Skip to main content

Cerita Bohong Flouridasi: Fakta atau Fiksi? (Bagian 1)

Tulisan ini merupakan ringkasan tulisan karangan Dr. Ronald S. Laura dan John F. Ashton profesor pendidikan pada Universitas Newcastle dan Harvard tentang flouridasi.

            Beberapa saat yang lalu kita dikejutkan dengan beberapa artikel yang menunjukkan adanya misi terselubung dibalik pemurnian air mineral dengan menggunakan flouridasi di Indonesia. Tulisan ini akan menceritakan asal mula bagaimana flouridasi digunakan untuk beberapa hal yang sangat terkait dengan keseharian manusia.flouridasi

Apakah Flouridasi Menguntungkan Anda? Atau Merupakan Sebuah Bisnis Besar!

Kontroversi seputar flouridasi memunculkan sejumlah isu sosioetika penting yang tidak bisa diabaikan. Salah satu pertanyaan yang paling panas apakah program ini memberikan manfaat dalam menigkatkan kesehatan masyarakat, atau hasil opurtunitas dari lobi yang kuat, yang sebagian besarnya terkain dengan mengedepankan kepentingan sendiri dengan dalih kepentingan masyarakat? Asal mula flouridasi saat ini memang sedang mengemuka, walaupun demikian tulisan ini tidak akan menafsirkan pengungkapan itu sendiri, tetapi lebih untuk mengusik beberapa kebetulan yang luar biasa yang terjadi di balik asal muasal flouridasi tersebut

Meskipun demikian, dalam pendekatan yang lebih langsung terkait isu ini, kita harus membicarakan tentang risiko kesehatan yang cukup potensial dan aktual terkait dengan flouridasi belum cukup dihargai oleh mereka yang mengurusi masalah tersebut. Pengenalan flourida secara sengaja dalam air minum tentu saja belum melalui penelitian dan pengujian yang cermat seperti yang dilakukan terhadap beberapa pengobatan medis, yang banyak bisa kita beli tanpa memerlukan resep dokter. Apabila kita mengetahui efek positif flourida ditambahkan ke air minum adalah hilangnya karang gigi pada anak-anak, maka dosis flourida yang pas tidak bisa dibatasi begitu saja untuk memastikan bahwa efek flourida yang berbahaya tidak melalampaui efek manfaatnya.

Lahirnya Flouridasi

Banyak diantara kita akan terkejut bila mendengar bahwa flourida telah digunakan sejak lama, tetapi tidak untuk pencegah kerusakan gigi. Flourida, atas nama kesehatan, yang kini ditambahkan dalam air minum selama lebih dari lima dekade telah digunakan sebagai racun lambung, insektisida, dan rodentisida. Flourida diyakini mengeluarkan racunnya pada hama dengan bergabung pada tubuh hama dan menghambat banyak enzim yang mengandung elemen seperti besi, kalsium, dan magnesium. Untuk alasan yang sama, flourida sangat bersifat racun bagi tanaman, mengganggu keseimbangan biokimia yang halus dalam hal terjadinya proses fotosintesis.  Tidak ada alasan untuk mencurigai bahwa manusia akan kebal terhadap efek racun yang potensial ini. Tapi jika kita merujuk pada indeks toksikologi insdustrial (keracunan produk industri) mendata sebagian tentang penangan senyawa flourida. Dalam menilai tingkat keracunan flourida ini, seorang ahli kimia bernama Sax menegaskan bahawa dosis 25 sampai 50 mg harus dipandang sebagai “sangat bersifat beracun” dan bisa menyebabkan muntah-muntah hebat, diare dan manifestasinya dapat berupa gangguan sistem saraf pusat.

Penting untuk mengenali bahwa flourida adalah zat yang mengandung racun tinggi. Pengakuan akan hal sederhana ini akan memudahkan penolakan ilmiah terhadap bagian atau sesuatu yang menerima tanpa mempertanyakan bagaimana pencernaan manusia dapat menerima racun ini. Derajat potensial peracunan flourida ini dan batas sempit toleransi manusia terhadap flourida menimbulkan pertanyaan mengapa flouridasi di izinkan?

