Masaru Emoto dan Dunia Airnya yang Indah

Masaru Emoto dan Dunia Airnya yang Indah
Ilustrasi Air dan Masaru Emoto

Ada yang kenal dengan tokoh bernama Masaru Emoto ini? Kalau teman-teman mengenal nama ini, maka bisa jadi teman-teman telah tertipu. Mengapa saya menyatakan demikian? Sebab dahulu saya juga telah terperdaya. Terpana dengan gambar-gambar kristal air yang sangat menakjubkan dari karyanya. Kita menganggap itu ilmu pengetahuan. Sementara penelitinya sudah mengakui bahwa hal tersebut subjektif.

 

Namun, setelah saya mengenal dan membaca beberapa karya tokoh lain seperti Dokter Harriet A. Hall, Stephen Barrett, dan dokter-dokter skeptis lainnya, maka saya rasanya telah terbebas dari tipuan tersebut.

 

“Air bisa membaca, mendengarkan musik, melihat gambar, membaca pikiran kita, menyembuhkan kita, dan menciptakan perdamaian dunia.” Kata Masaru Emoto yang tercantum dalam buku karangannya.

 

Air adalah benar sumber kehidupan. Namun, kini air juga menjadi salah satu media bisnis yang cukup sukses. Terutama di bidang kesehatan. Mulai dari alat pemurnian air hingga air ajaib.

 

Sayangnya, mayoritas bisnis kesehatan yang memiliki kaitan dengan air, menggunakan teori dari temuan Masaru Emoto ini.

 

Saya paham benar bahwa menulis artikel ini akan menimbulkan pro dan kontra. Namun, setiap orang bisa memberikan pendapat asal memiliki sumber dan bukti yang kuat.

 

Jadi, mari kita kenali lebih dalam keindahan dunia air dari Masaru Emoto ini dan mengapa kami dan beberapa dokter yang skeptis lainnya menganggap ilmu pengetahuan semu.

 

Sebelum memulai perjalanan panjang kita untuk melihat Indahnya Dunia Air, maka kami perlu menyampaikan alasan kami menulis artikel ini.

 

Mengapa Harus Membahas Dr. Masaru Emoto?

Yang pertama, sebab Dr. Masaru Emoto memberikan panggung besar kepada kristal air zam-zam. Kristal air zam-zam adalah yang paling indah. Air zam-zam benar adalah air suci yang murni. Begitu pula dengan manfaat kesehatannya. Banyak penelitian yang telah membuktikan.

 

Namun, foto-foto kristal air bisa jadi adalah karangan. Serta bukan menjadi foto molekul air melainkan foto kristal air. Gambar dari air yang membeku atau es. Silakan baca artikel kami berikut bila ingin tahu lebih jelas terkait dengan kristal air.

Temberang Air Hexagonal

 

Yang kami sedihkan, beberapa Ustadz sering kali menggunakan materi terkait kristal air zam-zam dalam buku Emoto tersebut dalam berbagai ceramah. Begitu pula dengan praktisi ruqyah syar’iyah yang menggunakan media air.

 

Alasan yang kedua adalah terkait dengan sebuah produk yang kami telah bahas lengkap dalam artikel berikut:

 

Bioglass: Kebohongan dari Para Pencari Keuntungan? – WhiteCoatHunter

 

Ketika kami mencari video YouTube menggunakan kata kunci Bioglass. Kami menemukan sebuah video Unboxing dengan tampilan selebaran berjudul: “Massages From Water” Karangan Masaru Emoto dan Anaknya Hirosama Emoto.

Produk Bioglass MCI (Biovortex) dan Buku Masaru Emoto
Produk Bioglass MCI (Biovortex) dan Buku Masaru Emoto

Produk pada video adalah Biovortex. Bisa jadi seluruh produk Bioglass MCI memiliki buku atau selebaran ini dalam kotak penjualannya.

 

Coba kita sebut produk air apa saja yang terkait teori Masaru Emoto ini?

  • Air pH
  • Produk Air Heksagonal
  • Mesin pemurnian air
  • Air yang mengandung hidrogen

 

Hampir seluruh produk air yang terkait kesehatan menggunakan teori ini. Lalu, jangan sampai kita tertipu dengan model bisnis penjualan mereka. Produk air ini pada umumnya bersanding dengan berbagai manfaat kesehatannya.

 

Pandangan dr. Harriet A. Hall terkait Masaru Emoto

Hingga bagian ini kami telah menuliskan nama beliau sebanyak dua kali. Harriet A. Hall adalah seorang dokter sekaligus penulis. Dr. Hall memulai karir menulisnya Dr. Hall pada tahun 2002. Artikel pertamanya terbit satu tahun setelah memulai karirnya.

Kutipan dr. Harriet A. Hall
Kutipan dr. Harriet A. Hall

Pada tahun 2010, Dr. Hall dianugerahi penghargaan untuk Kontribusi Luar Biasa untuk Sains dan Skeptisisme dari Grup Investigasi Independen.

 

Kehidupan lengkapnya ada dalam biografinya yang berjudul Women Aren’t Supposed to Fly: The Memoirs of a Female Flight Surgeon.

 

Kami salah satu penggemar artikel dan tulisan beliau. Lalu, apa pandangannya terhadap Masaru Emoto.

 

“Buku Hidden Massages in Water adalah salah satu koleksi terhormat di rak buku saya. Buku ini mendapat gelar sebagai BUKU TERBURUK YANG PERNAH SAYA BACA.”

 

“Karangan Emoto itu sama ilmiahnya dengan Alice in Wonderland. Masaru Emoto memotret kepingan salju dan mengamati bahwa air yang lebih bersih dan sehat memiliki kristal yang lebih cantik.”

 

Ilmu Semu Masaro Emoto

Seorang peneliti yang asli akan memeriksa apakah mereka akan mendapatkan hasil yang sama jika mengulang penelitian. Apakah hasil juga akan sama bila peneliti tidak tahu air mana yang lebih bersih.

Tipuan Gambar Air
Tipuan Gambar Air

Itu adalah beberapa prinsip dasar ilmu pengetahuan. Sayangnya, hingga ajal tiba, Emoto tidak pernah mengulang penelitiannya. Bahkan, ketika ia masih hidup, seorang peneliti sekaligus jutawan, menawarkan jutaan dolar agar Emoto mengulang penelitiannya.

 

Apa yang terjadi?

 

Tidak pernah ada peneliti lainnya menemukan hal yang sama seperti apa yang tersampaikan Emoto dalam bukunya.

 

Emoto tidak pernah berkonsultasi dengan ilmuwan sejati. Lalu, dari mana keindahan bentuk dunia air dalam buku-bukunya.

 

Gambar tersebut banyak sekali dapat kita temukan. Itu bukan gambar molekul air. Melainkan gambar kristal air yang membeku atau lebih singkatnya salju.

 

Emoto menyatakan bahwa gambar pada karyanya adalah molekul air. Air yang lebih bersih akan menghasilkan molekul yang lebih indah.

 

Namun, bukan air bersih akan lebih indah. Melainkan, kristal es akan berbeda bentuk berdasarkan suhu dan kondisi pembentukannya. Bukan dari kemurnian airnya.

 

Perbedaan struktur molekul air tidak sesuai dengan fakta fisika dasar.

 

“Molekul air dalam wujud cair membentuk ikatan hidrogen yang putus-sambung dalam hitungan 1 per 1 triliun detik dan bentuk hexsagonal hanya bisa kita temukan dalam air berwujud padat (Es/Salju).”

 

“POPULARITAS EMOTO adalah FAKTA MENYEDIHKAN bahwa masyarakat kita BUTA ILMIAH masyarakat kita. Karyanya adalah tumpukan kesalahan faktual, kesalahpahaman, salah tafsir, metafora, dan pernyataan yang tidak berarti. Dia menulis dalam bahasa pemikiran magis dan takhayul. Bukan dalam bahasa ilmu pengetahuan.” Harriet A. Hall.

 

Gugurnya Teori Psudosains Emoto

Sebagian besar ilmuwan sungguhan menganggap delusi Masaru Emoto terlalu konyol untuk diakui dan disangkal. Namun, seorang pensiunan profesor kimia telah meluangkan waktu untuk membantah seluruh ilmu pengetahuan semu tentang gugus air.

 

Tentu sang profesor juga menyangkal seluruh penelitian Emoto. Karya beliau bisa kita lihat pada:

Structured Water Pseudoscience and Quackery (chem1.com)

 

Pernahkah kita mendengar seseorang berbicara dengan tanaman? Mungkin pernah. Emoto selain berbicara dengan tanaman juga berbicara dengan air.

 

Jika kita harus belajar membaca dan kemudian memiliki kemampuan mendengar. Air menurut Emoto jauh lebih cerdas. Ia sudah terlebih dahulu tahu caranya.

 

Bila kita mengucapkan terima kasih atau idiot kepada air secara berulang maka air akan merespons kedua kata tersebut dengan kristal molekul air yang cantik atau jelek. Kristal molekul tersebut sesuai dengan kata yang kita ucapkan.

 

Emoto tidak pernah bertindak sebagai ilmuwan sejati. Dia tidak pernah membangun teori dan penelitiannya atas dasar penelitian ilmiah. Termasuk penelitiannya terhadap nasi (beberapa orang menggantinya dengan roti) yang juga diberikan kata baik dan kasar. Lalu, ditentukan mana yang lebih cepat membusuk.

 

Emoto tidak pernah bisa menjawab dasar penelitian ilmiah. Misalnya dengan memberikan jawaban atas dasar-dasar pertanyaan penelitian ilmiah seperti:

  • Berapa banyak orang yang mencoba eksperimen yang persis sama, tetapi gagal atau tidak melapor kepadanya?
  • Bagaimana kondisi sampel air seluruhnya tersimpan ? Apakah dalam kondisi yang berbeda atau sama?
  • Adakah double-blind (penyamaran) sehingga peneliti tidak tahu sampel mana yang memiliki label yang mana?
  • Bagaimana penentuan titik akhir penelitian? Apakah sebelum penelitian telah ditetapkan atau pengamat hanya secara subjektif menentukan mana yang membusuk lebih cepat?
  • Apakah ada analisis statistik untuk menyingkirkan efek kebetulan?

 

Emoto tidak pernah mengajukan dan menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini tampak jelas pada bukunya.

 

Ringkasan Isi Buku Karyanya

Membaca buku memang terkadang menyulitkan. Untuk itu, kami mengutip apa yang tersampaikan oleh Masaru Emoto dalam bukunya.

 

Dalam bukunya The Secret Life of Water, Dia mengakui bahwa, “Memotret kristal molekul air adalah ilmu subjektif.”

 

Tahukah kita bahwa ada yang namanya ilmu subjektif?

 

Dia berkata, “Metode yang kami gunakan untuk memotret kristal air mungkin tidak melewati batas definisi semua orang tentang ilmiah. Ada tingkat ketidakpastian yang terlibat. Kondisi ini tidak dapat terjelaskan dengan standar analisis statistik hitam dan putih.”

 

Emoto membandingkan ketidakpastian pemilihan subjektif kapan mengambil gambar kepingan salju dengan prinsip ketidakpastian Heisenberg dalam Mekanika Kuantum.

 

Dia berpikir bahwa air berubah bentuk sepenuhnya tergantung pada orang yang melakukan pengamatan.

 

Air akan tampak cantik kalau pengamat merasa mendapat penghargaan. Begitu pula sebaliknya bila pengamat merasa marah maka bentuk kristal air akan buruk rupa.

 

Dalam bukunya, Emoto juga menjelaskan bahwa air keran dengan klorin biasanya tidak membentuk kristal. Namun, ketika dia meminta lima ratus orang berdoa untuk sebotol air keran, dia mengklaim bahwa air keran tersebut dapat membentuk kristal yang indah.

 

Dia menginginkan kita percaya bahwa doa dan perasaan cinta bekerja secara instan. Percaya bahwa air memiliki perasaan dan tahu bahwa doa adalah hal baik yang air dapatkan.

 

Sehingga pola kristal air berupah menjadi lebih cantik. Dia memang mengatakan bahwa bentuk kristal air selalu berubah-ubah. Mereka memotret kristalnya dengan semena-mena tanpa menentukan waktu yang pasti kapan harus memotret gambarnya.

 

Pesan dr. Rifan

Kita pasti terkesan dengan berbagai gambar kristal air yang indah. Sayangnya gambar-gambar tersebut selalu menjadi alat tipu daya segelintir orang. Mereka menyematkan berbagai manfaat kesehatan dari produk air yang mereka jual.

 

Ya, kami juga sangat sadar akan banyak sekali pikiran yang bertentangan dengan apa yang kami tuliskan. Termasuk penjabaran bahwa ilmu atau teori air dari Masaru Emoto bukanlah ilmu pengetahuan ilmiah.

 

Tulisan Kang Hasanudin Abdurakhman pada kolom DetikNews mungkin masih sangat relevan bagi kita. Kita masih sering merasionalkan irasionalitas (hal yang tidak masuk akal).

 

Termasuk tentang air penyembuh. Tentu kita tidak lupa dengan Ponari serta air celupan batu meteornya. Bagaimana orang berbondong-bondong mendatangi rumahnya.

 

Banyak tulisan kami yang mengkonfirmasi berbagai klaim produk kesehatan tertentu. Produk yang memiliki deskripsi karangan seenak jidat penulisnya. Beberapa orang yang telah membaca tulisan kami menyesal. Namun, ada juga yang masih terus bertahan dengan berbagai karangan dan asumsi mereka (kami duga mereka terlibat menjual produknya).

 

Parahnya, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga ikut berkecimpung mempromosikan produknya.

 

Orang yang menjual produk-produk ini akan mengatakan bahwa dokter juga memakainya dan menganjurkannya.

 

Ya, termasuk dengan produk-produk air kesehatan yang menggunakan teori Masaru Emoto ini sebagai dasarnya.

 

Bagi yang membaca artikel ini sampai akhir. Semoga segera terhindar dari penipuan sejenis. Bagi yang belum percaya, semoga Allah tunjukkan bahwa apa yang kita kagumi itu adalah kesalahan.

 

Sebuah kesalahan besar bila kita percaya kristal air berubah sesuai derajat baik dan buruk tulisan labelnya atau suara yang air dengar.

 

Wallahu a’lam bishawab

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, CPS., CTPS. Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya dan juga memiliki ketertarikan terkait proses pembelajaran serta ilmu komunikasi terutama terkait dengan public speaking.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.