OSCE adalah Jenis Ujian Yang Mengerikan?

OSCE adalah singkatan dari Objective Structured Clinical Examination. Jenis ujian klinis ini pertama kali dijelaskan dan diperkenalkan oleh Harden dan rekannya pada tahun 1975.

OSCE adalah Mudah (Sumber: pixabay.com)

OSCE telah berkembang menjadi salah satu metode ujian modern untuk mengevaluasi keterampilan klinis dokter dan mahasiswa kedokteran.

 

Di Amerika Serikat, USMLE Step 2 Clinical Skills merupakan salah satu ujian lisensi bagi calon dokter dan pada dasarnya merupakan OSCE.

 

Di Indonesia sendiri, OSCE UKMPPD merupakan salah satu jenis ujian yang harus dijalani oleh mahasiswa program profesi pendidikan dokter bila ingin lulus dan disumpah menjadi seorang dokter.

 

OSCE adalah salah satu jenis ujian yang banyak digunakan di seluruh dunia untuk mengevaluasi mahasiswa kedokteran atau mahasiswa kepaniteraan klinis di pusat-pusat pendidikan kedokteran.

 

Alasan mengapa OSCE adalah ujian yang sering digunakan karena kemampuan OSCE untuk menilai berbagai dimensi kompetensi klinis peserta pendidikan kedokteran.

 

Dimensi kompetensi klinis tersebut antara lain:

  • Anamnesis
  • Pemeriksaan fisik
  • Pengetahuan medis
  • Kemampuan komunikasi
  • Kemampuan interpersonal
  • Profesionalisme
  • Pengumpulan data/informasi
  • Pemahaman terhadap proses penyakit
  • Pengambilan keputusan berdasarkan bukti
  • Keterampilan manajemen perawatan primer/manajemen klinis
  • Tatalaksana yang berpusat pada pasien
  • Promosi kesehatan
  • Pencegahan penyakit
  • Praktik kedokteran yang aman dan efektif

 

Ujian OSCE menggunakan pasien standar. Penilai mengamati secara langsung interaksi antara kandidat peserta didik dengan pasien standar.

 

Ujian OSCE terdiri dari beberapa stasion dimana setiap peserta didik harus keluar masuk stasion dalam rentang waktu tertentu.

 

Sebagian besar mahasiswa kedokteran menganggap OSCE adalah ujian yang sulit.

Baca Juga!  PICO: Metode Mudah Menemukan Jurnal Kedokteran

 

Sering kali mahasiswa mulai stress dan panik ketika akan menghadapinya

 

Tapi, Benarkah ujian OSCE adalah ujian yang mengerikan?

 

Apa yang diharapkan dari OSCE?

Pemeriksaan Vital Sign Saat OSCE (sumber: pixabay.com)

Sering kali ketakutan terhadap OSCE muncul karena seorang mahasiswa kedokteran atau mahasiswa kepaniteraan klinik belum memahami OSCE secara menyeluruh.

 

OSCE adalah ujian yang terdiri dari beberapa station (10-14) dimana masing-masing station harus diselesaikan dalam 5 hingga 15 menit.

 

Setiap fakultas kedokteran memiliki panduan untuk OSCE yang berbeda-beda.

 

Maka langkah pertama untuk mengurangi rasa takut Anda adalah baca dan ikuti panduan OSCE dari kampus Anda masing-masing.

 

OSCE pada umumnya akan meminta para peserta ujian (kandidat) untuk berotasi memasuki setiap station.

 

Pada setiap station OSCE tersebut peserta akan diberikan waktu untuk terlebih dahulu membaca informasi dan data yang dicetak pada selembar kertas.

 

Informasi dan data ini disebut sebagai skenario.

 

Masing-masing station memiliki skenario yang berbeda-beda.

 

Peserta ujian diharapkan melakukan salah satu atau beberapa hal berikut ini pada setiap station:

  • Melakukan anamnesis terfokus dan terperinci
  • Melakukan pemeriksaan fisik terfokus dan terperinci
  • Melakukan penilaian masalah dan mengatasi masalah pasien
  • Menjawab pertanyaan spesifik terkait dengan pasien
  • Memberikan interpretasi pemeriksaan penunjang seperti rongent, elektrokardiografi, analisa gas darah, dan pemeriksaan lainnya
  • Menegakkan dan menuliskan diagnosis
  • Membuat permintaan pemeriksaan penunjang

 

OSCE adalah ujian keterampilan klinis yang mencakup sebagian besar masalah dalam bidang:

  • Ilmu Penyakit Dalam
  • Pediatri
  • Obstetri dan ginekologi
  • Kedokteran preventif dan kesehatan masyarakat
  • Psikiatri
  • Bedah, dan
  • Cabang-cabang kedokteran lainnya.

 

Setiap station OSCE memiliki penguji dan pasien simulasi yang telah terlatih untuk menjalankan skenario tertentu.

 

Penguji melakukan penilaian terhadap peserta ujian dengan menggunakan formulir penilaian standar yang disebut sebagai checklist OSCE.

Baca Juga!  Diagnosis dan Tatalaksana Pada Demam Akut

 

Persiapan Sebelum Menjalani Ujian OSCE

Pemeriksan OSCE (sumber: pixabay.com)

Menurut sebagian besar mahasiswa kedokteran, Ujian OSCE adalah salah satu ujian yang paling sulit.

 

Sehingga dibutuhkan persiapan tertentu sebelum menjalani ujian ini.

 

Persiapan OSCE paling baik dilakukan dengan membentuk kelompok belajar atau belajar dengan 2 atau 3 orang teman.

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa belajar persiapan OSCE 2 minggu sekali selama 4 sampai 5 jam setiap hari kemudian berlatih skenario seminggu sekali dengan teman kelompok merupakan salah satu persiapan yang paling baik.

 

Belajar kelompok untuk menghadapi ujian OSCE adalah penting karena rekan satu kelompok belajar dapat memberikan umpan balik dan kritik saat belajar simulasi OSCE.

 

Buatlah Rencana Belajar

Rencana belajar penting dibuat untuk persiapan sebelum menghadapi ujian OSCE.

 

Beberapa orang mempersiapkan rencana belajar OSCE beberapa hari sebelum ujian sedangkan beberapa mahasiswa lainnya mempersiapkan rencana belajar 2 hingga 3 bulan sebelum ujian OSCE dilangsungkan.

 

Rencana belajar ini sangat bervariasi secara individu, bergantung pada jadwal perkuliahan Anda, pengalaman klinis, pengetahuan klinis, dan pemahaman terkait dengan topik OSCE yang akan diujikan.

 

Identifikasi tujuan dari setiap station adalah salah satu hal yang penting. Fokuskan diri Anda untuk memahami presentasi pasien yang umum ditemukan dan gejala yang kritis.

 

Membuat daftar diagnosis banding juga penting, buat daftar pemeriksaan yang dibutuhkan, dan mengatur serta berlatih bagaimana Anda dapat melakukan semua hal ini dalam waktu OSCE yang telah ditentukan.

 

Saat berlatih skenario dengan teman kelompok, jika Anda tidak berpikir bahwa Anda tidak berhasil melakukan topik tertentu.

 

Cukup luangkan lebih banyak waktu untuk membahas topik tersebut dan diskusikan pada kelompok belajar Anda.

 

Baca Juga!  Alergi 101: Mengenal Segala Jenis Alergi

Pengembangan Keterampilan Anamnesis pada OSCE adalah Penting

Anamnesis pada OSCE adalah salah satu komponen paling penting.

 

Pengetahuan klinis, kelancaran dan pemahaman, dan berlatih sebelum ujian merupakan komponen kunci dari pengembangan keterampilan anamnesis.

 

Pada OSCE terdapat sejumlah informasi terbatas yang perlu diketahui untuk bisa lulus ujian ini.

 

OSCE adalah ujian keterampilan klinis yang terkait dengan penentuan prioritas dan pemikiran strategis dalam waktu terbatas.

 

Jadi, dalam situasi apa pun, Anda harus mengingat checklist OSCE yang dijadikan dasar penilaian, atau pertanyaan penting yang harus ditanyakan pada pasien simulasi dan tidak boleh dilewatkan.

 

OSCE adalah Mudah, Jangan Panik!

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menyambut ujian OSCE.

  • Pastikan Anda cukup tidur sebelum hari OSCE dan cukup istirahat
  • Kecemasan ketika melakukan pemeriksaan fisik dan anamnesis adalah musuh terbesar Anda, jadi cobalah untuk tetap tenang dan santai.
  • Hindari persiapan dengan mempelajari checklist OSCE hingga menit terakhir. Saya menyarankan Anda menyelesaikan belajar dan berlatih OSCE 24 jam sebelum ujian.
  • Selalu percaya diri dan lakukan yang terbaik
  • Setel alarm Anda dan bila memungkinkan maka mintalah seseorang untuk memastikan Anda bangun tepat waktu
  • Bila OSCE dilangsungkan di pagi hari pastikan Anda sarapan sebelum ujian
  • Kenakan pakaian yang paling nyaman dan yang terakhir jangan pernah PANIK.

 

Semoga Anda dapat menghadapi OSCE Anda dengan baik.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Harden RM, Stevenson M, Downie WW, Wilson GM. Assessment of clinical competence using objective structured examination. Br Med J. 1975;1:447. https://www.bmj.com/content/1/5955/447
  2. USMLE Step 2 CS. http://www.usmle.org/step-2-cs/.
  3. Wiprud R. Improving patient care. 30 standardized hospital admission orders. Fam Pract Manag. 2001;8(9):49–51. https://www.aafp. org/fpm/2001/1000/p49.html
Berikan Komentar Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.