tertawa dan kesehatan

Tips untuk Survive di Fakultas Kedokteran

Apakah kita ingat saat pertama kali menginjakkan kaki kita di fakultas kedokteran? Pastinya itu adalah momen yang sangat menyenangkan bagi kita bisa menjadi salah satu bagian dari sebuah sistem pendidikan untuk mencetak agen-agen perubahan di bidang pelayanan kesehatan. Tapi apa yang kita rasakan sekarang terlebih lagi bagi yang baru saja melewati bulan-bulan awalnya atau tahun pertamanya sebagai mahasiswa kedokteran? Rasanya hidup kita telah berubah drastis dan dramatis. Kehidupan normal tampaknya telah lenyap dan rasanya waktu 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk melewati besarnya volume informasi yang diharapkan masuk ke dalam pikiran kita untuk belajar dan untuk menghadapi setiap ujian.  Sepertinya mustahil semuanya terjadi, bahkan terkadang kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan dan juga tidur. Tapi ingatlah bahwa fakultas kedokteran bukanlah akhir dari dunia. Belajar kedokteran adalah belajar bagaimana kita mendapatkannya. Jangan biarkan kedokteran merubah atau mendefinisikan diri kita melainkan kitalah yang harus membuat kuliah kedokteran menyesuaikan dirinya untuk gaya hidup kita. Jika tidak, maka kita akan kelelahan dengan segala tuntutan kehidupan baru dan kehilangan rasa mengapa dulunya kita memilih fakultas kedokteran di tempat pertama. Artikel ini akan memberikan Tips bagaimana seorang mahasiswa kedokteran dapat bertahan hidup hingga meraih gelar yang diinginkan.
 
Bagaimana kita bisa survive di fakultas kedokteran? Sejak awal, managemen waktu haruslah menjadi prioritas yang paling utama. Jika kita berhasil mengatur waktu maka kita masih dapat menikmati hidup kita sampai batas tertentu. Belajar di fakultas kedokteran tidak sama dengan belajar di fakultas yang lain. Fakultas kedokteran merupakan dunia yang baru bagi kita semua dimana setiap orang harus dapat mengeksplorasi apa yang terbaik bagi dirinya. Di fakultas kedokteran semua tentang belajar cerdas bukan belajar keras. Jika kita tidak mengetahui hal ini dari awal keberadaan kita di fakultas kedokteran maka kita pasti akan belajar dengan cara yang keras.
tips
 
