Featured Image Sejarah Kopi

Sejarah selalu menjadi bagian penting dari ketertarikan seseorang terhadap suatu hal. Begitu pula dengan kopi, bila kita benar-benar tertarik dengan kopi maka sebaiknya kita mulai ketertarikan kita dengan mempelajari bagaimana sejarah kopi.

 

Bagaimana tanaman kopi pertama kali ditemukan hingga bisa menjadi minuman paling laris di seluruh dunia. Pada bagian ini kami munculkan kisah penemuan tanaman kopi hingga menjadi minuman serta diketahui berefek terhadap tubuh.

 

Dari Mana Asal Mula Kopi?

Ilustrasi Kebun Kopi Tahun 1890
Ilustrasi Kebun Kopi Tahun 1890 oleh D. Howard Hitchcock

Selama berabad-abad, banyak legenda dan sejarah terkait asal dan penemuan kopi. Beberapa pakar berpendapat penanaman pohon kopi telah dilakukan pada tahun 575 Masehi. Namun, Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi (Ar-Razi) atau yang dikenal sebagai Rhazes di dunia barat, seorang ilmuwan muslim serba bisa dari Iran, adalah orang pertama yang menyebut istilah kopi dalam tulisannya.

 

Sementara Ibnu Sina (Aviccena) adalah ilmuwan muslim pertama yang menyelidiki zat kimiawi kopi. Tulisannya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah kopi dari ilmu kedokteran dan kesehatan

 

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah. Kata qahwa pada awalnya merupakan istilah puitis dalam bahasa arab untuk wine atau anggur.

 

Beberapa negara memiliki istilah turunan untuk menyebut kopi menjadi kafe (Prancis), caffe (Italia), kaffee (Jerman), koffie (Belanda), dan coffee (Inggris). Kopi juga sering disebut Mocha, singkatan untuk nama pelabuhan Mochaon di Tepi Laut Merah. Pelabuhan tersebut merupakan lokasi pertama yang mengirim kopi ke jazirah Arab.

 

Kisah Penemuan Biji Kopi dan Sejarah Kopi Menjadi Minuman Bagi Sufi

Ilustrasi Khaldi dan Kambingnya
Ilustrasi Khaldi dan Kambingnya

Tepi Laut Merah menjadi latar cerita sejarah penemuan kopi yang terkenal oleh Khaldi, seorang gembala kambing yang menggembalakan kambingnya di sekitar bukit Tepi Laut Merah.

 

Ada banyak versi cerita tentang Khaldi dan kambingnya. Namun pada intinya kisah ini menceritakan bahwa Khaldi memperhatikan perubahan perilaku pada kambing peliharaannya setelah mengunyah beri dari pohon perdu yang tubuh di sekitar lokasi penggembalaannya.

 

Kambing-kambingnya tampak berjingkrak dan bersemangat. Khaldi kemudian mencoba untuk memakan beri berwarna kemerahan tersebut. Dia juga merasa gembira dan merasa lebih bahagia. Kaldi kemudian memetik beri tersebut dan memakannya banyak sekali.

Beri Kopi
Beri Kopi (Jonathan Wilkins, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Tanpa sadar, Kaldi sudah menari di sekitar kambingnya yang berjingkrak-jingkrak. Seorang sufi melihat hal tersebut dan membawa beri tersebut pulang ke rumah. Sufi ini lalu menyangrai dan menyeduh beri tersebut. Minuman yang dihasilkan membuat sufi ini tetap terjaga dan dapat berdoa sepanjang malam.

 

Sejak awal, Sejarah kopi telah memiliki peran dalam komunitas agama Islam dan mengalami perkembangan serta penyebaran dalam dunia Islam.

 

Sebuah cerita lainnya berasal dari seorang sufi bernama Ghothul Akbar Nooruddin Abu al-Hasan al-Shadhili yang berasal dari Yaman.

 

Sufi ini melihat burung-burung yang sangat energik ketika ia melakukan perjalanan ke Ethiopia. Setelah mengamati burung-burung tersebut dari dekat, ia melihat bahwa burung-burung tersebut memakan buah beri kecil yang merupakan beri tanaman kopi.

 

Al-Shadhili kemudian mencoba beri untuk dirinya sendiri dan menemukan bahwa ia juga mengalami ledakan energi yang tiba-tiba.

