Featured Image Serangan Jantung

Serangan Jantung Koroner: Edukasi Pasien

Serangan jantung koroner disebabkan penyumbatan aliran darah ke area jantung (sumbatan arteri koroner). Jaringan jantung menjadi rusak atau mati dalam waktu singkat setelah aliran darah berhenti. Jika area jantung yang terpengaruh besar atau terjadi pada daerah vital jantung, kerusakan dapat menghentikan detak jantung.

 

Penyebab Serangan Jantung Koroner

 

Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung
Sumbatan pembuluh darah pada serangan jantung

Arteri koroner (pembuluh darah jantung) membawa darah dan oksigen ke otot jantung.

 

Serangan jantung koroner terjadi ketika satu atau lebih dari arteri ini tersumbat. Penyumbatan dapat terjadi karena satu atau lebih hal berikut ini:

  • Penyempitan arteri koroner karena:
    • Penebalan dinding arteri (proses penuaan umum)
    • Timbunan plak lemak di dalam arteri
    • spasme arteri koroner
    • Perkembangan gumpalan/bekuan darah di arteri
  • Embolisme — gumpalan darah yang mengalir ke jantung dari area/lokasi lain tubuh

 

Jantung kita memiliki dua arteri koroner utama.

 

Mereka berpisah menjadi cabang-cabang kecil yang tersebar di jantung.

 

Tingkat keparahan serangan jantung koroner akan tergantung pada di mana penyumbatan terjadi:

  • Penyumbatan di arteri yang lebih besar — memengaruhi area jantung yang lebih luas
  • Penyumbatan di pembuluh yang lebih kecil — memengaruhi area jantung yang lebih kecil

 

Penyumbatan mungkin hanya berlangsung dalam waktu singkat dan kemudian memungkinkan aliran darah kembali lancar.

 

Namun, tidak menutup kemungkinan, sumbatan terjadi lebih lama, dan menyebabkan lebih banyak kerusakan.

 

Faktor Risiko Serangan Jantung Koroner

Ilustrasi Pemeriksaan Jantung
Ilustrasi Pemeriksaan Jantung (Sumber: pexels.com)

Faktor risiko merupakan hal-hal yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami suatu penyakit.

 

Risiko serangan jantung lebih besar pada pria dan orang dewasa.

 

Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung jika Anda tidak memiliki pembuluh darah yang sehat.

 

Pembuluh darah yang tidak sehat mungkin disebabkan oleh:

  • Kegemukan
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Tidak melakukan aktivitas harian yang cukup
  • Kolesterol darah tinggi — khususnya, kolesterol LDL tinggi, dan kolesterol HDL rendah
  • Trigliserida darah tinggi
  • Diabetes
  • Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen
  • Stres
  • Anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung
  • Menggunakan terapi testosteron
Baca Juga!  Langkah-Langkah Pencegahan Penularan Keracunan Makanan

 

Gejala dan Tanda

Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Serangan Jantung
Ilustrasi Pemeriksaan Tekanan Darah Pada Serangan Jantung (Sumber: Pexels.com)

Gejala dapat berbeda antara satu orang dengan orang yang lain. Gejala yang paling umum adalah:

  • Dada seperti tertimpa beban berat, nyeri dada yang berat di belakang tulang dada, yang biasanya datang dengan cepat terutama ketika atau setelah:
    • berolahraga atau aktivitas
    • Stres emosional
    • Cuaca dingin
    • Makan besar
  • Nyeri menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, atau rahang
  • Sesak napas
  • Kulit berkeringat dan lembap
  • Mual
  • Merasa lemah
  • Hilang kesadaran
  • Kegelisahan, terutama perasaan takut atau panik tanpa alasan yang jelas

 

Gejala serangan jantung yang tidak biasa dan lebih sering terjadi atau ditemukan pada wanita yang mengalami kondisi ini antara lain:

  • Sakit perut
  • Nyeri punggung dan bahu
  • Kebingungan
  • Pingsan

 

Segera cari bantuan medis atau segera datang ke unit gawat darurat jika Anda merasa mengalami serangan jantung. Perawatan dini dapat menghentikan kerusakan lebih lanjut.

 

Diagnosis

Elektrokardiografi Serangan Jantung koroner
Elektrokardiografi Serangan Jantung (Sumber: pexels.com)

Jika dokter mencurigai adanya serangan jantung, kondisi ini dapat dikonfirmasikan dengan:

 

  • EKG (elektrokardiografi) — menunjukkan aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan apakah serangan jantung telah terjadi atau mungkin terjadi. EKG juga dapat membantu menentukan apakah serangan jantung adalah:
    • STEMI — Arteri koroner utama tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini adalah jenis serangan jantung yang lebih serius
    • NSTEMI — kondisi ini menunjukkan sumbatan parsial (sebagian) dari arteri. Sumbatan juga memungkinkan adanya periode aliran darah pada arteri koroner
  • Tes darah — dapat menunjukkan tanda dalam darah. Penanda ini muncul saat serangan jantung dan dapat menunjukkan seberapa banyak kerusakan yang dilakukan (misalnya Troponin atau CKMB).
  • Echocardiogram — membuat gambar dari ukuran, bentuk, fungsi, dan gerakan jantung dengan menggunakan prinsip ultrasonografi.
  • Angiografi koroner — dilakukan untuk melihat arteri koroner melalui pencitraan sinar X dan selang (kateter) kecil yang dimasukkan melalui pembuluh darah. Dapat membantu menemukan penyumbatan atau kerusakan pada arteri.
Baca Juga!  Rangkuman Pencegahan Penyakit Jantung & Pembuluh Darah

 

Tes lain akan didasarkan pada kebutuhan spesifik Anda tetapi dapat meliputi:

  • Tes stres —Merekam aktivitas listrik jantung di bawah tekanan fisik. Dapat dilakukan beberapa hari atau berminggu-minggu setelah serangan jantung.
  • Electron-beam computed tomography (EBCT) – Mengambil gambar jantung, arteri koroner, dan area sekitarnya.

 

Tatalaksana Serangan Jantung Koroner

Tujuan pertama pengobatan adalah untuk meningkatkan aliran darah dan mendapatkan oksigen ke jantung Anda secepat mungkin.

 

Pengobatan termasuk:

  • Aspirin dan agen antiplatelet lainnya — untuk mengurangi pembekuan dalam darah dan meningkatkan aliran darah.
  • Terapi oksigen — untuk meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. Obat ini akan meningkatkan oksigen untuk jantung.
  • Obat nitrat — untuk membantu pembuluh darah terbuka atau melebar. Pelebaran pembuluh darah (arteri) dapat meningkatkan aliran darah.
  • Pengencer darah – untuk mengencerkan darah dan membantu melarutkan bekuan darah. Termasuk aspirin, obat-obatan seperti aspirin, dan antikoagulan.
  • Obat penghilang rasa sakit
  • Obat penghambat beta dan/atau angiotensin-converting enzyme (ACE) —untuk mengurangi beban kerja pada jantung.
  • Obat anti-kecemasan
  • Obat penurun kolesterol seperti obat statin yang dapat mengurangi kemungkinan serangan jantung atau stroke.

 

Menghilangkan Sumbatan

Bantuan Hidup Pada Henti Jantung
Bantuan Hidup Pada Henti Jantung (Sumber: pexels.com)

Obat dapat diberikan untuk mencoba memecah gumpalan darah.

 

Semakin cepat obat-obatan ini diberikan, semakin baik hasilnya.

 

Obat ini bekerja paling baik ketika diberikan dalam 6 jam pertama setelah gejala muncul.

 

Pembedahan mungkin diperlukan untuk:

  • Gumpalan yang tidak merespons obat
  • Penyumbatan yang disebabkan oleh penumpukan plak

 

Penyumbatan parah mungkin perlu segera diobati.

 

Pembedahan mungkin ditunda selama beberapa hari jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aliran darah yang cukup ke jantung.

Opsi tindakan bedah meliputi:

  • Balloon angioplasty — Sebuah kawat dimasukkan melalui pembuluh darah ke jantung. Balon digunakan untuk membuka arteri yang tersumbat. Stent (ring koroner) juga dapat ditempatkan pada lokasi pembuluh darah yang tersumbat. Tindakan ini akan membantu menjaga area terbuka.
  • Cangkok bypass arteri koroner (CABG) — Pembedahan terbuka. Bagian dari pembuluh darah yang berasal dari area tubuh akan diambil. Tindakan ini digunakan untuk membuat jalur di sekitar area yang tersumbat di jantung.
Baca Juga!  Choosing Wisely: Menghindari Intervensi Medis Yang Tidak Perlu

 

Pemulihan

Rehabilitasi jantung dapat membantu setelah serangan jantung. Tindakan pemulihan ini termasuk:

  • Pemantauan selama aktivitas fisik dalam beberapa minggu pertama pemulihan
  • Pendidikan atau edukasi tentang nutrisi sehat dan perubahan gaya hidup

 

Serangan jantung bisa menjadi peristiwa besar dalam kehidupan.

 

Orang yang pernah mengalami serangan jantung rentan mengalami depresi.

 

Psikoterapi dan obat-obatan dapat membantu mengatasi tantangan ini.

 

Pencegahan

Banyak kebiasaan gaya hidup mempengaruhi kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kebiasaan jantung yang sehat meliputi:

 

Mempertahankan berat badan yang sehat.

Memulai program latihan yang aman. Ikuti saran dokter Anda:

  • Jangan merokok. Jika Anda merokok, bicarakan dengan dokter Anda tentang cara untuk berhenti.
  • Makanlah makanan yang menyehatkan. Bertujuan untuk orang yang kaya akan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Cari lemak sehat seperti yang ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Kelola kondisi jangka panjang yang dapat memengaruhi jantung. Ini termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi.
  • Gunakan teknik relaksasi untuk mengelola stres.

 

Dosis aspirin harian yang kecil dapat membantu beberapa orang mengurangi risiko serangan jantung.

 

Obat ini hanya boleh dilakukan dengan persetujuan dokter Anda.

 

Aspirin dapat memiliki efek samping seperti pendarahan di lambung.

 

Aspirin juga dapat menyebabkan masalah bila dikonsumsi bersamaan dengan obat lain.

 

Referensi

  1. Antithrombotic Trialists’ (ATT) Collaboration, Baigent C, Blackwell L, et al. Aspirin in the primary and secondary prevention of vascular disease: collaborative meta-analysis of individual participant data from randomised trials. Lancet. 2009;373:1849-1860.
  2. Explore heart attack. National Heart Lung and Blood Institute website. Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health/health-topics/topics/heartattack.
  3. ST-elevation myocardial infarction (STEMI). EBSCO DynaMed Plus website. Available at: http://www.dynamed.com/topics/dmp~AN~T115392/ST-elevation-myocardial-infarction-STEMI
Berikan Komentar Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.