Pos

diskusi pasien dokter

Mitos VS Fakta Tekanan Darah Tinggi

Pernahkah anda merasa khawatir dengan tekanan darah anda, keluarga, atau teman anda yang tinggi? AHA dan ACC di Amerika Serikat baru saja menerbitkan pedoman hipertensi yang menyebabkan hampir setengah populasi dewasa di Amerika mengalami darah tinggi. Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung dan stroke. Mengetahui lebih banyak terkait tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membantu anda untuk mencegah hipertensi. Anda dapat memulai mempelajari fakta-fakta terkait dengan hipertensi. Artikel ini memuat lima mitos terkait hipertensi yang paling sering dibicarakan dan bagaimana fakta sebenarnya.

 

MITOS 1: Darah Tinggi Bukan Merupakan Suatu Masalah yang Besar

Pada awalnya, seseorang tidak akan menyadari gejala darah tinggi, sehingga tidak menjadi perhatian. Meskipun demikian, peningkatan tekanan darah yang berlangsung terlalu lama dapat MEMBUNUH SESEORANG.

 

Pada kondisi normal, jantung berdetak secara reguler, memompa darah melalui pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Darah mendapatkan dorongan oleh denyut jantung sehingga darah memberikan dorongan pula ke dinding pembuluh darah. Pada hipertensi darah mendorong pembuluh rdarah terlalu kuat sehingga pembuluh darah dapat menjadi KAKU dan terbentuk PLAK bahkan PECAH. Kondisi tersebut yang menjadi awal dari seluruh masalah.

 

Tekanan darah yang terlalui tinggi dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan organ lainnya seperti jantung, ginjal, otak, dan organ lainnya. PENYAKIT JANTUNG dan STROKE merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada seoseorang dengan menganggap remeh tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini bahkan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

 

Fakta yang menakutkan adalah seseorang penderita hipertensi telah mengalami peningkatan tekanan darah tanpa bisa diketahui. Kondisi ini memberikan hipertensi istilah silent killer.

 

FAKTA 1: Darah Tinggi Merupakan Masalah Yang Besar

 

MITOS 2: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Bila seseorang memiliki anggota keluarga atau saudara yang menderita hipertensi. Maka, orang tersebut berada pada sekelompok orang yang memiliki RISIKO HIPERTENSI yang lebih besar. Faktor ini disebut sebagai faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah. Faktor risiko hipertensi lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Faktor risiko yang dapat diubahFaktor risiko yang relatif tetap
  • Perokok aktif, perokok pasif
  • Diabetes mellitus
  • Dislipidemia/Hiperkolesterolemia
  • Obesitas/Kelebihan berat badan
  • Kurang aktifitas fisik
  • Diet tidak sehat
  • Gagal ginjal kronik
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan usia
  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Laki-laki
  • Obstructive sleep apnea
  • Stres psikososial

 

Meskipun demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko pasti menderita tekanan darah tinggi. Terdapat beberapa langkah yang dapat diakukan untuk mencegah hipertensi:

  • Pertahankan berat badan anda pada berat badan ideal. Kondisi ini dapat dicapai dengan melakukan kombinasi diet sehat dan olahraga rutin
  • Konsumsi diet sehat. Hal ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah makan yang dibutuhkan tubuh dan memilih makanan dengan nutrisi tinggi dan rendah lemak, gula, dan garam
  • Batasi konsumsi garam. Terlalu banyak konsumsi garam akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah
  • Jangan merokok dan batasi paparan asap rokok (perokok pasif)
  • Lakukan olahraga rutin. Lakukan minimal olahraga kecil selama minimal 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Olahraga juga dapat menghilangkan stress dan membantu mengontrol berat badan
  • Jangan biarkan stress mengganggu. Zat kimia pada tubuh (hormon) dapat merespons stress dan mengakibatkan denyut jantung yang semakin keras dan cepat sehingga tekanan darah akan meningkat.

 

Tanyakan kepada dokter terkait dengan tekanan darah tinggi dan bagaimana mencegahnya.

 

FAKTA 2: Hipertensi Dapat Dicegah

 

MITOS 3: Tidak Masalah Apabila Hanya Salah Satu Nilai Tekanan Darah Tinggi

Ketika dilakukan pengukuran tekanan darah maka akan diukur 2 nilai yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diaslotik. Tekanan darah sistolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat jantung memompa darah. Tekanan darah diastolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat darah kembali ke jantung.

 

Banyak orang beranggapan bahwa tekanan darah sistolik harus lebih diperhatikan dibandingkan tekanan darah diastolik. Akan tetapi, faktanya tekanan darah sistolik memiliki toleransi peningkatan yang lebih besar dibandingkan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah akan selalu berubah sepanjang hari dan sangat bergantung pada aktivitas. Tekanan darah sistolik akan cenderung meningkat seiring dengan usia namun kebalikannya pada tekanan darah diastolik. Klasifikasi tekanan darah dapat dilihat pada tabel berikut.

Kategori Tekanan DarahSistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal< 120Dan< 80
Meningkat120-129< 80
Hipertensi Stadium I130-139Atau80-89
Hipertensi Stadium II≥ 140≥ 90

 

 

Jika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik hanya pada salah satu tekanan darah sistolik atau diastolik maka orang tersebut harus bertemu dengan dokter. Dokter akan membuat rencana pengobatan tekanan darah tinggi sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusaka pada organ laiinya.

 

FAKTA 3: Peningkatan Hanya Satu Komponen Tekanan Darah Juga Merupakan Masalah

 

MITOS 4: Pengobatan Tekanan Darah Tinggi Tidak Menyenangkan

Sebagian besar orang akan berpikir harus berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan dan minum obat dengan efek samping yang mengganggu apabila menjalani pengobatan tekanan darah tinggi.

Memang benar perlu beberapa saat untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai untuk seseorang, karena tekanan darah tinggi seringkali memiliki beberapa penyebab mendasar. Dalam banyak kasus, penyebab spesifik tekanan darah tinggi mungkin tidak jelas.

Dokter akan bekerja sama dengan penderita hipertensi untuk menentukan kombinasi perawatan yang mana yang paling sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Rencana perawatan tersebut kemungkinan akan mencakup unsur-unsur berikut:

  • Diet DASH
  • Mengontrol berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pemberian obat anti hipertensi, seperti obat golongan
    • Diuretik
    • ACE inhibitor dan CCB
    • Beta bloker

 

FAKTA 4: Dokter Akan Selalu Berusaha Melakukan Pengobatan Hipertensi Yang Paling Sesuai Dengan Penderita Hipertensi

 

MITOS 5: Pengobatan Hipertensi Tidak Berjalan Dengan Baik

Sebenarnya, jika penderita hipertensi bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan program komprehensif untuk mengelola tekanan darah tinggi, rencana itu bisa berhasil. Untuk memaksimalkan manfaat rencana pengobatan maka dapat mengikuti langkah-langkah ini:

 

  • Periksa tekanan darah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Ikuti rencana perawatan secara konsisten. Sampaikan kepada dokter jika terdapat masalah dengan bagian-bagian rencana pengobatan.
  • Temui dokter sesering yang diminta. Bawa catatan tekanan darah untuk menunjukkan kepada dokter bagaimana rencana pengobatan berjalan baik.
  • Mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan tentang efek samping obat anti hipertensi. Ketahuilah kapan harus menghubungi dokter anda jika ada masalah.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Belajar tentang tekanan darah tinggi dan bagaimana hal itu bisa membahayakan kesehatan merupakan langkah pertama dalam mengendalikan kondisi sehingga bisa tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Jika rencana pengobatan berhasil dan anda mendapatkan tekanan darah normal maka jangan pernah berpikir untuk berhenti dengan rencana pengobatan tersebut. Hipertensi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Tetap ikuti rekomendasi dokter bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat anti hipertensi se-umur hidup

 

FAKTA 5: Pengobatan Hipertensi Dapat Berjalan Dengan Baik Apabila Terjadi Kerjasama Antara Penderita Dengan Dokter

 

 

 

8 Fakta Mengejutkan Tentang Mata

Mata adalah indra penglihatan  yang kita ketahui dengan baik akan tetapi ada beberapa fakta menarik seputar mata yang mungkin belum kita ketahui. Kali ini kami merangkum 8 fakta menarik seputar mata.

 

  1. Melihat Bintang

Apakah Anda sedang melihat bintang, kilatan, mengalami gangguan penglihatan saat mengalami migrain, atau pertunjukan cahaya setelah menggosok kelopak mata, itu semua disebabkan oleh hal yang sama: tekanan atau stimulasi retina. Bola mata diisi dengan cairan menyerupai agar-agar tebal yang menjaga bola mata kita tetap bulat. Kadang-kadang gel ini dapat menekan retina dan pusat saraf yang bertanggung jawab untuk menghantarkan sinyal saraf ke bagian otak yang menciptakan gambar.

Hal ini dapat terjadi ketika mata digosok dengan penuh semangat, bersin dengan kuat dapat menggetarkan retina atau merangsang saraf optik, atau bahkan ketika seseorang bangkit dari duduk atau menuju posisi berdiri terlalu cepat. Yang terakhir, hal ini terjadi ketika tekanan darah menurun dan otak kekurangan oksigen sehingga mempengaruhi bagian mata. Sinyal pesan dari retina akan diinterpretasikan oleh otak sebagai cahaya, apakah ada cahaya yang sebenarnya terlibat atau tidak.

 

  1. Kecepatan Warna

Jangankan kehidupan rahasia lebah di sarang mereka. Penglihatan dan bagaimana cara mereka melihat jauh lebih menarik. Serangga kecil dapat mendeteksi warna tiga sampai empat kali lebih cepat daripada yang dapat dilakukan oleh manusia. Pada pandangan pertama, tampaknya menjadi kemampuan yang terbuang. Kebanyakan objek membawa warna permanen dan jenis penglihatan juga mengeluarkan lebih banyak energi.

Namun, lebah memilikinya. Para pembuat madu telah mengembangkan penglihatan mereka untuk dapat dengan mudah menemukan bunga, yang berarti mampu mengidentifikasi warna tertentu dengan akurasi yang sangat akurat. Sementara kelopak dan mahkota bunga tidak persis mengubah warna mereka sendiri setiap detik, sesuatu yang lain bisa. Para peneliti berpikir keterampilan ini membantu lebah ketika mereka dihadapkan dengan cahaya yang berkedip-kedip. Sebuah lebah yang terbang dengan cepat melalui semak dapat menyebabkan warna bergeser dengan cepat karena perubahan cahaya dan bayangan. Dalam kasus seperti itu, penglihatan warna cepat akan memungkinkan lebah untuk melacak setiap perubahan mendadak bahkan di tempat teduh dengan pencahaan yang kurang optimal.

 

  1. Perbedaan Jenis Kelamin

Pria dan wanita melihat hal-hal berbeda dengan cara yang berbeda pula. Bersama-sama, keduanya akan melihat film dengan judul yang sama, tapi pria akan lebih sensitif terhadap detail kecil dan gerakan. Wanita akan lebih menyadari perbedaan warna-warna dan bagaimana mereka berubah. Selama menjalin percakapan, perbedaan jenis kelamin juga akan memberikan fokus yang berbeda. Pria mungkin akan melihat bibir orang lain ketika mereka sedang berbicara dan akan lebih mudah terganggu oleh gerakan di belakang pembicara.

Ketika wanita mendengarkan seseorang bicara, pandangan mereka cenderung untuk berpindah-pindah antara mata dan tubuh lawan bicaranya. Orang lain, dan bukan sesuatu yang bergerak, lebih mungkin untuk membagi perhatian penglihatan mereka.

 

  1. Pandangan Orang Tuli

Individu yang lahir tuli cenderung memiliki penglihatan pada daerah tepi yang lebih sensitif terhadap gerakan dan cahaya. Penjelasan untuk hal tersebut yang paling mungkin adalah suatu proses adaptasi otak. Setiap kali seseorang melihat sesuatu, akan terjadi dua jalur dalam proses otak mengolah informasi tersebut. Satu sisi menilai posisi objek dan gerak sementara sisi yang lain adalah tentang pengenalan objek yang sedang dilihat. Selama percobaan pelacakan dan gerakan, jalur pertama menunjukkan peningkatan aktivitas pada individu tuli dan hal ini yang paling mungkin sebagai alasan mengapa pandangan perifer pada individu yang tuli lebih baik. Percobaan lain menunjukkan individu tuli juga dapat menggunakan indera peraba untuk mengembangkan ketajaman visual. Dua kelompok penelitian menerima dua objek dekat sudut mata. Selama ini, para peserta mendengar menerima dua bunyi “beep”, dan sedangkan individu tuli diberikan  “puff” udara ke wajah. Keduanya melaporkan halusinasi yang sama melihat dua objek berkedip. Pada kucing yang tuli, bagian pendengaran dari otak mereka juga tampak mempertajam penglihatan tepi mereka.