Featured Image diet detoksifikasi

Diet Detoksifikasi: Tidak Perlu & Tidak Bermanfaat

Ramadan telah usai begitu pula dengan pola hidup sehat puasa Ramadan bagi umat muslim yang menjalankannya. Ketika memasuki bulan Syawal sudah sewajarnya kita juga mengambil langkah positif untuk gaya hidup yang lebih sehat. Tapi, tidak semua klaim terhadap suatu hal yang bermanfaat dan memberikan gaya hidup sehat baik untuk Anda. Salah satu yang tidak perlu dan tidak bermanfaat adalah Diet Detoksifikasi, yang disebut pula sebagai pembersihan, cukup populer akhir-akhir ini.

diet detoksifikasi
diet detoksifikasi

Orang-orang yang mengklaim bahwa detoksifikasi dengan mengonsumsi produk tertentu dapat membantu membuang racun. Selain itu, produk-produk makanan atau minuman ini mengklaim bahwa dapat membantu sistem pencernaan.

 

Bahkan, produk detoksifikasi ini menjanjikan pola hidup yang lebih sehat, berenergi, dan awet muda.

 

Benarkah demikian?

 

Diet detoksifikasi biasanya ditawarkan melalui salah satu hal berikut:

  • Menggantikan makanan dengan produk cairan (serbuk, susu, susu diet, dan lain-lain)
  • Mereka dengan klaim manfaat proses detoksifikasi percaya bahwa proses ini akan membersihkan saluran pencernaan Anda melalui usus besar.
  • Klaim produk-produk tertentu mendukung proses detoksifikasi alami tubuh Anda.

 

Orang-orang ini biasanya akan mengiklankan dan menawarkan produk mereka sebagai saran membersihkan tubuh dari kelebihan racun, mengistirahatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, dan memulai kembali metabolisme tubuh.

 

Sayang, Seribu Sayang, detoksifikasi tidak dapat membuktikan seluruh klaim di atas.

 

Hal yang benar dan ilmiah adalah tidak ada bukti ilmiah bahwa detoksifikasi atau pembersihan, atau pengaturan ulang ini benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan Anda.

 

Beberapa produk dengan aturan pemakaian yang sangat ketat bahkan lebih berbahaya untuk kesehatan dibandingkan dengan kebaikannya.

 

Salah satu produk yang telah terbukti efek buruknya adalah H*rbalif*.

 

H*rbalif*, Klaim Kesehatan dan Efek Sampingnya.

ilustrasi h*rbalif*
ilustrasi h*rbalif*

H*rbalif* merupakan salah satu merek produk kesehatan dan perawatan tubuh. Produk-produk yang mereka tawarkan pada umumnya berupa suplemen makanan atau minuman dan ada pula produk perawatan kulit.

 

Mereka mengklaim bahwa produk yang mereka tawarkan bermanfaat untuk tubuh. Beberapa klaim kesehatan produk mereka antara lain:

  1. Menurunkan dan mengontrol berat badan
  2. Menambah massa otot tubuh
  3. Membuang cairan tubuh yang tidak dibutuhkan (detoksifikasi)
  4. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh
  5. Merawat wajah dan kulit

 

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim kesehatan di atas belum menunjukkan bukti ilmiah.

 

Tapi, malah menunjukkan bahwa salah satu produk yang diklaim dapat melakukan detoksifikasi dan menurunkan berat badan merusak hati (liver).

 

Hepatotoksisitas (kerusakan hati akibat zat kimia) merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh produk ini.

 

Bukti ilmiahnya dapat ditemukan secara luas. Saya cukup memasukkan kata kunci  H*rbalif* pada situs pubmed.com maka akan muncul hasil pencarian yang menujukan bahwa produk berefek hepatoksik.

hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi
hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi

Tapi, saya percaya bagi Anda yang telah ditanamkan paradigma atau keyakinan bahwa detoksifikasi bermanfaat bagi kesehatan, Anda tidak akan mudah percaya dengan tulisan saya ini.

 

Anda juga mungkin telah membaca blog dan artikel lain yang menunjukkan bahwa detoksifikasi memiliki bukti ilmiah.

 

Misalnya pada artikel-artikel di situs berikut:

  • https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/19/173108920/5-aturan-makan-untuk-detoksifikasi-selama-7-hari?page=all
  • https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/
  • https://www.alodokter.com/diet-detoksifikasi-perlu-dan-aman-dilakukan

 

Maka, saya sangat menyarankan Anda untuk terus membaca artikel ini.

 

Kami akan mencoba untuk menghilangkan prasangka klaim manfaat kesehatan tanpa bukti ilmiah dari detoksifikasi yang paling umum dan paling populer.

 

Diet Detoksifikasi Pertama: Jus dan Smoothie untuk pembersihan

ilustrasi jus dan smoothie
ilustrasi jus dan smoothie

Kedua minuman pembersih khusus ini merupakan yang paling populer. Mereka dikatakan dapat menggantikan makanan padat.

 

Terutama untuk jus atau smoothie berbahan dasar buah dan sayuran. Biasanya, jus atau smoothie ini memiliki aturan pembersihan 3 hingga 21 hari.

 

Meskipun, beberapa produk mengharuskan seseorang untuk mengonsumsinya lebih lama.

 

Ada banyak perusahaan yang memproduksi dan menjual jus dan smoothie ini. Beberapa di antaranya bahkan dijual dengan cara multi level marketing.

 

Anda juga dapat membuatnya di rumah atau membeli produk ini di toko khusus.

 

Bila Anda minum jus dan smoothie segar berbahan dasar buah dan sayuran adalah hal yang sehat.

 

Namun, sering kali minuman ini disarankan untuk menggantikan makanan.

 

Jus dan smoothie tentunya memiliki kandungan gizi yang bagus untuk tambahan diet.

 

Tapi, masalah akan muncul bila Anda hanya mengonsumsi mereka untuk diet detoksifikasi.

 

Masalah yang muncul adalah ketika proses yang katanya detoksifikasi (menggunakan minuman) ini akan menghilangkan sebagian besar asupan protein dan lemak dari makanan.

 

Anda tidak hanya akan mengalami kekurangan protein dan lemak tapi juga akan memunculkan efek samping lainnya.

 

Termasuk hepatotoksisitas seperti salah satu produk yang saya sampaikan di atas.

 

Proses menggantikan makanan padat dengan minum jus atau smoothie saja juga dapat menyebabkan gula darah rendah, masalah otak, penurunan konsentrasi dan produktivitas, serta kelelahan.

 

Diet Detoksifikasi Kedua: Detoks untuk Liver

liver
liver

Tren populer lainnya adalah detoks untuk liver. Mereka mengklaim bahwa tujuan detoks liver atau hati ini adalah untuk memberikan dorongan pada sistem detoksifikasi tubuh dengan meningkatkan fungsi hati.

 

Walaupun terdengar cukup meyakinkan dan suatu ide yang bagus tapi sesungguhnya tubuh kita atau liver kita tidak pernah membutuhkan makanan untuk memberikan fungsi yang sehat.

 

Hati atau liver adalah organ tubuh kita dengan berbagai mekanisme yang sangat baik untuk menangani racun.

 

Tidak perlu mengonsumsi produk dengan klaim meningkatkan detoks untuk liver.

 

Cukup mengonsumsi makanan kaya akan buah dan sayur termasuk serat dan kacang-kacangan serta membatasi konsumsi alkohol.

 

Hati Anda akan bekerja pada kondisi puncak.

 

Diet Detoksifikasi Ketiga: Pembatasan Makanan

pembatasan makanan
pembatasan makanan

Salah satu bentuk detoks lainnya adalah membatasi makanan atau kelompok makanan tertentu sebagai cara untuk membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Membatasi atau menghilangkan makanan tertentu dalam daftar makan Anda dapat membantu dalam keadaan atau kondisi tertentu.

Manfaat itu hanya dapat diperoleh bila Anda melakukan pembatasan makanan dengan cara yang benar.

 

Beberapa orang misalnya mendapatkan manfaat dengan menghilangkan atau tidak mengonsumsi susu atau gluten.

 

Begitu pula pada pasien dengan penyakit diabetes mellitus. Pembatasan konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi akan sangat bermanfaat dalam kontrol kadar gula darah.

 

Menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan atau kelompok makanan utuh sekaligus seperti banyak dipromosikan oleh metode detoks tidak akan memberikan dampak positif terhadap tubuh Anda.

 

Diet Detoksifikasi Keempat: Pembersihan Usus Besar (Kolon)

Sebagian proses detoks atau pembersihan yang ditawarkan berupaya untuk membuang racun dari tubuh melalui perubahan pola makan.

 

Salah satu detoks yang terkenal adalah pembersihan usus besar (kolon). Usus besar merupakan organ akhir saluran pencernaan yang bertugas untuk membersihkan tubuh dari racun.

 

Sering kali, produk-produk dengan klaim pembersihan usus besar menyebabkan usus besar bekerja lebih cepat dan menyebabkan sering buang air besar.

 

Kondisi ini sangat tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kram perut, muntah, dan diare. Bahkan masalah yang lebih serius dapat muncul seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Usus berlubang
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan masalah ginjal dan jantung

 

Alih-alih mencoba detoksifikasi usus besar sebaiknya Anda mengonsumsi makanan tinggi serat untuk membersihkan racun pada usus.

 

Serat sangat efektif menghilangkan bagian-bagian makanan yang tidak tercerna usus besar yang menyebabkan sembelit dan perut kembung.

 

Mengapa Detoksifikasi Tidak Perlu dan Tidak Efektif

tidak efektif dan tidak bermanfaat
tidak efektif dan tidak bermanfaat

Secara teori, detoks merupakan kata yang terdengar cukup baik. Tapi, kenyataannya tindakan ini sama sekali tidak dibutuhkan.

 

Detoks bukan cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Tubuh kita sudah memiliki organ detoks luar biasa yaitu liver (hati).

 

Tugas utama organ ini adalah membuang zat racun atau mengubah racun menjadi zat tidak berbahaya yang dapat dimanfaatkan kembali atau dibuang oleh tubuh.

 

Dengan kata lain, liver atau hati Anda melakukan pekerjaan yang cukup berat untuk membersihkan segala jenis racun yang masuk ke dalam tubuh.

 

Tapi, bagaimana dengan orang yang mengonsumsi produk dengan klaim detoks tertentu mendapatkan manfaat dari upaya mereka.

 

Misalnya, pada orang dengan berat badan yang berkurang. Orang-orang ini mungkin mengalami penurunan berat badan dengan program detoks karena mereka tidak mengonsumsi makanan.

 

Berat hilang karena tubuh menggunakan massa lain untuk membentuk energi misalnya lemak dan protein dan dalam prosesnya melepaskan air.

 

Kesimpulan

Singkatnya, Detoksifikasi tidak diperlukan. Tindakan ini juga tidak efektif.

 

Jika Anda khawatir dengan kesehatan Anda, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan selain menjalani program detoks.

 

Terlebih lagi bila Anda menghabiskan sebagian uang Anda untuk membeli produk dengan klaim detoks yang luar biasa.

 

Ingat bahwa “TERLALU BAGUS UNTUK MENJADI KENYATAAN PASTI SEBUAH PENIPUAN”.

 

Kesehatan menyeluruh (holistik) berasal dari kebahagiaan, kepercayaan diri, dan pemahaman terkait tubuh Anda.

 

Hanya Anda yang paling paham tentang kebutuhan tubuh Anda.

 

Pilihan lain untuk mempertahankan kesehatan tubuh Anda antara lain:

  • Minum cukup air
  • Konsumsi makanan tinggi serat
  • Kurangi konsumsi gula dan garam
  • Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran
  • Hindari makanan olahan
  • Luangkan waktu Anda untuk istirahat dan tidur yang cukup
  • Latihan pernapasan juga dan olahraga teratur

 

Jangan mengambil risiko untuk mencoba suatu produk dengan klaim detoksifikasi padahal hal tersebut tidak terbukti, merugikan, dan dapat membahayakan tubuh Anda.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Mishori R, et al. (2011). The dangers of colon cleansing.

https://mdedge.com/sites/default/files/Document/September-2017/6008JFP_Article1.pdf

  1. A Caution Against Detoxes: Breaking Down the 4 Most Popular Types

https://www.healthline.com/health/food-nutrition/detox-cleanses-do-diets-work

Featured Picture Produk Detoksifikasi

8 Ciri Produk Detoksifikasi Anda adalah “PENIPUAN”

Sebelum Anda tertipu untuk membeli karena beberapa orang menawarkan produk detoksifikasi atau produk detoks yang kata mereka dapat membantu untuk membuang racun pada tubuh Anda maka ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk membaca artikel ini.

 

Anda pasti pernah melihat iklan atau testimoni untuk semua bentuk produk detoksifikasi. Detoksifikasi sendiri berarti proses penawaran atau penetralan racun di dalam tubuh.

produk detoksifikasi
Produk detoksifikasi (Sumber: pixabay.com)

Apotek lokal di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda juga mungkin memiliki rak yang berisi suplemen atau peralatan yang menjanjikan iming-iming kesehatan yang cukup signifikan seperti:

  • Menghilangkan flek hitam dan mencerahkan kulit
  • Membuang racun dan lemak pada saluran pencernaan (usus)
  • Membuang racun pada paru-paru seorang perokok
  • Menjanjikan Anda menjadi lebih langsing

 

Bahkan beberapa orang di media sosial seperti Facebook atau Instagram mempromosikan produk serbuk dari ekstrak tanaman tertentu yang bermanfaat sebagai detoksifikasi.

 

Mereka selalu mengklaim bahwa detoksifikasi tubuh dapat dilakukan oleh produk-produk itu dan dapat membuat Anda menjadi lebih baik dan tampak lebih sehat.

 

Sayangnya, sebagian besar produk detoksifikasi yang dipasarkan tidak berguna dengan baik, mahal, berpotensi berbahaya, dan malah buruk bagi kesehatan.

 

Percaya atau tidak, sebagian besar produk detoksifikasi itu hanya berhasil membersihkan tabungan uang Anda bukan racun dari tubuh Anda.

 

Berikut ini adalah sepuluh tanda bahwa Anda mungkin telah ditipu dengan iming-iming produk detoksifikasi dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat.

 

 

  1. Perhatikan kata “homeopati” pada produk detoksifikasi

Produk dengan kata homeopati terlihat seperti obat konvensional ketika disimpan di rak toko.

detoksifikasi
Teh Detoks (Sumber: pixabay.com)

Homeopati sering disalahpahami sebagai obat alami mirip dengan produk herbal.

 

Pemasaran dan pelabelan ini mendorong persepsi ini, sering menggambarkan homeopati sebagai sistem penyembuhan “lembut” dan “alami”, dan menempatkan istilah samar seperti  di samping nama-nama Latin panjang dari apa yang tampaknya merupakan bahan aktif.

 

Tetapi tidak seperti obat konvensional, produk homeopati tidak mengandung “obat” sama sekali.

 

Mereka secara efektif dan kadang-kadang secara harfiah disebut sebagai pil gula-plasebo.

 

Tidak mengherankan, tidak ada bukti yang meyakinkan untuk menunjukkan bahwa homeopati memiliki nilai medis.

 

 

  1. Detoks mengklaim untuk menghilangkan atau mengobati Candida

Jika Anda membaca majalah kesehatan alternatif, buku atau situs web, Anda akhirnya akan melihat gagasan yang dipromosikan bahwa tubuh kita semua tampaknya dipenuhi dengan Candida (ragi).

 

Candida albicans adalah jamur yang paling banyak terdapat di tubuh kita.

 

Namun, jamur ini jarang menjadi penyebab penyakit serius atau berkepanjangan.

 

Infeksi yang lebih umum disebabkan oleh jamur ini adalah sariawan (infeksi mulut) atau vaginitis (biasa disebut infeksi ragi), yang keduanya mudah diobati dengan obat anti-jamur.

 

Infeksi Candida serius sangat jarang, dan biasanya hanya terlihat pada mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Seperti pada pasien yang menjalani kemoterapi untuk kanker atau kondisi AIDS.

 

Jadi bila ada yang mempromosikan produk detoksifikasi dengan iming-iming menghilangkan Candida dari tubuh Anda maka itu adalah suatu penipuan.

 

Sebab kita tidak perlu menghilangkan jamur ini dari tubuh kita.

 

Kita hanya perlu mengobatinya dengan obat anti jamur bila dia sudah menjadi penyebab infeksi pada tubuh.

 

  1. Infus vitamin intravena

Pernahkah Anda mendapatkan suntikan vitamin yang biasanya berwarna merah di bokong atau melalui infus pada tangan Anda?

vitamin intravena detoksifikasi
Vitamin Untuk Detoks (Sumber: pixabay.com)

Sayangnya, terlepas ada manfaat yang Anda rasakan dan semua dukungan dari atlet pro atau selebriti, tidak ada bukti yang dapat dipercaya untuk menyarankan bahwa infus vitamin rutin diperlukan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan ini tidak memiliki manfaat kesehatan yang berarti.

 

Infus vitamin adalah kreasi pemasaran, memberikan ilusi bahwa Anda melakukan sesuatu untuk kesehatan Anda, tetapi tidak memiliki khasiat yang terbukti secara ilmiah.

 

Ya, ada peran medis yang mapan untuk vitamin yang dapat disuntikkan, meskipun tidak ada obat penambah energi, semuanya digunakan untuk menggantikan apa yang seharusnya kita peroleh dalam makanan kita, ketika kita “tidak bisa makan”.

 

Namun, meskipun bukti ilmiah yang baik sangat kurang terkait manfaat kesehatan dari tindakan ini. Banyak orang yang percaya bahwa tindakan pemberian vitamin intravena dapat bermanfaat.

 

Jika Anda perlu hidrasi, minumlah air.

 

Dan jika tubuh Anda membutuhkan vitamin, makanlah beberapa makanan (sayur dan buah) berwarna.

 

Dan jika Anda terlalu capek maka beristirahatlah (tirah baring), bukan tetap bekerja setelah mendapatkan suntikan vitamin.

 

 

  1. Produk tersebut adalah kopi tapi bukan kopi untuk Anda minum

Mengkonsumsi kopi untuk sebagian besar orang adalah aman dan bahkan mungkin bermanfaat.

kopi detoks
Kopi Detoks (Sumber: pixabay.com)

Namun, ada kepercayaan kesehatan alternatif yang tersebar luas bahwa satu-satunya manfaat nyata kopi diberikan ketika Anda memasukkannya ke dalam dubur.

 

Meskipun kopi enema ini menjadi salah satu produk yang sedang terkenal. Kopi enema dianggap tidak aman dan harus dihindari.

 

Efek samping yang jarang tetapi serius seperti septikemia (bakteri dalam aliran darah), perforasi dubur, dan kelainan elektrolit telah disebabkan oleh enema kopi.

 

Kematian akibat pemberian enema kopi telah dilaporkan.

 

Enema kopi berakar sebagai bagian dari “Perawatan Gerson” untuk kanker, yang dikembangkan oleh dokter Max Gerson pada tahun 1940-an.

 

Rejimennya termasuk enema kopi, suplemen, jus, dan suntikan hati anak sapi.

 

Pendekatan ini telah diselidiki dan terbukti tidak berguna untuk pengobatan kanker. Beberapa pendukung kopi enema percaya bahwa komponen kimia kopi merangsang fungsi hati dan kandung empedu.

 

Tidak ada bukti yang dapat dipercaya untuk menyarankan ini terjadi, atau bahwa itu perlu.

 

Hati dan kantong empedu Anda tidak memerlukan enema kopi untuk bekerja secara efektif.

 

  1. Produk tersebut Berisi Arang Aktif

Arang aktif adalah obat yang digunakan secara rutin untuk keracunan.

arang aktif
Arang Aktif (Sumber: pixabay.com)

Jadi apakah itu akan berhasil jika Anda terlalu banyak mengonsumsi alkohol atau bir?

 

Dibandingkan dengan protokol detoksifikasi nyata, jumlah arang dalam produk detoksifikasi sangat kecil.

 

Dan terlepas dari gembar-gembor pemasaran, arang aktif tidak memiliki kemampuan untuk menyedot bahan kimia beracun dari seluruh tubuh Anda setelah diserap.

 

Efeknya terbatas pada saluran pencernaan saja, dan itu telah dipelajari dalam situasi keracunan saja.

 

Sementara menelan arang mungkin akan ditoleransi dengan baik, mengonsumsinya sebagai diet sehat adalah sesuatu hal yang harus Anda hindari.

 

Arang aktif mengikat vitamin seperti asam askorbat (vitamin C), niasin, piridoksin (vitamin B6), tiamin (vitamin B1) dan biotin, sehingga berpotensi membuat makanan dan minuman yang Anda konsumsi menjadi kurang bergizi.

 

Satu-satunya alasan Anda harus menggunakan arang aktif adalah ketika dokter ruang gawat darurat memberi tahu Anda bahwa arang akan menyelamatkan hidup Anda.

 

Kalau tidak, anggap produk apa pun dengan arang aktif sebagai bendera peringatan untuk sesuatu yang dipromosikan tanpa bukti ilmiah yang kredibel serta merupakan usaha menguras kantung Anda.

 

  1. Segala sesuatu yang membanggakan “Alkali”

Gagasan bahwa keasaman tubuh kita perlu dipantau dan disesuaikan secara teratur selalu dipromosikan oleh penjual produk-produk alkali tertentu dan pada umumnya dipasarkan melalui mekanisme multi level marketing (MLM).

air alkali
Air Alkali (Sumber: pixabay.com)

Ada kepercayaan yang tersebar luas bahwa apa pun yang membuat tubuh “asam” adalah buruk dan apa pun yang basa atau “alkali” itu baik.

 

Tapi semua ini omong kosong, dirancang untuk membingungkan Anda tentang ilmu biokimia dasar.

 

Skala pH adalah ukuran keasaman suatu cairan. PH 7 adalah netral.

 

Apa pun yang lebih rendah disebut asam, apa pun yang lebih tinggi adalah basa, atau ALKALI.

 

PH adalah skala logaritmik yaitu skala dengan perbedaan 1 pH adalah perbedaan 10x lipat.

 

PH darah kita adalah 7,4, sedikit alkali atau basa.

 

Enzim yang memfasilitasi reaksi kimia dalam sel hanya bekerja dalam kisaran pH yang sempit.

 

Setiap perubahan signifikan berarti kematian sel yang hampir pasti terjadi.

 

Serangkaian penyangga (buffer) dan mekanisme kompensasi menjaga serta mempertahankan pH dalam darah kita tidak bergerak jauh dari angka 7,4.

 

Karena darah bersirkulasi ke seluruh tubuh terus-menerus, ia dapat mengkompensasi perubahan pH di organ mana pun (misalnya Otot kita selama latihan intens).

 

Karbon dioksida (CO2) adalah asam yang paling umum di tubuh kita, dan merupakan produk dari aktivitas sel.

 

Darah membawa CO2 dan menghilangkannya di paru-paru. Paru-paru sebenarnya menyediakan sumber asam terbesar di tubuh kita.

 

Semua yang kita makan dipecah oleh asam lambung.

 

PH di lambung kita adalah sekitar 3, sangat asam, karena lambung menghasilkan asam klorida.

 

Segala sesuatu yang dikeluarkan dari lambung kita, ke dalam usus, kemudian segera dinetralkan oleh cairan pencernaan dan enzim.

 

Efek bersihnya adalah semua yang kita makan atau minum dan cerna pada akhirnya akan berada pada pH sesuai dengan pH usus kita.

 

Tidak ada yang Anda makan atau minum akan memiliki efek signifikan pada pH makanan setelah mencapai usus Anda untuk diserap.

 

Jadi klaim bahwa “keasaman adalah akar dari semua penyakit” tanpa dasar ilmiah sekali dan mencerminkan kurangnya pemahaman fisiologi dasar dan biokimia.

 

Jika produk detoksifikasi Anda mengklaim dapat “mengembalikan” keseimbangan asam-basa Anda, atau seharusnya membuat Anda lebih “alkali”.

 

Percayalah itu adalah tanda pasti penipuan.

 

  1. Produk detoksifikasi tidak menyebutkan racun spesifik yang dikeluarkan

 

Materi pemasaran untuk perawatan detoks biasanya akan mencantumkan gejala dan bahkan penyakit yang diklaim sebagai dampak banyaknya racun pada tubuh.

 

Beberapa penyakit yang cukup umum terjadi pada siapa saja, misalnya:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Susah tidur, dan
  • Lapar

 

Atau beberapa penyakit yang cukup spesifik menakut-nakuti Anda untuk membeli seperti kanker.

 

Racun mana yang menyebabkan penyakit apa, dan bagaimana racun menyebabkan gejalanya tidak pernah benar-benar dijelaskan.

 

Terlepas dari beragam racun yang diklaim sebagai penyebab penyakit Anda, klaim pemasaran untuk produk detoksifikasi palsu tidak akan pernah mencantumkan racun yang dibuang itu.

 

Hal ini terjadi karena produk tersebut tidak pernah terbukti benar-benar menghilangkan racun sama sekali.

 

Mereka selalu gagal menghubungkan toksin spesifik dengan gejala atau penyakit tertentu.

 

Tidak ada bukti ilmiah yang dapat dipercaya untuk menunjukkan bahwa detoksifikasi benar-benar mengeluarkan racun yang merupakan penyebab masalah kesehatan.

 

 

  1. Produk detoksifikasi mengatakan dapat membersihkan organ tubuh Anda

 

Salah satu ide yang dipromosikan secara luas tentang “detoksifikasi” adalah yang bertindak seperti semacam pembersih untuk organ tubuh Anda.

detoksifikasi organ
Detoksifikasi Organ (Sumber: pixabay.com)

Iklan detoks menggambarkan hati dan ginjal Anda sebagai penyaring yang berfungsi, tempat racun ditangkap dan disimpan secara fisik.

 

Mereka mengatakab bahwa organ-organ ini harus dibersihkan secara berkala, seperti Anda membersihkan penyaring udara pada AC atau mengganti filter udara di mobil Anda.

 

Tetapi kenyataannya adalah, ginjal dan hati tidak bekerja seperti ini.

 

Hati melakukan serangkaian reaksi kimia, menggunakan enzim, untuk mengubah zat beracun menjadi zat yang dapat dihilangkan melalui empedu atau ginjal.

 

Hati adalah organ yang dapat membersihkan tubuhnya sendiri dan racun tidak menumpuk di dalamnya, dan kecuali Anda telah mengalami penyakit hati.

 

Ginjal mengeluarkan produk-produk limbah hasil metabolisme ke dalam urine.

 

Jika tidak dibuang oleh ginjal, zat tersebut tetap berada dalam darah.

 

Iklan-iklan marketing berargumen bahwa salah satu organ membutuhkan “pembersihan” hanya menunjukkan kurangnya pemahaman mereka dalam ilmu biokimia.

 

Organ Anda baik-baik saja dan tidak butuh produk detoks.

 

Jadi apa itu detoksifikasi yang baik?

 

Ada alasan mengapa kita jatuh cinta pada pemasaran detoksifikasi adalah karena kita tampaknya dirancang untuk percaya bahwa kita membutuhkannya.

 

Ide-ide populer detoksifikasi dan pembersihan tidak memiliki dasar dalam kenyataan dan tidak dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah.

 

Tidak ada bukti yang diterbitkan untuk menunjukkan bahwa perawatan detoksifikasi.

 

Tindakan Detoks memusatkan perhatian pada masalah yang tidak relevan, memberi kesan bahwa Anda dapat membatalkan keputusan gaya hidup dengan perbaikan cepat.

 

Peningkatan kesehatan tidak ditemukan dalam sekotak herbal, sebotol homeopati, atau sekantong kopi yang dimasukkan ke dalam dubur Anda.

 

Pengaruh gaya hidup dari pola makan yang buruk, kurang olahraga, merokok, kurang tidur, dan penggunaan alkohol atau narkoba adalah penyebab utama tubuh mengalami penyakit tidak menular.

 

Ginjal dan hati kita tidak memerlukan perawatan detoksifikasi.

 

Jika ada yang menyarankan detoksifikasi atau pembersihan kepada Anda, ingatlah bahwa Anda mendengar promosi pemasaran agar produk mereka laku terjual.

 

Menjual testimoni orang-orang yang katanya mendapatkan manfaat setelah mengonsumsi produk tersebut tanpa bukti ilmiah.

 

Percayalah produk detoksifikasi yang dijual kepada Anda adalah penipuan dan penjualnya sedang menjelaskan kondisi imajiner yang tidak nyata kepada Anda.