Featured Image Minum Kopi Saat Hamil

Kopi telah menjadi minuman paling populer di dunia. Tua, muda, pria, dan wanita semua kini berupaya menikmati segelas kopi. Lalu, muncul pertanyaan apakah boleh minum kopi saat hamil?

Minum kopi saat hamil
Sumber pixabay.com

Secara sederhana jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah “Ya”. Minum kopi saat hamil boleh. Lalu apakah ibu hamil tidak mengalami komplikasi dan berbahaya bagi kandungannya?

 

Pada umumnya, para ahli tidak melarang ibu hamil untuk minum kopi. Tapi, ibu hamil minum kopi harus dalam jumlah yang terbatas.

 

Organisasi profesi yang berisi dokter ahli kandungan dan kebidanan American College of Obstetricians and Gynecologists mengeluarkan rekomendasikan membatasi konsumsi kafein ibu hamil hingga kurang dari 200 miligram (mg) per hari.

 

Kafein adalah senyawa aktif yang paling utama dalam kopi yang kita konsumsi. Ukuran 200 mg kafein berarti kandungan dalam satu cangkir kopi sebanyak 300 mL.

 

Bila kita menggunakan ukuran gelas yang ada di rumah maka ibu hamil hanya bisa minum segelas kopi setiap 24 jam. Meskipun demikian, topik ibu hamil minum kopi ini masih menjadi pro dan kontra.

 

Pada artikel ini kami akan memberikan gambaran apa saja manfaat yang didapatkan ketika minum kopi saat hamil beserta efek samping yang mungkin muncul bila ibu hamil minum kopi.

 

Manfaat Minum Kopi Saat Hamil

Kafein merupakan stimulan alami yang dapat mempercepat berbagai proses fungsi tubuh. Hal ini yang membuat mengapa ketika kita minum kopi kita bisa tidak merasa mengantuk. Kinerja otot dan otak kita juga menjadi lebih efektif dan efisien setelah mengonsumsi kopi.

Baca Juga!  Cara Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat
manfaat minum kopi
Sumber dari Christoph dari Pixabay

Kopi merupakan salah satu minuman dengan tingkat kafein yang tinggi. Konsumsi kafein juga dapat menekan adenosin. Adenosin merupakan salah satu senyawa kimia yang dihasilkan tubuh karena tubuh lelah.

 

Adenosin akan masuk ke dalam aliran darah dan dibawa menuju otak untuk memberikan informasi kepada otak bahwa tubuh sudah lelah dan butuh tidur atau istirahat.

 

Konsumsi kopi akan menyebabkan seseorang tidak mengantuk dan merasa lebih bertenaga.

 

Bagi ibu hamil, konsumsi kopi yang mengandung kafein hanya bermanfaat ketika ibu hamil mengalami sakit kepala atau pusing.

 

Kafein merupakan salah satu zat yang sering dikombinasikan dengan obat pereda nyeri terutama parasetamol. Gabungan keduanya merupakan obat yang efektif untuk meredakan nyeri kepala.

 

Tahukah teman-teman berapa banyak kandungan kafein yang ada pada obat sakit kepala. Hanya sekitar 50-75 mg kafein. Jadi, secangkir kopi yang diseduh secara manual oleh seorang barista cukup untuk meredakan sakit kepala.

 

Di samping itu, manfaat lainnya dari ibu hamil minum kopi adalah sekedar melepaskan kerinduan untuk minum kopi.

 

Mungkin beberapa ibu hamil, sebelum hamil adalah seseorang yang gemar mengonsumsi kopi. Jadi, ketika dia rindu, akan lebih baik baginya untuk melepaskan kerinduannya dengan minum kopi.

 

Namun, beberapa ibu hamil penikmat kopi masih takut minum kopi saat hamil. Mereka mengkhawatirkan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi ketika minum kopi.

 

Jadi, bagi ibu hamil yang ingin mengonsumsi kopi hanya sebagai salah satu cara melepas kerinduan terhadap rasa minuman yang paling digemari di seluruh dunia ini. Ada baiknya harus tahu apa efek samping minum kopi.

