Gangguan Belajar Pada Anak – Harus Tahu!

Gangguan Belajar Pada Anak – Harus Tahu!

Bayangkan Anda adalah seorang pendaki gunung yang sedang menaklukkan puncak tertinggi. Anda bersemangat, Anda siap, dan Anda telah berlatih berbulan-bulan. Namun, saat Anda memulai pendakian, Anda menyadari bahwa sepatu bot Anda dipenuhi dengan pasir. Itu membuat setiap langkah menjadi dua kali lebih berat dan dua kali lebih sulit. Anda berjuang, Anda tergelincir, tetapi Anda terus maju. Itu adalah apa yang dirasakan oleh anak-anak dengan gangguan belajar setiap hari.

Ilustrasi Gangguan Belajar
Ilustrasi Gangguan Belajar

 

Gangguan belajar bukan hanya tentang kesulitan membaca atau menulis. Itu adalah tentang bagaimana otak memproses informasi, yang bisa membuat segala bentuk belajar menjadi tantangan besar. Namun, seperti seorang pendaki yang bertekad, anak-anak ini pun tidak mudah menyerah.

 

Sebelum melanjutkan membaca. Teman-teman dapat mengunduh artikel ini dalam format pdf secara gratis dengan menekan tombol di bawah ini:

[Download not found]

 

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang apa yang terjadi saat anak memiliki gangguan belajar dan bagaimana kita, sebagai masyarakat, dapat membantu meredakan beban mereka.

 

Mari kita mulai dengan mengenali lebih dalam apa itu gangguan belajar?

 

Gangguan Belajar dan Jenisnya

Mari kita mulai dengan gagasan umum tentang apa itu gangguan belajar. Bayangkan otak sebagai peta jalan super kompleks, di mana setiap jalan dan jalan setapak mewakili proses berpikir kita. Gangguan belajar adalah seperti konstruksi jalan yang tak terduga – membuat beberapa rute lebih sulit untuk dilalui. Itu tidak berarti otak tersebut rusak atau kurang berfungsi, hanya saja, mereka harus mencari jalan alternatif yang mungkin sedikit lebih lama atau rumit.

 

Sekarang, mari kita bicara tentang beberapa jenis gangguan belajar utama:

 

Gangguan Belajar Disleksia

Disleksia ini seperti GPS bermasalah di otak Anda yang seharusnya membantu Anda membaca peta. Ini berarti membaca peta (atau dalam hal ini, teks) bisa menjadi sulit. Orang dengan disleksia seringkali mengalami kesulitan dengan pengenalan kata, pemahaman kalimat, dan ejaan. Tapi di sisi lain, mereka biasanya memiliki kekuatan di bidang lain seperti pemecahan masalah dan kreativitas.

 

Gangguan Belajar Disgrafia

Disgrafia adalah ketika jalan untuk menulis tangan atau mengekspresikan pikiran melalui tulisan dipenuhi rintangan. Mereka mungkin memiliki ide yang fantastis, tetapi kesulitan untuk membuatnya tampil di atas kertas. Biasanya mereka menulis dengan sangat lambat, tulisannya tidak rapi, dan susah untuk dibaca.

 

Gangguan Belajar Diskalkulia

Diskalkulia seperti berkendara melalui labirin matematika tanpa petunjuk arah. Orang dengan diskalkulia mungkin akan kesulitan memahami konsep angka, berhitung, atau menyelesaikan masalah matematika.

 

Gangguan Belajar Lainnya

Gangguan Pengolahan Auditif (APD)

Bayangkan otak Anda seperti sistem pengeras suara yang tak berfungsi dengan baik. Meskipun Anda mendengar suara dan suara yang masuk, sistem tersebut gagal mengubah suara menjadi makna. Itulah yang dirasakan oleh seseorang dengan APD. Mereka mungkin kesulitan mengikuti instruksi, memahami percakapan yang rumit, atau mendengar dalam lingkungan yang bising.

 

Gangguan Pemahaman Bacaan (Reading Comprehension Disorder)

Orang dengan gangguan pemahaman bacaan bisa membaca teks dengan lancar, tetapi mereka mungkin kesulitan memahami apa artinya. Seperti menonton film dalam bahasa asing tanpa subtitle – Anda tahu ada cerita yang sedang berlangsung, tetapi Anda tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi.

 

Nonverbal Learning Disorder (NLD)

NLD adalah kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami dan merespon isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara. Ini bisa diibaratkan seperti berusaha memahami lagu tanpa mendengar melodi – Anda mungkin dapat mendengar liriknya, tetapi Anda melewatkan banyak nuansa dan emosi yang disampaikan melalui musik.

Ingatlah, gangguan belajar bukanlah batasan atau penilaian tentang kecerdasan seseorang. Itu hanya berarti mereka harus menemukan cara mereka sendiri yang unik untuk mengemudi melalui peta otak mereka yang kompleks. Setiap orang dengan gangguan belajar memiliki pengalaman unik mereka sendiri. Jika kita belajar lebih banyak tentang berbagai jenis gangguan belajar, kita bisa membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung bagi semua anak.

 

Bagaimana Orang Tua atau Guru dapat Menilai Seorang Anak Mengalami Gangguan Ini?

Melihat seorang anak berjuang dengan belajar bisa jadi seperti menonton mereka mencoba mengurai benang kusut yang sangat rumit – Anda tahu mereka berusaha keras, tetapi terkadang upaya mereka tampaknya tidak membawa kemajuan.

Sebagai orang tua atau guru, penting untuk mengetahui gejala gangguan belajar dan bagaimana menilai apakah seorang anak mungkin mengalami salah satunya. Untuk memudahkan, saya telah merangkum gejala umum dari beberapa jenis gangguan belajar dalam tabel berikut:

 

Jenis Gangguan BelajarGejala Umum
DisleksiaKesulitan dalam membaca, menulis, dan mengenali kata-kata tertulis
DisgrafiaKesulitan dalam menulis tangan, memecahkan masalah matematika, dan ekspresi diri melalui tulisan
DiskalkuliaKesulitan dalam memahami angka dan konsep matematika
Gangguan Pengolahan AuditifKesulitan mengikuti instruksi, memahami percakapan, atau mendengar dalam lingkungan yang bising
Gangguan Pemahaman BacaanMampu membaca teks dengan lancar, tetapi kesulitan memahami maknanya
Nonverbal Learning DisorderKesulitan memahami dan merespon isyarat nonverbal, seperti ekspresi wajah dan bahasa tubuh

 

Namun, penting untuk diingat bahwa meski tabel ini bermanfaat, itu bukan pengganti diagnosis profesional. Jika Anda melihat gejala-gejala ini pada seorang anak, langkah terbaiknya adalah mencari bantuan dari seorang profesional yang bisa memberikan evaluasi yang tepat dan bantuan yang diperlukan.

Seperti benang kusut, gangguan belajar bisa rumit dan sulit dipahami. Namun, dengan pengetahuan dan pemahaman yang tepat, kita dapat membantu anak-anak ini mengurai simpul-simpul dalam belajar mereka dan mencapai potensi penuh mereka.

 

Apa yang Anak Keluhkan Ketika Mereka Mengalami Gangguan Belajar?

Berbicara tentang gangguan belajar, bayangkan Anda sebagai seorang anak kecil yang baru memulai perjalanan pendidikan Anda. Anda melihat teman sekelas Anda dengan mudah mengerjakan tugas dan belajar, sementara Anda merasa seperti harus menyeberangi lautan dengan perahu dayung. Frustrasi, bukan?

Anak-anak dengan gangguan belajar mungkin tidak selalu dapat mengekspresikan apa yang mereka rasakan, tetapi ada beberapa keluhan umum yang mungkin mereka miliki:

“Ini terlalu sulit.” Banyak anak dengan gangguan belajar mungkin merasa bahwa tugas-tugas sekolah adalah tantangan besar. Mereka mungkin berjuang dengan tugas yang tampak mudah bagi teman sekelas mereka.

 

“Saya tidak mengerti.” Misunderstanding atau kebingungan adalah keluhan umum. Mereka mungkin merasa sulit untuk memahami instruksi atau konsep yang diajarkan.

