Featured Image Kolesterol

Kolesterol Dalam Tubuh Kita: Teman Atau Musuh?

Kolesterol merupakan salah satu komponen penyusun sel pada tubuh kita. Terutama untuk membentuk membran sel. Namun, senyawa dari golongan lemak atau lipid ini sering kali diasumsikan sebagai hal yang negatif.

 

Metabolit yang mengandung lemak sterol ini sering kali dikaitkan dengan keluhan tegang pada belakang leher atau sakit kepala.

 

Penelitian ilmiah dalam dekade terakhir juga menunjukkan hubungan erat senyawa ini dengan penyakit jantung koroner.

 

Meskipun demikian, penemuan terbaru seharusnya mengubah pola pikir dan rekomendasi dokter terhadap pasien yang mengalami peningkatan kadar kolesterol.

 

Dan untuk Anda yang memiliki tingkat kolesterol darah tinggi, sebaiknya Anda menyelesaikan membaca artikel ini.

 

Terutama bila dokter Anda melarang Anda untuk sama sekali mengonsumsi daging atau seafood karena Anda memiliki kolesterol tinggi.

 

Apa itu Kolesterol?

senyawa kolesterol
senyawa kolesterol | sumber: pixabay.com

Kolesterol normal merupakan suatu komponen yang dimiliki oleh tubuh kita.

 

Ciri ciri kolesterol disebutkan sebagai zat lunak, berwarna putih atau putih kekuningan.

 

Kolesterol normal dapat ditemukan dalam aliran darah dan di dalam sel-sel tubuh.

 

Terdapat 2 sumber utama yang menjadi dasar peningkatan kadar senyawa ini dalam tubuh dan aliran darah.

Sumber pertama adalah tubuh kita sendiri. Hati atau liver merupakan organ yang menghasilkan senyawa ini sekitar 1 gram per hari.

 

Yang kedua, makanan yang mengandung senyawa ini terutama dari sumber hewani seperti:

  • Kuning telur
  • Daging
  • Unggas
  • Ikan
  • Makanan laut, dan
  • Produk susu murni

 

Kolesterol yang terkandung pada makanan akan disebut sebagai kolesterol makanan.

 

Fungsi Kolesterol Pada Tubuh Kita

Kolesterol pada membran sel
Kolesterol pada membran sel | sumber: pixabay.com

Senyawa yang ditemukan di setiap sel tubuh ini memiliki beberapa fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh, seperti:

  • menjaga membran sel tetap utuh
  • meningkatkan kinerja mental/pikiran
  • membantu pencernaan
  • membentuk tulang yang kuat
  • membangun otot
  • menjaga energi, vitalitas, dan kesuburan
  • mengatur kadar gula darah
  • memperbaiki jaringan yang rusak
  • melindungi tubuh terhadap penyakit menular

 

Namun, kolesterol adalah penyakit sering kali disebutkan pada kondisi kelebihan kadar senyawa ini dalam aliran darah.

 

Beberapa penelitian telah menunjukkan penumpukan senyawa ini dalam aliran darah dan di dinding pembuluh darah(arteri) akan membentuk “plak” yang dapat menyumbat pembuluh darah (aterosklerosis).

 

Aterosklerosis dapat menjadi penyebab utama stroke dan serangan jantung atau stroke.

 

Karena kolesterol darah tinggi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung, kolesterol makanan telah menjadi fokus perdebatan.

 

Terutama terkait dengan apakah kolesterol dalam makanan mempengaruhi kadar senyawa ini dalam darah.

 

Atau tentang kolesterol total, kolesterol jahat VS kolesterol baik.

 

Termasuk berapa kadar kolesterol normal wanita dan kolesterol normal pria.

 

Dan berapa nilai kolesterol sehat serta apa perbedaan kolesterol HDL, kolesterol LDL dan trigliserida serta bagaimana dampak mereka terhadap tubuh.

 

Sebelum membahas nilai normal kolesterol darah di atas maka sebaiknya kita harus memahami terlebih dahulu dari mana kolesterol berasal.

 

Dari Mana Kadar Kolesterol Darah Berasal

liver
ilustrasi hati (liver)| sumber: pixabay.com

Jika kita ingin mengetahui pengaruh kadar kolesterol darah terhadap tubuh kita, maka sebaiknya kita tahu dari mana kolesterol ini berasal.

 

DELAPAN PULUH PERSEN kolesterol pada tubuh kita dibuat oleh liver (hati)”

 

Pernyataan di atas adalah fakta yang mungkin belum banyak diketahui.

 

Sebagian besar orang akan menganggap bahwa makanan yang mereka konsumsi merupakan penyebab naiknya kadar kolesterol dalam tubuh.

 

Anggapan tersebut menyebabkan orang-orang berkesimpulan bahwa ketika mereka mengonsumsi makanan berlemak maka akan sulit untuk menurunkan kadar zat lemak ini dalam darah.

 

Secara teoritis, bila kita sama sekali tidak mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol apa pun maka kadar zat lemak ini akan berkurang 20 persen.

 

Faktanya, orang-orang dengan kadar kolesterol tinggi yang menghindari makanan berlemak dan mengonsumsi obat statin untuk menurunkan kadar zat lemak ini malah tidak efektif untuk menurunkan kadar lemaknya.

 

Mengapa demikian, ketika kita sama sekali tidak mengonsumsi lemak, maka liver (hati) akan meningkatkan sintesis kolesterol.

Baca Juga!  Tarascon Pocket Pharmacopoeia

 

Jadi, Anda tidak perlu untuk tidak sama sekali mengonsumsi makanan berlemak tapi harus membatasinya.

 

Bila kadar kolesterol Anda 50% di atas normal maka membatasi konsumsi lemak saja tidak cukup.

 

Anda harus mengonsumsi obat yang tepat untuk menurunkan kadar lemak dalam pembuluh darah Anda.

 

Lalu, bagaimana seharusnya pengukuran nilai normal kolesterol dilakukan?

 

Pengukuran Kadar Kolesterol

pemeriksaan kadar kolesterol darah
pemeriksaan kadar kolesterol darah | sumber: pixabay.com

Jika, seorang dokter ingin mengetahui nilai zat lemak ini pada pembuluh darah Anda maka seorang dokter meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan “profil lipid”.

Pemeriksaan Profil Lipid ini mencakup pemeriksaan 4 golongan lipid utama yang ada pada pembuluh darah yaitu:

  1. kolesterol total
  2. Kolesterol jahat (kolesterol LDL)
  3. Kolesterol baik (kolesterol HDL)
  4. Trigliserida

 

Banyak pasien yang menjalani pemeriksaan hanya dilakukan salah satu pemeriksaan saja dari 4 pemeriksaan di atas.

 

“HANYA PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL”

 

Padahal, di antara 4 lipid di atas KOLESTEROL TOTAL adalah yang “PALING TIDAK PENTING”.

 

Ketika dokter melakukan prediksi risiko penyakit jantung, nilai LDL adalah yang paling penting.

 

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kadar LDL tinggi dengan terjadinya penyakit jantung.

 

Sebaliknya, Kadar HDL yang tinggi menurunkan risiko kejadian penyakit jantung.

 

Karena kedua jenis lipoprotein ini memiliki efek yang saling bertolak belakang terhadap risiko penyakit jantung, nilai kolesterol total menjadi tidak penting jika dilibatkan dalam prediktor penyakit jantung.

 

Contoh sederhana, katakanlah ada seorang wanita sehat dengan kadar HDL yang sangat tinggi (85 mg/dL) dan kadar LDL yang normal (125 mg/dL). Meskipun, pemeriksaan Kolesterol Totalnya menunjukkan nilai tinggi (> 200 mg/dL) hal ini terjadi karena kadar HDL nya yang sangat tinggi.

Hal inilah yang menyebabkan pemeriksaan kolesterol total menjadi “PALING TIDAK PENTING”.

 

Lalu berapa kadar normal untuk masing-masing pemeriksaan di atas?

 

Kadar Normal Pemeriksaan Profil Lipid

 

Berapa kadar normal untuk kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida?

 

Pedoman terbaru menunjukkan bahwa kadar kolesterol normal harus di bawah 200 mg/dL.

 

HDL harus > 40 mg/dl untuk pria dan > 45 mg/dL untuk wanita, LDL harus < 130 mg/dL dan trigliserida < 150 mg.

 

Lalu, bila kadar profil lipid Anda ada yang tidak normal, kapan Anda harus minum obat?

 

Langkah-Langkah Menurunkan Kolesterol

Sebelum membahas langkah menurunkan kolesterol darah maka kita harus memahami terlebih dahulu klasifikasi kadar kolesterol yang dinyatakan tinggi.

 

Seseorang dapat dinyatakan memiliki kadar kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia apabila:

  • Kadar kolesterol total 200-239 mg/dL adalah borderline tinggi dan ≥ 240 mg/dL adalah tinggi
  • Kadar LDL 100-129 mg/dL adalah di atas optimal, 130-159 mg/dL adalah borderline tinggi, 160-189 mg/dL adalah dipertimbangkan tinggi dan ≥ 190 mg/dL dipertimbangkan sangat tinggi.

