Featured Image diet detoksifikasi

Diet Detoksifikasi: Tidak Perlu & Tidak Bermanfaat

Ramadan telah usai begitu pula dengan pola hidup sehat puasa Ramadan bagi umat muslim yang menjalankannya. Ketika memasuki bulan Syawal sudah sewajarnya kita juga mengambil langkah positif untuk gaya hidup yang lebih sehat. Tapi, tidak semua klaim terhadap suatu hal yang bermanfaat dan memberikan gaya hidup sehat baik untuk Anda. Salah satu yang tidak perlu dan tidak bermanfaat adalah Diet Detoksifikasi, yang disebut pula sebagai pembersihan, cukup populer akhir-akhir ini.

diet detoksifikasi
diet detoksifikasi

Orang-orang yang mengklaim bahwa detoksifikasi dengan mengonsumsi produk tertentu dapat membantu membuang racun. Selain itu, produk-produk makanan atau minuman ini mengklaim bahwa dapat membantu sistem pencernaan.

 

Bahkan, produk detoksifikasi ini menjanjikan pola hidup yang lebih sehat, berenergi, dan awet muda.

 

Benarkah demikian?

 

Diet detoksifikasi biasanya ditawarkan melalui salah satu hal berikut:

  • Menggantikan makanan dengan produk cairan (serbuk, susu, susu diet, dan lain-lain)
  • Mereka dengan klaim manfaat proses detoksifikasi percaya bahwa proses ini akan membersihkan saluran pencernaan Anda melalui usus besar.
  • Klaim produk-produk tertentu mendukung proses detoksifikasi alami tubuh Anda.

 

Orang-orang ini biasanya akan mengiklankan dan menawarkan produk mereka sebagai saran membersihkan tubuh dari kelebihan racun, mengistirahatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, dan memulai kembali metabolisme tubuh.

 

Sayang, Seribu Sayang, detoksifikasi tidak dapat membuktikan seluruh klaim di atas.

 

Hal yang benar dan ilmiah adalah tidak ada bukti ilmiah bahwa detoksifikasi atau pembersihan, atau pengaturan ulang ini benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan Anda.

 

Beberapa produk dengan aturan pemakaian yang sangat ketat bahkan lebih berbahaya untuk kesehatan dibandingkan dengan kebaikannya.

 

Salah satu produk yang telah terbukti efek buruknya adalah H*rbalif*.

 

H*rbalif*, Klaim Kesehatan dan Efek Sampingnya.

ilustrasi h*rbalif*
ilustrasi h*rbalif*

H*rbalif* merupakan salah satu merek produk kesehatan dan perawatan tubuh. Produk-produk yang mereka tawarkan pada umumnya berupa suplemen makanan atau minuman dan ada pula produk perawatan kulit.

 

Mereka mengklaim bahwa produk yang mereka tawarkan bermanfaat untuk tubuh. Beberapa klaim kesehatan produk mereka antara lain:

  1. Menurunkan dan mengontrol berat badan
  2. Menambah massa otot tubuh
  3. Membuang cairan tubuh yang tidak dibutuhkan (detoksifikasi)
  4. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh
  5. Merawat wajah dan kulit

 

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim kesehatan di atas belum menunjukkan bukti ilmiah.

 

Tapi, malah menunjukkan bahwa salah satu produk yang diklaim dapat melakukan detoksifikasi dan menurunkan berat badan merusak hati (liver).

 

Hepatotoksisitas (kerusakan hati akibat zat kimia) merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh produk ini.

 

Bukti ilmiahnya dapat ditemukan secara luas. Saya cukup memasukkan kata kunci  H*rbalif* pada situs pubmed.com maka akan muncul hasil pencarian yang menujukan bahwa produk berefek hepatoksik.

hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi
hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi

Tapi, saya percaya bagi Anda yang telah ditanamkan paradigma atau keyakinan bahwa detoksifikasi bermanfaat bagi kesehatan, Anda tidak akan mudah percaya dengan tulisan saya ini.

 

Anda juga mungkin telah membaca blog dan artikel lain yang menunjukkan bahwa detoksifikasi memiliki bukti ilmiah.

 

Misalnya pada artikel-artikel di situs berikut:

  • https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/19/173108920/5-aturan-makan-untuk-detoksifikasi-selama-7-hari?page=all
  • https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/
  • https://www.alodokter.com/diet-detoksifikasi-perlu-dan-aman-dilakukan

 

Maka, saya sangat menyarankan Anda untuk terus membaca artikel ini.

 

Kami akan mencoba untuk menghilangkan prasangka klaim manfaat kesehatan tanpa bukti ilmiah dari detoksifikasi yang paling umum dan paling populer.

 

Diet Detoksifikasi Pertama: Jus dan Smoothie untuk pembersihan

ilustrasi jus dan smoothie
ilustrasi jus dan smoothie

Kedua minuman pembersih khusus ini merupakan yang paling populer. Mereka dikatakan dapat menggantikan makanan padat.

 

Terutama untuk jus atau smoothie berbahan dasar buah dan sayuran. Biasanya, jus atau smoothie ini memiliki aturan pembersihan 3 hingga 21 hari.

 

Meskipun, beberapa produk mengharuskan seseorang untuk mengonsumsinya lebih lama.

 

Ada banyak perusahaan yang memproduksi dan menjual jus dan smoothie ini. Beberapa di antaranya bahkan dijual dengan cara multi level marketing.

 

Anda juga dapat membuatnya di rumah atau membeli produk ini di toko khusus.

 

Bila Anda minum jus dan smoothie segar berbahan dasar buah dan sayuran adalah hal yang sehat.

 

Namun, sering kali minuman ini disarankan untuk menggantikan makanan.

 

Jus dan smoothie tentunya memiliki kandungan gizi yang bagus untuk tambahan diet.

 

Tapi, masalah akan muncul bila Anda hanya mengonsumsi mereka untuk diet detoksifikasi.

 

Masalah yang muncul adalah ketika proses yang katanya detoksifikasi (menggunakan minuman) ini akan menghilangkan sebagian besar asupan protein dan lemak dari makanan.

 

Anda tidak hanya akan mengalami kekurangan protein dan lemak tapi juga akan memunculkan efek samping lainnya.

 

Termasuk hepatotoksisitas seperti salah satu produk yang saya sampaikan di atas.

 

Proses menggantikan makanan padat dengan minum jus atau smoothie saja juga dapat menyebabkan gula darah rendah, masalah otak, penurunan konsentrasi dan produktivitas, serta kelelahan.

 

Diet Detoksifikasi Kedua: Detoks untuk Liver

liver
liver

Tren populer lainnya adalah detoks untuk liver. Mereka mengklaim bahwa tujuan detoks liver atau hati ini adalah untuk memberikan dorongan pada sistem detoksifikasi tubuh dengan meningkatkan fungsi hati.

 

Walaupun terdengar cukup meyakinkan dan suatu ide yang bagus tapi sesungguhnya tubuh kita atau liver kita tidak pernah membutuhkan makanan untuk memberikan fungsi yang sehat.

 

Hati atau liver adalah organ tubuh kita dengan berbagai mekanisme yang sangat baik untuk menangani racun.

 

Tidak perlu mengonsumsi produk dengan klaim meningkatkan detoks untuk liver.

 

Cukup mengonsumsi makanan kaya akan buah dan sayur termasuk serat dan kacang-kacangan serta membatasi konsumsi alkohol.

 

Hati Anda akan bekerja pada kondisi puncak.

 

Diet Detoksifikasi Ketiga: Pembatasan Makanan

pembatasan makanan
pembatasan makanan

Salah satu bentuk detoks lainnya adalah membatasi makanan atau kelompok makanan tertentu sebagai cara untuk membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Membatasi atau menghilangkan makanan tertentu dalam daftar makan Anda dapat membantu dalam keadaan atau kondisi tertentu.

Manfaat itu hanya dapat diperoleh bila Anda melakukan pembatasan makanan dengan cara yang benar.

 

Beberapa orang misalnya mendapatkan manfaat dengan menghilangkan atau tidak mengonsumsi susu atau gluten.

 

Begitu pula pada pasien dengan penyakit diabetes mellitus. Pembatasan konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi akan sangat bermanfaat dalam kontrol kadar gula darah.

 

Menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan atau kelompok makanan utuh sekaligus seperti banyak dipromosikan oleh metode detoks tidak akan memberikan dampak positif terhadap tubuh Anda.

 

Diet Detoksifikasi Keempat: Pembersihan Usus Besar (Kolon)

Sebagian proses detoks atau pembersihan yang ditawarkan berupaya untuk membuang racun dari tubuh melalui perubahan pola makan.

 

Salah satu detoks yang terkenal adalah pembersihan usus besar (kolon). Usus besar merupakan organ akhir saluran pencernaan yang bertugas untuk membersihkan tubuh dari racun.

 

Sering kali, produk-produk dengan klaim pembersihan usus besar menyebabkan usus besar bekerja lebih cepat dan menyebabkan sering buang air besar.

 

Kondisi ini sangat tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kram perut, muntah, dan diare. Bahkan masalah yang lebih serius dapat muncul seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Usus berlubang
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan masalah ginjal dan jantung

 

Alih-alih mencoba detoksifikasi usus besar sebaiknya Anda mengonsumsi makanan tinggi serat untuk membersihkan racun pada usus.

 

Serat sangat efektif menghilangkan bagian-bagian makanan yang tidak tercerna usus besar yang menyebabkan sembelit dan perut kembung.

 

Mengapa Detoksifikasi Tidak Perlu dan Tidak Efektif

tidak efektif dan tidak bermanfaat
tidak efektif dan tidak bermanfaat

Secara teori, detoks merupakan kata yang terdengar cukup baik. Tapi, kenyataannya tindakan ini sama sekali tidak dibutuhkan.

 

Detoks bukan cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Tubuh kita sudah memiliki organ detoks luar biasa yaitu liver (hati).

 

Tugas utama organ ini adalah membuang zat racun atau mengubah racun menjadi zat tidak berbahaya yang dapat dimanfaatkan kembali atau dibuang oleh tubuh.

 

Dengan kata lain, liver atau hati Anda melakukan pekerjaan yang cukup berat untuk membersihkan segala jenis racun yang masuk ke dalam tubuh.

 

Tapi, bagaimana dengan orang yang mengonsumsi produk dengan klaim detoks tertentu mendapatkan manfaat dari upaya mereka.

 

Misalnya, pada orang dengan berat badan yang berkurang. Orang-orang ini mungkin mengalami penurunan berat badan dengan program detoks karena mereka tidak mengonsumsi makanan.

 

Berat hilang karena tubuh menggunakan massa lain untuk membentuk energi misalnya lemak dan protein dan dalam prosesnya melepaskan air.

 

Kesimpulan

Singkatnya, Detoksifikasi tidak diperlukan. Tindakan ini juga tidak efektif.

 

Jika Anda khawatir dengan kesehatan Anda, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan selain menjalani program detoks.

 

Terlebih lagi bila Anda menghabiskan sebagian uang Anda untuk membeli produk dengan klaim detoks yang luar biasa.

 

Ingat bahwa “TERLALU BAGUS UNTUK MENJADI KENYATAAN PASTI SEBUAH PENIPUAN”.

 

Kesehatan menyeluruh (holistik) berasal dari kebahagiaan, kepercayaan diri, dan pemahaman terkait tubuh Anda.

 

Hanya Anda yang paling paham tentang kebutuhan tubuh Anda.

 

Pilihan lain untuk mempertahankan kesehatan tubuh Anda antara lain:

  • Minum cukup air
  • Konsumsi makanan tinggi serat
  • Kurangi konsumsi gula dan garam
  • Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran
  • Hindari makanan olahan
  • Luangkan waktu Anda untuk istirahat dan tidur yang cukup
  • Latihan pernapasan juga dan olahraga teratur

 

Jangan mengambil risiko untuk mencoba suatu produk dengan klaim detoksifikasi padahal hal tersebut tidak terbukti, merugikan, dan dapat membahayakan tubuh Anda.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Mishori R, et al. (2011). The dangers of colon cleansing.

https://mdedge.com/sites/default/files/Document/September-2017/6008JFP_Article1.pdf

  1. A Caution Against Detoxes: Breaking Down the 4 Most Popular Types

https://www.healthline.com/health/food-nutrition/detox-cleanses-do-diets-work

Featured Image Pengobatan alternatif dan komplementer

Pengobatan Alternatif dan Komplementer Pada Kanker

Banyak pasien dengan diagnosis kanker saat ini menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer. Fakta ini memunculkan pertanyaan bahwa seberapa sering pengobatan alternatif dan komplementer digunakan oleh pasien kanker. Serta, alasan apa yang menyebabkan pasien kanker lebih memilih metode pengobatan ini.

Pengobatan Alternatif dan Komplementer
Pengobatan Alternatif dan Komplementer (sumber: pixabay.com)

Kanker atau tumor ganas merupakan salah satu diagnosis medis yang paling menakutkan.

 

Bila seorang pasien didiagnosis dengan kondisi kanker, pasien mungkin akan bertanya apakah terdapat perawatan non medis atau non konvensional yang memiliki manfaat apa pun.

 

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Martin Keene dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi di James University Australia memberikan beberapa penjelasan terbaru terkait jawaban pertanyaan di atas.

 

Tapi, sebelum saya menjabarkan apa temuan penelitian tersebut ada baiknya kita terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan pengobatan alternatif dan komplementer dalam bidang kedokteran.

 

Berbagai Definisi dari Pengobatan Alternatif dan Komplementer

Obat alternatif
Obat alternatif (sumber: pixabay.com)

Sebagian orang menganggap suatu pengobatan yang cukup “alami” sebagai pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.

 

Sebagian lainnya beranggapan bahwa metode pengobatan ini cenderung diberikan oleh profesional non kesehatan jadi berdasarkan oleh siapa yang memberikannya.

 

Pengobatan alternatif telah menjalani evolusi dari yang sebelumnya disebut sebagai metode perdukunan kini berkembang menjadi terapi alternatif.

Istilah pengobatan alternatif lebih sering didengar dan memiliki arti bahwa metode ini merupakan alternatif dari pengobatan konvensional.

 

Para pendukung metode ini tidak setuju dengan pernyataan di atas sehingga menambahkan pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.

 

Dampaknya, intervensi yang tidak masuk akal, tidak terbukti, atau bisa dibilang berbahaya dapat masuk ke dalam kategori pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.

 

Mengapa Memahami Pengobatan Alternatif dan Komplementer yang Digunakan pada Kanker Menjadi Penting?

Obat Alami
Obat Alami (sumber: pixabay.com)

Penggunaan pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer yang luas tetapi tidak dinyatakan secara jujur berpotensi membahayakan pengobatan kanker.

 

Banyak pasien kanker meninggalkan perawatan kanker berbasis ilmu pengetahuan dan beralih menggunakan pelayanan kesehatan alternatif atau bahkan menggunakan keduanya secara bersamaan.

 

Beberapa produk obat alternatif dapat mempengaruhi atau meningkatkan risiko perdarahan atau bahkan menyebabkan kemoterapi yang diberikan menjadi tidak efektif.

 

Khususnya pada pasien yang masih menjalani pengobatan konvensional dengan kemoterapi namun menyembunyikan fakta bahwa ia juga menggunakan obat alternatif.

 

Kondisi di atas adalah hal yang sering ditemukan. Publikasi ilmiah menunjukkan sekitar 20 hingga 77 persen pasien kanker tidak mengungkapkan bahwa mereka juga menggunakan obat alternatif atau komplementer.

 

Penelitian yang akan saya tampilkan dalam artikel ini adalah sebuah tinjauan sistematis.

 

Sebuah pencarian komprehensif terhadap literatur medis untuk seluruh penelitian yang kemudian dirangkum menjadi analisis tunggal.

 

Penelitian yang dirangkum adalah penelitian berbahasa Inggris dengan tujuan menentukan penggunaan pengobatan alternatif dan komplementer yang setidaknya melibatkan 100 pasien kanker aktif.

 

Lalu, apa yang menjadi hasil tinjauan sistematis ini?

 

Hasil Tinjauan Sistematis Tentang Pengobatan Alternatif dan Komplementer pada Pasien Kanker

Pengobatan Alternatif dan Komplementer Pada Kanker
Pengobatan Alternatif dan Komplementer Pada Kanker (sumber: pixabay.com)

Publikasi ilmiah ini berjudul Complementary and alternative medicine use in cancer: A systematic review dan diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice.

 

Para penulis mengidentifikasi 61 studi yang relevan yang mencakup lebih dari 20.000 pasien kanker secara total.

 

Pasien kanker payudara adalah kelompok pasien yang paling umum dipelajari, diikuti oleh kanker hematologi (darah).

 

Menariknya, topik ini sedang diteliti di Amerika Utara. Negara yang paling umum di antara 61 studi adalah Jerman (9), Turki (6), Australia (5), dan Malaysia (5).

 

Ada 4 dari Italia dan Amerika Serikat, dengan beberapa negara lain diwakili oleh 3 atau kurang. Dalam sebagian besar studi, kuesioner yang diisi sendiri adalah sumber data.

 

Yang paling penting, 53 dari 61 studi memiliki definisi pengobatan alternatif dan komplementer yang mencakup terapi pikiran/tubuh.

 

Hanya 5 studi yang meneliti “terapi biologis” seperti obat herbal atau suplemen makanan.

 

Secara keseluruhan, keragaman dan definisi pengobatan alternatif berfungsi untuk memperkirakan populasi pengguna obat alternatif secara berlebihan.

 

Lalu, apa yang menjadi hasil tinjauan sistematis ini:

 

Prevalensi

Rata-rata, 51% pasien kanker menggunakan pengobatan alternatif & komplementer dengan rentang prevalensi mulai dari 16,5% hingga 93,4%.

 

Para penulis berusaha memecah pasien kanker ini berdasarkan jenis kanker, tetapi analisis statistik tidak menunjukkan perbedaan antara kelompok.

 

Selain itu, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara negara yang berbeda dalam hal prevalensi penggunaan.

 

Demografis

56 dari 61 studi melihat demografi pengguna. Prediktor paling umum penggunaan obat alternatif dan komplementer adalah:

  • Perempuan
  • Pendidikan yang lebih tinggi
  • Usia muda
  • Penghasilan yang lebih tinggi
  • Penggunaan terapi alternatif & komplementer sebelumnya

 

Alasan Menggunakan Terapi Alternatif dan Komplementer

Keinginan untuk mengobati atau menyembuhkan kanker adalah alasan yang paling sering dikutip untuk digunakan, tercatat dalam 74% penelitian.

 

Alasan lain yang diberikan termasuk niat untuk mengobati komplikasi (misalnya, efek samping kemoterapi) (61%), mempengaruhi kesehatan umum (misalnya, meningkatkan kekebalan tubuh) (57%), pengobatan holistik (57%), “Mengambil Kontrol” atau “Tidak ingin ketinggalan sebuah peluang untuk kesembuhan”(46%) dan kepercayaan pada obat alternatif dan komplementer atau ketidakpuasan dengan pengobatan konvensional (34%).

 

Kesimpulan

Jika Pengobatan alternatif berfungsi dan sesuai dengan prinsip ilmiah maka dapat dijadikan pertimbangan serta bukan sekedar alternatif dari pengobatan konvensional.

 

Sayangnya, tidak terdapat banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa perawatan kesehatan alternatif dan komplementer bermanfaat untuk pasien kanker bahkan bila diberikan bersamaan dengan terapi konvensional.

 

Yang paling penting harus diingat bahwa apa pun metode pengobatannya semuanya memiliki risiko termasuk pengobatan alternatif & komplementer.

 

Namun, pasien kanker mungkin lebih bersedia menerima risiko dari obat alternatif dan komplementer.

 

Penelitian tinjauan sistematis yang saya gambarkan pada artikel ini mengonfirmasi bahwa sebagian besar pasien kanker menggunakan pelayanan kesehatan alternatif dan komplementer.

 

Peran dokter seharusnya dapat membuat pasien kanker nyaman untuk mendiskusikan pengobatan alternatif & komplementer dengan dokter mereka.

 

Dokter harus melakukan pendekatan untuk tidak menghakimi pandangan pasien terhadap penggunaan pengobatan alternatif & komplementer  sambil memberikan informasi ilmiah terbaik.

 

Tujuan hal di atas adalah untuk mendukung prinsip etik autonomi pada pasien dan perawatan kanker yang optimal dan aman.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Complementary and alternative medicine use in cancer: A systematic review

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1744388118307679?via%3Dihub

  1. “Integrative” medicine versus “alternative” medicine

https://sciencebasedmedicine.org/integrative-medicine-versus-alternative-medicine/

Featured Image kurma

Kurma: Manfaat Kesehatan Buah Favorit Rasulullah

Kurma merupakan buah yang banyak dikonsumsi di bulan ramadan. Buah ini juga menjadi salah satu favorit Rasulullah dan disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur’an dan juga hadist nabi.1

Kurma untuk kesehatan
Kurma untuk kesehatan (sumber: pixabay.com)

Beberapa tahun terakhir buah ini bahkan menjadi salah satu jenis buah yang paling populer bukan saja di negara-negara arab tapi juga di negara-negara barat.

 

Di negara barat, kurma pada umumnya dijual dalam bentuk buah yang dikeringkan.

 

Kurma kering memiliki penampilan dengan kulit buah yang keriput. Buah kurma segar memiliki kulit yang halus.

 

Ukuran buah ini juga beragam bergantung pada varietasnya dan warnanya juga bervariasi mulai dari merah terang hingga kuning cerah.

 

Daging buahnya agak kenyal dengan rasa manis. Buah ini juga memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi kesehatan tubuh kita.

 

Artikel ini akan membahas 6 manfaat kesehatan bila kita mengonsumsi buah favorit rasulullah ini.

 

Manfaat Pertama: Kurma Sangat Bergizi

pohon kurma
pohon kurma (sumber: pixabay.com)

Buah ini kaya amat bergizi dan memiliki profil nutrisi yang baik.

 

Buah ini pada umumnya dikonsumsi dalam bentuk buah kering sehingga kandungan kalorinya lebih tinggi dibandingkan dengan buah segar.

 

Kandungan nutrisi buah kurma mirip dengan buah kering lainnya misalnya kismis.

 

Sebagian besar kalori pada buah ini berasal dari karbohidrat. Buah ini juga mengandung protein dalam jumlah yang kecil.

 

Terlepas dari kandungan kalori, buah ini juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting selain jumlah serat yang cukup besar.

 

Satu porsi buah ini (100 gram) memiliki nutrisi sebagai berikut2:

  • Kalori: 277
  • Karbohidrat: 75 gram
  • Serat: 7 gram
  • Protein: 2 gram
  • Kalium: 20% dari kebutuhan asupan harian
  • Magnesium: 14% dari kebutuhan asupan harian
  • Tembaga: 18% dari kebutuhan asupan harian
  • Mangan: 15% dari kebutuhan asupan harian
  • Zat Besi: 5% dari kebutuhan asupan harian
  • Vitamin B6: 12% dari kebutuhan asupan harian

 

Kurma juga mengandung antioksidan yang tinggi dan berkontribusi besar terhadap manfaat kesehatan buah ini.3

 

Kurma mengandung beberapa vitamin dan mineral, selain serat dan antioksidan. Namun, buah ini pada umumnya memiliki kalori yang tinggi karena dikonsumsi dalam bentuk buah kering.

 

Manfaat Kedua: Buah Kaya Akan Serat

buah manis kaya manfaat
buah manis kaya manfaat (sumber: pixabay.com)

Mengonsumsi serat sangat penting bagi kesehatan kita secara keseluruhan.

 

Dengan kandungan serat hampir 7 gram satu porsi (100 gr) mengonsumsi buah ini akan meningkatkan asupan serat Anda.

 

Serat bermanfaat terutama bagi sistem pencernaan dan mencegah sembelit atau konstipasi. Mengonsumsi serat juga dapat memudahkan kita buang air besar teratur.4

 

Sebuah penelitian melibatkan 21 orang yang mengonsumsi 7 kurma per hari selama 21 hari menunjukkan bahwa terdapat peningkatan frekuensi buang air besar dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi buah ini.5

 

Serat dalam buah ini juga terbukti bermanfaat dalam mengontrol kadar gula dalam darah. Serat akan memperlambat proses pencernaan dan membantu mencegah kenaikan kadar gula darah setelah makan.6

 

 

Oleh sebab itu, buah ini memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik adalah pengukuran terkait dengan seberapa cepat gula darah kita naik setelah mengonsumsi makanan tertentu.7

 

Kurma mengandung serat yang tinggi dan bermanfaat untuk mencegah sembelit dan mengontrol kadar gula darah.

 

Manfaat Ketiga: Kaya Antioksidan untuk Melawan Penyakit

Penyajian buah kesukaan rasullulah
Penyajian buah kesukaan rasullulah (sumber: pixabay.com)

Buah kesukaan Nabi Muhammad ﷺ  ini  mengandung berbagai antioksidan dengan bermacam manfaat kesehatan yang diberikan termasuk mengurangi risiko beberapa penyakit.

 

Antioksidan melindungi sel-sel kita dari radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh kita dan menyebabkan penyakit.8

 

Dibandingkan dengan beberapa jenis buah lainnya, seperti buah ara atau plum kering, buah ini memiliki kandungan antioksidan tertinggi.9

 

Berikut 3 antioksidan utama yang kita dapatkan bila makan buah ini:

  1. Flavonoid: flavonoid adalah antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan telah diteliti potensinya dalam menurunkan risiko diabetes, penyakit Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.
  2. Karotenoid: antioksidan ini terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan dapat mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula (bintik kuning pada bagian dalam bola mata)
  3. Asam Fenolik: antioksidan ini sangat dikenal sebagai anti inflamasi. Asam fenolik dapat membantu untuk menyehatkan jantung dan mencegah kanker.

 

Kurma mengandung berbagai jenis antioksidan yang dapat membantu mencegah perkembangan beberapa penyakit kronis tertentu seperti penyakit jantung, kanker, penyakit Alzheimer, dan diabetes.

 

Manfaat Keempat: Kurma Meningkatkan Kesehatan Otak

berbagai jenis kurma
berbagai jenis kurma (sumber: pixabay.com)

Mengonsumsi buah ini dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa kurma bermanfaat menurunkan penanda peradangan (inflamasi) seperti interleukin-6 (IL-6) di otak. Kadar IL-6 tinggi erat kaitannya dengan penyakit neurodegeneratif yang lebih tinggi seperti Alzheimer.10

 

Selain itu, penelitian pada hewan coba juga menunjukkan bahwa kurma bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid, yang dapat membentuk plak di otak.

 

Ketika plak ini menumpuk di otak, plak akan mengganggu komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian sel otak dan penyakit Alzheimer.

 

Satu penelitian lainnya pada hewan coba menemukan bahwa tikus yang diberi makan makanan yang dicampur dengan buah ini memiliki daya ingat dan kemampuan belajar yang lebih baik secara signifikan, serta perilaku yang kurang terkait dengan kecemasan, dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan buah ini.

 

Peningkatan fungsi otak setelah mengonsumsi buah ini telah dikaitkan dengan kandungan antioksidan yang dikenal untuk mengurangi peradangan, termasuk flavonoid.

 

Namun, penelitian pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi peran buah ini dalam kesehatan otak.

 

Kurma dapat membantu menurunkan peradangan dan mencegah pembentukan plak di otak, yang penting untuk mencegah penyakit Alzheimer.

 

Manfaat Kelima: Pemanis Alami Yang Baik

buah dan kesehatan jantung
buah dan kesehatan jantung (sumber: pixabay.com)

Buah yang identik dengan buah gurun pasir ini merupakan sumber fruktosa. Fruktosa merupakan jenis gula alami yang sering ditemukan dalam buah.

 

Oleh karena itu, buah ini sangat manis dan memiliki rasa seperti karamel yang lembut. Buah ini merupakan pengganti yang sehat untuk pemanis seperti gula putih dengan tambahan nutrisi, serat, dan antioksidan.

 

Cara terbaik untuk mengganti gula putih dengan kurma adalah dengan membuat pasta kurma.

 

Pasta kurma dapat dibuat dengan mencampurkan air pada kurma lalu diblender. Gula dapat diganti dengan pasta kurma melalui aturan praktis rasio 1:1.

 

Misalnya bila resep membutuhkan 1 cangkir gula pasir maka Anda butuh mengganti gula tersebut dengan 1 cangkir pasta kurma juga.

