Artikel Kedokteran Dan Kesehatan Terbaru

uban orang tua

Fakta Menarik Tentang Uban dan Pencegahannya?

Warna rambut akan berubah seiring dengan pertambahan usia. Hal ini merupakan suatu kondisi yang normal terjadi. Akan tetapi, uban dapat muncul kapan saja sepanjang usia kehidupan. Bahkan muncul pada seorang  remaja dan orang yang berusia 20 tahunan.

 

Tubuh manusia memiliki jutaan kantung kecil tempat munculnya rambut (folikel) di seluruh tubuh. Folikel ini menumbuhkan rambut dan menghasilkan sel warna (pigmen) yang mengandung melanin. Seiring berjalannya waktu, folikel akan kehilangan sel pigmen dan menyebabkan rambut berubah menjadi putih.

 

Artikel ini akan memberikan gambaran beberapa penyebab umum munculnya uban pada usia muda disertai dengan beberapa tips untuk mencegah dan memperlambat pertumbuhannya.

uban
People image created by Pressfoto – Freepik.com

Fakta Menarik Tentang Uban

  • Defisiensi vitamin dapat menyebabkan uban tumbuh lebih cepat
  • Merokok berhubungan dengan proses pemutihan rambut prematur
  • Pencegahan uban bergantung pada penyebabnya

 

Kondisi Yang Menyebabkan Munculnya Uban

Terdapat banyak penyebab selain usia yang dapat menyebabkan rambut seseorang menjadi putih.

 

Defisiensi vitamin

Defisiensi vitamin B6, B12, biotin, vitamin D, atau vitamin E dapat berperan menyebabkan pemutihan rambut prematur.

 

Salah satu laporan dari jurnal Development notes menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D3, B12, dan tembaga berhubungan dengan pemutihan rambut. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa defisiensi nutrisi mempengaruhi pigmentasi. Warna rambut awal akan kembali setelah mengkonsumsi suplemen vitamin.

 

Pada tahun 2016 laporan penelitian pada International Journal of Trichology menemukan faktor yang berhubungan dengan pemutihan rambut prematus pada warga India berumur kurang dari 25 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa kadar feritin serum (berfungsi untuk menyimpan zat besi pada tubuh), vitamin B12 dan kolesterl baik (HDL) berperan dalam pemutihan rambut prematur.

 

Genetik

Pemutihan rambut prematur sebagian besar terkait dengan genetika, menurut laporan tahun 2013 pada Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology.

 

Ras dan etnis juga memiliki peran. Pemutihan prematur pada orang kulit putih dapat dimulai sejak usia 20 tahun, sementara untuk orang Asia pada usia 25 tahun, dan 30 tahun pada populasi orang Afrika-Amerika, menurut penelitian tahun 2013 yang sama.

 

Stres Oksidatif

Meskippun uban pada usia mud sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik, stress oksidatif pada tubuh juga dapat menyebabkan proses ini menjadi lebih cepat.

 

Stress oksidatif terjadi karena ketidakkeseimbangan antara kurangnya antioksidan untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas bersifat sebagai molekul yang tidak stabil dan dapat merusak sel serta berkontribusi terhadap penuaan dan penyakit.

 

Beberapa Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis termasuk penyakit auto imun dapat meningkatkan risiko munculnya uban lebih cepat. Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa abnormalitas rambut berhubungan dengan disfungsi tiroid.

 

Uban juga sering muncul pada penyakit alopesia areata, kondisi autoimun pada kulit yang menyebabkan kebotakan, dan hilangnya rambut pada bagian tubuh lainnya. Ketika rambut tumbuh kembali maka memiliki kecenderungan untuk berwarna putih karena defisiensi melanin.

 

Merokok

Penelitian pada tahun 2013 yang dilaporkan pada jurnal Italian Dermatology Online Journal, menunjukkan bahwa perokok memiliki peluang 2,5 kali lipat lebih cepat untuk mengalami pemutihan rambut pada usia 30 tahun dibandingkan bukan perokok.

 

Penelitian lainnya pada jurnal American Academy of Dermatology juga menunjukkan merokok berhubungan dengan risiko memutihnya rambut pada lelaki dewasa muda.

 

Produk kimia untuk rambut dan pewarna rambut

Produk kimia untuk rambut dan pewarna rambut bahkan sampo dapat berkontribusi dengan munculnya uban. Banyak dari produk ini mengandung bahan yang berbahaya dan dapat menurunkan kadar melanin.

 

Hidrogen peroksida yang terdapat pada banyak perwarna rambut merupakan salah satu zat kimia berbahaya. Penggunaan produk rambut yang berlebihan untuk melindungi rambut dari sinar matahari ketika berada di pantai juga menyebabkan kulit berubah jadi putih.

 

Pencegahan dan mengembalikan rambut putih prematur

rambut beruban
Business image created by Katemangostar – Freepik.com

Jika genetika atau penuaan adalah penyebabnya, tidak ada yang bisa mencegah atau mengembalikan warna rambut. Namun, merawat rambut beruban memungkinkan pigmentasi warna bisa kembali jika rontoknya rambut terjadi sebagai akibat kondisi medis tertentu.

 

Bila kekurangan diet dan vitamin adalah penyebab rambut putih prematur, pengobatan terhadap kondisi ini bisa membalikkan masalah atau menghentikan proses pemutihan rambut.

 

Mengkonsumsi anti oksidan lebih banyak

Makanan yang dikonsumsi juga dapat mencegah pemutihan rambut. Makanan kaya akan antioksidan dapat mengurangi stress oksidatif.

 

Makanan yang kaya akan anti oksidan antara lain:

  • Buah dan sayuran segar
  • Teh hijau
  • Minyak zaitun
  • Ikan

 

Mengatasi defisiensi

Orang yang beruban karena defisiensi vitamin harus mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin tersebut lebih banyak.

 

Selain itu, suplemen vitamin juga telah tersedia untuk mengatasi masalah defisiensi tersebut.

 

Berhenti merokok

Merokok dapat memiliki efek samping terhadap tubuh dan berkontribusi terhadap pemutihan rambut. Berhenti merokok adalah salah satu cara untuk mencegah dan mengembalikan warna rambut.

kram pergelangan kaki

Kram: Definisi, Penyebab dan Pengobatan

Saat malam hari, ketika anda sedang berbaring di atas tempat tidur, tiba-tiba betis anda terasa nyeri dan kaku. Kemudian, diikuti dengan perasaan kesemutan. Tidak dapat menggerakkan kaki. lalu Anda binggung apa yang harus dilakukan. Kondisi tersebut datang dengan tiba-tiba tanpa tanda lainnya terlebih dahulu tapi juga hilang begitu saja setelah beberapa saat. Kondisi ini disebut sebagai kram.

Kram merupakan suatu kondisi nyeri dan kaku (spasm) otot yang tidak terkontrol. Kondisi ini biasanya terjadi pada otot bagian betis. Selain itu, dapat pula terjadi pada otot-otot kecil kaki lainnya. Otot yang mengalami kondisi ini akan terasa keras dan tenggang, dan kita dapat dipastikan tidak dapat mengontrol kondisi ini.

Terkadang otot juga akan terasa berkedut (bergetar). Kondisi ini umumnya terjadi ketika beristirahat dan pada malam hari.

Siapa yang lebih sering menderita kram?

Kram dapat terjadi sepanjang waktu pada setiap orang. Sekitar 1 dari 3 orang pada usia < 60 tahun mengalami kram dan setengah dari yang berusia >60 tahun.

Pada beberapa orang, kondisi ini malah dapat cenderung dirasakan secara reguler. Kram reguler biasanya terjadi pada ibu hamil. Selain ibu hamil, kram juga sering dirasakan oleh atlet dan pemain sepak bola. Khususnya ketika mereka telah menjalani latihan dalam waktu yang lama.

kram
People image created by Yanalya – Freepik.com

Kondisi ini juga dirasakan pada orang-orang yang melakukan olahraga tidak teratur.

Pada kebanyakan orang, khususnya orang tua, kondisi ini terjadi selama tidur dengan tiba-tiba dan biasanya berlangsung lebih berat pada betis.

Apa yang menjadi penyebab kram?

Penyebab pasti kondisi ini tidak diketahui secara pasti.

Kemungkinan penyebabnya adalah olahraga yang tidak teratur. Kondisi ini muncul karena penumpukan senyawa asam pada otot (asam laktat) yang memicu terjadinya kram. Kondisi ini juga dapat terjadi karena duduk terlalu lama, berdiri atau berbaring pada posisi yang tidak nyaman serta pada orang dengan kekurangan cairan (dehidrasi).

Penyebab lainnya yang jarang adalah pengapuran dan kekakuan pada pembuluh darah bagian betis, masalah hormon tiroid, kurangnya garam pada sel dan efek samping obat.

Beberapa obat memiliki efek samping menyebabkan kondisi ini contohnya obat diuretik (obat untuk mengurangi cairan pada tubuh), statin (penurun kolesterol), litium (obat penstabil mood), dan obat anti hipertensi seperti nifedipin.

 

Apa yang dapat kita lakukan untuk membuat kaki menjadi lebih nyaman?

pijatan pada kaki kramBiasanya kondisi ini hanya terjadi selama beberapa menit tapi dapat pula berlangsung selama 10 menit.

Tapi pada umumnya, akan hilang dengan sendirinya.

Teknik sederhana untuk mengurangi rasa kurang nyaman saat kondisi ini muncul adalah dengan memijat otot yang terasa nyeri dan kaku.

Secara pelan dan halus coba untuk menarik otot dan meluruskan kaki.

Bila terjadi saat anda sedang bersama seseorang teman lainnya. Mintalah bantuannya untuk melakukan hal tersebut.

Beberapa orang juga mengatakan bahwa kondisi ini lebih cepat menghilang dengan melakukan tekanan ringan menggunakan ibu jari tangan pada sela jari kaki pertama dan kedua yang mengalami kram.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu anda mengatasi masalah kram lebih baik.

 

Referensi: Common General Problems. In: Murtagh AM J. eds. John Murtagh’s Patient Education, 7e New York, NY: McGraw-Hill; http://murtagh.mhmedical.com/content.aspx?bookid=1914&sectionid=142127659. Accessed December 12, 2017.

 

 

selfie diagnostik

Selfie Sebagai Metode Diagnostik Masa Depan

Pada tahun 2050, ketika anda merasa sakit. Alih-alih anda pergi menemui dokter; profesi yang mungkin menjadi tidak terkenal di masa depan. Anda mengeluarkan ponsel anda dan mengambil selfie diagnostik. Apakah hal di atas merupakan suatu “Fiksi” belaka? Bisa jadi dalam waktu dekat akan menjadi suatu fakta; peneliti telah mendesain suatu model komputer yang dapat memprediksi kesehatan secara akurat berdasarkan bentuk wajah.

otak dan diagnostik
Technology image created by Kjpargeter – Freepik.com

Jika paragraf di atas terlalu tidak masuk akal bagi anda, tapi model komputer ini tidak hanya berhasil menebak aspek kesehatan hanya dengan melihat wajah tapi pola yang sama juga dapat diterapkan pada otak untuk menemukan diagnosis penyakit dengan pola yang sama.

Dr. Ian Stephen, dari Macquarie University di Sydney, Australia, dan rekan-rekannya menggunakan analisis bentuk wajah untuk mendeteksi secara tepat tanda kesehatan fisiologis di lebih dari 270 individu dari etnis yang berbeda.

“Kami telah mengembangkan model komputer,” Dr. Stephen menjelaskan, “yang dapat menentukan informasi tentang kesehatan seseorang hanya dengan menganalisis selfie wajah mereka, mendukung gagasan bahwa wajah berisi isyarat yang benar dan jelas terhadap kesehatan fisiologis.”

Temuan ini sekarang telah dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology, dan mereka membuat gagasan tentang super-doctor yang disempurnakan dengan komputer dimana otaknya telah dioptimalkan untuk diagnosa tanpa cela. Hal ini tampak lebih ilmiah daripada fiksi.

 

Model komputer selfie ini memprediksi lemak tubuh, indeks massa tubuh, tekanan darah

Dr. Stephen menjelaskan bagaimana penelitian ini dilakukan: “Pertama, kami menggunakan foto selfie 272 wajah Asia, Afrika, dan Kaukasia untuk melatih komputer mengenali lemak tubuh, indeks massa tubuh, dan tekanan darah dari bentuk wajah mereka.”

 

“Kami kemudian meminta komputer untuk memprediksi ketiga variabel kesehatan ini di wajah lain, dan menemukan bahwa model komputer ini bisa melakukannya,” kata Dr. Stephen.

 

Selanjutnya, para peneliti ingin melihat apakah manusia mendeteksi isyarat kesehatan dengan cara yang sama. Jadi, Dr. Stephen dan rekan-rekannya merancang sebuah aplikasi yang memungkinkan peserta penelitian mengubah tampilan selfie wajah sehingga mereka terlihat sehat semaksimal mungkin.

Parameter aplikasi bisa diubah sesuai model komputer.

“Kami menemukan bahwa para partisipan mengubah wajah agar terlihat lebih rendah lemak, memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah dan tekanan darah rendah, agar mereka terlihat lebih sehat,” kata Dr. Stephen.

 

“Metode aplikasi ini menunjukkan bahwa beberapa fitur yang menentukan seberapa sehat tampilan wajah pada manusia adalah fitur yang sama dengan model komputer yang digunakan untuk memprediksi lemak tubuh, indeks massa tubuh, dan tekanan darah.”

selfie
Design vector created by Freepik

Dengan kata lain, otak kita bekerja dengan cara yang sama seperti model komputer, dan bisa memprediksi kesehatan dari bentuk wajah dengan akurasi yang mengejutkan.

Dr. Stephen melanjutkan dengan berspekulasi tentang signifikansi evolusioner temuan tersebut. Dia mengatakan, “Hasilnya menunjukkan bahwa otak kita telah mengembangkan mekanisme untuk mengekstrak informasi kesehatan dari wajah orang-orang, memungkinkan kita untuk mengidentifikasi orang sehat untuk dikawinkan dengan atau untuk membentuk hubungan kerja sama dengan.”

“Ini mengisi sebuah tautan penting yang hilang dalam teori daya tarik evolusioner saat ini,” tambahnya.

 

“Temuan ini,” Dr. Stephen menyimpulkan, “memberikan dukungan kuat untuk hipotesis bahwa wajah mengandung isyarat yang benar dan jelas terhadap kesehatan fisiologis, dan sementara model pada tahap awal, kami berharap dapat digunakan untuk membantu diagnosis masalah kesehatan di masa depan. “

 

Apakah masih ada profesi dokter di masa depan atau digantikan oleh teknologi pelayan kesehatan super yang melakukan pekerjaan lebih akurat dan lebih singkat dari pada yang seorang dokter dapat lakukan?

 

Referensi: Diterjemahkan dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/320316.php

Demam: Penyebab & Kapan Harus Ke Dokter?

Demam juga disebut dengan hipertermia, pireksia, atau peningkatan suhu tubuh. Kondisi ini menjelaskan peningkatan suhu tubuh di atas batas normal. Kondisi ini dapat terjadi baik pada anak-anak atau orang dewasa. Peningkatan suhu tubuh jangka pendek dapat membantu tubuh untuk melawan penyakit. Meskipun demikian, peningkatan suhu tubuh berat dapat menjadi gejala dari suatu kondisi yang serius dan membutuhkan perawatan medis dengan segera. Artikel ini akan memberikan gambaran penyebab demam, pengobatan kondisi ini di rumah, dan kapan harus menemui dokter.

demam
Background image created by Xb100 – Freepik.com

Mengenali kondisi ini merupakan salah satu langkah yang dibutuhkan untuk mendapatkan pengobatan. Suhu tubuh normal pada umumnya berada pada rentang 36,5-37,5°C. Meskipun demikian, suhu tubuh sangat bervariasi antara satu orang dengan orang yang lainnya.

Suhu tubuh normal juga dapat berfluktuasi bergantung pada waktu dalam sehari. Suhu tubuh paling rendah dapat diukur pada pagi hari sedangkan suhu tubuh tertinggi ditemukan pada siang atau sore hari. Faktor lainnya yang dapat mempengaruhi suhu tubuh antara lain siklus menstruasi dan olahraga.

 

Untuk mengecek suhu tubuh kita dapat menggunakan termometer baik termometer pada mulut, anus, atau ketiak.

  • Termometer mulut harus diletakkan di bawah lidah selama kurang lebih 3 menit.
  • Termometer ketiak diletakkan ketiak kemudian dijepit dengan lengan atas selama kurang lebih 5 menit.
  • Termometer anus biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh pada bayi. Sebelum dimasukkan ke anus termometer terlebih dahulu diberikan jelly pelumas. Kemudian dimasukkan sekitar 3 cm ke dalam anus bayi selama 3 menit.

Secara umum, bayi dikatakan mengalami demam apabila suhu tubuhnya berada pada ≥ 38°C. Pada anak dinyatakan demam apabila suhu tubuh lebih dari 37,5 °C dan pada orang dewasa > 37,2-37,5°C.

 

Apa Yang Biasanya Menyebabkan Demam?

Demam akan muncul apabila bagian otak yang disebut hipotalamus merubah titik kontrol (set point) suhu tubuh menjadi lebih tinggi. Ketika kondisi ini terjadi, maka seseorang akan merasa menggigil dan menyelimuti diri untuk meningkatkan panas tubuh. Kondisi ini akan meningkatkan suhu tubuh.

Terdapat berbagai kondisi yang berbeda yang dapat menyebabkan demam pada seseorang. Beberapa kondisi tersebut antara lain:

  • Infeksi: flu, infeksi saluran napas atas dan pneumonia
  • Pemberian imunisasi: imunisasi dipteri atau tetanus pada anak
  • Tumbuh gigi pada bayi
  • Penyakit inflamasi seperti artritis reumatik dan penyakit Crohn’s
  • Bekuan darah
  • Paparan sinar matahari berlebihan
  • Keracunan makanan

 

Berdasarkan dari penyebab demam, beberbagai gejala tambahan dapat terjadi seperti:

  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Hilang nafsu makan
  • Dehidrasi
  • Lemah seluruh tubuh
anak demam
Love image created by Peoplecreations – Freepik.com

Bagaimana Mengatasi Demam di Rumah?

Perawatan demam bergantung dari keparahannya. Demam ringan tanpa gejala lainnya biasanya tidak membutuhkan pengobatan medis. Minum lebih banyak air dan beristirahat cukup untuk mengatasi kondisi ini.

Ketika peningkatan suhu tubuh disertai dengan gejala ringan seperti perasaan lemas atau dehidrasi, beberapa hal berikut dapat membantu untuk menurunkan suhu tubuh:

  • Pastikan suhu ruangan nyaman untuk beristirahat
  • Mandi dengan menggunakan air hangat
  • Minum parasetamol atau ibuprofen
  • Minum air putih lebih banyak dari biasanya

 

Kapan Anda Butuh Menemui Dokter? 

Peningkatan suhu tubuh ringan biasanya dapat diobati di rumah. Pada beberapa kasus, demam dapat menjadi gejala kondisi medis serius yang membutuhkan pengobatan tepat.

Anda harus membawa bayi anda ke dokter apabila:

  • Usia < 3 bulan, demam > 38°C
  • Usia 3-6 bulan, demam > 38,9°C dan tampak rewel, lemas, dan tidak nyaman
  • Usia 6-24 bulan, dmam lebuh dari 38,9°C, lebih dari satu hari

Anda harus membawa anak anda ke dokter apabila:

  • Suhu tubuh ≥ 39°C
  • Demam lebih dari tiga hari
  • Kontak mata buruk
  • Tampak lemas atau rewel
  • Baru saja dilakukan immunisasi
  • Memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya

Untuk orang dewasa, maka harus menemui dokter apabila:

  • Suhu tubuh ≥ 39°C
  • Mengalami demam lebih dari 3 hari
  • Mengalami gejala berat lainnya

Semua yang mengalami peningkatan suhu tubuh harus menemui dokter apabila disertai dengan gejala:

  • Nyeri kepala hebat
  • Nyeri tenggorokan
  • Ruam pada kulit, terutama apabila ruam semakin berat
  • Sensisitf terhadap cahaya terang
  • Leher kaku atau nyeri leher
  • Muntah menetap
  • Lemas dan rewel
  • Nyeri perut
  • Nyeri saat kencing
  • Otot menjadi lemah

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan laboratorium. Hal ini membantu dokter untuk menentukan penyebab demam dan pengobatan yang efektif.

 

Kapan Demam Menjadi Suatu Kondisi Gawat Darurat?

Anda harus membawa bayi, anak anda, atau diri anda sendiri ke unit gawat darurat terdekat apabila mengalami peningkatan suhu tubuh disertai dengan salah satu gejala berikut:

  • Penurunan kesadaran
  • Tidak mampu untuk berjalan
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Kejang

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selalu sediakan termometer di rumah. Demam merupakan suatu gejala yang umum, namun dapat menjadi masalah kesehatan yang serius apabila ditangani dengan cara yang salah.

 

Wallahu’alam bisshawab

 

Referensi: Fever and chills. In: Murtagh J. eds. Murtagh’s General Practice, 6e New York, NY: McGraw-Hill; . http://murtagh.mhmedical.com/content.aspx?bookid=1522&sectionid=116032462. Accessed December 09, 2017.

 

Konjungtivitis Alergi: Diagnosis dan Tatalaksana

Konjungtivitis alergi adalah reaksi alergi pada jaringan okular dan periokular yang bermanifestasi sebagai kemerahan mata disertai dengan rasa gatal serta pembengkakan akibat paparan alergen. Konjungtivitis alergi dapat bersifat musiman dan perenial dengan tidak melibatkan kornea dan merupakan hasil dari reaksi hipersensitivitas awal imunoglobulin E (IgE). Kondisi  ini biasanya terkait dengan manifestasi penyakit atopik lainnya seperti rhinitis alergi, asma, urtikaria, dan / atau dermatitis atopik. Kondisi ini biasanya muncul dengan kemerahan mata ringan sampai sedang, air mata berlebihan, dan gatal dan pembengkakan konjungtiva hingga sedang (chemosis) dalam pola musiman atau sedang. Diagnosis awal biasanya ditemukan pada masa kanak-kanak atau dewasa muda.

konjungtivitis alergi
Business image created by Katemangostar – Freepik.com

Evaluasi Konjungtivitis Alergi

  • Pertimbangkan manajemen konservatif untuk penyakit ringan termasuk edukasi pasien untuk menghindari menggaruk mata, menghindari paparan alergen, dan iritan. Edukasi pasien untuk melakukan kompres dingin pada mata dan pemberian air mata buatan
  • Medikasi hanya diberikan pada penyakit derajat sedang hingga berat atau sebagai tambahan untuk mengatasi gejala
    • Pemberian stabilisator sel masa okular, anithistamin, atau keduanya merupakan terapi lini pertama
  • Pertimbangkan dual-action mast cell stabilizer / antihistamine sebagai terapi awal, seperti:
    • ketotifen 0,01% -0,035% 1 tetes mata ≤ 3 kali sehari
    • alcaftadine 0,25% 1-2 tetes mata satu kali sehari (FDA Pregnancy Category B)
    • bepotastine 1,5% 1 tetes mata dua kali sehari
    • olopatadine 1% 1-2 tetes mata ≤ 4 kali sehari (atau olopatadine 2% 1-2 tetes mata satu kali sehari)
    • azelastine 0,15% 1 tetes mata satu kali sehari
  • Pertimbangkan obat single-action jika pasien peka terhadap komponen dual-action mast cell stabilizer / antihistamine, seperti:
    • antihistamin – dikontraindikasikan pada pasien yang berisiko terkena glaukoma sudut tertutup dan pilihannya meliputi:
      • feniramin maleat 0,315% / naphazolin 0,02675% (kombinasi antihistamin dan dekongestan) 1-2 tetes mata ≤ 4 kali sehari
      • Epinastine 0,05% 1 tetes mata dua kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 3 tahun
      • emedastine difumarate 0,05% 1 tetes mata ≤ 4 kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 3 tahun
      • levokabastin 0,1% 1 tetes mata ≤ 4 kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 12 tahun
    • stabilizer sel mast – pilihan dapat mencakup:
      • nedocromil 2% 1-2 tetes mata dua kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 3 tahun
      • cromolyn 4% 1-2 tetes mata ≤ 4 kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 2 tahun
      • lodoxamide tromethamine 0,1% 1-2 tetes mata ≤ 4 kali sehari, disetujui untuk digunakan pada pasien ≥ 2 tahun
    • Obat okular lainnya dapat dipertimbangkan jika terapi awal tidak efektif, termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sendiri atau sebagai obat tambahan, dekongestan okular sebagai pengobatan tambahan, atau steroid okular untuk kasus yang sangat parah atau resisten atau jika ada paparan yang berkepanjangan / berulang terhadap alergen.
    • Antihistamin oral generasi kedua dapat dipertimbangkan pada pasien dengan atau tanpa rinitis alergi.
    • Imunoterapi alergen dapat dipertimbangkan untuk penyakit sedang sampai berat jika alergen spesifik diidentifikasi dan diperlukan penanganan tambahan.
    • Jika terdapat gejala rhinitis alergi yang jelas, pertimbangkan steroid intranasal, antihistamin oral, dan / atau montelukast oral.
    • Pertimbangkan rujukan ke dokter mata jika ada komorbiditas yang signifikan, diperlukan pemberian kortikosteroid, atau gejala mata baru berkembang.

 

Referensi:

  1. La Rosa M, Lionetti E, Reibaldi M, et al. Allergic conjunctivitis: a comprehensive review of the literature. Ital J Pediatr. 2013 Mar 14;39:18full-text
  2. Friedlaender MH. Ocular allergy. Curr Opin Allergy Clin Immunol. 2011 Oct;11(5):477-82
  3. Bielory L, Meltzer EO, Nichols KK, Melton R, Thomas RK, Bartlett JD. An algorithm for the management of allergic conjunctivitis. Allergy Asthma Proc. 2013 Sep-Oct;34(5):408-20, commentary can be found in Allergy Asthma Proc 2015 Jul-Aug;36(4):79
ansietas

Guidelines Ansietas Berdasarkan NICE 2011

Gangguan cemas menyeluruh (generalised anxiety disorder / GAD) atau ansietas ditandai dengan kekhawatiran dan stres kronis, tidak fokus, dan terkait dengan gangguan klinis dan gangguan fungsional yang signifikan, sering disertai  insomnia, kegelisahan, spasme otot, dan masalah konsentrasi. Usia onset tampaknya bimodal, biasanya terjadi antara usia 10-14 tahun pada anak-anak dan remaja dan pada usia rata-rata 31 tahun pada orang dewasa. GAD dapat terjadi akibat aktivitas neurotransmiter serotonergik dan noradrenergik yang tidak normal. Kombinasi genetika dan pengaruh lingkungan dapat berperan dalam manifestasi gejala. Perjalanan klinis biasanya kronis, dengan kemungkinan remisi yang lebih rendah pada kondisi psikologis komorbid dan dukungan keluarga. GAD dikaitkan dengan peningkatan risiko perilaku bunuh diri serta semua penyebab kematian dan kematian terkait kardiovaskular. Artikel ini memuat guidelines ansietas berdasarkan NICE 2011.

guidelines ansietas
Business image created by Creativeart – Freepik.com

Populasi

Dewasa

Rekomendasi

  • NICE 2011
  1. Rekomendasi cognitive behavioral therapy untuk gangguan cemas menyeluruh (generalized anxiety disorder/GAD)
  2. Rekomendasi pemberian Sertraline jika pengobatan dengan obat dibutuhkan
  3. Jika sertraline tidak efektif, direkomendasikan pemberian selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) atau selective noradrenergic reuptake inhibitor (SNRI) lainnya. Hindari penggunaan terapi benzodiazepin atau anti psikotik jangka panjang pada GAD.

 

Pengobatan/Medikasi berdasarkan Guidelines Ansietas NICE 2011

  1. Cognitive behavioral therapy:
  • Komponen CBT meliputi
    • Paparan terhadap stimulus dan perasaan yang terkait dengan peristiwa traumatik
    • Inhibisi perilaku mengurangi kecemasan dengan menjauhi atau mencari hiburan untuk meningkatkan ketahanan diri
    • Strategi kongnitif unutk mengurangi persepsi berlebihan terhadap ancaman
    • Strategi untuk mengelola tingkat kecemasan/arousal salah satunya dengan kontrol pernapasan
  • Dilakukan selama 6-12 sesi dengan durasi 1 jam untuk setiap sesi.

 

  1. Antidepresan
  • Antidepresan dengan bukti mengurangi remisi dan gejala
    • Sertraline; Escitalopram; Paroxetine
  • Antidepresan dengan bukti untuk mengurangi gejala
    • duloxetine venlafaxine extended release; imipramine; trazodone; opipramol; citalopram; agomelatine
  • Dosis antidepresan:
    • escitalopram 10-20 mg/hari
    • paroxetine 20-50 mg/hari
    • sertraline 50–200 mg/hari
    • duloxetine 60–120 mg/hari
    • venlafaxine 75–225 mg/hari
    • imipramine 50-200 mg/hari
    • citalopram 10-40 mg/hari
    • nortriptyline 20-150 mg/hari
    • opipramol 50–300 mg/hari

 

  1. Benzodiazepin
  • Efektif untuk pengobatan jangka pendek
  • Drug of Choice (DOC): alprazolam 0,5-2 mg/hari, diazepam 2,5-5 mg/hari, lorazepam 1-4 mg/hari
  • Gunakan dengan perhatian terhadap pembentukan kebiasaan yang berujung pada rebound ansietas, dan memiliki efek samping yang lebih parah ketika dihentikan

 

  1. Buspirone
  • Dilaporkan mengurangi gejala ansietas pada GAD
  • Memiliki efek samping yang lebih sedikit
  • Dosis 10-60 mg/hari diberikan 3-4 kali per hari

 

  1. Hidroxyzine
  • Dosis 50-100 mg 4 kali sehari (dewasa)
  • 50-100 mg/hari 3 kali sehari (anak)
  1. Pregabalin
  • DOC untuk pasien yang intoleran terhadap SSRI dan SNRI
  • Dosis 150-600 mg/hari

 

