperti:

  • Penyakit komorbid: diabetes mellitus tipe 2, penyakit ginjal kronik, dan sindrom nefrotik
  • Hipotiroid
  • Beberapa obat seperti: progestin, steroid dan kortikosteroid, dan anti virus golongan inhibitor protease

 

Kapan Seseorang Dinyatakan Memiliki Kolesterol Tinggi?

Berdasarkan pedoman kolesterol darah tinggi pada dewasa dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) atau National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III, kadar kolesterol darah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • < 200 mg/dL (5,2 mmol/L) kadar kolesterol yang diinginkan
  • 200-239 mg/dL (5,2-6,2 mmol/L) kadar kolesterol batas (borderline) tinggi
  • ≥ 240 mg/dL (6,2 mmol/L) kadar kolesterol tinggi

Kapan Saat Yang Tepat Mengkonsumsi Obat?

Apabila anda memeriksaka kadar kolesterol lalu kemudian hasilnya menunjukkan lebih dari 240 mg/dl kemudian anda langsung diminta untuk mengkonsumsi obat agar kadar kolesterol dalam darah turun?

Pengobatan kolesterol tinggi sangat terkait dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Perubahan gaya hidup merupakan pengobatan yang pertama sekali direkomendasikan. Anda dapat memulai menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan merubah gaya hidup berupa:

  • Merubah diet termasuk mengurangi asupan lemak jenuh (<7%), kolesterol (< 300 mg/hari) dan total lemak (< 30-35% dari kkal kebutuhan energi harian).
  • Meningkatkan aktivitas fisik (contohnya olahraga selama 40 menit sehari dengan intensitas sedang 3-4 hari/seminggu)

 

Pemberian obat penurun kolesterol bergantung pada risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu, perlu pula dipertimbangkan penyakit lainnya misalnya orang yang memiliki kolesterol darah tinggi dan diabetes atau hipertensi secara bersamaan maka harus mendapatkan obat penurun kolesterol.

Jadi, ketika anda dikatakan memiliki kolesterol darah tinggi, maka tidak harus selalu mengkonsumsi obat penurun kolesterol. Tapi, bila anda mengalami hiperkolesterolemia bersamaan dengan hipertensi atau diabetes maka obat penurun kolesterol merupakan pilihan pengobatan yang tepat untuk anda.

 

Referensi:

  1. National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III). Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III) final report.  2002 Dec 17;106(25):3143-421PDF or at NHLBI 2002 Sep PDF, editorial can be found in Circulation 2002 Dec 17;106(25):3140
  2. Grundy SM, Cleeman JI, Merz CN, et al; National Heart, Lung, and Blood Institute, American College of Cardiology Foundation, American Heart Association. Implications of recent clinical trials for the National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III guidelines.  2004 Jul 13;110(2):227-39full-text, correction can be found in Circulation 2004 Aug 10;110(6):763
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Lipid modification: cardiovascular risk assessment and the modification of blood lipids for the primary and secondary prevention of cardiovascular disease. NICE 2014 Jul:CG181PDF, summary can be found in BMJ 2014 Jul 17;349:g4356
  4. Stone NJ, Robinson J, Lichtenstein AH, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Treatment of Blood Cholesterol to Reduce Atherosclerotic Cardiovascular Risk in Adults: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S1-45or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2889 PDF (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3024), commentary can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jun 3;63(21):2300
  5. Goff DC Jr, Lloyd-Jones DM, Bennett G, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Assessment of Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S49-73or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2935 full-text (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3026), commentary can be found in Mayo Clin Proc 2014 Jun;89(6):722
  6. Eckel RH, Jakicic JM, Ard JD, et al. 2013 AHA/ACC Guideline on Lifestyle Management to Reduce Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S76-99or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2960 PDF
  7. European Association for Cardiovascular Prevention & Rehabilitation, Reiner Z, Catapano AL, De Backer G, et al; ESC Committee for Practice Guidelines (CPG) 2008-2010 and 2010-2012 Committees. ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: the Task Force for the management of dyslipidaemias of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Atherosclerosis Society (EAS). Eur Heart J. 2011 Jul;32(14):1769-818
tidur berkualitas

Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas dan Menyehatkan

Seperti yang sudah dijabarkan pada artikel sebelumnya bahwa tidur yang buruk (durasi tidur singkat dan kualitas tidur yang buruk) dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun, yang menjadi masalah, sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan tidur lebih berkualitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari seperempat penduduk Amerika Serikat tidak dapat tidur berkualitas.

