solusi jurnal kedokteran

Pusing Mencari Jurnal Kedokteran? Ini Solusinya

Pernah merasa pusing dan kesulitan dalam menemukan sumber informasi kedokteran tepercaya yang Anda butuhkan? Terutama untuk tugas karya ilmiah, skripsi, atau tesis Anda. Bila jawaban Anda adalah “YA” maka Anda sedang berada pada artikel yang tepat. Pada artikel ini kami akan memberikan informasi terkait 7 mesin pencari jurnal kedokteran yang dapat memudahkan Anda dalam menemukan referensi kedokteran.

cari jurnal
(Sumber: pexels.com)

Akses terhadap informasi kesehatan dan medis yang kredibel merupakan salah satu hal yang penting. Terutama saat Anda sedang mencari referensi untuk tugas penulisan Anda.

 

Untuk itu Anda butuh masuk ke dalam mesin pencari jurnal kedokteran yang tepercaya.

 

Mesin pencari ini akan sangat membantu Anda dalam menemukan informasi sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Mesin pencari artikel jurnal kedokteran adalah platform online yang memusatkan dan memungkinkan Anda menemukan literatur dari berbagai topi kedokteran dalam waktu yang cepat.

 

Bajpai AK et al dalam publikasinya berjudul “In search of the right literature search engine(s)” menemukan bahwa:

 

Menggunakan lebih dari satu platform pencarian akan menghasilkan pencarian yang lebih luas dan lebih baik dibandingkan hanya menggunakan satu mesin pencari saja.

 

Meski pun demikian, kami tidak merekomendasikan Anda untuk mencoba melakukan pencarian pada semua mesin pencari jurnal kedokteran yang kami sarankan pada artikel ini.

 

Silakan bandingkan masing-masing mesin pencari yang kami rekomendasikan dan temukan dua atau tiga mesin pencari yang menurut Anda paling dapat diandalkan untuk mencari informasi kedokteran.

 

Kami juga menyertakan setiap link menuju halaman mesin pencari atau database jurnal kedokteran tersebut.

 

Menemukan Jurnal Kedokteran pada Mesin Pencari Jurnal

jurnal kedokteran online
(Sumber: pexels.com)

Mesin pencari dirancang dengan mengintegrasikan database akademik online dari berbagai jenis literatur yang diterbitkan dan diarsipkan.

 

Suatu database jurnal medis yang besar akan mengindeks artikel dari ribuan jurnal kedokteran di seluruh dunia.

 

Berikut ini adalah beberapa database yang biasa digunakan untuk menemukan informasi kedokteran yang kredibel:

  • EMBASE – dimiliki oleh Elsevier dengan lebih dari 29 juta publikasi
  • MEDLINE – merangkum lebih dari 22 juta artikel yang diterbitkan oleh jurnal bidang biomedis
  • PsycINFO – berisi lebih dari 3,5 juta publikasi
  • Cochrane Database of Systematic Review (CDSR) – database khusus yang mengumpulkan berbagai tinjauan sistematis bidang biomedis
  • MedlinePlus

 

Untuk menemukan jurnal yang tepat maka Anda harus tahu pula tentang mesin pencari yang paling kredibel.

 

Inilah 7 mesin pencari andal untuk penulisan kesehatan atau kedokteran Anda.

 

7 Mesin Pencari Jurnal Kedokteran Terbaik

mesin pencari jurnal
(Sumber: pexels.com)

1. PubMed

PubMed adalah mesin pencari online pertama yang sering kami gunakan setiap kali membutuhkan artikel kedokteran.

 

PubMed merupakan mesin pencari online gratis dari berbagai artikel jurnal kedokteran yang dikelola oleh United States National Institutes of Health’s National Library of Medicine (NLM).

 

Mesin pencari ini berisikan 25 juta catatan dan dapat digunakan untuk melakukan pencarian dalam beberapa database.

 

Termasuk dengan melakukan pencarian langsung pada MEDLINE dan publikasi NLM lainnya seperti MedlinePlus.

 

Ketika menggunakan PubMed, Anda dapat dengan mudah mempersempit pencarian Anda untuk topik tertentu.

 

Pencarian Anda juga lebih dimudahkan dengan adanya MeSH (judul teks subjek kedokteran) yang bisa digunakan untuk memfilter dan menemukan artikel jurnal tertentu.

 

2. Ovid

Jika universitas Anda berlangganan database jurnal kedokteran tertentu maka salah satu diantaranya adalah mesin pencari yang mencari database pada MEDLINE seperti Ebscohost, ProQuest, dan Ovid.

 

Menurut kami, Ovid merupakan mesin pencari yang sebanding dengan PubMed.

 

Ovid juga memiliki kelebihan dibandingkan PubMed yaitu mencari lebih banyak database dibandingkan PubMed.

 

Bila PubMed hanya mencari database pada MEDLINE maka Ovid dapat melakukan pencarian selain MEDLINE, termasuk EMBASE dan Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR).

 

Hal ini akan memperluas pencarian Anda dan Anda akan mendapatkan lebih banyak hasil pencarian.

 

Lebih banyak hasil pencarian berarti lebih banyak bukti yang dapat digunakan untuk tulisan ilmiah Anda.

 

3. Web of Science

Web of Science merupakan salah satu mesin pencarian dengan database lebih dari 8.700 jurnal ilmiah dari Thomson Reuters.

 

Database ini memuat berbagai publikasi internasional terutama dari wilayah Asia Pasifik.

 

Web of Science memiliki database untuk mencari data penelitian ilmiah kedokteran yang sedang tren jika Anda menuliskan protokol (“protocols”) atau pedoman (“guidelines”) dalam kolom pencarian.

 

Mesin pencari ini mencakup lebih dari 250 disiplin keilmuan di bidang sains, ilmu sosial, seni, dan humaniora.

