obat herbal anti diabetes

Waspada! Inilah Interaksi Obat & Tanaman Herbal dengan Obat Anti Diabetes

Diabetes merupakan kondisi kompleks dengan variasi penyakit. Pendekatan pengobatan yang memiliki target tunggal tidak menunjukkan outcome klinis yang ideal baik pengobatan untuk diabetes itu sendiri atau pun komplikasi nya. Pemberian obat anti diabetes terkadang membuat penderita diabetes menjadi kesulitan karena terkadang lebih dari 1 obat dan hasilnya kurang memuaskan.

 

Obat dan tanaman herbal telah digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit lainnya dan juga untuk diabetes.

Banyak pasien diabetes yang mengetahui manfaat anti diabetes obat atau tanaman herbal tertentu dan terkadang menggunakannya sebagai tambahan pengobatan dengan obat anti diabetes kompensional.

Kondisi ini mengakibatkan dua hal yang bertolak belakang. Pada satu sisi, kegunaan obat atau tanaman herbal tersebut dapat menurunkan dan menjaga kadar gula darah.

Di sisi lain, penggunaan obat atau tanaman herbal ini berbarengan dengan obat anti diabetes konvensional dapat berpotensi memunculkan risiko.

Artikel ini memberikan tinjauan terkait dengan literatur klinis dan eksperimental yang menunjukkan interaksi penggunaan obat atau tanaman herbal dengan obat diabetes.

 

Untuk Artikel Lain Terkait dengan Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif Anda Dapat Membacanya disini:

 

Mekanisme Kerja dan Interaksi Herbal dan Obat

Pada umumnya dua obat yang diberikan bersamaan berpotensi menyebakan reaksi kimia atau interaksi farmakologis.

Interaksi ini dapat meningkatkan atau menurunkan efek obat yang satu terhadap obat yang lain.

Kemungkinan kondisi yang terjadi adalah peningkatan atau penurunan efektivitas dan/atau efek samping obat.

Outcomenya sangat bergantung pada fisikokimia obat yang berpengaruh pada farmakokinetik dan farmakodinamik.

Secara sederhana interaksi ini dapat dilihat pada gambar berikut.

obat anti diabetes

Diabetol Metab Syndr. 2017; 9: 59.

Beberapa mekanisme yang terkait dengan farmakokinetik interaksi obat herbal termasuk:

  • Perubahan kuantitatif klirens ginjal
  • Bioaviabilitas
  • Distribusi obat
  • Absorpsi obat
  • Proses eliminasi obat

Sistem enzim metabolik hati, terutama keluarga isoenzim sitokrom P450 (CYP450), tetap merupakan jalur umum untuk farmakokinetik interaksi obat herabl.

Banyak obat anti-diabetes adalah substrat dari isoenzim CYP450, misalnya:

  • pioglitazone, repaglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C8,
  • glibenclamide, glimepiride, glipizide, nateglinide dan rosiglitazone untuk CYP2C9,
  • proguanil untuk CYP2C19,
  • pioglitazone dan repaginate untuk CYP3A4.

 

Sejumlah besar herbal juga telah ditemukan mempengaruhi sistem CYP450. Misalnya, St John’s wort menghambat CYP2C dan CYP3A dan ginkgo bilob amenghambat CYP3A4, CYP2C9, dan CYP2C19.

Farmakodinamik interaksi obat herbal dapat memodifikasi kerja obat / herbal secara kualitatif melalui efek pada berbagai organ, situs reseptor atau enzim.

Interaksi semacam itu dapat menghasilkan efek antagonis, aditif, atau sinergis.

Sebagai contoh, banyak obat-obatan herbal memiliki sifat antioksidan yang dapat bermanfaat untuk mengurangi stres oksidatif, faktor patogen utama diabetes.

 

Kami memiliki ebook Farmakologi Klinis Dasar yang berisi rangkuman Farmakokinetik dan Farmakodinamik Obat. Ebook tersebut dapat Anda Unduh pada Link berikut:

Farmakologi klinis mahasiswa kedokteran

 

 

Interaksi Obat Anti Diabetes dan Herbal

Aloe vera – Aloe barbadensis (Lidah Buaya)

Aloe vera telah menunjukkan tingkat signifikansi dalam menuunkan tekanan darah.

Beberapa penelitian melaporkan interaksi potensial Aloe vera dengan anti diabetes.

Salah satu interaksi yang tercatat adalah interaksinya dengan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Ginseng – Panax  ginseng dan Panax quinquefolium

Keduanya merupakan tumbuhan pada famili ginseng dan telah menunjukkan potensi antidiabetik yang mempengaruhi jalur insulin dependen dan independen.

Komponen aktif ginseng yang bertanggung jawab untuk efek anti diabetik ini belum sepenuhnya diketahui.

Penelitian terhadap senyawa K, metabolit akhir dari protopanaxadiol ginsenosides menunjukkan bahwa senyawa K menghambat efek hiperglikemik dengan mekanisme kerja sekresi insulin mirip dengan mekanisme kerja metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Karela – Momordica charantia (Paria/Pare)

Karela dikenal juga sebagai Paria/pare atau bitter melon karena rasanya yang pahit.

Sejumlah senyawa aktif tumbuhan antara lain sterol, glukosida dan polipeptida karantin.

paria obat diabetes

By Tony Hisgett [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila dikonsumsi bersamaan dengan metformin, glimidine, dan glibenklamid.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

Efek ini akan memberikan efek antihiperglikemia yang lebih besar dan peningkatan risiko hipoglikemia.

 

Bawang Putih – Allium sativum

Bawang putih dikenal sebagai salah satu bahan dapur yang banyak memiliki manfaat untuk kesehatan.

Sulfur pada bawang putih diduga mengandung senyawa bioaktif yang disebut sebagai allyl thiosulfinates.

Bawang putih juga telah diketahui memiliki efek anti diabetik.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektivitas apabila jus bawang putih dikonsumsi bersamaan dengan metformin.

Konsumsi keduanya secara bersamaan akan menimbulkan efek additif.

 

Kesimpulan Interaksi Obat Anti Diabetik dan Obat Herbal

Berdasarkan hasil yang disajikan di atas, jelas bahwa banyak obat herbal, bila dikonsumsi bersamaan dengan agen anti diabetes, berpotensi mengubah sifat farmakokinetik dan / atau farmakodinamiknya.

Interaksi ini rumit mengingat banyaknya target patofisiologis / farmakologis yang terkait dengan penyakit dan sifat multikomponen dari obat herbal.

Variasi batch-to-batch dalam komposisi kimia herbal juga cenderung berdampak pada sifat interaksi, membuatnya tidak dapat diprediksi.

Meskipun berpotensi menimbulkan efek samping, kombinasi herbal dan obat anti diabetes lebih sering ditunjukkan memiliki implikasi klinis positif karena dapat menyebabkan efek anti diabetik yang meningkat, yang berpotensi memungkinkan pengurangan dosis agen anti diabetes, sehingga meminimalkan efek sampingnya.

Sebaliknya, antagonisme dapat menyebabkan efek berbahaya dan oleh karena itu perlu peringatan peringatan atau kontraindikasi untuk kombinasi.

Kesimpulannya, interaksi antara agen herbal dan farmasi adalah pedang bermata dua dan menjadi perhatian bagi pasien dan praktisi perawatan kesehatan.

Penting untuk melanjutkan penelitian tentang potensi risiko dan manfaat yang terkait dengan interaksi ini, terutama dalam kelompok pasien lanjut usia dan mereka yang sakit kronis.

Data tersebut sangat penting untuk pengembangan pedoman klinis di masa depan agar hasil perawatan kesehatan lebih baik.

 

Bila ada yang ingin ditanyakan terkait interaksi dan manfaat obat herbal lainnya terhadap penyakit diabetes silakan tanyakan di kolom komentar.

Referensi

  1. Gupta RC, Chang D, Nammi S, Bensoussan A, Bilinski K, Roufogalis BD. Interactions between antidiabetic drugs and herbs: an overview of mechanisms of action and clinical implications. Diabetology & metabolic syndrome. 2017 Dec;9(1):59.
anatomi tubuh manusia

Anatomi Tubuh Dasar dan Terminologi Anatomi

Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari struktur tubuh. Anatomi tubuh manusia dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari morfologi tubuh manusia. Ilmu ini berkaitan dengan istilah pada tubuh manusia mulai dari bagian terkecil yang kasat mata hingga bagaimana bagian-bagian tersebut berinteraksi sehingga membentuk suatu kesatuan fungsional. Pada artikel ini kami akan menampilkan ringkasan anatomi tubuh dasar dan terminologi anatomi.

 

Posisi Anatomis Pada Anatomi Tubuh Dasar

Posisi anatomis adalah konsep sentral dari semua deskripsi lokasi dan posisi struktur lainnya pada tubuh. Berikut ini merupakan deskripsi umum posisi anatomi:

  • Seseorang harus berdiri tegak, menghadap ke depan
  • Lengan lurus dan tangan terbuka setinggi pinggul, telapak tangan menghadap ke depan
  • Tungkai bawah dan kaki sejajar serta ibu jari menghadap ke arah depan

 

Bidang Anatomis Pada Anatomi Tubuh Dasar

Bidang merupakan potongan 2 dimensi terhadap ruang 3 dimensi, secara sederhana dapat dianggap sebagai lembaran kaca yang memotong tubuh pada 2 titik lurus tertentu.

Bidang anatomis adalah garis yang digunakan untuk membagi tubuh manusia. Biasanya terlihat sebagai model anatomi dan proyeksi.

Menggunakan bidang anatomis memungkinkan deskripsi lokasi struktur tertentu secara akurat, dan juga memungkinkan pembaca untuk memahami diagram atau gambar yang coba ditunjukkan.

Terdapat 3 bidang anatomis yang biasa digunakan, yaitu: sagital, koronal, tranversal

  • Bidang sagital: garis vertikal yang membagi tubuh menjadi dua bagian yaitu bagian kiri dan kanan
  • Bidang koronal: garis vertikal yang membagi tubuh menjadi bagian depan (anterior) dan bagian belakang (posterior)
  • Bidang transversal: garis horizontal yang membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bagian bawah (inferior)
anatomi tubuh

By National Cancer Institute [Public domain], via Wikimedia Commons

Artikel lain tentang Anatomi Tubuh dapat dibaca di sini:

Kulit: Organ Terbesar Pada Tubuh Manusia

Otot: Penggerak Utama Tubuh Manusia

 

Istilah Anatomis untuk Lokasi

Istilah anatomis untuk lokasi merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami. Istilah lokasi ini digunakan untuk membantu menghindari kesalahpahaman ketika menjelaskan struktur tertentu.

Bagian ini akan memuat istilah anatomi dasar dan contoh penggunaannya dalam ilmu anatomi

 

istilah anatomi

By Anatomy_Directional_terms_heb.svg: *Human_anatomy_planes.svg: GYassineMrabetTalk✉This vector image was created with Inkscape.derivative work: Yosi I (talk)derivative work: Cristianrodenas (Anatomy_Directional_terms_heb.svg) [CC BY-SA 3.0 or GFDL], via Wikimedia Commons

Medial dan Lateral

Bayangkan sebuah garis pada bidang sagital membagi 2 tubuh menjadi bagian kanan dan kiri sama besar. Garis ini disebut sebagai midline atau garis tengah tubuh.

 

Medial merupakan istilah yang digunakan untuk struktur yang lebih dekat dari midline.

Lateral merupakan istilah yang digunakan untuk struktur yang lebih jauh dari midline.

Contoh:

  • Mata terletak lateral dari hidung
  • Hidung terletak medial dari telinga
  • Arteri brachialis terletak medial dari tendon biceps

 

Anterior dan Posterior

Anterior (ventral) merujuk kepada “depan” dan posterior (dorsal) merujuk kepada “belakang”. Bila digunakan dalam konteks anatomi, jantung terletak posterior dari sternum karena jantung berada di belakang sternum. Begitu pula sebaliknya, sternum terletak anterior dari jantung. Contoh lainnya adalah sebagai berikut:

  • Pectoralis mayor terletak anterior dari m. Pectoralis minor
  • Tripceps brachii terletak posterior dari m. Biceps brachii
  • Patela berada di anterior dari os. Femur dan os. Tibia

 

Superior dan Inferior

Kedua istilah di atas merujuk kepada sumbu vertikal. Superior berarti “lebih tinggi” sedangkan inferior berarti “lebih rendah”. Kepala terletak superior dari leher. Umbilikus terletak inferior dari sternum.

Contohnya:

  • Sendi shoulder terletak superior dibandingkan sendi elbow
  • Paru-paru terletak superior dibanding hepar
  • Appendiks terletak inferior dibandingkan colon transversa

Terdapat masalah kecil dalam penggunaan kedua istilah ini. Tungkai atas dan tungkai bawah merupakan kedua struktur yang sangat mobile sehingga sulit untuk untuk menentukan posisi struktur yang mana yang lebih superior atau inferior dibanding dengan struktur lainnya. Untuk itu, terdapat satu pasang istilah lainnya untuk membantu kita yaitu:

 

Proksimal dan Distal

Istilah proksimal dan distal digunakan pada struktur yang dipertimbangkan memiliki awal dan akhir (seperti tungkai bawah, tungkai atas, dan pembuluh darah). Istilah ini mendeskripsikan posisi struktur dengan referensi terhadap asalnya. Proksimal berarti lebih dekat dari asalnya, distal berarti lebih jauh.

Contohnya:

  • Sendi wrist lebih distal dari sendi elbow
  • Scaphoid terletak pada garis proksimal susunan ossa. Carpalia
  • Sendi knee terletak proksimal dari sendi ankle

 

Istilah Anatomis untuk Gerakan Tertentu

Istilah anatomis untuk gerakan digunakan untuk menggambarkan tindakan otot pada tulang. Otot berkontraksi untuk menghasilkan gerakan pada persendian, dan gerakan selanjutnya dapat dideskripsikan dengan tepat menggunakan terminologi di bawah ini.

Adapun istilah anatomis lokasi, istilah yang digunakan mengasumsikan bahwa tubuh dimulai pada posisi anatomis. Sebagian besar gerakan memiliki gerakan berlawanan, atau dikenal sebagai gerakan antagonis. Istilah tersebut dijelaskan di sini dalam pasangan antagonis untuk memudahkan pemahaman.

 

Fleksi dan Ekstensi

Fleksi dan Ekstensi adalah gerakan yang terjadi pada bidang sagital. Mereka mengacu pada peningkatan dan penurunan sudut antara dua bagian tubuh:

  • Fleksi merujuk kepada gerakan yang menurunkan sudut antara dua bagian tubuh. Fleksi siku menurunkan sudut antara os. Humerus dan os. Ulna. Sedangkan ketika fleksi lutut, pergelangan kaki akan mendekati bokong, dan sudut antara os. Femur dan os. Tibia menjadi lebih kecil.
  • Ekstensi merupakan gerakan yang meningkatkan sudut antara dua bagian tubuh. Ekstensi siku kan meningkatkan sudut antara os. Humerus dan os. Ulna sedangkan ekstensi lutut akan meluruskan tungkai bawah.
ekstensi lutut

By Centers for Disease Control and Prevention [Public domain], via Wikimedia Commons

Abduksi dan Adduksi

Abduksi dan adduksi merupakan dua istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan gerakan mendekati dan menjauhi midline tubuh.

  • Abduksi merupakan gerakan menjauhi Seperti menjauhi seseorang. Sebagai contoh, abduksi sendi bahu dengan mengayunkan tangan menjauhi badan.
  • Adduksi adalah gerakan mendekati Adduksi sendi panggul adalah dengan menjauhkan kedua kaki.

Jari-jari tidak menggunakan midline tubuh sebagai acuan melainkan titik tengah tangan dan kaki masing-masing. Sehingga abduksi jari-jari adalah merentangkan mereka bersama-sama.

 

Rotasi Medial dan Rotasi lateral

Rotasi medial dan rotasi lateral menjelaskan pergerakan tungkai disekitar sumbu panjangnya.

  • Rotasi medial merupakan gerakan berputar menuju Terkadang disebutjuga sebagai rotasi internal. Untuk memahaminya, kita dapat menggunakan 2 skenario ini. Pertama, dengan kaki yang lurus coba putar kaki menuju ke arah jempol. Ini adalah rotasi medial sendi panggul. Kedua, bayangkan Anda membawa nampan teh di depan Anda, dengan siku 90 derajat. Sekarang putar lengannya, arahkan tangan ke arah pinggul yang berlawanan  (siku masih di 90 derajat). Ini adalah rotasi internal bahu.
  • Rotasi lateral adalah gerakan berputar menjauh Istilah ini digunakan berlawanan arah dengan gerakan yang dijelaskan di atas.

 

Elevasi dan Depresi

Elevasi mengacu pada pergerakan ke arah yang superior (misalnya mengangkat bahu), depresi mengacu pada pergerakan ke arah yang inferior.

 

Pronasi dan Supinasi

Isitilah ini dengan rotasi medial dan lateral sering membingungkan, namun memiliki perbedaan.

Banyangkan tangan Anda bertumpu pada meja di depan Anda, dengan posisi bahu dan siku tetap, putar tangan Anda ke punggungnya, telapak tangan ke atas. Ini adalah posisi telentang, jadi gerakan ini adalah supinasi.

Sekali lagi, dengan siku dan bahu tetap, putar tangan Anda ke depannya, telapak ke bawah. Ini adalah posisi telungkup, jadi gerakan ini dinamakan pronasi.

Istilah ini juga berlaku untuk seluruh tubuh – saat berbaring telentang, tubuh supinasi. Saat berbaring rata di bagian depan, tubuh pronasi.

 

Dorsofleksi dan Flantarfleksi

Dorsifleksi dan plantarflesi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gerakan pada pergelangan kaki. Mereka mengacu pada dua permukaan kaki; dorsum (permukaan superior) dan permukaan plantar (telapak kaki).

Dorsifleksi mengacu pada fleksi pada pergelangan kaki, sehingga titik kaki lebih superior. Dorsifleksi tangan adalah istilah yang membingungkan, dan jarang digunakan. Dorsum tangan adalah permukaan posterior, dan gerakan ke arah itu adalah eksternsi. Oleh karena itu, kita bisa mengatakan bahwa dorsofleksi pergelangan tangan sama dengan ekstensi.

Plantarfleksi merujuk ekstensi pada pergelangan kaki, sehingga titik kaki berada di inferior. Demikian pula ada istilah untuk tangan, yaitu palmarfleksi.

 

Inversi dan Eversi

Inversi dan eversi adalah gerakan yang terjadi pada sendi pergelangan kaki, mengacu pada rotasi kaki di sekitar sumbu panjangnya.

 

  • Inversi melibatkan pergerakan telapak kaki menuju bidang median – sehingga telapak kaki berada di arah medial.
  • Eversi melibatkan pergerakan telapak kaki menjauhi dari bidang median – sehingga telapak kaki berada dalam arah lateral.

 

Referensi:

  1. Frank HN. ATLAS OF HUMAN ANATOMY INTERNATIONAL EDITION. ELSEVIER-HEALTH SCIENCE; 2018.
  2. Gosling JA, Harris PF, Humpherson JR, Whitmore I, Willan PL. Human Anatomy, Color Atlas and Textbook E-Book. Elsevier Health Sciences; 2016 Feb 27.
danau rama

Sindrom yang Dapat Merubah Sudut Pandang Anda Terhadap Dunia

Otak Anda merupakan organ yang kompleks. Organ ini bekerja secara konstan agar Anda tetap dapat menjalankan aktivitas fungsional dan tetap hidup. Dia menjaga agar Anda tetap dapat berjalan, berbicara, dan menjadi manusia seutuhnya. Meskipun demikian, beberapa sindrom atau penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan kinerja otak. Lebih dari 18% populasi di seluruh dunia mengalaminya. Mengalami suatu bentuk gangguan mental dan angka ini terus bertambah setiap tahunnya.

