Artikel Kedokteran Dan Kesehatan Terbaru

Featured Picture Meninggal Saat Tidur

Meninggal Saat Tidur: Anda Wajib Tahu Penyebabnya

Tidur adalah kebutuhan utama bagi setiap orang. Selain mengonsumsi makanan yang bergizi tinggi dan melakukan olahraga teratur, tidur yang cukup adalah salah satu kunci untuk mempertahankan tubuh tetap sehat. Tetapi, tahukah Anda bahwa ketika Anda menutup mata dan masuk ke dalam kondisi tidur, Anda bisa saja tidak terbangun lagi untuk selamanya. Anda meninggal saat tidur.

meninggal saat tidur
Sumber: pixabay.com

Ketika Anda tidur, hampir seluruh bagian tubuh Anda ikut serta beristirahat. Tapi, sadarkah Anda bahwa terdapat organ-organ tubuh yang masih bekerja ketika Anda sedang terlelap.

 

Otak dan jantung adalah organ yang masih tetap bekerja selama Anda tidur. Meski pun banyak penelitian yang telah dilakukan terkait tidur, masih banyak misteri lainnya yang belum terjawab.

 

Misteri-misteri tersebut belum dapat diungkap oleh para ilmuwan modern.

 

Di samping misteri itu, terdapat pula beberapa hal yang mengejutkan ketika otak sadar Anda berhenti dan tubuh Anda mulai tertidur.

 

Hal mengejutkan tersebut termasuk kondisi orang-orang yang meninggal saat tidur.

 

Pada artikel ini, kami akan memberikan informasi terkait kondisi medis apa saja yang dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur.

 

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel ini sekarang. Kami menyediakan versi pdf-nya. Anda dapat menekan tombol kematian saat tidur.pdf di bawah ini untuk mendownload versi PDF dari artikel ini.

 

Penyebab Meninggal Saat Tidur

  1. Henti Jantung Mendadak

henti jantung
Sumber: pixabay.com

Henti jantung mendadak pada umumnya terjadi akibat gangguan pada sistem listrik jantung Anda.

 

Jantung kita pada umumnya akan berdenyut sebanyak 60-100 kali per menit dalam irama teratur.

 

Apabila gangguan listrik jantung terjadi maka denyut jantung dapat meningkat atau lebih rendah dari nilai normal. Selain itu, denyut jantung bisa menjadi tidak teratur.

 

Kondisi gangguan listrik jantung yang mempengaruhi irama dan denyut jantung ini disebut sebagai aritmia.

 

Aritmia yang parah (aritmia mayor) dapat menyebabkan kematian seseorang hanya beberapa menit setelah kondisi ini terjadi.

 

Mengapa kondisi ini dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

 

Pada dasarnya, kondisi gangguan irama dan denyut jantung akan menyebabkan penurunan aliran darah ke organ tubuh.

 

Termasuk berkurangnya aliran darah menuju otak. Otak akan mengalami kondisi kekurangan oksigen karena kurangnya aliran darah.

 

Kondisi ini akan berujung pada kematian sel otak beberapa menit kemudian.

 

Hal tersebut yang menyebabkan kematian saat tidur.

 

 

  1. Meninggal Saat Tidur Karena Gas CO

keracunan karbon monoksida
Sumber: pixabay.com

Karbon monoksida (CO), adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau.

 

Gas ini dapat menyebabkan kematian bila dihirup dan terlalu banyak masuk ke dalam paru-paru Anda.

 

Gas ini banyak ditemukan pada asap yang berasal dari mobil, perapian, kompor gas, tungku, dan bahkan genset listrik.

 

Gas ini hampir mustahil untuk dideteksi secara kasat mata kecuali dengan menggunakan detektor karbon monoksida.

 

Lalu, mengapa keracunan gas karbon monoksida dapat menyebabkan kejadian meninggal saat tidur??

 

Gas karbon monoksida merupakan gas memiliki tingkat ikatan kuat dengan hemoglobin dalam darah.

 

Pada kondisi normal, hemoglobin dalam darah akan berikatan dengan oksigen dan membawa oksigen ke seluruh tubuh.

 

Pada kondisi keracunan karbon monoksida, gas CO lebih banyak berikatan dengan hemoglobin sehingga gas oksigen tersingkirkan.

 

Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen. Bila Anda sadar bahwa tubuh Anda mengalami kekurangan oksigen maka Anda akan mengalami gejala pusing, kelemahan otot, sakit kepala, atau sakit perut.

 

Tapi, ketika Anda tidur dan menghirup sejumlah besar karbon monoksida.

 

Anda dapat meninggal saat tidur bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda telah memasukkan terlalu banyak zat karbon monoksida ini dalam tubuh Anda.

 

 

  1. Infark Miokard (Serangan Jantung)

serangan jantung
Sumber: pixabay.com

Serangan jantung adalah salah satu penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika Anda sedang tertidur pulas.

 

Tapi, sebagian besar pasien yang mengalami serangan jantung ketika tidur akan terbangun karena nyeri dada sebelah kiri yang mereka rasakan.

 

Nyeri ini terkadang muncul sebagai suatu perasaan yang paling menyakitkan sepanjang kehidupan orang-orang yang mengalami serangan jantung.

 

Sebagian kecil kasus, serangan jantung ini akan menyebabkan kejadian meninggal saat tidur.

 

Mengapa hal ini terjadi?

 

Kondisi serangan jantung pada dasarnya muncul karena sel otot jantung kekurangan suplai oksigen.

 

Suplai oksigen sel otot jantung ini pada kondisi normal diberikan oleh arteri atau pembuluh darah jantung (koroner).

 

Sumbatan pada pembuluh darah koroner akan menyebabkan sel otot kekurangan oksigen hingga kematian sel otot jantung.

 

Kondisi kematian sel inilah yang disebut infark sedangkan miokard sendiri adalah bahasa latin untuk otot jantung.

 

Serangan jantung butuh pertolongan medis segera karena merupakan kondisi gawat darurat.

 

Bagaimana Anda mendapatkan pertolongan medis segera bila Anda mengalami kondisi ini ketika tidur?

 

 

  1. Aneurisma Serebral

aneurisma otak
Sumber: pixabay.com

Aneurisma serebral, juga dikenal sebagai aneurisma otak, pada dasarnya adalah titik lemah di dinding pembuluh darah di otak.

 

Aneurisma ini ibarat balon tipis pada dinding pembuluh darah yang juga terisi darah.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika darah dipompa oleh jantung melalui pembuluh darah arteri, ia terus melemah dan membengkak.

 

Jika tekanannya meningkat terlalu banyak, bisa terjadi robekan (pecah) atau dalam istilah medis disebut sebagai aneurisma.

 

Bagaimana kondisi ini dapat menyebabkan kematian saat tidur?

 

Ketika aneurisma pecah, pendarahan biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik.

 

Tetapi darah akan membeku, menggumpal, dan menekan sel-sel otak lainnya.

 

Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak di sekitarnya dan dapat meningkatkan tekanan di dalam tengkorak.

 

Jika tekanan meningkat terlalu banyak, kondisi ini dapat dengan cepat berubah fatal.

 

Batang otak dapat tertekan, menghentikan proses pernapasan Anda dan berujung pada kematian.

 

 

  1. Obstructive Sleep Apnea

obstructive sleep apnea
Sumber: pixabay.com

Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur di mana pasien berulang kali mengalami henti napas lalu memulai kembali proses pernapasan mereka selama tidur.

 

OSA sejauh ini adalah jenis sleep apnea yang paling umum dan ternyata kondisi ini juga merupakan alasan yang paling mungkin bahwa seseorang dapat meninggal saat tidur.

 

Jenis sleep apnea ini secara harfiah disebabkan oleh obstruksi yang menghalangi jalan napas.

 

Obstruksi atau sumbatan ini biasanya disebabkan oleh otot-otot tenggorokan yang kendur, meskipun otot dan lidah, uvula (anak tekak), amandel, dan bagian lunak pada langit-langit rongga mulut semuanya dapat berperan.

 

Diperkirakan bahwa sebanyak 22 juta orang Amerika menderita sleep apnea tetapi 80 persen kasus tidak terdiagnosis.

 

Hal ini menjadikannya sebagai “silent killer” sejati yang masih belum diketahui banyak orang.

 

Lalu mengapa OSA dapat menyebabkan seseorang meninggal saat tidur?

Orang-orang yang mengalami OSA tentu saja akan mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah secara tiba-tiba ketika mereka berhenti bernafas.

 

Dan jika mereka sudah berisiko terkena serangan jantung, stroke, atau gagal jantung, maka OSA bisa menjadi pemicu yang membuat kejadian henti jantung mendadak

 

Dalam kasus seperti ini, seperti yang telah disampaikan pula di atas kematian dapat terjadi sebelum korban bahkan memiliki kesempatan bangun.

 

 

Kesimpulan

Itulah beberapa kondisi medis yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami kematian saat tidur.

 

Kondisi-kondisi tersebut adalah bagian-bagian dari penyakit tidak menular.

 

Sebagian besar kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan perbaikan pola hidup sehat dan olahraga teratur.

 

Pencegahan adalah hal yang paling penting dan harus kita lakukan dari sekarang.

 

Semoga hal-hal tersebut tidak terjadi pada diri Anda.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan komentar terkait dengan kondisi medis yang menyebabkan peristiwa ini silakan tuliskan di kolom kometar.

 

antibiotik rasional

Antibiotik: Penggunaan Rasional Antibiotik Pada ISPA

Sebagian besar obat antibiotik diresepkan pada pasien rawat jalan. Terutama untuk kondisi infeksi saluran napas, otitis media akut, infeksi saluran kemih, dan masalah terkait kulit.

Hasil penelitian yang diterbitkan pada jurnal Clinical Infectious Diseases  menyatakan bahwa lebih dari setengah obat antibiotik yang diresepkan untuk pasien rawat jalan adalah tidak sesuai.

 

Sedangkan sebesar 30% pemberian antibiotik ternyata tidak dibutuhkan.

 

Sebagian besar penelitian menggunakan pendapat ahli atau definisi berdasarkan pedoman terapi yang tepat untuk menilai ketepatan penggunaan obat ini.

 

Penggunaan tidak tepat didefinisikan sebagai:

  • Penggunaan anti mikroba tidak direkomendasikan pada pedoman pengobatan ATAU
  • Penggunaan anti mikroba pada organisme resistan obat

 

Sedangkan penggunaan yang tidak perlu atau tidak dibutuhkan didefinisikan sebagai

  • Penggunaan anti mikroba untuk gangguan atau penyakit non infeksi
  • Penggunaan antibiotik pada kondisi infeksi non bakteri
  • Durasi penggunaan obat sebagai terapi yang melebihi waktu manfaat
  • Terapi anti mikroba yang mubazir (menggunakan ≥ 2 jenis obat dengan aktivitas melawan bakteri yang sama)
  • Melanjutkan terapi spektrum luas empiris setelah organisme penyebab infeksi dan uji sensitivitas antibiotik telah diketahui

 

Terdapat pula istilah penggunaan anti mikroba sub optimal yang didefinisikan sebagai kesalahan dalam:

  • Pemilihan jenis agen
  • Rute pemberian
  • Dosis obat

 

Penggunaan rasional antibiotik merujuk kepada pemberian antibiotik hanya pada pasien yang diharapkan mendapatkan manfaat dari pemberian obat tersebut dengan:

  • menentukan kemungkinan infeksi bakteri
  • Menimbang manfaat vs bahaya terapi antibiotik untuk pasien dengan infeksi bakteri yang sangat mungkin atau terkonfirmasi
  • memilih agen spektrum sempit yang tepat dan dosis, rute, dan durasi terapi yang tepat

 

 

Pada artikel ini Anda akan menemukan pendekatan rasional penggunaan antibiotik khususnya untuk pasien rawat jalan.

 

Bila Anda tidak punya cukup waktu untuk membaca artikel ini sekarang. Kami menyediakan versi Antibiotik.pdf untuk artikel ini. Anda dapat mengunduhnya dengan klik tombol di bawah ini.

 

 

Latar Belakang

antibiotik
sumber: pixabay.com

Penggunaan anti mikroba yang tidak sesuai berhubungan dengan berbagai konsekuensi yang tidak menguntungkan termasuk:

  1. berkembangnya organisme resistan-antibiotik
  2. kejadian efek samping seperti:
    • reaksi efek samping ringan misalnya ruam atau diare
    • respons hipersensitivitas yang mengancam jiwa seperti sindrom Steven-Johnson atau anafilaksis
    • infeksi Clostridium difficile
    • reaksi dari interaksi antar obat
  3. biaya pengobatan yang meningkat

 

Resistansi anti mikroba menjadi isu kesehatan masyarakat yang cukup besar.

 

Kondisi ini merupakan ancaman terhadap pencegahan dan pengobatan berbagai jenis infeksi.

 

Resistansi sendiri merupakan proses alami pada bakteri. Bakteri akan mengembangkan resistansi lebih cepat karena penggunaan atau salah guna agen anti mikroba.

 

Beberapa isu besar yang menjadi perhatian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) termasuk:

  • carbapenem-resistant Enterobacteriaceae (CRE)
  • drug-resistant Neisseria gonorrhoeae

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memiliki beberapa isu terkait resistansi obat yang menjadi perhatian besar mereka seperti:

  • resistansi Escherichia coli (bakteri penyebab umum infeksi saluran kemih, infeksi darah, infeksi intra abdomen, dan infeksi terkait kebersihan lingkungan dan makanan) terhadap cephalosporins generasi ketiga dan fluoroquinolone
  • resistansi Klebsiella pneumoniae terhadap cephalosporins generasi ketiga dan karbapenem
  • resistansi Staphylococcus aureus terhadap methicillin
  • resistansi Streptococcus pneumoniae terhadap penicillin
  • resistansi spesies nontyphoidal Salmonella dan Shigella terhadap fluoroquinolones
  • resistansi gonorrhoeae terhadap cephalosporins generasi ketiga

 

 

Pendekatan Dalam Menurunkan Kejadian Resistansi Antibiotik

pil antibiotik
sumber: pixabay.com

Pendekatan rasional penggunaan anti mikroba merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi resistensi anti mikroba.

