Featured Image Jaringan Tubuh Manusia

Jaringan tubuh manusia adalah sekumpulan sel serupa yang menentukan lapisan tertentu. Fungsi jaringan tubuh manusia adalah terkait dengan fungsi esensial organ pada tubuh kita.

 

Tubuh orang dewasa mengandung lebih dari 200 jenis sel berbeda. Kita memulai kehidupan dari satu sel telur (ovum) yang dibuahi oleh sperma. Hasil pembuahan ini kemudian terus membelah dan memunculkan semua sel lainnya.

 

Mari kita mulai perjalanan mengenali jaringan tubuh kita dengan mengetahui bagaimana jaringan tubuh kita terbentuk.

 

Sebelum memulai perjalanan mengenali jaringan tubuh manusia. Teman-teman juga dapat membaca artikel tentang struktur tubuh secara umum melalui tautan berikut:

Anatomi Tubuh Manusia Dasar & Terminologi Anatomi

 

Kami juga mempunyai artikel tentang struktur tulang manusia pada tautan berikut:

Anatomi Tulang Manusia [LENGKAP]

Mari kita mulai perjalanan mengenali struktur tubuh kita yang tampak di bawah mikroskop.

 

Proses Pembentukan Jaringan Tubuh Manusia

Tahapan Pembentukan Jaringan Tubuh Manusia
Tahapan Pembentukan Jaringan Tubuh Manusia (MichelHamels at French Wikipedia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Untuk memahami bagaimana jaringan membentuk organisasi (struktur) tubuh manusia maka kita dapat membuat perjalanan sederhana. Perjalanan sederhana tersebut adalah sel –> jaringan –> organ.

 

Jaringan terdiri dari sel yang sama. Kemudian beberapa jenis jaringan yang berbeda membentuk organ tubuh kita. Tentu saja masing-masing organ akan memiliki jenis-jenis jaringan yang berbeda pula.

 

Pada awal perkembangan embrio setelah pembuahan. Sel baru membelah dengan sangat cepat dan menghasilkan 3 lapisan sel awal. Ketiganya merupakan lapisan sel yang menjadi penghasil semua sel tubuh lainnya. Gastrulasi adalah proses pembelahan cepat yang menghasilkan 3 lapisan sel awal tersebut.

 

Proses grastrulasi adalah proses ketika sekelompok sel (blastula) bergabung menjadi lapisan. Pada awalnya hanya ada lapisan dalam dan lapisan luar. Keduanya melakukan kerja sama untuk menghasilkan lapisan ketiga, yaitu lapisan tengah.

 

Kita sebagai manusia memiliki ketiga lapisan ini pada awal kehidupan. Triploblastik adalah sebutan untuk organisme yang memiliki ketiga lapisan tersebut. Ketiga lapisan tersebut memiliki sebutan berupa:

  1. Endoderm
  2. Mesoderm
  3. Ectoderm

 

Perkembangan Ectoderm

Ectoderm (ecto berarti luar) adalah sebutan untuk jaringan paling luar yang akan berkembang menjadi lapisan kulit tubuh kita. Lapisan ini membentuk semua jaringan yang berperan dalam menutup tubuh bagian luar.

 

Ectoderm juga membentuk tabung saraf (neural tube). Tabung saraf ini akan menjadi dasar perkembangan sistem saraf pusat yang kita miliki.

 

 

Perkembangan Endoderm

Pakar sering menganggap tubuh kita sebagai tabung dalam tabung. Pengertian dari sebutan tersebut karena ectoderm menghasilkan tabung kulit luar sementara endoderm menghasilkan tabung bagian dalam.

 

Tabung bagian dalam ini nantinya berkembang menjadi saluran pencernaan kita.

 

Perkembangan Mesoderm

Merujuk penjelasan tersebut maka Mesoderm (meso artinya tengah) adalah asal dari banyak jaringan tubuh kita lainnya seperti:

  1. Otot
  2. Tulang
  3. Darah
  4. Jaringan ikat

 

Semua jaringan tersebut berasal dari lapisan tengah Mesoderm pada awal perkembangan sel.

 

 

Jenis Jaringan Tubuh Manusia

Tubuh kita memiliki 4 jenis jaringan utama yaitu:

  1. Epitel (umumnya berfungsi melindungi tubuh)
  2. Ikat (menggabungkan struktur)
  3. Otot (berkontraksi dan bersama jaringan ikat menggabungkan struktur)
  4. Saraf (mengkoordinasikan gerakan tubuh)

 

Histologi adalah ilmu yang mempelajari jaringan dan cara kerjanya untuk memungkinkan tubuh kita berfungsi secara keseluruhan.

 

Ilmuwan sering merujuk pada parenkim organ untuk jaringan pada organ yang menjalankan fungsi esensial. Selain itu, ilmuwan memberi istilah stroma untuk jaringan lain pada organ yang tidak menjalankan fungsi esensial.

 

Pemahaman yang benar tentang cara kerja organ tubuh kita dan mengapa organ tubuh tidak berfungsi dengan benar membutuhkan perhatian pada parenkim dan stroma.

 

Mari kita kenali lebih jauh masing-masing jaringan tubuh manusia.

 

Jaringan Tubuh Manusia: Epitel

Gambar Epitel Tubuh Manusia
Gambar Epitel Tubuh Manusia (Servier Medical Art)

Jaringan epitel adalah salah satu dari 4 jenis jaringan dasar tubuh kita. Fungsi epitel adalah menutup permukaan tubuh atau membentuk lapisan pada organ berongga.

 

Permukaan kulit kita tersusun atas jaringan epitel. Begitu pula lapisan dalam rongga pencernaan seperti pada lambung dan usus.

 

Fungsi sel-sel epitel ini adalah melindungi dan memberikan penghalang kedap air untuk mencegah masuknya bahan atau zat tertentu.

 

Misalnya, epitel pada kulit melindungi kita dari bakteri atau kuman penyebab penyakit lainnya.

 

Jenis-Jenis Sel Epitel

Sel epitel memiliki klasifikasi berdasarkan bentuknya. Setidaknya terdapat 3 jenis sel epitel berdasarkan bentuknya, yaitu:

  1. Skuamosa adalah sel epitel yang sangat datar (mirip seperti telut mata sapi).
    Epitel squamosa simplex
    Epitel squamosa simplex (Servier Medical Art)
  2. Cuboid adalah sel epitel berbentuk kubus dengan lebar sisinya sama dengan tingginya.
    Epitel cuboid simplex
    Epitel cuboid simplex (Servier Medical Art)
  3. Columnar adalah sel epitel dengan ukuran tinggi lebih besar dari lebarnya sehingga mirip dengan persegi panjang.
    Epitel columnar simplex
    Epitel columnar simplex (Servier Medical Art)

 

Selain berdasarkan bentuknya, sel epitel juga dibagi berdasarkan jumlah lapisannya.

 

Lapisan-Lapisan Sel Epitel

Jaringan epitel yang terdiri dari satu lapis sel memiliki sebutan epitel sederhana (simplex). Pada epitel simplex, semua sel dalam jaringan bersentuhan dengan struktur yang mendasari jaringan. Membran basalis adalah sebutan untuk struktur yang mendasari jaringan tersebut.

 

Bila jaringan epitel tersusun atas beberapa lapisan sel maka memiliki sebutan epitel bertingkat (stratificatum). Pada epitel stratificatum ini hanya lapisan sel epitel paling bawah yang bersentuhan dengan membran basalis.

 

Sementara itu, pada beberapa bagian tubuh, jaringan epitel tampaknya terdiri dari beberapa lapisan sel. Namun, pengamatan yang lebih dekat dan rinci menunjukkan bahwa semua sel bersentuhan dengan membran basalis.

 

Kondisi ini terjadi karena sel epitel pada bagian tubuh ini memiliki tinggi yang berbeda-beda. Epitel psudostratificatum adalah sebutan untuk jenis epitel ini atau epitel bertingkat semu.

Gambar Jaringan Tubuh Manusia Epitel columnar pseudostratificatum
Gambar Jaringan Tubuh Manusia Epitel columnar pseudostratificatum

 

Berdasarkan penjelasan tersebut, untuk menyebutkan sel epitel maka kita harus mempertimbangkan bentuk dan jumlah lapisannya.

 

Misalnya, epitel skuamosum simplex adalah sebutan untuk satu lapis sel epitel skuamosa. Sementara banyak lapisan yang terdiri dari epitel cuboid disebut sebagai epitel cuboidea stratificatum.

Gambar Epitel squamosum stratificatum
Gambar Epitel squamosum stratificatum
Gambar epitel columnar stratificatum
Gambar epitel columnar stratificatum

Selain itu, terdapat pula jaringan epitel transisi yang dapat kita temukan pada saluran kemih. Sel epitel stratificatum dapat kita temukan dalam saluran kemih, tetapi permukaannya besar dan berbentuk kubah (saat kandung kemih kosong) dan berbentuk pipih (saat kandung kemih penuh). Sering kali jaringan epitel transisi ini memiliki 2 inti sel sehingga kita mudah mengidentifikasinya.

Gambar Epitel Transisi
Gambar Epitel Transisi

 

Modifikasi Apikal Sel Epitel

Apikal adalah istilah untuk menyebutkan bagian ujung suatu jaringan atau organ. Bagian atas sel epitel yang berada pada rongga organ (lumen) disebut sebagai permukaan apikal jaringan epitel.

 

Sel-sel pada lumen organ tubuh kita memiliki spesialisasi membran yang mempengaruhi fungsi fisiologis jaringan secara langsung.

 

Salah satu modifikasi tersebut terjadi pada sel epitel yang melapisi saluran pernapasan kita. Silia atau struktur mirip rambut ini adalah modifikasi sel epitel pada saluran napas.

 

Struktur mirip rambut ini berperan untuk membantu membuang kotoran pada saluran napas kita.

 

Pada sel usus, juga terdapat modifikasi apikal lainnya yang disebut sebagai mikrovili.

 

Mikrovili adalah modifikasi apikal sel epitel berbentuk jari-jari halus yang berperan dalam meningkatkan luar permukaan sel epitel.

 

Seperti yang sama-sama kita tahu bahwa usus berperan untuk menyerap nutrisi dan air dari makanan serta minuman yang kita konsumsi. Semakin besar luas permukaan usus maka akan semakin efektif penyerapan air dan nutrisi tersebut.

 

Mengenal Membran Basalis

Ilustrasi Membran basal dan jarigan ikat
Ilustrasi Membran basal dan jarigan ikat (Twooars, Public domain, via Wikimedia Commons)

Setiap lapisan sel epitel memiliki zona molekul yang membantu mengikat sel ke jaringan di bawahnya dengan cara yang sama seperti fondasi pada rumah.

 

Membran basalis (MB) merupakan zona transisi di mana sel melekat dengan molekul seperti laminin (molekul adhesi sel) dan molekul membran basalis lainnya yang berhubungan dengan jaringan ikat yang mendasarinya. Lapisan dasar ini mengikat lapisan epitel ini padanya.

 

MB terdiri dari 3 zona, masing-masing lapisan tersebut disebut sebagai lamina yang merupakan istilah untuk lapisan:

  1. Lucida adalah lapisan bening yang tepat dan bersentuhan dengan sel epitel paling bawah yang mengandung molekul adhesi sel.
  2. Densa adalah lapisan yang mendapat nama sesuai dengan warnanya yang gelap. Lapisan ini berwarna gelam karena lapisan ini terdiri dari jaringan serabut kolagen tipe IV yang sangat padat dan menyerupai jaring. Lapisan ini memungkinkan sel epitel untuk mengokohkan perlekatannya pada membran basalis.
  3. Reticularis adalah lapisan paling dalam serat jaringan ikat pada lapisan ini memanjang ke atas dan berhubungan langsung dengan molekul lamina densa.
Lapisan membran basal
Lapisan membran basal dan Lamina Propria (Wiki-minor, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Untuk selanjutnya mari kita berkenalan dengan jaringan ikat (penghubung) dan jaringan otot.

