Featured Image Gigitan Kucing

Kucing merupakan salah satu binatang peliharaan dan telah menjadi sahabat baik manusia. Banyaknya interaksi antara manusia dan kucing meningkatkan kejadian cakaran dan gigitan kucing. Keduanya merupakan cedera yang umum terjadi terutama pada anak-anak. Terkadang kita panik dalam menghadapi kondisi anak yang terkena cakaran atau gigitan kucing. Untuk itu, kami berikan langkah-langkah pertolongan pertama cakaran dan gigitan kucing di rumah atau di mana pun gigitan kucing terjadi.

Gigitan Kucing pada Tangan
Gigitan Kucing pada Tangan

Langkah-langkah Pertolongan Pertama Gigitan Kucing

  1. Usahakan agar tetap aman. Amankan kucing, pasien, atau keduanya. Pindahkan dan jauhkan keduanya. Usahakan untuk mengamankan kucing. Jika tidak pindahkan pasien ke lokasi yang aman. Kucing mungkin akan mencakar atau menggigit kembali jika ketakutan atau ada anak kucing di sekitar lokasi kejadian. Jangan memulai pertolongan pertama apa pun sampai kucing atau pasien aman.
  2. Jika kita bukan pasien dan kita akan memberikan pertolongan pertama pada keluarga maka pastikan kita menggunakan alat pelindung diri minimal sarung tangan bila tersedia.
  3. Bila kita melihat perdarahan apa pun maka hentikan perdarahan dengan menekan sumber perdarahan menggunakan kasa, kain, atau hanya ujung jari. Posisikan lokasi perdarahan lebih tinggi dari jantung. Hindari mengikat atau menggunakan torniket kecuali terdapat perdarahan hebat. Bila kita tidak dapat melakukan tekanan yang terlalu lama maka kita dapat membuat pembalut bertekanan atau bebat tekan.
    Menekan Perdarahan dengan Kasa
    Menekan Perdarahan dengan Kasa
  4. Setelah perdarahan berhenti atau terkontrol, bersihkan luka dengan sabun dan air hangat.

 

Langkah Membersihkan Luka Gigitan Kucing

  1. Bersihkan bagian dalam luka dengan sabun dan air hangat
  2. Pastikan membilas semua luka dari sabun. Sabun dapat menyebabkan iritasi pada luka bila tertinggal.
  3. Kita dapat membersihkan luka hanya dengan sabun biasa tidak harus dengan sabun anti bakteri atau anti septik.
  4. Tutup luka dengan balutan bersih dan kering. Kita juga dapat mengoleskan salep antibiotik pada luka gigitan kucing sebelum menutupnya. Namun, pemberian salep antibiotik ini terkadang tidak perlu.

 

Kapan Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?

Terlepas seberapa parah gigitan kucing, kita harus segera konsultasi ke dokter. Telemedisin atau konsultasi dengan dokter menggunakan berbagai aplikasi yang tersedia pada ponsel kita sangat membantu konsultasi ini. Tentunya kita harus memilih penyedia layanan konsultasi daring yang memungkinkan untuk mengirimkan gambar luka bekas cakaran atau gigitan tersebut.

 

Terkadang luka bekas cakaran dan gigitan kucing perlu dijahit. Kita juga harus segera memeriksakan diri ke dokter bila cakaran atau gigitan terjadi pada daerah wajah sebab berpotensi menimbulkan parut atau bekas luka.

 

Gigitan atau cakaran kucing harus menjadi perhatian kita karena cenderung menimbulkan infeksi pada luka.

 

Kita dapat memperhatikan tanda-tanda infeksi sebagai berikut:

  1. Kulit Kemerahan
  2. Pembengkakan
  3. Rasa panas di sekitar luka
  4. Luka mengeluarkan nanah

 

Risiko Rabies setelah Cakaran dan Gigitan Kucing

Setiap kucing berisiko membawa rabies. Bila kucing adalah kucing liar atau kucing peliharaan yang belum pernah mendapatkan vaksin rabies maka pasien harus segara mendapatkan pertolongan medis. Rabies merupakan salah satu penyakit yang dapat terjadi karena gigitan hewan dan berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

 

Pesan dr. Rifan

Bila kita atau keluarga kita mengalami gigitan atau cakaran kucing maka yang pertama harus kita pastikan adalah JANGAN PANIK. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama yang telah kami paparkan. Cari bantuan medis segera bila luka terlalu besar dan kita berpikir akan berpotensi menimbulkan rabies.

 

Kami juga telah menerbitkan ebook Panduan Bantuan Hidup Dasar dan Pertolongan Pertama Pada Luka.

 

Kita dapat menggunakan ebook tersebut untuk mempelajari langkah-langkah membersihkan dan membalut luka. Ebook tersebut juga telah dilengkapi gambar sehingga memudahkan kita menjadi penolong pertama.

 

Silakan download ebooknya melalui link berikut ini:

Download Ebook Pertolongan Pertama

 

Bila memiliki pertanyaan terkait pertolongan pertama maka silakan sampaikan pada kolom komentar. Kami akan berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut.

 

Referensi

  1. Cat and Dog Bites. American Academy of Family Physicians. April 2017.
  2. What You Should Do for a Cat Bite or Scratch. Cleveland Clinic. October 2016.
  3. Guadarrama-conzuelo F, Gutierrez-castillo A. Cathrombosis: Deep Vein Thrombosis After a Cat Bite – A Case ReportCureus. 2019;11(6):e4924.  doi:10.7759/cureus.4924
  4. Roebling AD, Johnson D, Blanton JD, et al. Rabies prevention and management of cats in the context of trap-neuter-vaccinate-release programmesZoonoses Public Health. 2014;61(4):290-6.  doi:10.1111/zph.12070
  5. Caicedo, Y., Paez, A., Kuzmin, I., Niezgoda, M., Orciari, L., & Yager, P. et al. (2015). Virology, Immunology, and Pathology of Human Rabies During Treatment.The Pediatric Infectious Disease Journal34(5), 520-528.
  6. Chen, Y., Gao, Y., Zhou, L., Tan, Y., & Li, L. (2016). A Comparative Study of Dog- and Cat-Induced Injury on Incidence and Risk Factors among Children.International Journal of Environmental Research and Public Health13(11), 1079.

La fête des swashbuckers de conception électronique pour ordinateur de messagerie électronique était que la fumée de la fumée était très décevante que le cialis canadien livrait sans idées génériques étranges. Paiement de Viagra menshelp alternativos Cialis pill medicine Eli Lilly medicamentos. https://www.viagrasansordonnancefr.com/ Parce que beaucoup de gens traitent le patient et se rendent compte que beaucoup de ces effets secondaires ont disparu après la deuxième ou troisième réunion.

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.