 

4. ScienceDirect

Pasti Banyak yang familiar dengan ScienceDirect.

 

Mesin pencari ini berisi database jurnal kedokteran yang dapat membantu Anda dalam menyelesaikan penulisan tugas ilmiah.

 

Pada mesin pencari ini Anda bisa menemukan artikel di lebih dari 3.800 jurnal sains, teknologi, dan kedokteran yang dimiliki oleh penerbit Elsevier.

 

Portal serupa lainnya adalah SpringerLink yang memiliki akses ke lebih dari lima juta artikel jurnal kedokteran yang dimiliki oleh penerbit Springer.

 

5. Scopus

Pada tahun 2006, seorang peneliti Amerika menulis ulasan yang menyarankan bahwa, jika Anda secara teratur menggunakan Web of Science untuk mencari artikel, Scopus bisa menjadi pelengkap yang hebat.

 

Scopus adalah database besar lebih dari 60 juta literatur peer-review yang juga dimiliki oleh Elsevier.

 

Scopus berinteraksi dengan database EMBASE dan MEDLINE untuk mencari artikel jurnal.

 

Anda dapat mengakses artikel teks lengkap dari lebih dari 4.200 jurnal teks lengkap, namun login mungkin diperlukan melalui berlangganan untuk beberapa artikel jurnal teks lengkap.

 

6. Cochrane Library

Jika Anda mencari artikel jurnal yang memuat tinjauan sistematis atau meta-analisis, Anda harus mencarinya di Cochrane Library.

 

Selain hasil yang diperoleh dari Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR), hasil pencarian Cochrane Library juga dapat mencakup penelitian terkontrol  yang terdapat pada MEDLINE dan EMBASE, protokol dan editorial Cochrane.

 

Cochrane Library adalah platform pencarian berbasis langganan. Namun, beberapa artikel akses terbuka dapat diperoleh, tergantung pada kapan artikel tersebut diterbitkan.

 

7. Google Cendekia

Last but not least, Google Cendekia. Mesin pencari jurnal kedokteran gratis yang mengindeks artikel jurnal dari berbagai database.

 

Jika Anda secara teratur menggunakan Google untuk melakukan pencarian secara online maka menggunakan Google Cendekia adalah mudah bagi Anda.

 

Trik melakukan pencarian jurnal pada Google Cendekia persis sama dengan pencarian di Google termasuk dengan menggunakan logika Boolean (AND, OR, NOT) dan berbagai trik pencarian lainnya.

 

Google Cendekia adalah mesin pencari artikel jurnal online yang bagus digunakan setelah Anda melakukan pencarian awal pada 6 mesin pencari jurnal di atas.

 

Jika Anda mengalami kesulitan menemukan artikel yang diinginkan maka kemungkinan Anda dapat menemukannya dengan pencarian pada Google Cendekia.

 

Mesin Pencari Jurnal Kedokteran Open-Access

cari jurnal kedokteran
(Sumber: pexels.com)

Jika Anda tidak mendapatkan akses penuh terhadap artikel full-text dari Institusi Anda maka, terdapat beberapa mesin pencari jurnal kedokteran yang dapat Anda gunakan untuk mencari artikel jurnal gratis atau open-access.

 

Mesin pencari tersebut antara lain:

  • Free Medical Journals – mengindeks lebih dari 4.832 jurnal peer-reviewed dengan open-access
  • Highwire Press – dikelola oleh Universitas Stanford, mesin pencari ini memuat lebih dari 3.000 jurnal high impact. Lebih dari setengahnya tersedia sebagai artikel full-text gratis.
  • Omni Medical Search – Anda dapat melakukan pencarian dan mendapatkan jurnal gratis dari lebih 250 jurnal yang memuat sekitar 55 topik kedokteran.

 

 

Apa mesin pencari jurnal kedokteran pilihan Anda untuk menemukan artikel jurnal? Silakan beri tahu kami pada kolom komentar di bawah.

 

literatur kedokteran

Trik Pencarian Literatur Kedokteran “Termudah” Dengan Mesin Pencari

Hingga detik ini, terdapat milyaran halaman pada mesin pencari yang dapat membatu kita untuk menemukan apa yang kita butuhkan. Jumlah halaman dan informasi yang sangat besar secara online merupakan keuntungan sekaligus kerugian terbesar Internet. Alih-alih menggunakan metode browsing manual pada situs, mesin pencari (seperti google) akan memberikan kita akses kepada halaman dengan kata kunci yang kita cari. Artikel ini memuat tips dan trik pencarian literatur kedokteran yang berfokus pada mesin pencari.

 

Bagaimana Mesin Pencari Bekerja?

Mesin pencari menggunakan robot (juga dikenal sebagai spider atau crawlees). Robot merupakan suatu program yang dapat secara otomatis mengikuti hyperlinks dari suatu dokumen ke dokumen lainnya dan mengirimkan informasi sistus baru kembali kepada repositori utama mesin pencari untuk kemudian dimasukkan ke dalam indeks mesin pencari.

Karena sifat sistus yang dinamis maka robot akan mengindeks huruf yang mereka temukan dan menempatkan mereka ditempat mereka ditemukan.

Mekanisme ini menyebakan website yang diketahui terindeks pertama pada urutan menjadi situs yang terkakses melalui mesin pencari.

 

Dasar-Dasar Melakukan Pencarian Online Dengan Google

Pada halaman utama, permintaan pencarian dapat dilakukan dengan memasukkan kata kunci pencarian pada kotak pencarian. Hasil pencarian akan diperoleh dengan mengklik tombol “Google Search”.

pencarian literatur kedokteran

Alternatif pencarian yang lebih cepat adalah dengan menekan tombol “I’m Feeling Lucky” yang akan segera membawa pengguna ke entri pertama hasil penelusuran dengan asumsi bahwa hasil tersebut merupakan sumber daya terbaik yang memungkinkan.

Halaman khas hasil pencarian menampilkan sidebar pada sisi kiri atau atas yang menunjukkan fungsi pencarian tambahan seperti pencarian hanya berupa gambar, video, atau berita.

Jumlah hasil pencarian dan waktu yang dibutuhkan untuk mengindeks seluruh hasil pencarian tersebut terdapat pada bagian bawah kotak pencairan yang berisi kata kunci pencarian.

Untuk setiap hasil pencarian, judul situs, URL, dan deskripsi singkat dari situs tersebut akan ditampilkan.

Urutan hasil pencarian ditentukan berdasarkan algoritma tertentu dari Google.

hasil pencarian literatur kedokteran

Terdapat beberapa trik dan operator yang dapat memfasilitasi pencarian pada mesin pencari untuk melakukan pencarian dengan menghapus kata tertentu, hanya mencari pada situs web tertentu, atau jenis file tertentu.

Operator dan trik tersebut akan ditampilkan pada tabel berikut.

contoh penggunaan operator pencarian literatur kedokteran

Bagaimana Melakukan Pencarian Literatur Kedokteran Online Yang Lebih Baik?

Berikut ini beberapa saran dan kiat yang dapat membantu anda untuk memperoleh hasil pencarian yang lebih baik:

  • Kata kunci harus setepat mungkin
  • Fokus hanya mencari kata kunci yang anda inginkan
  • Persempit pencarian dengan menggunakan operator yang tepat (misalnya AND, OR, intitle, dan lain-lain)
  • Persempit hasil pencarian dnegan menggunakan lebih banyak langkah pencarian, hasil pencarian pertama tidak selalu mengarah ke informasi yang Anda cari
  • Berpikirlah bila seandainya Anda merupakan penulis informasi yang akan Anda cari dan kata kunci apa yang akan Anda gunakan untuk informasi tersebut.

 

Bila Anda ingin mencari dokumen PDF yang didalamnya terdapat judul hipertensi tapi tidak memiliki informasi terkait tatalaksana di dalamnya maka kata kunci pencarian yang paling tepat untuk dokumen tersebut adalah:

filetype:PDF intitle:hipertensi -tatalaksana

Kata kunci tersebut akan memberikan hasil pencarian yang lebih relevan.

Ini merupakan contoh yang paling tepat dalam melakukan pencarian literatur kedokteran yang berfokus pada mesin pencari.

Strategi pencarian ideal untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih baik harus dilatih dengan menggunakan lebih banyak kata kunci yang tepat atau operator pencarian.

Melatih kemampuan Anda dalam mempersempit hasil pencarian akan lebih menghemat waktu dan usaha yang Anda butuhkan untuk melakukan pencarian literatur kedokteran di kemudian hari.

 

Mesin Pencari Dalam Pecarian Literatur Kedokteran Dan Penelitian

Pubmed.com merupakan salah satu mesin pencari yang paling terkenal yang mengindeks seluruh situs yang berfokus pada topik atau sub topik kedokteran dan penelitian. Situs ini diluncurkan dan dikelola oleh The United States National Library of Medicine at the National Institutes of Health dan menyediakan sitasi lebih dari 22 juta repositori dari literatur biomedis dan kedokteran.

Pencarian melalui pubmed.com pada umumnya dapat dilakukan dengan memiliki bidang spesifik yang diinginkan atau topik penelitian. Metode pencarian ini dapat memfasilitasi alur pencarian Anda dengan sedikitnya menggunakan 2 langkah.

Akun gratis dapat didaftarkan pada pubmed.com dan dapat melakukan penyimpanan hasil pencarian dan juga mengirimkan pemberitahuan melalui email apabila terdapat publikasi terbaru terkait dengan kata kunci yang diinginkan secara otomatis.

 

Melakukan Pencarian Literatur Menggunakan Google Scholar

Google Scholar yang diluncurkan pada tahun 2004 merupakan salah satu mesin pencari yang mengindeks literatur ilmiah full text dan berbayar. Mesin ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan pencarian dengan cukup mudah namun memiliki beberapa tools yang dapat digunakan untuk membantu pencarian.

pencarian literatur kedokteran dengan google scholar

Tools tersebut termasuk untuk menyaring tanggal, relevansi, atau jenis dokumen. Mesin ini juga menampilkan berapa kali artikel atau tulisan telah digunakan sebagai sitasi pada artikel lainnya.

Mesin pencari ini dikembangkan oleh google sehingga operator pencarian google juga dapat digunakan pada google scholar.

 

Referensi

  1. Pew Internet: the social life of health information. 2011. http://pewinternet. org/Reports/2011/Social-Life-of-Health-Info/Summary-of- Findings.aspx. Accessed 8 Aug 2017.
  2. Top 15 Most Popular Search Engines. http://www.ebizmba.com/articles/ search-engines
  3. Google’s new record, 1 billion visitors in May. http://itsalltech. com/2011/06/22/googles-new-record-1-billion-visitors-in-may/ . Accessed 4 Sept 2017.
  4. http://en.wikipedia.org/wiki/PubMed . Accessed 28 Jan 2018.
mahasiswa kedokteran

Mahasiswa Kedokteran: Hal-Hal yang Harus Diketahui

Pendidikan kedokteran pada masa kini bertujuan untuk menyediakan sekumpulan orang yang berpengetahuan, terampil, selalu up to date sebagai profesional dibidang kesehatan yang menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Pendidikan kedokteran dibagi menjadi tiga fase yaitu: preklinik (mahasiswa kedokteran), klinik (pendidikan profesi dokter/dokter muda), dan pengembangan pendidikan kedokteran berkelanjutan (pendidikan spesialis/residen dan subspesialis). Tidak dapat kita pungkiri profesi ini masih istimewa dan menjadi primadona di mata masyarakat. Dokter merupakan profesi mulia karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan Yang Maha Esa untuk membantu orang lain mencapai kondisi sehat.