 

Jaringan Tubuh Manusia: Jaringan Ikat dan Jaringan Otot

Dua jenis dasar jaringan tubuh manusia adalah jaringan ikat dan jaringan otot. Bentuk dan fungsi jaringan ikat dan otot, tapi bersama dengan epitel dan jaringan saraf membentuk tubuh manusia.

 

Jaringan Ikat

Gambar Jaringan Tubuh Manusia - Jaringan Ikat
Gambar Jaringan Tubuh Manusia – Jaringan Ikat (Rollroboter, CC BY-SA 3.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0>, via Wikimedia Commons)

Sesuai dengan namanya, jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat atau menggabungkan jaringan yang satu dengan jaringan lainnya. Jaringan ini terdiri dari sel dan molekul yang berfungsi merekatkan jaringan lainnya.

Gambar Jaringan Tubuh Manusia - Fibroblast
Gambar Jaringan Tubuh Manusia – Fibroblast (SubtleGuest at English Wikipedia, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Fibroblast merupakan sel utama jaringan ikat. Sel ini berfungsi dalam menyimpan serat yang ada pada semua jaringan ikat, yaitu:

  1. Kolagen
  2. Protein yang dapat merenggang

 

Baik kolagen dan protein tersebut akan memberikan kekuatan tarik jaringan. Sel-sel ini juga menghasilkan serat elastis yang memungkinkan jaringan pulih setelah merenggang.

Makrofag
Makrofag (A. Rad, Mikael Häggström, Spacebirdy, RexxS, domdomegg, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Makrofag (salah satu jenis sel darah putih) juga dapat kita temukan dalam jaringan ikat. Makrofag secara sederhana berperan dalam menyerap debris tubuh dan menghilangkan kuman serta kotoran.

Jaringan Adiposa
Jaringan Adiposa (BruceBlaus. When using this image in external sources it can be cited as:Blausen.com staff (2014). “Medical gallery of Blausen Medical 2014”. WikiJournal of Medicine 1 (2). DOI:10.15347/wjm/2014.010. ISSN 2002-4436., CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Jaringan ikat juga mengandung sel lemak atau adiposa. Adiposa adalah sel yang sebagian besar berbentuk butiran lemak (kolesterol, lipid, atau asam lemak) yang tersimpan atau dilepaskan. Penyimpanan dan pelepasan sel lemak bergantung pada jumlah tenaga yang tersedia.

 

Ketika energi atau tenaga pada tubuh kita tersedia cukup untuk metabolisme tubuh maka sel lemak akan tersimpan. Ketika jumlah tenaga atau energi dalam darah berkurang maka lemak akan berubah menjadi tenaga baru yang dapat tubuh kita gunakan.

 

Klasifikasi Jaringan Ikat sebagai Jaringan Tubuh Manusia

Beberapa Jaringan Tubuh Manusia - Struktur Jaringan Ikat
Beberapa Jaringan Tubuh Manusia – Struktur Jaringan Ikat

Jenis jaringan ikat terbagi berdasarkan persentase jumlah sel terhadap serabut dan seberapa rapat serabut tersebut dalam jaringan ikat.

 

Jaringan ikat longgar terdiri dari serabut yang berjarak agak lebar dengan banyak sel yang bermigrasi pada ruang bebas jaringan. Jaringan ikat longgar banyak terdapat pada pembuluh darah besar, di bawah epitel kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan.

Jaringan Ikat Padat Tidak Beraturan
Jaringan Ikat Padat Tidak Beraturan (BruceBlaus, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Jenis jaringan ikat berikutnya adalah jaringan ikat padat tidak beraturan. Jaringan ikat jenis ini adalah jaringan tubuh manusia yang memiliki lebih banyak serabut dan lebih sedikit sel dibandingkan jaringan ikat longgar dan dibagi berdasarkan orientasi atau susunan serabut yang tidak beraturan. Pada lapisan dermis kulit, jaringan ikat padat memiliki pola berputar dan tidak teratur.

Jaringan Ikat Padat Beraturan
Jaringan Ikat Padat Beraturan (J Jana, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Jaringan ikat padat teratur pada umumnya terdiri dari kolagen dan serabut elastis serta hanya mengandung sedikit sel. Serabutnya tersusun sejajar satu sama lain sehingga membentuk jaringan padat.