Kemungkinan Anda pernah mendengar kondisi seperti depresi, gangguan bipolar, dan skizoprenia. Tapi, Anda mungkin belum pernah mendengar tentang kondisi yang akan dijelaskan di bawah ini. Kondisi yang dapat merubah cara pandang Anda terhadap dunia bahkan dapat membuat seseorang berpikir bahwa keluarganya adalah penipu.

 

Akinetopsia

Banyak orang mungkin mengerti tentang suatu kondisi yang disebut dengan buta warna. Kondisi ini menyebabkan mata kehilangan kemampuan untuk melihat warna tertentu (biasanya hijau dan/atau merah).

Mungkin Anda masih bisa membayangkan bagaimana perasaan kehilangan warna tertentu.

Tapi, bisakah Anda membayangkan mata Anda kehilangan kemampuan untuk melihat gerakan benda di sekililing Anda?

Kondisi ini yang disebut sebagai Akinetopsia.

sindrom

By Johannes Ahlmann [CC BY 2.0], via Wikimedia Commons

Salah satu pasien yang cukup dikenal mengalami kondisi ini adalah seorang Ibu yang disebut sebagai “Pasien LM”. Pasien ini didiganosis dengan akinetopsia pada usia 43 tahun pada tahun 1978.

Pasien ini menyatakan bahwa, baginya melihat dunia bagai menonton film yang ditampilkan frame per frame bukan film yang diputar secara utuh.

Pasin LM pertama kali dirawat di rumah sakit karena keluhan nyeri kepala parah. Dia mengalami stroke yang mengakibatkan kerusakan pada daerah otak bagian temporal.

Bagian otak ini diyakini bertanggung jawab untuk memahami gerak. Sehingga dia hanya bisa mempertahankan kemampuan untuk melihat benda, persepsi kedalaman, dan warna.

Beberapa Laporan Kasus Lainnya Dapat Anda Baca di Sini:

https://mooreperceptionproject.weebly.com/case-history.html

 

Sindrom yang Membuat Anda Kehilangan Tubuh Anda Sendiri

Ian Waterman, 19 tahun, mengalami suatu kondisi dimana Ia kehilangan hampir semua kemampuan sentuhannya termasuk kemampuan proprioseptif (kemampuan untuk mengetahui dimana bagian tubuh berada).

Tanpa proprioseptif, gerakan yang dapat Anda lakukan sepanjang hidup tanpa perlu banyak berpikir (misalnya berjalan) menjadi hampir tidak mungkin dilakukan.

proprioseptif

By Pierre.hamelin (Own work) [CC BY-SA 4.0], via Wikimedia Commons

Waterman dinyatakan kemungkinan tidak dapat berjalan kembali dan harus menggunakan kursi roda di sisa hidupnya.

Tapi, dia keras kepala dan tidak putus asa. Untuk melakukan berbagai geraka dia mempelajari teknik dengan mengganti fungsi proprioseptif nya dengan mata dan merencanakan semua gerakannya didalam pikirannya.

Setelah banyak berlatih, dia dapat melakukan kemampuan untuk menggerakkan lengan dan telapak tangannya secara normal. Tapi, masih belum dapat berjalan dengan baik.

Artikel Lengkap Tentang Ian Waterman dapat anda baca di sini

http://mcneilllab.uchicago.edu/pdfs/IW_lost_body.pdf

 

Delusi Capgras

Bayangkan sebuah skenario dimana seorang yang Anda kenal menderita cedera otak traumatis karena kecelakaan kendaraan bermotor dan beruntungnya Ia dapat bertahan dan selamat.

Kemudian orang tersebut tidak percaya lagi bahwa Anda merupakan orang yang Ia kenal, melainkan percaya Anda adalah seorang penipu.

Delusi

By David Sedlecký (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons

Sindrom ini dikenal sebagai delusi Capgras dan dipercayai terjadi setelah seseorang mendapatkan kerusakan pada suatu bagian otak yang disebut sebagai sulkus temporalis superioris.

Area ini penting karena bertanggungjawab atas fungsi perasaan emosional terhadap seseorang.

Meskipun, pasien dengan delusi ini dapat mengenali wajah, dia tidak mampu untuk mengenali perasaan emosionalnya terhadap orang tersebut dan selalu menyangka bahwa mereka adalah pembohong.

 

Artikel lengkapnya dapat anda baca di sini:

https://www.psychologytoday.com/blog/trouble-in-mind/201208/the-capgras-delusion-you-are-not-my-wife

kalsium

Alasan Lain Mengapa Tidak Perlu Mengkonsumsi Kalsium

Suplemen kalsium dan vitamin D menjadi salah satu suplemen yang paling banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat, khususnya lansia. Tapi apakah mengkonsumsi kalsium dan vitamin D ini perlu dilakukan. Penelitian menunjukkan bahwa tidak perlu mengkonsumsi kalsium dan vitamin D.

Sebelumnya saya telah menulis artikel terkait dengan hal ini pada lansia. Dapat Anda temukan di sini:

Lansia Tidak Butuh Suplemen Kalsium & Vitamin D

 

Penelitian lainnya yang terbit pada Desember 2017 juga menunjukkan bahwa kalisum dan vitamin D tidak mencegah fraktur berapa pun dosisnya. (JAMA, Dec 26, 2017;318(24):2466)

Tinjauan lainnya juga menunjukkan bahwa dari 59 penelitian dan 50 penelitian lainnya baik tablet kalsium dan makanan kaya kalsium tidak mencegah fraktur (patah tulang).(British Medical Journal, September 29, 2015;351:h4183 )

Dan pada minggu ini, alasan lainnya mengapa tidak perlu mengkonsumsi kalsium adalah bahwa berdasarkan hasil penelitian pada 400 orang pasien yang berusia 45 tahun hingga 75 tahun.

Konsumsi suplemen kalsium dengan atau tanpa tambahan vitamin D berhubungan dengan peningkatan risiko polip usus besar (kolon).

Pasien yang diteliti dibagi menjadi 4 kelompok berupa

  1. Kelompok 1: pasien yang mendapatkan 1200 mg kalsium per hari
  2. Kelompok 2: pasien yang diberikan 1000 IU vitamin D per hari
  3. Kelompok 3: pasien yang mengkonsumsi baik kalsium dan vitamin D
  4. Kelompok 4: diberikan pil placebo

Pasien-pasien ini kemudian diikuti selama 5 tahun. Pada masa tersebut, tidak terdapat perbedaan terbentuknya polip pada masing-masing kelompok. Semua konsumsi suplemen dihentikan.

Enam hingga sepuluh tahun kemudian, kelompok yang diberikan kalsium memiliki polip 4 kali lebih banyak dibandingkan kelompok yang tidak mengkonsumsi kalsium.

Polip Kolon

By Rsabbatini at en.wikipedia

Temuan ini sejalan dengan penemuan pada penelitian faktor risiko polip kolon lainnya dimana ditemukan bahwa merokok meningkatkan kejadian polip kolon sebesar 2 kali lipat.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa bahwa polip kolon ini akan meningkatkan risiko kanker kolon. Salah satu kanker penyebab kematian terbesar.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa polip kolon penuh dengan senyawa Annexin A10 dan suplemen kalsium meningkatkan konsentrasi dan efek kimia senyawa tersebut sehingga pertumbuhan polip kolon semakin besar.

 

Referensi

Crockett SD, Barry EL, Mott LA, et al Calcium and vitamin D supplementation and increased risk of serrated polyps: results from a randomised clinical trial Gut Published Online First: 01 March 2018. doi: 10.1136/gutjnl-2017-315242

pengukuran kadar pH

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Memilah Informasi pHakta atau pHiksi

Informasi yang viral terkadang sering kali dianggap suatu hal yang benar. Terlebih lagi apabila informasi viral tersebut dibuat dengan beberapa metode yang seolah-olah ilmiah. Penjelasannya pun disusun dengan sedemikian rupa menggunakan berbagai bahasa ilmiah. Tujuannya tentu saja agar orang-orang yang melihat atau mendengarkannya “Percaya”. Salah satu contohnya adalah sebuah video yang viral akhir-akhir ini terkait dengan manfaat pengukuran kadar pH beberapa produk air mineral.

Silakan saja Anda kunjungi Youtube dan masukkan kata kunci “pH air mineral” maka banyak sekali video yang memuat percobaan mengukur pH air mineral tersebut.

Beberapa video diantaranya disertai penjelasan tentang mana pH air mineral yang baik dan mana buruk untuk tubuh.

Internet secara umumnya dan media sosial secara khusus pada masa kini memberikan banyak sekali informasi fakta. Tapi, tidak semua informasi tersebut benar.

Sebagian besar berdiri di atas kata “alternatif”, “herbal”, atau bahkan “pengobatan alami” yang sangat disayangkan terkadang informasinya malah berisi “kebohongan”.

Informasi bohong ini sengaja diberikan demi tujuan promosi dan marketing semata.

Salah satu topik yang sering berisi informasi yang salah atau boleh saya katakan berisi kebohongan adalah terkait dengan pH.

 

manfaat pengukuran kadar pH

By Heinrich-Boll-Stiftung [CC BY-SA 2.0], via Wikimedia Commons

Orang-orang yang percaya akan manfaat pengukuran kadar pH ini tentu akan membatasi diri mereka khususnya diet, menghabiskan begitu banyak uang dengan membeli Air Alkali (yang bahkan salah satu produsen produknya sudah ditarik izin edarnya oleh Badan POM dan Kementrian Kesehatan Indonesia), menguji air kencing dengan menggunakan strip tes pH, dan bahkan membeli obat-obatan yang mengklaim dapat merubah pH menjadi netral, basa, atau asam.

