Pos

obat herbal anti diabetes

Waspada! Inilah Interaksi Obat & Tanaman Herbal dengan Obat Anti Diabetes

Diabetes merupakan kondisi kompleks dengan variasi penyakit. Pendekatan pengobatan yang memiliki target tunggal tidak menunjukkan outcome klinis yang ideal baik pengobatan untuk diabetes itu sendiri atau pun komplikasi nya. Pemberian obat anti diabetes terkadang membuat penderita diabetes menjadi kesulitan karena terkadang lebih dari 1 obat dan hasilnya kurang memuaskan.

 

Obat dan tanaman herbal telah digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit lainnya dan juga untuk diabetes.

Banyak pasien diabetes yang mengetahui manfaat anti diabetes obat atau tanaman herbal tertentu dan terkadang menggunakannya sebagai tambahan pengobatan dengan obat anti diabetes kompensional.

Kondisi ini mengakibatkan dua hal yang bertolak belakang. Pada satu sisi, kegunaan obat atau tanaman herbal tersebut dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah.

Di sisi lain, penggunaan obat atau tanaman herbal ini berbarengan dengan obat anti diabetes konvensional dapat berpotensi memunculkan risiko.

Artikel ini memberikan tinjauan terkait dengan literatur klinis dan eksperimental yang menunjukkan interaksi penggunaan obat atau tanaman herbal dengan obat diabetes.

 

Untuk Artikel Lain Terkait dengan Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif Anda Dapat Membacanya disini:

 

Mekanisme Kerja dan Interaksi Herbal dan Obat

Pada umumnya dua obat yang diberikan bersamaan berpotensi menyebakan reaksi kimia atau interaksi farmakologis.

Interaksi ini dapat meningkatkan atau menurunkan efek obat yang satu terhadap obat yang lain.

Kemungkinan kondisi yang terjadi adalah peningkatan atau penurunan efektivitas dan/atau efek samping obat.

Outcomenya sangat bergantung pada fisikokimia obat yang berpengaruh pada farmakokinetik dan farmakodinamik.

Secara sederhana interaksi ini dapat dilihat pada gambar berikut.

obat anti diabetes

Diabetol Metab Syndr. 2017; 9: 59.

Beberapa mekanisme yang terkait dengan farmakokinetik interaksi obat herbal termasuk:

  • Perubahan kuantitatif klirens ginjal
  • Bioaviabilitas
  • Distribusi obat
  • Absorpsi obat
  • Proses eliminasi obat

Sistem enzim metabolik hati, terutama keluarga isoenzim sitokrom P450 (CYP450), tetap merupakan jalur umum untuk farmakokinetik interaksi obat herabl.

Banyak obat anti-diabetes adalah substrat dari isoenzim CYP450, misalnya:

  • pioglitazone, repaglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C8,
  • glibenclamide, glimepiride, glipizide, nateglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C9,
  • proguanil untuk CYP2C19,
  • pioglitazone dan repaginate untuk CYP3A4.

 

Sejumlah besar herbal juga telah ditemukan mempengaruhi sistem CYP450. Misalnya, St John’s wort menghambat CYP2C dan CYP3A dan ginkgo bilob amenghambat CYP3A4, CYP2C9, dan CYP2C19.

Farmakodinamik interaksi obat herbal dapat memodifikasi kerja obat / herbal secara kualitatif melalui efek pada berbagai organ, situs reseptor atau enzim.

Interaksi semacam itu dapat menghasilkan efek antagonis, aditif, atau sinergis.

Sebagai contoh, banyak obat-obatan herbal memiliki sifat antioksidan yang dapat bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif, faktor patogen utama diabetes.

 

Kami memiliki ebook Farmakologi Klinis Dasar yang berisi rangkuman Farmakokinetik dan Farmakodinamik Obat. Ebook tersebut dapat Anda Unduh pada Link berikut:

Farmakologi klinis mahasiswa kedokteran

 

 

Interaksi Obat Anti Diabetes dan Herbal

Aloe vera – Aloe barbadensis (Lidah Buaya)

Aloe vera telah menunjukkan tingkat signifikansi dalam menuunkan tekanan darah.

Beberapa penelitian melaporkan interaksi potensial Aloe vera dengan anti diabetes.

Salah satu interaksi yang tercatat adalah interaksinya dengan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Ginseng – Panax  ginseng dan Panax quinquefolium

Keduanya merupakan tumbuhan pada famili ginseng dan telah menunjukkan potensi antidiabetik yang mempengaruhi jalur insulin dependen dan independen.

Komponen aktif ginseng yang bertanggung jawab untuk efek anti diabetik ini belum sepenuhnya diketahui.

Penelitian terhadap senyawa K, metabolit akhir dari protopanaxadiol ginsenosides menunjukkan bahwa senyawa K menghambat efek hiperglikemik dengan mekanisme kerja sekresi insulin mirip dengan mekanisme kerja metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Karela – Momordica charantia (Paria/Pare)

Karela dikenal juga sebagai Paria/pare atau bitter melon karena rasanya yang pahit.

Sejumlah senyawa aktif tumbuhan antara lain sterol, glukosida dan polipeptida karantin.

paria obat diabetes

By Tony Hisgett [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila dikonsumsi bersamaan dengan metformin, glimidine, dan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Bawang Putih – Allium sativum

Bawang putih dikenal sebagai salah satu bahan dapur yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan.

Sulfur pada bawang putih diduga mengandung senyawa bioaktif yang disebut sebagai allyl thiosulfinates.

Bawang putih juga telah diketahui memiliki efek anti diabetik.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila jus bawang putih dikonsumsi bersamaan dengan metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

 

Kesimpulan Interaksi Obat Anti Diabetik dan Obat Herbal

Berdasarkan hasil yang disajikan di atas, jelas bahwa banyak obat herbal, bila dikonsumsi bersamaan dengan agen anti diabetes, berpotensi mengubah sifat farmakokinetik dan / atau farmakodinamiknya.

Interaksi ini rumit mengingat banyaknya target patofisiologis / farmakologis yang terkait dengan penyakit dan sifat multikomponen dari obat herbal.

Variasi batch-to-batch dalam komposisi kimia herbal juga cenderung berdampak pada sifat interaksi, membuatnya tidak dapat diprediksi.

Meskipun berpotensi menimbulkan efek samping, kombinasi herbal dan obat anti diabetes lebih sering ditunjukkan memiliki implikasi klinis positif karena dapat menyebabkan efek anti diabetik yang meningkat, yang berpotensi memungkinkan pengurangan dosis agen anti diabetes, sehingga meminimalkan efek sampingnya.

Sebaliknya, antagonisme dapat menyebabkan efek berbahaya dan oleh karena itu perlu peringatan peringatan atau kontraindikasi untuk kombinasi.

Kesimpulannya, interaksi antara agen herbal dan farmasi adalah pedang bermata dua dan menjadi perhatian bagi pasien dan praktisi perawatan kesehatan.

Penting untuk melanjutkan penelitian tentang potensi risiko dan manfaat yang terkait dengan interaksi ini, terutama dalam kelompok pasien lanjut usia dan mereka yang sakit kronis.

Data tersebut sangat penting untuk pengembangan pedoman klinis di masa depan agar hasil perawatan kesehatan lebih baik.

 

Bila ada yang ingin ditanyakan terkait interaksi dan manfaat obat herbal lainnya terhadap penyakit diabetes silakan tanyakan di kolom komentar.

Referensi

  1. Gupta RC, Chang D, Nammi S, Bensoussan A, Bilinski K, Roufogalis BD. Interactions between antidiabetic drugs and herbs: an overview of mechanisms of action and clinical implications. Diabetology & metabolic syndrome. 2017 Dec;9(1):59.

Pisang, Bolehkah Dikonsumsi Penderita Diabetes?

Ketika anda didiagnosis diabetes maka anda harus hati-hati serta penuh pertimbangan dalam mengkonsumsi makanan. Hal ini khususnya dilakukan pada makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, tidak hanya makanan pencuci mulut dan makanan manis tapi termasuk pula roti, pasta, dan buah segar seperti pisang.

Buah ini masuk dalam daftar buah yang harus dihindari oleh penderita diabetes. Namun, pada sebagian besar penderita diabetes, mengkonsumsi pisang secukupnya dapat dilakukan dan aman bagi penderita diabetes.

Nutrisi Buah Pisang

Buah berwarna kuning ini memiliki kandungan lemak jenuh, natrium, dan kolesterol yang rendah. Buah ini juga memiliki campuran nutrisi yang baik seperti vitamin B6, kalium, dan magnesium.

Meskipun demikian, beberapa dokter dan alhi nutrisi melarang konsumsi buah ini pada penderita diabetes karena kandungan glukaosa yang tinggi terkait dengan kalorinya.

Sebuah buah berukuran sedang berdasarkan penelitian dari  Harvard Health Publishing on glicemic load memiliki indeks glikemik (beban glikemik) sebesar 11. Beban glikemik < 10 dianggap sebagai rendah sedangkan > 20 dianggap tinggi.

 

 

Dapatkah penderita diabetes mengkonsumsi pisang?

Penderita diabetes tidak harus menghindari konsumsi pisang, atau buah lainnya. Nilai gizi yang lain dari buah-buahan seperti vitamin dan mineral dapat menjadikannya pilihan sehat bagi mereka yang menderita diabetes saat dikonsumsi “secukupnya”.

American Diabetes Association merekomendasikan memasukkan buah ke dalam diet diabetes, seperti mengkonsumsi sepotong kecil buah utuh atau setengah potong buah besar setiap kali makan.

Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana pisang yang telah diolah atau dimasak dengan cara tertentu. Sebagai contoh, keripik pisang kering, sebagai makanan ringan yang mudah dibawa.

Bagaimanapun makan ini mungkin mengandung gula yang ditambahkan untuk meningkatkan rasanya. Jadi, mengonsumsi keripik ini dapat meningkatkan gula darah seseorang lebih dari yang diinginkan bila dibandingkan dengan mengonsumsi pisang segar berukuran lebih kecil.

 

Pisang dan diet diabetes

Beberapa cara agar penderita diabetes dapat mengkonsumsi buah ini dalam makanan mereka dengan lebih aman adalah sebagai berikut:

  • Hitung dan ketahui berapa besar kebutuhan karbohidrat anda
  • Padukan dengan makanan sumber lemak atau protein “sehat” lainnya seperti daging
  • Pertimbangkan untuk mengkonsumsi buah yang belum terlalu masak
  • Konsumsi buah dalam ukuran kecil
  • 1 buah ukuran sedang sehari bagi sebagian besar penderita diabetes tidak menjadi masalah

 

Kesimpulan

Pisang adalah buah yang aman dan bergizi untuk dinikmati penderita diabetes, tapi penderita diabetes harus mengkonsumsinya bersama makanan lainnya.

Penderita diabetes didorong untuk memasukkan pilihan makanan segar, seperti buah dan sayuran, dalam makanan mereka.

Selain itu, seseorang bisa mendapatkan keuntungan dari nutrisi dan rendahnya kalori yang didapatkan dengan mengkonsumsi buah ini.

Untuk rekomendasi tentang apa yang harus dimakan, dan berapa banyak yang sesuai untuk seseorang penderita diabetes, berdasarkan kebutuhan spesifik mereka, ada baiknya penderita diabetes bertemu dengan ahli nutrisi.

 

Diterjemahkan dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/319992.php dengan sedikit perubahan