Artikel Kedokteran Dan Kesehatan Terbaru

takut suntik insulin

Pasien Diabetes Takut Suntikan Insulin?

Seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang penderita diabetes mellitus tipe 2. Ini adalah kunjungan rutinnya ke klinik. Sebulan sebelumnya kadar gula darahnya 340 mg/dL. Kali ini angka itu lebih tinggi lagi 480 mg/dL. Pasien ini telah mendapat kombinasi 2 obat hipoglikemik oral. Saya menawarkan untuk merujuknya ke dokter spesialis penyakit dalam. Ia menolak, alasannya dokter penyakit dalam pasti akan menyarankannya untuk mendapatkan suntikan insulin.

 

Rasa penasarannya saya muncul lalu saya bertanya kepada pasien:

 

“Kenapa Bapak menolak untuk mendapatkan pengobatan dengan suntikkan insulin?”

 

Pasien menjawab:

 

“Saya tidak mau kecanduan insulin, dan saya tidak mau lebih cepat mati karena suntikan itu.”

 

“Dari mana Bapak mendengar bahwa insulin dapat menyebabkan kecanduan? Dan bagaimana Bapak bisa menyatakan pasien diabetes yang mendapatkan pengobatan insulin akan lebih cepat mati?”

 

Pasien kemudian menceritakan pandangan saudara, teman, tetangga, dan siapa pun yang pernah punya pengalaman atau pernah mendengar cerita tentang bahaya insulin ini. Selain itu, dia melihat sendiri tetangga sebelah rumahnya yang juga penderita diabetes meninggal dunia setelah 1 bulan menggunakan insulin.

 

Sungguh, meskipun ada satu Dokter yang paling pintar sekalipun, tiada daya dan upayanya untuk dapat menunda kematian seorang pasien bahkan satu detik pun.

 

Profesi ini hanya berusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, melakukan tindakan pengobatan sesuai standar, dan memberikan edukasi kepada pasien tentang kondisi sakitnya.

 

Itu semua sebagai salah satu upaya (ikhtiar) yang dapat dilakukan seorang pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

kadar gula darah tinggi
Background image created by Xb100 – Freepik.com

Lalu, kembali ke cerita insulin di atas. Pada akhir pertemuan akhirnya pasien tersebut mau untuk saya rujuk ke spesialis penyakit dalam tapi masih tetap pada pendiriannya yang sederhana bahwa insulin itu berbahaya dan mempercepat kematian.

 

Sulit memang untuk mengubah persepsi seseorang bila orang tersebut sudah terlalu percaya.

 

Tapi, apakah benar insulin itu berbahaya? Kalau insulin aman, mengapa masih banyak penderita diabetes yang takut dengan suntikan insulin?

 

 

Mengapa pasien takut dengan suntikan insulin?

Beberapa pasien saya memahami bahwa insulin penting dan perlu untuk diabetes, tetapi pasien lain benar-benar menolak pendapat saya ketika saya memperkenalkan insulin kepada mereka. Baru sekedar memperkenalkan belum meresepkannya dan meminta mereka untuk menyuntikkan jarum halus pada ujung pena insulin di tubuh mereka.

 

Saya mendengar banyak tentang pasien yang melaporkan bahwa keluarga mereka memiliki masalah dengan insulin.

 

“Ketika bibi saya harus mendapatkan insulin, dia kehilangan kakinya,”

 

atau

 

“Ketika nenek saya menderita diabetes dan mendapatkan suntikan insulin, dia menjadi buta.”

 

Pendekatan apa yang harus dilakukan oleh dokter terhadap pasien dengan kekhawatiran tentang keamanan insulin ketika mereka benar-benar membutuhkannya?

 

Yang pertama harus disampaikan kepada pasien bahwa insulin “AMAN”. Tapi, keterlibatan masalah budaya, masalah sosial ekonomi, masalah agama, dan kepercayaan merupakan teka-teki bagi banyak orang.

 

Penelitian dari University of Texas Southwestern di Dallas menunjukkan bahwa 43% dari pasien diabetes yang mendapatkan suntikan insulin ragu untuk mendapatkan suntikan. Kekhawatiran ini berlandaskan pada alasan-alasan tertentu termasuk pernah melihat atau mendengar anggota keluarga mengalami efek merugikan dari insulin.

 

Selain itu, banyak pasien takut kecanduan insulin. Banyak orang yang tidak memahami konsekuensi atau manfaat penggunaan insulin dalam jangka waktu yang lama.

 

Orang-orang yang takut suntikan insulin ini juga mengaku bahwa mereka takut jarum, tidak mau disuntik karena nyeri pasca suntikan.

 

Yang menarik, 25% dari pasien yang diteliti oleh University of Texas Southwestern menyatakan bahwa mereka tidak mau disuntik insulin karena khawatir insulin menyebabkan kebutaan.

 

 

Pertanyaannya, benarkah insulin memiliki efek yang demikian parah bahkan hingga menyebabkan kebutaan?

 

 

Mengapa Insulin Penting Bagi Tubuh?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh organ pankreas. Insulin memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula dan mengubahnya menjadi energi.

 

Setelah makan, saluran pencernaan Anda akan menghancurkan karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap pembuluh darah yang terdapat di permukaan usus halus.

 

Ketika glukosa berada di aliran darah, insulin akan membantu untuk memindahkan glukosa dari pembuluh darah tersebut ke sel. Sel, terutama mitokondria sel akan menggunakan glukosa tersebut sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

 

Insulin juga membantu tubuh mempertahankan keseimbangan kadar glukosa darah. Ketika terlalu banyak glukosa pada darah, insulin adakan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menyimpan kelebihan glukosa tersebut pada liver (hati).

 

Glukosa yang disimpan tidak akan dilepaskan ke dalam aliran darah hingga kadar glukosa di dalam aliran darah menurun. Misalnya ketika, Anda berpuasa atau ketika tubuh menghadapi stres atau tubuh sedang membutuhkan energi ekstra seperti saat Anda berolah raga.

 

Penderita diabetes tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan keseimbangan glukosa darah tersebut.

 

Lalu, apakah semua penderita diabetes membutuhkan suntikkan insulin?

 

 

Insulin Sebagai Pengobatan Penderita Diabetes

Suntikan insulin dapat membantu mengobati kedua jenis diabetes. Insulin yang disuntikkan bertindak sebagai pengganti atau menambah insulin tubuh Anda. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka.

suntikan insulin
People image created by Dragana_Gordic – Freepik.com

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengatur kadar glukosa darah mereka dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan oral. Namun, jika perawatan ini tidak membantu mengontrol kadar glukosa, maka mereka juga memerlukan insulin untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah mereka.

 

 

Insulin dengan dosis yang sesuai sangat aman digunakan. Beberapa efek buruk yang ditimbulkan oleh insulin erat kaitannya dengan penggunaan dosis yang tidak sesuai.

 

Yang paling sering adalah penggunaan dosis insulin yang terlalu tinggi.

 

Insulin yang berlebihan akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi kekurangan kadar glukosa darah yang disebut sebagai hipoglikemia.

 

Hipoglikemia, atau kadar glukosa darah yang terlalu rendah, kadang-kadang dapat terjadi ketika Anda mendapatkan suntikan insulin.

 

Kondisi ini disebut  sebagai reaksi insulin. Jika Anda berolahraga terlalu banyak atau tidak cukup makan, kadar glukosa Anda bisa turun terlalu rendah dan memicu reaksi insulin. Anda perlu menyeimbangkan insulin yang Anda berikan sendiri dengan makanan atau kalori. Gejala reaksi insulin meliputi:

 

  • kelelahan
  • ketidakmampuan untuk berbicara
  • berkeringat
  • kebingungan
  • hilang kesadaran
  • kejang
  • kedutan otot
  • kulit pucat

 

Jadi, bila digunakan dengan tepat, insulin membantu menjaga kadar glukosa darah Anda dalam kisaran yang sehat.

 

Kadar glukosa darah yang sehat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti kebutaan dan kehilangan anggota badan.

 

Pasien buta dan kehilangan anggota badang karena harus diamputasi bukan karena penggunaan insulin tapi karena kadar glukosa darahnya tidak terkontrol.

 

Sangat penting untuk memonitor kadar glukosa darah Anda secara teratur jika Anda menderita diabetes.

 

Anda juga harus membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah tingkat glukosa darah menjadi terlalu tinggi. Dan bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk membuat pengobatan Anda dengan insulin seefektif mungkin.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan atau cerita tentang penggunaan suntikan insulin ini silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi

1. Everything You Need to Know About Insulin

https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin

2. If Insulin Is Safe, Why Are Patients Afraid of It?

https://www.medscape.com/viewarticle/875794

anak demam

Diagnosis dan Tatalaksana Demam Pada Anak

Demam pada anak dapat didefinisikan sebagai suhu pada anus (rektal) > 38°C atau suhu pada ketiak (aksila) > 37,2°C atau suhu pada mulut > 37,5°C (oral).

 

Demam < 41,7 °C tidak menyebabkan kerusakan otak. Dan hanya 4% dari total anak yang demam mengalami kejang demam.

demam pada anak
Sumber: https://pixabay.com

Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan demam pada anak antara lain:

 

  1. Hiperpireksia

Istilah ini digunakan untuk kondisi suhu tubuh > 41,5°C. Kondisi ini membutuhkan terapi anti piretik agresif karena berisiko untuk menimbulkan kerusakan organ permanen (irreversibel)

 

  1. Fever of unknown origin (FUO)

FUO berarti demam > 3 minggu, demam > 38°C pada beberapa kesempatan pengukuran, dan diagnosis yang tidak jelas setelah 1 minggu perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.

 

  1. Nosocomial FUO

Istilah ini merujuk kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bukan karena penyakit infeksi atau gejala deam tapi memiliki suhu tubuh > 38,3°C dalam beberapa kali pemeriksaan dengan menggunakan termometer.

 

 

Diagnosis Demam Pada Anak

Pencatatan Demam Pada Anak

diagnosis demam pada anak
Sumber: https://pixabay.com
  • Suhu tubuh yang diperiksa pada mulut cukup akurat untuk menentukan apakah seorang anak mengalami demam atau tidak bila anak tidak mengkonsumsi minuman dingin atau panas sekurangnya 20 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Suhu tubuh pada ketiak sebenarnya paling tidak akurat dan pemeriksaan suhu tubuh ada anus tidak nyaman terutama pada anak yang sudah cukup besar.
  • Pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer membran timpani menunjukkan suhu tubuh yang akurat dan lebih aman dibandingkan termometer klasik (termometer raksa)
  • Termometer raksa harus ditempatkan sekitar 2 menit untuk pengukuran pada anus; 3 menit pada mulut; dan 5-6 menit untuk ketiak
  • Termometer digital dapat mengukur suhu tubuh kurang dari 2 detik tapi tentu saja harganya lebih mahal

 

Temukan Penyebab Demam Pada Anak

  • Cobalah untuk menentukan penyebab demam berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
  • Demam dengan durasi singkat (< 2 minggu) biasanya terjadi karena infeksi
  • Karakter demam (misalnya relaps, Pel Ebstein, Step ladder) dapat memberikan petunjuk penyebab demam.
  • Hiperpireksia karena paparan lingkungan yang panas, demam karena dehidrasi, demam karena alergi obat, dan krisis hemolitik merupakan penyebab yang jarang ditemukan untuk kasus demam dengan durasi singkat.

