anak demam

Diagnosis dan Tatalaksana Demam Pada Anak

Demam pada anak dapat didefinisikan sebagai suhu pada anus (rektal) > 38°C atau suhu pada ketiak (aksila) > 37,2°C atau suhu pada mulut > 37,5°C (oral).

 

Demam < 41,7 °C tidak menyebabkan kerusakan otak. Dan hanya 4% dari total anak yang demam mengalami kejang demam.

demam pada anak

Sumber: https://pixabay.com

Beberapa istilah yang perlu dipahami terkait dengan demam pada anak antara lain:

 

  1. Hiperpireksia

Istilah ini digunakan untuk kondisi suhu tubuh > 41,5°C. Kondisi ini membutuhkan terapi anti piretik agresif karena berisiko untuk menimbulkan kerusakan organ permanen (irreversibel)

 

  1. Fever of unknown origin (FUO)

FUO berarti demam > 3 minggu, demam > 38°C pada beberapa kesempatan pengukuran, dan diagnosis yang tidak jelas setelah 1 minggu perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.

 

  1. Nosocomial FUO

Istilah ini merujuk kepada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit bukan karena penyakit infeksi atau gejala deam tapi memiliki suhu tubuh > 38,3°C dalam beberapa kali pemeriksaan dengan menggunakan termometer.

 

 

Diagnosis Demam Pada Anak

Pencatatan Demam Pada Anak

diagnosis demam pada anak

Sumber: https://pixabay.com

  • Suhu tubuh yang diperiksa pada mulut cukup akurat untuk menentukan apakah seorang anak mengalami demam atau tidak bila anak tidak mengkonsumsi minuman dingin atau panas sekurangnya 20 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Suhu tubuh pada ketiak sebenarnya paling tidak akurat dan pemeriksaan suhu tubuh ada anus tidak nyaman terutama pada anak yang sudah cukup besar.
  • Pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer membran timpani menunjukkan suhu tubuh yang akurat dan lebih aman dibandingkan termometer klasik (termometer raksa)
  • Termometer raksa harus ditempatkan sekitar 2 menit untuk pengukuran pada anus; 3 menit pada mulut; dan 5-6 menit untuk ketiak
  • Termometer digital dapat mengukur suhu tubuh kurang dari 2 detik tapi tentu saja harganya lebih mahal

 

Temukan Penyebab Demam Pada Anak

  • Cobalah untuk menentukan penyebab demam berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik
  • Demam dengan durasi singkat (< 2 minggu) biasanya terjadi karena infeksi
  • Karakter demam (misalnya relaps, Pel Ebstein, Step ladder) dapat memberikan petunjuk penyebab demam.
  • Hiperpireksia karena paparan lingkungan yang panas, demam karena dehidrasi, demam karena alergi obat, dan krisis hemolitik merupakan penyebab yang jarang ditemukan untuk kasus demam dengan durasi singkat.

 

Secara sederhana demam pada anak juga dapat dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan gejala dan tanda yang ditemukan pada anak, yaitu:

 

  1. Demam karena infeksi tanpa tanda lokal (Tabel 1)

 

Tabel 1 Diagnosis Banding demam tanpa tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Malaria·   Onset tiba-tiba disertai menggigil kemudian berkeringat

·   Apusan darah positif malaria

·   Tes diagnostik cepat (RDT) positif

·   Anemia berat

·   Pembesaran limfa (lien)

Septikemia·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Purpura atau petekie

·   Syok atau hipotermia

Demam Tifoid·   Sakit berat dan sakit tanpa penyebab yang pasti

·   Nyeri tekan abdomen

·   Kebingunan

·   Mencret dan muntah

Infeksi saluran kemih·   Nyeri ketok CVA atau suprapubik

·   Nyeri ketika buang air kecil

·   Buang air kecil menjadi lebih sering

·   Inkontinesia urin

·   Leukosit dan/atau bakteri pada urin

 

  1. Demam karena infeksi dengna tanda lokal (Tabel 2)

 

Tabel 2 Diagnosis Banding demam dengan tanda lokal

DiagnosisDeskripsi
Meningitis
  • Demam dengan nyeri kepala dan muntah
  • Kejang
  • Leher kaku (tanda meningeal positif)
  • Ubun-ubun cembung (bulging)
  • Ruam meningococcal (petekie atau purpura)
Otitis Media
  • Gendang telinga eritem pada pemeriksaan otoskopi
  • Pus dari telinga
  • Nyeri telinga
Mastoiditis
  • Nyeri atau kemerahan di bagian belakang telinga
Osteomielitis
  • Nyeri lokal
  • Terbatasnya gerakan tungkai yang sakit
  • Batasan menyangga berat badan pada tungkai yang sakit
Artritis septik
  • Sendi terasa panas, nyeri, dan bengkak
Pneumonia
  • Batuk dengan sesak napas
  • Demam
  • Rhonki
  • Nyeri dada
Infeksi saluran napas atas
  • Gejala batuk dan pilek
  • Disertai perasaan tidak enak badan (letih dan lemah)

