literatur kedokteran

Trik Pencarian Literatur Kedokteran “Termudah” Dengan Mesin Pencari

Hingga detik ini, terdapat milyaran halaman pada mesin pencari yang dapat membatu kita untuk menemukan apa yang kita butuhkan. Jumlah halaman dan informasi yang sangat besar secara online merupakan keuntungan sekaligus kerugian terbesar Internet. Alih-alih menggunakan metode browsing manual pada situs, mesin pencari (seperti google) akan memberikan kita akses kepada halaman dengan kata kunci yang kita cari. Artikel ini memuat tips dan trik pencarian literatur kedokteran yang berfokus pada mesin pencari.

 

Bagaimana Mesin Pencari Bekerja?

Mesin pencari menggunakan robot (juga dikenal sebagai spider atau crawlees). Robot merupakan suatu program yang dapat secara otomatis mengikuti hyperlinks dari suatu dokumen ke dokumen lainnya dan mengirimkan informasi sistus baru kembali kepada repositori utama mesin pencari untuk kemudian dimasukkan ke dalam indeks mesin pencari.

Karena sifat sistus yang dinamis maka robot akan mengindeks huruf yang mereka temukan dan menempatkan mereka ditempat mereka ditemukan.

Mekanisme ini menyebakan website yang diketahui terindeks pertama pada urutan menjadi situs yang terkakses melalui mesin pencari.

 

Dasar-Dasar Melakukan Pencarian Online Dengan Google

Pada halaman utama, permintaan pencarian dapat dilakukan dengan memasukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian. Hasil pencarian akan diperoleh dengan mengklik tombol “Google Search”.

pencarian literatur kedokteran

Alternatif pencarian yang lebih cepat adalah dengan menekan tombol “I’m Feeling Lucky” yang akan segera membawa pengguna ke entri pertama hasil penelusuran dengan asumsi bahwa hasil tersebut merupakan sumber daya terbaik yang memungkinkan.

Halaman khas hasil pencarian menampilkan sidebar pada sisi kiri atau atas yang menunjukkan fungsi pencarian tambahan seperti pencarian hanya berupa gambar, video, atau berita.

Jumlah hasil pencarian dan waktu yang dibutuhkan untuk mengindeks seluruh hasil pencarian tersebut terdapat pada bagian bawah kotak pencairan yang berisi kata kunci pencarian.

Untuk setiap hasil pencarian, judul situs, URL, dan deskripsi singkat dari situs tersebut akan ditampilkan.

Urutan hasil pencarian ditentukan berdasarkan algoritma tertentu dari Google.

hasil pencarian literatur kedokteran

Terdapat beberapa trik dan operator yang dapat memfasilitasi pencarian pada mesin pencari untuk melakukan pencarian dengan menghapus kata tertentu, hanya mencari pada situs web tertentu, atau jenis file tertentu.

Operator dan trik tersebut akan ditampilkan pada tabel berikut.

contoh penggunaan operator pencarian literatur kedokteran

Bagaimana Melakukan Pencarian Literatur Kedokteran Online Yang Lebih Baik?

Berikut ini beberapa saran dan kiat yang dapat membantu anda untuk memperoleh hasil pencarian yang lebih baik:

  • Kata kunci harus setepat mungkin
  • Fokus hanya mencari kata kunci yang anda inginkan
  • Persempit pencarian dengan menggunakan operator yang tepat (misalnya AND, OR, intitle, dan lain-lain)
  • Persempit hasil pencarian dnegan menggunakan lebih banyak langkah pencarian, hasil pencarian pertama tidak selalu mengarah ke informasi yang Anda cari
  • Berpikirlah bila seandainya Anda merupakan penulis informasi yang akan Anda cari dan kata kunci apa yang akan Anda gunakan untuk informasi tersebut.

 

Bila Anda ingin mencari dokumen PDF yang didalamnya terdapat judul hipertensi tapi tidak memiliki informasi terkait tatalaksana di dalamnya maka kata kunci pencarian yang paling tepat untuk dokumen tersebut adalah:

filetype:PDF intitle:hipertensi -tatalaksana

Kata kunci tersebut akan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan.

Ini merupakan contoh yang paling tepat dalam melakukan pencarian literatur kedokteran yang berfokus pada mesin pencari.

Strategi pencarian ideal untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih baik harus dilatih dengan menggunakan lebih banyak kata kunci yang tepat atau operator pencarian.

Melatih kemampuan Anda dalam mempersempit hasil pencarian akan lebih menghemat waktu dan usaha yang Anda butuhkan untuk melakukan pencarian literatur kedokteran di kemudian hari.

 

Mesin Pencari Dalam Pecarian Literatur Kedokteran Dan Penelitian

Pubmed.com merupakan salah satu mesin pencari yang paling terkenal yang mengindeks seluruh situs yang berfokus pada topik atau sub topik kedokteran dan penelitian. Situs ini diluncurkan dan dikelola oleh The United States National Library of Medicine at the National Institutes of Health dan menyediakan sitasi lebih dari 22 juta repositori dari literatur biomedis dan kedokteran.

Pencarian melalui pubmed.com pada umumnya dapat dilakukan dengan memiliki bidang spesifik yang diinginkan atau topik penelitian. Metode pencarian ini dapat memfasilitasi alur pencarian Anda dengan sedikitnya menggunakan 2 langkah.

Akun gratis dapat didaftarkan pada pubmed.com dan dapat melakukan penyimpanan hasil pencarian dan juga mengirimkan pemberitahuan melalui email apabila terdapat publikasi terbaru terkait dengan kata kunci yang diinginkan secara otomatis.

 

Melakukan Pencarian Literatur Menggunakan Google Scholar

Google Scholar yang diluncurkan pada tahun 2004 merupakan salah satu mesin pencari yang mengindeks literatur ilmiah full text dan berbayar. Mesin ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan pencarian dengan cukup mudah namun memiliki beberapa tools yang dapat digunakan untuk membantu pencarian.

pencarian literatur kedokteran dengan google scholar

Tools tersebut termasuk untuk menyaring tanggal, relevansi, atau jenis dokumen. Mesin ini juga menampilkan berapa kali artikel atau tulisan telah digunakan sebagai sitasi pada artikel lainnya.

Mesin pencari ini dikembangkan oleh google sehingga operator pencarian google juga dapat digunakan pada google scholar.

 

Referensi

  1. Pew Internet: the social life of health information. 2011. http://pewinternet. org/Reports/2011/Social-Life-of-Health-Info/Summary-of- Findings.aspx. Accessed 8 Aug 2017.
  2. Top 15 Most Popular Search Engines. http://www.ebizmba.com/articles/ search-engines
  3. Google’s new record, 1 billion visitors in May. http://itsalltech. com/2011/06/22/googles-new-record-1-billion-visitors-in-may/ . Accessed 4 Sept 2017.
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/PubMed . Accessed 28 Jan 2018.
kejang

Kejang: Panduan Pertolongan Pertama Untuk Kejang

Sepuluh persen orang diprediksikan mengalami kejang pada waktu tertentu sepanjang kehidupannya. Tapi, apakah anda mengetahui hal yang harus dilakukan terhadap orang yang kejang tepat disamping anda? Apakah anda mengingat langkah-langkah tersebut? Pada artikel ini kami akan memberikan gambaran perbedaan tipe kejang dan berbagi sedikit tips pertolongan pertama yang dapat membantu anda dalam menolong orang kejang.

 

Kejang (bangkitan) pada umumnya terjadi apabila terdapat aktivitas elektrik abnormal (gelombang spike) pada otak. Selain itu,  juga terkait dengan kondisi otak (contohnya epilepsi/ayan) tapi terkadang juga dapat dialami oleh seseorang tanpa diagnosis epilepsi.

 

Di Amerika Serikat, 3 jua orang dewasa dan 470.000 anak-anak mengalami epilepsi. Data tersebut didapatkan melalui estimasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Berarti 1 dari 10 orang akan mengalami bangkitan sepanjang hidupnya.

kejang

Kejang epileptik dapat dibagi menjadi 2 kategori utama, yaitu:

  • kejang general atau umum; melibatkan semua bagian otak
  • Kejang fokal atau parsial; terlokalisasi atau hanya melibatkan satu bagian otak tertentu

 

Semua jenis bangkitan terjadi secara tiba-tiba. Banyak orang mengalami kondisi ini tidak dapat mengatakan bahwa bangkitan akan datang. Orang tersebut juga tidak dapat memberikan peringatan. Bahkan, terkadang mereka yang tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada saat atau sebelum bangkitan.

 

Seorang yang mengalami kejang epilepsi menjelaskan apa yang dia alami sebagai:

“kejang terasa seperti anda tenggelam di dalam air. Saya merasa tidak dapat menarik napas. Bagi saya, kejang terasa seperti sengatan listrik dan melemahkan seluruh saraf pada tubuh saya. Kondisi ini terasa seperti melewati lautan tinta hitam dan menyebabkan pandangan mata perlahan-lahan mulai menghilang. Suara saya juga kemudian menghilang.”

 

Bangkitan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit (biasanya kurang dari 5 menit). Hal ini sangat bergantung dari jenis dan tingkat keparahannya.

 

Pertolongan pertama pada pasien kejang

Orang yang mengalami epilepsi dapat mengalami satu atau berbagai jenis kejang. Di bawah ini kami memberikan gambaran perbedaan antara kejang umum dan kejang parsial serta memberikan kepada anda tips bagaimana mengenali mereka.

pertolongan pertama kejang

Kejang umum

  1. Bangkitan lena. Disebut juga sebagai petit mal yang berasal dari bahasa Prancis dengan arti sedikit bahaya atau penyakit kecil. Kondisi ini tidak akan tampak seperti suatu bangkitan bagi orang yang melihatnya.

 

Orang dengan kondisi ini akan mengalami distraksi atau absans (tidak menoleh ketika dipanggil namanya), pandangan kosong ke kejauhan dan berkedip secara cepat. Jenis bangkitan ini hanya terjadi selama beberapa detik. Orang yang mengalaminya tidak menyadari kondisi ini.

Bangkitan lena tidak membutuhkan intervensi apapun. Tetap tenang, dan ketika bangkitan  telah selasai, anggap saja seperti biasa akan tetapi perlu disampaikan bahwa dia telah mengalami kejang dan harus memeriksakan diri ke dokter.

 

  1. Bangkitan tonik klonik. Bangkitan ini merupakan tipe yang paling sering dilihat bahkan di acara televisi atau film.

 

Tidak sama pada seriap orang akan tetapi akan terjadi pada orang yang tiba-tiba terjatuh, hilang kewaspadaan, mengalami spasme otot (atau disebut sebagai tonik yang berarti goncangan atau getaran) dan kaku (disebut sebagai klonik yang merujuk kepada kekakuan otot), dan napas menjadi cepat serta sulit.

 

Kondisi ini dapat terjadi hingga berapa menit dan ketika bangkitan selesai orang yang mengalaminya akan merasa kebingungan dan kelelahan fisik.

 

Jika anda menemukan seseorang yang mengalami bangkitan tonik klonik, maka prioritas utama adalah memastikan bahwa mereka aman dan tidak mengalami luka. Pastikan bahwa:

  • Pindahkan mereka ke lantai atau tanah, untuk menghingdari jatuh yang dapat melukai mereka
  • Letakkan sesuatu yang lembut (seperti jeket atau sweater yang dilipat) di bawah kepala mereka untuk menghindari cedera kepala
  • Jika memungkinkan pindahkan mereka dari benda-benda besar seperi perabotan yang besar, bertepi tajam, dan permukaan yang panas yang dapat membuat mereka cedera
  • Pindahkan semua benda kecil atau benda tajam dari sekitar mereka
  • Longgarkan seluruh pakaian yang ketat atau asesoris dari leher (termasuk dasi dan scarf), pastikan bahwa mereka dapat bernapas dengan baik. Selain itu lepaskan pula kacamata jika mereka memakai kacamata. Jangan lupa untuk memindahkan benda benda ini jauh dari jangkauan mereka karena dapat secara tiba-tiba melilit di leher atau tertelan oleh mereka
  • Secepat mungkin, miringkan tubuh mereka. Ini merupakan pertolongan pertama untuk “posisi pemulihan” yang dapat memungkinkan mereka untuk bernapas lebih mudah.

 

Jangan lakukan:

  • Memegang orang tersebut atau cobalah menahannya dengan cara apa pun; Hal ini sangat berbahaya bagi setiap orang yang terlibat, karena seseorang yang mengalami kejang tidak bisa mengendalikan gerakan mereka.
  • Mencoba untuk memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka. Mitos yang populer menunjukkan bahwa memasukkan sendok kayu akan mencegah individu menelan lidah mereka atau menggigitnya. Tidak ada yang bisa menelan lidah mereka sendiri, dan sementara seseorang yang mengalami kejang mungkin menggigit lidah mereka, mencoba memasukkan apapun ke mulut mereka akan menyebabkan cedera pada gusi dan gigi mereka atau membuatnya tercekik.
  • Mencoba untuk melakukan resusitasi kardiopulmoner; karena orang yang mangalami bangkitan tersebut biasanya akan mendapatkan kembali pola pernapasan normal begitu kejangnya mereda.

 

Hal yang juga sangat penting agar Anda tetap tenang sepanjang dan jangan lupa menghitung waktu kejang. Ini adalah langkah penting karena, menurut pedoman CDC, Anda harus segera menghubungi ambulans atau membawa ke pusat kesehatan terdekat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

 

Kejang Fokal

  1. Bangkitan fokal sederhana. Orang yang mengalami kondisi ini biasanya akan memunculkan gerakan tidak disadari terutama pad aotot wajah dan mereka berpikir bahwa mereka sedang mencium atau merasakan sesuatu yang aneh. Sama seperti bangkitan lena kondisi ini tidak membutuhkan intervensi khusus dan biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga menit.                                                                                                 
  2. Bangkitan fokal kompleks. Kondisi ini akan menyebabkan seseorang merasa kebingungan dan disorientasi. Mereka pada umumnya tidak mampu merespons pertanyaan dengan jelas dan tidak dapat berinteraksi dengan baik. Jika menemukan seseorang dengan bangkitan ini, tetap tenang, usahakan untuk memindahkan mereka ke tempat yang aman, dan berbicara dengan mereka secara perlahan dan meyakinkan. Jangan tinggalkan mereka hingga kejang berhenti dan mereka mendapatkan kesadaran penuh.                                                                  
  3. Bangkitan umum sekunder. Kondisi ini bisaanya diawali dengan bangkitan fokal reguler kemudian menjadi bangkitan tonik klonik. Pada kasus ini, anda harus mengikuti pedoman yang telah dijelaskan di atas.

 

 

 

luis_molinero / Freepik

Nyeri Abdomen: Diagnosis Berdasarkan Gejala

Nyeri abdomen merupakan gejala yang umum menyebabkan pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit. Rentang diagnosisnya dapat berupa kondisi yang ringan (contohnya: irritable bowel syndrome) hingga kondisi yang dapat mengancam jiwa (seperti: ruptur aneurisma aorta). Fitur penting pertama dalam mendiagnosis gejala nyeri abdomen adalah mengidentifikasi lokasi nyeri. Diagnosis banding dapat dibatasi pada kondisi yang hanya menyebabkan nyeri pada salah satu kuadran abdomen.

nyeri abdomen

Fitur penting lainnya yang dapat membantu untuk mempersempit diagnosis baning termasuk:

  1. Waktu atau durasi atau onset nyeri
  2. Temuan peritoneal pada pemeriksaan fisik
  3. Hipotensi yang tidak dapat dijelaskan
  4. Distensi abdomen

onset nyeri abdomen

Onset nyeri merupakan suatu fitur yang penting. Beberapa benyakit akan bersifat subakut/kronik selama berminggu-mingg hingga bulan atau bahkan tahun (contohnya IBS) sementara kondisi lainnya akan bersifat akut, dalam waktu jam hingga hari (contohnya apendisitis).Pada pasien dengan episode pertama nyeri abdomen akut berat, yang mengancam jiwa, maka jangan sampai tidak mempertimbangkan aneurisma aorta abdominalis (AAA). Banyak dari penyakit yang memunculkan gejala nyeri abdomen akut tidak berulang karena pasien telah mendapatkan pengobatan atau bahkan karena pasien menginggal akibat komplikasi dari penyakit yang diderita.

 

Diagnosis banding nyeri abdomen dapat dibagi berdasarkan:

  1. Nyeri abdomen akut
  2. Nyeri abdomen akut berulang
  3. Nyeri abdomen subakut/kronik

 

Tabel berikut menunjukkan diagnosis banding nyeri abdomen berdasarkan waktu/onset

Nyeri abdomen akutNyeri abdomen subakut/kronik
Episode pertamaEpisode berulang
AAA

Iskemia mesenterik akut

Apendisitis

Penyakit bilier

Divertikulitis

Ketoasidosis diabetik

Kehamilan ektopik

Gastroenteritis

Kolitis iskemik

Infark miokard

Torsio ovarium

Nefrolitiasis

Pankreatitis

Perotonitis

Penyakit inflamatorik pelvis

Obstruksi usus halus atau besar

Ruptur lien

Penyakit bilier

Ketoasidosis diabetik

Divertikulitis

Nefrolitiasis

Pankreatitis

Penyakit inflamatorik pelvis

Obstruksi usus halus atau besar

Iskemia mesenterik kronik

IBD

IBS

Hepatitis

Penyakit ulkus peptikum

 

Tabel berikutnya merupakan ringkasan nyeri abdomen berdasarkan lokasi, onset dan petunjuk klinis

 

LokasiDiagnosis bandingOnsetTidak dapat dijelaskanPetunjuk Klinis
AkutKronik
1 x> 1xHipotensi
Kuadran kanan atasPenyakit bilierNyeri postprandial atau nokturnal

Urin seperti teh (gelap)

HepatitisRiwayat konsumsi alkohol

Riwayat penggunaan obat terlarang dengan jarum suntik bersama

Ikterik

PankreatitisRiwayat konsumsi alkohol

Batu empedu

Kolik Renal (biasanya nyeri Flank)Hematuri (biasanya mikroskopik)

Nyeri berat

Kuadran kiri atasKolik renal (biasanya nyeri Flank)Hematuri (biasanya mikroskopik)

Nyeri berat

Infark lien atau ruptur lienEndokarditis

Trauma

Nyeri Bahu

EpigastriumPenyakit bilierNyeri postprandial atau nokturnal

Urin seperti teh (gelap)

PankreatitisMemberat ketika posisi supine

Riwayat penyalah gunaan alkohol atau riwayat batu empedu

Ulkus peptikumMelena

Riwayat penggunaan NSAID

ApendisitisMigrasi nyeri dan nyeri semakin memberat
Iskemia mesenterik akutRiwayat AF

Gagal jantung

Penyakit Katup Jantung

Riwayat kateterisasi

Nyeri dapat menghilang ketika pemeriksaan

GastroenteritisDiare

Riwayat perjalanan

IBDRiwayat keluarga

Hematoskezia

Penurunan berat badan

IBSDiare intermiten atau konstipasi
Ruptur lienTrauma
Kuadran Kanan BawahApendisitisMigrasi nyeri dan nyeri yang semakin parah
Kehamilan ektopikTes kehamilan positif

Nyeri goyang portio

Torsio ovarium
Penyakit inflamatorik pelvisWanita aktif secara seksual

Discharge vagina

Nyeri goyang portio

Kuadran kiri bawahDivertikulitisDiare

Demam

Kehamilan ektopikTes kehamilan positif

Nyeri goyang portio

Torsio ovarium
Penyakit inflamatorik pelvisWanita aktif secara seksual

Discharge vagina

Nyeri goyang portio

nyeri abdomen berdasarkan regio

Temuan peritoneal antara lain:

  • Nyeri tekan lepas
  • Rigiditas
  • Guarding (tahanan)

Ketiganya merupakan fitur penting suatu kelainan intra abdomen.