 

Secara sederhana demam pada anak juga dapat dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pada anak, yaitu:

 

  1. Demam karena infeksi tanpa tanda lokal (Tabel 1)

 

Tabel 1 Diagnosis Banding demam tanpa tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Malaria·   Onset tiba-tiba disertai menggigil kemudian berkeringat

·   Apusan darah positif malaria

·   Tes diagnostik cepat (RDT) positif

·   Anemia berat

·   Pembesaran limfa (lien)

Septikemia·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Purpura atau petekie

·   Syok atau hipotermia

Demam Tifoid·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Nyeri tekan abdomen

·   Kebingunan

·   Mencret dan muntah

Infeksi saluran kemih·   Nyeri ketok CVA atau suprapubik

·   Nyeri ketika buang air kecil

·   Buang air kecil menjadi lebih sering

·   Inkontinesia urin

·   Leukosit dan/atau bakteri pada urin

 

  1. Demam karena infeksi dengna tanda lokal (Tabel 2)

 

Tabel 2 Diagnosis Banding demam dengan tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Meningitis
  • Demam dengan nyeri kepala dan muntah
  • Kejang
  • Leher kaku (tanda meningeal positif)
  • Ubun-ubun cembung (bulging)
  • Ruam meningococcal (petekie atau purpura)
Otitis Media
  • Gendang telinga eritem pada pemeriksaan otoskopi
  • Pus dari telinga
  • Nyeri telinga
Mastoiditis
  • Nyeri atau kemerahan di bagian belakang telinga
Osteomielitis
  • Nyeri lokal
  • Terbatasnya gerakan tungkai yang sakit
  • Batasan menyangga berat badan pada tungkai yang sakit
Artritis septik
  • Sendi terasa panas, nyeri, dan bengkak
Pneumonia
  • Batuk dengan sesak napas
  • Demam
  • Rhonki
  • Nyeri dada
Infeksi saluran napas atas
  • Gejala batuk dan pilek
  • Disertai perasaan tidak enak badan (letih dan lemah)

 

  1. Demam disertai ruam pada kulit (Tabel 3)

 

Tabel 3 Diagnosis Banding demam disertai ruam pada kulit

DiagnosisDeskripsi
Campak/Measles/Rubeola
  • Ruam tipikal (makulopapular)
  • Batuk, hidung berair, mata merah
  • Terpapar penderia campak sebelumnya
  • Tidak mendapatkan imunisasi campak
Infeksi Virus
  • Badan letih dan lemas
  • Ruam tidak spesifik transien
Infeksi Meningococcal
  • Ruam petekie atau purpura
  • Kulit lebam
  • Syok
  • Leher kaku bila disertai dengan meningitis
Demam Berdarah Dengue
  • Nyeri perut
  • Petekie
  • Perdarahan pada hidung, gusi atau perdarahan saluran cerna
  • syok

 

 

Selain itu dapat pula dipikirkan kemungkinan diagnosis pada demam yang lebih dari 7 hari (Tabel 4)

 

Tabel 4 Diagnosis Banding demam lebih dari 7 hari

DiagnosisDeskripsi
Abses
  • demam tanpa fokus infeksi yang jelas (deep abses)
  • massa dengan nyeri tekan atau fluktuasi
  • nyeri lokal
  • tanda spesifik pada daerah supraprenikus, liver, psoas, retroperitoneal, paru-paru, atau renal
Demam Reumatik
  • Murmur jantung
  • Artritis/artralgia
  • Gagal jantung
  • Denyut nadi cepat
  • Pericardial friction rub
  • Korea
  • Riwayat infeksi streptoccocal
Endokarditis Infektif
  • Penurunan berat badan
  • Lien membesar
  • Anemia
  • Murmur jantung
  • Perdarahan splinter pada nailbed
  • Hematuria mikroskopik
  • Jari tabuh
Tuberkulosis
  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia, keringat pada malam hari
  • Batu
  • Pembesaran hepar dan/atau lien
  • Riwayat keluarga dengan tuberkulosis
  • Rongent paru mengarah ke tuberkulosis
  • Tes tuberkulin positif
  • Limfadenopati

 

 

  • Demam yang bertahan hingga > 2 minggu harus diinvestigasi terkait dengan infeksi, keganasan, gangguan jaringan ikat, penyakit autoimun, dan penyebab metabolik
  • Pemeriksaan laboratorium yang sesuai seperti pemeriksaan darah lengkap, apusan darah tepi, urinalisa, tes serologi, pemeriksaan radiologi (terutama rongent thoraks) dan kultur darah atau cairan tubuh. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sesuai indikasi dengan memperhatikan tanda dan gejala terkait demam.

 

 

Anak dengan salah satu kondisi berikut harus diperiksa segera:

  • Usia < 3 bulan
  • Demam > 40,6°C
  • Menangis tanpa sebab yang jelas
  • Menangis ketika digerakkan atau disentuh
  • Sulit untuk dibangunkan
  • Leher kaku
  • Ruam ungun atau merah pada kulit
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Tampak sakit berat

 

 

Tatalaksana Demam Pada Anak

Terapi Non Farmakologis

obat demam pada anak
sumber: https://pixabay.com
  • Tenangkan orang tua pasien atau pasien dan jelaskan bahwa demam dengan derajat ringan tidak harus diatasi dengan pemberian antipiretik
  • Berikan lebih banyak minum
  • Gunakan pakaian satu lapis yang tipis
  • Jangan berada di lingkungan yang dingin atau panas
  • Kompres menggunakan air biasa pada daerah lipatan tubuh seperti ketiak dan/atau lipat paha. Berikan parasetamol 30 menit sebelum mengompres anak.
  • Untuk anak dengan usia < 3 bulan. Identifikasi risiko rendah pada bayi seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Pasien dengan risiko rendah demam tidak harus dirawat di rumah sakit
  • Bila tidak memenuhi kriteria pada tabel 5 maka pasien harus dirawat di rumah sakit

 

Tabel 5. Identifikasi demam risiko rendah untuk infeksi bakteri pada anak < 3 bulan

1. Non-toksik
2. Anak sebelumnya tampak sehat
3. Tidak ditemukan fokus infeksi bakteri saat pemeriksaan fisik
4. status sosial baik
5. Hitung leukosit 5.000-15.000/μL dan < 1.500 neutrofil batang/μL
6. leukosit pada pemeriksaan urin mikroskopik leukosit ≤10 sel/lapangan pandang
7. Jika diare, hasil pemeriksaan mikroskopik feses leukosit ≤10 sel/lapangan pandang

 

Pada anak usia > 3 bulan

  • Suhu tubuh < 38°C tidak perlu diberikan antipiretik
  • Suhu tubuh > 38°C pemberian antipiretik direkomendasikan

 

 

Terapi Farmakologis

 

Parasetamol tablet atau sirup per oral 10-15 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 4 jam

(parasetamol menurunkan demam sekitar 1-2°C 2 jam setelah pemberian)

Perhatian!

Parasetamol intravena tidak direkomendasikan untuk anak usia < 6 bulan dan berat badan < 5 kg

ATAU

 

Ibuprofen tablet atau sirup per oral 10 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 8 jam.

(efektivitas sama dengan parasetamol. Efek obat dapat berlangsung sekitar 6-8 jam dibandingkan parasetamol 4-6 jam)

 

Perhatian!

Aspirin tidak boleh digunakan untuk pengobatan demam pada anak karena berpotensi menyebabkan sindrom Reye

 

Pengobatan spesifik harus dilakukan berdasarkan diagnosis.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar demam pada anak silakan tuliskan pada kolom komentar.

Referensi
  1. In: Current Paediatric Diagnosis and Treatment. Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sandheimer JM (eds). 15th Edition. Lange Medical Books, New York, 2001; pp. 211-212.
  2. Fevers in Childhood. In: Ghai’s Essential Paediatrics. Ghai OP, Gupta P, Paul VK (eds). 6th Edition. Interprint, New Delhi, 2004; pp. 201-239.
  3. Facility Based IMNCI (F-IMNCI) Participants Manual. WHO, UNICEF, and Ministry of Health & Family Welfare, Government of India, 2009.
termometer demam

Diagnosis dan Tatalaksana Pada Demam Akut

Demam akut merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu tubuh di atas suhu tubuh normal < 7 hari.

 

Rata-rata suhu tubuh manusia dewasa adalah sekitar 36,8 ±0,4 °C dengan suhu terendah pada pukul 6 pagi serta tertinggi pada pukul 4 hingga 6 sore.

 

Suhu tubuh > 37,2 °C pada pagi hari dan > 37,7 °C di sore hari dapat dipertimbangkan sebagai kondisi demam.

 

Demam secara klasik dapat dikelompokkan menjadi:

  • Kontinu: terus-menerus
  • Intermiten: hilang-timbul, berjeda, tidak menetap
  • Remiten: demam naik turun tapi tidak mencapai suhu tubuh normal

 

Akan tetapi, penggunaan anti piretik yang tersedia sebagai obat bebas menyebabkan pola klasik di atas sudah jarang ditemukan.

 

 

Diagnosis Demam Akut

Demam merupakan salah satu keluhan yang cukup sulit untuk ditegakkan diagnosis pastinya.

 

Terkadang bahkan diagnosis dari kondisi ini hanya sekedar observasi febris”.

 

Rentang dosis yang cukup luas ini terkadang menjadi tantangan sendiri bagi seorang dokter.

 

Jika anamnesis dan pemeriksaan fisik dapat mengarahkan kepada diagnosis, misalnya seperti infeksi saluran kemih atau infeksi virus maka tidak dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

 

Kebutuhan akan pemeriksaan lanjutan sangat bergantung pada:

  • Keadaan umum pasien (sakit sedang atau berat)
  • Kemungkinan diagnosis (misalnya pada demam berdarah atau malaria)
  • Status kekebalan tubuh pasien (misalnya pasien immunocompromised atau orang dengan HIV/AIDS)
demam akut
Sumber: https://pixabay.com

Pada kasus dimana pasien datang dengan keadaan umum sakit sedang-berat tapi tidak ada petunjuk yang mengarahkan pada diagnosis maka pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hitung darah lengkap dengan laju endap darah
  • Urinalisa
  • Pemeriksaan malaria
  • Pemeriksaan tifoid (tes Widal atau Tubex)

 

Bila demam menetap hingga > 2 minggu maka dapat diindikasikan pemeriksaan rongent thoraks bahkan bila pasien tidak memiliki gejala saluran napas.

 

Ultrasonografi terkadang dibutuhkan pada beberapa kasus demam akut tertentu misalnya pada pasien dengan abses hepar amoebeik.

 

 

Tatalaksana Demam Akut

obat demam
Sumber: https://pixabay.com

Penggunaan antipiretik rutin untuk demam derajat rendah tidak dapat dibenarkan.

 

Gunakan anti piretik sesuai dengan indikasi klinis.

 

Pada kondisi demam akut yang mengarah kepada diagnosis infeksi bakteri atau virus maka demam dapat ditatalaksana secara simptomatis.

 

 

Tatalaksana Non Farmakologis

Hidroterapi dengan menggunakan kompres. Teknik kompres dengan air biasa (air keran bukan air dingin [es] apalagi air panas) pada daerah lipatan seperti ketiak dan lipat paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

 

Istirahat yang cukup (bed rest) dan konsumsi cukup air dapat membantu mengatasi demam.

 

 

Tatalaksana Farmakologis

Pengobatan demam akut sangat tidak spesifik dan bersifat simptomatis.

 

Beberapa pilihan pengobatan simptomatis tersebut antara lain:

 

Parasetamol tablet 500-1.000 mg setiap 6-8 jam (maksimal 4 gram dalam 24 jam)

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

 

10-15 mg/kg/dosis secara oral setiap 4 sampai 6 jam; maksimal 75 mg/kg/hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 1625 mg/hari pada anak-anak

[Catatan: kurangi dosis pada lansia dan orang dewasa dengan berat badan < 50 kg serta orang dengan risiko hepatotoksik yang lebih besar]

 

ATAU

 

Ibuprofen 400-600 mg setiap 8 jam

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

  • Usia 6 bulan hingga 12 tahun: 5-10 mg/kg/dosis secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 dosis/hari

  • Usia > 12 tahun: 200 hingga 400 mg per oral setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1200 mg/hari

  • jangan memberikan lebih dari 10 hari kecuali dengan anjuran oleh dokter

 

 

Pengobatan spesifik seperti pemberian antibiotik, antiviral, atau anti malaria sangat bergantung pada kondisi klinis, evaluasi laboratoris, dan diagnosis.

