tidur berkualitas

Tips Agar Tidur Lebih Berkualitas dan Menyehatkan

Seperti yang sudah dijabarkan pada artikel sebelumnya bahwa tidur yang buruk (durasi tidur singkat dan kualitas tidur yang buruk) dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun, yang menjadi masalah, sebagian orang kesulitan untuk mendapatkan tidur lebih berkualitas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari seperempat penduduk Amerika Serikat tidak dapat tidur berkualitas.

Untuk dapat tidur lebih berkualitas dan menyehatkan anda mungkin membutuhkan beberapa perubahan gaya hidup. Salah satu yang paling penting adalah untuk mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan menjauhi segala sesuatu yang dapat membuat anda terus terjaga pada malam hari. Artikel ini akan menampilkan beberapa tips yang dapat membuat tidur lebih berkualitas dan cara mempersiapkan lingkungan tidur terbaik agar tidur menjadi lebih sehat.

 

Bentuk Suatu Rutinitas Tidur Lebih Berkualitas

Jadwal tidur yang konsisten menjadi salah satu bagian yang penting untuk membentuk pola tidur yang baik. Berdasarkan penelitian Mayo Clinici, terlalu sering mengubah waktu tidur akan menyebabkan gangguan pada jam biologis kita.

Waktu tidur yang reguler bahkan pada hari minggu atau hari libur, dapat membantu anda dalam mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Patuhi jadwal waktu tidur, persiapkan pikiran dan tubuh anda untuk tidur, dan buatlah rutinitas sebelum tidur yang nyaman pada jam yang sama setiap malam. Contoh rutinitas yang dapat dilakukan adalah mandi air hangat sebelum tidur, membaca buku, atau melakukan aktivitas lainnya yang dapat membuat anda mengantuk.

Rutinitas ini akan memberikan sinyal bahwa tubuh anda sudah membutuhkan tidur dan akan membantu anda tertidur lebih cepat dan lebih mudah.

 

Jauhkan Benda Elektronik dari Tempat Tidur

Coba untuk menjauhkan tempat tidur dengan perangkat elektronik yang dapat mengganggu anda untuk tertidur.

Berdasarkan National Sleep Foundation, adanya perangkat elektronik disekitar tempat tidur seperti ponsel atau laptop dapat menyebabkan anda sulit tertidur.

Cahaya biru yang keluar dari layar elektronik akan menahan produksi melatonin (hormon penting untuk tidur) tubuh.

Hindari menonton televisi, bermain laptop, dan mengecek ponsel di atas tempat tidur.

Menguatkan hubungan dan meletakkan suatu pikiran bahwa kasur hanya untuk tidur akan membuat anda lebih nyaman dan mendapatkan tidur lebih berkualitas serta menyehatkan.

 

Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung

Bayangkan diri Anda sedang tidur nyenyak. Seperti apa ruangan itu? Bagaimana itu dibandingkan dengan kamar tidur Anda saat ini? Menurut Mayo Clinic, memperbaiki tidur Anda bisa berarti membuat perubahan pada lingkungan Anda.

Pertama, periksa tempat tidur Anda. Apakah itu cukup besar? Apakah Anda terbangun dengan leher yang sakit? Apakah  tempat tidur, kasur, bantal, atau selimut baru bisa membuat perbedaan besar.

lazy sleep

by freepik

Selanjutnya, pikirkan kamar tidur Anda di malam hari. Cahaya, suara, dan suhu adalah beberapa penyebab gangguan tidur yang paling umum. Cobalah mencari cara untuk merubah faktor-faktor tersebut dan ciptakan lingkungan yang tenang, gelap, dan sejuk secara konsisten.

Jika Anda tidak bisa mengabaikan suara bising di sekitar Anda, penyumbat telinga dapat membantu anda.

Gunakan nuansa jendela atau tirai untuk menghalangi cahaya dari luar dan pastikan lampu dalam ruangan tidak menyala. Terakhir, jaga agar suhu kamar Anda tetap nyaman dan sejuk.

 

Perhatikan apa yang Anda Minum Sebelum Tidur

Apa yang Anda minum beberapa jam sebelum tidur bisa membuat atau menghancurkan kemampuan Anda untuk tertidur. Kafein dan alkohol adalah dua penyebab umum yang mengganggu tidur.

Kafein adalah stimulan yang bisa membuat Anda terjaga. Menurut Divisi Sleep Medicine di Harvard Medical School, efek kafein bisa memakan waktu enam sampai delapan jam untuk hilang. Jadi hindari minum minuman berkafein, seperti kopi atau soda, di malam atau sore hari.

Cobalah minum secangkir kecil sesuatu dengan efek menenangkan sebelum tidur, seperti teh herbal panas atau susu. Minum terlalu banyak cairan sebelum tidur bisa menyebabkan anda terus terbagun di malam hari untuk pergi ke toilet, yang juga bisa mengganggu tidur Anda.

 

Semangat dan Coba Lagi Demi Tidur Lebih Berkualitas

Bahkan dengan tips-tips di atas, Anda mungkin masih mengalami kesulitan tidur. Mengikuti jadwal tidur yang teratur adalah hal penting, memaksa diri Anda untuk tidur terkadang menjadi hal yang sia-sia.

Jika Anda masih terjaga setelah 15 menit mencoba tertidur, bangun dari tempat tidur dan melakukan sesuatu yang lain. Mayo Clinic menyarankan melakukan ritual relaksasi tidur Anda lagi. Mandi, baca, atau dengarkan musik yang menenangkan. Lalu kembali tidur ketika kegelisahan karena tidak bisa tertidur sudah lenyap.

Tidak peduli seberapa tergoda Anda, jangan menyalakan televisi, naik komputer, atau periksa pesan di ponsel atau email Anda. Cobalah untuk tidak mengekspos diri Anda pada cahaya terang, suhu ekstrim, atau suara keras. Aktivitas merangsang ini hanya akan membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.

 

Referensi:

  1. Healthy sleep tips. (n.d.). Retrieved from org/sleep-tools-tips/healthy-sleep-tips/page/0/1
  2. Mayo Clinic Staff. (2014, June 9). Sleep tips: 7 steps to better sleep. mayoclinic.org/healthy-living/adult-health/in-depth/sleep/art-20048379
  3. Sleep and sleep disorders. (2015, March 12) cdc.gov/sleep/index.html
  4. Twelve simple tips to improve your sleep. (2007, December 18) healthysleep.med.harvard.edu/healthy/getting/overcoming/tips
kurang tidur

Alasan Mengapa Tidur Nyenyak Itu Penting

Tidur nyenyak sangat penting bagi kesehatan. Pernyataan ini sama pentingnya dengan pengaruh diet dan olahraga bagi kesehatan. Sayangnya, pada masa saat ini sebagian besar orang mengalami gangguan tidur. Orang-orang pada saat ini tidur dengan durasi yang lebih pendek dan kualitas tidur yang menurun. Artikel ini akan memberikan alasan mengapa tidur nyenyak penting bagi kesehatan.

 

  1. Tidur yang buruk akan membuat seseorang menjadi gemuk

Tidur yang buruk berhubungan erat dengan peningkatan berat badan.

Orang-orang dengan durasi tidur yang singkat lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan dengan orang yang tidurnya adekuat.

Fakta lainnya menunjukkan bahwa semakin pendek durasi tidur merupakan faktor risiko penyebab obesitas.

Salah satu penelitian, menunjukkan bahwa anak-anak dan orang dewasa yang tidurnya singkat lebih mungkinmengalami obesitas sebesar 89% dan 55%.

Efek tidur dengan peningkatan berat badan dimediasi oleh beberapa faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk olahraga.

Jika pada saat ini anda sedang berusaha menurunkan berat badan, maka berusahalah untuk tidur dengan kualitas yang baik.

 

  1. Orang yang Tidur Nyenyak Cenderung Mengkonsumsi Sedikit Kalori

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan mengkonsumsi kalori lebih banyak.

Gangguan tidur juga mengganggu fluktuasi harian hormon selera makan dan menyebabkan buruknya regulasi nafsu makan.

Tidur yang kurang nyenyak akan meningkatkan hormon Ghrelin (hormon yang meningkatkan nafsu makan) dan menurunkan kadar Leptin (hormon yang menahan nafsu makan).

 

  1. Tidur Nyenyak Dapat Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas

Tidur memainkan peran penting bagi fungsi otak.

Didalamnya termasuk kognisi (kecerdasan), konsentrasi, produktivitas, dan performa.

Semua fungsi otak ini akan mendapatkan efek negatif karena kurang tidur.

Salah satu penelitian  yang menjadikan dokter muda yang menjalani pendidikan profesi merupakan contoh yang baik untuk kondisi ini.

Dokter muda yang menjalani “jadwal jaga tradisional” akan melakukan kesalahan medis 36% lebih tinggi dibandingkan dengan dokter muda yang mendapatkan waktu tidur cukup.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek menyebabkan dampak negatif terhadap fungsi otak bahkan menyamai dengan dampak yang diakibatkan oleh intoksikasi alkohol.

Tidur yang baik juga menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan meningkatkan performa memori baik pada anak-anak dan orang dewasa.

  1. Tidur yang buruk meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kualitas dan durasi tidur memiliki efek yang cukup besar terhadap berbagai faktor risiko.

Faktor yang dipercayai antara lain menyebabkan penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Tinjauan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan durasi yang lebih pendek menunjukkan risiko yang sangat besar untuk penyakit jantung dan stroke dibandingkan dengan orang yang tidur 7 hingga 8 jam.

 

  1. Tidur yang buruk terkait dengan depresi

Isu kesehatan mental, seperti depresi, memiliki hubungan yang kuat dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur.

Sebuah penelitian menyatakan bahwa 90%  pasien depresi mengeluhkan gangguan tidur.

Tidur yang buruk juga berhubungan dengan risiko kematian karena bunuh diri.

Orang-orang yang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau gangguan tidur apnea obstruktif  juga dilaporkan memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami gangguan tidur.

  1. Tidur nyenyak meningkatkan fungsi imunitas

Sebuah penelitian menunjukkan bahkan kehilangan sedikit waktu tidur menggangu fungsi sistem imun.

Penelitian besar yang memonitor perkembangan sakit flu menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko 3 kali lipat lebih sering mengalami flu dibandingkan dengan orang yang tidur 8 jam.

Jika anda mengalami flu, pastikan bahwa anda tidur lebih dari 8 jam per hari karena hal ini akan membantu mengembalikan fungsi tubuh anda.

 

Selain diet nutrisi sehat dan olahraga, tidur nyenyak juga merupakan salah satu pilar kesehatan. Anda tidak akan mendapatkan kesehatan yang optimal tanpa mempedulikan kualitas tidur anda.

laserasi

Penanganan Luka Robek: Apa Yang Harus Dilakukan?

Luka robek (laserasi) merupakan inkontinuitas jaringan berupa robekan atau potongan jaringan lunak yang dapat disebabkan oleh trauma tumpul (jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor), insisi benda tajam, atau gigitan mamalia.

 

Perdarahan dapat terjadi pada luka robek mulai dari perdarahan minimal hingga perdarahan masif yang menyebabkan sudut luka tidak tampak jelas

Pada luka gigitan atau luka tusuk yang dalam, perdarahan biasanya terjadi secara internal dibandingkan eksternal. Kondisi mengakibatkan perubahan warna kulit disekitar luka.

Luka robek ini pada umumnya membutuhkan penutupan luka dengan metode penjahitan luka. Berdasarkan definisi penutupan luka robek dapat diklasifikasikan menjadi:

  1. Penutupan primer – penutupan luka pada saat presentasi awal.
  2. Penutupan luka primer tertunda (delayed) – penutupan luka dilakukan 3-5 hari setelah dressing awal luka pada luka yang harus dibiarkan terbuka karena risiko tinggi terinfeksi (misalnya luka gigitan).
  3. Penyembuhan luka intensi sekunder – membiarkan luka sembuh alami melalui kontraksi, tanpa upaya untuk membantu penutupan luka.

Pertimbangan Sebelum Pengobatan dan Indikasi Rujukan Bedah

  • Pertimbangkan hal ini sebelum membersihkan atau menutup luka
    • Mekanisme dan waktu cedera
    • Riwayat pasien, termasuk:
      • Infeksi HIV
      • Riwayat diabetes dan kadar gula darah terakhir
      • Alergi khususnya terhadap obat anastesia, lateks, antibiotik, dan perban
      • Riwayat imunisasi tetanus
    • Pemeriksaan awal status neurovaskular dan status fungsional bagian tubuh
    • Keparahan luka
    • Ada atau tidaknya benda asing pada luka
  • Indikasi rawat inap atau rujukan ke spesialis bedah
    • Luka dalam pada tangan dan kaki
    • Luka robek besar pada kelopak mata, bibir, atau telinga
    • Luka yang melibatkan nervus, arteri besar, tulang, sendi, dan tendon.
    • Luka penetrasi yang tidak diketahui kedalamannya
    • Cedera remuk berat
    • Luka terkontaminasi yang membutuhkan drainase
    • Luka dengan outcome terkait dengan kosmetik
    • Benda asing dekat pembuluh darah, sendi, dan nervus.

 

Manajemen Nyeri Peri Prosedural

Infiltrasi anestesia lokal

  • Anestetik lokal yang digunakan untuk infiltrasi seperti lidokain 1% (Xylocaine 10 mg / mL) atau bupivacaine 0,25% (Marcaine 2,5 mg / mL) sering digunakan untuk penutupan luka
  • Epinefrin dapat ditambahkan ke lidokain atau bupivakain untuk membantu mengendalikan perdarahan luka melalui vasokonstriksi di daerah dengan pasokan vaskular yang cukup banyak
  • Selain memberikan hemostasis, durasi kerja lidokain dengan epinefrin (sekitar 10,4 jam) dilaporkan dua kali lebih lama dibandingkan lidokain tanpa epinefrin (sekitar 4,9 jam)
  • Penambahan epinefrin tidak dianjurkan untuk daerah yang berisiko terkena iskemia karena suplai darah yang bervariasi, seperti ujung hidung distal, pinna, dan penis, namun dapat digunakan dengan suntikan pada daerah jari dan tangan.
  • Pilihan obat / dosis yang disarankan meliputi
    • Lidokain 3-5 mg / kg tanpa epinefrin, atau sampai 7 mg / kg dengan epinefrin
    • Bupivakain 1-2 mg / kg tanpa epinefrin, dan sampai 3 mg / kg dengan epinefrin
    • Luka besar pada ekstremitas mungkin memerlukan blok regional untuk mencegah dosis anestesi toksik
    • Pada pasien alergi terhadap bentuk amida anestesi lokal, pertimbangkan diphenhydramine intradermal 1%

Metode untuk meminimalkan rasa sakit injeksi lokal

  • Buffer lidocaine dan epinefrin dengan 10 mL : 1 mL bikarbonat 8,4%
  • Hangatkan obat anestesi lokal
  • Mengalihkan perhatian pasien (menggunakan musik atau berpaling dari pasien) dan / atau menarik perhatian dari area injeksi (jepit atau tekanan ringan di dekat tempat suntikan)
  • Gunakan jarum ukuran 27- atau 30-gauge
  • Masukkan jarum yang lebih tegak lurus dibandingkan sejajar dengan kulit
  • Menstabilkan spuit dengan tangan lain untuk menghindari goyangan jarum, dan letakkan ibu jari di ujung spuit sebelum menembus kulit.
  • Suntikkan 0,5 mL di bawah dermis (bukan di dermis), lalu tunggu sampai pasien mengatakan bahwa rasa sakit sudah hilang sebelum melanjutkan
  • Suntikkan 2 mL tambahan sebelum menggerakkan jarum, dan kemudian menyuntikkan secara anterior sambil menggerakkan jarum perlahan (pastikan 1 cm anestesi lokal selalu teraba atau terlihat di depan jarum)
  • Tusukkan kembali jarum 1 cm pada kulit yang pucat

Pembersihan Luka Robek

Rekomendasi Umum

  • Persiapan yang dilakukan pada daerah yang mengalami laserasi dan area sekitarnya termasuk:
    • Pembersihan luka dengan ≥ 1 irigasi, kompres, atau perendaman berdasarkan jenis cedera, pertimbangan lingkungan, dan keparahan luka
    • Bersihkan semua benda asing yang tampak dengan menggunakan klem
    • Debridement jaringan
    • Cukur rambut sekitar untuk mencegah kontaminasi (hindari mencukur alis mata)

Irigasi

  • Irigasi menggunakan air atau normal saline dialirkan secara perlahan melalui permukaan luka dan merupakan langkah yang penting untuk optimalisasi penyembuhan luka
  • Keuntungan irigasi antara lain:
    • Membersihkan debris dalam
    • Hidrasi luka
    • Membantu dalam inspeksi luka
  • Sesuaikan volume irigasi berdasarkan karakteristik luka dan derajat kontaminasi untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut.
    • Jika tekanan irigasi terlalu tinggi, dapat menyebabkan risiko:
      • Kerusakan jaringan lebih lanjut, khususnya luka yang memiliki vaskularisasi besar seperti daerah kulit kepala dan wajah
      • Infeksi jika bakteri masuk ke kompartemen yang lebih dalam
    • Volume dan tekanan irigasi yang optimal masih tidak jelas
      • Volume irigasi 50-100 ml per cm laserasi dilaporkan cukup adekuat
      • Tekanan irigasi dapat dicapai denga menggunakan spuit volume 30 atau 60 mL dengan menggunakan jarum yang berukuran 18G
    • Pertimbangan tambahan:
      • Irigasi semua permukaan luka, termasuk yang membutuhkan pembukaan sisi kulit atau skin flap
      • Cairan irigasi yang dihangatkan lebih nyaman bagi pasien
      • Hindari penggunaan povidone-iodine, hidrogen peroksida, dan detergen karena dapat menghalangi proses penyembuhan

 

Antibiotik Profilaksis

  • Antibiotik profilaksis diindikasikan pada gigitan mamalia, luka tusuk dalam, atau luka yang melibatkan tangan atau jari, tapi tidak dibutuhkan pada jenis luka bersih lainnya, atau luka non gigitan pada pasien yang sehat.
  • Rekomendasi dari Infectious Disease Society of America (IDSA) 2014 untuk penggunaan antibiotik pada luka gigit:
    • Pilihan antibiotik oral atau parenteral bergantung pada kedalaman dan keparahan luka serta waktu sejak gigitan (> 8 ham berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi)
    • Untuk gigitan binatang, rejimen antibiotiknya berupa
      • Amoksisilin-klavulanat 875 mg setiap 12 jam PO
      • Bila alergi terhadap beta-laktam gunakan doksisiklin PO atau IV, Kotrimoksazol PO atau fluorokuinolon ditambahkan dengan klindamisin atau metronidazole
      • Pada ibu hamil yang alergi beta laktam pertimbangkan pemberian Azitromisin dan observasi ketat terkait toleransi obat
      • Pilihan IV adalah ampicillin-sulbactam 1.5-3 g setiap 6 jam
    • Gigitan manusia
      • Oral Amoksisilin-klavulanat 875 mg setiap 12 jam PO
      • Jika alergi penisilin, gunakan siprofloksasin atau levofloksasin ditambahkan dengan metronidazole
      • Pada ibu hamil yang alergi penisilin berikan kotrimoksazol
      • Pilihan IV adalah ampicillin-sulbactam 1.5-3 g setiap 6 jam

 

Profilaksis Tetanus Pada Luka Robek

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan profilaksis tetanus pada:
    • Berikan vaksinasi tetanus booster segera jika
      • Tidak ada riwayat imunisasi tetanus
      • Pasien dengan riwayat imunisasi < 3 dosis atau jumlah dosis yang tidak pasti
      • Dosis pemberian terakhir > 10 tahun yang lalu
      • Dosis pemberian terakhir dalam 5-10 tahun dengan laserasi berat
    • Berikan tetanus immune globulin pada pasien dengan luka tusuk atau luka terkontaminasi dan tanpa riwayat imunisasi, riwayat imunisasi < 3 dosis, atau riwayat imunisasi yang tidak pasti.

 

Penutupan Luka Robek

Waktu Penutupan Luka Robek

  • Bukti yang menyarankan bahwa waktu optimal dari cedera hingga perbaikan laserasi tidak cukup baik, tapi rekomendasi menyarankan penutupan luka segera dan berhubungan dengan pembuhan luka yang lebih baik.
    • Laserasi non kontaminasi pada daerah dengan suplai pembuluh darah yang banyak, seperti kepala dan wajah, dapat ditutup hingga 24 jam dari waktu cedera
    • Laserasi non kontaminasi pada daerah tubuh dan ekstremitas harus ditutup < 12 jam pasca cedera. Beberapa bukti menunjukkan penyembuhan yang adekuat setelah 19 jam pasca cedera.
  • Luka robek karena gigitan harus dibiarkan terbuka karena risiko infeksi kecuali pada daerah wajah karena berpotensi menyebabkan cacat
  • Pertimbangkan penutupan luka primer tertunda pada hari ke 3-5 setelah dressing pada luka gigitan

 

Refensi

  1. Worster B, Zawora MQ, Hsieh C. Common questions about wound care. Am Fam Physician. 2015 Jan 15;91(2):86-92
  2. Nicks BA, Ayello EA, Woo K, Nitzki-George D, Sibbald RG. Acute wound management: revisiting the approach to assessment, irrigation, and closure considerations. Int J Emerg Med. 2010 Aug 27;3(4):399-407
  3. Forsch RT. Essentials of skin laceration repair. Am Fam Physician. 2008 Oct 15;78(8):945-51full-text,
  4. Al Youha S, Lalonde DH. Update/Review: changing of use of local anesthesia in the hand. Plast Reconstr Surg Glob Open. 2014 May;2(5):e150
pertolongan pertama kejang

Penyakit Yang Menyebabkan Kematian Dalam 24 Jam

Sesungguhnya terdapat ribuan penyakit yang dapat dialami oleh manusia. Mulai dari penyakit yang umum terjadi seperti flu, commond cold, dan sakit kepala. Atau penyakit yang sering terjadi pada anak-anak seperti campak, cacar air, mumps, dan penyakit lainnya yang dapat terjadi sekali seumur hidup. Penyakit-penyakit ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Akan tetapi, diantara ribuan penyakit tersebut terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam.

 

Penyebab Kematian Terbesar di Dunia

Meskipun terdapat beberapa penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam akan ditunjukkan pada artikel ini, penyebab kematian terbesar di dunia bukan disebabkan oleh penyakit tersebut.

Berdasarkan data World Health Organization, pada tahun 2015, telah terjadi sekitar 54,6 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari setengah dari total kematian itu (54%) disebabkan hanya oleh 10 penyakit.

Penyakit jantung iskemik dan stroke merupakan penyebab kematian terbesar dan telah bertahan pada posisi puncak kurang lebih selama 15 tahun terakhir.

Penyebab kematian lainnya yang masuk dalam 10 besar adalah:

  • Kanker
  • Infeksi saluran napas bagian bawah (pneumonia, TB paru)
  • Penyakit paru obstruksi kronis
  • Diabetes mellitus
  • Penyakit Alzheimer
  • Penyakit diare
  • HIV/AIDS
  • Kecelakaan kendaraan bermotor

Daftar di atas menunjukkan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia. Meskipun demikian, daftar berikutnya memuat beberapa contoh penyakit yang menyebabkan kematian hanya dalam 24 jam pertama setelah menunjukkan gejalanya.

 

Penyakit yang menyebabkan kematian dalam 24 jam pertama

  1. Meningitis

Meningitis adalah suatu kondisi infeksi (baik oleh bakteri, virus, protozoa, atau jamur) pada meningens (selaput tebal yang melindungi otak dan sumsum tulang). Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi, anak, dan dewasa muda. Gejalanya dapat berupa penurunan kesadaran, gejala saraf fokal lainnya (kejang, tanda rangsang meningeal, dan lain-lain) dan disertai dengan demam.

Kondisi meningitis yang berat pernah dilaporkan menyebabkan kematian pada penderitanya hanya dalam 4 jam setelah mengalami penurunan kesadaran dan gejala neurologis fokal.

 

  1. Flesh Eating Bug

flesh eating bugKondisi ini dikenal pula dengan istilah fascilitis necrotising. Kondisi ini merupakan suatu infeksi bakteri pada kulit yang menyebar dengan sangat cepat ke seluruh permukaan tubuh melalui jaringan lunak. Kondisi ini sangat fatal dan menyebabkan kematian pada 30-40% penderita.

Amputasi bagian tubuh yang terinfeksi merupakan salah satu cara untuk menghentikan penyebaran infeksi ini dan menyelamatkan nyawa pasien.

 

  1. Stroke

Stroke adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan sirkulasi darah pada otak. Gangguan sirkulasi darah ini dapat disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak atau sumbatan pembuluh darah otak.stroke

Berdasarkan tingkat keparahan stroke, pemulihan masih dapat terjadi. Tapi, pada serangan stroke perdarahan yang disebabkan oleh pecah pembuluh darah otak, pasien tersebut dapat menyebabkan meninggal dunia pada pasien hanya dalam 2 jam.

 

  1. Kolera

Kolera merupakan salah satu contoh penyakit diare akut yang dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam. Terutama pada pasien yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini biasanya terjadi karena konsumsi makanan atau air yang telah terkontaminasi dengan kolera.

Kolera masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan kematian sekitar 21.000 hingga 143.000 kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

 

  1. Ebola

Damam Berdarah Ebola merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan perdarahan pada organ dalam. Saat ini, outbreak ebola telah terjadi di beberapa negara Afrika. Tingkat kematian dilaporkan oleh ebola adalah sekitar 50-90%.

Pasien dapat meninggal dunia hanya dalam hitungan jam setelah mengalami gejala.

 

  1. Demam Berdarah Dengue

Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan banyak kematian terutama di negara tropis. Kondisi ini disebabkan oleh gigitan nyamuk dan memiliki gejala mirip seperti penyakit flu.

Kondisi perdarahan pada penyakit ini menyebabkan gangguan pembekuan darah. Perdarahan organ dalam menyebabkan kondisi syok. Kondisi syok yang tidak tertangani akan menyebabkan kematian dalam hitungan jam.

krisis hipertensi

Captopril Sublingual & Oral: Mana Yang Lebih Efektif?

Krisis hipertensi merupakan salah satu kondisi yang sering kita temui di Puskesmas. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah berat (tekanan darah sistolik > 180 mmHg atau tekanan darah diastolik > 120 mmHg) dengan atau tanpa komplikasi berupa disfungsi organ target (hipertensi emergensi atau hipertensi urgensi). Untuk hipertensi emergensi obat pilihan untuk menurunkan tekanan darah adalah obat anti hipertensi intra vena seperti nicardipine, labetolol, dan esmolol. Pada hipertensi urgensi maka penurunan tekanan darah dapat dilakukan dengan obat anti hipertensi oral seperti captopril, nicardipin, atau labetolol. Namun, di Puskesmas obat anti hipertensi pilihan untuk menurunkan tekanan darah pada kondisi krisis hipertensi hanya berupa captopril. Artikel ini mencoba merangkum hasil penelitian terkait dengan perbandingan efektivitas pemberian captopril sublingual dengan captopril oral untuk menurunkan tekanan darah pada pasien dengan krisis hipertensi.

 

Penelitian 1 Comparison of sublingual and oral captopril in hypertension. 

Penelitian pertama yang dilakukan oleh Dess-Fulgheri P et al ini menyimpulkan bahwa:

“Tidak terdapat perbedaan signifikan terhadap penurunan tekanan darah baik pada pemberian captopril rute oral atau pun sublingual.”

 

Penelitian 2 Sublingual captopril in hypertensive crises

Sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Alletto M et al menyimpulkan bahwa:

“Beberapa laporan menunjukkan efek penurunan tekanan darah yang lebih cepat setelah pemberian sublingual. Tidak ada efek samping. Captopril sublingual sangat efektif pada krisis hipertensi dan mekanisme hipotensi secara bertahap menghindari penurunan tekanan darah yang tiba-tiba.”

Penelitian 3 Same effect of sublingual and oral captopril in hypertensive crisis

Penelitian yang dilakukan oleh Karakili E menyimpulkan bahwa:

“Terdapat perbedaan antara efisiensi Captopril oral dan sublingual untuk mengendalikan hipertensi pada pasien dengan hipertensi urgensi. Untuk perawatan yang lebih nyaman, Captopril oral bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman dalam urgensi hipertensi.”

 

Penelitian 4 Sublingual vs. Oral Captopril in Hypertensive Crisis.

Penelitian yang dilakukan oleh Kaya A et al terhadap 212 pasien dengan krisis hipertensi menyimpulkan bahwa:

“Captopril sublingual menurunkan tekanan darah lebih cepat pada 30 menit pertama setelah pemberian akan tetapi penurunan tekanan darah yang sama terjadi pada 60 menit pertama setelah pemberian”

 

Berdasarkan beberapa penelitian di atas baik pemberian captopril secara oral ataupun sublingual memberikan efek yang tidak terlalu berbeda untuk penurunan tekanan darah pada pasien dengan krisis hipertensi. Meskipun demikian, pemberian secara oral lebih membuat pasien merasa nyaman dibandingkan pemberian secara sublingual.

 

kalsium

Lansia Tidak Butuh Suplemen Kalsium & Vitamin D

Suplemen kalsium dan vitamin D menjadi salah satu suplemen yang paling banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat, khususnya lansia. Akan tetapi, sebuah tinjauan sistematis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen ini oleh lansia hanya menghabiskan waktu dan uang saja.

 

Tinjauan tersebut menunjukkan bahwa hanya terdapat sedikit bukti bahwa suplemen ini berperan dalam mencegah kejadian patah tulang panggul dan patah tulang lainnya. Kesimpulan ini diambil berdasarkan analisis dari puluhan uji klinis.

 

Dr. Jia-Guo Zhao, seorang ahli bedah tulang dari rumah sakit Tianjin di Cina yang menjadi peneliti utama pada tinjauan sistematis ini menyatakan bahwa:

“Konsumsi rutin suplemen in tidak dibutuhkan oleh lansia. Kita harus berpikir bahwa sekaranglah saatnya yang tepat untuk berhenti mengkonsumsi suplemen ini.”

 

Tidak semua ahli setuju dengan kesimpulan yang ditemukan pada tinjauan sistematis ini. Ahli bedah tulang lainnya Dr. Daniel Smith menyatakan bahwa penelitian tersebut membuat suatu kesimpulan yang sangat berani dan menentang bahwa suplemen kalsium serta vitamin D ini sama sekali tidak baik.

 

Dr. Smith berpendapat bahwa:

“Manfaat potensial dari konsumsi suplemen ini dalam mencegah sedikit patah tulang panggul jauh lebih bermanfaat dari pada risiko minimal yang terjadi sebagai efek samping konsumsi suplemen rutin pada populasi berisiko.”