Belajar di kedokteran adalah proses yang panjang yang menuntut adanya kedisiplinan dan pengorbanan. Tapi akan ada hadiah yang tak ternilai harganya menunggu kita sebagaimana tujuan kita memilih bidang kedokteran ini adalah untuk membantu manusia, membuka jalan untuk menciptakan perubahan yang ada di dunia, atau untuk “Kaya”. Dibawah ini terdapat beberapa tips yang bisa kita jadikan pengangan jika kita ingin survive  di Fakultas Kedokteran:
  1. Jaga Diri, kita mungkin akan menghadapai konsekuensi negatif jangka panjang bagi kesehatan kita jika kita mengadopsi banyak prilaku negatif. Jangan pernah berpikir untuk menghilangkan prilaku sehat, memakan makanan sehat. Jangan merusak diri kita dengan memakan terlalu banyak makanan cepat saji dan tidak melakukan olahraga. Jangan terlalu sering bergadang yang menyebabkan tubuh dan otak kita mengalami kekurangan istirahat. Konsekuensi terjadi bisa sangat parah, padahal sebagian besar orang hanya sanggup bertahan selam 15 menit dalam belajar produktifnya.  Otak kita juga membutuhkan makanan segar, air, buah-buahan dan sayuran. Tubuh dan otak kita juga membutuhkan tidur.
  2. Jangan Bersaing Dengan Teman Sekelas atau Membandingkan Nilai Anda dengan Orang Lain, kita semua harus menjadi orang-orang yang kompetitif agar dapat masuk ke fakultas kedokteran. Tapi begitu kita diterima, maka fakultas kedokteran akan menjadi lapangan persaingan bertingkat (siapa yang lebih pandai dia yang lebih hebat). Meskipun banyak dari kita yang saat ini sedang berusaha bersaing dengan dengan teman sekelas hal itu tidak akan menjamin kita ataupun teman sekelas kita akan menjadi seorang dokter yang lebih baik apabila nilai yang didapatkan lebih tinggi. Bila kita mendapatkan nilai 95 dalam anatomi bukan berarti kita akan menjadi ahli anatomi yang hebat bukan? Sesaat setelah menyelesaikan ujian, kita akan melihat banyak teman-teman kita yang terobsesi tentang jawaban yang tepat untuk pertanyaan nomor 13. Sangatlah mudah untuk melihat mahasiswa yang seperti ini, mereka akan berjalan ke arah kita dan menyatakan bahwa jawaban yang benar untuk pertanyaan nomor 135 adalah E dan jawaban kita salah. Benar bukan? Hindarilah! Menghindarlah dari teman-teman kita yang memiliki pemikiran seperti itu sesaat setelah ujian dan berkumpullah dengan teman-teman yang memiliki filosofi yang sama dengan kita untuk tidak membahas soal ujian.
  3. Membuat dan Menjawab Soal Latihan Sambil Belajar, “Mempelajari catatan kita sepulh kali adalah cara paling baik untuk menghadapi ujian”. Salah! Satu-satunya cara untuk menguji tingkat pemahaman kita terhadap suatu hal adalah dengan belajar membuat dan menjawab sendiri soal latihan tentang apa yang kita pelajari. Mempelajari hal yang sama berulang-ulang kali tidaklah membuat diri kita semakin paham hanya akan membuat ingatan kita bertambah tajam saja tetapi ketika kita mendapati bahwa diri kita menjawab pertanyaan yang salah maka kita akan mencari tahu jawabannya dan alasannya mengapa salah sehingga kit amemahami maksud dari pertanyaan tersebut.
  4. Awali dengan Gambaran Besar, ketika kita mendapatkan diri kita telah mengikuti pembelajaran di fakultas kedokteran kemudian kita akan mendapatkan pelajaran biokimia, anatomi, histologi atau fisiologi. Dosen pasti akan langsung memberikan kuliah tentang sel kolumnar, transmisis implus, glikolisis dan hal-hal lainnya dalam detail yang halus (khusus). Kemudian dihari selanjutnya, kita akan belajar tentang kardiak output dan pleksus brakialis. Sungguh hal-hal tersebut merupakan informasi yang sangat banyak dan kita sering tidak siap. Ketika kita menghafal atau akan mempelajari hal yang baru maka pelajari dulu gambaran atau garis besar materi tersebut.
  5. Buatlah Kelompok Belajar, “Saya akan belajar sendiri karena saya tidak perlu bantuan orang lain.” Salah! Kedokteran adalah tentang kerja tim dan berbagi informasi. Kita harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Sebaiknya kita harus membentuk kelompok belajar yang tepat. Kelompok yang terbentuk nantinya harus dapat menjadwalkan pertemuan minimal seminggu sekali untuk saling berbagi kisah dan pengalaman atau saling bertukar bahan kuliah. Ataupun saling menjelaskan dan bertanya tentang konsep-konsep baru seputar kedokteran.
  6. Luangkan Waktu untuk Penyegaran, setiap orang di lingkungan kita belajar akan mendaptkan jumlah stres yang sama seperti kita, bahkan beberapa orang lebih dari yang lain. Terkadang kita melihat teman kita berjalan dengan kening yang mengkerut atau melihat teman lainnya berjalan dengan senyum yang lebar. Bagaiman mungkin jika semua menghadapi tekanan yang sama tapi terdapat perbedaan dalam mimik wajahnya? Jawabannya adalah managemen waktu yang baik. Jika kita memiliki waktu luang yang lebih maka usahakan untuk membuat beberapa  agenda berkumpul bersama teman-teman atau pun melakukan  aktivitas yang menyenangkan bagi kita seperti mengerjakan hobi, memancing, menyanyi dan berolahraga. Kita juga perlu menelpon orang tua untuk mengabarkan kabar kita (bagi yang tinggal jauh dari orang tua). Cobalah untuk dapat selalu melakukannya dan jangan biarkan stres mengganggu studi kita, hubungan kita dengan teman, dan yang paling penting kesehatan kita.
Akhirnya, semua tips di atas tidaklah bisa kita katakan cukup. Kita harus dapat menemukan sendiri hal apa yang paling nyaman bagi kita. Kita telah memutuskan bergabung dalam komunitas yang sangat besar yaitu kedokteran maka jadilah bergairah dalam menjalani pendidikan kita dan apa yang kita pelajari karena kedokteran adalah seni.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *