obat kolesterol

Kolesterol Tinggi: Kapan Saat Tepat Minum Obat?

Kolesterol tinggi atau dalam istilah medis disebut sebagai hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi peningkatan kadar kolesterol total dalam darah. Kondisi ini dilaporkan menjadi salah satu diagnosis yang paling sering ditemukan saat kunjungan pasien ke dokter umum.

Penelitian di Amerika Serikat menemukan bahwa 35% populasi dewasa di Amerika Serikat mengalami hiperkolesterolemia. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan faktor apa saja yang menyebabkan kolesterol tinggi dan kapan seseorang dengan hiperkolesterolemia harus mengkonsumsi obat penurun kadar kolesterol.

kolesterol tinggi

By BruceBlaus [GFDL or CC BY 3.0],

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi

Banyak faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa di antara faktor-faktor tersebut sangat berkaitan dengan gaya hidup kita, yaitu:

  • Kelebihan berat badan dan obesitas
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Diet dengan konsumsi sumbur karbohidrat yang tinggi (> 60% dari total kebutuhan energi harian)
  • Sindrom metabolik (kumpulan risiko metabolik seperti hipertensi dan resistensi insulin)

 

Selain faktor-faktor yang terkait dengan gaya hidup, kondisi ini juga dapat terjadi karena faktor sekunder seperti:

  • Penyakit komorbid: diabetes mellitus tipe 2, penyakit ginjal kronik, dan sindrom nefrotik
  • Hipotiroid
  • Beberapa obat seperti: progestin, steroid dan kortikosteroid, dan anti virus golongan inhibitor protease

 

Kapan Seseorang Dinyatakan Memiliki Kolesterol Tinggi?

Berdasarkan pedoman kolesterol darah tinggi pada dewasa dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) atau National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III, kadar kolesterol darah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • < 200 mg/dL (5,2 mmol/L) kadar kolesterol yang diinginkan
  • 200-239 mg/dL (5,2-6,2 mmol/L) kadar kolesterol batas (borderline) tinggi
  • ≥ 240 mg/dL (6,2 mmol/L) kadar kolesterol tinggi

Kapan Saat Yang Tepat Mengkonsumsi Obat?

Apabila anda memeriksaka kadar kolesterol lalu kemudian hasilnya menunjukkan lebih dari 240 mg/dl kemudian anda langsung diminta untuk mengkonsumsi obat agar kadar kolesterol dalam darah turun?

Pengobatan kolesterol tinggi sangat terkait dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Perubahan gaya hidup merupakan pengobatan yang pertama sekali direkomendasikan. Anda dapat memulai menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan merubah gaya hidup berupa:

  • Merubah diet termasuk mengurangi asupan lemak jenuh (<7%), kolesterol (< 300 mg/hari) dan total lemak (< 30-35% dari kkal kebutuhan energi harian).
  • Meningkatkan aktivitas fisik (contohnya olahraga selama 40 menit sehari dengan intensitas sedang 3-4 hari/seminggu)

 

Pemberian obat penurun kolesterol bergantung pada risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Selain itu, perlu pula dipertimbangkan penyakit lainnya misalnya orang yang memiliki kolesterol darah tinggi dan diabetes atau hipertensi secara bersamaan maka harus mendapatkan obat penurun kolesterol.

Jadi, ketika anda dikatakan memiliki kolesterol darah tinggi, maka tidak harus selalu mengkonsumsi obat penurun kolesterol. Tapi, bila anda mengalami hiperkolesterolemia bersamaan dengan hipertensi atau diabetes maka obat penurun kolesterol merupakan pilihan pengobatan yang tepat untuk anda.

 

Referensi:

  1. National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III). Third Report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III) final report.  2002 Dec 17;106(25):3143-421PDF or at NHLBI 2002 Sep PDF, editorial can be found in Circulation 2002 Dec 17;106(25):3140
  2. Grundy SM, Cleeman JI, Merz CN, et al; National Heart, Lung, and Blood Institute, American College of Cardiology Foundation, American Heart Association. Implications of recent clinical trials for the National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III guidelines.  2004 Jul 13;110(2):227-39full-text, correction can be found in Circulation 2004 Aug 10;110(6):763
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Lipid modification: cardiovascular risk assessment and the modification of blood lipids for the primary and secondary prevention of cardiovascular disease. NICE 2014 Jul:CG181PDF, summary can be found in BMJ 2014 Jul 17;349:g4356
  4. Stone NJ, Robinson J, Lichtenstein AH, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Treatment of Blood Cholesterol to Reduce Atherosclerotic Cardiovascular Risk in Adults: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S1-45or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2889 PDF (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3024), commentary can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jun 3;63(21):2300
  5. Goff DC Jr, Lloyd-Jones DM, Bennett G, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Assessment of Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S49-73or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2935 full-text (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3026), commentary can be found in Mayo Clin Proc 2014 Jun;89(6):722
  6. Eckel RH, Jakicic JM, Ard JD, et al. 2013 AHA/ACC Guideline on Lifestyle Management to Reduce Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S76-99or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2960 PDF
  7. European Association for Cardiovascular Prevention & Rehabilitation, Reiner Z, Catapano AL, De Backer G, et al; ESC Committee for Practice Guidelines (CPG) 2008-2010 and 2010-2012 Committees. ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: the Task Force for the management of dyslipidaemias of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Atherosclerosis Society (EAS). Eur Heart J. 2011 Jul;32(14):1769-818
tidur berkualitas

Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas dan Menyehatkan

Seperti yang sudah dijabarkan pada artikel sebelumnya bahwa tidur yang buruk (durasi tidur singkat dan kualitas tidur yang buruk) dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun, yang menjadi masalah, sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan tidur lebih berkualitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari seperempat penduduk Amerika Serikat tidak dapat tidur berkualitas.

Untuk dapat tidur lebih berkualitas dan menyehatkan anda mungkin membutuhkan beberapa perubahan gaya hidup. Salah satu yang paling penting adalah untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan menjauhi segala sesuatu yang dapat membuat anda terus terjaga pada malam hari. Artikel ini akan menampilkan beberapa tips yang dapat membuat tidur lebih berkualitas dan cara mempersiapkan lingkungan tidur terbaik agar tidur menjadi lebih sehat.

 

Bentuk Suatu Rutinitas Tidur Lebih Berkualitas

Jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk pola tidur yang baik. Berdasarkan penelitian Mayo Clinici, terlalu sering mengubah waktu tidur akan menyebabkan gangguan pada jam biologis kita.

Waktu tidur yang reguler bahkan pada hari minggu atau hari libur, dapat membantu anda dalam mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Patuhi jadwal waktu tidur, persiapkan pikiran dan tubuh anda untuk tidur, dan buatlah rutinitas sebelum tidur yang nyaman pada jam yang sama setiap malam. Contoh rutinitas yang dapat dilakukan adalah mandi air hangat sebelum tidur, membaca buku, atau melakukan aktivitas lainnya yang dapat membuat anda mengantuk.

Rutinitas ini akan memberikan sinyal bahwa tubuh anda sudah membutuhkan tidur dan akan membantu anda tertidur lebih cepat dan lebih mudah.

 

Jauhkan Benda Elektronik dari Tempat Tidur

Coba untuk menjauhkan tempat tidur dengan perangkat elektronik yang dapat mengganggu anda untuk tertidur.

Berdasarkan National Sleep Foundation, adanya perangkat elektronik disekitar tempat tidur seperti ponsel atau laptop dapat menyebabkan anda sulit tertidur.