 

 

Outcome

anak demam
Sumber: https://pixabay.com

Pada sebagian besar kasus demam akut. Pasien dapat pulih secra spontan atau diagnosis dapat ditentukan setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik ulang beberapa hari setelah demam muncul.

 

Jika tidak dapat menentukan diagnosis dan demam berlangsung hingga minggu ke 3 maka pasien dapat dinyatakan mengalami FUO.

 

Pasien yang mengalami Fever of Unknown Origin (FUO) harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan untuk dapat menentukan diagnosis penyebab demam tersebut.

 

 

Edukasi Pasien

  • Pada demam yang tidak turun setelah pemberian anti piretik pertama kali di rumah maka hindari untuk meneruskan pengobatan rumahan dan segera periksakan pasien ke dokter
  • Anti piretik injeksi sebaiknya dihindari bila pasien masih memungkinkan untuk asupan oral dan hanya digunakan pada kasus demam berat
  • Jangan mengkonsumsi antibiotik ketika demam terjadi. Demam bukanlah penyakit melainkan gejala penyakit dan tidak tepat diobati dengan antibiotik
  • Hindari penggunaan selimut pada pasien dengan demam tinggi
  • Cobalah untuk menambah asupan air.
  • Kompres pada daerah lipatan harus dilakukan berulang kali hingga demam teratasi.

 

 

Referensi
  1. Alterations in Body Temperature. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. Fauci, Braunwald, Kasper et al (eds), 18th Edition, McGraw Hill Company Inc., New York, 2012; pp 143-170.
  2. Physiological Changes in Infected Patients. In: Oxford Textbook of Medicine. Warrell DA, Cox TM, Firth JD, Benz EJ Jr (eds), 4th Edition, Oxford University Press, 2003; pp 1.289-1.292.
  3. http://www.dynamed.com
sosial media

Sisi Buruk Sosial Media Bagi Dokter

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan dunia maya (internet) juga diikuti dengan perkembangan sosial media yang cukup besar. Perkembangan ini juga berdampak terhadap penggunaan sosial media bagi dokter. Ada dampak baik dan ada pula dampak buruk.

 

Pada artikel ini saya akan memberikan gambaran apa itu sosial media. Kemudian, Saya juga akan menjabarkan berbagai pandangan terkait kerugian pemanfaatan sosial media bagi seorang dokter.

 

 

Apa sih sosial media itu?

Sosial media secara sederhana dapat diartikan sebagai media demokratisasi masif yang mempengaruhi kehidupan kita.

 

Bila zaman dahulu kita lebih sering mendapatkan berbagai informasi atau mendapatkan berbagai hiburan melalui televisi maka saat ini lebih banyak waktu yang kita habiskan untuk menonton youtube.

 

Begitu pula terkait dengan tulisan. Saat ini blog atau blogging lebih menjamur dibandingkan dengan media cetak tulisan berupa bukut dan lainnya.

 

Bila dahulu harus menyiarkan berita atau informasi melalui radio maka sekarang ada podcasts.

 

Dan bahkan sekarang banyak seminar khususnya di bidang kedokteran yang dilangsungkan secara online melalui media webbinar.

 

Dampaknya sebaran informasi-informasi tersebut menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan teknik-teknik pada masa lampau.

 

Contoh sederhana, website tentang hidup sehat atau kedokteran di Indonesia seperti Alodokter, Go Dok, Halosehat, dan lain sebagainya mungkin hanya memiliki sekitar puluhan hingga ratusan konten kreator tapi konten yang dibuat dapat menjangkau hingga jutaan konsumen lainnya.

 

sosial media bagi dokter
sumber: https://pixabay.com

Bahkan saat ini, terdapat cukup banyak konten kreator (video, tulisan, gambar, dan konten lainnya). Bahkan, konsumen konten itu sendiri dapat berperan sebagai konten kreator juga melalui beberapa mekanisme seperti:

 

  • Editing konten
  • Memberikan komentar
  • Memberikan tag
  • Melakukan perbaikan terhadap konten sebelumnya (kurasi)
  • Berbagi (sharing)
  • Retweet
  • Like
  • Forward

 

Kondisi ini mengakibatkan interaksi yang masif akan pertukaran informasi.

 

Hal ini lah yang memunculkan sisi buruk dan sisi baik dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Pertama, mari kita bahas mengenai sisi buruk sosial media bagi seorang dokter.

 

Sisi buruk sosial media bagi seorang dokter

Setidaknya terdapat 4 topik utama yang terkait dengan sisi buruk sosial media bagi seorang dokter. Topik tersebut adalah:

 

  • Privasi
  • Adiksi
  • Tribalisme (kelompok atau kesukuan)
  • Permanensi

 

Mari kita bahas satu per satu.

 

 

Privasi sebagai sisi buruk sosial media

Privasi dapat pula disebut sebagai kerahasiaan pribadi. Secara definisi kerahasiaan pribadi ini berarti:

 

“Kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka”

 

Privasi ini dapat menjadi masalah dan merupakan salah satu sisi buruk dari sosial media bagi seorang dokter.

 

Mengapa demikian, yang pertama, seorang dokter telah mengucapkan sumpah bahwa:

 

“Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena keprofesian saya”.

 

Dan diperjelas melalui Kode Etik Kedokter Indonesia (KODEKI) pasal 12 yang berbunyi:

 

”Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia”.

 

Kewajiban dokter ini disebut pula sebagai kewajiban memegang teguh rahasia jabatan yang mempunyai aspek hukum dan tidak bersifat mutlak.

 

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat kasus yang menimpa dr. Alexandra Thran di Amerika Serikat.

 

Alexandra Thran merupakan seorang dokter pada Westerly Hospital di Rhode Island. Dia secara tidak sengaja melanggar rahasia jabatannya dengan mengungkapkan rincian cedera (trauma) seorang pasien di Facebook.

 

Dia sama sekali tidak pernah menggungkapkan nama pasien namun deskripsinya yang mendetail terhadap cedera yang dialami pasien tersebut serta banyaknya jumlah share status Facebook yang Ia tulis, membuat orang sekitar pasien mengetahui siapa sosok pasien yang mengalami cedera tersebut.

 

Dokter ini kemudian dipecat dari pekerjaannya pada rumah sakit tersebut, didenda, menjalani pendidikan ulang, dan harus menjalani ujian kompetensi ulang pula.

 

Bila kita melakukan pencarian dengan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan maka belum ada kasus sejenis di Indonesia.

 

privasi
sumber: https://pixabay.com

Meskipun demikian, sebaiknya dokter menghindari untuk tidak menuliskan terlalu detail deskripsi pasien yang sedang di rawat di media sosial karena bisa saja status itu menjadi tuntutan atas pelanggaran terhadap kewajiban simpan rahasia kedokteran.

 

Sosial media dapat kita analogikan sebagai “hot mic”.

 

Sebab Anda tidak akan tahu siapa saja yang akan melihat status sosial media Anda akan selalu ada jejak digitalnya.   

 

Selanjutnya kita akan membahas topik yang kedua yaitu adiksi terhadap media sosial.

 

 

Adiksi terhadap sosial media

Selain zat adiktif yang dikenal dapat menimbulkan efek kecanduan, sosial media bagi dokter juga dapat memunculkan efek kecanduan yang sama.

 

Penelitian dari Shakya HB dan Christakis NA yang melakukan penelitian terhadap 5.208 orang menemukan bahwa semakin sering seseorang menggunakan sosial media maka semakin tidak bahagia dan tidak sehat orang tersebut.

 

Like, share, dan updated status yang semakin sering dilakukan maka akan memunculkan efek adiktif secara perlahan-lahan.

 

Marino C et al melakukan meta analisis terkait masalah penggunaan Facebook pada 13.929 orang dari 23 penelitian independen menemukan hubungan antara kecemasan dan depresi dengan penggunaan Facebook.

 

Beberapa diantaranya akan merasa senang bila status updated nya mendapatkan banyak likes dan share.

 

adiksi media sosial
sumber: https://pixabay.com

Kondisi inilah yang memunculkan keinginan untuk membuat status baru dengan harapan mendapatkan likes dan share yang cukup banyak juga untuk mendapatkan kebahagian semu. Sebab hasil penelitian di atas menyatakan sebaliknya.

 

Selanjutnya kita akan membahas efek negatif sosial media bagi dokter yang berikutnya yaitu masalah kelompok atau tribalisme.

 

 

Tribalisme sebagai efek negatif sosial media bagi dokter

Media sosial dapat merubah pemikiran siapa pun berdasarkan status-status yang berisi tentang pernyataan-pernyataan tertentu.

 

Contoh yang paling nyata adalah ISIS.

 

Banyak dari anggotanya direkrut dari media sosial dan tidak tertutup kemungkinan seorang dokter dapat pula menjadi pengikutnya.

 

Begitu pula dengan beberapa pemikiran-pemikiran menyimpang lainnya. Seperti kelompok-kelompok dengan status media sosial yang sering kali menyindir atau menista agama.

 

Bila saya tuliskan sebelumnya terkait dengan googling menggunakan kata kunci dokter, facebook, dan tuntutan, belum terdapat tuntutan terkait privasi maka tuntutan yang telah didapatkan oleh beberapa orang dokter Indonesia adalah terkait dengan tribalisme.

 

Beberapa orang dokter dituntut karena menuliskan status di media sosial yang mengandung ujaran kebencian, penistaan agama. Semuanya muncul karena fanatisme yang muncul sebagai efek negatif sosial media.

anti vaksin
sumber: https://pixabay.com

Untuk masalah tribalisme ini maka kita juga harus mengetahui sedikit kisah tentang Andrew Jeremy Wakefield.

 

Andrew J. Wakefield merupakan mantan dokter dan aktivis anti vaksin. Gelar dokternya dicabut atas pelanggaran etika profesi dan penipuan.

 

Apa yang dilakukannya?

 

Pada tahun 1998, dia mempublikasikan jurnal yang berisikan tentang laporan penelitian “PALSU” terkait dengan hubungan antara pemberian vaksin polivalen MMR (measles, mumps, rubella) dan kemunculan autisme dan gangguan saluran pencernaan.

 

Dampaknya masih sangat dirasakan sampai saat ini. Hingga sekarang banyak sekali kelompok anti vaksin yang terus saja memposting hoax terkait dengan vaksin MR.

 

Efeknya adalah cakupan vaksin yang rendah dan akan munculnya outbreaks penyakit ini dikemudian hari. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat yang dijelaskan oleh gambar di bawah ini.

efek kaum anti vaksin

Mengapa hal semacam tribalisme ini dapat terjadi?

 

Sifat interaktif dan interpersonal dari banyak situs media sosial dapat membuat konten anti-vaksin yang diposting menjadi sangat kuat.

 

Sosial media memungkinkan individu minoritas (seperti kaum anti vaksin) termotivasi untuk berpotensi mengendalikan wacana dan, kadang-kadang, berkontribusi pada penyebaran misinformasi serta hoax.

 

Facebook sendiri merupakan sosial media yang menyebabkan dampak paling besar pertumbuhan kaum anti vaksin ini sendiri.

 

Penelitian Smith N dan Graham T pada tahun 2017 menunjukkan bahwa setidaknya terdapat 6 halaman anti vaksin populer berbahasa Inggris di facebook. Sebagian besar peserta adalah perempuan. Meskipun jaringan anti-vaksin di Facebook memiliki lingkup yang besar dan global, sub-jaringan aktivitas komentarnya lebih mirip dunia kecil. Mereka menyimpulkan bahwa:

“Sosial media mungkin memiliki peran dalam menyebarkan ide-ide anti-vaksin dan membuat gerakan ini bertahan lama dalam skala global”.

 

Halaman-halaman Facebook tersebut rutin membuat status dengan gaya-gaya tulisan konspirasi untuk menambah jumlah kelompok mereka.

 

Tapi, pada dunia nyata, orang yang terang-terangan anti vaksin sangat jarang memunculkan dirinya di hadapan publik.

 

Mengapa demikian?

 

Sebab menemukan orang lain dengan pemikiran yang sama merupakan suatu hal sulit serta membutuhkan banyak usaha.

 

Tapi, Facebook dapat menghubungkan satu orang anti vaksin dengan orang lainnya dengan hanya satu dua ketukan mouse.

 

Tapi, sesungguhnya, inti masalah kaum anti vaksin dan tribalisme lainnya adalah sifat dasar manusia.

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita akan selalu mencari informasi yang menegaskan keyakinan kita – bahkan jika keyakinan itu adalah omong kosong.

 

Selanjutnya mari kita selesaikan sisi negatif sosial media bagi dokter ini dengan membahas topik Permanensi.

 

 

Semua yang tertulis menjadi permanensi (jejak digital)

Jejak digital merupakan satu hal yang sangat sulit untuk dihilangkan. Bisa saja seseorang menghapus status sosial media yang telah dibuatnya.

 

Tapi, apakah status tersebut sepenuhnya hilang?

 

Bila ada orang lain yang telah mengcapture status itu sebelumnya maka status itu akan menjadi permanen.

 

Jejak digital sangat sulit dihilangkan apalagi status yang dibuat memiliki suatu pemikiran yang kritis atau bertolak belakang dengan pendapat atau kepercayaan sebagian besar netizen lainnya.

 

Begitu pula dengan seorang dokter yang membuat status sosial media yang tidak sejalan atau sepemikiran dengan orang lain maka hati-hati status Anda akan selalu abadi.

 

Bahkan tangkapan gambar status Anda itu cukup untuk membuat Anda mendekam di hotel prodeo.

 

“Verba volantscripta manent | spoken words fly away, written words remain”

 

Kesimpulan

Sosial media bagi dokter mungkin memiliki banyak manfaat namun tidak dapat dipungkiri Ia juga memiliki banyak sisi gelap.

 

Efek buruk media sosial bagi profesi mulia ini dapat memenjarakan Anda.

 

Bisa saja Anda terkekang secara fisik (dikucilkan oleh lingkungan sosial atau bahkan benar-benar dipenjara) atau terkurung secara pemikiran (tidak mendengar pendapat orang lain dan nalar-nalar logis seperti kelompok anti vaksin).

 

Kalau boleh saya meminjam pesan yang selalu disampaikan saat menjalani stase kepaniteran klinik di bagian bedah bahwa:

 

“Potong apa yang kau lihat dan lihat apa yang kau potong”.

 

Maka dalam bermedia sosial sebaiknya kita harus menerapkan prinsip yang sama.

 

Semoga teman sajawat dapat terhindar dari sisi gelap media sosial ini.

 

“Habis gelap terbitlah terang”.

 

Begitu pula artikel ini setelah pembahasan sisi buruk sosial media bagi dokter ini saya akan menulis lanjutan artikelnya tentang sisi baik sosial media bagi dokter.

 

Bila ada yang ingin diskusikan atau komentar terkait dengan sisi buruk sosial media bagi dokter maka dapat disampaikan pada kolom komentar di bawah ini.

 

Semoga bermanfaat.

 

Referensi
  1. http://archive.boston.com/lifestyle/health/articles/2011/04/20/for_doctors_social_media_a_tricky_case/
  2. https://abovethelaw.com/2011/04/er-doc-forgets-patient-info-is-private-gets-fired-for-facebook-overshare/
  3. Shakya HB, Christakis NA. Association of Facebook Use With Compromised Well-Being: A Longitudinal Study. Am J Epidemiol. 2017;185(3):203-211. https://doi.org/10.1093/aje/kww189
  1. Marino C, Gini G, Vieno A, Spada MM. The associations between problematic Facebook use, psychological distress and well-being among adolescents and young adults: A systematic review and meta-analysis. J Affect Disord. 2018;226:274-281.
  2. Rao TSS, Andrade C. The MMR vaccine and autism: Sensation, refutation, retraction, and fraud. Indian Journal of Psychiatry. 2011;53(2):95-96. doi:10.4103/0019-5545.82529.
  3. http://vaxxedthemovie.com/who-is-dr-andrew-wakefield/
  4. Naomi Smith & Tim Graham (2017) Mapping the anti-vaccination movement on Facebook, Information, Communication & Society, DOI: 10.1080/1369118X.2017.1418406
polifarmasi

Ginjal Rusak Karena Terlalu Banyak Minum Obat?

“Jangan banyak minum obat, tidak bagus untuk ginjal”. “Tidak bagus minum obat, zat kimianya merusak ginjal. Ganti dengan obat alami atau herbal saja”. Ungkapan-ungkapan tersebut sering sekali disampaikan orang awam yang mempercayai bahwa bila seseorang banyak minum obat maka ginjal orang tersebut akan rusak.

 

Padahal, kondisi-kondisi tertentu seperti seseorang dengan penyakit kronis (gagal jantung, diabetes, hipertensi) akan mengkonsumsi 4 atau lebih jenis obat.

 

Bila orang-orang dengan penyakit kronis ini tidak mengkonsumsi obat tersebut maka penyakitnya akan terus berkembang dan bertambah parah.

 

Begitu pula dengan lanjut usia. Pada umumnya, lansia adalah kelompok yang paling sering terpapar dengan kondisi polifarmasi (konsumsi bersamaan 5 atau lebih jenis obat).

 

Sebagian besar pasien akan percaya dengan ungkapan-ungkapan “menakutkan” di atas dan melakukan beberapa hal terkait dengan kondisi sakitnya seperti:

 

  • Menghentikan konsumsi beberapa atau semua obat
  • Menghentikan konsumsi obat dan menggantinya dengan herbal atau obat alami
  • Tetap melanjutkan konsumsi obat tapi mengurangi frekuensi konsumsinya

 

banyak minum obat
https://pixabay.com

Sedikit sekali pasien dengan polifarmasi ini bertanya kepada dokter yang merawatnya.

 

Sedikit sekali yang menanyakan kepada dokter apakah dengan mengkonsumsi begitu banyak jenis obat akan cenderung membuat ginjal rusak.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan membuka pikiran kita terkait dengan isu apakah benar ginjal dapat rusak karena teralu banyak mengkonsumsi obat? Benarkah demikian? Atau terdapat suatu kondisi lain yang belum kita pahami terkait hubungan antara ginjal dengan obat yang kita konsumsi.

 

Saya akan mulai artikel ini dengan pemahaman terkait fungsi ginjal normal.

 

 

Fungsi Ginjal Yang Sehat

Ginjal merupakan 2 organ berbentuk mirip dengan kacang merah.

 

Kedua organ ini membantu tubuh untuk membuang racun (sisa metabolisme) sebagai urin.

 

Organ ini juga membantu untuk menyaring darah sebelum darah dialirkan kembali ke jantung.

 

Secara sederhana ginjal melakukan beberapa fungsi tubuh penting, yaitu:

 

  • Mempertahankan keseimbangan cairan tubuh
  • Meregulasi dan menyaring berbagai mineral penting (seperti kalsium, kalium, natrium, dan mineral lainnya) dari darah
  • Menyaring racun dari makanan, obat, dan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh
  • Menghasilkan hormon yang membantu produksi sel darah merah, mempertahankan kesehatan tubuh, dan mengatur tekanan darah.

 

 

Bila ginjal bermasalah maka terdapat beberapa gejala yang mungkin di alami. Gejala tersebut antara lain:

 

  • Kesulitan tidur
  • Keletihan
  • Tidak mampu untuk berkonsentrasi
  • Kulit kering atau gatal
  • Penurunan atau peningkatan buang air kecil
  • Darah pada urin
  • Urin berbusa
  • Mata bengkak
  • Bengkak pada kaki atau tangan
  • Penurunan nafsu makan
  • Kram pada otot

 

ginjal sehat
sumber: https://pixabay.com

Bila Anda merasakan gejala-gejala ini maka sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fungsi ginjal untuk menegakkan diagnosis.

 

Kita harus menggarisbawahi peran ginjal dalam menyaring racun dari obat. Bila ginjal mengalami gangguan maka peran ini juga akan terganggu.

 

Apalagi bila terlalu banyak minum obat.

 

Untuk lebih jelasnya maka kita harus berkenalan dengan sebuah ilmu yang disebut sebagai farmakokinetik obat.

 

 

Farmakokinetik Obat dan Peran Ginjal Sebagai Organ Ekskresi

Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari tentang perjalanan obat mulai sejak diminum hingga keluar melalui organ ekskresi di tubuh manusia.

konsumsi obat
https://pixabay.com

Sedangkan ekskresi adalah proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak berguna lainnya.

 

Pada farmakokinetik, zat yang diekresikan adalah sisa metabolisme obat atau zat sisa obat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

 

Lalu, apakah seluruh zat ini di buang melalui ginjal?

 

Apakah bila banyak minum obat maka semua zat sisa ini dapat dibuang ginjal?

 

Ya, sebagian besar obat diekskresikan melalui ginjal dan liver (hati). Tapi, tidak semua dari obat yang dikonsumsi diekskresikan oleh ginjal.

 

Sisa obat atau senyawa obat yang tidak dipakai akan dibuang melalui urin atau feses (kotoran) bila dieksresikan melalui ginjal atau liver.

 

Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui paru-paru, air susu ibu, keringat, air mata, kulit, rambut, atau air liur.

 

Hal tersebut dianggap sebagai proses sekunder untuk ekskresi obat.

 

Apa yang terjadi bila fungsi ginjal terganggu.

 

Bila fungsi ginjal terganggu ketika mengkonsumsi obat maka dokter akan melakukan penyesuaian dosis obat tertentu yang sekresi utamanya melalui ginjal.

 

Penyesuain dosis ini dibutuhkan karena ketika kondisi ginjal tidak normal maka akan terjadi beberapa hal terkait dengan gangguan proses eksresi seperti:

 

  • Kegagalan dalam membuang sisa obat atau metabolit turunannya
  • Peningkatan efek samping
  • Penurunan efektivitas obat karena penurunan fungsi ginjal.

 

Penyesuaian dosis ini juga dilakukan bila terlalu banyak minum obat. Obat yang disesuaikan dosisnya adalah obat yang dibuang melalui ginjal saja.

 

Begitu pula bila liver (hati) mengalami gangguan. Maka, obat yang diekskresikan melalui liver harus disesuaikan dosisnya.

 

Jadi, belum tentu ginjal rusak disebabkan karena banyak minum obat.

 

Selain penyesuaian dosis obat, terdapat pula obat-obat yang dapat mempengaruhi atau memperburuk fungsi ginjal.

 

Berikut ini beberapa obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

 

 

Obat-obat yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal (waspada bila Anda banyak minum obat ini)

Ginjal memiliki fungsi untuk menyaring sisa obat atau metabolitnya dari darah dan membuangnya melalui urin.

obat bahaya bagi ginjal
sumber: https://pixabay.com

Akan tetapi, terdapat beberapa obat yang memperberat beban ginjal dalam menjalankan fungsinya atau bahkan merusak sel-sel ginjal.

 

Antibiotik

Antibiotik adalah obat-obat yang mempengaruhi ginjal melalui berbagi cara.

 

Sebagai contoh, beberapa kristal dari obat golongan antibiotik tertentu tidak dapat dipecahkan dan dapat menghambat pembentukan serta aliran urin.

 

Beberapa senyawa metabolit lainnya dapat merusak sel ginjal ketika ginjal mencoba untuk menyaring mereka keluar.

 

Pada orang yang alergi terhadap antibiotik, reaksi alergi ini juga dapat menyebabkan gangguan pada ginjal.

 

Seluruh kondisi ini dapat lebih mudah terjadi bila Anda mengkonsumsi antibiotik terlalu lama dan pada dosis yang tidak tepat.

 

Jadi, pastikan bahwa antibiotik yang Anda konsumsi sesuai dengan saran dokter dan jangan mengkonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter.

 

 

Diuretik

Dokter pada umumnya menggunakan obat ini untuk pengobatan darah tinggi dan berbagai gejala pembengkakan pada tubuh.

 

Obat ini membantu tubuh untuk mengeluarkan cairan yang berlebih.

 

Orang yang mengkonsumsi obat ini pada umumnya akan lebih sering buang air kecil.

 

Kondisi ini berisiko mengakibatkan tubuh mengalami dehidrasi dan kondisi ini buruk untuk ginjal.

 

Obat Anti Inflamasi Non Steroid

Beberapa obat dalam golongan ini adalah obat bebas misalnya aspirin atau ibuprofen. Tapi, Anda tidak boleh mengkonsumsinya secara reguler untuk jangka waktu yang lama dengan dosis yang tinggi.

 

Penggunaan obat ini secara tidak rasional akan menyebabkan 5% kasus gagal ginjal kronis setiap tahunnya.

 

 

Inhibitor Pompa Proton (PPI)

obat banyak
sumber: https://pixabay.com

Lansoprazole, omeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole merupakan beberapa obat yang termasuk dalam golongan PPI.

 

Mereka sering digunakan dalam pengobatan penyakit asam lambung, penyakit refluks, dan ulkus peptikum.

Obat-obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam lambung, tapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jangka panjang obat ini dapat meningkatkan risiko masalah ginjal dan memiliki kemungkinan menyebabkan gagal ginjal.

 

 

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa:

 

  • Terdapat beberapa golongan obat yang dapat berpengaruh terhadap kerusakan ginjal
  • Kerusakan pada ginjal akan muncul terutama bila obat dikonsumsi secara berlebihan dan dosis tinggi

 

 

 

Lalu, bagaimana agar ginjal tetap sehat?

 

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar ginjal tetap sehat.

 

 

Tips-tips agar ginjal tetap sehat

Ginjal adalah organ penting yang mempengaruhi organ-organ tubuh lainnya termasuk jantung.

 

Beberapa tips berikut dapat Anda lakukan untuk mempertahankan fungsi ginjal tetap sehat.

 

Tips Pertama: Hindari konsumsi garam berlebih

Mengkonsumsi makanan dengan garam berlebih dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan mineral dalam darah.

 

Kondisi ini akan membuat beban kerja ginjal lebih berat.

 

Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan asin dan usakan meningkatkan asupan makanan seperti:

 

  • Sayuran dan buah segar
  • Daging
  • Kacang-kacangan

 

 

Tips Kedua: Olahraga teratur

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang mengakibatkan gagal ginjal kronis.

 

Olah raga teratur, bahkan hanya 20 menit per hari dapat membantu untuk menurunkan kadar tekanan darah.

 

Tips Ketiga: Minum yang cukup

Minum air yang cukup dapat membantu ginjal dalam melakukan fungsi pentingnya yaitu membuang racun dari tubuh.

 

Tips Keempat: Kenali faktor risiko

Beberapa hal dapat mengingkatkan risiko penyakit ginjal.

 

Pastikan bahwa Anda melakukan pemeriksaan fungsi ginjal jika kamu:

 

  • Menderita diabetes
  • Menderita obesitas
  • Menderita darah tinggi
  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal

 

Bila Anda penderita berbagai penyakit di atas maka kemungkinan Anda untuk mengalami gangguan ginjal menjadi lebih besar.

 

Lebih dari 50% pasien yang harus menjalani hemodialisa (cuci darah) setiap tahunnya merupakan pasien diabetes dan hipertensi yang tidak teratur mengkonsumsi obatnya.

 

 

Kesimpulan

Beberapa golongan obat memang dapat mempengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gagal ginjal.

 

Tapi, kondisi tersebut hanya muncul bila konsumsi obat dilakukan secara tidak rasional (tidak tepat frekuensi dan dosis obat).

 

Konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah penyakit ginjal kronis.

 

Dokter mengetahui berapa dosis obat yang harus diberikan, dosis obat yang aman untuk ginjal, termasuk melakukan penyesuaian dosis terhadap pasien yang telah mengalami masalah ginjal.

 

Bila saat ini Anda mengkonsumsi banyak obat (polifarmasi) silakan tanyakan kepada dokter yang merawat Anda berapa besar kemungkinan obat yang Anda konsumsi berpengaruh terhadap fungsi ginjal Anda.

 

Tanyakan pula apa yang akan terjadi bila Anda berhenti mengkonsumsi obat tersebut.

 

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan topik ini silakan sampaikan di kolom komentar.

suplemen vitamin

Benarkah Konsumsi Vitamin C Membantu Penyembuhan Flu?

Common cold (infeksi saluran napas atas) atau lebih sering disebut Flu merupakan infeksi virus yang sering di alami oleh setiap orang. Beberapa orang bahkan mengalaminya lebih dari sekali dalam setahun. Menariknya, konsumsi vitamin C diklaim merupakan pengobatan yang efektif untuk penyembuhan flu. Benarkah demikian?

 

Artikel ini akan menjabarkan bukti ilmiah atas klaim konsumsi vitamin c membantu penyembuhan flu.

 

 

Efek Konsumsi Vitamin C terhadap Flu

Sekitar tahun 1970, penerima penghargaan Nobel, Linus Pauling mempopulerkan teori bahwa vitamin C dapat mengobati flu.

vitamin c

Dia mempublikasikan sebuah buku mengenai pencegahan flu dengan menggunakan vitamin C dosis sangat besar.

 

Pada buku itu disarankan untuk mengkonsumsi 18.000 mg vitamin C per hari.

 

Sebagai perbandingan, kebutuhan harian yang direkomendasikan untuk vitamin C hanya 75 mg untuk wanita dan 90 mg untuk pria.

 

Pada waktu itu, tidak terdapat penelitian yang dapat diandalkan untuk membuktikan bahwa saran pencegahan flu tersebut benar.

 

Tapi, beberapa dekade terakhir, penelitian-penelitian terkontrol acak telah menilai apakah konsumsi vitamin C memiliki efek terhadap flu.

 

Hasil penelitian-penelitian tersebut cukup mengecewakan.

 

Analisis dari 29 penelitian yang melibatkan 11.306 orang menyimpulkan bahwa konsumsi vitamin C sebanyak 200 mg atau lebih tidak mengurangi risiko terkena flu (1).

 

Meskipun demikian, konsumsi vitamin C sebagai suplemen reguler menunjukkan beberapa keuntungan antara lain:

 

  • Menurunkan tingkat keparahan flu
  • Mengurangi durasi flu

 

 

Konsumsi dengan dosis sekitar 1-2 gram cukup untuk mengurangi durasi flu sekitar 18% pada anak-anak (1).

 

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa konsumsi 6-8 gram per hari juga efektif pada orang dewasa (2).

Vitamin C juga menunjukkan efek yang lebih kuat pada orang-orang dengan stress fisik tertentu. Pada pelari maraton atau atlet ski, vitamin C mengurangi durasi hari sakit flu hingga setengahnya (1).

 

 

Bagaimana Vitamin C dapat menurunkan keparahan flu?

Vitamin c merupakan antioksidan dan dibutuhkan untuk memproduksi kolagen pada kulit.

konsumsi vitamin c

Kolagen merupakan salah satu protein utama yang melindungi kulit serta berbagai jaringan lainnya yang bersifat fleksibel.

 

Defisiensi vitamin c mengakibatkan kondisi yang dikenal sebagai scurvy, yang bukan lagi menjadi masalah saat ini karena banyak orang mendapatkan asupan vitamin C yang cukup dari makanan.

 

Meskipun demikian, tidak banyak yang mengetahui bahwa vitamin C juga memiliki konsentrasi yang tinggi pada sel imun (sel pembentuk kekebalan tubuh) dan jumlahnya akan menurun selama suatu infeksi (3).

 

Faktanya, defisiensi vitamin C secara signifikan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi (4).

 

Untuk alasan ini, mengkonsumsi vitamin C yang cukup selama infeksi merupakan ide yang baik.

 

 

Kesimpulan

Meskipun suplemen vitamin C tidak memiliki efek untuk menyembuhkan Flu. Vitamin C dapat menurunkan derajat keparahan dan durasi hari sakit pada penderita flu.

 

Vitamin C merupakan zat yang penting untuk fungsi sistem kekebalan tubuh. Kadar vitamin C akan menurun ketika infeksi dan akan meningkatkan risiko infeksi.

 

 

Bila Anda memiliki pengalaman menarik seputar konsumsi vitamin C atau pertanyaan terkait dengan vitamin C silakan tuliskan di kolom komentar.

nikotin

Berapa Lama Nikotin Akan Meracuni Tubuh Anda?

Ketika seseorang menggunakan produk tembakau, nikotin akan meracuni tubuh bahkan setelah berhenti merokok. Pemeriksaan kesehatan tertentu dapat mendeteksi kadar nikotin yang meracuni tubuh ini pada darah, air liur (saliva), rambut dan bahkan kuku Anda.

 

Nikotin merupakan senyawa addiktif (penyebab kecanduan) yang banyak ditemukan pada tembakau, rokok, dan vape atau rokok elektrik.

 

Ketika Anda menghisap rokok, tubuh Anda akan menyerap lebih dari 90% nikotin.

 

Bukti nikotin akan meracuni tubuh dalam jangka waktu yang sangat lama bahkan setelah Anda tidak lagi merasakan efek dari nikotin tersebut.

nikotin akan meracuni tubuh
Sumber: https://pixabay.com

Pada artikel ini, kami akan memberikan gambaran berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membuang nikotin, dan bagaimana cara yang dapat dilakukan untuk lebih cepat mengeluarkan nikotin tersebut.

 

 

Berapa lama nikotin akan meracuni tubuh dan berada dalam tubuh?

Dua jam setelah dihisap atau dikonsumsi, nikotin akan dibuang setengahnya. Kondisi ini berarti bahwa waktu paruh nikotin adalah sekitar 2 jam.

 

Waktu paruh yang pendek ini (hanya sekitar 2 jam) berarti bahwa seseorang membutuhkan nikotin berikutnya sebab efek nikotin akan cepat menghilang.

 

Ketika nikotin masuk kedalam tubuh Anda, nikotin akan meracuni tubuh dengan terpecah menjadi 20 jenis senyawa kimia lainnya termasuk:

 

  • Cotine
  • Anabasine
  • Nornicotine

 

Perokok akan membuang senyawa-senyawa kimia tersebut melalui urin.

 

Dokter dapat menggunakan uji nikotin untuk mengukur kadar nikotin dan produk-produk turunannya pada:

 

  • Urin
  • Darah
  • Air liur
  • Rambut
  • Kuku

 

Berdasarkan American Association for Clinical Chemistry dibutuhkan sekitar 2 minggu hingga kadar cotinine dalam darah seorang perokok sama dengan bukan perokok.

orang merokok
Sumber: https://pixabay.com

Dibutuhkan waktu yang lebih lama hingga beberapa minggu hingga kadar nikotin pada urin menjadi sangat rendah.

 

Bukti nikotin masih akan berada pada rambut dalam jangka waktu yang cukup lama.

 

 

Meskipun sangat jarang seseorang diminta untuk melakukan uji nikotin terhadap rambut kecuali mereka terlibat pada suatu penelitian tertentu.

 

Semakin lama seseorang merokok dan semakin tinggi frekuensi merokok, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan nikotin untuk keluar dari tubuh.

 

Durasi nikotin akan meracuni tubuh berbeda antara satu individu dengan individu dengan individu lainnya.

