Tingkat kecanduan terhadap nikotin dapat dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Pilih salah satu jawaban yang paling cocok dalam mendeskripsikan prilaku merokok anda.

tingkat kecanduan

Tes Fagerstrom Untuk Kecanduan Nikotin

Interpretasi Hasil Tes

Skor 1-2 : tingkat kecanduan rendah

Skor 3-4: tingkat kecanduan rendah-sedang

Skor 5-7: tingkat kecanduan sedang

Skor 8+: tingkat kecanduan tinggi

Keterangan terkait interpretasi hasil Tes Fagerstrom

Skor 1-2

Perokok yang mendapatkan skor 1-2 setelah melakukan Tes Fagerstrom diklasifikasikan sebagai perokok dengan tingkat kecanduan rendah terhadap nikotin. Hasil ini menyatakan bahwa perokok tersebut tidak membutukan terapi penganti nikotin (NRT) apabila memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Meskipun demikian, Perokok dengan hasil skor 1-2 tetap direkomendasikan untuk dimonitoring terhadap gejala withdrawal terhadap nikotin.

Skor 3-4

Perokok yang mendapatkan skor 3-4 pada tes ini diklasifikasikan sebagai perokok dengan tingkat kecanduan rendah hingga sedang terhadap nikotin. Perokok dengan tingkat kecanduan ini harus mendapatkan terapi pengganti nikotin (NRT) berupa koyo (pacth) nikotin,  inhaler nikotin, atau permen nikotin (atau permen karet). Rekomendasi dosis dari terapi pengganti nikotin dapat dilihat pada link berikut.

Rekomendasi dosis terapi pengganti nikotin

Skor 5-7

Perokok yang mendapatkan skor 5-7 pada tes ini diklasifikasikan sebagai perokok dengan tingkat kecanduan sedang terhadap nikotin. Perokok dengan tingkat kecanduan ini harus mendapatkan terapi pengganti nikotin (NRT) berupa koyo (pacth) nikotin,  inhaler nikotin, atau permen nikotin (atau permen karet). Selain itu, pasien juga terkadang membutuhkan terapi pengganti nikotin kombinasi dengan permen atau permen karet nikotin.

Skor 8+

Perokok yang mendapatkan skor 8 atau lebih dari delapan diklasifikasikan sebagai perokok dengan tingkat kecanduan yang tinggi. Perokok ini harus mendapatkan terapi pengganti nikotin kombinasi.

Berapa pun skor yang anda dapatkan, seorang dokter atau terapis tetap dapat membantu anda menghentikan kebiasaan buruk merokok.

 

 

 

 

1.Seberapa cepat Anda merokok setelah bangun tidur?
2.Apakah anda sangat sulit untuk menahan keinginan merokok saat anda berada pada lokasi yang melarang merokok (mis. Sekolah, Rumah Sakit, Kampus dan lain-lain)?
3.Waktu merokok mana, yang anda rasa paling sulit untuk anda hentikan?
4.Berapa batang rokok yang anda hisap setiap harinya?
5.Apakah anda sering merokok pada pagi hari?
6.Apakah anda tetap merokok meskipun anda sedang sakit?

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.