Untuk dapat tidur lebih berkualitas dan menyehatkan anda mungkin membutuhkan beberapa perubahan gaya hidup. Salah satu yang paling penting adalah untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan menjauhi segala sesuatu yang dapat membuat anda terus terjaga pada malam hari. Artikel ini akan menampilkan beberapa tips yang dapat membuat tidur lebih berkualitas dan cara mempersiapkan lingkungan tidur terbaik agar tidur menjadi lebih sehat.

 

Bentuk Suatu Rutinitas Tidur Lebih Berkualitas

Jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk pola tidur yang baik. Berdasarkan penelitian Mayo Clinici, terlalu sering mengubah waktu tidur akan menyebabkan gangguan pada jam biologis kita.

Waktu tidur yang reguler bahkan pada hari minggu atau hari libur, dapat membantu anda dalam mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Patuhi jadwal waktu tidur, persiapkan pikiran dan tubuh anda untuk tidur, dan buatlah rutinitas sebelum tidur yang nyaman pada jam yang sama setiap malam. Contoh rutinitas yang dapat dilakukan adalah mandi air hangat sebelum tidur, membaca buku, atau melakukan aktivitas lainnya yang dapat membuat anda mengantuk.

Rutinitas ini akan memberikan sinyal bahwa tubuh anda sudah membutuhkan tidur dan akan membantu anda tertidur lebih cepat dan lebih mudah.

 

Jauhkan Benda Elektronik dari Tempat Tidur

Coba untuk menjauhkan tempat tidur dengan perangkat elektronik yang dapat mengganggu anda untuk tertidur.

Berdasarkan National Sleep Foundation, adanya perangkat elektronik disekitar tempat tidur seperti ponsel atau laptop dapat menyebabkan anda sulit tertidur.

Cahaya biru yang keluar dari layar elektronik akan menahan produksi melatonin (hormon penting untuk tidur) tubuh.

Hindari menonton televisi, bermain laptop, dan mengecek ponsel di atas tempat tidur.

Menguatkan hubungan dan meletakkan suatu pikiran bahwa kasur hanya untuk tidur akan membuat anda lebih nyaman dan mendapatkan tidur lebih berkualitas serta menyehatkan.

 

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung

Bayangkan diri Anda sedang tidur nyenyak. Seperti apa ruangan itu? Bagaimana itu dibandingkan dengan kamar tidur Anda saat ini? Menurut Mayo Clinic, memperbaiki tidur Anda bisa berarti membuat perubahan pada lingkungan Anda.

Pertama, periksa tempat tidur Anda. Apakah itu cukup besar? Apakah Anda terbangun dengan leher yang sakit? Apakah  tempat tidur, kasur, bantal, atau selimut baru bisa membuat perbedaan besar.

lazy sleep

by freepik

Selanjutnya, pikirkan kamar tidur Anda di malam hari. Cahaya, suara, dan suhu adalah beberapa penyebab gangguan tidur yang paling umum. Cobalah mencari cara untuk merubah faktor-faktor tersebut dan ciptakan lingkungan yang tenang, gelap, dan sejuk secara konsisten.

Jika Anda tidak bisa mengabaikan suara bising di sekitar Anda, penyumbat telinga dapat membantu anda.

Gunakan nuansa jendela atau tirai untuk menghalangi cahaya dari luar dan pastikan lampu dalam ruangan tidak menyala. Terakhir, jaga agar suhu kamar Anda tetap nyaman dan sejuk.

 

Perhatikan apa yang Anda Minum Sebelum Tidur

Apa yang Anda minum beberapa jam sebelum tidur bisa membuat atau menghancurkan kemampuan Anda untuk tertidur. Kafein dan alkohol adalah dua penyebab umum yang mengganggu tidur.

Kafein adalah stimulan yang bisa membuat Anda terjaga. Menurut Divisi Sleep Medicine di Harvard Medical School, efek kafein bisa memakan waktu enam sampai delapan jam untuk hilang. Jadi hindari minum minuman berkafein, seperti kopi atau soda, di malam atau sore hari.

Cobalah minum secangkir kecil sesuatu dengan efek menenangkan sebelum tidur, seperti teh herbal panas atau susu. Minum terlalu banyak cairan sebelum tidur bisa menyebabkan anda terus terbagun di malam hari untuk pergi ke toilet, yang juga bisa mengganggu tidur Anda.

 

Semangat dan Coba Lagi Demi Tidur Lebih Berkualitas

Bahkan dengan tips-tips di atas, Anda mungkin masih mengalami kesulitan tidur. Mengikuti jadwal tidur yang teratur adalah hal penting, memaksa diri Anda untuk tidur terkadang menjadi hal yang sia-sia.

Jika Anda masih terjaga setelah 15 menit mencoba tertidur, bangun dari tempat tidur dan melakukan sesuatu yang lain. Mayo Clinic menyarankan melakukan ritual relaksasi tidur Anda lagi. Mandi, baca, atau dengarkan musik yang menenangkan. Lalu kembali tidur ketika kegelisahan karena tidak bisa tertidur sudah lenyap.

Tidak peduli seberapa tergoda Anda, jangan menyalakan televisi, naik komputer, atau periksa pesan di ponsel atau email Anda. Cobalah untuk tidak mengekspos diri Anda pada cahaya terang, suhu ekstrim, atau suara keras. Aktivitas merangsang ini hanya akan membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

 

Referensi:

  1. Healthy sleep tips. (n.d.). Retrieved from org/sleep-tools-tips/healthy-sleep-tips/page/0/1
  2. Mayo Clinic Staff. (2014, June 9). Sleep tips: 7 steps to better sleep. mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/sleep/art-20048379
  3. Sleep and sleep disorders. (2015, March 12) cdc.gov/sleep/index.html
  4. Twelve simple tips to improve your sleep. (2007, December 18) healthysleep.med.harvard.edu/healthy/getting/overcoming/tips
kurang tidur

Alasan Mengapa Tidur Nyenyak Itu Penting

Tidur nyenyak sangat penting bagi kesehatan. Pernyataan ini sama pentingnya dengan pengaruh diet dan olahraga bagi kesehatan. Sayangnya, pada masa saat ini sebagian besar orang mengalami gangguan tidur. Orang-orang pada saat ini tidur dengan durasi yang lebih pendek dan kualitas tidur yang menurun. Artikel ini akan memberikan alasan mengapa tidur nyenyak penting bagi kesehatan.

 

  1. Tidur yang buruk akan membuat seseorang menjadi gemuk

Tidur yang buruk berhubungan erat dengan peningkatan berat badan.

Orang-orang dengan durasi tidur yang singkat lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan orang yang tidurnya adekuat.

Fakta lainnya menunjukkan bahwa semakin pendek durasi tidur merupakan faktor risiko penyebab obesitas.

Salah satu penelitian, menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang tidurnya singkat lebih mungkinmengalami obesitas sebesar 89% dan 55%.

Efek tidur dengan peningkatan berat badan dimediasi oleh beberapa faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk olahraga.

Jika pada saat ini anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka berusahalah untuk tidur dengan kualitas yang baik.

 

  1. Orang yang Tidur Nyenyak Cenderung Mengkonsumsi Sedikit Kalori

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan mengkonsumsi kalori lebih banyak.

Gangguan tidur juga mengganggu fluktuasi harian hormon selera makan dan menyebabkan buruknya regulasi nafsu makan.

Tidur yang kurang nyenyak akan meningkatkan hormon Ghrelin (hormon yang meningkatkan nafsu makan) dan menurunkan kadar Leptin (hormon yang menahan nafsu makan).

 

  1. Tidur Nyenyak Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Tidur memainkan peran penting bagi fungsi otak.

Didalamnya termasuk kognisi (kecerdasan), konsentrasi, produktivitas, dan performa.

Semua fungsi otak ini akan mendapatkan efek negatif karena kurang tidur.

Salah satu penelitian  yang menjadikan dokter muda yang menjalani pendidikan profesi merupakan contoh yang baik untuk kondisi ini.

