Featured Image diet detoksifikasi

Diet Detoksifikasi: Tidak Perlu & Tidak Bermanfaat

Ramadan telah usai begitu pula dengan pola hidup sehat puasa Ramadan bagi umat muslim yang menjalankannya. Ketika memasuki bulan Syawal sudah sewajarnya kita juga mengambil langkah positif untuk gaya hidup yang lebih sehat. Tapi, tidak semua klaim terhadap suatu hal yang bermanfaat dan memberikan gaya hidup sehat baik untuk Anda. Salah satu yang tidak perlu dan tidak bermanfaat adalah Diet Detoksifikasi, yang disebut pula sebagai pembersihan, cukup populer akhir-akhir ini.

diet detoksifikasi
diet detoksifikasi

Orang-orang yang mengklaim bahwa detoksifikasi dengan mengonsumsi produk tertentu dapat membantu membuang racun. Selain itu, produk-produk makanan atau minuman ini mengklaim bahwa dapat membantu sistem pencernaan.

 

Bahkan, produk detoksifikasi ini menjanjikan pola hidup yang lebih sehat, berenergi, dan awet muda.

 

Benarkah demikian?

 

Diet detoksifikasi biasanya ditawarkan melalui salah satu hal berikut:

  • Menggantikan makanan dengan produk cairan (serbuk, susu, susu diet, dan lain-lain)
  • Mereka dengan klaim manfaat proses detoksifikasi percaya bahwa proses ini akan membersihkan saluran pencernaan Anda melalui usus besar.
  • Klaim produk-produk tertentu mendukung proses detoksifikasi alami tubuh Anda.

 

Orang-orang ini biasanya akan mengiklankan dan menawarkan produk mereka sebagai saran membersihkan tubuh dari kelebihan racun, mengistirahatkan sistem pencernaan dan kekebalan tubuh, dan memulai kembali metabolisme tubuh.

 

Sayang, Seribu Sayang, detoksifikasi tidak dapat membuktikan seluruh klaim di atas.

 

Hal yang benar dan ilmiah adalah tidak ada bukti ilmiah bahwa detoksifikasi atau pembersihan, atau pengaturan ulang ini benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan Anda.

 

Beberapa produk dengan aturan pemakaian yang sangat ketat bahkan lebih berbahaya untuk kesehatan dibandingkan dengan kebaikannya.

 

Salah satu produk yang telah terbukti efek buruknya adalah H*rbalif*.

 

H*rbalif*, Klaim Kesehatan dan Efek Sampingnya.

ilustrasi h*rbalif*
ilustrasi h*rbalif*

H*rbalif* merupakan salah satu merek produk kesehatan dan perawatan tubuh. Produk-produk yang mereka tawarkan pada umumnya berupa suplemen makanan atau minuman dan ada pula produk perawatan kulit.

 

Mereka mengklaim bahwa produk yang mereka tawarkan bermanfaat untuk tubuh. Beberapa klaim kesehatan produk mereka antara lain:

  1. Menurunkan dan mengontrol berat badan
  2. Menambah massa otot tubuh
  3. Membuang cairan tubuh yang tidak dibutuhkan (detoksifikasi)
  4. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh
  5. Merawat wajah dan kulit

 

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim kesehatan di atas belum menunjukkan bukti ilmiah.

 

Tapi, malah menunjukkan bahwa salah satu produk yang diklaim dapat melakukan detoksifikasi dan menurunkan berat badan merusak hati (liver).

 

Hepatotoksisitas (kerusakan hati akibat zat kimia) merupakan salah satu masalah yang ditimbulkan oleh produk ini.

 

Bukti ilmiahnya dapat ditemukan secara luas. Saya cukup memasukkan kata kunci  H*rbalif* pada situs pubmed.com maka akan muncul hasil pencarian yang menujukan bahwa produk berefek hepatoksik.

hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi
hasil pencarian pubmed diet detoksifikasi

Tapi, saya percaya bagi Anda yang telah ditanamkan paradigma atau keyakinan bahwa detoksifikasi bermanfaat bagi kesehatan, Anda tidak akan mudah percaya dengan tulisan saya ini.

 

Anda juga mungkin telah membaca blog dan artikel lain yang menunjukkan bahwa detoksifikasi memiliki bukti ilmiah.

