Featured Image Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan

Puasa selama bulan Ramadan jelas memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan. Namun, puasa Ramadan juga berpotensi menimbulkan dehidrasi. Kondisi kekurangan asupan cairan atau air sebab tidak minum atau makan hingga waktu berbuka. Selain itu, pengurangan durasi tidur selama bulan puasa juga meningkatkan risiko penyakit lainnya. Baik kurang tidur dan dehidrasi, keduanya berpotensi mencetuskan sakit kepala. Lalu, Apa yang harus kita lakukan agar tetap sehat selama Ramadan? Inilah Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan.

Ilustrasi Tetap Sehat Selama Ramadan

Rumus Sederhana Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan

Puasa yang sehat dapat kita jalani bila kita “Mengonsumsi makanan yang tepat; dalam jumlah yang tepat pula.”

 

Hal tersebut merupakan rumus sederhana bila kita ingin mendapatkan puasa Ramadan yang menyehatkan. Berlebihan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu (misalnya, makanan atau minuman manis dan makanan yang digoreng) berpotensi menyebabkan penyakit.

 

Oleh karena itu, kami sertakan beberapa panduan tetap sehat selama Ramadan yang berdasarkan rumus sederhana tersebut.

 

Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan 1: Jangan Melewatkan Sahur

Ilustrasi Makanan Sahur yang Sehat

Nasehat ahli dan pakar kesehatan menyebutkan bahwa, “Sarapan adalah makanan terpenting untuk seseorang menjalani hari.”

 

Selama bulan Ramadan, makan pagi menjadi sangat penting. Santap pagi pada puasa Ramadan kita kenal sebagai “Sahur”.

 

Melewatkan untuk tidak makan sahur agar bisa tidur lebih nyenyak tanpa gangguan hingga waktu subuh tiba mungkin terdengar menarik. Namun, kami sangat melarang pembaca untuk melakukannya.

 

Melewatkan sahur memperpanjang masa puasa karena tubuh kita harus bergantung pada makanan sebelumnya. Hal tersebut terjadi sebab tubuh harus memberi kita semua nutrisi dan energi hingga berbuka puasa.

 

Kita cenderung merasa dehidrasi dan lelah di siang hari sebab jam puasa menjadi lebih lama. Selain itu, melewatkan sahur juga mendorong makan berlebihan saat berbuka puasa, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat.

 

Panduan Kedua: Jangan Kalap Saat Berbuka

Ilustrasi Kalap Saat Berbuka

Seperti halnya tidak boleh melewatkan sahur, makan berlebihan saat berbuka puasa dapat membahayakan tubuh kita.

 

Berbuka puasa (iftar) seharusnya kita mengonsumsi makanan yang seimbang, bergizi, dan bukan PESTA MAKAN!

 

Makan terlalu banyak dan berlebihan terutama makanan berlemak tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penambahan berat badan. Perlambat dan nikmati setiap suapan makanan kita ketika berbuka.

 

Mulailah berbuka puasa dengan langkah yang disunahkan oleh Rasulullah, sebab hal tersebut juga menjadi Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan, yaitu:

  1. Menyegerakan berbuka
  2. Berbuka puasa dengan beberapa butir ruthab (kurma segar) atau tamr (kurma kering) atau beberapa teguk air
  3. Membaca do’a berbuka puasa: “Zahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah”
  4. Perbanyak berdoa ketika berbuka puasa
  5. Lalu, lanjutkan dengan makanan dan minuman yang lain

 

Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan 3: Hindari Makan Gorengan, Makanan Asin, dan Makanan dengan Kandungan Gula yang Tinggi

Tidak jarang orang yang berpuasa menghadiahi diri mereka sendiri dengan hidangan yang kaya rasa, berminyak, digoreng, dan bergula saat makan.

 

Meskipun makanan ini membuat kita merasa baik dalam jangka pendek, makanan tersebut bisa membuat puasa keesokan harinya lebih sulit.

 

Selain bertambahnya berat badan yang tidak sehat, mengonsumsi makanan berlemak dan bergula juga menyebabkan kelesuan dan kelelahan. Selain itu, kita juga harus membatasi asupan garam, terutama saat sahur (sahur), karena hal ini meningkatkan rasa haus.

 

Sebaliknya, cobalah memasukkan makanan dari semua kelompok makanan utama termasuk buah dan sayuran, nasi dan alternatifnya, serta daging dan alternatifnya ke dalam menu berbuka atau sahur kita.

 

Mengonsumsi makanan kaya serat selama Ramadhan juga ideal. Serat akan tercerna lebih lambat dibandingkan makanan olahan. Hal ini membuat kita merasa kenyang lebih lama.

 

Panduan Tetap Sehat Selama Ramadan yang terakhir adalah terkait dengan konsumsi air.

 

Panduan Konsumsi Air selama Puasa Ramadan

Minum air putih sebanyak mungkin antara buka puasa (buka puasa) dan sahur (sahur) mengurangi risiko dehidrasi selama puasa.

 

Usahakan minum setidaknya 8 gelas cairan setiap hari sebelum fajar dan setelah matahari terbenam. Cairan termasuk jus, susu, minuman dan sup tetapi air adalah pilihan terbaik. Idealnya, Kita juga harus mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan kola karena memiliki efek diuretik dan meningkatkan kehilangan cairan.

 

Pola makan yang seimbang adalah kunci puasa yang sehat selama Ramadhan. Baca halaman 2 dan 3 untuk mengetahui makanan yang ideal untuk dimakan selama buka puasa dan sahur.

 

Nantikan artikel kami lainnya seputar puasa Ramadan.

 

Bila ada pertanyaan terkait dengan bagaimana panduan tetap sehat selama Ramadan silakan sampaikan pada kolom komentar.

 

Kami dengan senang hati menerima pertanyaan pembaca dan mencoba untuk mencari jawabannya.

 

Bila pembaca merasa artikel ini bermanfaat silakan bagikan ke teman-teman lainnya.

 

Salam Sehat…

 

Referensi

  1. Healthy Ramadan Fasting
  2. A healthy Ramadan

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version