 

Di samping manfaat, tentu ada efek samping yang tidak baik bila ibu hamil minum kopi.

Baca Juga!  Apakah Posisi Tidur Yang Baik Adalah Miring Ke Sisi Kanan?

 

Silakan lanjutkan membaca untuk mengetahui apa saja efek samping dari ibu hamil minum kopi.

 

 

Efek Samping Minum Kopi Saat Hamil

Efek samping ibu hamil minum kopi akan muncul sebagai efek samping dari senyawa kafein pada kopi. Kafein selain sebagai stimulan juga berperan sebagai diuretik.

efek samping minum kopi
Sumber  fancycrave1 dari Pixabay

Diuretik adalah istilah yang digunakan untuk obat atau zat yang menyebabkan proses pembentukan air kencing menjadi lebih cepat.

 

Konsumsi kafein akan menyebabkan ibu hamil akan lebih sering buang air kecil. Semakin sering buang air kecil ini dapat berdampak pada kebutuhan cairan dalam tubuh. Bila tidak dibarengi dengan asupan air yang cukup maka ibu hamil dapat mengalami dehidrasi.

 

Selain pada ibu hamil, kafein juga dapat melewati sawar atau pembatas antara aliran darah ibu dan janin dalam kandungan.

 

Kafein juga akan masuk ke dalam aliran darah bayi dalam kandungan.

 

Berbeda dengan orang dewasa, bayi dalam kandungan masih dalam proses perkembangan sehingga belum dapat menguraikan zat kafein yang masuk ke dalam tubuhnya.

 

Peningkatan kadar kafein dalam tubuh bayi di kandungan berdampak pada pertumbuhan bayi.

 

Selain itu, kafein juga membuat gangguan pola tidur pada bayi dalam kandungan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar kafein yang berlebihan pada aliran darah janin menyebabkan beberapa komplikasi atau dampak buruk kehamilan yang tidak diinginkan.

 

Dampak buruk tersebut antara lain:

  • cacat lahir,
  • persalinan prematur,
  • kelahiran prematur,
  • meningkatkan risiko berat badan lahir rendah

 

Penelitian tersebut masih terbatas penelitian pada hewan coba. Belum tersedia cukup bukti ilmiah yang menunjukkan efek buruk konsumsi kafein terhadap janin pada manusia.

Baca Juga!  Mengurangi Konsumsi Kafein: Mengapa & Bagaimana?

 

Meskipun demikian, alangkah lebih baiknya membatasi konsumsi kafein sesuai dengan yang direkomendasikan agar tidak mengalami masalah selama kehamilan.

 

Masalah lainnya yang dapat timbul sebagai akibat dari konsumsi kopi selama kehamilan adalah keguguran.

 

Pada tahun 2008, dua penelitian tentang efek kafein terkait dengan keguguran menunjukkan hasil yang berbeda secara signifikan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Obstetrics and Gynecology, ditemukan bahwa wanita yang mengonsumsi 200 mg atau lebih kafein setiap hari dua sekali lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kafein apa pun.

 

Dalam penelitian lain yang dirilis oleh jurnal Epidemiologi, tidak ada peningkatan risiko pada wanita yang minum jumlah minimal kopi setiap hari (antara 200-350mg per hari).

 

 

Pesan dr. Rifan

Berbagai penelitian masih memiliki pro dan kontra terkait dengan minum kopi saat hamil. Jadi, ibu hamil sebaiknya membatasi konsumsi kopinya hingga kurang dari 200 mg per hari atau satu cangkir kopi 230 mL. Minum kopi cukup melepas kerinduan akan nikmatnya segelas kopi.

 

 

Referensi

Is it safe to drink coffee during pregnancy?

https://www.babycenter.com/404_is-it-safe-to-drink-coffee-during-pregnancy_1246893.bc

Caffeine Intake During Pregnancy

http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-intake-during-pregnancy/

Maternal caffeine consumption during pregnancy and the risk of miscarriage: A prospective cohort study. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 198, e1-8.. Weng, X., Odouli, R. & Li, D.K. (2008).

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.