 

Untuk artikel terkait dengan air alkali dapat dibaca di sini:

Manfaat Air Alkali Bagi Kesehatan Tubuh

Efek Samping Air Alkali Terhadap Tubuh

 

Untuk itu artikel ini saya tulis semata-mata untuk membantu Anda dalam membedakan mana pHakta dan pHiksi terkait dengan informasi manfaat pengukuran kadar pH.

 

pH 101: Informasi Dasar Tentang pH

Orang-orang sering menyebutnya tapi terkadang banyak yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya.

pH merupakan istilah yang berasal dari kata potential of hydrogen. Kata pH ini sering muncul terutama pada bidang ilmu kimia.

pH merupakan suatu skala pengukuran yang kalau dianalogikan seperti Celcius pada suhu tubuh.

Skala pH digunakan untuk pengukuran konsentrasi ion hidrogen pada suatu larutan/cairan. Skala pH merupakan skala logaritmik yang memiliki nilai dari 0 hingga 14.

Air merupakan cairan dengan pH netral, yaitu pH 7. Larutan dengan pH kurang dari 7 disebut sebagai “Asam”. Larutan dengan pH lebih dari 7 disebut “Basa/Alkali”.

efek samping air alkali

Skala logaritmik sendiri merujuk kepada perbedaan 10 kali lipat.

Contohnya: suatu larutan dengan pH 4 memiliki ion hidrogen lebih banyak 10 kali lipat dibandingkan dengan larutan pH 5. Semakin kecil nilai pH-nya maka semakin besar jumlah ion hidrogen terlarutnya.

Skala pH darah manusia dikelola pada rentang sempit berkisar 7,34-7,45 melalui sebuah proses yang disebut sebagai homeostasis (keseimbangan) asam-basa.

Perubahan pH darah di luar rentang batas di atas akan segera diperbaiki atau dikoreksi oleh paru-paru dan ginjal yang disebut sebagai mekanisme kompensasi.

Organ atau cairan tubuh lainnya memiliki nilai atau ambang pH yang berbeda-beda. Skala pH cairan lambung (asam lambung) adalah 1,5-3,5, kulit 4,7, cairan serebrospinal pada otak dan tulang belakang 7,5, dan sekresi pankreas 8,1.

Fakta menariknya adalah tidak satupun kadar pH di atas dipengaruhi oleh komposisi dari diet.

pH pada air kencing atau urin memiliki rentang skala yang cukup besar yaitu antara 4,6 hingga 8,0.

Skala pH urin ini akan terus berubah sesuai dengan kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeostatis setelah tubuh mendapatkan beban cairan asam atau basa.

Fakta lainnya adalah pH urin tidak merefleksikan atau menggambarkan pH di dalam darah atau di organ dan cairan lainnya dalam tubuh.

 

Manfaat Pengukuran Kadar pH: Asam/Basa dan Teori Penyakit

Terdapat teori yang mengklaim bahwa tubuh yang terlalu asam dapat menyebabkan penyakit. Kondisi ini dapat di atas dengan mengkonsumsi makanan yang bersifat basa atau meminum air alkali.

Mengkonsumsi makanan bersifat basa dan air alkali juga dapat meningkatkan kesehatan.

Kemudian teori ini juga mendorong orang-orang untuk melakukan monitoring terhadap pH urin demi keseimbangan asam/basa.

Dr. Gabe Mirkin, seorang dokter ahli nutrisi, menjelaskan bahwa teori asam/basa mempengaruhi penyakit ini adalah suatu hal yang nonsense.

Modifikasi diet pada makanan atau minuman yang kita konsumsi tidak dapat merubah tingkat keasaman pada organ atau cairan tubuh kecuali urin. Sehingga manfaat pengukuran kadar pH dapat dikatakan sebagai pHiksi.

Dr. Gabe Mirkin juga mengatakan bahwa, “Jika Anda mendengar seseorang berkata bahwa badan anda terlalu asam dan Anda harus menggunakan produk mereka untuk membuatnya menjadi lebih basa, Anda sebaiknya lebih bijaksana untuk ditidak mempercayai apapun yang dikatakan orang tersebut terkait asam/basa kepada anda.”

Seorang Herbalis pernah menyanggah apa yang dikatakan Dr. Gabe bahwa pH urin tidak sama dengan pH darah. Dia mengatakan bahwa, “Kesehatan seseorang dipengaruhi oeh perubahan pH darah dalam kisaran normal, dan pH urin merupakan indikator yang baik untuk menilai seberapa baik ginjal bekerja mempertahankan homeostasis.”

Dia juga mengklaim bahwa pH darah atau urin yang rendah merupakan suatu tanda seseorang tidak sehat.

Tapi ilmu kedokteran berdiri di atas evidence/bukti atau fakta penelitian. Sayangnya, tidak terdapat bukti ilmiah yang mendukung klaim herbalis tersebut.

Untuk artikel lengkap Dr. Gabe Mirkin dapat dibaca di sini:

Acid or Alkaline?

 

Diet Alkali/Basa

Diet alkali ini dapat berubah menjadi kesimpulan palsu dengan sebuah fakta sederhana.

Makanan tertentu menghasilkan asam. Untuk mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh harus mengeluarkan mineral basa seperti kalsium, fosfor, dan magnesium dari tulang, gigi dan organ.

Klaim dari penggagas diet alkali ini juga menyatakan bahwa kondisi di atas akan menyebabkan osteoporosis dan kelelahan tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat menyebabkan bahaya pada sistem kekebalan tubuh.

Tubuh akan rentan terhadap virus atau penyakit. Untuk itu, menghindari makanan yang bersifat asam akan membuat pH urin menjadi basa.

Mereka juga mengklaim bahwa orang dengan pH urin bersifat basa akan mengurangi risiko osteoporosis, kanker, dan penyakit jantung.

Di sisi lain, diet alkali juga dinyatakan membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan energi. Bahkan, disebut dapat menyembuhkan kanker.

Para pendukung yang mempercayai hal ini memberikan testimoni beberapa orang yang telah mencoba dan mendapatkan hasil positif. Selain itu, para pendukung ini juga mengutip jurnal ilmiah yang mendukung temuan mereka. Mereka tidak melakukan teknik evidence based medicine/EBM (kedokteran berbasis bukti).

Analisis sistematis yang merupakan EBM tertinggi menunjukkan bahwa tidak terdapat teori yang mendukung penyakit asam/basa.

 

Air Alkali

Anda dapat membeli air alkali atau membuatnya sendiri. Klaim produsen tertentu mengatakan bahwa air alkali bermanfaat untuk detoksifikasi, hidrasi (semua air memberikan hidrasi), memberikan oksigenisasi dan berperan sebagai anti oksidan, dapat merubah pH tubuh (sama sekali tidak), dan meningkatkan sistem imun.

Air alkali juga dinyatakan dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah diabetes, dan menyembuhkan psoriasis. Sayangnya, lagi-lagi tidak ada bukti ilmiah yang mendukung hal ini.

 

Lalu, adakah manfaat pengukuran kadar pH?

Untuk kondisi tertentu dimana terjadi ketidakseimbangan pH maka perlu dilakukan pengukuran. Dalam dunia kedokteran kadar pH yang paling sering diukur adalah pH darah dan pH urin. Skala pH darah akan menunjukkan asam disebabkan oleh asidosis begitu juga sebaliknya alkalosis menunjukkan pH darah basa.

Berapa penyakit ginjal dan saluran kemih juga dapat merubah kadar pH pada urin. Tapi, bukan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang dalam kondisi asam dan memerlukan asupan yang bersifat basa.

gangguan asam basa

By Maen K. Househ (Own work) [CC BY-SA 3.0], via Wikimedia Commons

Pemahaman dasar tentang fisiologi keseimbangan asam-basa merupakan bukti ilmiah (pHakta) yang cukup untuk mengabaikan kesalahan informasi dan pemahaman dasar terkait kadar pH (pHiksi) yang jelas tidak banyak diketahui oleh orang awam.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan informasi khususnya tentang pH dan sifat asam-basa.

Acute mountain sickness

Pedoman Diagnosis dan Tatalaksana Acute Altitude Illnesses

Acute altitude illnesses merupakan kondisi yang berpotensi serius yang dialami oleh orang yang berada atau naik pada ketinggian lebih dari 2.500 meter (8.202 kaki) dari permukaan air laut.

Kondisi ini memiliki banyak faktor risiko mayor termasuk pendakian yang cepat, tingkat ketinggian yang semakin meningkat, riwayat penyakit acute altitude illnesses sebelumnya, pengeluaran tenaga yang berlebihan (kelelahan), dan suhu dingin.

Kondisi ini mencakup:

Acute mountain sickness (AMS)

  • gejala dari kondii ini adalah nyeri kepala, mual/muntah, keletihan, dan pusing
  • umunya terjadi 6-12 jam paska sampai pada ketinggian dan membaik pada 1-3 hari setelahnya

High altitude cerebral edema (HACE)

  • perkembangan penyakit dari acute mountain sickness yang tidak membaik

High altitude pulmonary edema (HAPE)

  • bentuk non kardiogenik dari edema paru
  • berkembang 1-4 hari setelah sampai pada ketinggian lebih dari 2.500 meter pada orang dengan atau tanpa gejala acute mountain sickness

 

Evaluasi Acute Altitude Illnesses

Diagnosis acute mountain sickness ditegakkan pada orang yang berada pada ketinggian lebih 500 meter dari permukaan air laut yang mengalami keluhan  sakit kepala, keletihan, kelemahan, pusing, mual, muntah, anoreksia, atau sulit tidur.

Kondisi ini biasanya muncul 6-12 jam setelah sampai pada ketinggian tersebut

Acute altitude illnesses

By Benh LIEU SONG (Own work) [GFDL (http://www.gnu.org/copyleft/fdl.html) or CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Diagnosis HACE ditegakkan apabila terdapat perubahan status mental pada pasien AMS yang tidak mengalami perbaikan atau perubahan status mental dan ataksia pada pasien tanpa AMS

Diagnosis HAPE ditegakkan apabila terdapat ≥ 2 gejala pulmoner (dispneu saat beristirahat, batuk, penurunan kemampuan beraktivitas, dan dada terasa sesak) dan ≥ 2 tanda (ronhki atau wheezing, sianosis sentral, takipneu, takikardi).

HAPE biasanya terjadi 1-4 hari setelah sampai, dan dapat terjadi tanpa AMS.

Pertimbangkan penggunaan skor Lake Louise untuk mengetahui tingkat keparahan AMS.

Skor Lake Louise untuk AMS

Skor ini terdiri dari 5 pertanyaan terkait gejala dan 3 pemeriksaan klinis

Kuisioner Gejala

  • Nyeri Kepala
  • Tidak ada – 0
  • Ringan – 1 poin
  • Sedang – 2 poin
  • Berat – 3 poin

Gejala gastrointestinal

  • Tidak ada – 0
  • Nafsu makan buruk atau nausea – 1 poin
  • Nausea sedang atau vomitus – 2 poin
  • Nausea dan vomitus berat – 3 poin

Kelemahan atau keletihan

  • Tidak letih atau lemah – 0
  • Ringan – 1 poin
  • Sedang – 2 poin
  • Berat – 3 poin

Pusing

  • Tidak ada – 0
  • Ringan – 1 poin
  • Sedang – 2 poin
  • Berat – 3 poin

Sulit tidur

  • Tidur baik seperti biasa – 0
  • Tidak dapat tidur seperti biasa – 1 poin
  • Terbangun beberapa kali di malam hari – 2 poin
  • Tidak dapat tidur sama sekali – 3 poin

Penilaian Klinis

Perubahan status mental

  • Tidak ada perubahan – 0
  • Letargis – 1 poin
  • Disorientasi/kebingungan – 2 poin
  • Stupor/setengah sadar – 3 poin

Penilaian ataksia (menggunakan pemeriksaan berjalan menggunakan tumit-jempol)

  • Tidak ada – 0
  • Bermanuver untuk mempertahankan keseimbangan – 1 poin
  • Berjalan keluar garis – 2 poin
  • Jatuh – 3 poin
  • Tidak mampu berdiri – 4 poin

Penilaian edema perifer

  • Tidak ada – 0
  • Satu lokasi – 1 poin
  • ≥ 2 lokasi – 2 poin

Interpretasi Skor

  • Skor 2-4 dipertimbangkan sebagai AMS ringan
  • Skor 5-15 dipertimbangkan sebagai AMS sedang-berat

 

Tatalaksana Acute Altitude Illnesses

Prinsip Tatalaksana

  • Setiap gejala atau keluhan yang tidak berkurang dengan istirahat dianggap sebagai AMS
  • Berikan parasetamol atau ibuprofen untuk nyeri kepala saat berada diketinggian tanpa gejala lainnya.
  • Berikan anti-emetik untuk gejala gastrointestinal tanpa gejala lainnya
  • Untuk AMS, HACE, dan HAPE
  • Bila memungkinkan, turun hingga gejala menghilang
  • Turun sejauh 300-1.000 meter pada umumnya adekuat tapi bervariasi antar individu
  • Jangan dibiarkan pasien turun sendiri

Untuk AMS

  • Pemberian deksametason direkomendasikan untuk semua derajat AMS khususnya derajat sedang-berat
  • Dewasa: Deksametason 4 mg PO, IV atau IM setiap 6 jam
  • Anak-anak: Deksametason 0,15 mg/kg per dosis PO, IV, IM setiap 6 jam
  • Tunda pendakian lebih lanjut setelah pasien mendapatkan deksametason sampai pasien asimptomatik tanpa obat ini.
  • Acetazolamid dapat digunakan untuk AMS ringan
  • Dewasa: Acetazolamid 250 mg 2 kali sehari PO
  • Anak: Acetazolamid 2,5 mg/kg setiap 12 jam (dosis maksimal 125 mg per dosis)

Bila tidak terdapat perbaikan terhadap manajemen konservatif, pertimbangkan:

  • Pemberian oksigan
  • Ruang hiperbarik portabel

HACE dan HAPE harus tatalaksana sebagai kondisi emergensi (kematian karena edema serebri dapat terjadi dalam hitungan jam setelah gejala)

Jika tidak memungkinkan untuk turun, pertimbangkan pemberian:

  • Oksigen
  • Ruang hiperbarik portabel

Jika sangkaan HACE

  • Lakukan terapi primer dengan deksametason 8 mg dosis pertama lalu dilanjutkan 4 mg PO, IV, atau IM setiap 6 jam
  • Pertimbangkan menambah acetazolamid 250 mg 2 kali sehari pada dewasa atau 2,5 mg/kg setiap 12 jam (maksimal 125 mg/kali beri) pada anak sebagai tambahan deksametason

Jika sangkaan HAPE

  • Tambahkan nipedifine sustained release 30 mg 2 kali sehari (tanpa dosis loading) sebagai tambahan terapi oksigen dan turun.

 

Pencegahan Acute Altitude Illnesses

Direkomendasikan naik secara bertahap kurang lebih 500 meter/hari dengan istirahat setiap 3-4 hari

Untuk orang dengan risiko sedang hingga berat (seperti riwayat high-altitude illness atau yang akan naik hingga 2.800 meter dalam satu hari)

  • Berikan acetazolamid 125 mg (2,5 mg/kg untuk anak) PO 2 kali sehari dimulai ≥ 1 hari sebelum naik dan dilanjutkan hingga mulai untuk turun.
  • Jika acetazolamid tidak ditoleransi, berikan deksametason 2 mg PO setiap 6 jam atau 4 mg PO setiap 12 jam (hingga 10 hari)

Untuk orang dengan riwayat HAPE, pertimbangkan salah satu pencegahan berikut

  • Nifedipin SR 30 mg 2 kali sehari PO dimulai dari saat naik hingga mulai turun atau 4 hari
  • Salmeterol inhalasi 125 mcg 2 kali sehari
  • Deksametason 8 mg PO 2 kali sehari
  • Tadalafil 10 mg PO 2 kali sehari

 

Referensi:

  1. Luks AM, McIntosh SE, Grissom CK, et al. Wilderness Medical Society practice guidelines for the prevention and treatment of acute altitude illness: 2014 update. Wilderness Environ Med. 2014 Dec;25(4 Suppl):S4-14
  2. Imray C, Booth A, Wright A, Bradwell A. Acute altitude illnesses.  2011 Aug 15;343:d4943
  3. Palmer BF. Physiology and pathophysiology with ascent to altitude. Am J Med Sci. 2010 Jul;340(1):69-77
  4. Fiore DC, Hall S, Shoja P. Altitude illness: risk factors, prevention, presentation, and treatment. Am Fam Physician. 2010 Nov 1;82(9):1103-10

 

Beberapa Pedoman dan Tinjauan Lainnya terkait kondisi ini dapat dilihat pada link berikut

Pedoman

International Climbing and Mountaineering Federation – Union International des Associations d’Alpinisme (UAII) guidelines for drug use and misuse in the mountains can be found in High Alt Med Biol 2016 Sep;17(3):157

Tinjauan Pustaka

JEMS 2016 Jun;41(6):22

Curr Sports Med Rep 2015 Mar-Apr;14(2):82

BMJ 2011 Aug 15;343:d4943

Am Fam Physician 2010 Nov 1;82(9):1103 full-text

 

 

poster difteri

Difteri di Indonesia: Outbreak Terburuk Pada Generasi Z

Judul di atas bukan suatu mitos semata melainkan suatu fakta yang sebenarnya cukup menyakitkan bagi bangsa Indonesia. Seandainya, The Guinness Book of Records memberikan catatannya maka tentu saja Indonesia akan mendapatkan rekor untuk kejadian luar biasa salah satu infeksi saluran napas atas yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang disebut Difteri ini.

Merujuk kepada pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa per Desember 2017,  kejadian luar biasa (KLB) difteri di Indonesia paling tinggi di dunia. KLB difteri terjadi di 28 provinsi serta 142 kabupaten/kota.

Pada periode yang sama, Desember 2017, Ikatan Dokter Indonesia menyatakan bahwa sudah 38 anak yang meninggal dunia karena difteri. Sementara 600 anak masih dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama.

Sayangnya, meskipun begitu banyak angka KLB infeksi saluran napas ini, masyarakat Indonesia kurang terlalu tertarik untuk mempelajari apa itu difteri. Silakan saja Anda kunjungi link berikut.

https://trends.google.co.id/trends/yis/2017/ID/

Link di atas akan membawa Anda ke halaman Google Trends di Indonesia (kata kunci dengan pencarian terbanyak pada tahun 2017). Apakah Anda menemukan kata Difteri di sana?

Anda tidak akan menemukannya bila tampilan situs Google Trends tersebut sama dengan tampilan ketika Saya menulis artikel ini.

Kata kunci Difteri hanya mendapatkan popularitas pencariannya pada pertengahan Desember 2017 saja. Lalu, apa itu Difteri dan mengapa Saya menyatakan bahwa Indonesia memiliki Outbreak Difteri terburuk sepanjang sejarah dunia?

 

Apa itu Difteri?

Difteri merupakan infeksi saluran napas atas (hidung dan tenggorokan) yang serius yang disebabkan oleh strain bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat memproduksi toksin (racun).

Infeksi karena toksin ini akan menyerang membran mukosa saluran napas atas dan menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lainnya.

Tapi, dapat dicegah dengan vaksinasi difteri.

Lalu, mengapa Saya menyatakan bahwa ini adalah wabah KLB terburuk pada generasi Z?

 

Outbreak Difteri Terburuk pada Generasi Z

Seperti yang telah dijabarkan di atas bahwa IDAI juga berangapan bahwa KLB ini merupakan yang terbesar di bandingkan dengan KLB di negara lainnya.

Secara epidemiologi, distribusi geografis infeksi ini dapat ditemukan di seluruh dunia. Kejadian (prevalensi/insidensi) terbesarnya berada pada negara dengan iklim tropis karena suhunya lebih panas.

Infeksi ini sangat jarang juga ditemukan di negara dengan vaksinasi yang baik.

Untuk rekor “Outbreak Terburuk Sepanjang Sejarah Dunia” mari kita bandingkan dengan beberapa Outbreak lainnya yang tercatat dari seluruh dunia.

  • Outbreak di Yaman dengan 333 kasus dan 35 orang meninggal dunia sejak 31 Agustus 2017 hingga 21 Desember 2017.
  • Outbreak di Thailand tahun 2012, 15 kasus tidak ada yang meninggal dunia
  • Outbreak di Afghanistan tahun 2003 dengan 50 kasus dan 3 orang meninggal dunia

Outbreak terbesar terjadi pada tahun 1995 di Uni Soviet, dimana ditemukan 47.802 kasus dengan 1746 kematian pada 14 dari 15 negara bagian di Uni Soviet.

 

Mengapa infeksi ini bisa diderita?

Corynebacterium diphtheriae adalah kuman yang bertanggung jawab atas wabah ini.

Bakteri ini merupakan bakteri batang gram positif aerob. Tapi, hanya strain yang memproduksi toksin (racun) yang menyebabkan penyakit parah.

Corynebacterium diphtheriae dalam pewarnaan gram

By Photo Credit: Content Providers(s): [Public domain], via Wikimedia Commons

Strain yang tidak memproduksi toksin hanya menyebabkan penyakit yang ringan.

Bakteri ini dapat ditularkan melalui droplet pernapasan di udara antara satu orang dengan orang yang lain.

Selain melalui droplet di udara, kuman ini juga dapat ditularkan melalui kontak langsung via kulit.

Masa inkubasi kuman ini adalah 2-5 hari dengan rentang 1-10 hari.

Orang yang telah terinfeksi dapat menyebarkan bakteri sekitar 2 minggu (atau bahkan hingga 4 minggu) jika tidak diberikan antibiotik.

Bakteri ini pada umumnya menginfeksi hidung dan tenggorokan. Toksin yang diproduksi dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan lapisan bercak putih tipis pada daerah:

  • Hidung
  • Tenggorokan
  • Lidah
  • Saluran napas
  • Lesi pada kulit

bercak putih difteria

By User:Dileepunnikri (Own work) [CC BY-SA 3.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0)], via Wikimedia Commons

Pada beberapa kasus, toksin ini juga merusak organ lainnya seperti jantung, otak, dan ginjal.

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi mengancam jiwa seperti:

  • Miokarditis (inflamasi pada otot jantung)
  • Paralisis
  • Gagal ginjal

 

Gejala yang tampak bila terinfeksi

Gejala akan muncul 2 sampai 5 hari setelah terinfeksi. Beberapa orang tidak akan merasakan gejala.

Atau hanya merasakan gejala ringan sama seperti infeksi saluran napas atas atau flu.

Gejala atau tanda yang umumnya terlihat pada penderita difteri adalah lapisan bercak putih pada tenggorokan dan tonsil. Gejala lainnya yang dapat muncul antara lain:

  • Demam
  • Menggigil
  • Pembengkakan kelenjar pada leher (Bull neck)
Bull Neck Difteria

By Photo Credit: Content Providers(s): CDC [Public domain], via Wikimedia Commons

  • Nyeri tenggorokan
  • Lesi pada kulit

lesi kulit difteri

By CDC [Public domain], via Wikimedia Commons

Gejala lainnya yang menunjukkan bahwa penyakit bertambah parah

  • Sulit bernapas atau menelan
  • Perubahan pandangan
  • Bicara tidak jelas, dan
  • Tanda syok

 

Bagaimana Difteri dapat Didiagnosis

Bila Anda merasa yakin bahwa gejala yang sedang Anda atau anak anda alami adalah mirip dengan gejala difteri, maka sebaiknya segera ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa terutama pada daerah hidung, tenggorokan, kepala, dan leher.

Dokter juga akan menanyakan seputar gejala yang di alami secara lebih rinci.

Dokter akan memberikan sangkaan bahwa Anda penderita difteri apa bila melihat lapisan bercak putih menyelubungi tenggorokan atau tonsil.

Bila hal ini terjadi maka dokter akan merujuk Anda ke Rumah Sakit yang dapat melakukan pemeriksaan terhadap sampel bercak pada tenggorokan atau tonsil tersebut untuk memastikan diagnosis.

 

Bagaimana Pengobatan Difteri Dilakukan?

Infeksi ini merupakan kondisi yang serius. Di negara maju seperti Amerika Serikat, penderita difteri akan mendapatkan anti toksin dan anti biotik.

Anti toksin diberikan berasal dari kuda. Antibiotik yang dapat diberikan berupa eritromisin per oral atau injeksi selama 14 hari atau procaine penicillin G setiap hari selama 14 hari.

Selama perawatan maka dokter akan meminta anda untuk berada di rumah sakit dan di rawat di ruang perawatan khusus sehingga tidak menularkan kuman kepada orang lain.

 

Mari sama-sama mencegah difteri

Difteri dapat dicegah dengan vaksin dan antibiotik

vaksinasi difteri dengan menggunakan vaksin DPT dilakukan dalam usia bayi dua, tiga, dan empat bulan. Vaksin ini merupakan upaya proteksi terhadap penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertussis) dan diberikan sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017. Jika vaksin yang diberikan jenis DTPa, maka vaksin diberikan pada usia 2, 4, & 6 bulan.

Anak berusia 7 tahun ke atas dan orang dewasa direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan vaksinasi ulang (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

 

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. Diphtheria for Clinicians. CDC 2014 May 15
  2. Diphtheria. In: Centers for Disease Control and Prevention. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases. 12th Edition. Atlanta, GA: Centers for Disease Control and Prevention; 2012

Keputihan: Penyebab, Gejala, dan Diagnosis

Keputihan sering dan terjadi secara reguler. Meskipun demikian terdapat beberapa jenis keputihan yang dapat mengindikasikan suatu infeksi. Cairan tidak normal tersebut dapat berwarna kuning atau hijau, konsistensinya sedikit lebih kental, dan memiliki bau yang tidak sedap.

Infeksi bakteri atau jamur merupakan penyebab infeksi tersering. Jika Anda menemui cairan yang keluar dari vagina tampak tidak seperti biasanya atau berbau tidak sedap, silakan segera temui dokter untuk diagnosis dan pengobatan yang lebih baik.

 

Jenis-Jenis Cairan Vagina atau Keputihan

Terdapat beberapa jenis cairan yang keluar melalui vagina. Cairan tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan warna dan konsistensinya. Beberapa jenis dari cairan ini normal. Sedangkan yang lainnya dapat mengindikasikan kondisi tertentu dan membutuhkan pengobatan.

 

Putih

Cairan berwarna putih dan volumenya sedikit, yang keluar khususnya pada awal atau akhir siklus menstruasi/haid adalah suatu hal yang normal.

Jika cairan ini disertai dengan gejala gatal dan sedikit lebih kental dari biasanya atau bahkan konsisitensinya tampak seperti keju yang meleleh maka keputihan itu tidak normal dan membutuhkan pengobatan.

Kondisi di atas biasanya muncul sebagai tanda infeksi jamur.

 

Jernih dan tampak seperti air

Cairan yang keluar dari vagina tampak jernih dan seperti air maka pada umumnya normal. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja sepanjang bulan. Kondisi ini biasanya muncul khususnya setelah selesai melakukan olahraga berat.

 

Jernih dan kental

Ketika cairan yang keluar dari vagina jernih tapi sedikit kental seperti lendir, tidak menyerupai air maka kondisi ini mengindikasikan Anda sedang mengalami masa ovulasi. Ini adalah jenis cairan yang normal.

 

Kecoklatan atau tampak seperti darah

Cairan vagina yang tampak berwarna kecoklatan atau seperti darah biasanya normal. Terutama ketika anda sedang mengalami masa menstruasi/haid.

Pelepasan terlambat pada akhir periode menstruasi/haid Anda bisa terlihat berwarna cokelat dan bukan merah. Anda mungkin juga mengalami sejumlah kecil perdarahan di antara periode menstruasi. Kondisi ini disebut spotting.

Bila spotting terjadi selama jangka waktu normal (tidak sedang haid) dalam siklus menstruasi Anda dan Anda tidak sedang menjalani program keluarga berencana maka kondisi ini dapat menjadi salah tanda kehamilan.

Spotting yang muncul pada masa awal kehamilan juga dapat menjadi tanda keguguran (abortus), dan kondisi ini harus didiskusikan kepada dokter atau ahli kandungan.

Pada kasus yang jarang, cairan vagina yang berwarna coklat juga dapat menjadi tanda kanker leher rahim (serviks) tahap lanjut. Untuk kasus ini, penting dilakukan pemeriksaan panggul dan Pap Smear untuk memeriksa abnormalitas pada leher rahim.

 

Kuning atau Hijau

Keputihan yang berwarna kuning atu hijau, terutama dengan konsistensi kenyal dan kental, atau disertai dengan bau yang tidak sedap, merupakan pertanda tidak normal.

Keputihan jenis ini biasanya merupakan tanda infeksi trikomoniasis. Infeksi ini pada umumnya menyebar melalui hubungan seksual.

