Nikotin merupakan salah satu zat yang paling banyak terkandung pada sebatang rokok. Zat ini akan menimbulkan efek kecanduan. Kecanduan akan membuat perokok kesulitan untuk berhenti merokok. Penilaian Kecanduan Nikotin dapat dilakukan dengan menggunakan Tes Fagerstrom.

Tes Fagerstrom merupakan sebuah alat (kuisioner) yang digunakan untuk menilai tingkat kecanduan seorang perokok terhadap nikotin. Tes ini pada umumnya dilakukan pada orang-orang yang memiliki keinginan untuk berhenti merokok. Hasil dari tes ini akan menentukan terapi dan penatalaksanaan yang tepat bagi orang yang ingin berhenti merokok. Apapun hasil tes tersebut seorang dokter atau terapis berhenti merokok tetap dapat membantu perokok untuk menghentikan kebiasaan buruknya.

Sebelum kita menuju ke Tes Fagerstrom, ada baiknya kita mengetahui fakta kunci terkait efek rokok terhadap kesehatan. Selain itu, kita juga harus mengetahui bahwa orang yang ingin berhenti merokok harus mendapatkan bantuan agar perokok tersebut mencapai tujuannya.

Fakta Kunci Terkait Efek Rokok Terhadap Kesehatan

  • Tembakau membunuh hingga setengah dari penggunanya.
  • Tembakau membunuh sekitar 6 juta orang setiap tahun. Lebih dari 5 juta kematian tersebut adalah hasil dari penggunaan tembakau secara langsung (perokok aktif) sementara lebih dari 600.000 adalah kematian dari non-perokok yang terpapar asap (perokok pasif).
  • Hampir 80% dari 1 miliar perokok dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia.

tes fagerstrom

Berapa berat tingkat kecanduan anda terhadap nikotin. Ketahui dengan mengerjakan tes berikut.

Perokok Membutuhkan Bantuan Untuk Berhenti Merokok

tes fagerstromPenelitian menunjukkan bahwa beberapa orang memahami risiko kesehatan tertentu dari penggunaan tembakau. Sebagai contoh, sebuah survei 2009 di China mengungkapkan bahwa hanya 38% dari perokok yang tahu bahwa merokok menyebabkan penyakit jantung koroner dan hanya 27% tahu bahwa merokok menyebabkan stroke.

Di antara perokok yang sadar akan bahaya tembakau sebagian besar merupakan populasi perokok yang paling ingin berhenti. Konseling dan pengobatan memiliki kemungkinan dua kali lipat untuk berhasil pada perokok yang perokok yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti.

Cakupan bantuan bagi perokok yang menghentikan kebiasaan buruknya tersebut saat ini hanya dilakukan pada 24 negara dengan cakupan 15 persen dari total populasi perokok di dunia. Tidak ada bantuan berhenti merokok apapun pada seperempat dari negara-negara berpenghasilan rendah. Di Indonesia sendiri kegiatan ini sedang digalakkan. Bila anda tinggal di kota Banda Aceh, kota yang sama dengan penulis, maka Anda dapat datang ke Poliklinik berhenti merokok untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan dalam menghentikan kebiasaan buruk anda.

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.