Skip to main content
fenomena lazarus

Fenomena Lazarus: Ketika Orang Mati kembali Hidup

Apa Itu Fenomena Lazarus?

Fenomena Lazarus atau sindrome Lazarus didefinisikan sebagai penundaan kembalinya sirkulasi spontan (ROSC) setelah tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Dengan kata lain, pasien yang telah dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung mengalami kembalinya aktivitas jantung.

Jantungnya telah berhenti berdetak dan dia tidak lagi bernapas. Janina Kolkeiwicz telah dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah seorang nenek berusia 91 tahun, dia memiliki hidup yang panjang. akan tetapi dia belum mengakhiri hidupnya pada saat itu. Sebelas jam kemudian, dia terbangun di ruang jenazah rumah sakit meminta untuk dibuatkan teh dan pancake. Peristiwa ini kedengarannya hal yang mustahil terjadi, tapi, Kolkiewicz adalah salah satu dari sekian banyak orang yang dikatakan “bangkit dari kematian”.

 

Pada tahun 2001, seorang laki-laki berusia 66 tahun mengalami henti jantung saat menjalani pembedahan untuk kasus aneurisma abdominalis (robeknya bagian dalam pembuluh darah di perut). Setelah usaha resusitasi selama 17 menit disertasi dengan resusitasi jantung paru, defibrilasi, dan obat-obatan, tanda-tanda vital laki-laki ini gagal untuk kembali. Dia dinyatakan telah meninggal. Sepuluh menit kemudian dokter bedahnya merasakan ada denyut nadi dan operasi dilanjutkan dengan hasil yang baik.

 

Tahun 2014, seorang laki-laki berusia 78 tahun dari Missisippi dinyatakan meninggal dunia setelah perawat yang merawatnya tidak merasakan lagi denyut nadi. Keesokkan harinya, dia terbangun  dalam kantung jenazah di ruang jenazah.

Mereka adalah kisah yang luar biasa luar biasa dan terdengar lebih sesuai dengan film horor, namun peristiwa tersebut nyata dan sebutan untuk kasus semacam itu adalah sindrom Lazarus. 

fenomena lazarus

Sindrom diambil dari nama “Lazarus dari Betania”, yang sesuai dengan Perjanjian Baru Alkitab – dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus 4 hari setelah kematiannya.

Sejak 1982, ketika fenomena Lazarus pertama kali dijelaskan dalam literatur medis, setidaknya ada 38 kasus yang dilaporkan.

Menurut laporan 2007 oleh Vedamurthy Adhiyaman dan rekannya, sekitar 82 persen kasus sindrom Lazarus sampai saat ini, ROSC terjadi dalam waktu 10 menit setelah CPR dihentikan, dan sekitar 45 persen pasien mengalami pemulihan neurologis yang baik.

Tetapi sementara jumlah kasus laporan yang rendah mungkin menyoroti kelangkaan sindrom Lazarus, para ilmuwan meyakini bahwa ini jauh lebih umum daripada yang disarankan oleh penelitian.

“Fenomena Lazarus adalah kejadian yang sangat tidak dilaporkan,” catat nephrologist Dr. Vaibhav Sahni dalam laporan tahun 2016.

“Alasan untuk ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa masalah medikolegal terungkap dalam kasus yang dinyatakan meninggal yang kemudian berubah menjadi hidup,” ia menjelaskan.

“Keahlian profesional dokter untuk melakukan tindakan resusitasi dapat dipertanyakan, belum lagi fakta bahwa kejadian semacam itu dapat menyebabkan hal yang buruk di antara rekan kerja.”

“Pertanyaan lain yang timbul adalah apakah kematian pasien tertentu terjadi sebagai akibat penghentian upaya resusitasi dini atau tidak dilakukannya resusitasi lanjutan,” tambahnya.

 

 

Apa yang paling tepat menyebabkan fenomena Lazarus tetap tidak jelas, namun ada beberapa teori.

 

Apa yang mungkin menyebabkan fenomena Lazarus?

ResusitasiBeberapa peneliti menyarankan bahwa fenomena Lazarus mungkin mengarah pada penumpukan tekanan di dada yang disebabkan oleh RJP. Setelah RJP dihentikan, tekanan ini secara bertahap dapat dilepaskan dan memulai kembali aktivitas jantung.

Teori lain adalah tertundanya efek obat yang digunakan sebagai bagian upaya resusitasi, seperti adrenalin.

 

“Ada kemungkinan obat yang disuntikkan melalui pembuluh darah perifer tidak cukup dikirim secara terpusat karena adanya pengembalian vena yang terganggu, dan ketika pengembalian vena membaik setelah terhentinya hiperinflasi yang dinamis, pemberian obat dapat berkontribusi untuk mengembalikan sirkulasi,” jelas Adhiyaman dan rekannya.

Hiperkalemia – dimana tingkat kalium dalam darah terlalu tinggi – merupakan penjelasan lain yang diajukan untuk fenomena Lazarus, karena dikaitkan dengan ROSC yang tertunda. Karena begitu sedikit kasus sindroma Lazarus yang dilaporkan, mengungkap mekanisme pastinya di balik kondisinya merupakan suatu hal yang rumit.

Tapi mungkin bukan terkait dengan menghidupkan kembali pasien yang harus kita pikirkan; Mungkin mereka sebenarnya tidak pernah “meninggal dunia”.

 

Kesalahan Orang Hidup kepada Orang Yang Meninggal Dunia

Benjamin Franklin pernah berkata, “Di dunia ini tidak ada yang pasti kecuali kematian dan pajak.” Namun, dalam kondisi klinis, sebuah deklarasi kematian tidak sepenting yang dipikirkan orang.

Pada tahun 2014 datang sebuah laporan tentang seorang wanita berusia 80 tahun yang telah “dibekukan hidup-hidup” di rumah sakit setelah dinyatakan meninggal dunia dengan cara yang salah.

Pada tahun yang sama, sebuah Rumah Sakit di New York, diserang setelah salah menyatakan seorang wanita telah mati batang otak setelah overdosis obat terlarang. Wanita itu terbangun tak lama setelah dibawa ke ruang operasi untuk pengambilan organ.

Kasus seperti ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana mungkin salah mengira seseorang meninggal?

Ada dua jenis kematian: kematian klinis dan kematian biologis. Kematian klinis didefinisikan sebagai tidak adanya denyut nadi, denyut jantung, dan pernapasan, sementara kematian biologis didefinisikan sebagai tidak adanya aktivitas otak.

Melihat definisi ini, Anda mungkin berasumsi bahwa akan mudah untuk mengetahui kapan seseorang meninggal – namun dalam beberapa kasus, tidak sesederhana itu.

 

Ada sejumlah kondisi medis yang bisa membuat seseorang “tampak” seperti telah mati.

 

Hipotermia, katalepsi, dan sindrom terkunci (locked-in syndrome)

Salah satu kondisi tersebut adalah hipotermia, dimana tubuh mengalami penurunan suhu yang tiba-tiba, berpotensi fatal, biasanya disebabkan oleh paparan dingin yang berkepanjangan.

Hipotermia dapat menyebabkan detak jantung dan pernapasan melambat, sampai titik di mana hampir tidak terdeteksi. Sampai saat ini dipercaya bahwa hipotermia menyebabkan kematian bayi yang baru lahir di Kanada pada tahun 2013.

hipotermia

Bayi yang dimaksud lahir di trotoar dalam suhu dingin yang membekukan. Dokter tidak dapat mendeteksi denyut nadi, dan bayinya dinyatakan meninggal. Dua jam kemudian, bayi mulai bergerak.

Dr. Michael Klein, dari Universitas British Columbia di Kanada, mengatakan bahwa paparan bayi terhadap suhu dingin semacam itu dapat menjelaskan situasinya. “Seluruh sirkulasi akan berhenti tapi kondisi neurologis anak bisa terlindungi oleh suhu dingin.”

Katalepsi dan sindrom terkunci adalah contoh kondisi lain di mana orang yang hidup bisa salah dinyatakan meninggal.

Katalepsi ditandai oleh keadaan seperti trans, pernapasan melambat, berkurangnya kepekaan, dan imobilitas sempurna, yang bisa berlangsung dari beberapa menit sampai minggu. Kondisi itu mungkin timbul sebagai gejala kelainan neurologis seperti epilepsi dan penyakit Parkinson.

Dalam sindrom terkunci, pasien sadar akan lingkungan sekitar mereka, namun mereka mengalami kelumpuhan lengkap otot otonom, kecuali otot yang mengendalikan gerakan mata.

Pada tahun 2014, The Daily Mail melaporkan pada wanita Inggris berusia 39 tahun Kate Allatt, yang memiliki sindrom terkunci.

Tanpa sadar kondisinya, dokter menyatakan otaknya mati. Petugas medis, keluarga, dan teman-teman berdiri di samping tempat tidurnya dan mendiskusikan apakah ingin melepas alat yang memberikan dukungan hidupnya atau tidak. Allatt mendengar semuanya, tapi dia tidak bisa mengatakan pada mereka bahwa dia benar-benar sadar.

“Sindrom Locked-in seperti dikubur hidup-hidup,” kata Allatt. “Anda bisa berpikir, Anda bisa merasakan, Anda bisa mendengarnya, tapi Anda sama sekali tidak bisa berkomunikasi sama sekali.”

 

Mengkonfirmasi kematian tanpa keraguan

Jika artikel ini telah membuat bulu kuduk anda berdiri, jangan takut; Sindrom Lazarus sangat jarang terjadi, seperti kemungkinan dinyatakan meninggal dunia secara salah.

Konon, fakta bahwa kasus semacam itu bahkan telah terjadi telah menimbulkan pertanyaan tentang pengakuan dan konfirmasi kematian secara klinis.

Menurut Adhiyaman dan rekannya, beberapa peneliti telah menyarankan bahwa pasien harus “dipantau secara pasif” selama 10 menit setelah kematian, karena ini adalah kerangka waktu dimana ROSC tertunda kemungkinan besar akan terjadi.

“Kematian seharusnya tidak disertifikasi pada pasien manapun segera setelah menghentikan CPR,” tulis para peneliti, “dan sebaiknya tunggu setidaknya 10 menit, jika tidak lama lagi, untuk memastikan dan memastikan kematian tanpa keraguan.”

Jika menyangkut donasi organ, peneliti lain mencatat bahwa menunggu selama 10 menit untuk melihat apakah ROSC mungkin terjadi dapat merugikan.

Pedoman saat ini merekomendasikan pengamatan 2 sampai 5 menit setelah jantung berhenti berdetak sebelum menyatakan kematian; Semakin lama aliran darah ke organ tubuh terhenti, semakin kecil kemungkinannya untuk mendapatkan organ tersebut dapat menjadi organ donor.

Dengan pemikiran ini, tidak mungkin protokol seputar konfirmasi kematian akan berubah dalam waktu dekat.

Namun, profesional kesehatan dan peneliti sama-sama sepakat bahwa pada hari ini dan usia, dokter memiliki keahlian dan peralatan medis untuk menentukan kapan pasien telah meninggal dunia.

 

Artikel ini sepenuhnya diterjemahkan dari:

The Lazarus phenomenon: When the ‘dead’ come back to life

fakta kedokteran

Fakta Kedokteran Yang Belum Anda Ketahui

Setiap orang pasti menginginkan untuk dapat hidup sehat dan panjang umur. Untuk mempermudah kita dalam mencapai tujuan tersebut terkadang kita juga perlu mengetahui dan mengevaluasi mitos di bidang kesehatan atau kedokteran. Selain itu, kita juga perlu mempelajari fakta kedokteran dibalik mitos tersebut. Mitos pada bidang kedokteran akan menghambat kita dari berpikir fokus terhadap suatu isu nyata dibidang kedokteran.

Pada kesempatan kali ini, melalui artikel ini, saya akan menampilkan beberapa fakta kedokteran yang belum kita ketahui atau selama ini hanya menjadi sebuah mitos.

Nyamuk adalah seranga paling mematikan di bumi

Nyamuk Anopheles betina seharusnya mendapatkan penghargaan sebagai “binatang paling mematikan di bumi“.

Penghargaan tersebut diberikan karena peran nyamuk tersebut terhadap lebih dari 300 juta kasus malaria pertahun yang menyebabkan kematian pada kurang lebih 1,2 juta jiwa.

fakta kedokteranTerdapat lebih dari 3000 spesies nyamuk, 200 di antaranya terdapat di Amerika dan sisanya di benua lainnya. Tapi, tidak semua spesies nyamuk tersebut menularkan penyakit. Salah satu negara dengan jumlah spesies nyamuk vektor penyakit terbanyak adalah Indonesia.

Selain malaria, nyamuk juga menjadi vektor untuk berbagai penyakit lainnya seperti demam kuning, ensefalitis (radang otak), elephantiasis (kaki gajah) dan penyakit lainnya. Nyamuk lebih aktif pada malam hari. Alangkah baiknya apabila kita melindungi diri dengan menggunakan pakaian yang menutupi seluruh lengan dan kaki atau menggunakan lotion pencegah gigitan nyamuk pada malam hari. Jangan lupa pula untuk melakukan tindakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur) sumber-sumber air yang dapat menjadi lingkungan perkembangbiakan nyamuk.

 

Tidak Ada Obat yang Dapat Menyembuhkan Herpes Genitalis

Herpes genitalis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh herpes virus yang menginfeksi sekitar alat kelamin. Ketika seseorang mengidap penyakit herpes genitalis maka orang tersebut akan menderita penyakit itu sepanjang hidupnya. Akan tetapi, sepertiga dari populasi penderita herpes genitalis tidak mengalami episode munculnya gejala herpes genitalis yang kedua. Populasi ini akan berpikir bahwa mereka telah sembuh dan tidak mengetahui bahwa mereka masih dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Saat ini, terdapat berbagai jenis obat yang digunakan sebagai terapi anti viral untuk penyakit herpes genitalis. Valasiklovir, Famsiklovir, dan Asiklovir merupakan beberapa dari jenis obat tersebut. Obat anti virus tersebut ketika diberikan memiliki 2 efek utama, yaitu: Mengobati gejala yang muncul dan sebagai terapi supresif dengan cara menekan/mengurangi jumlah virus yang ada sehingga gejala penyakit tidak muncul kembali.

 

Sampai saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang menyatakan bahwa infeksi herpes genitalis dapat disembuhkan secara permanen dengan pemberian obat antiviral.

 

Pemberian Vitamin C Tidak Mempengaruhi Penyembuhan Flu

Vitamin C merupakan salah satu jenis vitamin yang paling sering diresepkan. Vitamin C seringkali diberikan pada pasien yang menderi Flu atau Common Cold. Akan tetapi, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa terdapat outcome yang lebih baik untuk pemberian vitamin C pada pasien Flu.

fakta kedokteranVitamin C tidak dapat memberikan proteksi dari common cold. Peneliti dari Universitas Nasional Australia dan Universitas Helsinki telah melakukan tinjauan terhadap 30 penelitian yang dilakukan selama beberpa dekade terakhir yang melibatkan lebih dari 11 ribu pasien yang diberikan vitamin C dengan dosis 2 gram. Dosis tersebut 4 kali lipat daripada dosis vitamin C sebagai suplemen yaitu 500 mg.

 

 

Analisis para peneliti menemukan bahwa vitamin C (asam askorbat) tidak dapat mencegah terjadinya flu dan tidak mengurangi durasi flu atau menurunkan tingkat keparahan flu.

Jadi, pesan untuk kita semua, silakan pikirkan kembali untuk menerima atau memberikan resep vitamin C pada pasien flu. Vitamin C yang dikonsumsi dalam jumlah berlebihan untuk jangka waktu yang lama dapat membahayakan. Salah satu efek samping yang paling sederhana akibat konsumsi Vitamin C dalam dosis berlebihan adalah munculnya diare. Diare tentu saja berbahaya bagi anak-anak atau lansia.

 

Alergi Juga Dapat Menyebabkan Kematian

Sebagian besar alergi tidak berbahaya. Akan tetapi, sebagian kecil dapat mematikan. Anafilaksis merupakan respons alergi paling parah (namun paling jarang terjadi). Sepuluh hingga lima belas persen dari seluruh populasi di dunia dapat mengalami reaksi anafilksis. Reaksi ini muncul karena disebabkan oleh beberapa alergen seperti gigitan serangga, debu, beberapa vaksin, obat dan beberapa makanan.fakta kedokteran

Anafilaksis bersifat akut dan terjadi sangat dalam waktu yang sangat cepat. Selain itu, reaksi alergi ini bersifat sistemik, mempengaruhi hampir seluruh sistem organ pada tubuh kita. Gejala yang tampak pada anafilaksis adalah kesulitan bernapas, nadi cepat, pembengkan pada mukosa, dan pada beberapa kasus dapat menimbulkan gejala syok dan menyebabkan sistem kardiovaskular tidak dapat berfungsi dengan baik (syok anafilaksis).

Syok anafilaksis inilah yang paling sering menyebabkan kematian pada kasus reaksi alergi.

Itulah beberapa fakta kedokteran yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Sebagian besar fakta kedokteran tersebut mungkin sudah kita ketahui dan semoga dapat menambah pemahaman kita seputar berbagai penyakit yang sering terjadi dan menyingkirkan mitos-mitos seputar kedokteran.

Sumber:

Snyderman NL. Medical Myths That Can Kill You. New York: Crown Publisher. 2015.

8 Fakta Mengejutkan Tentang Mata

Mata adalah indra penglihatan  yang kita ketahui dengan baik akan tetapi ada beberapa fakta menarik seputar mata yang mungkin belum kita ketahui. Kali ini kami merangkum 8 fakta menarik seputar mata.

 

  1. Melihat Bintang

Apakah Anda sedang melihat bintang, kilatan, mengalami gangguan penglihatan saat mengalami migrain, atau pertunjukan cahaya setelah menggosok kelopak mata, itu semua disebabkan oleh hal yang sama: tekanan atau stimulasi retina. Bola mata diisi dengan cairan menyerupai agar-agar tebal yang menjaga bola mata kita tetap bulat. Kadang-kadang gel ini dapat menekan retina dan pusat saraf yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal saraf ke bagian otak yang menciptakan gambar.

Hal ini dapat terjadi ketika mata digosok dengan penuh semangat, bersin dengan kuat dapat menggetarkan retina atau merangsang saraf optik, atau bahkan ketika seseorang bangkit dari duduk atau menuju posisi berdiri terlalu cepat. Yang terakhir, hal ini terjadi ketika tekanan darah menurun dan otak kekurangan oksigen sehingga mempengaruhi bagian mata. Sinyal pesan dari retina akan diinterpretasikan oleh otak sebagai cahaya, apakah ada cahaya yang sebenarnya terlibat atau tidak.

 

  1. Kecepatan Warna

Jangankan kehidupan rahasia lebah di sarang mereka. Penglihatan dan bagaimana cara mereka melihat jauh lebih menarik. Serangga kecil dapat mendeteksi warna tiga sampai empat kali lebih cepat daripada yang dapat dilakukan oleh manusia. Pada pandangan pertama, tampaknya menjadi kemampuan yang terbuang. Kebanyakan objek membawa warna permanen dan jenis penglihatan juga mengeluarkan lebih banyak energi.

Namun, lebah memilikinya. Para pembuat madu telah mengembangkan penglihatan mereka untuk dapat dengan mudah menemukan bunga, yang berarti mampu mengidentifikasi warna tertentu dengan akurasi yang sangat akurat. Sementara kelopak dan mahkota bunga tidak persis mengubah warna mereka sendiri setiap detik, sesuatu yang lain bisa. Para peneliti berpikir keterampilan ini membantu lebah ketika mereka dihadapkan dengan cahaya yang berkedip-kedip. Sebuah lebah yang terbang dengan cepat melalui semak dapat menyebabkan warna bergeser dengan cepat karena perubahan cahaya dan bayangan. Dalam kasus seperti itu, penglihatan warna cepat akan memungkinkan lebah untuk melacak setiap perubahan mendadak bahkan di tempat teduh dengan pencahaan yang kurang optimal.

 

  1. Perbedaan Jenis Kelamin

Pria dan wanita melihat hal-hal berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bersama-sama, keduanya akan melihat film dengan judul yang sama, tapi pria akan lebih sensitif terhadap detail kecil dan gerakan. Wanita akan lebih menyadari perbedaan warna-warna dan bagaimana mereka berubah. Selama menjalin percakapan, perbedaan jenis kelamin juga akan memberikan fokus yang berbeda. Pria mungkin akan melihat bibir orang lain ketika mereka sedang berbicara dan akan lebih mudah terganggu oleh gerakan di belakang pembicara.

Ketika wanita mendengarkan seseorang bicara, pandangan mereka cenderung untuk berpindah-pindah antara mata dan tubuh lawan bicaranya. Orang lain, dan bukan sesuatu yang bergerak, lebih mungkin untuk membagi perhatian penglihatan mereka.

 

  1. Pandangan Orang Tuli

Individu yang lahir tuli cenderung memiliki penglihatan pada daerah tepi yang lebih sensitif terhadap gerakan dan cahaya. Penjelasan untuk hal tersebut yang paling mungkin adalah suatu proses adaptasi otak. Setiap kali seseorang melihat sesuatu, akan terjadi dua jalur dalam proses otak mengolah informasi tersebut. Satu sisi menilai posisi objek dan gerak sementara sisi yang lain adalah tentang pengenalan objek yang sedang dilihat. Selama percobaan pelacakan dan gerakan, jalur pertama menunjukkan peningkatan aktivitas pada individu tuli dan hal ini yang paling mungkin sebagai alasan mengapa pandangan perifer pada individu yang tuli lebih baik. Percobaan lain menunjukkan individu tuli juga dapat menggunakan indera peraba untuk mengembangkan ketajaman visual. Dua kelompok penelitian menerima dua objek dekat sudut mata. Selama ini, para peserta mendengar menerima dua bunyi “beep”, dan sedangkan individu tuli diberikan  “puff” udara ke wajah. Keduanya melaporkan halusinasi yang sama melihat dua objek berkedip. Pada kucing yang tuli, bagian pendengaran dari otak mereka juga tampak mempertajam penglihatan tepi mereka.

gen kecerdasan

Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

Benarkah Gen Kecerdasan di Turunkan Oleh Wanita?

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya kepada saya apakah benar gen kecerdasan itu diturunkan oleh wanita atau Ibu kepada seorang anaknya bukan oleh laki-laki atau Bapak. Saya merasa perlu mencari kebenaran akan hal tersebut. Sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan.

Klaim gen kecerdasan diturunkan oleh Ibu ini banyak kita temukan pada beberapa media berita online yang menuliskan artikel tentang gen kecerdasan ini. Bahkan jika kita memasukkan kata kunci “gen kecerdasan” pada kolom pencarian google hasil pencarian teratas akan merujuk pada link-link berikut.

lifestyle.liputan6.com › Lifestyle

https://science.idntimes.com › Discovery

health.kompas.com/read

female.kompas.com

Pada artikel-artikel tersebut mereka mengutip pendapat bahwa Gen kecerdasan berasal dari kromosom X, sementara para ibu memiliki dua kromosom X, ini berarti seorang anak kemungkinannya lebih besar mendapat kecerdasan dari ibu.

Bahkan walau pihak ayah mewariskan gen kecerdasannya, maka kesempatan itu sangat kecil karena gen cerdas itu gugur dan tidak aktif.

Akan tetapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Yaitu sumber rujukan yang digunakan oleh mereka berasal dari sebuah jurnal. Tulisan rujukan tersebut diterbitkan oleh The Medical Research Council Social and Public Health Sciences Unit.

Pada profesi dan keilmuan saya, bidang kedokteran, ilmu pengetahuan yang dipublikasikan oleh jurnal berkembang sangat pesat. Setiap hari ada ribuan jurnal baru dibidang kedokteran yang diterbitkan. Sehingga, pada masa pendidikan pun kami disarankan untuk merujuk jurnal yang terbaru paling tidak 5 tahun terakhir. Rujukan yang digunakan di atas terbitan 10 tahun yang lalu. Meskipun penelitiannya besar karena 12.686 responden berusia 14 hingga 22 tahun, tapi pasti ada penelitian lain yang terkait dengan gen kecerdasan. Terlebih saat ini telah berkembang pesat sebuah cabang spesialisasi keilmuan baru yaitu “Bioinformatik”. Cabang ilmu ini berfokus pada penggunaan perkembangan teknologi informasi untuk meneliti sifat dan prilaku struktur terkecil pada tubuh makhluk hidup (asam amino, DNA/RNA, dan Gen).

Hal inilah yang membawa saya untuk mencoba mencari sumber pembanding dan tentunya lebih baru dibandingkan dengan yang menjadi rujukan pada situs-situs di atas.

faktor risiko penyakit jantung

IRAMA SIRKARDIAN: JAM BIOLOGIS MANUSIA

irama sirkardianApa yang pertama kali terpikirkan ketika kita mendengar kata “Jam”?. Banyak dari kita pasti akan
membayangkan bentuknya. Pernahkah kita bertanya bagaimana jam dapat bekerja mengukur waktu dengan tepat?. Atau bahkan pernahkah kita mengetahui ternyata terdapat jam yang lebih canggih dari pada jam apapun pada masa kini?. Jam tersebut adalah irama sirkardian.

Irama Sirkardian: Jam Biologis Manusia

Sadar atau tidak tubuh kita tunduk terhadap perubahan-perubahan fungsi organ (fisiologis) seiring dengan perubahan waktu. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan merangkum perubahan-perubahan tersebut sebagai berikut:

gambar-web

Bahkan terdapat perubahan lengkap fisiologis tubuh seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut:irama sirkardian

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana tubuh kita mengetahui bahwa waktu yang dijalaninya siang atau malam?

Cerita Bohong Flouridasi: Fakta atau Fiksi? (Bagian 1)

Tulisan ini merupakan ringkasan tulisan karangan Dr. Ronald S. Laura dan John F. Ashton profesor pendidikan pada Universitas Newcastle dan Harvard tentang flouridasi.

            Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan dengan beberapa artikel yang menunjukkan adanya misi terselubung dibalik pemurnian air mineral dengan menggunakan flouridasi di Indonesia. Tulisan ini akan menceritakan asal mula bagaimana flouridasi digunakan untuk beberapa hal yang sangat terkait dengan keseharian manusia.flouridasi

Apakah Flouridasi Menguntungkan Anda? Atau Merupakan Sebuah Bisnis Besar!

Kontroversi seputar flouridasi memunculkan sejumlah isu sosioetika penting yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pertanyaan yang paling panas apakah program ini memberikan manfaat dalam menigkatkan kesehatan masyarakat, atau hasil opurtunitas dari lobi yang kuat, yang sebagian besarnya terkain dengan mengedepankan kepentingan sendiri dengan dalih kepentingan masyarakat? Asal mula flouridasi saat ini memang sedang mengemuka, walaupun demikian tulisan ini tidak akan menafsirkan pengungkapan itu sendiri, tetapi lebih untuk mengusik beberapa kebetulan yang luar biasa yang terjadi di balik asal muasal flouridasi tersebut

Meskipun demikian, dalam pendekatan yang lebih langsung terkait isu ini, kita harus membicarakan tentang risiko kesehatan yang cukup potensial dan aktual terkait dengan flouridasi belum cukup dihargai oleh mereka yang mengurusi masalah tersebut. Pengenalan flourida secara sengaja dalam air minum tentu saja belum melalui penelitian dan pengujian yang cermat seperti yang dilakukan terhadap beberapa pengobatan medis, yang banyak bisa kita beli tanpa memerlukan resep dokter. Apabila kita mengetahui efek positif flourida ditambahkan ke air minum adalah hilangnya karang gigi pada anak-anak, maka dosis flourida yang pas tidak bisa dibatasi begitu saja untuk memastikan bahwa efek flourida yang berbahaya tidak melalampaui efek manfaatnya.

Lahirnya Flouridasi

Banyak diantara kita akan terkejut bila mendengar bahwa flourida telah digunakan sejak lama, tetapi tidak untuk pencegah kerusakan gigi. Flourida, atas nama kesehatan, yang kini ditambahkan dalam air minum selama lebih dari lima dekade telah digunakan sebagai racun lambung, insektisida, dan rodentisida. Flourida diyakini mengeluarkan racunnya pada hama dengan bergabung pada tubuh hama dan menghambat banyak enzim yang mengandung elemen seperti besi, kalsium, dan magnesium. Untuk alasan yang sama, flourida sangat bersifat racun bagi tanaman, mengganggu keseimbangan biokimia yang halus dalam hal terjadinya proses fotosintesis.  Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa manusia akan kebal terhadap efek racun yang potensial ini. Tapi jika kita merujuk pada indeks toksikologi insdustrial (keracunan produk industri) mendata sebagian tentang penangan senyawa flourida. Dalam menilai tingkat keracunan flourida ini, seorang ahli kimia bernama Sax menegaskan bahawa dosis 25 sampai 50 mg harus dipandang sebagai “sangat bersifat beracun” dan bisa menyebabkan muntah-muntah hebat, diare dan manifestasinya dapat berupa gangguan sistem saraf pusat.

Penting untuk mengenali bahwa flourida adalah zat yang mengandung racun tinggi. Pengakuan akan hal sederhana ini akan memudahkan penolakan ilmiah terhadap bagian atau sesuatu yang menerima tanpa mempertanyakan bagaimana pencernaan manusia dapat menerima racun ini. Derajat potensial peracunan flourida ini dan batas sempit toleransi manusia terhadap flourida menimbulkan pertanyaan mengapa flouridasi di izinkan?

Mendapat Jantung Baru, Sifat Mereka Berubah.

“Organ yang didonorkan kepada seseorang  pada transplantasi jantung bukan hanya menyelamatkan hidup mereka tetapi juga memberikan kehidupan yang baru kepada mereka”

Hal ini lah yang terjadi pada Claire Sylvia seseorang yang mendapatkan donor jantung. Pada kebanyakan kasus seorang penerima organ donor tidak akan mengetahui siapakah yang memberikan organ donor kepada dirinya, begitu pula Claire. Tapi setelah transplantasi dilakukan dan dia mendapatkan jantung baru dia merasakan bahwa ada yang telah berubah dari dirinya. Claire merasakan bahwa terdapat kepribadian lain ada di dalam dirinya. Beberapa hari setelah transplantasi dirinya bermimpi tentang seorang anak bernama Tim, dan merasa dirinya memiliki hubungan khusus dengan anak tersebut. Setelah, ditelusuri lebih lanjut, pendonor jantung untuk Claire adalah seseorang yang bernama Tim yang meninggal akibat kecelakaan sepeda motor. Pada tahun 1998 Claire Sylvia adalah salah satu yang sangat terbuka dalam menjelaskan pengalaman setelah transplantasi tersebut. Pengalaman ini membentuk dasar dari buku otobiografi berjudul “A Change of Heart” , yang ditulis dirinya bersama William Novak .

jantung

Selanjutnya lebih banyak kasus yang didokumentasikan, dimana pasien setelah mendapat transplantasi jantung mengalami perubahan mencolok dalam perasaan dan perilaku mereka yang kemudian diakui oleh kerabat donor sebagai sifat-sifat pribadi dari donor yang meninggal. Sebagai contoh, penerima organ bernama 18  tahun bernama Danielle menunjukkan antusiasme untuk bermusik, belajar bermain gitar dan mulai menyanyi. Padahal sebelumnya dia tidak menyukai musik sama sekali. Jantung Donor itu berasal dari anak laki-laki  berusia 18 tahun,  yang merupakan seorang musisi dan  menulis puisi.

Seorang anak yang menerima jantung dari seorang anak yang tenggelam di bak mandi tiba-tiba mengembangkan ketakutan yang irasional apabila melihat air setelah operasi. Anak lainnya, Carter , yang pada usia 7 bulan menerima jantung dari Jerry yang berusia 16 bulan, tiba-tiba mulai meniru pola perilaku dari Jerry yang telah meninggal. Ibu Jerry menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Carter : “Ketika ia memelukku , aku bisa merasakan anakku. Maksudku, aku benar-benar bisa merasakan dia. Aku merasa energiny. Carter mengucapkan kata-kata yang sama yang seperti bahasa bayi Jerry dan juga bermain dengan hidung saya seperti Jerry kerjakan.” Penerima organ tersebut juga mengembangkan daya tarik tertentu kepada orang tua Jerry dan bahkan memanggil mereka ” Ibu ” dan “Ayah “.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Paul Pearsall pada tahun 2000, menunjukkan bahwa dari 100 orang penerima donor jantung yang diwanwancarai olehnya  mendapatkan paling sedikit 5 sifat dari orang yang mendonorkan jantungnya. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada musim semi tahun 2002 di jurnal near death study.

Apa yang Sebenarnya Terjadi? 

Pertanyaan besar sampai saat ini adalah apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang ditransferkan oleh organ donor kepada penerimanya? Apakah Jantung juga memiliki “otak kecil” yang dapat menyimpan memori dari pemilik sebelumnya?. Sebagian dari hal ini sudah saya jelaskan di artikel saya yang sebelumnya. Dr. Andrew Armour seorang pelopor ilmu Neurokardiologi menjelaskan bahwa terdapat hubungan dua arah antara otak kita dengan jantung. Dimana kemampuan intelijensi organ tersebut sangat tergantung dari memori yang tersimpan pada sel saraf yang berada di dalam organ yang di donorkan.  Adapun Jantung sendiri dapat mempengaruhi otak dalam mengembangkan rasa emosi, prilaku dan kepribadian seseorang.

Beberapa Ahli lainnya berpendapat bahwa peristiwa ini adalah sebuah fenomena memori sel. Pada fenomena ini disebutkan bahwa terdapat pengaruh besar neuropeptida yang merupakan salah satu zat yang digunakan otak untuk berbicara dengan organ tubuh yang lain dengan menyampaikan beberapa informasi. Meskipun neuropeptida terdapat disemua organ namun sampai saat ini tidak ada yang tahu apakah memang neuropeptida menyimpan memori. Namun, banyak yang tidak mempercayai akan hal ini. Mereka lebih mempercayai bahwa peristiwa ini terjadi karena adanya sugesti yang diberikan secara tidak langsung oleh para dokter dan juga perawat di dalam ruang operasi transplantasi kepada penerima organ yang sedang dalam pengaruh Anastesi. Mereka percaya cerita tentang si Pendonor di ceritakan oleh perawat dan dokter saat sedang melakukan operasi.

Sumber:

http://www.grailworld.com/issues/20/phenomenon-memory-transplant

Organ Transplants Cellular Memory Proves Major Organs Have Self-Contained Brains?

Konspirasi: Setengah dari Amerika Percaya, Anda?

Lebih dari 50 Tahun banyak teori konspirasi terkait dengan kedokteran dan kesehatan masyarakat dimunculkan. Diantaranya adalah teori konspirasi tentang flouridasi air, vaksin, telepon genggam dan pengobatan alternatif. Flu vaccine drips out of a syringe as a nurse prepares for a patient at a clinic in central London

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa setengah dari orang dewasa di Amerika mempercayai setidaknya satu teori konspirasi di atas. Bahkan banyak yang mempercayai lebih dari satu teori konspirasi akibat telah mempercayai teori yang lain. Sebagai contoh: sepertiga orang amerika percaya bahwa pemerintah Amerika yang berwenang dalam urusan obat (FDA) telah menyembunyikan dan mencegah penduduknya untuk mendapatkan obat alami (herbal) juga mempercayai bahwa mata-mata amerika telah menyebarkan virus HIV dan menginfeksi sejumlah besar penduduk dengan ras afrika-amerika.

J. Eric Oliver, peneliti utama studi di atas  dari University of Chicago, mengatakan bahwa orang mungkin percaya pada teori konspirasi karena mereka lebih mudah untuk memahaminya daripada informasi medis yang kompleks. Oliver mempelajari tentang teori-teori konspirasi setelah dia menemukan beberapa orang dari petugas kesehatan juga menolak pemberian vaksin dan flouridasi air di Oregon, Amerika. Sehingga Oliver memutuskan untuk menanyakan kepada orang-orang apa yang mereka pikirkan tentang kurang lebih enam teori konspirasi dengan pendukung yang besar seperti pemberian vaksin, pemakaian hp, dan terapi alternatif untuk kanker. Selain itu, Oliver juga menanyakan tentang tiga teori lainnya yang terkait dengan penyebaran virus HIV oleh mata-mata Amerika, Modifikasi makanan secara genetik untuk menurunkan populasi di dunia dan pengunaan flouridasi air oleh perusahaan untuk mengurangi polusi yang telah mereka hasilkan.

kebanyakan dari orang yang mendukung teori konspirasi adalah orang-orang dengan tingkat ekonomi dan pendidikan yang rendah. Kepercayaan mereka terhadap teori konspirasi menyebabkan mereka cenderung untuk melakukan pemeriksaan fisik secara teratur. Dan mereka lebih cenderung untuk membeli makanan organik, menghindari suntikan vaksin flu dan tabir surya, dan menggunakan vitamin dan suplemen herbal.  Survey tersebut melibatkan 1.351 orang secara online pada bulan Agustus dan September. Penemuan ini dipublikasikan  di JAMA Internal Medicine. “Dunia adalah tempat yang rumit,” kata Oliver. “Sulit untuk memahami hal itu. Banyak teori konspirasi ini secara intuitisi menarik.”

  Setengah dari Orang Dewasa di Amerika Percaya, Bagaimana Dengan Anda?

sumber:

http://www.npr.org/blogs/health/2014/03/19/291405689/half-of-americans-believe-in-medical-conspiracy-theories

http://www.reuters.com/article/2014/03/18/us-medical-conspiracies-idUSBREA2H22K20140318

http://archinte.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=1835348

kejang

Sleep Paralysis: Fakta Ilmiah “Tertindih Setan”

Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres. Ini adalah artikel yangn membahas tentang Sleep Paralysis.

Ya, kalian mengerti maksud saya. hampir semua dari kita pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau irep-irep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Fenomena ini sebenarnya bernama Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur) atau The Old Hag Syndrome. sleep-paralysis-causes Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh “Old Hag” atau “Penyihir” yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.
Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).
Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.
sleep paralysis
Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM. Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.
Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.
Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.“Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.”Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama. Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita? Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita. Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena “penculikan oleh alien” atau “diserang roh jahat” kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang. Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanyamereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).
Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?
Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu: 1. Tidurlah yang cukup dan teratur 2. Kurangi Stress 3. Berolahragalah secara teratur Dengan kata lain, gaya hidup sehat! Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu. Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.
Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia. “Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.” Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama. Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita? Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita. Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena “penculikan oleh alien” atau “diserang roh jahat” kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang. Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanyamereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).
Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?
Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:
1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur Dengan kata lain, gaya hidup sehat! Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.
http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/03/memahami-fenomena-sleep-paralysis.html
faktor risiko penyakit jantung

TERAPI OKSIGEN, PEMUSNAH VIRUS ?

Ada cara yang mungkin belum terlalu terkenal tetapi sangat sederhana untuk merawat hampir seluruh penyakit. Demikian sederhananya hingga cara itu mungkin akan membuat kita menertawakannya. Tidak seperti manusia yang membutuhkan oksigen untuk meneruskan kehidupannya, sebagian virus dan bakteri termasuk HIV, Ebola, M.tuberculosis, dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya tidak tahan terhadap oksigen. Bakteri dan virus hampir seluruhnya “Anaerobic”(tidak tahan terhadap oksigen).oksigen

Apa yang akan terjadi pada virus dan bakteri anaerobic yang menyebabkan penyakit dikelilingi oleh oksigen murni dalam waktu yang lama? Bagaimana jika bentuk khusus oksigen (O2) ini, atau bentuk medisnya yang lebih tinggi (O3 atau yang lebih dikenal sebagai Ozon), dalam jumlah yang cukup, secara perlahan dan hati-hati diperkenalkan secara langsung ke dalam tubuh hari demi hari, setiap hari selama beberapa bulan, dengan metode konsentrasi yang tinggi yang biasanya melewati paru-paru, dan memenuhi setiap sel tubuh dengan oksigen? Semua kuman dan mikroba yang terkait dengan penyakit atau penyebab penyakit yang tidak dapat hidup dalam oksigen, juga tidak dapat hidup dalam jaringan dan cairan tubuh beroksigen. Jadi, betapa sederhananya, bukan? Namun, Saya yakin hampir semua dari kita belum pernah diberi tahu tentang hal ini?

Lalu apa yang kira-kira akan terjadi pada virus HIV dalam tubuh jika virus itu secara terus menerus dikelilingi oleh oksigen? Sebuah artikel dalam The Journal of The American Society of Hematology, edisi 11 pada Oktober 1991 yang berjudul “Inactivation of HIV Type 1 by Ozone in vitro” menyimpulkan bahwa:

“Ozon, bentuk oksigen yang lebih tinggi, melemahkan aktivitas virus HIV sebanyak 97-100 persen, dan tak berbahaya bagi sel normal, jika digunakan secara tepat”.

Jutaan dosis ozon telah diberikan oleh ribuan dokter di Eropa selama enam puluh tahun yang lalu dengan sangat aman. Tapi, mengapa penggunaannya tidak diajarkan lagi di sekolah-sekolah kedokteran saat ini? Mungkin karena sampai saat ini FDA tidak menyetujui penggunaan terapi ini. Ed McCabe dalam bukunya Oxygen Therapies yang terjual 150.000 kopi menyatakann bahwa terapi oksigen dilarang oleh FDA dikarenakan adanya kendali politik pada FDA yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan obat di Amerika karena mereka tidak menginginkan adanya cara pengobatan yang murah dan memiliki efek penyembuhan yang maksimal yang akan menyebabkan penjualan obat mereka menjadi menurun secara drastis.

Seorang peneliti lainnya Basil Wainwright secara kategoris telah menemukan sebuah proses untuk memurnikan seluruh darah donor dalam kantung, dan penemuaannya tentang teknologi polyatomic apheresis ozone telah menghasilkan terobosan paling penting dalam penanganan kasus AIDS dan penyakit degeneratif. Basil Wainwright menyatakan bahwa dirinya telah menyaksikan bahwa darah penderita HIV jauh lebih hitam dari pada darah orang normal. Dan ketika mendapatkan terapi oksigen darah akan kembali berwarna merah.

#terlalu banyak yang disembunyikan di Dunia ini.

Sumber:

Eisen, Jonathan. 2010. Suppressed Inventions and Other Discoveries: Kisah Nyata Penyembunyian Ilmu Pengetahuan dan Pemusnahan Temuan Brilliant Lainnya. Jakarta :Ufuk. Hal. 117-148.