 

Penyebab Keputihan

Cairan vagina yang normal menunjukkan fungsi tubuh yang sehat. Kondisi ini merupakan cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina.

Sehingga, apabila cairan vagina meningkat pada saat melakukan hubungan intim atau masa ovulasi maka hal tersebut merupakan suatu hal yang normal.

Olahraga, konsumsi pil KB atau stress emosional juga dapat meningkatkan pengeluaran cairan vagina.

Cairan vagina abnormal (keputihan) biasa terjadi disebabkan oleh infeksi.

 

Bakterial vaginosis

Bakterial vaginosis merupakan infeksi bakteri yang sering ditemui. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan pengeluaran cairan vagina dengan bau yang cukup menyengat dan terkadang seperti bau ikan.

Kondisi ini tidak menyebabkan gejala lainnya. Wanita yang melakukan hubungan seks oral dan berganti-ganti pasangan memiliki risiko bakterial vaginosis yang lebih besar.

 

Trikomoniasis

Trikomoniasis merupakan jenis infeksi lainnya. Kondisi ini disebabkan oleh protozoa atau organisme bersel tunggal.

Infeksi ini biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, tapi juga dapat ditularkan melalui kontak saat memakai handuk yang sama secara bergantian.

Kondisi ini akan mengakibatkan cairan vagina berwarna kehijauan dan berbau busuk. Nyeri, inflamasi, dan gatal merupakan gejala yang dapat dirasakan pada infeksi ini. Tapi, terkadang beberapa orang tidak mengalami gejala lain selain perbahan warna cairan vagina yang berbau busuk.

 

Infeksi jamur

Infeksi jamur akan menyebabkan keputihan dengan konsistensi seperti keju dan dapat pula disertai dengan sensasi seperti terbakar atau gatal.

Adanya jamur (ragi) pada vagina merupakan suatu hal yang normal, tapi pertumbuhannya dapat mendadak menjadi lebih banyak dan tidak terkontrol. Beberapa hal dibawah ini dapat menyebabkan infeksi jamur antara lain:

  • Stress
  • Diabetes
  • Mengkonsumsi pil KB
  • Kehamilan
  • Antibiotik, terutama yang dikonsumsi lebih dari 10 hari

 

Gonorea dan Klamidia

Gonorea dan klamidia merupakan infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan perubahan cairan vagina. Pada kondisi ini cairan vagina biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau tampak seperti berawan.

 

Penyakit inflamatorik panggul

Penyakit inflamatorik panggul (PID) adalah infeksi yang sering menular melalui kontak seksual. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menyebar dari vagina menuju ke organ reproduksi lainnya. Kondisi ini menyebabkan cairan vagina berbau busuk.

 

Kapan Harus Menemui Dokter?

Jika Anda mengalami gejala keluarnya cairan vagina yang tidak biasa disertai dengan gejala lainnya, Anda harus segera menemui dokter. Gejala yang perlu Anda perhatikan termasuk:

  • Demam
  • Nyeri pada perut
  • Penurunan berat badan
  • Letih
  • Peningkatan buang air kecil

 

Pengobatan Rumahan untuk keputihan

Untuk mencegah infeksi maka jaga hieginitas dan gunakan pakaian dalam berbahan katun. Jangan mencuci vagina dengan mengunakan air atau cairan tertentu karena dapat memperburuk keputihan dan menghilangkan bakteri baik pada vagina. Lakukan hubungan seks yang aman untuk terhindar dari infeksi menular seksual.

Untuk mengurangi risiko infeksi jamur ketika mengkonsumsi antibiotik, Anda dapat mengkonsumsi yogurt yang mengandung bakteri baik. Jika anda merasa bahwa mengalami gejala keputihan karena infeksi bakteri maka anda dapat menggunakan krim atau suppositoria anti jamur.

 

Referensi:

Women’s Health. In: Murtagh AM J. eds. John Murtagh’s Patient Education, 7e New York, NY: McGraw-Hill; . http://murtagh.mhmedical.com/content.aspx?bookid=1914&sectionid=142123253. Accessed March 07, 2018.

obat-obat

Interaksi Obat yang Berbahaya bahkan Mematikan

Pasien dengan penyakit kronis pada umumnya akan mendapatkan polifarmasi. Pasien akan mengkonsumsi sekitar 5-6 jenis golongan obat berbeda setiap harinya. Kondisi ini akan cenderung memunculkan interaksi obat bahkan tidak jarang muncul interaksi obat yang berbahaya bahkan mematikan.

Interaksi obat meningkat karena volume konsumsi obat juga meningkat dari pada sebelumnya. Dua atau lebih obat yang saling berinteraksi dapat menyebabkan penurunan atau peningkatan efektivitas obat yang dikonsumsi.

Kondisi ini bahkan dapat menimbulkan efek samping obat hingga menimbulkan kondisi yang berbahaya dan mengancam jiwa.

Interaksi obat yang berbahaya harus dipertimbangkan sebagai suatu kesalahan yang dapat dicegah.

Artikel ini menampilkan beberapa interaksi obat yang berbahaya. Contoh-contoh interaksi ini tidak urutkan berdasarkan frekuensi kejadian interaksi atau signifikansi klinisnya.

 

Interaksi Obat yang Berbahaya Bahkan Mematikan

Statins dengan Inhibitor CYP3A4 [1]

bahaya statin

By The U.S. Food and Drug Administration (Statin Risks) [Public domain], via Wikimedia Commons

Statin merupakan salah satu golongan obat yang sangat banyak diresepkan terutama pada penderita kolesterol tinggi. Statin telah diketahui memiliki risiko interaksi obat yang cukup tinggi karena perbedaan jalur eliminasinya.

Setiap obat pada golongan statin memiliki risiko yang berbeda. Simvastatin merupakan obat yang paling mungkin berinteraksi dengan obat lainnya.

Obat yang memiliki risiko paling kecil pada golongan ini adalah pravastatin dan rosuvastatin.

Rhabdomiolisis, kondisi dimana otot mengalami kerusakan dan mengeluarkan pigmen mioglobin otot ke dalam darah serta dapat berujung kepada gagal ginjal kronis, merupakan salah satu kondisi yang muncul karena interaksi obat lain dengan golongan statin.

Rhabdomiolisis dapat terjadi pada monoterapi statin dosis tinggi. Risiko kondisi ini meningkat apabila statin digunakan bersamaan dengan golongan inhibitor CYP3A4.

Konsumsi statin dan inhibitor CYP3A4 secara bersamaan akan meningkatkan konsentrasi serum dari bentuk aktif simvastatin, lovastatin, dan atorvastatin.

Obat-obat yang paling mungkin berinteraksi dengan golongan statin antara lain:

  • Obat golongan fibrat, terutama gemfibrozil
  • Agen antijamur golongan azol: ketokonazole, mikonazole, clotrimazole, itrakonazole, dan flukonazole.
  • Antibiotik golongan makrolide seperti erithromisin, klarithromisin tapi tidak pada azitromisin.
  • Antiviral golongan inhibitor protease seperti ritonavir, dan
  • Calsium channel blocker non dihidropiridin verapamil dan dilitiazem

Sebaiknya hindari konsumsi obat tersebut bersamaan dengan statin. Bila tidak dapat dihindari pemberian dosis obat jam terpisah kurang lebih selama 12 jam dapat meminimalkan risiko interaksi. Kondisi ini akan mencegah konsentrasi kedua obat meningkat secara bersamaan.

 

Klaritromisin dan Calcium-Channel Blockers (CCB) [2]

Pemberian klaritromisin bersama dengan CCB seperti amlodipin atau nifedipin dapat menyebabkan hipotensi dan gagal ginjal akut.

Interaksi obat yang berbahaya ini terjadi karena klaritromisin mempengaruhi efek CCB seperti nifedipin dengan menghambat metabolisme CYP3A4. Kondisi ini akan menyebabkan hipotensi yang apabila tidak di atasi berujung pada kematian.

calcium channel blocker

By Ulrich Förstermann – Elsevier GmbH [Public domain], via Wikimedia Commons

Antibiotik golongan makrolid lainnya juga dapat menimbulkan efek yang sama, termasuk eritromisin.

Azitromisin merupakan obat pilihan dari golongan makrolid bila harus dikombinasikan dengan CCB.

Azitromisin tidak menghambat CYP3A4 sehingga tidak menimbulkan hipotensi.

Selain interaksi obat ini terdapat 82 interaksi obat lainnya yang telah dilaporkan terkait klaritromisin.

 

Kotrimoksazol dan Anti Hipertensi [3,4]

Kotrimoksazol (Trimetoprim/Sulfametoksazol) merupakan penyebab potensial hiperkalemia pada pasien lanjut usia. Kondisi hiperkalemia juga berpotensi terjadi pada pasien dengan gagal ginjal kronis.obat kolesterol

Interaksi obat yang berbahaya ini dapat muncul terutama bila dikonsumsi bersamaan dengan anti hipertensi golongan inhibitor ACE dan angiotensin reseptor blocker.

Penggunaan kotrimoksazol cenderung meningkat. Komponen trimetoprim memiliki sifat seperti amilorida (diuretik hemat kalium) dan dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah bahkan ke tingkat yang mengancam jiwa.

Kematian mendadak telah dilaporkan pada pasien yang mengkonsumsi kotrimoksazol bersamaan dengan inhibitor ACE atau ARB.

 

NSAID dan Anti Hipertensi [5,6]

NSAID merupakan salah satu golongan obat yang sering digunakan dan telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah. NSAID menghambang enzim (COX) -1 dan COX-2, yang merusak sintesis prostaglandin.

Prostaglandin yang dihambat akan meningkatkan tonus otot polos arteri dan menghasilkan efek terkait dengan dosis berupa natriuresis. Kondisi ini akan mengakibatkan retensi cairan.

Mekanisme interaksi obat ini mengakibatkan NSAID menurunkan efektivitas beberapa agen anti hipertensi lainnya seperti diuretik, inhibitor ACE dan ARB bila dikonsumsi secara bersamaan.

