pengaruh rokok

Pengaruh Rokok Terhadap Tubuh Kita

Merokok adalah penyebab terbesar kematian yang dapat dicegah di dunia, terhitung lebih dari 6 juta kematian setiap tahun. Satu dari dua perokok akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok. Lalu, Bagaimana pengaruh rokok terhadap tubuh kita?

Setiap batang rokok yang Anda hisap berbahaya

Setiap kita melihat betapa merusaknya rokok bagi tubuh, seharusnya kita akan berhenti merokok sekarang juga.

pengaruh rokok

Pengaruh Rokok Pada Tubuh

Pengaruh Rokok pada sirkulasi

Ketika Anda merokok, racun dari asap rokok masuk ke dalam darah Anda. Jika racun tersebut berada dalam darah Anda maka:

  • Membuat darah Anda lebih kental, dan meningkatkan kemungkinan pembentukan gumpalan (plak/ateroslerosis)
  • Meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, membuat jantung bekerja lebih keras dari biasanya
  • Mempersempit arteri, mengurangi jumlah darah yang kaya oksigen beredar ke organ-organ Anda.

Bersama-sama, perubahan ini ke tubuh Anda ketika Anda merokok meningkatkan kemungkinan arteri menyempit dan pembentukan bekuan. Peristiwa tersebut dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Pengaruh Rokok pada jantung

Merokok merusak jantung dan sirkulasi darah Anda, meningkatkan risiko kondisi seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, penyakit pembuluh darah perifer  dan penyakit serebrovaskular.

Karbon monoksida dari asap dan nikotin akan meningkatkan beban pada jantung dengan membuatnya bekerja lebih cepat. Mereka juga meningkatkan risiko penggumpalan darah. Bahan kimia lainnya dalam asap rokok merusak lapisan arteri pada jantung anda Anda, yang mengarah kepada penyempitan arteri

Bahkan, merokok menggandakan risiko Anda terkena serangan jantung, dan jika Anda merokok Anda memiliki dua kali risiko kematian akibat penyakit jantung koroner seumur hidup dibandingkan  non-perokok.

Kabar baiknya adalah bahwa setelah hanya satu tahun tidak merokok, risiko Anda berkurang setengah. Setelah berhenti selama 15 tahun, risiko Anda adalah sama dengan seseorang yang tidak pernah merokok.

Pengaruh Rokok pada Lambung

Perokok memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker lambung atau kanker tukak lambung. Merokok dapat melemahkan otot yang mengontrol ujung bawah kerongkongan Anda (sfingter) dan memungkinkan asam dari lambung naik ke atas kembali kerongkongan Anda, sebuah proses yang dikenal sebagai refluks.

Merokok merupakan faktor risiko yang signifikan untuk mengembangkan kanker ginjal, dan semakin Anda merokok semakin besar risikonya. Sebagai contoh, penelitian telah menunjukkan bahwa jika Anda secara teratur merokok 10 batang sehari, Anda adalah salah satu setengah kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker ginjal dibandingkan dengan non-perokok. Risiko ini akan meningkat menjadi dua kali lebih mungkin jika Anda merokok 20 batang atau lebih dalam sehari.

Pengaruh Rokok terhadap kulit

Merokok mengurangi jumlah oksigen yang sampai ke kulit Anda. Hal ini berarti bahwa jika Anda merokok, usia kulit Anda lebih cepat menua dan terlihat abu-abu serta kusam. Racun dalam tubuh Anda juga menyebabkan selulit.

Rokok akan membuat usia kulit Anda prematur dan berkurang antara 10 dan 20 tahun. Hal ini juga membuat Anda tiga kali lebih mungkin mengalami kerutan wajah, terutama di sekitar mata dan mulut.

Merokok bahkan membuat kulit pucat, kulit kuning abu-abu dan pipi yang cekung, yang dapat menyebabkan Anda terlihat tirus.

Kabar baiknya adalah bahwa sekali Anda berhenti merokok, Anda akan mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit Anda yang disebabkan oleh merokok.

Pengaruh Rokok terhadap tulang

Merokok dapat menyebabkan tulang Anda menjadi lemah dan rapuh. Perempuan harus berhati-hati karena mereka lebih mungkin untuk menderita tulang rapuh (osteoporosis) dibandingkan non-perokok.

Pengaruh Rokok terhadap otak

Jika Anda merokok, Anda lebih mungkin untuk mengalami stroke daripada orang yang tidak merokok.

Bahkan, merokok meningkatkan risiko Anda mengalami stroke setidaknya 50% lebih tinggi. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan kematian. Karena merokok Anda memiliki kemungkinan dua kali lipat risiko kematian karena stroke.

Salah satu cara bahwa merokok dapat meningkatkan risiko stroke adalah dengan meningkatkan kesempatan Anda untuk mengalami aneurisma otak. Aneurisma adalah tonjolan di pembuluh darah yang disebabkan oleh kelemahan pada dinding pembuluh darah. Aneurisma bisa pecah atau robek yang akan menyebabkan kondisi sangat serius yang dikenal sebagai perdarahan subarachnoid, yang merupakan salah satu jenis stroke, dan dapat menyebabkan kerusakan otak yang luas dan kematian.

Kabar baiknya adalah bahwa dalam waktu dua tahun berhenti merokok, risiko stroke berkurang menjadi setengah dari non-perokok dan dalam waktu lima tahun itu akan sama sebagai non-perokok.

