Skip to main content
Featured Picture Meninggal Saat Tidur

Meninggal Saat Tidur: Anda Wajib Tahu Penyebabnya

Tidur adalah kebutuhan utama bagi setiap orang. Selain mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga teratur, tidur yang cukup adalah salah satu kunci untuk mempertahankan tubuh tetap sehat. Tetapi, tahukah Anda bahwa ketika Anda menutup mata dan masuk ke dalam kondisi tidur, Anda bisa saja tidak terbangun lagi untuk selamanya. Anda meninggal saat tidur.

meninggal saat tidur
Sumber: pixabay.com

Ketika Anda tidur, hampir seluruh bagian tubuh Anda ikut serta beristirahat. Tapi, sadarkah Anda bahwa terdapat organ-organ tubuh yang masih bekerja ketika Anda sedang terlelap.

 

Otak dan jantung adalah organ yang masih tetap bekerja selama Anda tidur. Meski pun banyak penelitian yang telah dilakukan terkait tidur, masih banyak misteri lainnya yang belum terjawab.

 

Misteri-misteri tersebut belum dapat diungkap oleh para ilmuwan modern.

 

Di samping misteri itu, terdapat pula beberapa hal yang mengejutkan ketika otak sadar Anda berhenti dan tubuh Anda mulai tertidur.

 

Hal mengejutkan tersebut termasuk kondisi orang-orang yang meninggal saat tidur.

 

Pada artikel ini, kami akan memberikan informasi terkait kondisi medis apa saja yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur.

 

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel ini sekarang. Kami menyediakan versi pdf-nya. Anda dapat menekan tombol kematian saat tidur.pdf di bawah ini untuk mendownload versi PDF dari artikel ini.

 

Penyebab Meninggal Saat Tidur

  1. Henti Jantung Mendadak

henti jantung
Sumber: pixabay.com

Henti jantung mendadak pada umumnya terjadi akibat gangguan pada sistem listrik jantung Anda.

 

Jantung kita pada umumnya akan berdenyut sebanyak 60-100 kali per menit dalam irama teratur.

 

Apabila gangguan listrik jantung terjadi maka denyut jantung dapat meningkat atau lebih rendah dari nilai normal. Selain itu, denyut jantung bisa menjadi tidak teratur.

 

Kondisi gangguan listrik jantung yang mempengaruhi irama dan denyut jantung ini disebut sebagai aritmia.

 

Aritmia yang parah (aritmia mayor) dapat menyebabkan kematian seseorang hanya beberapa menit setelah kondisi ini terjadi.

 

Mengapa kondisi ini dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

 

Pada dasarnya, kondisi gangguan irama dan denyut jantung akan menyebabkan penurunan aliran darah ke organ tubuh.

 

Termasuk berkurangnya aliran darah menuju otak. Otak akan mengalami kondisi kekurangan oksigen karena kurangnya aliran darah.

 

Kondisi ini akan berujung pada kematian sel otak beberapa menit kemudian.

 

Hal tersebut yang menyebabkan kematian saat tidur.

 

 

  1. Meninggal Saat Tidur Karena Gas CO

keracunan karbon monoksida
Sumber: pixabay.com

Karbon monoksida (CO), adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

 

Gas ini dapat menyebabkan kematian bila dihirup dan terlalu banyak masuk ke dalam paru-paru Anda.

 

Gas ini banyak ditemukan pada asap yang berasal dari mobil, perapian, kompor gas, tungku, dan bahkan genset listrik.

 

Gas ini hampir mustahil untuk dideteksi secara kasat mata kecuali dengan menggunakan detektor karbon monoksida.

 

Lalu, mengapa keracunan gas karbon monoksida dapat menyebabkan kejadian meninggal saat tidur??

 

Gas karbon monoksida merupakan gas memiliki tingkat ikatan kuat dengan hemoglobin dalam darah.

 

Pada kondisi normal, hemoglobin dalam darah akan berikatan dengan oksigen dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

 

Pada kondisi keracunan karbon monoksida, gas CO lebih banyak berikatan dengan hemoglobin sehingga gas oksigen tersingkirkan.

 

Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen. Bila Anda sadar bahwa tubuh Anda mengalami kekurangan oksigen maka Anda akan mengalami gejala pusing, kelemahan otot, sakit kepala, atau sakit perut.

 

Tapi, ketika Anda tidur dan menghirup sejumlah besar karbon monoksida.

 

Anda dapat meninggal saat tidur bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda telah memasukkan terlalu banyak zat karbon monoksida ini dalam tubuh Anda.

 

 

  1. Infark Miokard (Serangan Jantung)

serangan jantung
Sumber: pixabay.com

Serangan jantung adalah salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika Anda sedang tertidur pulas.

 

Tapi, sebagian besar pasien yang mengalami serangan jantung ketika tidur akan terbangun karena nyeri dada sebelah kiri yang mereka rasakan.

 

Nyeri ini terkadang muncul sebagai suatu perasaan yang paling menyakitkan sepanjang kehidupan orang-orang yang mengalami serangan jantung.

 

Sebagian kecil kasus, serangan jantung ini akan menyebabkan kejadian meninggal saat tidur.

 

Mengapa hal ini terjadi?

 

Kondisi serangan jantung pada dasarnya muncul karena sel otot jantung kekurangan suplai oksigen.

 

Suplai oksigen sel otot jantung ini pada kondisi normal diberikan oleh arteri atau pembuluh darah jantung (koroner).

 

Sumbatan pada pembuluh darah koroner akan menyebabkan sel otot kekurangan oksigen hingga kematian sel otot jantung.

 

Kondisi kematian sel inilah yang disebut infark sedangkan miokard sendiri adalah bahasa latin untuk otot jantung.

 

Serangan jantung butuh pertolongan medis segera karena merupakan kondisi gawat darurat.

 

Bagaimana Anda mendapatkan pertolongan medis segera bila Anda mengalami kondisi ini ketika tidur?

 

 

  1. Aneurisma Serebral

aneurisma otak
Sumber: pixabay.com

Aneurisma serebral, juga dikenal sebagai aneurisma otak, pada dasarnya adalah titik lemah di dinding pembuluh darah di otak.

 

Aneurisma ini ibarat balon tipis pada dinding pembuluh darah yang juga terisi darah.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika darah dipompa oleh jantung melalui pembuluh darah arteri, ia terus melemah dan membengkak.

 

Jika tekanannya meningkat terlalu banyak, bisa terjadi robekan (pecah) atau dalam istilah medis disebut sebagai aneurisma.

 

Bagaimana kondisi ini dapat menyebabkan kematian saat tidur?

 

Ketika aneurisma pecah, pendarahan biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik.

 

Tetapi darah akan membeku, menggumpal, dan menekan sel-sel otak lainnya.

 

Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak di sekitarnya dan dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak.

 

Jika tekanan meningkat terlalu banyak, kondisi ini dapat dengan cepat berubah fatal.

 

Batang otak dapat tertekan, menghentikan proses pernapasan Anda dan berujung pada kematian.

 

 

  1. Obstructive Sleep Apnea

obstructive sleep apnea
Sumber: pixabay.com

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur di mana pasien berulang kali mengalami henti napas lalu memulai kembali proses pernapasan mereka selama tidur.

 

OSA sejauh ini adalah jenis sleep apnea yang paling umum dan ternyata kondisi ini juga merupakan alasan yang paling mungkin bahwa seseorang dapat meninggal saat tidur.

 

Jenis sleep apnea ini secara harfiah disebabkan oleh obstruksi yang menghalangi jalan napas.

 

Obstruksi atau sumbatan ini biasanya disebabkan oleh otot-otot tenggorokan yang kendur, meskipun otot dan lidah, uvula (anak tekak), amandel, dan bagian lunak pada langit-langit rongga mulut semuanya dapat berperan.

 

Diperkirakan bahwa sebanyak 22 juta orang Amerika menderita sleep apnea tetapi 80 persen kasus tidak terdiagnosis.

 

Hal ini menjadikannya sebagai “silent killer” sejati yang masih belum diketahui banyak orang.

 

Lalu mengapa OSA dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

Orang-orang yang mengalami OSA tentu saja akan mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah secara tiba-tiba ketika mereka berhenti bernafas.

 

Dan jika mereka sudah berisiko terkena serangan jantung, stroke, atau gagal jantung, maka OSA bisa menjadi pemicu yang membuat kejadian henti jantung mendadak

 

Dalam kasus seperti ini, seperti yang telah disampaikan pula di atas kematian dapat terjadi sebelum korban bahkan memiliki kesempatan bangun.

 

 

Kesimpulan

Itulah beberapa kondisi medis yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami kematian saat tidur.

 

Kondisi-kondisi tersebut adalah bagian-bagian dari penyakit tidak menular.

 

Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan perbaikan pola hidup sehat dan olahraga teratur.

 

Pencegahan adalah hal yang paling penting dan harus kita lakukan dari sekarang.

 

Semoga hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri Anda.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan komentar terkait dengan kondisi medis yang menyebabkan peristiwa ini silakan tuliskan di kolom kometar.

 

posisi tidur miring kiri

Apakah Posisi Tidur Yang Baik Adalah Miring Ke Sisi Kanan?

Tidur merupakan salah satu aktivitas yang penting dilakukan oleh setiap orang. Tidur yang cukup dan kualitas tidur yang baik pada malam hari akan memberikan dampak positif pada kesehatan. Selain durasi dan kualitas tidur, posisi tidur juga merupakan hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan manfaat terbaik tidur. Setiap orang bisa berbaring atau merebahkan diri ke atas kasur dengan posisi telungkup atau telentang, menghadap ke kiri atau ke kanan. Tapi, posisi tidur yang baik adalah miring ke sisi kanan.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran mengapa posisi tidur yang baik adalah miring ke sisi kanan.

posisi tidur yang baik
Book image created by Freepik

Tidur Menghadap Ke Kanan Adalah Anjuran Rasulullah

Diriwayatkan dari Al-Barra’ ibn Azib, bahwa Rasulullah SWT bersabda,“Jika ingin mendatangi pembaringan mu, maka berwudhulah seperti wudhu shalat, kemudian berbaringlah dengan menyamping ke kanan, lalu bacalah: ‘Allahumma aslamtu wajhi ilaika, wa fawwadhtu amri ilaika, wa alja’tu dhahri ilaika raghbatan wa rahbatan ilaika, la malja’a wala manja minka illa ilaika, dmantu bikitabika alladzi anzalta wa binabiyyika alladzi arsalta (Ya  Allah, ku serahkan wajah ku kepada-Mu, dan kusarahkan urusan ku kepada-Mu, kurebahkan punggung ku kepada-Mu dengan penuh kecintaan dan ketakutan kepada-Mu. Tiada tempat berlindung dan keselamatan dari-Mu kecuali Engkau. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Kau turunkan dan kepada nabi-Mu yang Kau utus)’. Apabila kau mati pada malam itu, niscaya kau tetap dalam keadaan fitrah. Jadikan semua doa itu adalah akhir dari apa yang kau ucapkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Mengapa Posisi Tidur Yang Baik Menghadap Ke Kanan

Secara ilmu Anatomi (ilmu yang mempelajari struktur tubuh) dan fisiologi (ilmu yang mempelajari fungsi normal tubuh) posisi menghadap ke kanan ini merupakan posisi terbaik untuk organ-organ tubuh.

bayi tersenyum saat tidur
Baby image created by Javi_indy – Freepik.com

Paru-paru misalnya, paru-paru kiri memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan paru-paru kanan, sehingga ketika posisi tidur menyamping ke kanan beban pompa jantung akan lebih ringan karena paru-paru yang berada di atas jantung adalah paru-paru kanan.

Begitu pula dengan liver (hati). Liver akan tetap pada posisinya. Liver berada pada sisi kanan tubuh dan di ikat oleh ligamen-ligamen pengikatnya agar tetap berada pada posisinya. Posisi tidur menghadap ke kanan akan membuat liver tetap pada posisinya tanpa harus membebani ligamen pengikatnya.

Pada posisi ini lambung akan berada di bagian atas. Posisi ini merupakan posisi ideal bagi lambung dalam mempercepat pengosongan makanan dan tetap stabil.

 

Kerugian dan Kekurangan Posisi Tidur Yang Lain

Kerugian yang pertama adalah posisi tidur telungkup. Posisi tidur ini dibenci Allah dan Rasullulah sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasullulah melihat seorang laki-laki yang tidur telungkup, maka Rasulullah bersabda, “Tidur semacam ini dibenci Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Seseorang yang tidur telungkup maka beberapa saat kemudian akan merasa sesak napas. Hal ini terjadi karena tekanan terhadap dada sehingga dada sulit mengembang ketika menarik napas.

posisi tidur telungkup
Hand image created by Mindandi – Freepik.com

Posisi tidur telungkup juga dapat menyebabkan pembengkokan tulang belakang bagian leher. Selain itu, posisi tidur seperti ini juga dapat meletihkan jantung dan otak.

Suatu penelitian di Australia menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kematian anak-anak karena gangguan pernapasan pada anak yang tidur telungkup. Bahkan, peningkatan kematian ini hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan anak-anak yang tidur terlentang atau miring kanan atau kiri.

Adapun tidur dengan posisi telentang, dapat memaksa seseorang bernapas dengan mulutnya.

Mengapa demikian?

Alasannya karena saat telentang mulut akan terbuka lebar sebagai akibat dari pelemasan pada rahang bagian bawah.

Kondisi bernapas dengan mulut ini mengakibatkan udara pernapasan yang dihirup menjadi tidak baik. Padahal organ yang disediakan untuk pernapasan adalah hidung bukan mulut.

Bila udara pernapasan terhirup melalui hidung makan udara akan lebih dahulu disaring dari kotoran oleh bulu-bulu halus hidung. Udara pernapasan juga akan dilembabkan dan dihangatkan sehingga sangat baik untuk saluran napas dan pertukaran udara di paru-paru.

Kondisi bernapas dengan mulut akan membuat pelakunya lebih sering terserang penyakit flu dan radang pada tenggorokan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan infeksi dan pembengkakan pada gusi karena gusi akan cenderung kering.

Tidur terlentang juga menyebabkan seseorang mengorok karena lidah akan jatuh ke belakang menghalangi nasofaring.

 

Lalu, bagaimana dengan tidur miring kiri?

Posisi tidur ini juga tidak baik. Jantung akan menerima beban yang besar dari paru-paru kanan. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fungsi dan kinerja jantung. Apalagi pada orang lanjut usia.

Selain itu, posisi ini juga akan mengakibatkan lambung tidak stabil dan akan memperlambat proses pengosongan lambung.

 

Kesimpulan

Posisi tidur yang baik adalah miring ke sisi kanan karena sesuai dengan fungsi dan struktur tubuh. Posisi tidur ini juga dapat menghindarkan pelakunya dari ancaman berbagai penyakit.

 

Referensi:

Thayyarah N. Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah. Jakarta: Zaman. 2013

 

 

tidur berkualitas

Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas dan Menyehatkan

Seperti yang sudah dijabarkan pada artikel sebelumnya bahwa tidur yang buruk (durasi tidur singkat dan kualitas tidur yang buruk) dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun, yang menjadi masalah, sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan tidur lebih berkualitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari seperempat penduduk Amerika Serikat tidak dapat tidur berkualitas.

Untuk dapat tidur lebih berkualitas dan menyehatkan anda mungkin membutuhkan beberapa perubahan gaya hidup. Salah satu yang paling penting adalah untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan menjauhi segala sesuatu yang dapat membuat anda terus terjaga pada malam hari. Artikel ini akan menampilkan beberapa tips yang dapat membuat tidur lebih berkualitas dan cara mempersiapkan lingkungan tidur terbaik agar tidur menjadi lebih sehat.

 

Bentuk Suatu Rutinitas Tidur Lebih Berkualitas

Jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk pola tidur yang baik. Berdasarkan penelitian Mayo Clinici, terlalu sering mengubah waktu tidur akan menyebabkan gangguan pada jam biologis kita.

Waktu tidur yang reguler bahkan pada hari minggu atau hari libur, dapat membantu anda dalam mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

tidur lebih berkualitas
by Ijeab – Freepik.com

Patuhi jadwal waktu tidur, persiapkan pikiran dan tubuh anda untuk tidur, dan buatlah rutinitas sebelum tidur yang nyaman pada jam yang sama setiap malam. Contoh rutinitas yang dapat dilakukan adalah mandi air hangat sebelum tidur, membaca buku, atau melakukan aktivitas lainnya yang dapat membuat anda mengantuk.

Rutinitas ini akan memberikan sinyal bahwa tubuh anda sudah membutuhkan tidur dan akan membantu anda tertidur lebih cepat dan lebih mudah.

 

Jauhkan Benda Elektronik dari Tempat Tidur

Coba untuk menjauhkan tempat tidur dengan perangkat elektronik yang dapat mengganggu anda untuk tertidur.

Berdasarkan National Sleep Foundation, adanya perangkat elektronik disekitar tempat tidur seperti ponsel atau laptop dapat menyebabkan anda sulit tertidur.

tidur sehat
by Whatwolf – Freepik.com

Cahaya biru yang keluar dari layar elektronik akan menahan produksi melatonin (hormon penting untuk tidur) tubuh.

Hindari menonton televisi, bermain laptop, dan mengecek ponsel di atas tempat tidur.

Menguatkan hubungan dan meletakkan suatu pikiran bahwa kasur hanya untuk tidur akan membuat anda lebih nyaman dan mendapatkan tidur lebih berkualitas serta menyehatkan.

 

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung

Bayangkan diri Anda sedang tidur nyenyak. Seperti apa ruangan itu? Bagaimana itu dibandingkan dengan kamar tidur Anda saat ini? Menurut Mayo Clinic, memperbaiki tidur Anda bisa berarti membuat perubahan pada lingkungan Anda.

Pertama, periksa tempat tidur Anda. Apakah itu cukup besar? Apakah Anda terbangun dengan leher yang sakit? Apakah  tempat tidur, kasur, bantal, atau selimut baru bisa membuat perbedaan besar.

lazy sleep
by freepik

Selanjutnya, pikirkan kamar tidur Anda di malam hari. Cahaya, suara, dan suhu adalah beberapa penyebab gangguan tidur yang paling umum. Cobalah mencari cara untuk merubah faktor-faktor tersebut dan ciptakan lingkungan yang tenang, gelap, dan sejuk secara konsisten.

Jika Anda tidak bisa mengabaikan suara bising di sekitar Anda, penyumbat telinga dapat membantu anda.

Gunakan nuansa jendela atau tirai untuk menghalangi cahaya dari luar dan pastikan lampu dalam ruangan tidak menyala. Terakhir, jaga agar suhu kamar Anda tetap nyaman dan sejuk.

 

Perhatikan apa yang Anda Minum Sebelum Tidur

Apa yang Anda minum beberapa jam sebelum tidur bisa membuat atau menghancurkan kemampuan Anda untuk tertidur. Kafein dan alkohol adalah dua penyebab umum yang mengganggu tidur.

Kafein adalah stimulan yang bisa membuat Anda terjaga. Menurut Divisi Sleep Medicine di Harvard Medical School, efek kafein bisa memakan waktu enam sampai delapan jam untuk hilang. Jadi hindari minum minuman berkafein, seperti kopi atau soda, di malam atau sore hari.

Cobalah minum secangkir kecil sesuatu dengan efek menenangkan sebelum tidur, seperti teh herbal panas atau susu. Minum terlalu banyak cairan sebelum tidur bisa menyebabkan anda terus terbagun di malam hari untuk pergi ke toilet, yang juga bisa mengganggu tidur Anda.

 

Semangat dan Coba Lagi Demi Tidur Lebih Berkualitas

Bahkan dengan tips-tips di atas, Anda mungkin masih mengalami kesulitan tidur. Mengikuti jadwal tidur yang teratur adalah hal penting, memaksa diri Anda untuk tidur terkadang menjadi hal yang sia-sia.

Jika Anda masih terjaga setelah 15 menit mencoba tertidur, bangun dari tempat tidur dan melakukan sesuatu yang lain. Mayo Clinic menyarankan melakukan ritual relaksasi tidur Anda lagi. Mandi, baca, atau dengarkan musik yang menenangkan. Lalu kembali tidur ketika kegelisahan karena tidak bisa tertidur sudah lenyap.

Tidak peduli seberapa tergoda Anda, jangan menyalakan televisi, naik komputer, atau periksa pesan di ponsel atau email Anda. Cobalah untuk tidak mengekspos diri Anda pada cahaya terang, suhu ekstrim, atau suara keras. Aktivitas merangsang ini hanya akan membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

 

Referensi:

  1. Healthy sleep tips. (n.d.). Retrieved from org/sleep-tools-tips/healthy-sleep-tips/page/0/1
  2. Mayo Clinic Staff. (2014, June 9). Sleep tips: 7 steps to better sleep. mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/sleep/art-20048379
  3. Sleep and sleep disorders. (2015, March 12) cdc.gov/sleep/index.html
  4. Twelve simple tips to improve your sleep. (2007, December 18) healthysleep.med.harvard.edu/healthy/getting/overcoming/tips
kurang tidur

Alasan Mengapa Tidur Nyenyak Itu Penting

Tidur nyenyak sangat penting bagi kesehatan. Pernyataan ini sama pentingnya dengan pengaruh diet dan olahraga bagi kesehatan. Sayangnya, pada masa saat ini sebagian besar orang mengalami gangguan tidur. Orang-orang pada saat ini tidur dengan durasi yang lebih pendek dan kualitas tidur yang menurun. Artikel ini akan memberikan alasan mengapa tidur nyenyak penting bagi kesehatan.

 

  1. Tidur yang buruk akan membuat seseorang menjadi gemuk

Tidur yang buruk berhubungan erat dengan peningkatan berat badan.

Orang-orang dengan durasi tidur yang singkat lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan orang yang tidurnya adekuat.

Fakta lainnya menunjukkan bahwa semakin pendek durasi tidur merupakan faktor risiko penyebab obesitas.

Salah satu penelitian, menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang tidurnya singkat lebih mungkinmengalami obesitas sebesar 89% dan 55%.

Efek tidur dengan peningkatan berat badan dimediasi oleh beberapa faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk olahraga.

Jika pada saat ini anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka berusahalah untuk tidur dengan kualitas yang baik.

 

  1. Orang yang Tidur Nyenyak Cenderung Mengkonsumsi Sedikit Kalori

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan mengkonsumsi kalori lebih banyak.

Gangguan tidur juga mengganggu fluktuasi harian hormon selera makan dan menyebabkan buruknya regulasi nafsu makan.

Tidur yang kurang nyenyak akan meningkatkan hormon Ghrelin (hormon yang meningkatkan nafsu makan) dan menurunkan kadar Leptin (hormon yang menahan nafsu makan).

 

  1. Tidur Nyenyak Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Tidur memainkan peran penting bagi fungsi otak.

Didalamnya termasuk kognisi (kecerdasan), konsentrasi, produktivitas, dan performa.

Semua fungsi otak ini akan mendapatkan efek negatif karena kurang tidur.

Salah satu penelitian  yang menjadikan dokter muda yang menjalani pendidikan profesi merupakan contoh yang baik untuk kondisi ini.

Dokter muda yang menjalani “jadwal jaga tradisional” akan melakukan kesalahan medis 36% lebih tinggi dibandingkan dengan dokter muda yang mendapatkan waktu tidur cukup.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek menyebabkan dampak negatif terhadap fungsi otak bahkan menyamai dengan dampak yang diakibatkan oleh intoksikasi alkohol.

Tidur yang baik juga menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan meningkatkan performa memori baik pada anak-anak dan orang dewasa.

gangguan tidur
by Dooder – Freepik.com
  1. Tidur yang buruk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kualitas dan durasi tidur memiliki efek yang cukup besar terhadap berbagai faktor risiko.

Faktor yang dipercayai antara lain menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Tinjauan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan durasi yang lebih pendek menunjukkan risiko yang sangat besar untuk penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam.

 

  1. Tidur yang buruk terkait dengan depresi

Isu kesehatan mental, seperti depresi, memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 90%  pasien depresi mengeluhkan gangguan tidur.

Tidur yang buruk juga berhubungan dengan risiko kematian karena bunuh diri.

Orang-orang yang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau gangguan tidur apnea obstruktif  juga dilaporkan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami gangguan tidur.

tidur nyenyak
by Iconicbestiary – Freepik.com
  1. Tidur nyenyak meningkatkan fungsi imunitas

Sebuah penelitian menunjukkan bahkan kehilangan sedikit waktu tidur menggangu fungsi sistem imun.

Penelitian besar yang memonitor perkembangan sakit flu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko 3 kali lipat lebih sering mengalami flu dibandingkan dengan orang yang tidur 8 jam.

Jika anda mengalami flu, pastikan bahwa anda tidur lebih dari 8 jam per hari karena hal ini akan membantu mengembalikan fungsi tubuh anda.

 

Selain diet nutrisi sehat dan olahraga, tidur nyenyak juga merupakan salah satu pilar kesehatan. Anda tidak akan mendapatkan kesehatan yang optimal tanpa mempedulikan kualitas tidur anda.