Tujuan dari program ini adalah untuk:

  • memaksimalkan penggunaan antibiotik yang sesuai untuk mencapai outcome klinis optimal
  • mengurangi efek samping terkait antibiotik, seperti infeksi Difficile
  • mengurangi kemunculan resistansi antibiotik
  • menurunkan biaya kesehatan

 

Selain itu, program ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada pasien terkait dengan:

  • kapan anti mikroba dibutuhkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan klinis
  • potensi efek buruk dari terapi anti mikroba
  • kapan harus menemui dokter jika gejala tidak membaik atau memburuk
  • penggunaan dan durasi terapi yang tepat.

 

Versi lebih lengkap dari laporan dan program ini dapat dilihat dengan menekan link berikut.

 

WHO 2014 Antimicrobial Resistance Global Report WHO 2014 Apr PDF

Clin Infect Dis 2007 Jan 15;44(2):159

CDC 2013 PDF

 

 

Pemberian Antibiotik Yang Tidak Sesuai Untuk Pasien Rawat Jalan

resistensi antibiotik
sumber: pixabay.com

Kriteria standar yang memuat pemberian antibiotik yang sesuai hingga saat ini belum tersedia. Upaya untuk mendefinisikan ketidaksesuaian terhalang oleh berbagai skenario klinis.

 

Sebagian besar penelitian menggunakan pendapat pakar atau definisi berdasarkan pedoman untuk terapi yang sesuai dalam menilai kecocokan pemberian anti mikroba.

 

Proses mendefinisikan indikator kualitas dan metode untuk menentukan ketepatan penggunaan anti mikroba berdasarkan kriteria obyektif masih diperlukan.

 

Kriteria yang saat ini digunakan telah kami tuliskan pada bagian awal artikel ini.

 

Untuk versi lebih lengkapnya Anda dapat melihatnya pada jurnal berikut:

 

Clin Infect Dis 2016 Dec 15;63(12):1639

 

 

Tingkat Penggunaan Antibiotik Secara Tidak Tepat

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam JAMA 2016 May 3;315(17):1864 sekitar 30% dari seluruh anti mikroba yang diresepkan di Amerika Serikat adalah tidak tepat.

 

Meskipun demikian, penelitian lainnya menyatakan bahwa 50% hingga 80% anak-anak yang memerlukan antibiotik untuk infeksi saluran pernapasan atas di Belanda mendapatkan pengobatan dengan anti mikroba lini pertama sesuai dengan rekomendasi pedoman praktik klinis. (J Antimicrob Chemother 2016 Jun;71(6):1707)

 

Angka yang lebih kecil dilaporkan untuk pengobatan sinusitis, otitis media, atau faringitis di Amerika Serikat yang mendapatkan pengobatan menggunakan anti mikroba lini pertama sesuai rekomendasi pedoman praktik klinis. (JAMA Intern Med 2016 Dec 1;176(12):1870)

 

 

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Yang Tidak Cepat

anti mikroba
sumber: pixabay.com

Berdasarkan tinjuan sistematik dari penelitian observasional disimpulkan bahwa:

 

“Persepsi dokter terhadap keinginan pasien mendapatkan antibiotik berhubungan dengan peningkatan kemungkinan kesalahan pemberian obat ini pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan.-Antimicrob Agents Chemother 2016 Jul;60(7):4106 full-text

 

 

Pasien dengan infeksi pernapasan yang datang ke unit gawat darurat lebih jarang diberikan pengobatan menggunakan anti mikroba tapi agen anti mikroba bila diberikan selalu menggunakan spektrum luas. (J Antimicrob Chemother 2014 Jan;69(1):234)

 

Disisi lain, perawatan di rumah sakit dan perawatan di layanan kesehatan komunitas masing-masing berhubungan dengan peresepan antibiotik yang tidak tepat bila dibandingkan dengan perawatan di unit gawat darurat untuk pasien dengan infeksi saluran napas. (Open Forum Infect Dis 2016 Feb 23;3(1):ofw045 full-text)

 

Pasien lanjut usia dan kunjungan ke spesialis penyakit dalam juga berhubungan dengan pemberian agen golongan fluorokuinolon pada wanita dengan infeksi saluran kemih tanpa komplikasi. (Open Forum Infect Dis 2016 Aug 2;3(3):ofw159 full-text)

 

Faktor lainnya yang berhubungan dengan pemberian obat anti mikroba yang tidak tepat adalah alergi penisilin dan batuk yang dikeluhkan pasien dengan infeksi saluran napas atas non spesifik. (Antimicrob Agents Chemother 2015 Jul;59(7):3848 full-text)

 

 

Penggunaan Antibiotik Rasional

obat antibiotik
sumber: pixabay.com

Infeksi Saluran Napas Non Spesifik (Infeksi Saluran Napas Atas)

Infeksi saluran napas atas (ISPA) atau common cold merupakan diagnosis yang paling sering dijumpai pada pasien rawat jalan.

 

Sebagian besar ISPA disebabkan oleh virus dan antibiotik bukan merupakan pengobatan yang efektif.

 

Tujuan pengobatan kondisi ini adalah perbaikan dan hilangnya gejala.

Beberapa rekomendasi penolakan penggunaan anti mikroba untuk kondisi ISPA antara lain:

 

  • American College of Physicians/Centers for Disease Control and Prevention (ACP/CDC) recommends against using antibiotics for the common cold.(2)
  • American Academy of Family Physicians (AAFP) recommends against using antibiotics for the treatment of cold symptoms in children or adults (Am Fam Physician 2012 Jul 15;86(2):153full-text)
  • American Academy of Pediatrics recommends against using antibiotics for apparent viral respiratory illnesses including sinusitis, pharyngitis, and bronchitis (Choosing Wisely 2014 Mar 17)
  • Canadian Medical Association (CMA) Forum on General and Family Practice Issues, and College of Family Physicians of Canada recommend against using antibiotics for upper respiratory infections that are likely viral in origin, such as influenza-like illness, or self-limiting, such as sinus infections of < 7-day duration (Choosing Wisely Canada 2014 Oct 29)
  • Australasian Society for Infectious Diseases recommends avoiding prescription of antibiotics for upper respiratory tract infection (Choosing Wisely Australia 2016 Mar 1)

 

Dokter  harus memberikan edukasi kepada pasien terkait dengan:

  • Gejala dapat berlangsung hingga 2 minggu
  • Antibiotik tidak dibutuhkan dan dapat menyebabkan efek samping
  • Penggunaan antibiotik yang tidak perlu pada situasi infeksi virus tidak memberikan keuntungan terapeutik pada pasien dan berkontribusi terhadap resistansi antibiotik
  • Risiko dan keuntungan dari terapi simtomatis
  • Pentingnya untuk kembali memeriksakan diri jika gejala memburuk atau berlangsung lebih dari 2 minggu.

 

 

Bronkitis Akut

Tidak kriteria diagnosis yang jelas tersedia untuk bronkitis akut. Pasien dengan akut bronkitis biasanya datang dengan keluhan:

  • Batuk produktif atau non produktif yang berlangsung lebih dari 6 minggu
  • Gejala konstitusional ringan mirip dengan pasien infeksi saluran pernapasan bagian atas

 

Terapi anti mikroba rutin tidak direkomendasikan untuk akut bronkitis tanpa komplikasi, terlepas dari durasi batuknya.

 

Pasien dengan bronkitis akut akan mendapatkan keuntungan dari pemberian obat pereda gejala.

 

Rekomendasi terkait anti mikroba untuk diagnosis bronkitis akut antara lain:

  • American College of Physicians/Centers for Disease Control and Prevention (ACP/CDC) do not recommend routine antibiotic treatment for uncomplicated acute bronchitis, regardless of duration of cough, unless pneumonia suspected. (2)
  • American Academy of Pediatrics (AAP) principles of judicious antibiotic prescribing for upper respiratory tract infections (URI) in pediatrics do not recommend antibiotics for common cold, nonspecific upper respiratory infection, acute cough illness, and acute bronchitis(1)
  • National Institute for Health and Care Excellence (NICE) recommends a no antibiotic strategy or a delayed antibiotic prescribing strategy for adults and children > 3 months old with acute cough/acute bronchitis (NICE 2008 Jul:CG69PDF), reaffirmed February 2014, summary can be found in BMJ 2008 Jul 23;337:a437, editorial can be found in BMJ 2008 Jul 23;337:a656
  • Canadian Association of Emergency Physicians recommends avoiding use of antibiotics in adults with bronchitis/asthma (Choosing Wisely Canada 2015 Jun 2)

 

Jika disangkakan diagnosis pertusis, lakukan pemeriksaan diagnostik dan mulai terapi anti mikroba.( N Engl J Med 2006 Nov 16;355(20):2125 full-text)

 

Terapi anti mikroba pada pasien dewasa dengan dugaan pertusis direkomendasikan terutama untuk mengurangi patogen dan penyebaran penyakit.

 

Terapi anti mikroba pada pasien dengan dugaan pertusis juga menunjukkan percepatan resolusi gejala.

 

 

Pengobatan Simtomatis ISPA Non Spesifik

Tujuan pengobatan ISPA non spesifik adalah untuk perbaikan gejala. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

 

Pada anak-anak:

  • Suction nasal
  • Terapi inhalasi
  • Irigasi nasal
  • Menggunakan humidifer ruangan
  • Berikan asupan cairan yang cukup
  • Elevasi kepala ketika berbaring
  • Berkumur dengan larutan garam (seperempat sampai setengah sendok makan larutkan dengan 200 mL air hangat)
  • Istirahat yang cukup

 

Pada orang dewasa:

  • Istirahat yang cukup
  • Hidrasi dan nutrisi adekuat

 

Beberapa obat bebas dan terapi alternatif yang efektif untuk meringankan gejala antara lain:

 

Pada anak-anak:

  • madu dapat membantu meredakan batuk dan meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak> 1 tahun
  • Ekstrak pelargonium sidoides (geranium) dapat membantu meredakan batuk
  • Vapor yang dioleskan pada dada dan leher dapat mengurangi gejala batuk dan meningkatkan kualitas tidur
  • zinc sulfate berhubungan dengan pengurangan durasi gejala ketika dikonsumsi dalam 24 jam setelah onset ISPA muncul
  • kortikosteroid inhalasi dosis tinggi dapat mengurangi gejala wheezing
  • acetylcysteine (umumnya digunakan di Eropa) selama 6-7 hari dapat meredakan batuk pada anak-anak usia > 2 tahun

 

Pada orang dewasa:

  • Dekongestan oral dan topikal mungkin agak efektif untuk meredakan gejala jangka pendek
  • Kombinasi antihistamin generasi pertama dan dekongestan dapat membantu meredakan gejala umum, gejala terkait hidung, dan batuk
  • Ipratropium dapat membantu meredakan batuk
  • obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) efektif untuk menghilangkan rasa sakit
  • Ekstrak sidoides (geranium) dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala
  • Echinacea purpura pada awal penyakit dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala
  • Andrographis paniculata dapat meredakan gejala
  • Zinc acetate atau glukonat berhubungan dengan pengurangan durasi gejala ketika dikonsumsi dalam 24 jam setelah onset

 

Pedoman lengkap untuk pengobatan simptomatis pada pasien dengan ISPA dapat diunduh pada link di bawah ini:

Am Fam Physician 2012 Jul 15;86(2):153 full-text

ICSI 2013 Jan PDF

 

FDA (BPOM-nya Amerika Serikat) merekomendasikan untuk tidak menggunakan produk obat bebas atau resep obat batuk pada anak yang berusia < 2 tahun dan mendukung untuk menggunakan obat batuk pada anak < 2 tahun. (FDA Press Release 2008 Jan 17)

 

Rekomendasi ini termasuk termasuk obat bebas berupa:

  • Dekongestan
  • Ekspektoran
  • Anti histamin, dan
  • Antitusif

 

Larangan ini dibuat karena terkait dengan efek samping yang serius bahkan mengancam jiwa.

 

Efek samping tersebut termasuk:

  • Kematian
  • Kejang
  • Peningkatan denyut nadi
  • Penurunan kesadaran

 

Rekomendasi yang sama juga disampaikan oleh American Academy of Pediatrics (APA). APA merekomendasikan untuk tidak meresepkan atau merekomendasikan obat batuk dan pilek untuk penyakit ISPA pada anak-anak <4 tahun. (Choosing Wisely 2014 Mar 17)

 

Bila Anda ingin mengajukan pertanyaan atau pendapat terkait artikel ini, silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi Utama
  1. Hersh AL, Jackson MA, Hicks LA, American Academy of Pediatrics Committee on Infectious Diseases. Principles of judicious antibiotic prescribing for upper respiratory tract infections in pediatrics.  2013 Dec;132(6):1146-54full-text
  2. Harris AM, Hicks LA, Qaseem A. Appropriate Antibiotic Use for Acute Respiratory Tract Infection in Adults: Advice for High-Value Care From the American College of Physicians and the Centers for Disease Control and Prevention. Ann Intern Med. 2016 Mar 15;164(6):425-34, summary for patients can be found in Ann Intern Med 2016 Mar 15;164(6):I34
  3. Sanchez GV, Fleming-Dutra KE, Roberts RM, Hicks LA. Core Elements of Outpatient Antibiotic Stewardship. MMWR Recomm Rep. 2016 Nov 11;65(6):1-12
haruskah anda mengonsumsi kafein

Kafein: Haruskah Anda Mengonsumsi Kafein?

Kafein adalah senyawa kimia yang ditemukan dalam banyak minuman. Substansi ini adalah bahan alami yang ditemukan pada beberapa minuman, seperti kopi dan teh. Selain itu, secara artifisial ditambahkan pada minuman seperti soda dan banyak minuman energi. Zat ini juga ditemukan pada makanan tertentu, seperti coklat.

kafein bagi tubuh
Sumber: pixabay.com

Zat ini paling dikenal sebagai stimulan yang membantu orang merasa lebih terjaga dan lebih berenergi.

 

Mahasiswa sering minum kopi atau soda untuk membantu mereka tetap terjaga saat belajar. Demikian pula, para pekerja minum minuman berkafein di siang hari untuk tetap waspada dan merasa lebih bertenaga.

 

Dari minuman berkafein yang umum tersedia, kopi merupakan minuman berkafein paling banyak. Yaitu sekitar 130 miligram setiap cangkir delapan oz atau sekitar 230 mL.

 

Teh mengandung hampir 50 miligram dalam ukuran porsi yang sama. Sedangkan minuman soda mengandung sekitar 20 miligram. Sebagian besar minuman energi mengandung sekitar 80 miligram.

 

Para pengamat mencatat bahwa, selama beberapa ratus tahun terakhir, jadwal tidur manusia telah berubah secara signifikan. Terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan untuk bekerja. Sedangkan waktu untuk tidur berkurang.

 

Jurnalis T. R. Reid menulis di National Geographic bahwa perubahan jadwal kerja telah meningkatkan konsumsi minuman berkafein. Reid berpendapat,

 

“Kafein adalah obat yang membuat dunia modern menjadi mungkin. Dan semakin modern dunia kita, semakin kita membutuhkannya. Tanpa kopi yang berguna untuk mengeluarkan kita dari tempat tidur dan kembali bekerja, masyarakat 24 jam pada negara maju tidak dapat terwujud.”

 

Versi PDF Dari Artikel Ini Dapat Anda Unduh Pada Dengan Menekan Tombol Di Bawah Ini

 

Pro dan Kontra Konsumsi Kafein

segelas kafein
Sumber: pixabay.com

Beberapa orang sudah lama takut kafein tidak sehat. Memang, zat itu adiktif dan sering digambarkan sebagai obat. Menghilangkan asupan kafein tiba-tiba setelah periode konsumsi yang lama dapat menjadi kejutan bagi sistem tubuh seseorang dan sering menyebabkan gejala penarikan diri atau putus obat (withdrawal), seperti sakit kepala dan iritabilitas.

 

Banyak ahli mengatakan bahwa kafein, meskipun sifatnya adiktif, relatif tidak berbahaya. Menggambarkan kafein sebagai obat, menurut mereka adalah suatu hal yang menyesatkan, karena kafein jauh lebih aman daripada kebanyakan zat adiktif lainnya, seperti alkohol atau nikotin.

 

Efek kesehatan langsung dari kafein masih diperdebatkan, dengan beberapa peneliti melaporkan bahwa zat membantu orang-orang tertentu menangkal penyakit tertentu sementara membuat orang lain rentan terhadap kondisi tertentu.

 

Kepercayaan ilmiah yang paling luas adalah bahwa kafein aman dalam jumlah sedang sekitar 250 miligram per hari, atau setara dengan dua atau tiga cangkir kecil kopi. Tapi dapat berbahaya dalam porsi yang jauh lebih besar.

 

Apakah kafein sehat atau berbahaya? Haruskah orang bergantung padanya untuk membantu mereka melewati hari-hari mereka?

 

Orang yang pro berpendapat bahwa kafein tidak memberikan bahaya nyata selain dari sifat adiktifnya, dan mungkin memiliki manfaat kesehatan yang besar.

 

Zat ini membantu orang-orang lebih fokus dan bekerja lebih baik di tempat kerja, dan dapat mengarah pada masyarakat yang lebih produktif.

 

Selain itu, pendukung berpendapat, gejala penarikan atau putus obat yang dialami orang ketika mereka berhenti konsumsi kafein tidak terlalu parah dan tidak berlangsung lama, membuat substansi ini relatif tidak berbahaya.

 

Orang yang kontra berpendapat bahwa kafein adalah obat adiktif dan harus dihindari. Seperti halnya obat, mereka berpendapat, kafein menyebabkan pengguna menjadi ketergantungan, dan bisa ada gejala penarikan yang tidak menyenangkan ketika mereka berhenti mengonsumsinya.

 

Asupan kafein dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan serangan jantung menurut para kritikus kafein.

 

Kritikus berpendapat bahwa, meskipun kafein berfungsi sebagai stimulan, tetapi juga dapat menghasilkan efek stres dan kecemasan.

 

Ada cara yang jauh lebih sehat dan lebih alami untuk mendapatkan dosis energi, kata para kritikus, seperti tidur lebih banyak atau berolahraga.

 

Sebelum membahas lebih lanjut terkait pro dan kontra kafein ini maka ada baiknya Anda mengetahui sejarah kafein dan apa saja efeknya terhadap tubuh.

 

Sejarah Kafein

kafein
Sumber: pixabay.com

Kopi dan teh telah dikonsumsi oleh manusia selama ribuan tahun.  Untuk sebagian besar waktu itu, keduanya adalah sumber utama asupan kafein.

 

Penggunaan kopi dan teh sebagai stimulan berasal dari sejarah manusia yang tercatat paling awal. Penyair Yunani, Homer, yang hidup pada abad ke-9 dan ke-8 SM. dan menulis karya sastra klasik The Iliad dan The Odyssey, menyebutkan minuman yang dapat membantu orang tetap terjaga; sejarawan percaya bahwa dia mengacu pada teh.

 

Pada zaman kuno, kopi paling populer di Timur Tengah dan Afrika Utara, sementara teh umumnya dianggap berasal dari China. Penggunaan kopi sebagai stimulan selama ritual keagamaan yang panjang di Timur Tengah telah didokumentasikan, dengan para peserta minum kopi untuk membantu mereka tetap terjaga.

 

Kopi dan teh akhirnya dibawa ke bagian lain dunia oleh para penjelajah. Selama bertahun-tahun, kopi dikritik oleh tokoh agama, yang mengklaim bahwa substansi itu adalah instrumen kejahatan.

 

Pada tahun 1819, ahli kimia Jerman Friedlieb Ferdinand Runge mengidentifikasi kafein sebagai bahan dalam kopi yang bertindak sebagai stimulan.

 

Pada tahun 1903, pedagang kopi Jerman Ludwig Roselius dan asistennya Karl Wimmer menemukan proses dekafeinasi, yang mengekstraksi kafein dari biji kopi. Selain memungkinkan orang untuk minum kopi tanpa kafein, proses dekafeinasi memungkinkan produsen makanan dan minuman untuk menambahkan kafein ke minuman dan obat-obatan lainnya.

 

Minuman berkafein menjadi sangat populer di AS dan Inggris selama akhir abad 19 dan awal 20, ketika orang pindah dari daerah pedesaan ke kota-kota besar dan mulai bekerja berjam-jam di pabrik.

 

Pada 1940, AS adalah konsumen kopi terbesar di dunia. Akhirnya, pabrik pembuat obat sakit kepala mulai memasukkan dosis kecil kafein untuk mengurangi sakit kepala.

 

Dimasukkannya kafein dalam obat sakit kepala ini yang sering dikaitkan dengan gejala penarikan.

 

Salah satu obat-obatan itu adalah Excedrin, yang mengandung kafein sejak tahun 1960.

 

Kopi dan teh adalah dua minuman paling populer di seluruh dunia. Meskipun keduanya sering diseduh di rumah, kedai kopi ritel telah menjadi bisnis utama.

 

Dunkin’ Donuts, J-CO, Excelso dan Starbucks menghasilkan miliaran dolar setiap tahun hanya dari penjualan kopi.

 

 

Efek Kafein Terhadap Tubuh

kafein dalam kopi
Sumber: pixabay.com

Kafein adalah bagian dari kelas bahan kimia yang dikenal sebagai xanthines, yang dapat merangsang sistem saraf.

 

Zat ini dikenal bertindak cepat, bergerak cepat ke otak dan mempengaruhi pengguna dalam hitungan menit.

 

Kafein memiliki rasa pahit, yang biasanya dikurangi dalam minuman dengan menambahkan bahan lain, seperti susu, madu atau gula.

 

Efek terhadap kimia otak

Para ahli mengatakan bahwa efek kafein sebagai hasil stimulan dari kemampuannya untuk memblokir zat kimia yang dikenal sebagai adenosin.

 

Adenosis adalah zat yang dikirim oleh tubuh ke otak untuk mengatakan bahwa tubuh telah lelah dan perlu tidur.

 

Kafein memotong adenosine, mengubah pesan ‘Saya lelah,’ menjadi ‘Saya sangat terjaga’.

 

Oleh karena itu disarankan bahwa orang tidak mengonsumsi kafein dalam waktu enam jam sebelum tidur .

 

Zat ini juga meningkatkan produksi dopamin, zat kimia yang mirip dengan adrenalin yang dapat mempengaruhi emosi seseorang.

 

Senyawa ini dapat secara signifikan meningkatkan mood seseorang, meskipun para ahli menekankan bahwa terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat membuat seseorang mudah tersinggung.

 

Efek diuretik kafein

Zat ini juga bertindak sebagai diuretik, menyebabkan peningkatan buang air kecil. Bahkan, beberapa ahli mengatakan bahwa zat ini dapat menyebabkan kekurangan kalsium, karena peningkatan jumlah kalsium dibuang dalam urine.

 

Namun, para ahli tersebut mencatat, jumlah kalsium yang hilang saat buang air kecil dapat diimbangi dengan sejumlah kecil susu, kira-kira jumlah susu yang sama yang akan ditambahkan ke secangkir kopi.

 

Efek terhadap denyut jantung

Zat ini juga meningkatkan denyut jantung, meskipun tidak sampai batas yang membahayakan ketika dikonsumsi dalam dosis kecil.

 

Para ahli juga menekankan bahwa asupan minuman berkafein tidak melawan efek alkohol atau mengurangi keracunan.

 

Penelitian telah menunjukkan hasil yang bertentangan, namun, apakah kafein dapat mengurangi efek hangover. (Para peneliti telah lama berpendapat bahwa kafein tidak dapat meringankan gejala-gejala mabuk, meskipun beberapa penelitian terbaru menunjukkan sebaliknya).

 

Meskipun ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari mengkonsumsi minuman berkafein, ada banyak manfaat potensial yang masih sedang diuji oleh para peneliti.

 

Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini dapat mencegah timbulnya penyakit Alzheimer, serta penyakit Parkinson dan jenis kanker tertentu.

 

 

Pendapat Ahli Tentang Efek Buruk Kafein

kafein dan tubuh
Sumber: pixabay.com

Sebaliknya, meskipun kafein belum ditentukan secara definitif untuk menyebabkan penyakit, beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa hal itu mungkin terkait dengan penyakit jantung, serta kondisi payudara fibrocystic pada wanita.

 

Selain itu, beberapa ahli mengingatkan bahwa minum minuman berkafein dapat merusak pertumbuhan anak-anak karena dapat menyebabkan gangguan tidur nyenyak.

 

Zat ini juga dikatakan dapat meningkatkan tekanan darah seseorang suatu kondisi yang dapat menyebabkan serangan jantung jika tidak diobati dan dipantau meskipun para peneliti mengatakan minuman berkafein tidak memiliki efek yang sama pada tekanan darah orang yang berbeda.

 

Sheldon Sheps, seorang spesialis hipertensi, menulis untuk situs web Mayo Clinic, sebuah organisasi penelitian medis yang berbasis di Rochester, Minnesota.

 

“Beberapa orang yang secara teratur minum minuman berkafein memiliki tekanan darah rata-rata lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum alkohol. Orang lain yang secara teratur minum minuman berkafein mengembangkan toleransi untuk itu. Akibatnya, zat ini tidak memiliki efek jangka panjang pada tekanan darah mereka.”

 

Kebanyakan ahli mengatakan bahwa orang dengan tekanan darah tinggi harus membatasi atau menghindari asupan zat ini.

 

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi zat ini saat hamil dapat meningkatkan risiko keguguran.

 

Beberapa ahli menyarankan bahwa wanita hamil tidak mengonsumsi kopi sama sekali; Namun, yang lain berpendapat bahwa banyak wanita hamil mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak tanpa efek samping. Carolyn Westhoff, seorang profesor kebidanan, ginekologi dan epidemiologi di Columbia University Medical Center di New York City, mengatakan kepada New York Times, bahwa kafein pada ibu hamil tidak berbahaya bila dikonsumsi kurang dari 200 mg per hari.

 

Meskipun zat ini dapat bersifat adiktif, dan secara tiba-tiba menghentikan konsumsinya dapat menyebabkan gejala penarikan, banyak ahli ragu untuk menggambarkannya sebagai gejala penarikan obat.

 

Situs web medis WebMD menjelaskan itu karena:

 

“Zat stimulan ini tidak menyebabkan keparahan penarikan atau perilaku mencari seperti efek penarikan obat yang berbahaya seperti pada narkoba atau alkohol.”

 

Namun, para ahli menyarankan bahwa jika seseorang berhenti mengkonsumsinya, orang itu harus secara bertahap mengurangi asupan, mengkonsumsi sedikit lebih sedikit setiap hari.

 

Beberapa pengamat, mencatat bahwa penelitian terhadap zat stimulan ini mungkin tidak sepenuhnya dapat diandalkan.

 

 

Kesimpulan

Para ahli lebih menekankan bahwa konsumsi kafein dalam batas yang wajar adalah aman bagi kesehatan.

 

Orang-orang yang akan mendapatkan efek negatif dari zat ini bila dikonsumsi secara berlebihan.

 

Disisi lain, toleransi yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lain.

 

Misalnya Anda dapat mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi tanpa mengalami efek samping yang buruk sedangkan teman Anda mungkin merasakan efek sampingnya hanya dengan meminum satu gelas kopi.

 

Jadi pada dasarnya zat ini tidak berbahaya. Tapi, perlu informasikan bahwa zat ini juga dapat menimbulkan efek adiktif kecil dan tidak sebesar alkohol atau nikotin pada rokok.

 

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan pendapat mengenai kafein maka silakan tuliskan di kolom komentar.

Referensi
  1. Ashton, Jennifer. “C Is for Caffeine: Americans Are Jacked on It, Here’s Why.” CBS News, May 7, 2010, cbsnews.com.
  2. Bakalar, Nicholas. “Childhood: A Caffeine Buzz from Soft Drinks.” New York Times, December 16, 2010, nytimes.com.
  3. Blakeslee, Sandra. “Yes, People Are Right. Caffeine Is Addictive.” New York Times, October 5, 1994, nytimes.com
  4. “Caffeine Nation: Diet Coke Addiction.” ABC News, August 4, 2007, abcnews.go.com.
  5. Collins, Karen. “A Cup of Confusion: Is Coffee Healthy or Not?” MSNBC, 2010, msnbc.com.
  6. “Daily Caffeine ‘Protects Brain.'” BBC, April 2, 2008, news.bbc.co.uk.
  7. Goodnough, Abby. “F.D.A. Issues Warning over Alcoholic Energy Drinks.” New York Times, November 17, 2010, nytimes.com.
  8. Grady, Denise. “Pregnancy Problems Tied to Caffeine.” New York Times, January 21, 2008, nytimes.com.
  9. Hensrud, Donald. “Nutrition and Healthy Eating.” Mayo Clinic, accessed January 19, 2011, mayoclinic.com.
  10. Klein, Sarah. “Coffee: Is It Healthier Than You Think?” CNN Health, April 28, 2010, articles.cnn.com.

Amankah Minum Kopi Bagi Ibu Hamil dan Menyusui?

Kopi merupakan minuman paling digemari di seluruh dunia. Tidak hanya digemari oleh pria tapi digemari juga oleh para wanita. Tapi, sebagian besar wanita akan menghentikan kebiasaan mereka untuk minum kopi ketika hamil dan menyusui. Mereka takut kopi yang mereka minum akan mempengaruhi kehamilan dan ASI mereka. Lalu, amankah minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui?

 

Artikel ini akan mencoba untuk memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Pada artikel ini Anda akan menemukan beberapa topik yang akan kami bahas antara lain:

  • Amankah kopi bagi ibu hamil?
  • Berapa cangkir kopi yang dapat dikonsumsi ibu hamil?
  • Minum kopi bagi ibu menyusui
  • Efek kafein terhadap air susu ibu
  • Efek kafein terhadap bayi, dan
  • Efek kopi pada ibu menyusui

 

 

Minum Kopi Bagi Ibu Hamil: Aman?

Kehamilan adalah salah satu periode paling penting dan sensitif dalam kehidupan seorang wanita.

 

Karena itu, sangat penting bagi wanita hamil untuk makan makanan dan minuman sehat.

 

Ibu hamil harus memperhatikan dengan seksama apa yang mereka makan dan minum serta harus memastikan diri untuk menghindari makanan dan minuman yang berbahaya.

 

Beberapa makanan dan minuman harus dikurangi konsumsinya sedangkan beberapa makanan dan minuman lainnya sama sekali tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama kehamilan.

 

Apakah kopi termasuk salah satu minuman yang harus dikurangi konsumsinya selama kehamilan?

 

Atau malah menjadi minuman yang dilarang untuk dikonsumsi. Apakah tidak boleh minum kopi bagi ibu hamil?

 

Jawabannya: kopi merupakan minuman yang harus dikurangi asupannya selama kehamilan.

 

Kopi memiliki kandungan senyawa stimulan aktif yang kita kenal sebagai kafein.

 

Kafein ini juga ditemukan pada teh, coklat, dan kola.

 

Ibu hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein mereka menjadi kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi.

 

Kafein diserap sangat cepat dan dapat dengan mudah melewati sawar darah ibu ke dalam plasenta dan janin dalam kandungan.

 

Kondisi ini menyebabkan ibu hamil harus membatasi konsumsi kafein.

 

Selain itu, pembatasan konsumsi kafein pada ibu hamil ini dikarenakan bayi yang masih dalam kandungan dan plasenta mereka tidak memiliki enzim utama yang diperlukan untuk memetabolisme kafein.

 

Sehingga kadar kafein pada janin dalam kandungan dapat meningkat dan tidak dapat dibuang oleh janin dalam kandungan.

 

Bila ibu hamil terlalu banyak minum kopi, kemudian terjadi peningkatan kadar kafein dalam aliran darah ibu dan janin, kondisi ini akan menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan.

 

Selain menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan. Kondisi ini juga dapat mengakibatkan berat badan bayi lahir rendah.

 

Berat badan lahir rendah ini diartikan sebagai berat badan lahir kurang dari 2500 gr atau 2,5 kg.

 

Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian bayi dan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung yang lebih tinggi ketika dewasa.

 

Jadi, Amankah minum kopi bagi ibu hamil?

 

Jawabannya adalah “AMAN” selagi tidak lebih dari asupan kafein mereka menjadi kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi per hari.

 

Sebelum melanjutkan, Bila Anda Tertarik Dengan Artikel Terkait dengan Kopi dan Kafein Maka Anda Dapat Membaca Artikel Terkait Kopi Lainnya pada Link Berikut Ini:

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

Peminum Kopi Lebih Panjang Umur: Fakta atau Mitos?

Mengenal Lebih Dekat Senyawa Kafein

Waspadai Efek Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Minum Kopi Bagi Ibu Menyusui

Bila Anda seorang wanita yang sebelum menyusui merupakan pencinta kopi.

 

Maka, Anda tidak perlu berhenti minum kopi jika Anda sedang menyusui.

 

Asupan kafein dari kopi dalam jumlah sedang atau setara dengan sekitar dua hingga tiga cangkir kopi setiap hari tidak akan berdampak buruk pada bayi Anda.

 

Perlu diingat bahwa kandungan kafein dalam secangkir kopi dapat bervariasi tergantung pada jenis biji kopi.

 

Para ahli merekomendasikan untuk mempertahankan asupan kafein sekitar 200 hingga 300 miligram sebagai tingkat “AMAN” setiap hari.

 

Waspada bila Anda mengonsumsi kopi instan atau kopi sachet karena kopi jenis ini memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi.

 

Kemudian apakah minum kopi ketika menyusui memiliki dampak bagi air susu ibu, bayi, dan juga Anda yang sedang menyusui?

 

Silakan lanjutkan membaca untuk mengetahui jawabannya.

 

 

Kafein dalam Kopi dan Air Susu Ibu

minum kopi bagi ibu hamil

Kadar kafein mencapai puncak dalam ASI sekitar satu hingga dua jam setelah konsumsi.

 

Tapi, yang perlu Anda ketahui bahwa sangat sedikit kadar kafein yang benar-benar melewati ASI ketika seorang ibu minum kopi.

 

Menurut hasil dari penelitian hanya sekitar 0,06 hingga 1,5 persen dari dosis kafein dari seorang ibu yang mengonsumsi kopi mencapai bayi saat menyusui.

Jadi kalau seorang ibu mengonsumsi satu gelas kopi dengan kandungan kafein kurang lebih 100 mg maka bayi hanya mendapat 0,06 hingga 1,5 mg kafein dari air susu ibunya.

 

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa kafein juga ditemukan dalam makanan dan minuman lain, seperti teh, cokelat, minuman energi, dan soda.

 

Penting bagi seorang ibu menyusui untuk memasukkan seluruh minuman dan makanan tersebut saat menghitung asupan kafein hariannya.

 

American Academy of Pediatrics telah mengkategorikan kafein sebagai obat yang biasanya kompatibel dengan menyusui.

 

Misalnya seorang ibu menyusui mengalami sakit kepala, dan ibu tersebut beranggapan bahwa dia harus mengonsumsi obat nyeri kepala yang mengandung parasetamol dan kafein yang sering dikonsumsi ketika mengalami sakit kepala yang sama.

 

Maka obat tersebut menurut American Academy of Pediatrics tidak masalah dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Meskipun aman, sebaiknya ibu menyusui tetap membatasi asupan kopi nya kurang dari 300 miligram kafein per hari.

 

Bila ASI yang diberikan oleh seorang ibu yang minum kopi kepada bayinya mengandung sedikit kafein. Apakah kafein tersebut memiliki dampak terhadap bayi yang disusui?

 

 

Efek Kafein Terhadap Bayi dan Ibu Menyusui

kopi bagi ibu hamil

Karena sedikit sekali kafein yang terkandung dalam ASI maka efek kafein pada bayi pada umumnya muncul ketika seorang ibu menyusui mengonsumsi kurang lebih 10 cangkir kopi per hari.

 

Efek samping kafein pada bayi yang mendapatkan ASI dari seorang ibu yang mengonsumsi kopi antara lain:

  • Bayi menjadi rewel
  • Pola tidur bayi menjadi buruk
  • Gemetar
  • Lebih sering menangis

 

 

Bayi prematur dan bayi baru lahir (neonatus) memecah kafein lebih lambat daripada bayi yang lebih tua.

 

Kondisi ini mengakibatkan efek kafein akan lebih mudah tampak pada bayi prematur atau neonatus.

 

Beberapa bayi mungkin juga lebih sensitif terhadap kafein daripada yang lain. J

 

Jika Anda melihat peningkatan iritabilitas (rewel) atau pola tidur yang buruk setelah konsumsi kafein, pertimbangkan untuk mengurangi asupan atau menunggu untuk minum kopi setelah Anda memberikan ASI kepada bayi Anda.

 

Selain itu, kafein juga bisa berefek pada Anda, ibu menyusui.

 

Efek tersebut antara lain:

  • migrain
  • kesulitan tidur
  • sering buang air kecil
  • sakit perut
  • denyut jantung cepat
  • tremor otot

 

 

Kesimpulan

Minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui adalah AMAN.

 

Meskipun aman, minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui juga memiliki batasan.

 

Batasan ini terkait dengan jumlah kafein yang AMAN dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

 

Membatasi asupan kafein maksimal 200-300 mg setiap hari atau dua cangkir kopi merupakan tindakan yang bijak bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang tidak dapat melepas kegemarannya dalam minum kopi.

 

Sebagian besar bayi tidak akan menunjukkan efek samping yang merugikan dengan tingkat konsumsi kafein maksimal tersebut.

 

Tetapi tetap perhatikan tanda-tanda seperti bayi lebih rewel, iritabilitas, atau pola tidur yang buruk pada bayi.

 

Sesuaikan asupan kopi Anda dengan benar dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi untuk saran tambahan.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan komentar seputar minum kopi bagi ibu hamil dan menyusui Anda dapat menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.

 

Referensi
  1. American Academy of Pediatrics. (2001). The transfer of drugs and other chemicals into human milk. DOI: 10.1542/peds.108.3.776
  2. Berlin Jr CM, et al. (1984). Disposition of dietary caffeine in milk, saliva, and plasma of lactating women.

https://ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/6691042

  1. Breastfeeding your baby. (2016).

https://acog.org/-/media/For-Patients/faq029.pdf

  1. (2016).

https://ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501467/

  1. Caffeine chart. (n.d.).

https://cspinet.org/eating-healthy/ingredients-of-concern/caffeine-chart

  1. Kredlow MA, et al. (2015). The effects of physical activity on sleep: A meta-analysis. DOI: 10.1007/s10865-015-9617-6
  2. Maternal diet. (2018).

https://cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/diet-and-micronutrients/maternal-diet.html

  1. Mayo Clinic Staff. (2017). Caffeine content for coffee, tea, soda, and more.

https://mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372

  1. Mayo Clinic Staff. (2017). Caffeine: How much is too much?

https://mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678

kafein pada kopi

Mengenal Lebih Dekat Senyawa Kafein

Bila Anda seorang pencinta kopi tentu Anda telah mengenal senyawa ini. Kafein adalah salah satu senyawa stimulan alami yang paling banyak ditemukan pada kopi.

 

Stimulan adalah senyawa kimia yang dapat mempercepat beberapa fungsi atau proses dalam tubuh.

 

Tapi, apakah Anda benar-benar yakin telah mengenal senyawa kafein ini dengan baik?

 

Tahukah Anda bahwa kafein juga dapat menyebabkan masalah pada tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan?

 

Artikel ini akan memberikan kepada Anda gambaran yang sederhana terkait:

  • Apa itu kafein?
  • Bagaimana pengaruh kafein terhadap tubuh?
  • Kapan Anda harus membatasi atau menghindari konsumsi kafein?
  • Berapa batas kafein yang dapat Anda konsumsi?

 

Untuk pertama sekali mari kita bahas terkait apa itu senyawa kafein.

 

Bila Anda belum punya cukup waktu untuk membaca artikel ini hingga selesai, kami menyediakan file dalam format PDF yang dapat Anda unduh dan Anda baca kapan saja pada link berikut.

Senyawa Kafein.pdf

 

Apa itu Kafein?

senyawa kafein

Seperti yang telah disebutkan di atas, senyawa kafein adalah senyawa yang masuk dalam golongan stimulan.

 

Stimulan adalah senyawa yang dapat mempercepat proses beberapa fungsi tubuh. Senyawa ini ditemukan secara alami pada daun teh, biji kopi, dan juga biji coklat.

 

Selain secara alami, senyawa ini juga dapat diproduksi secara kimiawi. Persis seperti pembuatan obat-obatan.

 

Sebagian besar kafein yang Anda konsumsi berasal dari berbagai jenis minuman, antara lain:

  • Kopi
  • Teh
  • Minuman berkarbonasi
  • Minuman energi

 

Selain dari minuman, kafein juga dapat ditemukan pada:

  • Permen min
  • Permen karet
  • Cokelat
  • Energi bar
  • Dan makanan lainnya.

 

Bila Anda perhatikan, beberapa obat yang dijual bebas, terutama obat anti nyeri dan obat sakit kepala juga mengandung kafein.

 

Jadi pada dasarnya kafein merupakan stimulan alami tapi dapat pula diproduksi secara kimiawi. Kafein ditemukan pada makanan dan minuman serta digunakan pula dalam obat.

 

Bila kafein juga digunakan sebagai salah satu komposisi obat apa yang dapat dilakukan kafein terhadap tubuh?

 

Sebelum melanjutkan, Bila Anda Tertarik Dengan Artikel Terkait dengan Kopi Maka Anda Dapat Membaca Artikel Terkait Kopi Lainnya pada Link Berikut Ini:

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Indahnya Perpaduan Senyawa Kimia Di Balik Secangkir Kopi

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

Peminum Kopi Lebih Panjang Umur: Fakta atau Mitos?

 

Pengaruh Senyawa Kafein Terhadap Tubuh Anda

pengaruh kafein

Karena berperan sebagai stimulan, setiap organ tubuh Anda yang memiliki reseptor stimulan dapat terpengaruh dengan kadar kafein dalam darah.

 

Kafein yang masuk ke dalam tubuh Anda melalui berbagai makanan dan minuman yang Anda konsumsi akan diserap oleh sistem pencernaan.

 

Sistem pencernaan akan menyerap kafein ke dalam pembuluh darah. Peningkatan kadar kafein dalam pembuluh darah dapat mempengaruhi berbagai bagian dan organ tubuh, yaitu:

  • Kafein akan menstimulasi otak dan membuat Anda terjaga lebih lama, berenergi, dan membantu agar dapat berkonsentrasi lebih baik
  • Denyut nadi akan meningkat
  • Bekerja lebih lama tanpa merasa capek
  • Membuat Anda menjadi lebih tidak sensitif terhadap nyeri atau sakit
  • Membantu otot untuk bekerja lebih baik
  • Meningkatkan jumlah asam lambung

 

Meskipun demikian, tidak selamanya kafein memberikan dampak positif pada tubuh Anda.

 

Konsumsi kafein yang berlebihan juga dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan Anda.

 

Efek buruk tersebut antara lain:

  • Cemas, gangguan tidur, dan keletihan
  • Denyut jantung cepat dan tidak teratur (irreguler)
  • Otot berkedut
  • Mual
  • Nyeri perut atau nyeri ulu hati

Peningkatan kadar kafein dalam darah juga mengakibatkan percepatan proses pembentukan urine dan dapat menyebabkan Anda kekurangan cairan atau dehidrasi.

 

Untuk itu jangan heran bila Anda akan lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi satu gelas kopi atau teh.

 

Kafein dalam kopi atau teh tersebut yang membuat Anda menjadi lebih sering untuk ke kamar mandi.

 

Efek negatif dari senyawa kafein ini lebih sering terjadi pada orang yang jarang mengonsumsinya.

 

Bila Anda rutin minum segelas kopi atau teh mungkin Anda jarang mengalami dampak negatif dari kafein dibandingkan orang yang jarang minum teh atau kopi.

 

Kondisi ini disebut sebagai toleransi kafein. Toleransi kafein ini berbeda-beda sehingga dampak kafein dan seberapa banyak kafein memberikan dampak pada tubuh berbeda-beda pula antara orang yang satu dengan orang yang lain.

 

Lalu, kapan Anda harus membatasi atau menghindari konsumsi kafein?

 

 

Kondisi yang Menyebabkan Anda Harus Menghindari Konsumsi Kafein

efek negatif kafein

Senyawa kafein dapat memberikan masalah bila Anda menderita:

  • Diabetes tipe 2 (konsumsi kafein lebih dari 250 mg akan meningkatkan kadar gula darah)
  • Penderita serangan panik atau gangguan cemas (ansietas)
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Penyakit jantung atau riwayat serangan jantung
  • Tekanan darah yang tidak terkontrol
  • Gangguan tidur
  • Ulkus peptikum (luka pada lambung atau usus)
  • Penyakit refluks asam lambung
  • Sindrom premenstruasi

 

Bila Anda merupakan salah seorang yang mengalami kondisi tersebut maka Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein.

 

Kafein dapat memperburuk penyakit yang sedang Anda derita.

 

Lalu, bila Anda cukup sehat, berapa banyak kafein yang dapat Anda konsumsi?

 

 

Jumlah Senyawa Kafein Yang Dapat Anda Konsumsi

konsumsi kafein

Jumlah kafein yang dapat Anda konsumsi selama satu hari adalah sekitar 200 hingga 300 mg per hari.

 

Bila Anda hamil, maka Anda tidak boleh mengonsumsi kafein pada 3 bulan pertama kehamilan (trimester pertama) dan tidak boleh lebih dari 200 mg pada usia kehamilan selanjutnya.

 

Satu hal yang harus dipahami, khusus untuk kopi, jumlah kafein dalam kopi sangat bergantung pada jumlah bubuk kopi yang digunakan, jenis kopi, dan proses penyeduhan kopi tersebut.

 

Kandungan kafein dalam beberapa minuman dapat adalah sebagai berikut:

 

  • Satu cangkir kopi reguler (250 mL) dapat mengandung 75 hingga 120 mg kafein
  • Kopi espresso mengandung sekitar 30 hingga 50 mg kafein untuk setiap 31,25 mL atau untuk setiap one shot
  • Satu cangkir teh (250 mL) mengandung 20 hingga 100 mg kafein
  • Minuman ringan dengan kafein mengandung sekitar 30 hingga 70 mg kafein untuk setiap botolnya (375 mL)
  • Minuman berenergi dapat mengandung 50 hingga 300 mg kafein dalam setiap 250 mL.

 

Ketika Anda telah mengetahui berapa jumlah senyawa kafein dalam minuman di atas maka cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda telah mengonsumsi terlalu banyak kafein adalah dengan memperhatikan bagaimana efek kafein terhadap tubuh Anda.

 

Jika Anda merasakan gejala buruk kafein seperti:

  • Terlalu sering buang air kecil
  • Nyeri ulu hati
  • Jantung berdebar
  • Diare

 

Maka Anda telah terlalu banyak mengonsumsi kafein.

 

Anda dapat mengukur sendiri besar toleransi tubuh Anda terhadap kafein.

 

 

Kesimpulan

Senyawa kafein mempengaruhi banyak bagian dan organ tubuh.

 

Kafein dapat membantu Anda lebih waspada dan lebih sulit capek.

 

Konsumsi terlalu banyak kafein dapat menyebabkan Anda terlalu bersemangat, gangguan tidur, dan masalah perut. Kafein juga dapat mempengaruhi detak jantung Anda.

 

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak mengonsumsi kafein adalah dengan memperhatikan bagaimana kafein mempengaruhi tubuh Anda dengan melihat gejala yang muncul.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan terkait dengan konsumsi kafein maka silakan Anda tuliskan dalam komentar

 

Referensi
sakit kepala

Kenali Penyebab Sakit Kepala Yang Anda Alami

Apa yang Anda lakukan pertama kali yang terpikirkan di dalam benak Anda jika Anda mengalami sakit kepala? Tentu saja Anda pasti mencari obat sakit kepala. Apakah ada di antara Anda yang berusaha untuk mencari apa yang menjadi penyebab sakit kepala tersebut?

pusing dan sakit kepala

Rata-rata orang di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia melakukan hal yang sama dengan Anda.

 

Jadi yang harus Anda ketahui, bahwa obat sakit kepala hanya untuk meredakan nyeri kepala Anda sementara.

 

Tetapi Anda harus mengetahui penyebabnya. Jika tidak, mungkin setelah minum obat Anda sembuh.

 

Namun keesokan harinya atau seminggu kemudian, jika Anda mengulangi penyebabnya, Anda akan mengalami sakit kepala lagi.

 

Dan jika Anda mengonsumsi obat terus menerus, yang ditakutkan adalah efek samping dari obat tersebut.

 

Oke, mari kita bahas satu persatu apa yang menjadi penyebab sakit kepala ini.

 

 

Kurang Tidur Sebagai Penyebab Sakit Kepala

penyebab sakit kepala

Penyebab sakit kepala yang pertama adalah kurang tidur.

 

Mungkin bagi Anda yang suka begadang dan bagi Anda yang kurang tidur, kondisi inilah yang paling sering menjadi “biang keladi” penyebab sakit kepala Anda.

 

Saat kita tidur, tubuh kita melakukan proses pemulihan (recovery).

 

Jadi saat kita stres seharian, tubuh akan mengalami banyak kerusakan.

 

Jadi saat tidur, tubuh Anda akan melakukan pemulihan. Begitu pula dengan otak Anda.

 

Pada otak terdapat milyaran sel saraf yang disebut sebagai neuron dan sel-sel pendukung lainnya.

 

Neuron akan dipulihkan kembali dengan sendirinya saat tidur.

 

Jadi bukan berarti saat Anda makan sel neuron akan mengalami pemulihan, tetapi saat Anda tidur.

 

Makanan itu hanya mengisi nutrisi bagi perbaikan otak dan tubuh Anda. Tetapi proses perbaikannya adalah di saat Anda tidur.

 

Jadi, percuma Anda mengisi bahan bakunya tetapi tidak Anda istirahatkan.

 

Penyebab Sakit Kepala Yang Kedua Adalah Stres

sakit kepala karena stres

Stres ini boleh saya katakan semua orang di dunia ini pasti pernah mengalami stres.

Namun yang terpenting adalah bukan seberapa besar stres yang Anda hadapi. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dapat mengelola stres Anda.

 

Secara sederhana disebut juga sebagai manajemen stres atau cara Anda dalam merespons stres ini. Tindakan ini adalah yang terpenting.

 

Jenis sakit kepala yang disebabkan terlalu banyak beban pikiran adalah nyeri kepala tegang atau disebut pula sebagai Tension Type Headadche (TTH).

 

Jadi tipe sakit kepala seperti ini mungkin beberapa dari Anda pernah merasakannya.

 

Kondisi TTH ini akan mengakibatkan bagian belakang kepala Anda sampai ke pundak dan leher kaku.

 

Jadi Anda pegang, rasanya seperti papan. Kaku sekali dan sangat keras.

 

Jika terjadi seperti ini, ototnya terlalu tegang. Otomatis pembuluh darah dan syaraf pada lokasi tersebut akan tertekan.

 

Banyak dari mereka akhirnya mencari obat untuk relaksasi.

 

Sebenarnya penyebab utamanya adalah karena “stres Anda”.

 

Hal ini banyak saya jumpai pada pelajar atau mahasiswa yang akan menghadapi ujian, misalnya. Lehernya terasa kaku.

 

Atau para pebisnis dan pekerja kantoran yang akan menghadapi klien pada keesokan harinya, atau mendapatkan sebuah proyek yang lebih besar.

 

Mereka terlalu tegang dan akhirnya tidak bisa tidur pada malam harinya.

 

Dehidrasi Juga Dapat Menjadi Penyebab Sakit Kepala

dehidrasi dan sakit kepala

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa hubungannya dehidrasi dengan sakit kepala?

 

Tubuh kita sebagai manusia itu kurang lebih 70% terdiri dari cairan.

Jadi, air di dalam tubuh kita itu sangat berperan penting untuk melancarkan aliran darah (sirkulasi) dan metabolisme di dalam tubuh.

 

Jika Anda kekurangan cairan atau disebut sebagai dehidrasi, maka sirkulasi dan metabolisme di dalam tubuh Anda akan terganggu.

 

Begitu pula dengan peredaran nutrisi dan peredaran oksigen ke otak Anda. Karena sekali lagi, 70% tubuh kita adalah cairan.

 

Jika peredaran oksigen terganggu, maka otak Anda yang membutuhkan suplai oksigen dan nutrisi tadi juga akan mengalami gangguan.

 

Jadi ingat, tubuh Anda memerlukan cairan. Lalu, berapakah jumlah cairan yang Anda butuhkan? Apakah Anda harus mengonsumsi 8 gelas setiap hari?

 

Kebutuhan cairan Anda adalah sekitar 40 mL per kilogram berat badan. Jadi kalau misalnya Anda memiliki berat badan 70 kg maka kebutuhan cairan harian Anda adalah sekitar 2,8 liter.

 

Dalam kondisi cuaca lebih panas, atau Anda sedang berolahraga, maka Anda boleh menambah asupan cairan Anda.

 

 

Pilek Juga Menjadi Penyebab Sakit Kepala

sakit kepala karena pilek

Sebagian besar yang mengalami Pilek atau Flu atau Masuk Angin akan mengalami sakit kepala.

 

Mengapa? Karena biasanya pilek itu paling banyak disebabkan oleh infeksi virus yang akan menyebabkan peradangan.

 

Jika tubuh mengalami peradangan, biasanya akan mengalami sakit di seluruh sendi, termasuk kepala Anda.

 

Jika kondisi ini terjadi, maka yang Anda butuhkan adalah beristirahat lebih banyak serta konsumsi lebih banyak air putih dan vitamin C.

 

Anda bisa mendapatkan vitamin C tersebut dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

 

Atau mungkin Anda bisa mendapatkannya dari makanan tambahan seperti suplemen.

 

 

Sakit Kepala Ditambah Sakit Gigi

sakit kepala karena sakit gigi

Almarhum Meggy Z menyanyikan salah satu lirik lagu populer ini, “Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini. Biar tak mengapa”

 

Tapi, saya tidak yakin bahwa Anda yang pernah mengalaminya setuju dengan lirik lagu tersebut. Mengapa demikian?

 

Karena sakit gigi itu sangat erat kaitannya dengan sakit kepala.

 

Apa alasannya? Sederhana, karena sangat dekat posisinya. Dan syarafnya saling terhubung.

 

Banyak orang di Indonesia, mungkin di seluruh dunia yang sangat malas untuk memeriksakan giginya 6 bulan sekali dan menjaga kebersihan gigi mereka.

 

Akhirnya sampai berlubang. Kalau sudah berlubang, itu sakit sekali.

 

Anda sampai tidak bisa tidur, tutup mulut saja setengah mati. Mengunyah makanan juga susah.

 

Jadi saya sarankan kepada Anda semua untuk kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

 

Anda juga harus berusaha untuk menjaga kebersihan mulut Anda.

 

Dengan melakukannya, maka Anda mengurangi risiko terjadinya gigi berlubang.

 

Kemudian yang keenam, mengonsumsi makanan dingin terlalu cepat. Mengonsumsi makanan atau minuman dingin terlalu cepat.

 

Tapi ada pula pasien yang bertanya seperti ini: “Dokter, ketika makanan atau minuman dingin jika masuk ke dalam tubuh kita bukankah tubuh kita akan membuat suhunya akan kembali normal seperti tubuh kita”.

 

Ya, benar. Saya tidak menyalahkan itu.

 

Tapi ingat, tubuh harus memecah senyawa yang disebut sebagai ATP (Adenosin Trifosfat) untuk menghasilkan energi  sehingga bisa menormalkan kembali suhu yang terlalu dingin tadi.

 

Dan ingat, itu butuh waktu.

 

Jika Anda mengonsumsinya terlalu cepat, maka akan mengganggu sistem tubuh dan syaraf-syaraf Anda.

 

Syaraf ini juga berhubungan dengan syaraf di otak Anda. Sehingga jika terganggu, Anda akan mengalami sakit kepala.

 

Biasanya tidak terlalu lama. Tetapi jika Anda sering melakukannya, otomatis tidak baik juga bagi tubuh Anda.

 

Kesimpulan

Oke, apa yang saya jabarkan di atas tadi merupakan 6 penyebab umum mengapa Anda sakit kepala.

 

Pesan saya di sini adalah:

 

“Ketahuilah penyebab mengapa Anda sampai sakit kepala.

Dan bukan berarti begitu Anda sakit kepala, harus langsung mencari obat.”

 

Mungkin Anda bisa membeli obat di apotek terdekat atau di toko terdekat dan langsung mengonsumsinya setiap kali sakit kepala.

 

Banyak masyarakat kita yang akhirnya mendapatkan efek buruk dari obat sakit kepala yang diminum setiap hari.

 

Mungkin dosis pertama 1 tablet. Akhirnya naik 2 tablet, 3 tablet, karena terjadi resisten (dosis menjadi tidak efektif) di dalam tubuh mereka.

 

Saya harapkan Anda semua dapat mengonsumsi obat dengan bijak. Dan Anda dapat mengetahui penyebab mengapa Anda bisa sakit kepala.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar sakit kepala atau Anda ingin membagikan pengalaman Anda terkait dengan pengobatan sakit kepala, silakan Anda tuliskan di kolom komentar. Saya akan senang untuk dapat membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut.

 

kopi reguler

Pengaruh Baik & Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan

Beberapa minggu yang lalu dunia maya dihebohkan dengan seorang pria yang melakukan uji coba dengan membakar salah satu serbuk kopi instan menggunakan pemantik api. Dan mengaitkannya dengan dampak buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Serbuk kopi instan tersebut terbakar dan orang-orang yang melakukan uji coba tersebut menyatakan bahwa pasti terdapat efek buruk kopi instan untuk kesehatan.

 

Nyatanya, produk berbentuk serbuk tersebut memang ringan dan berpartikel halus serta mengandung minyak, dan memiliki kadar air yang rendah, sehingga mudah terbakar dan menyala.

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan telah menjelaskan bahwa setiap produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar atom karbon), kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis, serbuk, dan berpori  dapat terbakar atau menyala jika disulut dengan api.

 

Namun, bukan berarti pangan ini berbahaya jika dikonsumsi.

 

Artikel ini saya tulis bukan untuk menjelaskan bagaimana proses serbuk kopi instan tersebut dapat terbakar.

 

Melainkan ingin memberikan gambaran pengaruh konsumsi kopi instan untuk kesehatan.

 

Pendahuluan

kopi instan untuk kesehatan

Seperti yang kita ketahui bahwa kopi instan merupakan salah satu produk yang populer di seluruh dunia.

 

Bahkan kopi instan ini menyumbang angka 50% dari total komsumsi kopi di seluruh dunia.

 

Kopi instan digemari karena mudah dan cepat untuk disajikan dan tentu saja jauh lebih murah dibandingkan kopi reguler (kopi yang diseduh dari biji kopi yang dihaluskan baik dengan proses seduh (brewing) modern atau manual).

 

Kopi reguler sendiri, memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.

 

Untuk lebih jelasnya Anda dapat membaca artikel saya berikut yang menuliskan terkait dengan hal tersebut.

Manfaat Kopi Bagi Kesehatan Berdasarkan Sains

 

Tapi yang menjadi pertanyaan apakah kopi instan juga memberikan manfaat kesehatan seperti kopi reguler?

 

Untuk pertama, mari kita mengenal lebih dekat apa yang dimaksud dengan kopi instan.

 

 

Apa itu kopi instan?

kopi instan

Kopi instan merupakan jenis kopi yang terbuat dari ekstrak kopi yang dikeringkan.

 

Ekstrak kopi ini diproduksi dari proses brewing biji kopi, mirip dengan proses seduh kopi reguler tapi dengan konsentrasi yang lebih tinggi atau lebih pekat.

 

Setelah diseduh, air dibuang dari ekstrak tersebut untuk membuat fragmen atau serbuk kering, di mana keduanya akan larut bila ditambahkan air.

 

Terdapat 2 cara untuk membuat kopi instan ini, yaitu:

 

  • Spray-drying: ekstrak kopi disemprot dengan udara panas, maka akan segera mengering menjadi droplets (butiran halus) dan mengubah mereka menjadi serbuk atau kepingan-kepingan kecil
  • Freeze-drying: dengan teknik ini ekstrak kopi dibekukan dan kemudian dipotong menjadi fragmen kecil. Lalu dikeringkan pada suhu rendah dengan kondisi hampa udara (vakum).

 

Kedua metode tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mempertahankan kualitas, aroma, dan rasa kopi.

 

Cara paling mudah untuk menyiapkan segelas kopi jenis ini adalah dengan menambahkan air panas dan satu saset atau satu sendok makan bubuk kopinya.

 

 

Kopi Instan Mengandung Anti Oksidan dan Nutrisi.

Kopi merupakan salah satu sumber antioksidan yang cukup besar pada diet modern.

 

Kandungan antioksidan yang tinggi ini dipercaya bertanggung jawab terhadap banyak manfaat kesehatan ketika Anda mengonsumsi kopi.

 

Seperti kopi reguler kopi instan juga mengandung antioksidan yang cukup besar.

 

Berdasarkan salah satu penelitian, kopi jenis instan bahkan mengandung lebih banyak jenis antioksidan dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Kondisi ini tercapai karena prosesnya yang berbeda.

 

Selain itu, pada satu gelas kopi standar mengandung 4 kalori dan memberikan asupan sedikit kalium, magnesium, dan niacin (Vitamin B3).

 

Kopi instan mengandung kafein lebih sedikit

Kafein merupakan zat stimulan utama pada kopi.

 

Kopi jenis instan diketahui mengandung kafein lebih sedikit dibandingkan dengan kopi reguler.

 

 

Satu cangkir kopi instan dapat mengandung 30–90 mg kafein, sementara satu cangkir kopi biasa mengandung sekitar 70–140 mg kafein.

 

kepekaan setiap orang terhadap kafein berbeda-beda maka kopi instan dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang perlu mengurangi konsumsi kafein.

 

Kopi instan juga tersedia sebagai kopi tanpa kafein, yang mengandung lebih sedikit kafein.

 

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kecemasan, gangguan tidur, gelisah, sakit perut, tremor dan detak jantung cepat.

 

 

Efek Buruk Kopi Instan Untuk Kesehatan Karena Kandungan Akrilamida

ceri kopi

Akrilamida adalah zat kimia berbahaya yang terbentuk ketika biji kopi dipanggang (roasting).

 

Bahan kimia ini juga biasa ditemukan dalam berbagai makanan, asap, barang-barang rumah tangga dan produk perawatan pribadi.

 

Menariknya, kopi instan dapat mengandung akrilamida sebanyak dua kali lebih banyak dari kopi reguler.

 

Paparan berlebihan akrilamida dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker.

 

Namun, jumlah akrilamida yang Anda hadapi melalui konsumsi kopi jauh lebih rendah daripada dosis yang terbukti berbahaya.

 

Oleh karena itu, minum kopi instan seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran mengenai paparan akrilamida.

 

Beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan efek buruk kopi instan untuk kesehatan adalah kandungan bahan pengawet, pewarna, penyedap, dan pemanis buatan di dalamnya.

 

Untuk efek buruk pemanis buatan Anda dapat membaca artikel berikut:

Pemanis Buatan: Teman Atau Musuh Untuk Diet

 

Lalu apakah kopi instan masih memiliki manfaat untuk kesehatan?

 

 

Manfaat Kopi Instan Untuk Kesehatan

Pemuda Minum Kopi

Minum kopi telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan.

 

Mengingat bahwa kopi instan mengandung antioksidan dan nutrisi yang sama seperti kopi biasa, seharusnya memiliki sebagian besar efek kesehatan yang sama.

 

Minum kopi instan dapat:

  • Meningkatkan fungsi otak: Kafein dapat meningkatkan fungsi otak.
  • Meningkatkan metabolisme: Kafein dapat meningkatkan metabolisme dan membantu Anda membakar lebih banyak lemak.
  • Mengurangi risiko penyakit: Kopi dapat mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.
  • Turunkan risiko diabetes: Kopi dapat membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
  • Meningkatkan kesehatan hati: Kopi dan kafein dapat mengurangi risiko penyakit hati seperti sirosis dan kanker hati.
  • Meningkatkan kesehatan mental: Kopi dapat membantu menurunkan risiko depresi dan bunuh diri.
  • Promosikan umur panjang: Minum kopi dapat membantu Anda hidup lebih lama.

 

Namun, penting untuk diingat bahwa banyak dari penelitian di atas bersifat observasional.

 

Jenis penelitian ini tidak dapat membuktikan bahwa kopi menyebabkan pengurangan risiko penyakit, hanya saja orang yang terbiasa minum kopi cenderung tidak mendapatkan penyakit tersebut.

 

Jika Anda bertanya-tanya berapa banyak kopi yang harus diminum, mengonsumsi 3-5 cangkir kopi instan setiap hari mungkin optimal. Jumlah ini biasanya dikaitkan dengan pengurangan risiko tertinggi dalam studi.

 

Yang paling perlu Anda perhatikan adalah komposisi zat lain selain ekstrak kopi.

 

 

Kesimpulan

Kopi instan cepat, mudah dan tidak memerlukan mesin atau alat pembuat kopi. Kopi jenis ini juga memiliki umur simpan yang sangat panjang dan lebih murah daripada kopi biasa.

Oleh karena itu, mungkin sangat berguna ketika Anda sedang sangat sibuk atau sedang bepergian.

 

Kopi instan mengandung sedikit kafein dan lebih banyak akrilamida daripada kopi biasa, tetapi mengandung sebagian besar antioksidan yang sama.

 

Secara keseluruhan, kopi instan adalah minuman yang sehat, rendah kalori yang terkait dengan manfaat kesehatan yang sama seperti jenis kopi lainnya.

 

Tapi, waspada terhadap tambahan pemanis, pewarna, penyedap, dan pengawet makanan.

 

Bila Anda ragu akan kopi instan sebaiknya kembali mengonsumsi kopi reguler.

 

 

Apabila Anda memiliki pendapat atau pun pertanyaan seputar manfaat kopi instan untuk kesehatan maka Anda dapat menyampaikannya pada kolom komentar di bawah ini. Saya akan senang hati berusaha menjawab pertanyaan Anda.

 

Referensi
  1. Tareke E, Rydberg P, Karlsson P, Eriksson S, Törnqvist M. Analysis of acrylamide, a carcinogen formed in heated foodstuffs. Journal of agricultural and food chemistry. 2002 Aug 14;50(17):4998-5006.
  2. EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain (CONTAM). Scientific opinion on acrylamide in food. EFSA Journal. 2015 Jun;13(6):4104. http://www.efsa.europa.eu/en/efsajournal/pub/4104
  1. Nawrot P, Jordan S, Eastwood J, Rotstein J, Hugenholtz A, Feeley M. Effects of caffeine on human health. Food Additives & Contaminants. 2003 Jan 1;20(1):1-30.
  2. Yang A, Palmer AA, de Wit H. Genetics of caffeine consumption and responses to caffeine. Psychopharmacology. 2010 Aug 1;211(3):245-57.
  3. Ludwig IA, Mena P, Calani L, Cid C, Del Rio D, Lean ME, Crozier A. Variations in caffeine and chlorogenic acid contents of coffees: what are we drinking?. Food & function. 2014;5(8):1718-26.
  4. Frary CD, Johnson RK, Wang MQ. Food sources and intakes of caffeine in the diets of persons in the United States. Journal of the American Dietetic Association. 2005 Jan 1;105(1):110-3.
  5. Niseteo T, Komes D, Belščak-Cvitanović A, Horžić D, Budeč M. Bioactive composition and antioxidant potential of different commonly consumed coffee brews affected by their preparation technique and milk addition. Food chemistry. 2012 Oct 15;134(4):1870-7.
  6. Bichler J, Cavin C, Simic T, Chakraborty A, Ferk F, Hoelzl C, Schulte-Hermann R, Kundi M, Haidinger G, Angelis K, Knasmüller S. Coffee consumption protects human lymphocytes against oxidative and 3-amino-1-methyl-5H-pyrido [4, 3-b] indole acetate (Trp-P-2) induced DNA-damage: results of an experimental study with human volunteers. Food and chemical toxicology. 2007 Aug 1;45(8):1428-36.
  7. https://nutritiondata.self.com/facts/beverages/3901/2
manfaat obat generik

Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya!

Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan membawa anaknya yang berusia 4 tahun. Ibu tersebut mengaku anaknya demam hari ke 3 disertai dengan batuk pilek. Dari hasil pemeriksaan saya temukan amandel anak ini membesar dan sedang meradang. Ibu tersebut mengaku bahwa 1 hari yang lalu sudah berobat tapi menggunakan jaminan kesehatan nasional. Ibu merasa anaknya tidak ada perbaikan dan memutuskan untuk kembali berobat dan kali ini bertemu dengan saya. Lalu, tersampaikanlah pernyataan tersebut: Dok, Jangan Resepkan Obat Generik Ya! Kalau saya berobat pakai “asuransi” pasti diresepkan obat generik. Ini saya berobat umum dok, tidak pakai asuransi. Anak saya tidak sembuh dengan obat generik.

 

Pernahkah Anda mendengar pernyataan yang sama atau Anda menjadi salah satu orang yang menyampaikannya kepada dokter Anda?

 

Selama hampir setengah tahun saya bertemu dengan pasien di klinik 24 jam. Saya terkadang bertemu dengan pasien yang seperti ini. Termasuk ketika saya 4 bulan menjalani internship di Puskesmas.

 

“Dok, saya tidak mau obat dari puskesmas ya, dokter resepkan saja obat paten. Nanti biar saya beli saja di Apotek.” Ujar salah seorang pasien yang saya temu di Puskesmas dengan keluhan “masuk angin”.

 

Teman-teman sejawat lain juga sering menemui pasien seperti ini.

 

Artikel ini saya tulis dengan harapan memberikan informasi tentang apa itu obat generik yang sebenarnya.

 

 

Obat Generik: Obat Kelas Dua

obat paten
Hand image created by Rawpixel.com – Freepik.com

Bila mendengar obat generik sebagian besar dari kita pasti akan menghubungkan obat ini dengan beberapa hal, yaitu:

  • Obat murah
  • Obat yang diberikan bila berobat dengan jaminan kesehatan nasional
  • Obat untuk orang yang kurang mampu
  • Obat kelas dua
  • Obat paten lebih menyembuhkan dibandingkan generik

 

Yang paling parah obat generik dikatakan sebagai obat yang tidak bisa atau malu dipamerkan ke orang lain. Mengkonsumsi obat kok jadi bahan pamer..

 

Apa benar seperti itu?

 

Seharusnya tidak “selalu” begitu.

 

Anda yang beranggapan bahwa obat generik benar seperti poin-poin di atas, jujur saja saya dapat nyatakan bahwa Anda kurang informasi seputar obat generik.

 

Kurang informasi inilah yang menyebabkan obat generik kurang disukai dan kurang dilirik orang yang membutuhkannya.

 

Sikap-sikap skeptis (kurang percaya; ragu-ragu) yang menyebabkan obat ini menjadi kelas dua sikap ini merugikan banyak pihak.

 

Siapa saja yang dirugikan?

 

Yang paling dirugikan adalah pihak pasien sendiri. Mengapa demikian? Karena pasien tidak lagi efisien dalam pembiayaan kesehatannya terutama untuk biaya yang dikeluarkan dalam membeli obat.

 

Sebab keinginannya adalah membeli obat paten bukan obat generik.

 

Banyak yang lupa bahwa kualitas suatu obat tidak ditentukan oleh tingginya harga.

 

Semua obat baru, harus dibayar dengan harga yang tinggi untuk jasa dan biaya penelitian atas penemuannya, hak atas monopoli produksi obat baru tersebut.

 

Namun, tidak semua penyakit yang pasien derita memerlukan jenis obat baru.

 

Bila masa paten obat baru tersebut habis. Maka obat yang sama dapat diproduksi oleh perusahaan farmasi lainnya. Hak atas monopoli obat hilang dan pemerintah dapat menetapkan harga eceran tertinggi untuk obat itu.

 

Biasanya pemerintah akan mengeluarkan daftar obat esensial yang berisi obat-obat yang harus tersedia pada setiap tingkat layanan kesehatan. Daftar ini biasanya berisi nama obat generik.

 

Masalah Yang Muncul Karena Terlalu Banyak Merek Obat

banyak merek obat
Background image created by Freepik

Masalahnya bukan hanya obat generik VS obat paten ini saja. Bila daftar obat esensial tersebut berisi setidaknya 200 jenis obat dan masing-masing obat tersebut memiliki 10 perusahaan farmasi yang memproduksi dengan merek berbeda.

 

Berapa ribu merek obat yang harus diingat oleh seorang dokter?

 

Saking menjamurnya merek obat dari jenis obat yang sama, mungkin Anda lebih mengenal obat yang Anda konsumsi dibandingkan saya.

 

Dan hal inilah yang terjadi, saya punya cerita menarik tentang penamaan obat ini.

 

Saya sedang melaporkan seorang pasien di bangsal dengan tanda-tanda keluhan depresi berat pada dokter psikiater (Sp. KJ). Hasil dari konsultasi dengan dokter Sp.KJ tersebut pasien harus diberikan obat golongan anti depresan yaitu Sertraline.

 

Karena obat ini jarang digunakan saya mohon izin ke dr. Sp.KJ untuk menanyakan terlebih dahulu ke bagian farmasi apakah obat ini ada atau tidak.

 

Saya kemudian menghubungi pihak farmasi. Jawaban dari farmasi adalah obat tersebut tidak tersedia.

 

Lalu, saya mengabarkan dr. Sp.KJ bahwa obatnya tidak tersedia. Beliau mengganti obatnya menjadi Fluoxetine. Lalu, saya kembali bertanya ke farmasi dan lagi-lagi obat Fluoxetine juga tidak tersedia.

 

Ketika saya laporkan kembali maka dr. Sp.KJ menanyakan obat anti depresi apa yang tersedia di bagian farmasi.

 

Saya pun menanyakan hal tersebut ke pihal farmasi. Pihak farmasi menyatakan bahwa obat anti depresan yang tersedia adalah Fridep.

 

Fridep itu adalah salah satu merek obat untuk Sertraline.

 

Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk berulang kali konfirmasi ke dokter spesialis bila pihak farmasi juga tidak perhatian dengan nama generik obat anti depresi ini.

 

Terlalu, banyak cerita lainnya yang bila saya tuliskan di sini maka artikel ini dapat menjadi cerita pendek tentang anggapan obat generik sebagai obat kelas dua.

 

Lebih baik, mari kita kenali siapa obat generik itu sebenarnya.

 

 

Siapa obat generik sebenarnya?

obat generik
Background image created by Freepik

Pada mulanya tidak ada obat generik. Semua obat sejak awal mula ditemukan adalah obat bermerek yang dipatenkan. Ketika masa patennya habis (biasanya 10 hingga 20 tahun) maka pihak lain diperbolehkan untuk memproduksinya dengan merek dari perusahaan farmasi tersebut masing-masing.

 

Berbagai merek obat tersebut mengandung isi senyawa obat yang sama dengan obat paten tersebut. Nama senyawa inilah yang digunakan sebagai nama generik dari obat.

 

Semua perusahaan farmasi lainnya boleh memproduksi obat tersebut. Karena masa patennya sudah habis maka tidak ada lagi monopoli obat sehingga harga bahan baku obat dapat diturunkan dan harga obat menjadi lebih murah.

 

Jadi tidak alasan, termasuk alasan medis untuk menyangsikan efektivitas obat generik.

 

Toh, bahan bakunya sama, kandungan senyawa aktifnya juga sama. Hanya kemasan, proses produksi, dan sedikit perubahan pada sediaan obat (ada obat yang dapat diperpanjang efeknya) serta seberapa besar profit yang diinginkan oleh perusahaan farmasi yang menyebabkan obat bermerek memiliki harga yang berbeda dengan obat generik.

 

Jadi sebagai kesimpulan setidaknya ada 3 istilah obat yang harus Anda ketahui.

 

Jenis obat berdasarkan patennya

Yang pertama: Obat Paten

Obat paten adalah obat yang diproduksi oleh satu perusahaan farmasi setelah mereka melakukan penelitian terkait dengan penemuan dan pengembangan obat tersebut. Untuk proses itu mereka mendapatkan hak paten atas obat dan tidak ada perusahaan farmasi lain yang boleh memproduksi dan memasarkan obat tersebut tanpa izin.

 

Yang kedua: Obat Generik Bermerek

Obat ini yang sering sekali masyarakat menganggapnya sebagai obat paten. Padahal obat ini merupakan obat generik dengan kandungan zat aktif yang sama seperti obat paten yang telah habis masa patennya dan diberi merek tertentu oleh perusahaan farmasinya. Kemasannya pun dibuat semenarik mungkin sehingga perusahaan farmasi bisa menetapkan harga obatnya sesuai dengan keinginan mereka.

 

Yang ketiga: Obat Generik Berlogo

Obat generik berlogo ini selalu menyertakan logo generik. Untuk produksi obat ini harganya ditetapkan oleh pemerintah melalui harga eceran tertinggi. Obat ini juga memiliki kandungan obat yang sama dengan obat paten yang telah habis masa patennya.

 

Jadi, kalau kandungannya sama apakah khasiatnya berbeda?

 

Seharusnya tidak. Bila Anda masih kekeh akan pendapat  bahwa Anda tidak sembuh bila tidak mendapatkan obat bermerek maka saya sarankan Anda untuk menunggu tulisan saya yang berikutnya.

 

Tulisan saya berikutnya akan membahas mengapa Anda merasa demikian dan efek psikologis dari obat generik.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan dan cerita tentang penggunaan obat generik ini silakan tuliskan di kolom komentar. Saya dengan senang hati akan mencoba menjawab pertanyaan dari Anda sekalian.

 

Referensi
  1. Nadesul H. Obat Bisa Salah: Cerdas dan Bijak Mengkonsumsi Obat, Seri Cara Sehat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2014.
  2. Generic Drugs: Myths and Facts

https://doh.dc.gov/sites/default/files/dc/sites/doh/publication/attachments/Generics%20Drugs%20Myths%20and%20Facts.pdf

  1. Generic drugs: myths, facts, and limitations – Italian Journal of Medicine

https://italjmed.org/index.php/ijm/article/view/itjm.2012.146/pdf

takut suntik insulin

Pasien Diabetes Takut Suntikan Insulin?

Seminggu yang lalu saya bertemu dengan seorang penderita diabetes mellitus tipe 2. Ini adalah kunjungan rutinnya ke klinik. Sebulan sebelumnya kadar gula darahnya 340 mg/dL. Kali ini angka itu lebih tinggi lagi 480 mg/dL. Pasien ini telah mendapat kombinasi 2 obat hipoglikemik oral. Saya menawarkan untuk merujuknya ke dokter spesialis penyakit dalam. Ia menolak, alasannya dokter penyakit dalam pasti akan menyarankannya untuk mendapatkan suntikan insulin.

 

Rasa penasarannya saya muncul lalu saya bertanya kepada pasien:

 

“Kenapa Bapak menolak untuk mendapatkan pengobatan dengan suntikkan insulin?”

 

Pasien menjawab:

 

“Saya tidak mau kecanduan insulin, dan saya tidak mau lebih cepat mati karena suntikan itu.”

 

“Dari mana Bapak mendengar bahwa insulin dapat menyebabkan kecanduan? Dan bagaimana Bapak bisa menyatakan pasien diabetes yang mendapatkan pengobatan insulin akan lebih cepat mati?”

 

Pasien kemudian menceritakan pandangan saudara, teman, tetangga, dan siapa pun yang pernah punya pengalaman atau pernah mendengar cerita tentang bahaya insulin ini. Selain itu, dia melihat sendiri tetangga sebelah rumahnya yang juga penderita diabetes meninggal dunia setelah 1 bulan menggunakan insulin.

 

Sungguh, meskipun ada satu Dokter yang paling pintar sekalipun, tiada daya dan upayanya untuk dapat menunda kematian seorang pasien bahkan satu detik pun.

 

Profesi ini hanya berusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, melakukan tindakan pengobatan sesuai standar, dan memberikan edukasi kepada pasien tentang kondisi sakitnya.

 

Itu semua sebagai salah satu upaya (ikhtiar) yang dapat dilakukan seorang pasien untuk mendapatkan kesembuhan.

kadar gula darah tinggi
Background image created by Xb100 – Freepik.com

Lalu, kembali ke cerita insulin di atas. Pada akhir pertemuan akhirnya pasien tersebut mau untuk saya rujuk ke spesialis penyakit dalam tapi masih tetap pada pendiriannya yang sederhana bahwa insulin itu berbahaya dan mempercepat kematian.

 

Sulit memang untuk mengubah persepsi seseorang bila orang tersebut sudah terlalu percaya.

 

Tapi, apakah benar insulin itu berbahaya? Kalau insulin aman, mengapa masih banyak penderita diabetes yang takut dengan suntikan insulin?

 

 

Mengapa pasien takut dengan suntikan insulin?

Beberapa pasien saya memahami bahwa insulin penting dan perlu untuk diabetes, tetapi pasien lain benar-benar menolak pendapat saya ketika saya memperkenalkan insulin kepada mereka. Baru sekedar memperkenalkan belum meresepkannya dan meminta mereka untuk menyuntikkan jarum halus pada ujung pena insulin di tubuh mereka.

 

Saya mendengar banyak tentang pasien yang melaporkan bahwa keluarga mereka memiliki masalah dengan insulin.

 

“Ketika bibi saya harus mendapatkan insulin, dia kehilangan kakinya,”

 

atau

 

“Ketika nenek saya menderita diabetes dan mendapatkan suntikan insulin, dia menjadi buta.”

 

Pendekatan apa yang harus dilakukan oleh dokter terhadap pasien dengan kekhawatiran tentang keamanan insulin ketika mereka benar-benar membutuhkannya?

 

Yang pertama harus disampaikan kepada pasien bahwa insulin “AMAN”. Tapi, keterlibatan masalah budaya, masalah sosial ekonomi, masalah agama, dan kepercayaan merupakan teka-teki bagi banyak orang.

 

Penelitian dari University of Texas Southwestern di Dallas menunjukkan bahwa 43% dari pasien diabetes yang mendapatkan suntikan insulin ragu untuk mendapatkan suntikan. Kekhawatiran ini berlandaskan pada alasan-alasan tertentu termasuk pernah melihat atau mendengar anggota keluarga mengalami efek merugikan dari insulin.

 

Selain itu, banyak pasien takut kecanduan insulin. Banyak orang yang tidak memahami konsekuensi atau manfaat penggunaan insulin dalam jangka waktu yang lama.

 

Orang-orang yang takut suntikan insulin ini juga mengaku bahwa mereka takut jarum, tidak mau disuntik karena nyeri pasca suntikan.

 

Yang menarik, 25% dari pasien yang diteliti oleh University of Texas Southwestern menyatakan bahwa mereka tidak mau disuntik insulin karena khawatir insulin menyebabkan kebutaan.

 

 

Pertanyaannya, benarkah insulin memiliki efek yang demikian parah bahkan hingga menyebabkan kebutaan?

 

 

Mengapa Insulin Penting Bagi Tubuh?

Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh organ pankreas. Insulin memungkinkan tubuh untuk menggunakan gula dan mengubahnya menjadi energi.

 

Setelah makan, saluran pencernaan Anda akan menghancurkan karbohidrat dan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa kemudian diserap pembuluh darah yang terdapat di permukaan usus halus.

 

Ketika glukosa berada di aliran darah, insulin akan membantu untuk memindahkan glukosa dari pembuluh darah tersebut ke sel. Sel, terutama mitokondria sel akan menggunakan glukosa tersebut sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

 

Insulin juga membantu tubuh mempertahankan keseimbangan kadar glukosa darah. Ketika terlalu banyak glukosa pada darah, insulin adakan memberikan sinyal kepada tubuh untuk menyimpan kelebihan glukosa tersebut pada liver (hati).