Dokter muda yang menjalani “jadwal jaga tradisional” akan melakukan kesalahan medis 36% lebih tinggi dibandingkan dengan dokter muda yang mendapatkan waktu tidur cukup.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek menyebabkan dampak negatif terhadap fungsi otak bahkan menyamai dengan dampak yang diakibatkan oleh intoksikasi alkohol.

Tidur yang baik juga menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan meningkatkan performa memori baik pada anak-anak dan orang dewasa.

  1. Tidur yang buruk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kualitas dan durasi tidur memiliki efek yang cukup besar terhadap berbagai faktor risiko.

Faktor yang dipercayai antara lain menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Tinjauan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan durasi yang lebih pendek menunjukkan risiko yang sangat besar untuk penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam.

 

  1. Tidur yang buruk terkait dengan depresi

Isu kesehatan mental, seperti depresi, memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 90%  pasien depresi mengeluhkan gangguan tidur.

Tidur yang buruk juga berhubungan dengan risiko kematian karena bunuh diri.

Orang-orang yang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau gangguan tidur apnea obstruktif  juga dilaporkan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami gangguan tidur.

  1. Tidur nyenyak meningkatkan fungsi imunitas

Sebuah penelitian menunjukkan bahkan kehilangan sedikit waktu tidur menggangu fungsi sistem imun.

Penelitian besar yang memonitor perkembangan sakit flu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko 3 kali lipat lebih sering mengalami flu dibandingkan dengan orang yang tidur 8 jam.

Jika anda mengalami flu, pastikan bahwa anda tidur lebih dari 8 jam per hari karena hal ini akan membantu mengembalikan fungsi tubuh anda.

 

Selain diet nutrisi sehat dan olahraga, tidur nyenyak juga merupakan salah satu pilar kesehatan. Anda tidak akan mendapatkan kesehatan yang optimal tanpa mempedulikan kualitas tidur anda.

pertolongan pertama kejang

Penyakit Yang Menyebabkan Kematian Dalam 24 Jam

Sesungguhnya terdapat ribuan penyakit yang dapat dialami oleh manusia. Mulai dari penyakit yang umum terjadi seperti flu, commond cold, dan sakit kepala. Atau penyakit yang sering terjadi pada anak-anak seperti campak, cacar air, mumps, dan penyakit lainnya yang dapat terjadi sekali seumur hidup. Penyakit-penyakit ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, diantara ribuan penyakit tersebut terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam.

 

Penyebab Kematian Terbesar di Dunia

Meskipun terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam akan ditunjukkan pada artikel ini, penyebab kematian terbesar di dunia bukan disebabkan oleh penyakit tersebut.

Berdasarkan data World Health Organization, pada tahun 2015, telah terjadi sekitar 54,6 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengah dari total kematian itu (54%) disebabkan hanya oleh 10 penyakit.

Penyakit jantung iskemik dan stroke merupakan penyebab kematian terbesar dan telah bertahan pada posisi puncak kurang lebih selama 15 tahun terakhir.

Penyebab kematian lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah:

  • Kanker
  • Infeksi saluran napas bagian bawah (pneumonia, TB paru)
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit diare
  • HIV/AIDS
  • Kecelakaan kendaraan bermotor

Daftar di atas menunjukkan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Meskipun demikian, daftar berikutnya memuat beberapa contoh penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam pertama setelah menunjukkan gejalanya.

 

Penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam pertama

  1. Meningitis

Meningitis adalah suatu kondisi infeksi (baik oleh bakteri, virus, protozoa, atau jamur) pada meningens (selaput tebal yang melindungi otak dan sumsum tulang). Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi, anak, dan dewasa muda. Gejalanya dapat berupa penurunan kesadaran, gejala saraf fokal lainnya (kejang, tanda rangsang meningeal, dan lain-lain) dan disertai dengan demam.

Kondisi meningitis yang berat pernah dilaporkan menyebabkan kematian pada penderitanya hanya dalam 4 jam setelah mengalami penurunan kesadaran dan gejala neurologis fokal.

 

  1. Flesh Eating Bug

flesh eating bugKondisi ini dikenal pula dengan istilah fascilitis necrotising. Kondisi ini merupakan suatu infeksi bakteri pada kulit yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh permukaan tubuh melalui jaringan lunak. Kondisi ini sangat fatal dan menyebabkan kematian pada 30-40% penderita.

Amputasi bagian tubuh yang terinfeksi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran infeksi ini dan menyelamatkan nyawa pasien.

 

  1. Stroke

Stroke adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah pada otak. Gangguan sirkulasi darah ini dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau sumbatan pembuluh darah otak.stroke

Berdasarkan tingkat keparahan stroke, pemulihan masih dapat terjadi. Tapi, pada serangan stroke perdarahan yang disebabkan oleh pecah pembuluh darah otak, pasien tersebut dapat menyebabkan meninggal dunia pada pasien hanya dalam 2 jam.

 

  1. Kolera

Kolera merupakan salah satu contoh penyakit diare akut yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Terutama pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini biasanya terjadi karena konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kolera.

Kolera masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

 

  1. Ebola

Damam Berdarah Ebola merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan perdarahan pada organ dalam. Saat ini, outbreak ebola telah terjadi di beberapa negara Afrika. Tingkat kematian dilaporkan oleh ebola adalah sekitar 50-90%.

Pasien dapat meninggal dunia hanya dalam hitungan jam setelah mengalami gejala.

 

  1. Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian terutama di negara tropis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan nyamuk dan memiliki gejala mirip seperti penyakit flu.

Kondisi perdarahan pada penyakit ini menyebabkan gangguan pembekuan darah. Perdarahan organ dalam menyebabkan kondisi syok. Kondisi syok yang tidak tertangani akan menyebabkan kematian dalam hitungan jam.

obat herbal 2

Pengobatan Alternatif : Mengapa Pasien Beralih?

Beberapa minggu belakangan, saya mengikuti grup-grup di media sosial facebook yang terkait dengan konsultasi kesehatan. Fakta yang saya temukan pada grup tersebut adalah banyak orang yang berusaha untuk bertanya seputar masalah kesehatan mereka. Yang menarik dari fenomena ini adalah sebagian besar pertanyaan tersebut dijawab oleh orang-orang dengan menawarkan produk pengobatan alternatif tertentu. Metode marketing atau promosi pengobatan alternatif seperti ini tidak jarang mendapatkan banyak keuntungan. Selain itu, metode pendekatan marketing atau promosi masif ini juga sedikit banyaknya menimbulkan kepercayaan manfaat metode alternatif kepada orang-orang yang mencari jawaban atas masalah kesehatannya.

 

Satu hal yang sangat disayangkan adalah sebagian besar metode marketing dan promosi tersebut menggunakan klaim kesehatan yang tidak memiliki bukti ilmiah sama sekali atau hanya sekedar berdasarkan testimoni orang yang mendapatkan manfaat dari produk tertentu.

Tapi, mengapa orang-orang dapat mempercayai hal-hal yang berbau marketing atau promosi ini?

 

Masalah di atas juga memunculkan pertanyaan lain dalam benak saya,

Mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih tertarik untuk meminta saran pengobatan alternatif dibandingkan pengobatan konvensional (oleh dokter)?

Artikel ini saya tulis dengan harapan bahwa kita memiliki gambaran mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih sering memilih pengobatan alternatif.

 

Apa yang dimaksud dengan pengobatan alternatif?

Dunia kedokteran komvensional saat ini telah mencoba untuk memasukkan pengobatan alternatif sebagai salah satu komponen pengobatan yang holistik yang dapat dilakukan secara berbarengan dengan pengobatan konvensional. Dalam dunia kedokteran sendiri pengobatan sejenis ini disebut sebagai Complementary Alternatif Medicine (CAM).

National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) di Amerika Serikat mendefinisikan CAM sebagai suatu kelompok sistem kesehatan dan medis, praktik medis, dan produk-produk yang digunakan dalam pengobatan tapi tidak termasuk dalam kategori kedokteran konvensional.

Kedokteran konvensional yang kita kenal saat ini merupakan produk atau praktik medik yang dilakukan oleh kalangan profesional (dokter, perawat, terapis fisik, psikolog, apoteker, dan profesi lainnya) sesuai dengan kompetensi masing-masing. Kompetensi ini didapat dengan pendidikan yang didasarkan pada bukti ilmiah terhadap suatu produk atau praktik medik tertentu berdasarkan penelitian-penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula.

CAM saat ini juga telah mendapatkan tempat dan mulai dianggap sebagai salah satu fokus penelitian pada dunia kedokteran. Beberapa diantara CAM bahkan telah dapat dimasukkan ke dalam kedokteran konvensional seperti akupuntur, terapi hiperbarik, biofeedback, terapi kognitif dan beberapa metode lainnya.

CAM di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan dan keputusan menteri kesehatan terkait dengan pengobatan alternatif seperti Permenkes No. 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi. Meskipun, sudah terdapat payung hukum yang mengatur regulasi jenis pengobatan ini. Namun, banyak diantara masyarakat yang masih mendapatkan pelayanan kesehatan tradisional yang tidak terstandar dengan baik.

Lalu, kembali lagi ke pertanyaan yang menjadi masalah, mengapa orang-orang yang mengalami masalah kesehatan lebih memilih untuk menjalani pengobatan alternatif ini?

 

Mengapa pasien beralih ke pengobatan alternatif ?

Dr. Heather Boon, seorang peneliti dari Universitas Toronto di Kanada telah melakukan penelitian untuk mengetahui mengapa pasien beralih kepada pengobatan altenatif. Dia menemukan bahwa  pasien memilih jenis pengobatan ini pada umumnya merupakan pasien yang menderita penyakit kronis atau kondisi yang mengancam jiwa.

Pasien-pasien dengan AIDS, kanker, penyakit jiwa kronis, lebih sering menjalani terapi alternatif karena mereka merasa bahwa pengobatan yang diberikan oleh kedokteran konvensional tidak adekuat untuk mengobati penyakit mereka.

Beberapa pasien lainnya memilih metode alternatif karena rasa takut yang muncul karena khawatiran mereka terhadap efek samping pengobatan konvensional, keuntungan yang sangat sedikit dari pengobatan konvensional, dan bahkan disebabkan karena buruknya interaksi dokter-pasien yang mereka dapatkan dalam menjalani pengobatan kompensional.

Mereka juga terkadang mempercayai bahwa sesuatu yang bersifat natural atau alami itu lebih baik. Mereka menganggap bahwa CAM lebih aman dan merupakan suatu pendekatan yang lebih dipercayai karena kesehatan atau pengobatan terhadap kondisi medis tertentu dilakukan secara alami.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa satu dari tiga pasien yang berkunjung ke dokter melakukan pengobatan alternatif. Tapi, tujuh dari sepuluh pasien tersebut tidak menyampaikan langsung kepada dokter bahwa mereka menjalani pengobatan tersebut.

Pasien berpikir bahwa pengobatan natural bersifat tidak membahayakan dan tidak perlu untuk disampaikan kepada dokter.

Beberapa pasien lainnya berpikir bahwa dokter yang mereka kunjungi tidak memiliki ketertarikan atau pengetahuan terhadap pengobatan tersebut, sehingga tidak ada yang dapat diskusikan terkait pengobatan ini kepada dokter.

Peran dokter dalam edukasi pengobatan alternatif

Kondisi peralihan pasien kepada metode alternatif juga bukan semata-mata hanya karena pandangan pasien. Dokter juga dapat memiliki peran cukup besar sehingga menyebabkan pasien beralih. Salah satunya disebabkan karena buruknya hubungan dokter-pasien.

Beberapa dari dokter mungkin akan bersikap defensif dan merasa dikritik ketika pasien menyampaikan bahwa mereka juga menjalani pengobatan alternatif.

Pasien juga merasa takut untuk menyampaikan bahwa mereka ingin mencari alternatif pengobatan karena merasa takut dan merasa dokter akan menganggap bahwa metode alternatif itu tidak akan berguna.

Di sisi lain, seorang dokter juga bisa jadi akan menunjukkan kekesalan kepada pasien karena pasien tidak mengikuti saran pengobatannya dan malah mencari alternatif pengobatan yang lain.

Dokter juga dapat menjadi frustasi karena pendekatan pengobatan yang mereka ajukan dan telah diketahui memiliki manfaat terhadap suatu kondisi kesehatan tapi pasien malah memilih pendekatan alternatif.

Beberapa dokter menemukan bahwa hubungan dokter-pasien akan menjadi sulit dibangun ketika pasien mempercayai sesuatu yang bertentangan dengan ilmu kedokteran konvensional yang dipercayai oleh dokter.

Kondisi-kondisi di atas dapat di atasi dengan pemikiran bahwa dokter harus selalu membantu dan menghargai segala bentuk jalan pemikiran pasien terkait dengan kesehatan dan pengobatan yang akan dipilih dan menemukan beberapa kecocokan atau memberikan saran terkait dengan metode alternatif yang dipilih pasien.

Dokter diharapkan memiliki pengetahuan terkait dengan CAM, bagaimana jenis CAM tertentu dapat bekerja mengobati berbagai kondisi kesehatan, dan interaksi yang dapat muncul apabilan CAM tertentu dilakukan berbarengan dengan pendekatan konvensional.

Apabila kondisi ini dapat dicapai maka hubungan antara dokter-pasien akan menjadi lebih baik. Pasien akan merasa lebih dihargai pendapatnya untuk suatu pengobatan alternatif tertentu dan dokter dapat memberikan edukasi terkait manfaat, efek samping, dan interaksi pengobatan tersebut dengan pengobatan konvensional.

Dari pada menyerang kepercayaan pasien terhadap suatu metode alternatif tertentu, dokter akan lebih membantu apabila memberikan pemahaman yang lebih baik terkait dengan metode pengobatan tersebut sehingga kesalahpahaman dan ketidakpercayaan terhadap pengobatan konvensional dapat diatasi dan tentu saja pasien dapat kembali percaya kepada pengobatan konvensional yang diintegrasikan dengan pengobatan alternatif yang telah diteliti memiliki bukti ilmiah bermanfaat terhadap kondisi-kondisi tertentu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait dengan pengobatan alternatif.

Wallahu’alam bisshawab

Referensi:

  • Borins M. A Doctor’s Guide to Alternative Medicine: What Works, what Doesn’t, and why. Rowman & Littlefield; 2014 Oct 7.
Berhenti merokok

Terapi Alternatif Berhenti Merokok

Jadi, apakah anda memutuskan untuk menjadi mantan perokok? Jika anda berpikir demikian maka saya harus mengucapkan selamat kepada anda. Faktanya, hampir empat dari lima perokok ingin berhenti merokok. Tapi, hanya 40% dari yang memiliki keinginan berhenti merokok yang kemudian mencobanya dan berhasil berhenti merokok. Sebelum melanjutkan membaca tips ini maka kita harus mengetahui bahwa penelitian menunjukkan bahwa perokok menggunakan lebih dari satu metode untuk menghentikan hasrat merokok. Meskipun, anda sudah memiliki usaha berhenti merokok kemungkinan usaha pertama anda akan gagal. Hanya orang-orang yang berkomitmen berhenti merokok yang berhasil melakukannya. Artikel ini akan memberikan gambaran terapi alternatif berhenti merokok yang telah terbukti dan mengapa terapi alternatif berhenti merokok ini tepat untuk anda.

Penelitian menunjukkan bahwa terapi alternatif berhenti merokok tidak selalu memberikan manfaat. Akan tetapi, banyak mantan perokok yang menggunakan teknik ini telah berhasil untuk tidak lagi merokok.

Bagaimana terapi alternatif berhenti merokok ini bekerja?

Hipnoterapi atau hipnosis  dapat membantu mengidentifikasi pemicu bawah sadar. Hal-hal yang membuat tubuh Anda menginginkan rokok tanpa memahami alasan mendasar Anda, seperti waktu siang atau bau tertentu. Terapis kemudian dapat mencoba mengganti respons rokok yang tidak sehat terhadap pemicu ini dengan sesuatu yang lebih menyehatkan.

Akupunktur, terapi di mana jarum kecil digunakan untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh, dapat membantu mengurangi kecanduan nikotin dan mengurangi gejala penarikan diri untuk merokok.

 

Meditasi dapat membantu Anda rileks dan meredakan kegelisahan. Berhenti merokok bisa membuat stres dan membuat frustrasi, dan meditasi dapat membantu Anda mengurangi kecemasan yang Anda alami.

Sebagian besar terapi alternatif ini bisa digunakan bersamaan dengan terapi lainnya (terapi pengganti nikotin dan terapi lainnya). Sebenarnya banyak dokter dan terapis akan merekomendasikan pendekatan multidimensional untuk menghilangkan kecanduan Anda.

 

Referensi: