Featured Image Dukun Modern

Era digital mengubah semua lini kehidupan kita. Begitu pula di bidang kesehatan. Perkembangan teknologi informasi membuat akses informasi kedokteran dan kesehatan dapat dilakukan dengan mudah. Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan peluang perubahan era digital ini untuk keuntungan pribadi. Oknum inilah yang kami sebut sebagai “Dukun Modern”.

Ilustrasi perkembangan kesehatan di era digital
Ilustrasi perkembangan kesehatan di era digital (Sumber: Image by Markus Winkler from Pixabay)

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring mengartikan kata Dukun sebagai:

  • orang yang mengobati
  • seseorang yang menolong orang sakit
  • yang memberi jampi-jampi (mantra, guna-guna, dan sebagainya)

 

Dukun modern adalah istilah yang kami munculkan untuk menerjemahkan kata Quackery. Kata Quack dalam kamus bahasa Inggris memiliki arti sebagai orang yang berpura-pura memiliki keterampilan medis; seseorang penipu; dan orang yang menyombongkan diri tanpa pengetahuan yang baik tentang subjek yang dibahas.

 

Kamus Merriam-Webster daring juga mengartikan kata Quack sebagai:

an ignorant, misinformed, or dishonest practitioner of medicine.

 

Seorang praktisi medis yang tidak jujur, memberikan informasi yang salah, dan kebohongan.

 

Definisi di atas menunjukkan bahwa praktik Quackery dalam bidang kedokteran melibatkan penipuan yang disengaja. Namun, banyak orang yang mempromosikan Quackery dengan tulus dan sangat percaya bahwa yang mereka lakukan merupakan kebenaran.

 

Organisasi pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) mendefinisikan fraud atau penipuan kesehatan sebagai:

“Promosi, untuk mendapatkan keuntungan, dari pengobatan medis atau produk kesehatan yang diketahui salah atau tidak terbukti secara ilmiah.”

 

Jadi, istilah dukun modern ini akan kami gunakan dalam pemaknaan Quackery yang banyak kita temukan oknumnya pada keseharian kita.

 

Karakteristik utama dari Quackery adalah promosi, scam, fraud, penipuan, dan informasi kesehatan yang salah.

 

Mari kita kenali lebih dekat dukun modern ini!

 

Apakah Semua yang Alami adalah Quackery?

Ilustrasi Dukun Modern
Ilustrasi Dukun Modern (sumber: Image by andreas160578 from Pixabay)

Quackery tidak dapat secara otomatis diberikan kepada semua metode pengobatan alami atau alternatif. Begitu pula dengan pengobatan yang tidak standar. Namun, penetapan apakah suatu pengobatan Quackery atau dukun modern berdasarkan dari ada tidaknya bukti ilmiah.

 

Untuk bukti ilmiah ini, kami telah menerangkannya pada artikel kami berikut ini:

Bukti Ilmiah VS Hoax Kedokteran Dan Kesehatan

 

Kebanyakan dari kita beranggapan bahwa dukun modern adalah tindakan seorang penipu dalam mempromosikan produknya dan mengeksploitasi korbannya.

 

Eksploitasi ini bahkan bisa mencapai kondisi kritis. Kondisi kritis ini terjadi apabila seseorang yang telah merasa tertipu sebab membeli produk kesehatan tertentu ikut mempromosikan produk yang telah menipunya tersebut.

 

Sebagian besar promotor produk tersebut tanpa sadar telah membagikan informasi kesehatan yang salah dan pengalaman pribadinya terkait pengobatan kepada orang lain.

 

Sering kali perilaku tersebut muncul pada distributor yang memasarkan produk kesehatan dengan sistim MLM.

 

Mayoritas dukun modern ini memang menggunakan embel-embel alami untuk memasarkan produknya. Mereka ini juga menyampaikan bahwa terdapat keburukan pada hal-hal tertentu (misalnya buruknya obat karena zat kimia) dan menyampaikan bahwa mereka memiliki penggantinya yang lebih alami.

 

Dokter juga bisa terlibat dalam Quackery

Ilustrasi Produk Quackery
Ilustrasi Produk Quackery (sumber: Internet Archive Book Images / No restrictions)

Seorang dokter harus selalu mempertimbangkan hal ilmiah dalam banyak hal, tetapi bisa pula terlibat dalam praktik yang tidak ilmiah.

 

Sebagai contoh:

  • suntikan vitamin B12 dapat menyelamatkan nyawa dalam kasus anemia perniosa, tetapi memberikan suntikan vitamin B12 terlalu sering kepada seseorang yang ingin merasa lebih fit bisa jadi menjadi tanda keburukan atau keserakahan. Sebab tidak ada bukti ilmiah injeksi vitamin B12 dapat meningkatkan tenaga.
  • Manipulasi tulang belakang mungkin efektif dalam meredakan nyeri punggung bawah. Namun, manipulasi untuk mengoreksi subluksasi (gangguan pada tulang belakang, ditandai dengan gerak tidak optimal sehingga menyebabkan iritasi pada saraf yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh) adalah tindakan perdukunan.

 

Tidak selamanya yang alami adalah Quackery dan dokter juga dapat terlibat ke dalam praktik Quackery seperti contoh di atas.

 

Dukun modern dan pelayanan medis yang buruk dapat saling tumpang tindih, tetapi tidak identik. Praktik perdukunan memerlukan penggunaan metode yang tidak diterima secara ilmiah.

 

Sementara malpraktek melibatkan proses kegagalan seorang profesional kesehatan memenuhi standar pelayanan kesehatan. Hal ini mencakup situasi ketika profesional kesehatan meninggalkan kasa pada perut pasien atau mengoperasi bagian tubuh yang salah. Situasi tersebut merupakan contoh malpraktek tapi tidak terkait dengan Quackery.

 

Mendefinisikan Dukun Modern atau Quackery

Perdukunan modern diartikan secara luas sebagai “Segala sesuatu yang melibatkan promosi berlebihan dalam bidang kesehatan.”

 

Definisi tersebut mencakup ide-ide yang meragukan serta produk dan layanan yang meragukan. Terlepas dari ketulusan promotor-promotor mereka membagikan kisah keberhasilan produk.

 

Berdasarkan definisi tersebut. Kata fraud atau Scam hanya digunakan untuk situasi dimana tindakan penipuan sengaja dilakukan.

 

Metode yang belum terbukti juga tidak dapat selalu disebut sebagai Quackery. Namun, metode tersebut masih konsisten mengikuti kaidah ilmiah, sehingga disebut sebagai penelitian atau eksperimen.

 

Peneliti dan dokter yang baik tidak akan mempromosikan prosedur yang tidak terbukti secara ilmiah. Metode yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah maka harus diklasifikasikan sebagai metode yang tidak masuk akal.

 

Metode yang terdengar ilmiah, tetapi tidak sesuai logika ilmiah dapat diklasifikasikan sebagai psudosaintifik.

 

Bagaimana dengan Pengobatan Alternatif? Apakah Termasuk Dukun Modern?

Pengobatan alternatif, bahkan jika terdapat kekeliruan, umumnya tidak dapat dianggap sebagai Quackery selama tidak dilakukan demi keuntungan semata.

 

Pengobatan mandiri atau swamedikasi atau pengobatan rumahan tidak dianggap sebagai suatu dukun modern. Namun, pengobatan tradisional dan perdukunan modern sangat erat kaitannya. Pengobatan tradisional sering kali menjadi dasar eksploitasi komersial.

 

Kesimpulan

Istilah dukun modern merupakan istilah yang kami gunakan untuk menyebut tindakan Quackery di era digital.

 

Definisi terbaik untuk perdukunan modern atau Quackery adalah promosi metode yang tidak berdasar atau tidak memiliki alasan ilmiah yang masuk akal.

 

Promosi produk ini umumnya melibatkan motif keuntungan. Tidak berdasar bisa berarti tidak terbukti atau menggunakan bukti ilmiah yang salah.

 

Kami mengajak agar kita dapat membentengi diri dari segala tindakan  Quackery.

 

Referensi

By Rifan Eka Putra Nasution

Dr. Rifan Eka Putra Nasution, Lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, 29 Oktober 1992. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di kota kelahiran lalu menyelesaikan pendidikan tingginya pada Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.Dr. Rifan mendapatkan medali Emas pada Olimpiade Kedokteran Regional Sumatera Pertama untuk cabang Kardiovaskular-Respirologi dan menghantarkan dirinya menjadi Mahasiswa Berprestasi Universitas Syiah Kuala pada tahun 2013. Pada tahun 2014, ia mendapatkan penghargaan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi Se-Sumatera dari ISMKI Wilayah I.Saat ini beliau bertugas sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan Jabatan Dokter Ahli Pertama di UPTD Puskesmas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.Beliau juga aktif menulis di Media Online dan Situs Kedokteran dan Kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.