 

  1. Demam disertai ruam pada kulit (Tabel 3)

 

Tabel 3 Diagnosis Banding demam disertai ruam pada kulit

DiagnosisDeskripsi
Campak/Measles/Rubeola
  • Ruam tipikal (makulopapular)
  • Batuk, hidung berair, mata merah
  • Terpapar penderia campak sebelumnya
  • Tidak mendapatkan imunisasi campak
Infeksi Virus
  • Badan letih dan lemas
  • Ruam tidak spesifik transien
Infeksi Meningococcal
  • Ruam petekie atau purpura
  • Kulit lebam
  • Syok
  • Leher kaku bila disertai dengan meningitis
Demam Berdarah Dengue
  • Nyeri perut
  • Petekie
  • Perdarahan pada hidung, gusi atau perdarahan saluran cerna
  • syok

 

 

Selain itu dapat pula dipikirkan kemungkinan diagnosis pada demam yang lebih dari 7 hari (Tabel 4)

 

Tabel 4 Diagnosis Banding demam lebih dari 7 hari

DiagnosisDeskripsi
Abses
  • demam tanpa fokus infeksi yang jelas (deep abses)
  • massa dengan nyeri tekan atau fluktuasi
  • nyeri lokal
  • tanda spesifik pada daerah supraprenikus, liver, psoas, retroperitoneal, paru-paru, atau renal
Demam Reumatik
  • Murmur jantung
  • Artritis/artralgia
  • Gagal jantung
  • Denyut nadi cepat
  • Pericardial friction rub
  • Korea
  • Riwayat infeksi streptoccocal
Endokarditis Infektif
  • Penurunan berat badan
  • Lien membesar
  • Anemia
  • Murmur jantung
  • Perdarahan splinter pada nailbed
  • Hematuria mikroskopik
  • Jari tabuh
Tuberkulosis
  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia, keringat pada malam hari
  • Batu
  • Pembesaran hepar dan/atau lien
  • Riwayat keluarga dengan tuberkulosis
  • Rongent paru mengarah ke tuberkulosis
  • Tes tuberkulin positif
  • Limfadenopati

 

 

  • Demam yang bertahan hingga > 2 minggu harus diinvestigasi terkait dengan infeksi, keganasan, gangguan jaringan ikat, penyakit autoimun, dan penyebab metabolik
  • Pemeriksaan laboratorium yang sesuai seperti pemeriksaan darah lengkap, apusan darah tepi, urinalisa, tes serologi, pemeriksaan radiologi (terutama rongent thoraks) dan kultur darah atau cairan tubuh. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan sesuai indikasi dengan memperhatikan tanda dan gejala terkait demam.

 

 

Anak dengan salah satu kondisi berikut harus diperiksa segera:

  • Usia < 3 bulan
  • Demam > 40,6°C
  • Menangis tanpa sebab yang jelas
  • Menangis ketika digerakkan atau disentuh
  • Sulit untuk dibangunkan
  • Leher kaku
  • Ruam ungun atau merah pada kulit
  • Sulit bernapas
  • Sulit menelan
  • Kejang
  • Tampak sakit berat

 

 

Tatalaksana Demam Pada Anak

Terapi Non Farmakologis

obat demam pada anak

sumber: https://pixabay.com

  • Tenangkan orang tua pasien atau pasien dan jelaskan bahwa demam dengan derajat ringan tidak harus diatasi dengan pemberian antipiretik
  • Berikan lebih banyak minum
  • Gunakan pakaian satu lapis yang tipis
  • Jangan berada di lingkungan yang dingin atau panas
  • Kompres menggunakan air biasa pada daerah lipatan tubuh seperti ketiak dan/atau lipat paha. Berikan parasetamol 30 menit sebelum mengompres anak.
  • Untuk anak dengan usia < 3 bulan. Identifikasi risiko rendah pada bayi seperti yang ditunjukkan pada tabel 5. Pasien dengan risiko rendah demam tidak harus dirawat di rumah sakit
  • Bila tidak memenuhi kriteria pada tabel 5 maka pasien harus dirawat di rumah sakit

 

Tabel 5. Identifikasi demam risiko rendah untuk infeksi bakteri pada anak < 3 bulan

1. Non-toksik
2. Anak sebelumnya tampak sehat
3. Tidak ditemukan fokus infeksi bakteri saat pemeriksaan fisik
4. status sosial baik
5. Hitung leukosit 5.000-15.000/μL dan < 1.500 neutrofil batang/μL
6. leukosit pada pemeriksaan urin mikroskopik leukosit ≤10 sel/lapangan pandang
7. Jika diare, hasil pemeriksaan mikroskopik feses leukosit ≤10 sel/lapangan pandang

 

Pada anak usia > 3 bulan

  • Suhu tubuh < 38°C tidak perlu diberikan antipiretik
  • Suhu tubuh > 38°C pemberian antipiretik direkomendasikan

 

 

Terapi Farmakologis

 

Parasetamol tablet atau sirup per oral 10-15 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 4 jam

(parasetamol menurunkan demam sekitar 1-2°C 2 jam setelah pemberian)

Perhatian!

Parasetamol intravena tidak direkomendasikan untuk anak usia < 6 bulan dan berat badan < 5 kg

ATAU

 

Ibuprofen tablet atau sirup per oral 10 mg/kgBB/dosis, dosis dapat diulangi dengan interval 8 jam.

(efektivitas sama dengan parasetamol. Efek obat dapat berlangsung sekitar 6-8 jam dibandingkan parasetamol 4-6 jam)

 

Perhatian!

Aspirin tidak boleh digunakan untuk pengobatan demam pada anak karena berpotensi menyebabkan sindrom Reye

 

Pengobatan spesifik harus dilakukan berdasarkan diagnosis.

 

Bila Anda memiliki pertanyaan seputar demam pada anak silakan tuliskan pada kolom komentar.

Referensi
  1. In: Current Paediatric Diagnosis and Treatment. Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sandheimer JM (eds). 15th Edition. Lange Medical Books, New York, 2001; pp. 211-212.
  2. Fevers in Childhood. In: Ghai’s Essential Paediatrics. Ghai OP, Gupta P, Paul VK (eds). 6th Edition. Interprint, New Delhi, 2004; pp. 201-239.
  3. Facility Based IMNCI (F-IMNCI) Participants Manual. WHO, UNICEF, and Ministry of Health & Family Welfare, Government of India, 2009.
termometer demam

Diagnosis dan Tatalaksana Pada Demam Akut

Demam akut merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu tubuh di atas suhu tubuh normal < 7 hari.

 

Rata-rata suhu tubuh manusia dewasa adalah sekitar 36,8 ±0,4 °C dengan suhu terendah pada pukul 6 pagi serta tertinggi pada pukul 4 hingga 6 sore.

 

Suhu tubuh > 37,2 °C pada pagi hari dan > 37,7 °C di sore hari dapat dipertimbangkan sebagai kondisi demam.

 

Demam secara klasik dapat dikelompokkan menjadi:

  • Kontinu: terus-menerus
  • Intermiten: hilang-timbul, berjeda, tidak menetap
  • Remiten: demam naik turun tapi tidak mencapai suhu tubuh normal

 

Akan tetapi, penggunaan anti piretik yang tersedia sebagai obat bebas menyebabkan pola klasik di atas sudah jarang ditemukan.

 

 

Diagnosis Demam Akut

Demam merupakan salah satu keluhan yang cukup sulit untuk ditegakkan diagnosis pastinya.

 

Terkadang bahkan diagnosis dari kondisi ini hanya sekedar observasi febris”.

 

Rentang dosis yang cukup luas ini terkadang menjadi tantangan sendiri bagi seorang dokter.

 

Jika anamnesis dan pemeriksaan fisik dapat mengarahkan kepada diagnosis, misalnya seperti infeksi saluran kemih atau infeksi virus maka tidak dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.

 

Kebutuhan akan pemeriksaan lanjutan sangat bergantung pada:

  • Keadaan umum pasien (sakit sedang atau berat)
  • Kemungkinan diagnosis (misalnya pada demam berdarah atau malaria)
  • Status kekebalan tubuh pasien (misalnya pasien immunocompromised atau orang dengan HIV/AIDS)
demam akut

Sumber: https://pixabay.com

Pada kasus dimana pasien datang dengan keadaan umum sakit sedang-berat tapi tidak ada petunjuk yang mengarahkan pada diagnosis maka pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hitung darah lengkap dengan laju endap darah
  • Urinalisa
  • Pemeriksaan malaria
  • Pemeriksaan tifoid (tes Widal atau Tubex)

 

Bila demam menetap hingga > 2 minggu maka dapat diindikasikan pemeriksaan rongent thoraks bahkan bila pasien tidak memiliki gejala saluran napas.

 

Ultrasonografi terkadang dibutuhkan pada beberapa kasus demam akut tertentu misalnya pada pasien dengan abses hepar amoebeik.

 

 

Tatalaksana Demam Akut

obat demam

Sumber: https://pixabay.com

Penggunaan antipiretik rutin untuk demam derajat rendah tidak dapat dibenarkan.

 

Gunakan anti piretik sesuai dengan indikasi klinis.

 

Pada kondisi demam akut yang mengarah kepada diagnosis infeksi bakteri atau virus maka demam dapat ditatalaksana secara simptomatis.

 

 

Tatalaksana Non Farmakologis

Hidroterapi dengan menggunakan kompres. Teknik kompres dengan air biasa (air keran bukan air dingin [es] apalagi air panas) pada daerah lipatan seperti ketiak dan lipat paha dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

 

Istirahat yang cukup (bed rest) dan konsumsi cukup air dapat membantu mengatasi demam.

 

 

Tatalaksana Farmakologis

Pengobatan demam akut sangat tidak spesifik dan bersifat simptomatis.

 

Beberapa pilihan pengobatan simptomatis tersebut antara lain:

 

Parasetamol tablet 500-1.000 mg setiap 6-8 jam (maksimal 4 gram dalam 24 jam)

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

 

10-15 mg/kg/dosis secara oral setiap 4 sampai 6 jam; maksimal 75 mg/kg/hari untuk bayi dan kurang dari 100 mg/kg/hari atau 1625 mg/hari pada anak-anak

[Catatan: kurangi dosis pada lansia dan orang dewasa dengan berat badan < 50 kg serta orang dengan risiko hepatotoksik yang lebih besar]

 

ATAU

 

Ibuprofen 400-600 mg setiap 8 jam

 

Untuk dosis anak dapat diberikan:

  • Usia 6 bulan hingga 12 tahun: 5-10 mg/kg/dosis secara oral setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 dosis/hari

  • Usia > 12 tahun: 200 hingga 400 mg per oral setiap 4 hingga 6 jam sesuai kebutuhan, maksimal 1200 mg/hari

  • jangan memberikan lebih dari 10 hari kecuali dengan anjuran oleh dokter

 

 

Pengobatan spesifik seperti pemberian antibiotik, antiviral, atau anti malaria sangat bergantung pada kondisi klinis, evaluasi laboratoris, dan diagnosis.

 

 

Outcome

anak demam

Sumber: https://pixabay.com

Pada sebagian besar kasus demam akut. Pasien dapat pulih secra spontan atau diagnosis dapat ditentukan setelah dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik ulang beberapa hari setelah demam muncul.

 

Jika tidak dapat menentukan diagnosis dan demam berlangsung hingga minggu ke 3 maka pasien dapat dinyatakan mengalami FUO.

 

Pasien yang mengalami Fever of Unknown Origin (FUO) harus menjalani beberapa pemeriksaan lanjutan untuk dapat menentukan diagnosis penyebab demam tersebut.

 

 

Edukasi Pasien

  • Pada demam yang tidak turun setelah pemberian anti piretik pertama kali di rumah maka hindari untuk meneruskan pengobatan rumahan dan segera periksakan pasien ke dokter
  • Anti piretik injeksi sebaiknya dihindari bila pasien masih memungkinkan untuk asupan oral dan hanya digunakan pada kasus demam berat
  • Jangan mengkonsumsi antibiotik ketika demam terjadi. Demam bukanlah penyakit melainkan gejala penyakit dan tidak tepat diobati dengan antibiotik
  • Hindari penggunaan selimut pada pasien dengan demam tinggi
  • Cobalah untuk menambah asupan air.
  • Kompres pada daerah lipatan harus dilakukan berulang kali hingga demam teratasi.

 

 

Referensi
  1. Alterations in Body Temperature. In: Harrison’s Principles of Internal Medicine. Fauci, Braunwald, Kasper et al (eds), 18th Edition, McGraw Hill Company Inc., New York, 2012; pp 143-170.
  2. Physiological Changes in Infected Patients. In: Oxford Textbook of Medicine. Warrell DA, Cox TM, Firth JD, Benz EJ Jr (eds), 4th Edition, Oxford University Press, 2003; pp 1.289-1.292.
  3. http://www.dynamed.com