pengukuran kadar pH

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Memilah Informasi pHakta atau pHiksi

Informasi yang viral terkadang sering kali dianggap suatu hal yang benar. Terlebih lagi apabila informasi viral tersebut dibuat dengan beberapa metode yang seolah-olah ilmiah. Penjelasannya pun disusun dengan sedemikian rupa menggunakan berbagai bahasa ilmiah. Tujuannya tentu saja agar orang-orang yang melihat atau mendengarkannya “Percaya”. Salah satu contohnya adalah sebuah video yang viral akhir-akhir ini terkait dengan manfaat pengukuran kadar pH beberapa produk air mineral.

Silakan saja Anda kunjungi Youtube dan masukkan kata kunci “pH air mineral” maka banyak sekali video yang memuat percobaan mengukur pH air mineral tersebut.

Beberapa video diantaranya disertai penjelasan tentang mana pH air mineral yang baik dan mana buruk untuk tubuh.

Internet secara umumnya dan media sosial secara khusus pada masa kini memberikan banyak sekali informasi fakta. Tapi, tidak semua informasi tersebut benar.

Sebagian besar berdiri di atas kata “alternatif”, “herbal”, atau bahkan “pengobatan alami” yang sangat disayangkan terkadang informasinya malah berisi “kebohongan”.

Informasi bohong ini sengaja diberikan demi tujuan promosi dan marketing semata.

Salah satu topik yang sering berisi informasi yang salah atau boleh saya katakan berisi kebohongan adalah terkait dengan pH.

 

manfaat pengukuran kadar pH

By Heinrich-Boll-Stiftung [CC BY-SA 2.0], via Wikimedia Commons

Orang-orang yang percaya akan manfaat pengukuran kadar pH ini tentu akan membatasi diri mereka khususnya diet, menghabiskan begitu banyak uang dengan membeli Air Alkali (yang bahkan salah satu produsen produknya sudah ditarik izin edarnya oleh Badan POM dan Kementrian Kesehatan Indonesia), menguji air kencing dengan menggunakan strip tes pH, dan bahkan membeli obat-obatan yang mengklaim dapat merubah pH menjadi netral, basa, atau asam.

 

Untuk artikel terkait dengan air alkali dapat dibaca di sini:

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Air Alkali Terhadap Tubuh

 

Untuk itu artikel ini saya tulis semata-mata untuk membantu Anda dalam membedakan mana pHakta dan pHiksi terkait dengan informasi manfaat pengukuran kadar pH.

 

pH 101: Informasi Dasar Tentang pH

Orang-orang sering menyebutnya tapi terkadang banyak yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya.

pH merupakan istilah yang berasal dari kata potential of hydrogen. Kata pH ini sering muncul terutama pada bidang ilmu kimia.

pH merupakan suatu skala pengukuran yang kalau dianalogikan seperti Celcius pada suhu tubuh.

Skala pH digunakan untuk pengukuran konsentrasi ion hidrogen pada suatu larutan/cairan. Skala pH merupakan skala logaritmik yang memiliki nilai dari 0 hingga 14.

Air merupakan cairan dengan pH netral, yaitu pH 7. Larutan dengan pH kurang dari 7 disebut sebagai “Asam”. Larutan dengan pH lebih dari 7 disebut “Basa/Alkali”.

efek samping air alkali

Skala logaritmik sendiri merujuk kepada perbedaan 10 kali lipat.

Contohnya: suatu larutan dengan pH 4 memiliki ion hidrogen lebih banyak 10 kali lipat dibandingkan dengan larutan pH 5. Semakin kecil nilai pH-nya maka semakin besar jumlah ion hidrogen terlarutnya.

Skala pH darah manusia dikelola pada rentang sempit berkisar 7,34-7,45 melalui sebuah proses yang disebut sebagai homeostasis (keseimbangan) asam-basa.

Perubahan pH darah di luar rentang batas di atas akan segera diperbaiki atau dikoreksi oleh paru-paru dan ginjal yang disebut sebagai mekanisme kompensasi.

Organ atau cairan tubuh lainnya memiliki nilai atau ambang pH yang berbeda-beda. Skala pH cairan lambung (asam lambung) adalah 1,5-3,5, kulit 4,7, cairan serebrospinal pada otak dan tulang belakang 7,5, dan sekresi pankreas 8,1.

Fakta menariknya adalah tidak satupun kadar pH di atas dipengaruhi oleh komposisi dari diet.

pH pada air kencing atau urin memiliki rentang skala yang cukup besar yaitu antara 4,6 hingga 8,0.

Skala pH urin ini akan terus berubah sesuai dengan kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostatis setelah tubuh mendapatkan beban cairan asam atau basa.

Fakta lainnya adalah pH urin tidak merefleksikan atau menggambarkan pH di dalam darah atau di organ dan cairan lainnya dalam tubuh.

 

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Asam/Basa dan Teori Penyakit

Terdapat teori yang mengklaim bahwa tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan penyakit. Kondisi ini dapat di atas dengan mengkonsumsi makanan yang bersifat basa atau meminum air alkali.

Mengkonsumsi makanan bersifat basa dan air alkali juga dapat meningkatkan kesehatan.

Kemudian teori ini juga mendorong orang-orang untuk melakukan monitoring terhadap pH urin demi keseimbangan asam/basa.

Dr. Gabe Mirkin, seorang dokter ahli nutrisi, menjelaskan bahwa teori asam/basa mempengaruhi penyakit ini adalah suatu hal yang nonsense.

Modifikasi diet pada makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak dapat merubah tingkat keasaman pada organ atau cairan tubuh kecuali urin. Sehingga manfaat pengukuran kadar pH dapat dikatakan sebagai pHiksi.

Dr. Gabe Mirkin juga mengatakan bahwa, “Jika Anda mendengar seseorang berkata bahwa badan anda terlalu asam dan Anda harus menggunakan produk mereka untuk membuatnya menjadi lebih basa, Anda sebaiknya lebih bijaksana untuk ditidak mempercayai apapun yang dikatakan orang tersebut terkait asam/basa kepada anda.”

Seorang Herbalis pernah menyanggah apa yang dikatakan Dr. Gabe bahwa pH urin tidak sama dengan pH darah. Dia mengatakan bahwa, “Kesehatan seseorang dipengaruhi oeh perubahan pH darah dalam kisaran normal, dan pH urin merupakan indikator yang baik untuk menilai seberapa baik ginjal bekerja mempertahankan homeostasis.”

Dia juga mengklaim bahwa pH darah atau urin yang rendah merupakan suatu tanda seseorang tidak sehat.

Tapi ilmu kedokteran berdiri di atas evidence/bukti atau fakta penelitian. Sayangnya, tidak terdapat bukti ilmiah yang mendukung klaim herbalis tersebut.

Untuk artikel lengkap Dr. Gabe Mirkin dapat dibaca di sini:

Acid or Alkaline?

 

Diet Alkali/Basa

Diet alkali ini dapat berubah menjadi kesimpulan palsu dengan sebuah fakta sederhana.

Makanan tertentu menghasilkan asam. Untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh harus mengeluarkan mineral basa seperti kalsium, fosfor, dan magnesium dari tulang, gigi dan organ.

Klaim dari penggagas diet alkali ini juga menyatakan bahwa kondisi di atas akan menyebabkan osteoporosis dan kelelahan tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan bahaya pada sistem kekebalan tubuh.

Tubuh akan rentan terhadap virus atau penyakit. Untuk itu, menghindari makanan yang bersifat asam akan membuat pH urin menjadi basa.

Mereka juga mengklaim bahwa orang dengan pH urin bersifat basa akan mengurangi risiko osteoporosis, kanker, dan penyakit jantung.

Di sisi lain, diet alkali juga dinyatakan membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan energi. Bahkan, disebut dapat menyembuhkan kanker.

Para pendukung yang mempercayai hal ini memberikan testimoni beberapa orang yang telah mencoba dan mendapatkan hasil positif. Selain itu, para pendukung ini juga mengutip jurnal ilmiah yang mendukung temuan mereka. Mereka tidak melakukan teknik evidence based medicine/EBM (kedokteran berbasis bukti).

Analisis sistematis yang merupakan EBM tertinggi menunjukkan bahwa tidak terdapat teori yang mendukung penyakit asam/basa.

 

Air Alkali

Anda dapat membeli air alkali atau membuatnya sendiri. Klaim produsen tertentu mengatakan bahwa air alkali bermanfaat untuk detoksifikasi, hidrasi (semua air memberikan hidrasi), memberikan oksigenisasi dan berperan sebagai anti oksidan, dapat merubah pH tubuh (sama sekali tidak), dan meningkatkan sistem imun.

Air alkali juga dinyatakan dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan menyembuhkan psoriasis. Sayangnya, lagi-lagi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

 

Lalu, adakah manfaat pengukuran kadar pH?

Untuk kondisi tertentu dimana terjadi ketidakseimbangan pH maka perlu dilakukan pengukuran. Dalam dunia kedokteran kadar pH yang paling sering diukur adalah pH darah dan pH urin. Skala pH darah akan menunjukkan asam disebabkan oleh asidosis begitu juga sebaliknya alkalosis menunjukkan pH darah basa.

Berapa penyakit ginjal dan saluran kemih juga dapat merubah kadar pH pada urin. Tapi, bukan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang dalam kondisi asam dan memerlukan asupan yang bersifat basa.

gangguan asam basa

By Maen K. Househ (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons

Pemahaman dasar tentang fisiologi keseimbangan asam-basa merupakan bukti ilmiah (pHakta) yang cukup untuk mengabaikan kesalahan informasi dan pemahaman dasar terkait kadar pH (pHiksi) yang jelas tidak banyak diketahui oleh orang awam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan informasi khususnya tentang pH dan sifat asam-basa.

Berikan Komentar Di Sini
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.