Sebagian besar obat golongan NSAID merupakan obat bebas terbatas sehingga pasien penderita hipertensi yang mengkonsumsi obat ini bersamaan dengan anti hipertensi dapat memperparah kondisi hipertensinya.

Indometasin, piroksikam, dan naproksen merupakan NSAID dengan efek interaksi pada anti hipertensi yang paling besar. Aspirin merupakan obat yang tidak meningkatkan tekanan darah bahkan pada penderita hipertensi.

Pemberian NSAID dikombinasikan dengan ARB atau inhibitor ACE dan diuretik juga telah terbukti meningkatkan risiko gagal ginjal akut sebesar 31%.

Penggunaan kombinasi ini juga meningkatkan risiko hipertensi resisten pada pasien hipertensi.

 

Hormon Tiroid dan Proton Pump Inhibitors (PPI) [7,8]

Hormon tiroid sangat umum dikonsmsi terutama pada penderita hipotiroid.

Beberapa obat yang sering dikonsmsi, termasuk penghambat pompa proton (PPI), statin, besi, kalsium, magnesium, raloxifene, dan estrogen, dapat mengganggu penyerapan hormon tiroid, menyebabkan pasien yang penyakitnya terkontrol dengan baik akan kembali mengembangkan hipotiroidisme.

Estrogen memiliki efek mengikat dan membutuhkan peningkatan dosis hormon tiroid.

macam-macam pil

Interaksi antara levothyroxine dan omeprazole pada pasien dengan gangguan sekresi asam lambung memerlukan peningkatan dosis tiroksin oral, yang menunjukkan bahwa sekresi asam lambung normal diperlukan untuk penyerapan tiroksin oral yang efektif.

Pasien dengan hipotiroidisme yang bersifat eutiroid dan pada pengobatan dengan levothyroxine mungkin memerlukan pemeriksaan fungsi tiroid setelah memulai konsumsi PPI, terutama jika gejala hipotiroid muncul.

Pada pasien dengan gangguan sekresi asam lambung mungkin memerlukan peningkatan dosis levothyroksine untuk menjaga kadar TSH dalam batas normal.

Pelabelan produk untuk levothyroxine merekomendasikan agar tidak diberikan bersamaan dengan antasida karena efek pengikatan kalsium dan magnesium pada antasida. Jika penggunaan bersamaan diperlukan, pemberian keduanya harus dipisahkan minimal 4 jam.

 

Warfarin dan Parasetamol [9]

Pasien yang mengkonsumsi warfarin rutin sering disarankan untuk memilih paracetamol untuk analgesia karena obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat meningkatkan risiko perdarahan gastrointestinal.

anti hipertensi

Interaksi antara warfarin dan paracetamol tidak banyak yang mengetahui.

Banyak yang tidak mengetahui data substansial yang menunjukkan bahwa penggunaan paracetamol secara reguler meningkatkan INR.

Pasien yang mengkonsumsi warfarin harus dipantau dengan ketat, dan INR harus diperikasa 3-5 hari setelah pasien mulai mengkonsumsi paracetamol setiap hari.

Pemeriksaan ini tidak perlu dilakukan pada pemberian dosis paracetamol sesekali.

Oleh karena itu, ketika pasien yang mengkonsumsi warfarin mengalami lonjakan INR yang tidak dapat dijelaskan, perlu ditanyakan tentang konsumsi rutin parasetamol.

 

Daftar Pustaka:

  1. Neuvonen PJ. Drug interactions with HMG-CoA reductase inhibitors (statins): the importance of CYP enzymes, transporters and pharmacogenetics. Curr Opin Investig Drugs. 2010;11:323-332.
  2. Gandhi S, Fleet JL, Bailey DG, et al. Calcium-channel blocker-clarithromycin drug interactions and acute kidney injury. JAMA. 2013;310:2544-2553
  3. Antoniou T, Gomes T, Juurlink DN, Loutfy MR, Glazier RH, Mamdani MM. Trimethoprim-sulfamethoxazole-induced hyperkalemia in patients receiving inhibitors of the renin-angiotensin system: a population-based study. Arch Intern Med. 2010;170:1045-1049.
  4. Antoniou T, Gomes T, Juurlink DN, Loutfy MR, Glazier RH, Mamdani MM. Trimethoprim-sulfamethoxazole-induced hyperkalemia in patients receiving inhibitors of the renin-angiotensin system: a population-based study. Arch Intern Med. 2010;170:1045-1049
  5. Brook RD, Kramer MB, Blaxall BC, Bisognano JD. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs and hypertension. J Clin Hypertens (Greenwich). 2000;2:319-323.
  6. Hulisz D, Lagzdins M. Drug-induced hypertension. US Pharmacist. 2008;33:HS11-HS20.
  7. Irving SA, Vadiveloo T, Leese GP. Drugs that interact with levothyroxine: an observational study from the Thyroid Epidemiology, Audit and Research Study (TEARS). Clin Endocrinol (Oxf). 2015;82:136-141.
  8. Centanni M, Gargano L, Canettieri G, et al. Thyroxine in goiter, Helicobacter pylori infection, and chronic gastritis. N Engl J Med. 2006;354:1787-1795
  9. Zhang Q, Bal-dit-Sollier C, Drouet L, et al. Interaction between acetaminophen and warfarin in adults receiving long-term oral anticoagulants: a randomized controlled trial. Eur J Clin Pharmacol. 2011;67:309-314.
atls 10th

Advanced Trauma Life Support 10th Edition: What’s New

Advanced Trauma Life Support (ATLS) merupakan program pelatihan manajemen kasus trauma akut untuk dokter yang dikembangkan oleh American College of Surgeons. Program ini telah diadopsi dan dilaksanakan pada kurang lebih 60 negara di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Tujuan dari program pelatihan Advance Trauma Life Support adalah untuk menyederhanakan dan memberikan standar pendekatan klinis pada penanganan pasien trauma.

Program pelatihan ATLS didesain secara khusus untuk situasi emergensi dimana hanya terdapat satu orang dokter.

Setiap dokter yang mendaftar program pelatihan ini akan mendapatkan sebuah Student Course Manual yang didalamnya berisi seluruh materi yang akan didapatkan selama pelatihan dan yang harus diterapkan pada pasien dengan kasus trauma akut di unit gawat darurat.

Student Course Manual ATLS ini baru saja mendapatkan edisi terbarunya (Edisi 10) dan menggantikan edisi terdahulu.

Advanced Trauma Life Support

Pada artikel ini, kami mencoba untuk merangkum apa saja perbedaan ATLS edisi 10 dari edisi 9 atau apa saja rekomendasi baru baru yang terdapat pada edisi terbaru ini.

Perubahan Mayor Pada Advanced Trauma Life Support edisi 10

Initial Assessment

Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan penilaian awal/initial assessment antara lain berfokus pada:

  • Pemberian 1 liter cairan, pendekatan bijaksana
  • Fokus pada protokol transfusi masif
  • Asam traneksamat
  • koagulopati
  • Aturan Canadian C Spine Rule
  • Penilaian awal Tim Trauma (Trauma Team Initial Assessment)

Pemberian 1 liter cairan, pendekatan bijaksana.

Pemberian bolus cairan isotonik (kristaloid) 1 liter pada orang dewasa dan 20 mL/kgBB untuk anak < 40 kg dapat diberikan secara bijak sana.

Resusitasi cairan agresif sebelum dilakukan kontrol perdarahan menunjukkan peningkatan mortalitas dan morbiditas.

Jika pasien tidak respon terhadap pemberian terapi kristaloid awal, maka harus mendapatkan tranfusi darah.

Resusitasi volume yang agresif dan kontinu bukanlah pengganti untuk kontrol perdarahan defenitif.

Airway dan Ventilasi

Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan airway dan ventilasi antara lain berfokus pada:

  • Perubahan Rapid Squence Intubation menjadi Drug Assisted Intubation
  • Video-Laryngoscopy
  • Trauma Team

 

Shock

Beberapa rekomendasi terbaru terkait dengan shock antara lain berfokus pada:

  • Perubahan tabel Kelas Perdarahan: Kelebihan Basa
  • Penggunaan darah dan produk darah segera/awal
  • Manajemen koagulopati
  • Asam traneksamat
  • Trauma team

Klasifikasi Advanced Trauma Life Support untuk shock hipovolemik

Berikut ini merupakan perubahan tabel kelas perdarahan dimana terdapat penambahan kelebihan basa:

kelas perdarahan ATLS

Penggunaan darah dan produk darah segera/awal

Resusitasi awal dengan darah dan produk darah harus dipertimbangkan pada pasien dengan bukti perdarahan/hemoragik kelas III dan IV.

Pemberian produk darah segera/awal pada rasio packed red blood cells (PRC) ke plasma dan trombosit rendah dapat mencegah perkembangan koagulopati dan trombositopenia.

Manajemen koagulopati

Perdarahan yang tidak terkontrol dapat terjadi pada pasien yang mengkonsumsi obat anti platelet dan anti koagulan.

Pencegahan yang dapat dilakukan:

  • Segera dapatkan daftar obat yang dikonsumsi
  • Berikan agen reversal/pembalik secepat mungkin
  • Bila tersedia, monitor koagulasi dengan thromboelastography (TEG) atau rotational thromboelastometry (ROTEM)
  • Pertimbangkan pemberian tranfusi platelet, bahkan pada kadar platelet/trombosit normal.

Asam traneksamat

Penelitian yang dilakukan oleh militer Amerika dan Eropa menunjukkan peningkatan harapan hidup ketika asam traneksamat diberikan selama 10 menit hingga 3 jam awal cedera. Asam traneksamat dapat diberikan secara bolus di lapangan, diikuti dengan pemberian infus asam traneksamat sebanyak 1 gram selama 8 jam di rumah sakit.