 

Ligamen dan tendon yang menghubungkan antara tulang atau otot ke tulang merupakan contoh jaringan ikat padat teratur.

 

Berikutnya mari kita kenali jaringan otot sebagai jaringan tubuh manusia selanjutnya.

 

Jaringan Otot sebagai Jaringan Tubuh Manusia

Fungsi otot tidak hanya untuk menggerakkan tubuh kita, tetapi juga menggerakkan material ke seluruh tubuh. Semua otot pada tubuh kita memiliki tugas yang sama yaitu berkontraksi.

Skema Aktin dan Miosin
Skema Aktin dan Miosin (David Richfield (User:Slashme)When using this image in external works, it may be cited as follows:Richfield, David (2014). “Medical gallery of David Richfield”. WikiJournal of Medicine 1 (2). DOI:10.15347/wjm/2014.009. ISSN 2002-4436., CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Kontraksi otot hanya dapat terjadi ketika 2 protein utama otot saling bergeser. Kedua protein tersebut adalah:

  1. Aktin
  2. Miosin

 

 

Molekul aktin dan miosin yang tumpang tindih bergeser ke arah satu sama lain. Gerakan keduanya menarik setiap ujung sel dan memperpendek otot.

 

Terdapat 3 jenis otot yang berbeda pada tubuh kita, yaitu:

  1. Rangka
  2. Polos
  3. Jantung

 

Mari kita kenali satu per satu!

Jaringan Tubuh Manusia - Otot Rangka atau otot lurik atau otot skeletal
Jaringan Tubuh Manusia – Otot Rangka atau otot lurik atau otot skeletal

Otot Rangka adalah jaringan otot yang melekat pada tulang tubuh kita. Perlekatan tersebut memungkinkan otot bertindak sebagai mesin penggerak tulang. Kontraksi otot memungkinkan tulang untuk bergerak dan membuat kita dapat melakukan berbagai aktivitas atau pekerjaan.

 

Selama perkembangan embrio, sel otot tunggal bersatu dan membuat tabung panjang sel otot. Tabung panjang ini mengandung banyak inti sel yang disebut sebagai serabut otot rangka.

 

Semua inti tertekan ke pinggir membran sel karena pada bagian tengah setiap serabut otot mengandung molekul aktin dan miosin yang saling tumpang tindih.

 

Sifat aktin dan miosin yang berulang dan tumpang tindih membuat sel otot rangka tampak lurik. Otot lurik adalah sebutan lain untuk otot rangka.

 

Otot skeletal adalah satu-satunya jenis otot dalam tubuh manusia yang dikendalikan secara sukarela.  Mengambil gelas atau berlomba tidak dapat terjadi tanpa kendali sadar kita.

Otot Jantung
Otot Jantung (BruceBlaus, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Otot yang berikutnya adalah otot jantung. Seperti sel otot rangka, otot jantung juga mengandung aktin dan miosin yang tumpang tindih yang disusun menjadi sarkomer, menghasilkan penampilan lurik.

 

Namun, otot jantung berada di bawah kendali bawah sadar dan dianggap tidak disengaja.

 

Meskipun kita dapat meningkatkan atau menurunkan detak jantung dengan tingkat aktivitas (berlari dapat meningkatkan detak jantung, sementara berbaring akan menurunkan detak jantung), detak jantung tidak dapat dikontrol secara sukarela oleh pikiran itu sendiri.

Sel jantung bercabang di banyak titik berbeda, tidak seperti tabung linier otot rangka. Titik-titik cabang ini menghubungkan sel-sel otot jantung bersama dalam lapisan yang terjalin (laminae).

 

Laminae memungkinkan kontraksi 3 dimensi jantung (bukan kontraksi linier seperti otot rangka). Otot jantung menampilkan titik-titik perlekatan antar sel, yang disebut discus intercalatus.

 

Discus intercalatus memungkinkan sel otot untuk berpegangan erat satu sama lain saat berkontraksi.  Bagian ini juga berisi terowongan membran yang disebut gap junction, yang memungkinkan sitoplasma satu sel mengalir tanpa hambatan ke sel yang berdekatan.

 

Dengan demikian, sel-sel otot yang bergabung melalui discus intercalatus berkontraksi pada waktu yang bersamaan. Jantung berfungsi sebagai satu kesatuan meski terdiri dari banyak bagian.

 

Jaringan Tubuh Manusia - Otot Polos
Jaringan Tubuh Manusia – Otot Polos (OpenStax, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Jenis otot yang berikutnya adalah otot polos. Seperti namanya, otot polos tidak tampak lurik di bawah mikroskop. Otot ini tidak memiliki pola lurik dari otot rangka dan jantung. Namun, bukan berarti otot polos kekurangan aktin dan miosin. Sebaliknya, otot ini tidak memiliki susunan sarkomerik dari protein kontraktil.

 

Pada otot polos, aktin dan miosin yang tumpang tindih melekat pada titik-titik pada membran plasma yang disebut badan densa, yang tersebar di seluruh permukaan sel. Pola 3 dimensi ini menyebabkan sel kolaps dengan sendirinya saat berkontraksi.

 

Pada bagian berikutnya, mari kita berkenalan dengan sel saraf atau sel neuron.

 

Saraf sebagai Jaringan Tubuh Manusia

Jaringan saraf mengirimkan sinyal listrik dari satu tempat ke tempat lain di dalam tubuh. Sinyal-sinyal ini dapat membawa informasi ke sistem saraf pusat dari tubuh untuk diproses atau mengirimkan informasi ke tubuh.

 

Kita akan memicu reaksi jaringan saraf jika kita menyentuh kompor yang panas, misalnya. Neuron akan memberi tahu otak bahwa kita menyentuh sesuatu yang panas (membawa informasi ke sistem saraf pusat). Otak kita akan menyuruh tubuh untuk memindahkan tangan kita dari kompor (mengirimkan informasi ke tubuh kita).

 

Mari kita kenali satu per satu struktur yang membentuk jaringan saraf.

 

Neuron

Neuron
Neuron (BruceBlaus, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Neuron adalah sel pemberi sinyal dari sistem saraf dan hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Umumnya, neuron memiliki struktur yang disebut neurit yang memanjang dari tubuh sel, yang membuat sel terlihat agak runcing dan menciptakan tampilan karakteristik neuron.

 

Nama neurit ini didasarkan pada arah perjalanan sinyal. Misalnya, jika sinyal listrik bergerak menuju badan sel, neurit tersebut disebut dendrit.

 

Jika sinyal menjauh dari badan sel, itu adalah akson. Biasanya neuron akan memiliki banyak dendrit berdiameter lebih kecil dan akson yang lebih panjang dan lebih tebal.

 

Neuroglia

Jenis Neuroglia
Jenis Neuroglia

Kita sudah tahu bahwa neuron adalah sel sinyal dari sistem saraf, mereka hanya membentuk 20 persen dari sistem saraf kita. Sebagian besar sistem saraf kita terdiri dari sel-sel pendukung sistem saraf yang secara kolektif disebut sebagai neuroglia.

 

Kata “neuroglia” berasal dari dua kata Yunani yang berarti “lem saraf”. Sel neuroglia sebenarnya tidak merekatkan apa pun pada apa pun.

 

Ketika mereka pertama kali ditemukan, para ilmuwan mengira mereka memiliki tujuan yang mengikat, demikian nama mereka berasal.

 

Mirip dengan film layar lebar, hanya sebagian kecil dari orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film yang tampak dalam film, anggota pendukung di belakang layar untuk sistem saraf adalah sel neuroglial (mereka juga disebut sel glial atau glia).  Sel glial lebih kecil dari neuron dan tidak memiliki neurit.

 

Mereka tidak terlibat aktif dalam mengirim atau menerima sinyal. Sebaliknya, mereka mendukung neuron dengan menjaga lingkungan mereka dan memodulasi penyerapan neurotransmiter. Sel glial juga membantu neuron pulih dari cedera dan melakukan fungsi pendukung lainnya.

 

Sel Mielinisasi

Satu kelompok neuroglia mengisolasi akson neuron. Sel-sel ini membungkus membran plasma mereka di sekitar akson 40 atau 50 kali, seperti tukang listrik yang membungkus pita listrik di sekitar kawat listrik telanjang.

 

Istilah mielin mengacu pada area membran yang dibungkus erat di sekitar akson (untuk mielinisasi ada sesuatu yang membungkusnya).

Mielin mengisolasi akson, dan dengan demikian menciptakan kecepatan konduksi yang jauh lebih cepat dari sinyal listrik.

 

Untuk neuron di area tubuh seperti di lengan dan kaki kita, neuron ini akan dimielinasi oleh sel Schwann, dinamai menurut Theodor Schwann, ahli fisiologi yang menemukannya. Mereka adalah jenis sel glial spesifik yang ada di sistem saraf tepi dan bertanggung jawab untuk membungkus saraf tepi.

 

Namun, dalam sistem saraf pusat, oligodendrosit yang menyelubungi akson. Sama seperti gurita dengan banyak lengan, sel-sel ini memperluas beberapa struktur seluler ke akson dan dengan demikian satu oligodendrosit dapat melakukan mielinasi pada beberapa akson yang berbeda.

 

Astrosit

Astrosit, disebut demikian karena bentuk bintangnya, adalah jenis sel neuroglial lainnya. Mereka melindungi sistem saraf dari infeksi dengan menutupi pembuluh darah dengan strukturnya dan mengatur pergerakan materi keluar dari aliran darah dan masuk ke sistem saraf. Sebagai bagian dari sawar darah otak, mereka menyaring patogen dan membantu pengangkutan nutrisi serta pengolahan limbah.

 

Mikroglia

Sel mikroglia adalah penyedot debu dari sistem saraf pusat. Dikenal sebagai sel fagositik, mereka berpatroli di sistem saraf untuk mencari patogen dan puing-puing dan membuangnya melalui proses yang disebut fagositosis, atau menelan benda asing ke dalam tubuh sel mereka, secara efektif menghilangkan bahan-bahan yang merusak ini sebelum mereka dapat melakukan kerusakan.

 

Sel Ependimal

Jenis sel neuroglial terakhir yang ada di sistem saraf pusat adalah sel ependymal. Sel-sel ini menghasilkan cairan serebrospinal, yang mengalir di sekitar sumsum tulang belakang dan otak dan berfungsi sebagai peredam kejut melawan pukulan ke kepala dan tulang belakang.

 

Selain itu, saat cairan serebrospinal diproduksi dan dikeluarkan, ia menciptakan arus yang membantu sawar darah-otak; patogen harus berenang menyeberangi aliran cairan serebrospinal ini sebelum mendapatkan akses ke sistem saraf pusat. Bersama-sama, berbagai sel ini membentuk jaringan dan organ sistem saraf pusat dan tepi dalam sebagai jaringan tubuh manusia.

 

Referensi

  1. Bruce M. Carlson, Chapter 2 – Tissues, Editor(s): Bruce M. Carlson, The Human Body, Academic Press, 2019, Pages 27-63, https://doi.org/10.1016/B978-0-12-804254-0.00002-8.
  2. Donovan MF, Cascella M. Embryology, Weeks 6-8. 2020 Oct 16. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan–. PMID: 33085328.
  3. Kamrani P, Marston G, Jan A. Anatomy, Connective Tissue. [Updated 2020 Aug 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538534/
  4. Kurn H, Daly DT. Histology, Epithelial Cell. [Updated 2020 Jun 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559063/
  5. Henson B, Kadiyala B, Edens MA. Anatomy, Back, Muscles. [Updated 2020 Aug 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537074/
  6. Ludwig PE, Reddy V, Varacallo M. Neuroanatomy, Neurons. [Updated 2020 Jul 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441977/
  7. Noto RE, Leavitt L, Edens MA. Physiology, Muscle. [Updated 2020 May 18]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532258/

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan Newsletter Kami

Berlangganan Newsletter Kami

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima berita dan pembaruan terbaru dari tim kami.

Anda Telah Berhasil Berlangganan