Sesungguhnya terdapat ribuan penyakit yang dapat dialami oleh manusia. Mulai dari penyakit yang umum terjadi seperti flu, commond cold, dan sakit kepala. Atau penyakit yang sering terjadi pada anak-anak seperti campak, cacar air, mumps, dan penyakit lainnya yang dapat terjadi sekali seumur hidup. Penyakit-penyakit ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, diantara ribuan penyakit tersebut terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam.
Meskipun terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam akan ditunjukkan pada artikel ini, penyebab kematian terbesar di dunia bukan disebabkan oleh penyakit tersebut.
Berdasarkan data World Health Organization, pada tahun 2015, telah terjadi sekitar 54,6 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengah dari total kematian itu (54%) disebabkan hanya oleh 10 penyakit.
Penyakit jantung iskemik dan stroke merupakan penyebab kematian terbesar dan telah bertahan pada posisi puncak kurang lebih selama 15 tahun terakhir.
Penyebab kematian lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah:
Daftar di atas menunjukkan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Meskipun demikian, daftar berikutnya memuat beberapa contoh penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam pertama setelah menunjukkan gejalanya.
Meningitis adalah suatu kondisi infeksi (baik oleh bakteri, virus, protozoa, atau jamur) pada meningens (selaput tebal yang melindungi otak dan sumsum tulang). Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi, anak, dan dewasa muda. Gejalanya dapat berupa penurunan kesadaran, gejala saraf fokal lainnya (kejang, tanda rangsang meningeal, dan lain-lain) dan disertai dengan demam.
Kondisi meningitis yang berat pernah dilaporkan menyebabkan kematian pada penderitanya hanya dalam 4 jam setelah mengalami penurunan kesadaran dan gejala neurologis fokal.
Kondisi ini dikenal pula dengan istilah fascilitis necrotising. Kondisi ini merupakan suatu infeksi bakteri pada kulit yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh permukaan tubuh melalui jaringan lunak. Kondisi ini sangat fatal dan menyebabkan kematian pada 30-40% penderita.
Amputasi bagian tubuh yang terinfeksi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran infeksi ini dan menyelamatkan nyawa pasien.
Stroke adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah pada otak. Gangguan sirkulasi darah ini dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau sumbatan pembuluh darah otak.
Berdasarkan tingkat keparahan stroke, pemulihan masih dapat terjadi. Tapi, pada serangan stroke perdarahan yang disebabkan oleh pecah pembuluh darah otak, pasien tersebut dapat menyebabkan meninggal dunia pada pasien hanya dalam 2 jam.
Kolera merupakan salah satu contoh penyakit diare akut yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Terutama pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini biasanya terjadi karena konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kolera.
Kolera masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.
Damam Berdarah Ebola merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan perdarahan pada organ dalam. Saat ini, outbreak ebola telah terjadi di beberapa negara Afrika. Tingkat kematian dilaporkan oleh ebola adalah sekitar 50-90%.
Pasien dapat meninggal dunia hanya dalam hitungan jam setelah mengalami gejala.
Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian terutama di negara tropis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan nyamuk dan memiliki gejala mirip seperti penyakit flu.
Kondisi perdarahan pada penyakit ini menyebabkan gangguan pembekuan darah. Perdarahan organ dalam menyebabkan kondisi syok. Kondisi syok yang tidak tertangani akan menyebabkan kematian dalam hitungan jam.