 

Klasifikasi di atas didasarkan pada publikasi dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) guideline on high blood cholesterol in adults (National Cholesterol Education Program Adult Treatment Panel III) yang versi lengkapnya bisa Anda lihat di tautan ini:

https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/01.CIR.0000133317.49796.0E?url_ver=Z39.88-2003&rfr_id=ori:rid:crossref.org&rfr_dat=cr_pub%3dpubmed

 

Yang harus kita garis bawahi, pedoman saat ini menekankan kadar low-density lipoprotein (LDL) dan fokus pada pengobatan untuk pasien yang berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah yang akan memperoleh manfaat dari pengobatan.

 

Anda harus menurunkan kadar kolesterol Anda bila kadar kolesterol Anda melebihi target di atas dengan catatan bahwa obat penurun kolesterol hanya diberikan pada orang yang memiliki risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

 

Diet untuk Menurunkan Kolesterol

Terdapat beberapa organisasi kedokteran yang memberikan rekomendasi terkait dengan pengaturan makanan apa saja yang harus dikonsumsi terutama pada orang dengan kadar kolesterol jahat yang tinggi.

 

Rekomendasi tersebut antara lain:

 

Rekomendasi diet American College of Cardiology/American Heart Association (ACC / AHA)

Rekomendasi untuk orang dewasa yang akan mendapat manfaat dari penurunan kadar LDL-C

  • mengurangi persen kalori dari lemak jenuh untuk mencapai target 5%-6% dari total kalori harian (ACC / AHA Kelas I, Level A)
  • mengurangi persen kalori dari lemak trans (ACC / AHA Kelas I, Level A)
  • pola diet untuk pasien yang akan mendapat manfaat dari penurunan kadar LDL (ACC / AHA Kelas I, Level A) adalah:
    • menekankan asupan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian termasuk produk susu rendah lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, minyak sayur nontropis, dan kacang-kacangan
    • membatasi asupan permen, minuman manis, dan daging merah
    • Diet disesuaikan dengan kebutuhan kalori, preferensi makanan pribadi (makanan favorit) dan budaya makan, dan terapi nutrisi untuk kondisi medis lainnya (termasuk diabetes mellitus)
    • dapat dicapai dengan mengikuti rencana-rencana seperti pola diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) atau Diet American American Association (AHA)
Baca Juga!  Kolesterol Tinggi: Kapan Saat Tepat Minum Obat?

 

Rekomendasi Diet European Society of Cardiology/European Atherosclerosis Society (ESC/EAS)

 

ESC/EAS merekomendasikan langkah-langkah diet dan pilihan makanan sehat untuk mengelola risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meliputi:

  • menyesuaikan asupan energi untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas serta mengonsumsi berbagai jenis makanan
  • konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, legume, dan ikan (terutama minyak ikan)
  • rekomendasi asupan lemak
    • total lemak < 35% kebutuhan kalori harian
    • lemak jenuh <7% kebutuhan kalori harian
    • lemak trans <1% kebutuhan kalori harian
    • kolesterol dari makanan < 300 mg/hari
  • kurangi konsumsi garam hingga < 5 gram/hari
  • kurangi asupan minuman atau makanan dengan gula tambahan

 

Rekomendasi Diet National Institute for Clinical Excellence (NICE)

NICE merekomendasikan diet pada orang-orang dengan risiko tinggi atau orang dengan penyakit kardiovaskular.

 

Rekomendasi diet kardioprotektif ini antara lain:

  • total asupan lemak ≤ 30%, lemak jenuh ≤ 7%, dan kolesterol makanan <300 mg/hari
  • ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda
  • gunakan minyak zaitun
  • pilih varietas gandum dari makanan bertepung
  • mengurangi asupan gula dan produk makanan yang mengandung gula olahan termasuk fruktosa
  • konsumsi ≥ 5 porsi buah dan sayuran per hari
  • konsumsi ≥ 2 porsi ikan per minggu, termasuk ikan berminyak. Jika hamil, batasi ikan berminyak hingga ≤ 2 porsi per minggu dan hindari ikan marlin, hiu dan swordfish
  • konsumsi ≥ 4 hingga 5 porsi kacang tanpa biji, biji dan polong-polongan per minggu
  • Pertahankan berat badan normal atau ideal

 

Aktivitas Fisik Untuk Menurunkan Kolesterol

American College of Cardiology / American Heart Association (ACC / AHA) merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas fisik aerobik agar kadar lipoprotein densitas rendah menurun dan kadar lipoprotein densitas tinggi meningkat (ACC / AHA Class IIa, Level A).