 

Perbedaan tersebut antara lain:

 

  • Nikotin dapat bertahan lebih lama pada tubuh lanjut usia (usia lebih dari 65 tahun)
  • Wanita akan mengalami metabolisme nikotin yang lebih cepat dibandingkan pria, terutama bila mereka mengkonsumsi pil kontrasepsi
  • Nikotin akan lebih lama bertahan pada tubuh pada perokok yang lebih lama dan lebih sering merokok.

 

 

Berapa lama gejala putus nikotin (sindrom withdrawal) berlangsung?

Keparahan dan durasi gejala fisik dari sindrom putus nikotin sangat bervariasi.

 

Bergantung pada seberapa sering seseorang merokok.

 

Sebuah penelitian dari tahun 2010 menunjukkan bahwa orang yang merokok sebanyak 5 batang atau kurang setiap hari mungkin tidak akan mengalami gejala yang besar.

 

Kondisi ini terjadi karena tubuh hanya memiliki ketergantungan kecil terhadap nikotin.

 

Minggu pertama setelah berhenti merokok merupakan masa yang paling sulit.

 

Gejala akan secara bertahap berkurang dalam beberapa minggu setelah berhenti merokok.

 

Efek fisik dan psikologis dari sindrom putus nikotin antara lain:

  • Cemas atau stress
  • Irritabilitas
  • Kesulitan bicara
  • Depresi
  • Letih
  • Sulit fokus
  • Peningkatan nafsu makan

 

Ketika gejala fisik menghilang, dan seluruh nikotin telah meninggalkan tubuh, perokok secara psikologis masih memiliki keinginan untuk merokok.

vaping
Sumber: https://pixabay.com

Keinginan untuk merokok akan semakin meningkat pada situasi pencetus.

 

Misalnya, bagi perokok yang biasa merokok ketika berkumpul dengan teman.

 

Suasana ini akan mendorong seseorang untuk kembali merokok.

 

Bahkan dorongan merokok dapat lebih kuat bila berada pada situasi pencetus merokok.

 

Itulah bahasan terkait dengan berapa lama nikotin akan meracuni tubuh.

 

Selanjutnya, kita akan membahas tentang merokok konvensional vs rokok elektrik (vaping).

 

 

Merokok VS Vaping

uji nikotin dapat mendeteksi nikotin pada tubuh seseorang meskipun mereka menggunakan rokok elektrik atau vape.

 

Vaping merupakan inovasi terbaru dan baru sedikit penelitian yang menilai tentang efek jangka pendek dan jangka panjang vaping.

 

Peneliti belum mengetahui bagaimana perbedaan proses tubuh terhadap nikotin pada rokok konvensional dan vape.

 

Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang beragam.

rokok elektrik
Sumber: https://pixabay.com

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaping membawa nikotin yang lebih sedikit dari pada merokok secara konvensional.

 

Namun, banyak pula penelitian yang menyatakan sebalikya.

 

Kesulitan lainnya adalah tidak dapat ditentukan berapa banyak dan berapa lama nikotin akan meracuni tubuh bila seseorang mengunakan rokok elektrik.

Peneliti masih terus berusaha untuk melanjutkan penelitian dan mencari tahu faktor-faktor apa yang menentukan berapa banyak nikotin akan meracuni tubuh ketika menggunakan rokok elektrik atau vape.

 

 

Dapatkah Anda membuang nikotin dari tubuh?

Cara terbaik untuk mengikuti uji nikotin dan menghindari hasil positif adalah dengan mengikuti tes 10 hari setelah terakhir kali merokok.

 

Tes darah masih akan mendeteksi kandungan cotinie dalam 10 hari.

 

Tapi, tidak ada yang dapat memastikan tubuh dapat membuang nikotin lebih cepat.

 

Pada seseorang yang berusaha menerapkan gaya hidup sehat, tubuh mereka akan bekerja lebih efisien.

 

Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk membantu membuang nikotin dari dalam tubuh antara lain:

 

  • Minum air yang cukup untuk membuang nikotin dan produk limbah lainnya melalui urin
  • Berolahraga teratur. Dengan olah raga teratur aliran darah akan lancar dan akan membuang produk limbah melalui keringat
  • Konsumsi diet yang kaya akan antioksidan untuk membantu tubuh memperbaiki diri sendiri

 

Beberapa produk komersial dan herbal mengklaim dapat mempercepat pengeluaran nikotin dari dalam tubuh.

 

Tapi, belum ada bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang menguji klaim tersebut.

 

 

Kesimpulan

Berapa lama nikotin akan meracuni tubuh, tiada yang tahu pasti.

 

Kondisi ini dipengaruhi oleh:

 

  • Berapa banyak nikotin yang dihirup dan seberapa sering Anda merokok
  • Berapa lama Anda telah merokok
  • Kesehatan Anda dan juga usia Anda

 

Berhenti merokok merupakan langkah yang sulit, tapi hal tersebut merupakan tantangan yang patut Anda coba.

 

Laporan American Lung Association pada tahun 2015, menyatakan bahwa 52,8 juta perokok telah berhenti merokok.

 

Hal ini berarti mereka tidak lagi perokok dan dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat serta tentu saja bebas dari nikotin.

 

Apakah Anda tertarik untuk berhenti merokok? Punya pengalaman terkait dengan usaha berhenti merokok? Bila Anda bersedia silakan bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.

belajar kedokteran

Masalah Belajar Yang Dialami Oleh Mahasiswa Kedokteran

Belajar di fakultas kedokteran bagi sebagian mahasiswa dianggap membutuhkan usaha yang keras dan sulit. Tapi, sebagian mahasiswa lainnya menemukan cara cerdas dalam menjalani pendidikan kedokteran. Mereka dapat menemukan langkah-langkah efektif dalam mengatasi masalah belajar mereka. Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan masalah belajar yang dialami oleh mahasiswa kedokteran dan bagaimana cara mengatasinya.

 

Masalah Pertama: Tidak tahu harus memulai dari mana

Ilmu kedokteran merupakan salah satu pengetahuan dengan topik yang sangat luas.

 

Mahasiswa sering kali tidak tahu apa yang harus dipelajari terlebih dahulu.

 

Bila Anda merupakan salah satu yang mengalami hal ini, Jangan Panik.

 

Hal ini merupakan suatu kondisi yang normal karena banyaknya materi yang harus dipelajari.

 

Langkah awal yang harus dilakukan adalah mulai belajar dengan membuat daftar apa saja yang perlu Anda ketahui berdasarkan silabus atau apa yang disampaikan oleh dosen saat perkuliahan.

 

Bagi beban balajar menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola dengan baik.

 

Selain itu, belajarlah untuk menentukan prioritas dan buatlah jadwal belajar yang realistis.

 

Disiplinkan diri Anda untuk menghabiskan beberapa menit pada saat jeda antar kuliah untuk untuk mengulang catatan kuliah sebelumnya.

 

Hindari belajar di menit terakhir atau satu malam sebelum ujian.

 

Buatlah jadwal minimal belajar selama 4 jam sehari di luar perkuliahan.

 

Jangan pernah tidak menghadiri perkuliahan sebab satu jam kuliah yang tidak Anda ikuti tidak akan tergantikan dengan 5 jam Anda belajar mandiri.

 

 

Masalah Kedua: Terlalu banyak yang harus dipelajari.. dan hanya ada sedikit waktu

“Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”. Demikianlah pesan Hasan Al-Banna.

 

masalah belajar
sumber: https://pixabay.com

Begitu pula dengan belajar di kedokteran. Banyak yang merasa bahwa waktu yang dimiliki tidak cukup untuk mempelajari semua materi yang harus dikuasai.

 

Maka, belajar cerdas jangan belajar keras.

Untuk mengetahui bagaimana teknik belajar mahasiswa kedokteran silakan download ebook berikut:

Teknik belajar mahasiswa kedokteran

 

Penting untuk Anda mempelajari gaya belajar apa yang paling cocok untuk Anda.

 

Buatlah ringkasan dari semua materi yang telah Anda pelajari.

 

Belajar akan menjadi lebih mudah bila Anda memiliki kelompok belajar.

 

Ringkasan belajar sebaiknya berisikan catatan kuliah, tutorial, praktikum, dan semua hal yang terkait dengan materi yang harus Anda kuasai.

 

Identifikasi topik-topik penting dan bidang-bidang yang sulit dimengerti.

 

Dengan hal ini masalah belajar kedua ini akan dapat diatasi.

 

 

Masalah Belajar Ketiga: Materi ini terlalu sulit, Aku tidak mengerti sedikit pun tentang materi ini

Sabar adalah kunci.

 

Mempelajari tubuh manusia, ciptaan Allah yang paling sempurna di muka bumi, memang tidak pernah mudah.

 

Tapi, percayalah, ketika Anda dapat menguasai pengetahuan tersebut, maka hal tersebut adalah suatu hal yang paling memuaskan.

 

Jadikan kondisi ini sebagai tantangan.

 

Pendekatan yang paling mungkin Anda lakukan bila menemui topik yang terlalu sulit adalah mendiskusikan topik tersebut dengan teman, kakak leting, atau dosen.

kuliah kedokteran
sumber: https://pixabay.com

Hal ini juga dapat membantu Anda mengetahui apakah topik tersebut juga sulit bagi yang lain.

 

Miliki keberanian untuk membuat janji bertemu dengan dosen agar Anda bisa menanyakan terkait topik yang sulit tersebut.

 

Satu hal yang penting diingat terkait masalah belajar ini adalah:

 

Semakin sulit topiknya, semakin bermanfaat topik tersebut dalam praktik klinis atau studi lanjutan (pasca sarjana) Anda di masa depan.

 

 

Masalah Keempat: saya sudah membacanya. Saya sudah memahaminya. Tapi, saya tidak dapat mengingatnya.

Diskusikanlah topik tersebut dengan kelompok belajar.

 

Kita akan mengingat dengan baik sebagian besar yang kita diskusikan atau ajarkan kepada orang lain.

baca buku
sumber: https://pixabay.com

Penelitian menunjukkan bahwa kita mengingat 70% dari semua hal yang kita diskusikan.

 

Selain itu, cobalah untuk menghubungkan topik tersebut dengan suatu yang berarti bagi Anda.

 

Misalnya, saat Anda mempelajari tentang penyakit lupus (SLE) hubungkan penyakit tersebut dengan orang-orang terkenal (aktor, aktris, penyanyi, dll) yang mengalami kondisi tersebut.

 

Misalnya untuk SLE adalah Selena Gomez.

 

Apa saja gejala yang di alami oleh Selena Gomez? Mengapa Selena Gomez harus menjalani cangkok ginjal? Dan berbagai hal terkait lainnya.

 

Teknik ini akan sanat membantu Anda untuk mengingat topik yang telah Anda pahami.

 

Penyelesaian masalah belajar ini juga dapat dilakukan dengan menghubungkan topik yang ingin Anda ingat dengan materi yang telah Anda pelajari sebelumnya.

 

 

Masalah Kelima: Saya rasa… saya sudah memahaminya.

Jangan terlalu yakin dengan perasaan Anda.

 

Karena bila terlalu terbawa perasaan maka Anda tidak akan dapat menilai kemampuan Anda pribadi secara objektif.

 

Uji diri Anda sendiri setelah mempelajari suatu meteri.

menguji diri sendiri
sumber: https://pixabay.com

Saya biasa menuliskan pertanyaan setiap malam setelah belajar untuk setiap materi yang saya pelajari.

 

Kemudian, saya mencoba menjawab pertanyaan tersebut keesokan harinya tanpa melihat buku ajar atau catatan.

 

Ingat pula apa yang ditekankan dosen ketika menyampaikan kuliah.

Pelajari hubungan setiap topik. Dan cobalah untuk membuat soal ujian sendiri dan menjawabnya sebelum Anda menghadapi ujian yang sesungguhnya.

 

Hal ini akan mengatasi masalah belajar Anda terkait dengan perasaan.

 

 

Masalah Keenam: terlalu banyak yang harus diingat

Susun dan buatlah daftar yang menurut Anda paling mudah.

 

Informasi akan lebih mudah diingat dan direcall jika disusun dengan sistematis.

 

Terdapat berbagai teknik yang dapat membantu Anda untuk membantu dalam menyusun informasi selama menjalani pendidikan kedokteran.

 

Teknik tersebut antara lain:

  • Tulis ringkasan atau kesimpulan setiap materi. Misalnya, gunakan diagram pohon untuk menunjukkan hubungan berbagai obat autonomik, efek, dan mekanisme kerjanya.
  • Kelompokkan informasi menjadi kategori. Misalnya, patologi paru dapat dikelompokkan menjadi penyakit paru obstruktif dan penyakit paru restriktif.
  • Gunakan peta informasi. Gambarkan matrik untuk menyusun dan menghubungkan berbagai materi yang Anda pelajari. Misalnya dengan memuat mind map.
mindmap
sumber: https://pixabay.com

Kami sudah membuat sebuah ebook menggunakan teknik-teknik di atas. Ebook tersebut dapat Anda unduh gratis pada link di bawah ini:

Farmakologi Klinis Bagi Mahasiswa Kedokteran

 

 

Masalah Ketujuh: Aku tahu tentang itu beberapa menit yang lalu

Cobalah untuk membuat tinjauan (review).

 

Setelah Anda membaca buku ajar atau materi tertentu, buatlah tinjauan dan latihan keluaran belajar.

 

Cobalah untuk menyusun pertanyaan lalu kemudiannya menjawabnya.

 

Bila Anda tidak mampu menjawab dengan baik, baca kembali bagian yang sulit untuk Anda ingat tersebut.

 

Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk belajar suatu topik, maka semakin mudah Anda recall kembali tentang topik tersebut.

 

Namun, bagaimana Anda mengatur dan mengintegrasikan Informasi baru masih lebih penting daripada berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk belajar.

 

Bukan jumlah jam yang dihabiskan tetapi seberapa banyak informasi yang Anda peroleh selama sesi belajar yang lebih penting penting.

 

Ukuran seberapa banyak yang telah Anda pelajari dapat direfleksikan oleh sejumlah pertanyaan yang dapat Anda jawab.

 

Cobalah untuk membuat beberapa pertanyaan esai dan jawablah, dan cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan pilihan ganda untuk mengkonsolidasikan apa yang telah Anda pelajari.

 

Teknik ini adalah cara terbaik dalam menyelesaikan masalah belajar ini.

 

 

Masalah Kedelapan: Saya suka belajar di atas tempat tidur

Ini adalah contoh belajar yang tidak baik.

 

Membaca buku ajar kedokteran tidak sama dengan membaca novel.

 

Membacanya di atas tempat tidur akan menjadikan buku tebal tersebut sebagai pengganti banta Anda.

 

Anda harus belajar secara aktif dengan bantuan pena dan kertas untuk menulis atau membuat diagram saat Anda belajar.

 

Hal tersebut akan sulit dilakukan bila sambil berbaring.

 

Sebagai tambahan, recall akan lebih baik dilakukan bila suasana belajar mirip dengan suasana ketika Anda menjalani ujian.

 

Jadi cobalah untuk tidak belajar di atas tempat tidur sebab ini adalah masalah belajar yang dapat menghambat kemajuan Anda dalam mempelajari topik kedokteran.

 

 

Masalah Kesembilan: sistem kebut semalam lebih baik dari pada belajar sepanjang waktu

Peryataan di atas tidak pernah benar.

 

Kemampuan recall akan meningkat seiring waktu belajar yang tersebar dari waktu ke waktu.

 

Tentu saja ada beberapa hormon yang memicu stres yang membuat Anda lebih waspada dan aktif serta merasa penuh energi untuk belajar dengan sistem SKS.

 

Namun, ini akan menyebabkan kelelahan dan Anda mungkin mendapatkan serangan panik terutama ketika Anda menemukan bahwa ada terlalu banyak materi yang harus dipelajari.

 

Teknik ini dapat dikatakan sia-sia dan Anda akan mendapatkan reaksi selama ujian.

sistem kebut semalam
sumber: https://pixabay.com

 

Saya telah melihat banyak teman saya yang selalu menggunakan teknik ini akhirnya harus mengulang begitu banyak blok dan pada akhirnya harus mengulang tahun akademis.

 

Bahkan, banyak dari mereka membutuhkan dua tahun tambahan dibandingkan dengan yang lain untuk dapat lulus.

 

Teknik SKS ini akan menyebabkan frustrasi dan kurangnya kepercayaan diri.

 

 

Masalah Kesepuluh: saya akan terbangun hingga larut malam untuk menyelesaikan belajar saya

Hal ini sangat kontraproduktif.

 

Yang paling penting selama tes adalah memiliki pikiran waspada.

 

Karena itu, Anda harus memiliki istirahat yang cukup. Hindari kelelahan mental. Seringlah beristirahat sejenak saat belajar.

 

Cobalah untuk beristirahat atau tidur nyenyak sebelum menjalani ujian atau tes keesokan harinya.

 

Yang lebih baik adalah mempersiapkan dan manjakan diri Anda sebelum ujian.

 

Makan dengan baik, tidur, dan berolahraga cukup serta berdoa.

 

Persiapan yang baik dan diiringi dengan usaha keras pasti akan memberikan hasil yang maksimal.

 

Itulah sepuluh masalah belajar yang sering dialami oleh mahasiswa kedokteran. Semoga Anda dapat mengatasi masalah belajar yang muncul selama menjalani pendidikan kedokteran.

 

Bila Anda memiliki masalah belajar lainnya serta cara mengatasinya maka silakan bagikan di kolom komentar.

kopi hitam

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Kopi saat ini merupakan salah satu minuman populer di seluruh dunia. Banyak di antara kita bahkan mengkonsumsinya setiap hari. Aromanya yang khas dan rasanya yang nikmat membuat setiap orang ingin selalu menikmatinya. Tapi, tidak setiap cangkir kopi dibuat dengan baik. Mulai dari biji kopi (bean) hingga metode pembuatan (brew), pengetahuan akan hal tersebut dapat membantu Anda dalam membuat secangkir kopi yang nikmat.

 

Pada artikel ini kami akan memberikan gambaran bahwa banyak sekali perpaduan senyawa kimia di balik secangkir kopi.

 

Tidak hanya kafein, tapi juga senyawa lainnya membuat kopi menjadi sempurna.

 

Senyawa kimia pada secangkir kopi

Kopi sendiri mengandung sekitar 2.000 zat kimia selain kafein.

 

Kafein merupakan komponen minuman yang paling Anda kenal.

 

Jumlah kafein dan zat lainnya sangat bergantung pada varietas kopi, jenis bubuk kopi, metode penyeduhan (brewing), proses pembuatan, dan ukuran gelas atau cangkir yang digunakan.

 

Membuat secangkir kopi yang nikmat tidak semudah memotong sebuah roti.

 

Kandungan senyawa kimia kopi akan berbeda berdasarkan varietas kopi dan perpaduan senyawa-senyawa kimia tersebutlah yang mempengaruhi aroma dan rasa kopi.

 

Meskipun demikian, terdapat karakteristik kimia umum pada seluruh jenis kopi setelah disangrai (roasting).

 

Karakteristik ini antara lain:

  • Karbohidrat
  • Asam amino
  • Protein
  • Kafein
  • Trigonelline
  • Lemak (cafestol dan kahweol)
  • Mineral terutama kalium
  • Asam dan ester seperti asam aliphatik dan asam klorogenik
  • Melanoidin

 

Sebagian besar senyawa kimia tersebut merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

 

Untuk mendapatkan secangkir kopi terbaik dibutuhkan proses yang sempurna pada:

 

  • Biji kopi (bean)
  • Proses sangrai (roasting), dan
  • Metode pembuatan kopi (brew)

 

Mari kita jabarkan satu per satu.

 

1. biji kopi

Petani kopi mencurahkan begitu banyak waktu dan tenaga untuk menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

 

Mulai dari menanam pohon kopi, merawat, dan hingga panen ceri kopi.

 

Biji kopi merupakan bagian dari ceri kopi.

ceri kopi

Setelah ceri kopi di petik dari pohon maka selanjutnya ceri kopi akan dikeringkan dan melalui berbagai proses lainnya untuk menghasilkan biji kopi.

 

Untuk merasakan kopi dengan rasa terbaik maka pilihlah biji kopi arabika.

 

Mengapa demikian?

 

Hal ini dikarenakan kopi arabika memiliki kualitas rasa yang tinggi, beraneka macam rasa, dan aroma yang lebih baik.

 

Tapi, bila ingin mendapatkan lebih banyak kafein maka Anda bisa memilih biji kopi robusta.

 

Sebaiknya bila Anda membeli biji kopi maka pastikan bahwa biji kopi tersebut dikemas dalam kemasan dengan saluran udara dengan katup satu arah.

 

Kemasan ini memungkinkan untuk gas karbon dioksida (CO2) keluar dari kemasan tapi tidak memungkinkan oksigen (O2) masuk.

 

Hal ini akan mempertahankan kesegaran biji kopi lebih lama.

 

Karena kesegaran merupakan salah satu kunci, membeli biji kopi utuh bukan suatu hal harus dilakukan dan harus digunakan segera.

 

Semakin lama biji kopi disimpan maka semakin jelek hasil kopi yang dibuat (brew).

 

Biji kopi yang masih segar memiliki banyak sekali senyawa kimia.

 

Senyawa kimia ini akan membantu untuk meningkatkan rasa pada secangkir kopi.

 

Senyawa tersebut antara lain:

 

  • 3-Metilbutanal: memberikan rasa fruity (Cita rasa buah seperti beri atau sitrus)
  • Metilpropanal: memberikan rasa floral dan spicy
  • Acetaldehida: memberikan rasa fruity yang tajam

 

Selain itu, terdapat pula asam klorogenik ketika biji kopi disangrai.

 

Saat proses sangrai tersebut asam klorogenik ini akan memunculkan beberapa senyawa kimia lain yang berpengaruh terhadap rasa dan aroma kopi.

 

Untuk itu, mari kita kenali rahasia senyawa kimia biji kopi dibalik proses roasting (sangrai)

 

2. Proses sangrai (roasting)

Proses sangrai (roasting) biji kopi akan mengeluarkan rasa seperti floral, cokelat, dan banyak rasa lainnya seperti yang digambarkan dalam diagram rasa kopi SCAA – Lexicon Flavour Wheel di bawah ini.

roda rasa kopi

Proses keluarnya rasa tersebut sangat bergantung pada proses pemanasan saat biji kopi disangrai.

 

Proses yang pertama disebut sebagai reaksi Maillard.

 

Reaksi Maillard ini mungkin merupakan reaksi kimia yang paling nikmat di seluruh dunia.

 

Reaksi ini pertama sekali diperkenalkan oleh Louis Maillard.

 

Selama reaksi ini berlangsung, gula dan protein bereaksi membentuk senyawa yang menghasilkan aroma serta rasa.

 

Senyawa-senyawa tersebut yang akan menempel pada indra penghidu (hidung) sehingga kita dapat mencium aroma dan juga menempel pada lidah sehingga kita dapat mencicipi rasa.

 

Reaksi Maillard ini juga terjadi pada proses menyiapkan makanan lainnya seperti steak, kencang goreng, atau makanan yang dibakar lainnya.

 

Reaksi Maillard pada biji kopi yang disangrai akan menghasilakan senyawa 2-furfurilthiol.

 

Senyawa ini akan memberikan kopi rasa yang nikmat.

 

Ketika suhu naik (sekitar 170-200°c) maka gula akan mengalami karamelisasi dan menghasilkan senyawa antara lain diacetyl (butterscotch)  dan furanone (burn sugar).

 

Masing-masing akan menghasilakan rasa butterscotch dan burn sugar.

 

Ketika suhu mencapai 205°c, air di dalam biji kopi yang disangrai akan menguap dan menyebabkan biji kopi membesar dan terbuka (retak).

 

Kondisi ini dikenal sebagai “first crack” dalam industri kopi.

secangkir kopi
perbedaan roasting level

Untuk roasting tingkat “light” biji kopi akan diangkat dari pengorengan setelah “first crack” tersebut.

 

Light roast memiliki tingkat keasaman biji yang paling tinggi dan memiliki karakteristik yang berbeda dari biji kopi awal dengan warna cokelat muda.

 

Kemudian pada suhu 225-230°c biji kopi akan kembali mengalami keretakan. Kondisi ini disebut sebagai “Second crack”.

 

Second crack” ini mengakibatkan selulosa pada biji kopi rusak dan menyebabkan dinding sel biji kopi rusak serta tentu saja merusak struktur sel biji kopi lainnya.

 

Tidak berapa lama kemudian biji kopi akan berwarna cokelat gelap. Kondisi ini disebut sebagai “medium roast”.

 

Medium roast” akan membuat biji kopi yang  memiliki kadar keasaman yang seimbang dan masih memiliki rasa asal.

 

Senyawa aromatik akan muncul pada biji kopi “medium roast” dan memberikan kopi aroma earthy (Karakteristik aroma tanah atau debu yang tertinggal di biji kopi).

 

Aroma ini muncul karena senyawa 2-isobutil-3-methoxypyrazine dan 2-etil-3,5-dimetilpirazine.

 

Bila proses sangrai dilanjutkan, peningkatan suhu berikutnya akan membuat biji kopi semangkin berwarna gelap dan menjadi berminyak.

Ini adalah “dark roast”, yang sering digunakan untuk espresso.

dark roast

Jadi, Anda bisa memilih jenis roasting apa yang Anda inginkan.

 

Perbedaan rasa ini juga muncul pada perbedaan geografis dimana biji kopi tersebut berasal.

 

Selanjutnya, mari kita membahas tentang metode penyeduhan secangkir kopi (brew)

 

3. Metode pembuatan kopi (brew)

Setelah Anda mendapatkan biji kopi terbaik dan telah memilih tingkat roasting sesuai dengan keinginan Anda maka selanjutnya adalah bagaimana proses menyiapkan biji tersebut menjadi secangkir kopi yang nikmat.

 

Langsung menggiling biji kopi tersebut dan mencampurnya dengan air panas?

 

Sayangnya, Anda dapat meraih biji kopi yang telah diroasting dengan kualitas terbaik tapi secangkir kopi yang masih buruk.

 

Terdapat beberapa komponen kunci untuk mendapatkan secangkir kopi terbaik.

 

Yang pertama rasio air dan kopi.

 

Sangat disarankan untuk menimbang kopi dari pada menakarnya menggunakan sendok makan ataus sendok teh.

 

Lalu, lihat juga kualitas air.

 

Rasa air yang digunakan untuk membuat kopi akan mempengaruhi rasa kopi secara dramatis.

 

Jadi, sebaiknya gunakan air yang telah disaring atau air mineral dalam kemasan.

 

Kunci selanjutnya adalah suhu air. Suhu terbaik untuk menyeduh secangkir kopi adalah 92°C-96°C, usahakan jangan sampai lebih.

 

Jangan mendidihkan air hingga terlalu panas, karena Anda akan menghasilkan secangkir kopi gosong dengan air yang terlalu panas.

 

Lalu, yang selanjutnya Anda harus lakukan adalah memilih metode penyeduhan.

Mulai dari Mr. Coffee, percolator, pour-overs, french presses, dan chemexes.

metode brewing
metode brewing

Prinsip dasar dari seluruh metode brewing ini adalah sama.

 

Ketika Anda menambahkan air, air akan melewati bubuk kopi dan kemudian mengeluarkan gelembung CO2.

 

Ketika bubuk kopi sudah basah maka tambahkan kembali air panas dan air akan melarutkan senyawa kimia yang ada pada bubuk kopi.

 

Sebagian besar senyawa kimia yang menimbulkan rasa akan larut air lebih mudah. Jadi, tambahkan air yang cukup.

 

Tapi, jangan terlalu banyak karena rasa kopi akan menjadi buruk.

 

Yang terakhir adalah difusi.

 

Osmosis akan mendorong senyawa tersebut keluar dari bubuk kopi dan berpindah ke air serta tentu saja memunculkan aroma yang sedap.

 

Bagi Anda yang ingin membuat kopi di rumah sangat disarankan untuk memilih metode pour-over.

 

Metode ini lebih baik dibandingkan pembuat kopi automatis.

 

 

Beri tahu kami kopi apa yang Anda suka dan metode apa yang Anda gunakan untuk membuat kopi pada kolom komentar di bawah.

 

 

Referensi
  1. https://www-accessscience-com.ezproxy1.carrollcc.edu/content/coffee-chemistry/an400121
  2. Cavalli L., Tavani A. (2016) Coffee Consumption and Its Impact on Health. In: Wilson T., Temple N. (eds) Beverage Impacts on Health and Nutrition. Nutrition and Health. Humana Press, Cham
software daftar pustaka

Software untuk Menyusun Daftar Pustaka: EndNote & Mendeley

Anda masih bingung dalam menentukan pilihan software untuk menyusun daftar pustaka mana yang harus Anda gunakan?

 

EndNote atau Mendeley?

 

Kami akan memberikan saran kepada Anda.

 

Terdapat beberapa pilihan software berbeda untuk membantu Anda dalam menyusun daftar pustaka.

 

Pilihannya sangat bergantung pada pilihan individu, biaya, fungsi dan juga efektivitas software.

 

Berdasarkan diskusi pada grup atau forum kedokteran, sebagian besar penulis menggunakan Mendeley atau EndNote.

software untuk membuat daftar pustaka
Sumber: https://pixabay.com

Jika sedang mempertimbangkan software mana yang Anda akan gunakan untuk membantu Anda menulis karya tulis ilmiah, skripsi, jurnal dan lain-lain.

 

Dan Anda masih belum menentukan pilihan yang mana, kami akan menjabarkan beberapa keunggulan dari Mendeley dan EndNote sehingga dapat membantu Anda dalam menentukan pilihan.

 

 

Mengapa menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka?

 

Ketika Anda memiliki sumber artikel yang Anda sitasi untuk tulisan kedokteran, menjaga agar semua daftar pustaka tersebut tersusun rapi dan mudah dicari merupakan suatu hal yang sulit.

Software untuk menyusun daftar pustaka
Sumber: https://pixabay.com

 

Pengalaman menunjukkan bahwa seorang penulis akan dengan mudah kehilangan file daftar pustaka, terutama bila Anda melakukan pekerjaan menulis berbagai artikel atau sedang menyusun tulisan yang butuh banyak daftar pustaka seperti skripsi atau tesis.

 

Software untuk menyusun daftar pustaka memungkinkan Anda untuk membuat perpustakaan daftar pustaka Anda sendiri yang terhubung ke software pengolah kata Anda (misalnya Ms. Word), menyimpan referensi yang Anda sitasi pada satu database.

 

Referensi otomatis juga mengurangi kesalahan yang sering terjadi ketika Anda membuat nomor daftar pustaka secara manual.

 

Software untuk menyusun daftar pustaka juga merupakan alat yang efisien dalam menghemat waktu Anda dengan:

 

  • Memasukkan atau mengimpor kutipan online dalam database sehingga Anda tidak perlu mengetik setiap referensi secara manual
  • Menyisipkan referensi Anda secara akurat saat Anda memindahkan atau menghapus konten
  • Membuat daftar pustaka yang sesuai dengan gaya referensi tertentu (misalnya Havard atau Vancouver) dengan satu klik tombol
  • Mencatat informasi kutipan secara akurat

 

Selanjutnya, mari kita kenali EndNote dan Mendeley

 

Software untuk menyusun daftar pustaka: EndNote

 

EndNote memungkin Anda untuk mengimpor referensi dari database mesin pencari (misalnya PubMed) untuk membuat perpustakaan file referensi pribadi.

endnote

Anda dapat menghubungkan perpustakaan pribadi ini dengan tulisan Anda.

 

Hal ini tentunya akan memungkinkan Anda untuk memilih referensi yang Anda sitasi dalam tulisan Anda.

 

Apa saja keuntungan EndNote?

 

  • Terdapat berbagai macam gaya kutipan (sitasi) yang dapat Anda gunakan untuk setiap jurnal
  • Setelah di unduh, referensi dapat dihubungkan dengan mudah ke dokumen pengolah kata Anda
  • Anda dapat membuat banyak perpustakaan sekaligus, untuk setiap artikel yang Anda tulis.

 

Tapi, terdapat pula beberapa kekurangan dari EndNote

 

  • Software EndNote mahal karena Anda harus melakukan pembelian EndNote dengan harga $249,95 atau sekitar Rp.3.584.033.-. Kecuali Anda dapat akses EndNote gratis dari institusi atau universitas Anda. Terdapat software EndNote Basic yang menyediakan pilihan gratis tapi banyak fungsi yang dikurangi dibandingkan dengan software berbayarnya.
  • Butuh waktu untuk terbiasa dengan software dan Anda mungkin harus menginvestasikan waktu mengikuti pelatihan
  • EndNote dapat didownload pada komputer atau laptop Anda. Tapi, pastikan bahwa sistem operasi (misalnya windows atau mac OS) da spesifikasi komputer atau laptop Anda kompatibel dengan kebutuhan software

 

Kesimpulannya: EndNote merupakan software yang dapat diandalkan untuk file yang besar dan banyak daftar pustaka.

 

Tapi, bila memiliki aksesnya melalui institusi Anda karena software ini cukup mahal bila dibeli sendiri.

 

EndNote juga butuh waktu untuk dapat dikuasasi dan terkadang dibutuhkan pelatihan untuk dapat menggunakannya.

 

Lalu, bagaimana dengan Mendeley?

 

 

Software untuk menyusun daftar pustaka: Mendeley

 

Mendeley merupakan software untuk menyusun daftar pustaka gratis.

mendeley

Software ini dapat Anda unduh ke komputer Windows atau Mac Anda pada situsnya Mendeley.

 

Software ini lebih populer dikalangan penulis artikel kedokteran untuk mengelola referensi dan mudah untuk mentrasfer file pdf ke software referensi ini.

 

Apa saja keuntungan Mendeley?

 

  • Paket dasar Mendeley adalah gratis tapi hanya dapat menyimpan hingga 2 gigabyte. Bila terdapat akses dari institusi atau membayar biaya subscription (langganan), Anda bisa mendapatkan penyimpanan yang lebih besar
  • Mudah digunakan dengan ribuan jenis sitasi (kutipan)
  • Anda juga dapat menggunakan software untuk mencari artikel
  • Anda dapat melakukan sinkronisasi perpustakaan Anda dengan menggunakan berbagai perangkat (misalnya tabler, ipad, dan komputer lain) sehingga memungkinkan Anda untuk bekerja di mana saja.

 

Namun, dibalik keuntungan tersebut juga terdapat kekurangan.

 

Apa saja kekurangan Mendeley?

 

  • Hanya artikel Open Access full-text yang dapat di akses dari pencarian literatur yang Anda lakukan di Mendeley. Alternatifnya Anda dapat melakukan pencarian melalui database eksternal dan menyimpan file PDF full-text nya lalu import ke Mendeley
  • Ruang penyimpanan yang terbatas (2 GB)

 

 

Kesimpulan: Mendeley merupakan pilihan yang cost-effective untuk penulis dengan tampilan yang bersahabat. Jika Anda tidak yakin bagaimana cara menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka, Mendeley merupakan software yang bagus untuk dicoba terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

 

Apakah Anda menggunakan software untuk menyusun daftar pustaka? Kami senang bila Anda berbagi pengalaman Anda dalam menggunakan software tersebut dan silakan bagikan pada kolom komentar di bawah ini.