 

Kisah Sejarah Kopi Sebagai Minuman Lainnya

Derajat Roasting Kopi
Derajat Roasting Kopi (I, Y tambe, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Penemuan hebat dalam sejarah pasti memiliki banyak kisah. Kisah ketiga ini menghubungkan penemuan tanaman kopi dengan murid sufi al-Shadhili yang bernama Omar. Omar pada masa itu mengasingkan diri ke gua gurun di dekat Ousab. Selama pengasingannya, Omar sering sekali merasa lapar.

 

Setelah dia menemukan beri kecil dari tanaman perdu yang tumbuh di sekitar gua barulah dia bisa merasa kenyang. Ketika memakan buah ini, Omar merasa bahwa buat tersebut pahit.

 

Kemudian dia mencoba untuk menghilangkan rasa pahit tersebut dengan memanggang beri kecil di atas api. Proses pemanggangan ini malah menyebabkan beri kecil menjadi keras dan tidak dapat dimakan.

 

Omar kemudian merebus beri kecil keras yang telah dipanggang ini dengan air. Air rebusan ini kemudian dia minum dan dia merasa lebih bertenaga dan kenyang.

 

Penemuan Omar tentang minuman ajaib yang dapat membuat seseorang berenergi dan kenyang ini membawa Omar kembali ke Mocha dari pengasingan. Masyarakat terkesan dengan minuman baru ini menjadikan Omar sebagai orang suci penemu minuman hebat.

Peta Rencana Pembangunan Mocha Abad 18 oleh Prancis
Peta Rencana Pembangunan Mocha Abad 18 oleh Prancis (Public Domain)

Semua itu adalah beberapa tulisan sejarah Kopi Arabika. Selanjutnya kita akan membahas tentang bagaimana Kopi ini menyebar dan sejarah kopi robusta.

 

Penyebaran Kopi Arabika dan Penemuan Kopi Robusta

Ilustrasi Perkebunan dalam Sejarah Kopi
Ilustrasi Perkebunan dalam Sejarah Kopi (Blake, William O, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kisah-kisah di atas merupakan kisah tentang penemuan tanaman kopi liar (Coffea arabica). Kisah mana pun yang paling Anda sukai menunjukkan fakta bahwa kopi merupakan tanaman asli Ethiopia.

 

Negara di Tepi Laut Merah adalah lokasi tanaman ini pertama kali ditemukan sekitar tahun 850 Masehi. Kemudian koloni Arab Hara mulai membudidayakan tanaman kopi. Dalam Sejarah kopi lalu menyebar ke Mekah ketika biji kopi menjadi salah satu oleh-oleh yang dibawa pulang oleh jamaah Haji pada masa tersebut.

 

Sejarah Kopi Robusta

Sejarah penemuan kopi Robusta (Coffea cenephora) terjadi pada masa yang lebih baru. Pengiriman dan budidaya pertamanya dilakukan pada tahun 1870 di lembah Kongo. Smith (1985) dalam buku Coffee: Botany, Biochemistry and Production of Beans and Beverage beranggapan bahwa meskipun sejarah kedua jenis kopi yang paling besar produksinya ini terpisah berabad-abad, kedua spesies kopi ini berasal dari hutan di sekitar garis khatulistiwa benua Afrika.

 

Kopi dan Homo sapiens mungkin memulai perjalanan panjang dari Afrika. Sudan Selatan dan Ethiopia merupakan tempat asli kopi Arabika merupakan tempat yang sama dengan tempat manusia primitif memulai perjalanan panjang menjelajahi dunia. Spesies kopi Arabika yang ada saat ini berasal dari pohon-pohon leluhur yang ditemukan di hutan primer Lembah Celah Besar (sebuah fitur geografi dan geologi, yang terbentang dari Suriah utara sampai Mozambik tengah di Afrika Timur).

 

Sejarah Kopi Arabika: Penyebaran dan Budidaya Tanaman Kopi

Kini, tanaman kopi telah ada di seluruh dunia. Sejarah penyebaran kopi Arabika dimulai pada abad ke-8 ketika beberapa bibit tanaman ini diangkut dari Ethiopia ke Yaman. Budidaya kopi dilakukan di Yaman hingga akhir abad ke-14 oleh bangsa Arab. Bangsa Arab sendiri menjadi satu-satunya penyedia tanaman kopi selama 100 tahun.

 

India, Ceylon (sekarang Sri Lanka), dan Indonesia merupakan negara-negara jauh yang menjadi tujuan ekspansi kopi selanjutnya. Indonesia bahkan menjadi negara pertama yang memiliki perkebunan kopi komersial.

 

Bangsa Eropa mulai mengenal kopi pada Abad ke-17. Waktu itu pedagang Belanda membawa kopi pertama kali pada tahun 1616. Kebun Raya Amsterdam adalah lokasi budidaya tanaman kopi. Bibit kopi dari Amsterdam ini digunakan untuk membangun perkebunan kopi baru di Hindia Timur (Sebutan untuk Asia Tenggara pada masa penjajahan Belanda).

 

Tanaman kopi lainnya juga tiba di Jardin des Plantes de Paris, taman botani utama di Prancis pada masa itu. Kopi kemudian dihadiahkan kepada Raja Louis XIV. Peristiwa ini menjadi titik awal budidaya kopi di Prancis yang kemudian menyebar ke Spayol, Inggris dan Italia. Italia juga berperan besar dalam membawa kopi ke hampir seluruh daratan Eropa dan Amerika.

 

Sebelum tiba di Italia, kopi dipandang sebagai minuman masyarakat Muslim karena sering diminum agar dapat lebih lama berdoa di malam hari (ritual agama). Namun, ketika kopi datang ke Italia dan Paus Klemens VIII menyatakan bahwa minuman ini dapat diterima oleh orang Kristen maka penyebaran kopi menjadi lebih luas di daratan Eropa. Pada saat ini, budidaya kopi Arabika telah menyebar ke semua wilayah inter-tropis di seluruh dunia.

 

Sejarah Kopi di Amerika Serikat

Berbeda dengan penyebaran kopi di Eropa yang didukung oleh pernyataan Paus Klemens VIII, penyebaran kopi di Amerika Serikat tidak berjalan dengan lancar. Inggris mengenalkan kopi ke Amerika ketika masa kolonial Inggris. Namun, kopi tetap tidak disukai oleh kalangan bangsa Amerika dibandingkan dengan bangsa Eropa.

 

Alasan utamanya adalah bangsa Amerika lebih memilih mengonsumsi alkohol dibandingkan dengan kopi. Bangsa Amerika jauh lebih menyukai rasa dan efek setelah minum alkohol dibandingkan rasa dan efek setelah minum kopi. Namun, ketika perang Revolusi melanda Amerika dan membuat persediaan teh dan alkohol menjadi menipis, kopi menjadi semakin populer.

 

Kecintaan bangsa Amerika semakin membesar setelah Pesta Teh Boston tahun 1773 mereka memutuskan bahwa teh adalah minuman Inggris maka harus diprotes secara bersama oleh seluruh bangsa Amerika. Protes ini menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah peminum kopi di Amerika.

 

Sejarah Penyebaran Kopi Robusta

Berbeda dengan kopi Arabika yang memulai perjalanan ke seluruh dunia dari Ethiopia, kopi Robusta memulai perjalanannya dari daerah dengan sungai Lomani, sebuah anak sungai Kongo di Afrika Tengah. Pembibitan kopi ini kemudian dilakukan di Brussels. Kopi Robusta kemudian dibawa ke Jawa, Indonesia. Pembibitan kopi Robusta di Jawa melakukan seleksi awal dan produksi benih. Benih kopi Robusta terpilih tersebut digunakan untuk membangun perkebunan baru di negara lain seperti India, Uganda, dan Pantai Gading.

 

Populasi tanaman kopi Robusta alami lokal dibudidayakan di berbagai negara Afrika dan memungkinkan penyebaran kopi Robusta pada area budidaya baru sebelum akhirnya mencapai benua Amerika sekitar tahun 1912.

 

Saat ini, beberapa kopi liar baru terus ditemukan di hutan tropis Afrika. Varietas baru sedang dikembangkan di berbagai daerah tropis di seluruh dunia. Di Amerika Tengah, Kolombia, Brasil, Pantai Gading, atau program pemuliaan Kenya tidak hanya berfokus pada produktivitas tinggi tetapi juga pada toleransi tinggi terhadap hama dan penyakit (terutama untuk jenis kopi Arabika), adaptasi fisiologis yang lebih baik ke daerah kopi baru atau perubahan iklim, dan jika memungkinkan, juga membedakan atribut sensorik atau rasa dari kopi.

 

Referensi

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.