Pendidikan kedokteran pada masa kini bertujuan untuk menyediakan sekumpulan orang yang berpengetahuan, terampil, selalu up to date sebagai profesional dibidang kesehatan yang menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Menjadi mahasiswa kedokteran adalah suatu hal yang berbeda dengan mahasiswa lainnya.

Ilustrasi Mahasiswa Kedokteran Belajar
Ilustrasi Mahasiswa Kedokteran Belajar (pixabay.com)

 

Pendidikan kedokteran dibagi menjadi tiga fase yaitu:

  1. preklinik (mahasiswa kedokteran)
  2. klinik (pendidikan profesi dokter/dokter muda), dan
  3. pengembangan pendidikan kedokteran berkelanjutan (pendidikan spesialis/residen dan subspesialis).

 

Tidak dapat kita pungkiri profesi ini masih istimewa dan menjadi primadona di mata masyarakat. Dokter merupakan profesi mulia karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan Yang Maha Esa untuk membantu orang lain mencapai kondisi sehat.

 

Salah satu aspek yang cukup mendapat sorotan masyarakat adalah sistem pendidikan kedokteran. Sistem ini menurut sebagian besar orang memunculkan berbagai kesulitan.

 

Mulai dari kesulitan finansial hingga sulitnya untuk diterima menjadi salah satu peserta didik. Tapi di sini lain, bagi sebagian pelaku pendidikan kedokteran kesulitan terbesar dari pendidikan kedokteran adalah meraih kelulusan.

 

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang hal terkait dengan kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran dengan harapan dapat memberikan semangat dan ketertarikan yang lebih baik bagi anda yang saat ini sedang menjalani pendidikan kedokteran.

 

Semua yang mahasiswa kedokteran pelajari dapat digunakan sepanjang hidup

Kalimat di atas mungkin terlihat sepele, akan tetapi sebaiknya tidak diabaikan. Fakta yang terjadi selama pendidikan kedokteran adalah sebagian besar mahasiswa benar-benar belajar hanya untuk lulus ujian.

 

Informasi ilmu kedokteran yang didapatkan terkadang tidak dikelola dengan baik sehingga akan sulit untuk diingat ketika mereka dibutuhkan.

 

Sebagian mahasiswa kedokteran menganggap ilmu kedokteran dasar (anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, farmakologi, dan patologi) bukan suatu yang utama.

 

Ilmu yang utama adalah ilmu kedokteran klinis. Padahal, ilmu-ilmu kedokteran dasar tersebut sangat dapat diterapkan secara langsung dalam mendiagnosis, memahami dan mengobati suatu penyakit.

 

Mempelajari ilmu kedokteran dasar dengan baik dengan tujuan belajar tidak hanya agar lulus ujian akan memberikan kesempatan kepada anda menjadi dokter yang lebih kompeten. Detail ekstra yang Anda pelajari dari ilmu kedokteran dasar suatu hari nanti dapat langsung dipraktikkan dan memberikan perbedaan penting bagi pasien anda.

 

Harus dipahami bahwa saat anda belajar di kedokteran, anda tidak hanya belajar untuk lulus ujian berikutnya, akan tetapi pembelajaran tersebut merupakan langkah-langkah anda dalam belajar seumur hidup. Proses ini juga akan membangun dasar pengetahuan profesional anda sepanjang karir medis yang akan anda jalani ke depannya.

 

Mahasiswa Kedokteran Terkadang Membutuhkan Usaha Yang Lebih Keras

Mahasiswa kedokteran harus belajar lebih keras dibandingkan dengan rata-rata lainya. Pendidikan kedokteran akan memberikan waktu perkuliahan yang lebih lama dibandingkan dengan program studi lainnya (saat saya menjadi mahasiswa kedokteran kami juga menggunakan sabtu dan minggu untuk kuliah atau praktikum). Selain itu, anda juga harus meluangkan cukup waktu untuk kembali membaca catatan kuliah, mengerjakan laporan praktikum, mempersiapkan presentasi, mempersiapkan bahan untuk tutorial berikutnya.

 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri sebagai mahasiswa kedokteran. Terkadang anda bahkan tidak memiliki waktu untuk berisitirahat dan bersantai dalam satu minggu. Semakin semester perkuliahan anda maka semakin berat tantangan dan usaha yang harus anda lakukan untuk dapat lulus dari ujian.

 

Melewati suatu ujian pada pendidikan kedokteran membutuhkan banyak pengetahuan yang harus dipahami dalam ruang waktu yang kecil dan ini bisa saja membuat seorang mahasiswa kedokteran menjadi stress. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa depresi lebih sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan masyarakat umum. Empat belas persen dari total populasi mahasiswa kedokteran mengalami depresi sedang hingga berat.

 

Penelitian lainnya di Korea Selatan menemukan bahwa tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran adalah sebesar 40%. Beberapa diantara mereka bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mahasiswa-mahasiswa yang diteliti tersebut mengatakan sangat sulit untuk mempertahankan emosi yang sehat (tidak depresi) saat menjalani pendidikan kedokteran karena sangat sedikitnya waktu yang tersedia untuk beristirahat dan refreshing.

mahasiswa kedokteran depresi

Untuk mengurangi kemungkinan kecenderungan ini maka sebaiknya anda sebagai mahasiswa kedokteran benar-benar menerapkan ilmu keterampilan belajar yang selalu diberikan pada awal perkuliahan di kedokteran. Dengan ilmu keterampilan belajar ini anda dapat mengubah kecenderungan untuk belajar keras menjadi belajar cerdas. Tapi……

 

Tidak semua membutuhkan kerja keras

Jangan panik, kedokteran memang memberikan begitu banyak tantangan tapi anda tetap masih memiliki waktu untuk menikmati hidup sebagai seorang mahasiswa kedokteran. Pengalaman sebagai mahasiswa kedokteran bahkan dianggap sebagian dokter senior sebagai pengalaman terbaik selama pendidikan kedokteran mereka. Perkuliahan yang padat, tugas yang menumpuk, dan praktikum yang sulit harus dilalui dengan baik.

 

Manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. Jika anda memiliki manajemen waktu yang baik maka anda akan memiliki waktu luang untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus anda seperti olah raga, kesenian dan berbagai aktivitas sosial lainnya (saya sendiri sempat menjadi penari saat tahun pertama saya sebagai mahasiswa kedokteran).

 

 

Yang perlu dilakukan hanyalah mengelola kegiatan dan waktu yang anda miliki secara efisien dan jangan habiskan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang sia-sia seperti menonton Youtube sepanjang sore. Pendidikan di Universitas bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah yang berisi gelar. Anda juga harus banyak belajar tentang diri anda sendiri, mempelajari orang lain dengan bersosialisasi dan mudah-mudahan membentuk diri anda menjadi dokter yang lebih baik.

 

Menjadi Mahasiswa Kedokteran Tidak Selalu Belajar Kedokteran

Manajemen waktu yang baik akan memberikan anda begitu banyak waktu senggang. Sangat disayangkan waktu senggang tersebut hanya digunakan untuk sekedar bersenang-senang. Sebaiknya gunakan waktu senggang tersebut untuk mengenali diri anda sendiri dan mengembangkan potensi diri. Jangan biarkan anda menjadi mahasiswa biasa yang disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

 

Ada banyak organisasi di fakultas kedokteran yang memberikan anda peluang untuk mempelajari mulai dari cara yang sangat sederhana seperti cara benar melipat surat, membuat proposal kegiatan, berpidato dan berbicara didepan umum serta keterampilan personal lainnya. Percayalah, keterampilan itu sangat dibutuhkan ketika anda menjadi seorang dokter dan tidak akan anda dapatkan ketika anda mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Pada sewaktu-waktu keterlibatan anda dalam berorganisasi akan memberikan anda kesempatan pergi keluar kota dengan bantuan biaya oleh kampus. Menghadiri seminar, pertemuan mahasiswa, pelatihan manajemen mahasiswa, bakti sosial, pertemuan ilmiah, olimpiade kedokteran dan kegiaatan lainnya. Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia. Anda dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan mereka.

 

Dengan berorganisasi anda juga akan terbiasa dengan bertanggung jawab atas posisi yang anda emban. Keterampilan ini juga akan bermanfaat ketika anda mengambil peran kepemimpinan dan organisasional setelah menjadi dokter. Kemampuan ini sekali lagi sangat penting dalam konteks klinis, apakah itu dalam hal mengatur staf pada lingkungan kerja atau bahkan ketika anda menjalani praktik sebagai dokter umum.

 

Dunia pendidikan kedokteran adalah jalur yang sangat penting karena berperan secara fungsional untuk memberikan kesempatan berinteraksi sangat baik dengan orang lain. Hal ini tidak akan tercapai jika anda hanya duduk di kamar dan mempelajari seluruh catatan kuliah. Pesan yang harus selalu diingat, Keseimbangan itu penting antara profesi (sebagai dokter) dan menjalani kehidupan (sebagai seseorang yang selalu mengembangkan dirinya)

 

Wallahu a’lam bishawab

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

16 thoughts on “Mahasiswa Kedokteran: Hal-Hal yang Harus Diketahui”
  1. kak, kan kalo kedokteran itu selain memang banyak peminatnya, karena nama kedokteran sendiri itu di mata masyarakat sangat prestigious menurut kakak cara kita menentukan hal itu dari dorongan hati kita itu kek gmna ya?

  2. Bila saat ini, ketika menjalani pendidikan kedokteran meliani merasa nyaman dan tidak merasa terpaksa untuk menjalaninya maka hal tersebut adalah langkah yang tepat. Bila belum menjalani pendidikan kedokteran, dorongan hati itu biasanya muncul karena ingin benar-benar menjadi dokter. Bukan atas paksaan oleh siapa pun. Biasanya dorongan hati ingin menjadi dokter ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi terkait hal kedokteran atau tersentuh karena mendengar cerita inspirasi terkait kedokteran.

  3. Terimakasih sudah membuat postingan ini, sangat membuat saya semangat dan semakin percaya diri menjadi dokter. izin catat dibuku dan dijadikan penyemangat, Terimakasih banyak!

  4. kak, kan kalo kedokteran itu selain memang banyak peminatnya, karena nama kedokteran sendiri itu di mata masyarakat sangat prestigious menurut kakak cara kita menentukan hal itu dari dorongan hati kita itu kek gmna ya?

  5. Terimakasih sudah membuat postingan ini, sangat membuat saya semangat dan semakin percaya diri menjadi dokter. izin catat dibuku dan dijadikan penyemangat, Terimakasih banyak!

  6. Bila saat ini, ketika menjalani pendidikan kedokteran meliani merasa nyaman dan tidak merasa terpaksa untuk menjalaninya maka hal tersebut adalah langkah yang tepat. Bila belum menjalani pendidikan kedokteran, dorongan hati itu biasanya muncul karena ingin benar-benar menjadi dokter. Bukan atas paksaan oleh siapa pun. Biasanya dorongan hati ingin menjadi dokter ini muncul berdasarkan pengalaman pribadi terkait hal kedokteran atau tersentuh karena mendengar cerita inspirasi terkait kedokteran.

  7. Kak maaf, aku masih smp kelas 3, kakak ada masukan engga buat aku, atau apa yang harus Aku lakukan atau pelajari kedepannya supaya bisa masuk FK, soalnya aku pengen banget jadi dokter…
    .

  8. Hallo kak,,aku pelajar tamatan tahun 2019,aku istirahat di luar selama 2 tahun,tahun depan aku mau kuliah,cita-cita aku adalah menjadi seorang dokter,mohon tipsnya kak,supaya bisa masuk kedokteran?
    Soalnya selama aku satu tahun ini aku tidak pernah membaca buku

  9. Halo Febriana, untuk masuk Fakultas Kedokteran saat ini salah satu caranya adalah dengan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri atau swasta. Untuk itu persiapkan diri, belajar untuk mengikuti ujian masuk tersebut. Banyak buku yang memuat jenis soal untuk ujian masuk perguruan tinggi atau bila masih sedikit sulit maka kita juga bisa browsing untuk mencari jenis-jenis soalnya. Berlatilah mengerjakan jenis-jenis soal tersebut, pahami pembahasannya. Tentukan soal minimal yang harus di bahas.

    Malcom Gladwell meneliti bahwa untuk mencapai tingkat keahlian super tinggi diperlukan 10,000 jam. Namun, Josh Kaufman berkata bahwa kita tidak punya waktu sebanyak itu dan Ia juga mempertegas bahwa 10,000 jam itu adalah untuk mencapai keahlian yang super tinggi. Lalu ia melanjutkan penelitiannya dan berkesimpulan bahwa untuk mempelajari hal baru diperlukan 20 jam.

    Bahaslah setiap topik soal dengan total waktu 20 jam hingga ujian SMBTPN nanti. Mudah-mudahan diberikan kemudahan untuk masuk Fakultas kedokteran.

  10. Tergantung. Tapi, yang lebih penting itu sikap dan kemauan belajar bukan sekedar pandai. Selain itu, tubuh juga harus bugar. Sebab terkadang waktu yang dihabiskan untuk belajar lebih banyak dibandingkan sebagian besar jurusan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.