Cara menurunkan kolesterol tanpa obat

Cara Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat

Kolesterol yang ada pada tubuh kita diproduksi oleh hati atau liver dan memerankan banyak fungsi penting. Salah satu fungsi kolesterol adalah menjaga agar dinding sel tubuh Anda tetap fleksibel dan diperlukan untuk membuat beberapa hormon. Namun, terkadang kadar kolesterol dalam tubuh terlalu tinggi sehingga diperlukan cara menurunkan kolesterol.

makanan cepat saji
makanan cepat saji dan kolesterol (Sumber: pixabay.com)

Meskipun demikian, tidak semua kadar kolesterol yang tinggi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan.

 

Beberapa jenis kolesterol memiliki efek berbeda untuk kesehatan.

 

Sebagai contoh kolesterol LDL atau low-density lipoprotein, kadar LDL yang terlalu tinggi dapat menumpuk kolesterol pada dinding bagian dalam pembuluh darah.

 

Kondisi in akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah arteri.

 

Bila terjadi di jantung maka akan muncul serangan jantung.

 

Bila terjadi di arteri pada otak maka akan terjadi stroke sedangkan bila kolesterol menyumbat arteri pada ginjal dapat muncul gagal ginjal.

 

Sebaliknya, kadar kolesterol HDL atau high-density lipoprotein yang tinggi, akan membantu mencegah kondisi-kondisi di atas.

 

Begitu pula dengan kadar kolesterol total. Kadar kolesterol total yang terlalu tinggi tidak baik untuk kesehatan.

 

Pada umumnya cara menurunkan kolesterol dengan cepat adalah dengan mengonsumsi obat-obat penurun kadar kolesterol.

 

Obat-obat ini termasuk dalam golongan obat statin.

 

Obat ini antara lain:

  • Atorvastatin
  • Fluvastatin
  • Lovastatin
  • Pitavastatin
  • Pravastatin
  • Rosuvastatin
  • Simvastatin
obat penurun kolesterol
ilustrasi obat penurun kolesterol (Sumber: pixabay.com)

Lalu, apakah dengan mengonsumsi obat-obatan merupakan cara satu-satunya untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah?

 

Berbagai organisasi kesehatan seperti:

  • American College of Cardiology/American Heart Association (ACC/AHA)
  • National Institute for Health and Care Excellence (NICE), dan
  • European Society of Cardiology/European Atherosclerosis Society (ESC/EAS)

 

Mereka merekomendasikan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dengan pola hidup sehat.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran cara menurunkan kolesterol tanpa harus mengonsumsi obat.

 

 

  1. Fokus mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal

Istilah lemak tak jenuh tunggal mungkin dapat membingungkan Anda. Sederhananya, golongan lemak tak jenuh adalah lemak yang baik yang dapat Anda dapatkan dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan tertentu.

 

Lemak tak jenuh tunggal ini dapat ditemukan pada beberapa makanan berikut:

  • Zaitun dan minyak zaitun
  • Minyak canola
  • Kacang pohon, seperti almond, kenari, hazelnut, dan kacang mede
  • Alpukat
cara menurunkan kolesterol tanpa obat
Alpukat dapat menurunkan kolesterol (sumber: pixabay.com)

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang menganduk lemak tak jenuh tunggal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol baik yaitu kolesterol HDL.

 

Selain itu, mereka juga dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat yaitu LDL.

 

Manfaat lainnya dari konsumsi lemak tak jenuh tunggal ini adalah mengurangi proses oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan mengurangi risiko penyumbatan arteri.

 

  1. Konsumsi lemak tak jenuh ganda, khususnya yang mengandung omega-3

Mirip dengan lemak tak jenuh tunggal di atas, konsumsi lemak tak jenuh ganda juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

cara menurunkan kolesterol jahat
Salmon adalah salah satu sumber Omega-3 (sumber: pixabay.com)

Perbedaan kedua jenis lemak ini hanya pada rantai ikatan lemaknya yang satu tunggal sedangkan lainnya ganda.

Asam lemak omega-3 adalah salah sau jenis lemak tak jenuh ganda yang sehat untuk jantung.

 

Omega-3 ditemukan dalam makanan laut (seafood) dan minyak ikan.

 

Pernah berpikir bahwa mengonsumsi seafood meningkatkan kadar kolesterol?

 

Lemak omega-3 ditemukan dalam jumlah tinggi pada ikan berlemak seperti salmon, mackerel, herring dan tuna dan lebih sedikit kerang-kerang termasuk udang.

 

Lalu, mengapa banyak orang yang merasa kolesterolnya naik setelah mengonsumsi ikan laut?

 

Terkadang itu hanya perasaan saja, belum ada bukti ilmiah konsumsi makanan khususnya seafood akan meningkatkan kadar kolesterol secara signifikan.

 

Malah omega-3 yang terkandung dalam seafood merupakan salah satu zat yang dapat mengurangi risiko menderita penyakit gula atau diabetes dan baik untuk kesehatan jantung Anda.

 

  1. Hindari konsumsi lemak trans

Bila lemak tak jenuh adalah teman baik yang harus ada dalam menu makanan Anda maka lemak trans adalah musuh yang harus dilawan.

cara menurunkan kolesterol tinggi
Seafood tidak meningkatkan kadar kolesterol (sumber: pixabay.com)

Lemak trans ini paling banyak terdapat pada makanan yang digoreng menggunakan minyak kelapa sawit.

 

Selain itu, lemak ini juga banyak terdapat dalam makanan cepat saji dan juga makanan kemasan atau kalengan.

 

Jangan mudah percaya label makanan yang menyebutkan bahwa makanan cepat saji atau makanan kemasan bebas lemak.

 

Karena faktanya tidak selalu demikian.

 

Lemak trans meningkatkan kolesterol total dan LDL, tetapi menurunkan HDL bermanfaat sebanyak 20%.

 

Selain itu, Sebuah penelitian tentang pola kesehatan global memperkirakan lemak trans mungkin bertanggung jawab atas 8% kematian akibat penyakit jantung di seluruh dunia.

 

Penelitian lain memperkirakan undang-undang yang membatasi lemak trans di New York, Amerika Serikat akan mengurangi kematian akibat penyakit jantung sebesar 4,5%.

 

  1. Konsumsi Serat Larut

Serat larut adalah sekelompok senyawa yang berbeda dalam tanaman yang larut dalam air dan tidak dapat dicerna manusia.

 

Namun, bakteri menguntungkan yang hidup di usus Anda dapat mencerna serat larut.

 

Bahkan, mereka membutuhkannya untuk nutrisi mereka sendiri. Bakteri baik ini, juga disebut probiotik.

 

Probiotik dapat mengurangi kedua jenis lipoprotein, LDL dan VLDL yang berbahaya.

 

Beberapa sumber serat larut terbaik termasuk kacang, kacang polong dan lentil, buah-buahan, gandum dan biji-bijian utuh.

 

  1. Olahraga teratur

Olahraga teratur adalah tindakan terbaik untuk kesehatan jantung.

Tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan membantu memerangi obesitas, tetapi juga mengurangi kolesterol LDL berbahaya dan meningkatkan Kolesterol HDL yang baik.

 

Olahraga teratur adalah cara yang mudah dan murah yang dapat dilakukan oleh setiap orang.

 

Olahraga adalah cara menurunkan kolesterol alami.

 

Berdasarkan tinjauan dari 13 penelitian, olahraga selama 30 menit lima hari dalam seminggu sudah cukup sebagai cara menurunkan kolesterol alamiah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

 

  1. Menurunkan Berat Badan adalah Cara Menurunkan Kolesterol Terbaik

Diet mempengaruhi cara tubuh Anda menyerap dan memproduksi kolesterol. Tapi, berat badan berlebih akan menyebabkan kadar kolesterol Anda cenderung tinggi meskipun Anda tidak hobi mengonsumsi makanan berlemak.

cara menurunkan kolesterol
menurunkan berat badan untuk menurunkan kolesterol (sumber: pixabay.com)

Sebuah penelitian selama dua tahun terhadap 90 orang yang menjalani diet penurunan berat badan yang ditetapkan secara acak menemukan bahwa penurunan berat badan pada salah satu diet meningkatkan penyerapan kolesterol dari makanan dan menurunkan pembentukan kolesterol baru dalam tubuh.

Penurunan berat badan mengurangi kolesterol total, sebagian dengan mengurangi pembentukan kolesterol baru di hati.

 

Penurunan berat badan memiliki efek yang berbeda, meskipun secara umum bermanfaat, pada HDL dan LDL dalam beberapa penelitian yang berbeda.

 

Jadi, salah satu cara menurunkan kolesterol dengan cepat adalah berolahraga teratur.

 

  1. Cara menurunkan kolesterol terakhir, Jangan Merokok

Cara menurunkan kolesterol tinggi yang terakhir pada artikel ini adalah jangan merokok.

 

Atau bagi Anda penderita kolesterol tinggi dan juga perokok saat ini maka cara yang efektif untuk menurunkannya adalah berhenti merokok.

 

Merokok meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik.

 

Merokok juga dapat menghambat kemampuan tubuh untuk mengirim kolesterol kembali ke hati untuk disimpan atau dipecah.

 

Berhenti merokok dapat membalikkan efek ini.

 

Kesimpulan Cara Menurunkan Kolesterol

Kolesterol memiliki fungsi penting dalam tubuh, tetapi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan penyakit jantung saat kadarnya terlalu tinggi.

 

Low-density lipoprotein (LDL) rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas dan berkontribusi paling besar pada penyakit jantung.

 

Sebaliknya, high-density lipoprotein (HDL) melindungi tubuh terhadap penyakit jantung dengan membawa kolesterol menjauh dari dinding pembuluh dan kembali ke hati.

 

Jika kolesterol Anda tidak seimbang, intervensi gaya hidup adalah cara menurunkan kolesterol secara cepat.

 

Lemak tak jenuh dan serat larut dapat meningkatkan HDL yang baik dan mengurangi LDL yang buruk.

 

Olahraga dan penurunan berat badan juga cara efektif menurunkan kolesterol.

 

Makan lemak trans dan merokok itu berbahaya dan harus dihindari karena tidak membantu sebagai cara menurunkan kolesterol jahat.

 

Jika Anda khawatir dengan kadar kolesterol Anda, periksakan ke dokter.

 

Pengambilan darah sederhana yang dilakukan setelah Anda puasa di malam adalah cara yang diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol Anda.

 

Featured Picture Produk Detoksifikasi

8 Ciri Produk Detoksifikasi Anda adalah “PENIPUAN”

Sebelum Anda tertipu untuk membeli karena beberapa orang menawarkan produk detoksifikasi atau produk detoks yang kata mereka dapat membantu untuk membuang racun pada tubuh Anda maka ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.

 

Anda pasti pernah melihat iklan atau testimoni untuk semua bentuk produk detoksifikasi. Detoksifikasi sendiri berarti proses penawaran atau penetralan racun di dalam tubuh.

produk detoksifikasi
Produk detoksifikasi (Sumber: pixabay.com)

Apotek lokal di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda juga mungkin memiliki rak yang berisi suplemen atau peralatan yang menjanjikan iming-iming kesehatan yang cukup signifikan seperti:

  • Menghilangkan flek hitam dan mencerahkan kulit
  • Membuang racun dan lemak pada saluran pencernaan (usus)
  • Membuang racun pada paru-paru seorang perokok
  • Menjanjikan Anda menjadi lebih langsing

 

Bahkan beberapa orang di media sosial seperti Facebook atau Instagram mempromosikan produk serbuk dari ekstrak tanaman tertentu yang bermanfaat sebagai detoksifikasi.

 

Mereka selalu mengklaim bahwa detoksifikasi tubuh dapat dilakukan oleh produk-produk itu dan dapat membuat Anda menjadi lebih baik dan tampak lebih sehat.

 

Sayangnya, sebagian besar produk detoksifikasi yang dipasarkan tidak berguna dengan baik, mahal, berpotensi berbahaya, dan malah buruk bagi kesehatan.

 

Percaya atau tidak, sebagian besar produk detoksifikasi itu hanya berhasil membersihkan tabungan uang Anda bukan racun dari tubuh Anda.

 

Berikut ini adalah sepuluh tanda bahwa Anda mungkin telah ditipu dengan iming-iming produk detoksifikasi dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.

 

 

  1. Perhatikan kata “homeopati” pada produk detoksifikasi

Produk dengan kata homeopati terlihat seperti obat konvensional ketika disimpan di rak toko.

detoksifikasi
Teh Detoks (Sumber: pixabay.com)

Homeopati sering disalahpahami sebagai obat alami mirip dengan produk herbal.

 

Pemasaran dan pelabelan ini mendorong persepsi ini, sering menggambarkan homeopati sebagai sistem penyembuhan “lembut” dan “alami”, dan menempatkan istilah samar seperti  di samping nama-nama Latin panjang dari apa yang tampaknya merupakan bahan aktif.

 

Tetapi tidak seperti obat konvensional, produk homeopati tidak mengandung “obat” sama sekali.

 

Mereka secara efektif dan kadang-kadang secara harfiah disebut sebagai pil gula-plasebo.

 

Tidak mengherankan, tidak ada bukti yang meyakinkan untuk menunjukkan bahwa homeopati memiliki nilai medis.

 

 

  1. Detoks mengklaim untuk menghilangkan atau mengobati Candida

Jika Anda membaca majalah kesehatan alternatif, buku atau situs web, Anda akhirnya akan melihat gagasan yang dipromosikan bahwa tubuh kita semua tampaknya dipenuhi dengan Candida (ragi).

 

Candida albicans adalah jamur yang paling banyak terdapat di tubuh kita.

 

Namun, jamur ini jarang menjadi penyebab penyakit serius atau berkepanjangan.

 

Infeksi yang lebih umum disebabkan oleh jamur ini adalah sariawan (infeksi mulut) atau vaginitis (biasa disebut infeksi ragi), yang keduanya mudah diobati dengan obat anti-jamur.