 

“Saya merasa bodoh.” Perasaan tidak mampu atau tidak cukup pintar sering muncul. Penting untuk mengingatkan mereka bahwa gangguan belajar tidak berarti mereka kurang pintar, hanya saja cara mereka belajar berbeda.

 

“Saya merasa lelah.” Menghadapi tantangan belajar setiap hari bisa sangat melelahkan. Mereka mungkin merasa kelelahan baik secara fisik maupun mental.

 

Mendengar keluhan ini sebagai orang dewasa mungkin membuat kita merasa tidak berdaya, tetapi ingatlah bahwa dengan pemahaman dan dukungan yang tepat, kita bisa membantu mereka melewati tantangan ini. Penting bagi kita untuk mendengar dan memvalidasi perasaan mereka, dan mencari bantuan profesional ketika diperlukan.

 

Apa Penyebab Utama Kondisi ini?

Jadi, kita semua mungkin bertanya-tanya, apa yang membuat seorang anak harus menghadapi konstruksi jalan ini di peta otak mereka? Apa yang menyebabkan gangguan belajar ini?

 

Sekarang, jika Anda berpikir ada jawaban sederhana untuk ini, saya minta maaf harus mengecewakan Anda. Gangguan belajar adalah seperti teka-teki yang rumit – tidak ada satu bagian saja yang bisa menjelaskan gambaran lengkap.

 

Pada umumnya, gangguan belajar diakibatkan oleh perbedaan dalam cara otak seseorang memproses informasi. Ini bukan tentang seberapa cerdas mereka, tetapi lebih tentang bagaimana otak mereka terhubung untuk belajar. Faktor-faktor seperti genetika, komplikasi kehamilan atau kelahiran, atau cedera kepala bisa berperan dalam menyebabkan gangguan belajar.

 

Genetika bisa dianggap seperti permainan lotere biologis yang kita mainkan. Jika orang tua atau saudara kandung Anda memiliki gangguan belajar, kemungkinan Anda mewarisi gangguan yang sama bisa menjadi lebih tinggi.

 

Komplikasi kehamilan atau kelahiran, di sisi lain, bisa seperti badai yang datang tanpa peringatan, mempengaruhi perkembangan otak anak yang masih sangat muda dan rentan.

 

Cedera kepala bisa menjadi seperti gempa bumi yang tiba-tiba merusak jaringan jalan yang sudah ada, menyebabkan perubahan dalam cara otak memproses informasi.

 

Namun, ingatlah bahwa sementara ini bisa menjadi penyebab, bukan berarti semua anak dengan faktor-faktor ini akan mengalami gangguan belajar. Itu hanya berarti risikonya lebih tinggi. Dan seperti halnya teka-teki, meski kita mungkin tidak memiliki semua bagian atau gambaran lengkap sekarang, setiap pengetahuan baru membantu kita mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

 

Peran Orang Tua dan Guru dalam Memimbing Anak dengan Gangguan Ini

Jika anak-anak dengan gangguan belajar adalah penjelajah yang berusaha menemukan jalan mereka melalui peta otak mereka yang kompleks, maka orang tua dan guru adalah kompas mereka yang membantu memberikan arah.

 

Sebagai orang tua atau guru, Anda mungkin merasa bahwa Anda harus menjadi Superman atau Wonder Woman, memiliki semua jawaban dan solusi. Tetapi realitasnya, peran Anda lebih seperti teman setia yang berjalan di sisi mereka, memberikan dukungan dan memvalidasi perjuangan mereka.

 

Berikut adalah beberapa cara Anda bisa berperan sebagai kompas tersebut:

 

Dengarkan dan Validasi

Seringkali, yang anak butuhkan adalah seseorang yang mendengarkan dan memahami mereka. Mengakui kesulitan mereka dan merasa diterima bisa menjadi obat yang ampuh.

 

Dukungan Profesional

Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional jika Anda merasa perlu. Psikolog pendidikan, terapis bicara dan bahasa, dan konselor sekolah bisa menjadi sumber dukungan yang berharga.

 

Mendukung di Rumah dan Sekolah

Menyediakan lingkungan belajar yang mendukung di rumah dan sekolah sangat penting. Ini bisa berarti membuat penyesuaian atau modifikasi pada tugas atau lingkungan mereka.

 

Jaga Komunikasi

Berkomunikasi secara terbuka dengan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan anak Anda, baik itu guru, konselor, atau profesional lainnya.

 

Ingat, tidak ada peta yang sempurna atau jalan yang lurus dalam perjalanan ini. Akan ada jalan berliku dan jalan buntu. Tapi dengan kompas yang kuat dalam bentuk dukungan dan pemahaman, setiap anak dengan gangguan belajar bisa menemukan jalan mereka menuju keberhasilan.

 

Apakah Gangguan Ini Bisa Disembuhkan?

Sekarang, mari kita bicarakan tentang gajah dalam ruangan – apakah gangguan belajar bisa ‘disembuhkan’? Saya tahu Anda mungkin menginginkan jawaban sederhana ‘ya’ atau ‘tidak’ di sini, tetapi mari kita lihat realitasnya.

 

Gangguan belajar bukanlah seperti flu yang bisa diobati dengan obat dan istirahat. Sebaliknya, gangguan belajar lebih seperti menggunakan kacamata – kondisi tersebut mungkin tidak hilang, tetapi dengan dukungan dan strategi yang tepat, seseorang bisa belajar bagaimana mengelolanya dan berfungsi dengan sukses.

 

Intervensi dan dukungan awal sangat penting. Semakin awal kita mengidentifikasi dan menangani gangguan belajar, semakin baik prospek jangka panjangnya. Tidak ada ‘penyembuhan’ dalam arti tradisional, tetapi dengan pendekatan yang tepat, anak-anak dengan gangguan belajar bisa mencapai potensi penuh mereka.

 

Mereka mungkin harus bekerja lebih keras, mencari jalur alternatif, atau memakai ‘kacamata’ berbentuk bantuan tambahan atau penyesuaian di kelas, tetapi mereka bisa mencapai kesuksesan yang sama dengan rekan-rekan sebaya mereka.

 

Jadi, bukannya berfokus pada ‘menyembuhkan’ gangguan belajar, mari kita berfokus pada mendukung, mengakui dan merayakan perbedaan ini. Seperti matahari di balik awan, potensi mereka selalu ada, terlepas dari tantangan yang mereka hadapi.

 

Strategi Terapi Gangguan Belajar

Menghadapi gangguan belajar bukanlah hal yang mudah, tetapi bayangkan jika kita punya strategi yang tepat untuk menghadapinya. Seakan-akan kita punya peta harta karun, yang bisa membantu kita menavigasi medan yang sulit. Berikut beberapa strategi terapi yang bisa kita terapkan untuk beberapa jenis gangguan belajar:

 

Disleksia

Anda tahu bagaimana saat kita menulis pesan teks, kita menggunakan penglihatan, pendengaran, bahkan sentuhan? Nah, metode serupa bisa kita terapkan dalam menghadapi disleksia. Metode multisensori, seperti metode Orton-Gillingham, bisa membantu anak-anak dengan disleksia memahami hubungan antara huruf dan suara. Bayangkan ini seperti menciptakan jembatan antara dunia visual dan dunia suara.

 

Disgrafia

Bayangkan Anda sedang membangun rumah. Anda memerlukan pondasi yang kuat, kan? Nah, itu juga yang kita perlukan dalam menghadapi disgrafia. Terapi kesadaran fonologis dan terapi tulisan tangan bisa membantu membangun pondasi yang kuat dalam memahami bagaimana suara dan kata-kata berkaitan dengan tulisan.

 

Diskalkulia

Ingat ketika kita belajar sepeda dan terus mencoba sampai akhirnya bisa? Diskalkulia membutuhkan pendekatan yang sama – pengajaran eksplisit dan sistematis tentang konsep matematika dengan banyak latihan dan ulasan.

 

Gangguan Pengolahan Auditif

Bayangkan ini seperti tuning radio – kita perlu mencari frekuensi yang tepat agar bisa mendengar dengan jelas. Strategi yang melibatkan pengajaran eksplisit, sistematis, dan berulang dari keterampilan pendengaran dan bahasa bisa membantu.

 

Gangguan Pemahaman Bacaan

Membaca bisa jadi seperti mengerjakan teka-teki – kita perlu memahami setiap bagian dan bagaimana mereka saling terkait. Pengajaran langsung dan sistematis tentang pemahaman bacaan dan strategi, seperti merangkum atau membuat prediksi, bisa membantu.

 

Nonverbal Learning Disorder

Menghadapi ini bisa seperti belajar bahasa baru – kita perlu memahami dan mempraktekkan keterampilan baru. Intervensi yang melibatkan pengajaran eksplisit tentang keterampilan sosial dan konsep abstrak bisa membantu.

 

Ingat, ini bukanlah perlombaan, dan tidak ada satu ukuran yang cocok untuk semua. Setiap anak unik dan apa yang berhasil untuk satu anak mungkin tidak berhasil untuk yang lain. Jadi, seperti seorang pelaut yang tahu kapan harus menyesuaikan layarnya, kita perlu mencari pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Dan jika kita merasa perlu, selalu ada profesional pendidikan khusus yang bisa kita andalkan. Karena dalam petualangan ini, kita tidak sendiri.

 

Pesan dr. Rifan

Sampai di sini, kita telah berjalan melalui labirin gangguan belajar – memahami jenis-jenisnya, gejala-gejalanya, cara mendeteksinya, dan strategi untuk mendukung anak-anak yang menghadapi tantangan ini. Selayaknya sebuah perjalanan, tentu ada suka dan duka, ada hambatan dan rintangan, namun yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi dan bertindak.

 

Kita harus mengingat bahwa gangguan belajar bukanlah batas atau hukuman – itu hanya tantangan yang memerlukan pendekatan berbeda. Seperti berjalan di jalan yang berliku-liku, mungkin perjalanan kita tidak selalu mulus, tetapi dengan bimbingan dan dukungan yang tepat, kita bisa menavigasi dan menemukan jalan kita.

 

Mari kita fokus pada potensi, bukan pada keterbatasan. Mari kita merayakan kemampuan dan pencapaian, bukan berfokus pada kesulitan. Mari kita berikan anak-anak ini pemahaman, dukungan, dan alat yang mereka butuhkan untuk berkembang dan sukses.

 

Ingatlah selalu bahwa setiap anak unik dengan jalur pembelajarannya sendiri. Gangguan belajar tidak mengurangi nilai atau potensi seorang anak. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak memiliki peluang untuk meraih bintang-bintang. Mari kita menjadi kompas yang membantu mereka menemukan jalan mereka.

 

Meski gangguan belajar bisa tampak menantang, kita punya kekuatan untuk mengubah tantangan ini menjadi peluang. Dengan pengetahuan, pemahaman, dan kasih sayang, kita bisa membantu anak-anak ini meraih potensi penuh mereka dan mengubah dunia.

 

Referensi

  1. Shaywitz, Sally. (2003). “Overcoming Dyslexia: A New and Complete Science-Based Program for Reading Problems at Any Level”. Vintage Books.
  2. Selikowitz, Mark. (2009). “Dyslexia and Other Learning Difficulties: The Facts”. Oxford University Press.
  3. Levine, Mel. (2002). “A Mind at a Time: America’s Top Learning Expert Shows How Every Child Can Succeed”. Simon & Schuster.
  4. Moats, Louisa Cook & Dakin, Karen E. (2008). “Basic Facts About Dyslexia & Other Reading Problems”. The International Dyslexia Association.
  5. Hallowell, Edward M. & Ratey, John J. (2010). “Driven to Distraction: Recognizing and Coping with Attention Deficit Disorder”. Anchor Books.
  6. Foss, Ben. (2013). “The Dyslexia Empowerment Plan: A Blueprint for Renewing Your Child’s Confidence and Love of Learning”. Ballantine Books.
  7. Lerner, Janet W. (2011). “Learning Disabilities and Related Mild Disabilities”. Cengage Learning.

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, CPS., CTPS. Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I. Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya dan juga memiliki ketertarikan terkait proses pembelajaran serta ilmu komunikasi terutama terkait dengan public speaking.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel Terkait