Pengaruh Rokok terhadap paru-paru

Paru-paru Anda dapat sangat terpengaruh oleh rokok. Batuk, pilek, mengi dan asma hanyalah gejala awal. Merokok dapat menyebabkan penyakit fatal seperti pneumonia, emfisema dan kanker paru-paru.

Merokok menyebabkan 84% kematian akibat kanker paru-paru dan 83% dari kematian akibat penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

pengaruh rokokPPOK merupakan penyakit progresif dan irreversibel. PPOK merupakan istilah yang digunakan untuk sekumpulan penyakit paru-paru termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Orang dengan PPOK mengalami kesulitan bernapas, terutama disebabkan oleh penyempitan saluran napas dan kerusakan jaringan paru-paru.

Gejala khas dari COPD termasuk: sesak napas saat bekerja, batuk terus-menerus dengan dahak dan infeksi paru-paru berulang.

Sementara tanda-tanda awal dari COPD sering dapat diartikan sebagai ‘batuk perokok’, jika orang terus merokok dan kondisi memburuk, hal tersebut sangat dapat berdampak pada kualitas hidup Anda. Anda dapat memperlambat perkembangan penyakit dan berhenti merokok merupakan cara yang paling efektif untuk melakukan ini.

Pengaruh Rokok terhadap mulut dan tenggorokan

Merokok menyebabkan masalah menarik seperti bau mulut dan gigi bernoda, dan juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan kerusakan indera perasa (lidah).

Kerusakan akibat merokok yang paling serius terjadi pada mulut dan tenggorokan adalah peningkatan risiko kanker pada bibir, lidah, tenggorokan, pita suara dan kerongkongan (esophagus) Anda. Lebih dari 93% kanker oropharangeal (kanker di bagian tenggorokan)  disebabkan oleh merokok.

Kabar baiknya adalah bahwa ketika Anda berhenti menggunakan tembakau, bahkan setelah bertahun-tahun digunakan, Anda dapat sangat mengurangi resiko terkena kanker kepala dan leher. Setelah Anda bebas merokok selama 20 tahun, risiko kanker kepala dan leher berkurang dengan yang non-perokok.

Pengaruh Rokok terhadap kesuburan dan reproduksi

Merokok dapat menyebabkan impotensi pada pria, karena kerusakan pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Hal ini juga dapat merusak sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.

Hingga 120.000 orang dari Inggris berusia 20-an dan 30-an impoten sebagai akibat langsung dari merokok, dan orang-orang yang merokok memiliki jumlah sperma lebih rendah daripada mereka yang non-perokok.

Bagi wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Satu penelitian menemukan bahwa perokok tiga kali lebih mungkin dibandingkan non-perokok untuk mendapatkan kehamilan lebih dari satu tahun. Studi ini memperkirakan bahwa kesuburan wanita merokok adalah 72% dari non-perokok.

Merokok juga meningkatkan risiko kanker serviks. Orang yang merokok kurang mampu menyingkirkan infeksi HPV dari tubuh, yang dapat berkembang menjadi kanker.

Merokok saat Anda sedang hamil dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, lahir mati dan penyakit, dan meningkatkan risiko kematian setidaknya 25%.

Diterjemahkan dari:

https://www.nhs.uk/smokefree/why-quit/smoking-health-problems#88u03ExdYF2zzjR1.99

 

 

Efek Rokok Terhadap Pribadi dan Orang Lain

Fakta Kunci Terkait Efek Rokok Terhadap Kesehatan

  • Tembakau membunuh hingga setengah dari penggunanya.
  • Tembakau membunuh sekitar 6 juta orang setiap tahun. Lebih dari 5 juta kematian tersebut adalah hasil dari penggunaan tembakau secara langsung (perokok aktif) sementara lebih dari 600.000 adalah kematian dari non-perokok yang terpapar asap (perokok pasif).
  • Hampir 80% dari 1 miliar perokok dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia.

efek rokok

Bagaimana Efek Rokok Terhadap Tubuh Kita?

Setiap batang rokok yang kita hisap berbahaya.

Epidemi tembakau adalah salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat dunia yang pernah dihadapi, membunuh sekitar 6 juta orang per tahun. Lebih dari 5 juta kematian mereka adalah hasil dari penggunaan tembakau secara langsung (perokok aktif) sementara lebih dari 600.000 adalah kematian perokok pasif.

Hampir 80% dari lebih dari 1 milyar perokok di seluruh dunia tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana beban penyakit terkait tembakau dan kematian sangat berat.

Perokok yang mati sebelum waktunya akan mempengaruhi penghasilan keluarga, meningkatkan biaya perawatan kesehatan dan menghambat pembangunan ekonomi.

Efek Rokok Terhadap Perokok Pasif

Perokok pasif menghisap asap dari lokasi-lokasi publik seperti restoran, kantor atau tempat tertutup lainnya ketika manusia membakar produk tembakau seperti rokok. Ada lebih dari 4000 bahan kimia dalam asap rokok, yang setidaknya 250 zat diketahui berbahaya dan lebih dari 50 zat diketahui menyebabkan kanker.

Tidak ada tingkat aman dari paparan asap rokok bagi perokok pasif.

  • Pada orang dewasa, perokok pasif menyebabkan penyakit jantung dan pernapasan yang serius, termasuk penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru.
  • Pada bayi, paparan asap rokok menyebabkan kematian mendadak.
  • Pada wanita hamil, paparan asap rokok menyebabkan berat badan lahir rendah.

Hampir setengah dari anak-anak secara teratur menghirup udara yang tercemar asap tembakau di tempat umum.

Perokok pasif menyebabkan lebih dari 600.000 kematian sebelum waktunya per tahun. Pada tahun 2004, anak-anak menyumbang 28% dari kematian yang disebabkan oleh perokok pasif.
Setiap orang harus bisa menghirup udara  bebas asap rokok. Hukum bebas asap rokok akan melindungi kesehatan non-perokok. Peraturan ini sangat populer, tidak membahayakan bisnis, dan mendorong perokok untuk berhenti merokok.

Lebih dari 1,3 miliar orang, atau 18% dari populasi dunia, dilindungi oleh hukum bebas asap rokok nasional yang komprehensif. Akan tetapi, perlindungan terhadap asap rokok ini masih sangat belum maksimal terlaksana di Indonesia (Baca: Pengendalian tembakau di Indonesia).

 

 

pengendalian tembakau

Pengendalian Tembakau: Fakta dan Permasalahannya

pengendalian tembakauSlogan peringatan pada bungkus rokok di Indonesia dimulai dengan “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin” hingga pada saat ini berupa “Merokok Membunuh Mu” hanyalah sebatas formalitas. Peringatan tersebut wajib tercantum pada bungkus rokok semata-mata agar perusahaan rokok telah mematuhi aturan terkait dengan iklan ataupun kemasan rokok. Pertanyaannya, Berapa banyak dari kita yang berhenti merokok ketika menyadari ada peringatan tersebut pada kemasan rokok? Tentu saja sangat sedikit. Bahkan, sangat sulit bagi seorang dokter untuk mengedukasi pasien dalam hal berhenti merokok. Lalu, apakah pemerintah sudah melaksanakan program pengendalian tembakau?

 

Fakta Tentang Rokok dan Pengendalian Tembakau 

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang menyumbang populasi perokok dunia. Data WHO pada tahun 2015 menyebutkan bahwa 51,1% populasi di Indonesia merupakan perokok dan angka tersebut adalah yang terbesar untuk Asia Tenggara. Pada tahun 2016 angka perokok di Indonesia mengalami penurunan yaitu sekitar 36% perokok aktif atau sekitar 60 juta penduduk Indonesia. Angka ini menempatkan Indonesia pada posisi 28 dari seluruh negara di dunia terkait dengan jumlah perokok. Akan tetapi, Berbeda dengan konsumsi rokok di banyak negara lain yang diprediksi bakal menurun, angka perokok aktif di Indonesia diyakini akan naik menjadi 90 juta orang pada tahun 2025.

WHO sendiri berkomitmen untuk memerangi epidemi tembakau global. Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau WHO mulai berlaku pada Februari 2005. Sejak saat itu itu, konvensi ini telah menjadi salah satu perjanjian yang paling banyak dianut dalam sejarah PBB dengan 180 pihak yang meliputi 90% dari populasi dunia.

Konvensi Kerangka Kerja WHO adalah alat pengendalian tembakau yang paling penting dari WHO dan tonggak dalam promosi kesehatan masyarakat. Konvensi ini adalah perjanjian berbasis bukti yang menegaskan kembali hak masyarakat untuk standar tertinggi kesehatan, memberikan dimensi hukum bagi kerjasama kesehatan internasional dan menetapkan standar yang tinggi untuk kepatuhan suatu negara.

Pada tahun 2008, WHO memperkenalkan cara praktis, hemat biaya untuk meningkatkan pelaksanaan ketentuan Konvensi Kerangka Kerja WHO yang disingkat dengan: MPOWER. Setiap ukuran MPOWER sesuai dengan setidaknya 1 ketentuan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau WHO.

6 langkah MPOWER adalah:

  1. Memantau penggunaan tembakau dan kebijakan pencegahan
  2. Melindungi orang dari penggunaan tembakau
  3. Menawarkan bantuan untuk berhenti menggunakan tembakau
  4. Memperingatkan tentang bahaya tembakau
  5. Menegakkan larangan iklan, promosi dan sponsor rokok
  6. Menaikkan pajak tembakau.

Pengendalian Tembakau di Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia sudah melakukan penandatanganan dan ratifikasi terhadap konvensi keranka kerja pengendalian tembakau tersebut?, mari kita perhatikan gambar di bawah ini.

pengendalian tembakau
Laporan lengkapnya dapat diunduh di :http://www.who.int/entity/tobacco/surveillance/policy/country_profile/idn.pdf?ua=1

Gambar tersebut merupakan potongan dari lembaran profil negara yang tertuang pada laporan tahunan WHO terkait dengan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau. Indonesia sampai saat ini adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) tersebut.

Salah satu alasan Indonesia belum melakukan ratifikasi karena rokok merupakan penyumbang terbesar pendapatan cukai dengan kontribusi sebesar 96 persen, dengan nilai Rp 139,5 triliun dari total pendapatan cukai negara sebesar Rp 144,6 triliun pada tahun 2015. Selain itu, Tembakau sebagai komoditi strategis dan  petani tembakau akan terancam kehilangan lapangan kerja jika ratifikasi dilakukan. Akan tetapi, dampak positif akan diperoleh terkait dengan kesehatan warga dan juga kepentingan generasi muda kedepan.