 

Glukosa yang disimpan tidak akan dilepaskan ke dalam aliran darah hingga kadar glukosa di dalam aliran darah menurun. Misalnya ketika, Anda berpuasa atau ketika tubuh menghadapi stres atau tubuh sedang membutuhkan energi ekstra seperti saat Anda berolah raga.

 

Penderita diabetes tidak dapat menggunakan hormon insulin dengan baik atau pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan keseimbangan glukosa darah tersebut.

 

Lalu, apakah semua penderita diabetes membutuhkan suntikkan insulin?

 

 

Insulin Sebagai Pengobatan Penderita Diabetes

Suntikan insulin dapat membantu mengobati kedua jenis diabetes. Insulin yang disuntikkan bertindak sebagai pengganti atau menambah insulin tubuh Anda. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak dapat memproduksi insulin, jadi mereka harus menyuntikkan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka.

suntikan insulin
People image created by Dragana_Gordic – Freepik.com

Banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat mengatur kadar glukosa darah mereka dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan oral. Namun, jika perawatan ini tidak membantu mengontrol kadar glukosa, maka mereka juga memerlukan insulin untuk membantu mengontrol kadar glukosa darah mereka.

 

 

Insulin dengan dosis yang sesuai sangat aman digunakan. Beberapa efek buruk yang ditimbulkan oleh insulin erat kaitannya dengan penggunaan dosis yang tidak sesuai.

 

Yang paling sering adalah penggunaan dosis insulin yang terlalu tinggi.

 

Insulin yang berlebihan akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi kekurangan kadar glukosa darah yang disebut sebagai hipoglikemia.

 

Hipoglikemia, atau kadar glukosa darah yang terlalu rendah, kadang-kadang dapat terjadi ketika Anda mendapatkan suntikan insulin.

 

Kondisi ini disebut  sebagai reaksi insulin. Jika Anda berolahraga terlalu banyak atau tidak cukup makan, kadar glukosa Anda bisa turun terlalu rendah dan memicu reaksi insulin. Anda perlu menyeimbangkan insulin yang Anda berikan sendiri dengan makanan atau kalori. Gejala reaksi insulin meliputi:

 

  • kelelahan
  • ketidakmampuan untuk berbicara
  • berkeringat
  • kebingungan
  • hilang kesadaran
  • kejang
  • kedutan otot
  • kulit pucat

 

Jadi, bila digunakan dengan tepat, insulin membantu menjaga kadar glukosa darah Anda dalam kisaran yang sehat.

 

Kadar glukosa darah yang sehat membantu mengurangi risiko komplikasi diabetes, seperti kebutaan dan kehilangan anggota badan.

 

Pasien buta dan kehilangan anggota badang karena harus diamputasi bukan karena penggunaan insulin tapi karena kadar glukosa darahnya tidak terkontrol.

 

Sangat penting untuk memonitor kadar glukosa darah Anda secara teratur jika Anda menderita diabetes.

 

Anda juga harus membuat perubahan gaya hidup untuk mencegah tingkat glukosa darah menjadi terlalu tinggi. Dan bicarakan dengan dokter Anda tentang cara-cara untuk membuat pengobatan Anda dengan insulin seefektif mungkin.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan atau cerita tentang penggunaan suntikan insulin ini silakan tuliskan di kolom komentar.

 

Referensi

1. Everything You Need to Know About Insulin

https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/insulin

2. If Insulin Is Safe, Why Are Patients Afraid of It?

https://www.medscape.com/viewarticle/875794

anak demam

Diagnosis dan Tatalaksana Demam Pada Anak

Demam pada anak dapat didefinisikan sebagai suhu pada anus (rektal) > 38°C atau suhu pada ketiak (aksila) > 37,2°C atau suhu pada mulut > 37,5°C (oral).

 

Demam < 41,7 °C tidak menyebabkan kerusakan otak. Dan hanya 4% dari total anak yang demam mengalami kejang demam.

demam pada anak
Sumber: https://pixabay.com

Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan demam pada anak antara lain:

 

  1. Hiperpireksia

Istilah ini digunakan untuk kondisi suhu tubuh > 41,5°C. Kondisi ini membutuhkan terapi anti piretik agresif karena berisiko untuk menimbulkan kerusakan organ permanen (irreversibel)

 

  1. Fever of unknown origin (FUO)

FUO berarti demam > 3 minggu, demam > 38°C pada beberapa kesempatan pengukuran, dan diagnosis yang tidak jelas setelah 1 minggu perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.

 

  1. Nosocomial FUO

Istilah ini merujuk kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bukan karena penyakit infeksi atau gejala deam tapi memiliki suhu tubuh > 38,3°C dalam beberapa kali pemeriksaan dengan menggunakan termometer.

 

 

Diagnosis Demam Pada Anak

Pencatatan Demam Pada Anak

diagnosis demam pada anak
Sumber: https://pixabay.com
  • Suhu tubuh yang diperiksa pada mulut cukup akurat untuk menentukan apakah seorang anak mengalami demam atau tidak bila anak tidak mengkonsumsi minuman dingin atau panas sekurangnya 20 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Suhu tubuh pada ketiak sebenarnya paling tidak akurat dan pemeriksaan suhu tubuh ada anus tidak nyaman terutama pada anak yang sudah cukup besar.
  • Pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer membran timpani menunjukkan suhu tubuh yang akurat dan lebih aman dibandingkan termometer klasik (termometer raksa)
  • Termometer raksa harus ditempatkan sekitar 2 menit untuk pengukuran pada anus; 3 menit pada mulut; dan 5-6 menit untuk ketiak
  • Termometer digital dapat mengukur suhu tubuh kurang dari 2 detik tapi tentu saja harganya lebih mahal

 

Temukan Penyebab Demam Pada Anak

  • Cobalah untuk menentukan penyebab demam berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
  • Demam dengan durasi singkat (< 2 minggu) biasanya terjadi karena infeksi
  • Karakter demam (misalnya relaps, Pel Ebstein, Step ladder) dapat memberikan petunjuk penyebab demam.
  • Hiperpireksia karena paparan lingkungan yang panas, demam karena dehidrasi, demam karena alergi obat, dan krisis hemolitik merupakan penyebab yang jarang ditemukan untuk kasus demam dengan durasi singkat.

 

Secara sederhana demam pada anak juga dapat dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pada anak, yaitu:

 

  1. Demam karena infeksi tanpa tanda lokal (Tabel 1)

 

Tabel 1 Diagnosis Banding demam tanpa tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Malaria·   Onset tiba-tiba disertai menggigil kemudian berkeringat

·   Apusan darah positif malaria

·   Tes diagnostik cepat (RDT) positif

·   Anemia berat

·   Pembesaran limfa (lien)

Septikemia·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Purpura atau petekie

·   Syok atau hipotermia

Demam Tifoid·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Nyeri tekan abdomen

·   Kebingunan

·   Mencret dan muntah

Infeksi saluran kemih·   Nyeri ketok CVA atau suprapubik

·   Nyeri ketika buang air kecil

·   Buang air kecil menjadi lebih sering

·   Inkontinesia urin

·   Leukosit dan/atau bakteri pada urin

 

  1. Demam karena infeksi dengna tanda lokal (Tabel 2)

 

Tabel 2 Diagnosis Banding demam dengan tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Meningitis
  • Demam dengan nyeri kepala dan muntah
  • Kejang
  • Leher kaku (tanda meningeal positif)
  • Ubun-ubun cembung (bulging)
  • Ruam meningococcal (petekie atau purpura)
Otitis Media
  • Gendang telinga eritem pada pemeriksaan otoskopi
  • Pus dari telinga
  • Nyeri telinga
Mastoiditis
  • Nyeri atau kemerahan di bagian belakang telinga
Osteomielitis
  • Nyeri lokal
  • Terbatasnya gerakan tungkai yang sakit
  • Batasan menyangga berat badan pada tungkai yang sakit
Artritis septik
  • Sendi terasa panas, nyeri, dan bengkak
Pneumonia
  • Batuk dengan sesak napas
  • Demam
  • Rhonki
  • Nyeri dada
Infeksi saluran napas atas
  • Gejala batuk dan pilek
  • Disertai perasaan tidak enak badan (letih dan lemah)

 

  1. Demam disertai ruam pada kulit (Tabel 3)

 

Tabel 3 Diagnosis Banding demam disertai ruam pada kulit

DiagnosisDeskripsi
Campak/Measles/Rubeola
  • Ruam tipikal (makulopapular)
  • Batuk, hidung berair, mata merah
  • Terpapar penderia campak sebelumnya
  • Tidak mendapatkan imunisasi campak
Infeksi Virus
  • Badan letih dan lemas
  • Ruam tidak spesifik transien
Infeksi Meningococcal
  • Ruam petekie atau purpura
  • Kulit lebam
  • Syok
  • Leher kaku bila disertai dengan meningitis
Demam Berdarah Dengue
  • Nyeri perut
  • Petekie
  • Perdarahan pada hidung, gusi atau perdarahan saluran cerna
  • syok

 

 

Selain itu dapat pula dipikirkan kemungkinan diagnosis pada demam yang lebih dari 7 hari (Tabel 4)

 

Tabel 4 Diagnosis Banding demam lebih dari 7 hari

DiagnosisDeskripsi
Abses
  • demam tanpa fokus infeksi yang jelas (deep abses)
  • massa dengan nyeri tekan atau fluktuasi
  • nyeri lokal
  • tanda spesifik pada daerah supraprenikus, liver, psoas, retroperitoneal, paru-paru, atau renal
Demam Reumatik
  • Murmur jantung
  • Artritis/artralgia
  • Gagal jantung
  • Denyut nadi cepat
  • Pericardial friction rub
  • Korea
  • Riwayat infeksi streptoccocal
Endokarditis Infektif
  • Penurunan berat badan
  • Lien membesar
  • Anemia
  • Murmur jantung
  • Perdarahan splinter pada nailbed
  • Hematuria mikroskopik
  • Jari tabuh
Tuberkulosis
  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia, keringat pada malam hari
  • Batu
  • Pembesaran hepar dan/atau lien
  • Riwayat keluarga dengan tuberkulosis
  • Rongent paru mengarah ke tuberkulosis
  • Tes tuberkulin positif
  • Limfadenopati

 

 

  • Demam yang bertahan hingga > 2 minggu harus diinvestigasi terkait dengan infeksi, keganasan, gangguan jaringan ikat, penyakit autoimun, dan penyebab metabolik
  • Pemeriksaan laboratorium yang sesuai seperti pemeriksaan darah lengkap, apusan darah tepi, urinalisa, tes serologi, pemeriksaan radiologi (terutama rongent thoraks) dan kultur darah atau cairan tubuh. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sesuai indikasi dengan memperhatikan tanda dan gejala terkait demam.

 

 

Anak dengan salah satu kondisi berikut harus diperiksa segera:

  • Usia < 3 bulan
  • Demam > 40,6°C
  • Menangis tanpa sebab yang jelas
  • Menangis ketika digerakkan atau disentuh
  • Sulit untuk dibangunkan
  • Leher kaku
  • Ruam ungun atau merah pada kulit
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Tampak sakit berat

 

 

Tatalaksana Demam Pada Anak

Terapi Non Farmakologis

obat demam pada anak
sumber: https://pixabay.com
  • Tenangkan orang tua pasien atau pasien dan jelaskan bahwa demam dengan derajat ringan tidak harus diatasi dengan pemberian antipiretik
  • Berikan lebih banyak minum
  • Gunakan pakaian satu lapis yang tipis
  • Jangan berada di lingkungan yang dingin atau panas
  • Kompres menggunakan air biasa pada daerah lipatan tubuh seperti ketiak dan/atau lipat paha. Berikan parasetamol 30 menit sebelum mengompres anak.
  • Untuk anak dengan usia < 3 bulan. Identifikasi risiko rendah pada bayi seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Pasien dengan risiko rendah demam tidak harus dirawat di rumah sakit
  • Bila tidak memenuhi kriteria pada tabel 5 maka pasien harus dirawat di rumah sakit

 

Tabel 5. Identifikasi demam risiko rendah untuk infeksi bakteri pada anak < 3 bulan

1. Non-toksik
2. Anak sebelumnya tampak sehat
3. Tidak ditemukan fokus infeksi bakteri saat pemeriksaan fisik
4. status sosial baik
5. Hitung leukosit 5.000-15.000/μL dan < 1.500 neutrofil batang/μL
6. leukosit pada pemeriksaan urin mikroskopik leukosit ≤10 sel/lapangan pandang
7. Jika diare, hasil pemeriksaan mikroskopik feses leukosit ≤10 sel/lapangan pandang

 

Pada anak usia > 3 bulan

  • Suhu tubuh < 38°C tidak perlu diberikan antipiretik
  • Suhu tubuh > 38°C pemberian antipiretik direkomendasikan

 

 

Terapi Farmakologis

 

Parasetamol tablet atau sirup per oral 10-15 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 4 jam

(parasetamol menurunkan demam sekitar 1-2°C 2 jam setelah pemberian)

Perhatian!

Parasetamol intravena tidak direkomendasikan untuk anak usia < 6 bulan dan berat badan < 5 kg

ATAU

 

Ibuprofen tablet atau sirup per oral 10 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 8 jam.

(efektivitas sama dengan parasetamol. Efek obat dapat berlangsung sekitar 6-8 jam dibandingkan parasetamol 4-6 jam)

 

Perhatian!

Aspirin tidak boleh digunakan untuk pengobatan demam pada anak karena berpotensi menyebabkan sindrom Reye

 

Pengobatan spesifik harus dilakukan berdasarkan diagnosis.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar demam pada anak silakan tuliskan pada kolom komentar.

Referensi
  1. In: Current Paediatric Diagnosis and Treatment. Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sandheimer JM (eds). 15th Edition. Lange Medical Books, New York, 2001; pp. 211-212.
  2. Fevers in Childhood. In: Ghai’s Essential Paediatrics. Ghai OP, Gupta P, Paul VK (eds). 6th Edition. Interprint, New Delhi, 2004; pp. 201-239.
  3. Facility Based IMNCI (F-IMNCI) Participants Manual. WHO, UNICEF, and Ministry of Health & Family Welfare, Government of India, 2009.