Mendapat Jantung Baru, Sifat Mereka Berubah.

“Organ yang didonorkan kepada seseorang  pada transplantasi jantung bukan hanya menyelamatkan hidup mereka tetapi juga memberikan kehidupan yang baru kepada mereka”

Hal ini lah yang terjadi pada Claire Sylvia seseorang yang mendapatkan donor jantung. Pada kebanyakan kasus seorang penerima organ donor tidak akan mengetahui siapakah yang memberikan organ donor kepada dirinya, begitu pula Claire. Tapi setelah transplantasi dilakukan dan dia mendapatkan jantung baru dia merasakan bahwa ada yang telah berubah dari dirinya. Claire merasakan bahwa terdapat kepribadian lain ada di dalam dirinya. Beberapa hari setelah transplantasi dirinya bermimpi tentang seorang anak bernama Tim, dan merasa dirinya memiliki hubungan khusus dengan anak tersebut. Setelah, ditelusuri lebih lanjut, pendonor jantung untuk Claire adalah seseorang yang bernama Tim yang meninggal akibat kecelakaan sepeda motor. Pada tahun 1998 Claire Sylvia adalah salah satu yang sangat terbuka dalam menjelaskan pengalaman setelah transplantasi tersebut. Pengalaman ini membentuk dasar dari buku otobiografi berjudul “A Change of Heart” , yang ditulis dirinya bersama William Novak .

jantung

Selanjutnya lebih banyak kasus yang didokumentasikan, dimana pasien setelah mendapat transplantasi jantung mengalami perubahan mencolok dalam perasaan dan perilaku mereka yang kemudian diakui oleh kerabat donor sebagai sifat-sifat pribadi dari donor yang meninggal. Sebagai contoh, penerima organ bernama 18  tahun bernama Danielle menunjukkan antusiasme untuk bermusik, belajar bermain gitar dan mulai menyanyi. Padahal sebelumnya dia tidak menyukai musik sama sekali. Jantung Donor itu berasal dari anak laki-laki  berusia 18 tahun,  yang merupakan seorang musisi dan  menulis puisi.

Seorang anak yang menerima jantung dari seorang anak yang tenggelam di bak mandi tiba-tiba mengembangkan ketakutan yang irasional apabila melihat air setelah operasi. Anak lainnya, Carter , yang pada usia 7 bulan menerima jantung dari Jerry yang berusia 16 bulan, tiba-tiba mulai meniru pola perilaku dari Jerry yang telah meninggal. Ibu Jerry menggambarkan pertemuan pertamanya dengan Carter : “Ketika ia memelukku , aku bisa merasakan anakku. Maksudku, aku benar-benar bisa merasakan dia. Aku merasa energiny. Carter mengucapkan kata-kata yang sama yang seperti bahasa bayi Jerry dan juga bermain dengan hidung saya seperti Jerry kerjakan.” Penerima organ tersebut juga mengembangkan daya tarik tertentu kepada orang tua Jerry dan bahkan memanggil mereka ” Ibu ” dan “Ayah “.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Paul Pearsall pada tahun 2000, menunjukkan bahwa dari 100 orang penerima donor jantung yang diwanwancarai olehnya  mendapatkan paling sedikit 5 sifat dari orang yang mendonorkan jantungnya. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada musim semi tahun 2002 di jurnal near death study.

Apa yang Sebenarnya Terjadi? 

Pertanyaan besar sampai saat ini adalah apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang ditransferkan oleh organ donor kepada penerimanya? Apakah Jantung juga memiliki “otak kecil” yang dapat menyimpan memori dari pemilik sebelumnya?. Sebagian dari hal ini sudah saya jelaskan di artikel saya yang sebelumnya. Dr. Andrew Armour seorang pelopor ilmu Neurokardiologi menjelaskan bahwa terdapat hubungan dua arah antara otak kita dengan jantung. Dimana kemampuan intelijensi organ tersebut sangat tergantung dari memori yang tersimpan pada sel saraf yang berada di dalam organ yang di donorkan.  Adapun Jantung sendiri dapat mempengaruhi otak dalam mengembangkan rasa emosi, prilaku dan kepribadian seseorang.