Cahaya biru yang keluar dari layar elektronik akan menahan produksi melatonin (hormon penting untuk tidur) tubuh.

Hindari menonton televisi, bermain laptop, dan mengecek ponsel di atas tempat tidur.

Menguatkan hubungan dan meletakkan suatu pikiran bahwa kasur hanya untuk tidur akan membuat anda lebih nyaman dan mendapatkan tidur lebih berkualitas serta menyehatkan.

 

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung

Bayangkan diri Anda sedang tidur nyenyak. Seperti apa ruangan itu? Bagaimana itu dibandingkan dengan kamar tidur Anda saat ini? Menurut Mayo Clinic, memperbaiki tidur Anda bisa berarti membuat perubahan pada lingkungan Anda.

Pertama, periksa tempat tidur Anda. Apakah itu cukup besar? Apakah Anda terbangun dengan leher yang sakit? Apakah  tempat tidur, kasur, bantal, atau selimut baru bisa membuat perbedaan besar.

lazy sleep

by freepik

Selanjutnya, pikirkan kamar tidur Anda di malam hari. Cahaya, suara, dan suhu adalah beberapa penyebab gangguan tidur yang paling umum. Cobalah mencari cara untuk merubah faktor-faktor tersebut dan ciptakan lingkungan yang tenang, gelap, dan sejuk secara konsisten.

Jika Anda tidak bisa mengabaikan suara bising di sekitar Anda, penyumbat telinga dapat membantu anda.

Gunakan nuansa jendela atau tirai untuk menghalangi cahaya dari luar dan pastikan lampu dalam ruangan tidak menyala. Terakhir, jaga agar suhu kamar Anda tetap nyaman dan sejuk.

 

Perhatikan apa yang Anda Minum Sebelum Tidur

Apa yang Anda minum beberapa jam sebelum tidur bisa membuat atau menghancurkan kemampuan Anda untuk tertidur. Kafein dan alkohol adalah dua penyebab umum yang mengganggu tidur.

Kafein adalah stimulan yang bisa membuat Anda terjaga. Menurut Divisi Sleep Medicine di Harvard Medical School, efek kafein bisa memakan waktu enam sampai delapan jam untuk hilang. Jadi hindari minum minuman berkafein, seperti kopi atau soda, di malam atau sore hari.

Cobalah minum secangkir kecil sesuatu dengan efek menenangkan sebelum tidur, seperti teh herbal panas atau susu. Minum terlalu banyak cairan sebelum tidur bisa menyebabkan anda terus terbagun di malam hari untuk pergi ke toilet, yang juga bisa mengganggu tidur Anda.

 

Semangat dan Coba Lagi Demi Tidur Lebih Berkualitas

Bahkan dengan tips-tips di atas, Anda mungkin masih mengalami kesulitan tidur. Mengikuti jadwal tidur yang teratur adalah hal penting, memaksa diri Anda untuk tidur terkadang menjadi hal yang sia-sia.

Jika Anda masih terjaga setelah 15 menit mencoba tertidur, bangun dari tempat tidur dan melakukan sesuatu yang lain. Mayo Clinic menyarankan melakukan ritual relaksasi tidur Anda lagi. Mandi, baca, atau dengarkan musik yang menenangkan. Lalu kembali tidur ketika kegelisahan karena tidak bisa tertidur sudah lenyap.

Tidak peduli seberapa tergoda Anda, jangan menyalakan televisi, naik komputer, atau periksa pesan di ponsel atau email Anda. Cobalah untuk tidak mengekspos diri Anda pada cahaya terang, suhu ekstrim, atau suara keras. Aktivitas merangsang ini hanya akan membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

 

Referensi:

  1. Healthy sleep tips. (n.d.). Retrieved from org/sleep-tools-tips/healthy-sleep-tips/page/0/1
  2. Mayo Clinic Staff. (2014, June 9). Sleep tips: 7 steps to better sleep. mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/sleep/art-20048379
  3. Sleep and sleep disorders. (2015, March 12) cdc.gov/sleep/index.html
  4. Twelve simple tips to improve your sleep. (2007, December 18) healthysleep.med.harvard.edu/healthy/getting/overcoming/tips
kurang tidur

Alasan Mengapa Tidur Nyenyak Itu Penting

Tidur nyenyak sangat penting bagi kesehatan. Pernyataan ini sama pentingnya dengan pengaruh diet dan olahraga bagi kesehatan. Sayangnya, pada masa saat ini sebagian besar orang mengalami gangguan tidur. Orang-orang pada saat ini tidur dengan durasi yang lebih pendek dan kualitas tidur yang menurun. Artikel ini akan memberikan alasan mengapa tidur nyenyak penting bagi kesehatan.

 

  1. Tidur yang buruk akan membuat seseorang menjadi gemuk

Tidur yang buruk berhubungan erat dengan peningkatan berat badan.

Orang-orang dengan durasi tidur yang singkat lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan orang yang tidurnya adekuat.

Fakta lainnya menunjukkan bahwa semakin pendek durasi tidur merupakan faktor risiko penyebab obesitas.

Salah satu penelitian, menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang tidurnya singkat lebih mungkinmengalami obesitas sebesar 89% dan 55%.

Efek tidur dengan peningkatan berat badan dimediasi oleh beberapa faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk olahraga.

Jika pada saat ini anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka berusahalah untuk tidur dengan kualitas yang baik.

 

  1. Orang yang Tidur Nyenyak Cenderung Mengkonsumsi Sedikit Kalori

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan mengkonsumsi kalori lebih banyak.

Gangguan tidur juga mengganggu fluktuasi harian hormon selera makan dan menyebabkan buruknya regulasi nafsu makan.

Tidur yang kurang nyenyak akan meningkatkan hormon Ghrelin (hormon yang meningkatkan nafsu makan) dan menurunkan kadar Leptin (hormon yang menahan nafsu makan).

 

  1. Tidur Nyenyak Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Tidur memainkan peran penting bagi fungsi otak.

Didalamnya termasuk kognisi (kecerdasan), konsentrasi, produktivitas, dan performa.

Semua fungsi otak ini akan mendapatkan efek negatif karena kurang tidur.

Salah satu penelitian  yang menjadikan dokter muda yang menjalani pendidikan profesi merupakan contoh yang baik untuk kondisi ini.

Dokter muda yang menjalani “jadwal jaga tradisional” akan melakukan kesalahan medis 36% lebih tinggi dibandingkan dengan dokter muda yang mendapatkan waktu tidur cukup.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek menyebabkan dampak negatif terhadap fungsi otak bahkan menyamai dengan dampak yang diakibatkan oleh intoksikasi alkohol.

Tidur yang baik juga menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan meningkatkan performa memori baik pada anak-anak dan orang dewasa.

  1. Tidur yang buruk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kualitas dan durasi tidur memiliki efek yang cukup besar terhadap berbagai faktor risiko.

Faktor yang dipercayai antara lain menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Tinjauan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan durasi yang lebih pendek menunjukkan risiko yang sangat besar untuk penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam.

 

  1. Tidur yang buruk terkait dengan depresi

Isu kesehatan mental, seperti depresi, memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 90%  pasien depresi mengeluhkan gangguan tidur.

Tidur yang buruk juga berhubungan dengan risiko kematian karena bunuh diri.

Orang-orang yang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau gangguan tidur apnea obstruktif  juga dilaporkan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami gangguan tidur.

  1. Tidur nyenyak meningkatkan fungsi imunitas

Sebuah penelitian menunjukkan bahkan kehilangan sedikit waktu tidur menggangu fungsi sistem imun.