Salah satu aspek yang cukup mendapat sorotan masyarakat adalah sistem pendidikan kedokteran. Sistem ini menurut sebagian besar orang memunculkan berbagai kesulitan. Mulai dari kesulitan finansial hingga sulitnya untuk diterima menjadi salah satu peserta didik. Tapi di sini lain, bagi sebagian pelaku pendidikan kedokteran kesulitan terbesar dari pendidikan kedokteran adalah meraih kelulusan. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang 10 hal terkait dengan kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran dengan harapan dapat memberikan semangat dan ketertarikan yang lebih baik bagi anda yang saat ini sedang menjalani pendidikan kedokteran.

 

Semua yang mahasiswa kedokteran pelajari dapat digunakan sepanjang hidup.

Kalimat di atas mungkin terlihat sepele, akan tetapi sebaiknya tidak diabaikan. Fakta yang terjadi selama pendidikan kedokteran adalah sebagaian besar mahasiswanya benar-benar belajar hanya untuk lulus ujian. Informasi ilmu kedokteran yang didapatkan terkadang tidak dikelola dengan baik sehingga akan sulit untuk diingat ketika mereka dibutuhkan.

 

Sebagian mahasiswa kedokteran menganggap ilmu kedokteran dasar (anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, farmakologi, dan patologi) bukan suatu yang utama. Ilmu yang utama adalah ilmu kedokteran klinis. Padahal, ilmu-ilmu kedokteran dasar tersebut sangat dapat diterapkan secara langsung dalam mendiagnosis, memahami dan mengobati suatu penyakit.

 

Mempelajari ilmu kedokteran dasar dengan baik dengan tujuan belajar tidak hanya agar lulus ujian akan memberikan kesempatan kepada anda menjadi dokter yang lebih kompeten. Detail ekstra yang anda pelajari dari ilmu kedokteran dasar suatu hari nanti dapat langsung dipraktikan dan memberikan perbedaan penting bagi pasien anda.

 

Harus dipahami bahwa saat anda belajar di kedokteran, anda tidak hanya belajar untuk lulus ujian berikutnya, akan tetapi pembelajaran tersebut merupakan langkah-langkah anda dalam belajar seumur hidup. Proses ini juga akan membangun dasar pengetahuan profesional anda sepanjang karir medis yang akan anda jalani ke depannya.

mahasiswa kedokteran

Belajar Kedokteran Terkadang Membutuhkan Usaha Yang Lebih Keras

Mahasiswa kedokteran harus belajar lebih keras dibandingkan dengan rata-rata lainya. Pendidikan kedokteran akan memberikan waktu perkuliahan yang lebih lama dibandingkan dengan program studi lainnya (saat saya menjadi mahasiswa kedokteran kami juga menggunakan sabtu dan minggu untuk kuliah atau praktikum). Selain itu, anda juga harus meluangkan cukup waktu untuk kembali membaca catatan kuliah, mengerjakan laporan praktikum, mempersiapkan presentasi, mempersiapkan bahan untuk tutorial berikutnya.

 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri sebagai mahasiswa kedokteran. Terkadang anda bahkan tidak memiliki waktu untuk berisitirahat dan bersantai dalam satu minggu. Semakin semester perkuliahan anda maka semakin berat tantangan dan usaha yang harus anda lakukan untuk dapat lulus dari ujian.

 

Melewati suatu ujian pada pendidikan kedokteran membutuhkan banyak pengetahuan yang harus dipahami dalam ruang waktu yang kecil dan ini bisa saja membuat seorang mahasiswa kedokteran menjadi stress. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa depresi lebih sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan masyarakat umum. Empat belas persen dari total populasi mahasiswa kedokteran mengalami depresi sedang hingga berat.

 

Penelitian lainnya di Korea Selatan menemukan bahwa tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran adalah sebesar 40%. Beberapa diantara mereka bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mahasiswa-mahasiswa yang diteliti tersebut mengatakan sangat sulit untuk mempertahankan emosi yang sehat (tidak depresi) saat menjalani pendidikan kedokteran karena sangat sedikitnya waktu yang tersedia untuk beristirahat dan refreshing.

mahasiswa kedokteran depresi

Untuk mengurangi kemungkinan kecenderungan ini maka sebaiknya anda sebagai mahasiswa kedokteran benar-benar menerapkan ilmu keterampilan belajar yang selalu diberikan pada awal perkuliahan di kedokteran. Dengan ilmu keterampilan belajar ini anda dapat mengubah kecenderungan untuk belajar keras menjadi belajar cerdas. Tapi……

 

Tidak semua membutuhkan kerja keras

Jangan panik, kedokteran memang memberikan begitu banyak tantangan tapi anda tetap masih memiliki waktu untuk menikmati hidup sebagai seorang mahasiswa kedokteran. Pengalaman sebagai mahasiswa kedokteran bahkan dianggap sebagian dokter senior sebagai pengalaman terbaik selama pendidikan kedokteran mereka. Perkuliahan yang padat, tugas yang menumpuk, dan praktikum yang sulit harus dilalui dengan baik. Manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. Jika anda memiliki manajemen waktu yang baik maka anda akan memiliki waktu luang untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus anda seperti olah raga, kesenian dan berbagai aktivitas sosial lainnya (saya sendiri sempat menjadi penari saat tahun pertama saya sebagai mahasiswa kedokteran).

mahasiswa kedokteran

Yang perlu dilakukan hanyalah mengelola kegiatan dan waktu yang anda miliki secara efisien dan jangan habiskan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang sia-sia seperti menonton Youtube sepanjang sore. Pendidikan di Universitas bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah yang berisi gelar. Anda juga harus banyak belajar tentang diri anda sendiri, mempelajari orang lain dengan bersosialisasi dan mudah-mudahan membentuk diri anda menjadi dokter yang lebih baik.

 

 

Menjadi Mahasiswa Kedokteran Tidak Selalu Belajar Kedokteran

Manajemen waktu yang baik akan memberikan anda begitu banyak waktu senggang. Sangat disayangkan waktu senggang tersebut hanya digunakan untuk sekedar bersenang-senang. Sebaiknya gunakan waktu senggang tersebut untuk mengenali diri anda sendiri dan mengembangkan potensi diri. Jangan biarkan anda menjadi mahasiswa biasa yang disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

 

Ada banyak organisasi di fakultas kedokteran yang memberikan anda peluang untuk mempelajari mulai dari cara yang sangat sederhana seperti cara benar melipat surat, membuat proposal kegiatan, berpidato dan berbicara didepan umum serta keterampilan personal lainnya. Percayalah, keterampilan itu sangat dibutuhkan ketika anda menjadi seorang dokter dan tidak akan anda dapatkan ketika anda mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Pada sewaktu-waktu keterlibatan anda dalam berorganisasi akan memberikan anda kesempatan pergi keluar kota dengan bantuan biaya oleh kampus. Menghadiri seminar, pertemuan mahasiswa, pelatihan manajemen mahasiswa, bakti sosial, pertemuan ilmiah, olimpiade kedokteran dan kegiaatan lainnya. Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia. Anda dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan mereka.

 

Dengan berorganisasi anda juga akan terbiasa dengan bertanggung jawab atas posisi yang anda emban. Keterampilan ini juga akan bermanfaat ketika anda mengambil peran kepemimpinan dan organisasional setelah menjadi dokter. Kemampuan ini sekali lagi sangat penting dalam konteks klinis, apakah itu dalam hal mengatur staf pada lingkungan kerja atau bahkan ketika anda menjalani praktik sebagai dokter umum.

 

Dunia pendidikan kedokteran adalah jalur yang sangat penting karena berperan secara fungsional untuk memberikan kesempatan berinteraksi sangat baik dengan orang lain. Hal ini tidak akan tercapai jika anda hanya duduk di kamar dan mempelajari seluruh catatan kuliah. Pesan yang harus selalu diingat, Keseimbangan itu penting antara profesi (sebagai dokter) dan menjalani kehidupan (sebagai seseorang yang selalu mengembangkan dirinya)

 

Wallahu a’lam bishawab

Cara Praktis Analisis Istilah Kedokteran

Istilah KedokteranSemua pasti kenal dengan buku ini. Tepat sekali, buku ini adalah kamus istilah kedokteran yang berjudul “Dorland’s Illustrated Medical Dictionary”. Kamus kedokteran pertama dan salah satu buku kedokteran yang paling berat dan paling tebal yang pernah ada. Edisi terakhirnya (Edisi 32) memiliki 2176 halaman untuk versi bahasa Inggris dan tentunya akan lebih tebal lagi ketika versi bahasa Indonesia resminya diterbitkan.

Buku ini berisikan tentang arti dari istilah-istilah kedokteran dan menjadi kamus kedokteran paling lengkap yang pernah di tulis.

Tapi, faktanya banyak mahasiswa kedokteran tahun pertama yang membeli buku ini tidak membacanya dan hanya menjadi pajangan di lemari buku. Bahkan, banyak teman saya yang merasa tertipu karena telah membeli buku ini sebab sangat jarang dibutuhkan sepanjang menjalani pendidikan kedokteran. Beberapa teman saya bahkan memiliki pengalaman menjadikan buku ini sebagai teman tidur pengganti bantal.

Istilah kedokteran memang dapat membuat pusing. Akan tetapi, apabila kita tahu cara menganalisis istilah-istilah kedokteran maka kita mungkin tidak membutuhkan untuk membeli atau membaca serta membolak-balik ribuan halaman kamus kedokteran kita.

Mempelajari istilah kedokteran (terminologi) mirip dengan mempelajari bahasa baru. Bagi mahasiswa/mahasiswi kedokteran tahun pertama, istilah-istilah ini tampak asing dan rumit. Meskipun demikian, istilah-istilah tersebut dapat berarti suatu kelainan yang sebenarnya sangat umum terjadi di sekitar kita. Sebagai contoh, cephalgia berarti nyeri/sakit kepala dan opthalmologist yang berarti dokter spesialis mata/ahli mata.

 

Akar kata, awalan, dan huruf vokal kombinasi pada istilah kedokteran

Cara yang paling sederhana untuk memahami istilah kedokteran adalah dengan memahami cara membagi kata-kata istilah tersebut menjadi bagian-bagian komponenya. Logikanya, kebanyakan istilah, baik yang kompleks maupun sederhana, dapat dipisahkan menjadi bagian-bagian lalu kemudian dipahami. Contohnya, kita menggunakan istilah hematology  yang akan kita pisahkan menjadi 3 bagian:

istilah kedokteran
Akar kata (root) merupakan pondasi kata. Semua istilah kedokteran memiliki satu atau lebih akar kata. Sebagai contoh, akar kata istilah di atas adalah hemat yang berarti darah.

Akhiran (Suffix) adalah akhir dari kata. Setiap istilah kedokteran memiliki sebuah akhiran. Akhiran -logy berarti ilmu yang mempelajari.

Huruf vokal kombinasi tidak memiliki arti. Dia hanya berperan untuk menggabungkan satu bagian kata dengan kata yang lainnya.

Kemampuan untuk memisahkan suatu istilah kedokteran ini sangat berguna untuk mengetahui arti dari suatu istilah kedokteran secara keseluruhan. Arti dari istilah tersebut dapat kita temukan dengan mengartikan akhiran kemudian mengartikan bagian awal istilah tersebut. Jadi, istilah hematology yang dicontohkan tadi berarti ilmu yang mempelajari tentang darah.

Contoh lainnya dari istilah kedokteran yang familiar adalah:istilah kedokteran

Perhatikan bahwa pada contoh di atas terdapat dua huruf vokal kombinasi; keduanya adalah huruf o yang saling menghubungkan antar bagian kata.

Kita lihat contoh lainnya:

istilah kedokteran

Perhatikan bahwa huruf vokal kombinasi tidak muncul pada istilah di atas. Hal ini terjadi karena akhiran, -itis, dimulai dengan huruf vokal. Huruf vokal kombinasi hanya digunakan pada akhiran yang tidak diawali dengan huruf vokal. Namun, huruf vokal kombinasi tetap digunakan di antara kedua akar kata bahkan ketika akar kata kedua dengan awalan huruf vokal.

Perhatikan contoh berikut:

Arti keseluruhan dari istilah tersebut adalah ilmu yang mempelajari tentang lambung dan usus atau ilmu yang mempelajari saluran pencernaan.

Perhatikan bahwa huruf vokal kombinasi muncul antara kata gastr dan enter, bahkan ketika akar kata kedua (enter) di awali dengan huruf vokal. Ketika suatu istilah kedokteran mengandung dua atau lebih akar kata yang terkait dengan bagian tubuh, posisi antomi sering menentukan akar kata mana yang ditempatkan lebih dulu dari akar kata lainnya. Sebagai contoh, pada istilah diatas lambung lebih dulu dilewati makanan dibandingkan dengan usus sehingga istilah yang terbentuk adalah gastroenterology bukan “enterogastrology”.

Terminologi Kedokteran

Terminologi kedokteran atau dikenal juga sebagai istilah medis adalah sekumpulan istilah yang digunakan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan anatomi dan fisiologi manusia (organ, sistem dan fungsinya), penyakit, gambaran klinis, pencitraan diagnostik, uji laboratorium dan bahkan diagnosa penyakit. Istilah-istilah ini digunakan untuk memudahkan komunikasi antara stu dokter dengan dokter lainnya karena biasanya istilah yang digunakan akan lebih ringkas dan jelas. Misalnya istilah Apendisitis maka diartikan sebagai radang (infeksi) pada usus buntu.

terminologi Kita seharusnya berterimakasih kepada orang yunani dan romawi, yang telah meletakkan dasar-dasar istilah medis ini. Khususnya kepada Hipokrates dan Aristoteles, karena 2000 tahun yang lalu mereka telah menyadari pentingnya kebutuhan akan bahasa medis yang deskriftif spesifik dan mulai membuat kata-kata yang cocok untuk bagian tubuh dan fungsi sistem ataupun organ tertentu. Sekarang meskipun kita kadang mengutuk mereka atau mengutuki betapa sulitnya untuk mempelajari istilah kedokteran, maka ada baiknya meluangkan waktu untuk berterimakasih kepada orang-orang yang terlahir lebih dulu dari pada kita. Yang telah menyelamatkan dunia kedokteran dari kebingungan.

Kedokteran pada awalnya berkembang di Yunani, namun bahasa latin adalah bahasa yang banyak digunakan dalam istilah medis atau kedokteran. Hal ini terjadi akibat perekembangan dunia kedokteran yang melesat cepat di zaman romawi. Istilah kedokteran mulai berkembang pada tahun 1800-an dimana kamus istilah kedokteran pertama muncul pada tahun 1830-an tak lama setelah Kamus Webster’s pertama diterbitkan.

Nah, untuk memudahkan diri kita dalam memahami istilah kedokteran maka dibawah ini ada beberapa link tempat referensi istilah kedokteran yang terpercaya. Karena lebih baik duduk didepan komputer, smartphone, ataupun tablet dan gadget lainnya dari pada harus keperpustakaan untuk mencari buku yang tebalkan?

  1. Medterms.com
  2. Medilexicon.com
  3. Merriam-Webster’s Medical Desk Dictionary
  4. webMD.com
  5. Dorland’s Illustrated Medical Dictionary
  6. Medical Terminology Systems Quick Study Guide

Kalau untuk bahasa indonesia sampai saat ini kami belum menemukan referensi untuk yang onlinenya tapi kalau dalam bentuk buku ada beberapa kamus yang telah diterjemahkan ke bahasa indonesia. Jadi dari pada tidak dapat mengerti atau susah mengerti bahasa inggris, masih bisa minta bantuan ke google translate.

depresi

Depresi Menjadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran?

 

Sebuah studi menunjukkan bahwa banyak mahasiswa fakultas kedokteran yang sedang menjalani masa belajar mengalami depresi dan kelelahan. Masalah ini sangat mengganggu apalagi bagi mereka yang baru saja merasakan susahnya belajar di Fakultas Kedokteran (Mahasiswa baru-red). Depresi seakan menjadi lebih umum terjadi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan dengan masyarakat. Sebuah studi menunjukkan bahwa 14% dari total populasi mahasiswa kedokteran mengalami depresi dengan tingkat sedang hingga berat(1).
 
Studi lainnya yang dilakukan di Korea menunjukkan bahwa lebih dari 40% mahasiswa kedokteran mengalami depresi(2). Mahasiswa kedokteran yang mengalami depresi yang parah juga mungkin kurang mencari bantuan untuk mengasi depresinya. Penelitian JAMA menunjukkan bahwa secara khusus mahasiswa yang mengalami depresi akan setuju dengan pernyataan bahwa, jika mereka tertekan, mahasiswa yang lain akan kurang mengormati pendapat saya dan civitas akademika akan menganggap bahwa dirinya tidak mampu melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa fakultas kedokteran. Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa banyak yang setuju kalau mencari bantuan untuk mengatasi masalah depresi meraka akan membuat mereka merasa kurang cerdas(3).
 
depresi
Business image created by Jcomp – Freepik.com

Beberapa mahasiswa mengatakan sulit untuk dapat mempertahankan emosi yang sehat selama berkuliah di fakultas kedokteran. Hal tersebut dikarenakan sangat sedikitnya waktu yang tersedia bagi mereka untuk menjalani konseling. Beberapa lainnya juga mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang cacatan depresi mereka sewaktu berkuliah akan mempengaruhi karier mereka di dunia medi nantinya. Bahkan mahasiswa kedokteran yang tidak mengalami depresi bisa menderita kelelahan, kelelahan emosional, dan perasaan tidak mampu profesional. Menurut survei dari sekitar 2500 mahasiswa dari 7 sekolah kedokteran Amerika Serikat, sekitar 53 % siswa memenuhi kriteria tersebut (4). Selain itu, mahasiswa yang kelelahan lebih mungkin untuk melakukan sesuatu yang tidak jujur, curang, dan juga yang lebih serius, yaitu mempertimbangkan untuk keluar dari fakultas kedokteran(5).

 
Apakah hal tersebut terjadi kepada rekan-rekan pembaca sekalian? Atau malah ada diantara teman-teman yang tidak sadar kalau dirinya mengalami depresi?
 
Pada artikel selanjutnya akan dibahas tentang bagaimana kita dapat survive dalam menjalankan aktivitas sebagai mahasiswa fakultas kedokteran.
·
* Artikel ini diterjemahkan dari Medscape dengan sedikit perubahan
 
  1.  Schwenk TL, Davis L, Wimsatt LA. Depression, stigma, and suicidal ideation in medical students. JAMA. 2010;304:1181-1190.
  2. Jeong Y, Kim JY, Ryu JS, Lee KE, Ha EH, Park H. The associations between social support, health-related behaviors, socioeconomic status and depression in medical students. Epidemiol Health. 2010
  3.  Helmich E, Bolhuis S, Koopmans R. Medical students and depression. JAMA 2011;305:38-39
  4.  Dyrbye LN, Thomas MR, Massie FS, et al. Burnout and suicidal ideation among US medical students. Ann Intern Med. 2008;149:334-341.
  5.  Dyrbye LN, Thomas MR, Power DV, et al. Burnout and serious thoughts of dropping out of medical school: a multi-institutional study. Acad Med. 2010;85:94-102
tertawa dan kesehatan

Tips untuk Survive di Fakultas Kedokteran

Apakah kita ingat saat pertama kali menginjakkan kaki kita di fakultas kedokteran? Pastinya itu adalah momen yang sangat menyenangkan bagi kita bisa menjadi salah satu bagian dari sebuah sistem pendidikan untuk mencetak agen-agen perubahan di bidang pelayanan kesehatan. Tapi apa yang kita rasakan sekarang terlebih lagi bagi yang baru saja melewati bulan-bulan awalnya atau tahun pertamanya sebagai mahasiswa kedokteran? Rasanya hidup kita telah berubah drastis dan dramatis. Kehidupan normal tampaknya telah lenyap dan rasanya waktu 24 jam dalam sehari tidaklah cukup untuk melewati besarnya volume informasi yang diharapkan masuk ke dalam pikiran kita untuk belajar dan untuk menghadapi setiap ujian.  Sepertinya mustahil semuanya terjadi, bahkan terkadang kita tidak memiliki waktu yang cukup untuk makan dan juga tidur. Tapi ingatlah bahwa fakultas kedokteran bukanlah akhir dari dunia. Belajar kedokteran adalah belajar bagaimana kita mendapatkannya. Jangan biarkan kedokteran merubah atau mendefinisikan diri kita melainkan kitalah yang harus membuat kuliah kedokteran menyesuaikan dirinya untuk gaya hidup kita. Jika tidak, maka kita akan kelelahan dengan segala tuntutan kehidupan baru dan kehilangan rasa mengapa dulunya kita memilih fakultas kedokteran di tempat pertama. Artikel ini akan memberikan Tips bagaimana seorang mahasiswa kedokteran dapat bertahan hidup hingga meraih gelar yang diinginkan.
 
Bagaimana kita bisa survive di fakultas kedokteran? Sejak awal, managemen waktu haruslah menjadi prioritas yang paling utama. Jika kita berhasil mengatur waktu maka kita masih dapat menikmati hidup kita sampai batas tertentu. Belajar di fakultas kedokteran tidak sama dengan belajar di fakultas yang lain. Fakultas kedokteran merupakan dunia yang baru bagi kita semua dimana setiap orang harus dapat mengeksplorasi apa yang terbaik bagi dirinya. Di fakultas kedokteran semua tentang belajar cerdas bukan belajar keras. Jika kita tidak mengetahui hal ini dari awal keberadaan kita di fakultas kedokteran maka kita pasti akan belajar dengan cara yang keras.
tips
 
Belajar di kedokteran adalah proses yang panjang yang menuntut adanya kedisiplinan dan pengorbanan. Tapi akan ada hadiah yang tak ternilai harganya menunggu kita sebagaimana tujuan kita memilih bidang kedokteran ini adalah untuk membantu manusia, membuka jalan untuk menciptakan perubahan yang ada di dunia, atau untuk “Kaya”. Dibawah ini terdapat beberapa tips yang bisa kita jadikan pengangan jika kita ingin survive  di Fakultas Kedokteran:
  1. Jaga Diri, kita mungkin akan menghadapai konsekuensi negatif jangka panjang bagi kesehatan kita jika kita mengadopsi banyak prilaku negatif. Jangan pernah berpikir untuk menghilangkan prilaku sehat, memakan makanan sehat. Jangan merusak diri kita dengan memakan terlalu banyak makanan cepat saji dan tidak melakukan olahraga. Jangan terlalu sering bergadang yang menyebabkan tubuh dan otak kita mengalami kekurangan istirahat. Konsekuensi terjadi bisa sangat parah, padahal sebagian besar orang hanya sanggup bertahan selam 15 menit dalam belajar produktifnya.  Otak kita juga membutuhkan makanan segar, air, buah-buahan dan sayuran. Tubuh dan otak kita juga membutuhkan tidur.
  2. Jangan Bersaing Dengan Teman Sekelas atau Membandingkan Nilai Anda dengan Orang Lain, kita semua harus menjadi orang-orang yang kompetitif agar dapat masuk ke fakultas kedokteran. Tapi begitu kita diterima, maka fakultas kedokteran akan menjadi lapangan persaingan bertingkat (siapa yang lebih pandai dia yang lebih hebat). Meskipun banyak dari kita yang saat ini sedang berusaha bersaing dengan dengan teman sekelas hal itu tidak akan menjamin kita ataupun teman sekelas kita akan menjadi seorang dokter yang lebih baik apabila nilai yang didapatkan lebih tinggi. Bila kita mendapatkan nilai 95 dalam anatomi bukan berarti kita akan menjadi ahli anatomi yang hebat bukan? Sesaat setelah menyelesaikan ujian, kita akan melihat banyak teman-teman kita yang terobsesi tentang jawaban yang tepat untuk pertanyaan nomor 13. Sangatlah mudah untuk melihat mahasiswa yang seperti ini, mereka akan berjalan ke arah kita dan menyatakan bahwa jawaban yang benar untuk pertanyaan nomor 135 adalah E dan jawaban kita salah. Benar bukan? Hindarilah! Menghindarlah dari teman-teman kita yang memiliki pemikiran seperti itu sesaat setelah ujian dan berkumpullah dengan teman-teman yang memiliki filosofi yang sama dengan kita untuk tidak membahas soal ujian.
  3. Membuat dan Menjawab Soal Latihan Sambil Belajar, “Mempelajari catatan kita sepulh kali adalah cara paling baik untuk menghadapi ujian”. Salah! Satu-satunya cara untuk menguji tingkat pemahaman kita terhadap suatu hal adalah dengan belajar membuat dan menjawab sendiri soal latihan tentang apa yang kita pelajari. Mempelajari hal yang sama berulang-ulang kali tidaklah membuat diri kita semakin paham hanya akan membuat ingatan kita bertambah tajam saja tetapi ketika kita mendapati bahwa diri kita menjawab pertanyaan yang salah maka kita akan mencari tahu jawabannya dan alasannya mengapa salah sehingga kit amemahami maksud dari pertanyaan tersebut.
  4. Awali dengan Gambaran Besar, ketika kita mendapatkan diri kita telah mengikuti pembelajaran di fakultas kedokteran kemudian kita akan mendapatkan pelajaran biokimia, anatomi, histologi atau fisiologi. Dosen pasti akan langsung memberikan kuliah tentang sel kolumnar, transmisis implus, glikolisis dan hal-hal lainnya dalam detail yang halus (khusus). Kemudian dihari selanjutnya, kita akan belajar tentang kardiak output dan pleksus brakialis. Sungguh hal-hal tersebut merupakan informasi yang sangat banyak dan kita sering tidak siap. Ketika kita menghafal atau akan mempelajari hal yang baru maka pelajari dulu gambaran atau garis besar materi tersebut.
  5. Buatlah Kelompok Belajar, “Saya akan belajar sendiri karena saya tidak perlu bantuan orang lain.” Salah! Kedokteran adalah tentang kerja tim dan berbagi informasi. Kita harus mampu bekerja sama dengan orang lain. Sebaiknya kita harus membentuk kelompok belajar yang tepat. Kelompok yang terbentuk nantinya harus dapat menjadwalkan pertemuan minimal seminggu sekali untuk saling berbagi kisah dan pengalaman atau saling bertukar bahan kuliah. Ataupun saling menjelaskan dan bertanya tentang konsep-konsep baru seputar kedokteran.
  6. Luangkan Waktu untuk Penyegaran, setiap orang di lingkungan kita belajar akan mendaptkan jumlah stres yang sama seperti kita, bahkan beberapa orang lebih dari yang lain. Terkadang kita melihat teman kita berjalan dengan kening yang mengkerut atau melihat teman lainnya berjalan dengan senyum yang lebar. Bagaiman mungkin jika semua menghadapi tekanan yang sama tapi terdapat perbedaan dalam mimik wajahnya? Jawabannya adalah managemen waktu yang baik. Jika kita memiliki waktu luang yang lebih maka usahakan untuk membuat beberapa  agenda berkumpul bersama teman-teman atau pun melakukan  aktivitas yang menyenangkan bagi kita seperti mengerjakan hobi, memancing, menyanyi dan berolahraga. Kita juga perlu menelpon orang tua untuk mengabarkan kabar kita (bagi yang tinggal jauh dari orang tua). Cobalah untuk dapat selalu melakukannya dan jangan biarkan stres mengganggu studi kita, hubungan kita dengan teman, dan yang paling penting kesehatan kita.
Akhirnya, semua tips di atas tidaklah bisa kita katakan cukup. Kita harus dapat menemukan sendiri hal apa yang paling nyaman bagi kita. Kita telah memutuskan bergabung dalam komunitas yang sangat besar yaitu kedokteran maka jadilah bergairah dalam menjalani pendidikan kita dan apa yang kita pelajari karena kedokteran adalah seni.