 

Misalnya pada artikel-artikel di situs berikut:

  • https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/19/173108920/5-aturan-makan-untuk-detoksifikasi-selama-7-hari?page=all
  • https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/cara-detoksifikasi-mengeluarkan-racun-dari-tubuh/
  • https://www.alodokter.com/diet-detoksifikasi-perlu-dan-aman-dilakukan

 

Maka, saya sangat menyarankan Anda untuk terus membaca artikel ini.

 

Kami akan mencoba untuk menghilangkan prasangka klaim manfaat kesehatan tanpa bukti ilmiah dari detoksifikasi yang paling umum dan paling populer.

 

Diet Detoksifikasi Pertama: Jus dan Smoothie untuk pembersihan

ilustrasi jus dan smoothie
ilustrasi jus dan smoothie

Kedua minuman pembersih khusus ini merupakan yang paling populer. Mereka dikatakan dapat menggantikan makanan padat.

 

Terutama untuk jus atau smoothie berbahan dasar buah dan sayuran. Biasanya, jus atau smoothie ini memiliki aturan pembersihan 3 hingga 21 hari.

 

Meskipun, beberapa produk mengharuskan seseorang untuk mengonsumsinya lebih lama.

 

Ada banyak perusahaan yang memproduksi dan menjual jus dan smoothie ini. Beberapa di antaranya bahkan dijual dengan cara multi level marketing.

 

Anda juga dapat membuatnya di rumah atau membeli produk ini di toko khusus.

 

Bila Anda minum jus dan smoothie segar berbahan dasar buah dan sayuran adalah hal yang sehat.

 

Namun, sering kali minuman ini disarankan untuk menggantikan makanan.

 

Jus dan smoothie tentunya memiliki kandungan gizi yang bagus untuk tambahan diet.

 

Tapi, masalah akan muncul bila Anda hanya mengonsumsi mereka untuk diet detoksifikasi.

 

Masalah yang muncul adalah ketika proses yang katanya detoksifikasi (menggunakan minuman) ini akan menghilangkan sebagian besar asupan protein dan lemak dari makanan.

 

Anda tidak hanya akan mengalami kekurangan protein dan lemak tapi juga akan memunculkan efek samping lainnya.

 

Termasuk hepatotoksisitas seperti salah satu produk yang saya sampaikan di atas.

 

Proses menggantikan makanan padat dengan minum jus atau smoothie saja juga dapat menyebabkan gula darah rendah, masalah otak, penurunan konsentrasi dan produktivitas, serta kelelahan.

 

Diet Detoksifikasi Kedua: Detoks untuk Liver

liver
liver

Tren populer lainnya adalah detoks untuk liver. Mereka mengklaim bahwa tujuan detoks liver atau hati ini adalah untuk memberikan dorongan pada sistem detoksifikasi tubuh dengan meningkatkan fungsi hati.

 

Walaupun terdengar cukup meyakinkan dan suatu ide yang bagus tapi sesungguhnya tubuh kita atau liver kita tidak pernah membutuhkan makanan untuk memberikan fungsi yang sehat.

 

Hati atau liver adalah organ tubuh kita dengan berbagai mekanisme yang sangat baik untuk menangani racun.

 

Tidak perlu mengonsumsi produk dengan klaim meningkatkan detoks untuk liver.

 

Cukup mengonsumsi makanan kaya akan buah dan sayur termasuk serat dan kacang-kacangan serta membatasi konsumsi alkohol.

 

Hati Anda akan bekerja pada kondisi puncak.

 

Diet Detoksifikasi Ketiga: Pembatasan Makanan

pembatasan makanan
pembatasan makanan

Salah satu bentuk detoks lainnya adalah membatasi makanan atau kelompok makanan tertentu sebagai cara untuk membersihkan tubuh dari racun dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

 

Membatasi atau menghilangkan makanan tertentu dalam daftar makan Anda dapat membantu dalam keadaan atau kondisi tertentu.

Manfaat itu hanya dapat diperoleh bila Anda melakukan pembatasan makanan dengan cara yang benar.

 

Beberapa orang misalnya mendapatkan manfaat dengan menghilangkan atau tidak mengonsumsi susu atau gluten.

 

Begitu pula pada pasien dengan penyakit diabetes mellitus. Pembatasan konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi akan sangat bermanfaat dalam kontrol kadar gula darah.

 

Menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan atau kelompok makanan utuh sekaligus seperti banyak dipromosikan oleh metode detoks tidak akan memberikan dampak positif terhadap tubuh Anda.

 

Diet Detoksifikasi Keempat: Pembersihan Usus Besar (Kolon)

Sebagian proses detoks atau pembersihan yang ditawarkan berupaya untuk membuang racun dari tubuh melalui perubahan pola makan.

 

Salah satu detoks yang terkenal adalah pembersihan usus besar (kolon). Usus besar merupakan organ akhir saluran pencernaan yang bertugas untuk membersihkan tubuh dari racun.

 

Sering kali, produk-produk dengan klaim pembersihan usus besar menyebabkan usus besar bekerja lebih cepat dan menyebabkan sering buang air besar.

 

Kondisi ini sangat tidak baik untuk kesehatan karena dapat menyebabkan kram perut, muntah, dan diare. Bahkan masalah yang lebih serius dapat muncul seperti:

  • Infeksi bakteri
  • Usus berlubang
  • Ketidakseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan masalah ginjal dan jantung

 

Alih-alih mencoba detoksifikasi usus besar sebaiknya Anda mengonsumsi makanan tinggi serat untuk membersihkan racun pada usus.

 

Serat sangat efektif menghilangkan bagian-bagian makanan yang tidak tercerna usus besar yang menyebabkan sembelit dan perut kembung.

 

Mengapa Detoksifikasi Tidak Perlu dan Tidak Efektif

tidak efektif dan tidak bermanfaat
tidak efektif dan tidak bermanfaat

Secara teori, detoks merupakan kata yang terdengar cukup baik. Tapi, kenyataannya tindakan ini sama sekali tidak dibutuhkan.

 

Detoks bukan cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan tubuh Anda. Tubuh kita sudah memiliki organ detoks luar biasa yaitu liver (hati).

 

Tugas utama organ ini adalah membuang zat racun atau mengubah racun menjadi zat tidak berbahaya yang dapat dimanfaatkan kembali atau dibuang oleh tubuh.

 

Dengan kata lain, liver atau hati Anda melakukan pekerjaan yang cukup berat untuk membersihkan segala jenis racun yang masuk ke dalam tubuh.

 

Tapi, bagaimana dengan orang yang mengonsumsi produk dengan klaim detoks tertentu mendapatkan manfaat dari upaya mereka.

 

Misalnya, pada orang dengan berat badan yang berkurang. Orang-orang ini mungkin mengalami penurunan berat badan dengan program detoks karena mereka tidak mengonsumsi makanan.

 

Berat hilang karena tubuh menggunakan massa lain untuk membentuk energi misalnya lemak dan protein dan dalam prosesnya melepaskan air.

 

Kesimpulan

Singkatnya, Detoksifikasi tidak diperlukan. Tindakan ini juga tidak efektif.

 

Jika Anda khawatir dengan kesehatan Anda, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan selain menjalani program detoks.

 

Terlebih lagi bila Anda menghabiskan sebagian uang Anda untuk membeli produk dengan klaim detoks yang luar biasa.

 

Ingat bahwa “TERLALU BAGUS UNTUK MENJADI KENYATAAN PASTI SEBUAH PENIPUAN”.

 

Kesehatan menyeluruh (holistik) berasal dari kebahagiaan, kepercayaan diri, dan pemahaman terkait tubuh Anda.

 

Hanya Anda yang paling paham tentang kebutuhan tubuh Anda.

 

Pilihan lain untuk mempertahankan kesehatan tubuh Anda antara lain:

  • Minum cukup air
  • Konsumsi makanan tinggi serat
  • Kurangi konsumsi gula dan garam
  • Tingkatkan konsumsi buah dan sayuran
  • Hindari makanan olahan
  • Luangkan waktu Anda untuk istirahat dan tidur yang cukup
  • Latihan pernapasan juga dan olahraga teratur

 

Jangan mengambil risiko untuk mencoba suatu produk dengan klaim detoksifikasi padahal hal tersebut tidak terbukti, merugikan, dan dapat membahayakan tubuh Anda.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Mishori R, et al. (2011). The dangers of colon cleansing.

https://mdedge.com/sites/default/files/Document/September-2017/6008JFP_Article1.pdf

  1. A Caution Against Detoxes: Breaking Down the 4 Most Popular Types

https://www.healthline.com/health/food-nutrition/detox-cleanses-do-diets-work