 

Kurma adalah pengganti gula yang sehat dalam resep karena rasanya yang manis, nutrisi, serat, dan antioksidan.

 

Manfaat Keenam: Manfaat Kesehatan Potensial Kurma Lainnya

kurma kering
kurma kering (sumber: pixabay.com)

Buah ini telah diklaim memiliki beberapa manfaat kesehatan lain yang belum diteliti secara luas.

 

Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Kesehatan tulang: buah ini mengandung beberapa mineral, termasuk fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Semua ini telah dipelajari untuk potensinya dalam mencegah kondisi terkait tulang seperti osteoporosis.11
  • Kontrol gula darah: buah ini berpotensi membantu pengaturan gula darah karena indeks glikemiknya yang rendah, serat dan antioksidan. Dengan demikian, memakannya dapat bermanfaat bagi manajemen diabetes.

 

Meskipun potensi manfaat kesehatan ini menjanjikan, lebih banyak penelitian pada manusia diperlukan sebelum kesimpulan dapat dibuat.

 

Kurma diklaim dapat meningkatkan kesehatan tulang dan membantu mengendalikan gula darah, tetapi efek ini belum diteliti secara memadai.

 

Kesimpulan

Kurma adalah buah yang sangat sehat untuk dimasukkan dalam diet Anda.

 

Mereka kaya akan nutrisi, serat dan antioksidan, yang semuanya dapat memberikan manfaat kesehatan mulai dari peningkatan fungsi sistem pencernaan hingga pengurangan risiko penyakit.

 

Ada beberapa cara untuk menambahkan kurma ke dalam diet Anda. Salah satu cara populer untuk memakannya adalah sebagai pemanis alami dalam berbagai hidangan. Buah ini juga dapat dijadikan camilan yang enak.

 

Pada bulan ramadan ini sangat disarankan bagi Anda mengonsumsi kurma baik pada waktu berbuka dan juga sahur.

Featured Image karoshi

Karoshi: Tinjauan Kematian Karena Kelelahan Bekerja

Kematian karena kelelahan bekerja saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di Jepang dan Cina. Istilah Karoshi sendiri berasal dari Jepang dan memiliki arti sebagai “Meninggal karena kerja berlebihan” atau “overwork death”.

kematian karena kelelahan
(Sumber: pixabay.com)

Penyebab kematian utama pada kasus karoshi adalah kematian mendadak akibat serangan jantung dan stroke karena stres, dan kelaparan sebab tidak mengonsumsi makanan.

 

Fenomena ini telah menyebar ke bagian lain dari Asia dan sedang menjadi topik perbincangan hangat pasca PEMILU di Indonesia.

 

Hingga tulisan ini saya buat dan berdasarkan rilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia pada tanggal 05 Mei 2019 lebih kurang 440 orang Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan 3.788 orang sakit serta harus menjalani perawatan di rumah sakit.

 

Pro dan kontra muncul seiring dengan bertambah banyaknya orang-orang yang diberikan amanah menjaga suara rakyat dalam PEMILU ini “Meninggal”.

 

KPU menyatakan bahwa KPPS yang meninggal disebabkan karena kelelahan bekerja.

 

Di sisi lain, banyak orang yang menduga ada sesuatu hal yang tidak wajar terkait banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia pada PEMILU tahun ini.

 

Atas dasar tersebut saya mencoba untuk memberikan gambaran terkait dengan apa yang sebenarnya terjadi pada pekerja yang mengalami Karoshi atau kematian karena kelelahan bekerja dan bagaimana kondisi ini dapat terjadi.

 

Apa itu Karoshi?

depresi karena pekerjaan
depresi karena pekerjaan (Sumber: pixabay.com)

Karoshi merupakan istilah bahasa Jepang yang berarti kematian karena bekerja secara berlebihan.

 

Istilah ini pertama kali muncul pada tahun 1969 dan para peneliti di Jepang mulai meneliti Karoshi sejak 1980 dalam rangka merespons peningkatan kasus gangguan mental pada para pekerja.

 

Kondisi bekerja secara berlebihan ini akan menyebabkan penyakit kardiovaskular dan stroke.

 

Karoshi juga istilah yang digunakan pada orang-orang yang melakukan tindakan bunuh diri karena tidak sanggup menahan beban kerja secara berlebihan.

 

Kondisi ini telah menjadi epidemik terutama di negara Jepang dan Cina dan memiliki hasil yang sangat buruk untuk penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular.

 

Sebuah meta analisis besar yang dilakukan pada populasi pekerja dalam jumlah besar menunjukkan bahwa pekerja yang bekerja untuk waktu yang panjang memiliki risiko stroke dan juga penyakit jantung koroner yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja yang bekerja pada waktu standar.

 

Stres yang muncul karena pekerjaan memiliki peran utama dalam onset terjadinya penyakit kardiovaskular.

 

Undang-undang di Jepang Tahun 2014 mendefinisikan Karoshi sebagai salah satu dari berikut:

  1. Kematian karena penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja berlebihan; atau
  2. Bunuh diri yang disebabkan oleh gangguan mental karena stres berat di tempat kerja; atau
  3. Penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja yang berlebihan atau gangguan mental akibat stres berat di tempat kerja (didefinisikan oleh timbulnya suatu kondisi penyakit dan tidak selalu mengarah pada kematian).

 

Kemudian, berapa lama beban kerja yang menyebabkan seseorang mengalami kelelahan yang berujung kematian?

 

Berapa lama waktu ideal bekerja bagi setiap orang?

Karoshi kelelahan bekerja
kelelahan bekerja (Sumber: pixabay.com)

Di Jepang, jam kerja yang berlebihan didefinisikan sebagai bekerja lebih dari 51 jam per minggu atau lebih dari 45 jam kerja lembur per bulan.

 

Di Indonesia sendiri berdasarkan Undang-Undang No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa jam kerja ideal karyawan adalah:

  • Untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu, jam kerjanya adalah 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu.
  • Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam 1 minggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 minggu.

 

Banyak penelitian menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang menginduksi risiko stroke atau penyakit jantung yang lebih tinggi dibandingkan jam kerja standar.

 

Peningkatan risiko penyakit jantung koroner (meningkat 13%) dan stroke (meningkat 33%) lebih tinggi pada orang yang menjalani jam kerja panjang (55 jam per minggu) dibandingkan orang yang menjalani jam kerja standar (35-40 jam per minggu).

 

Bila beban kerja berlebihan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stoke. Lalu, mekanisme apa yang sebenarnya terjadi pada Karoshi sehingga menyebabkan seseorang meninggal dunia?

 

Penyebab Terjadinya Karoshi

Karoshi: kematian akibat kerja
kematian akibat kerja (Sumber: pixabay.com)

Mekanisme patofisiologis terkait hubungan stres pekerjaan dan penyakit kardiovaskular masih belum jelas.

 

Penelitian Otsui K, yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Thrombosis and Thrombolysis, menunjukkan bahwa terlalu banyak bekerja akan mempercepat reaksi pembekuan darah (trombotik).

 

Percepatan reaksi ini mungkin memperjelas patogenesis penyakit kardiovaskular terkait dengan kerja berlebihan.

 

Penelitian ini juga menemukan bahwa tes trombosis global (sebuah tes in vitro terbaru) merupakan alat yang baik untuk mengevaluasi tingkat kelelahan.

 

Penelitian terbaru pada hewan coba yang dilakukan uji berenang paksa sebagai model kelelahan dalam bekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan jaringan otot jantung (miokard) tikus yang melakukan uji berenang paksa (1 jam per hari, selama 30 hari berturut-turut mengalami penurunan (down regulation) Caveolin-1 disertai dengan aktivasi cSrc dan menghasilkan penurunan tingkat onnexin43 (Cx43).

 

Molekul-molekul tersebut merupakan molekul miokard yang terkait dengan kejadian aritmia.

 

Fibrosis interstitial miokard yang berhubungan dengan penyimpangan sistem kelistrikan jantung (elektrofisiologis) yang juga menjadi penyebab aritmia ditemukan pula pada model hewan coba yang terlalu banyak bekerja.

 

Penelitian ini menyimpulkan hubungan antara Karoshi dengan aritmia jantung.

 

Sebuah laporan kasus terbaru juga mengambarkan seorang pria paruh baya yang mengalami fibrilasi ventrikel (gangguan irama pada bagian serambi jantung) idiopatik setelah menjalani jam kerja secara berlebihan dan kurang tidur.

 

Selain itu, stres psiko-sosial terutama pada pekerjaan dengan tekanan tinggi juga meningkatkan kondisi penyakit kardiovaskular.

 

Faktor psikologis juga berpotensi memicu penyakit jantung.

 

Kelelahan karena terlalu banyak bekerja juga dipercayai terkait dengan kegugupan, kecemasan, depresi, masalah sosial atau psikologis yang dalam jangka panjang menyebabkan gangguan endrokrin dan metabolisme.

 

Temuan yang menarik adalah pada banyak kasus Karoshi, pekerja yang meninggal adalah para pekerja yang menjalani kelelahan dan jam kerja berlebihan dalam waktu berbulan-bulan.

 

Sangat jarang kasus Karoshi yang menyebabkan kematian terjadi secara akut dimana seorang pekerja meninggal setelah kelelahan bekerja hanya selama beberapa hari.

 

Meskipun demikian, kondisi kematian mendadak ini dapat terjadi bila aritmia terjadi dan tidak termasuk kemungkinan kematian mendadak lainnya seperti alergi atau keracunan.

 

Lalu, pekerja bidang apakah yang paling banyak mengalami Karoshi?

 

Siapa yang paling banyak mengalami Karoshi?

depresi karena kerja
Depresi karena kerja (Sumber: pixabay.com)

Karoshi merupakan suatu bentuk lain dari kematian mendadak dan tak terduga.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan kematian mendadak sebagai kematian, tanpa kekerasan dan tidak dapat dijelaskan, terjadi dalam 24 jam setelah timbulnya gejala.

 

Setiap tahun, lebih dari 2 juta orang meninggal karena kematian mendadak.

 

Kasus kematian mendadak juga telah dijelaskan dalam berbagai pekerjaan dan usia dan sedikit kasusnya terjadi pada dokter.

 

Karoshi menjadi salah satu masalah utama pada praktisi medis muda di rumah sakit tersier Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

 

Di Jepang, kematian pekerja terakhir yang ditentukan sebagai karoshi adalah jurnalis berusia 31 tahun Miwa Sado.

 

Dia dilaporkan menjalani 159 jam lembur dalam satu bulan di jaringan berita NHK, sebelum meninggal karena gagal jantung pada Juli 2013.

 

Kematiannya diumumkan sebagai karoshi pada awal Oktober 2017.

 

Sebelumnya, Matsuri Takahashi yang berusia 24 tahun bekerja lembur 105 jam dalam sebulan di agensi iklan Jepang Dentsu.

 

Takahashi melompat dari atap kantornya pada Hari Natal 2015. Tadashi Ishii, presiden dan CEO Dentsu, mengundurkan diri sebulan kemudian karena kasus ini.

 

Sebuah laporan tahun 2016 yang meneliti kasus-kasus Karoshi dan penyebab kematian mereka menemukan bahwa lebih dari 20% orang dalam survei terhadap 10.000 pekerja Jepang mengatakan mereka bekerja setidaknya 80 jam lembur dalam sebulan.

 

Di Amerika Serikat, 16,4% orang bekerja rata-rata 49 jam atau lebih setiap minggu.

 

Di Jepang, lebih dari 20% bekerja rata-rata 49 jam setiap minggu, menurut laporan itu.

 

Kesimpulan

Karoshi merupakan istilah bahasa Jepang yang berarti kematian karena bekerja secara berlebihan.

 

Kondisi ini didefinisikan sebagai Kematian karena penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja berlebihan; atau

 

Bunuh diri yang disebabkan oleh gangguan mental karena stres berat di tempat kerja; atau

 

Penyakit jantung serebrovaskular atau iskemik karena beban kerja yang berlebihan atau gangguan mental akibat stres berat di tempat kerja (didefinisikan oleh timbulnya suatu kondisi penyakit dan tidak selalu mengarah pada kematian).

 

Meskipun demikian, kondisi ini sangat jarang terjadi secara mendadak sebab biasanya muncul pada orang yang terpapar kelelahan karena kerja berlebihan selama berbulan-bulan.

 

Beberapa kasus kecil kondisi kematian mendadak karena kelelahan disebut sebagai Karoshi karena fibrilasi ventrikel idiopatik dan tidak menutup kemungkinan kematian mendadak yang terkait dengan keracunan atau alergi (reaksi anafilaksis).

 

Referensi

Featured Image pertolongan pertama

Pertolongan Pertama: Semua Bisa Jadi Penyelamat

Pertolongan pertama adalah bantuan atau perawatan awal yang diberikan kepada seseorang yang terluka atau sakit. Orang yang memberikan bantuan ini disebut sebagai penolong pertama atau awal.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran kepada Anda terkait langkah-langkah untuk menjadi penolong pertama.

 

Termasuk gambaran persiapan secara psikologis dan emosional.

 

Artikel ini juga memberikan saran praktis tentang apa yang harus dan tidak seharusnya Anda lakukan dalam keadaan darurat.

 

Apa yang dimaksud dengan penolong pertama?

ilustrasi pertolongan pertama
ilustrasi pertolongan pertama (Sumber: Pixabay.com)

Pertolongan pertama mengacu pada tindakan yang diambil sebagai respons terhadap seseorang yang terluka atau sakit.

 

Penolong pertama adalah orang yang melakukan tindakan ini sambil menjaga agar semua orang yang terlibat tetap aman dan tidak menyebabkan bahaya lebih lanjut saat melakukannya.

 

Anda harus mengambil tindakan yang paling menguntungkan korban.

 

Selalu perhitungkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman Anda sendiri.

 

Salah satu aturan utama pertolongan pertama adalah memastikan bahwa area di sekitar korban aman bagi Anda sebelum Anda mendekati korban.

 

Jangan mencoba untuk menjadi pahlawan dalam situasi berbahaya.

 

Jika Anda menempatkan diri Anda dalam risiko bahaya, Anda tidak mungkin dapat membantu orang lain.

 

Anda malah bisa menjadi korban berikutnya.

 

Jika tidak aman, jangan mendekati korban, tetapi hubungi bantuan gawat darurat atau cari pertolongan.

 

 

Prioritas Pertolongan Pertama

ilustrasi resusitasi jantung paru
ilustrasi resusitasi jantung paru (Sumber: Pixabay.com)

Penolong pertama memiliki beberapa prioritas terkait hal-hal yang harus dilakukan ketika akan memberikan bantuan.

 

Prioritas tersebut antara lain:

  • Menilai suatu situasi dengan cepat dan tenang.
  • Lindungi diri Anda dan korban dari bahaya – jangan pernah menempatkan diri Anda dalam risiko
  • Cegah infeksi silang antara Anda dan korban sejauh mungkin
  • Menghibur dan meyakinkan korban setiap saat.
  • Nilai korban: identifikasi, sejauh yang Anda bisa, cedera atau sifat penyakit yang memengaruhi korban
  • Berikan pengobatan dini, dan obati korban dengan kondisi paling serius (mengancam jiwa) terlebih dahulu.
  • Mengatur bantuan yang tepat: hubungi bantuan darurat jika Anda mencurigai adanya cedera atau penyakit serius; membawa atau mengirim korban ke rumah sakit; mencari bantuan medis, atau membawanya pulang.
  • Tetap dengan korban sampai perawatan yang tepat tersedia.

 

 

Mempersiapkan Diri Menjadi Penolong Pertama

penolong pertama
penolong pertama (Sumber: Pixabay.com)

Ketika menanggapi keadaan darurat, penting untuk mengenali kebutuhan emosional dan fisik semua yang terlibat, termasuk kebutuhan Anda sendiri.

 

Anda harus menjaga kesehatan psikologis Anda sendiri dan dapat mengidentifikasi stres jika hal tersebut datang saat Anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan.

 

 

Respons yang tenang dan penuh perhatian dari Anda yang memfasilitasi kepercayaan dan rasa hormat dari orang-orang di sekitar Anda adalah dasar bagi Anda untuk dapat memberikan atau menerima informasi dari seorang korban atau saksi secara efektif.

 

Tindakan ini termasuk menyadari, dan mengelola reaksi Anda, sehingga Anda dapat fokus pada korban dan membuat penilaian.

 

Dengan berbicara kepada seorang korban dengan cara yang baik hati, penuh perhatian, lembut tetapi tegas, Anda akan menginspirasi kepercayaan diri dalam tindakan Anda.

 

Sikap ini akan menghasilkan kepercayaan antara Anda dan para korban.

 

Tanpa rasa percaya diri ini, korban mungkin tidak dapat memberi tahu Anda tentang peristiwa penting, cedera, atau gejala, dan korban mungkin tetap dalam keadaan sangat tertekan.

 

Langkah-langkah kunci untuk menjadi penolong pertama yang efektif adalah:

  • Tetap tenang
  • Waspadai risiko (untuk diri sendiri dan orang lain)
  • Bangun dan pertahankan kepercayaan (dari korban dan orang yang ada di sekitarnya)
  • Berikan perawatan dini, perawatan yang paling serius (mengancam jiwa) syarat terlebih dahulu
  • Hubungi bantuan yang sesuai
  • Ingat kebutuhan Anda sendiri

 

Tetap Tenang Ketika Menjadi Penolong Pertama

korban yang butuh pertolongan pertama
korban yang butuh pertolongan pertama (Sumber: Pixabay.com)

Penting untuk bersikap tenang ketika Anda memberikan pertolongan pertama.

 

Pertimbangkan situasi apa yang mungkin menantang Anda, dan bagaimana Anda akan menghadapinya.

 

Untuk menyampaikan kepercayaan kepada orang lain dan mendorong mereka untuk mempercayai Anda, Anda perlu mengendalikan emosi dan reaksi Anda.

 

Orang sering takut akan hal yang tidak diketahui.

 

Menjadi lebih terbiasa dengan prioritas pertolongan pertama dan teknik-teknik pertolongan pertama dapat membantu Anda merasa lebih nyaman.

 

Dengan mengidentifikasi ketakutan Anda sebelumnya, Anda dapat mengambil langkah untuk mengatasinya.

 

Cari tahu sebanyak mungkin, misalnya, dengan menyelesaikan program pembelajaran pertolongan pertama dengan salah satu Lembaga pelatihan.

 

Untuk jaminan tambahan, bicarakan dengan orang lain tentang bagaimana mereka menghadapi situasi yang sama atau bicarakan ketakutan Anda dengan orang yang Anda percayai.

 

Penolong Pertama Harus Bisa Mengontrol Diri

alat dan bahan pertolongan pertama
alat dan bahan pertolongan pertama (Sumber: Pixabay.com)

Dalam situasi darurat, tubuh merespons dengan melepaskan hormon yang dapat menyebabkan respons “melawan, melarikan diri, atau membeku”.

 

Ketika ini terjadi, jantung Anda berdetak lebih cepat, pernapasan Anda lebih cepat dan Anda mungkin lebih banyak berkeringat.

 

Anda mungkin juga merasa lebih waspada, ingin melarikan diri atau merasa terpaku di tempat.

 

Jika Anda merasa kewalahan dan sedikit panik, Anda mungkin merasa tertekan untuk melakukan sesuatu sebelum Anda jelas tentang apa yang dibutuhkan.

 

Berhentilah sejenak dan ambil nafas yang dalam.

 

Pertimbangkan siapa lagi yang mungkin membantu Anda merasa lebih tenang, dan ingatkan diri Anda tentang prioritas pertolongan pertama (berlawanan).

 

Jika Anda masih merasa kewalahan, tarik napas lagi dan katakan pada diri sendiri “lebih tenang” sebagai isyarat.

 

Ketika Anda tenang, Anda akan dapat berpikir lebih jernih dan merencanakan respons Anda.

 

Pikiran yang Anda miliki terkait dengan cara Anda berperilaku dan perasaan Anda.

 

Jika Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat mengatasinya, Anda akan lebih sulit menentukan apa yang harus dilakukan dan akan merasa lebih cemas: lebih siap untuk bertarung, melarikan diri atau terpaku.

 

Jika Anda tahu cara menenangkan diri, Anda akan lebih mampu mengatasi kecemasan Anda dan membantu korban.

 

Memberikan Pertolongan Pertama

Terdapat beberapa langkah-langkah dalam memberikan pertolongan pertama. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Membangun kepercayaan awal dengan korban
  2. Mengatasi korban yang menolak pertolongan pertama
  3. Memberikan pertolongan pertama
  4. Mendapatkan bantuan dari orang lain
  5. Membuat catatan

 

Membangun kepercayaan awal pada pertolongan pertama

Gunakan mata dan telinga Anda untuk mengetahui bagaimana respons seorang korban.

 

Dengarkan dengan menunjukkan keterampilan mendengarkan verbal dan non-verbal.

 

  • Lakukan kontak mata, tetapi lihatlah sekarang dan kemudian agar tidak menatap.
  • Gunakan suara yang tenang dan percaya diri yang cukup keras untuk didengar tetapi jangan berteriak.
  • Jangan berbicara terlalu cepat.
  • Buat instruksi sederhana: gunakan kalimat pendek dan kata-kata sederhana.
  • Gunakan anggukan dan “mmm” untuk menunjukkan bahwa Anda mendengarkan ketika korban berbicara.
  • Periksa apakah korban mengerti maksud Anda – minta untuk memastikan.
  • Gunakan gerakan dan gerakan tangan yang sederhana.
  • Jangan menyela korban, tetapi selalu mengakui apa yang dikatakan kepada Anda; misalnya, dengan merangkum apa yang dikatakan korban untuk menunjukkan bahwa Anda mengerti

 

Semoga tips-tips seputar bagaimana seorang penolong pertama bersikap di atas dapat membantu Anda untuk menyelamatkan lebih banyak orang yang membutuhkan pertolongan.

 

Referensi
  1. John F. 2018. The Complete First Aid Pocket Guide: Step-by-Step Treatment for All Your Medical Emergency. New York: Adams Media
  2. Dunne J et al. 2016. First Aid Manual. Revised 10th edition. London: Dorling Kindersley
Featured Image Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Kulit kita berperan untuk melindungi dan menjaga suhu tubuh tetap normal. Kulit kita dapat rusak karena terpapar dengan api, cairan panas, atau zat kaustik. Pada artikel ini kami menjabarkan langkah-langkah pertolongan pertama pada luka bakar.

pertolongan pertama pada luka bakar
pertolongan pertama pada luka bakar | I, Jkl-foto [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons
Artikel ini berisi saran tentang cara penilaian luka bakar baik ringan maupun berat.

 

Penilaian luka bakar sebagai langkah awal pertolongan pertama pada luka bakar

Ketika kulit rusak karena terbakar, kulit tidak dapat berfungsi secara efektif sebagai penghalang alami terhadap infeksi.

 

Selain itu, cairan tubuh dapat berkurang karena pembuluh darah kecil di kulit membocorkan cairan jaringan (serum).

 

Cairan ini terkumpul di bawah kulit yang menyebabkan kemunculan lecet. Cairan ini juga dapat keluar melalui permukaan kulit.

 

Pada luka bakar juga mungkin ditemukan cedera terkait, kehilangan cairan yang signifikan, dan infeksi dapat terjadi kemudian.

 

Apa yang harus dinilai?

Sangat penting untuk mempertimbangkan keadaan di mana luka bakar terjadi. apakah jalan nafas kemungkinan akan terpengaruh; dan tingkat, lokasi, serta kedalaman luka bakar.

 

Ada banyak kemungkinan penyebab luka bakar (lihat tabel di bawah).

 

Dengan menetapkan penyebab luka bakar, Anda mungkin dapat mengidentifikasi potensi masalah lain yang dapat terjadi.

 

Sebagai contoh, api di ruang tertutup kemungkinan telah menghasilkan gas karbon monoksida beracun, atau asap beracun lainnya mungkin telah dilepaskan jika bahan bakar lainnya terlibat.

 

Jika jalan nafas korban telah terpengaruh, ia mungkin mengalami kesulitan bernafas dan akan membutuhkan perhatian medis segera di rumah sakit.

 

Tabel Kemungkinan Penyebab Luka Bakar

Jenis Luka BakarPenyebab
Luka bakar keringApi

Kontak dengan benda-benda panas, seperti peralatan rumah tangga atau rokok

MelepuhUap panas

Cairan panas, seperti teh dan kopi, atau minyak panas

Luka bakar listrikArus tegangan rendah, seperti yang digunakan oleh peralatan rumah tangga

Arus tegangan tinggi, seperti yang dihantarkan oleh kabel listrik atau kabel bawah tanah

Sambaran petir

Luka bakar radiasiSinar matahari

Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dari sinar matahari

Paparan sumber radioaktif, seperti sinar-X

Luka bakar kimiaBahan kimia industri, termasuk asap yang dihirup dan gas korosif

Bahan kimia dan agen rumah tangga, seperti cat stripper, soda kaustik, pembunuh gulma, pemutih, pembersih oven, atau asam kuat atau bahan kimia alkali lainnya

 

 

Luasnya luka bakar juga akan menunjukkan apakah syok cenderung berkembang.

Menghitung luas luka bakar
Menghitung luas luka bakar | U.S. Department of Health and Human Services [Public domain], via Wikimedia Commons
Syok adalah kondisi yang mengancam jiwa dan terjadi setiap kali ada kehilangan cairan tubuh yang serius.

 

Pada luka bakar yang menutupi sebagian besar tubuh, kehilangan cairan akan signifikan dan risiko syok tinggi.

 

Jika luka bakar ada pada tungkai, cairan mungkin terkumpul di jaringan di sekitarnya, menyebabkan pembengkakan dan nyeri.

 

Penumpukan cairan ini sangat serius jika ekstremitasnya menyempit, misalnya oleh pakaian atau alas kaki.

 

Luka bakar memungkinkan kuman masuk ke kulit dan karena itu membawa risiko infeksi yang serius.

 

Kedalaman Luka Bakar

derajat luka bakar
derajat luka bakar | BruceBlaus [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons
Luka bakar diklasifikasikan menurut kedalaman kerusakan kulit. Ada tiga kedalaman: superfisial (dangkal), parsial, dan penuh.

kulit normal
kulit normal

Korban mungkin menderita satu atau lebih kedalaman terbakar dalam satu insiden.

 

Luka bakar superfisial

luka bakar superfisial
luka bakar superfisial

Luka bakar yang dangkal hanya melibatkan lapisan kulit terluar, epidermis.

 

Biasanya sembuh dengan baik jika pertolongan pertama pada luka bakar diberikan segera dan jika lepuh tidak terbentuk.

 

Sunburn atau terbakar matahari adalah salah satu jenis luka bakar dangkal yang paling umum.

 

Penyebab lainnya termasuk insiden domestik kecil.

 

Luka bakar parsial

luka bakar parsial
luka bakar parsial

Luka bakar dengan kedalaman parsial sangat menyakitkan.

 

Pada kondisi ini, luka bakar merusak epidermis dan menyebabkan kulit menjadi merah dan melepuh.

 

Kondisi ini biasanya sembuh dengan baik, tetapi jika mereka mempengaruhi lebih dari 20 persen tubuh pada orang dewasa dan 10 persen pada anak, luka bakar parsial bisa mengancam jiwa.

 

Luka bakar ketebalan penuh

luka bakar dalam
luka bakar dalam

Pada luka bakar ketebalan penuh (dalam), sensasi nyeri hilang, yang menutupi tingkat keparahan cedera.

 

Kulit mungkin terlihat seperti lilin, pucat, atau gosong dan membutuhkan perhatian medis segera.

 

Pada luka bakar ketebalan penuh juga memiliki kemungkinan ada area luka bakar parsial dan superfisial di sekitarnya.

 

Luka Bakar Yang Membutuhkan Perawatan Medis

kulit melepuh pad a luka bakar
kulit melepuh pada luka bakar | volty [Public domain], via Wikimedia Commons
Jika korbannya adalah anak-anak, korban harus segera mendapatkan perawatan medis atau bawa anak ke rumah sakit.

 

Perawatan medis harus diberikan berapa pun kecilnya luka bakar yang muncul pada anak.

