diskusi pasien dokter

Mitos VS Fakta Tekanan Darah Tinggi

Pernahkah anda merasa khawatir dengan tekanan darah anda, keluarga, atau teman anda yang tinggi? AHA dan ACC di Amerika Serikat baru saja menerbitkan pedoman hipertensi yang menyebabkan hampir setengah populasi dewasa di Amerika mengalami darah tinggi. Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung dan stroke. Mengetahui lebih banyak terkait tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat membantu anda untuk mencegah hipertensi. Anda dapat memulai mempelajari fakta-fakta terkait dengan hipertensi. Artikel ini memuat lima mitos terkait hipertensi yang paling sering dibicarakan dan bagaimana fakta sebenarnya.

darah tinggi
Health image created by Welcomia – Freepik.com

 

MITOS 1: Darah Tinggi Bukan Merupakan Suatu Masalah yang Besar

Pada awalnya, seseorang tidak akan menyadari gejala darah tinggi, sehingga tidak menjadi perhatian. Meskipun demikian, peningkatan tekanan darah yang berlangsung terlalu lama dapat MEMBUNUH SESEORANG.

 

Pada kondisi normal, jantung berdetak secara reguler, memompa darah melalui pembuluh darah menuju ke seluruh tubuh. Darah mendapatkan dorongan oleh denyut jantung sehingga darah memberikan dorongan pula ke dinding pembuluh darah. Pada hipertensi darah mendorong pembuluh rdarah terlalu kuat sehingga pembuluh darah dapat menjadi KAKU dan terbentuk PLAK bahkan PECAH. Kondisi tersebut yang menjadi awal dari seluruh masalah.

 

Tekanan darah yang terlalui tinggi dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah dan organ lainnya seperti jantung, ginjal, otak, dan organ lainnya. PENYAKIT JANTUNG dan STROKE merupakan kondisi yang paling sering terjadi pada seoseorang dengan menganggap remeh tekanan darah tinggi. Kedua kondisi ini bahkan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

 

Fakta yang menakutkan adalah seseorang penderita hipertensi telah mengalami peningkatan tekanan darah tanpa bisa diketahui. Kondisi ini memberikan hipertensi istilah silent killer.

 

FAKTA 1: Darah Tinggi Merupakan Masalah Yang Besar

 

MITOS 2: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Bila seseorang memiliki anggota keluarga atau saudara yang menderita hipertensi. Maka, orang tersebut berada pada sekelompok orang yang memiliki RISIKO HIPERTENSI yang lebih besar. Faktor ini disebut sebagai faktor risiko hipertensi yang tidak dapat dirubah. Faktor risiko hipertensi lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Faktor risiko yang dapat diubahFaktor risiko yang relatif tetap
  • Perokok aktif, perokok pasif
  • Diabetes mellitus
  • Dislipidemia/Hiperkolesterolemia
  • Obesitas/Kelebihan berat badan
  • Kurang aktifitas fisik
  • Diet tidak sehat
  • Gagal ginjal kronik
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan usia
  • Tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang rendah
  • Laki-laki
  • Obstructive sleep apnea
  • Stres psikososial

 

Meskipun demikian, bukan berarti seseorang yang memiliki beberapa faktor risiko pasti menderita tekanan darah tinggi. Terdapat beberapa langkah yang dapat diakukan untuk mencegah hipertensi:

dokter stress
Background image created by Luis_molinero – Freepik.com
  • Pertahankan berat badan anda pada berat badan ideal. Kondisi ini dapat dicapai dengan melakukan kombinasi diet sehat dan olahraga rutin
  • Konsumsi diet sehat. Hal ini dilakukan dengan hanya mengkonsumsi sejumlah makan yang dibutuhkan tubuh dan memilih makanan dengan nutrisi tinggi dan rendah lemak, gula, dan garam
  • Batasi konsumsi garam. Terlalu banyak konsumsi garam akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah
  • Jangan merokok dan batasi paparan asap rokok (perokok pasif)
  • Lakukan olahraga rutin. Lakukan minimal olahraga kecil selama minimal 30 menit setiap hari, 5 hari dalam seminggu. Olahraga juga dapat menghilangkan stress dan membantu mengontrol berat badan
  • Jangan biarkan stress mengganggu. Zat kimia pada tubuh (hormon) dapat merespons stress dan mengakibatkan denyut jantung yang semakin keras dan cepat sehingga tekanan darah akan meningkat.

 

Tanyakan kepada dokter terkait dengan tekanan darah tinggi dan bagaimana mencegahnya.

 

FAKTA 2: Hipertensi Dapat Dicegah

 

MITOS 3: Tidak Masalah Apabila Hanya Salah Satu Nilai Tekanan Darah Tinggi

Ketika dilakukan pengukuran tekanan darah maka akan diukur 2 nilai yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diaslotik. Tekanan darah sistolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat jantung memompa darah. Tekanan darah diastolik mewakili tekanan ketika darah melewati pembuluh darah saat darah kembali ke jantung.

 

Banyak orang beranggapan bahwa tekanan darah sistolik harus lebih diperhatikan dibandingkan tekanan darah diastolik. Akan tetapi, faktanya tekanan darah sistolik memiliki toleransi peningkatan yang lebih besar dibandingkan tekanan darah diastolik.

 

Tekanan darah akan selalu berubah sepanjang hari dan sangat bergantung pada aktivitas. Tekanan darah sistolik akan cenderung meningkat seiring dengan usia namun kebalikannya pada tekanan darah diastolik. Klasifikasi tekanan darah dapat dilihat pada tabel berikut.

Kategori Tekanan DarahSistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal< 120Dan< 80
Meningkat120-129< 80
Hipertensi Stadium I130-139Atau80-89
Hipertensi Stadium II≥ 140≥ 90

 

 

Jika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik hanya pada salah satu tekanan darah sistolik atau diastolik maka orang tersebut harus bertemu dengan dokter. Dokter akan membuat rencana pengobatan tekanan darah tinggi sebelum kondisi tersebut menyebabkan kerusaka pada organ laiinya.

 

FAKTA 3: Peningkatan Hanya Satu Komponen Tekanan Darah Juga Merupakan Masalah

 

MITOS 4: Pengobatan Tekanan Darah Tinggi Tidak Menyenangkan

Sebagian besar orang akan berpikir harus berhenti mengkonsumsi makanan kesukaan dan minum obat dengan efek samping yang mengganggu apabila menjalani pengobatan tekanan darah tinggi.

Memang benar perlu beberapa saat untuk mengembangkan rencana pengobatan yang paling sesuai untuk seseorang, karena tekanan darah tinggi seringkali memiliki beberapa penyebab mendasar. Dalam banyak kasus, penyebab spesifik tekanan darah tinggi mungkin tidak jelas.

diskusi dokter pasien
People image created by Iaros – Freepik.com

Dokter akan bekerja sama dengan penderita hipertensi untuk menentukan kombinasi perawatan yang mana yang paling sesuai untuk mengendalikan tekanan darah tinggi. Rencana perawatan tersebut kemungkinan akan mencakup unsur-unsur berikut:

  • Diet DASH
  • Mengontrol berat badan
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok
  • Pemberian obat anti hipertensi, seperti obat golongan
    • Diuretik
    • ACE inhibitor dan CCB
    • Beta bloker

 

FAKTA 4: Dokter Akan Selalu Berusaha Melakukan Pengobatan Hipertensi Yang Paling Sesuai Dengan Penderita Hipertensi

 

MITOS 5: Pengobatan Hipertensi Tidak Berjalan Dengan Baik

Sebenarnya, jika penderita hipertensi bekerja sama dengan dokter untuk mengembangkan program komprehensif untuk mengelola tekanan darah tinggi, rencana itu bisa berhasil. Untuk memaksimalkan manfaat rencana pengobatan maka dapat mengikuti langkah-langkah ini:

 

  • Periksa tekanan darah sesering yang direkomendasikan oleh dokter.
  • Ikuti rencana perawatan secara konsisten. Sampaikan kepada dokter jika terdapat masalah dengan bagian-bagian rencana pengobatan.
  • Temui dokter sesering yang diminta. Bawa catatan tekanan darah untuk menunjukkan kepada dokter bagaimana rencana pengobatan berjalan baik.
  • Mintalah dokter atau apoteker untuk menjelaskan tentang efek samping obat anti hipertensi. Ketahuilah kapan harus menghubungi dokter anda jika ada masalah.
  • Kurangi konsumsi garam.
  • Belajar tentang tekanan darah tinggi dan bagaimana hal itu bisa membahayakan kesehatan merupakan langkah pertama dalam mengendalikan kondisi sehingga bisa tetap sehat selama bertahun-tahun yang akan datang.

 

Jika rencana pengobatan berhasil dan anda mendapatkan tekanan darah normal maka jangan pernah berpikir untuk berhenti dengan rencana pengobatan tersebut. Hipertensi dapat menjadi penyakit seumur hidup. Tetap ikuti rekomendasi dokter bahkan jika anda harus mengkonsumsi obat anti hipertensi se-umur hidup

 

FAKTA 5: Pengobatan Hipertensi Dapat Berjalan Dengan Baik Apabila Terjadi Kerjasama Antara Penderita Dengan Dokter

 

 

 

menguap 2

Menguap: Mengapa Kita Melakukannya?

Menguap merupakan refleks tidak sadar (involunter) yang menyebabkan mulut terbuka lebar, dan paru-paru mendapatkan lebih banyak udara. Kemudian udara yang masuk akan dikeluarkan secara perlahan. Selama periode tersebut, gendang telinga akan menegang dan mata tertutup rapat.

menguap

Tidak ada gerakan atau tindakan yang dapat menyebabkan kita menguap. Proses seperti yang telah dituliskan di atas terjadi sama pada setiap orang. Menguap pada umumnya terjadi baik sebelum atau setelah tidur. Hal ini yang menyebabkan menguap dipertimbangkan sebagai salah satu gejala keletihan. Menguap juga sering terjadi pada seseorang yang sedang melakukan aktivitas yang membosankan dan menjemukan.

Menguap juga memiliki aspek sosial. Kondisi ini dianggap dapat menular diantara orang yang satu dengan yang lainnya begitu pula pada binatang, dan penyebaran menguap terdokumentasikan dengan baik akan tetapi sulit untuk dipahami.

 

Fakta-fakta Tentang Menguap

menguap 2Berikut ini merupakan poin kunci tentang menguap. Detail lebih lengkapnya dapat dibaca pada artikel ini secara keseluruhan.

  • pada umumnya, menguap adalah respons terhadap keletihan atau  kurangnya stimulasi
  • Bayi dapat menguap bahkan janin pun dapat melakukannya
  • Menguap menular, sebagai bagian dari respons empati natural
  • Menguap memberikan fungsi sosial sebagai alat yang mengkomunikasikan kebosanan.

 

 

Apa yang potensial menyebabkan menguap?

Tidak terdapat bukti yang pasti untuk kondisi ini. Banyak teori yang disarankan dan telah diteliti, beberapa dari teori tersebut memberikan sedikit petunjuk mengapa kita menguap.

 

Perubahan Kondisi

Menguap umumnya merupakan tanda mengantuk atau bosan, akan tetapi kedua kondisi itu tidak selalu menjadi penyebab seseorang menguap.

Ketika seseorang yang mengalami keletihan menguap, maka denyut jantung akan meningkat, sehingga kondisi ini dapat dipertimbangkan sebagai tanda waspada dibandingkan tanda lesu.

Pada umumnya, menguap merupakan jalan sederhana tubuh untuk mengubah kondisi atau tingkat kewaspadaan pada:

  • sebelum tidur: menguap merupakan tanda tubuh menyiapkan diri untuk tidur
  • ketika bosan: menguap ketika mengerjakan suatu aktivitas yang membosankan merupakan tanda transisi otak dari tingkat kewaspadaan tinggi menjadi yang lebih rendah untuk mengurangi penggunaan energi otak.
  • setelah berolahraga: menguap setelah berolahraga juga merukan tanda penurunan penggunaan energi oleh otak dari kondisi penggunaan tinggi ke rendah.

 

Orang-orang juga menguap ketika mengalami perubahan fisik seperti bergerak dari lingkungan dengan tekanan tinggi ke tekanan rendah. Tekanan ini akan menyebabkan perubahan pada gendang telinga dan menyebabkan seseorang menguap.

 

Fungsi Respirasi

Menguap dapat berfungsi untuk pernapasan. Menguap lebih sering terjadi ketika darah membutuhkan lebih banyak oksigen. Menguap menyebabkan inspirasi udara yang lebih banyak dan mempercepat denyut jantung. Kondisi ini secara teori menyebabkan jantung akan memompa lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh. Jadi, menguap secara sederhana diciptakan untuk memberikan suplai oksigen yang lebih banyak kepada tubuh.

 

Untuk Mendinginkan Otak

Menguap dapat mendinginkan otak. Menguap dapat merenggangkan rahang, meningkatkan aliran darah pada leher dan wajah. Inspirasi besar oksigen dan peningkatan denyut nadi juga akan menyebabkan darah dan cairan serebro spinal mengalami siklus yang lebih cepat. Seluruh proses ini akan membuat otak menjadi lebih dingin.

Penelitian yang dipublikasikan pada Physiology & Behavior  mendukung teori ini. Peneliti menemukan bahwa menguap lebih sering terjadi pada suhu 20 °C. Suhu ini merupakan suhu ideal untuk mendinginkan darah dan otak.

 

Sebagai alat komunikasi

Beberapa peneliti percaya bahwa fakta manusia menguap merupakan salah satu bentuk komunikasi. Sebelum manusia berkomunikasi secara vokal seperti saat ini. Manusia berkomunikasi dengan menguap untuk menyampaikan pesan. Menguap dipertimbangkan sebagai gejala kebosanan dan mengantuk. Sehingga menguap dianggap sebagai salah satu bentuk komunikasi non verbal.

menguap 3

Mengapa Menguap Dapat Ditularkan?

Menguap merupakan refleks yang tidak mengikuti suatu pola tertentu. 

Sebagian besar orang setuju bahwa menguap mungkin saja ditularkan. Melihat orang lain menguap dapat membuat orang yang melihat juga menguap.

Ilmu pengetahuan mencoba mencari tahu mengapa hal ini terjadi. Beberapa teori diajukan terkait dengan hal tersebut termasuk:

  • Waktu sehari: Beberapa peneliti telah menyarankan bahwa waktu sehari atau kecerdasan orang-orang yang menangkap menguap menyebabkan  menguap menular, namun kebanyakan orang tidak memikirkan hal ini lagi.
  • Empati: salah satu teori yang paling umum mengapa menguap menular adalah tanda empati untuk orang lain. Melihat seseorang menguap dapat menyebabkan yang melihat juga menguap, khususnya jika mereka sangat dekat atau nyaman dengan orang tersebut.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada PLOS One menunjukkan video sekelompok simpanse menguap ketika simpanse lain menguap. Hasil ini menunjukkan bahwa simpanse akan menguap ketika melihat simpanse lainnya menguap. Hal ini mendukung ide bahwa empati terlibat dalam menularnya menguap.

Penelitian lainnya yang diterbitkan pada PLOS One  juga menemukan bahwa penularan pada manusia merupakan suatu respons individual. Terdapat korelasi sedikit antara inteligensi, waktu, dan empati. Faktor terbesar yang ditemukan adalah usia. Lansia lebih sering menguap dibandingkan kelompok usia lainnya.

Alasan yang pasti mengapa menguap menular belum dapat dijelaskan.

 

 

Mengangislah! Fakta Ilmiah Tentang Air Mata

Setiap dari kita pasti pernah merasakan kesedihan yang mendalam atau meneteskan air mata. Boleh jadi tangisan dan kesedihan sesuatu yang kita alami karena kejadian pribadi atau karena ada pemicu dari luar.

Pada skala tertentu tetesan air mata dapat menjadi obat mujarab untuk meredakan stres dan kesedihan yang mendalam. Lebih dari pada itu, air mata mengandung zat kimia tertentu yang memiliki fungsi untuk mencegah serta membunuh kuman-kuman tertentu yang ada pada mata kita.

air mata

Lebih hebat lagi, penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh (untuk ibu-ibu, kupaslah bagian bawah bawang merah terakhir kali karena di bagian inilah terkandung sulfur yang dapat menguap dan dapat larut dalam lapisan basah mata [kornea] sehingga membentuk larutan encer asam sulfur yang membuat pedih mata. Senyawa lain yang membuat pedih mata adalah enzim sintase factor lacrimatoric).

Fakta Ilmiah Air Mata

Berapa diantara kita dapat lebih mudah untuk menangis. Akan tetapi, terdapat suatu hal yang spektakuler pada tangisan kita. Menangis yang dipicu oleh emosional akan mengaktivasi mekanisme neuroendokrin dan imunitas tubuh. Ishii et al. (2003) dari Nippon Medical School di Jepang menemukan bahwa penderita penyakit sendi reumatoid artritis (RA) yang menangis dan meneteskan air mata pada umumnya akan mendapatkan perbaikan klinis yang lebih baik dalam rentang satu tahun dibandingkan dengan penderita yang kurang atau tidak meneteskan air mata.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ketika penderita RA meneteskan air mata, hormon stres kortisol dalam darah, protein kekebalan tubuh IL-6, CD4, CD8 dan sel kekebalan tubuh alamiah akan mengalami perubahan yang sangat bermakna.

Hasil penelitian ini tidak lantas menyuruh kita untuk menangis tersedu-sedu untuk menekan stres. Menangis dapat menekan pengaruh stres terhadap mekanisme neuroendokrin dan respon imunitas.

Demikian juga dengan perbedaan kadar mangan (Mn). Air mata emosional dan air mata kepedihan, ternyata sama-sama mengandung mangan, yang kadarnya 30 kali lipat daripada mangan yang terdapat dalam darah kita. Fakta ini memberikan sedikit bukti lainnya bahwa air mata dapat membuang racun. Yang perlu kita ingat adalah pengeluaran air mata secara spontan memiliki efek yang berbeda dengan yang dibuat-buat. Persis seperti perbedaan senyum dan tawa spontan dan yang dibuat-buat (baca disini untuk perbedaan tawa).

Tangisan Pria VS Wanita

Penelitian lain mengemukakan bahwa terdapat perbedaan struktur kelenjar air mata pria dan wanita. Akan tetapi, masih belum dapat dipastikan apakah perbedaan struktur kelenjar air mata ini yang membedakan frekuensi menangis antara pria dan wanita. Dimana kita ketahui bahwa wanita cenderung memiliki frekuensi tangis yang lebih tinggi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Frey (1985) menemukan bahwa 94 persen wanita akan mengalami episode tangisan emosional dalam sebulan, sedangkan pria hanya 55%. Delapan puluh lima persen wanita yang menangis merasa lebih baik dan lega setelah menangis. Hal tersebut juga ditemukan pada 73 persen pria. Menariknya, lama tangisannya tidak berbeda, tapi cara menagisnya berbeda. Wanita menangis dengan mengeluarkan bunyi sementara pria menangis hanya tampak dari mata yang sedikit membengkak.

Fakta ilmiah lainnya yang patut diketahui tentang air mata dan mata adalah struktur bernama retina (struktur yang mengubah cahaya menjadi impuls saraf). Retina adalah satu-satunya bagian dari otak kita yang menjulur hingga keluar otak dari otak tengah dan berhubungan secara langsung. Fakta lain, tertawa dan menangis memiliki efek yang sama terhadap tubuh. Jadi, tidak usah heran apabila ada orang yang mengeluarkan air mata saat tertawa terbahak-bahak.

 

Sumber:

Pasiak T. Unlimited Potency of the Brain: Kenali dan Manfaatkan Sepenuhnya Potensi Otak Anda yang Tidak Terbatas. Bandung: Mizan; 2009

Cerita Bohong Flouridasi: Fakta atau Fiksi? (Bagian 1)

Tulisan ini merupakan ringkasan tulisan karangan Dr. Ronald S. Laura dan John F. Ashton profesor pendidikan pada Universitas Newcastle dan Harvard tentang flouridasi.

            Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan dengan beberapa artikel yang menunjukkan adanya misi terselubung dibalik pemurnian air mineral dengan menggunakan flouridasi di Indonesia. Tulisan ini akan menceritakan asal mula bagaimana flouridasi digunakan untuk beberapa hal yang sangat terkait dengan keseharian manusia.flouridasi

Apakah Flouridasi Menguntungkan Anda? Atau Merupakan Sebuah Bisnis Besar!

Kontroversi seputar flouridasi memunculkan sejumlah isu sosioetika penting yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pertanyaan yang paling panas apakah program ini memberikan manfaat dalam menigkatkan kesehatan masyarakat, atau hasil opurtunitas dari lobi yang kuat, yang sebagian besarnya terkain dengan mengedepankan kepentingan sendiri dengan dalih kepentingan masyarakat? Asal mula flouridasi saat ini memang sedang mengemuka, walaupun demikian tulisan ini tidak akan menafsirkan pengungkapan itu sendiri, tetapi lebih untuk mengusik beberapa kebetulan yang luar biasa yang terjadi di balik asal muasal flouridasi tersebut

Meskipun demikian, dalam pendekatan yang lebih langsung terkait isu ini, kita harus membicarakan tentang risiko kesehatan yang cukup potensial dan aktual terkait dengan flouridasi belum cukup dihargai oleh mereka yang mengurusi masalah tersebut. Pengenalan flourida secara sengaja dalam air minum tentu saja belum melalui penelitian dan pengujian yang cermat seperti yang dilakukan terhadap beberapa pengobatan medis, yang banyak bisa kita beli tanpa memerlukan resep dokter. Apabila kita mengetahui efek positif flourida ditambahkan ke air minum adalah hilangnya karang gigi pada anak-anak, maka dosis flourida yang pas tidak bisa dibatasi begitu saja untuk memastikan bahwa efek flourida yang berbahaya tidak melalampaui efek manfaatnya.

Lahirnya Flouridasi

Banyak diantara kita akan terkejut bila mendengar bahwa flourida telah digunakan sejak lama, tetapi tidak untuk pencegah kerusakan gigi. Flourida, atas nama kesehatan, yang kini ditambahkan dalam air minum selama lebih dari lima dekade telah digunakan sebagai racun lambung, insektisida, dan rodentisida. Flourida diyakini mengeluarkan racunnya pada hama dengan bergabung pada tubuh hama dan menghambat banyak enzim yang mengandung elemen seperti besi, kalsium, dan magnesium. Untuk alasan yang sama, flourida sangat bersifat racun bagi tanaman, mengganggu keseimbangan biokimia yang halus dalam hal terjadinya proses fotosintesis.  Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa manusia akan kebal terhadap efek racun yang potensial ini. Tapi jika kita merujuk pada indeks toksikologi insdustrial (keracunan produk industri) mendata sebagian tentang penangan senyawa flourida. Dalam menilai tingkat keracunan flourida ini, seorang ahli kimia bernama Sax menegaskan bahawa dosis 25 sampai 50 mg harus dipandang sebagai “sangat bersifat beracun” dan bisa menyebabkan muntah-muntah hebat, diare dan manifestasinya dapat berupa gangguan sistem saraf pusat.

Penting untuk mengenali bahwa flourida adalah zat yang mengandung racun tinggi. Pengakuan akan hal sederhana ini akan memudahkan penolakan ilmiah terhadap bagian atau sesuatu yang menerima tanpa mempertanyakan bagaimana pencernaan manusia dapat menerima racun ini. Derajat potensial peracunan flourida ini dan batas sempit toleransi manusia terhadap flourida menimbulkan pertanyaan mengapa flouridasi di izinkan?