 

Infeksi Candida serius sangat jarang, dan biasanya hanya terlihat pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Seperti pada pasien yang menjalani kemoterapi untuk kanker atau kondisi AIDS.

 

Jadi bila ada yang mempromosikan produk detoksifikasi dengan iming-iming menghilangkan Candida dari tubuh Anda maka itu adalah suatu penipuan.

 

Sebab kita tidak perlu menghilangkan jamur ini dari tubuh kita.

 

Kita hanya perlu mengobatinya dengan obat anti jamur bila dia sudah menjadi penyebab infeksi pada tubuh.

 

  1. Infus vitamin intravena

Pernahkah Anda mendapatkan suntikan vitamin yang biasanya berwarna merah di bokong atau melalui infus pada tangan Anda?

vitamin intravena detoksifikasi
Vitamin Untuk Detoks (Sumber: pixabay.com)

Sayangnya, terlepas ada manfaat yang Anda rasakan dan semua dukungan dari atlet pro atau selebriti, tidak ada bukti yang dapat dipercaya untuk menyarankan bahwa infus vitamin rutin diperlukan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan ini tidak memiliki manfaat kesehatan yang berarti.

 

Infus vitamin adalah kreasi pemasaran, memberikan ilusi bahwa Anda melakukan sesuatu untuk kesehatan Anda, tetapi tidak memiliki khasiat yang terbukti secara ilmiah.

 

Ya, ada peran medis yang mapan untuk vitamin yang dapat disuntikkan, meskipun tidak ada obat penambah energi, semuanya digunakan untuk menggantikan apa yang seharusnya kita peroleh dalam makanan kita, ketika kita “tidak bisa makan”.

 

Namun, meskipun bukti ilmiah yang baik sangat kurang terkait manfaat kesehatan dari tindakan ini. Banyak orang yang percaya bahwa tindakan pemberian vitamin intravena dapat bermanfaat.

 

Jika Anda perlu hidrasi, minumlah air.

 

Dan jika tubuh Anda membutuhkan vitamin, makanlah beberapa makanan (sayur dan buah) berwarna.

 

Dan jika Anda terlalu capek maka beristirahatlah (tirah baring), bukan tetap bekerja setelah mendapatkan suntikan vitamin.

 

 

  1. Produk tersebut adalah kopi tapi bukan kopi untuk Anda minum

Mengkonsumsi kopi untuk sebagian besar orang adalah aman dan bahkan mungkin bermanfaat.

kopi detoks
Kopi Detoks (Sumber: pixabay.com)

Namun, ada kepercayaan kesehatan alternatif yang tersebar luas bahwa satu-satunya manfaat nyata kopi diberikan ketika Anda memasukkannya ke dalam dubur.

 

Meskipun kopi enema ini menjadi salah satu produk yang sedang terkenal. Kopi enema dianggap tidak aman dan harus dihindari.

 

Efek samping yang jarang tetapi serius seperti septikemia (bakteri dalam aliran darah), perforasi dubur, dan kelainan elektrolit telah disebabkan oleh enema kopi.

 

Kematian akibat pemberian enema kopi telah dilaporkan.

 

Enema kopi berakar sebagai bagian dari “Perawatan Gerson” untuk kanker, yang dikembangkan oleh dokter Max Gerson pada tahun 1940-an.

 

Rejimennya termasuk enema kopi, suplemen, jus, dan suntikan hati anak sapi.

 

Pendekatan ini telah diselidiki dan terbukti tidak berguna untuk pengobatan kanker. Beberapa pendukung kopi enema percaya bahwa komponen kimia kopi merangsang fungsi hati dan kandung empedu.

 

Tidak ada bukti yang dapat dipercaya untuk menyarankan ini terjadi, atau bahwa itu perlu.

 

Hati dan kantong empedu Anda tidak memerlukan enema kopi untuk bekerja secara efektif.

 

  1. Produk tersebut Berisi Arang Aktif

Arang aktif adalah obat yang digunakan secara rutin untuk keracunan.

arang aktif
Arang Aktif (Sumber: pixabay.com)

Jadi apakah itu akan berhasil jika Anda terlalu banyak mengonsumsi alkohol atau bir?

 

Dibandingkan dengan protokol detoksifikasi nyata, jumlah arang dalam produk detoksifikasi sangat kecil.

 

Dan terlepas dari gembar-gembor pemasaran, arang aktif tidak memiliki kemampuan untuk menyedot bahan kimia beracun dari seluruh tubuh Anda setelah diserap.

 

Efeknya terbatas pada saluran pencernaan saja, dan itu telah dipelajari dalam situasi keracunan saja.

 

Sementara menelan arang mungkin akan ditoleransi dengan baik, mengonsumsinya sebagai diet sehat adalah sesuatu hal yang harus Anda hindari.

 

Arang aktif mengikat vitamin seperti asam askorbat (vitamin C), niasin, piridoksin (vitamin B6), tiamin (vitamin B1) dan biotin, sehingga berpotensi membuat makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjadi kurang bergizi.

 

Satu-satunya alasan Anda harus menggunakan arang aktif adalah ketika dokter ruang gawat darurat memberi tahu Anda bahwa arang akan menyelamatkan hidup Anda.

 

Kalau tidak, anggap produk apa pun dengan arang aktif sebagai bendera peringatan untuk sesuatu yang dipromosikan tanpa bukti ilmiah yang kredibel serta merupakan usaha menguras kantung Anda.

 

  1. Segala sesuatu yang membanggakan “Alkali”

Gagasan bahwa keasaman tubuh kita perlu dipantau dan disesuaikan secara teratur selalu dipromosikan oleh penjual produk-produk alkali tertentu dan pada umumnya dipasarkan melalui mekanisme multi level marketing (MLM).

air alkali
Air Alkali (Sumber: pixabay.com)

Ada kepercayaan yang tersebar luas bahwa apa pun yang membuat tubuh “asam” adalah buruk dan apa pun yang basa atau “alkali” itu baik.

 

Tapi semua ini omong kosong, dirancang untuk membingungkan Anda tentang ilmu biokimia dasar.

 

Skala pH adalah ukuran keasaman suatu cairan. PH 7 adalah netral.

 

Apa pun yang lebih rendah disebut asam, apa pun yang lebih tinggi adalah basa, atau ALKALI.

 

PH adalah skala logaritmik yaitu skala dengan perbedaan 1 pH adalah perbedaan 10x lipat.

 

PH darah kita adalah 7,4, sedikit alkali atau basa.

 

Enzim yang memfasilitasi reaksi kimia dalam sel hanya bekerja dalam kisaran pH yang sempit.

 

Setiap perubahan signifikan berarti kematian sel yang hampir pasti terjadi.

 

Serangkaian penyangga (buffer) dan mekanisme kompensasi menjaga serta mempertahankan pH dalam darah kita tidak bergerak jauh dari angka 7,4.

 

Karena darah bersirkulasi ke seluruh tubuh terus-menerus, ia dapat mengkompensasi perubahan pH di organ mana pun (misalnya Otot kita selama latihan intens).

 

Karbon dioksida (CO2) adalah asam yang paling umum di tubuh kita, dan merupakan produk dari aktivitas sel.

 

Darah membawa CO2 dan menghilangkannya di paru-paru. Paru-paru sebenarnya menyediakan sumber asam terbesar di tubuh kita.

 

Semua yang kita makan dipecah oleh asam lambung.

 

PH di lambung kita adalah sekitar 3, sangat asam, karena lambung menghasilkan asam klorida.

 

Segala sesuatu yang dikeluarkan dari lambung kita, ke dalam usus, kemudian segera dinetralkan oleh cairan pencernaan dan enzim.

 

Efek bersihnya adalah semua yang kita makan atau minum dan cerna pada akhirnya akan berada pada pH sesuai dengan pH usus kita.

 

Tidak ada yang Anda makan atau minum akan memiliki efek signifikan pada pH makanan setelah mencapai usus Anda untuk diserap.

 

Jadi klaim bahwa “keasaman adalah akar dari semua penyakit” tanpa dasar ilmiah sekali dan mencerminkan kurangnya pemahaman fisiologi dasar dan biokimia.

 

Jika produk detoksifikasi Anda mengklaim dapat “mengembalikan” keseimbangan asam-basa Anda, atau seharusnya membuat Anda lebih “alkali”.

 

Percayalah itu adalah tanda pasti penipuan.

 

  1. Produk detoksifikasi tidak menyebutkan racun spesifik yang dikeluarkan

 

Materi pemasaran untuk perawatan detoks biasanya akan mencantumkan gejala dan bahkan penyakit yang diklaim sebagai dampak banyaknya racun pada tubuh.

 

Beberapa penyakit yang cukup umum terjadi pada siapa saja, misalnya:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Susah tidur, dan
  • Lapar

 

Atau beberapa penyakit yang cukup spesifik menakut-nakuti Anda untuk membeli seperti kanker.

 

Racun mana yang menyebabkan penyakit apa, dan bagaimana racun menyebabkan gejalanya tidak pernah benar-benar dijelaskan.

 

Terlepas dari beragam racun yang diklaim sebagai penyebab penyakit Anda, klaim pemasaran untuk produk detoksifikasi palsu tidak akan pernah mencantumkan racun yang dibuang itu.

 

Hal ini terjadi karena produk tersebut tidak pernah terbukti benar-benar menghilangkan racun sama sekali.

 

Mereka selalu gagal menghubungkan toksin spesifik dengan gejala atau penyakit tertentu.

 

Tidak ada bukti ilmiah yang dapat dipercaya untuk menunjukkan bahwa detoksifikasi benar-benar mengeluarkan racun yang merupakan penyebab masalah kesehatan.

 

 

  1. Produk detoksifikasi mengatakan dapat membersihkan organ tubuh Anda

 

Salah satu ide yang dipromosikan secara luas tentang “detoksifikasi” adalah yang bertindak seperti semacam pembersih untuk organ tubuh Anda.

detoksifikasi organ
Detoksifikasi Organ (Sumber: pixabay.com)

Iklan detoks menggambarkan hati dan ginjal Anda sebagai penyaring yang berfungsi, tempat racun ditangkap dan disimpan secara fisik.

 

Mereka mengatakab bahwa organ-organ ini harus dibersihkan secara berkala, seperti Anda membersihkan penyaring udara pada AC atau mengganti filter udara di mobil Anda.

 

Tetapi kenyataannya adalah, ginjal dan hati tidak bekerja seperti ini.

 

Hati melakukan serangkaian reaksi kimia, menggunakan enzim, untuk mengubah zat beracun menjadi zat yang dapat dihilangkan melalui empedu atau ginjal.

 

Hati adalah organ yang dapat membersihkan tubuhnya sendiri dan racun tidak menumpuk di dalamnya, dan kecuali Anda telah mengalami penyakit hati.

 

Ginjal mengeluarkan produk-produk limbah hasil metabolisme ke dalam urine.

 

Jika tidak dibuang oleh ginjal, zat tersebut tetap berada dalam darah.

 

Iklan-iklan marketing berargumen bahwa salah satu organ membutuhkan “pembersihan” hanya menunjukkan kurangnya pemahaman mereka dalam ilmu biokimia.

 

Organ Anda baik-baik saja dan tidak butuh produk detoks.

 

Jadi apa itu detoksifikasi yang baik?

 

Ada alasan mengapa kita jatuh cinta pada pemasaran detoksifikasi adalah karena kita tampaknya dirancang untuk percaya bahwa kita membutuhkannya.

 

Ide-ide populer detoksifikasi dan pembersihan tidak memiliki dasar dalam kenyataan dan tidak dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah.

 

Tidak ada bukti yang diterbitkan untuk menunjukkan bahwa perawatan detoksifikasi.

 

Tindakan Detoks memusatkan perhatian pada masalah yang tidak relevan, memberi kesan bahwa Anda dapat membatalkan keputusan gaya hidup dengan perbaikan cepat.

 

Peningkatan kesehatan tidak ditemukan dalam sekotak herbal, sebotol homeopati, atau sekantong kopi yang dimasukkan ke dalam dubur Anda.

 

Pengaruh gaya hidup dari pola makan yang buruk, kurang olahraga, merokok, kurang tidur, dan penggunaan alkohol atau narkoba adalah penyebab utama tubuh mengalami penyakit tidak menular.

 

Ginjal dan hati kita tidak memerlukan perawatan detoksifikasi.

 

Jika ada yang menyarankan detoksifikasi atau pembersihan kepada Anda, ingatlah bahwa Anda mendengar promosi pemasaran agar produk mereka laku terjual.

 

Menjual testimoni orang-orang yang katanya mendapatkan manfaat setelah mengonsumsi produk tersebut tanpa bukti ilmiah.

 

Percayalah produk detoksifikasi yang dijual kepada Anda adalah penipuan dan penjualnya sedang menjelaskan kondisi imajiner yang tidak nyata kepada Anda.

Featured Picture Tersetrum Kabel Listrik

Lagi, Pekerja Di Ketinggian Tersetrum Kabel Listrik

Kemarin, Jum’at 04 Januari 2019 kejadian kecelakaan kerja mirip dengan kejadian kecelakaan kerja beberapa bulan yang lalu terjadi lagi di Labuhanbatu Utara. Seorang pekerja di ketinggian tersetrum kabel listrik saat akan memasang baliho.

 

Sekitar 3 bulan sebelumnya terdapat 2 kasus yang mirip pula. Tanggal 25 Oktober 2018 seorang pekerja di ketinggian juga tersetrum kabel listrik saat akan memasang CCTV. Tanggal 18 Oktober 2018 seorang petugas yang akan memasang instalasi wifi juga tersetrum kabel listrik bahkan sempat di kubur di dalam tanah.

pekerja tanpa APD
Gambar ilustrasi pekerja tanpa APD sumber: pixabay.com

Yang menjadi pertanyaannya? Mengapa kondisi ini sering kali terjadi? Tidakkah para pekerja di ketinggian ini menyadari bahaya yang akan mereka hadapi ketika bersentuhan dengan kabel listrik di tempat mereka bekerja?

 

Apakah perusahaan yang menggunakan jasa mereka tidak memberikan alat perlindungan diri yang memadai untuk melakukan pekerjaan berisiko ini?

 

Lalu apa saja alat perlindungan diri yang harus dikenakan oleh para pekerja di ketinggian?

 

Dan bagaimana penanganan awal bila ada pekerja ketinggian yang tersetrum listrik.

 

Yang pertama, mari kita bahas terkait mengapa kabel-kabel hitam besar yang terpasang di tiang-tiang beton milik Perusahan Listrik Negara tersebut dapat menyebabkan seseorang tersetrum listrik.

 

Kabel Listrik dan Peristiwa Tersetrum Kabel Listrik

luka keluar listrik
Luka keluar listrik dari Occupational Safety and Health Administration [Public domain], via Wikimedia Commons
Setiap kabel atau instalasi listrik yang menghantarkan arus dilindungi oleh isolator. Benda atau zat yang tidak menghantarkan listrik.

Begitu pula dengan kabel-kabel dipinggir jalan yang dimiliki oleh PLN seluruhnya dilapisi isolator.

 

Isolator ini dapat bertahan 20 hingga 30 tahun, tapi sangat bergantung pada kondisi lingkungan dimana kabel tersebut dipasang.

 

Isolator tersebut dapat saja rusak dan menyebabkan aliran listrik dapat keluar dari kabel dan tentunya bila bersentuhan dengan benda konduktor (penghantar arus listrik) maka akan ada arus listrik yang mengalir.

 

Dan sayangnya di Indonesia, isolator instalasi listrik ini cenderung kurang terawat.

 

Lihat saja data kebakaran di ibukota, Jakarta. Sebesar 58% kebakaran di sebabkan oleh hubungan pendek arus listrik yang juga dapat terjadi salah satunya karena kerusakan isolator ini.

 

Sayangnya, tubuh manusia merupakan salah satu konduktor yang baik. Kondisi ini terjadi karena 60-80% tubuh kita terdiri dari air.

 

Kerusakan sedikit saja pada isolator kabel-kabel ini maka dapat menimbulkan potensi sengatan arus listrik.

 

Instalasi kabel listrik di rumah mungkin hanya memiliki tegangan arus bolak-balik sekitar 40 volt  hingga 1000 volt.

 

Tegangan sebesar ini saja sudah cukup untuk membuat jantung seseorang mengalami gangguan irama jantung atau bahkan membuat jantung berhenti.

 

Apalagi instalasi kabel di pinggir jalan seperti pada kasus yang saya jabarkan di atas. Tegangannya berkisar 20 kilo volt atau (20.000 volt).

 

Bahkan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (disingkat SUTET) miliki tegangan sekitar 500 kilo volt (500.000 volt).

SUTET
Gambar ilustrasi SUTET sumber: pixabay.com

Hanya butuh arus sebesar 2 Ampere untuk membuat jantung kita berhenti berdetak dan merusak organ dalam lainnya.

 

Bahkan pemutus sirkuit rumah tangga umum yang ada dirumah-rumah baru akan putus pada arus 15-30 ampere.

 

Lalu, bila seseorang tersetrum apa yang terjadi pada tubuhnya?

 

Efek Tersetrum Kabel Listrik terhadap tubuh

Setidaknya terdapat 3 cedera yang dapat terjadi pada tubuh ketika tersetrum kabel listrik. Cedera tersebut adalah:

 

  1. Cedera listrik

Kondisi ini adalah cedera listrik yang sebenarnya. Terjadi karena efek langsung dari aliran arus listrik pada tubuh dan organ-organ tubuh seperti jantung, otak, membran sel, dan otot polos pembuluh darah. Efek dari cedera ini yang paling berat tentu saja henti jantung mendadak dan kerusakan organ dalam

 

  1. Cedera termal (suhu panas)

Kondisi cedera termal akan memunculkan luka bakar. Peristiwa ini terjadi akibat perubahan (konversi) energi listrik menjadi energi panas saat arus melewati jaringan tubuh. Bila kulit mengalami luka bakar yang cukup luas maka kondisi ini sangat berdampak terhadap kemampuan dasar tubuh dalam mempertahankan jumlah cairan tubuh. Masalah utama lainnya adalah akan terjadinya kekurangan atau kelebihan ion tubuh seperti kalium, natrium, klorida, dan kalsium yang disebut sebagai kondisi gangguan elektrolit. Kondisi ini juga dapat berujung pada henti jantung yang tentunya akan menyebabkan kematian.

 

  1. Trauma tumpul

Kondisi ini terjadi terutama bila korban tersetrum listrik terpental dari lokasi dimana dia tersengat atau karena jatuh dari ketinggian. Kondisi ini juga dapat terjadi karena otot mengalami kejang sesaat setelah tersetrum listrik di mana akan muncul kontraksi otot yang parah.

 

Sederhananya, kondisi tersetrum listrik ini adalah peristiwa “Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga”.

 

Sudahlah tubuh terkena aliran arus listrik, masih ada cedera lain (luka bakar atau cedera tumpul seperti patah tulang) yang terjadi.

 

Langkah apa yang harus dilakukan pada orang-orang yang mengalami peristiwa ini telah saya jelaskan secara rinci pada artikel yang lain yang dapat dibaca dengan menekan link di bawah ini.

 

Cedera Akibat Listrik: Diangnosis & Tatalaksana

 

Yang pasti, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah segera memastikan kondisi korban aman untuk dibawa ke pusat layanan kesehatan terdekat atau melakukan pijat jantung dan memberikan bantuan napas ketika terjadi peristiwa henti jantung.

 

Bukan malah menguburkan korban ke dalam tanah.

 

Kemudian, bisakah kita mencegah peristiwa ini terjadi kembali dan apa yang harus dilakukan pekerja di ketinggian untuk menghindari tersetrum listrik?

 

Pekerja Di Ketinggian dan Alat Perlindungan Diri

tersetrum kabel listrik
gambar ilustrasi sumber: pixabay.com

Dalam dunia kedokteran dan kesehatan, peristiwa pekerja tersetrum kabel listrik ini masuk dalam peristiwa kecelakaan kerja.

 

Seharusnya kegiatan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) harus dilakukan dan diperhatikan pada pekerja di ketinggian.

 

K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan Tenaga Kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

 

Apakah upaya ini sudah dilakukan untuk kasus-kasus yang saya ungkapkan di artikel ini?

 

Saya pribadi merasa belum. Padahal, pemerintah melalui No. 9 Tahun 2016 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Pekerjaan Pada Ketinggian telah memberikan secara rinci apa upaya K3 yang harus dilakukan.

 

Mari kita kenali siapa saja pekerja di ketinggian dan apa saja alat pelindung yang harus mereka gunakan selama bekerja.

 

Bekerja pada Ketinggian

pekerja listrik
Gambar ilustrasi sumber: pixabay.com

Bekerja pada ketinggian adalah kegiatan atau aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja pada Tempat Kerja di permukaan tanah atau perairan yang terdapat perbedaan ketinggian dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau orang lain yang berada di Tempat Kerja cedera atau meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda.

 

Jadi, kalau menurut kriteria di atas petugas pemasang instalasi wifi, petugas pemasang CCTV, dan petugas pemasang baliho yang tersetrum kabel listrik ini adalah Tenaga Kerja yang bekerja pada ketinggian.

Setiap tenaga kerja yang bekerja pada ketinggian wajib memenuhi persyaratan K3 meliputi:

  1. Perencanaan
  2. Prosedur Kerja
  3. Teknik bekerja aman
  4. Alat Perlindungan Diri, Perangkat Pelindung Jatuh, dan Angkur

 

Pengusaha dan/atau pengurus wajib memastikan semua kegiatan bekerja pada ketinggian yang menjadi tanggung jawabnya telah direncanakan dengan tepat, dilakukan dengan cara yang aman, dan diawasi.

 

Bila masih ada pekerja yang tersetrum kabel listrik ketika bekerja pada ketinggian maka dapat dipastikan pengusaha atau pemberi kerja telah gagal merencanakan.

 

Sebab peristiwa tersetrum kabel listrik ini dapat dihindari bila sebelumnya telah direncanakan untuk pemadaman sementara listrik di lokasi kerja berkoordinasi dengan PLN.

 

Selain itu, pengusaha atau pemberi kerja wajib menyediakan APD secara cuma-cuma kepada tenaga kerja dan memastikan tenaga kerja menggunakan APD yang sesuai dalam melakukan pekerjaan pada ketinggian.

 

Alat Pelindung Diri

Pada PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.08/MEN/VII/2010 TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI memuat APD apa saja yang wajib digunakan dalam menjalankan pekerjaan, yaitu:

  1. pelindung kepala;
  2. pelindung mata dan muka;
  3. pelindung telinga;
  4. pelindung pernapasan beserta perlengkapannya;
  5. pelindung tangan; dan/atau
  6. pelindung kaki.

 

Selain itu, APD juga termasuk:

  1. pakaian pelindung;
  2. alat pelindung jatuh perorangan (bekerja pada ketinggian); dan/atau
  3. pelampung (untuk pekerjaan di perairan)

 

 

Semua hal ini harus dilengkapi setiap pemberi kerja agar unsur K3 dapat terpenuhi dan tidak lagi ada korban jiwa karena tersetrum kabel listrik.

 

Semoga pengusaha dan pemberi kerja dapat memberikan keamanan terhadap para pekerjanya agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

 

Semoga bermanfaat.

 

Bila ada yang ingin Anda tanyakan terkait masalah ini silakan tanyakan di kolom komentar.

Referensi
kafein pada kopi

Mengenal Lebih Dekat Senyawa Kafein

Bila Anda seorang pencinta kopi tentu Anda telah mengenal senyawa ini. Kafein adalah salah satu senyawa stimulan alami yang paling banyak ditemukan pada kopi.

 

Stimulan adalah senyawa kimia yang dapat mempercepat beberapa fungsi atau proses dalam tubuh.

 

Tapi, apakah Anda benar-benar yakin telah mengenal senyawa kafein ini dengan baik?

 

Tahukah Anda bahwa kafein juga dapat menyebabkan masalah pada tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan?

 

Artikel ini akan memberikan kepada Anda gambaran yang sederhana terkait:

  • Apa itu kafein?
  • Bagaimana pengaruh kafein terhadap tubuh?
  • Kapan Anda harus membatasi atau menghindari konsumsi kafein?
  • Berapa batas kafein yang dapat Anda konsumsi?

 

Untuk pertama sekali mari kita bahas terkait apa itu senyawa kafein.

 

Bila Anda belum punya cukup waktu untuk membaca artikel ini hingga selesai, kami menyediakan file dalam format PDF yang dapat Anda unduh dan Anda baca kapan saja pada link berikut.

Senyawa Kafein.pdf

 

Apa itu Kafein?

senyawa kafein

Seperti yang telah disebutkan di atas, senyawa kafein adalah senyawa yang masuk dalam golongan stimulan.

 

Stimulan adalah senyawa yang dapat mempercepat proses beberapa fungsi tubuh. Senyawa ini ditemukan secara alami pada daun teh, biji kopi, dan juga biji coklat.

 

Selain secara alami, senyawa ini juga dapat diproduksi secara kimiawi. Persis seperti pembuatan obat-obatan.

 

Sebagian besar kafein yang Anda konsumsi berasal dari berbagai jenis minuman, antara lain:

  • Kopi
  • Teh
  • Minuman berkarbonasi
  • Minuman energi

 

Selain dari minuman, kafein juga dapat ditemukan pada:

  • Permen min
  • Permen karet
  • Cokelat
  • Energi bar
  • Dan makanan lainnya.

 

Bila Anda perhatikan, beberapa obat yang dijual bebas, terutama obat anti nyeri dan obat sakit kepala juga mengandung kafein.

 

Jadi pada dasarnya kafein merupakan stimulan alami tapi dapat pula diproduksi secara kimiawi. Kafein ditemukan pada makanan dan minuman serta digunakan pula dalam obat.

 

Bila kafein juga digunakan sebagai salah satu komposisi obat apa yang dapat dilakukan kafein terhadap tubuh?

 

Sebelum melanjutkan, Bila Anda Tertarik Dengan Artikel Terkait dengan Kopi Maka Anda Dapat Membaca Artikel Terkait Kopi Lainnya pada Link Berikut Ini:

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

Peminum Kopi Lebih Panjang Umur: Fakta atau Mitos?

 

Pengaruh Senyawa Kafein Terhadap Tubuh Anda

pengaruh kafein

Karena berperan sebagai stimulan, setiap organ tubuh Anda yang memiliki reseptor stimulan dapat terpengaruh dengan kadar kafein dalam darah.

 

Kafein yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui berbagai makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan diserap oleh sistem pencernaan.

 

Sistem pencernaan akan menyerap kafein ke dalam pembuluh darah. Peningkatan kadar kafein dalam pembuluh darah dapat mempengaruhi berbagai bagian dan organ tubuh, yaitu:

  • Kafein akan menstimulasi otak dan membuat Anda terjaga lebih lama, berenergi, dan membantu agar dapat berkonsentrasi lebih baik
  • Denyut nadi akan meningkat
  • Bekerja lebih lama tanpa merasa capek
  • Membuat Anda menjadi lebih tidak sensitif terhadap nyeri atau sakit
  • Membantu otot untuk bekerja lebih baik
  • Meningkatkan jumlah asam lambung

 

Meskipun demikian, tidak selamanya kafein memberikan dampak positif pada tubuh Anda.

 

Konsumsi kafein yang berlebihan juga dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan Anda.

 

Efek buruk tersebut antara lain:

  • Cemas, gangguan tidur, dan keletihan
  • Denyut jantung cepat dan tidak teratur (irreguler)
  • Otot berkedut
  • Mual
  • Nyeri perut atau nyeri ulu hati

Peningkatan kadar kafein dalam darah juga mengakibatkan percepatan proses pembentukan urine dan dapat menyebabkan Anda kekurangan cairan atau dehidrasi.

 

Untuk itu jangan heran bila Anda akan lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi satu gelas kopi atau teh.

 

Kafein dalam kopi atau teh tersebut yang membuat Anda menjadi lebih sering untuk ke kamar mandi.

 

Efek negatif dari senyawa kafein ini lebih sering terjadi pada orang yang jarang mengonsumsinya.

 

Bila Anda rutin minum segelas kopi atau teh mungkin Anda jarang mengalami dampak negatif dari kafein dibandingkan orang yang jarang minum teh atau kopi.

 

Kondisi ini disebut sebagai toleransi kafein. Toleransi kafein ini berbeda-beda sehingga dampak kafein dan seberapa banyak kafein memberikan dampak pada tubuh berbeda-beda pula antara orang yang satu dengan orang yang lain.

 

Lalu, kapan Anda harus membatasi atau menghindari konsumsi kafein?

 

 

Kondisi yang Menyebabkan Anda Harus Menghindari Konsumsi Kafein

efek negatif kafein

Senyawa kafein dapat memberikan masalah bila Anda menderita:

  • Diabetes tipe 2 (konsumsi kafein lebih dari 250 mg akan meningkatkan kadar gula darah)
  • Penderita serangan panik atau gangguan cemas (ansietas)
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Penyakit jantung atau riwayat serangan jantung
  • Tekanan darah yang tidak terkontrol
  • Gangguan tidur
  • Ulkus peptikum (luka pada lambung atau usus)
  • Penyakit refluks asam lambung
  • Sindrom premenstruasi

 

Bila Anda merupakan salah seorang yang mengalami kondisi tersebut maka Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein.

 

Kafein dapat memperburuk penyakit yang sedang Anda derita.

 

Lalu, bila Anda cukup sehat, berapa banyak kafein yang dapat Anda konsumsi?

 

 

Jumlah Senyawa Kafein Yang Dapat Anda Konsumsi

konsumsi kafein

Jumlah kafein yang dapat Anda konsumsi selama satu hari adalah sekitar 200 hingga 300 mg per hari.

 

Bila Anda hamil, maka Anda tidak boleh mengonsumsi kafein pada 3 bulan pertama kehamilan (trimester pertama) dan tidak boleh lebih dari 200 mg pada usia kehamilan selanjutnya.

 

Satu hal yang harus dipahami, khusus untuk kopi, jumlah kafein dalam kopi sangat bergantung pada jumlah bubuk kopi yang digunakan, jenis kopi, dan proses penyeduhan kopi tersebut.

 

Kandungan kafein dalam beberapa minuman dapat adalah sebagai berikut:

 

  • Satu cangkir kopi reguler (250 mL) dapat mengandung 75 hingga 120 mg kafein
  • Kopi espresso mengandung sekitar 30 hingga 50 mg kafein untuk setiap 31,25 mL atau untuk setiap one shot
  • Satu cangkir teh (250 mL) mengandung 20 hingga 100 mg kafein
  • Minuman ringan dengan kafein mengandung sekitar 30 hingga 70 mg kafein untuk setiap botolnya (375 mL)
  • Minuman berenergi dapat mengandung 50 hingga 300 mg kafein dalam setiap 250 mL.

 

Ketika Anda telah mengetahui berapa jumlah senyawa kafein dalam minuman di atas maka cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda telah mengonsumsi terlalu banyak kafein adalah dengan memperhatikan bagaimana efek kafein terhadap tubuh Anda.

 

Jika Anda merasakan gejala buruk kafein seperti:

  • Terlalu sering buang air kecil
  • Nyeri ulu hati
  • Jantung berdebar
  • Diare

 

Maka Anda telah terlalu banyak mengonsumsi kafein.

 

Anda dapat mengukur sendiri besar toleransi tubuh Anda terhadap kafein.

 

 

Kesimpulan

Senyawa kafein mempengaruhi banyak bagian dan organ tubuh.

 

Kafein dapat membantu Anda lebih waspada dan lebih sulit capek.

 

Konsumsi terlalu banyak kafein dapat menyebabkan Anda terlalu bersemangat, gangguan tidur, dan masalah perut. Kafein juga dapat mempengaruhi detak jantung Anda.

 

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein adalah dengan memperhatikan bagaimana kafein mempengaruhi tubuh Anda dengan melihat gejala yang muncul.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan konsumsi kafein maka silakan Anda tuliskan dalam komentar

 

Referensi
sakit kepala

Kenali Penyebab Sakit Kepala Yang Anda Alami

Apa yang Anda lakukan pertama kali yang terpikirkan di dalam benak Anda jika Anda mengalami sakit kepala? Tentu saja Anda pasti mencari obat sakit kepala. Apakah ada di antara Anda yang berusaha untuk mencari apa yang menjadi penyebab sakit kepala tersebut?

pusing dan sakit kepala

Rata-rata orang di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia melakukan hal yang sama dengan Anda.

 

Jadi yang harus Anda ketahui, bahwa obat sakit kepala hanya untuk meredakan nyeri kepala Anda sementara.

 

Tetapi Anda harus mengetahui penyebabnya. Jika tidak, mungkin setelah minum obat Anda sembuh.

 

Namun keesokan harinya atau seminggu kemudian, jika Anda mengulangi penyebabnya, Anda akan mengalami sakit kepala lagi.

 

Dan jika Anda mengonsumsi obat terus menerus, yang ditakutkan adalah efek samping dari obat tersebut.

 

Oke, mari kita bahas satu persatu apa yang menjadi penyebab sakit kepala ini.

 

 

Kurang Tidur Sebagai Penyebab Sakit Kepala

penyebab sakit kepala

Penyebab sakit kepala yang pertama adalah kurang tidur.

 

Mungkin bagi Anda yang suka begadang dan bagi Anda yang kurang tidur, kondisi inilah yang paling sering menjadi “biang keladi” penyebab sakit kepala Anda.

 

Saat kita tidur, tubuh kita melakukan proses pemulihan (recovery).

 

Jadi saat kita stres seharian, tubuh akan mengalami banyak kerusakan.

 

Jadi saat tidur, tubuh Anda akan melakukan pemulihan. Begitu pula dengan otak Anda.

 

Pada otak terdapat milyaran sel saraf yang disebut sebagai neuron dan sel-sel pendukung lainnya.

 

Neuron akan dipulihkan kembali dengan sendirinya saat tidur.

 

Jadi bukan berarti saat Anda makan sel neuron akan mengalami pemulihan, tetapi saat Anda tidur.

 

Makanan itu hanya mengisi nutrisi bagi perbaikan otak dan tubuh Anda. Tetapi proses perbaikannya adalah di saat Anda tidur.

 

Jadi, percuma Anda mengisi bahan bakunya tetapi tidak Anda istirahatkan.

 

Penyebab Sakit Kepala Yang Kedua Adalah Stres

sakit kepala karena stres

Stres ini boleh saya katakan semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami stres.

Namun yang terpenting adalah bukan seberapa besar stres yang Anda hadapi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat mengelola stres Anda.

 

Secara sederhana disebut juga sebagai manajemen stres atau cara Anda dalam merespons stres ini. Tindakan ini adalah yang terpenting.

 

Jenis sakit kepala yang disebabkan terlalu banyak beban pikiran adalah nyeri kepala tegang atau disebut pula sebagai Tension Type Headadche (TTH).

 

Jadi tipe sakit kepala seperti ini mungkin beberapa dari Anda pernah merasakannya.

 

Kondisi TTH ini akan mengakibatkan bagian belakang kepala Anda sampai ke pundak dan leher kaku.

 

Jadi Anda pegang, rasanya seperti papan. Kaku sekali dan sangat keras.

 

Jika terjadi seperti ini, ototnya terlalu tegang. Otomatis pembuluh darah dan syaraf pada lokasi tersebut akan tertekan.

 

Banyak dari mereka akhirnya mencari obat untuk relaksasi.

 

Sebenarnya penyebab utamanya adalah karena “stres Anda”.

 

Hal ini banyak saya jumpai pada pelajar atau mahasiswa yang akan menghadapi ujian, misalnya. Lehernya terasa kaku.

 

Atau para pebisnis dan pekerja kantoran yang akan menghadapi klien pada keesokan harinya, atau mendapatkan sebuah proyek yang lebih besar.

 

Mereka terlalu tegang dan akhirnya tidak bisa tidur pada malam harinya.

 

Dehidrasi Juga Dapat Menjadi Penyebab Sakit Kepala

dehidrasi dan sakit kepala

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungannya dehidrasi dengan sakit kepala?

 

Tubuh kita sebagai manusia itu kurang lebih 70% terdiri dari cairan.

Jadi, air di dalam tubuh kita itu sangat berperan penting untuk melancarkan aliran darah (sirkulasi) dan metabolisme di dalam tubuh.

 

Jika Anda kekurangan cairan atau disebut sebagai dehidrasi, maka sirkulasi dan metabolisme di dalam tubuh Anda akan terganggu.

 

Begitu pula dengan peredaran nutrisi dan peredaran oksigen ke otak Anda. Karena sekali lagi, 70% tubuh kita adalah cairan.

 

Jika peredaran oksigen terganggu, maka otak Anda yang membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi tadi juga akan mengalami gangguan.

 

Jadi ingat, tubuh Anda memerlukan cairan. Lalu, berapakah jumlah cairan yang Anda butuhkan? Apakah Anda harus mengonsumsi 8 gelas setiap hari?

 

Kebutuhan cairan Anda adalah sekitar 40 mL per kilogram berat badan. Jadi kalau misalnya Anda memiliki berat badan 70 kg maka kebutuhan cairan harian Anda adalah sekitar 2,8 liter.

 

Dalam kondisi cuaca lebih panas, atau Anda sedang berolahraga, maka Anda boleh menambah asupan cairan Anda.

 

 

Pilek Juga Menjadi Penyebab Sakit Kepala

sakit kepala karena pilek

Sebagian besar yang mengalami Pilek atau Flu atau Masuk Angin akan mengalami sakit kepala.

 

Mengapa? Karena biasanya pilek itu paling banyak disebabkan oleh infeksi virus yang akan menyebabkan peradangan.

 

Jika tubuh mengalami peradangan, biasanya akan mengalami sakit di seluruh sendi, termasuk kepala Anda.

 

Jika kondisi ini terjadi, maka yang Anda butuhkan adalah beristirahat lebih banyak serta konsumsi lebih banyak air putih dan vitamin C.

 

Anda bisa mendapatkan vitamin C tersebut dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

 

Atau mungkin Anda bisa mendapatkannya dari makanan tambahan seperti suplemen.

 

 

Sakit Kepala Ditambah Sakit Gigi

sakit kepala karena sakit gigi

Almarhum Meggy Z menyanyikan salah satu lirik lagu populer ini, “Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini. Biar tak mengapa”

 

Tapi, saya tidak yakin bahwa Anda yang pernah mengalaminya setuju dengan lirik lagu tersebut. Mengapa demikian?

 

Karena sakit gigi itu sangat erat kaitannya dengan sakit kepala.

 

Apa alasannya? Sederhana, karena sangat dekat posisinya. Dan syarafnya saling terhubung.

 

Banyak orang di Indonesia, mungkin di seluruh dunia yang sangat malas untuk memeriksakan giginya 6 bulan sekali dan menjaga kebersihan gigi mereka.

 

Akhirnya sampai berlubang. Kalau sudah berlubang, itu sakit sekali.

 

Anda sampai tidak bisa tidur, tutup mulut saja setengah mati. Mengunyah makanan juga susah.

 

Jadi saya sarankan kepada Anda semua untuk kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

 

Anda juga harus berusaha untuk menjaga kebersihan mulut Anda.

 

Dengan melakukannya, maka Anda mengurangi risiko terjadinya gigi berlubang.

 

Kemudian yang keenam, mengonsumsi makanan dingin terlalu cepat. Mengonsumsi makanan atau minuman dingin terlalu cepat.

 

Tapi ada pula pasien yang bertanya seperti ini: “Dokter, ketika makanan atau minuman dingin jika masuk ke dalam tubuh kita bukankah tubuh kita akan membuat suhunya akan kembali normal seperti tubuh kita”.

 

Ya, benar. Saya tidak menyalahkan itu.

 

Tapi ingat, tubuh harus memecah senyawa yang disebut sebagai ATP (Adenosin Trifosfat) untuk menghasilkan energi  sehingga bisa menormalkan kembali suhu yang terlalu dingin tadi.

 

Dan ingat, itu butuh waktu.

 

Jika Anda mengonsumsinya terlalu cepat, maka akan mengganggu sistem tubuh dan syaraf-syaraf Anda.

 

Syaraf ini juga berhubungan dengan syaraf di otak Anda. Sehingga jika terganggu, Anda akan mengalami sakit kepala.

 

Biasanya tidak terlalu lama. Tetapi jika Anda sering melakukannya, otomatis tidak baik juga bagi tubuh Anda.

 

Kesimpulan

Oke, apa yang saya jabarkan di atas tadi merupakan 6 penyebab umum mengapa Anda sakit kepala.

 

Pesan saya di sini adalah:

 

“Ketahuilah penyebab mengapa Anda sampai sakit kepala.

Dan bukan berarti begitu Anda sakit kepala, harus langsung mencari obat.”

 

Mungkin Anda bisa membeli obat di apotek terdekat atau di toko terdekat dan langsung mengonsumsinya setiap kali sakit kepala.

 

Banyak masyarakat kita yang akhirnya mendapatkan efek buruk dari obat sakit kepala yang diminum setiap hari.

 

Mungkin dosis pertama 1 tablet. Akhirnya naik 2 tablet, 3 tablet, karena terjadi resisten (dosis menjadi tidak efektif) di dalam tubuh mereka.

 

Saya harapkan Anda semua dapat mengonsumsi obat dengan bijak. Dan Anda dapat mengetahui penyebab mengapa Anda bisa sakit kepala.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar sakit kepala atau Anda ingin membagikan pengalaman Anda terkait dengan pengobatan sakit kepala, silakan Anda tuliskan di kolom komentar. Saya akan senang untuk dapat membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut.

 

kopi reguler

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Beberapa minggu yang lalu dunia maya dihebohkan dengan seorang pria yang melakukan uji coba dengan membakar salah satu serbuk kopi instan menggunakan pemantik api. Dan mengaitkannya dengan dampak buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Serbuk kopi instan tersebut terbakar dan orang-orang yang melakukan uji coba tersebut menyatakan bahwa pasti terdapat efek buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Nyatanya, produk berbentuk serbuk tersebut memang ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak, dan memiliki kadar air yang rendah, sehingga mudah terbakar dan menyala.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan telah menjelaskan bahwa setiap produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis, serbuk, dan berpori  dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

 

Namun, bukan berarti pangan ini berbahaya jika dikonsumsi.

 

Artikel ini saya tulis bukan untuk menjelaskan bagaimana proses serbuk kopi instan tersebut dapat terbakar.

 

Melainkan ingin memberikan gambaran pengaruh konsumsi kopi instan untuk kesehatan.

 

Pendahuluan

kopi instan untuk kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa kopi instan merupakan salah satu produk yang populer di seluruh dunia.

 

Bahkan kopi instan ini menyumbang angka 50% dari total komsumsi kopi di seluruh dunia.

 

Kopi instan digemari karena mudah dan cepat untuk disajikan dan tentu saja jauh lebih murah dibandingkan kopi reguler (kopi yang diseduh dari biji kopi yang dihaluskan baik dengan proses seduh (brewing) modern atau manual).

 

Kopi reguler sendiri, memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

 

Untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca artikel saya berikut yang menuliskan terkait dengan hal tersebut.

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

 

Tapi yang menjadi pertanyaan apakah kopi instan juga memberikan manfaat kesehatan seperti kopi reguler?

 

Untuk pertama, mari kita mengenal lebih dekat apa yang dimaksud dengan kopi instan.

 

 

Apa itu kopi instan?

kopi instan

Kopi instan merupakan jenis kopi yang terbuat dari ekstrak kopi yang dikeringkan.

 

Ekstrak kopi ini diproduksi dari proses brewing biji kopi, mirip dengan proses seduh kopi reguler tapi dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau lebih pekat.

 

Setelah diseduh, air dibuang dari ekstrak tersebut untuk membuat fragmen atau serbuk kering, di mana keduanya akan larut bila ditambahkan air.

 

Terdapat 2 cara untuk membuat kopi instan ini, yaitu:

 

  • Spray-drying: ekstrak kopi disemprot dengan udara panas, maka akan segera mengering menjadi droplets (butiran halus) dan mengubah mereka menjadi serbuk atau kepingan-kepingan kecil
  • Freeze-drying: dengan teknik ini ekstrak kopi dibekukan dan kemudian dipotong menjadi fragmen kecil. Lalu dikeringkan pada suhu rendah dengan kondisi hampa udara (vakum).

 

Kedua metode tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempertahankan kualitas, aroma, dan rasa kopi.

 

Cara paling mudah untuk menyiapkan segelas kopi jenis ini adalah dengan menambahkan air panas dan satu saset atau satu sendok makan bubuk kopinya.

 

 

Kopi Instan Mengandung Anti Oksidan dan Nutrisi.

Kopi merupakan salah satu sumber antioksidan yang cukup besar pada diet modern.

 

Kandungan antioksidan yang tinggi ini dipercaya bertanggung jawab terhadap banyak manfaat kesehatan ketika Anda mengonsumsi kopi.

 

Seperti kopi reguler kopi instan juga mengandung antioksidan yang cukup besar.

 

Berdasarkan salah satu penelitian, kopi jenis instan bahkan mengandung lebih banyak jenis antioksidan dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kondisi ini tercapai karena prosesnya yang berbeda.

 

Selain itu, pada satu gelas kopi standar mengandung 4 kalori dan memberikan asupan sedikit kalium, magnesium, dan niacin (Vitamin B3).

 

Kopi instan mengandung kafein lebih sedikit

Kafein merupakan zat stimulan utama pada kopi.

 

Kopi jenis instan diketahui mengandung kafein lebih sedikit dibandingkan dengan kopi reguler.

 

 

Satu cangkir kopi instan dapat mengandung 30–90 mg kafein, sementara satu cangkir kopi biasa mengandung sekitar 70–140 mg kafein.

 

kepekaan setiap orang terhadap kafein berbeda-beda maka kopi instan dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang perlu mengurangi konsumsi kafein.

 

Kopi instan juga tersedia sebagai kopi tanpa kafein, yang mengandung lebih sedikit kafein.

 

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, gelisah, sakit perut, tremor dan detak jantung cepat.

 

 

Efek Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan Karena Kandungan Akrilamida

ceri kopi

Akrilamida adalah zat kimia berbahaya yang terbentuk ketika biji kopi dipanggang (roasting).

 

Bahan kimia ini juga biasa ditemukan dalam berbagai makanan, asap, barang-barang rumah tangga dan produk perawatan pribadi.

 

Menariknya, kopi instan dapat mengandung akrilamida sebanyak dua kali lebih banyak dari kopi reguler.

 

Paparan berlebihan akrilamida dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker.

 

Namun, jumlah akrilamida yang Anda hadapi melalui konsumsi kopi jauh lebih rendah daripada dosis yang terbukti berbahaya.

 

Oleh karena itu, minum kopi instan seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran mengenai paparan akrilamida.

 

Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan efek buruk kopi instan untuk kesehatan adalah kandungan bahan pengawet, pewarna, penyedap, dan pemanis buatan di dalamnya.

 

Untuk efek buruk pemanis buatan Anda dapat membaca artikel berikut:

Pemanis Buatan: Teman Atau Musuh Untuk Diet

 

Lalu apakah kopi instan masih memiliki manfaat untuk kesehatan?

 

 

Manfaat Kopi Instan Untuk Kesehatan

Pemuda Minum Kopi

Minum kopi telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

 

Mengingat bahwa kopi instan mengandung antioksidan dan nutrisi yang sama seperti kopi biasa, seharusnya memiliki sebagian besar efek kesehatan yang sama.

 

Minum kopi instan dapat:

  • Meningkatkan fungsi otak: Kafein dapat meningkatkan fungsi otak.
  • Meningkatkan metabolisme: Kafein dapat meningkatkan metabolisme dan membantu Anda membakar lebih banyak lemak.
  • Mengurangi risiko penyakit: Kopi dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.
  • Turunkan risiko diabetes: Kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan kesehatan hati: Kopi dan kafein dapat mengurangi risiko penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati.
  • Meningkatkan kesehatan mental: Kopi dapat membantu menurunkan risiko depresi dan bunuh diri.
  • Promosikan umur panjang: Minum kopi dapat membantu Anda hidup lebih lama.

 

Namun, penting untuk diingat bahwa banyak dari penelitian di atas bersifat observasional.

 

Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa kopi menyebabkan pengurangan risiko penyakit, hanya saja orang yang terbiasa minum kopi cenderung tidak mendapatkan penyakit tersebut.

 

Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak kopi yang harus diminum, mengonsumsi 3-5 cangkir kopi instan setiap hari mungkin optimal. Jumlah ini biasanya dikaitkan dengan pengurangan risiko tertinggi dalam studi.

 

Yang paling perlu Anda perhatikan adalah komposisi zat lain selain ekstrak kopi.

 

 

Kesimpulan

Kopi instan cepat, mudah dan tidak memerlukan mesin atau alat pembuat kopi. Kopi jenis ini juga memiliki umur simpan yang sangat panjang dan lebih murah daripada kopi biasa.

Oleh karena itu, mungkin sangat berguna ketika Anda sedang sangat sibuk atau sedang bepergian.

 

Kopi instan mengandung sedikit kafein dan lebih banyak akrilamida daripada kopi biasa, tetapi mengandung sebagian besar antioksidan yang sama.

 

Secara keseluruhan, kopi instan adalah minuman yang sehat, rendah kalori yang terkait dengan manfaat kesehatan yang sama seperti jenis kopi lainnya.

 

Tapi, waspada terhadap tambahan pemanis, pewarna, penyedap, dan pengawet makanan.

 

Bila Anda ragu akan kopi instan sebaiknya kembali mengonsumsi kopi reguler.

 

 

Apabila Anda memiliki pendapat atau pun pertanyaan seputar manfaat kopi instan untuk kesehatan maka Anda dapat menyampaikannya pada kolom komentar di bawah ini. Saya akan senang hati berusaha menjawab pertanyaan Anda.

 

Referensi
  1. Tareke E, Rydberg P, Karlsson P, Eriksson S, Törnqvist M. Analysis of acrylamide, a carcinogen formed in heated foodstuffs. Journal of agricultural and food chemistry. 2002 Aug 14;50(17):4998-5006.
  2. EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain (CONTAM). Scientific opinion on acrylamide in food. EFSA Journal. 2015 Jun;13(6):4104. http://www.efsa.europa.eu/en/efsajournal/pub/4104
  1. Nawrot P, Jordan S, Eastwood J, Rotstein J, Hugenholtz A, Feeley M. Effects of caffeine on human health. Food Additives & Contaminants. 2003 Jan 1;20(1):1-30.
  2. Yang A, Palmer AA, de Wit H. Genetics of caffeine consumption and responses to caffeine. Psychopharmacology. 2010 Aug 1;211(3):245-57.
  3. Ludwig IA, Mena P, Calani L, Cid C, Del Rio D, Lean ME, Crozier A. Variations in caffeine and chlorogenic acid contents of coffees: what are we drinking?. Food & function. 2014;5(8):1718-26.
  4. Frary CD, Johnson RK, Wang MQ. Food sources and intakes of caffeine in the diets of persons in the United States. Journal of the American Dietetic Association. 2005 Jan 1;105(1):110-3.
  5. Niseteo T, Komes D, Belščak-Cvitanović A, Horžić D, Budeč M. Bioactive composition and antioxidant potential of different commonly consumed coffee brews affected by their preparation technique and milk addition. Food chemistry. 2012 Oct 15;134(4):1870-7.
  6. Bichler J, Cavin C, Simic T, Chakraborty A, Ferk F, Hoelzl C, Schulte-Hermann R, Kundi M, Haidinger G, Angelis K, Knasmüller S. Coffee consumption protects human lymphocytes against oxidative and 3-amino-1-methyl-5H-pyrido [4, 3-b] indole acetate (Trp-P-2) induced DNA-damage: results of an experimental study with human volunteers. Food and chemical toxicology. 2007 Aug 1;45(8):1428-36.
  7. https://nutritiondata.self.com/facts/beverages/3901/2
manfaat obat generik

Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya!

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan membawa anaknya yang berusia 4 tahun. Ibu tersebut mengaku anaknya demam hari ke 3 disertai dengan batuk pilek. Dari hasil pemeriksaan saya temukan amandel anak ini membesar dan sedang meradang. Ibu tersebut mengaku bahwa 1 hari yang lalu sudah berobat tapi menggunakan jaminan kesehatan nasional. Ibu merasa anaknya tidak ada perbaikan dan memutuskan untuk kembali berobat dan kali ini bertemu dengan saya. Lalu, tersampaikanlah pernyataan tersebut: Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya! Kalau saya berobat pakai “asuransi” pasti diresepkan obat generik. Ini saya berobat umum dok, tidak pakai asuransi. Anak saya tidak sembuh dengan obat generik.

 

Pernahkah Anda mendengar pernyataan yang sama atau Anda menjadi salah satu orang yang menyampaikannya kepada dokter Anda?

 

Selama hampir setengah tahun saya bertemu dengan pasien di klinik 24 jam. Saya terkadang bertemu dengan pasien yang seperti ini. Termasuk ketika saya 4 bulan menjalani internship di Puskesmas.

 

“Dok, saya tidak mau obat dari puskesmas ya, dokter resepkan saja obat paten. Nanti biar saya beli saja di Apotek.” Ujar salah seorang pasien yang saya temu di Puskesmas dengan keluhan “masuk angin”.

 

Teman-teman sejawat lain juga sering menemui pasien seperti ini.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan memberikan informasi tentang apa itu obat generik yang sebenarnya.

 

 

Obat Generik: Obat Kelas Dua

obat paten
Hand image created by Rawpixel.com – Freepik.com

Bila mendengar obat generik sebagian besar dari kita pasti akan menghubungkan obat ini dengan beberapa hal, yaitu:

  • Obat murah
  • Obat yang diberikan bila berobat dengan jaminan kesehatan nasional
  • Obat untuk orang yang kurang mampu
  • Obat kelas dua
  • Obat paten lebih menyembuhkan dibandingkan generik

 

Yang paling parah obat generik dikatakan sebagai obat yang tidak bisa atau malu dipamerkan ke orang lain. Mengkonsumsi obat kok jadi bahan pamer..

 

Apa benar seperti itu?

 

Seharusnya tidak “selalu” begitu.

 

Anda yang beranggapan bahwa obat generik benar seperti poin-poin di atas, jujur saja saya dapat nyatakan bahwa Anda kurang informasi seputar obat generik.

 

Kurang informasi inilah yang menyebabkan obat generik kurang disukai dan kurang dilirik orang yang membutuhkannya.

 

Sikap-sikap skeptis (kurang percaya; ragu-ragu) yang menyebabkan obat ini menjadi kelas dua sikap ini merugikan banyak pihak.

 

Siapa saja yang dirugikan?

 

Yang paling dirugikan adalah pihak pasien sendiri. Mengapa demikian? Karena pasien tidak lagi efisien dalam pembiayaan kesehatannya terutama untuk biaya yang dikeluarkan dalam membeli obat.

 

Sebab keinginannya adalah membeli obat paten bukan obat generik.

 

Banyak yang lupa bahwa kualitas suatu obat tidak ditentukan oleh tingginya harga.

 

Semua obat baru, harus dibayar dengan harga yang tinggi untuk jasa dan biaya penelitian atas penemuannya, hak atas monopoli produksi obat baru tersebut.

 

Namun, tidak semua penyakit yang pasien derita memerlukan jenis obat baru.

 

Bila masa paten obat baru tersebut habis. Maka obat yang sama dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi lainnya. Hak atas monopoli obat hilang dan pemerintah dapat menetapkan harga eceran tertinggi untuk obat itu.

 

Biasanya pemerintah akan mengeluarkan daftar obat esensial yang berisi obat-obat yang harus tersedia pada setiap tingkat layanan kesehatan. Daftar ini biasanya berisi nama obat generik.

 

Masalah Yang Muncul Karena Terlalu Banyak Merek Obat

banyak merek obat
Background image created by Freepik

Masalahnya bukan hanya obat generik VS obat paten ini saja. Bila daftar obat esensial tersebut berisi setidaknya 200 jenis obat dan masing-masing obat tersebut memiliki 10 perusahaan farmasi yang memproduksi dengan merek berbeda.

 

Berapa ribu merek obat yang harus diingat oleh seorang dokter?

 

Saking menjamurnya merek obat dari jenis obat yang sama, mungkin Anda lebih mengenal obat yang Anda konsumsi dibandingkan saya.

 

Dan hal inilah yang terjadi, saya punya cerita menarik tentang penamaan obat ini.

 

Saya sedang melaporkan seorang pasien di bangsal dengan tanda-tanda keluhan depresi berat pada dokter psikiater (Sp. KJ). Hasil dari konsultasi dengan dokter Sp.KJ tersebut pasien harus diberikan obat golongan anti depresan yaitu Sertraline.

 

Karena obat ini jarang digunakan saya mohon izin ke dr. Sp.KJ untuk menanyakan terlebih dahulu ke bagian farmasi apakah obat ini ada atau tidak.

 

Saya kemudian menghubungi pihak farmasi. Jawaban dari farmasi adalah obat tersebut tidak tersedia.

 

Lalu, saya mengabarkan dr. Sp.KJ bahwa obatnya tidak tersedia. Beliau mengganti obatnya menjadi Fluoxetine. Lalu, saya kembali bertanya ke farmasi dan lagi-lagi obat Fluoxetine juga tidak tersedia.

 

Ketika saya laporkan kembali maka dr. Sp.KJ menanyakan obat anti depresi apa yang tersedia di bagian farmasi.

 

Saya pun menanyakan hal tersebut ke pihal farmasi. Pihak farmasi menyatakan bahwa obat anti depresan yang tersedia adalah Fridep.

 

Fridep itu adalah salah satu merek obat untuk Sertraline.

 

Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk berulang kali konfirmasi ke dokter spesialis bila pihak farmasi juga tidak perhatian dengan nama generik obat anti depresi ini.

 

Terlalu, banyak cerita lainnya yang bila saya tuliskan di sini maka artikel ini dapat menjadi cerita pendek tentang anggapan obat generik sebagai obat kelas dua.

 

Lebih baik, mari kita kenali siapa obat generik itu sebenarnya.

 

 

Siapa obat generik sebenarnya?

obat generik
Background image created by Freepik

Pada mulanya tidak ada obat generik. Semua obat sejak awal mula ditemukan adalah obat bermerek yang dipatenkan. Ketika masa patennya habis (biasanya 10 hingga 20 tahun) maka pihak lain diperbolehkan untuk memproduksinya dengan merek dari perusahaan farmasi tersebut masing-masing.

 

Berbagai merek obat tersebut mengandung isi senyawa obat yang sama dengan obat paten tersebut. Nama senyawa inilah yang digunakan sebagai nama generik dari obat.

 

Semua perusahaan farmasi lainnya boleh memproduksi obat tersebut. Karena masa patennya sudah habis maka tidak ada lagi monopoli obat sehingga harga bahan baku obat dapat diturunkan dan harga obat menjadi lebih murah.

 

Jadi tidak alasan, termasuk alasan medis untuk menyangsikan efektivitas obat generik.

 

Toh, bahan bakunya sama, kandungan senyawa aktifnya juga sama. Hanya kemasan, proses produksi, dan sedikit perubahan pada sediaan obat (ada obat yang dapat diperpanjang efeknya) serta seberapa besar profit yang diinginkan oleh perusahaan farmasi yang menyebabkan obat bermerek memiliki harga yang berbeda dengan obat generik.

 

Jadi sebagai kesimpulan setidaknya ada 3 istilah obat yang harus Anda ketahui.

 

Jenis obat berdasarkan patennya

Yang pertama: Obat Paten

Obat paten adalah obat yang diproduksi oleh satu perusahaan farmasi setelah mereka melakukan penelitian terkait dengan penemuan dan pengembangan obat tersebut. Untuk proses itu mereka mendapatkan hak paten atas obat dan tidak ada perusahaan farmasi lain yang boleh memproduksi dan memasarkan obat tersebut tanpa izin.

 

Yang kedua: Obat Generik Bermerek

Obat ini yang sering sekali masyarakat menganggapnya sebagai obat paten. Padahal obat ini merupakan obat generik dengan kandungan zat aktif yang sama seperti obat paten yang telah habis masa patennya dan diberi merek tertentu oleh perusahaan farmasinya. Kemasannya pun dibuat semenarik mungkin sehingga perusahaan farmasi bisa menetapkan harga obatnya sesuai dengan keinginan mereka.

 

Yang ketiga: Obat Generik Berlogo

Obat generik berlogo ini selalu menyertakan logo generik. Untuk produksi obat ini harganya ditetapkan oleh pemerintah melalui harga eceran tertinggi. Obat ini juga memiliki kandungan obat yang sama dengan obat paten yang telah habis masa patennya.

 

Jadi, kalau kandungannya sama apakah khasiatnya berbeda?

 

Seharusnya tidak. Bila Anda masih kekeh akan pendapat  bahwa Anda tidak sembuh bila tidak mendapatkan obat bermerek maka saya sarankan Anda untuk menunggu tulisan saya yang berikutnya.

 

Tulisan saya berikutnya akan membahas mengapa Anda merasa demikian dan efek psikologis dari obat generik.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan cerita tentang penggunaan obat generik ini silakan tuliskan di kolom komentar. Saya dengan senang hati akan mencoba menjawab pertanyaan dari Anda sekalian.

 

Referensi
  1. Nadesul H. Obat Bisa Salah: Cerdas dan Bijak Mengkonsumsi Obat, Seri Cara Sehat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2014.
  2. Generic Drugs: Myths and Facts

https://doh.dc.gov/sites/default/files/dc/sites/doh/publication/attachments/Generics%20Drugs%20Myths%20and%20Facts.pdf

  1. Generic drugs: myths, facts, and limitations – Italian Journal of Medicine

https://italjmed.org/index.php/ijm/article/view/itjm.2012.146/pdf

takut suntik insulin

Pasien Diabetes Takut Suntikan Insulin?

Seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang penderita diabetes mellitus tipe 2. Ini adalah kunjungan rutinnya ke klinik. Sebulan sebelumnya kadar gula darahnya 340 mg/dL. Kali ini angka itu lebih tinggi lagi 480 mg/dL. Pasien ini telah mendapat kombinasi 2 obat hipoglikemik oral. Saya menawarkan untuk merujuknya ke dokter spesialis penyakit dalam. Ia menolak, alasannya dokter penyakit dalam pasti akan menyarankannya untuk mendapatkan suntikan insulin.

 

Rasa penasarannya saya muncul lalu saya bertanya kepada pasien:

 

“Kenapa Bapak menolak untuk mendapatkan pengobatan dengan suntikkan insulin?”

 

Pasien menjawab:

 

“Saya tidak mau kecanduan insulin, dan saya tidak mau lebih cepat mati karena suntikan itu.”

 

“Dari mana Bapak mendengar bahwa insulin dapat menyebabkan kecanduan? Dan bagaimana Bapak bisa menyatakan pasien diabetes yang mendapatkan pengobatan insulin akan lebih cepat mati?”

 

Pasien kemudian menceritakan pandangan saudara, teman, tetangga, dan siapa pun yang pernah punya pengalaman atau pernah mendengar cerita tentang bahaya insulin ini. Selain itu, dia melihat sendiri tetangga sebelah rumahnya yang juga penderita diabetes meninggal dunia setelah 1 bulan menggunakan insulin.

 

Sungguh, meskipun ada satu Dokter yang paling pintar sekalipun, tiada daya dan upayanya untuk dapat menunda kematian seorang pasien bahkan satu detik pun.

 

Profesi ini hanya berusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, melakukan tindakan pengobatan sesuai standar, dan memberikan edukasi kepada pasien tentang kondisi sakitnya.

 

Itu semua sebagai salah satu upaya (ikhtiar) yang dapat dilakukan seorang pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

kadar gula darah tinggi
Background image created by Xb100 – Freepik.com

Lalu, kembali ke cerita insulin di atas. Pada akhir pertemuan akhirnya pasien tersebut mau untuk saya rujuk ke spesialis penyakit dalam tapi masih tetap pada pendiriannya yang sederhana bahwa insulin itu berbahaya dan mempercepat kematian.

 

Sulit memang untuk mengubah persepsi seseorang bila orang tersebut sudah terlalu percaya.

 

Tapi, apakah benar insulin itu berbahaya? Kalau insulin aman, mengapa masih banyak penderita diabetes yang takut dengan suntikan insulin?

 

 

Mengapa pasien takut dengan suntikan insulin?

Beberapa pasien saya memahami bahwa insulin penting dan perlu untuk diabetes, tetapi pasien lain benar-benar menolak pendapat saya ketika saya memperkenalkan insulin kepada mereka. Baru sekedar memperkenalkan belum meresepkannya dan meminta mereka untuk menyuntikkan jarum halus pada ujung pena insulin di tubuh mereka.

 

Saya mendengar banyak tentang pasien yang melaporkan bahwa keluarga mereka memiliki masalah dengan insulin.

 

“Ketika bibi saya harus mendapatkan insulin, dia kehilangan kakinya,”

 

atau

 

“Ketika nenek saya menderita diabetes dan mendapatkan suntikan insulin, dia menjadi buta.”

 

Pendekatan apa yang harus dilakukan oleh dokter terhadap pasien dengan kekhawatiran tentang keamanan insulin ketika mereka benar-benar membutuhkannya?

 

Yang pertama harus disampaikan kepada pasien bahwa insulin “AMAN”. Tapi, keterlibatan masalah budaya, masalah sosial ekonomi, masalah agama, dan kepercayaan merupakan teka-teki bagi banyak orang.

 

Penelitian dari University of Texas Southwestern di Dallas menunjukkan bahwa 43% dari pasien diabetes yang mendapatkan suntikan insulin ragu untuk mendapatkan suntikan. Kekhawatiran ini berlandaskan pada alasan-alasan tertentu termasuk pernah melihat atau mendengar anggota keluarga mengalami efek merugikan dari insulin.

 

Selain itu, banyak pasien takut kecanduan insulin. Banyak orang yang tidak memahami konsekuensi atau manfaat penggunaan insulin dalam jangka waktu yang lama.

 

Orang-orang yang takut suntikan insulin ini juga mengaku bahwa mereka takut jarum, tidak mau disuntik karena nyeri pasca suntikan.

 

Yang menarik, 25% dari pasien yang diteliti oleh University of Texas Southwestern menyatakan bahwa mereka tidak mau disuntik insulin karena khawatir insulin menyebabkan kebutaan.

 

 

Pertanyaannya, benarkah insulin memiliki efek yang demikian parah bahkan hingga menyebabkan kebutaan?

 

 

Mengapa Insulin Penting Bagi Tubuh?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh organ pankreas. Insulin memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula dan mengubahnya menjadi energi.

 

Setelah makan, saluran pencernaan Anda akan menghancurkan karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap pembuluh darah yang terdapat di permukaan usus halus.

 

Ketika glukosa berada di aliran darah, insulin akan membantu untuk memindahkan glukosa dari pembuluh darah tersebut ke sel. Sel, terutama mitokondria sel akan menggunakan glukosa tersebut sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

 

Insulin juga membantu tubuh mempertahankan keseimbangan kadar glukosa darah. Ketika terlalu banyak glukosa pada darah, insulin adakan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menyimpan kelebihan glukosa tersebut pada liver (hati).

 

Glukosa yang disimpan tidak akan dilepaskan ke dalam aliran darah hingga kadar glukosa di dalam aliran darah menurun. Misalnya ketika, Anda berpuasa atau ketika tubuh menghadapi stres atau tubuh sedang membutuhkan energi ekstra seperti saat Anda berolah raga.

 

Penderita diabetes tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan keseimbangan glukosa darah tersebut.

 

Lalu, apakah semua penderita diabetes membutuhkan suntikkan insulin?

 

 

Insulin Sebagai Pengobatan Penderita Diabetes

Suntikan insulin dapat membantu mengobati kedua jenis diabetes. Insulin yang disuntikkan bertindak sebagai pengganti atau menambah insulin tubuh Anda. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka.

suntikan insulin
People image created by Dragana_Gordic – Freepik.com

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengatur kadar glukosa darah mereka dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan oral. Namun, jika perawatan ini tidak membantu mengontrol kadar glukosa, maka mereka juga memerlukan insulin untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah mereka.

 

 

Insulin dengan dosis yang sesuai sangat aman digunakan. Beberapa efek buruk yang ditimbulkan oleh insulin erat kaitannya dengan penggunaan dosis yang tidak sesuai.

 

Yang paling sering adalah penggunaan dosis insulin yang terlalu tinggi.

 

Insulin yang berlebihan akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi kekurangan kadar glukosa darah yang disebut sebagai hipoglikemia.

 

Hipoglikemia, atau kadar glukosa darah yang terlalu rendah, kadang-kadang dapat terjadi ketika Anda mendapatkan suntikan insulin.

 

Kondisi ini disebut  sebagai reaksi insulin. Jika Anda berolahraga terlalu banyak atau tidak cukup makan, kadar glukosa Anda bisa turun terlalu rendah dan memicu reaksi insulin. Anda perlu menyeimbangkan insulin yang Anda berikan sendiri dengan makanan atau kalori. Gejala reaksi insulin meliputi:

 

  • kelelahan
  • ketidakmampuan untuk berbicara
  • berkeringat
  • kebingungan
  • hilang kesadaran
  • kejang
  • kedutan otot
  • kulit pucat

 

Jadi, bila digunakan dengan tepat, insulin membantu menjaga kadar glukosa darah Anda dalam kisaran yang sehat.

 

Kadar glukosa darah yang sehat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti kebutaan dan kehilangan anggota badan.

 

Pasien buta dan kehilangan anggota badang karena harus diamputasi bukan karena penggunaan insulin tapi karena kadar glukosa darahnya tidak terkontrol.

 

Sangat penting untuk memonitor kadar glukosa darah Anda secara teratur jika Anda menderita diabetes.

 

Anda juga harus membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah tingkat glukosa darah menjadi terlalu tinggi. Dan bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk membuat pengobatan Anda dengan insulin seefektif mungkin.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan atau cerita tentang penggunaan suntikan insulin ini silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi

1. Everything You Need to Know About Insulin

https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin

2. If Insulin Is Safe, Why Are Patients Afraid of It?

https://www.medscape.com/viewarticle/875794

sosial media

Sisi Buruk Sosial Media Bagi Dokter

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dunia maya (internet) juga diikuti dengan perkembangan sosial media yang cukup besar. Perkembangan ini juga berdampak terhadap penggunaan sosial media bagi dokter. Ada dampak baik dan ada pula dampak buruk.

 

Pada artikel ini saya akan memberikan gambaran apa itu sosial media. Kemudian, Saya juga akan menjabarkan berbagai pandangan terkait kerugian pemanfaatan sosial media bagi seorang dokter.

 

 

Apa sih sosial media itu?

Sosial media secara sederhana dapat diartikan sebagai media demokratisasi masif yang mempengaruhi kehidupan kita.

 

Bila zaman dahulu kita lebih sering mendapatkan berbagai informasi atau mendapatkan berbagai hiburan melalui televisi maka saat ini lebih banyak waktu yang kita habiskan untuk menonton youtube.

 

Begitu pula terkait dengan tulisan. Saat ini blog atau blogging lebih menjamur dibandingkan dengan media cetak tulisan berupa bukut dan lainnya.

 

Bila dahulu harus menyiarkan berita atau informasi melalui radio maka sekarang ada podcasts.

 

Dan bahkan sekarang banyak seminar khususnya di bidang kedokteran yang dilangsungkan secara online melalui media webbinar.

 

Dampaknya sebaran informasi-informasi tersebut menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan teknik-teknik pada masa lampau.

 

Contoh sederhana, website tentang hidup sehat atau kedokteran di Indonesia seperti Alodokter, Go Dok, Halosehat, dan lain sebagainya mungkin hanya memiliki sekitar puluhan hingga ratusan konten kreator tapi konten yang dibuat dapat menjangkau hingga jutaan konsumen lainnya.

 

sosial media bagi dokter
sumber: https://pixabay.com

Bahkan saat ini, terdapat cukup banyak konten kreator (video, tulisan, gambar, dan konten lainnya). Bahkan, konsumen konten itu sendiri dapat berperan sebagai konten kreator juga melalui beberapa mekanisme seperti:

 

  • Editing konten
  • Memberikan komentar
  • Memberikan tag
  • Melakukan perbaikan terhadap konten sebelumnya (kurasi)
  • Berbagi (sharing)
  • Retweet
  • Like
  • Forward

 

Kondisi ini mengakibatkan interaksi yang masif akan pertukaran informasi.

 

Hal ini lah yang memunculkan sisi buruk dan sisi baik dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Pertama, mari kita bahas mengenai sisi buruk sosial media bagi seorang dokter.

 

Sisi buruk sosial media bagi seorang dokter

Setidaknya terdapat 4 topik utama yang terkait dengan sisi buruk sosial media bagi seorang dokter. Topik tersebut adalah:

 

  • Privasi
  • Adiksi
  • Tribalisme (kelompok atau kesukuan)
  • Permanensi

 

Mari kita bahas satu per satu.

 

 

Privasi sebagai sisi buruk sosial media

Privasi dapat pula disebut sebagai kerahasiaan pribadi. Secara definisi kerahasiaan pribadi ini berarti:

 

“Kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka”

 

Privasi ini dapat menjadi masalah dan merupakan salah satu sisi buruk dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Mengapa demikian, yang pertama, seorang dokter telah mengucapkan sumpah bahwa:

 

“Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya”.

 

Dan diperjelas melalui Kode Etik Kedokter Indonesia (KODEKI) pasal 12 yang berbunyi:

 

”Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia”.

 

Kewajiban dokter ini disebut pula sebagai kewajiban memegang teguh rahasia jabatan yang mempunyai aspek hukum dan tidak bersifat mutlak.

 

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kasus yang menimpa dr. Alexandra Thran di Amerika Serikat.

 

Alexandra Thran merupakan seorang dokter pada Westerly Hospital di Rhode Island. Dia secara tidak sengaja melanggar rahasia jabatannya dengan mengungkapkan rincian cedera (trauma) seorang pasien di Facebook.

 

Dia sama sekali tidak pernah menggungkapkan nama pasien namun deskripsinya yang mendetail terhadap cedera yang dialami pasien tersebut serta banyaknya jumlah share status Facebook yang Ia tulis, membuat orang sekitar pasien mengetahui siapa sosok pasien yang mengalami cedera tersebut.

 

Dokter ini kemudian dipecat dari pekerjaannya pada rumah sakit tersebut, didenda, menjalani pendidikan ulang, dan harus menjalani ujian kompetensi ulang pula.

 

Bila kita melakukan pencarian dengan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan maka belum ada kasus sejenis di Indonesia.

 

privasi
sumber: https://pixabay.com

Meskipun demikian, sebaiknya dokter menghindari untuk tidak menuliskan terlalu detail deskripsi pasien yang sedang di rawat di media sosial karena bisa saja status itu menjadi tuntutan atas pelanggaran terhadap kewajiban simpan rahasia kedokteran.

 

Sosial media dapat kita analogikan sebagai “hot mic”.

 

Sebab Anda tidak akan tahu siapa saja yang akan melihat status sosial media Anda akan selalu ada jejak digitalnya.   

 

Selanjutnya kita akan membahas topik yang kedua yaitu adiksi terhadap media sosial.

 

 

Adiksi terhadap sosial media

Selain zat adiktif yang dikenal dapat menimbulkan efek kecanduan, sosial media bagi dokter juga dapat memunculkan efek kecanduan yang sama.

 

Penelitian dari Shakya HB dan Christakis NA yang melakukan penelitian terhadap 5.208 orang menemukan bahwa semakin sering seseorang menggunakan sosial media maka semakin tidak bahagia dan tidak sehat orang tersebut.

 

Like, share, dan updated status yang semakin sering dilakukan maka akan memunculkan efek adiktif secara perlahan-lahan.

 

Marino C et al melakukan meta analisis terkait masalah penggunaan Facebook pada 13.929 orang dari 23 penelitian independen menemukan hubungan antara kecemasan dan depresi dengan penggunaan Facebook.

 

Beberapa diantaranya akan merasa senang bila status updated nya mendapatkan banyak likes dan share.

 

adiksi media sosial
sumber: https://pixabay.com

Kondisi inilah yang memunculkan keinginan untuk membuat status baru dengan harapan mendapatkan likes dan share yang cukup banyak juga untuk mendapatkan kebahagian semu. Sebab hasil penelitian di atas menyatakan sebaliknya.

 

Selanjutnya kita akan membahas efek negatif sosial media bagi dokter yang berikutnya yaitu masalah kelompok atau tribalisme.

 

 

Tribalisme sebagai efek negatif sosial media bagi dokter

Media sosial dapat merubah pemikiran siapa pun berdasarkan status-status yang berisi tentang pernyataan-pernyataan tertentu.

 

Contoh yang paling nyata adalah ISIS.

 

Banyak dari anggotanya direkrut dari media sosial dan tidak tertutup kemungkinan seorang dokter dapat pula menjadi pengikutnya.

 

Begitu pula dengan beberapa pemikiran-pemikiran menyimpang lainnya. Seperti kelompok-kelompok dengan status media sosial yang sering kali menyindir atau menista agama.

 

Bila saya tuliskan sebelumnya terkait dengan googling menggunakan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan, belum terdapat tuntutan terkait privasi maka tuntutan yang telah didapatkan oleh beberapa orang dokter Indonesia adalah terkait dengan tribalisme.

 

Beberapa orang dokter dituntut karena menuliskan status di media sosial yang mengandung ujaran kebencian, penistaan agama. Semuanya muncul karena fanatisme yang muncul sebagai efek negatif sosial media.

anti vaksin
sumber: https://pixabay.com

Untuk masalah tribalisme ini maka kita juga harus mengetahui sedikit kisah tentang Andrew Jeremy Wakefield.

 

Andrew J. Wakefield merupakan mantan dokter dan aktivis anti vaksin. Gelar dokternya dicabut atas pelanggaran etika profesi dan penipuan.

 

Apa yang dilakukannya?

 

Pada tahun 1998, dia mempublikasikan jurnal yang berisikan tentang laporan penelitian “PALSU” terkait dengan hubungan antara pemberian vaksin polivalen MMR (measles, mumps, rubella) dan kemunculan autisme dan gangguan saluran pencernaan.

 

Dampaknya masih sangat dirasakan sampai saat ini. Hingga sekarang banyak sekali kelompok anti vaksin yang terus saja memposting hoax terkait dengan vaksin MR.

 

Efeknya adalah cakupan vaksin yang rendah dan akan munculnya outbreaks penyakit ini dikemudian hari. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat yang dijelaskan oleh gambar di bawah ini.

efek kaum anti vaksin

Mengapa hal semacam tribalisme ini dapat terjadi?

 

Sifat interaktif dan interpersonal dari banyak situs media sosial dapat membuat konten anti-vaksin yang diposting menjadi sangat kuat.

 

Sosial media memungkinkan individu minoritas (seperti kaum anti vaksin) termotivasi untuk berpotensi mengendalikan wacana dan, kadang-kadang, berkontribusi pada penyebaran misinformasi serta hoax.

 

Facebook sendiri merupakan sosial media yang menyebabkan dampak paling besar pertumbuhan kaum anti vaksin ini sendiri.

 

Penelitian Smith N dan Graham T pada tahun 2017 menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 6 halaman anti vaksin populer berbahasa Inggris di facebook. Sebagian besar peserta adalah perempuan. Meskipun jaringan anti-vaksin di Facebook memiliki lingkup yang besar dan global, sub-jaringan aktivitas komentarnya lebih mirip dunia kecil. Mereka menyimpulkan bahwa:

“Sosial media mungkin memiliki peran dalam menyebarkan ide-ide anti-vaksin dan membuat gerakan ini bertahan lama dalam skala global”.

 

Halaman-halaman Facebook tersebut rutin membuat status dengan gaya-gaya tulisan konspirasi untuk menambah jumlah kelompok mereka.

 

Tapi, pada dunia nyata, orang yang terang-terangan anti vaksin sangat jarang memunculkan dirinya di hadapan publik.

 

Mengapa demikian?

 

Sebab menemukan orang lain dengan pemikiran yang sama merupakan suatu hal sulit serta membutuhkan banyak usaha.

 

Tapi, Facebook dapat menghubungkan satu orang anti vaksin dengan orang lainnya dengan hanya satu dua ketukan mouse.

 

Tapi, sesungguhnya, inti masalah kaum anti vaksin dan tribalisme lainnya adalah sifat dasar manusia.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita akan selalu mencari informasi yang menegaskan keyakinan kita – bahkan jika keyakinan itu adalah omong kosong.

 

Selanjutnya mari kita selesaikan sisi negatif sosial media bagi dokter ini dengan membahas topik Permanensi.

 

 

Semua yang tertulis menjadi permanensi (jejak digital)

Jejak digital merupakan satu hal yang sangat sulit untuk dihilangkan. Bisa saja seseorang menghapus status sosial media yang telah dibuatnya.

 

Tapi, apakah status tersebut sepenuhnya hilang?

 

Bila ada orang lain yang telah mengcapture status itu sebelumnya maka status itu akan menjadi permanen.

 

Jejak digital sangat sulit dihilangkan apalagi status yang dibuat memiliki suatu pemikiran yang kritis atau bertolak belakang dengan pendapat atau kepercayaan sebagian besar netizen lainnya.

 

Begitu pula dengan seorang dokter yang membuat status sosial media yang tidak sejalan atau sepemikiran dengan orang lain maka hati-hati status Anda akan selalu abadi.

 

Bahkan tangkapan gambar status Anda itu cukup untuk membuat Anda mendekam di hotel prodeo.

 

“Verba volantscripta manent | spoken words fly away, written words remain”

 

Kesimpulan

Sosial media bagi dokter mungkin memiliki banyak manfaat namun tidak dapat dipungkiri Ia juga memiliki banyak sisi gelap.

 

Efek buruk media sosial bagi profesi mulia ini dapat memenjarakan Anda.

 

Bisa saja Anda terkekang secara fisik (dikucilkan oleh lingkungan sosial atau bahkan benar-benar dipenjara) atau terkurung secara pemikiran (tidak mendengar pendapat orang lain dan nalar-nalar logis seperti kelompok anti vaksin).

 

Kalau boleh saya meminjam pesan yang selalu disampaikan saat menjalani stase kepaniteran klinik di bagian bedah bahwa:

 

“Potong apa yang kau lihat dan lihat apa yang kau potong”.

 

Maka dalam bermedia sosial sebaiknya kita harus menerapkan prinsip yang sama.

 

Semoga teman sajawat dapat terhindar dari sisi gelap media sosial ini.

 

“Habis gelap terbitlah terang”.

 

Begitu pula artikel ini setelah pembahasan sisi buruk sosial media bagi dokter ini saya akan menulis lanjutan artikelnya tentang sisi baik sosial media bagi dokter.

 

Bila ada yang ingin diskusikan atau komentar terkait dengan sisi buruk sosial media bagi dokter maka dapat disampaikan pada kolom komentar di bawah ini.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi
  1. http://archive.boston.com/lifestyle/health/articles/2011/04/20/for_doctors_social_media_a_tricky_case/
  2. https://abovethelaw.com/2011/04/er-doc-forgets-patient-info-is-private-gets-fired-for-facebook-overshare/
  3. Shakya HB, Christakis NA. Association of Facebook Use With Compromised Well-Being: A Longitudinal Study. Am J Epidemiol. 2017;185(3):203-211. https://doi.org/10.1093/aje/kww189
  1. Marino C, Gini G, Vieno A, Spada MM. The associations between problematic Facebook use, psychological distress and well-being among adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. J Affect Disord. 2018;226:274-281.
  2. Rao TSS, Andrade C. The MMR vaccine and autism: Sensation, refutation, retraction, and fraud. Indian Journal of Psychiatry. 2011;53(2):95-96. doi:10.4103/0019-5545.82529.
  3. http://vaxxedthemovie.com/who-is-dr-andrew-wakefield/
  4. Naomi Smith & Tim Graham (2017) Mapping the anti-vaccination movement on Facebook, Information, Communication & Society, DOI: 10.1080/1369118X.2017.1418406
polifarmasi

Ginjal Rusak Karena Terlalu Banyak Minum Obat?

“Jangan banyak minum obat, tidak bagus untuk ginjal”. “Tidak bagus minum obat, zat kimianya merusak ginjal. Ganti dengan obat alami atau herbal saja”. Ungkapan-ungkapan tersebut sering sekali disampaikan orang awam yang mempercayai bahwa bila seseorang banyak minum obat maka ginjal orang tersebut akan rusak.

 

Padahal, kondisi-kondisi tertentu seperti seseorang dengan penyakit kronis (gagal jantung, diabetes, hipertensi) akan mengkonsumsi 4 atau lebih jenis obat.

 

Bila orang-orang dengan penyakit kronis ini tidak mengkonsumsi obat tersebut maka penyakitnya akan terus berkembang dan bertambah parah.

 

Begitu pula dengan lanjut usia. Pada umumnya, lansia adalah kelompok yang paling sering terpapar dengan kondisi polifarmasi (konsumsi bersamaan 5 atau lebih jenis obat).

 

Sebagian besar pasien akan percaya dengan ungkapan-ungkapan “menakutkan” di atas dan melakukan beberapa hal terkait dengan kondisi sakitnya seperti:

 

  • Menghentikan konsumsi beberapa atau semua obat
  • Menghentikan konsumsi obat dan menggantinya dengan herbal atau obat alami
  • Tetap melanjutkan konsumsi obat tapi mengurangi frekuensi konsumsinya

 

banyak minum obat
https://pixabay.com

Sedikit sekali pasien dengan polifarmasi ini bertanya kepada dokter yang merawatnya.

 

Sedikit sekali yang menanyakan kepada dokter apakah dengan mengkonsumsi begitu banyak jenis obat akan cenderung membuat ginjal rusak.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan membuka pikiran kita terkait dengan isu apakah benar ginjal dapat rusak karena teralu banyak mengkonsumsi obat? Benarkah demikian? Atau terdapat suatu kondisi lain yang belum kita pahami terkait hubungan antara ginjal dengan obat yang kita konsumsi.

 

Saya akan mulai artikel ini dengan pemahaman terkait fungsi ginjal normal.

 

 

Fungsi Ginjal Yang Sehat

Ginjal merupakan 2 organ berbentuk mirip dengan kacang merah.

 

Kedua organ ini membantu tubuh untuk membuang racun (sisa metabolisme) sebagai urin.

 

Organ ini juga membantu untuk menyaring darah sebelum darah dialirkan kembali ke jantung.

 

Secara sederhana ginjal melakukan beberapa fungsi tubuh penting, yaitu:

 

  • Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh
  • Meregulasi dan menyaring berbagai mineral penting (seperti kalsium, kalium, natrium, dan mineral lainnya) dari darah
  • Menyaring racun dari makanan, obat, dan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh
  • Menghasilkan hormon yang membantu produksi sel darah merah, mempertahankan kesehatan tubuh, dan mengatur tekanan darah.

 

 

Bila ginjal bermasalah maka terdapat beberapa gejala yang mungkin di alami. Gejala tersebut antara lain:

 

  • Kesulitan tidur
  • Keletihan
  • Tidak mampu untuk berkonsentrasi
  • Kulit kering atau gatal
  • Penurunan atau peningkatan buang air kecil
  • Darah pada urin
  • Urin berbusa
  • Mata bengkak
  • Bengkak pada kaki atau tangan
  • Penurunan nafsu makan
  • Kram pada otot

 

ginjal sehat
sumber: https://pixabay.com

Bila Anda merasakan gejala-gejala ini maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal untuk menegakkan diagnosis.

 

Kita harus menggarisbawahi peran ginjal dalam menyaring racun dari obat. Bila ginjal mengalami gangguan maka peran ini juga akan terganggu.

 

Apalagi bila terlalu banyak minum obat.

 

Untuk lebih jelasnya maka kita harus berkenalan dengan sebuah ilmu yang disebut sebagai farmakokinetik obat.

 

 

Farmakokinetik Obat dan Peran Ginjal Sebagai Organ Ekskresi

Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari tentang perjalanan obat mulai sejak diminum hingga keluar melalui organ ekskresi di tubuh manusia.

konsumsi obat
https://pixabay.com

Sedangkan ekskresi adalah proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya.

 

Pada farmakokinetik, zat yang diekresikan adalah sisa metabolisme obat atau zat sisa obat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

 

Lalu, apakah seluruh zat ini di buang melalui ginjal?

 

Apakah bila banyak minum obat maka semua zat sisa ini dapat dibuang ginjal?

 

Ya, sebagian besar obat diekskresikan melalui ginjal dan liver (hati). Tapi, tidak semua dari obat yang dikonsumsi diekskresikan oleh ginjal.

 

Sisa obat atau senyawa obat yang tidak dipakai akan dibuang melalui urin atau feses (kotoran) bila dieksresikan melalui ginjal atau liver.

 

Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru, air susu ibu, keringat, air mata, kulit, rambut, atau air liur.

 

Hal tersebut dianggap sebagai proses sekunder untuk ekskresi obat.

 

Apa yang terjadi bila fungsi ginjal terganggu.

 

Bila fungsi ginjal terganggu ketika mengkonsumsi obat maka dokter akan melakukan penyesuaian dosis obat tertentu yang sekresi utamanya melalui ginjal.

 

Penyesuain dosis ini dibutuhkan karena ketika kondisi ginjal tidak normal maka akan terjadi beberapa hal terkait dengan gangguan proses eksresi seperti:

 

  • Kegagalan dalam membuang sisa obat atau metabolit turunannya
  • Peningkatan efek samping
  • Penurunan efektivitas obat karena penurunan fungsi ginjal.

 

Penyesuaian dosis ini juga dilakukan bila terlalu banyak minum obat. Obat yang disesuaikan dosisnya adalah obat yang dibuang melalui ginjal saja.

 

Begitu pula bila liver (hati) mengalami gangguan. Maka, obat yang diekskresikan melalui liver harus disesuaikan dosisnya.

 

Jadi, belum tentu ginjal rusak disebabkan karena banyak minum obat.

 

Selain penyesuaian dosis obat, terdapat pula obat-obat yang dapat mempengaruhi atau memperburuk fungsi ginjal.

 

Berikut ini beberapa obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

 

 

Obat-obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal (waspada bila Anda banyak minum obat ini)

Ginjal memiliki fungsi untuk menyaring sisa obat atau metabolitnya dari darah dan membuangnya melalui urin.

obat bahaya bagi ginjal
sumber: https://pixabay.com

Akan tetapi, terdapat beberapa obat yang memperberat beban ginjal dalam menjalankan fungsinya atau bahkan merusak sel-sel ginjal.

 

Antibiotik

Antibiotik adalah obat-obat yang mempengaruhi ginjal melalui berbagi cara.

 

Sebagai contoh, beberapa kristal dari obat golongan antibiotik tertentu tidak dapat dipecahkan dan dapat menghambat pembentukan serta aliran urin.

 

Beberapa senyawa metabolit lainnya dapat merusak sel ginjal ketika ginjal mencoba untuk menyaring mereka keluar.

 

Pada orang yang alergi terhadap antibiotik, reaksi alergi ini juga dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

 

Seluruh kondisi ini dapat lebih mudah terjadi bila Anda mengkonsumsi antibiotik terlalu lama dan pada dosis yang tidak tepat.

 

Jadi, pastikan bahwa antibiotik yang Anda konsumsi sesuai dengan saran dokter dan jangan mengkonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter.

 

 

Diuretik

Dokter pada umumnya menggunakan obat ini untuk pengobatan darah tinggi dan berbagai gejala pembengkakan pada tubuh.

 

Obat ini membantu tubuh untuk mengeluarkan cairan yang berlebih.

 

Orang yang mengkonsumsi obat ini pada umumnya akan lebih sering buang air kecil.

 

Kondisi ini berisiko mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi dan kondisi ini buruk untuk ginjal.

 

Obat Anti Inflamasi Non Steroid

Beberapa obat dalam golongan ini adalah obat bebas misalnya aspirin atau ibuprofen. Tapi, Anda tidak boleh mengkonsumsinya secara reguler untuk jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi.

 

Penggunaan obat ini secara tidak rasional akan menyebabkan 5% kasus gagal ginjal kronis setiap tahunnya.

 

 

Inhibitor Pompa Proton (PPI)

obat banyak
sumber: https://pixabay.com

Lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole merupakan beberapa obat yang termasuk dalam golongan PPI.

 

Mereka sering digunakan dalam pengobatan penyakit asam lambung, penyakit refluks, dan ulkus peptikum.

Obat-obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang obat ini dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan memiliki kemungkinan menyebabkan gagal ginjal.

 

 

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

 

  • Terdapat beberapa golongan obat yang dapat berpengaruh terhadap kerusakan ginjal
  • Kerusakan pada ginjal akan muncul terutama bila obat dikonsumsi secara berlebihan dan dosis tinggi

 

 

 

Lalu, bagaimana agar ginjal tetap sehat?

 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar ginjal tetap sehat.

 

 

Tips-tips agar ginjal tetap sehat

Ginjal adalah organ penting yang mempengaruhi organ-organ tubuh lainnya termasuk jantung.

 

Beberapa tips berikut dapat Anda lakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal tetap sehat.

 

Tips Pertama: Hindari konsumsi garam berlebih

Mengkonsumsi makanan dengan garam berlebih dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan mineral dalam darah.

 

Kondisi ini akan membuat beban kerja ginjal lebih berat.

 

Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan asin dan usakan meningkatkan asupan makanan seperti:

 

  • Sayuran dan buah segar
  • Daging
  • Kacang-kacangan

 

 

Tips Kedua: Olahraga teratur

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang mengakibatkan gagal ginjal kronis.

 

Olah raga teratur, bahkan hanya 20 menit per hari dapat membantu untuk menurunkan kadar tekanan darah.

 

Tips Ketiga: Minum yang cukup

Minum air yang cukup dapat membantu ginjal dalam melakukan fungsi pentingnya yaitu membuang racun dari tubuh.

 

Tips Keempat: Kenali faktor risiko

Beberapa hal dapat mengingkatkan risiko penyakit ginjal.

 

Pastikan bahwa Anda melakukan pemeriksaan fungsi ginjal jika kamu:

 

  • Menderita diabetes
  • Menderita obesitas
  • Menderita darah tinggi
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal

 

Bila Anda penderita berbagai penyakit di atas maka kemungkinan Anda untuk mengalami gangguan ginjal menjadi lebih besar.

 

Lebih dari 50% pasien yang harus menjalani hemodialisa (cuci darah) setiap tahunnya merupakan pasien diabetes dan hipertensi yang tidak teratur mengkonsumsi obatnya.

 

 

Kesimpulan

Beberapa golongan obat memang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal.

 

Tapi, kondisi tersebut hanya muncul bila konsumsi obat dilakukan secara tidak rasional (tidak tepat frekuensi dan dosis obat).

 

Konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah penyakit ginjal kronis.

 

Dokter mengetahui berapa dosis obat yang harus diberikan, dosis obat yang aman untuk ginjal, termasuk melakukan penyesuaian dosis terhadap pasien yang telah mengalami masalah ginjal.

 

Bila saat ini Anda mengkonsumsi banyak obat (polifarmasi) silakan tanyakan kepada dokter yang merawat Anda berapa besar kemungkinan obat yang Anda konsumsi berpengaruh terhadap fungsi ginjal Anda.

 

Tanyakan pula apa yang akan terjadi bila Anda berhenti mengkonsumsi obat tersebut.

 

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan topik ini silakan sampaikan di kolom komentar.