 

Pendapat kedokteran menyarankan bahwa bahwa orang tua harus mendapatkan cukup asupan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang mereka seiring bertambahnya usia.

 

Sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh manusia tersimpan di tulang dan gigi, dan tubuh tidak dapat menghasilkan mineral ini dengan sendirinya. Kadar kalsium yang terlalu sedikit menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis). Tubuh juga membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium.

National Osteoporosis Foundation merekomendasikan wanita berusia 50 atau lebih muda dan pria berusia 70 atau lebih muda harus mendapatkan asupan 1.000 miligram (mg) kalsium per hari. Pria dan wanita lebih tua seharusnya mendapatkan 1.200 mg setiap hari.

 

Tinjauan sistematis yang dilakuan oleh Zhao dan rekan-rekannya menyisir literatur medis untuk menemukan uji klinis yang sebelumnya menguji kegunaan suplemen kalsium dan vitamin D. Mereka menyelesaikan data dari 33 uji klinis yang berbeda yang melibatkan lebih dari 51.000 peserta, yang semuanya berusia lebih dari 50 tahun dan tinggal secara mandiri.

 

Sebagian besar uji klinis dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru dan Australia, kata Zhao. Dosis suplemen bervariasi antara uji klinis, begitu juga frekuensi konsumsinya.

 

Data gabungan tersebut menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara suplemen kalsium atau vitamin D dan risiko patah tulang pinggul atau patah tulang lainnya, dibandingkan dengan orang-orang yang menerima plasebo atau tidak mendapatkan pengobatan sama sekali.

Kalsium dan vitamin D masih penting untuk kesehatan tulang, namun hasil ini menunjukkan bahwa Anda harus mendapatkannya melalui diet dan gaya hidup Anda daripada dari suplemen.

 

“Kalsium yang berasal dari makanan tidak tergantikan untuk kesehatan tulang,” kata Zhao. “Produk susu, sayur, buah dan kacang merupakan sumber makanan untuk memenuhi asupan kalsium kalsium.”

 

“Vitamin D disintesis di kulit sebagai respons terhadap radiasi ultraviolet-B di bawah sinar matahari, dan sumber makanan vitamin D terbatas,” lanjut Zhao. Berolahraga di bawah sinar matahari harus menyediakan vitamin D yang dibutuhkan semua orang.

 

Referensi: 

https://jamanetwork.com/journals/jama/article-abstract/2667071?redirect=true

obat herbal 2

Pengobatan Alternatif : Mengapa Pasien Beralih?

Beberapa minggu belakangan, saya mengikuti grup-grup di media sosial facebook yang terkait dengan konsultasi kesehatan. Fakta yang saya temukan pada grup tersebut adalah banyak orang yang berusaha untuk bertanya seputar masalah kesehatan mereka. Yang menarik dari fenomena ini adalah sebagian besar pertanyaan tersebut dijawab oleh orang-orang dengan menawarkan produk pengobatan alternatif tertentu. Metode marketing atau promosi pengobatan alternatif seperti ini tidak jarang mendapatkan banyak keuntungan. Selain itu, metode pendekatan marketing atau promosi masif ini juga sedikit banyaknya menimbulkan kepercayaan manfaat metode alternatif kepada orang-orang yang mencari jawaban atas masalah kesehatannya.

 

Satu hal yang sangat disayangkan adalah sebagian besar metode marketing dan promosi tersebut menggunakan klaim kesehatan yang tidak memiliki bukti ilmiah sama sekali atau hanya sekedar berdasarkan testimoni orang yang mendapatkan manfaat dari produk tertentu.

Tapi, mengapa orang-orang dapat mempercayai hal-hal yang berbau marketing atau promosi ini?

 

Masalah di atas juga memunculkan pertanyaan lain dalam benak saya,

Mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih tertarik untuk meminta saran pengobatan alternatif dibandingkan pengobatan konvensional (oleh dokter)?

Artikel ini saya tulis dengan harapan bahwa kita memiliki gambaran mengapa orang-orang yang memiliki masalah kesehatan saat ini lebih sering memilih pengobatan alternatif.

 

Apa yang dimaksud dengan pengobatan alternatif?

Dunia kedokteran komvensional saat ini telah mencoba untuk memasukkan pengobatan alternatif sebagai salah satu komponen pengobatan yang holistik yang dapat dilakukan secara berbarengan dengan pengobatan konvensional. Dalam dunia kedokteran sendiri pengobatan sejenis ini disebut sebagai Complementary Alternatif Medicine (CAM).

National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) di Amerika Serikat mendefinisikan CAM sebagai suatu kelompok sistem kesehatan dan medis, praktik medis, dan produk-produk yang digunakan dalam pengobatan tapi tidak termasuk dalam kategori kedokteran konvensional.

Kedokteran konvensional yang kita kenal saat ini merupakan produk atau praktik medik yang dilakukan oleh kalangan profesional (dokter, perawat, terapis fisik, psikolog, apoteker, dan profesi lainnya) sesuai dengan kompetensi masing-masing. Kompetensi ini didapat dengan pendidikan yang didasarkan pada bukti ilmiah terhadap suatu produk atau praktik medik tertentu berdasarkan penelitian-penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula.

CAM saat ini juga telah mendapatkan tempat dan mulai dianggap sebagai salah satu fokus penelitian pada dunia kedokteran. Beberapa diantara CAM bahkan telah dapat dimasukkan ke dalam kedokteran konvensional seperti akupuntur, terapi hiperbarik, biofeedback, terapi kognitif dan beberapa metode lainnya.

CAM di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan dan keputusan menteri kesehatan terkait dengan pengobatan alternatif seperti Permenkes No. 37 Tahun 2017 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Terintegrasi. Meskipun, sudah terdapat payung hukum yang mengatur regulasi jenis pengobatan ini. Namun, banyak diantara masyarakat yang masih mendapatkan pelayanan kesehatan tradisional yang tidak terstandar dengan baik.

Lalu, kembali lagi ke pertanyaan yang menjadi masalah, mengapa orang-orang yang mengalami masalah kesehatan lebih memilih untuk menjalani pengobatan alternatif ini?

 

Mengapa pasien beralih ke pengobatan alternatif ?

Dr. Heather Boon, seorang peneliti dari Universitas Toronto di Kanada telah melakukan penelitian untuk mengetahui mengapa pasien beralih kepada pengobatan altenatif. Dia menemukan bahwa  pasien memilih jenis pengobatan ini pada umumnya merupakan pasien yang menderita penyakit kronis atau kondisi yang mengancam jiwa.

Pasien-pasien dengan AIDS, kanker, penyakit jiwa kronis, lebih sering menjalani terapi alternatif karena mereka merasa bahwa pengobatan yang diberikan oleh kedokteran konvensional tidak adekuat untuk mengobati penyakit mereka.

Beberapa pasien lainnya memilih metode alternatif karena rasa takut yang muncul karena khawatiran mereka terhadap efek samping pengobatan konvensional, keuntungan yang sangat sedikit dari pengobatan konvensional, dan bahkan disebabkan karena buruknya interaksi dokter-pasien yang mereka dapatkan dalam menjalani pengobatan kompensional.

Mereka juga terkadang mempercayai bahwa sesuatu yang bersifat natural atau alami itu lebih baik. Mereka menganggap bahwa CAM lebih aman dan merupakan suatu pendekatan yang lebih dipercayai karena kesehatan atau pengobatan terhadap kondisi medis tertentu dilakukan secara alami.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa satu dari tiga pasien yang berkunjung ke dokter melakukan pengobatan alternatif. Tapi, tujuh dari sepuluh pasien tersebut tidak menyampaikan langsung kepada dokter bahwa mereka menjalani pengobatan tersebut.