Sumber:

  1. WHO report on the global tobacco epidemic 2015
Choosing Wisely

Choosing Wisely: Menghindari Intervensi Medis Yang Tidak Perlu

Apa itu Choosing Wisely?

Choosing Wisely diluncurkan oleh American Board of Internal Medicine (ABIM) Foundation dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman terhadap penting menghindari intervensi medis (pemeriksaan, tatalaksana, dan tindakan medis) yang tidak perlu atau boros.

Choosing Wisely

Choosing Wisely mengidentifikasi tes dan pemeriksaan medis yang umum dilakukan serta memfasilitasi diskusi dan sharing informasi antara dokter dengan pasien untuk meminimalisir intervensi yang merugikan atau tidak perlu.

Rekomendasi dari Choosing Wisely berdasarkan identifikasi terhadap uji dan prosedur medis yang masih dipertanyakan dan perlu didiskusikan oleh organisasi profesional nasional di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya (Australia dan Kanada).

Rekomendasi Choosing Wisely tidak digunakan untuk pengambilan keputusan atau ekslusi suatu intervensi. Melainkan, digunakan untuk mencapai kesepakatan terhadap pengobatan yang tepat dan dibutuhkan. Situasi dari setiap pasien yang datang kepada seorang dokter ada hal yang unik, Dokter dan pasien harus menggunakan rekomendasi sebagai pedoman untuk menentukan rencana tatakasana yang paling sesuai baik bagi dokter dan pasien.

Choosing Wisely: Emergency Care and Toxicology Associations

Rekomendasi American College of Emergency Physicians:

  • Hindari pemeriksaan  computed tomography (CT) scans kepala pada pasien di IGD dengan cedera kepala minor yang memiliki risiko rendah berdasarkan  aturan keputusan klinis yang valid.
  • Hindari pemasangan kateter urin menetap di IGD untuk monitoring output urin baik pada pasien dengan kondisi stabil dan bisa berkemih atau hanya untuk membuat staf IGD merasa nyaman. 
  • Jangan menunda untuk melaksanakan layanan paliatif di IGD pada pasien yang cenderung akan mendapatkan banyak keuntungan bila diberikan layanan paliatif.
  • Hindari uji sensitivitas antibiotik pada pasien IGD dengan abses kulit dan jaringan lunak tanpa komplikasi setelah berhasil diinsisi dan drainase serta follow up medisnya adekuat.
  • Hindari pemberian cairan intravena sebelum melakukan uji coba pemberian terapi rehidrasi peroral pada kasus gawat darurat anak tanpa komplikasi dengan dehidrasi ringan sedang. 
  • Hindari CT scan kepala pada pasien dewasa asimptomatik yang datang ke IGD dengan sinkop, trauma yang tidak signifikan dan evaluasi neurologis normal.
  • Hindari CT angiography paru pada pasien gawat darurat dengan kemungkinan emboli paru rendah baik karena hasil Pulmonary Embolism Rule-Out Criteria (PERC) atau D-dimer negatif.
  • Hindari pemeriksaan radiologis tulang vertebra lumbal pada IGD untuk orang dewasa dengan nyeri punggung non traumatik kecuali pada pasien dengan defisit neurologis parah atau progresif atau diduga memiliki kondisi serius yang mendasari (seperti infeksi tulang belakang, sindrom cauda equine, atau kanker dengan metastasis tulang).
  • Hindari pemberian antibiotik di IGD untuk sinusitis tanpa komplikasi.
  • Hindari pemeriksaan CT Scan perut dan panggul (abdomen dan pelvis) pada pasien muda yang sehat (<50 tahun) di IGD dengan riwayat batu ginjal, atau ureterolithiasis, dengan gejala yang konsisten berupa kolik ginjal.

Referensi:

  • DynaMed [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 – . Record No. 905359, Choosing Wisely; [updated 2015 Jul 23, cited January 20th, 2017]; [about 13 screens].

Bersambung untuk Choosing Wisely Bagian Lainnya…………….

Mengangislah! Fakta Ilmiah Tentang Air Mata

Setiap dari kita pasti pernah merasakan kesedihan yang mendalam atau meneteskan air mata. Boleh jadi tangisan dan kesedihan sesuatu yang kita alami karena kejadian pribadi atau karena ada pemicu dari luar.

Pada skala tertentu tetesan air mata dapat menjadi obat mujarab untuk meredakan stres dan kesedihan yang mendalam. Lebih dari pada itu, air mata mengandung zat kimia tertentu yang memiliki fungsi untuk mencegah serta membunuh kuman-kuman tertentu yang ada pada mata kita.

air mata

Lebih hebat lagi, penelitian yang dilakukan oleh ahli biokimia William Frey II (1985) menemukan bahwa air mata pedih (misalnya yang keluar karena kita mengupas bawang) mengandung 98 persen air. Sementara itu, air mata emosional (misalnya yang keluar karena kesedihan yang mendalam) mengandung banyak racun. Frey berkesimpulan bahwa air mata kesedihan itu dapat berfungsi membuang racun dari tubuh (untuk ibu-ibu, kupaslah bagian bawah bawang merah terakhir kali karena di bagian inilah terkandung sulfur yang dapat menguap dan dapat larut dalam lapisan basah mata [kornea] sehingga membentuk larutan encer asam sulfur yang membuat pedih mata. Senyawa lain yang membuat pedih mata adalah enzim sintase factor lacrimatoric).

Fakta Ilmiah Air Mata

Berapa diantara kita dapat lebih mudah untuk menangis. Akan tetapi, terdapat suatu hal yang spektakuler pada tangisan kita. Menangis yang dipicu oleh emosional akan mengaktivasi mekanisme neuroendokrin dan imunitas tubuh. Ishii et al. (2003) dari Nippon Medical School di Jepang menemukan bahwa penderita penyakit sendi reumatoid artritis (RA) yang menangis dan meneteskan air mata pada umumnya akan mendapatkan perbaikan klinis yang lebih baik dalam rentang satu tahun dibandingkan dengan penderita yang kurang atau tidak meneteskan air mata.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ketika penderita RA meneteskan air mata, hormon stres kortisol dalam darah, protein kekebalan tubuh IL-6, CD4, CD8 dan sel kekebalan tubuh alamiah akan mengalami perubahan yang sangat bermakna.

Hasil penelitian ini tidak lantas menyuruh kita untuk menangis tersedu-sedu untuk menekan stres. Menangis dapat menekan pengaruh stres terhadap mekanisme neuroendokrin dan respon imunitas.

Demikian juga dengan perbedaan kadar mangan (Mn). Air mata emosional dan air mata kepedihan, ternyata sama-sama mengandung mangan, yang kadarnya 30 kali lipat daripada mangan yang terdapat dalam darah kita. Fakta ini memberikan sedikit bukti lainnya bahwa air mata dapat membuang racun. Yang perlu kita ingat adalah pengeluaran air mata secara spontan memiliki efek yang berbeda dengan yang dibuat-buat. Persis seperti perbedaan senyum dan tawa spontan dan yang dibuat-buat (baca disini untuk perbedaan tawa).

Tangisan Pria VS Wanita

Penelitian lain mengemukakan bahwa terdapat perbedaan struktur kelenjar air mata pria dan wanita. Akan tetapi, masih belum dapat dipastikan apakah perbedaan struktur kelenjar air mata ini yang membedakan frekuensi menangis antara pria dan wanita. Dimana kita ketahui bahwa wanita cenderung memiliki frekuensi tangis yang lebih tinggi. Penelitian lain yang dilakukan oleh Frey (1985) menemukan bahwa 94 persen wanita akan mengalami episode tangisan emosional dalam sebulan, sedangkan pria hanya 55%. Delapan puluh lima persen wanita yang menangis merasa lebih baik dan lega setelah menangis. Hal tersebut juga ditemukan pada 73 persen pria. Menariknya, lama tangisannya tidak berbeda, tapi cara menagisnya berbeda. Wanita menangis dengan mengeluarkan bunyi sementara pria menangis hanya tampak dari mata yang sedikit membengkak.

Fakta ilmiah lainnya yang patut diketahui tentang air mata dan mata adalah struktur bernama retina (struktur yang mengubah cahaya menjadi impuls saraf). Retina adalah satu-satunya bagian dari otak kita yang menjulur hingga keluar otak dari otak tengah dan berhubungan secara langsung. Fakta lain, tertawa dan menangis memiliki efek yang sama terhadap tubuh. Jadi, tidak usah heran apabila ada orang yang mengeluarkan air mata saat tertawa terbahak-bahak.

 

Sumber:

Pasiak T. Unlimited Potency of the Brain: Kenali dan Manfaatkan Sepenuhnya Potensi Otak Anda yang Tidak Terbatas. Bandung: Mizan; 2009

tertawa dan kesehatan

Tertawa dan Kesehatan: Fakta Ilmiah Tentang Tertawa

Setiap orang yang sehat pasti pernah tertawa. Sebagian orang bahkan tertawa lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Akan tetapi, mudah untuk tertawa merupakan sifat alami manusia. Perilaku ini akan membuat diri kita merasa lebih nyaman dan dapat mempersatukan orang-orang dalam komunitas sosial. Lalu bagaimana kita dapat tertawa dan apa fungsinya serta bagaimana hubungan tertawa dan kesehatan?

Tertawa: Pandangan Neurosains

Tertawa merupakan suatu tindakan yang kompleks, bervariasi, dan bermakna. Tindakan ini tidak terbatas hanya pada suatu lokasi pada otak kita. Sampai saat ini, para peneliti masih berusaha mengungkapkan mekanisme tindakan ini.

tertawa dan kesehatan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cerebral Cortex, menggunakan MRI  untuk menyelidiki bagian otak yang bekerja saat seseorang tertawa. Mereka membagi peserta menjadi tiga kelompok: kelompok pertama digelitik pada telapak kaki dan diberikan izin untuk tertawa, kelompok kedua digelitik pada lokasi yang sama tetapi diminta untuk menahan tawa mereka, dan kelompok terakhir diminta untuk tertawa secara sukarela tanpa digelitik.

Pada kelompok pertama, terdapat bagian otak tertentu yang secara konsisten lebih aktif dibandingkan pada dua kelompok lainnya. Bagian tersebut adalah:

  • Hipotalamus lateral : bagian ini terlibat dalam berbagai proses fisiologis manusia seperti: nafsu dan keinginan untuk makan, mengurangi persepsi nyeri, fungsi pencernaan, dan tekanan darah.
  • Operkulum parietal : bagian ini berperan dalam memproses persepsi indra kita seperti: sentuhan dan suhu
  • Amigdala : bagian otak yang berperan dalam proses pembentukan memori (ingatan), pengambilan keputusan dan kontrol emosi
  • Serebelum kanan : bagian ini berperan dalam fokus penglihatan, bahasa dan imajinasi.

Para peneliti tersebut juga menemukan aktivasi materi abu-abu (substansia grisea) pada area periakuaduktal saat seseorang tertawa. Baik tawa yang muncul secara sukarela atau tawa yang dibuat-buat. Akan tetapi, bagian ini tidak teraktivasi pada orang yang menahan untuk tertawa.

Menariknya, Bagian substansia grisea ini merupakan bagian yang berperan penting untuk analgesia (mencegah persepsi nyeri). Bagian otak ini juga merupakan daerah target dari implant stimulasi otak untuk mengobati pasien dengan nyeri kronik.

Selama seseorang tertawa, bagian korteks prefrontalis ventromedial juga teraktivasi. Bagian ini mengeluarkan hormon endorfin yang menyebabkan seseorang merasa euforia dan mengurangi rasa nyeri.

Keterlibatan hipokampus dan amigdala juga merupakan suatu catatan khusus pada penelitian tersebut. Keduanya merupakan bagian otak yang telah lama diketahui sebagai bagian dari sistem limbik yang berperan dalam kontrol emosi, makan dan berbagai sifat manusia lainnya yang terkait untuk mempertahankan kehidupan.

Tertawa dan Kesehatan

tertawa dan kesehatanBertrand Russell, seorang filsafat mengatakan bahwa:

“Tertawa adalah obat yang paling murah dan paling efektif. Tertawa adalah pengobatan universal.”

Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mencoba untuk menemukan kemampuan tertawa dalam berbagai kondisi medis.

 

Kemajuan terbaru ditemukan pada bidang psikoneuroimunologi yang secara bersama sejalan dengan bidang psikologi, aktivitas neuronal, dan kemampuan hormon. Salah satu temuan bidang ini adalah kerangka pemikiran positif yang kita kembangkan dapat membuat hidup kita lebih sehat.

Akan tetapi, penelitian yang berfokus untuk menyelidiki efek terapi tawa terhadap berbagai kondisi medis berjumlah sangat sedikit. Selain sedikit, penelitian tersebut hanya melibatkan jumlah subjek penelitian yang sedikit dan hanya menarik kesimpulan sementara. Tapi, gabungan dari penelitian-penelitian tersebut dapat menjadi informasi yang menarik.

Berikut ini adalah beberapa penelitian terbaru yang telah menyelidiki potensi hubungan tertawa dan kesehatan.

berhenti merokok

Berhenti Merokok! Apa Yang Harus Dokter Lakukan?

berhenti merokokSeorang dokter yang baik memiliki kewajiban untuk menyarankan semua pasien untuk berhenti merokok. Pengaruh rokok sebagai faktor risiko yang dapat diubah untuk penyakit-penyakit tidak menular (misalnya penyakit jantung koroner, kanker, penyakit pembuluh darah) merupakan alasan utama bagi seorang dokter untuk menyarankan hal tersebut.

 

Akan tetapi, hal ini bukanlah suatu hal yang mudah. Orang-orang sebenarnya sadar akan dampak buruk merokok terhadap kesehatan akan tetapi efek kecanduan yang disebabkan oleh nikotin membuat mereka enggan untuk berhenti merokok.

Di sisi lain, ketika seorang perokok telah memiliki keinginan untuk berhenti merokok tapi dia tidak tahu cara terbaik untuk memulainya atau bahkan lingkungan tempat dia menetap tidak mendukungnya melakukan hal tersebut.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk memberikan informasi apa yang harus dilakukan serta disarankan oleh seorang dokter kepada seorang perokok agar ia dapat berhenti merokok.

Strategi 5-A

berhenti merokok

Berdasarkan pedoman dari United States Department of Health and Human Services, Public Health Service (PHS) sebuah badan layanan kesehatan masyarakat di Amerika Serikat yang dimuat pada pedoman yang berjudul “PHS clinical practice guideline on treating tobacco use and dependence”. Semua dokter harus menyarankan pasien perokok untuk berhenti merokok. Hal tersebut harus dilakukan karena telah terbukti meningkatkan tingkat tidak merokok. Selain itu, semua dokter harus memberikan dan menjelaskan intervensi berhenti merokok terhadap pasiennya.

United States Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan dokter untuk melakukan strategi 5-A untuk menyarankan seorang pasien berhenti merokok.

  1. Ask : Tanyakan dengan jelas pada pasien tentang kebiasaan merokoknya (berapa lama, jenis rokok, berapa batang sehari, alasan merokok dan lain-lain)

  2. Advice: berikan nasehat kepada pasien untuk segera berhenti merokok dengan menggunakan atau menyampaikan pesan personal yang jelas (misalnya pada orang Islam dapat menyampaikan bahwa merokok itu haram atau menyampaikan tentang pengaruh rokok terhadap kesehatan).

  3. Assess: lakukan penilaian seberapa besar keinginan pasien untuk berhenti merokok

  4. Assist: bantu pasien untuk memulai berhenti merokok dengan memberikan intervensi pengobatan.

  5. Arrange: atur jadwal follow up dimana pasien harus kembali kepada dokter untuk menceritakan sejauh mana perkembangan proses tidak merokoknya dan kembali berikan dukungan kepada pasien.

Jadi seorang dokter pada dasarnya tidak hanya disarankan untuk menyampaikan bahwa seorang pasien harus berhenti merokok tapi juga harus menindaklanjuti sejauh apa pasien sudah tidak merokok.

Kulit: Bukan Sekedar Pembungkus Otot

Fungsi Essensial Kulit

Jika ada yang bertanya kepada kita, apakah organ terbesar yang dimiliki oleh manusia? Maka pertanyaan tersebut jawabannya adalah kulit. Organ ini berperan dalam beberapa fungsi essensial di tubuh kita. Lapisan tipis berlapis-lapis, multifungsi dan dinamis. Sel yang sudah tua akan secara terus menerus digantikan oleh sel yang baru.

Kita mestinya terkesima dengan kemampuan restorasinya. Silakan garuk kulit anda, maka sel yang rusak akan segera tergantikan. Jika kita mengalami luka maka luka tersebut dapat tertutup dengan proses penyembuhan luka dan tidak sedikit kondisi luka tersebut kembali seperti semula.

Jika ada seseuatu yang mengiritasi kulit maka sepanjang waktu kulit akan bereaksi dengan menjadi lebih tebal untuk melindungi dirinya sendiri. Terkadang beberapa cedera yang terjadi pada kulit memerlukan perhatian yang serius. Akan tetapi, sebelum membalas hal tersebut maka kita akan melihat terlebih dahulu fungsi dari organ terbesar yang kita miliki ini.

Tugas 1: Regulator Udara Sentral

kulit

Pembuluh darah yang berada dekat dengan permukaan kulit kita akan bereaksi secara konstan untuk menjaga suhu tubuh tetap baik dan hangat, tapi bukan menjadi terlalu hangat. Jika suhu didalam tubuh menjadi terlalu panas, pembuluh darah akan melebar (vasodilatasi) dan membawa lebih banyak darah kepermukaan agar suhu inti tubuh dapat menjadi lebih dingin. Begitu pula sebaliknya, pembuluh darah akan menyempit (vasokonstriksi) untuk menjaga kehangatan tubuh. Suhu ekstrem (terlalu panas atau terlampau dingin) dapat menyebabkan gangguan sistem dan sistem ini dapat berhenti bekerja.

Tugas 2: Media Penyimpanan

Kulit dapat menyimpan lemak (bahkan pada beberapa orang terlalu baik) untuk cadangan energi, ia juga menyimpan cairan internal dan mencegahnya dari proses evaporasi (berkeringat). Tanpa lapisan ini, kita dapat mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) dengan sangat cepat. Suatu proses yang sangat berbahaya terjadi ketika sebagian besar bagian tubuh kita mengalami luka bakar. Luka bakar > 10% dari luas tubuh kita dapat menyebabkan keluarnya sejumlah besar cairan tubuh dan menyebabkan dehidrasi parah yang dapat berujung pada kematian.

Tugas 3: Sensor

Kulit mengandung sistem saraf yang akan memberitahukan kepada kita risiko potensial bahaya dari beberapa sumber bahaya seperti terlalu panas, dingin, tekanan, benda tajam dan sumber bahaya lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pada lapisan-lapisan kulit terdapat reseptor yang mengandung persarafan sensitif terhadap respons atau rangsangan tertentu seperti yang telah disebutkan di atas. Rangsangan ini akan dihantarkan melalui sistem persarafan hingga ke otak untuk diterjemahkan menjadi berbagai respons tubuh tertentu. Hal inilah yang membuat kita akan segera menarik tangan kita ketika menyentuh benda panas atau akan segera mengangkat kaki kita ketika terinjak suatu benda tajam dan mekanisme lainnya.

Tugas 4: Layanan Keamanan

Kulit berfungsi juga sebagai penghalang bahkan menjadi lini pertama pertahanan terhadap kuman. Akan tetapi, beberapa sumber bahaya seperti yang sudah dijelaskan diatas dapat menyebabkan pertahanan ini lebih mudah dimasuki oleh kuman. Selain bertugas sebagai penghalang, pada organ terbesar kita ini juga ditemukan berbagai sel sistem kekebalan tubuh. Ketika kuman berhasil melewati sistem penghalang maka sel-sel imunitas ini akan menyerang kuman tersebut dan berusaha untuk menyingkirkannya dari tubuh kita. Proses inilah yang biasanya akan menimbulkan gejala-gejala inflamasi, yaitu: perubahan warna merah, perasaan panas, nyeri, dan lain sebagainya.

Tugas lainnya

Kulit melalui kelenjar yang ada padanya dapat mengeluarkan minyak yang berfungsi sebagai penghambat air, kelenjar keringat dapat membuat tubuh menjadi lebih dingin. Sel melanin pada lapisannya akan menghasilkan warna sekaligus memberikan perlindungan terhadap sinar matahari. Ia juga dapat menggunakan sinar ultraviolet untuk merubah beberapa unsur kimia dalam tubuh menjadi vitamin D.

gen kecerdasan

Gen Kecerdasan Tidak Diturunkan Oleh Wanita

Benarkah Gen Kecerdasan di Turunkan Oleh Wanita?

Beberapa hari yang lalu ada yang bertanya kepada saya apakah benar gen kecerdasan itu diturunkan oleh wanita atau Ibu kepada seorang anaknya bukan oleh laki-laki atau Bapak. Saya merasa perlu mencari kebenaran akan hal tersebut. Sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan.

Klaim gen kecerdasan diturunkan oleh Ibu ini banyak kita temukan pada beberapa media berita online yang menuliskan artikel tentang gen kecerdasan ini. Bahkan jika kita memasukkan kata kunci “gen kecerdasan” pada kolom pencarian google hasil pencarian teratas akan merujuk pada link-link berikut.

lifestyle.liputan6.com › Lifestyle

https://science.idntimes.com › Discovery

health.kompas.com/read

female.kompas.com

Pada artikel-artikel tersebut mereka mengutip pendapat bahwa Gen kecerdasan berasal dari kromosom X, sementara para ibu memiliki dua kromosom X, ini berarti seorang anak kemungkinannya lebih besar mendapat kecerdasan dari ibu.

Bahkan walau pihak ayah mewariskan gen kecerdasannya, maka kesempatan itu sangat kecil karena gen cerdas itu gugur dan tidak aktif.

Akan tetapi, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Yaitu sumber rujukan yang digunakan oleh mereka berasal dari sebuah jurnal. Tulisan rujukan tersebut diterbitkan oleh The Medical Research Council Social and Public Health Sciences Unit.

Pada profesi dan keilmuan saya, bidang kedokteran, ilmu pengetahuan yang dipublikasikan oleh jurnal berkembang sangat pesat. Setiap hari ada ribuan jurnal baru dibidang kedokteran yang diterbitkan. Sehingga, pada masa pendidikan pun kami disarankan untuk merujuk jurnal yang terbaru paling tidak 5 tahun terakhir. Rujukan yang digunakan di atas terbitan 10 tahun yang lalu. Meskipun penelitiannya besar karena 12.686 responden berusia 14 hingga 22 tahun, tapi pasti ada penelitian lain yang terkait dengan gen kecerdasan. Terlebih saat ini telah berkembang pesat sebuah cabang spesialisasi keilmuan baru yaitu “Bioinformatik”. Cabang ilmu ini berfokus pada penggunaan perkembangan teknologi informasi untuk meneliti sifat dan prilaku struktur terkecil pada tubuh makhluk hidup (asam amino, DNA/RNA, dan Gen).

Hal inilah yang membawa saya untuk mencoba mencari sumber pembanding dan tentunya lebih baru dibandingkan dengan yang menjadi rujukan pada situs-situs di atas.

Rokok Elektrik, Kesehatan, dan Efek Jangka Panjang

Pernahkah ketika anda duduk di warung kopi, lalu kemudian anda menghirup bau tidak sedap yang berasal dari seseorang di sekitar anda yang sedang merokok? Lalu, pernahkah anda menghirup asap yang sama tapi kali ini berbau buah? Jika pernah, dapat dipastikan ada orang disekitar anda yang sedang menghisap rokok elektrik. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara rokok elektrik dan kesehatan.

Apa itu rokok elektrik?

Rokok elekrik merupakan salah satu bentuk alat untuk menghantarkan nikotin secara elektronik atau bahasa kerennya “electronic nicotine delivery systems” (ENDS). Rokok elektronik dikenal dengan berbagai nama lainnya seperti e-cigarrete, e-pens, e-pipes, e-hookah, dan e-cigars. Berbeda dengan rokok tradisional, rokok elektrik tidak membutuhkan api untuk membakar tembakau hingga menghasilkan asap dengan ribuan zat kimia termasuk nikotin yang kemudian dihirup masuk ke dalam paru-paru. Alat ini dioperasikan oleh baterai sebagai sumber energi utama pembangkit panas yang digunakan untuk memanaskan cairan (e-liquid) dari ruang penyimpan cairan (Cartridge) yang mengandung nikotin hingga membentuk uap aerosol yang kemudian dihirup hingga ke paru-paru.

Struktur Rokok Elektronik

Rokok Elektrik
Rokok Elektrik

Komponen utama dari rokok elektronik adalah e-liquid yang terkandung dalam cartridge. E-liquid pada rokok elektronik merupakan nikotin cair yang diekstraksi dari daun tembakau dicampur dengan bahan dasar (propylene glycol). Propylene glycol sendiri merupakan salah satu zat kimia yang bersifat racun. Cairan ini kemudian ditambahkan  dengan berbagai bahan kimia lainnya yang memberikan rasa dan warna pada e-liquid rokok elektronik tersebut.

Pada tahun 2016 Food and Drug Administration (FDA) atau badan pengawas obat dan makanan Amerika mengeluarkan pengumuman yang memungkinkan pengawasan terhadap produk tembakau. Produsen rokok elektrik harus mendaftar ke FDA pada tanggal 8 Agustus 2016. Sampai saat ini, hampir 500 merek dan 7.700 rasa rokok elektrik telah dipasarkan di Amerika Serikat. FDA sendiri belum dapat melakukan pemeriksaan untuk keseluruhan produk tersebut. Sampai semua evaluasi dilakukan, sangat sedikit cara untuk orang lain selain produsen tahu bahan kimia apa yang terkandung dalam e-liquid, atau bagaimana penggunaan e-rokok dapat mempengaruhi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.