 

Kondisi hipotebensi yang tidak dapat dijelaskan merupakan fitur penting berikutnya. Banyak pasien dengan nyeri abdomen mengalami hipotensi karena muntal atau asupan oral yang buruk. Kondisi hipotensi yang tidak dapat dijelaskan dapat menjadi penanda suatu sepsis, perdarahan retroperitoneal, atau penyakit lainnya. Tabel berikutnya menunjukkan penyakit yang berhubungan dengan nyeri abdomen dan hipotensi yang tidak dapat dijelaskan.

Mekanisme hipotensiDiagnosis banding
Perdarahan intra abdomenAneurisma aorta abdominal

Kehamilan ektopik terganggu

Ruptur lien

SepsisIskemia mesenterik akut

Apendisitis

Kolangtis asendens

Obstruksi usus (dengan infark)

Kolesistitis

Diveritikulis

IBD

Kolitis iskemik

Nefrolitiasis

Pankreatitis

Penyakit inflamatorik pelvis

Penyakit ulkus peptikum (dengan perforasi)

Peritonitis bakterial spontan

Lain-lainInsufisiensi adrenal

Ketoasidosis diabetik

Infark miokard

 

Fitur penting yang terakhir adalah temuan distensi abdomen yang signifikan. Temuan ini terjadi karana peningkatan udara atau cairan pada rongga abdomen. Peningkatan udara dapat terjadi karena obstruksi usus atau perforasi saluran cerna (udara bebas) Peningkatan cairan dapat terlihat pada pasien dengan asites atau hemoragik. Perkusi dan shifting dullness dapat membedakan peningkatan udara dan cairan pada pasien. Tabel berikutnya menunjukkan pertimbangan diagnosis pasien dengan distensi abdomen.

UdaraCairan
Udara bebasUdara luminalAsitesHemorhagik
Apendisitis

Infark usus

Divertikulits

Penyakit ulkus peptikum (dengan perforasi)

Obstruksi usus halus

Obstruksi usus besar

Pankreatitis

Peritonitis bakterialis spontan

AAA

Kehamilan ektopik terganggu

Ruptur lien

 

Beberapa hal yang penting lainnya termasuk faktor apa yang dapat menyebabkan nyeri semakin berat (misalnya makan), penjalaran nyeri, dan gejala lainnya (nausea, vomitus, anoreksia, ketidakmampuan untuk buang air besar dan flatus, melena, hematoskezia, perubahan warna urin dan feses, demam, menggigil, penurunan berat badan, gangguan pola makan, gejala ortostatik, gejala berkemih) atau riwayat operasi abdomen sebelumnya). Gejala puloner atau riwayat penyakit jantung dapat menjadi petunjuk untuk pneumonia atau infark miokar yang memunculkan gejala nyeri abdomen. Pada wanita, penting untuk menanyakan riwayat seksual dan mentruasi. Pasien juga perlu ditanyakan terkait dengan komsumsi alkohol dan obat yang rutin dikonsumsi.

 

Pemeriksaan fisik juga merupakan bagian penting dalam menegakkan diagnosis. Pertama, tanda vital. Hipotensi, demam, takipneu, dan takikardia merupakan petunjuk kritis yang tidak boleh dilupakan. Pemeriksaan THT-KL dilakukan untuk penilaian kemungkinan pucat atau ikterus. Ikterus menunjukkan baik kemungkinan penyakit hepatitis atau bilier. Pemeriksaan fisik jantung dan paru dapat membantu dalam menegakkan gejala pneumonia atau penyakit jantung dan berbagai penyakit ekstra abdominal lainnya yang dapat menyebabkan nyeri abdomen.

 

Pemeriksaan fisik abdomen merupakan kunci diagnosis. Inspeksi untuk menilai distensi. Auskultasi untuk menilai suara usus. Suara usus yang menghilang menunjukkan suatu gangguan katastropik intra abdomen. Bunyi berdenting dengan frekuensi tinggi menunjukkan suatu obstruksi usus. Palpasi harus dilakukan terakhir. Sangat berguna untuk membuat pasien tidak berfokus pada pemeriksaan palpasi dengan mengajaknya berbicara selamam pemeriksaan palpasi dilakukan. Area yang dikeluhkan mengalami nyeri abdomen harus diperiksa paling akhir. Pemeriksaan rektal harus dilakukan, pemeriksaan feses juga harus dilakukan untuk membantu diagnosis yang pasti.

 

Referensi:

  1. Abbas S, Bisset  IP, Parry  Oral water soluble contrast for the management of small bowel obstruction. Cochrane Database Syst Rev. 2007 Jul 18;(3):CD004651.
  2. American Society Gastroenterology Endoscopy Standards of Practice Committee. The role of endoscopy in the evaluation of suspected choledocholithiasis. Gastro Endo. 2010;71(1):1–9.
  3. Andersson RE, Hugander  AP, Ghazi  SH  et al. Diagnostic value of disease history, clinical presentation, and inflammatory parameters of appendicitis. World J Surg. 1999;23(2):133–40.
  4. Andersson Meta-analysis of the clinical and laboratory diagnosis of appendicitis. Br J Surg. 2004;91:28–37.
  5. Biancari F, Poane  R, Venermom  M, D’Andrea  V, Perala  Diagnostic accuracy of computed tomography in patients with suspected abdominal aortic aneurysm rupture. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2013;45(3):227–30.
  6. Blankensteijn A further meta-analysis of population-based screening for abdominal aortic aneurysm. J Vasc Surg. 2010;52:1103–8.
  7. Bohner H, Yang  Q, Franke  C, Verreet  PR, Ohmann  Simple data from history and physical examination help to exclude bowel obstruction and to avoid radiographic studies in patients with acute abdominal pain. Eur J Surg. 1998;164:777–84.
  8. Brandt LJ, Chey  An Evidence-Based Systematic Review on the Management of Irritable Bowel Syndrome. Am J Gastro. 2009;104 Supplement 1:S1–36.
  9. Cardall T, Glasser  J, Guss  Clinical value of the total white blood cell count and temperature in the evaluation of patients with suspected appendicitis. Acad Emerg Med. 2004;11(10):1021–7.
  10. Dholakia K, Pitchumoni  CS, Agarwal  How often are liver function tests normal in acute biliary pancreatitis? J Clin Gastroenterol. 2004;38(1):81–3.
  11. Di Saverio S, Catena  F, Ansaloni  L, Gavioli  M, Valentino  M, Pinna  Water-soluble contrast medium (gastrografin) value in adhesive small intestine obstruction (ASIO): a prospective, randomized, controlled, clinical trial. World J Surg. 2008;32:2293–304.
  12. Elmi A, Hedgire  SS, Pargaonkar  V, Cao  K, McDermott  S, Harisinghani  Is early colonoscopy beneficial in patients with CT-diagnosed diverticulitis. AJR. 2013;200:1269–74.
  13. Farid M, Fikry  A, El Nakeeb  A  et al. Clinical impacts of oral gastrografin follow-through in adhesive small bowel obstruction (SBO). J Surg Res. 2009;162:170–6.
  14. Foo FJ, Hammond  CJ, Goldstone  AR  et al. Agreement between computed tomography and ultrasound on abdominal aortic aneurysms and implications on clinical decisions. Eur J Vasc Endocvasc Surg. 2011;42:608–14.
  15. Ford AC, Talley  NJ, Veldhuyzen van Zanten  SJ, Vakil  NB, Simel  Will the history and physical examination help establish that irritable bowel syndrome is causing this patient’s lower gastrointestinal tract symptoms? JAMA. 2008;300(15):1793–805.
  16. Frossard JL, Steer  ML, Pastor  Acute pancreatitis. Lancet. 2008;371(9607):143–52.
  17. Gan SI, Romagnuolo  Admission hematocrit: a simple, useful and early predictor of severe pancreatitis. Dig Dis Sci. 2004;49(11–12):1946–52.
  18. Grootenboer N, van Sambeek  MR, Arends  LR, Hendriks  JM, Hunink  MG, Bosch  Systematic review and meta-analysis of sex differences in outcome after intervention for abdominal aortic aneurysm. Br J Surg. 2010;97:1169–79.
  19. Gurleyik G, Emir  S, Kilicoglu  G, Arman  A, Saglam  Computed tomography severity index, APACHE II score, and serum CRP concentration for predicting the severity of acute pancreatitis. JOP. 2005;6(6):562–7.
  20. Ha M, MacDonald  Impact of CT scan in patients with first episode of suspected nephrolithiasis. J Emerg Med. 2004;27(3):225–31.
  21. Hlibczuk V, Dattaro  JA, Jin  Z, Falzon  L, Brown  Diagnostic accuracy of noncontrast computed tomography for appendicitis in adults: a systemic review. Ann Emerg Med. 2010;55(1):51–9.
  22. Howell JM, Eddy  OL, Lukens  TW, Thiessen  ME, Weingart  SD, Decker  WW; American College of Emergency Physicians. Clinical policy: critical issues in the evaluation and management of emergency department patients with suspected appendicitis. Ann Emerg Med. 2010;55:71–116.
  23. Huguier M, Barrier  A, Boelle  PY, Houry  S, Lacaine  Ischemic colitis. Am J Surg. 2006;192(5):679–84.
  24. Jacobs Clinical practice. Diverticulitis. N Engl J Med. 2007;357(20):2057–66.
  25. Jang TB, Schindler  D, Kaji  Bedside ultrasonography for the detection of small bowel obstruction in the emergency department. Emerg Med J. 2011;28:676–8.
  26. Hong JJ, Cohn  SM, Ekeh  AP, Newman  M, Salana  M, Leblang  SD; Miami Appendicitis Group. A prospective randomized study of clinical assessment versus computed tomography for the diagnosis of acute appendicitis. Surg Inf. 2003;4(3):231–9.
  27. Krajewski S, Brown  J, Phang  PT, Raval  M, Brown  Impact of computed tomography of the abdomen on clinical outcomes in patients with acute right lower quadrant pain: a meta-analysis. Can J Surg. 2011;54(1):43–53.
  28. Kulvatunyou N, Joseph  B, Gries  L  et al. A prospective cohort study of 200 acute care gallbladder surgeries: the same disease but a different approach. J Trauma Acute Care Surg. 2012;73(5):1039–45.
  29. Lameris W, van Randen  A, van Gulik  TM  et al. A clinical decision rule to establish the diagnosis of acute diverticulitis at the emergency department. Dis Colon Rectum. 2010;53(6):896–904.
  30. Lederle FA, Simel  The rational clinical examination. Does this patient have abdominal aortic aneurysm? JAMA. 1999;281(1):77–82.
  31. Lederle F, Etschells  Update: abdominal aortic aneurysm. In: Simel  DL, Rennie  D, eds. The Rational Clinical Examination: Evidence-Based Clinical Diagnosis. New York, NY: McGraw-Hill; 2009.
  32. Lee CC, Golub  R, Singer  AJ, Cantu  R  Jr, Levinson  Routine versus selective abdominal computed tomography scan in the evaluation of right lower quadrant pain: a randomized controlled trial. Acad Emerg Med. 2007;14:117–23.
  33. Liu CL, Fan  ST, Lo  CM  et al. Clinico-biochemical prediction of biliary cause of acute pancreatitis in the era of endoscopic ultrasonography. Aliment Pharmacol Ther. 2005;22(5):423–31.
  34. Long SS, Long  C, Lai  H, Macura  Imaging strategies for right lower quadrant pain in pregnancy. AJR. 2011;196:4–12.
  35. Mayer Clinical practice. Irritable bowel syndrome. N Engl J Med. 2008;358(16):1692–9.
  36. Moawa J, Gewertz  Chronic intestinal ischemia. Clinical presentation and diagnosis. Surg Clin N Am. 1977;77(2):357–69.
  37. Park CJ, Jang  MK, Shin  WG  et al. Can we predict the development of ischemic colitis among patients with lower abdominal pain? Dis Colon Rectum. 2007;50(2):232–8.
  38. Petrov MS, Savides  Systematic review of endoscopic ultrasonography versus endoscopic retrograde cholangiopancreatography for suspected choledocholithiasis. Br J Surg. 2009;96:967–74.
  39. Pimentel M, Hwang  L, Melmed  GY  et al. New clinical method for distinguishing D-IBS from other gastrointestinal conditions causing diarrhea: the LA/IBS diagnostic strategy. Dig Dis Sci. 2010;55:145–9.
  40. Rao PM, Rhea  JT, Novelline  RA, Mostafavi  AA, McCabe  Effect of computed tomography of the appendix on treatment of patients and use of hospital resources. N Engl J Med. 1998;338(3):141–6.
  41. Schermerhorn A 66-year-old man with an abdominal aortic aneurysm. Review of screening and treatment. JAMA. 2009;302(18):2015–22.
  42. Shea JA, Berlin  JA, Escarce  JJ  et al. Revised estimates of diagnostic test sensitivity and specificity in suspected biliary tract disease. Arch Intern Med. 1994;154(22):2573–81.
  43. Snyder BK, Hayden  Accuracy of leukocyte count in the diagnosis of acute appendicitis. Ann Emerg Med. 1999;33(5):565–74.
  44. Tenner S, Dubner  H, Steinberg  Predicting gallstone pancreatitis with laboratory parameters: a meta-analysis. Am J Gastroenterol. 1994;89(10):1863–6.
  45. Trowbridge RL, Rutkowski  NK, Shojania  Does this patient have acute cholecystitis? JAMA. 2003;289:80–6.
  46. van Randen A, Bipat  S, Zwinderman  AH, Ubbink  DT, Stoker  J, Boermeester  Acute appendicitis: meta-analysis of diagnostic performance of CT and graded compressions US related to prevalence of disease. Radiology. 2008;249(1):97–106.
  47. Wagner JM, McKinney  P, Carpenter  Does this patient have appendicitis? JAMA. 1996;276:1589–94.
  48. Zakko SF, Afdhal  Clinical features and diagnosis of acute cholecystitis. In: UpToDate; 2007.