Pasien berpikir bahwa pengobatan natural bersifat tidak membahayakan dan tidak perlu untuk disampaikan kepada dokter.

Beberapa pasien lainnya berpikir bahwa dokter yang mereka kunjungi tidak memiliki ketertarikan atau pengetahuan terhadap pengobatan tersebut, sehingga tidak ada yang dapat diskusikan terkait pengobatan ini kepada dokter.

Peran dokter dalam edukasi pengobatan alternatif

Kondisi peralihan pasien kepada metode alternatif juga bukan semata-mata hanya karena pandangan pasien. Dokter juga dapat memiliki peran cukup besar sehingga menyebabkan pasien beralih. Salah satunya disebabkan karena buruknya hubungan dokter-pasien.

Beberapa dari dokter mungkin akan bersikap defensif dan merasa dikritik ketika pasien menyampaikan bahwa mereka juga menjalani pengobatan alternatif.

Pasien juga merasa takut untuk menyampaikan bahwa mereka ingin mencari alternatif pengobatan karena merasa takut dan merasa dokter akan menganggap bahwa metode alternatif itu tidak akan berguna.

Di sisi lain, seorang dokter juga bisa jadi akan menunjukkan kekesalan kepada pasien karena pasien tidak mengikuti saran pengobatannya dan malah mencari alternatif pengobatan yang lain.

Dokter juga dapat menjadi frustasi karena pendekatan pengobatan yang mereka ajukan dan telah diketahui memiliki manfaat terhadap suatu kondisi kesehatan tapi pasien malah memilih pendekatan alternatif.

Beberapa dokter menemukan bahwa hubungan dokter-pasien akan menjadi sulit dibangun ketika pasien mempercayai sesuatu yang bertentangan dengan ilmu kedokteran konvensional yang dipercayai oleh dokter.

Kondisi-kondisi di atas dapat di atasi dengan pemikiran bahwa dokter harus selalu membantu dan menghargai segala bentuk jalan pemikiran pasien terkait dengan kesehatan dan pengobatan yang akan dipilih dan menemukan beberapa kecocokan atau memberikan saran terkait dengan metode alternatif yang dipilih pasien.

Dokter diharapkan memiliki pengetahuan terkait dengan CAM, bagaimana jenis CAM tertentu dapat bekerja mengobati berbagai kondisi kesehatan, dan interaksi yang dapat muncul apabilan CAM tertentu dilakukan berbarengan dengan pendekatan konvensional.

Apabila kondisi ini dapat dicapai maka hubungan antara dokter-pasien akan menjadi lebih baik. Pasien akan merasa lebih dihargai pendapatnya untuk suatu pengobatan alternatif tertentu dan dokter dapat memberikan edukasi terkait manfaat, efek samping, dan interaksi pengobatan tersebut dengan pengobatan konvensional.

Dari pada menyerang kepercayaan pasien terhadap suatu metode alternatif tertentu, dokter akan lebih membantu apabila memberikan pemahaman yang lebih baik terkait dengan metode pengobatan tersebut sehingga kesalahpahaman dan ketidakpercayaan terhadap pengobatan konvensional dapat diatasi dan tentu saja pasien dapat kembali percaya kepada pengobatan konvensional yang diintegrasikan dengan pengobatan alternatif yang telah diteliti memiliki bukti ilmiah bermanfaat terhadap kondisi-kondisi tertentu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua terkait dengan pengobatan alternatif.

Wallahu’alam bisshawab

Referensi:

  • Borins M. A Doctor’s Guide to Alternative Medicine: What Works, what Doesn’t, and why. Rowman & Littlefield; 2014 Oct 7.
kepanjangan pico

PICO: Metode Mudah Menemukan Jurnal Kedokteran

Bila saat ini anda sedang mengerjakan sebuah karya tulis ilmiah maka anda sedang berada pada halaman yang tepat. Artikel ini akan memberikan anda pemahaman yang dapat menghemat waktu anda dalam pencarian jurnal. Artikel ini akan memuat tentang tips dan trik mencari jurnal kedokteran menggunakan metode PICO. Harapannya dengan menggunakan metode ini anda akan lebih mudah mencari jurnal yang ingin anda gunakan sebagai referensi dari karya tulis ilmiah anda.

 

Apa itu metode PICO?

PICO merupakan suatu akronim dari kata-kata berikut:

  • P untuk Patient, Population, Problem
    • Kata-kata ini mewakili pasien, populasi, dan masalah yang diangkat dalam karya ilmiah yang ditulis
  • I untuk Intervention, Prognostic Factor, atau Exposure
    • Kata ini mewakili intervensi, faktor prognostik atau paparan yang akan diangkat dalam karya ilmiah
  • C untuk Comparison atau Intervention (jika ada atau dibutuhkan)
    • Kata ini mewakili perbandingan atau interpensi yang ingin dibandingkan dengan intervensi atau pararan pada karya ilmiah yang akan ditulis
  • O untuk Outcome yang ingin diukur atau ingin dicapai
    • Kata ini mewakili target apa yang ingin dicapai dari suatu penelitian misalnya pengaruh atau perbaikan dari suatu kondisi atau penyakit tertentu.

 

Bagaimana menggunakan metode PICO?

Metode PICO dapat dilakukan apabila penulis karya tulis ilmiah telah memiliki masalah. Misalnya masalah yang akan diteliti adalah:

“Apakah Terdapat Pengaruh Lokasi Infark Dengan Keberhasilan Fibrinolitik Pada Pasien STEMI?”

Berdasarkan pertanyaan klinis masalah tersebut maka kita dapat menyusun sebuah PICO sebagai berikut:

  • P = STEMI
  • I = fibrinolitik
  • C = tidak ada pembanding atau intervensi lainnya
  • O = keberhasilan fibrinolitik

 

Contoh lainnya dengan masalah sebagai berikut:

 

“Apakah Terdapat Pengaruh Pemberian Ekstrak Mengkudu Dosis Tertentu Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Tikus Wistar Diabetes?”

 

Berdasarkan masalah penelitian tersebut maka kita dapat menyusun PICO sebagai berikut:

  • P = Tikus Wistar Diabetes
  • I = Ekstrak Mengkudu
  • C = Dosis Tertentu
  • O = Kadar gula darah

 

Mengapa kita menggunakan PICO?

Suatu karya tulis ilmiah pada umumnya disusun berdasarkan suatu masalah. Masalah sendiri merupakan kesenjangan antara keinginan dan kenyataan. Masalah-masalah dalam bidang kedokteran dan kesehatan dapat disusun menjadi suatu pertanyaan klinis.

Pertanyaan klinis yang dibentuk sebaiknya harus memiliki model PICO sehingga memudahkan peneliti untuk menemukan referensi terbaik bagi karya ilmiahnya.

Pertumbuhan publikasi karya ilmiah belakangan ini terjadi dengan sangat pesat. Publikasi karya ilmiah dalam jurnal meningkat 2 kali lipat pada tahun 1950 dalam setiap 10 tahun hingga saat ini meningkat 2 kali lipat hanya dalam 1 tahun. Kondisi ini akan meningkat 2 kali lipat setiap 73 hari pada tahun 2020.

Banyaknya jumlah publikasi ilmiah ini disertai dengan menurunnya beberapa kualitas terbitan karya ilmiah dengan munculnya jurnal-jurnal yang tidak lagi sepenuhnya mempertimbangkan kaidah dan etika keilmuan.

Kualitas publikasi ilmiah yang berkurang dan banyaknya jumlah publikasi ilmiah ini akan menyulitkan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tugas akhirnya menemukan referensi skripsi yang tepat untuk karya ilmiahnya.

Metode PICO dapat dengan mudah digunakan untuk menemukan referensi yang tepat untuk karya ilmiah yang sedang dibuat sangat menghemat waktu yang dibutuhkan untuk mencari referensi.

 

Pencarian Jurnal Menggunakan Metode PICO

Salah satu penyedia layanan pencarian dengan menggunakan metode PICO terbaik adalah PubMed.

PubMed sendiri merupakan bank atau basis data dari referensi dan abstrak dengan topik ilmu pengetahuan alam dan biomedis (MedLine) yang dikelola oleh United States National Library of Medicine (NLM) pada National Institutes of Health di Amerika Serikat.

Layanan ini diberikan secara gratis untuk menemukan jurnal referensi karya tulis ilmiah berdasarkan metode ini.

Layanannya dapat diakses melalui link berikut:

https://pubmedhh.nlm.nih.gov/nlmd/pico/piconew.php

 

Link ini akan menampilkan halaman utama layanan sebagai berikut:

PICO

Pada bagian Patient/Problem/Medical Condition anda dapat memasukkan kata kunci yang mewakit huruf P begitu seterusnya untuk huruf I, C, dan O.

Pada bagian Select Publication type anda bisa memilih jenis publikasi yang ingin anda cari dan disusun berdasarkan tingkat bukti pada evidence based medicine mulai dari tinjauan pustaka, pedoman klinis, hingga tinjauan sistematis dari beberapa meta analisis.

Pada kesempatan kali ini saya akan mencontohkan penggunaan masalah klinis berikut untuk mencari referensi yang dapat membantu dalam memecahkan masalah tersebut.

“Apakah terdapat perbedaan penggunaan captopril oral dan sublingual dalam kontrol tekanan darah pada pasien krisis hipertensi?”

Dari pertanyaan di atas maka kita dapat susun metode PICOnya sebagai berikut:

  • P = krisis hipertensi
  • I = captopril oral
  • C = captopril sublingual
  • O = kontrol tekanan darah

 

Maka, langkah selanjutnya adalah memasukkan istilah-istilah tersebut dalam kolom pencarian yang ditunjukkan pada gambar berikut:

Pico Isian

Pada contoh ini saya ingin mencari semua jenis publikasi dan pilihannya tetap pada “Not specified”. Langkah selanjutnya adalah menekan tombol “Submit”.

Hasil pencarian ini menunjukkan terdapat 7 publikasi ilmiah yang terdaftar di PubMed terkait dengan pencarian saya.

hasil pencarian PICO

 

Bila kita bandingkan dengan hasil pencarian di google scholar dengan memasukkan semua kata kunci yang sama pada metode ini dan menggunakan Boolean “AND” maka kita mendapatkan hasil berupa: 2.680 jurnal yang belum tentu  membahas spesifik tentang hal yang kita cari.

hasil google

 

Selain mengurangi jumlah pencarian jurnal yang lebih spesifik maka PICO PubMed ini juga memberikan beberapa kemudahan lainnya yaitu pada tombol-tombol

[TBL] [Abstract] [Full Text] [Related]

 

  • Tombol [TBL] akan menampilkan kesimpulan dari jurnal tersebut:

TBL PICO

 

  • Tombol [Abstract] tentu saja akan menampilkan abstrak dari jurnal yang dimaksud

PICO Abstrak

  • Tombol [Full Text] akan membawa anda ke sebuah halaman dimana anda dapat menemukan Full Text dari jurnal yang dimaksud. Meskipun, pada sebagian besar full text jurnal ini membutuhkan cara lain untuk dapat mengaksesnya karena jurnal ini sebagian besar adalah jurnal berbayar.

link full text

  • Tombol [Related] akan membawa anda ke sebuah halaman lainnya yang menunjukkan hasil pencarian yang sangat terkait dengan pencarian yang anda lakukan. Untuk kesempatan kali ini tentu saja yang terkait dengan penggunakan captopril oral vs sublingual untuk kontrol tekanan darah pada krisis hipertensi.

PICO Related

 

Pada pencarian ini menunjukkan terdapat 140 artikel lainnya yang terkait dengan masalah klinis yang telah ditanyakan yaitu apakah terdapat perbedaan pemberian captopril oran dengan captopril sublingual terhadap kontrol tekanan darah pada pasien dengan krisis hipertensi.

 

Silakan anda mencobanya sendiri dengan mulai untuk menyusun PICO berdasarkan masalah yang anda angkat dalam karya tulis anda.

Masukkan istilah tersebut dalam kolom pencarian yang disediakan dan buktikan sendiri bahwa anda dapat menghemat begitu banyak waktu untuk melakukan pencarian referensi anda hanya dengan menggunakan metode ini.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan anda banyak referensi terkait dengan karya ilmiah yang sedang anda tulis.

 

Apabila anda mengalami masalah dalam pencarian jurnal tertentu, kami dapat membantu anda untuk mengatasi masalah tersebut. Silakan hubungi kami di sini.

 

referensi ilmiah

Rintangan Dalam Menemukan Referensi Skripsi

Skripsi merupakan karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya. Karangan atau karya ilmiah sendiri merupakan laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Sehingga, untuk membuat skripsi menjadi baik maka dibutuhkan referensi skripsi yang baik pula.

 

Menemukan referensi skripsi yang baik terkadang cukup sulit untuk dilakukan, artikel ini memberikan gambaran terkait dengan hambatan dalam menemukan referensi yang baik dan beberapa hal untuk mengatasi hambatan tersebut.

Hal-hal yang menyebabkan kesulitan dalam menemukan referensi skripsi yang tepat dan baik.

1. Pertumbuhan publikasi karya ilmiah yang begitu cepat

Pertumbuhan publikasi karya ilmiah belakangan ini terjadi dengan sangat pesat. Publikasi karya ilmiah dalam jurnal meningkat 2 kali lipat pada tahun 1950 dalam setiap 10 tahun hingga saat ini meningkat 2 kali lipat hanya dalam 1 tahun. Kondisi ini akan meningkat 2 kali lipat setiap 73 hari pada tahun 2020.

Banyaknya jumlah publikasi ilmiah ini disertai dengan menurunnya beberapa kualitas terbitan karya ilmiah dengan munculnya jurnal-jurnal yang tidak lagi sepenuhnya mempertimbangkan kaidah dan etika keilmuan.

Kualitas publikasi ilmiah yang berkurang dan banyaknya jumlah publikasi ilmiah ini akan menyulitkan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi atau tugas akhirnya menemukan referensi skripsi yang tepat untuk karya ilmiahnya.

 

2. Hambatan dalam penggunaan bahasa dan istilah

Sebagian besar publikasi ilmiah yang terbit pada jurnal didominasi oleh bahasa Inggris. Hal ini menyebabkan pemahaman terhadap bahasa Inggris sangat dibutuhkan untuk mengerti apa yang seorang penulis karya ilmiah ingin sampaikan terkait dengan penelitiannya.

Kondisi ini menyulitkan mahasiswa dalam menemukan referensi yang tepat bagi skripsi atau tugas akhirnya. Beberapa mahasiswa hanya melakukan pencarian referensi atau jurnal untuk skripsinya dalam bahasa Indonesia. Indonesia sendiri hingga saat ini belum banyak melakukan publikasi ilmiah sehingga referensi untuk topik tertentu cukup terbatas.

Terkadang hanya dibutuhkan sedikit usaha dan tekad yang kuat untuk tidak menyerah hanya karena hambatan bahasa, maka jurnal referensi untuk topik skripsi dapat ditemukan dengan mudah.

Meskipun, terdapat kesulitan dalam menerjemahkan jurnal, kita dapat menggunakan bantuan alat-alat translasi (misalnya google translate) untuk membantu kita dalam memahami jurnal tertentu.

Selain hambatan bahasa, istilah yang digunakan dalam pencarian referensi skripsi juga menjadi masalah lainnya. Istilah-istilah ilmiah tertentu dalam bahasa Indonesia terkadang harus dicari padanan katanya dalam bahasa Inggris. Sebab, tidak semua istilah tersebut merupakan terjemahan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Jika, istilahnya yang tepat sudah ditemukan maka pencarian referensinya akan lebih mudah dilakukan.

menulis skripsi

3. Tidak melakukan pencarian dengan menggunakan metode pencarian tertentu

Mahasiswa yang melakukan pencarian jurnal untuk referensi skripsi terkadang hanya melakukan pencarian dengan mengetik keseluruhan judul tugas akhir atau skripsi yang akan dia tulis pada mesin. Kondisi ini akan mengakibatkan munculnya ribuan bahkan puluhan ribu hasil pencarian yang akan sulit untuk disaring mana yang baik dan tepat sebagai referensi.

Di bawah ini terdapat beberapa metode yang dapat membantu dalam menemukan referensi yang tepat:

A. Pencarian Kata Kunci

Kata kunci merupakan sebuah kata atau frasa yang digunakan untuk menunjukkan topik yang dibahas oleh suatu jurnal. Bila kita menemukan istilah kata kunci yang tepat bagi skripsi atau tugas akhir maka kita hanya perlu memasukkan kata kunci tersebut dalam kolom pencarian. Tidak perlu memasukkan seluruh judul skripsi dalam kolom pencarian tersebut.

 

B. Pencarian dengan Operator Boolean

pencarian kata kunciBila ingin mencari referensi dengan satu atau lebih kata kunci maka sebaiknya kita menggunakan operator boolean. Operator Boolean adalah istilah yang digunakan untuk bahasa pemograman dimana terdiri dari operator AND, OR, dan NOT. Apabila kita ingin mencari 2 atau lebih kata kunci dalam satu kali pencarian maka dapat menggunakan operator AND. Misalnya kita ingin melakukan pencarian filsafat dan islam, maka kalau kita menuliskan hanya filsafat islam hasil pencariannya akan menemukan kata filsafat islam, filsafat saja, atau islam saja, atau filsafat dan islam dalam frasa terpisah.

Bila menggunakan operator AND maka kita melakukan pencarian filsafat islam dengan memasukkan AND antara kata filsafat dan islam, hasil pencariannya akan menampilkan seluruh halaman dengan frasa filsafat islam.

Cara mudah lain untuk menemukan frasa filsafat islam dimana kata filsafat dan islam terletak berdampingan maka cukup ketikkan: “filsafat islam” (dengan tanda kutip) dalam kolom pencarian.

 

C. Pencarian dengan Metode PICO (khusus kedokteran dan kesehatan)

PICO merupakan salah satu metode yang akan memudahkan pencarian referensi skripsi dibidang kedokteran dan kesehatan. PICO berisi pertanyan digunakan untuk membantu dalam memperjelas apa yang hendak  docari dan sebagai alat bantu untuk menentukan kata kunci yang dipakai untuk menemukan referensi. Pertanyaan yang baik harus memuat 4 hal PICO (pasien, intervensi , comparison, outcome).

Pasien/Populasi/PenyakitSeperti apa karakteristik pasien kita (poin-poin penting saja).

Bisa dimasukkan di dalamnya

  • hal-hal yang berhubungan atau relevan dengan penyakit pasien seperti usia , jenis kelamin atau suku bangsa.
  • hal-hal mengenai masalah, pemyakit atau kondisi pasien
Intervensi/Prognosis/ExposureBerisikan hal sehubungan dengan intervensi yang diberikan ke pasien

  • Apakah tentang meresepkan suatu obat ?
  • Apakah tentang melakukan tindakan ?
  • Apakah tentang melakukan tes dignosis?
  • Apakah tentang menanyakan bagaimana prognosis pasien ?
  • Apakah tentang menanyakan apa yang menyebabkan penyakit pasien ?
Comparison (perbandingan)Tidak harus selalu ada pembandingnya. Pembanding bisa dengan plasebo atau obat yang lain atau tindakan terapi yang lain
OutcomeHarapan yang anda inginkan dari intervensi tersebut,seperti

  • Apakah berupa pengurangan gejala ?
  • Apakah berupa pengurangan efek samping ?
  • Apakah berupa perbaikan fungsi atau kualitas hidup ?
  • Apakah berupa pengurangan jumlah hari dirawat RS ?

Contoh kasus:

Seorang wanita Ny Susi , 28 th G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke dokter ingin konsultasi mengenai cara-cara melahirkan. Ibu Susi punya pengalaman kakaknya divakum karena kehabisan tenaga mengejan , anaknya saat ini 6 tahun menderita epilepsi dan kakaknya harus dijahit banyak pada saat melahirkan.Ia tidak mau melahirkan divakum. Dia mendengar tentang teknik yang menggunakan forsep. Dia bertanya yang mana yang lebih aman untuk ibu dan bayi.

Maka kata kunci dari pertanyaan yang mungkin diajukan adalah:

  • Pasien : melahirkan, kala II lama
  • Intervensi : vakum
  • Comparison : forcep
  • Outcome : aman untuk ibu dan bayi

 

4. Hanya melakukan pencarian di mesin pencari

Melakukan pencarian referensi skripsi di mesin pencari akan memakan waktu yang sangat banyak untuk menemukan jurnal yang tepat. Bila ingin menghemat waktu dan menemukan referensi yang baik serta tepat untuk skripsi atau tugas akhir maka silakan masuk ke website tertentu lalu lakukan pencarian jurnal disana.

Semoga tips ini dapat bermanfaat dan semoga dimudahkan dalam melakukan pencarian referensi skripsi yang baik dan tepat.

Berhenti merokok

Terapi Alternatif Berhenti Merokok

Jadi, apakah anda memutuskan untuk menjadi mantan perokok? Jika anda berpikir demikian maka saya harus mengucapkan selamat kepada anda. Faktanya, hampir empat dari lima perokok ingin berhenti merokok. Tapi, hanya 40% dari yang memiliki keinginan berhenti merokok yang kemudian mencobanya dan berhasil berhenti merokok. Sebelum melanjutkan membaca tips ini maka kita harus mengetahui bahwa penelitian menunjukkan bahwa perokok menggunakan lebih dari satu metode untuk menghentikan hasrat merokok. Meskipun, anda sudah memiliki usaha berhenti merokok kemungkinan usaha pertama anda akan gagal. Hanya orang-orang yang berkomitmen berhenti merokok yang berhasil melakukannya. Artikel ini akan memberikan gambaran terapi alternatif berhenti merokok yang telah terbukti dan mengapa terapi alternatif berhenti merokok ini tepat untuk anda.

Penelitian menunjukkan bahwa terapi alternatif berhenti merokok tidak selalu memberikan manfaat. Akan tetapi, banyak mantan perokok yang menggunakan teknik ini telah berhasil untuk tidak lagi merokok.

Bagaimana terapi alternatif berhenti merokok ini bekerja?

Hipnoterapi atau hipnosis  dapat membantu mengidentifikasi pemicu bawah sadar. Hal-hal yang membuat tubuh Anda menginginkan rokok tanpa memahami alasan mendasar Anda, seperti waktu siang atau bau tertentu. Terapis kemudian dapat mencoba mengganti respons rokok yang tidak sehat terhadap pemicu ini dengan sesuatu yang lebih menyehatkan.

Akupunktur, terapi di mana jarum kecil digunakan untuk merangsang titik-titik tertentu pada tubuh, dapat membantu mengurangi kecanduan nikotin dan mengurangi gejala penarikan diri untuk merokok.

 

Meditasi dapat membantu Anda rileks dan meredakan kegelisahan. Berhenti merokok bisa membuat stres dan membuat frustrasi, dan meditasi dapat membantu Anda mengurangi kecemasan yang Anda alami.

Sebagian besar terapi alternatif ini bisa digunakan bersamaan dengan terapi lainnya (terapi pengganti nikotin dan terapi lainnya). Sebenarnya banyak dokter dan terapis akan merekomendasikan pendekatan multidimensional untuk menghilangkan kecanduan Anda.

 

Referensi: