Skip to main content
Choosing Wisely

Choosing Wisely: Menghindari Intervensi Medis Yang Tidak Perlu

Bila Artikel Ini Bermanfaat Silakan di Share:

Apa itu Choosing Wisely?

Choosing Wisely diluncurkan oleh American Board of Internal Medicine (ABIM) Foundation dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman terhadap penting menghindari intervensi medis (pemeriksaan, tatalaksana, dan tindakan medis) yang tidak perlu atau boros.

Choosing Wisely

Choosing Wisely mengidentifikasi tes dan pemeriksaan medis yang umum dilakukan serta memfasilitasi diskusi dan sharing informasi antara dokter dengan pasien untuk meminimalisir intervensi yang merugikan atau tidak perlu.

Rekomendasi dari Choosing Wisely berdasarkan identifikasi terhadap uji dan prosedur medis yang masih dipertanyakan dan perlu didiskusikan oleh organisasi profesional nasional di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya (Australia dan Kanada).

Rekomendasi Choosing Wisely tidak digunakan untuk pengambilan keputusan atau ekslusi suatu intervensi. Melainkan, digunakan untuk mencapai kesepakatan terhadap pengobatan yang tepat dan dibutuhkan. Situasi dari setiap pasien yang datang kepada seorang dokter ada hal yang unik, Dokter dan pasien harus menggunakan rekomendasi sebagai pedoman untuk menentukan rencana tatakasana yang paling sesuai baik bagi dokter dan pasien.

Choosing Wisely: Emergency Care and Toxicology Associations

Rekomendasi American College of Emergency Physicians:

  • Hindari pemeriksaan  computed tomography (CT) scans kepala pada pasien di IGD dengan cedera kepala minor yang memiliki risiko rendah berdasarkan  aturan keputusan klinis yang valid.
  • Hindari pemasangan kateter urin menetap di IGD untuk monitoring output urin baik pada pasien dengan kondisi stabil dan bisa berkemih atau hanya untuk membuat staf IGD merasa nyaman. 
  • Jangan menunda untuk melaksanakan layanan paliatif di IGD pada pasien yang cenderung akan mendapatkan banyak keuntungan bila diberikan layanan paliatif.
  • Hindari uji sensitivitas antibiotik pada pasien IGD dengan abses kulit dan jaringan lunak tanpa komplikasi setelah berhasil diinsisi dan drainase serta follow up medisnya adekuat.
  • Hindari pemberian cairan intravena sebelum melakukan uji coba pemberian terapi rehidrasi peroral pada kasus gawat darurat anak tanpa komplikasi dengan dehidrasi ringan sedang. 
  • Hindari CT scan kepala pada pasien dewasa asimptomatik yang datang ke IGD dengan sinkop, trauma yang tidak signifikan dan evaluasi neurologis normal.
  • Hindari CT angiography paru pada pasien gawat darurat dengan kemungkinan emboli paru rendah baik karena hasil Pulmonary Embolism Rule-Out Criteria (PERC) atau D-dimer negatif.
  • Hindari pemeriksaan radiologis tulang vertebra lumbal pada IGD untuk orang dewasa dengan nyeri punggung non traumatik kecuali pada pasien dengan defisit neurologis parah atau progresif atau diduga memiliki kondisi serius yang mendasari (seperti infeksi tulang belakang, sindrom cauda equine, atau kanker dengan metastasis tulang).
  • Hindari pemberian antibiotik di IGD untuk sinusitis tanpa komplikasi.
  • Hindari pemeriksaan CT Scan perut dan panggul (abdomen dan pelvis) pada pasien muda yang sehat (<50 tahun) di IGD dengan riwayat batu ginjal, atau ureterolithiasis, dengan gejala yang konsisten berupa kolik ginjal.

Referensi:

  • DynaMed [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 – . Record No. 905359, Choosing Wisely; [updated 2015 Jul 23, cited January 20th, 2017]; [about 13 screens].

Bersambung untuk Choosing Wisely Bagian Lainnya…………….

Berikan Komentar Di Sini
Bila Artikel Ini Bermanfaat Silakan di Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.