Beberapa Ahli lainnya berpendapat bahwa peristiwa ini adalah sebuah fenomena memori sel. Pada fenomena ini disebutkan bahwa terdapat pengaruh besar neuropeptida yang merupakan salah satu zat yang digunakan otak untuk berbicara dengan organ tubuh yang lain dengan menyampaikan beberapa informasi. Meskipun neuropeptida terdapat disemua organ namun sampai saat ini tidak ada yang tahu apakah memang neuropeptida menyimpan memori. Namun, banyak yang tidak mempercayai akan hal ini. Mereka lebih mempercayai bahwa peristiwa ini terjadi karena adanya sugesti yang diberikan secara tidak langsung oleh para dokter dan juga perawat di dalam ruang operasi transplantasi kepada penerima organ yang sedang dalam pengaruh Anastesi. Mereka percaya cerita tentang si Pendonor di ceritakan oleh perawat dan dokter saat sedang melakukan operasi.

Sumber:

http://www.grailworld.com/issues/20/phenomenon-memory-transplant

Organ Transplants Cellular Memory Proves Major Organs Have Self-Contained Brains?

Beberapa Fakta Mengenai Tubuh Manusia Yang Mungkin Belum Anda Ketahui!

Tubuh manusia terbentuk atas milyaran bahkan triliyunan sel-sel yang memiliki tugas masing-masing sehingga membentuk jaringan, organ, hingga sistem organ yang sangat kompleks. Pada sistem yang kompleks ini terdapat beberapa fakta yang mungkin belum pernah anda tahu terkait dengan tubuh kita.

1. Jika kita bersin dengan keras, maka bersin tersebut mampu untuk mematahkan iga kita. Jika kita mencoba untuk menahan bersin kita dapat mengalami pecah pembuluh darah otak atau leher, yang dapat menyebabkan kematian. Satu hal yang paling menarik adalah seseorang dapat mengalami pecah kepala ketika dia mencoba bersin dan buang angin secara bersamaan.

2. Kulit adalah organ terbesar yang terdapat di tubuh manusia. Apabila kulit dibentangkan maka akan menutupi daerah seluas 20 meter persegi. Setiap orang membuang 18 kg kulitnya sepanjang hidup.

3. Jika kita mengukur tinggi badan kita pada malam hari kita akan bertambah pendek sekitar 8 mm. Namun ketika kita tertidur dan bangun kembali di pagi hari maka tinggi badan kita akan kembali. Hal ini terjadi karena pada siang hari saat kita melakukan aktivitas maka gaya gravitasi akan menekan cakram tulang rawan yang menghubungkan setiap tulang belakang kita sehingga kita menjadi pendek di malam hari.

4. Jantung kita dapat menyemprotkan darah sejauh 9 m.

5. Kita dapat menemukan 20 juta makhluk mikroskopik  hidup di kulit kita hanya pada kulit dengan luas 5 cm persegi.

6. Tubuh kita selalu mengeluarkan panas. Jika kita mengukur kalor yang dikeluarkan tubuh kita selama 30 menit dan mengumpulkannya maka kalor tersebut dapat kita gunakan untuk mendidihkan 2 liter air.

7. Sepanjang  hidup Mulut kita menghasilkan saliva yang dapat memenuhi  2 buah kolam renang ukuran olimpiade.

8. Percaya atau tidak urin yang sehat jauh lebih bersih daripada air liur dan kulit wajah kita. Karena urin yang sehat hanya mengandung sedikit bakteri atau tidak ada sama sekali.

9. Hidung kita dapat membedakan 50.000 bau yang berbeda.

10. Kita masih dapat tetap hidup tanpa makan selama berminggu-minggu. Tetapi kita haya dapat hidup selama 11 hari jika kita tidak tidur, bahkan ada yang meninggal akibat tidak tidur selama 3-4 hari.

11. Setiap saat otak kita menerima 100 milyar potongan informasi dari telinga, hidung, mata, kulit dan lidah kita.

12. Percaya atau tidak? Lebih banyak poulasi bakteri di dalam mulut kita dari pada populasi penduduk dunia saat ini.

13. Jika kita menghubungkan seluruh jaringan yang ada di dalam sistem saraf kita dan membentuknya menjadi sebuah garis lurus maka panjangnya adalah 3,2 Milyar kilometer.

14. Siapakah Otot terkuat ditubuh kita? Jawabannya adalah Otot Lidah.

15. Rambut yang paling cepat tumbuh pada diri kita adalah janggut. Jika seorang pria membiarkkan janggut mereka terus tumbuh tanpa memotongnya maka janggut dapat mencapai panjang 9 meter.

16. Jika kita menggabungkan seluruh bulu mata kita seumur hidup maka panjangnya dapat mencapai 3 meter.

17. Asam Lambung kita dapat dengan mudah menghancurkan sebuah paku.

Konspirasi: Setengah dari Amerika Percaya, Anda?

Lebih dari 50 Tahun banyak teori konspirasi terkait dengan kedokteran dan kesehatan masyarakat dimunculkan. Diantaranya adalah teori konspirasi tentang flouridasi air, vaksin, telepon genggam dan pengobatan alternatif. Flu vaccine drips out of a syringe as a nurse prepares for a patient at a clinic in central London

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa setengah dari orang dewasa di Amerika mempercayai setidaknya satu teori konspirasi di atas. Bahkan banyak yang mempercayai lebih dari satu teori konspirasi akibat telah mempercayai teori yang lain. Sebagai contoh: sepertiga orang amerika percaya bahwa pemerintah Amerika yang berwenang dalam urusan obat (FDA) telah menyembunyikan dan mencegah penduduknya untuk mendapatkan obat alami (herbal) juga mempercayai bahwa mata-mata amerika telah menyebarkan virus HIV dan menginfeksi sejumlah besar penduduk dengan ras afrika-amerika.

J. Eric Oliver, peneliti utama studi di atas  dari University of Chicago, mengatakan bahwa orang mungkin percaya pada teori konspirasi karena mereka lebih mudah untuk memahaminya daripada informasi medis yang kompleks. Oliver mempelajari tentang teori-teori konspirasi setelah dia menemukan beberapa orang dari petugas kesehatan juga menolak pemberian vaksin dan flouridasi air di Oregon, Amerika. Sehingga Oliver memutuskan untuk menanyakan kepada orang-orang apa yang mereka pikirkan tentang kurang lebih enam teori konspirasi dengan pendukung yang besar seperti pemberian vaksin, pemakaian hp, dan terapi alternatif untuk kanker. Selain itu, Oliver juga menanyakan tentang tiga teori lainnya yang terkait dengan penyebaran virus HIV oleh mata-mata Amerika, Modifikasi makanan secara genetik untuk menurunkan populasi di dunia dan pengunaan flouridasi air oleh perusahaan untuk mengurangi polusi yang telah mereka hasilkan.

kebanyakan dari orang yang mendukung teori konspirasi adalah orang-orang dengan tingkat ekonomi dan pendidikan yang rendah. Kepercayaan mereka terhadap teori konspirasi menyebabkan mereka cenderung untuk melakukan pemeriksaan fisik secara teratur. Dan mereka lebih cenderung untuk membeli makanan organik, menghindari suntikan vaksin flu dan tabir surya, dan menggunakan vitamin dan suplemen herbal.  Survey tersebut melibatkan 1.351 orang secara online pada bulan Agustus dan September. Penemuan ini dipublikasikan  di JAMA Internal Medicine. “Dunia adalah tempat yang rumit,” kata Oliver. “Sulit untuk memahami hal itu. Banyak teori konspirasi ini secara intuitisi menarik.”

  Setengah dari Orang Dewasa di Amerika Percaya, Bagaimana Dengan Anda?

sumber:

http://www.npr.org/blogs/health/2014/03/19/291405689/half-of-americans-believe-in-medical-conspiracy-theories

http://www.reuters.com/article/2014/03/18/us-medical-conspiracies-idUSBREA2H22K20140318

http://archinte.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=1835348

kejang

Sleep Paralysis: Fakta Ilmiah “Tertindih Setan”

Kamu membuka mata. Baru saja kamu tidur selama beberapa jam. Kamu bisa merasakan pikiranmu melayang-layang antara sadar dan tidak. Sambil berusaha mengumpulkan kesadaranmu, kamu mencoba untuk bangun. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhmu tidak bisa bergerak, nafasmu sesak, seakan-akan ada makhluk tidak terlihat yang menginjak dadamu. Kamu membuka mulutmu dan hendak berteriak, tidak ada suara yang keluar. Seseorang sedang mencekik leherku, pikirmu. Ada sesuatu yang tidak beres. Ini adalah artikel yangn membahas tentang Sleep Paralysis.

Ya, kalian mengerti maksud saya. hampir semua dari kita pernah mengalaminya. Sebagian menyebut fenomena ini dengan sebutan tindih hantu atau irep-irep. Entah apa kata resmi bahasa Indonesianya. Fenomena ini sebenarnya bernama Sleep Paralysis (Lumpuh Tidur) atau The Old Hag Syndrome. sleep-paralysis-causes Mereka yang mengalami fenomena ini kadang merasa ketakutan karena mengira sedang diserang oleh setan. Tidak bisa disalahkan. Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh “Old Hag” atau “Penyihir” yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.
Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang, nama The Old Hag Syndrome mulai ditinggalkan. Para peneliti lebih suka menyebutnya Sleep Paralysis (SP).
Lalu, pertanyaannya adalah: Apa yang menyebabkannya?Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.
sleep paralysis
Ketika kita tidur, kita akan memasuki beberapa tahapan tertentu. Memang ada banyak, namun kita hanya akan melihat dua tahapan besarnya, yaitu Non REM dan REM. Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.
Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.
Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.“Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.”Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama. Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita? Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita. Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena “penculikan oleh alien” atau “diserang roh jahat” kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang. Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanyamereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).
Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?
Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu: 1. Tidurlah yang cukup dan teratur 2. Kurangi Stress 3. Berolahragalah secara teratur Dengan kata lain, gaya hidup sehat! Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu. Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil.
Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia. “Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.” Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama. Lalu, bagaimana dengan perasaan adanya makhluk gaib yang muncul di kamar kita? Florence Cardinal, seorang peneliti lain mengatakan kalau halusinasi biasanya memang menyertai Sleep Paralysis. Kadang ada perasaan kalau ada orang lain di dalam ruangan atau bahkan kita bisa merasakan adanya makhluk yang sedang melayang di atas kita. Lalu, kita bisa merasakan adanya tekanan di dada seperti sedang diinjak atau diduduki. Malah, ada beberapa korban yang melaporkan mendengar suara langkah kaki, pintu terbuka dan suara-suara aneh. Ini cukup menakutkan, tapi normal. Bahkan banyak peneliti yang percaya kalau fenomena “penculikan oleh alien” atau “diserang roh jahat” kebanyakan hanyalah halusinasi yang terkait dengan Sleep Paralysis.
Lalu, dalam kondisi apakah Sleep Paralysis biasa muncul?
Beberapa penelitian menunjukkan adanya kondisi tertentu dimana kemungkinan mengalami Sleep Paralysis akan menjadi lebih tinggi bagi seseorang. Mereka yang mengalaminya, biasanya adalah ketika yang bersangkutan tidur telentang. Lalu, fenomena ini lebih sering terjadi pada mereka yang mengalami kelelahan yang berlebihan atau mereka yang jadwal tidur normalnya terganggu. Dan luar biasanyamereka yang biasa minum obat penenang akan menjadi lebih sering mengalaminya (Ironis bukan?).
Bagaimana kita menghindari Sleep Paralysis?
Ini ada beberapa tips yang dihasilkan dari penelitian klinis, yaitu:
1. Tidurlah yang cukup dan teratur
2. Kurangi Stress
3. Berolahragalah secara teratur Dengan kata lain, gaya hidup sehat! Tapi yang terpenting dari semuanya adalah, Jika kalian terlanjur mengalami ini, tidak perlu takut, karena fenomena ini hanya berlangsung sesaat dan akan segera berlalu.
http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/03/memahami-fenomena-sleep-paralysis.html
faktor risiko penyakit jantung

TERAPI OKSIGEN, PEMUSNAH VIRUS ?

Ada cara yang mungkin belum terlalu terkenal tetapi sangat sederhana untuk merawat hampir seluruh penyakit. Demikian sederhananya hingga cara itu mungkin akan membuat kita menertawakannya. Tidak seperti manusia yang membutuhkan oksigen untuk meneruskan kehidupannya, sebagian virus dan bakteri termasuk HIV, Ebola, M.tuberculosis, dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya tidak tahan terhadap oksigen. Bakteri dan virus hampir seluruhnya “Anaerobic”(tidak tahan terhadap oksigen).oksigen

Apa yang akan terjadi pada virus dan bakteri anaerobic yang menyebabkan penyakit dikelilingi oleh oksigen murni dalam waktu yang lama? Bagaimana jika bentuk khusus oksigen (O2) ini, atau bentuk medisnya yang lebih tinggi (O3 atau yang lebih dikenal sebagai Ozon), dalam jumlah yang cukup, secara perlahan dan hati-hati diperkenalkan secara langsung ke dalam tubuh hari demi hari, setiap hari selama beberapa bulan, dengan metode konsentrasi yang tinggi yang biasanya melewati paru-paru, dan memenuhi setiap sel tubuh dengan oksigen? Semua kuman dan mikroba yang terkait dengan penyakit atau penyebab penyakit yang tidak dapat hidup dalam oksigen, juga tidak dapat hidup dalam jaringan dan cairan tubuh beroksigen. Jadi, betapa sederhananya, bukan? Namun, Saya yakin hampir semua dari kita belum pernah diberi tahu tentang hal ini?

Lalu apa yang kira-kira akan terjadi pada virus HIV dalam tubuh jika virus itu secara terus menerus dikelilingi oleh oksigen? Sebuah artikel dalam The Journal of The American Society of Hematology, edisi 11 pada Oktober 1991 yang berjudul “Inactivation of HIV Type 1 by Ozone in vitro” menyimpulkan bahwa:

“Ozon, bentuk oksigen yang lebih tinggi, melemahkan aktivitas virus HIV sebanyak 97-100 persen, dan tak berbahaya bagi sel normal, jika digunakan secara tepat”.

Jutaan dosis ozon telah diberikan oleh ribuan dokter di Eropa selama enam puluh tahun yang lalu dengan sangat aman. Tapi, mengapa penggunaannya tidak diajarkan lagi di sekolah-sekolah kedokteran saat ini? Mungkin karena sampai saat ini FDA tidak menyetujui penggunaan terapi ini. Ed McCabe dalam bukunya Oxygen Therapies yang terjual 150.000 kopi menyatakann bahwa terapi oksigen dilarang oleh FDA dikarenakan adanya kendali politik pada FDA yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan obat di Amerika karena mereka tidak menginginkan adanya cara pengobatan yang murah dan memiliki efek penyembuhan yang maksimal yang akan menyebabkan penjualan obat mereka menjadi menurun secara drastis.

Seorang peneliti lainnya Basil Wainwright secara kategoris telah menemukan sebuah proses untuk memurnikan seluruh darah donor dalam kantung, dan penemuaannya tentang teknologi polyatomic apheresis ozone telah menghasilkan terobosan paling penting dalam penanganan kasus AIDS dan penyakit degeneratif. Basil Wainwright menyatakan bahwa dirinya telah menyaksikan bahwa darah penderita HIV jauh lebih hitam dari pada darah orang normal. Dan ketika mendapatkan terapi oksigen darah akan kembali berwarna merah.

#terlalu banyak yang disembunyikan di Dunia ini.

Sumber:

Eisen, Jonathan. 2010. Suppressed Inventions and Other Discoveries: Kisah Nyata Penyembunyian Ilmu Pengetahuan dan Pemusnahan Temuan Brilliant Lainnya. Jakarta :Ufuk. Hal. 117-148.