Referensi

  1. Katzman MA, Bleau P, Blier P, et al; Canadian Anxiety Guidelines Initiative Group on behalf of the Anxiety Disorders Association of Canada/Association Canadienne des troubles anxieux and McGill University. Canadian clinical practice guidelines for the management of anxiety, posttraumatic stress and obsessive-compulsive disorders. BMC Psychiatry. 2014;14 Suppl 1:S1
  2. http://www.nice.org.uk/nicemedia/live/13314/52599/52599.pdf
anafilaksis

Guidelines Anafilaksis NICE 2011 dan EACCI 2014

Anafilaksis adalah reaksi alergi sistemik akut yang mengancam jiwa yang dapat berkembang dengan cepat menuju obstruksi jalan napas dan kegagalan (kolaps) kardiovaskular. Anafilaksis dapat dikaitkan dengan kondisi alergi lainnya. Pemicu umum meliputi alergen makanan, obat-obatan, sengatan serangga, media kontras, dan paparan lateks dan anamnesis adalah modalitas yang paling penting dalam menentukan apakah anafilaksis telah terjadi dan apa yang menjadi penyebabnya. Artikel ini memberikan ringkasan guidelines anafilaksis NICE 2011 dan EACCI 2014.

Populasi yang termasuk dalam guidelines anafilaksis

  • Anak-anak dan dewasa

Rekomendasi guidelines anafilaksis NICE 2011 dan EACCI 2014

  • NICE 2011, EACCI 2014
    • Uji sel mast triptase dilakukan pada saat onset dan setelah 1-2 jam kemudian
    • Pada pasien ≥16 tahun dengan sangkaan reaksi anafilaksis harus diobservasi 6-12 jam sebelum dipulangkan
    • Semua pasien <16 tahun dengan sangkaan reaksi anafilaksis harus dirawat untuk observasi
    • Pasien yang telah mendapatkan pengobatan reaksi anafilaksis harus dirujuk ke konsultan alergi
    • Obati anafilaksis dengan epinefrin (1:1000/0,1%) 0,01 mg/kg (maksimal 0,5 mg) SC; jika diperlukan dapat diulang setiap 15 menit.
    • Pasien harus diberikan reseo epinefrin injektor (Cth: EpiPen)
    • Pasien dengan kardiovaskular tidak stabil harus diposisikan supine dengan kedua tungkai bawah ditinggikan dan bolus NaCl 0,9 IV 20mL/kg
    • Direkomendasikan pemberian agonis β-2 dan glukokortikoid pada pasien dengan wheezing atau tanda bronkokontriksi
    • H1– dan H2blockers dapat ditambahkan untuk mengatasi tanda kutaneus anafilaksis.

 

Poin Kunci Guidelines Anafilaksis:

Anafilaksis didefinisikan sebagai reaksi hipersensitivitas general berat, mengancam jiwa dengan karakteristik berupa perkembangan cepat dari: reaksi hipersensitivitas pada kulit atau mukosa, edema saluran napas, bronkospasme, dan disfungsi vaskular.

 

Pengobatan/Medikasi berdasarkan Guidelines Anafilaksis NICE 2011 dan EACCI 2014

guidelines anafilaksis
Background image created by Www.slon.pics – Freepik.com
  1. Epinefrin
  • Lini pertama
  • Diberikan setiap 5-15 menit untuk mengontrol gejala dan meningkatkan tekanan darah
    • Dosis dewasa (epinefrin 1: 1.000 atau 1mg/mL): 0,2-0,5 mL
    • Dosis anak : 0,01 mg/kg (Maks. 0,3 mg atau 0,3 mL)
    • Waktu antar injeksi hars semakin diperpendek
    • Pengulangan dosis diperlukan pada sekitar 35% kasus anafilaksis
  • Injeksi IM pada paha memungkinkan kadar plasma epinefrin tercapai lebih cepat dibandingkan dengan SC atau IM pada bahu.
  • Pada pasien yang tidak respons pemberian epinefrin IM maka perlu diberikan epinefrin IV.
  • Epinefrin IV
    • Potensial beriko untuk mengembangkan aritmia letal.
    • Hanya digunakan jika henti jantung atau hipotensi berkepanjangan yang tidak respons terhadap pemberian epinefrin IM berulang dan resusitasi cairan.
    • Rejimen epinefrin (dilusi 1:100.000)
      • Dosis inisial 2-10 mcg/menit
      • Titrasi dosis berdasarkan respons klinis dan efek samping
      • Lakukan monitoring hemodinamik
    • Jika terjadi Henti Jantung (Cardiac Arrest) maka pemberian epinefrin pada resusitasi jantung paru adalah sebagai berikut:
      • Dewasa: Epinefrin (1:10.000) 1 mg IV, Ulangi setiap 3-5 menit selama henti jantung
      • Anak: Epinefrin (1:10.000) 0,01 mg/kg (0,1 ml/kg hingga 1 mg dosis tunggal), ulangi setiap 3-5 menit selama henti jantung.

 

  1. Antihistamin
  • Terapi lini kedua
    • Antihistamin H1 (Difenhidramin)
      • Dewasa: 25-50 mg IV berikan selama 10-15 menit
      • Anak: 1 mg/kg (maks 50 mg) berikan selama 10-15 menit
    • Antihistamin H2 (Ranitidin)
      • Dewasa: 12,5-50 mg IV bolus lambat atau IM
      • Anak: 1 mg/kg IV bolus lambat atau IM

 

  1. Glukokortikoid
  • Diberikan sebagai terapi adjuvan epinefrin
  • Tidak membantu dalam mengurangi gejala akut akan tetapi mencegah rekurensi dan durasi anafilaksis
  • Pilihan Obat berupa:
    • Dewasa:
      • Hidrokortison 200 mg IV
      • Metilprednisolone 50-100 mg IV
      • Prednison PO dosis ekuivalen metilprednisolon
    • Anak
      • Metilprednisolon 1mg/kg IV (maks 50 mg)
      • Hidrokortison 2 mg/kg IV (maks 100 mg)
      • Prednison PO dosis ekuivalen metilprednisolon

 

  1. Agonis β-2
  • Untuk pengobatan bronkospasme berikan agonis β-2 inhalasi
  • Albuterol/salbutamol
    • 2-6 puff MDI atau 2,5-5 mg nebule+3 mL NaCl 0,9%
    • Dapat diulang jika diperlukan

 

  1. Vasopresor
  • Hanya diberikan pada pasien dengan hipotensi refrakter pasca pemberian epinefrin dan cairan resusitasi
  • Diberikan hanya jika tersedia alat monitoring hemodinamik
  • Dosis vasopresor
    • Dopamin 2-20 mcg/kg/menit titrasi hingga target tekanan darah tercapai
    • Norepinefrin 0,05-0,1 mcg/kg/menit (titrasi maksimal 2 mcg/kg/menit) juga dapat digunakan.

 

Referensi:

  1. Lieberman P, Nicklas RA, Randolph C, et al. American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology/American College of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI/ACAAI) Joint Task Force: Anaphylaxis – a practice parameter update 2015. Ann Allergy Asthma Immunol. 2015 Nov;115(5):341-84
  2. Campbell RL, Li JT, Nicklas RA, Sadosty AT, Members of the Joint Task Force, Practice Parameter Workgroup. Emergency department diagnosis and treatment of anaphylaxis: a practice parameter. Ann Allergy Asthma Immunol. 2014 Dec;113(6):599-608

 

golongan darah 3

Golongan Darah Penentu Kepribadian dan Sifat

Golongan darah merupakan suatu sistem pembagian golongan darah berdasarkan antigen dan antibodi yang dimiliki oleh darah. Sistem pembagian golongan darah ABO pertama kali dijabarkan oleh ilmuwan Austria bernama Karl Landsteiner pada tahun 1900. Saat ini terdapat suatu pandangan yang umum di Asia ataupun di Jepang bahwa golongan darah seseorang dapat digunakan untuk memprediksi kepribadian seseorang. Hal ini bahkan mengalahkan prediksi astrologi yang sering digunakan dunia barat untuk menentukan kepribadian seseorang.

Pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk memaparkan fakta ilmiah apakah benar kepribadian seseorang itu sangat bergantung dari golongan darahnya.

Sejarah Penelitian Hubungan Golongan Darah dan Penurunan Kepribadian serta Sifat

 

golongan darah
Logo vector created by Freepik

Sebenarnya hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang baru. Jika kita melirik pada sejarah maka hal ini pertama kali dipaparkan oleh Takeji Furukawa seorang profesor dari Tokyo Women’s Teacher’s School pada tahun 1927. Pada saat itu dia mempublikasikan sebuah tulisan yang berjudul “The Study of Temperament Through Blood Type” di jurnal Psychological Research. Ide dalam tulisannya ini cepat meluas di masyarakat Jepang pada saat itu. Karena saya penasaran dengan tulisan ilmiah pertama terkait hubungan antara golongan darah dan kepribadian seseorang maka saya memulai melakukan pencarian terhadap tulisan dari Takeji Fukurawa ini. Dan saya tidak menemukan artikel aslinya. Tapi saya mendapatkan penjelasan dari beberapa sumber yang menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan pada puluhan orang dan secara statistik dinyatakan gagal untuk memenuhi sebuah generalisasi terhadap suatu populasi yang umum.

Tahun 1934 Fisher mengajukan sebuah uji yang hingga saat ini merupakan suatu uji analisa statistik yang paling terkenal yaitu uji Chi-Square. Beberapa peneliti yang mencoba melakukan uji statistik Chi-square terhadap panelitian Takeji Furukawa tersebut dan menyatakan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik.

Dalam studi lain, Furukawa membandingkan distribusi golongan darah antara dua kelompok etnis: etnis Formosa di Taiwan dan Ainu dari Hokkaido. Motivasinya untuk penelitian ini tampaknya datang dari insiden politik. Setelah pendudukan Jepang di Taiwan yang terjadi setelah invasi Jepang Cina pada tahun 1895, penduduk gigih menolak penjajah mereka. Pemberontakan pada tahun 1930 dan pada tahun 1931 mengakibatkan kematian ratusan penduduk Jepang.

Tujuan dari penelitian Furukawa adalah untuk “menembus esensi dari sifat-sifat rasial dari Taiwan, yang baru-baru ini memberontak dan berperilaku begitu kejam”. Berdasarkan temuannya 41,2% dari sampel Taiwan memiliki golongan darah O, Furukawa mengasumsikan bahwa pemberontakan Taiwan ditentukan secara genetik. Alasannya didukung oleh fakta bahwa di antara etnis Ainu yang memiliki sifat penurut, hanya 23,8% memiliki jenis O. Kesimpulannya, Furukawa menyarankan bahwa Jepang harus meningkatkan perkawinan dengan Taiwan untuk mengurangi jumlah Taiwan dengan golongan darah O.

Minat pada teori di atas memudar pada tahun 1930-an. Akan tetapi ditampilkan kembali oleh Masahiko Nomi dengan sebuah buku. Masahiko Nomi merupakan seorang wartawan dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Minat dalam teori itu memudar di tahun 1930-an. Hal dihidupkan kembali pada 1970-an dengan sebuah buku oleh Masahiko Nomi, wartawan, dengan tidak memiliki latar belakang medis (ia lulus dari fakultas teknik dari Universitas Tokyo). Beberapa psikolog Jepang mengkritiknya saat itu, tapi ia terus menunjukkan data statistik yang signifikan di berbagai bidang dan menerbitkan beberapa buku dengan hasil terkait antara golongan darah dan kepribadian. Sebagian orang setelah kematiannya pada tahun 1981, menyatakan bahwa pekerjaan Masahiko Nomi sebagian besar tidak terkontrol dan anekdot, serta metodologi penarikan kesimpulannya tidak jelas. Karena itu, ia banyak dikritik oleh masyarakat psikologis Jepang, meskipun buku-bukunya tetap populer. Anaknya, Toshitaka Nomi terus mempromosikan teori dengan serangkaian buku dan dengan menjalankan Institute of Blood Type Humanics.  Ia kemudian mendirikan Human Science ABO Center untuk penelitian lebih lanjut dan publikasi pada tahun 2004.

 

Penelitian Terbaru Hubungan Golongan Darah dengan Kepribadian dan Sifat

Pencarian saya berlanjut dengan temuan sebuah artikel ilmiah paling baru yang saya dapatkan dengan memasukkan kata kunci golongan darah dan kepribadian di google schoolar dalam bahasa Inggris. Dengan pencarian saya batasi hanya pada judul artikel saya hanya mendapatkan 35 hasil pencarian. Ketika saya membatasi pencarian dalam 5 tahun terakhir. Saya hanya mendapatkan satu artikel yang relevan dengan apa yang sedang saya cari. Sebuah artikel ilmiah yang ditulis oleh Nawata K di jurnal Shinrigaku Kenkyu : The Japanese Journal of Psychology [2014, 85(2):148-156]. Saya mengutip bagian abstraknya di bawah ini

Meskipun kepercayaan populer luas di Jepang tentang hubungan antara kepribadian dan golongan darah ABO, asosiasi ini belum secara empiris dibuktikan. Studi ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa tidak ada hubungan antara golongan darah dan kepribadian, melalui analisis data sekunder survei berskala besar. Data terbaru (setelah 2000) dikumpulkan dengan menggunakan skala besar random sampling dari lebih dari 10.000 orang secara total dari kedua negar Jepang dan Amerika Serikat. Efek ukuran dihitung. Dataset dari Jepang tahun 2004 (N = 2,878-2,938), dan 2005 (N = 3,618-3,692) serta satu dataset dari Amerika Serikat pada tahun 2004 (N = 3,037-3,092) digunakan. Di semua dataset, 65 dari 68 item menghasilkan perbedaan yang tidak signifikan antara golongan darah. Efek ukuran (eta2) kurang dari 0.003. Ini berarti bahwa golongan darah menjelaskan kurang dari 0,3% dari total variasi dalam kepribadian. Hasil ini menunjukkan tidak terdapat hubungan golongan darah kepribadian.”

Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Kunher Wu, Kristian D. Lindsted, dan Jerry W. Lee pada 2681 orang murid sekolah menengah atas di Taiwan pada tahun 2005 juga menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan golongan darah. Beberapa artikel penelitian lainnya yang saya temukan dalam pencarian juga menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara golongan darah dengan kepribadian seseorang.

Golongan Darah dan Kepribadian Suatu Ramalan

Dari penjabaran di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa peran golongan darah dalam menentukan suatu kepribadian adalah sebuah prediksi saja dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hubungan antara golongan darah dengan kepribadian.  Nah jika merupakan sebuah prediksi saja maka mempercayai bahwa golongan darah mempengaruhi kepribadian sama dengan mempercayai bahwa shio, kartu tarot dan astrologi (zodiak)  berpengaruh terhadap kepribadian dan kehidupan kita. Semua yang dijabarkan ini merupakan suatu prediksi dan ramalan. Dalam islam mempercayai ramalan hukumnya adalah haram.

golongan darah 2
Business vector created by Makyzz – Freepik.com

Jika kita membaca ramalan, meskipun kita tidak membenarkan ramalan tersebut. maka hukumnya adalah haram, sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Dalilnya adalah “Barangsiapa yang mendatangi peramal, lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim)

Jika kita membaca ramalan kemudian membenarkan ramalan tersebut, maka kita telah kufur terhadap ajaran Muhammad Shallahu alaihi wasallam. Rasulullah bersabda “Barang siapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kufur dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad Shallahu alaihi wasallam.” (Hadits sahih Riwayat Imam Ahmad dan Hakim).

Wallahu’alam bissawab

 

Sumber:

  1. Amaguchi, Mari (6 May 2005). “Myth about Japan blood types under attack”. MediResource Inc dikutip dari: http://aol.mediresource.com/channel_health_news_details.asp?news_id=6661&news_channel_id=11&channel_id=11
  2. Masao Omura (Nihon University) in “血液型と性格 Blood Type and Personality”, Terumitsu Maekawa (Asia University) in “血液型人間学 Blood Type Humanics” and so on.
  3. Becker, Peter (Ed.); Yoji Nakatani (2006). “The Birth of Criminology in Modern Japan”. Criminals and their Scientists: The History of Criminology in International Perspective (Publications of the German Historical Institute).Cambridge University Press. p. 294. ISBN 0-521-81012-4.
  4. Toshinori Shirasa & Takuji Iguchi (1993), 血液型性格研究入門 血液型と性格は関係ないと言えるのか An introduction to Blood Type Personality Research – Can we say there is no relationship with blood type and personality?, pp.209-212 & 242-243. — virtually no papers nor books about blood type and personality was published from the Japanese psychological community before Masahiko Nomi’s death in 1981.
  5. Masahiko Nomi analyzed various data by using statistical methods and found meaningful traits; the following is some of his works.
    • Blood Type Affinity Study 5/1974 – 20,000 samples analyzed in total
    • Blood Type Sports Study 10/1976 – 1,000 track-and-field athletes analyzed
    • Blood Type Essence 6/1977 – list over 1,000 people (politicians, CEOs, artists etc.)
    • Blood Type Politics Study 6/1978 – 2,000 politicians analyzed (all representatives of the national Diet, all governors and all mayors)
  6. Wu, Kunher, Kristian D. Lindsted, and Jerry W. Lee. “Blood type and the five factors of personality in Asia.” Personality and individual differences 38.4 (2005): 797-808.
obat herbal 2

Obat Herbal: Antara Realitas dan Kebohongan

Saat menjalani kegiatan sebagai Dokter Internsip di Puskesmas saat ini saya menemukan suatu hal yang membuat saya binggung dan bertanya-tanya. Contohnya pada Ny. A, beliau adalah penderita hipertensi dan diabetes mellitus. Hari itu dia datang ke puskesmas untuk mengecek tekanan darah dan kadar gula darahnya. Pemeriksaan ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh Ny. A setiap bulannya. Saat itu Ny. A mengaku bahwa sudah tidak lagi mengkonsumsi obat hipoglikemik oral dan obat anti hipertensi selama satu bulan terakhir. Iya memilih beralih ke obat herbal dari sebuah perusahan yang berfokus untuk memproduksi obat herbal.

obat herbal
Food image created by Dashu83 – Freepik.com

Hari itu, kadar gula darah dan tekanan darah Ny.A dalam batas normal. Padahal catatan tekanan darah dan kadar gula darah bulan yang lalu masih dalam batas tinggi. Hal inilah yang membuat saya binggung, Ny. A tidak mengokonsumsi OHO dan anti hipertensi tapi mengapa tekanan darah dan kadar gula darahnya normal? Apakah produk herbal yang dikonsumsi memiliki efek terhadap penurunan tekanan darah dan kadar glukosa darah?

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul ini membuat saya mencoba menulis pandangan pribadi terkait dengan obat herbal dan posisinya dalam ilmu kedokteran modern.

 

Obat herbal atau pengobatan alternatif mungkin sudah tidak lagi menjadi alternatif seutuhnya.

Pernyataan di atas terlontar begitu saja dari pikiran saya. Didukung dengan fakta bahwa banyak pengobatan alternatif atau obat herbal yang saat ini telah dikemas dalam bentuk modern. Namun, Belum adanya integrasi metode pengobatan ini ke dalam dunia kedokteran modern lah yang membuatnya masih dipandang sebagai alternatif.

Seorang dokter di Indonesia kurang lebih akan menjalani pendidikan dan pelatihan sekitar 5-6 tahun sebelum akhirnya menerapkan ilmunya pada masyarakat melalui program yang disebut Internsip. Waktu yang lama tersebut terkadang kurang untuk membuka pikiran dan mengarahkan dokter bahwa setiap pasien memiliki potensi untuk sembuh serta menyadari bahwa bukan dokter yang menyembuhkan melainkan Allah SWT.

obat herbal 2
Background image created by 4045 – Freepik.com

Dokter hanya perantara untuk kesembuhan pasien. Jika kita dapat membuka pikiran kita maka sebagai seorang penyembuh yang menjadi perpanjangan tangan Allah SWT maka kita dapat mengintegrasikan semua terapi termasuk pengobatan alami dan menggunakannya untuk membantu penyembuhan pasien.

Superioritas Dunia Kedokteran Modern

Dunia kedokteran modern yang berfokus pada pengobatan berdasarkan hasil penelitian dan bukti ilmiah terhadap manfaat dan risiko suatu metode pengobatan telah berada pada posisi teratas dalam ilmu kedokteran modern. Pemahaman yang baik terhadap percobaan atau uji klinis acak acak, double blind, terkontrol dan bahkan hingga meta analisis atau tinjuan sistematis merupakan standar emas dalam dunia kedokteran agar suatu pengobatan dapat diterapkan pada praktik sehari-hari.

Jauh sebelum ilmu kedokteran modern berkembang, ilmu pengobatan tradisional telah lebih dahulu berkembang pesat. Dalam islam, ilmu kedokteran nabi atau pengobatan ala Rasullulah pada masa itu juga sangat berkembang dengan prinsip pengobatannya yang berfokus pada prinsip menjaga kesehatan, menjaga tubuh dari unsur berbahaya, mengeluarkan unsur berbahaya dari dalam tubuh.

Saat ini, Jika kita membaca jurnal kedokteran. Beberapa dari kita pasti merasa bahwa jurnal tersebut paling benar. Namun, tidak semua jurnal dapat memberikan suatu gagasan yang membedakan hitam atau putih dengan jelas.
Saat memberikan pengobatan dokter harus mempertimbangkan pro dan kontra, manfaat versus bahaya.
Ada bukti yang menunjukkan bahwa suatu perawatan yang diyakini oleh medis bermanfaat berdasarkan bukti ternyata di kemudian hari dinyatakan tidak bermanfaat malah berbahaya.

Bukti ilmiah bisa berubah cukup cepat dari waktu ke waktu. Baik dengan pengobatan baru dan bukti baru tentang seberapa efektif pengobatan yang telah ada sebelumnya.

Bila kita membaca majalah kesehatan yang dikeluarkan oleh produsen produk kesehatan alami, anda mungkin akan mendapatkan gagasan bahwa semua yang alami itu baik dan tidak membahayakan. Kita mungkin mempercayai bahwa pendekatan dengan sesuatu yang alami telah terbukti benar melalui penelitian.

Tapi apakah penelitian terhadap obat herbal atau obat alami itu merupakan penelitian yang standar.

Di luar sana banyak percobaan klinis yang buruk dan tentu saja tidak memberikan cukup bukti ilmiah.

Fakta yang harus kita pahami adalah beberapa jurnal lebih baik dibandingkan dengan jurnal yang lainnya. Jika hasil penelitian dipublikasikan pada jurnal peer-review, maka artikel penelitian tersebut telah diperiksa oleh reviewer atau editor dan dapat diterima oleh profesi.

Jadi apabila mendengar tentang penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal yang tidak umum. Hasil penelitiannya mungkin akan bias dan tidak dapat diandalkan sebagai suatu bukti ilmiah.

Kondisi inilah yang juga menyebabkan obat herbal belum dapat menandingi atau diintegrasikan dengan superioritas kedokteran modern.

Hambatan Pengunaan Obat Herbal

Hingga saat ini, salah satu tantangan lain yang dihadapi dalam penelitian obat herbal atau pengobatan alternatif adalah berkaitan dengan pendanaan. Perusahaan farmasi mengembangkan sebagian besar obat-obatan, dan mereka berhadap bisa memasarkan dan menghasilkan uang dari obat yang mereka temukan melalui penelitian.

obat kapsul
Background image created by Suksao – Freepik.com

Penelitian untuk obat dapat menghabiskan biaya investasi milyaran rupiah untuk memastikan suatu obat aman. Jika pengobatan alami atau obat herbal dilakukan hal yang sama maka tentu saja pengobatan atau obat herbal tersebut dapat digunakan secara utuh dalam dunia kedokteran.

Seringkali obat herbal atau pengobatan alternatif dinyatakan bermanfaat hanya karena ada satu dua orang yang mendapatkan hasil yang baik ketika mengkonsumsi atau mengikuti pengobatan alternatif tersebut. Padahal, hal yang sama belum tentu dapat terjadi dengan anda.

Saat ini kita hidup dalam dunia modern dimana para peneliti telah berlomba untuk membuat peta DNA, penelitian sel punca (stem sel), transplantasi organ, MRI, dan mengembangkan peralatan diagnostik yang canggih, serta obat-obatan dan teknik bedah yang lebih baru dan canggih.

Sementara fokus untuk membantu mengatasi gejala dan penyakit pasien berada ujung jari dokter. Terkadang kita lupa bahwa seseorang yang sakit lebih dari sekedar penyakit di dalam tubuhnya. Kita lupa bahwa manusia lebih dari sekedar gejala atau pengobatan. Kita melemahkan profesi kita hanya kerena menanggap pasien sebagai penyakit yang harus disembuhkan bukan manusia seutuhnya.

Kedokteran juga terkadang menjadi profesi yang konservatif oleh sebab itu dokter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menerima suatu pengobatan baru yang telah diterima oleh profesi medis. Mindset dokter terhadap suatu pengobatan baru dapat menjadi cacat karena kepercayaan akan ilmu yang telah dipelajari terlebih dahulu. Padahal ilmu dalam bidang kedokteran berkembang sangat cepat.

Jika kita belajar dari sejarah Semmelweis,yang pada tahun 1848, mengenalkan prosedur cuci tangan antiseptik di ruang rawat kebidanan.

Pendekatan baru ini terbukti mengurangi angka kematian akibat demam saat nifas. Namun, apa yang terjadi pada Semmelweis saat itu, Ia dikucilkan oleh rekan-rekannya karena mereka merasa tersinggung dan menggangap hal tersebut merupakan gagasan bahwa dokter dapat menjadi pembawa kematian.

Jadi untuk saat ini, kita tidak boleh membuang metode ilmiah kita ketika berhadapan dengan pengobatan alternatif atau herbal dan disaat yang bersamaan kita sebagai dokter harus terbuka terhadap gagasan pengobatan baru yang telah memiliki bukti ilmiah yang cukup meskipun hal tersebut adalah pengobatan alternatif atau obat herbal.

 

Wallahu’alam Bishawab

herbal

Pengobatan Darah Tinggi Dengan Herbal

Banyak orang beranggapan bahwa pengobatan dengan menggunakan obat kimiawi akan menimbulkan efek samping. Salah satu yang paling dipercayai masyarakat adalah: mengkonsumsi obat anti hipertensi dalam waktu yang lama akan membuat ginjal menjadi rusak. Kepercayaan ini menyebabkan sebagian orang mengalihkan pengobatan darah tinggi mereka dengan mengkonsumsi herbal atau pengobatan alternatif. Lalu, apakah pengobatan alternatif tersebut dapat memberikan efek penurunan tekanan darah? Apakah pengobatan alternatif tersebut aman sebagai pengganti pengobatan darah tinggi dengan obat anti hipertensi? Artikel ini akan memberikan gambaran terkait dengan efektivitas dan bukti ilmiah penggunaan herbal dalam pengobatan darah tinggi.

pengobatan darah tinggi
Background image created by Valeria_aksakova – Freepik.com

PERHATIAN: Semua herbal dan pengobatan alternatif di bawah ini memiliki bukti ilmiah sekedar mewakili laporan yang tidak didasarkan pada analisis ilmiah terhadap suatu outcome klinis. Contohnya adalah hanya berdasarkan laporan kasus, seri kasus, pendapat ahli dan kesimpulan yang ditarik secara tidak langsung berdasarkan penelitian ilmiah.

 

Intervensi yang dapat mengurangi tekanan darah sistolik ≥ 7 mmHg dibandingkan dengan kontrol berdasarkan uji coba acak tanpa hasil klinis untuk pengobatan darah tinggi

 

TanamanVitamin dan anti oksidanPengobatan alternatif
·  Bawang Putih

·  Susu Kedelai

·  Ekstrak Tomat

·  Jus Bit

·  Ekstrak Hawthorn

·  Salvia Miltiorrhiza (Fufang Danshen)

·   Kombinasi Vitamin Antioksidan

·   Stevioside

 

·   Tai Chi

·   Program Kelompok Berbasis Agama

 

 

Intervensi yang mungkin mengurangi tekanan darah berdasarkan uji coba acak tanpa hasil klinis untuk pengobatan darah tinggi

 

Vitamin dan mineralMakananSuplemen HerbalPengobatan Alternatif
·  Vitamin D

·  Kombinasi Vitamin Antioksidan

·  Vitamin C

·  Vitamin E (Tapi Bukti Tidak Konsisten)

·  Kalsium

·  Kalium

·  Kalium + Magnesium

·  Magnesium

· Asam lemak omega-6 (minyak zaitun)

· Asam lemak omega-3 (minyak ikan)

· Coklat hitam

· Bawang putih

· Ekstrak biji kopi hijau

· Buah jambu biji

· Roti yang kaya tepung lupine

· Susu fermentasi

· Produk kedelai

· Ekstrak tomat

· Jus bit

· Glucomannan

· Teh

·  Abana

·  Balsamodendron mukul

·  Biji anggur polifenol (tapi bukti tidak konsisten)

·  Ekstrak hawthorn

·  Hibiscus sabdariffa (teh asam)

·  Jiangya

·  Salvia miltiorrhiza (Fufang Danshen)

·  Berberine

·  Stevioside

·  Ekstrak daun zaitun

·  Panax ginseng (ginseng Asia)

· Akupunktur

· Latihan pernapasan lambat (tapi bukti tidak konsisten)

· Qigong

· Terapi relaksasi, termasuk meditasi

· Tai chi

· Yoga

· Program kelompok berbasis agama

· Cerita yang ditargetkan secara kultural

· Biofeedback

 

 

Intervensi yang ternyata tidak efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pengobatan darah tinggi

  1. Kalsium plus vitamin D
  2. Kalsium plus magnesium
  3. Kalsium plus potassium
  4. Jus anggur Concord
  5. Ginseng Amerika Utara
  6. Ekstrak kulit pinus
  7. Koenzim Q10

 

 

Referensi

  1. DynaMed Plus [Internet]. Ipswich (MA): EBSCO Information Services. 1995 – . Record No. 204619, Hypertension alternative treatments; [updated 2017 Nov 21, cited place cited date here]; [about 29 screens]. Available from http://www.dynamed.com/login.aspx?direct=true&site=DynaMed&id=204619 Registration and login required