Penelitian besar yang memonitor perkembangan sakit flu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko 3 kali lipat lebih sering mengalami flu dibandingkan dengan orang yang tidur 8 jam.

Jika anda mengalami flu, pastikan bahwa anda tidur lebih dari 8 jam per hari karena hal ini akan membantu mengembalikan fungsi tubuh anda.

 

Selain diet nutrisi sehat dan olahraga, tidur nyenyak juga merupakan salah satu pilar kesehatan. Anda tidak akan mendapatkan kesehatan yang optimal tanpa mempedulikan kualitas tidur anda.

pertolongan pertama kejang

Penyakit Yang Menyebabkan Kematian Dalam 24 Jam

Sesungguhnya terdapat ribuan penyakit yang dapat dialami oleh manusia. Mulai dari penyakit yang umum terjadi seperti flu, commond cold, dan sakit kepala. Atau penyakit yang sering terjadi pada anak-anak seperti campak, cacar air, mumps, dan penyakit lainnya yang dapat terjadi sekali seumur hidup. Penyakit-penyakit ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, diantara ribuan penyakit tersebut terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam.

 

Penyebab Kematian Terbesar di Dunia

Meskipun terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam akan ditunjukkan pada artikel ini, penyebab kematian terbesar di dunia bukan disebabkan oleh penyakit tersebut.

Berdasarkan data World Health Organization, pada tahun 2015, telah terjadi sekitar 54,6 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengah dari total kematian itu (54%) disebabkan hanya oleh 10 penyakit.

Penyakit jantung iskemik dan stroke merupakan penyebab kematian terbesar dan telah bertahan pada posisi puncak kurang lebih selama 15 tahun terakhir.

Penyebab kematian lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah:

  • Kanker
  • Infeksi saluran napas bagian bawah (pneumonia, TB paru)
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit diare
  • HIV/AIDS
  • Kecelakaan kendaraan bermotor

Daftar di atas menunjukkan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Meskipun demikian, daftar berikutnya memuat beberapa contoh penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam pertama setelah menunjukkan gejalanya.

 

Penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam pertama

  1. Meningitis

Meningitis adalah suatu kondisi infeksi (baik oleh bakteri, virus, protozoa, atau jamur) pada meningens (selaput tebal yang melindungi otak dan sumsum tulang). Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi, anak, dan dewasa muda. Gejalanya dapat berupa penurunan kesadaran, gejala saraf fokal lainnya (kejang, tanda rangsang meningeal, dan lain-lain) dan disertai dengan demam.

Kondisi meningitis yang berat pernah dilaporkan menyebabkan kematian pada penderitanya hanya dalam 4 jam setelah mengalami penurunan kesadaran dan gejala neurologis fokal.

 

  1. Flesh Eating Bug

flesh eating bugKondisi ini dikenal pula dengan istilah fascilitis necrotising. Kondisi ini merupakan suatu infeksi bakteri pada kulit yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh permukaan tubuh melalui jaringan lunak. Kondisi ini sangat fatal dan menyebabkan kematian pada 30-40% penderita.

Amputasi bagian tubuh yang terinfeksi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran infeksi ini dan menyelamatkan nyawa pasien.

 

  1. Stroke

Stroke adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah pada otak. Gangguan sirkulasi darah ini dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau sumbatan pembuluh darah otak.stroke

Berdasarkan tingkat keparahan stroke, pemulihan masih dapat terjadi. Tapi, pada serangan stroke perdarahan yang disebabkan oleh pecah pembuluh darah otak, pasien tersebut dapat menyebabkan meninggal dunia pada pasien hanya dalam 2 jam.

 

  1. Kolera

Kolera merupakan salah satu contoh penyakit diare akut yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Terutama pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini biasanya terjadi karena konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kolera.

Kolera masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

 

  1. Ebola

Damam Berdarah Ebola merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan perdarahan pada organ dalam. Saat ini, outbreak ebola telah terjadi di beberapa negara Afrika. Tingkat kematian dilaporkan oleh ebola adalah sekitar 50-90%.

Pasien dapat meninggal dunia hanya dalam hitungan jam setelah mengalami gejala.

 

  1. Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian terutama di negara tropis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan nyamuk dan memiliki gejala mirip seperti penyakit flu.

Kondisi perdarahan pada penyakit ini menyebabkan gangguan pembekuan darah. Perdarahan organ dalam menyebabkan kondisi syok. Kondisi syok yang tidak tertangani akan menyebabkan kematian dalam hitungan jam.

obat herbal 2

Pengobatan Alternatif : Mengapa Pasien Beralih?

Beberapa minggu belakangan, saya mengikuti grup-grup di media sosial facebook yang terkait dengan konsultasi kesehatan. Fakta yang saya temukan pada grup tersebut adalah banyak orang yang berusaha untuk bertanya seputar masalah kesehatan mereka. Yang menarik dari fenomena ini adalah sebagian besar pertanyaan tersebut dijawab oleh orang-orang dengan menawarkan produk pengobatan alternatif tertentu. Metode marketing atau promosi pengobatan alternatif seperti ini tidak jarang mendapatkan banyak keuntungan. Selain itu, metode pendekatan marketing atau promosi masif ini juga sedikit banyaknya menimbulkan kepercayaan manfaat metode alternatif kepada orang-orang yang mencari jawaban atas masalah kesehatannya.

 

Satu hal yang sangat disayangkan adalah sebagian besar metode marketing dan promosi tersebut menggunakan klaim kesehatan yang tidak memiliki bukti ilmiah sama sekali atau hanya sekedar berdasarkan testimoni orang yang mendapatkan manfaat dari produk tertentu.

Tapi, mengapa orang-orang dapat mempercayai hal-hal yang berbau marketing atau promosi ini?

 

Masalah di atas juga memunculkan pertanyaan lain dalam benak saya,

Mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih tertarik untuk meminta saran pengobatan alternatif dibandingkan pengobatan konvensional (oleh dokter)?

Artikel ini saya tulis dengan harapan bahwa kita memiliki gambaran mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih sering memilih pengobatan alternatif.

 

Apa yang dimaksud dengan pengobatan alternatif?

Dunia kedokteran komvensional saat ini telah mencoba untuk memasukkan pengobatan alternatif sebagai salah satu komponen pengobatan yang holistik yang dapat dilakukan secara berbarengan dengan pengobatan konvensional. Dalam dunia kedokteran sendiri pengobatan sejenis ini disebut sebagai Complementary Alternatif Medicine (CAM).

National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) di Amerika Serikat mendefinisikan CAM sebagai suatu kelompok sistem kesehatan dan medis, praktik medis, dan produk-produk yang digunakan dalam pengobatan tapi tidak termasuk dalam kategori kedokteran konvensional.

Kedokteran konvensional yang kita kenal saat ini merupakan produk atau praktik medik yang dilakukan oleh kalangan profesional (dokter, perawat, terapis fisik, psikolog, apoteker, dan profesi lainnya) sesuai dengan kompetensi masing-masing. Kompetensi ini didapat dengan pendidikan yang didasarkan pada bukti ilmiah terhadap suatu produk atau praktik medik tertentu berdasarkan penelitian-penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula.

CAM saat ini juga telah mendapatkan tempat dan mulai dianggap sebagai salah satu fokus penelitian pada dunia kedokteran. Beberapa diantara CAM bahkan telah dapat dimasukkan ke dalam kedokteran konvensional seperti akupuntur, terapi hiperbarik, biofeedback, terapi kognitif dan beberapa metode lainnya.

CAM di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan dan keputusan menteri kesehatan terkait dengan pengobatan alternatif seperti Permenkes No. 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi. Meskipun, sudah terdapat payung hukum yang mengatur regulasi jenis pengobatan ini. Namun, banyak diantara masyarakat yang masih mendapatkan pelayanan kesehatan tradisional yang tidak terstandar dengan baik.

Lalu, kembali lagi ke pertanyaan yang menjadi masalah, mengapa orang-orang yang mengalami masalah kesehatan lebih memilih untuk menjalani pengobatan alternatif ini?

 

Mengapa pasien beralih ke pengobatan alternatif ?

Dr. Heather Boon, seorang peneliti dari Universitas Toronto di Kanada telah melakukan penelitian untuk mengetahui mengapa pasien beralih kepada pengobatan altenatif. Dia menemukan bahwa  pasien memilih jenis pengobatan ini pada umumnya merupakan pasien yang menderita penyakit kronis atau kondisi yang mengancam jiwa.

Pasien-pasien dengan AIDS, kanker, penyakit jiwa kronis, lebih sering menjalani terapi alternatif karena mereka merasa bahwa pengobatan yang diberikan oleh kedokteran konvensional tidak adekuat untuk mengobati penyakit mereka.

Beberapa pasien lainnya memilih metode alternatif karena rasa takut yang muncul karena khawatiran mereka terhadap efek samping pengobatan konvensional, keuntungan yang sangat sedikit dari pengobatan konvensional, dan bahkan disebabkan karena buruknya interaksi dokter-pasien yang mereka dapatkan dalam menjalani pengobatan kompensional.

Mereka juga terkadang mempercayai bahwa sesuatu yang bersifat natural atau alami itu lebih baik. Mereka menganggap bahwa CAM lebih aman dan merupakan suatu pendekatan yang lebih dipercayai karena kesehatan atau pengobatan terhadap kondisi medis tertentu dilakukan secara alami.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa satu dari tiga pasien yang berkunjung ke dokter melakukan pengobatan alternatif. Tapi, tujuh dari sepuluh pasien tersebut tidak menyampaikan langsung kepada dokter bahwa mereka menjalani pengobatan tersebut.

Pasien berpikir bahwa pengobatan natural bersifat tidak membahayakan dan tidak perlu untuk disampaikan kepada dokter.

Beberapa pasien lainnya berpikir bahwa dokter yang mereka kunjungi tidak memiliki ketertarikan atau pengetahuan terhadap pengobatan tersebut, sehingga tidak ada yang dapat diskusikan terkait pengobatan ini kepada dokter.

Peran dokter dalam edukasi pengobatan alternatif

Kondisi peralihan pasien kepada metode alternatif juga bukan semata-mata hanya karena pandangan pasien. Dokter juga dapat memiliki peran cukup besar sehingga menyebabkan pasien beralih. Salah satunya disebabkan karena buruknya hubungan dokter-pasien.

Beberapa dari dokter mungkin akan bersikap defensif dan merasa dikritik ketika pasien menyampaikan bahwa mereka juga menjalani pengobatan alternatif.

Pasien juga merasa takut untuk menyampaikan bahwa mereka ingin mencari alternatif pengobatan karena merasa takut dan merasa dokter akan menganggap bahwa metode alternatif itu tidak akan berguna.

Di sisi lain, seorang dokter juga bisa jadi akan menunjukkan kekesalan kepada pasien karena pasien tidak mengikuti saran pengobatannya dan malah mencari alternatif pengobatan yang lain.

Dokter juga dapat menjadi frustasi karena pendekatan pengobatan yang mereka ajukan dan telah diketahui memiliki manfaat terhadap suatu kondisi kesehatan tapi pasien malah memilih pendekatan alternatif.

Beberapa dokter menemukan bahwa hubungan dokter-pasien akan menjadi sulit dibangun ketika pasien mempercayai sesuatu yang bertentangan dengan ilmu kedokteran konvensional yang dipercayai oleh dokter.

Kondisi-kondisi di atas dapat di atasi dengan pemikiran bahwa dokter harus selalu membantu dan menghargai segala bentuk jalan pemikiran pasien terkait dengan kesehatan dan pengobatan yang akan dipilih dan menemukan beberapa kecocokan atau memberikan saran terkait dengan metode alternatif yang dipilih pasien.

Dokter diharapkan memiliki pengetahuan terkait dengan CAM, bagaimana jenis CAM tertentu dapat bekerja mengobati berbagai kondisi kesehatan, dan interaksi yang dapat muncul apabilan CAM tertentu dilakukan berbarengan dengan pendekatan konvensional.

Apabila kondisi ini dapat dicapai maka hubungan antara dokter-pasien akan menjadi lebih baik. Pasien akan merasa lebih dihargai pendapatnya untuk suatu pengobatan alternatif tertentu dan dokter dapat memberikan edukasi terkait manfaat, efek samping, dan interaksi pengobatan tersebut dengan pengobatan konvensional.

Dari pada menyerang kepercayaan pasien terhadap suatu metode alternatif tertentu, dokter akan lebih membantu apabila memberikan pemahaman yang lebih baik terkait dengan metode pengobatan tersebut sehingga kesalahpahaman dan ketidakpercayaan terhadap pengobatan konvensional dapat diatasi dan tentu saja pasien dapat kembali percaya kepada pengobatan konvensional yang diintegrasikan dengan pengobatan alternatif yang telah diteliti memiliki bukti ilmiah bermanfaat terhadap kondisi-kondisi tertentu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait dengan pengobatan alternatif.

Wallahu’alam bisshawab

Referensi:

  • Borins M. A Doctor’s Guide to Alternative Medicine: What Works, what Doesn’t, and why. Rowman & Littlefield; 2014 Oct 7.
Berhenti merokok

Terapi Alternatif Berhenti Merokok

Jadi, apakah anda memutuskan untuk menjadi mantan perokok? Jika anda berpikir demikian maka saya harus mengucapkan selamat kepada anda. Faktanya, hampir empat dari lima perokok ingin berhenti merokok. Tapi, hanya 40% dari yang memiliki keinginan berhenti merokok yang kemudian mencobanya dan berhasil berhenti merokok. Sebelum melanjutkan membaca tips ini maka kita harus mengetahui bahwa penelitian menunjukkan bahwa perokok menggunakan lebih dari satu metode untuk menghentikan hasrat merokok. Meskipun, anda sudah memiliki usaha berhenti merokok kemungkinan usaha pertama anda akan gagal. Hanya orang-orang yang berkomitmen berhenti merokok yang berhasil melakukannya. Artikel ini akan memberikan gambaran terapi alternatif berhenti merokok yang telah terbukti dan mengapa terapi alternatif berhenti merokok ini tepat untuk anda.

Penelitian menunjukkan bahwa terapi alternatif berhenti merokok tidak selalu memberikan manfaat. Akan tetapi, banyak mantan perokok yang menggunakan teknik ini telah berhasil untuk tidak lagi merokok.

Bagaimana terapi alternatif berhenti merokok ini bekerja?

Hipnoterapi atau hipnosis  dapat membantu mengidentifikasi pemicu bawah sadar. Hal-hal yang membuat tubuh Anda menginginkan rokok tanpa memahami alasan mendasar Anda, seperti waktu siang atau bau tertentu. Terapis kemudian dapat mencoba mengganti respons rokok yang tidak sehat terhadap pemicu ini dengan sesuatu yang lebih menyehatkan.

Akupunktur, terapi di mana jarum kecil digunakan untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh, dapat membantu mengurangi kecanduan nikotin dan mengurangi gejala penarikan diri untuk merokok.

 

Meditasi dapat membantu Anda rileks dan meredakan kegelisahan. Berhenti merokok bisa membuat stres dan membuat frustrasi, dan meditasi dapat membantu Anda mengurangi kecemasan yang Anda alami.

Sebagian besar terapi alternatif ini bisa digunakan bersamaan dengan terapi lainnya (terapi pengganti nikotin dan terapi lainnya). Sebenarnya banyak dokter dan terapis akan merekomendasikan pendekatan multidimensional untuk menghilangkan kecanduan Anda.

 

Referensi:

obat herbal

Suplemen Herbal: Waspada Sebelum Mengkonsumsi

Regulasi di Indonesia telah memastikan bahwa suplemen herbal diproduksi berdasarkan standar. Akan tetapi, hal ini tidak memberikan garansi bahwa suplemen herbal yang mungkin anda konsumsi tersebut aman atau efektif. Kita harus melakukan beberapa hal untuk memahami bahwa produk herbal yang kita konsumsi aman dan bermanfaat.

________________________________________________________________________________

 

Beberapa produk herbal telah terbukti ilmiah dapat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar gula darah, mengurangi kadar kolesterol darah dan beberapa penyakit lainnya.

Suplemen herbal, terkadang disebut sebagai obat herbal atau botanical merupakan salah satu suplemen harian yang dapat dibeli. Suplemen herbal ini bukan merupakan sesuatu yang baru. Tumbuh-tumbuhan telah digunakan dalam pengobatan dan dunia kedokteran bahkan sejak ribuan tahun yang lalu.

Akan tetapi, dunia kedokteran modern hanya menerima sesuatu sebagai suplemen apabila telah melalui serangkaian pemeriksaan secara ilmiah dan regulasi obat-obatan yang ketat. Sebagai contohnya, pembuat obat herbal harus mengikuti prinsip produksi obat yang baik.

Prinsip tersebut harus selalu diterapkan untuk memastikan suplemen diproses secara konsisten dan memenuhi standah kualitas. Jika produk herbal tersebut tidak memenuhi hal tersebut di atas maka dapat dipastikan bahwa produk tersebut tidak akan mendapatkan izin edar dan izin penjualan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Selain itu, bagi yang muslim harus memastikan bahwa produk herbal tersebut harus memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia secara menyeluruh baik mulai dari bahan baku yang digunakan hingga proses pembuatannya harus memenuhi kriteria halal.

 

Setelahnya maka yang perlu dilakukan adalah memeriksa kembali keuntungan potensial dan efek samping dari konsumsi suplemen herbal tersebut sebelum anda membelinya. Sebab semua suplemen yang dikonsumsi akan cukup kuat memunculkan efek positif, seperti menurunkan kolesterol dan lain sebagainya tapi bukan tidak memiliki potensi untuk memberikan efek samping.

Kemudian, investigasi juga harus dilakukan untuk menentukan keuntungan potensial dan efek samping dari herbal. Bila perlu tanyakan kepada dokter apakah bisa mengkonsumsi herbal tersebut bersamaan ketika anda sedang mengkonsumsi obat lainnya. Jika anda memiliki masalah penyakit kronik yang mengharuskan mengkonsumsi obat setiap hari atau anda sedang hamil dan menyusui maka sebaiknya tanyakan kepada dokter anda terlebih dahulu.

 

Jangan terus percaya dari testimoni atau klaim produsen suplemen herbal bahwa herbal dapat menyembuhkan penyakit tertentu bahkan penyakit kanker. Terkadang obat yang bermanfaat pada satu orang tidak akan bermanfaat bagi orang lain.

 

Apakah suplemen herbal aman?

Produk suplemen ini di Indonesia diregulasikan oleh BPOM dan MUI bukan dikategorikan sebagai obat atau makanan tapi dikategorikan sebagai suplemen harian dimana sebagian besar masih masuk dalam golongan jamu.

Pada kenyataannya terdapat sekitar 12.690 produk jamu, 45 produk obat herbal yang terstandar, dan hanya 8 produk fitofarmaka.

Seperti diketahui, fitofarmaka merupakan status tertinggi dari bahan alami sebagai ‘obat’. Sebuah herbal terstandar dapat dinaikkan kelasnya menjadi fitofarmaka setelah melalui uji klinik pada manusia.

Jika sebelumnya uji coba dilakukan secara praklinik (uji coba pada hewan), pada obat fitofarmaka, dosis dari hewan coba dikonversi ke dosis aman bagi manusia. Dari uji itulah dapat diketahui kesamaan efek pada hewan coba dan manusia. Bisa jadi terbukti ampuh ketika diuji pada hewan coba, namun belum tentu ampuh juga ketika dicobakan pada manusia.

Meskipun demikian, regulasi yang dilakukan oleh BPOM dan MUI tidak dapat memastikan bahwa produk herbal tersebut aman untuk semua orang.

 

Produk ini bisa menimbulkan risiko tak terduga karena banyak suplemen mengandung bahan aktif yang memiliki efek kuat di tubuh. Misalnya, mengonsumsi kombinasi suplemen herbal atau menggunakan suplemen bersama dengan obat yang diresepkan dapat menyebabkan hasil berbahaya bahkan mengancam jiwa.

 

Penting untuk menanyakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan suplemen herbal.

 

Anda Harus Mengetahui Apa Kandungan Suplemen Herbal

BPOM mengharuskan memberikan label seluruh produk suplemen herbal meliputi informasi berupa:

  • Nama dari produk
  • Nama dari perusahan yang memproduksi atau dirtributor
  • Daftar komposisi lengkap
  • Dosis konsumsi dan jumlah dari bahan aktif

 

Jika anda tidak memahami salah satu yang tertulis pada label suplemen yang anda konsumsi, tanyakan kepada dokter atau apoteker terkait hal tersebut.

 

Untuk memastikan bahwa suplemen yang anda konsumsi terdaftar maka anda dapat mengeceknya di website BPOM berikut:

http://cekbpom.pom.go.id

 

Bagaimana anda mengetahui bahwa klaim suplemen herbal benar dan merupakan suatu fakta?

Produsen produk herbal bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk mereka tidak salah atau tidak efektif dan harus memberikan bukti yang kuat terhadap manfaat produk.

Akan tetapi, Produsen tidak bertanggung jawab untuk memberikan bukti ini kepada BPOM.

Jadilah konsumen cerdas. Jangan terperdaya dan terlalu percaya dengan marketing produk. Lihat dan nilailah secara objektif, informasi berdasarkan bukti untuk mengevaluasi klaim produk.

 

Untuk mendapatkan informasi terbaik terkait dengan suplemen tertentu maka anda dapat:

  • Bertanya kepada dokter atau apoteker. Bahkan ketika dokter atau apoteker tidak tahu tentang suplemen tertentu mereka dapat menunjukkan kepada anda pedoman medis terbaru terkait dengan kegunaan dan risiko suplemen tersebut.
  • Cari referensi ilmiah berdasarkan penelitian. Hal ini mungkin akan sedikit lebih sulit untuk dilakukan karena sebagian besar sumber penelitian kedokteran berbahasa Inggris. Jika anda ingin tetap mencari National Center for Complementary and Integrative Health dan the Office of Dietary Supplements merupakan dua website terpercaya. Kedua website tersebut memberikan informasi terpilih terkait dengan suplemen harian
  • Hubungi produsen suplemen. Jika memiliki pertanyaan terkait produk spesifik, hubungi produsen. Tanyakan seseorang yang dapat menjawab pertanyaan dan memiliki data tentang informasi produk.

 

Siapa yang harus menghindari konsumsi suplemen herbal?

Suplemen herbal memiliki klaim baik untuk mencegah penyakit dan telah dibuktikan dengan beberapa penelitian ilmiah. Penting untuk bertanya kepada dokter sebelum mengkonsumsi suplemen herbal saat sakit. Faktanya, terdapat beberapa situasi yang berisiko tinggi, dokter akan merekomendasikan untuk menghindari suplemen herbal dikonsumsi secara bersamaan.

tips kesehatan

Beberapa kondisi yang membuat anda harus bertanya kepada dokter apakah dapat mengkonsumsi herbal secara bersamaan antara lain:

  • Anda sedang mengkonsumsi obat setiap hari. Beberapa hermal dapat menyebabkan efek samping bila dikonsumsi secara bersamaan dengan obat kimiawi seperti aspirin, obat anti hipertensi atau obat pengencer darah lainnya. Tanyakan kepada dokter interaksi apa yang paling mungkin terjadi
  • Anda sedang hamil atau sedang menyusui. Obat kimia sudah banyak yang diketahui mana yang dapat berefek kepada kehamilan atau menyusui dan mana yang tidak. Prinsip utamanya usahakan tidak mengkonsumsi obat apapun pada saat kehamilan atau menyeusui kecuali disetujui atau diminta oleh dokter.
  • Anda akan menjalani pembedahan. Banyak suplemen herbal dapat mempengaruhi keberhasilan operasi. Beberapa herbal dapat mengurangi efektivitas obat bius dan menyebabkan komplikasi berbahaya, atau perdarahan dan tekanan darah tinggi. Beritahu dokter apabila anda mengkonsumsi herbal tertentu ketika anda akan dilakukan tindakan operasi.

 

Tips Aman Menggunakan Suplemen Herbal

Jika anda telah melakukan bebrapa hal di atas dan mencoba mengkonsumsi suplemen herbal maka lakukan beberapa tips aman berikut:

  • Ikuti intruksi dosis suplemen
  • Jangan konsumsi obat secara berlebihan
  • Cek peringatan dan saran dari BPOM atau Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Jika anda memiliki pertanyaan terkait suplemen herbal tertentu anda dapat menghubungi kami di link berikut dengan menuliskan subjek obat herbal:

https://whitecoathunter.com/hubungi-kami/

macam-macam pil

Resistensi Antibiotik: Ancaman Bagi Setiap Orang

Antibiotik merupakan golongan obat yang dapat menyelamatkan kehidupan. Akan tetapi, penggunaannya yang tidak rasional atau sembarangan akan menyebabkan malapetaka. Penggunaan yang tidak rasional menyebakan jumlah kuman yang resisten (kebal terhadap obat) semakin bertambah. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait apa yang dimaksud dengan resistensi antibiotik, bagaimana pengaruhnya, dan apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah hal ini terus terjadi.

 

Sebelum membahas apa yang dimaksud dengan resistensi maka sebaiknya kita mengetahui fakta penting terkait hal ini:

  • Kondisi ini merupakan salah satu masalah kesehatan global, keamanan makanan dan perkembangan dunia saat ini
  • Dapat terjadi pada siapa pun, usia berapa pun dan di negara mana pun
  • Dapat terjadi secara natural, akan tetapi penggunaan obat yang tidak rasional pada manusia atau hewan dapat mempercepat proses ini
  • Meningkatkan angka kejadian infeksi seperti Pneumonia (radang paru-paru), tuberkulosis, gonorrhoea, dan infeksi tifoid. Selain itu, kondisi infeksi ini akan sulit diobati dengan antibiotik karena obat tersebut menjadi kurang efektif
  • Resistensi antibiotik menyebabkan lama rawatan di rumah sakit semakin panjang, biaya kesehatan yang semakin bertambah, dan meningkatkan angka kematian.

Antibiotik merupakan obat yang penting. Penisilin dan golongan obat lainnya berperan dalam mengatasi masalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, mencegah penularan penyakit, dan menurunkan risiko komplikasi dari penyakit infeksi.

 

Pengobatan dengan antibiotik juga memiliki masalah. Saat ini, obat yang digunakan sebagai pengobatan standar untuk infeksi bakteri tertentu terkadang kurang efektif atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Ketika suatu jenis antibiotik tidak lagi memiliki efek pada beberapa jenis bakteri, maka bakteri tersebut dikatakan resisten antibiotik.

 

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional (penggunaan berlebihan atau penggunaan yang tidak tepat) merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap resistensi antibiotik. Kita semua, dokter, pusat layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, dan pelayan kesehatan lainnya harus berperan dalam penggunaan obat ini secara tepat dan mengurangi perkembangan resistensi antibiotik.

 

Apa yang menyebabkan resistensi antibiotik?

Bakteri atau kuman akan kebal terhadap obat (resisten) apabila kuman tersebut mengubah beberapa cara untuk melindungi diri mereka terhadap efek dari obat atau membuat obat menjadi tidak aktif (menetralkan kerja obat). Bakteri yang dapat bertahan dari pengobatan antibiotik dapat memperbanyak diri dan menurunkan kekebalan tersebut kepada bakteri hasil membelah diri tadi. Sehingga, kemampuan untuk resisten antibiotik pada bakteri dapat ditransfer ke bakteri lainnya. Mereka membuat suatu mekanisme untuk membantu satu sama lain bertahan dari antibiotik.

 

Fakta bahwa bakteri dapat mengembangkan resistensi terhadap suatu obat adalah kondisi yang normal dan dapat diprediksi. Meskipun demikian, cara penggunaan obat akan mempengaruhi seberapa cepat dan seberapa luas penyebaran resistensi obat tersebut berlangsung.

 

Penggunaan antibiotik secara berlebihan

Penggunaan antibiotik secara berlebihan, khususnya saat antibiotik tidak menjadi pilihan pengobatan yang tepat, meningkatkan peluang resistensi antibiotik. Antibiotik mengobati infeksi bakteri bukan infeksi virus.

 

Contohnya, antibiotik yang cocok untuk pengobatan nyeri tenggorokan hanya diberikan jika nyeri tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus pyogenes atau spesies bakteri lainnya. Faktanya, sebagian besar nyeri tenggorokan itu dapat disebabkan oleh infeksi virus yang tidak membutuhkan pemberian antibiotik.

Bila anda mengkonsumsi antibiotik sedangkan anda sebenarnya mengalami infeksi virus maka obat ini tetap akan menyerang bakteri yang ada di dalam tubuh. Tanpa sakit pun tubuh sebenarnya telah memiliki bakteri yang menguntungkan dan tidak menimbulkan penyakit. Pengobatan yang salah menyebabkan kemampuan resisten antibiotik pada kuman normal lalu mereka akan menurunkan kemampuan tersebut dengan bakteri lainnya.

 

Beberapa infeksi virus yang tidak akan mendapatkan keuntungan dengan pemberian antibiotik termasuk:

  • Meriang
  • Flu
  • Bronkitis
  • Sebagian besar batuk
  • Sebagian besar nyeri tenggorokan
  • Beberapa infeksi teling
  • Beberapa infeksi sinus

 

Ada kemungkinan beberapa faktor yang berkontribusi terlalu banyak. Ketika penisilin dan antibiotik lainnya diperkenalkan pertama kali, obat-obatan tersebut dianggap sebagai obat ajaib karena mereka bekerja dengan cepat dan dengan efek samping yang relatif sedikit. Mereka tampak seperti jawaban untuk semua penyakit yang umumnya terjadi pada masa itu.

 

Terlepas dari meningkatnya kesadaran akan resistensi antibiotik dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan berlebihan masih terjadi karena beberapa alasan:

  • Dokter mungkin meresepkan antibiotik sebelum menerima hasil tes yang mengidentifikasi penyebab infeksi yang sebenarnya.
  • Orang yang menginginkan kesembuhan lebih cepat dari gejala, terlepas dari penyebab penyakitnya, dapat menekan dokter untuk memberikan antibiotik.
  • Orang mungkin menggunakan antibiotik yang dibeli sendiri di apotek tanpa resep dokter.
  • Orang mungkin menggunakan antibiotik yang merupakan sisa obat dari resep sebelumnya.

 

Masalah yang dihadapi apabila tidak mengikuti intruksi dokter

Kegagalan dalam mengkonsumsi antibiotik seperti yang diresepkan dapat berkontribusi terhadap resistensi antibiotik. Dokter yang memberikan antibiotik akan memberi tahu Anda berapa banyak pil yang dibutuhkan dan seberapa sering Anda harus meminumnya.

 

Resep yang diberikan harus rasinal sehingga Anda memiliki jumlah obat yang tepat yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan pengobatan sehingga bila anda mengikuti anjuran minum obat maka tidak akan ada antibiotik yang tersisa.

 

Sebagian besar akan sangat tergoda untuk berhenti minum antibiotik begitu Anda merasa lebih baik. Tapi perawatan penuh diperlukan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit. Kegagalan dalam membunuh bakteri dapat mengakibatkan kebutuhan untuk melanjutkan pengobatan di masa akan datang dan dapat meningkatkan penyebaran sifat resisten antibiotik di antara bakteri yang berbahaya.

 

Konsekuensi Dari Resistensi antibiotik

Selama bertahun-tahun, pengenalan antibiotik baru melampaui perkembangan resistensi antibiotik. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, laju resistensi obat telah berkontribusi pada peningkatan jumlah masalah perawatan kesehatan.

Di Amerika Serikat, menurut sebuah laporan tahun 2013 oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setidaknya 2 juta orang setiap tahunnya “mendapatkan infeksi serius dengan bakteri yang resisten terhadap satu atau lebih antibiotik yang merupakan standar pengobatan untuk mengobati infeksi tersebut.” Dan setidaknya 23.000 orang meninggal setiap tahun sebagai akibat dari infeksi bakteri resisten antibiotik.

 

Meningkatnya jumlah infeksi yang resisten terhadap obat menyebabkan:

  • Penyakit atau kecacatan yang lebih serius
  • Lebih banyak kematian akibat penyakit yang sebelumnya dapat diobati dengan mudah
  • Pemulihan yang berkepanjangan
  • Lebih sering atau lebih lama menjalani rawat inap
  • Lebih banyak kunjungan ke dokter
  • Perawatan kurang efektif atau lebih invasif
  • Perawatan lebih mahal

 

Penggunaan Secara Rasional Mencegah Resistensi Antibiotik

Penggunaan antibiotik yang tepat, yang sering disebut penggunaan antibiotik secara rasional, dapat membantu mempertahankan efektivitas antibiotik saat ini, memperpanjang masa hidup mereka dan melindungi masyarakat dari infeksi yang resisten terhadap antibiotik.

 

Banyak rumah sakit dan asosiasi medis telah menerapkan pedoman diagnostik dan pengobatan baru untuk memastikan perawatan yang efektif untuk infeksi bakteri dan mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Masyarakat juga harus berperan dalam rasionalitas antibiotik. Anda dapat membantu mengurangi perkembangan resistensi antibiotik dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan antibiotik hanya seperti yang ditentukan oleh dokter Anda.
  • Konsumsi obat dengan dosis harian yang sesuai dan selesaikan keseluruhan pengobatan (jangan sampai ada antibiotik yang tersisa).
  • Jika Anda diberikan antibiotik, tanyakan kepada dokter Anda apa yang harus Anda lakukan jika Anda lupa minum satu dosis antibiotik tersebut.
  • Jika karena beberapa alasan Anda memiliki sisa antibiotik, buang saja. Jangan pernah minum antibiotik sisa untuk penyakit selanjutnya. Obat tersebut mungkin bukan antibiotik yang tepat dan tidak akan menjadi pengobatan yang menyeluruh untuk infeksi berikutnya.
  • Jangan pernah minum antibiotik yang diresepkan untuk orang lain.
  • Jangan menekan dokter Anda untuk memberi resep antibiotik. Mintalah saran dari dokter Anda untuk mengobati gejala yang anda derita.
  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat. Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan dan setelah mengolah daging daging segar. Cuci buah dan sayuran secara menyeluruh, dan jaga kebersihan permukaan dapur tetap bersih.
  • Pastikan Anda atau anak Anda mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan. Beberapa vaksin yang direkomendasikan melindungi dari infeksi bakteri, seperti difteri dan batuk rejan (pertusis).
  • Jika Anda berpikir Anda mungkin menderita alergi penisilin, sampaikan kepada dokter Anda tentang kemungkinan untuk melakukan tes alergi kulit. Penelitian telah menunjukkan bahwa alergi penisilin atau alergi antibiotik lainnya mungkin dilaporkan secara berlebihan. Mengesampingkan alergi antibiotik dapat membantu dokter meresepkan antibiotik yang paling tepat saat dibutuhkan.

 

Referensi:

  1. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/consumer-health/in-depth/antibiotics/art-20045720?pg=2
  2. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/antibiotic-resistance/en/
duduk santai

Duduk Terlalu Lama dan Risiko Kesehatan

Perkembangan pada era globalisasi pada bidang informasi, komunikasi, teknologi, ekonomi, dan sosial berdampak pada lebih seringnya seseorang untuk duduk. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan beberapa fakta duduk dan mengapa duduk terlalu lama memiliki risiko untuk kesehatan kita.

Menonton televisi, berselancar di dunia maya dengan komputer, mengerjakan tugas kantor ataupun bermain game merupakan  aktivitas yang membutuhkan waktu bercokol di kursi cukup lama.

Beberapa penelitian terkait dengan duduk

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa setiap orang rata-rata menghabiskan > 10 jam untuk duduk.

Beberapa penelitian lainnya membuktikan bahwa posisi bercokol di kursi terlalu lama tidak baik untuk kesehatan bahkan merupakan suatu rutinitas yang lebih mendekatkan diri kepada kematian.

Sebuah penelitian besar yang melibatkan 220.000 penduduk di Australia menemukan bahwa orang yang bersandar di kursi lebih dari 8 jam memiliki risiko kematian 15% lebih muda dibanding kan orang yang duduk kurang dari 4 jam sehari.

Laporan dari American Institute of Cancer Research juga menemukan bahwa menetap dalam posisi ini terlalu lama (kurangnya aktivitas fisik) terkait dengan 43.000 kasus kanker kolon dan 49.000 kanker payudara.

Di sisi lain, duduk terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan jantung. Penelitian selama 6 tahun terhadap 8.800 di Australia juga menemukan fakta bahwa menonton tv lebih dari sejam sehari meningkatkan risiko kanker 15% lebih besar dan kematian akibat penyakit jantung 45% lebih tinggi.

Penelitian-penelitian di atas seharusnya menyadarkan kita untuk tidak duduk terlalu lama. Tapi, bagaimana bila kita harus tetap duduk untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor?

Tips untuk mengurangi durasi bercokol di kursi dan meningkatkan kesehatan

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi durasi bersandar di kursi kita saat bekerja.

Tips mengurangi waktu yang anda habiskan melakukan aktivitas lainnya:

Berdiri kapanpun anda bisa

  • Gunakan meja berdiri
  • Berdiri ketika mengangkat telepon
  • Berdiri ketika membaca email
  • Berdiri kapanpun anda bisa

Berjalan kapanpun anda bisa

  • Berjalan menuju meja rekan kerja anda untuk menyampaikan pesan singkat. Hindari menggunakan aplikasi chatting
  • Naik melalui tangga bila hanya ingin berpindah 1 atau 2 lantai dari pada menggunakan lift
  • Makan siang keluar kantor

Bila memungkinkan, lakukan olahraga ringan

  • Push up atau sit up semala masa istrihat
  • Lakukan perenggangan ringan ketika memiliki waktu luang

Buatlah beberapa alat yang sederhana untuk membantu anda

  • Membuat alarm untuk mengingatkan anda agar berdiri sebentar setelah duduk selama 30 menit
  • Gunakan gelas yang kecil, sehingga anda lebih sering mengambil air dari dispenser
  • Gunakan kamera anda untuk mengambil beberapa video atau gambar ketika beristirahat

Beberapa penelitian menyarankan untuk berdiri dan berjalan ataupun berbaring selama 2 jam setelah melakukan pekerjaan selama delapan jam.

 

Referensi:

Slideshare- Getting Your Butt Off the Chair Can Save Your Life

uban orang tua

Fakta Menarik Tentang Uban dan Pencegahannya?

Warna rambut akan berubah seiring dengan pertambahan usia. Hal ini merupakan suatu kondisi yang normal terjadi. Akan tetapi, uban dapat muncul kapan saja sepanjang usia kehidupan. Bahkan muncul pada seorang  remaja dan orang yang berusia 20 tahunan.

 

Tubuh manusia memiliki jutaan kantung kecil tempat munculnya rambut (folikel) di seluruh tubuh. Folikel ini menumbuhkan rambut dan menghasilkan sel warna (pigmen) yang mengandung melanin. Seiring berjalannya waktu, folikel akan kehilangan sel pigmen dan menyebabkan rambut berubah menjadi putih.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran beberapa penyebab umum munculnya uban pada usia muda disertai dengan beberapa tips untuk mencegah dan memperlambat pertumbuhannya.

Fakta Menarik Tentang Uban

  • Defisiensi vitamin dapat menyebabkan uban tumbuh lebih cepat
  • Merokok berhubungan dengan proses pemutihan rambut prematur
  • Pencegahan uban bergantung pada penyebabnya

 

Kondisi Yang Menyebabkan Munculnya Uban

Terdapat banyak penyebab selain usia yang dapat menyebabkan rambut seseorang menjadi putih.

 

Defisiensi vitamin

Defisiensi vitamin B6, B12, biotin, vitamin D, atau vitamin E dapat berperan menyebabkan pemutihan rambut prematur.

 

Salah satu laporan dari jurnal Development notes menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D3, B12, dan tembaga berhubungan dengan pemutihan rambut. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa defisiensi nutrisi mempengaruhi pigmentasi. Warna rambut awal akan kembali setelah mengkonsumsi suplemen vitamin.

 

Pada tahun 2016 laporan penelitian pada International Journal of Trichology menemukan faktor yang berhubungan dengan pemutihan rambut prematus pada warga India berumur kurang dari 25 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa kadar feritin serum (berfungsi untuk menyimpan zat besi pada tubuh), vitamin B12 dan kolesterl baik (HDL) berperan dalam pemutihan rambut prematur.

 

Genetik

Pemutihan rambut prematur sebagian besar terkait dengan genetika, menurut laporan tahun 2013 pada Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology.

 

Ras dan etnis juga memiliki peran. Pemutihan prematur pada orang kulit putih dapat dimulai sejak usia 20 tahun, sementara untuk orang Asia pada usia 25 tahun, dan 30 tahun pada populasi orang Afrika-Amerika, menurut penelitian tahun 2013 yang sama.

 

Stres Oksidatif

Meskippun uban pada usia mud sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik, stress oksidatif pada tubuh juga dapat menyebabkan proses ini menjadi lebih cepat.

 

Stress oksidatif terjadi karena ketidakkeseimbangan antara kurangnya antioksidan untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas bersifat sebagai molekul yang tidak stabil dan dapat merusak sel serta berkontribusi terhadap penuaan dan penyakit.

 

Beberapa Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis termasuk penyakit auto imun dapat meningkatkan risiko munculnya uban lebih cepat. Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa abnormalitas rambut berhubungan dengan disfungsi tiroid.

 

Uban juga sering muncul pada penyakit alopesia areata, kondisi autoimun pada kulit yang menyebabkan kebotakan, dan hilangnya rambut pada bagian tubuh lainnya. Ketika rambut tumbuh kembali maka memiliki kecenderungan untuk berwarna putih karena defisiensi melanin.

 

Merokok

Penelitian pada tahun 2013 yang dilaporkan pada jurnal Italian Dermatology Online Journal, menunjukkan bahwa perokok memiliki peluang 2,5 kali lipat lebih cepat untuk mengalami pemutihan rambut pada usia 30 tahun dibandingkan bukan perokok.

 

Penelitian lainnya pada jurnal American Academy of Dermatology juga menunjukkan merokok berhubungan dengan risiko memutihnya rambut pada lelaki dewasa muda.

 

Produk kimia untuk rambut dan pewarna rambut

Produk kimia untuk rambut dan pewarna rambut bahkan sampo dapat berkontribusi dengan munculnya uban. Banyak dari produk ini mengandung bahan yang berbahaya dan dapat menurunkan kadar melanin.

 

Hidrogen peroksida yang terdapat pada banyak perwarna rambut merupakan salah satu zat kimia berbahaya. Penggunaan produk rambut yang berlebihan untuk melindungi rambut dari sinar matahari ketika berada di pantai juga menyebabkan kulit berubah jadi putih.

 

Pencegahan dan mengembalikan rambut putih prematur

Jika genetika atau penuaan adalah penyebabnya, tidak ada yang bisa mencegah atau mengembalikan warna rambut. Namun, merawat rambut beruban memungkinkan pigmentasi warna bisa kembali jika rontoknya rambut terjadi sebagai akibat kondisi medis tertentu.

 

Bila kekurangan diet dan vitamin adalah penyebab rambut putih prematur, pengobatan terhadap kondisi ini bisa membalikkan masalah atau menghentikan proses pemutihan rambut.

 

Mengkonsumsi anti oksidan lebih banyak

Makanan yang dikonsumsi juga dapat mencegah pemutihan rambut. Makanan kaya akan antioksidan dapat mengurangi stress oksidatif.

 

Makanan yang kaya akan anti oksidan antara lain:

  • Buah dan sayuran segar
  • Teh hijau
  • Minyak zaitun
  • Ikan

 

Mengatasi defisiensi

Orang yang beruban karena defisiensi vitamin harus mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin tersebut lebih banyak.

 

Selain itu, suplemen vitamin juga telah tersedia untuk mengatasi masalah defisiensi tersebut.

 

Berhenti merokok

Merokok dapat memiliki efek samping terhadap tubuh dan berkontribusi terhadap pemutihan rambut. Berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah dan mengembalikan warna rambut.