Hipotermia: Diagnosis dan Tatalaksana

Hipotermia Accidental merupakan suatu kondisi di mana terjadi penurunan suhu tubuh secara involunter hingga < 35 °C.

Klasifikasi Hipotermia

  • Ringan (stadium I) 32-35 °C
  • Sedang (stadium II) 28-32 °C
  • Berat:
    • Stadium III < 28 °C
    • Stadium IV < 24 °C
  • Hipotermia Primer
    • Disebabkan oleh paparan dingin (lingkungan) yang berlebihan yang mengganggu kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu dalam batas normal.
  • Hipotermia Sekunder
    • Gangguan termoregulasi atau peningkatan kehilangan panas tubuh.

 

Evaluasi Pasien dengan hipotermia

  • Pada pasien dengan sangkaan hipotermia, lakukan pengukuran suhu tubuh:
    • Dengan probe esofagus bila jalan napas aman
    • Dengan termometer epitimpani pada pasien yang mengalami gangguan jalan napas dan jika telingan dapat terisolasi dari lingkungan dingin
  • Jangan lakukan pengukuran suhu tubuh dengan termometer rektal hingga pasien berada di lingkungan yang hangat
  • Manifestasi klinis bervariasi dengan keparahan hipotermia:
    • ringan: menggigil kuat dan kulit menjadi dingin
    • sedang: perubahan status mental (amnesia, kebingungan, apatis), bicara tidak jelas, hiporefleks, dan kehilangan koordinasi motorik halus, menggigil tidak sekuat derajat ringan
    • berat: tidak menggigil dan tampak kulit edema karena dingin, tidak ada refleks, oliguria, pupil dilatasi terfiksir, hipotensi, edema paru, dan bradikardia.
  • Pertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan kadar serum:
    • Kalium
    • Laktat
    • pH darah, dan
    • pemeriksaan lainnya bila mengarah pada hipotermia sekunder
  • pertimbangkan pemeriksaan EKG – temuannya tidak spesifik, termasuk:
    • kompleks QRS dengan amplitudo rendah
    • Gelombang J klasik (Gelombang Osborn), tipikal tampak pada suhu < 33 °C dan semakin jelas apabila suhu tubuh semakin turun.

 

Prinsip Tatalaksana

  • Tatalaksana umum untuk pasien dengna kondisi ini termasuk:
    • Berikan penutup (insulasi) pada seluruh tubuh dan coba untuk menghangatkan pasien tampa menunda pemberian Resusitasi Jantung Paru dan transportasi ke lingkungan yang lebih hangat.
    • Periksa nadi selama 1 menit sebelum memulai RJP
    • Jika teraba nadi, tatalaksana penyebab hipotermia sekunder.
  • Tatalaksana tambahan lainnya bergantung pada tingkat keparahan:
    • ringan (stadium I)
      • Berikan penghangat pasif dan non invasif (lingkungan yang hangat, baju, dan minuman hangat) dan upayakan untuk bergerak aktif.
      • Potong pakaian yang basah ketika pasien berada di lingkungan yang hangat.
      • Berikan cairan berkarbohidrat tinggi dan makan untuk mencoba memberikan upaya kewaspadaan pada pasien yang sedang menggigil dan tidak memiliki risiko aspirasi
      • Transfer pasien ke rumah sakit bila tidak dapat memberikan penghangat di lokasi kejadian.
    • sedang (stadium II)
      • Posisikan pasien horizontal dengan gerakan sedikit dan upayakan kewaspadaan dan fokus
      • Pasien harus ditangani secara lembut dan immobile ketika di transfer ke rumah sakit untuk mencegah aritmia
      • Pertimbangkan untuk insulasi seluruh tubuh dan penghangat aktif (teknik ekternal dan minimal invasif)
    • berat (stadium III)
      • Pertimbangakan manajemen jalan napas sebagai tambahan untuk manajemen stadium 2.
      • Pertimbangkan pemberian teknik penghangat invasif seperti oksigenasi membran ekstrakorporeal atau bypass kardiopulmuner jika instabilitas kardiak refrakter terhadap terapi medis.
        • Teknik penghangat invasif dapat dilakukan dengan pemberian cairan IV hangat
          • Cairan hingga 38-42 °C untuk menghindari eksaserbasi kehilangan panas
          • NaCl 0,9% 40-42 °C dan berikan secara hati-hati untuk mencegah overload cairan
          • Pemberian cairan kristaloid hangat harus berdasarkan status hidrasi pasien, kadar gula darah, elektrolit, dan pH darah pasien.
        • Pertimbangkan metode intraosseus jika tidak dapat dilakukan pemasangan infus IV
        • Vasopresor dapat digunakan secara hati-hati untuk mengatasi hipotensi vasodilator, waspadai tercetusnya aritmia atau gangguan perfusi jaringan perifer
        • Pertimbangakan untuk menghindari obat vasoaktif hingga suhu tubuh pasien ≥ 30°C
      • Berikan kejutan tunggal dan tenaga maksimal menggunakan defibrilator untuk kondisi VT atau VF
    • berat (stadium IV)
      • Sebagai tambahan dari manajemen stadium 3, maka:
        • Lakukan RJP atau defibrilasi dan berikan epinefrin 1 mg hingga 3 dosis (dan lebih jika memiliki indikasi klinis)
        • Pertimbangakan untuk menghangatkan tubuh via oksigenasi membran ektrakorporeal atau bypass kardiopulmuner
      • Lanjutkan RJP hingga pasien hangat bahkan ketika pasien menunjukkan:
        • Dilatasi pupil terfiksir dan tampak rigor mortis
        • Jangan lakukan RJP bila pasien memiliki cedera parah atau dinding dada terlalu kaku untuk kompresi dada.

 

Referensi:

  1. Brown DJ, Brugger H, Boyd J, Paal P. Accidental hypothermia. N Engl J Med. 2012 Nov 15;367(20):1930-8
  2. Zafren K, Giesbrecht GG, Danzl DF, Brugger H, Sagalyn EB, et al. Wilderness Medical Society practice guidelines for the out-of-hospital evaluation and treatment of accidental hypothermia: 2014 update. Wilderness Environ Med. 2014 Dec;25(4 Suppl):S66-85 full-text
  3. Petrone P, Asensio JA, Marini CP. Management of accidental hypothermia and cold injury. Curr Probl Surg. 2014 Oct;51(10):417-31

 

Pedoman dan Tinjauan Pustaka Lainnya terkait kondisi ini dapat dilihat pada link berikut:

Pedoman Klinis 

Amerika Serikat

American Academy of Pediatrics (AAP) clinical report on hypothermia and neonatal encephalopathy can be found in Pediatrics 2014 Jun;133(6):1146 full-text

Inggris

National Institute for Health and Care Excellence (NICE) guideline on hypothermia: prevention and management in adults having surgery can be found at NICE 2016 Dec:CG65 PDF

Kanada

University of Toronto evidence-based guideline on prevention of perioperative hypothermia can be found in J Am Coll Surg 2009 Oct;209(4):492 or at University of Toronto 2008 Apr 15 PDF

Eropa

S3 Leitlinie Vermeidung von perioperativer Hypothermie finden Sie unter AWMF 2014 PDF [Deutsch]

Australia dan Selandia Baru

Queensland Health Primary Clinical Care Manual: emergency can be found at Queensland 2016 PDF

mahasiswa kedokteran

Mahasiswa Kedokteran: Hal-Hal yang Harus Diketahui

Pendidikan kedokteran pada masa kini bertujuan untuk menyediakan sekumpulan orang yang berpengetahuan, terampil, selalu up to date sebagai profesional dibidang kesehatan yang menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Pendidikan kedokteran dibagi menjadi tiga fase yaitu: preklinik (mahasiswa kedokteran), klinik (pendidikan profesi dokter/dokter muda), dan pengembangan pendidikan kedokteran berkelanjutan (pendidikan spesialis/residen dan subspesialis). Tidak dapat kita pungkiri profesi ini masih istimewa dan menjadi primadona di mata masyarakat. Dokter merupakan profesi mulia karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan Yang Maha Esa untuk membantu orang lain mencapai kondisi sehat.

Salah satu aspek yang cukup mendapat sorotan masyarakat adalah sistem pendidikan kedokteran. Sistem ini menurut sebagian besar orang memunculkan berbagai kesulitan. Mulai dari kesulitan finansial hingga sulitnya untuk diterima menjadi salah satu peserta didik. Tapi di sini lain, bagi sebagian pelaku pendidikan kedokteran kesulitan terbesar dari pendidikan kedokteran adalah meraih kelulusan. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang 10 hal terkait dengan kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran dengan harapan dapat memberikan semangat dan ketertarikan yang lebih baik bagi anda yang saat ini sedang menjalani pendidikan kedokteran.

 

Semua yang mahasiswa kedokteran pelajari dapat digunakan sepanjang hidup.

Kalimat di atas mungkin terlihat sepele, akan tetapi sebaiknya tidak diabaikan. Fakta yang terjadi selama pendidikan kedokteran adalah sebagaian besar mahasiswanya benar-benar belajar hanya untuk lulus ujian. Informasi ilmu kedokteran yang didapatkan terkadang tidak dikelola dengan baik sehingga akan sulit untuk diingat ketika mereka dibutuhkan.

 

Sebagian mahasiswa kedokteran menganggap ilmu kedokteran dasar (anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, farmakologi, dan patologi) bukan suatu yang utama. Ilmu yang utama adalah ilmu kedokteran klinis. Padahal, ilmu-ilmu kedokteran dasar tersebut sangat dapat diterapkan secara langsung dalam mendiagnosis, memahami dan mengobati suatu penyakit.

 

Mempelajari ilmu kedokteran dasar dengan baik dengan tujuan belajar tidak hanya agar lulus ujian akan memberikan kesempatan kepada anda menjadi dokter yang lebih kompeten. Detail ekstra yang anda pelajari dari ilmu kedokteran dasar suatu hari nanti dapat langsung dipraktikan dan memberikan perbedaan penting bagi pasien anda.

 

Harus dipahami bahwa saat anda belajar di kedokteran, anda tidak hanya belajar untuk lulus ujian berikutnya, akan tetapi pembelajaran tersebut merupakan langkah-langkah anda dalam belajar seumur hidup. Proses ini juga akan membangun dasar pengetahuan profesional anda sepanjang karir medis yang akan anda jalani ke depannya.

mahasiswa kedokteran

Belajar Kedokteran Terkadang Membutuhkan Usaha Yang Lebih Keras

Mahasiswa kedokteran harus belajar lebih keras dibandingkan dengan rata-rata lainya. Pendidikan kedokteran akan memberikan waktu perkuliahan yang lebih lama dibandingkan dengan program studi lainnya (saat saya menjadi mahasiswa kedokteran kami juga menggunakan sabtu dan minggu untuk kuliah atau praktikum). Selain itu, anda juga harus meluangkan cukup waktu untuk kembali membaca catatan kuliah, mengerjakan laporan praktikum, mempersiapkan presentasi, mempersiapkan bahan untuk tutorial berikutnya.

 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri sebagai mahasiswa kedokteran. Terkadang anda bahkan tidak memiliki waktu untuk berisitirahat dan bersantai dalam satu minggu. Semakin semester perkuliahan anda maka semakin berat tantangan dan usaha yang harus anda lakukan untuk dapat lulus dari ujian.

 

Melewati suatu ujian pada pendidikan kedokteran membutuhkan banyak pengetahuan yang harus dipahami dalam ruang waktu yang kecil dan ini bisa saja membuat seorang mahasiswa kedokteran menjadi stress. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa depresi lebih sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan masyarakat umum. Empat belas persen dari total populasi mahasiswa kedokteran mengalami depresi sedang hingga berat.

 

Penelitian lainnya di Korea Selatan menemukan bahwa tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran adalah sebesar 40%. Beberapa diantara mereka bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mahasiswa-mahasiswa yang diteliti tersebut mengatakan sangat sulit untuk mempertahankan emosi yang sehat (tidak depresi) saat menjalani pendidikan kedokteran karena sangat sedikitnya waktu yang tersedia untuk beristirahat dan refreshing.

mahasiswa kedokteran depresi

Untuk mengurangi kemungkinan kecenderungan ini maka sebaiknya anda sebagai mahasiswa kedokteran benar-benar menerapkan ilmu keterampilan belajar yang selalu diberikan pada awal perkuliahan di kedokteran. Dengan ilmu keterampilan belajar ini anda dapat mengubah kecenderungan untuk belajar keras menjadi belajar cerdas. Tapi……

 

Tidak semua membutuhkan kerja keras

Jangan panik, kedokteran memang memberikan begitu banyak tantangan tapi anda tetap masih memiliki waktu untuk menikmati hidup sebagai seorang mahasiswa kedokteran. Pengalaman sebagai mahasiswa kedokteran bahkan dianggap sebagian dokter senior sebagai pengalaman terbaik selama pendidikan kedokteran mereka. Perkuliahan yang padat, tugas yang menumpuk, dan praktikum yang sulit harus dilalui dengan baik. Manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. Jika anda memiliki manajemen waktu yang baik maka anda akan memiliki waktu luang untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus anda seperti olah raga, kesenian dan berbagai aktivitas sosial lainnya (saya sendiri sempat menjadi penari saat tahun pertama saya sebagai mahasiswa kedokteran).

mahasiswa kedokteran

Yang perlu dilakukan hanyalah mengelola kegiatan dan waktu yang anda miliki secara efisien dan jangan habiskan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang sia-sia seperti menonton Youtube sepanjang sore. Pendidikan di Universitas bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah yang berisi gelar. Anda juga harus banyak belajar tentang diri anda sendiri, mempelajari orang lain dengan bersosialisasi dan mudah-mudahan membentuk diri anda menjadi dokter yang lebih baik.

 

 

Menjadi Mahasiswa Kedokteran Tidak Selalu Belajar Kedokteran

Manajemen waktu yang baik akan memberikan anda begitu banyak waktu senggang. Sangat disayangkan waktu senggang tersebut hanya digunakan untuk sekedar bersenang-senang. Sebaiknya gunakan waktu senggang tersebut untuk mengenali diri anda sendiri dan mengembangkan potensi diri. Jangan biarkan anda menjadi mahasiswa biasa yang disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

 

Ada banyak organisasi di fakultas kedokteran yang memberikan anda peluang untuk mempelajari mulai dari cara yang sangat sederhana seperti cara benar melipat surat, membuat proposal kegiatan, berpidato dan berbicara didepan umum serta keterampilan personal lainnya. Percayalah, keterampilan itu sangat dibutuhkan ketika anda menjadi seorang dokter dan tidak akan anda dapatkan ketika anda mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Pada sewaktu-waktu keterlibatan anda dalam berorganisasi akan memberikan anda kesempatan pergi keluar kota dengan bantuan biaya oleh kampus. Menghadiri seminar, pertemuan mahasiswa, pelatihan manajemen mahasiswa, bakti sosial, pertemuan ilmiah, olimpiade kedokteran dan kegiaatan lainnya. Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia. Anda dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan mereka.

 

Dengan berorganisasi anda juga akan terbiasa dengan bertanggung jawab atas posisi yang anda emban. Keterampilan ini juga akan bermanfaat ketika anda mengambil peran kepemimpinan dan organisasional setelah menjadi dokter. Kemampuan ini sekali lagi sangat penting dalam konteks klinis, apakah itu dalam hal mengatur staf pada lingkungan kerja atau bahkan ketika anda menjalani praktik sebagai dokter umum.

 

Dunia pendidikan kedokteran adalah jalur yang sangat penting karena berperan secara fungsional untuk memberikan kesempatan berinteraksi sangat baik dengan orang lain. Hal ini tidak akan tercapai jika anda hanya duduk di kamar dan mempelajari seluruh catatan kuliah. Pesan yang harus selalu diingat, Keseimbangan itu penting antara profesi (sebagai dokter) dan menjalani kehidupan (sebagai seseorang yang selalu mengembangkan dirinya)

 

Wallahu a’lam bishawab

dokter sakit

Dokter Sakit: Karena Dokter Juga Manusia

Dokter merupakan sekumpulan orang sebagai produk pendidikan kedokteran pada masa kini yang berpengetahuan, terampil, selalu up to date sebagai profesional dibidang kesehatan yang menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Proses pendidikan kedokteran akan menimbulkan kesibukkan, keriuhan, dan kelelahan yang saling bercampur aduk. Orang-orang didalamnya dituntut menjadi manusia super dimana sakit menjadi hal yang tabu dan waktu terasa tidak cukup untuk mendapatkan pengetahuan baru dari buku-buku dengan ribuan halaman serta menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan begitu pula ketika telah menyandang gelar dokter. Merawat pasien di rumah sakit, melakukan pekerjaan administratif, praktik pribadi di klinik pada sore hari dan kesibukkan lainnya selalu memenuhi keseharian seorang dokter. Lalu, apakah seorang dokter tidak boleh sakit. Tulisan ini memberikan pandangan mengenai dokter sakit dan gambaran mengenai apa yang sering dilakukan oleh para dokter ketika sakit.

dokter sakit

Ketika Dokter sakit

Dokter sampai saat ini dianggap sebagai salah satu profesi yang berada di strata sosial atas. Akan tetapi, ketika dokter sakit maka mau tidak mau status kami akan berubah dari seorang dokter yang membantu upaya pengobatan pasien menjadi seorang pasien. Perubahan status ini akan sangat jarang ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Seorang dokter yang berubah statusnya menjadi pasien bahkan hingga harus dirawat di rumah sakit akan kehilangan haknya dalam memberikan perintah pengobatan atau pemeriksaan (Plan [SOAP] dalam lembar follow up pasien terintegrasi) dan beberapa dokter sakit bahkan kehilangan kontrol atas dirinya sendiri.

 

Dokter Juga Manusia

Selayaknya manusia kami juga dapat mengalami sakit. Kami tidak memiliki ilmu kebal terhadap kuman atau penyebab penyakit lainnya. Meskipun demikian, orang akan sangat jarang melihat atau mengetahui seorang dokter sakit. Hal ini terjadi karena seorang dokter cenderung bekerja saat sakit kecuali penyakitnya sangat berat hingga dokter tidak mampu lagi untuk beranjak melakukan aktivitas profesinya.

Seperti yang telah diungkapkan di atas. Seorang dokter menjalani pendidikan yang lebih keras dan bisa jadi pendidikan tersebut membentuk tubuh yang lebih kuat. Sangat jarang, seorang dokter akan tetap berada di rumahnya ketika dia terserang flu atau mengalami demam. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah data epidemiologi yang baik. Kondisi itu cederung akan memunculkan ego Superman atau Superwoman pada diri seorang dokter.

 

dokter sakitKebanyakan dari dokter bahkan tidak memikirkan kesehatan dirinya sendiri. Dokter sakit bahkan terus berupaya menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Beberapa lainnya mungkin berpikir bahwa kemampuannya dalam melawati masa pendidikan kedokteran hingga menjadi seorang dokter membuat mereka menjadi sangat kuat.

 

Orang-orang atau pasien akan sangat jarang melihat seorang dokter sakit sedang terbaring di atas kasur bangsal rumah sakit atau bahkan bertemu dokter sakit sedang antri di poliklinik rumah sakit menunggu panggilan. Sebagian besar pengobatan atau perawatan kesehatan dokter sakit ini dilakukan hanya melalui pesan atau telepon langsung ke teman sejawat (kolega dokter), pembicaraan singkat di koridor rumah sakit atau bahkan di lapangan parkir rumah sakit.

dokter sakit 3

Terkadang sebagian kecil dokter tidak memikirkan kesehatannya. Diantara mereka (pada umumnya dokter yang muda) ada yang tetap merokok meskipun tahu efek rokok terhadap kesehatan. Sekelompok kecil dokter ini beranggapan bahwa efek samping rokok akan hilang jika mereka rutin melakukan olahraga seperti futsal, sepak bola, basket, bulutangkis, renang, tenis dan olahraga lainnya.  

 

 

 

 

Pesan Bagi Rekan Sejawat dan Pasien

Bagi rekan sejawat dokter: sudah saatnya kita juga memberi perhatian terhadap kesehatan kita. Jangan sampai perubahan status dari dokter menjadi pasien malah menghambat kita dalam melaksanakan profesi mulia ini dan hingga kita tidak sadar bahwa penyakit yang kita alami semakin parah hingga perlahan-lahan merenggut tubuh kita. Berikan waktu khusus untuk berpikir sejenak tentang kesehatan kita dan upaya apa yang kita lakukan agar tubuh kita tetap sehat.

Bagi para pembaca atau pasien: dokter bukanlah manusia super yang kebal dari penyakit. Kami juga dapat mengalami sakit. Untuk itu, janganlah beranggapan bahwa ketika ada seorang dokter yang tampak sedang beristirahat (tidur) atau santai sejenak adalah dokter yang sedang lari dari tanggung jawabnya. Hal itu terkadang terjadi semata-mata karena kami hanya ingin memberikan tubuh kami waktu yang cukup untuk mengembalikan kondisi terbaiknya sehingga dapat membantu pasien dengan lebih baik.

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung

04 Juli 2017

Ditengah Kesibukkan dalam Menjalankan Program Internsip Dokter Indonesia

manajemen marah

Agar Kemarahan Tidak Jadi Penyakit

Kemarahan adalah ekspresi emosi normal dan kuat yang umum terjadi pada setiap manusia. Variasi besarnya ekspresi ini mulai dari iritasi ringan sampai marah dan kemarahan yang menggebu-gebu. Hal ini dapat disebabkan baik oleh peristiwa internal, seperti mengkhawatirkan masalah pribadi, atau akibat peristiwa eksternal seperti konflik dengan orang tertentu atau suatu peristiwa yang mengganggu seperti insiden lalu lintas atau pembatalan penerbangan.

Peristiwa di atas merupakan contoh klasik dari kemarahan yang tidak terkendali, yang dapat mencakup unsur-unsur internal dan eksternal. Kemarahan, yang mungkin tersembunyi atau jelas, mungkin pula terkait dengan ketakutan batin dan rasa tidak aman.

Mengapa beberapa orang lebih mudah marah dibandingkan orang lain?

Beberapa orang lebih mudah marah dibandingkan dengan yang lain adalah fakta. Pada beberapa orang hal-hal kecil dapat langsung memicu kemarahan mereka. Populasi tersebut dapat mengalami suatu kondisi yang sebut sebagai kepribadian antisosial. Sementara itu, pada sisi lain, orang yang mudah marah dapat pula dijelaskan oleh faktor keturunan atau budaya. Orang-orang dengan indeks frustasi yang rendah merasa bahwa mereka spesial dan tidak harus mudah mengalami iritasi (kemarahan). Orang yang mudah marah cenderung dipengaruhi oleh keluarga yang tidak harmonis atau memiliki keterampilan komunikasi serta kecerdasan emosional yang buruk.

Apa efek dari kemarahan?

kemarahan

Episode marah berulang dapat mempengaruhi kesehatan kita baik pada aspek sosial, emosional dan fisik. Kemarahan yang tidak terkendali pasti akan menyebabkan konflik seperti argumen, penyerangan, perkelahian dan bahkan kekerasan fisik. Tubuh akan merespons terhadap tingginya pelepasan kadar hormon stress (kortisol dan adrenalin). Akibat tingginya pelepasan kadar hormon tersebut maka tubuh mulai mengalami insomnia, cemas, depresi, sakit kepala (termasuk migrain), tekanan darah tinggi, sakit maag, sindrom iritasi usus dan bahkan yang fatal berupa serangan jantung atau stroke. Kita tidak boleh membiarkan kemarahan menguasai diri kita. Kita harus melakukan sesuatu untuk dapat mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh kemarahan kita. Manajemen marah sangat penting dilakukan untuk mengatasi respons prilaku agresif sebagai ungkapan kemarahan kita.

Apa yang harus kita lakukan?

Orang yang mudah marah harus bercermin pada diri sendiri dengan memikirkan mengapa dapat mudah marah dan mencari tahu apa yang dapat memprovokasi kemarahan tersebut. Selain itu, mencari tahu metode apa yang paling baik untuk mengatasi kemarahan itu adalah hal yang sangat baik. Menulis buku harian terkait dengan peristiwa marah, reaksi, perasaan, aspek negatif, aspek posistf, dan hasil akibat kemarahan akan sangat membantu untuk mengatasi hal ini.

Jika dengan menulis buku harian tidak berhasil mengatasi prilaku mudah marah maka kita harus mencari bantuan dokter, psikiater, psikolog, konselor atau penasehat agama. Para profesoinal tersebut terlatih untuk melakukan teknik manajemen kemarahan seperti teknik relaksasi, pemecahan masalah, dan terapi prilaku kognitif.

Ingat bahwa kemarahan dapat ditekan kemudian diubah dan diarahkan menjadi kegiatan yang lain. Sangat disarankan untuk memulai kegiatan yang disarankan oleh profesional yang anda kunjungi. Akan tetapi, banyak orang yang mudah marah mengalami keadaan yang tidak lebih baik setelah mengunjungi profesional-profesional di atas. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang mengkonsumsi rokok atau alkohol secara berlebihan sehingga jika ingin mengontrol kemarahan maka harus membatasi atau bahkan menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol tersebut.

Cara Praktis Analisis Istilah Kedokteran

Istilah KedokteranSemua pasti kenal dengan buku ini. Tepat sekali, buku ini adalah kamus istilah kedokteran yang berjudul “Dorland’s Illustrated Medical Dictionary”. Kamus kedokteran pertama dan salah satu buku kedokteran yang paling berat dan paling tebal yang pernah ada. Edisi terakhirnya (Edisi 32) memiliki 2176 halaman untuk versi bahasa Inggris dan tentunya akan lebih tebal lagi ketika versi bahasa Indonesia resminya diterbitkan.

Buku ini berisikan tentang arti dari istilah-istilah kedokteran dan menjadi kamus kedokteran paling lengkap yang pernah di tulis.

Tapi, faktanya banyak mahasiswa kedokteran tahun pertama yang membeli buku ini tidak membacanya dan hanya menjadi pajangan di lemari buku. Bahkan, banyak teman saya yang merasa tertipu karena telah membeli buku ini sebab sangat jarang dibutuhkan sepanjang menjalani pendidikan kedokteran. Beberapa teman saya bahkan memiliki pengalaman menjadikan buku ini sebagai teman tidur pengganti bantal.

Istilah kedokteran memang dapat membuat pusing. Akan tetapi, apabila kita tahu cara menganalisis istilah-istilah kedokteran maka kita mungkin tidak membutuhkan untuk membeli atau membaca serta membolak-balik ribuan halaman kamus kedokteran kita.

Mempelajari istilah kedokteran (terminologi) mirip dengan mempelajari bahasa baru. Bagi mahasiswa/mahasiswi kedokteran tahun pertama, istilah-istilah ini tampak asing dan rumit. Meskipun demikian, istilah-istilah tersebut dapat berarti suatu kelainan yang sebenarnya sangat umum terjadi di sekitar kita. Sebagai contoh, cephalgia berarti nyeri/sakit kepala dan opthalmologist yang berarti dokter spesialis mata/ahli mata.

 

Akar kata, awalan, dan huruf vokal kombinasi pada istilah kedokteran

Cara yang paling sederhana untuk memahami istilah kedokteran adalah dengan memahami cara membagi kata-kata istilah tersebut menjadi bagian-bagian komponenya. Logikanya, kebanyakan istilah, baik yang kompleks maupun sederhana, dapat dipisahkan menjadi bagian-bagian lalu kemudian dipahami. Contohnya, kita menggunakan istilah hematology  yang akan kita pisahkan menjadi 3 bagian:

istilah kedokteran
Akar kata (root) merupakan pondasi kata. Semua istilah kedokteran memiliki satu atau lebih akar kata. Sebagai contoh, akar kata istilah di atas adalah hemat yang berarti darah.

Akhiran (Suffix) adalah akhir dari kata. Setiap istilah kedokteran memiliki sebuah akhiran. Akhiran -logy berarti ilmu yang mempelajari.

Huruf vokal kombinasi tidak memiliki arti. Dia hanya berperan untuk menggabungkan satu bagian kata dengan kata yang lainnya.

Kemampuan untuk memisahkan suatu istilah kedokteran ini sangat berguna untuk mengetahui arti dari suatu istilah kedokteran secara keseluruhan. Arti dari istilah tersebut dapat kita temukan dengan mengartikan akhiran kemudian mengartikan bagian awal istilah tersebut. Jadi, istilah hematology yang dicontohkan tadi berarti ilmu yang mempelajari tentang darah.

Contoh lainnya dari istilah kedokteran yang familiar adalah:istilah kedokteran

Perhatikan bahwa pada contoh di atas terdapat dua huruf vokal kombinasi; keduanya adalah huruf o yang saling menghubungkan antar bagian kata.

Kita lihat contoh lainnya:

istilah kedokteran

Perhatikan bahwa huruf vokal kombinasi tidak muncul pada istilah di atas. Hal ini terjadi karena akhiran, -itis, dimulai dengan huruf vokal. Huruf vokal kombinasi hanya digunakan pada akhiran yang tidak diawali dengan huruf vokal. Namun, huruf vokal kombinasi tetap digunakan di antara kedua akar kata bahkan ketika akar kata kedua dengan awalan huruf vokal.

Perhatikan contoh berikut:

Arti keseluruhan dari istilah tersebut adalah ilmu yang mempelajari tentang lambung dan usus atau ilmu yang mempelajari saluran pencernaan.

Perhatikan bahwa huruf vokal kombinasi muncul antara kata gastr dan enter, bahkan ketika akar kata kedua (enter) di awali dengan huruf vokal. Ketika suatu istilah kedokteran mengandung dua atau lebih akar kata yang terkait dengan bagian tubuh, posisi antomi sering menentukan akar kata mana yang ditempatkan lebih dulu dari akar kata lainnya. Sebagai contoh, pada istilah diatas lambung lebih dulu dilewati makanan dibandingkan dengan usus sehingga istilah yang terbentuk adalah gastroenterology bukan “enterogastrology”.

White Coat Hunter

Mempersiapkan & Menyampaikan Presentasi Efektif

Kuliah telah menjadi cara yang paling umum dalam mengajarkan suatu ilmu dari guru ke pada muridnya. Saat ini, kuliah tetap merupakan bagian penting dalam sistem pendidikan yang tidak mungkin untuk ditinggalkan karena beberapa alasan diantaranya karena banyaknya jumlah mahasiswa dalam setiap kelas. Menurut Microsoft, menyampaikan kuliah dibantu dengan Powerpoint telah menjadi sebuah hal yang mainstream. Sekitar 30 juta slide presentasi dirancang setiap harinya. Mahasiswa pastinya lebih memilih kuliah yang disampaikan dengan presentasi power point, begitu pula dengan mahasiswa kedokteran. Sehingga keterampilan akan penyampaian dan penyusunan presentasi efektif sangat dibutuhkan.

Desain Slide untuk Presentasi Efektif

  1. Pemilihan Font dan Tipografi

Font dapat diklasifikan menjadi “Sans Serif” dan “Serif”. Huruf-huruf yang digolongkan pada Font Serif merupakan font klasik dimana terdapat titik-titik ataupun sudut-sudut kecil pada setiap ujung hurufnya. Sedangkan Sans Serif terlihat lebih modern tanpa adanya titik-titik ataupun sudut-sudut yang terdapat di font serif.

Contohnya:

download (2)Times New Roman

Merupakan

Serif

 

 

images (1)                                                                       Verdana

                                                                           adalah

                                                                   Sans Serif.

Font serif secara umum digunakan pada buku-buku cetak karena jenis huruf ini lebih mudah dilihat saat berukuran kecil. Untuk ukuran huruf yang lebih besar. Titik-titik diujung huruf serif akan mengalihkan perhatian pembaca terhadap isi tulisan. Sehingga penggunaan font sans serif pada persentasi lebih dianjurkan. Atau kita dapat menggabungkan penggunaan kedua jenis font tersebut dalam menekankan beberapa hal yang ingin ditekankan.

2. Gaya dan Penekanan

Teks miring terkadang sulit untuk dibaca, sedangkan teks tebal tidak selalu terlihat dengan baik dari kejauhan. Teks digarisbawahi menandakan hyperlink, dan kapitalisasi sebaiknya hanya dilakukan pada bagian judul. Sebaiknya menggunakan gaya penulisan yang sederhana dan hindari gaya penulisan yang atau pemilihan gaya huruf yang tidak biasa. Teks miring, teks tebal, atau garis bawah dapat digunakan untuk menekankan pada poin-poin tertentu, tetapi menggunakan warna-warna kontras jauh lebih baik dan tidak membuat teks sulit untuk dibaca. Perbedaan kecil terkadang dapat menarik perhatian, Salah satu cara untuk menekankan slide adalah untuk tetap minimalis tapi memasukkan perubahan kecil namun terlihat untuk memandu mata audiens Anda kepada fokus yang ingin anda tekankan.

3. Warna

Agar teks anda dapat terlihat maka gunakan warna yang kontras dengan latar belakang. jangan menggunakan latar belakang yang terlalu berwarna atau terlalu menggunakan gambar tema pada keseluruhan slide anda. Karena gambar tersebut dapat mengalihkan perhatian dari audiens anda. Terkadang bahkan teks yang kita tulis tidak terlihat karena sangat kontras dengan warna latar belakang. Pemilihan latar belakang dengan warna putih merupakan langkah awal yang baik untuk memulai presentasi anda.

Jika Anda harus memiliki latar belakang berwarna, gunakan hanya nuansa cahaya untuk slide. Caranya adalah dengan menggunakan warna teks yang kontras. Sebagai contoh, pada Gambar 1 kita menggunakan teks warna ungu pada latar belakang kuning, magenta pada oranye dan ungu pada merah muda. Beberapa kombinasi warna terkadang tidak akan menarik secara visual walaupun memiliki kontras. Menampilkan latar belakang putih dengan teks hitam lebih mudah bagi Anda dan audiens Anda.

Gambar 1

819970-Fig2

 Struktur Slide

Membuat sebuah presentasi yang mengesankan tidak hanya bergantung dengan bagaimana audiens melihat anda menyampaikannya. Tetapi juga bagaimana cara membacanya. Hal tersebut merupakan sebah tantangan untuk menyampaikan halaman dan data yang terdapat pada presentasi anda.

1. Paragraf dan poin

Teks dalam presentasi anda haruslah melengkapi apa yang anda sampaikan. Teks harus dibuat menjadi poin yang singkat (Contohnya: Headline surat kabar). Sebuah kesalahan umum adalah  slide yang diisi dengan paragraf teks. Sejumlah besar teks akan menyebabkan ukurannya menjadi terlalu kecil untuk dibaca dari kejauhan. Selain itu, jika Anda memiliki kalimat lengkap yang ditulis pada slide Anda, Anda mungkin hanya akan membaca presentasi anda bukan menyampaikannya. Cara yang baik adalah dengan menyingkat kalimat Anda untuk tiga frase kata.

819970-Fig3

 

Cara lain untuk membantu anda membuat slide yang mudah terbaca adalah aturan 6 dan 6. Yaitu, hanya ada 6 baris teks untuk satu slide dan masing-masing baris terdiri dari 6 kata. Hal ini dapat menjaga teks presentasi anda selalu ringkas.

2. Gambar

Penggunaan gambar dalam side adalh untuk menambahkan konteks teks anda bukan menggantikannya. Jenis gambar dan ukuran gambar hang baik akan menarik perhatian audiens

3. Piktogram dan Grafik

Piktogram, grafik dan diagram digunakan untuk meringkas data. Data dapat disajikan sebagai tabel, grafik , atau diagram pi . Berhati-hatilah untuk tidak membanjiri audiens Anda dengan terlalu banyak data karena hal tersebut terkadang membuat audiens anda bosan. Untuk sebagian besar tujuan, Anda harus memadatkan semua data Anda ke dalam tabel yang dapat dengan mudah dibaca dari kejauhan. Anda juga dapat menggunakan warna untuk menunjukkan nilai data tertentu, atau menunjukkan tren grafis tertentu. Ketika memilih warna untuk grafik Anda, cobalah untuk memastikan bahwa warna yang dipilih relevan dengan data yang digambarkan. Sebagai contoh, ketika membandingkan jumlah bola merah dengan biru, akan lebih baik untuk menampilkan grafik batang berwarna merah dan biru daripada warna lain.

presentasi efektif

 

4. Transisi

Gunakan efek transisi yang minimum. Lebih baik menggunakan efek transisi yang minimalis seperti “appear,” “move,” “fade,” and “dissolve”. Terkadang kita tergoda untuk menambahkan efek transisi lainnya seperti efek transisi dengan gerakan 3 dimensi. Tapi terkadang hal ini akan menyebabkan presentasi anda menjadi kurang baik. dan sebagian orang kurang menyukai efek transisi yang berlebihan. Animasi dan transisi yang minimalis apabila ditambahkan dengan baik dan munculkan dengan tepat akan menambahkan rasa tersendiri dan organisasi presentasi yang lebih baik.

Ingat bahwa audiens datang dan duduk untuk mendengarkan anda berbica, bukan untuk melihat slide powerpoint anda. Pastikan bahwa bahwa anda menggunakan presentasi anda untuk membantu anda bukan menggantikan anda berbicara. Inilah yang disebut sebagai presentasi efektif.

Gerakan tubuh dan kontak mata sangat penting dalam setiap presentasi efektif jadi upayakan gerakan tubuh anda tidak terlihat canggung dan jagalah kontak mata dengan audiens anda.  Dan tips yang terakhir adalah untuk menjadi seorang pembicara yang baik maka anda perlu melatih menyampaikan presentasi efektif anda sebelum anda menyampaikannya di hadapan audiens anda.

*Diterjemahkan dari Student BMJ Prepare and Deliver an Effective Presentation Following a Few Simple Rules Can Make Preparing a Presentation Easy.  Dengan sedikit perubahan…

 

 

tertawa dan kesehatan

Tips untuk Survive di Fakultas Kedokteran

Apakah kita ingat saat pertama kali menginjakkan kaki kita di fakultas kedokteran? Pastinya itu adalah momen yang sangat menyenangkan bagi kita bisa menjadi salah satu bagian dari sebuah sistem pendidikan untuk mencetak agen-agen perubahan di bidang pelayanan kesehatan. Tapi apa yang kita rasakan sekarang terlebih lagi bagi yang baru saja melewati bulan-bulan awalnya atau tahun pertamanya sebagai mahasiswa kedokteran? Rasanya hidup kita telah berubah drastis dan dramatis. Kehidupan normal tampaknya telah lenyap dan rasanya waktu 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk melewati besarnya volume informasi yang diharapkan masuk ke dalam pikiran kita untuk belajar dan untuk menghadapi setiap ujian.  Sepertinya mustahil semuanya terjadi, bahkan terkadang kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan dan juga tidur. Tapi ingatlah bahwa fakultas kedokteran bukanlah akhir dari dunia. Belajar kedokteran adalah belajar bagaimana kita mendapatkannya. Jangan biarkan kedokteran merubah atau mendefinisikan diri kita melainkan kitalah yang harus membuat kuliah kedokteran menyesuaikan dirinya untuk gaya hidup kita. Jika tidak, maka kita akan kelelahan dengan segala tuntutan kehidupan baru dan kehilangan rasa mengapa dulunya kita memilih fakultas kedokteran di tempat pertama. Artikel ini akan memberikan Tips bagaimana seorang mahasiswa kedokteran dapat bertahan hidup hingga meraih gelar yang diinginkan.
 
Bagaimana kita bisa survive di fakultas kedokteran? Sejak awal, managemen waktu haruslah menjadi prioritas yang paling utama. Jika kita berhasil mengatur waktu maka kita masih dapat menikmati hidup kita sampai batas tertentu. Belajar di fakultas kedokteran tidak sama dengan belajar di fakultas yang lain. Fakultas kedokteran merupakan dunia yang baru bagi kita semua dimana setiap orang harus dapat mengeksplorasi apa yang terbaik bagi dirinya. Di fakultas kedokteran semua tentang belajar cerdas bukan belajar keras. Jika kita tidak mengetahui hal ini dari awal keberadaan kita di fakultas kedokteran maka kita pasti akan belajar dengan cara yang keras.
tips
 
Belajar di kedokteran adalah proses yang panjang yang menuntut adanya kedisiplinan dan pengorbanan. Tapi akan ada hadiah yang tak ternilai harganya menunggu kita sebagaimana tujuan kita memilih bidang kedokteran ini adalah untuk membantu manusia, membuka jalan untuk menciptakan perubahan yang ada di dunia, atau untuk “Kaya”. Dibawah ini terdapat beberapa tips yang bisa kita jadikan pengangan jika kita ingin survive  di Fakultas Kedokteran:
  1. Jaga Diri, kita mungkin akan menghadapai konsekuensi negatif jangka panjang bagi kesehatan kita jika kita mengadopsi banyak prilaku negatif. Jangan pernah berpikir untuk menghilangkan prilaku sehat, memakan makanan sehat. Jangan merusak diri kita dengan memakan terlalu banyak makanan cepat saji dan tidak melakukan olahraga. Jangan terlalu sering bergadang yang menyebabkan tubuh dan otak kita mengalami kekurangan istirahat. Konsekuensi terjadi bisa sangat parah, padahal sebagian besar orang hanya sanggup bertahan selam 15 menit dalam belajar produktifnya.  Otak kita juga membutuhkan makanan segar, air, buah-buahan dan sayuran. Tubuh dan otak kita juga membutuhkan tidur.
  2. Jangan Bersaing Dengan Teman Sekelas atau Membandingkan Nilai Anda dengan Orang Lain, kita semua harus menjadi orang-orang yang kompetitif agar dapat masuk ke fakultas kedokteran. Tapi begitu kita diterima, maka fakultas kedokteran akan menjadi lapangan persaingan bertingkat (siapa yang lebih pandai dia yang lebih hebat). Meskipun banyak dari kita yang saat ini sedang berusaha bersaing dengan dengan teman sekelas hal itu tidak akan menjamin kita ataupun teman sekelas kita akan menjadi seorang dokter yang lebih baik apabila nilai yang didapatkan lebih tinggi. Bila kita mendapatkan nilai 95 dalam anatomi bukan berarti kita akan menjadi ahli anatomi yang hebat bukan? Sesaat setelah menyelesaikan ujian, kita akan melihat banyak teman-teman kita yang terobsesi tentang jawaban yang tepat untuk pertanyaan nomor 13. Sangatlah mudah untuk melihat mahasiswa yang seperti ini, mereka akan berjalan ke arah kita dan menyatakan bahwa jawaban yang benar untuk pertanyaan nomor 135 adalah E dan jawaban kita salah. Benar bukan? Hindarilah! Menghindarlah dari teman-teman kita yang memiliki pemikiran seperti itu sesaat setelah ujian dan berkumpullah dengan teman-teman yang memiliki filosofi yang sama dengan kita untuk tidak membahas soal ujian.
  3. Membuat dan Menjawab Soal Latihan Sambil Belajar, “Mempelajari catatan kita sepulh kali adalah cara paling baik untuk menghadapi ujian”. Salah! Satu-satunya cara untuk menguji tingkat pemahaman kita terhadap suatu hal adalah dengan belajar membuat dan menjawab sendiri soal latihan tentang apa yang kita pelajari. Mempelajari hal yang sama berulang-ulang kali tidaklah membuat diri kita semakin paham hanya akan membuat ingatan kita bertambah tajam saja tetapi ketika kita mendapati bahwa diri kita menjawab pertanyaan yang salah maka kita akan mencari tahu jawabannya dan alasannya mengapa salah sehingga kit amemahami maksud dari pertanyaan tersebut.
  4. Awali dengan Gambaran Besar, ketika kita mendapatkan diri kita telah mengikuti pembelajaran di fakultas kedokteran kemudian kita akan mendapatkan pelajaran biokimia, anatomi, histologi atau fisiologi. Dosen pasti akan langsung memberikan kuliah tentang sel kolumnar, transmisis implus, glikolisis dan hal-hal lainnya dalam detail yang halus (khusus). Kemudian dihari selanjutnya, kita akan belajar tentang kardiak output dan pleksus brakialis. Sungguh hal-hal tersebut merupakan informasi yang sangat banyak dan kita sering tidak siap. Ketika kita menghafal atau akan mempelajari hal yang baru maka pelajari dulu gambaran atau garis besar materi tersebut.
  5. Buatlah Kelompok Belajar, “Saya akan belajar sendiri karena saya tidak perlu bantuan orang lain.” Salah! Kedokteran adalah tentang kerja tim dan berbagi informasi. Kita harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Sebaiknya kita harus membentuk kelompok belajar yang tepat. Kelompok yang terbentuk nantinya harus dapat menjadwalkan pertemuan minimal seminggu sekali untuk saling berbagi kisah dan pengalaman atau saling bertukar bahan kuliah. Ataupun saling menjelaskan dan bertanya tentang konsep-konsep baru seputar kedokteran.
  6. Luangkan Waktu untuk Penyegaran, setiap orang di lingkungan kita belajar akan mendaptkan jumlah stres yang sama seperti kita, bahkan beberapa orang lebih dari yang lain. Terkadang kita melihat teman kita berjalan dengan kening yang mengkerut atau melihat teman lainnya berjalan dengan senyum yang lebar. Bagaiman mungkin jika semua menghadapi tekanan yang sama tapi terdapat perbedaan dalam mimik wajahnya? Jawabannya adalah managemen waktu yang baik. Jika kita memiliki waktu luang yang lebih maka usahakan untuk membuat beberapa  agenda berkumpul bersama teman-teman atau pun melakukan  aktivitas yang menyenangkan bagi kita seperti mengerjakan hobi, memancing, menyanyi dan berolahraga. Kita juga perlu menelpon orang tua untuk mengabarkan kabar kita (bagi yang tinggal jauh dari orang tua). Cobalah untuk dapat selalu melakukannya dan jangan biarkan stres mengganggu studi kita, hubungan kita dengan teman, dan yang paling penting kesehatan kita.
Akhirnya, semua tips di atas tidaklah bisa kita katakan cukup. Kita harus dapat menemukan sendiri hal apa yang paling nyaman bagi kita. Kita telah memutuskan bergabung dalam komunitas yang sangat besar yaitu kedokteran maka jadilah bergairah dalam menjalani pendidikan kita dan apa yang kita pelajari karena kedokteran adalah seni.