 

Aktivitas fisik tersebut dilakukan dalam:

  • 3 atau 4 sesi aktivitas fisik / minggu
  • durasi rata-rata 40 menit / sesi
  • aktivitas harus intensitas sedang hingga kuat

 

Sedangkan European Society of Cardiology / European Atherosclerosis Society (ESC / EAS) merekomendasikan aktivitas fisik selama ≥ 30 menit / hari setiap hari.

 

Bila dengan aktivitas fisik dan pengaturan diet ini kadar LDL Anda tidak juga turun maka Anda memerlukan obat untuk menurunkan kadar lemak jahat pada pembuluh darah Anda.

 

Rekomendasi Obat Kolesterol (Statin)

ACC/AHA, ESC/EAS, dan NICE memiliki rekomendasi pengobatan dan ambang batas yang berbeda untuk risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun (menggunakan persamaan yang berbeda) ketika terapi statin harus diberikan pada pasien dengan kadar LDL berlebih.

 

Rekomendasi ACC/AHA tentang terapi statin

  • Di semua individu di segala usia, penting menekankan gaya hidup sehat jantung, yang berarti diet dan olahraga yang tepat, untuk mengurangi risiko mengembangkan penyakit arterosklerotik harus disarankan.
  • Individu termasuk dalam kelompok dengan risiko penyakit arterosklerotik yang berbeda atau kambuhnya penyakit arterosklerotik dan rekomendasinya disusun sesuai dengan kelompok risiko ini.
  • Pencegahan penyakit arterosklerotik sekunder: Pasien yang sudah memiliki penyakit arterosklerotik berdasarkan telah memiliki suatu kejadian atau diagnosis yang ditetapkan (MI, angina, peristiwa serebrovaskular atau stroke, atau penyakit pembuluh darah perifer) termasuk dalam kategori pencegahan sekunder:
  • Pasien berusia 75 tahun dan lebih muda dengan penyakit arterosklerotik klinis: Terapi statin intensitas tinggi harus dimulai dengan tujuan untuk mengurangi kadar LDL sebesar 50%. Pada pasien yang mengalami efek samping terkait statin, statin intensitas sedang harus dimulai dengan tujuan untuk mengurangi LDL sebesar 30%-49%.
  • Pada pasien yang sangat berisiko tinggi dengan LDL di atas 70 mg / dL pada terapi statin yang ditoleransi secara maksimal, masuk akal untuk mempertimbangkan penggunaan agen penurun kolesterol nonstatin dengan tujuan LDL di bawah 70 mg / dL.
  • Untuk pasien yang berusia lebih dari 75 tahun dengan penyakit arterosklerotik yang jelas, masuk akal untuk melanjutkan terapi statin intensitas tinggi jika pasien mentolerir pengobatan.

 

Hiperkolesterolemia berat

  • Pasien dengan LDL di atas 190 mg / dL tidak perlu memperhitungkan skor risiko 10 tahun. Orang-orang ini harus menerima terapi statin yang dapat ditoleransi secara maksimal.
  • Jika pasien tidak dapat mencapai 50% pengurangan LDL dan/atau memiliki level LDL100 mg/dL, penambahan terapi ezetimibe dapat dipertimbangkan.
  • Jika LDL masih lebih besar dari 100mg/dL pada statin plus ezetimibe, penambahan inhibitor PCSK9 dapat dipertimbangkan. Harus diakui bahwa penambahan PCSK9 dalam keadaan ini diklasifikasikan sebagai rekomendasi yang lemah.
Baca Juga!  Pencegahan Nyeri Telinga Selama Penerbangan

 

Diabetes mellitus pada orang dewasa

  • Pasien berusia 40-75 tahun dengan diabetes, terlepas dari risiko penyakit aterosklerotik 10-tahun, harus diresepkan statin intensitas sedang (rekomendasi kuat).
  • Pada orang dewasa dengan diabetes mellitus dan beberapa faktor risiko penyakit aterosklerotik, Pertimbangkan untuk meresepkan terapi statin intensitas tinggi dengan tujuan untuk mengurangi LDL lebih dari 50%.
  • Pada orang dewasa dengan diabetes mellitus dan risiko penyakit aterosklerotik 10 tahun 20% atau lebih tinggi, mungkin pertimbangkan untuk menambahkan ezetimibe pada terapi statin yang ditoleransi secara maksimal untuk mengurangi kadar LDL sebesar 50% atau lebih.
  • Pada pasien berusia 20-39 tahun dengan diabetes yang berdurasi lama (setidaknya 10 tahun, diabetes mellitus tipe 2; setidaknya 20 tahun, diabetes mellitus tipe 1), atau dengan kerusakan organ akhir termasuk albuminuria, insufisiensi ginjal kronis, retinopati, neuropati, atau indeks pergelangan kaki-brakialis di bawah 0,9, pertimbangkan untuk memulai terapi statin (rekomendasi lemah).

 

Kesimpulan

Ilmu tentang kolesterol dalam tubuh kita sangat kompleks.

 

Peneliti telah memberikan kita pemahaman terkait mekanisme lemak apa yang berpengaruh terhadap penyakit jantung, perkembangan pengobatan yang lebih baik dan lebih terfokus.

 

Saat ini, kita harus memiliki informasi yang cukup untuk menjaga kesehatan jantung kita dari pengaruh buruk kolesterol jahat.

 

Pastikan kita tahu berapa kadar LDL, HDL, dan trigliserida kita. Bukan hanya kadar kolesterol total.

 

Ingat, liver atau hati kita memproduksi 80% dari total kolesterol dalam tubuh kita dan hanya 20% yang berasal dari makanan.

 

Jadi, cukup hindari dan kurangi konsumsi kolesterol harian dan lemak trans. Jangan menyiksa diri kita dengan tidak sama sekali mengonsumsi makanan favorit kita hanya karena kolesterol total tinggi.

 

Kolesterol LDL (lemak jahat) adalah target pengobatan yang paling utama dan kadar HDL (lemak baik) harus dapat kita tingkatkan.

 

Referensi

Klik di Sini
  1. Skolnik, Neil, and Gregory Palko. “AHA/ACC updates blood cholesterol management advice.” Family Practice News, Feb. 2019, p. 16. Health & Wellness Resource Center, http://link.galegroup.com/apps/doc/A579994686/HWRC?u=stanhosp_main&sid=HWRC&xid=dd8dcc2b . Accessed 28 Apr. 2019.
  2. Grundy SM et al. 2018 AHA/ACC/AACVPR/AAPA/ABC/ACPM/ADA/AGS/APhA/ASPC/NLA/PCNA Guideline on the management of blood cholesterol: Executive Summary: A report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2018 Nov 10.
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Lipid modification: cardiovascular risk assessment and the modification of blood lipids for the primary and secondary prevention of cardiovascular disease. NICE 2014 Jul:CG181PDF, summary can be found in BMJ 2014 Jul 17;349:g4356
  4. Stone NJ, Robinson J, Lichtenstein AH, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Treatment of Blood Cholesterol to Reduce Atherosclerotic Cardiovascular Risk in Adults: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S1-45or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2889 PDF (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3024), commentary can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jun 3;63(21):2300
  5. Goff DC Jr, Lloyd-Jones DM, Bennett G, et al. 2013 ACC/AHA Guideline on the Assessment of Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S49-73or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2935 full-text (correction can be found in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):3026), commentary can be found in Mayo Clin Proc 2014 Jun;89(6):722
  6. Eckel RH, Jakicic JM, Ard JD, et al. 2013 AHA/ACC Guideline on Lifestyle Management to Reduce Cardiovascular Risk: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines.  2014 Jun 24;129(25 Suppl 2):S76-99or in J Am Coll Cardiol 2014 Jul 1;63(25 Pt B):2960 PDF
  7. European Association for Cardiovascular Prevention & Rehabilitation, Reiner Z, Catapano AL, De Backer G, et al; ESC Committee for Practice Guidelines (CPG) 2008-2010 and 2010-2012 Committees. ESC/EAS Guidelines for the management of dyslipidaemias: the Task Force for the management of dyslipidaemias of the European Society of Cardiology (ESC) and the European Atherosclerosis Society (EAS). Eur Heart J. 2011 Jul;32(14):1769-818
  8. Laberge, Monique, PhD. “Dietary Cholesterol.” The Gale Encyclopedia of Diets, edited by Deirdre S. Hiam, 3rd ed., vol. 1, Gale, 2019, pp. 347-350. Health & Wellness Resource Center, http://link.galegroup.com/apps/doc/CX2491000093/HWRC?u=stanhosp_main&sid=HWRC&xid=b50d5970 . Accessed 28 Apr. 2019.
Berikan Komentar Di Sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.