mahasiswa kedokteran

Mahasiswa Kedokteran: Hal-Hal yang Harus Diketahui

Pendidikan kedokteran pada masa kini bertujuan untuk menyediakan sekumpulan orang yang berpengetahuan, terampil, selalu up to date sebagai profesional dibidang kesehatan yang menempatkan kepentingan atau perawatan pasien di atas kepentingan pribadi dan selalu berusaha untuk mempertahanan serta mengembangkan keahliannya selama berkarir atau hingga seumur hidupnya. Pendidikan kedokteran dibagi menjadi tiga fase yaitu: preklinik (mahasiswa kedokteran), klinik (pendidikan profesi dokter/dokter muda), dan pengembangan pendidikan kedokteran berkelanjutan (pendidikan spesialis/residen dan subspesialis). Tidak dapat kita pungkiri profesi ini masih istimewa dan menjadi primadona di mata masyarakat. Dokter merupakan profesi mulia karena mereka adalah perpanjangan tangan Tuhan Yang Maha Esa untuk membantu orang lain mencapai kondisi sehat.

Salah satu aspek yang cukup mendapat sorotan masyarakat adalah sistem pendidikan kedokteran. Sistem ini menurut sebagian besar orang memunculkan berbagai kesulitan. Mulai dari kesulitan finansial hingga sulitnya untuk diterima menjadi salah satu peserta didik. Tapi di sini lain, bagi sebagian pelaku pendidikan kedokteran kesulitan terbesar dari pendidikan kedokteran adalah meraih kelulusan. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan gambaran tentang 10 hal terkait dengan kehidupan sebagai mahasiswa kedokteran dengan harapan dapat memberikan semangat dan ketertarikan yang lebih baik bagi anda yang saat ini sedang menjalani pendidikan kedokteran.

 

Semua yang mahasiswa kedokteran pelajari dapat digunakan sepanjang hidup.

Kalimat di atas mungkin terlihat sepele, akan tetapi sebaiknya tidak diabaikan. Fakta yang terjadi selama pendidikan kedokteran adalah sebagaian besar mahasiswanya benar-benar belajar hanya untuk lulus ujian. Informasi ilmu kedokteran yang didapatkan terkadang tidak dikelola dengan baik sehingga akan sulit untuk diingat ketika mereka dibutuhkan.

 

Sebagian mahasiswa kedokteran menganggap ilmu kedokteran dasar (anatomi, histologi, fisiologi, biokimia, farmakologi, dan patologi) bukan suatu yang utama. Ilmu yang utama adalah ilmu kedokteran klinis. Padahal, ilmu-ilmu kedokteran dasar tersebut sangat dapat diterapkan secara langsung dalam mendiagnosis, memahami dan mengobati suatu penyakit.

 

Mempelajari ilmu kedokteran dasar dengan baik dengan tujuan belajar tidak hanya agar lulus ujian akan memberikan kesempatan kepada anda menjadi dokter yang lebih kompeten. Detail ekstra yang anda pelajari dari ilmu kedokteran dasar suatu hari nanti dapat langsung dipraktikan dan memberikan perbedaan penting bagi pasien anda.

 

Harus dipahami bahwa saat anda belajar di kedokteran, anda tidak hanya belajar untuk lulus ujian berikutnya, akan tetapi pembelajaran tersebut merupakan langkah-langkah anda dalam belajar seumur hidup. Proses ini juga akan membangun dasar pengetahuan profesional anda sepanjang karir medis yang akan anda jalani ke depannya.

mahasiswa kedokteran

Belajar Kedokteran Terkadang Membutuhkan Usaha Yang Lebih Keras

Mahasiswa kedokteran harus belajar lebih keras dibandingkan dengan rata-rata lainya. Pendidikan kedokteran akan memberikan waktu perkuliahan yang lebih lama dibandingkan dengan program studi lainnya (saat saya menjadi mahasiswa kedokteran kami juga menggunakan sabtu dan minggu untuk kuliah atau praktikum). Selain itu, anda juga harus meluangkan cukup waktu untuk kembali membaca catatan kuliah, mengerjakan laporan praktikum, mempersiapkan presentasi, mempersiapkan bahan untuk tutorial berikutnya.

 

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri sebagai mahasiswa kedokteran. Terkadang anda bahkan tidak memiliki waktu untuk berisitirahat dan bersantai dalam satu minggu. Semakin semester perkuliahan anda maka semakin berat tantangan dan usaha yang harus anda lakukan untuk dapat lulus dari ujian.

 

Melewati suatu ujian pada pendidikan kedokteran membutuhkan banyak pengetahuan yang harus dipahami dalam ruang waktu yang kecil dan ini bisa saja membuat seorang mahasiswa kedokteran menjadi stress. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa depresi lebih sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dibandingkan masyarakat umum. Empat belas persen dari total populasi mahasiswa kedokteran mengalami depresi sedang hingga berat.

 

Penelitian lainnya di Korea Selatan menemukan bahwa tingkat depresi pada mahasiswa kedokteran adalah sebesar 40%. Beberapa diantara mereka bahkan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mahasiswa-mahasiswa yang diteliti tersebut mengatakan sangat sulit untuk mempertahankan emosi yang sehat (tidak depresi) saat menjalani pendidikan kedokteran karena sangat sedikitnya waktu yang tersedia untuk beristirahat dan refreshing.

mahasiswa kedokteran depresi

Untuk mengurangi kemungkinan kecenderungan ini maka sebaiknya anda sebagai mahasiswa kedokteran benar-benar menerapkan ilmu keterampilan belajar yang selalu diberikan pada awal perkuliahan di kedokteran. Dengan ilmu keterampilan belajar ini anda dapat mengubah kecenderungan untuk belajar keras menjadi belajar cerdas. Tapi……

 

Tidak semua membutuhkan kerja keras

Jangan panik, kedokteran memang memberikan begitu banyak tantangan tapi anda tetap masih memiliki waktu untuk menikmati hidup sebagai seorang mahasiswa kedokteran. Pengalaman sebagai mahasiswa kedokteran bahkan dianggap sebagian dokter senior sebagai pengalaman terbaik selama pendidikan kedokteran mereka. Perkuliahan yang padat, tugas yang menumpuk, dan praktikum yang sulit harus dilalui dengan baik. Manajemen waktu sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan semuanya tepat waktu. Jika anda memiliki manajemen waktu yang baik maka anda akan memiliki waktu luang untuk mengikuti berbagai kegiatan ekstrakulikuler di kampus anda seperti olah raga, kesenian dan berbagai aktivitas sosial lainnya (saya sendiri sempat menjadi penari saat tahun pertama saya sebagai mahasiswa kedokteran).

mahasiswa kedokteran

Yang perlu dilakukan hanyalah mengelola kegiatan dan waktu yang anda miliki secara efisien dan jangan habiskan waktu luang untuk melakukan kegiatan yang sia-sia seperti menonton Youtube sepanjang sore. Pendidikan di Universitas bukan hanya sekedar mendapatkan ijazah yang berisi gelar. Anda juga harus banyak belajar tentang diri anda sendiri, mempelajari orang lain dengan bersosialisasi dan mudah-mudahan membentuk diri anda menjadi dokter yang lebih baik.

 

 

Menjadi Mahasiswa Kedokteran Tidak Selalu Belajar Kedokteran

Manajemen waktu yang baik akan memberikan anda begitu banyak waktu senggang. Sangat disayangkan waktu senggang tersebut hanya digunakan untuk sekedar bersenang-senang. Sebaiknya gunakan waktu senggang tersebut untuk mengenali diri anda sendiri dan mengembangkan potensi diri. Jangan biarkan anda menjadi mahasiswa biasa yang disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

 

Ada banyak organisasi di fakultas kedokteran yang memberikan anda peluang untuk mempelajari mulai dari cara yang sangat sederhana seperti cara benar melipat surat, membuat proposal kegiatan, berpidato dan berbicara didepan umum serta keterampilan personal lainnya. Percayalah, keterampilan itu sangat dibutuhkan ketika anda menjadi seorang dokter dan tidak akan anda dapatkan ketika anda mengikuti perkuliahan sebagai mahasiswa kedokteran.

 

Pada sewaktu-waktu keterlibatan anda dalam berorganisasi akan memberikan anda kesempatan pergi keluar kota dengan bantuan biaya oleh kampus. Menghadiri seminar, pertemuan mahasiswa, pelatihan manajemen mahasiswa, bakti sosial, pertemuan ilmiah, olimpiade kedokteran dan kegiaatan lainnya. Anda akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa kedokteran dari seluruh Indonesia. Anda dapat bertukar pikiran dan pengalaman dengan mereka.

 

Dengan berorganisasi anda juga akan terbiasa dengan bertanggung jawab atas posisi yang anda emban. Keterampilan ini juga akan bermanfaat ketika anda mengambil peran kepemimpinan dan organisasional setelah menjadi dokter. Kemampuan ini sekali lagi sangat penting dalam konteks klinis, apakah itu dalam hal mengatur staf pada lingkungan kerja atau bahkan ketika anda menjalani praktik sebagai dokter umum.

 

Dunia pendidikan kedokteran adalah jalur yang sangat penting karena berperan secara fungsional untuk memberikan kesempatan berinteraksi sangat baik dengan orang lain. Hal ini tidak akan tercapai jika anda hanya duduk di kamar dan mempelajari seluruh catatan kuliah. Pesan yang harus selalu diingat, Keseimbangan itu penting antara profesi (sebagai dokter) dan menjalani kehidupan (sebagai seseorang yang selalu mengembangkan dirinya)

 

Wallahu a’lam bishawab

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *