Saat kita kecil, tentu kita ingat bahwa guru akan memberitahukan untuk mengunyah makanan sebanyak 30 kali sebelum ditelan. Berdasarkan penelitian terbaru maka kita harus bijaksana untuk menerima nasehat tersebut. Peneliti menemukan bahwa mengunyah makanan memungkinkan pelepasan sel imun yang dapat melindungi kita dari infeksi.
Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Immunity, menemukan bahwa mengunyah makanan (mastikasi) dapat menstimulasi pelepasan sel T helper 17 (Th17) di dalam mulut.
Th17 merupakan bagian dari sistem pertahanan imunitas adaptif, yang memberikan perlidungan terhadap antigen spesifik yang berasal dari patogen (kuman) berbahaya. Sebaliknya, Th17 tidak akan menyerang bakteri baik yang memberikan keuntungan untuk kita.
Dr. Joanne Konkel ketua tim peneliti dari Universitas Manchester, Inggris menyatakan bahwa di kulit dan saluran pencernaan, Th17 diproduksi melalui kehadiran bakteri baik.
Meskipun demikian, peneliti mencatat bahwa mekanisme produksi sel Th17 di mulut masih belum jelas.
Dr. Konkel dan rekan menemukan bahwa terdapat gaya mekanis yang ditimbulkan dari proses mengunyah berperan dalam proses fisiologis abrasi dan kerusakan di mulut. Berdasarkan fakta ini, tim peneliti melakukan penyelidikan terhadap peran kerusakan tersebut dengan produksi sel Th17.
Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan tikus makanan dengan tekstur lunak (yang membutuhkan sedikit kunyahan), hingga tikus mencapai usia 24 minggu. Pada usia 24 minggu, dilakukan penilaian terhadap pelepasan sel Th17 pada mulut tikus.
Penurunan signifikan dari produksi Th17 ditemukan pada penelitian ini. Dimana tim peneliti beranggapan peristiwa tersebut terjadi karena penurunan kerusakan fisiologi karena mastikasi.
Mengkonfirmasikan teori mereka, para peneliti menemukan bahwa peningkatan tingkat kerusakan fisiologis dalam mulut tikus ‘- dengan menggosok rongga mulut dengan aplikator kapas steril – menyebabkan peningkatan produksi sel Th17.
Dr. Konkel dan rekan percaya temuan ini menunjukkan bahwa mengunyah makanan dapat membantu untuk melindungi kita dari penyakit.
“Sistem imum melakukan tindakan penyeimbang yang luar biasa pada lokasi penghalang seperti kulit, mulut dan usus dengan melawan patogen berbahaya sementara menoleransi keberadaan bakteri baik yang normal.
Penelitian kami menunjukkan bahwa, tidak seperti organ penghalang lainnya, mulut memiliki cara yang berbeda untuk merangsang sel-sel Th17: tidak oleh bakteri tetapi dengan mastikasi. Oleh karena itu, mastikasi dapat menginduksi respon imun protektif di gusi kita. ”
-Dr. Joanne Konkel-
Sumber:
Dutzan, Nicolas et al. On-going Mechanical Damage from Mastication Drives Homeostatic Th17 Cell Responses at the Oral Barrier. Immunity , Volume 46 , Issue 1 , 133 – 147