 

Untuk orang dewasa, perawatan medis diberikan untuk luka bakar serius. Luka bakar tersebut termasuk:

  1. Semua luka bakar parsial lebih besar dari 10 persen dari total luas permukaan tubuh
  2. Semua luka bakar yang melibatkan wajah, tangan, kaki, alat kelamin dan area genital, atau persendian utama
  3. Semua luka bakar ketebalan penuh
  4. Luka bakar listrik, termasuk tersambar petir
  5. Luka bakar bahan kimia
  6. Cedera jalanan napas
  7. Korban dengan gangguan medis yang sudah ada sebelumnya yang dapat mempersulit perawatan
  8. Korban dengan trauma serta luka bakar
  9. Korban yang membutuhkan perawatan sosial, emosional, atau rehabilitasi.

 

Jika Anda tidak yakin tentang tingkat keparahan luka bakar, mintalah bantuan medis segera.

 

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Berat dan Melepuh

 

Berhati-hatilah saat merawat luka bakar.

 

Semakin lama pembakaran berlanjut, semakin parah cederanya, dan semakin lama untuk sembuh.

 

Jika korban terluka dalam kebakaran, anggaplah bahwa asap atau udara panas juga memengaruhi pernapasannya.

 

Prioritas Anda adalah mendinginkan luka bakar sesegera mungkin (yang menghentikan proses pembakaran dan mengurangi rasa sakit) dan terus mendinginkan selama setidaknya 10 menit, atau sampai rasa sakitnya hilang.

 

Korban dengan luka bakar parah atau luka bakar luas hampir dipastikan akan menderita syok karena kehilangan cairan dan akan membutuhkan perawatan gawat darurat di rumah sakit.

 

Kemungkinan cedera non-kecelakaan harus selalu dipertimbangkan, tidak peduli berapa usia korban.

 

Simpan catatan akurat tentang apa yang telah terjadi dan perawatan apa pun yang telah Anda berikan.

 

Jika Anda harus melepas atau memotong pakaian, simpanlah potongan pakaian tersebut kalau-kalau ada penyelidikan lebih lanjut.

 

Perhatian

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda ketika melakukan pertama pada luka bakar berat antara lain:

  • Jangan lepaskan apa pun yang menempel di luka bakar; Anda dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut dan menyebabkan infeksi pada area yang terbakar.
  • Jangan memecahkan lecet yang mengembung.
  • Jangan memberikan jenis lotion atau salep apa pun ke area yang terbakar. Tindakan ini dapat merusak jaringan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Penggunaan pembalut, semprotan dan gel khusus untuk mendinginkan luka bakar tidak dianjurkan.
  • Jangan menggunakan pembalut perekat atau menempelkan selotip pada kulit; luka bakar mungkin lebih luas daripada yang pertama kali muncul.
  • Jika korban luka bakar mengalami luka bakar di wajahnya, jangan menutupi luka; Anda dapat menyebabkan korban tercekik dan menghalangi jalan napas.
  • Jangan biarkan korban makan atau minum karena dia mungkin memerlukan tindakan pembiusan (anestesi).

 

Kenali

Hal-hal yang harus dipahami dan dikenali ketika melakukan pertolongan pertama pada luka bakar berat adalah:

  • Kemungkinan area luka bakar superfisial, ketebalan parsial dan/atau ketebalan penuh
  • Nyeri
  • Kesulitan bernapas
  • Gejala syok

 

Tujuan Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Berat

  • Untuk menghentikan proses terbakar sesegera mungkin dan meredakan rasa sakit
  • Untuk mempertahankan jalan napas terbuka
  • Untuk mengobati cedera terkait
  • Untuk meminimalkan risiko infeksi
  • Untuk meminimalkan risiko syok
  • Untuk mengatur pemindahan darurat korban ke rumah sakit
  • Untuk mengumpulkan informasi terkait layanan darurat

 

Apa yang harus dilakukan?

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada luka bakar berat.

  1. Mulailah mendinginkan cedera sesegera mungkin. Siram luka bakar dengan banyak air dingin, tetapi jangan menunda pemindahan korban ke rumah sakit. Bantu korban untuk duduk atau berbaring. Jika memungkinkan, cobalah untuk mencegah area yang terbakar agar tidak bersentuhan dengan tanah untuk menjaga luka bakar sebersih mungkin.
  2. Panggil bantuan dan hubungi layanan bantuan medis darurat atau ambulance. Jika memungkinkan, mintalah seseorang untuk melakukan tindakan ini sementara Anda terus mendinginkan luka bakar.
  3. Lanjutkan mendinginkan area yang terkena setidaknya 10 menit, atau sampai rasa sakitnya hilang. Perhatikan tanda-tanda kesulitan bernafas. Jangan terlalu mendinginkan korban karena Anda dapat menurunkan suhu tubuh ke tingkat yang berbahaya, menyebabkan hipotermia. Kondisi hipotermia adalah bahaya khusus untuk bayi dan orang tua.
  4. Jangan menyentuh atau mengganggu luka bakar. Lepaskan cincin, arloji, ikat pinggang, sepatu, dan pakaian yang terbakar atau membara dengan lembut sebelum jaringan mulai membengkak. Seorang penolong lainnya dapat melakukan ini saat Anda mendinginkan luka bakar. Jangan lepaskan pakaian apa pun yang menempel di luka bakar.
  5. Ketika luka bakar didinginkan, tutupi area yang terluka dengan plastik warp dapur untuk melindunginya dari infeksi. Buang dua gulungan pertama dari gulungan lalu tempelkan memanjang di atas luka bakar. Kantong plastik bersih dapat digunakan untuk menutupi tangan atau kaki; kencangkan dengan perban atau pita perekat yang diaplikasikan di atas plastik warp, bukan di atas kulit yang rusak. Jika tidak ada film plastik yang tersedia, gunakan pembalut steril, atau improvisasi dengan bahan yang tidak berbulu, seperti perban segitiga (mitela).
  6. Yakinkan korbannya dan lakukan pertolongan pertama untuk syok jika perlu. Catat perincian cedera korban. Pantau dan catat tanda-tanda vitalnya seperti pernapasan, denyut nadi, dan tingkat respons sambil menunggu bantuan datang.

 

Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Ringan dan Melepuh

Luka bakar ringan dan luka bakar yang dangkal seringkali disebabkan oleh insiden rumah tangga, seperti menyentuh besi panas atau terkena air atau minyak panas.

 

Kebanyakan luka bakar ringan dapat diobati dengan sukses dengan pertolongan pertama dan akan sembuh secara alami.

 

Namun, Anda harus menasihati korban untuk mencari bantuan medis jika Anda melihat keparahan cedera yang berat.

 

Setelah terbakar, kulit melepuh dapat terbentuk.

 

“Gelembung” tipis ini disebabkan oleh cairan jaringan yang bocor ke area yang terbakar tepat di bawah permukaan kulit.

 

Anda tidak boleh membuka kulit yang melepuh yang disebabkan oleh luka bakar karena Anda berisiko memasukkan infeksi ke dalam luka.

 

Perhatian

Beberapa hal yang harus menjadi perhatian Anda ketika melakukan pertama pada luka bakar ringan antara lain:

  • Jangan merusak kulit yang melepuh atau mengganggu area yang terluka.
  • Jangan mengoleskan pembalut perekat atau pita perekat pada kulit; menghapusnya dapat merusak kulit yang rusak.
  • Jangan mengoleskan salep atau krim; mereka dapat merusak jaringan dan meningkatkan risiko infeksi.
  • Penggunaan pembalut, semprotan dan gel khusus untuk mendinginkan luka bakar tidak dianjurkan.
  • Jangan letakkan plester pada lepuh yang disebabkan oleh luka bakar

 

Kenali

Hal-hal yang harus dipahami dan dikenali ketika melakukan pertolongan pertama pada luka bakar ringan adalah:

  • Kulit memerah
  • Nyeri pada area luka bakar
  • Kulit melepuh

 

Tujuan Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Ringan

  • Untuk menghentikan proses luka bakar
  • Untuk menghilangkan rasa sakit dan bengkak
  • Untuk meminimalkan risiko infeksi

 

Apa yang harus dilakukan?

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada luka bakar ringan.

  1. Alirkan air dingin ke bagian yang mengalami luka bakar selama setidaknya sepuluh menit atau sampai rasa sakitnya hilang. Jika tidak ada air yang tersedia, cairan dingin, tidak berbahaya, seperti susu atau minuman kaleng, dapat digunakan.
  2. Lepaskan perhiasan, jam tangan, ikat pinggang, atau pakaian yang sempit dengan hati-hati dari area yang terluka sebelum mulai membengkak.
  3. Saat luka bakar telah didinginkan, tutup dengan plastik warp dapur atau letakkan kantong plastik bersih di atas kaki atau tangan. Gunakan plastik warp dapur lebih panjang di atas luka bakar, bukan di sekitar tungkai karena jaringan dapat membengkak. Jika Anda tidak memiliki plastik warp dapur atau kantong plastik, gunakan pembalut steril atau pembalut yang tidak berbulu, dan balut dengan longgar.
  4. Carilah bantuan medis jika korbannya adalah anak-anak, atau jika Anda ragu dengan kondisi korban.

 

Kesimpulan Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar

Demikianlah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memberikan pertolongan pertama pada luka bakar berat dan ringan.

 

Ingat bahwa tujuan utama pertolongan pertama pada luka bakar adalah untuk menghentikan perjalanan luka bakar, menghilangkan nyeri, dan menghindari infeksi pada kulit, serta mengatasi masalah lainnya seperti syok.

 

Semoga dapat memberikan kepada Anda pemahaman dan informasi tentang apa yang harus Anda lakukan jika bertemu dengan seseorang yang mengalami luka bakar.

 

Referensi
  1. Hospital and prehospital resources for optimal care of patients with burn injury: guidelines for development and operation of burn centers. American Burn Association. J Burn Care Rehabil. 1990 Mar-Apr;11(2):98-104
  2. Barillo DJ, Goode R. Fire fatality study: demographics of fire victims.  1996 Mar;22(2):85-8
  3. Mzezewa S, Jonsson K, Aberg M, Salemark L. A prospective study on the epidemiology of burns in patients admitted to the Harare burn units.  1999 Sep;25(6):499-504
  4. Snell JA, Loh NH, Mahambrey T, Shokrollahi K. Clinical review: the critical care management of the burn patient. Crit Care. 2013 Oct 7;17(5):241full-text
  5. Baud FJ, Borron SW, Megarbane B, et al. Value of lactic acidosis in the assessment of the severity of acute cyanide poisoning. Crit Care Med. 2002 Sep;30(9):2044-50
  6. Sharma RK, Parashar A. Special considerations in paediatric burn patients. Indian J Plast Surg. 2010 Sep;43(Suppl):S43-50full-text
  7. Sargent RL. Management of blisters in the partial-thickness burn: an integrative research review. J Burn Care Res. 2006 Jan-Feb;27(1):66-81
  8. Barajas-Nava LA, López-Alcalde J, Roqué I Figuls M, Solà I, Bonfill Cosp X. Antibiotic prophylaxis for preventing burn wound infection. Cochrane Database Syst Rev. 2013 Jun 6;6:CD008738
  9. Still JM, Law EJ, Belcher K, Thiruvaiyaru D. A regional medical center’s experience with burns of the elderly. J Burn Care Rehabil. 1999 May-Jun;20(3):218-23
  10. American Burn Association. Advanced Burn Life Support (ABLS). Burn Center Referral Criteria. ABLS PDF
Featured Image Henti Jantung

Henti Jantung: Apa Yang Harus Anda Tahu?

Henti jantung atau cardiac arresst adalah suatu kondisi dimana jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Kondisi ini pada umumnya terjadi karena masalah dengan sistem kelistrikan jantung.

Penyakit Jantung Koroner Sebagai Penyebab Henti Jantung
Penyakit Jantung Koroner Sebagai Penyebab Henti Jantung | Sumber: NIH: National Heart, Lung and Blood Institute [Public domain], via Wikimedia Commons
Ketika henti jantung terjadi, pertolongan medis darurat perlu segera disediakan. Jika tidak, orang tersebut dapat dengan cepat meninggal karena darah tidak dipompa ke seluruh tubuh.

 

Henti jantung tidak sama dengan serangan jantung.

 

Ketika seseorang mengalami serangan jantung, aliran darah ke jantung terganggu. Kondisi serangan jantung mungkin karena masalah dengan arteri koroner, seperti penumpukan plak, gumpalan darah, atau penebalan dinding arteri.

 

Anda dapat membaca lebih lengkap tentang serangan jantung pada artikel berikut ini:

Serangan Jantung: Edukasi Pasien

 

Penyebab Henti Jantung

Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung
Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung

Henti jantung dapat disebabkan oleh:

  • Irama jantung yang cepat dan tidak teratur, mencegah terjadinya proses sirkulasi darah (penyebab paling umum henti jantung mendadak) – fibrilasi ventrikel
  • Irama jantung yang cepat tetapi teratur yang jika berkelanjutan dapat berubah menjadi fibrilasi ventrikel— takikardia ventrikel
  • Detak jantung yang lambat secara dramatis karena kegagalan alat pacu jantung atau blok jantung yang parah (gangguan pada konduksi listrik jantung)
  • Henti pernapasan
  • Tersedak atau tenggelam
  • Sengatan listrik
  • Hipotermia
  • Tiba-tiba kehilangan tekanan darah
  • Komplikasi dari gangguan makan
  • Penyebab tidak dikenal

 

Faktor Risiko Henti Jantung

Faktor risiko adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang lebih mungkin mengalami suatu kondisi atau penyakit.

 

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung meliputi:

  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Kardiomiopati
  • Jantung membesar (kardiomiopati)
  • Penyakit jantung bawaan
  • Katup jantung yang tidak berfungsi dengan baik
  • Kondisi yang mempengaruhi sistem kelistrikan jantung
  • Ketidakseimbangan metabolisme yang parah
  • Efek samping obat seperti dari obat untuk mengobati irama jantung abnormal
  • Kondisi paru-paru
  • Trauma ke dada
  • Kehilangan darah yang ekstensif (cukup banyak)
  • Mengalami gangguan makan
  • Beban kerja jantung yang berlebihan pada orang dengan gangguan jantung
  • Obat-obatan terlarang seperti penggunaan kokain

 

Gejala

Gejalanya meliputi:

 

  • Hilang kesadaran
  • Tidak bernafas
  • Tidak ada denyut nadi

 

Sebelum henti jantung, beberapa orang melaporkan gejala atau tanda peringatan berikut pada minggu-minggu sebelum kejadian:

  • Mengalami nyeri dada
  • Merasa lemah
  • Memiliki sensasi berdebar di dada
  • Merasa lemas

 

Diagnosis

Orang pertama yang melihat seseorang yang tiba-tiba jatuh atau pingsan dengan kecurigaan henti jantung harus memeriksa apakah orang tersebut responsif (sadar atau merespons terhadap panggilan).

 

Jika orang itu tidak merespons, segera hubungi layanan medis darurat atau minta orang lain yang mencari bantuan/menelepon.

 

Jika ada defibrillator eksternal otomatis (AED) yang tersedia, Anda atau orang lain harus mendapatkannya dan ikuti langkah-langkah pada mesin.

 

Setelah memanggil layanan medis darurat, Resusitasi Jantung Paru (RJP) akan dimulai jika orang tersebut tidak bernapas secara normal.

 

Jika tidak ada AED tersedia atau saat Anda menunggu, mulai lakukan RJP dengan memberikan kompresi dada.

 

Tekan dada (pompa jantung) setidaknya dengan kedalaman dua inci dan kecepatan cepat setidaknya 100 kompresi per menit.

 

Jika Anda terlatih dalam RJP, setelah 30 kali kompresi, buka jalan napas orang tersebut dan berikan dua napas.

 

Kemudian, lanjutkan dengan kompresi dada. Jika Anda merasa lebih nyaman, Anda bisa memberikan pompa jantung luar tanpa napas sampai ambulans tiba.

 

Untuk lebih jelasnya terkait proses RJP Anda dapat melihat video dibawah ini.

 

Tatalaksana Henti Jantung

AED Pada Henti Jantung
AED Pada Henti Jantung | Sumber: Puradigm [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons
Perawatan segera meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. 4 langkah dalam rantai bantuan hidup jantung adalah:

 

Panggilan untuk Layanan Medis Darurat (Mencari Pertolongan)

Segera hubungi layanan medis darurat, terutama jika Anda melihat tanda-tanda henti jantung (tidak respon, tidak bernapas, tidak ada nadi) atau dugaan serangan jantung.

 

Defibrilasi

Defibrilasi mengirimkan sengatan listrik melalui dada.

 

Sengatan listrik melalui proses defibrilasi bertujuan untuk menghentikan irama jantung yang tidak efektif dan tidak teratur.

 

Tindakan ini memungkinkan jantung untuk melanjutkan pola listrik yang lebih normal.

 

AED memeriksa ritme jantung sebelum menginstruksikan penyelamat untuk memberikan kejutan.

 

Mulai Resusitasi Jantung Paru

Chain of Survival di Luar Rumah Sakit
Rantai Kehidupan pada Henti Jantung | Sumber: https://cpr.heart.org/AHAECC/CPRAndECC/AboutCPRFirstAid/CPRFactsAndStats/UCM_475731_CPR-Chain-of-Survival.jsp

Resusitasi Jantung Paru membantu menjaga darah dan oksigen mengalir ke jantung dan otak sampai perawatan lain dapat diberikan.

 

Jantung dan otak sangat rentan terhadap kadar oksigen yang rendah.

 

Kerusakan permanen dapat terjadi, bahkan dengan resusitasi yang berhasil.

 

Perawatan Medis Lanjut

Tenaga medis darurat di tempat kejadian dan dokter di rumah sakit akan memberikan perawatan medis yang penting dan pemantauan intensif.

 

Mereka akan memberikan obat-obatan, memasukkan tabung untuk mempertahankan jalan napas terbuka, dan mengelola perawatan darurat.

 

Epinefrin sering diberikan sejak dini untuk membuat jantung lebih mudah menerima impuls listrik dan meningkatkan aliran darah ke jantung dan otak.

 

Pasien juga akan diberikan oksigen.

 

Hipotermia terapeutik adalah jenis perawatan lain yang dapat digunakan di rumah sakit.

 

Tindakan ini melibatkan penurunan suhu tubuh seseorang menjadi 89 ° -93 ° F (32 ° -34 ° C) dengan menggunakan selimut dingin, kompres es, dan infus saline dingin.

 

Pendinginan tubuh ini dilakukan dalam upaya membantu fungsi dan pemulihan otak.

 

Tubuh orang tersebut dapat tetap pada suhu ini untuk waktu yang lama (12-24 jam).

 

Bahkan dalam kasus di mana irama jantung yang efektif telah dipulihkan, kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, otak, dan organ vital lainnya.

 

Pencegahan Henti Jantung

Anda mungkin dapat menurunkan risiko serangan jantung dengan:

  • Pelajari tanda-tanda peringatan penyakit jantung dan dapatkan bantuan segera jika Anda mengalaminya
  • Bicarakan dengan dokter Anda tentang cara untuk menjadi lebih sehat jika Anda sudah didiagnosis menderita penyakit jantung — Sebagai contoh, dokter Anda mungkin menyarankan Anda minum obat untuk mencegah aritmia.
  • Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda harus memiliki AED di rumah Anda jika Anda berisiko tinggi terkena henti jantung

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan henti jantung silakan tuliskan pada kolom komentar.

Referensi
  1. About cardiac arrest. American Heart Association website. Available at: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/More/CardiacArrest/About-Cardiac-Arrest_UCM_307905_Article.jsp#.WblD5rKGNQI.
  2. Cardiac arrest in adults. EBSCO DynaMed Plus website. Available at:http://www.dynamed.com/topics/dmp~AN~T116814/Cardiac-arrest-in-adults.
  3. Explore sudden cardiac arrest. National Heart Lung and Blood Institute website. Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/scda.
  4. Sudden cardiac arrest. Heart Rhythm Society website. Available at: http://www.hrsonline.org/Patient-Resources/Heart-Diseases-Disorders/Sudden-Cardiac-Arrest-SCA#axzz2IzsoUyQ9
Featured Image lupus

Lupus: Sebuah Tinjauan Tentang Penyakit Autoimun

Lupus adalah penyakit autoimun yang terjadi dalam beberapa bentuk, di antaranya lupus erythematosus sistemik (SLE).

Ruam Malar Pada Lupus
Ruam Malar Pada Penderita Lupus Sumber: Doktorinternet [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons
Lupus dapat memengaruhi bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering menyerang kulit, persendian, jantung, paru-paru, sel darah, ginjal, dan otak.

 

Sekitar 1,5 juta orang Amerika memiliki beberapa bentuk lupus, menurut Lupus Foundation of America, dengan perkiraan 16.000 baru didiagnosis setiap tahun.

 

Siapa pun pada usia berapa pun dapat tertular penyakit ini, meskipun sebagian besar pasien lupus adalah wanita berusia antara 15 dan 45 tahun.

 

Sebelum membahas tentang penyakit ini lebih jauh ada baiknya kita terlebih dahulu berkenalan dengan sistem kekebalan tubuh kita.

 

Sistem Kekebalan Tubuh dan Lupus

Biasanya, sistem kekebalan kita melindungi tubuh kita terhadap serangan kuman atau mikroba seperti virus dan bakteri.

 

Pada kondisi penyakit autoimun, terjadi kerusakan sistem kekebalan tubuh ini sehingga sistem pertahanan ini mulai menyerang jaringan atau sel normal yang ada pada tubuh.

 

Sistem kekebalan tubuh tidak lagi menyerang kuman yang masuk ke dalam tubuh.

 

Sistem pertahanan ini malah merusak sel-sel tubuh normal.

 

Ketika penyakit autoimun terjadi, seseorang dapat mengalami peradangan, rasa sakit, dan kerusakan jaringan.

 

Peradangan dalam dan dari tubuh sendiri dapat menyebabkan rasa sakit, panas, kemerahan, pembengkakan, dan kehilangan fungsi, baik secara internal (organ-organ tertentu), secara eksternal (terutama kulit), atau keduanya.

 

Penyakit autoimun seperti lupus terkadang sulit didiagnosis dan dibedakan.

 

Jenis-Jenis Lupus

Kondisi ini terdiri dari empat jenis utama yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh.

 

Bahkan jika Anda memiliki jenis penyakit autoimun yang sama dengan orang lain, gejalanya tidak akan sama, karena penyakitnya sangat bersifat individual.

 

Mari kita berkenalan dengan jenis-jenis kondisi ini.

 

Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

Bentuk paling umum dari lupus adalah SLE, yang dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk persendian, kulit, pembuluh darah, dan organ.

 

Jenis ini mempengaruhi sekitar 70 persen orang dengan penyakit ini dan biasanya disebut apa ketika orang menyebut “Lupus“.

 

Penderita SLE dapat mengalami ruam merah selama bertahun-tahun, kelelahan ekstrem, nyeri sendi atau bengkak pada sendi.

 

Penyakit ini juga ditandai dengan demam tanpa pernah memperhatikan pola serangan (flare) atau dokter yang pernah dapat mendiagnosis SLE.

 

Gejala-gejala tersebut dapat datang dan pergi sewaktu-waktu dan mulai dari serangan ringan hingga parah.

 

SLE sering didiagnosis menggunakan tes darah antibodi anti-nuclear (ANA test), yang mengidentifikasi autoantibodi yang menyerang jaringan dan sel tubuh Anda sendiri.

 

Antibodi merupakan zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri virus atau untuk melawan toksin yang dihasilkan oleh bakteri.

 

Autoantibodi ini ditemukan dalam darah bersama dengan antibodi (sehat, sel darah merah, sel darah putih, dan zat darah lainnya.

 

Hasil positif dari ANA test tidak secara otomatis menunjukkan seseorang menderita Lupus.

 

Tapi, hasil positif pemeriksaan ini, gejala, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium yang lebih spesifik dapat mengarahkan kepada diagnosis SLE.

 

Lupus Yang Diinduksi Oleh Obat

Induksi adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan suatu proses kemunculan penyakit atau kondisi tertentu.

 

Lupus yang diinduksi obat dikaitkan dengan gejala yang serupa, tetapi mereka secara khusus disebabkan oleh jenis obat tertentu, biasanya diminum dalam jangka waktu yang lama.

 

Jenis ini sepenuhnya reversibel setelah obat dihentikan, dan gejalanya biasanya hilang dalam waktu enam bulan.

 

Jenis ini menyumbang sekitar 10 persen dari kasus kondisi ini.

 

Banyak obat telah diketahui menyebabkan bentuk penyakit ini, tetapi beberapa dianggap sebagai penyebab utama.

 

Obat penyebab utamanya adalah anti-inflamasi, antikonvulsan, atau obat yang digunakan untuk mengobati kondisi kronis seperti penyakit jantung, penyakit tiroid, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan gangguan neuropsikiatri.

 

Tiga obat yang paling sering menyebabkan kondisi ini adalah:

  1. procainamide – digunakan untuk mengobati aritmia (gangguan irama) jantung
  2. hydralazine – digunakan untuk mengobati hipertensi
  3. isoniazid – digunakan untuk mengobati TBC

 

Lupus kulit

Beberapa orang hanya memiliki manifestasi atau gejala dan tanda kondisi ini pada kulit.

Hal ini didiagnosis sebagai lupus kulit.

 

jenis ini terpisah dari jenis lainnya, yang menyumbang sekitar 10 persen dari seluruh kasus.

 

Namun, lesi lesi kulit juga terjadi pada dua pertiga orang yang didiagnosis menderita SLE.

 

Seperti halnya bentuk-bentuk lain dari lupus, kondisi ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda menyerang kulit normalnya sendiri.

 

Penyebab pasti dari bentuk ini tidak diketahui, meskipun wanita lebih cenderung menderita kondisi ini.

 

Merokok dan sinar matahari telah terbukti memperburuk kondisi ini.

 

Secara umum, terdapat tiga jenis lupus kulit, termasuk:

 

  1. Cutaneous kronis (discoid lupus)

Pada discoid lupus, bentuk paling umum dari cutaneous lupus kronis, luka radang berkembang di wajah, telinga, kulit kepala, dan area tubuh lainnya. Lesi-lesi ini bisa jadi keras atau bersisik dan sering juga bekas luka. Mereka biasanya tidak sakit atau gatal. Beberapa pasien melaporkan lesi dan jaringan parut pada kulit kepala, membuat rambut tidak dapat tumbuh kembali di area tersebut. Kebanyakan orang dengan discoid lupus tidak memiliki SLE. Faktanya, lupus diskoid lebih sering terjadi pada pria daripada pada wanita.

 

  1. Kutaneus subakut

Gejala kulit kutaneus subakut biasanya ringan. Orang dengan kondisi ini akan memiliki plak ungu kemerahan, yang tegas dan terangkat, lesi kulit yang rata. Plak-plak ini dapat ditemukan sendiri atau berkelompok dengan ukuran mulai dari 5 mm hingga 20 mm, biasanya muncul di bagasi, termasuk dada bagian atas dan punggung. Sekitar 10 persen orang dengan SLE menderita lupus kulit subakut. Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan lupus kulit subakut.

 

  1. Lupus Kulit akut

Ini adalah jenis flare (serangan) kulit yang terjadi ketika SLE Anda aktif. Lesi-lesi yang berhubungan dengan lupus kulit akut muncul sebagai area-area kulit merah yang rata pada wajah, yang mengingatkan pada luka bakar akibat sinar matahari — ruam kupu-kupu. Lesi ini dapat muncul pada lengan, kaki, dan tubuh, dan bersifat peka terhadap cahaya. Meskipun lesi dapat menghitamkan kulit, lesi tersebut tidak meninggalkan bekas. Lesi biasanya muncul selama suar atau setelah paparan sinar matahari.

 

Perhatikan bahwa baik lupus kulit kronis/diskoid dan subakut dapat terjadi secara independen, atau mereka mungkin merupakan manifestasi dari SLE, sedangkan lupus kulit akut tidak terjadi di luar kondisi SLE.

 

Lupus Neonatal

Lupus neonatal adalah bentuk langka lupus sementara yang mempengaruhi janin atau bayi baru lahir.

 

Kondisi ini terjadi ketika autoantibodi ibu diteruskan kepada anaknya dalam kandungan.

 

Autoantibodi ini dapat memengaruhi kulit, jantung, dan darah bayi.

 

Untungnya, bayi yang lahir dengan lupus neonatal tidak berisiko lebih tinggi terkena SLE di kemudian hari.

 

Banyak bayi dengan kondisi ini akan mengalami ruam kulit saat lahir.

 

Sisanya akan pecah biasanya dalam dua hingga lima bulan.

 

Paparan sinar matahari cenderung menyebabkan perburukkan penyakit ini.

 

Ruam, rata-rata, akan hilang sekitar enam bulan atau segera setelahnya, karena autoantibodi ibu menghilang dari bayi.

 

Perawatan untuk lesi kulit biasanya tidak lebih dari salep untuk membantu meringankan gejala kulit pada wajah.

 

Meskipun jarang, beberapa bayi ibu dengan kondisi ini dapat dilahirkan dengan kondisi gangguan jantung yang permanen tetapi dapat diobati dengan menggunakan alat pacu jantung.

 

Kelainan ini dapat dideteksi sejak minggu ke 18 kehamilan.

 

Lupus masa kecil

Lupus masa kanak-kanak mempengaruhi antara 5.000 dan 10.000 anak di bawah 18 tahun di Amerika Serikat.

 

Paling sering didiagnosis antara usia 11 dan 15 tahun.

 

Anak-anak dari segala usia dapat menderita lupus, dan lupus dapat menyerang anak-anak dari berbagai ras atau etnis.

 

Kondisi ini mempengaruhi anak-anak sama dengan cara itu mempengaruhi orang dewasa dalam hal itu mengekspresikan dirinya secara berbeda pada setiap orang, meskipun tampaknya memiliki lebih banyak keterlibatan organ.

 

Kondisi ini mungkin karena anak-anak sering sakit untuk jangka waktu yang lebih lama ketika mereka akhirnya didiagnosis.

 

Gejala pada anak-anak mirip dengan gejala pada orang dewasa, yang paling umum adalah kelelahan dan rasa sakit.

 

Gejala penyakit yang jelas termasuk demam, ruam kupu-kupu, dan keterlibatan ginjal.

 

Sebagian besar kasus berhasil didiagnosis ketika tes darah ANA  termasuk dalam tes diagnostik.

 

Perawatan mungkin perlu sedikit lebih agresif untuk anak-anak, tetapi dokter juga harus berhati-hati mengenai efek samping jangka panjang dari obat-obatan, terutama kortikosteroid seperti prednison.

 

Sebagian besar anak-anak menjalani masa kanak-kanak normal dengan perawatan dan perawatan yang tepat.

 

Gejala

Gejala-Gejala Lupus
Gejala-Gejala Lupus Sumber: Häggström, Mikael (2014). “Medical gallery of Mikael Häggström 2014”. WikiJournal of Medicine 1 (2). DOI:10.15347/wjm/2014.008. ISSN 2002-4436. Public Domain.orBy Mikael Häggström, used with permission. [Public domain], via Wikimedia Commons
Gejala kondisi ini awal dan kronis meniru gejala beberapa penyakit, yang dapat menyebabkan kesalahan diagnosis. Gejala awal sering termasuk:

  • Demam
  • Malaise, atau ketidaknyamanan umum
  • Nyeri sendi
  • Nyeri otot
  • Kelelahan

 

Biasanya, gejala-gejala tersebut digabungkan dengan tanda-tanda lain yang lebih menunjukkan bahwa dokter cenderung mengarahkan diagnosisnya kepada kondisi ini.

 

Tanda-tanda itu termasuk, tetapi tidak terbatas pada:

  • Bisul, lesi, dan ruam, paling signifikan ruam malar, biasanya disebut ruam kupu-kupu
  • Anemia
  • Kekurangan zat besi
  • Masalah jantung, seperti perikarditis, miokarditis, dan endokarditis
  • Pleuritis dan peradangan paru-paru lainnya
  • Masalah ginjal, termasuk hematuria tanpa rasa sakit atau proteinuria (darah atau protein dalam urin Anda)
  • Kejang

 

Penyebab

Penyebab kondisi ini masih menjadi misteri relatif bagi para peneliti medis.

 

Penyebab pasti penyakit ini masih belum diketahui, dan banyak yang masih memperdebatkan apakah kondisi ini adalah satu penyakit atau kombinasi dari beberapa penyakit serupa.

 

Tetapi konsensus tentang cara yang paling mungkin di mana lupus berkembang dipengaruhi oleh faktor berupa:

  • Genetika (faktor risiko yang Anda warisi dari orang tua Anda)
  • Pemicu lingkungan (dari obat-obatan, stres, infeksi, dan/atau paparan sinar matahari)
  • Reaksi terhadap obat-obatan (dalam kasus lupus yang diinduksi oleh obat)

 

Diagnosa Lupus

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda memiliki lupus erythematosus kulit sendiri atau dalam kombinasi dengan SLE, beberapa faktor dipertimbangkan, termasuk:

  • Temuan pemeriksaan fisik
  • Temuan laboratorium
  • Tes antibodi
  • Biopsi jaringan
  • Imunofluoresensi langsung

 

Pada akhirnya, karena berbagai gejala, bisa jadi sulit bagi dokter Anda untuk mendiagnosis lupus, dan kebanyakan orang pertama kali didiagnosis lima tahun setelah pertama kali mengalami gejala.

 

Jadi, jika Anda merasa bahwa Anda mungkin mengalami gejala yang konsisten dengan diagnosis lupus, pastikan untuk mengunjungi dokter Anda dan mengungkapkan kekhawatiran ini.

 

Prognosis untuk mereka yang menderita lupus seringkali tergantung pada jumlah keterlibatan organ.

 

Dengan kata lain, apakah penyakit ini menyerang organ daripada kulit dan persendian.

 

Kelangsungan hidup untuk pasien lupus dengan gejala sistem saraf pusat, keterlibatan organ utama, dan/atau penyakit ginjal, kemungkinan lebih pendek daripada mereka yang hanya memiliki penyakit kulit dan/atau sendi yang berhubungan dengan kondisi ini.

 

Penyebab kematian paling umum yang terkait dengan lupus adalah infeksi karena imunosupresi, yang disebabkan oleh obat yang digunakan untuk mengelola penyakit, terutama pada awal penyakit.

 

Pengobatan

Saat ini, tidak ada obat untuk kondisi ini.

 

Perawatan berfokus pada mengendalikan respons autoimun, membatasi peradangan dan kerusakan organ, dan menghilangkan gejala:

  • Terapi obat, seperti obat antiinflamasi dan modulator sistem kekebalan
  • Gaya hidup sehat, termasuk penurunan berat badan dan perlindungan dari sinar matahari
  • Akupunktur (dan perawatan alternatif lainnya)
  • Terapi fisik

 

Untuk beberapa pasien yang menderita gejala ringan, gejala kondisi ini dapat dikelola sebagai penyakit kronis, tetapi penyakit ini bisa sangat serius dan bahkan mengancam jiwa bagi orang lain.

 

Penyakit ini tidak mengikuti jalur yang umum, sehingga pasien sering menderita serangan (flare) yang tidak terduga yang diikuti oleh periode remisi (perbaikan penyakit) bahkan dengan perawatan.

 

Mengatasi

Kondisi ini dapat membawa segala macam tantangan fisik dan emosional, terutama jika Anda baru didiagnosis.

 

Belajar untuk mengatasi penyakit Anda membutuhkan waktu dan latihan, dan mencakup hal-hal seperti:

  • mendidik diri sendiri dan orang yang Anda cintai tentang penyakit Anda,
  • merawat diri sendiri dengan cukup istirahat dan makan dengan baik,
  • belajar bagaimana mengelola ruam Anda, dan
  • mendapatkan dukungan dari keluarga terkait kondisi ini.

 

Referensi

Artikel ini diterjemahkan dari:

https://www.verywellhealth.com/what-is-lupus-2249968

Atas izin dari:

Christina McGrath, RD, CDN

Health Editor, Content – www.Verywell.com

Dengan Sedikit Perubahan

Featured Image Serangan Jantung

Serangan Jantung Koroner: Edukasi Pasien

Serangan jantung koroner disebabkan penyumbatan aliran darah ke area jantung (sumbatan arteri koroner). Jaringan jantung menjadi rusak atau mati dalam waktu singkat setelah aliran darah berhenti. Jika area jantung yang terpengaruh besar atau terjadi pada daerah vital jantung, kerusakan dapat menghentikan detak jantung.

 

Penyebab Serangan Jantung Koroner

 

Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung
Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung

Arteri koroner (pembuluh darah jantung) membawa darah dan oksigen ke otot jantung.

 

Serangan jantung koroner terjadi ketika satu atau lebih dari arteri ini tersumbat. Penyumbatan dapat terjadi karena satu atau lebih hal berikut ini:

  • Penyempitan arteri koroner karena:
    • Penebalan dinding arteri (proses penuaan umum)
    • Timbunan plak lemak di dalam arteri
    • spasme arteri koroner
    • Perkembangan gumpalan/bekuan darah di arteri
  • Embolisme — gumpalan darah yang mengalir ke jantung dari area/lokasi lain tubuh

 

Jantung kita memiliki dua arteri koroner utama.

 

Mereka berpisah menjadi cabang-cabang kecil yang tersebar di jantung.

 

Tingkat keparahan serangan jantung koroner akan tergantung pada di mana penyumbatan terjadi:

  • Penyumbatan di arteri yang lebih besar — memengaruhi area jantung yang lebih luas
  • Penyumbatan di pembuluh yang lebih kecil — memengaruhi area jantung yang lebih kecil

 

Penyumbatan mungkin hanya berlangsung dalam waktu singkat dan kemudian memungkinkan aliran darah kembali lancar.

 

Namun, tidak menutup kemungkinan, sumbatan terjadi lebih lama, dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

 

Faktor Risiko Serangan Jantung Koroner

Ilustrasi Pemeriksaan Jantung
Ilustrasi Pemeriksaan Jantung (Sumber: pexels.com)

Faktor risiko merupakan hal-hal yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami suatu penyakit.

 

Risiko serangan jantung lebih besar pada pria dan orang dewasa.

 

Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung jika Anda tidak memiliki pembuluh darah yang sehat.

 

Pembuluh darah yang tidak sehat mungkin disebabkan oleh:

  • Kegemukan
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak melakukan aktivitas harian yang cukup
  • Kolesterol darah tinggi — khususnya, kolesterol LDL tinggi, dan kolesterol HDL rendah
  • Trigliserida darah tinggi
  • Diabetes
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen
  • Stres
  • Anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung
  • Menggunakan terapi testosteron

 

Gejala dan Tanda

Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Serangan Jantung
Ilustrasi Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Serangan Jantung (Sumber: Pexels.com)

Gejala dapat berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Gejala yang paling umum adalah:

  • Dada seperti tertimpa beban berat, nyeri dada yang berat di belakang tulang dada, yang biasanya datang dengan cepat terutama ketika atau setelah:
    • berolahraga atau aktivitas
    • Stres emosional
    • Cuaca dingin
    • Makan besar
  • Nyeri menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, atau rahang
  • Sesak napas
  • Kulit berkeringat dan lembap
  • Mual
  • Merasa lemah
  • Hilang kesadaran
  • Kegelisahan, terutama perasaan takut atau panik tanpa alasan yang jelas

 

Gejala serangan jantung yang tidak biasa dan lebih sering terjadi atau ditemukan pada wanita yang mengalami kondisi ini antara lain:

  • Sakit perut
  • Nyeri punggung dan bahu
  • Kebingungan
  • Pingsan

 

Segera cari bantuan medis atau segera datang ke unit gawat darurat jika Anda merasa mengalami serangan jantung. Perawatan dini dapat menghentikan kerusakan lebih lanjut.

 

Diagnosis

Elektrokardiografi Serangan Jantung koroner
Elektrokardiografi Serangan Jantung (Sumber: pexels.com)

Jika dokter mencurigai adanya serangan jantung, kondisi ini dapat dikonfirmasikan dengan:

 

  • EKG (elektrokardiografi) — menunjukkan aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah serangan jantung telah terjadi atau mungkin terjadi. EKG juga dapat membantu menentukan apakah serangan jantung adalah:
    • STEMI — Arteri koroner utama tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini adalah jenis serangan jantung yang lebih serius
    • NSTEMI — kondisi ini menunjukkan sumbatan parsial (sebagian) dari arteri. Sumbatan juga memungkinkan adanya periode aliran darah pada arteri koroner
  • Tes darah — dapat menunjukkan tanda dalam darah. Penanda ini muncul saat serangan jantung dan dapat menunjukkan seberapa banyak kerusakan yang dilakukan (misalnya Troponin atau CKMB).
  • Echocardiogram — membuat gambar dari ukuran, bentuk, fungsi, dan gerakan jantung dengan menggunakan prinsip ultrasonografi.
  • Angiografi koroner — dilakukan untuk melihat arteri koroner melalui pencitraan sinar X dan selang (kateter) kecil yang dimasukkan melalui pembuluh darah. Dapat membantu menemukan penyumbatan atau kerusakan pada arteri.

 

Tes lain akan didasarkan pada kebutuhan spesifik Anda tetapi dapat meliputi:

  • Tes stres —Merekam aktivitas listrik jantung di bawah tekanan fisik. Dapat dilakukan beberapa hari atau berminggu-minggu setelah serangan jantung.
  • Electron-beam computed tomography (EBCT) – Mengambil gambar jantung, arteri koroner, dan area sekitarnya.

 

Tatalaksana Serangan Jantung Koroner

Tujuan pertama pengobatan adalah untuk meningkatkan aliran darah dan mendapatkan oksigen ke jantung Anda secepat mungkin.

 

Pengobatan termasuk:

  • Aspirin dan agen antiplatelet lainnya — untuk mengurangi pembekuan dalam darah dan meningkatkan aliran darah.
  • Terapi oksigen — untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. Obat ini akan meningkatkan oksigen untuk jantung.
  • Obat nitrat — untuk membantu pembuluh darah terbuka atau melebar. Pelebaran pembuluh darah (arteri) dapat meningkatkan aliran darah.
  • Pengencer darah – untuk mengencerkan darah dan membantu melarutkan bekuan darah. Termasuk aspirin, obat-obatan seperti aspirin, dan antikoagulan.
  • Obat penghilang rasa sakit
  • Obat penghambat beta dan/atau angiotensin-converting enzyme (ACE) —untuk mengurangi beban kerja pada jantung.
  • Obat anti-kecemasan
  • Obat penurun kolesterol seperti obat statin yang dapat mengurangi kemungkinan serangan jantung atau stroke.

 

Menghilangkan Sumbatan

Bantuan Hidup Pada Henti Jantung
Bantuan Hidup Pada Henti Jantung (Sumber: pexels.com)

Obat dapat diberikan untuk mencoba memecah gumpalan darah.

 

Semakin cepat obat-obatan ini diberikan, semakin baik hasilnya.

 

Obat ini bekerja paling baik ketika diberikan dalam 6 jam pertama setelah gejala muncul.

 

Pembedahan mungkin diperlukan untuk:

  • Gumpalan yang tidak merespons obat
  • Penyumbatan yang disebabkan oleh penumpukan plak

 

Penyumbatan parah mungkin perlu segera diobati.

 

Pembedahan mungkin ditunda selama beberapa hari jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aliran darah yang cukup ke jantung.

Opsi tindakan bedah meliputi:

  • Balloon angioplasty — Sebuah kawat dimasukkan melalui pembuluh darah ke jantung. Balon digunakan untuk membuka arteri yang tersumbat. Stent (ring koroner) juga dapat ditempatkan pada lokasi pembuluh darah yang tersumbat. Tindakan ini akan membantu menjaga area terbuka.
  • Cangkok bypass arteri koroner (CABG) — Pembedahan terbuka. Bagian dari pembuluh darah yang berasal dari area tubuh akan diambil. Tindakan ini digunakan untuk membuat jalur di sekitar area yang tersumbat di jantung.

 

Pemulihan

Rehabilitasi jantung dapat membantu setelah serangan jantung. Tindakan pemulihan ini termasuk:

  • Pemantauan selama aktivitas fisik dalam beberapa minggu pertama pemulihan
  • Pendidikan atau edukasi tentang nutrisi sehat dan perubahan gaya hidup

 

Serangan jantung bisa menjadi peristiwa besar dalam kehidupan.

 

Orang yang pernah mengalami serangan jantung rentan mengalami depresi.

 

Psikoterapi dan obat-obatan dapat membantu mengatasi tantangan ini.

 

Pencegahan

Banyak kebiasaan gaya hidup mempengaruhi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kebiasaan jantung yang sehat meliputi:

 

Mempertahankan berat badan yang sehat.

Memulai program latihan yang aman. Ikuti saran dokter Anda:

  • Jangan merokok. Jika Anda merokok, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara untuk berhenti.
  • Makanlah makanan yang menyehatkan. Bertujuan untuk orang yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Cari lemak sehat seperti yang ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Kelola kondisi jangka panjang yang dapat memengaruhi jantung. Ini termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
  • Gunakan teknik relaksasi untuk mengelola stres.

 

Dosis aspirin harian yang kecil dapat membantu beberapa orang mengurangi risiko serangan jantung.

 

Obat ini hanya boleh dilakukan dengan persetujuan dokter Anda.

 

Aspirin dapat memiliki efek samping seperti pendarahan di lambung.

 

Aspirin juga dapat menyebabkan masalah bila dikonsumsi bersamaan dengan obat lain.

 

Referensi

  1. Antithrombotic Trialists’ (ATT) Collaboration, Baigent C, Blackwell L, et al. Aspirin in the primary and secondary prevention of vascular disease: collaborative meta-analysis of individual participant data from randomised trials. Lancet. 2009;373:1849-1860.
  2. Explore heart attack. National Heart Lung and Blood Institute website. Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/heartattack.
  3. ST-elevation myocardial infarction (STEMI). EBSCO DynaMed Plus website. Available at: http://www.dynamed.com/topics/dmp~AN~T115392/ST-elevation-myocardial-infarction-STEMI
Featured Image Gejala Usus Buntu

Waspada! Kenali Gejala Usus Buntu Yang Meradang

Apendisitis adalah peradangan usus buntu, yang merupakan kantong berbentuk mirip cacing yang menempel pada sekum, awal dari usus besar.  Gejala usus buntu meradang sering kali terlewatkan. Meskipun apendiks berperan dalam sistem kekebalan tubuh, tetapi usus buntu tepat dapat terinfeksi dan meradang. Radang usus buntu adalah keadaan darurat medis. Jika tidak diobati, usus buntu dapat pecah dan menyebabkan infeksi yang berpotensi fatal.

Usus Buntu
Usus Buntu Pada Anak (Sumber: BruceBlaus. When using this image in external sources it can be cited as:Blausen.com staff (2014). “Medical gallery of Blausen Medical 2014”. WikiJournal of Medicine 1 (2). DOI:10.15347/wjm/2014.010. ISSN 2002-4436. [CC BY 3.0], via Wikimedia Commons)

Apa itu radang usus buntu?

Penjalaran Nyeri Perut Sebagai Gejala Usus Buntu (Sumber: Aleritty [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons)
Radang usus buntu adalah keadaan gawat darurat daerah perut yang paling umum pada anak-anak dan dewasa muda.

 

Satu dari 15 orang menderita radang usus buntu dalam hidupnya. Kejadian ini paling tinggi di antara laki-laki berusia 10-14 dan perempuan berusia 15-19 tahun.

 

Lebih banyak laki-laki daripada perempuan yang mengalami apendisitis antara pubertas dan usia 25 tahun.

 

Kondisi ini jarang terjadi pada orang tua dan anak-anak di bawah usia dua tahun.

 

Gejala usus buntu meradang yang paling utama adalah nyeri perut yang semakin lama semakin parah.

 

Rasa sakit radang usus buntu dimulai di tengah perut dan menjadi terkonsentrasi di kuadran kanan bawah perut.

 

Karena banyak kondisi berbeda dapat menyebabkan sakit perut, diagnosis apendisitis yang akurat bisa jadi sulit.

 

Diagnosis yang tepat waktu adalah penting, karena penundaan dapat menyebabkan perforasi, atau pecahnya usus buntu.

 

Ketika ini terjadi, isi usus buntu yang terinfeksi tumpah ke perut, berpotensi menyebabkan peritonitis, infeksi serius pada perut.

 

Kondisi lain dapat memiliki gejala yang sama, terutama pada wanita.

 

Kondisi tersebut termasuk penyakit radang panggul, pecahnya folikel ovarium, pecahnya kista ovarium, kehamilan tuba, dan endometriosis.

 

Berbagai bentuk gangguan lambung dan radang usus juga bisa menyerupai apendisitis.

 

Pengobatan untuk apendisitis akut (mendadak, berat) adalah operasi usus buntu, untuk mengangkat usus buntu.

 

Karena potensi usus buntu yang mengancam jiwa, orang-orang yang dicurigai menderita radang usus buntu kali langsung menjalani pembedahan sebelum diagnosis dipastikan.

 

Penyebab Dan Gejala Usus Buntu Meradang

Penyebab radang usus buntu tidak dipahami dengan baik, tetapi diyakini terjadi sebagai akibat dari satu atau lebih dari faktor-faktor ini: obstruksi dalam apendiks, perkembangan ulserasi dalam apendiks, dan invasi bakteri.

 

Dalam kondisi ini, bakteri dapat berkembang biak di dalam usus buntu.

 

Apendiks bisa menjadi bengkak dan penuh dengan nanah dan akhirnya bisa pecah.

 

Tanda-tanda pecahnya termasuk adanya gejala usus buntu meradang selama lebih dari 24 jam, demam, jumlah sel darah putih yang tinggi, dan detak jantung yang cepat.

 

Sangat jarang, peradangan dan gejala usus buntu meradang bisa hilang tetapi kambuh dikemudian hari.

 

Gejala usus buntu meradang yang membedakan dengan sakit perut lainnya adalah rasa sakit yang dimulai di sekitar atau di atas pusar.

 

Rasa sakit, yang mungkin parah atau hanya sakit ringan dan tidak nyaman, akhirnya bergerak ke sudut kanan bawah perut.

 

Di sana, menjadi lebih stabil dan lebih parah dan sering meningkat dengan gerakan atau batuk.

 

Gejala usus buntu meradang lainnya adalah perut sering menjadi kaku dan nyeri saat disentuh.

 

Meningkatnya kekakuan dan nyeri mengindikasikan peningkatan kemungkinan perforasi (pecahnya usus buntu) dan peritonitis.

 

Gejala usus buntu meradang lainnya adalah kehilangan nafsu makan.

 

Mual dan muntah dapat terjadi pada sekitar setengah dari kasus, dan kadang-kadang mungkin ada sembelit atau diare.

 

Suhu tubuh mungkin normal atau sedikit meningkat (demam).

 

Kehadiran demam dapat mengindikasikan bahwa usus buntu telah pecah.

 

Diagnosis Berdasarkan Gejala Usus Buntu Meradang

Pemeriksaan yang cermat adalah cara terbaik untuk mendiagnosis usus buntu.

 

Menegakkan diagnosis hanya berdasarkan gejala usus buntu yang terinfeksi sering kali sulit, bahkan untuk dokter yang berpengalaman.

Terutama untuk membedakan gejala usus buntu meradang dengan gejala gangguan perut lainnya.

 

Seorang dokter harus mengajukan pertanyaan seperti di mana rasa sakit itu berpusat, apakah rasa sakit telah bergeser, dan di mana rasa sakit dimulai.

 

Dokter harus melakukan pemeriksaan dengan cara menekan pada perut untuk menilai lokasi rasa sakit dan tingkat nyeri.

 

Gejala usus buntu meradang dengan urutan khas gejala ditemukan pada sekitar 50% kasus.

 

Pada separuh kasus lainnya, pola yang kurang khas mungkin terlihat, terutama pada wanita hamil, orang tua, dan bayi.

 

Pada wanita hamil, radang usus buntu mudah disamarkan oleh seringnya terjadi nyeri perut ringan dan mual dari penyebab lain.

 

Orang lanjut usia mungkin merasakan lebih sedikit rasa sakit dan nyeri tekan daripada kebanyakan orang, sehingga menunda diagnosis dan pengobatan dan menyebabkan gejala usus buntu pecah pada 30% kasus.

 

Bayi dan anak kecil sering mengalami diare, muntah, dan demam selain merasakan gejala usus buntu yang nyeri.

 

Di bawah ini terdapat  video yang menjelaskan radang usus buntu.

 

Pemeriksaan untuk Penegakan Diagnosis Appendisitis

Sementara tes laboratorium tidak dapat menegakkan diagnosis, peningkatan jumlah sel darah putih mungkin mengarah ke apendisitis.

 

Urinalisis (pemeriksaan air kencing) dapat membantu menyingkirkan infeksi saluran kemih yang dapat menyerupai radang usus buntu.

 

Orang dengan diagnosis radang usus buntu biasanya segera dilakukan tindakan operasi, di mana laparotomi (eksplorasi bedah perut) dilakukan untuk mengkonfirmasi diagnosis.

 

Dalam kasus dengan diagnosis yang dipertanyakan, pemeriksaan lain seperti CT scan dapat dilakukan untuk menghindari pembedahan yang tidak perlu.

 

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada abdomen dapat membantu mengidentifikasi usus buntu yang meradang atau kondisi lain yang akan menjelaskan gejalanya.

 

Rongent atau pemeriksaan Sinar-X perut tidak banyak nilainya, kecuali bila usus buntu pecah.

 

Diagnosis Tidak Pasti dan Kemungkinan Gejala Usus Buntu Meradang “Palsu”

Seringkali, diagnosis tidak pasti sampai operasi selesai.

 

Untuk menghindari usus buntu yang pecah, pembedahan dapat direkomendasikan tanpa penundaan jika gejalanya mengarah ke apendisitis.

 

Jika gejalanya tidak jelas, pembedahan mungkin ditunda hingga cukup berkembang untuk memastikan diagnosis.

 

Ketika apendisitis diduga kuat pada wanita usia subur, laparoskopi diagnostik kadang-kadang direkomendasikan untuk memastikan bahwa masalah ginekologis seperti kista ovarium yang pecah tidak menyebabkan rasa sakit.

 

Dalam prosedur ini, sebuah kamera kecil dimasukkan ke dalam perut melalui sayatan kecil di sekitar pusar.

 

Apendiks normal ditemukan pada sekitar 10% -20% pasien yang menjalani laparotomi karena dugaan apendisitis.

 

Kadang-kadang ahli bedah akan membuang usus buntu yang normal sebagai perlindungan terhadap radang usus buntu di masa depan.

 

Selama operasi, penyebab spesifik lain untuk rasa sakit dan gejala usus buntu ditemukan sekitar 30% dari pasien ini.

 

Pengobatan Radang Usus Buntu

Gejala Radang Usus Buntu
Tindakan Operasi Radang Usus Buntu (Sumber: Ralf Roletschek [GFDL], via Wikimedia Commons)
Pengobatan untuk radang usus buntu adalah operasi usus buntu segera, yang dilakukan dengan membuka perut dengan teknik usus buntu terbuka standar, atau melalui laparoskopi.

 

Pada laparoskopi, sayatan yang lebih kecil dibuat di samping pusar.

 

Tidak pasti bahwa laparoskopi memiliki keunggulan dibandingkan apendektomi terbuka.

 

Ketika usus buntu pecah, pasien yang menjalani operasi usus buntu laparoskopi mungkin harus dialihkan ke prosedur operasi usus buntu terbuka untuk keberhasilan penatalaksanaan ruptur.

 

Jika apendiks yang pecah dibiarkan tidak diobati, kondisinya fatal.

 

Prognosa Gejala Usus Buntu Meradang

Apendisitis biasanya berhasil ditangani dengan apendektomi. Kecuali ada komplikasi, orang biasanya sembuh tanpa masalah lebih lanjut.

 

Tingkat kematian pada kasus tanpa komplikasi kurang dari 0,1%.

 

Ketika apendiks pecah atau infeksi parah telah berkembang, kemungkinan komplikasi lebih tinggi, dengan pemulihan lebih lambat, atau kematian akibat penyakit.

 

Ada tingkat perforasi dan kematian yang lebih tinggi di antara anak-anak dan orang tua.

 

Referensi

BOOKS

  1. Kasper, Dennis L., et al., editors. Harrison’s Principles of Internal Medicine, 19th ed. New York: McGraw-Hill Education, 2015.
  2. Kliegman, Robert M., et al., editors. Nelson Textbook of Pediatrics, 20th ed. Philadelphia: Elsevier, 2015.

WEBSITES

  1. “What Is Appendicitis?” http://www.healthline.com/health/appendicitis
  2. Mayo Clinic staff. “Appendicitis.” orghttp://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/appendicitis/basics/definition/con-20023582
  3. “Appendicitis.” http://www.webmd.com/digestivedisorders/digestive-diseases-appendicitis#1